• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
70
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

DAMPAK SANITASI LINGKUNGAN

TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS

PROVINSI LAMPUNG

(Skripsi)

Oleh

RESTY APRILIA UTAMI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRACT

THE IMPACT OF ENVIRONMENTAL SANITATION ON PUBLIC HEALTH AT THE COASTAL AREAS KOTA AGUNG DISTRICTTANGGAMUS COUNTRY

LAMPUNG PROVINCE

By

RESTY APRILIA UTAMI

The aim of this research are to find out whether the state environmental sanitation and the impact which caused by environmental sanitation towards the sanity of the communities in 04 urban, Pasar Madang Kota Agung Tanggamus. The approach of the research was qualitative research. The population in this research is 595 patriarch, 31 patriarch as the samples of the research. This research used purposive sampling. The result shows that: 1) the state of environmental sanitation in 04 urban Pasar Madang Kota Agung Tanggamus is still bad because it is far from the healthy qualify. 2) there are correlations between the condition of their closet, sewerages, garbage disposal, and the conditions of their house are not good, furthermore it is causeddiarrhea, of dengue fever recorded, lungs (tuberculosis) and etc.

(3)

ABSTRAK

DAMPAK SANITASI LINGKUNGAN

TERHADAP KESEHATAN MASYARAKATDI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS

PROVINSI LAMPUNG

Oleh

RESTY APRILIA UTAMI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 595 kepala keluarga,dengan sampel penelitian berjumlah 31 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kondisi sanitasi lingkungan di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus dikatakan belum baik karena belum memenuhi syarat kesehatan. 2) ada hubungan antara kondisi jamban, kondisi saluran air limbah, kondisi tempat pembuangan sampah dan kondisi rumah sehat yang belum memenuhi syarat kesehatan, terhadap kesehatan masyarakat berupa timbulnya penyakit seperti diare, demam berdarah, tb paru-paru dan lain-lain.

(4)

DAMPAK SANITASI LINGKUNGAN

TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS

PROVINSI LAMPUNG

Oleh

RESTY APRILIA UTAMI

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis menyelesaikan taman kanak-kanak di TK Islam Yapibar (2002), Sekolah Dasar (SD) 4 Kuripan (2008), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Agung (2011), Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Agung (2014). Pada tahun 2014 penulis diterima menjadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Pada tahun 2016 penulis melaksanakan KKL 1 di Pantai Sari Ringgung Pulau Tegal Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran dan pada tahun 2017 penulis melaksanakan KKL 2 di Pulau Bali, Yogyakarta, JawaTimur, dan Jawa Tengah.

Penulis melakukan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terintegrasi Tahun 2017 di Desa Sangkaran Bakti Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan.

(9)

MOTTO

“Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha”.

“Belajarlah untuk mengucap syukur dari hal-hal baik dihidupmu”. “Belajarlah menjadi kuat dari hal-hal buruk dihidupmu”.

(10)

PERSEMBAHAN

Ayah dan Ibu Tercinta

dan

(11)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikan skripsi yang berjudul “Dampak Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Masyarakat Di Wilayah Pesisir Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung”. Shalawat teriring salam selalu terlimpah kepada Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan umat manusia. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Penulis melalui kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua yakni Ibunda Rusmiyana (almh) dan Ayahanda Alpiyan yang selama ini memberikan semangat yang senantiasa selalu memberikan doa, semangat, dan limpahan kasih sayang yang terukur nilainya, serta memberikan dukungan terus menerus dalam menyelesaikan skripsi ini.

(12)

Terselesaikannya penyusunan skripsi ini atas bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu ucapan terima kasih diberikan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

2. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung 3. Bapak Drs. Buchori Asyik, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan

Keuangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung 4. Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

5. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

6. Bapak Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, yang telah mendidik dan membimbing saya selama menyelesaikan studi

8. Nenek dan Adik tercinta yakni Aminah dan Ahmad Rafi Saputra yang selalu memberikan dukungan yang menjadi penyemangat dalam menyelesaikan studi ini

(13)

10. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Geografi angkatan 2014 yang selama ini selalu menjadi penyemangat dalam mengerjakan skripsi ini

11. Teman-teman KKN-KT 2017 Desa Sangkaran Bakti Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan

12. Semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi dalam penyusunan skripsi ini

Semoga Allah memberikan balasan terbaik atas segala bantuan yang telah diberikan, semoga skripsi yang masih jauh dari kesempurnaan ini bisa berguna dan memberikan manfaat bagi semuanya aamiin.

Bandar Lampung, 3 Oktober2018 Penulis

(14)

i DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Kegunaan Penelitian... 8

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka ... 10

1. Pengertian Geografi ... 10

2. Pengertian Ekologi ... 12

3. Pengertian Lingkungan ... 13

4. Pengertian Sanitasi ... 15

a. Jenis sarana sanitasi... 16

b. Jenis-jenis sanitasi ... 18

5. Pengertian Kesehatan Masyarakat ... 22

a. Ruang lingkup kegiatan kesehatan masyarakat... 24

b. Prinsip-prinsip kesehatan masyarakat ... 26

6. Analisis mengenai dampak lingkungan ... 27

B. Penelitian Relevan ... 29

C. Kerangka Pikir Penelitian ... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian... 34

B. Sampel dan Populasi ... 35

1. Populasi ... 35

(15)

ii

C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ... 37

1. Variabel Penelitian ... 37

2. Definisi Operasional Variabel ... 37

D. Teknik Pengumpulan Data ... 41

E. Teknik Analisis Data ... 42

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian ... 45

1. Letak Kecamatan Kota Agung ... 45

2. Luas wilayah Kelurahan Pasar Madang ... 45

3. Batas administratif Kelurahan Pasar Madang ... 46

4. Keadaan topografi Kelurahan Pasar Madang ... 48

5. Keadaan tanah Kelurahan Pasar Madang ... 48

6. Keadaan iklim ... 48

B. Keadaan Penduduk ... 52

1. Jumlah penduduk ... 52

2. Kepadatan penduduk ... 53

3. Komposisi penduduk ... 54

a. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin ... 54

b. Komposisi penduduk berdasarkan umur ... 56

c. Komposisi penduduk berdasarkan agama ... 58

d. Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan 58 e. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian . 59 C. Deskripsi Hasil Penelitian ... 61

1. Identitas kepala keluarga ... 61

a. Umur ... 61

b. Agama ... 62

c. Tingkat pendidikan ... 62

2. Sanitasi lingkungan ... 63

a. Sumber air bersih ... 63

b. Kepemilikan jamban keluarga ... 64

c. Tempat pembuangan sampah rumah tangga ... 65

d. Ketersediaan sistem pembuangan air limbah (SPAL) 68 e. Rumah sehat ... 70

3. Kesehatan masyarakat ... 71

D. Pembahasan ... 74

1. Dampak sumber air bersih terhadap kesehatan masyarakat... 74

(16)

iii

4. Dampak saluran pembuangan air limbah terhadap

kesehatan masyarakat ... 77

5. Dampak kondisi rumah sehat terhadap kesehatan masyarakat... 78

6. Dampak sanitasi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat... 79

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 81

B. Saran ... 82

DAFTAR PUSTAKA ... 83

(17)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Kepala Keluarga Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus 2016 ... 4 2. Data Cakupan Penyakit Malaria, Diare dan TBC Dari Tahun

2012-2016 Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ... 5

3. Data Cakupan Penyakit Per-desa Kecamatan Kota Agung Tahun 2016 ... 6 4. Populasi Rumah Tangga Lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang

Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ... 35 5. Jumlah Populasi dan Sampel Rumah Tangga Lingkungan 04

Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ... 36 6. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Mengenai

Sanitasi Lingkungan ... 38 7. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Mengenai

Kesehatan Masyarakat ... 40 8. Tabel Silang Sanitasi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat ... 43 9. Curah Hujan di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

Tahun 2008-2017 ... 50 10.Klasifikasi Iklim Menurut Schmidth-Ferguson ... 51

11.Jumlah Kepala Keluarga Tiap RT Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ... 52

12.Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung

(18)

v

13.Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

Tahun 2017 ... 58 14.Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di

Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung ... 59 15.Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Kelurahan

Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2017 ... 60 16. Kepala Keluarga Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di

Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ... 61

17. Kepala Keluarga Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

Tahun 2018 ... 62 18. Kepemilikan Jamban Kepala Keluarga Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten TanggamusTahun 2018 ... 64

19. Kondisi Jamban Kepala Keluarga Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten TanggamusTahun 2018 ... 65

20. Jenis Penampungan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 66

21. Tempat Pembuangan Akhir Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 66

22. Kondisi Tempat Penampungan Sampah Rumah Tangga Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

Tahun 2018 ... 67

23. Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah Penduduk Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 68

(19)

vi

25. Rumah Sehat Kepala Keluarga Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 70 26. Jenis Penyakit Yang Terjadi di Kelurahan Pasar Madang

Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 71

27. Kategori Sanitasi Lingkungan Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 72

28. Kategori Kesehatan Masyarakat Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus Tahun 2018 ... 72

29. Dampak Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Masyarakat di

(20)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Kerangka Pikir Penelitian ... 33

(21)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman 1. Surat Penelitian Pendahuluan Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Sipil Kota Agung ... 87

2. Surat Penelitian Pendahuluan Dinas Kesehatan Kota Agung ... 88

3. Kisi-kisi pertanyaan kuesioner ... 89

4. Kuesioner penelitian ... 90

5. Surat Izin BMKG (Data Curah Hujan) ... 97

6. Surat Izin Penelitian Kelurahan Pasar Madang ... 98

7. Surat Balasan Izin Penelitian Kelurahan Pasar Madang ... 99

8. Foto/Dokumetasi Penelitian ... 100

(22)

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Lingkungan hidup merupakan suatu wahana yang ada suatu kehidupan di dalamnya, secara harfiah lingkungan hidup ada tiga komponen yakni berupa komponen abiotik, biotik dan budaya. Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Salah satu unsur lingkungan hidup yaitu unsur abiotik yang merupakan komponen lingkungan yang terdiri dari berbagai benda-benda tidak hidup misalnya tanah, air, udara, iklim, dan rumah atau permukiman.

(23)

2 Perilaku yang kurang baik dari manusia telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah masalah sanitasi.

Sanitasi adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit tersebut (Hiasinta A, 2001: 2). Sanitasi meliputi penyediaan air rumah tangga yang baik, cukup kualitas maupun kuantitasnya, mengatur penggunaan jamban keluarga, pembuangan sampah, pembuangan air limbah, mendirikan rumah sehat, dan pembasmian binatang-binatang penyebar penyakit seperti lalat, nyamuk, kutu-kutu, serta penyakit lainnya.

Sanitasi lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Sanitasi lingkungan mempunyai kedudukan yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari, karena berpengaruh terhadap kesehatan seseorang dan masyarakat. Sanitasi lingkungan dapat mencerminkan tata cara hidup dari masyarakat tersebut. Untuk mendapatkan kondisi sanitasi lingkungan yang baik sangat bergantung dari tata cara dan perilaku masyarakat di dalam memelihara kualitas sanitasi lingkungannya.

(24)

3 persyaratan ialah sebanyak 1.157 unit. Oleh karena itu dari data di atas dapat disimpulkan bahwa keadaan pemenuhan sarana sanitasi yang sesuai masih sangat minim di wilayah Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, dengan kondisi sanitasi yang baik maka diharapkan masyarakat yang berada dalam suatu wilayah tersebut dalam kondisi baik pula seperti kesehatan bagi masyarakatnya.

Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri tetapi harus dilihat dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah kesehatan tersebut.

Menurut Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Pasal 1 tentang kesehatan. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Dalam hal ini sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat. Salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam pengelolaan wilayahnya adalah wilayah pesisir. Wilayah pesisir merupakan wilayah yang berada diantara wilayah daratan dan lautan di mana lingkungannya dipengaruhi kondisi yang ada di daratan maupun di lautan. Wilayah pesisir memiliki kompleksitas isu, permasalahan, peluang, dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.

(25)

4 dalam penyebaran penyakit di sekitar lingkungan masyarakat tersebut. Hal ini dapat disajikan data jumlah kepala keluarga Kecamatan Kota Agung sebagai berikut :

Tabel 1. Data Kepala Keluarga Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus 2016 No Desa (Kelurahan) Jumlah KK Jenis Kelamin Jumlah L+P Rata-rata (Jumlah Anak)

L P

1 Baros 1.106 2.184 2.064 4.248 4

2 Pasar Madang 1.624 2.767 2.874 5.641 4

3 Kuripan 2.444 4.762 4.558 9.320 4

4 Negeri Ratu 833 1.672 1.520 3.192 4

5 Penanggungan 378 768 697 1.465 4

6 Terdana 196 410 359 769 4

7 Kelungu 216 437 379 816 4

8 Pardasuka 169 334 336 670 4

9 Teratas 351 713 655 1.368 4

10 Kusa 914 1.858 1.710 3.568 4

11 Terbaya 664 1.391 1.317 2.708 4

12 Kedamaian 540 1.107 1.024 2.131 4

13 Kota Agung 837 1.656 1.634 3.290 4

14 Kota Batu 386 761 710 1.471 4

15 Campang Tiga 205 376 355 731 4 16 Benteng Jaya 325 638 581 1.219 4 Jumlah 11.188 21.834 20.773 42.607 63 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanggamus 2016 Dari data di atas jumlah kepala keluarga wilayah Kecamatan Kota Agung sebanyak 11.188 KK. Sedangkan jumlah penduduk di tempat yang akan menjadi fokus penelitian di wilayah Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung ini sebanyak 5.641 penduduk dengan jumlah 1.624 kepala keluarga.

[image:25.595.115.510.221.520.2]
(26)

5 Kuripan, Pekon Negeri Ratu, Penanggungan, Terdana, Kelungu, Pardasuka, Teratas, Kusa, Kedamaian, Kota Agung, Kota Batu, Campang Tiga, dan Benteng Jaya) yang dihuni oleh kebanyakan penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani, seperti petani padi maupun tanaman palawija.

Kondisi lingkungan di sekitar masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kecamatan Kota Agung, berdasarkan observasi atau pengamatan penulis masih memprihatinkan, apalagi jika ditinjau dari segi kesehatan lingkungannya seperti sanitasi, dan juga masih terlihat banyak sampah-sampah berserakan di bantaran sungai, di sekitar permukiman serta di pinggiran pantai, sehingga masih banyak menimbulkan masalah kesehatan terutama dalam penyebaran penyakit di sekitar lingkungan masyarakat disana. Penyakit yang berbasis lingkungan diantaranya malaria, diare, TBC, penyakit kulit, demam berdarah, gangguan gizi, Tipoid/Tifus, Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), dan gangguan pencernaan lainnya. Namun hanya ada 3 penyakit yang berbasis lingkungan, yang paling sering terjadi dan menyerang masyarakat ialah malaria, diare, dan TBC.

[image:26.595.113.512.598.697.2]

Adapun data cakupan penyakit yang terjadi di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus pada tabel berikut:

Tabel 2. Data Cakupan Penyakit Malaria, Diare dan TBC Dari Tahun 2012-2016 Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

No Jenis penyakit Jumlah Jumlah

2012 2013 2014 2015 2016

1 Malaria 184 564 128 93 148 1.117

2 Diare 924 1163 1181 1055 691 5.014

3 TB paru 48 61 55 38 49 251

Jumlah 6.382

(27)

6 Berdasarkan Tabel 2, dapat disimpulkan bahwa pada 5 tahun terakhir kasus penyakit seperti diare sebanyak 5.014 kasus, malaria sebanyak 1.117 kasus, dan TB paru sebanyak 251 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit yang berbasis lingkungan sangat mendominasi di wilayah Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

[image:27.595.116.513.351.637.2]

Dapat dilihat juga dari data cakupan penyakit yang sering terjadi pada tahun terakhir (tahun 2016) di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

Tabel 3. Data Cakupan Penyakit Per- desa Kecamatan Kota Agung Tahun 2016

No Desa (Kelurahan)

Nama Penyakit

Malaria Diare TBC (Paru-paru)

1 Kuripan 10 144 14

2 Pasar Madang 17 160 14

3 Baros 13 78 3

4 Kota Agung 9 28 1

5 Kedamaian 7 21 3

6 Kusa 4 59 1

7 Terbaya 8 32 2

8 Teratas 13 16 2

9 Negeri Ratu 12 76 3

10 Penanggungan 11 6 0

11 Campang Tiga 8 1 0

12 Kota Batu 10 20 2

13 Terdana 7 7 0

14 Kelungu 5 8 2

15 Pardasuka 8 19 1

16 Benteng Jaya 6 16 1

Jumlah 148 691 49

(28)

7 dasar masyarakat di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus masih kurang baik, dapat terlihat dari banyak dijumpainya sampah yang berserakan di sekitar sungai, pinggir pantai dan di sekitar rumah yang dapat menimbulkan penyakit yang berbasis lingkungan. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa minimnya tingkat kesehatan pada masyarakat yang terjadi di daerah itu. Berdasarkan uraian-uraian di atas serta permasalahan mengenai sanitasi lingkungan di Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung yang penulis temui serta jumlah masyarakat yang terserang penyakit masih tinggi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan singkat dalam latar belakang mengenai dampak sanitasi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, adapun rumusan masalah ini adalah belum baiknya tingkat kesehatan masyarakat. Dengan demikian pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi sanitasi lingkungan di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung?

(29)

8 C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disampaikan, berikut ini tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung.

2. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari sanitasi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung.

D. Kegunaan Penelitian

Berikut ini adapun kegunaan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut :

1. Sebagai aplikasi ilmu geografi yang diperoleh selama belajar di Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung.

2. Untuk menambah wawasan penulis tentang sanitasi lingkungan khususnya di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus serta pengaruhnya terhadap masyarakat.

(30)

9 E. Ruang Lingkup Penelitian

1. Ruang lingkup objek penelitian

Ruang lingkup objek penelitian ini adalah sanitasi lingkungan di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. 2. Ruang lingkup subjek penelitian

Ruang lingkup subjek penelitian ini adalah kepala keluarga Lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. 3. Ruang lingkup tempat penelitian

Ruang lingkup tempat penelitian ini adalah Lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

4. Ruang lingkup waktu

Ruang lingkup waktu penelitian ini adalah pelaksanaan penelitian ini pada tahun 2018.

5. Ruang lingkup ilmu

Ruang lingkup ilmu penelitian ini adalah Ekologi Geografi.

(31)

10

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Geografi

Geografi adalah bagian dari ilmu kebumian yang mengkaji secara komprehensif fenomena-fenomena yang ada dipermukaan bumi dan hubungan saling tindak dengan kehidupan manusia melalui tiga pendekatan, yaitu keruangan (spatial), temporal, dan kompleks wilayah (Junun Sartohadi, 2012:1). Kajian geografis mengenai fenomena-fenomena permukaan bumi selalu dimulai dengan hal-hal yang sifatnya deskriptif mengenai objek yang dikaji, keterdapatannya pada lokasi tertentu di permukaan bumi, faktor-faktor pembentuk perwatakan tertentu atas fenomena yang dikaji, dinamika perubahan dari waktu ke waktu, dan bagaimana pemanfaatannya untuk kehidupan manusia. Ilmu geografi merupakan ilmu yang membahas mengenai gejala alam dan fenomena geosfer yang ada dimuka bumi.

(32)

11 a. Pendekatan keruangan

Pendekatan keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat pentingnya. Dapat dikatakan bahwa dalam analisa keruangan yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan sehingga dapat dikumpulkan data lokasi, yang terdiri dari data titik seperti data ketinggian tempat, data sampel tanah, sampel batuan, dan lain sebagainya dan data bidang seperti data luas lahan dan lain sebagainya.

b. Pendekatan ekologi

Pendekatan ekologi yaitu studi mengenai interaksi antara organism hidup dengan lingkungan. Seseorang harus mempelajari organisme hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan serta lingkungannnnnnnya seperti litosfer, hidrosfer, atmosfer untuk mempelajari ekologi. Organisme hidup dapat pula mengadakan interaksi dengan organisme yang lain. Manusia merupakan satu komponen dalam organisme hidup yang penting dalam proses interaksi, sehingga muncul pengertian ekologi manusia, dimana dipelajari interaksi antar manusia dan antar manusia dengan lingkungannya.

c. Pendekatan kompleks wilayah

(33)

12 itu terdapat permintaan dan penawaran antar wilayah tersebut. Analisa ini memperhatikan pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisa keruangan) dan interaksi antar manusia dengan lingkungannya (analisa ekologi), untuk kemudian dipelajari kaitannya.

2. Pengertian Ekologi

Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya (Soedjiran Resosoedarmo, 1985:1). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya. Biasanya ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

(34)

13 3. Pengertian Lingkungan

Menurut Otto Soemarwoto (1997:2), lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. Tingkah laku manusia juga merupakan bagian lingkungan kita, oleh karena itu lingkungan hidup harus diartikan secara luas, yaitu tidak saja lingkungan fisik dan biologi, melainkan juga lingkungan ekonomi, sosial dan budaya. Menurut Zoer’aini Djamal Irawan (2010:108), berkaitan tentang lingkungan mengemukakan bahwa lingkungan adalah suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi demi terciptanya kehidupan manusia yang baik. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan yang sehat dan lingkungan yang tidak sehat sebagaimana dikemukakan Zoer’aini Djamal Irawan (2010 : 110) sebagai berikut :

a. Lingkungan sehat antara lain sebagai berikut.

1. Udaranya bersih, segar, dan terasa sejuk. Selain itu tidak berbau. 2. Adanya tempat sampah dan keadaannya bersih. Dengan adanya

tempat sampah, sampah jadi tidak berserakan.

3. Terdapat saluran air yang bersih dan lancar. Air dalam saluran air akan mengalir dengan lancar

4. Terdapat berbagai tumbuhan hijau yang terpelihara dan tertata rapi. Dengan adanya tumbuhan, udara akan menjadi lebih bersih.

b. Lingkungan tidak sehat antara lain sebagai berikut :

1. Udaranya kotor dan berbau. Udara tersebut akan menyesakkan napas kita.

2. Tidak tersedianya tempat sampah. Sehingga sampah menumpuk dan berserakan dimana-mana.

3. Tidak adanya saluran air. Meskipun ada tetapi keadaannya kotor. Terdapat sampah yang menyumbat saluran air. Akibatnya, aliran air tidak lancar.

(35)

14 Menurut Emil Salim, secara umum lingkungan hidup diartikan sebagai segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Menurut Soerjono Soekanto (2012 : 339), lingkungan hidup biasanya dibedakan dalam kategori-kategori sebagai berikut :

1. Lingkungan fisik, yakni semua benda mati yang ada di sekeliling manusia. 2. Lingkungan biologis, yaitu segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa

organisme yang hidup (di samping manusia itu sendiri).

3. Lingkungan sosial, yang terdiri dari orang-orang baik individual maupun kelompok yang berada di sekitar manusia.

Adapun Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Dari beberapa pengertian lingkungan hidup tersebut, terdapat unsur-unsur dari lingkungan hidup adalah :

1. Manusia, baik secara individu maupun sebagai bagian dari kelompok sosial. 2. Lingkungan, baik berupa jasad hidup maupun benda mati.

3. Interaksi hubungan timbal balik antara lingkungan dan manusia.

(36)

15 4. Pengertian Sanitasi

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 965 tahun 1992, sanitasi merupakan upaya yang dilakukan untuk menjamin terciptanya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, 1992). Menurut Sri Rejeki (2015:2), sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia (Retno Widyanti dan Yuliarsih, 2002:14). Fasilitas-fasilitas sanitasi antara lain: sarana penyediaan air bersih, kamar kecil, tempat cuci tangan, kamar ganti pakaian, tempat sampah, dan sarana pembuangan air limbah (Kementerian kesehatan RI, 1992).

Sanitasi merupakan bagian dari kesehatan lingkungan, ruang lingkup kesehatan lingkungan yaitu :

1. Penyediaan air minum.

2. Pengolahan dan pengendalian pencemaran air. 3. Pengolahan sampah padat.

4. Pengendalian vektor (pemindah penyakit).

5. Pencegahan dan pengendalian pencemaran tanah oleh kotoran manusia dan lain-lain.

6. Sanitasi (kebersihan) makanan dan minuman. 7. Pengendalian pencemaran udara.

8. Pengendalian bising. 9. Kesehatan kerja dan pencegahan kecelakaan.

10. Perumahan dan permukiman.

(37)

16 a. Jenis sarana sanitasi

1. Sarana penyediaan air bersih

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang memenuji persyaratan kesehatan secara fisik, mikrobiologi, kimia dan radio aktif dan dapat diminum setela dimasak. Air merupakan suatu bahan kebutuhan pokok yang mutlak dibutuhkan oleh manusia sepanjang masa. Air mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan. Air bersih merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk memenuhi standar kebutuhan manusia secara sehat. Ketersediaan air yang terjangkau dan berkelanjutan bagi setiap individu baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Sarana sanitasi air adalah bangunan beserta peralatan dan perlengkapannya yang menghasilkan, menyediakan dan membagi-bagikan air bersih untuk masyarakat. Jenis sarana air bersih ada beberapa macam yaitu PAM, sumur gali, sumur pompa, tempat penampungan air hujan, penampungan mata air, dan perpipaan. Adapun sumber air bersih juga bisa didapat dari air hujan, air permukaan dan air tanah. Kondisi fisik sumber air bersih baik yang sifatnya jernih, tidak berbau, tidak berwarnadan tidak berbusa. Penyediaan air bersih merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan lingkungan dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat sehingga terpenuhi derajat kesehatan masyarakatnya.

2. Sarana jamban keluarga

(38)

17 jamban keluarga yaitu jamban empang, jamban cemplung, jamban leher angsa, septik tank. Jamban merupakan salah satu sarana sanitasi yang penting karena jamban merupakan tempat pembuangan tinja manusia sehingga harus diperhatikan kebersihannya karena jamban merupakan salah satu tempat penularan penyakit. Kondisi jamban harus memenuhi syarat yaitu jarak jamban dengan sumber air bersih (jika sumur) lebih dari 10 meter, tidak terjangkau vektor (kecoa, tikus), dan lain-lain, mudah digunakan, mudah dibersihkan, tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan (Kementerian kesehatan RI, 2014).

3. Sarana pembuangan air limbah

Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Kondisi saluran pembuangan air limbah harus memenuhi syarat kesehatan yaitu tertutup, mengalir lancar, dan tidak menimbulkan bau. 4. Pengelolaan sampah

(39)

18 kesehatan yakni tempat sampah tertutup, mudah dibersihkan dan tidak terjangkau vektor disekitar tempat sampah (lalat, tikus, dan lain-lain).

5. Rumah sehat

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, adanya fentilasi, jendela, kamar tidur, pencahayaan, sarana pembuangan asap dapur, lantai rumah dari semen, adanya langit-langit, dinding dari semen, dan jendela ruang tamu dan ruang keluarga.

b. Jenis-Jenis Sanitasi

Sanitasi di tempat-tempat umum dapat dikelompokkan menjadi sanitasi restoran, sanitasi hotel, sanitasi pasar, sanitasi bioskop dan lain-lain.

1) Sanitasi restoran

Restoran adalah suatu tempat umum, dimana orang yang datang dapat membeli makanan atau minuman serta dapat menikmatinya di tempat tersebut. Dalam menjalankan fungsinya, restoran juga perlu adanya pengawasan dalam sanitasi. karena restoran dapat menimbulkan bermacam-macam masalah kesehatan, dalam sanitasi pada restoran, pengawasan ini dititikberatkan pada sanitasi makanan. Kebersihan peralatan makanan dan minuman, serta kebersihan pegawai-pegawai restoran tersebut.

2) Sanitasi hotel

(40)

19 disediakan makanan dan minuman sebagai sarana penunjang. Sanitasi pada hotel menitikberatkan pada :

a. Room sanitation b. Food sanitation

c. Insec and rodent control 3) Sanitasi pasar

Pasar adalah suatu tempat yang berfungsi untuk melakukan kegiatan menjual dan membeli barang-barang dagangan kepada masyarakat umum. Pasar mempunyai peranan paling penting dalam hal penularan penyakit pada manusia. Pasar yang kurang memperhatikan kebersihannya dapat menularkan berbagai penyakit dan dapat merupakan sumber perkembangbiakkan vektor-vektor penyakit.

4) Sanitasi rumah atau permukiman

Sanitasi mempunyai ruang lingkup yang luas, salah satunya adalah sanitasi perumahan yang merupakan bagian dari lingkungan pemukiman. Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian yang digunakan untuk berlindung dari gangguan iklim dan makhluk hidup lainnya, serta tempat pengembangan kehidupan keluarga, oleh karena itu keberadaan rumah yang sehat, aman, serasi dan teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.

(41)

20 a. Memenuhi kebutuhan fisilogi antara lain pencahayaan, penghawaan dan

ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu. b. Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privasi yang cukup,

komunikasi yang sehat antara anggota keluarga dan penghuni rumah. c. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni

rumah dengan penyedian air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan penghuni yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, di samping pencahayaan dan penghawaan yang cukup.

d. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sepadan jalan, konsentrasi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

Sedangkan ciri-ciri kawasan/permukiman kumuh menurut kriteria Departemen Pekerjaan Umum ialah sebagai berikut:

1. Lingkungan tidak terawat dan kotor

2. Umur kawasan kadangkala telah mencapai lebih dari 50 tahun dan kondisinya semakin menurun

3. Dibangun spontan sebagai hunian 4. Tidak ada kejelasan hak milik

5. Bahan bangunan rumah diperoleh dari bahan-bahan seadanya 6. Bangunan bersifat semi permanen

7. Warganya merupakan migrasi urbanisasi 8. Banyak dihuni oleh penganguran

9. Tingkat kejahatan/kriminalitas tinggi 10.Miskin dan berpendapatan rendah

(42)

21 Jadi sanitasi adalah suatu usaha pengendalian faktor-faktor lingkungan guna untuk mencegah timbulnya suatu penyakit dan penularan yang disebabkan oleh faktor lingkungan tersebut, sehingga derajat kesehatan dapat optimal (Depkes RI, 2002). Sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya (Notoatmodjo, 2003:3).

Menurut WHO, sanitasi lingkungan adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik, kesehatan, dan daya tahan hidup manusia (Sri Winarsih, 2008:1).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit berbasis lingkungan melalui pengelolaan sanitasi dasar dan lingkungan hidup. Upaya tersebut terimplementasi melalui program-program kesehatan baik dalam sistem kesehatan nasional maupun dalam rencana jangka menengah dan panjang. Beberapa program prioritas tersebut antara lain yaitu:

1. Penyediaan sumber air minum yang sehat

2. Pengelolaan limbah industri dan limbah rumah tangga 3. Peningkatan dan pengawasan rumah sehat

4. Pemberantasan sarang-sarang nyamuk dan pengendalian populasi nyamuk, serta penanggulangan penderita penyakit yang berbasis lingkungan

(43)

22 bersih, pelayanan kesehatan lingkungan institusi yang dibina sebesar 70%, rumah tangga yang mempunyai jamban keluarga sebesar 90%, adanya sarana pembuangan air limbah (Departemen Kesehatan RI, 2000).

Menurut Soemirat (2004:8), masalah kesehatan lingkungan misalnya perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih, pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah, berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat terutama pada masalah kesehatan lingkungan rumah tangga.

Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula (Notoatmodjo 2007:165).

Kesehatan lingkungan menurut WHO adalah suatu ilmu keterampilan yang memusatkan perhatian pada usaha pengendalian semua vektor yang ada pada lingkungan fisik manusia yang diperkirakan menimbulkan atau akan menimbulkan hal-hal yang merugikan perkembangan fisik, kesehatan ataupun kelangsungan hidupnya (Azwar 1996:6). Dari berbagai definisi yang ada terlihat bahwa ilmu kesehatan lingkungan berkisar pada usaha manusia mengelola lingkungan sedemikian rupa, sehingga derajat kesehatan manusia dapat lebih ditingkatkan.

3. Pengertian Kesehatan Masyarakat

(44)

23 demikian manusia yang sehat adalah manusia yang menyesuaikan sepenuh-penuhnya badan dan jiwanya dengan lingkungan hidup. Sehat adalah keadaan sempurna dari jasmani, rohani, dan sosial serta bebas dari cacat dan kelemahan.

Masyarakat adalah sekelompok manusia hidup, yang bekerja sama untuk waktu yang cukup lama, sehingga sekelompok manusia itu merupakan organisasi yang memiliki batas-batas tertentu. Keluarga adalah masyarakat terkecil. Kumpulan keluarga menentukan gambaran keadaan masyarakat. Berdasarkan pendapat di atas kesehatan masyarakat adalah kesehatan orang banyak yang menyangkut kesehatan penduduk, kesehatan keluarga, atau kesehatan orang-orang dalam suatu masyarakat. Jadi dalam hubungan ini, bagaimana kesehatan itu dijalankan unuk masyarakat.

(45)

24 kesehatan masyarakat adalah untuk kebahagiaan dan kesejahteraan jasmani, kejiwaan dan kemasyarakatan dengan menjalankan usaha-usaha di bidang kesehatan. Tujuan khususnya adalah mempertinggi nilai kesehatan, mencegah timbulnya penyakit serta memperpanjang hidup manusia.

a. Ruang lingkup kegiatan kesehatan masyarakat meliput usaha-usaha : 1. Peningkatan kesehatan

Peningkatan kesehatan adala usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha, peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perseorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

2. Pencegahan penyakit

Pencegahan penyakit adalah usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit melakukan usaha-usaha pemberian imunisasi pada bayi dan anak, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini.

3. Pengobatan

Pengobatan adalah usaha yang ditujukan terhadap orang yang sakit untuk dapat diobati secara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulihkan kesehatannya.

4. Pemeliharaan kesehatan

(46)

25 Menurut Hendrick L. Blumm dalam Syafrudin (2015:16), terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat yaitu:

1. Faktor lingkungan

Lingkungan yang mendukung gaya hidup bersih, juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam kehidupan di sekitar dapat kita rasakan, daerah yang kumuh dan tidak dirawat biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit seperti gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit demam berdarah dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan tidak bersih, banyak tempat penampungan air, yang tidak pernah dibersihkan menyebabkan perkembangan nyamuk aedes aegypty penyebab demam berdarah meningkat. Hal ini menyebabkan penduduk di sekitar memiliki risiko tergigit nyamuk serta tertular demam berdarah.

Contoh akses terhadap air bersih, jamban atau tempat BAB, sampah, lantai rumah, polusi, sanitasi tempat umum, bahan beracun berbahaya, kebersihan TPU (tempat pelayanan umum)

2. Faktor perilaku

(47)

26 saluran cerna. Contoh alkohol, rokok, tempat-tempat beresiko, narkoba dan lainnya.

3. Faktor pelayanan kesehatan

Ketersediaan fasilitas dengan mutu pelayanan yang baik akan mempengaruhi perwujudan derajat kesehatan masyarakat. Dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bemutu secara merata dan terjangkau akan meningkatkan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Contoh ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan maupun rujukan (rumah sakit), ketersediaan tenaga, peralatan kesehatan bersumber daya masyarakat.

4. Faktor kependudukan

Contoh penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan mempengaruhi sumber daya masyarakat, jumlah penduduk, dan pertumbuhan penduduk serta jumlah kelompok khusus/rentan seperti bayi dan ibu hamil.

b. Prinsip-prinsip kesehatan masyarakat antara lain: a. Keluarga sebagai unit pelayanan kesehatan.

b. Sasaran pelayanan meliputi individu, keluarga, kelompok, masyarakat. c. Privider bekerja dengan dan bukan untuk individu keluarga, kelompok, dan

masyarakat dengan cara mengikut sertakan dalam penanggulangan masalah kesehatan mereka sendiri.

(48)

27 e. Kegiatan utama pelayanan kesehatan adalah di masyarakat dan bukan di

rumah sakit. Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga yang generalis. f. Peran tenaga kesehatan terpenting adalah sebagai pendidik (health

aducation), pembantu (change agent).

g. Praktik kesehatan masyarakat timbul dari kebutuhan aspirasi, masalah dan sumber yang terdapat di masyarakat.

h. Praktik kesehatan masyarakat dipengaruhi perubahan dalam masyarakat pada umumnya dan perkembangan masyarakat pada khususnya.

i. Praktik kesehatan masyarakat adalah bagian dari sistem kesehatan masyarakat.

j. Praktik kesehatan masyarakat mempunyai beberapa perbedaan (untuk setiap negara) program ketenagaan organisasi.

k. Praktik kesehatan masyarakat merupakan gambaran dari seluruh program kesehatan di masyarakat.

4. Analisis Mengenai Dampak Lingkugan

Menurut Valentinus Darsono (1995:139), AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkugan) merupakan alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang direncanakan.

(49)

28 1) Masyarakat dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya, sehingga dapat mempersiapkan diri di dalam penyesuaian kehidupannya apabila diperlukan.

2) Masyarakat dapat mengetahui perubahan lingkungan dimasa sesudah proyek dibangun sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang dapat menguntungkan dirinya dan menghindarkan diri dari kerugian-kerugian yang dapat diderita akibat adanya proyek tersebut.

3) Masyarakat dapat ikut berpartisipasi di dalam pembangunan daerahnya sejak dari awal, khususnya di dalam memberikan informasi-informasi ataupun ikut langsung di dalam membangun dan menjalankan proyek. 4) Masyarakat dapat memahami hal ihwal mengenai proyek secara jelas

sehingga kesalahfahaman dapat dihindari dan kerja sama yang menguntungkan dapat digalang.

5) Masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungannya dengan proyek tersebut khususnya hak dan kewajiban di dalam ikut menjaga dan mengelola lingkungan.

b. Bagi pemerintah

1) Untuk mencegah agar potensi sumber daya alam yang dikelola tersebut tidak rusak (khusus untuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui). 2) Untuk mencegah rusaknya sumber daya alam lainnya yang berada di

(50)

29 3) Untuk menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air, pencemaran udara, kebisingan dan lain sebagainya, sehingga tidak mengganggu kesehatan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

4) Untuk menghindari terjadinya pertentangan-pertentangan yang mungkin timbul khususnya dengan masyarakat dan proyek-proyek lainnya.

5) Untuk menjamin agar proyek yang dibangun sesuai dengan rencana pembangunan daerah, nasional ataupun internasional serta tidak mengganggu proyek lain.

6) Untuk menjamin agar proyek tersebut mempunyai manfaat yang jelas bagi negara dan masyarakat.

7) Analisis dampak lingkungan diperlukan bagi pemerintah sebagai alat pengambilan keputusan (Valentinus Darsono, 1995:149-151).

B. Penelitian Relevan

(51)

30 masyarakat yang berperilaku kurang berisiko sakit diare sebesar 3,275 kali dibandingkan orang yang berperilaku baik.

2. Mohammad Sholehudin, Isa Ma’rufi, dan Ellyke, Universitas Jember (Tahun 2014 volume 2) mengkaji hubungan sanitasi lingkungan, perilaku pengendalian jentik dan nyamuk, dan kepadatan penduduk dengan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Jember dengan metode analisa yang dilakukan bahwa penelitian ini merupakan penelitian analisis kuantitatif. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian observasional dengan rancang bangun cross sectional, yang menyatakan bahwa kondisi sanitasi lingkungan berdasarkan status DBD bahwa responden DBD memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang baik (53%) lebih tinggi daripada kondisi yang buruk (2%), berdasarkan analisis uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dengan penyakit DBD.

(52)

31 makanan yaitu makanan yang diberikan tidak memenuhi empat sehat lima sempurna yang tidak mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.

4. Muh. Saleh dan Lia Hijriani Rachim, UIN Alauddin Makassar (Tahun 2014 volume 7) mengkaji hubungan kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak balita di wilayah kerja puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap tahun 2013 dengan jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study dan analisis datanya dilakukan dengan menggunakan uji statistic chisquare yang menyatakan bahwa hasil penelitian ini adanya hubungan antara jamban keluarga, tempat sampah, dan pembuangan air limbah terhadap kejadian diare. Hal ini dikarenakan sangat banyaknya bakteri berbahaya yang timbul akibat jamban keluarga, saluran pembuangan air limbah, dan tempat sampah yang tidak bersih, menjadi salah satu pemicu tersebarnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

(53)

32 C. Kerangka Pikir Penelitian

(54)
[image:54.595.104.520.91.511.2]

33

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian LINGKUNGAN

MASYARAKAT

PERILAKU MASYARAKAT (X1)

KESEHATAN MASYARAKAT (Y)

KONDISI PERMUKIMAN (X2)

(55)

34

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian ex post facto. Penelitian ex post facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (M. Thoha B. Sampurna Jaya (2017:36).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagai mana adanya (Hadari Nawawi, 1991:63).

(56)

35 B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

[image:56.595.113.514.317.454.2]

Menurut Suharsimi Arikunto (2002:108), populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus sebanyak 595 kepala keluarga, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Populasi Rumah Tangga Lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang

Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

No Rumah Tangga Jumlah

Kepala Keluarga

1 RT 08 112 KK

2 RT 09 154 KK

3 RT 10 132 KK

4 RT 14 100 KK

5 RT 16 97 KK

Jumlah 595 KK

Sumber: Data Profil Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus tahun 2017

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika kita hanya meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut dinamakan penelitian sampel (Suharsimi Arikunto, 2002:109)

(57)
[image:57.595.115.512.140.292.2]

36 Tabel 5. Jumlah Populasi dan Sampel Rumah Tangga Lingkungan 04

Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus

No Rumah Tangga Populasi Sampel (5%)

1 RT 08 112 6

2 RT 09 154 8

3 RT 10 132 7

4 RT 14 100 5

5 RT 16 97 5

Jumlah 595 31

Sumber: Data Profil Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus tahun 2017

Mengingat populasi penelitian ini termasuk cukup banyak dan bersifat homogen, dengan keterbatasan ini maka akan dilakukan penarikan sampel sesuai kemampuan. Atas dasar keadaan tersebut, maka teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, menggunakan purposive sampling.

(58)

37 C.Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

1. Variabel Penelitian

Suryabrata dalam Muhammad Idrus (2007:104), mendefinisikan variabel sebagai segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian sering pula variabel penelitian itu dinyatakan sebagai gejala yang diteliti.

1. Variabel Bebas

Variabel bebas yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan yang terdiri dari sub variabel perilaku masyarakat (X1) dan sub variabel kondisi permukiman (X2).

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kesehatan masyarakat (Y).

2. Definisi Operasional Variabel

(59)
[image:59.842.88.768.139.481.2]

33 Berikut ini kriteria definisi operasional variabel mengenai sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tabel 6. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Mengenai Sanitasi Lingkungan

No. Indikator Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Kriteria/Kategori Skala 1. Sumber air bersih Jenis sumber air yang

digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

Wawancara Kuesioner 0 = Sungai 1 = PAM/Sumur

Nominal

2. Kondisi jamban Tempat pembuangan kotoran manusia yang memenuhi kesehatan. Memenuhi syarat, jika:

1. Jarak jamban dengan sumber air bersih (jika sumur) lebih dari 10 meter. 2. Tidak terjangkau vektor

(kecoa, tikus) dan lain-lain 3. Mudah digunakan

4. Mudah dibersihkan 5. Tidak menimbulkan bau 6. Tidak mencemari

permukaan (Kemenkes RI, 2014).

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat, jika skor <6. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 6 (Kemenkes RI, 2014).

Nominal

3. Kondisi tempat sampah Keadaan tempat sampah rumah tangga yang memenuhi syarat. Memenuhi syarat, jika:

1. Tempat sampah tertutup 2. Mudah dibersihkan

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat, jika skor <3. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 3.

Nominal

(60)

34 3. Tidak terjangkau vector

disekitar tempat sampah (lalat, tikus, dan lain-lain). 4. Kondisi saluran

pembuangan air limbah

Keadaan bangunan yang digunakan untuk membuang air buangan kamar mandi, tempat cuci, dapur dan lain-lain bukan dari jamban, yang memenuhi syarat, jika:

1. Tertutup

2. Mengalir lancar

3. Tidak menimbulkan bau

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat jika skor <3. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 3.

Nominal

5. Rumah sehat Komponen-komponen rumah

sehat meliputi: 1. Langit-langit 2. Dinding 3. Lantai semen 4. Jendela kamar tidur 5. Fentilasi

6. Sarana pembuangan asap dapur

7. Jendela, ruang keluarga 8. Pencahayaan

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat jika skor <8. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 8.

Nominal

(61)
[image:61.842.92.759.115.468.2]

35 Tabel 7. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel Mengenai Kesehatan Masyarakat

No Indikator Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Kategori Skala 1. Peningkatan kesehatan Usaha yang ditujukan untuk

meningkatkan kesehatan yaitu meliputi usaha-usaha yaitu: 1. Olahraga secara teratur 2. Istirahat yang cukup

Wawancara Kuesioner 0 = Olahraga 1x dalam seminggu 1 = Olahraga >2x dalam seminggu

Nominal

2. Pencegahan penyakit Usaha pencegahan penyakit dapat dikatakan memenuhi syarat jika:

1.Pemberian imunisasi pada bayi dan anak, ibu hamil. 2.Pemeriksaan kesehatan

secara berkala.

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat jika skor <2. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 2.

Nominal

3. Pengobatan Usaha yang ditujukan terhadap orang yang sakit untuk dapat diobati secara tepat dalam waktu yang singkat dapat dipulihkan.

Wawancara Kuesioner 0 = Pengobatan tradisonal. 1 = Pengobatan modern (rumah sakit/puskesmas)

Nominal

4. Pemeliharaan kesehatan Usaha yang ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya, jika: 1.Mengkonsumsi buah dan

sayuran

2.Olahraga yang teratur

Wawancara Kuesioner 0 = Tidak memenuhi syarat jika skor <2. 1 = Memenuhi syarat, jika skor = 2.

Nominal

33

(62)

41 D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1. Teknik Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap keadaan sanitasi di lingkungan di wilayah pesisir Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

Observasi ini juga dimaksudkan untuk lebih mengetahui kondisi di lapangan secara mendalam mengenai keadaan jenis sumber air bersih, ketersediaan saluran pembuangan air limbah rumah tangga, dan sampah berserakan yang dibuang tidak pada tempatnya.

2. Teknik Wawancara Terstruktur

(63)

42 3. Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2002 : 206).

Teknik ini digunakan untuk mengetahui data sekunder di wilayah pesisir Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus misalnya jumlah penduduk, jumlah kepala rumah tangga, dan yang lainnya.

E. Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2011 : 334) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami.

(64)

43 Adapun cara untuk menentukan jumlah presentasi dengan rumus sebagai berikut :

Keterangan:

% = Persentase yang diperoleh n = Jumlah jawaban yang diperoleh N = Jumlah seluruh responden 100 = Konstanta

(Jonathan Sarwono, 2006 : 139)

Berdasarkan teknik analisis data di atas maka persentase dari setiap variabel dideskripsikan dengan rumus di atas dan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel setiap indikator yang akan diteliti dengan menggunakan tabel silang.

No Sanitasi Lingkungan

(X)

Kesehatan Masyarakat

(Y) Jumlah

Baik Cukup Buruk

1 Baik 2 Cukup 3 Buruk

(65)

44 Adapun kriteria/kategori digunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan: NT = Nilai Tinggi NR = Nilai Rendah K = Kategori

Kategori/kriteria sanitasi lingkungan di bawah ini digolongkan sebagai berikut. Kategori:

Kategori/kriteria kesehatan masyarakat di bawah ini digolongkan sebagai berikut. Kategori:

Baik >18

Cukup 9-17

Buruk 0-8

Baik >6

Cukup 3-5

(66)

81

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan deskripsi data dan analisis data hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kondisi sanitasi lingkungan di lingkungan 04 Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus dikatakan belum baik, dilihat dari indikator kondisi jamban, kondisi saluran pembuangan air limbah, kondisi tempat pembuangan sampah, dan kondisi rumah sehat belum memenuhi syarat kesehatan karena masih ada masyarakat yang kurang mengetahui pentingnya menjaga sanitasi lingkungan.

(67)

82

B. Saran

Adapun saran dari penelitian ini adalah :

1. Diharapkan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga kondisi lingkungan demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. 2. Diharapkan kepada masyarakat hendaknya memiliki jamban keluarga

dengan jarak ke sumber air bersih lebih dari 10 meter dan hendaknya dibersihkan agar tidak menimbulkan bau serta bebas dari serangga.

3. Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) hendaknya dibuat menggunakan paralon atau pipa yang di dalam tanah agar tidak mencemari permukaan. 4. Diharapkan kepada masyarakat agar mendirikan rumah sehat dengan

(68)

83

DAFTAR PUSTAKA

Azrul Azwar. 1996. Pengantar Ilmu Lingkungan. Mutiara Sumber Widya : Jakarta.

Bintarto dan Surastopo Hadisumarno. 1981. Metode Analisa Geografi. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial : Jakarta. BMKG Stasiun Klimatologi Masgar, Lampung 2018.

Dwidjoseputro.1990. Ekologi Manusia dan Lingkungannya. Erlangga : Jakarta. Ficher Tambuwun, Amatus Yudi Ismanto dan Wico Silolonga. 2015. Hubungan

Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Manado. Universitas Sam Ratulangi : Sulawesi Utara.

Hadari Nawawi. 1991. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

Hiasinta A. Purawijayanti. 2001. Sanitasi Higiene dan Keselamatan Kerja dalam Pengolahan Makanan. Yogyakarta: Kanisius.

Ida Bagoes Mantra. 2012. Demografi Umum. Pustaka Belajar : Yogyakarta.

Indan Entjang. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Citra Aditya Bakti : Bandung Jonathan Sarwono. 2006. Metode Kualitatif dan Kuantitatif. Graha Ilmu :

Yogyakarta.

Junun Sartohadi, dkk. 2012. Pengantar Geografi Tanah. Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Kartasapoetra Ance Gunarsih. 2004. Klimatologi: Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. PT Bumi Aksara : Jakarta.

(69)

84

Sanitasi Lingkungan Di Kabupaten Barito Kuala. Universitas Lambung Mangkurat : Kalimantan Timur.

Muhajirin. 2007. Hubungan Antara Praktek Personal Hygiene Ibu Balita Dam Sarana Sanitasi Lingkungan Denfgan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap (Skripsi). Universitas Diponegoro : Semarang.

Muhammad Idrus. 2007. Metode Penelitian Ilmu-ilmu Sosial (Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif).UII Press : Yogyakarta.

Mohammad Sholehudin, Isa Ma’rufi, dan Ellyke. 2014. Hubungan Sanitasi Lingkungan, Perilaku Pengendalian Jentik Dan Nyamuk, Dan Kepadatan Penduduk Dengan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Jember. Universitas Jember : Jawa Timur.

Moh. Pabundu Tika. 2005. Metode Penelitian Geografi. Bumi Aksara : Jakarta Muh. Saleh dan Lia Hijriani Rachim. 2014. Hubungan Kondisi Sanitasi

Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap Tahun 2013. UIN Alauddin Makassar : Sulawesi Selatan.

M. Thoha B. Sampurna Jaya. 2017. Metodologi Penelitian Sosial dan Humaniora

(Suatu Pendekatan Kuantitaif). Anugrah Utama Raharja : Bandar

Lampung.

Natalia Puspitawati dan Tri Sulistyarini. 2013. Sanitasi Lingkungan Yang Tidak Baik Mempengaruhi Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kelurahan Bangsal Kediri. STIKES RS Baptis Kediri : Jawa Timur.

Octavia Julia Marissa. 2015. Hubungan Sanitasi Lingkungan, Sosial Ekonomi dan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Dengan Dehidrasi Sedang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Kota Semarang Tahun 2015. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Otto Soemarwoto. 1997. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.

Retno Widyati dan Yuliarsih. 2002. Higiene dan Sanitasi Umum dan Perhotelan. Grasindo : Jakarta.

R. Soedjiran Resosoedarmo, dkk. 1985. Pengantar Ekologi. Remadja Karya : Bandung.

Figure

Tabel 1. Data Kepala Keluarga Kecamatan Kota Agung Kabupaten       Tanggamus 2016
Tabel 2. Data Cakupan Penyakit Malaria, Diare dan TBC Dari Tahun 2012-2016  Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus
Tabel 3. Data Cakupan Penyakit Per- desa Kecamatan Kota Agung Tahun 2016
Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian
+5

References

Related documents

Although disclosure of risk management information is overall rather poor. there are significant differences between the sectors. Manufacturing outperforms technology

From the perspectives of organic place-making and social capital, this research examines the on-going transformation of cultural creative urban villages in the largest city

DataBank MSP-2 511 Building Denver Kansas City Chicago  MSP-2 will be both Carrier-Neutral &amp; Carrier Friendly.. | All Rights

It is recommended that the installation of the CryoComp 5.0 for Windows and the .NET Framework, when required, be performed using the automated installer (setup.exe), unless

Disney Children can read along or listen to the stories of the Disney movies: “The Little Mermaid,” “The Lion King,” and “Beauty and the Beast.”.. “Museum Mystery”

Natural Gas to Natural Gas with new controls fitted to minimum standards If an existing oil, LPG or natural gas boiler is to be replaced with a new boiler that uses the same fuel

appropriateness of the grade divisions and may adjust the course marks to fit the indicative characterisations given in appendix B. b) The overall course mark for a student should

The conducted popularity analyses demonstrate such the most expensive activity within the system is the less‐than‐unit‐loads retrieving from the fast pick area according to