#Ca
#Casese1212
Ub
Ub
e
e
r
r
i
i
n
n
2
2
0
0
1
1
6
6
:
:
C
C
a
a
n
n
I
I
t
t
R
R
e
e
m
m
a
a
i
i
n
n
t
t
h
h
e
e
D
D
o
o
m
m
i
i
n
n
a
a
n
n
t
t
L
L
e
e
ad
ad
e
e
r
r
o
o
f
f
t
t
h
h
e
e
W
W
o
o
r
r
ld
ld
’
’
s
s
Fas
Fas
t
t
Eme
Eme
rgi
rgi
ng
ng
Rid
Rid
e-S
e-S
har
har
ing
ing
Ind
Ind
ust
ust
ry?
ry?
Kel1. Ringkasan Kasus
1. Ringkasan Kasus
2. Analisis Kasus
2. Analisis Kasus
3. Kesimpulan
3. Kesimpulan
4. Rekomendasi
4. Rekomendasi
Agenda
Agenda
Pada malam musim dingin di Paris tahun 2008, Garrett Camp dan Trent Kalanick kesulitan Pada malam musim dingin di Paris tahun 2008, Garrett Camp dan Trent Kalanick kesulitan
meman
memanggilggiltaksitaksisetelsetelahahmengmenghadirhadiriiLeWebLeWebConfeConferencrencee
MerekMereka a berfikberfikir ir bagaimbagaimana mengembana mengembangkangkan suatu an suatu ide untuk ide untuk layanlayanan mobil an mobil yang gesit danyang gesit dan
memil
memilikiikipilihapilihannuppuppererclass class untuntukukparparaatratravelveler.er.
Ide Ide penpengemgembanbangan gan sebsebuah uah aplaplikaikasi si iPhiPhone one yanyang g jugjuga a dapdapat at menmengatgatasi asi perpermasmasalaalahanhan
Travis
TravisKalanickKalanick
Pendahuluan
Pendahuluan
Garret Camp
Camp mulai mengerjakan aplikasi pada bulan Maret 2009
Pertengahan 2009, Kalanick bergabung dengan perusahaan tersebut sebagaichief incubator .
Uber akan mengirim mobil untuk konsumen berdasarkan letak koordinat lokasinya melalui pemesanan pada aplikasi Uber yang dapat diunduh dengan menggunakansmartphone .
Camp tidak tahu bahwa prototipe dari sebuah aplikasi iPhone yang sedang mereka bangun akan Uber Time Line
• Pertumbuhan pengemudi uber dari 25,000 tahun 2012 meningkat pesat menjadi 160,000 di
tahun 2015
• Meskipun mengalami kerugian, valuasi perusahaan Uber meningkat dari $18 juta menjadi
$64 juta di tahun 2016
.
Pertumbuhan Uber
Layanan yang diberikan Uber : • Uber Taxi • UberBlack • Uber X • Uber XL • Uber Chopper • Uber boat • Uber Pop • Uber Pool • Uber Garage
Uber adalah bagian dari "sharing economy “
Uber mengklasifikasikan dirinya sebagai perusahaan teknologi dan bukan perusahaan transportasi.
Para pengemudi Uber dianggap hanya sebagai kontraktor independen.
Industri jasa transportasi taksi dan limousine dibagi menjadi dua, taksi tradisional dan jasa transportasi; dan transportation network companies (TNC)
Evolusi di bidang teknologi telah merubah cara perusahaan tradisional berinteraksi dengan konsumennya.
Uber tidak dianggap sebagai saingan langsung tetapi sebagai barang pelengkap/komplementor yang memfasilitasi transaksi yang juga bisa dianggap sebagai pengganti
Saingan utama Uber di Amerika Serikat yang paling signifikansecara nasional adalah Lyft
➢ 9 jasa layanan, meliputi Lyft line, Plain Lyft, Lyft Plus dan Lyft Premier
➢ menggunakan kumis berwarna pink.
➢ waktu“Prime Time ”dari Lyft vs tarif surge pricing Uber
➢ Supir pribadi vs“buddy picking you up from a bar ”. Kompetisi Industri Ridesharing (1)
Kompetitor Uber yang bisadibilang kecil mulai bermunculan
Mengincar target niche
Pada Desember 2015, empat saingan utama Uber, yaitu Lyft, GrabTaxi Holding, Pte. Ltd, Ola dan Didi Kuaidi bergabung
Mayoritas dari pengemudi Uber diperlakukan sebagai kontraktor, bukan sebagai pegawai perusahaan
Beberapa pengemudi merasa dieksploitasi dan merasa tidak diperlakukandengan baik
Karena pengemudi tidak bisa menetapkan harga, Driver juga dihadapi dengan margin yang sangat tipis
Perlakuan Pengemudi
Pengemudi uber memiliki lebih banyak waktu luang dibanding driver Taxi atau transportasi publik pada umumnya
Mendaftar menjadi pengemudi juga sangat dipermudah
Taktik Perekrutan Uber
Tahun 2014 Lyft yang merupakan perusahaan kompetitor Uber mengatakan Uber mencoba untuk menarik pegawainya
Uber menyewa tim independen untuk menjadi “duta” dalam operasinya untuk menjadi penumpang meyakinkan para driver dari Lyft
Cara perekrutan seperti ini membuat Uber mendapatkan reputasi“winatall ”
Kalanick berkata tidak ada yang salah dengan cara ini, selama mereka membayar tarif jasa antarnya
Pemeriksaan Latar Belakang
Pengecekan latar belakang merupakan salah satu syarat mendaftar di Uber
Terdapat laporan dari California bahwa Uber tidak mengeluarkan 25 pengemudi yang memilkiki catatan kriminal yang tersebar di Los Angeles dan San Francisco, salah satunya memiliki catatan pernah dipenjara 26 tahun karena kasus pembunuhan
Kebanyakan dari perusahaan transportasi menggunakan teknologi sidik jari yang terhubung dengan database catatan kriminal, namun Uber hanya melaksanakannya dengan mengecek data kriminal 7 tahun terakhir melalui catatan lokal hingga nasional
Tahun 2016 Uber dan Lyft memberhentikan operasinya di Austin, Texas karena tidak belum memenuhi persyaratan dewan kota Austin
Kekerasan oleh Pemgemudi
Uber tercatat memiliki kasus pemerkosaan, penculikan bahkan kematian yang terkait dengan drivernya
Tahun 2015, seorang wanita berumur 39 tahun yang berprofesi sebagai guru smp di Charlestown, South Carolina menuntut Uber dengan alasan penculikan dan meminta membayar tarif Uber dalam bentuk aksi seksual
Salah satu catatan terburuknya adalah pada tahun 2014 Syed Muzafer sebagai driver Uber menabrak anak perempuan berumur 6 tahun hingga tewas
Namun Uber berdalih driver pada saat kecelakan tidak log in ke aplikasi Uber sehingga perusahaan merasa tidak harus bertanggung jawab
Penolakan Membawa Penumpang
Uber dilaporkan menolak untuk menjemput penumpang tuna netra dan dituntut oleh National Federation of the Blind
Uber juga mengalami perseteruan dengan ADA (American Disablilites Act ) dikarenakan driver menolak untuk menjemput penumpang yang disabilitas dengan berbagai alasan
Namun Uber berpendapat apakah mereka harus mengurus masalah tersebut, karena Uber merasa tuntutan dari asosiasi diatas adalah peraturan yang berlaku bagi perusahaan jasa transportasi, dan Uber bukanlah jasa layanan publik
Pada akhirnya Uber merespon penumpang perorangan yang memiliki masalah dengan pelayanan mereka melalui pemberian Ubergiftcards
Lalu Uber juga menolak bertanggung jawab dengan alasan status driver mereka adalah kontrak, bukan
Reaksi pada Uber (1)
MarylandUber harus taat padaperaturan
Nevadamasalah klasifikasi perusahaan, kejaksaan Nevada membekukan Uber dan Lyft
Auburn, Alabamaregulasi yang berat
Portland, Oregonpembekuan kegiatan operasional Uber
Reaksi pada Uber (2)
1. Waymo Attacks
2. The Greyball Investigation 3. Setting Fire to Cash
4. Toxic Culture
5. An Executive Exodus
Maka, untuk memenangkan customer nya kembali Uber harus: 1. Harus mencapai opsi barunya secara agresif
2. Berbuat lebih banyak kepada para pengemudinya untuk memenangkanloyalty 3. Mungkin harus mulai berpikir untuk mengubah model bisnisnya
Video Uber
Driverless Cars
Travis Kalanick told Code conference that, “the
reason Uber could be expensive is because
you’re not just paying for the car — you’re paying for the other dude in the car.”
Uber Air
Uber Elevate has already started exploring the barriers we’ll need to
overcome to make
vertical takeoff and landing (VTOL) a reality and bringing uberAIR to Dallas andLos Angeles by 2020
Uber Elevate
Uber Elevate will use electric vertical takeoff and landing vehicles (evtols) to make our lives easier, our commutes shorter, and our cities cleaner
Elevate Summit
The 2017 Elevate Summit was an information-packed three days with 72 industry-leading experts speaking on topics about Elevate mission,
https://youtu.be/nuFSh7N0Nhw
https://inet.detik.com/inetgrafis/d-3372849/perjalanan-603-Political factors
Belum ada regulasi yang jelas mengatur tentang industri ridesharing khususnya Transportation Network Company (TNC).
Economic condition
Analisis dari pakar industri memperkirakan pertumbuhan yang lambat dari bisnis transportasi dari rata-rata 3,3 persen di tahun 2011 - 2016 menjadi 2,4 persen di tahun 2016 - 2021. Pertumbuhan ini disebabkan oleh pertumbuhan GDP, menguatnya ekonomi dan pariwisata serta bisnis travel.
Sosiocultural forces
Peningkatan dalam hal penggunaan smartphone dalam segala aktivitas kehidupan sehingga memacu pertumbuhan industriridesharing dalam berbagai bidang.
Analisis PESTEL (1) Analisa Kasus
Technologicalfactors
Perkembangan evolusi teknologi yang mengubah cara interaksi perusahaan tradisional dengan pelanggannya sehingga mengakibatkan banyak aplikasi yang dibuat untuk menunjang hal tersebut.
Enviromental forces
Perkembangan dari keberadaan sharing economy mengubah cara berbisnis sehingga memudahkan entry ke dalamnya dan mengurangi dampak dari lingkungan (ramah lingkungan). Legal/regulatory condition
Regulasi untuk masuk di industri bagi Transportation Network Company (TNC) dibandingkan dengan traditional transportation yang harus membeli lisensi.
Analisis PESTEL (2) Analisa Kasus
Analisis SWOT-Opportunity (1) Analisa Kasus
Uber merupakan first mover dalam bisnis Transportation Network Companies (TNC) sehingga mempunyai keuntungan sebagai first-mover advantages
Dapat menerapkan technological leadership sehingga dengan bantuan teknologi menyebabkan low- cost.
Keuntungan sebagai first-mover advantages dan technological leadership menyebabkan timbulnya network effects.
Kemudahan penggunaan teknologi aplikasi. Penggunaan aplikasi ridesharing apps pada Uber selalu mengalami peningkatan
Adanya pertumbuhan industri yang sedang berkembang sebagai pendorong pertumbuhan bisnis transportasi
Analisis SWOT-Opportunity (2) Analisa Kasus
Adanya permintaan tinggi terhadap transportasi, namun supply rendah.
Investor optimis akan menjadiinvestasi yang menarik.
Peluang ekspansi ke luar negeri khususnya negara-negara yang berpenduduk banyak (Misalnya ke India, negara-negara Asia Tenggara)
Ketidakpuasan terhadap layanantaksi konvensional.
Tidak semua wilayah tersedia alat transportasi umum yang baik dan memadahi.
Peluang besar untuk melakukan diversifikasi pengembangan layanan tambahan (kirim antar barang, pembelian makanan).
Rasa ketidakpuasan pengemudi dengan adanya independentcontract
Bargaining power dari pengemudi rendah, khususnya terkait dengan pembagian fee sehingga menimbulkan ketidakpuasan
Regulasi otoritas yang belum jelas serta membolehkan bagi industriridesharing.
Munculnya perlawanan dari asosiasi perusahaan taksi konvensional
Masuknya pesaing baru ke dalam industri yang menawarkan benefit yang lebih baik bagi penumpang dan pengemudi membuatpenumpang dan pengemudi beralih ke pesaing lainnya.
Analisis SWOT-Threat Analisa Kasus
Rivalsellers
Terbatasnya jumlah perusahaan di industri ridesharing yang bersaing ketat di beberapa pasar
Perkembangan dari teknologi ridesharing apps serta adanya perubahan cara perusahaan dalam melayani pelanggan memunculkan banyak bisnissejenis
Rendahnya switching cost ditambah dengan banyaknya pesaing memungkinkan pelanggan dapat beralih dengan mudah kepada pesaing.
Adanya network effect yang menyebabkan barriers to exit menjadi tinggi sehingga akan sulit bagi pemain yang terlibat meninggalkan industri dengan mudah
Analisis Five Forces Framework (1) Analisa Kasus
Potential new entrants
Regulasi pemerintah yang belum secara jelas mengatur tentang ridesharing apps dan adanya perbedaan antar daerah menyebabkan untuk memasuki bisnis ini tidak terlalu sulit.
Biaya masuk pada industri transportasi tradisional sangatlah mahal dibandingkan memasuki ridesharing industry .
Mempunyai keuntungan sebagai first mover sehingga mempunyai brand prefences yang besar terhadap pelanggan.
Umumnya industri yang bergerak di bidang ridesharing apps mempunyai barriers to exit yang tinggi dikarenakan adanya network effect yang menyebabkan tingkat persaingan menjadi lebih tinggi.
Subtitute products
Biaya switching cost kemungkinan rendah bahkan hampir tidak ada sehingga mengakibatkan kemungkinan pelanggan dapat berpindah menggunakan transportasi lainnya.
Banyaknya industri ridesharing menyebabkan pelanggan mempunyai banyak pilihan untuk pindah.
Analisis Five Forces Framework (2) Analisa Kasus
Supplier ba rgaining power
Pemasok (dalam hal ini adalah pengemudi) merupakan kekuatan persaingan yang lemah karena mereka tidak memiliki kekuatan penawaran yang mencukupi untuk mempengaruhi persyaratan dan kondisi pasokan.
Tidak ada diferensiasi layanan pemasok, layanan mereka tidak kekurangan pasokan, dan anggota industri merupakan pelanggan utama para pemasok.
Customer bargaining power
Pembeli memiliki demand yang sangat tinggi namun didukung oleh ketersediaan supply yang memadai.
Biaya switching cost rendah atau bahkan tidak ada, sehingga pembeli bisa mengambil keputusan untuk pindah.
Dari hasil scoring di atas didapatkan sebesar 17, yang menyatakan bahwa tingkat persaingan untuk Uber berdasarkan five forces framework adalah sedang.
Sumber Tekanan Persaingan Tingkat Pengaruh
Tekanan Scoring
Rival seller Tinggi 5
Potential new entrants Sedang 3
Subtitute products Tinggi 5
Supplier bargaining power Rendah 1
Buyer bargaining power Sedang 3
Total 17
Analisis Five Forces Framework (3) Analisa Kasus
▪ Besarnya kekuatan mempengaruhi diukur melalui besaran skala 1 sampai dengan 5 dimana angka 1 adalah pada tingkat rendah sedangkan 5 adalah pada tingkat tinggi.
▪ Jumlah semua kelima kekuatan selanjutnya dijumlahkan jika keseluruhannya adalah :
5 sampai dengan 11 maka tingkat persaingan pada kondisirendah .
12 sampai dengan19 maka tingkat persaingan pada kondisisedang/medium.
Analisis Value Net Analisa Kasus
Customers:
Kebutuhan yang tinggi terhadap moda transportasi terutama untuk segmen non pekerja seperti anak sekolah, kuliah dan dewasa muda dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi dengan menggunakan layanan Uber melalui fasilitas UberPool, dan berbagai fasilitas lainnya.
Suppliers :
Semua yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat bergabung menjadi mitra Uber melalui kontrak menjadi pengemudi. Tentunya hal yang didapatkan adalah mempunyai fleksibilitas waktu, ekstra income dan membawakendaraan dengan kepastian (assurance ).
Competitors :
Perusahaan pesaing dianggap sebagai mitra. Uber secara teknis tidak dianggap sebagai pesaing langsung di pasar taksi dan limusin. Namun dipandang sebagai barang pelengkap yang membantu memfasilitasi transaksi yang bisa dianggap pengganti layanan taksi tradisional. Seperti contoh di Indonesia Uber bekerjasama dengan Taxi Express.
Complementors :
Kerjasama Uber dengan penyedia barang komplementer untuk dapat memberikan nilai tambah perusahaan. Misalnya kerjasama Uber dengan Perusahaan Mobil seperti Perusahaan BMW 7 Series, Mercedes S-Class, Cadillac, Toyota Camry, GMC Yukon Denali, Kerjasama GPS: Alley pay, Spotyfy
Valuation
Analisis Strategic Group Map (1) Analisa Kasus
Geographical coverage
Kelompok strategis terdiri dari anggota industri dengan pendekatan dan posisi kompetitif yang serupa di pasar. Perusahaan dalam kelompok strategis yang sama bisa saling mirip dalam berbagai cara. Analisis Strategic Group Map denganmenggunakan variabel valuation dengan geographic coverage .
Analisis Strategic Group Map (2 ) Analisa Kasus
Dari gambar peta kelompok strategi tersebut terlihat,
Uber masih menduduki posisi yang pertama dalam hal nilai
valuasi dan jangkauan
operasionalnya.
Perusahaan-perusahaan pesaing Uber yang lain. Mereka terkonsentrasi pada wilayah-wilayah negara tertentu
Uber harus mewaspai pesaing terdekatnya adalah yaitu Lyft yang mulai melakukan ekspansi mengejar Uber baik dari sisi aset maupun jangkauan wilayah.
Didi berupaya mengejar Uber dalam sisi valuasinya.
Analisis Kompetitor (1) Analisa Kasus
Untuk mengetahui kekuatan pesaing makan dilakukan analisis kompetitor dengan menggunakan framework dari Michael Porter dengan menggunakan empat indikator yang dapat diigunakan oleh pesaing, yaitu dengan menganalisa strateginya saat ini (current strategy ), sasaran (objectives ), kapabilitas dan sumber daya (resources and capabilities )danasumsi(assumptions ).
Indikator
Strategi Saat Ini ▪ Ekspansi secara agresif
▪ Iklan secaraagresif
▪ Menciptakan atmosfere yang berbeda dengan positioning yang berbeda
▪ Target pasar : kaum muda danwanita
▪ Difersifikasi layanan produk (GrabFood, GrabCar, GrabBike, GrabShare, GrabTaxi, GrabExpress)
▪ Membidik ekspansi di pasar asia
▪ Penggunaan fixed price dan berdasarkan jarak
▪ Pembayaran dapat dilakukan secara tunai
Tujuan Yang Ingin Dicapai
▪ Menguasai pasar ridesharing untuk konsumen kaum muda dan wanita
▪ Ekspansi pasar di kelas jarak pendek
▪ Ekspansi ke pasar Asia
▪ Membidik pangsa pasar di Asia, yaitu Singapore, Malaysia, Indonesia, China, India
Analisis Kompetitor (2) Analisa Kasus
Indikator
Sumber Daya dan Kapabilitas
▪ Driver yang terlatih, khususnya terkait safety dalam berkendara
▪ Membangun keterikatan dengan pelanggan dan pengemudi melalui komunitas
▪ Membangun loyalitas melalui hubungan pertemanan
▪ Pembayaran sudah melalui sistem cash deposit
▪ Diferensiasi dengan menciptakan
GrabBike (cocok untuk
pengembangan di pasar Asia)
▪ Berasal dariAsia
▪ Mengembangkan program CSR
▪ Menjalin kerjasama dengan
perusahaan taksi konvensional (GrabTaxi)
▪ Mendapatkan pendanaan dari Didi Kuaidi
▪ Teknologinya masih tertinggal (tidak dapat menunjukkan posisi driver yang terdekat)
Asumsi ▪ Akan ada banyak perusahaan yang
berkompetisi di industri ridesharing
▪ Mempunyai permasalahan terkait ijin dan regulasi
▪ Akan ada banyak perusahaan yang berkompetisi di industri ridesharing
▪ Mempunyai permasalahan terkait ijin dan regulasi
https://sf.curbed.com/2017/7/14/15973436/lyft-shuttle
Analisis Kompetitor (3 ) Analisa Kasus
Dari analisis tersebut, maka kemungkinan terbesar strategi yang akan dilakukan pesaing adalah melakukan gerakan ofensif untuk Lyft dan Grab dikarenakan mereka berdua belum puas dengan posisinya saat ini dan berupaya untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional. Dalam berbagai kesempatan Lyft juga berupaya untuk membuat “order palsu”
kepada Uber.
http://www.theindependent.sg/grab-driver-allegedly-fired-after-customer-KEY SUCCESS FACTOR (KSF) Analisa Kasus
Key Sucess Factors (KSF) atau kunci faktor kesuksesan adalah elemen-elemen strategis, produk dan servis, pendekatan operasional, sumber daya, dan kapabilitas yang kompetitif yang penting dalam kelangsungan dan perkembangannya dalam industri.
Key Succes Factor Uber adalah sebagai berikut :
Uber memberikan keuntungan bagi konsumen
Uber memberikan keuntungan bagi pengemudi
Perusahaan pertama yang memanfaatkan teknologi
Penggunaan Surge Pricing
KESIMPULAN (1)
Perkembangan ridesharing economy telah membawa perkembangan padaTransportation Network Company (TNC) dengan Uber sebagai first mover . Kondisi industri ini berada pada emerging industry sehingga langkah yang dilakukan Uber adalah menjadi technological leadership .
Selain hal tersebut, secara generik Uber menerapkan strategibest-cost provider strategy . Uber dapat melakukan diversifikasi produknya dan tetap menjadi perusahaan TNC berbiaya murah. Namun, Uber lebih memberikan perhatian terhadap permasalahan internalnya, yaitu terkait sistem independent contract yang mengatur hubungan antara Uber dengan pengemudi.
Perkembangan dari Uber juga dipengaruhi oleh lingkungan makro, dalam hal ini adalah dilakukan analisis PESTEL. Hal yang penting menjadi fokus bagi perkembangan Uber adalah memperhatikanregulasi yang mengatur agar dapat masuk ke semua negara.
Analisis SWOT menunjukkan bahwa yang menjadi titik fokus yaitu dalam hal opportunity dan threats. Di sisi opportunity , peluang Uber sangat diuntungkan karena menjadi first mover dan menerapkan technological leadership serta terbuka melakukan ekspansi dan
KESIMPULAN (2)
Analisis Five Forces menunjukkan bahwa posisi Uber pada tingkat persaingan di industri ridesharing adalah moderat/sedang dengan angka scoring 17 dan masih dalam kondisi daya tarik atraktif untuk dimasuki (2 High, 2 Medium, 1 Low).
Kondisi di industri ridesharing adalah barriers to entry rendah sedangkan barriers to exit tinggi sehingga semakinlama menambah jumlah pesaing yang ada.
Analisis value net framework memperkenalkan kategori baru dalam persaingan industri yang melibatkan kolaborasi antara Customers, Suppliers, Competitors dan Complementors yang dapat meningkatkan nilai dari fokus perusahaan.
Analisis grup strategis menunjukkan bahwa posisi Uber terhadap pesaingnya di pasar global yaitu sebagai market leader dan first mover . Hasil dari pemetaan tersebut untuk mengantisipasi gerakan ofensif yang akan dilakukan pesaingnya dalam hal ini adalah Lyft.
REKOMENDASI
Adanya persaingan antara industri ridesharing adalah membangun customer-switching cost agar pelanggan tidak mudah berpindahke pesaing.
Mengupayakan agar barriers to exit menjadi mudah sehingga kondisi tersebut dapat mengurangi pesaing.
Melakukan inovasi karena posisi sebagai technological leadership akan semakin banyak ditiru oleh pesaing.