PENGARUH VALUE EQUITY, RELATIONSHIP EQUITY, DAN
BRAND EQUITY TERHADAP NIAT KUNJUNGAN WISATAWAN
DOMESTIK PADA OBJEK WISATA PUNCAK MAS SUKADANAHAM, BANDAR LAMPUNG
(Skripsi)
Oleh Panca Ari Dewi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRAK
PENGARUH VALUE EQUITY, RELATIONSHIP EQUITY, DAN
BRAND EQUITY TERHADAP NIAT KUNJUNGAN WISATAWAN
DOMESTIK PADA OBJEK WISATA PUNCAK MAS SUKADANAHAM, BANDAR LAMPUNG
Oleh
PANCA ARI DEWI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel value equity, relationship equity, dan brand equity terhadap niat kunjungan wisatawan domestik ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal. Populasi penelitian adalah wisatawan atau pengunjung dari objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung, dan pengambilan responden sebagai sempel penelitian dengan metode accidental Sampling. Uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan faktor analisis dan cronbach’s alpha. Analisis data menggunakan regresi linear berganda, pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji f. Hasil analisis diperoleh bahwa value equity, relationship equity dan brand equity memiliki pengaruh positif signifikan pada niat kunjungan wisatawan, dengan nilai pengaruh terbesar yaitu variabel brand equity.
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF VALUE EQUITY, RELATIONSHIP EQUITY, AND
BRAND EQUITY TO INTENTIONS OF DOMESTIC TOURIST VISITS ON TOURISM DESTINATION
PUNCAK MAS SUKADANAHAM, BANDAR LAMPUNG
By
PANCA ARI DEWI
The purpose of this research is to know the influence of variable value equity, relationship equity and brand equity on intentions of domestic tourist visits on tourism destination Puncak Mas Sukadanaham, Bandar Lampung. This research uses a causal research design. The research population is tourists or visitors of the Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung, and taking respondent as sample of research with accidental sampling method. Validity test and reliability test using factor analysis and cronbach's alpha. Data analysis using multiple linear regression, hypothesis test using t test and f test. The analysis results obtained is value equity, relationship equity and brand equity have positive and significant effect to intentions of domestic tourist visits, with the greatest effect on brand equity.
PENGARUH VALUE EQUITY, RELATIONSHIP EQUITY, DAN
BRAND EQUITY TERHADAP NIAT KUNJUNGAN WISATAWAN
DOMESTIK PADA OBJEK WISATA PUNCAK MAS SUKADANAHAM, BANDAR LAMPUNG
Oleh
Panca Ari Dewi
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar
SARJANA EKONOMI
Pada
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
ii:
i ;j',:i
,,i..],,.'r.::iii,..ii.1..,,i:'.i;,tr:ittt.t'r,1,1',r':.ti.-t'tl:i;', ,..1 t,,rt,t lt,
i;jrplr
w''nE,QQqry,''
J:
J,
:,;,:
Eqlf,W,DAN
,BE4W
,
,",iaeMn
:'SII$ATAWAN
IX)IIIESfiK
PAI}AO&IEK
., ,.l
.
.II|ISA-TAI{In(anf,ilr
'$U|I['D
= ,', l,Juau'Sktpsi-Nama Mahasiswa
.P
{D.ry
nO.mor,Poh
,Flahasisilra
:
1+11OL1"999
:",
,,,,: '..''r'''':
"', ,,, , , ,,.:',, ;, 1.- , ,t"
' ,,,' . *+ ,, . . ' . .t.i'r .
,
,,'u=.'-
,Lel$4t"int.d*
lffii*t'
,.-n*'r,. .. .- ": a t. '"*-" ,' .,.,,i.t,,, . ,.
,.',,t,.ffi*q.i'*i
*
qffi
"trtjiriiiir,
ffi'
' ,"*+.
',:;
'| :f :itliLLriliii;iii..1,jri.ili1 : i' +' :r::n:::J" ''::'. .'"" i:r::i:r:i:!
" ,rrrjl;i'lirii:; .1..;"'" ., ' :::,:,:.:,::r;r.:. ":'':r,::r
"'rrt''t,t.
,'.
.,**JIDIIY.ET[LJUI*"
.
r:ti:i.,ii...:..l. ,.,i-jll ' *.'rri,-
..l!;iti;,,#, :': ::r:.r:,.r:r.r.
.1 . Komisi
Pembimbingi$lN
B
i$B.i',ltI:$tjl
HI P i1962O L2:1 1987 ffi; 2,,OO.5 Nlp lgzt.o415,. 1995tr?
I'mz
l
Z:retl.,J,u4$
t"tanajemgn'
:,,',.,,,,,, r',t.''',t
-
.'.
j.,t i;
r iii
ti ij. i
'Ilr;
B;8.
dlna,
$.E:;'ll.Sl*'
HIF 19620,A22 L9g7c/3 2
W2
'.'.:ir i
"- Ir''-:,'r'iI ,t :,:,,....- "'"' r;.-il'::::...':-i::.ii:l;'j' iri:!;i!!r ' ,. r:i,:t
iri.:i!i;:.llr:F.r'
lirrlriliirn
llliLi ], rl iii '' i;:i:,j;-+: i- ::'
PERI\TYATAAN
SKRIPSI
MAHASISWA
Yang bertanda tangan di bawah ini:
NPM
Jurusan
Fakultas
PancaAri Dewi
1411011099
Manajemen
Ekonomi dan Bisnis
Menyatakan bahwa dalam skripsi serta sumber informasi atau data adalah benar
merupakan hasil karya sendiri, tidak terdapat karya yang telah diajukan rmtuk
memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggr, dan juga tidak terdapat
karya atau pendapat yang di tuliskan atau di terbitkan orang lain kecuali yang secara
tertulis diacu dan telah dicantumkan pada daftar pustaka dibagian akhir penelitian
skripsi ini.
Bandar Lampung, Februari 2018
Yang membuat pernyataan,
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama lengkap Panca Ari Dewi yang dilahirkan di Kotabumi (Lampung Utara), pada tanggal 13 Desember 1996, sebagai putri bungsu dari lima bersaudara dari bapak I Nyoman Karinu dan ibu Made K Sukerthi.
Penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Banjit pada tahun 2002, Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 1 Banjit pada tahun 2008, Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan di SMP Negeri 2 Banjit pada tahun 2011, Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMA Negeri 1 Banjit pada tahun 2014.
PERSEMBAHAN
Dengan selalu mengucap syukur kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa serta dengan kerendahan hati dan kasih sayang, akan aku persembahkan satu karya ini untuk kedua orang tua ku tercinta.
Bapak I Nyoman Karinu
dan
Ibu Made K Sukerthi
MOTTO
Hidupmu adalah milikmu, jadikan seperti apa yang kamu impikan
(Panca Ari Dewi)
Sukses tidak diukur menggunakan kekayaan, sukses adalah pencapaian yang kita inginkan
(Bob Sadino)
Kamu mungkin bisa menunda waktu, tapi waktu tidak akan bisa
SANWACANA
Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Ida Shang Hyang Widhi Wasa, karena karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Value Equity, Relationship Equity, dan Brand Equity Terhadap Niat Kunjungan Wisatawan Domestik pada
Objek Wisata Puncak Mas Sukadanaham, Bandar Lampung”. Skripsi ini adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Eonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Dalam skripsi ini, penulis memperoleh bantuan dan bimbingan serta petunjuk dari semua pihak, maka dalam kesempatan ini, peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
2. Ibu Dr. Rr. Erlina, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
3. Ibu Yuningsih. S.E., M.M. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
5. Bapak Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. selaku Pembimbing Pendamping atas ketersediaannya memberikan waktu, pengetahuan, bimbingan, saran dan kritik, serta kesabaran selama proses penyelesaian skripsi ini.
6. Ibu Roslina, S.E., M.Si. selaku Penguji Utama pada ujian komprehensif skripsi atas ketersediannya dalam memberikan pengarahan dan pengetahuan dalam proses penyelesaian skripsi ini.
7. Ibu Rosnelly Roesdi, S.E., M.Si. selaku Pembimbing Akademik.
8. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan ilmunya serta membimbing selama masa kuliah.
9. Bapak dan Ibu Staf Adminitrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang telah membantu dalam segala proses administrasi
10. Yang terkasih Wayan Ardana atas doa, masukan, perhatian, semangat dan kebahagian yang telah diberikan.
11. Kakakku Komang Tri Werthi dan Ayu Arini, serta para gadis Fat Therecia, Annisa Yasri, Nyoman Sundari Arti, dan Ni Luh Via Oktayani, atas doa, masukan dan semangat yang telah diberikan.
12. Teman- teman seperjuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Belinda Apriliani, Aldyno Eka Putra, Asep Pauzi dan senior-seniorku di jurusan manajemen Kak Rolan, Bang Adam, Kak Barastia serta seluruh temen-temanku angkatan Manajemen 2014 yang tak bisa disebut satu persatu, semoga kita akan menjadi orang yang sukses seperti yang diharapkan. 13. Teman-teman yang berjuang bersama dalam menyelesaikan KKN
14. Terima kasih untuk Almamater Tercinta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
15. Semua pihak yang telah membantu, memberikan, motivasi serta doa kepada penulis yang tidak dapat disampaikan satu persatu saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dalam kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.
Bandar Lampung, Februari 2018 Penulis
Panca Ari Dewi
DAFTAR ISI
Daftar Halaman
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... v
I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
1. Bagi peneliti ... 9
2. Bagi peneliti lain ... 10
3. Bagi pihak pengelola objek wisata Puncak Mas Sukadanaham ... 10
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBENTUKAN HIPOTESIS ... 10
A. Pemasaran ... 10
B. Variabel Penelitian ... 14
1. Value Equity (X1)... 14
2. Relationship Equity (X2) ... 15
3. Brand Equity (X3) ... 16
4. Purchase intention (Y) atau Niat Kunjungan Wisatawan ... 17
C. Rerangka Pemikiran dan Pembentukan Hipotesis ... 18
1. H1: Value equity berpengaruh positif pada niat kunjungan wisatawan. 18 2. H2: Relationship equity berpengaruh positif pada niat kunjungan wisatawan. ... 19
3. H3: Brand equity berpengaruh positif pada niat kunjungan wisatawan. ...19
D. Kajian Penelitian Terdahulu ... 20
III. METODE PENELITIAN ... 23
A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian ... 23
B. Identifikasi Operasional Variabel ... 24
ii
2. Variabel Terikat (Variabel Dependent) ... 24
C. Operasionalisasi Variabel ... 24
D. Populasi dan Sampel ... 27
1. Populasi ... 27
2. Sampel ... 27
E. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ... 29
1. Sumber Data ... 29
2. Teknik Pengumpulan Data... 30
F. Metode Analisis Data ... 32
1. Uji Validitas ... 32
2. Uji Reabilitas ... 32
G. Teknik Analisis Data ... 33
1. Analisis Regresi Linier Berganda ... 33
2. Pengujian Hipotesis ... 33
3. Uji R2 (R Square) ... 35
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 36
A. Analisis Data ... 36
1. Uji Validitas ... 36
2. Uji Reabilitas ... 37
B. Analisis Kualitatif ... 38
1. Deskripsi Karakteristik Responden ... 38
2. Hasil Tanggapan Responden terhadap Penyataan Kuesioner ... 43
C. Analisis Kuantitatif ... 49
1. Analisis Regresi Linier Berganda ... 50
2. Analisis Uji Hipotesis ... 52
3. Analisis Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 57
D. Pembahasan ... 57
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 59
A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Gambar 1. Sektor Usaha Pariwisata Provinsi Lampung ... 3 2. Gambar 2. Jumlah Pengunjung Tahun 2017 Objek Wisata Puncak Mas
iv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Tabel 1. Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Provinsi Lampung Tahun
2011-2016 ... 2
2. Tabel 2. Harga Tiket Masuk Objek Wisata Puncak Mas Sukadanaham ... 4
3. Tabel 3. Daftar Fasilitas Dan Layanan Yang Ditawarkan Oleh Objek Wisata Puncak Mas Sukadanaham ... 4
4. Tabel 4. Referensi Penelitian Terdahulu ... 20
5. Tabel 5. Operasional Variabel Penelitian ... 25
6. Tabel 6. Hasil Uji Validitas ... 36
7. Tabel 7. Hasil Uji Reabilitas ... 38
8. Tabel 8. Persentase Responden Berdasarkan Tempat Tinggal ... 39
9. Tabel 9. Persentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 39
10. Tabel 10. Persentase Responden Berdasarkan Usia Reponden ... 40
11. Tabel 11. Persentase Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 40
12. Tabel 12. Persentase Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 41
13. Tabel 13. Persentase Responden Berdasarkan Intensitas Kunjungan Dalam Kurun Waktu Enam Bulan ... 42
14. Tabel 14. Persentase Responden Berdasarkan Intensitas Dalam Memperhatikan Iklan Atau Postingan Di Media Sosial ... 42
15. Tabel 15. Persentase Tanggapan Responden Mengenai Variabel Value Equity (X1) ... 43
16. Tabel 16. Persentase Tanggapan Responden Mengenai Variabel Relationship Equity (X2) ... 45
17. Tabel 17. Persentase Tanggapan Responden Mengenai Variabel Brand Equity (X3) ... 47
18. Tabel 18. Persentase Tanggapan Responden Mengenai Variabel Purchase Intention Atau Niat Kunjungan Wisatawan(Y) ... 49
19. Tabel 19. Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 50
20. Tabel 20. Hasil Uji F, Pengaruh Variabel X Terhadap Variabel Y ... 52
21. Tabel 21. Hasil Uji T, Pengaruh Variabel X Terhadap Variabel Y ... 54
v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Kuesioner Penelitian ... L-1 2. Hasil Observasi Dan Wawancara Dengan Pengelola Objek Wisata
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang begitu besar sehingga memberikan modal besar bagi sektor pariwisata. Pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor yang menjadi motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi baik pertumbuhan ekonomi negara maupun ekonomi daerah itu sendiri. Memiliki potensi wisata alam dan budaya yang begitu besar, sektor pariwisata Indonesia menjadi salah satu penyumbang devisa yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang memiliki destinasi wisata yang sangat menarik untuk para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, tak terkecuali adalah wisata yang dimiliki oleh Provinsi Lampung.
2
menyangkut aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik, dimana kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi. Hal tersebut membuat pariwisata tidak dapat dianggap remeh dalam usaha untuk meningkatkan perekonomian. Dalam usaha meningkatkan perekonomian daerah, sektor pariwisata harus dapat dikembangkan dengan baik untuk lebih mendatangkan benefit.
Sektor pariwisata sangat bergantung pada jumlah wisatawan yang berkunjung. Peneliti berpendapat bahwa wisatawan merupakan orang yang melakukan perjalanan kesuatu daerah dengan tujuan untuk rekreasi, berlibur, bisnis, pendidikan, kesehatan, keagamaan, olahraga maupun mengunjungi keluarga dan teman. Berikut ini adalah data jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung pada tahun 2011-2015,
TABEL 1. JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN KE PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2011-2016
Tahun Wisatawan Total
Nusantara Mancanegara
2011 2.285.630 47.103 2.332.733 2012 2.581.165 58.205 2.639.370 2013 3.392.125 75.590 3.467.715 2014 4.327.188 95.528 4.422.716 2015 5.370.803 114.907 5.485.710 2016 7.381.774 155.053 7.536.827
(Sumber: Laporan Kinerja Tahun 2016 Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, 2017)
[image:20.595.108.507.451.590.2]3
[image:21.595.160.465.147.307.2]sektor usaha yang menyumbang benefit terhadap perkembangan pariwisata di Provinsi Lampung,
GAMBAR 1. SEKTOR USAHA PARIWISATA PROVINSI LAMPUNG
(Sumber: Badan Pusat Statistik, 2015)
Sektor sosial budaya merupakan sektor terbesar yang berkontribusi dalam perkembangan pariwisata Lampung namun sektor lainnya pun turut serta berkontribusi dalam perkembangan pariwisata, salah satunya adalah sektor usaha objek wisata. Tahun 2014 Provinsi Lampung memiliki jumlah objek wisata mencapai 453 objek wisata, yang tersebar di berbagai lokasi, tentu saja pada tahun ini objek wisata telah meningkat. Salah satu objek wisata yang dimiliki oleh Provinsi Lampung adalah Puncak Mas Sukadanaham.
Objek wisata Puncak Mas Sukadanaham merupakan salah satu destinasi pariwisata yang dimiliki oleh Provinsi Lampung yang didirikan oleh Ir, Hj. Thomas Azis Riska, S.H., pada November 2016 dan diresmikan pada 31 Desember 2016. Puncak Mas Sukadanaham berlokasi di Jl. Hamim RJP, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Luas wilayah objek wisata ini adalah 5 hektar namun baru dimanfaatkan ±3,5 hektar, saat ini Puncak Mas Sukadanaham tengah melakukan pelebaran wilayah dengan pembangunan
[CATEGORY NAME]; [VALUE] [CATEGORY
NAME]; [VALUE] [CATEGORY
NAME]; [VALUE]
[CATEGORY NAME]; [VALUE]
Sektor Usaha Pariwisata
Provinsi Lampung (Tahun 2014)
4
untuk lebih menarik wisatawan. Berikut adalah daftar harga tiket masuk dan daftar fasilitas serta layanan yang ditawarkan oleh pihak objek wisata Puncak Mas Sukadanaham untuk menarik minat berkunjung wisatawan.
TABEL 2. HARGA TIKET MASUK OBJEK WISATA PUNCAK MAS SUKADANAHAM TAHUN 2017
Jenis Tiket Tarif Tiket (Rp) Keterangan Pengunjung Reguler 25.000 Per orang
Group 20.000 Per orang dengan minimum pembelian untuk 50 orang
[image:22.595.109.505.363.672.2](Sumber: Manajemen Puncak Mas Sukadanaham pada Lampiran 2, 2017)
TABEL 3. DAFTAR FASILITAS DAN LAYANAN YANG DITAWARKAN OLEH OBJEK WISATA PUNCAK MAS SUKADANAHAM TAHUN 2017
Fasilitas dan Layanan Tarif (Rp) Keterangan
Area Parkir 2.000 Per kendaraan, namun tarif ini hanya untuk kendaraan roda dua
Food Court Mulai dari 8.000
Musola Toilet
Area Permainan Anak Spot Foto
Live Music
Sepeda Gantung 35.000 Per satu putaran lintasan
Balon Udara 10.000-15.000 Per orang, note: hanya untuk berfoto
Pondokan
Pondok Pohon Kapasitas 4-6 orang per pondok Rumah Kayu 600.000-700.000 Per kamar dalam satu malam Rumah Putih 2.000.000-2.500.000 Penginapan per malam Paket Pre-Weding 500.000
Paket Weding 25.000.000-40.000.000
Camping Ground 5.000.000 Per malam untuk maksimal 200
orang
Outbond 100.000-150.000 Per orang
Penyewaan Altar Mulai dari 2.500.000 Durasi pemakaian maksimal 5 jam
5
Harga tiket yang cukup terjangkau serta fasilitas dan layanan yang ditawarkan cukup lengkap tentu menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki oleh objek wisata tersebut.
Puncak Mas Sukadanaham dibuka mulai pukul 06.00 WIB s/d 00.00 WIB, dengan jumlah pengunjung rata-rata 1000-2000 pengunjung per hari di hari biasa, namun pada akhir pekan dan hari libur jumlah pengunjung akan meningkat hingga ±3000 pengunjung per hari. Berikut adalah grafik peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham selama enam bulan terhitung dari grand opening objek wisata yaitu dari bulan Januari hingga bulan Juni 2017.
Puncak Mas
Sukadanaham Muncak Tirtayasa Teropong Kota
Januari 27.872 39.781
Februari 34.771 46.875
Maret 40.051 45.152 39.251
April 44.183 50.016 45.774
Mei 49.254 53.923 49.893
Juni 59.758 62.004 60.381
0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 Ju m lah P en g u n ju n g Periode Waktu
Jumlah Pengunjung Tahun 2017
Objek Wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar
Lampung dan Pesaingannya
6
GAMBAR 2. JUMLAH PENGUNJUNG TAHUN 2017 OBJEK WISATA PUNCAK
MAS SUKADANAHAM BANDAR LAMPUNG DANPESAINGNYA
(Sumber: Manajemen objek wisata Puncak Mas Sukadanaham, Muncak Tirtayasa dan Teropong Kota pada Lampiran 2, 2017).
Gambar 2 menunjukan bahwa jumlah pengunjung objek wisata Puncak Mas Sukadanaham terus meningkat setiap bulannya, namun jika dibandingkan oleh pesaingnya yaitu Muncak Tirtayasa yang lebih dahulu dibuka yaitu pada pertengahan tahun 2014 dan Teropong Kota yang dibuka pada akhir bulan februari tahun 2017, pengunjung objek wisata Puncak Mas Sukadanaham masih dibawah jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pesaingnya. Upaya untuk terus meningkatkan jumlah pengunjung menjadi perhatian pengelola objek wisata, pengelola objek wisata harus dapat meningkatkan kualitas dari objek wisata tersebut atau dengan melakukan berbagai aktifitas pemasaran yang dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Puncak Mas Sukadanaham. Pemasaran merupakan seluruh aktifitas yang dilakukan untuk menyampaikan, menginformasikan, membujuk, serta untuk meningkatkan minat konsumen maupun calon konsumen terhadap suatu produk baik barang atau pun jasa.
7
penting dari pemasaran untuk meningkatkan niat beli konsumen adalah value equity, relationship equity, dan brand equity (Kosarzadeh dan Hamdi, 2015).
Value equity atau ekuitas nilai adalah penilaian objektif konsumen berdasarkan nilai yang diterima dari objek wisata tersebut, relationship equity adalah nilai yang didapat dari suatu proses untuk menciptakan, mempertahankan dan meningkatkan hubungan-hubungan yang kuat dengan para pelanggan dan stakeholder lainnya, sedangkan brand equity adalah nilai yang menggambarkan seberapa kuatnya atau seberapa terkenalnya sebuah merek. Tiga hal inilah yang dianggap penting dalam memasarkan sebuah produk untuk lebih menarik minat beli konsumen (Mohammad dan Hamdi, 2015), konsumen dalam penelitian ini merupakan wisatawan atau pengunjung objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung.
8
Gambar 2 pada halaman 5 menunjukan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham terus meningkat secara fluktuatif, namun masih terbilang berada di bawah jumlah kunjungan wisatawan terhadap objek wisata pesaingnya. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneruskan penelitian selanjutnya berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kosarzadeh dan Hamdi (2015) yang menerangkan bahwa value equity, relationship equity dan brand equity berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen guna melihat apakah value equity, relationship equity dan brand equity juga dapat berpengaruh positif terhadap niat kunjungan wisatawan ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung, maka penelitian ini berjudul:
“Pengaruh Value Equity, Relationship Equity, dan Brand Equity Terhadap
Niat Kunjungan Wisatawan Domestik pada Objek Wisata Puncak Mas
Sukadanaham Bandar Lampung”
B. Rumusan Masalah
9
Kosarzadeh dan Hamdi (2015) ada beberapa hal penting dari pemasaran seperti penciptaan value equity, relationship equity dan brand equity.
Tiga variabel tersebut belum sepenuhnya diterapkan pada objek wisata untuk memengaruhi niat berkunjung wisatawan ke objek wisata tersebut, namun pnelitian Kosarzadeh dan Hamdi (2015) menghasilkan temuan bahwa value equity, relationship equity dan brand equity berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen, dengan value equity merupakan faktor yang paling dominan dalam membentuk niat beli konsumen, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apakah value equity, relationship equity, dan brand equity yang diciptakan oleh pengelola dan dirasakan oleh pengunjung objek wisata mempengaruhi niat berkunjung wisatawan domestik ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung?
C. Tujuan Penelitian
Ada pun tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan mengetahui apakah value equity, relationship equity, dan brand equity berpengaruh positif terhadap niat kunjungan wisatawan domestik ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti
10
2. Bagi peneliti lain
Untuk peneliti lain, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menunjang ilmu pengetahuan serta dapat menjadi referensi untuk penelitian lain maupun menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.
3. Bagi pihak pengelola objek wisata Puncak Mas Sukadanaham
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBENTUKAN
HIPOTESIS
A. Pemasaran
Pemasaran atau marketing memang menjadi kegiatan penting dalam proses bisnis. Pemasaran sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis, seperti menentukan target pasar yang tepat, menentukan harga produk yang sesuai dan dapat dijangkau oleh target pasar, hingga menentukan cara mengemas produk agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Pemasaran umumnya dikatakan sebagai sebuah proses atau aktifitas dalam bisnis untuk mengenalkan produk atau jasa kepada masyarakat.
11
bahwa pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Pengertian Marketing menurut Kotler (2004), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalam individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, pemasaran merupakan seluruh aktifitas yang dilakukan untuk menyampaikan, menginformasikan, membujuk, serta untuk meningkatkan minat konsumen maupun calon konsumen terhadap suatu produk baik barang ataupun jasa. Kegiatan pemasaran pada dasarnya merupakan semua usaha ataupun proses yang dilakukan oleh perusahaan ataupun pengelola usaha untuk menarik niat beli konsumen, sehingga pemasaran sangat erat kaitannya dengan niat beli konsumen.
Kotler, et.al (2006) berpendapat bahwa niat beli timbul setelah adanya proses evaluasi alternatif dan di dalam proses evaluasi, seseorang akan membuat suatu rangkaian pilihan mengenai produk yang hendak dibeli atas dasar merek maupun niat. Umumnya niat beli adalah suatu pemusatan perhatian individu terhadap suatu barang yang disertai dengan perasaan senang terhadap barang tersebut, sehingga niat tersebut menimbulkan keinginan dan kemudian timbul perasaan yang meyakinkan individu bahwa barang tersebut memiliki manfaat, dan individu ingin memiliki barang tersebut dengan cara membeli dengan uang.
12
jasa maka hal itu akan memperkuat niat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan niat, rasa senang dan puas disini meliputi bauran produk, layanan dan fasilitas, serta harga yang dibayarkan oleh konsumen sesuai dengan yang diinginkan dan diharapkan oleh konsumen tersebut (Razzaq, et.al (2016)). Schiffman dan Kanuk (2007), menjelaskan bahwa pengaruh eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk (seberapa jauh konsumen mengenal serta mendapatkan informasi mengenai produk baik merek, review, serta rasa percaya terhadap produk tersebut) dan evaluasi alternatif adalah faktor yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Pengaruh eksternal (input) tersebut terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya.
13
langsung dengan proses pengambilan keputusan (apa yang diinginkan oleh konsumen, pengetahuan akan pilihan yang bervariasi, informasi yang mereka dapat, dan hasil evaluasi mereka mengenai produk serta alternatif yang mereka dapat).
Pemaparan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa niat beli konsumen dipengaruhi oleh rasa senang dan puas terhadap produk, pengenalan produk (seberapa jauh konsumen mengenal serta mendapatkan informasi mengenai produk baik merek, review, serta rasa percaya terhadap produk tersebut), evaluasi terhadap produk baik produk pengganti, kualitas, dan merek produk, rekomendasi orang lain terhadap suatu produk, persepsi konsumen, serta jaminan atas kualitas yang akan selalu terjaga yang kemudian akan membuat konsumen menjadi loyal terhadap produk tersebut. Hal-hal tersebut membuat peneliti mengelompokkan faktor-faktor tersebut menjadi tiga kelompok yaitu value equity (meliputi rasa senang dan puas terhadap produk dan persepsi konsumen), relationship equity (meliputi jaminan kualitas produk yang selalu terjaga) dan brand equity (meliputi pengenalan produk dan evaluasi terhadap produk tersebut) yang kemudian menjadi variabel bebas daalam penelitian ini.
14
peninggatan value equity, relationship equity dan brand equity yang diterima oleh konsumen.
B. Variabel Penelitian
Ada beberapa hal penting dalam strategi pemasaran yang harus disampaikan kepada konsumen ntuk meningkatkan niat beli konsumen dan menjaga loyalitas konsumen, yaitu value equity, relationship equity, dan brand equity (Kosarzadeh dan Hamdi, 2015), sehingga ketiga hal tersebut menjadi variabel dalam penelitian ini yang akan berhubungan dengan niat beli konsumen. Penelitian ini memiliki tiga variabel bebas (X1, X2, dan X3) dan satu variabel terikat (Y) yaitu:
1. Value Equity (X1)
Kosarzadeh dan Hamdi (2015), meneranghan bahwa value equity atau ekuitas nilai adalah penilaian objektif dari konsumen berdasarkan nilai yang diterima dari objek wisata tersebut. Nilai ekuitas merupakan rasio dari keseluruhan evaluasi pelanggan terhadap apa yang diterima dibandingkan dengan apa yang dibayar atau dikorbankan. Nilai yang didapat oleh wisatawan dapat berdasarkan pada kualitas, harga, kemudahan akses, layanan, kenyamana, dan lain sebagainya. Konsumen dalam penelitian ini merupakan wisatawan atau pengunjung objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung.
15
berpendapat bahwa value equity umumnya didapat oleh konsumen dari berbagai aspek seperti harga yang dibayar sebanding dengan kualitas yang didapat, seberapa menariknya objek wisata tersebut, serta penilaian secara keseluruhan terhadap objek wisata tersebut.
2. Relationship Equity (X2)
Hubungan perusahaan dengan lingkungan internal ataupun eksternal perusahaan baik dengan pelanggan, pemasok, pemerintah, ataupun pihak lainnya harus terjaga dengan baik. Hubungan yang terjalin dengan baik khususnya dengan pelanggan akan meningkatkan ataupun mempertahankan loyalitas pelanggan terhadap produk perusahaan, sehingga tentu hal ini sangat penting untuk perusahaan dalam menstabilkan pendapatan.
Kosarzadeh dan Hamdi (2015), relationship equity atau ekuitas keterhubungan adalah komitmen afektif mencakup komponen yang menghubungkan konsumen dengan merek atau perusahaan, relationship equity merupakan kecenderungan pelanggan untuk tetap dalam hubungan dengan merek dagang di luar penilaian subjektif dan objektif. Konsep relationship Equity (nilai) mengungkapkan pentingnya merek dan nilai yang diperoleh tidak mungkin cukup untuk menjaga pelanggan dengan kata lain jika pelanggan menilai produk secara subjektif dan objektif, mereka tidak dapat membeli produk tersebut di masa depan untuk beberapa alasan, termasuk perubahan dalam situasi individual pelanggan atau efek dari pesaing (Oliver, 1999).
16
kuat dengan para pelanggan dan stakeholder lainnya (Vogel, et.al (2008)). Relationship equity yang dibangun oleh suatu perusahaan tentu akan mempengaruhi konsumen, sama halnya dengan objek wisata yang dapat dibangun oleh pengelola objek wisata tersebut. Beberapa indikator dari relaionship equity tersebut meliputi rasa percaya pengunjung dengan objek wisata, rasa senang berada di lokasi, berinteraksi dengan pengunjung lain, kualitas layanan dan fasilitas serta rasa nyaman dan aman berada di lokasi objek wisata tersebut (Kim dan Ko (2012)).
3. Brand Equity (X3)
17
Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa (kotler dan Keller, 2009).
Pembangunan ekuitas merek bergantung pada tiga faktor utama yaitu pilihan awal untuk elemen atau identitas merek yang membentuk merek, cara merek diintegrasikan ke dalam dukungan program pemasaran dan asosiasi yang dipindahkan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan merek dengan entitas lainnya (misalnya perusahaan, negara asal, saluran distribusi atau merek lainnya), selain itu konsep ekuitas merek harus dilengkapi dengan konsep ekuitas pelanggan yang merefleksikan jumlah dari nilai-nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek (Kotler dan Keller, 2009). Ekuitas merek yang dibangun oleh pengelola objek wisata dapat berupa brand yang kuat, objek wisata yang menarik dan unik dibandingkan dengan objek wisata pesaingnya, seberapa sering pengunjung ataupun calon pengunjung memperhatikan postingan mengenai objek wisata tersebut sehingga memunculkan keinginan untuk berkunjung, serta standar etika yang tinggi dalam memperlakukan pengunjung dapat menjadi indikator dari variabel ini.
4. Purchase intention (Y) atau Niat Kunjungan Wisatawan
18
merupakan salah satu dari proses akhir keputusan pembelian konsumen, dalam hal ini pembelian konsumen dapat dipengaruhi oleh value equity, relationship equity dan brand equity dari perusahaan tersebut (Kosarzadeh dan Hamdi, 2015).
Purchase intention ini dapat ditandai dengan apakah pengunjung akan melakukan kunjungan kembali ke objek wisata tersebut serta apakah pengunjung akan merekomendasikan objek wisata tersebut ke orang lain, hal-hal tersebut menjadi indikator dari variabel purchase intention ini (Kim dan Ko (2012)).
C. Rerangka Pemikiran dan Pembentukan Hipotesis
Teori dan variabel yang telah dijelaskan sebelumnya, serta rumusan masalah dan tujuan yang ingin didapat dari penelitian ini, maka peneliti menggunakan hipotesis sebagai berikut:
1. H1: Value equity berpengaruh positif pada niat kunjungan wisatawan.
19
2. H2: Relationship equity berpengaruh positif pada niat kunjungan
wisatawan.
Sama halnya dengan hipotesis pertama, dalam penelitian Kosarzadeh dan Hamdi (2015) memperoleh hasil bahwa relationship equity memiliki pengaruh positif terhadap niat beli konsumen pada produk leather, dan pada penelitian Razzaq, et.al (2017) memperoleh hasil yang sama bahwa value equity memiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat loyalitas konsumen yang dapat disebut juga dengan niat beli konsumen pada supermarket dan bank. Peneliti membentuk hipotesis kedua yaitu “relationship equity memiliki efek positif pada niat kunjungan wisatawan” untuk melihat apakah niat kunjungan akan meningkat seiring dengan peningkatan relationship equity.
3. H3: Brand equity berpengaruh positif pada niat kunjungan wisatawan.
Hasil penelitian dari Kosarzadeh dan Hamdi (2015) memperoleh hasil bahwa brand equity memiliki pengaruh positif terhadap niat beli konsumen pada produk leather, begitu juga pada penelitian Razzaq, et.al (2017) memperoleh hasil bahwa brand equity meiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat loyalitas konsumen yang dapat disebut juga dengan niat beli konsumen pada supermarket dan bank, sehingga peneliti membentuk hipotesis ketiga yaitu “brand equity memiliki efek positif pada niat kunjungan wisatawan” untuk melihat apakah niat kunjungan akan meningkat seiring dengan peningkatan brand equity.
20
[image:39.595.110.514.297.447.2]acuan dasar atau landasan oleh peneliti dalam penelitian yang tengah dilakukan. Secara umum berdasarlan variabel penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian serta hipotesis yang di bentuk oleh peneliti, sehingga peneliti mengadopsi kerangka pemikiran dari penelitian Kosarzadeh dan Hamdi (2015) yang berjudul Studying The Effect Of Social Media On Consumer Purchase Intention, sebagai berikut:
GAMBAR 3. RERANGKA PENELITIAN
D. Kajian Penelitian Terdahulu
Penelitian ini cukup berkaitan dengan penelitian terdahulu, yang memiliki persamaan pada kajian penelitian yaitu menyangkut pada niat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan jurnal acuan dengan judul “Studying the effect of Social Media on Consumer Purchase Intention (Case Study: Leather Products)” oleh Kosarizadeh dan Hamdi (2015).
No (1)
Judul (2)
Jurnal (3)
Alat Analisis (4)
21
TABEL 4. REFERENSI PENELITIAN TERDAHULU
1 Studying the Effect of Social Media on Consumer Purchase Intention (Case Study: Leather Products) Journal of Applied Environmental and Biological Sciencess (ISSN: 2090-4274) Structural Equtions Model, Spss, dan LISREL Value equity,
relationship equity dan brand equity
berpengaruh poitif terhadap niat beli konsumen, sehingga dapat dikatakan bahwa pemasaran media sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi niat beli konsumen No (1) Judul (2) Jurnal (3) Alat Analisis (4) Hasil Penelitian (5)
2 The Moderating Impack of Emotion on Customer Equity drivers and Loyalty Intentions, Evidence of Within Sector Differences Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, Vol. 29 Issue: 2, pp.239-264 Analisis regresi berfrekuensi hirarkis, analisis faktor konfirmatory (CFA), dan AMOS 22. Value equity,
relationship equity dan
brand equity memiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat loyalitas konsumen serta, perilaku konsumen didorong oleh emosi baik di supermarket maupun konteks perbankan 3 Tourist
Satisfaction and Destination Loyalty Intention : A Structur and Categorical Analysis International Journal of Business Science and Applied Managament, Volume I, Issue I, 2006
Structural Equatin Model (SEM) dan Cluster Sample Kepuasan wisatawan adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap faktor kesetiaan objek wisata
4 Pengaruh Atribut Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Kunjungan Kembali Wisatawan (Studi pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya Volume 4 No. 2 Analisis linier berganda dan menggunakan uji t
Atribut produk dapat mempengaruhi keputusan kunjungan kembali wisatawan, namun promosi seperti publisitas, informasi
22
LANJUTAN TABEL 4. REFERENSI PENELITIAN TERDAHULU
Wisata Museum Angkut Kota Batu mempengaruhi keputusan kembali wisatawan. 5 Customer Equity
Drivers and Future Sales American Marketing Association, Journal of Marketing Vol. 72 (November 2008), 98–108 ISSN: 0022-2429 3SCS regresions, regresi linier, regresi nonlinier, value equity,
relationship equity dan
brand equity
merupakan bagian dari ekuitas pelanggan yang secara positif
mempengaruhi niat loyalitas pelanggan terhadap perusahaan dan bahwa niat loyalitas pelanggan memiliki efek positif terhadap penjualan perusahaan di masa depan No (1) Judul (2) Jurnal (3) Alat Analisis (4) Hasil Penelitian (5)
6 Customer Equity Drivers and Purchase Intentions Examining the Customer Equity Framework in the Retail Clothing Industry in a Swedish Context: H&M and Gina Tricot as the Case Study Umeå School of Business Spring Semester, 2011 Master thesis, one-year, 15 hp SPSS 18, regresi linier berganda, regresi logistik, dan uji t
tiga pemodelan ekuitas pelanggan yang menjadi prediktor niat pembelian pelanggan (value equity,
relationship equity, dan brand equity) dengan fokus pada pemeriksaan dan penentuan hubungan nilai dan ekuitas merek terhadap niat beli menghilangkan
relationship equity driver
7 Do social media marketing activities enhance
customer equity? An empirical study of luxury fashion brand Journal of Business Research 65 (2012) 1480– 1486 Confirmatory factor analysis (CFA), analisis korelasi dan regresi
23
LANJUTAN TABEL 4. REFERENSI PENELITIAN TERDAHULU
III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan serta mencatat data, baik data primer maupun data sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun karya ilmiah serta digunakan untuk melakukan penilitian terhadap objek tertentu dengan menggunakan variabel-variabel dalam menelitian dan kemudian digunakan dalam menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan permasalahan yang ada sehingga nantinya didapat suatu kebenaran atas data yang diperoleh.
A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh satu atau beberapa variabel (variabel independen) terhadap variabel lainnya (variabel dependen) dengan desain penelitian klausal. Sugiyono (2014) mengatakan bahwa hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).
24
Penelitian ini berlokasi di salah satu objek wisata yang masih tergolong baru di Kota Bandar Lampung yaitu Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung yang berlokasi di Jl. Hamim RJP, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.
B. Identifikasi Operasional Variabel
Umumnya variabel dalam suatu penelitian dibagi menjadi dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat dan akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (Variabel Independent)
Variabel bebas merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel lainnya (variabel terikat). Pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan tiga variabel bebas yang dianggap akan mempengaruhi varibel terikat yaitu: value equity, relationship equity dan brand equity.
2. Variabel Terikat (Variabel Dependent)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Pada penelitian ini peneliti menggunakan purchase intention atau niat beli konsumen sebagai variabel terikat.
C. Operasionalisasi Variabel
25
TABEL 5. OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN
Variabel (1) Devinisi (2) Indikator (3) Skala Pengukuran (4) Value Equity (X1)
ekuitas nilai adalah penilaian objektif konsumen ( yang dalam hal ini merupakan wisatawan) berdasarkan nilai yang diterima dari objek wisata tersebut
1. Penilaian secara
keseluruhan terhadap objek wisata
2. Rasio harga-kualitas 3. Ketertarikan pengunjung 4. Kelengkapan layanan dan
fasilitas yang sesuai dengan keinginan dan apa yang dicari oleh pengunjung
(Bulir 1 dan 2 berdasarkan penelitian Tellez dan Mazhari (2011), bulir 3 dan 4
berdasarkan penelitian Vogel, et.al (2008))
Likert
Relationship Equity (X2)
nilai yang didapat dari suatu proses untuk menciptakan, mempertahankan dan meningkatkan
hubungan-hubungan yang kuat dengan para pelanggan dan stakeholder lainnya
1.Kepercaaan konsumen terhadap objek wisata 2.Rasa senang pengunjung
bertemu dan berinteraksi dengan pengunjung lain 3.Apakah pengunjung
mengenal karyawan ataupun pengelola objek wisata 4.Kualitas layanan dan
fasilitas objek wisata 5.Keantusiasan pengunjung
ataupun calon pengunjung terhadap objek wisata
(bulir 1, 2 dan 3 berdasarkan penelitian Vogel, et.al (2008), bulir 4 berdasarkan penelitian Tellez dan Mazhari (2011). Serta bulir 5 berdasarkan penelitian Razzaq, et.al (2016))
26
LANJUTAN TABEL 5. OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN
Variabel (1) Devinisi (2) Indikator (3) Skala Pengukuran (4) Brand Equity (X3) nilai yang menggambarkan seberapa kuatnya atau seberapa terkenalnya sebuah merek
1. Brand yang menarik dalam hal ini adalah objek wisata. 2. Brand yang unik dalam hal
ini adalah objek wisata. 3. Brand yang kuat 4. Seberapa sering
pengunjung ataupun calon pengunjung
memperhatikan segala hal mengenai objek wisata 5. Standar etika yang tinggi
dalam memperlakukan pengunjung
(Bulir 3 dan 4 berdasarkan penelitian Tellez dan Mazhari (2011), bulir 1, 2 dan 3 berdasarkan penelitian Vogel, et.al (2008))
Likert
Purchase Intention (Y)
probabilitas mental membentuk perilaku tertentu
1. Keputusan untuk berkunjung kembali 2. Apakah pengunjung akan
merekomendarikan objek wisata kepada orang lain
(berdasarkan penelitian Kim dan Ko (2012))
Likert
27
1. Untuk jawaban sangat setuju (SS) diberi skor 5 2. Untuk jawaban setuju (S) diberi skor 4
3. Untuk jawaban netral (N) diberi skor 3
4. Untuk jawaban tidak setuju (TS) diberi skor 2
5. Untuk jawaban sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Sugiyono (2014), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya mengenai suatu objek ataupun subjek namun juga mengenai karakteristik dan sifat dari objek ataupun subjek tersebut. Populasi dalam penitian ini meliputi seluruh wisatawan atau pengunjung dari objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung.
2. Sampel
Sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, sebagai contoh karena keterbatasann dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (Sugiyono, 2014).
28
pemilihan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling. Accidentalsampling merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan atau siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel (Sugiyono, 2014). Sampel dalam penelitian ini diambil dari wisatawan atau pengunjung yang sedang berada di objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung pada saat penelitian dilakukan.
Jumlah pengunjung objek wisata Puncak Mas Sukadanaham setiap harinya berbeda serta peneliti tidak dapan memprediksi secara pasti berapa jumlah pengunjung yang datang pada saat pengambilan data penelitian dilakukan, sehingga menurut Silaen dan Widiyono (2013) besar sampel yang digunakan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Z2 n = 4 (Moe)2
Keterangan :
n = Jumlah Sampel
Z = Score pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan ditentukan 95%) maka Z = 1,96
Moe = Margin of error, tingkat kesalahan maksimum adalah 10%
Dengan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:
(1,96)2 n = 4(10%)2
29
Perhitungan rumus penentuan ukuran sampel di atas adalah 100 responden, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan 100 orang sebagai responden, responden yang diambil sebagai sempel merupakan pengunjung yang sedang berada di objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung pada saat penelitian dilakukan.
E. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu primer dan sekunder dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Data Primer
30
b. Data Sekunder
Data sekunder menurut Jogiyanto (2010) merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Sedangkan menurut Andi Supangat (2010) data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung untuk mendapatkan informasi (keterangan) objek yang diteliti, biasanya datatersebut diperoleh dari tangan kedua baik dari objek secara individual (responden) maupun dari suatu badan (instansi) yang dengan sengaja melakukan pengumpulan data dari instansi-instansi atau badan lainnya untuk keperluan penelitian dari para pengguna. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, biasanya dari pihak kedua yang mengolah data keperluan orang lain. Data sekunder dapat diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber pada literatur dan buku-buku perpustakaan atau data-data dari perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
2. Teknik Pengumpulan Data
Metode atau teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Studi Pustaka
31
untuk mendapatkan data sekunder yang digunakan sebagai landasan perbandingan dalam menyusun penelitian.
b. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, dimana peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap objek wisata Puncak Mas Sukadanaham dengan datang langsung ke lokasi objek wisata untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai objek wisata yang diteliti. Menurut Sanusi (2011) observasi merupakan cara pengumpulan data melalui proses pencatatan perilaku subjek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti.
c. Wawancara
Tujuan dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti yaitu untuk memperoleh data secara langsung mengenai objek wisata yang diteliti, baik dari pihak pengelola objek wisata maupun pengunjung yang bersedia menjadi responden dari penelitian ini.
d. Kuesioner
32
yang diperoleh langsung dari lapangan melalui proses percobaan, survei, dan observasi. Menurut Azwar (2009), kuesioner merupakan suatu bentuk instrumen pengumpulan data yang sangat fleksibel dan relatif mudah digunakan. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang di adopsi dari penelitian Vogel, et.al (2008), Tellez dan Mazhari (2011), Kim dan Ko (2012), serta jurnal penilitian Razzaq, et.al (2016).
F. Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan dua metode analisis data yaitu uji validitas dan uji reabilitas.
1. Uji Validitas
Uji validitas menunjukan seberapa valid hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu alat ukur atau indikator sesuai dengan konsep teori yang digunakan. Uji Validitas pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) for windows realesed 15.0. Sekaran dan Bougie (2010) menyatakan bahwa, apabila hasil model analisis faktor menunjukkan bahwa dengan signifikansi di bawah 0.05 dan Kaiser-Meyer-Olkin (KMO), anti image, dan factor loading ≥ 0.5 maka dinyatakan valid dan sampel bisa diteliti lebih lanjut.
2. Uji Reabilitas
33
if item deleted berarti instrument tersebut reliabel (Ghozali, 2009), dengan kata lain ketika Instrumen penelitian dikatakan reliabel jika memiliki nilai Alpha Cronbach > 0,60. Jika nilainya lebih kecil dari 0,60 maka kuesioner penelitian ini tidak reliabel.
G. Teknik Analisis Data
Analisis dalam penelitian ini menggunakan suatu teknik yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) for windows realesed 15.0.
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel independen memiliki hubungan yang erat dengan variabel dependen. Model persamaan regresi linier berganda yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, Ferdinand (2014) :
Y = a + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3
Keterangan :
Y = Niat kunjungan wisatawan / purchase intention a = Konstanta
β1- β3 = Koefisien regresi linier berganda dari setiap variabel X1 = Value equity
X2 = Relationship equity X3 = Brand equity
2. Pengujian Hipotesis
34
a. Uji F
Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah variable bebas (X) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak signifikan dengan variable terikat (Y). Hipotesis yang hendak diuji adalah :
H0 : β1 = β2 = β3 = 0
(Tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel independen terhadap variabel dependen)
H0 : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ 0
(Terdapat minimum satu variabel yang berpengaruh secara signifikan variabel independen terhadap variabel dependen)
Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan tingkat kepercayaan variabel secara keseluruhan dengan nilai α. Penelitian ini menggunakan α sebesar 5% atau tingkat keyakinan sebesar 95%. Pengambilan keputusan dalam penelitian ini menggunakan dasar bahwa, jika F hitung < F tabel maka Ho terima dan Ha di tolak, artinya tidak ada variabel independen yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen tetapi jika nilai F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel independen memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
b. Uji t
35
2007). Pada penelitian ini, pengujian statistik uji t dilakukan dengan uji-t pada tingkat keyakinan 95% dengan ketentuan sebagai berikut:
H0 : βi = 0
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independent (X) yaitu value equity (X1), relationship equity (X2) dan brand equity (X3) terhadap niat kunjungan wisatawan (Y), dimana ketika t hitung ≤ t tabel maka, Ho diterima dan Ha ditolak.
Ha : βi ≠ 0
Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independent (X) yaitu value equity (X1), relationship equity (X2) dan brand equity (X3) terhadap niat kunjungan wisatawan (Y), dimana ketika t hitung ≥ t tabel maka, Ha diterima dan Ho ditolak.
3. Uji R2 (R Square)
36
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab iv, value equity, relationship equity dan brand equity terhadap purchase intention atau niat kunjungan wisatawan domestik pada objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung dan didapat kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil koefisien regresi linier berganda, nilai sig. dan β menunjukan bahwa ketiga variabel X mempengaruhi tingkat purchase intention atau niat kunjungan wisatawan secara positif, dengan pengaruh terbesar pada variabel brad equity.
2. Berdasarkan pada uji f yang telah dilakukan, memperoleh hasil bahwa f hitung > f tabel yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, secara simultan variabel bebas yaitu value equity (X1), nilai relationship equity (X2) dan brand equity (X3), berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap purchase intention atau niat kunjungan wisatawan (Y) yang berkunjung ke objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung.
60
pengaruh secara parsial dan signifikan terhadap purchase intention atau niat kunjungan wisatawan sebagai variabel Y.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut ada beberapa saran yang peneliti ajukan dan dapat dijadikan acuan sesuai dengan hasil penelitian, diantaranya :
1. Penting untuk pengelola objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung agar meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pada objek wisata dengan melakukan perawatan pada fasilitas yang ada termasuk taman, rumah pohon dan pondokan, serta menambah wahana baru seperti arena outbond dan mengadakan kotak saran ataupun membuat call center sebagai wadah pengaduan dan saran pengunjung mengenai objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung.
2. Disarankan pengelola untuk melakukan promo potongan harga untuk pelajar dan mahasiswa dengan menunjukan kartu pelajar atau pun kartu mahasiswa pada petugas tiket masuk.
3. Sebaiknya karyawan pada objek wisata Puncak Mas Sukadanaham Bandar Lampung menggunakan baju seragam dan id card atau name tag yang mencamtumkan nama dari karyawan tersebut sehingga pengunjung dapat membedakan karyawan objek wisata dengan pengunjung lainnya.
61