• No results found

Kelompok 2_PPT Uber Case_18032018_rev (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Kelompok 2_PPT Uber Case_18032018_rev (2)"

Copied!
38
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

#Ca

#Casese1212

Ub

Ub

e

e

r

r

i

i

n

n

2

2

0

0

1

1

6

6

:

:

C

C

a

a

n

n

I

I

t

t

R

R

e

e

m

m

a

a

i

i

n

n

t

t

h

h

e

e

D

D

o

o

m

m

i

i

n

n

a

a

n

n

t

t

L

L

e

e

ad

ad

e

e

r

r

o

o

f

f

t

t

h

h

e

e

W

W

o

o

r

r

ld

ld

s

s

Fas

Fas

t

t

Eme

Eme

rgi

rgi

ng

ng

Rid

Rid

e-S

e-S

har

har

ing

ing

Ind

Ind

ust

ust

ry?

ry?

Kel

(2)
(3)

1. Ringkasan Kasus

1. Ringkasan Kasus

2. Analisis Kasus

2. Analisis Kasus

3. Kesimpulan

3. Kesimpulan

4. Rekomendasi

4. Rekomendasi

Agenda

Agenda

(4)

 Pada malam musim dingin di Paris tahun 2008, Garrett Camp dan Trent Kalanick kesulitan Pada malam musim dingin di Paris tahun 2008, Garrett Camp dan Trent Kalanick kesulitan

meman

memanggilggiltaksitaksisetelsetelahahmengmenghadirhadiriiLeWebLeWebConfeConferencrencee 

 MerekMereka a berfikberfikir ir bagaimbagaimana mengembana mengembangkangkan suatu an suatu ide untuk ide untuk layanlayanan mobil an mobil yang gesit danyang gesit dan

memil

memilikiikipilihapilihannuppuppererclass class untuntukukparparaatratravelveler.er. 

 Ide Ide penpengemgembanbangan gan sebsebuah uah aplaplikaikasi si iPhiPhone one yanyang g jugjuga a dapdapat at menmengatgatasi asi perpermasmasalaalahanhan

 Travis

 TravisKalanickKalanick

Pendahuluan

Pendahuluan

Garret Camp

(5)

  Camp mulai mengerjakan aplikasi pada bulan Maret 2009

 Pertengahan 2009, Kalanick bergabung dengan perusahaan tersebut sebagaichief incubator .

  Uber akan mengirim mobil untuk konsumen berdasarkan letak koordinat lokasinya melalui pemesanan pada aplikasi Uber yang dapat diunduh dengan menggunakansmartphone .

 Camp tidak tahu bahwa prototipe dari sebuah aplikasi iPhone yang sedang mereka bangun akan Uber Time Line

(6)

• Pertumbuhan pengemudi uber dari 25,000 tahun 2012 meningkat pesat menjadi 160,000 di

tahun 2015

•  Meskipun mengalami kerugian, valuasi perusahaan Uber meningkat dari $18 juta menjadi

$64 juta di tahun 2016

.

Pertumbuhan Uber

(7)

Layanan yang diberikan Uber : • Uber Taxi •  UberBlack •  Uber X •  Uber XL • Uber Chopper •  Uber boat • Uber Pop • Uber Pool • Uber Garage

(8)

Uber adalah bagian dari "sharing economy “

Uber mengklasifikasikan dirinya sebagai perusahaan teknologi dan bukan perusahaan transportasi.

Para pengemudi Uber dianggap hanya sebagai kontraktor independen.

(9)

Industri jasa transportasi taksi dan limousine dibagi menjadi dua, taksi tradisional dan jasa transportasi; dan transportation network companies (TNC)

Evolusi di bidang teknologi telah merubah cara perusahaan tradisional berinteraksi dengan konsumennya.

Uber tidak dianggap sebagai saingan langsung tetapi sebagai barang pelengkap/komplementor yang memfasilitasi transaksi yang juga bisa dianggap sebagai pengganti

Saingan utama Uber di Amerika Serikat yang paling signifikansecara nasional adalah Lyft

➢ 9 jasa layanan, meliputi Lyft line, Plain Lyft, Lyft Plus dan Lyft Premier

➢ menggunakan kumis berwarna pink.

➢ waktu“Prime Time ”dari Lyft vs tarif surge pricing Uber

➢  Supir pribadi vs“buddy picking you up from a bar ”. Kompetisi Industri Ridesharing (1)

(10)

Kompetitor Uber yang bisadibilang kecil mulai bermunculan

Mengincar target niche 

Pada Desember 2015, empat saingan utama Uber, yaitu Lyft, GrabTaxi Holding, Pte. Ltd, Ola dan Didi Kuaidi bergabung

(11)

Mayoritas dari pengemudi Uber diperlakukan sebagai kontraktor, bukan sebagai pegawai perusahaan

Beberapa pengemudi merasa dieksploitasi dan merasa tidak diperlakukandengan baik

Karena pengemudi tidak bisa menetapkan harga, Driver juga dihadapi dengan margin yang sangat tipis

Perlakuan Pengemudi

Pengemudi uber memiliki lebih banyak waktu luang dibanding driver Taxi atau transportasi publik pada umumnya

Mendaftar menjadi pengemudi juga sangat dipermudah

(12)

 Taktik Perekrutan Uber

 Tahun 2014 Lyft yang merupakan perusahaan kompetitor Uber mengatakan Uber mencoba untuk menarik pegawainya

 Uber menyewa tim independen untuk menjadi “duta”  dalam operasinya untuk menjadi penumpang meyakinkan para driver dari Lyft

 Cara perekrutan seperti ini membuat Uber mendapatkan reputasi“winatall ”

 Kalanick berkata tidak ada yang salah dengan cara ini, selama mereka membayar tarif jasa antarnya

(13)

Pemeriksaan Latar Belakang

 Pengecekan latar belakang merupakan salah satu syarat mendaftar di Uber

 Terdapat laporan dari California bahwa Uber tidak mengeluarkan 25 pengemudi yang memilkiki catatan kriminal yang tersebar di Los Angeles dan San Francisco, salah satunya memiliki catatan pernah dipenjara 26 tahun karena kasus pembunuhan

  Kebanyakan dari perusahaan transportasi menggunakan teknologi sidik jari yang terhubung dengan database catatan kriminal, namun Uber hanya melaksanakannya dengan mengecek data kriminal 7 tahun terakhir melalui catatan lokal hingga nasional

 Tahun 2016 Uber dan Lyft memberhentikan operasinya di Austin, Texas karena tidak belum memenuhi persyaratan dewan kota Austin

(14)

Kekerasan oleh Pemgemudi

Uber tercatat memiliki kasus pemerkosaan, penculikan bahkan kematian yang terkait dengan drivernya

 Tahun 2015, seorang wanita berumur 39 tahun yang berprofesi sebagai guru smp di Charlestown, South Carolina menuntut Uber dengan alasan penculikan dan meminta membayar tarif Uber dalam bentuk aksi seksual

 Salah satu catatan terburuknya adalah pada tahun 2014 Syed Muzafer sebagai driver Uber menabrak anak perempuan berumur 6 tahun hingga tewas

 Namun Uber berdalih driver pada saat kecelakan tidak log in ke aplikasi Uber sehingga perusahaan merasa tidak harus bertanggung jawab

(15)

Penolakan Membawa Penumpang

  Uber dilaporkan menolak untuk menjemput penumpang tuna netra dan dituntut oleh National Federation of the  Blind 

 Uber juga mengalami perseteruan dengan ADA (American Disablilites Act ) dikarenakan driver menolak untuk menjemput penumpang yang disabilitas dengan berbagai alasan

 Namun Uber berpendapat apakah mereka harus mengurus masalah tersebut, karena Uber merasa tuntutan dari asosiasi diatas adalah peraturan yang berlaku bagi perusahaan jasa transportasi, dan Uber bukanlah jasa layanan publik

 Pada akhirnya Uber merespon penumpang perorangan yang memiliki masalah dengan pelayanan mereka melalui pemberian Ubergiftcards 

  Lalu Uber juga menolak bertanggung jawab dengan alasan status driver mereka adalah kontrak, bukan

(16)

Reaksi pada Uber (1)

  MarylandUber harus taat padaperaturan

  Nevadamasalah klasifikasi perusahaan, kejaksaan Nevada membekukan Uber dan Lyft

  Auburn, Alabamaregulasi yang berat

  Portland, Oregonpembekuan kegiatan operasional Uber

(17)

Reaksi pada Uber (2)

1. Waymo Attacks

2. The Greyball Investigation 3. Setting Fire to Cash

4. Toxic Culture

5. An Executive Exodus

Maka, untuk memenangkan customer nya kembali Uber harus: 1. Harus mencapai opsi barunya secara agresif

2. Berbuat lebih banyak kepada para pengemudinya untuk memenangkanloyalty  3. Mungkin harus mulai berpikir untuk mengubah model bisnisnya

(18)

Video Uber

Driverless Cars

 Travis Kalanick told Code conference that,   “the

reason Uber could be expensive is because

you’re not just paying for the car  — you’re  paying for the other dude in the car.”

Uber Air

Uber Elevate has already started exploring the barriers  we’ll   need to

overcome to make

vertical takeoff and landing (VTOL) a reality and bringing uberAIR to Dallas andLos Angeles by 2020

Uber Elevate

Uber Elevate will use electric vertical takeoff and landing vehicles (evtols) to make our lives easier, our commutes shorter, and our cities cleaner

Elevate Summit

 The 2017 Elevate Summit was an information-packed three days with 72 industry-leading experts speaking on topics about Elevate mission,

https://youtu.be/nuFSh7N0Nhw

(19)
(20)

(21)

https://inet.detik.com/inetgrafis/d-3372849/perjalanan-603-Political factors 

Belum ada regulasi yang jelas mengatur tentang industri ridesharing khususnya Transportation  Network Company (TNC).

Economic condition 

Analisis dari pakar industri memperkirakan pertumbuhan yang lambat dari bisnis transportasi dari rata-rata 3,3 persen di tahun 2011 - 2016 menjadi 2,4 persen di tahun 2016 - 2021. Pertumbuhan ini disebabkan oleh pertumbuhan GDP, menguatnya ekonomi dan pariwisata serta bisnis travel.

Sosiocultural forces 

Peningkatan dalam hal penggunaan  smartphone  dalam segala aktivitas kehidupan sehingga memacu pertumbuhan industriridesharing dalam berbagai bidang.

Analisis PESTEL (1) Analisa Kasus

(22)

Technologicalfactors 

Perkembangan evolusi teknologi yang mengubah cara interaksi perusahaan tradisional dengan pelanggannya sehingga mengakibatkan banyak aplikasi yang dibuat untuk menunjang hal tersebut.

Enviromental forces 

Perkembangan dari keberadaan   sharing economy   mengubah cara berbisnis sehingga memudahkan entry  ke dalamnya dan mengurangi dampak dari lingkungan (ramah lingkungan). Legal/regulatory condition 

Regulasi untuk masuk di industri bagi Transportation Network Company  (TNC) dibandingkan dengan traditional transportation yang harus membeli lisensi.

Analisis PESTEL (2) Analisa Kasus

(23)

Analisis SWOT-Opportunity (1) Analisa Kasus

Uber merupakan first mover dalam bisnis Transportation Network Companies (TNC) sehingga mempunyai keuntungan sebagai first-mover advantages 

Dapat menerapkan technological leadership sehingga dengan bantuan teknologi menyebabkan low-  cost.

Keuntungan sebagai first-mover advantages dan technological leadership menyebabkan timbulnya network effects.

Kemudahan penggunaan teknologi aplikasi. Penggunaan aplikasi ridesharing apps pada Uber selalu mengalami peningkatan

Adanya pertumbuhan industri yang sedang berkembang sebagai pendorong pertumbuhan bisnis transportasi

(24)

Analisis SWOT-Opportunity (2) Analisa Kasus

Adanya permintaan tinggi terhadap transportasi, namun supply rendah.

Investor optimis akan menjadiinvestasi yang menarik.

Peluang ekspansi ke luar negeri khususnya negara-negara yang berpenduduk banyak (Misalnya ke India, negara-negara Asia Tenggara)

Ketidakpuasan terhadap layanantaksi konvensional.

 Tidak semua wilayah tersedia alat transportasi umum yang baik dan memadahi.

Peluang besar untuk melakukan diversifikasi pengembangan layanan tambahan (kirim antar barang, pembelian makanan).

(25)

 Rasa ketidakpuasan pengemudi dengan adanya independentcontract 

  Bargaining power  dari pengemudi rendah, khususnya terkait dengan pembagian fee  sehingga menimbulkan ketidakpuasan

 Regulasi otoritas yang belum jelas serta membolehkan bagi industriridesharing.

 Munculnya perlawanan dari asosiasi perusahaan taksi konvensional

  Masuknya pesaing baru ke dalam industri yang menawarkan benefit yang lebih baik bagi penumpang dan pengemudi membuatpenumpang dan pengemudi beralih ke pesaing lainnya.

Analisis SWOT-Threat Analisa Kasus

(26)

Rivalsellers 

 Terbatasnya jumlah perusahaan di industri ridesharing   yang bersaing ketat di beberapa pasar

Perkembangan dari teknologi   ridesharing  apps    serta adanya perubahan cara perusahaan dalam melayani pelanggan memunculkan banyak bisnissejenis

Rendahnya   switching cost   ditambah dengan banyaknya pesaing memungkinkan pelanggan dapat beralih dengan mudah kepada pesaing.

Adanya   network effect   yang menyebabkan barriers to exit  menjadi tinggi sehingga akan sulit bagi pemain yang terlibat meninggalkan industri dengan mudah

Analisis Five Forces Framework (1) Analisa Kasus

Potential new entrants 

Regulasi pemerintah yang belum secara jelas mengatur tentang   ridesharing apps   dan adanya perbedaan antar daerah menyebabkan untuk memasuki bisnis ini tidak terlalu sulit.

Biaya masuk pada industri transportasi tradisional sangatlah mahal dibandingkan memasuki ridesharing industry .

Mempunyai keuntungan sebagai   first mover  sehingga mempunyai brand prefences yang besar terhadap pelanggan.

Umumnya industri yang bergerak di bidang ridesharing apps  mempunyai barriers to exit  yang tinggi dikarenakan adanya   network effect   yang menyebabkan tingkat persaingan menjadi lebih tinggi.

(27)

Subtitute products 

Biaya   switching cost   kemungkinan rendah bahkan hampir tidak ada sehingga mengakibatkan kemungkinan pelanggan dapat berpindah menggunakan transportasi lainnya.

Banyaknya industri ridesharing  menyebabkan pelanggan mempunyai banyak pilihan untuk pindah.

Analisis Five Forces Framework (2) Analisa Kasus

Supplier ba rgaining power 

Pemasok (dalam hal ini adalah pengemudi) merupakan kekuatan persaingan yang lemah karena mereka tidak memiliki kekuatan penawaran yang mencukupi untuk mempengaruhi persyaratan dan kondisi pasokan.

 Tidak ada diferensiasi layanan pemasok, layanan mereka tidak kekurangan pasokan, dan anggota industri merupakan pelanggan utama para pemasok.

Customer bargaining power 

  Pembeli memiliki   demand   yang sangat tinggi namun didukung oleh ketersediaan   supply   yang memadai.

  Biaya   switching cost  rendah atau bahkan tidak ada, sehingga pembeli bisa mengambil keputusan untuk pindah.

(28)

Dari hasil scoring di atas didapatkan sebesar 17, yang menyatakan bahwa tingkat persaingan untuk Uber berdasarkan five forces framework adalah sedang.

Sumber Tekanan Persaingan  Tingkat Pengaruh

 Tekanan   Scoring 

Rival seller  Tinggi 5

Potential new entrants  Sedang 3

Subtitute products  Tinggi 5

Supplier bargaining power    Rendah 1

Buyer bargaining power  Sedang 3

 Total 17

Analisis Five Forces Framework (3) Analisa Kasus

▪ Besarnya kekuatan mempengaruhi diukur melalui besaran skala 1 sampai dengan 5 dimana angka 1 adalah pada tingkat rendah sedangkan 5 adalah pada tingkat tinggi.

▪ Jumlah semua kelima kekuatan selanjutnya dijumlahkan jika keseluruhannya adalah :

 5 sampai dengan 11 maka tingkat persaingan pada kondisirendah .

 12 sampai dengan19 maka tingkat persaingan pada kondisisedang/medium.

(29)

Analisis Value Net  Analisa Kasus

Customers: 

Kebutuhan yang tinggi terhadap moda transportasi terutama untuk segmen non pekerja seperti anak sekolah, kuliah dan dewasa muda dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi dengan menggunakan layanan Uber melalui fasilitas UberPool, dan berbagai fasilitas lainnya.

Suppliers : 

Semua yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat bergabung menjadi mitra Uber melalui kontrak menjadi pengemudi. Tentunya hal yang didapatkan adalah mempunyai fleksibilitas waktu, ekstra income dan membawakendaraan dengan kepastian (assurance ).

Competitors : 

Perusahaan pesaing dianggap sebagai mitra. Uber secara teknis tidak dianggap sebagai pesaing langsung di pasar taksi dan limusin. Namun dipandang sebagai barang pelengkap yang membantu memfasilitasi transaksi yang bisa dianggap pengganti layanan taksi tradisional. Seperti contoh di Indonesia Uber bekerjasama dengan Taxi Express.

Complementors : 

Kerjasama Uber dengan penyedia barang komplementer untuk dapat memberikan nilai tambah perusahaan. Misalnya kerjasama Uber dengan Perusahaan Mobil seperti Perusahaan BMW 7 Series, Mercedes S-Class, Cadillac, Toyota Camry, GMC Yukon Denali, Kerjasama GPS: Alley pay, Spotyfy

(30)

Valuation 

Analisis Strategic Group Map (1) Analisa Kasus

Geographical coverage 

Kelompok strategis terdiri dari anggota industri dengan pendekatan dan posisi kompetitif yang serupa di pasar. Perusahaan dalam kelompok strategis yang sama bisa saling mirip dalam berbagai cara. Analisis Strategic Group Map denganmenggunakan variabel valuation dengan geographic coverage .

(31)

Analisis Strategic Group Map (2 ) Analisa Kasus

Dari gambar peta kelompok strategi tersebut terlihat,

 Uber masih menduduki posisi yang pertama dalam hal nilai

valuasi dan jangkauan

operasionalnya.

 Perusahaan-perusahaan pesaing Uber yang lain. Mereka terkonsentrasi pada wilayah-wilayah negara tertentu

 Uber harus mewaspai pesaing terdekatnya adalah yaitu Lyft yang mulai melakukan ekspansi mengejar Uber baik dari sisi aset maupun jangkauan wilayah.

 Didi berupaya mengejar Uber dalam sisi valuasinya.

(32)

Analisis Kompetitor (1) Analisa Kasus

Untuk mengetahui kekuatan pesaing makan dilakukan analisis kompetitor dengan menggunakan framework   dari Michael Porter dengan menggunakan empat indikator yang dapat diigunakan oleh pesaing, yaitu dengan menganalisa strateginya saat ini (current strategy ), sasaran (objectives ), kapabilitas dan sumber daya (resources and capabilities )danasumsi(assumptions ).

Indikator

Strategi Saat Ini ▪   Ekspansi secara agresif

▪ Iklan secaraagresif

▪ Menciptakan atmosfere yang berbeda dengan positioning yang berbeda

▪ Target pasar : kaum muda danwanita

▪ Difersifikasi layanan produk (GrabFood, GrabCar, GrabBike, GrabShare, GrabTaxi, GrabExpress)

▪   Membidik ekspansi di pasar asia

▪   Penggunaan   fixed price  dan berdasarkan jarak

▪ Pembayaran dapat dilakukan secara tunai

 Tujuan Yang Ingin Dicapai

▪ Menguasai pasar   ridesharing    untuk konsumen kaum muda dan wanita

▪   Ekspansi pasar di kelas jarak pendek

▪   Ekspansi ke pasar Asia

▪ Membidik pangsa pasar di Asia, yaitu Singapore, Malaysia, Indonesia, China, India

(33)

Analisis Kompetitor (2) Analisa Kasus

Indikator

Sumber Daya dan Kapabilitas

▪ Driver yang terlatih, khususnya terkait safety dalam berkendara

▪   Membangun keterikatan dengan pelanggan dan pengemudi melalui komunitas

▪ Membangun loyalitas melalui hubungan pertemanan

▪ Pembayaran sudah melalui sistem cash deposit 

▪   Diferensiasi dengan menciptakan

GrabBike (cocok untuk

pengembangan di pasar Asia)

▪   Berasal dariAsia

▪   Mengembangkan program CSR

▪ Menjalin kerjasama dengan

perusahaan taksi konvensional (GrabTaxi)

▪ Mendapatkan pendanaan dari Didi Kuaidi

▪ Teknologinya masih tertinggal (tidak dapat menunjukkan posisi driver yang terdekat)

Asumsi ▪ Akan ada banyak perusahaan yang

berkompetisi di industri ridesharing

▪ Mempunyai permasalahan terkait ijin dan regulasi

▪ Akan ada banyak perusahaan yang berkompetisi di industri ridesharing 

▪ Mempunyai permasalahan terkait ijin dan regulasi

(34)

https://sf.curbed.com/2017/7/14/15973436/lyft-shuttle

Analisis Kompetitor (3 ) Analisa Kasus

Dari analisis tersebut, maka kemungkinan terbesar strategi yang akan dilakukan pesaing adalah melakukan gerakan ofensif   untuk Lyft dan Grab dikarenakan mereka berdua belum puas dengan posisinya saat ini dan berupaya untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional. Dalam berbagai kesempatan Lyft juga berupaya untuk membuat “order palsu”

kepada Uber.

(35)

http://www.theindependent.sg/grab-driver-allegedly-fired-after-customer-KEY SUCCESS FACTOR (KSF) Analisa Kasus

Key Sucess Factors (KSF) atau kunci faktor kesuksesan adalah elemen-elemen strategis, produk dan servis, pendekatan operasional, sumber daya, dan kapabilitas yang kompetitif yang penting dalam kelangsungan dan perkembangannya dalam industri.

Key Succes Factor Uber adalah sebagai berikut :

 Uber memberikan keuntungan bagi konsumen

 Uber memberikan keuntungan bagi pengemudi

 Perusahaan pertama yang memanfaatkan teknologi

  Penggunaan Surge Pricing 

(36)

KESIMPULAN (1)

 Perkembangan ridesharing economy telah membawa perkembangan padaTransportation  Network Company (TNC) dengan Uber sebagai first mover . Kondisi industri ini berada pada emerging industry  sehingga langkah yang dilakukan Uber adalah menjadi  technological  leadership .

 Selain hal tersebut, secara generik Uber menerapkan strategibest-cost provider strategy . Uber dapat melakukan diversifikasi produknya dan tetap menjadi perusahaan TNC berbiaya murah. Namun, Uber lebih memberikan perhatian terhadap permasalahan internalnya, yaitu terkait sistem independent contract  yang mengatur hubungan antara Uber dengan pengemudi.

 Perkembangan dari Uber juga dipengaruhi oleh lingkungan makro, dalam hal ini adalah dilakukan analisis PESTEL. Hal yang penting menjadi fokus bagi perkembangan Uber adalah memperhatikanregulasi yang mengatur agar dapat masuk ke semua negara.

 Analisis SWOT menunjukkan bahwa yang menjadi titik fokus yaitu dalam hal opportunity dan  threats.  Di sisi  opportunity , peluang Uber sangat diuntungkan karena menjadi  first  mover  dan menerapkan technological leadership  serta terbuka melakukan ekspansi dan

(37)

KESIMPULAN (2)

 Analisis Five Forces  menunjukkan bahwa posisi Uber pada tingkat persaingan di industri ridesharing adalah moderat/sedang dengan angka scoring 17 dan masih dalam kondisi daya tarik atraktif untuk dimasuki (2 High, 2 Medium, 1 Low).

 Kondisi di industri ridesharing  adalah barriers to entry  rendah sedangkan barriers to exit  tinggi sehingga semakinlama menambah jumlah pesaing yang ada.

 Analisis value net framework  memperkenalkan kategori baru dalam persaingan industri yang melibatkan kolaborasi antara   Customers, Suppliers, Competitors  dan Complementors  yang dapat meningkatkan nilai dari fokus perusahaan.

  Analisis grup strategis menunjukkan bahwa posisi Uber terhadap pesaingnya di pasar global yaitu sebagai market leader  dan  first mover . Hasil dari pemetaan tersebut untuk mengantisipasi gerakan ofensif yang akan dilakukan pesaingnya dalam hal ini adalah Lyft.

(38)

REKOMENDASI

  Adanya persaingan antara industri ridesharing  adalah membangun customer-switching  cost  agar pelanggan tidak mudah berpindahke pesaing.

  Mengupayakan agar  barriers to exit   menjadi mudah sehingga kondisi tersebut dapat mengurangi pesaing.

 Melakukan inovasi karena posisi sebagai technological leadership  akan semakin banyak ditiru oleh pesaing.

References

Related documents