SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN
360 DERAJAT PADA PLTD/G TARAHAN BANDAR LAMPUNG
(Skripsi)
Oleh
ULFAH SEPTIANI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRACT
INFORMATION SYSTEM OF ASSESSMENT EMPLOYEES PERFORMANCE BASED ON SIMPE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
AND 360 DEGREES METHODS IN THE PLTD/G TARAHAN BANDAR
LAMPUNG
Oleh
ULFAH SEPTIANI
PT. PLN (Persero) or PT. Electricity Company of State is one of company in BUMN (State-owned enterprise) which is in charge in electricity sector in Indonesia state. Assesment employees performance in every company very impotant where can achive goals in organization by every employees example working targets. Nowadays PLTD/G Tarahan need information system of assessment employees that can help in the assessment process with suitable methods but not changed assessment criteria or assessment process have been implied. Assesment employees criteria in this research use 360 degrees and calculating assessment value use Simple Additive Weighting (SAW) method with 3 criteria such as absenteeism, work realization and character (assessment of co-workers). In this system built using Programming Hypertext Prepocesor (PHP) language based web. The research result system used Black Box doing by 2 staff in PTLD/G Tarahan resolved what user needed. Calculation testing has been done using system and manual can get the same result. Based on questionnaire testing by admin, leader and each member get incoming results at intervals 80% - 100 % with very good category.
ABSTRAK
SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS
METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN 360 DERAJAT
PADA PLTD/G TARAHAN BANDAR LAMPUNG
Oleh
ULFAH SEPTIANI
PT PLN (Persero) atau PT Perusahaan Listrik Negara merupakan salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang membidangi sektor usaha kelistrikan di negara Indonesia. Penilaian kinerja karyawan pada setiap perusahaan sangat penting, dimana tujuan organisasi yang dapat dicapai oleh setiap karyawan salah satunya yaitu tercapainya target kerja. Saat ini PLTD/G Tarahan membutuhkan sistem penilaian kinerja karyawan yang dapat membantu proses penilaian dengan menggunakan metode yang sesuai, tetapi tidak mengubah kriteria penilaian ataupun proses penilaian yang sudah ditetapkan. Metode penilaian kinerja karyawan yang digunakan pada penelitian ini adalah 360 Derajat, dalam melakukan perhitungan nilai kinerja menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan 3 kriteria yaitu Absensi, Realisasi Kerja, dan Karakter (Penilaian Rekan Kerja). Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) berbasis web. Hasil pengujian sistem menggunakan Black Box yang dilakukan oleh 2 staff PLTD/G Tarahan menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian perhitungan yang dilakukan menggunakan sistem dan manual mendapatkan hasil yang sama. Berdasarkan pengujian kuisioner yang dilakukan oleh admin, pimpinan, dan anggota mendapatkan hasil yang masuk pada interval 80% - 100% dengan kategori sangat baik.
iv
SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN
360 DERAJAT PADA PLTD/G TARAHAN BANDAR LAMPUNG
Oleh
ULFAH SEPTIANI
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
SARJANA KOMPUTER
Pada
Jurusan Ilmu Komputer
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG
viii RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada 23 September 1995 di Bandar
Lampung, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara
dengan Ayah bernama Husni dan Ibu bernama Elita Sari.
Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak
Trisula II Bandar Lampung pada tahun 2000. Penulis
terdaftar sebagai siswa di SD Negeri 2 Palapa Bandar
Lampung pada tahun 2001. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah
dasar, pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Negeri 25 Bandar Lampung. Pada tahun 2010, penulis lulus dari
SMP dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10
Bandar Lampung. Selama menempuh pendidikan tersebut, penulis aktif di
ektrakulikuler Marching Band Gita Bahana. Pada tahun 2013, penulis terdaftar
sebagai mahasiswi Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Selama menjadi mahasiswa penulis
mengikuti beberapa kegiatan yang dilakukan penulis antara lain:
1. Pada bulan Januari 2014 penulis mengikuti Karya Wisata Ilmiah di Desa
Mulyosari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.
2. Anggota Bidang Eksternal Himakom periode 2014 / 2015.
3. Lolos PKM Karsa Cipta tahun 2015.
ix 5. Sekretaris Bidang Kaderisasi Himakom periode 2015/2016.
6. Pada bulan Januari 2016 penulis mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Desa Bujung Buring Baru, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.
7. Pada Juli s.d Agustus 2016 penulis mengikuti Kerja Praktek (KP) di
x
PERSEMBAHAN
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya
sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
Teruntuk Ayah dan Ibuku yang sangat kucintai, kupersembahkan skripsi ini.
Terimakasih untuk kasih sayang, perhatian, pengorbanan, usaha, dukungan moril maupun
materi, motivasi dan do’a-do’a yang tiada henti untuk kesuksesanku.
Teruntuk Kedua Adikku tercinta Muhammad Arie Husaini dan Ramandha Naia Husaini,
serta Chaidir dan sahabat-sahabat yang selama ini memberikan kebahagiaan, motivasi,
dukungan dan doa.
Keluarga Ilmu Komputer 2013
Serta Almamater Tercinta,
xi
MOTTO
“It is fine to celebrate success, but it is more important to heed to lesson of
failure.”
(Bill Gates)
“Allah akan meninggikan orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(Q.S.Al-Mujadalah:11)
“Jangan pernah puas dengan hasil yang telah kita peroleh, selalu dorong diri
kita dan lakukan hal yang orang-orang katakana tidak bisa.”
(Steve Job)
“Kewajiban – kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang kita punya.
Oleh karena itu gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya dan ringkas
pelaksanaannya.”
xii SANWACANA
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, kesehatan dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi yang berjudul “Sistem Informasi Penilaian Kinerja Karyawan
Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan 360 Derajat pada PLTD/G
Tarahan” dengan baik.
Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan
berperan besar dalam penyusunan skripsi ini, seperti antara lain:
1. Kedua orang tua tercinta, Bapak Husni dan Ibu Elita Sari berserta keluarga
besar yang selalu memberi do‟a, motivasi, dan kasih sayang yang tak
terhingga.
2. Adik tercinta Muhammad Arie Husaini dan Ramandha Naia Husaini yang
selalu menghibur, memberi semangat, mendoakan, serta membahagiakan
penulis.
3. Chaidir yang selalu ada untuk menemani, menghibur, memberikan nasihat,
memberikan saran, memberi dukungan dan semangat, serta mendoakan
penulis semasa perkuliahan dan penyusunan skripsi.
4. Bapak Tristiyanto, S.Kom., M.I.S. sebagai pembimbing utama, yang telah
xiii masa perkuliahan dan penyusunan skripsi sehingga penulis bisa sampai di
tahap ini.
5. Ibu Anie Rose Irawati, S.T., M.Cs. sebagai pembahas I, yang telah
memberikan komentar dan masukan yang bermanfaat untuk perbaikan
dalam penyusunan skripsi ini.
6. Bapak Dwi Sakethi S.Si., M.Kom. sebagai pembahas II, yang telah
memberikan komentar dan masukan yang bermanfaat untuk perbaikan
dalam penyusunan skripsi ini.
7. Bapak Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. selaku Dekan FMIPA
Universitas Lampung.
8. Bapak Dr. Ir. Kurnia Muludi, M.S.Sc., selaku Ketua Jurusan Ilmu
Komputer FMIPA Universitas Lampung.
9. Bapak Didik Kurniawan, S.Si., M.T., selaku Sekretaris Jurusan Ilmu
Komputer FMIPA Universitas Lampung.
10.Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Ilmu Komputer yang telah memberikan
ilmu dan pengalaman hidup selama penulis menjadi mahasiswa.
11.Ibu Ade Nora Maela dan Pak Irsan yang telah membantu segala urusan
administrasi penulis di Jurusan Ilmu Komputer.
12.Sahabat-sahabat terbaik Ayu Retno B, Nindy Lucky J, Ayu Mansi, Nyiayu
Vandea, Ika Karmelita, Dinda Yuti M, Anggun Kusuma, Fista S, Sagina
Mentari yang selalu mendukung, menghibur dengan canda tawa, serta
selalu saling mendoakan untuk kesuksesan bersama.
13.Sahabat - sahabat terbaik Putri Dwi Pangestu, Diajenk Anggraini, Rita
xiv Adib, Danzen Hangga, dan Widi Novian yang selalu mendukung,
menghibur, mendoakan, serta selalu setia menemani dan direpotkan
terutama dimasa perkuliahan dan penyusunan skripsi ini.
14.Teman - teman semasa kuliah Ully Novianti S, Khanza Puspa N, Dyah
Ayu S, Mita Fuljana, Mevici Dianresti, Nisrina, Wibi Cahyo, Faiq, Wika
yang telah membantu semasa perkuliahan.
15.Teman-teman mahasiswa Ilmu Komputer Angkatan 2013 yang selalu
memberikan masukan dan dukungan.
16.Keluarga besar HIMAKOM yang telah memberikan berbagai pelajaran
dan kenangan berharga selama proses berorganisasi.
17.Almamater Tercinta, Universitas Lampung yang telah memberikan penulis
kesempatan untuk menempuh pendidikan perkuliahan S1 dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan, akan tetapi penulis mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak terutama rekan-rekan Jurusan Ilmu Komputer.
Bandar Lampung, 14 Desember 2017
xv DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... xv
DAFTAR TABEL ... xvii
DAFTAR GAMBAR ... xviii
DAFTAR KODE ... xxi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Batasan Masalah ... 4
1.4 Tujuan ... 5
1.5 Manfaat ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu ... 6
2.2 Definisi Sistem... 7
2.3 Definisi Informasi ... 9
2.4 Definisi Sistem Informasi ... 9
2.5 Definisi Sistem Informasi Manajemen ... 11
2.6 Definisi Karyawan ... 11
2.7 Penilaian Kinerja ... 12
2.8 Ukuran Penilaian Kinerja Karyawan ... 13
2.9 Metode Simple Additive Weighting (SAW) ... 13
2.10 Metode 360 Derajat ... 15
2.11 Bahasa Pemrograman PHP ... 16
2.12 Bahasa Pemrograman HTML ... 17
2.13 MySQL (My Structured Query Language) ... 18
2.14 Metode Pengembangan Sistem ... 19
2.15 Unifed Modeling Language (UML) ... 21
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 23
3.2 Perangkat ... 23
3.3 Metodologi Penelitian ... 24
3.3.1 Metode 360 Derajat... 25
3.4 Metode Pengembangan Sistem ... 25
xvi
3.6 Analisis ... 27
3.6.1 Perhitungan Penilaian Kinerja Karyawan ... 28
3.7 Desain ... 34
3.7.1 Rancangan Proses ... 35
3.7.1.1 Usecase Diagram ... 35
3.7.1.2 Activity Diagram ... 37
3.7.1.3 Sequence Diagram ... 52
3.7.1.4 Class Diagram ... 65
3.7.2 Rancangan Antar Muka (Interface Design) ... 65
3.8 Pengujian ... 75
3.8.1 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Admin ... 75
3.8.2 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Pimpinan ... 78
3.8.3 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Karyawan ... 79
3.9 Penulisan Laporan ... 81
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Sistem ... 83
4.1.1 Halaman Login ... 84
4.1.2 Halaman Utama Admin ... 85
4.1.3 Halaman Menu Data Master ... 86
4.1.4 Halaman Menu Data SAW ... 96
4.1.5 Halaman Menu Laporan ... 104
4.1.6 Halaman Menu Pengaturan Semester ... 106
4.1.7 Halaman Tampilan Utama Pimpinan ... 111
4.1.8 Halaman Menu Data Kinerja Pimpinan ... 113
4.1.9 Halaman Menu Jobdesk Pimpinan... 116
4.1.10 Halaman Menu Data Karyawan Divisi Pimpinan 118 4.1.11 Halaman Menu Data Karakter (Nilai Rekan) Pimpinan ... 119
4.1.12 Halaman Menu Laporan Pimpinan ... 124
4.1.13 Halaman Tampilan Utama Karyawan ... 132
4.1.14 Halaman Menu Data Kinerja Karyawan ... 133
4.1.15 Halaman Menu Data Karakter (Nilai Rekan) Karyawan ... 137
4.2 Pengujian Sistem ... 141
4.2.1 Pengujian Fungsional Sistem ... 141
4.2.2 Pengujian Perhitungan ... 149
4.2.3 Pengujian Tingkat Kepuasan Pengguna... 151
4.2.4 Analisis Hasil Kuisioner ... 155
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 158
5.2 Saran ... 159
xvii DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
3.1 Bobot Pada Kriteria ... 27
3.1 Data Karyawan ... 28
3.3 Sistem Penilaian Absensi (C1) ... 29
3.4 Sistem Peniaian Realisasi Kerja (C2) ... 29
3.5 Parameter Penilaian Karakter ... 29
3.6 Range Penilaian ... 29
3.7 Sistem Penilaian Karakter (C3) ... 29
3.8 Tabel Kecocokan Pada Tiap Kriteria ... 30
3.9 Parameter Batasan Nilai ... 33
3.10 Hasil Perhitungan Penilaian Kinerja Karyawan ... 33
3.11 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Admin ... 75
3.12 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Pimpinan .... 78
3.13 Rancangan Pengujian Fungsional Sistem Pada Karyawan ... 79
4.1 Pengujian Fungsional Sistem Pada Admin ... 143
4.2 Pengujian Fungsional Sistem Pada Pimpinan ... 146
4.3 Pengujian Fungsional Sistem Pada Karyawan ... 148
4.4 Tabel Kriteria Karyawan ... 150
4.5 Tabel Bobot Kriteria Karyawan ... 151
4.6 Tabel Pengujian Perhitungan Sistem Penilaian Kinerja... 152
4.7 Hasil Jawaban Kuisioner Oleh Admin ... 153
4.8 Hasil Jawaban Kuisioner Oleh Pimpinan ... 154
4.9 Hasil Jawaban Kuisioner Oleh Karyawan... 155
4.10 Interval Setiap Kategori Penilaian ... 156
xviii DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1 Siklus Informasi ... 9
2.2 Metode Waterfall ... 19
3.1 FlowchartMetodologi Penelitian ... 23
3.2 Metode 360 Derajat (Pella dan Inayati, 2011) ... 24
3.3 Metode Waterfall ... 25
3.4 Usecase Diagram ... 35
3.5 Activity Diagram Login Admin ... 36
3.6 Activity Diagram Input Data Master Oleh Admin ... 37
3.7 Activity Diagram Edit Data Master Oleh Admin ... 38
3.8 Activity Diagram Hapus data Master Oleh Admin ... 38
3.9 Activity Diagram Data SAW Oleh Admin ... 39
3.10 Activity Diagram Input Data Absensi Oleh Admin ... 40
3.11 Activity Diagram Laporan Admin ... 41
3.12 Activity Diagram Pengaturan Semeter Oleh Admin ... 42
3.13 Activity Diagram Pengaturan Semester Bagian Periode ... 42
3.14 Activity Diagram Login Pimpinan ... 43
3.15 Activity Diagram Input Data Kinerja Oleh Pimpinan... 44
3.16 Activity Diagram Edit Data Kinerja Oleh Pimpinan ... 45
3.17 Activity Diagram Hapus Data Kinerja Oleh Pimpinan ... 46
3.18 Activity Diagram Penilaian Kinerja Karyawan Pimpinan .... 47
3.19 Activity Diagram Laporan Perhitungan Oleh Pimpinan ... 47
3.20 Activity Diagram Login Karyawan ... 48
3.21 Activity Diagram Input Data Kinerja Oleh Karyawan ... 49
3.22 Activity Diagram Edit Data Kinerja Oleh Karyawan ... 50
3.23 Activity Diagram Penilaian Rekan Kerja Oleh Karyawan ... 51
3.24 Sequence Diagram Login Admin ... 52
3.25 Sequence Diagram Input Data Master Oleh Admin ... 52
3.26 Sequence Diagram Edit, Simpan, Hapus Data Master ... 53
3.27 Sequence Diagram Data SAW Oleh Admin ... 54
3.28 Sequence Diagram Data Absensi Oleh Admin ... 55
3.29 Sequence Diagram Laporan Admin ... 55
3.30 Sequence Diagram Pengaturan Semester oleh Admin ... 56
3.31 Sequence Diagram Pengaturan Semester Bagian Periode .... 57
3.32 Sequence Diagram Login Pimpinan... 57
3.33 Sequence Diagram Input Data Kinerja Oleh Pimpinan ... 58
3.34 Sequence Diagram Edit, Simpan, Hapus Data Kinerja ... 59
xix
3.36 Sequence Diagram Laporan Perhitungan Oleh Pimpinan ... 61
3.37 Sequence Diagram Login Karyawan ... 61
3.38 Sequence Diagram Input Data Kinerja Oleh Karyawan ... 62
3.39 Sequence Diagram Edit, Simpan, Hapus Data Kinerja ... 63
3.40 Sequence Diagram Nilai Rekan Kerja Oleh Karyawan ... 64
3.41 Class Diagram ... 65
3.42 Form Login ... 66
3.43 Halaman Utama Admin ... 66
3.44 Halaman Utama Pimpinan ... 67
3.45 Halaman Utama Karyawan ... 67
3.46 Rancangam Halaman Data Master ... 68
3.47 Rancangan Data Master Karyawan ... 68
3.48 Rancangan Form Input Data Karyawan ... 69
3.49 Rancangan Data Master Divisi... 69
3.50 Rancangan Data Absensi... 70
3.51 Rancangan Data Kinerja ... 70
3.52 Rancangan Data Nilai Rekan ... 71
3.53 Rancangan Laporan Penilaian Kinerja ... 71
3.54 Rancangan Pengaturan Semester ... 72
3.55 Rancangan Pengaturan Semester Bagian Periode ... 72
3.56 Rancangan Input Data Kinerja Karyawan... 73
3.57 Rancangan Input Data Penilaian Rekan Kerja ... 73
3.58 Rancangan Laporan Perhitungan Oleh Pimpinan ... 74
4.1 Halaman Login ... 84
4.2 Halaman Utama Admin ... 85
4.3 Halaman Menu Data Master ... 87
4.4 Halaman Data Karyawan ... 87
4.5 Halaman Input Data Karyawan ... 91
4.6 Halaman Data Divisi ... 92
4.7 Halaman Menu Data SAW... 96
4.8 Halaman Data Absensi ... 97
4.9 Halaman Data Kinerja ... 101
4.10 Halaman Data Karakter (Nilai Rekan) ... 102
4.11 Halaman Laporan Bagian Data Nilai ... 104
4.12 Halaman Laporan Bagian Normalisasi ... 105
4.13 Halaman Laporan Bagian Hasil Akhir ... 106
4.14 Halaman Pengaturan Semester ... 107
4.15 Halaman Pengaturan Semester Bagian Periode ... 109
4.16 Halaman Pengaturan Maksimal Penilaian Random ... 110
4.17 Halaman Utama Pimpinan ... 112
4.18 Halaman Data Kinerja Pimpinan ... 113
4.19 Halaman Data Input Jobdesk ... 117
4.20 Halaman Data Karyawan Divisi Pimpinan ... 118
4.21 Halaman Data Karakter (Nilai Rekan) Pimpinan... 119
4.22 Halaman Input Data Karakter (Nilai Rekan) ... 123
4.23 Halaman Menu Laporan Pimpinan ... 125
4.24 Halaman Laporan Bagian Data Nilai Perhitungan SAW ... 127
xx
4.26 Halaman Utama Karyawan ... 132
4.27 Halaman Data Kinerja Karyawan ... 133
4.28 Halaman Menu Data Karakter (Nilai Rekan) Random 1 ... 137
4.29 Halaman Menu Data Karakter (Nilai Rekan) Random 2 ... 138
4.30 Grafik Persentase Responden Admin ... 155
4.31 Grafik Persentase Responden Pimpinan ... 156
xxi DAFTAR KODE
KODE Halaman
4.1 Potongan Kode Program Tampilan Halaman Login ... 84
4.2 Potongan Kode Program Tampilan Halaman Homde Admin 86
4.3 Potongan Kode Program Tampilan Data Karyawan ... 88
4.4 Potongan Kode Program Tampilan Tabel Data Karyawan ... 88
4.5 Potongan Kode Program Tampilan Hapus Data Karyawan .... 89
4.6 Potongan Kode Program Tampilan Edit Data Karyawan ... 90
4.7 Potongan Kode Program Menampilkan Form Input Data Karyawan ... 91
4.8 Potongan Kode Program Tampilan Form Data Karyawan ... 91
4.9 Potongan Kode Program Tampilan Input Data Divisi ... 93
4.10 Potongan Kode Program Tampilan Tabel Data Divisi ... 93
4.11 Potongan Kode Program Database Divisi ... 94
4.12 Potongan Kode Program Hapus, Edit, Tambah Data Divisi . 95 4.13 Potongan Kode Program Halaman Data Absensi Karyawan 97 4.14 Potongan Kode Program Fungsi Data Absensi ... 99
4.15 Potongan Kode Program Aksi Data Absensi ... 99
4.16 Potongan Kode Program Data SAW Kinerja Karyawan ... 101
4.17 Potongan Kode Program Data SAW Rekan Kerja ... 103
4.18 Potongan Kode Program Fungsi Metode SAW ... 104
4.19 Potongan Kode Program Halaman Pengaturan Semester ... 107
4.20 Potongan Kode Program Halaman Pengaturan Semester Bagian Periode ... 109
4.21 Potongan Kode Program Semester Bagian Jumlah Random 111 4.22 Potongan Kode Program Halaman Utama Pimpinan ... 112
4.23 Potongan Kode Program Halaman Data Kinerja Pimpinan .. 113
4.24 Potongan Kode Program Halaman Tabel Data Kinerja ... 114
4.25 Potongan Kode Program Halaman Tabel Data Kinerja ... 115
4.26 Potongan Kode Program Halaman Hapus, Edit, Tambah Data Kinerja ... 115
4.27 Potongan Kode Program Halaman Data Input Jobdesk ... 117
4.28 Potongan Kode Program Data Karyawan Divisi Pimpinan .. 118
4.29 Potongan Kode Program Halaman Nilai Rekan Pimpinan ... 120
4.30 Potongan Kode Program Halaman Tabel Nilai Rekan ... 121
4.31 Potongan Kode Program Database Nilai Rekan Pimpinan ... 121
xxii 4.34 Potongan Kode Program Halaman Laporan Pimpinan ... 126
4.35 Potongan Kode Program Pembobotan Nilai ... 127 4.36 Potongan Kode Program Data Nilai Perhitungan SAW ... 128 4.37 Potongan Kode Program Halaman Data Nilai Perhitungan
1 I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT PLN (Persero) atau PT Perusahaan Listrik Negara merupakan salah satu
perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang membidangi sektor usaha
kelistrikan di negara Indonesia. Dengan visi untuk “Diakui sebagai Perusahaan
Kelas Dunia yang bertumbuh kembang, unggul, terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani”. PLTD/G Tarahan memiliki komitmen untuk menyalurkan
listrik ke seluruh Nusantara.
Penilaian kinerja karyawan pada PLTD/G Tarahan diambil berdasarkan beberapa
kriteria yaitu absensi, realisasi kerja, dan penilaian rekan kerja berdasarkan
karakter. Terdapat 55 orang karyawan pada PLTD/G Tarahan dengan 5 bidang
divisi diantaranya yaitu Divisi Sumber Daya Manusia yang mengelola manajemen
SDM berbasis kompetensi, pengembangan organisasi, anggaran karyawan,
pengelolaan data, dan administrasi kepegawaian serta hubungan industrial.
Kemudian Divisi Operasi dan Pembangkit yaitu mengelola dan memelihara
seluruh pembangkit listrik sesuai dengan standarnya. Lalu Divisi Sekretariat
Umum yaitu mengatur kegiatan kesekretariatan dan kearsipan kegiatan dinas,
2 lingkungan kantor. Selanjutnya Divisi Akuntansi yaitu mengelola akuntansi unit
sesuai dengan standar akuntansi keuangan, serta menyajikan laporan keuangan
yang akurat. Terakhir Divisi Engineering yaitu mengelola strategi standarisasi dan
penerapan sistem pengelolaan jaringan distribusi dan pembangkit.
Penilaian kinerja karyawan pada setiap perusahaan sangat penting, hal ini dapat
memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan individual maupun organisasi.
Dimana tujuan organisasi yang dapat dicapai oleh setiap karyawan salah satunya
yaitu tercapainya target kerja. Setiap perusahaan memiliki target kerja yang harus
dicapai tiap periode kerjanya, guna menunjang kualitas perusahaan tersebut.
Untuk mencapai target kerja tersebut setiap karyawan harus lebih giat dan
memaksimalkan potensinya di masing-masing bidang yang dikuasainya. Selain itu
tujuan individual yang dapat dicapai oleh karyawan yaitu mendapatkan reward
atau penaikan gaji, serta penempatan jabatan apabila kinerjanya selalu meningkat.
Kemudian dengan adanya penilaian kinerja ini karyawan juga dapat melakukan
perbaikan kinerja apabila potensial kinerja sebelumnya kurang baik.
Saat ini PLTD/G Tarahan membutuhkan sebuah sistem informasi penilaian
kinerja karyawan yang dapat membantu proses penilaian dengan menggunakan
metode yang sesuai, tetapi tidak mengubah kriteria penilaian ataupun proses
penilaian yang sudah ditetapkan. Dibutuhkannya sistem informasi ini agar proses
penilaian kinerja karyawan berjalan dengan baik tiap semesternya, pendataan nilai
terstruktur rapi, akurat dalam penilaian setiap karyawan, efisien dalam waktu serta
sangat efektif dalam penggunaanya baik untuk penilaian yang dilakukan oleh
3 Berdasarkan uraian di atas untuk memperoleh keakurasian data, kecepatan waktu,
dan obyektifitas dalam proses penilaian kinerja pegawai PLTD/G Tarahan, maka
sangat diperlukan sistem informasi yang dapat membantu proses penilaian kinerja
karyawan agar tetap berjalan dengan baik setiap saat. Sistem informasi penilaian
kinerja karyawan ini dapat diimplementasikan menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan sistem database MySQL dengan metode Simple Additive
Weighting (SAW) dan Metode 360 Derajat.
Dari beberapa metode yang memungkinkan, dipilih metode Simple Additive
Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot
untuk setiap atribut,kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan
menyeleksi alternatif terbaik darisejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang
dimaksud adalah yang berhak menerima reward berdasarkan kriteria-kriteria yang
ditentukan.
Selain metode Simple Additive Weighting (SAW), pembuatan sistem juga
menggunakan Metode 360 Derajat. Dimana metode 360 Derajat merupakan suatu
metode penilaian kinerja karyawan yang memungkinkan pegawai untuk
memperoleh penilaian dari segala arah, dari atasan, bawahan dan rekan kerjanya.
Menurut Antonini (1996), cara kerja metode penilaian 360 derajat adalah
penilaian seorang pegawai tidak saja diambil dari penilaian atasan langsung
ataupun atasan kedua di atasnya, akan tetapi juga dimintakan dari rekan sekerja
yang satu level maupun dari bawahan langsung yang bersangkutan kontribusi atau
presentase penilaian terbesar tetap berasal dari atasan langsung dan atasan kedua
4 Melihat latar belakang tersebut maka perlu implementasi sebuah sistem informasi
dengan metode yang sesuai penilaian sehingga memberikan keunggulan
tersendiri. Dalam penelitian ini maka penulis memberi judul “Sistem Informasi
Penilaian Kinerja Karyawan Berbasis Metode Simple Additive Weighting (SAW)
dan 360 Derajat Pada PLTD/G Tarahan”. Perancangan sistem informasi ini
diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan perusahaan terkait
penilaian kinerja karyawan dan dapat mendukung proses bisnis dari perusahaan
secara menyeluruh.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, rumusan masalah yang disimpulkan yaitu
bagaimana membangun suatu sistem informasi penilaian kinerja karyawan di
PLTD/G Tarahan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan
360 Derajat untuk membantu dalam melakukan penilaian kinerja karyawan per
semesternya.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang ada pada sistem adalah sebagai berikut :
1. Sistem yang dikembangkan adalah sistem informasi penilaian kinerja
karyawan berbasis metode Simple Additive Weighting (SAW) dan 360
Derajat.
2. Sistem informasi yang dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa
5 3. Proses yang dilakukan meliputi beberapa kriteria penilaian kinerja karyawan
yang terdiri dari absensi, realisasi kerja, dan penilaian rekan berdasarkan
karakter.
4. Metode pengembangan sistem menggunakan Bootstrap dengan model yang
dipakai adalah Waterfall.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengembangkan sebuah Sistem
Informasi Penilaian Kinerja Karyawan pada PLTD/G Tarahan serta dapat
mengimplementasikannya menggunakan metode Simple Additive Weighting
(SAW) dan 360 Derajat terkait sebagai sistem pendukung agar penilaian kinerja
karyawan dapat selalu berjalan dengan baik.
1.5 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari pengembangan sistem informasi penilaian kinerja
karyawan antara lain:
1. Mempercepat dalam pengolahan dan pengarsipan penilaian kinerja karyawan.
2. Memberikan kemudahan dalam mengontrol dan mengevaluasi kinerja
karyawan.
3. Memudahkan dalam pemberian insentif.
6 II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Menurut penelitian Sulistyawan (2015), yang telah membangun sistem informasi
penilaian kinerja karyawan menggunakan metode Graphic Rating Scales dan 360
Derajat. Dalam penelitiannya penilaian dilakukan berdasarkan dua arah yaitu
atasan dan bawahan. Perhitungan penilaian kinerja dilakukan dengan
menggunakan skala berupa angka dan nilai mulai dari yang terendah hingga ke
yang tinggi. Hasil perhitungan yang didapat yaitu dalam bentuk skala grafik, serta
menghasilkan rekap laporan untuk masing-masing karyawan sebagai ukuran
kinerja tiap periodenya.
Menurut penelitian Endro dkk (2015), yang telah membangun sistem pendukung
keputusan karyawan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting).
Dalam penilitiannya penilaian dilakukan untuk mencari alternativ terbaik
berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Selain itu dilakukannya
dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses
perangkingan yang akan menentukan alternatif yang optimal. Sehingga
menghasilkan penilaian yang adil berdasarkan kriteria yang ada sesuai dengan
7 2.2 Definisi Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama.
Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya manusia, material, mesin, uang, dan
informasi. Sumber daya tersebut bekerjasama menuju tercapainya suatu tujuan
tertentu yang ditentukan oleh pemilik atau manajemen (Yakub, 2012).
Menurut Yakub (2012), ada beberapa elemen yang membentuk suatu sistem,
yaitu:
a. Tujuan
Tujuan menjadi motivasi yang mengarahkan pada sistem, karena tanpa tujuan
yang jelas sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.
b. Masukan (input)
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan
selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal- hal
berwujud maupun yang tidak berwujud. Masukan berwujud adalah bahan
mentah, sedangkan yang tidak berwujud adalah informasi.
c. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari
masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai.
d. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan sistem dan keluaran dapat
8 e. Batas
Batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar
sistem. Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, dan kemampuan
sistem.
f. Mekanisme pengendalian dan umpan balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan
menggunakan umpan balik (feedback), sedangkan umpan balik ini digunakan
untuk mengendalikan masukan maupun proses. Tujuannya untuk mengatur
agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan
g. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem.
Sistem dalam suatu institusi pemerintahan sangatlah penting, karena sistem
sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik
yang berskala kecil maupun besar. Suatu sistem dapat berjalan dengan baik
diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.
Terdapat berbagai pendapat yang mendefinisikan definisi sistem, seperti di bawah
ini :
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto, 2005).
Penjelasan di atas menjelaskan bahwa sistem bekerja dalam suatu jaringan kerja
dari suatu prosedur nyang saling berhubungan satu sama lain untuk
menyelesainkan tujuan dan sasaran yang dimaksud. Definisi sistem juga dapat
9 menerangkan: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Jogiyanto, 2005).
2.3 Definisi Informasi
Informasi merupakan suatu data yang masih bahan mentah apabila tidak diolah
atau diproses. Data akan menjadi berguna dan menghasilkan suatu informasi
apabila melalui suatu model. Model yang digunakan untuk pengolahan data agar
menjadi suatu informasi bisa disebut siklus pengolahan data seperti berikut ini
[image:31.595.194.456.357.451.2](Sutanta, 2008).
Gambar 2.1. Siklus Informasi
2.4 Definisi Sistem Informasi
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen
dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi
bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
c. Suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
10 suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan
yang diperlukan (Ladjamudin, 2005).
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian , mendukung operasi
,bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto, 2005).
Menurut Yakub (2012) menjelaskan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem
di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan data
transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari
suatu organisasi serta menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- laporan
yang diperlukan. Maka dari pengertian tersebut dapat dinyatakan bahwa:
a. Output dari sistem informasi adalah informasi, relevansi dan kualitas informasi
yang dihasilkan tergantung sepenuhnya pada keinginan manusia. Selain itu
sistem informasi harus tergantung pada empat komponen yaitu: data, perangkat
keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia.
b. Sistem informasi harus jelas tujuannya dan bukan berarti komputerisasi total.
Komputerisasi hanya dikenakan secara selektif terhadap aktifitas aktifitas yang
berhubungan dengan data yang berskala besar tapi memerlukan proses yang
menuntut ketelitian dan kecepatan tinggi, serta pekerjaan yang secara manual
sudah tidak mungkin dipertahankan.
c. Sistem informasi adalah proses yang berlangsung secara periodik dan
beroperasi dalam suatu siklus yang bergerak secara teratur. Oleh karena itu,
11 d. Sistem informasi memerlukan satu pengelola yang berperan sebagai
koordinator, baik dalam pemeliharaan maupun dalam pengembangan. Oleh
karena itu, sistem informasi perlu penempatan dalam bentuk fungsi tersendiri
dari suatu organisasi atau unit kerja.
e. Sistem informasi manajemen pada hakikatanya menuntut adanya keteraturan
dari seluruh jajaran unit organisasi dan unit kerja yang menggunakannya.
2.5 Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem infromasi yang selain
melakukan pengolahan transaksi yang sangat berguna untuk kepentingan
organisasi, juga banyak memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk
fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi manajemen
secara umum dapat dikatakan sebagai sebuah sistem informasi guna mendukung
fungsi operasi manajemen dan penentuan alternatif tindakan dalam organisasi
tersebut. Dalam operasinya sistem informasi manajemen menggunakan perangkat
keras, perangkat lunak, prosedur, model manajemen, keputusan, dan terminal data
(Gaol, 2008).
2.6 Definisi Karyawan
Karyawan adalah orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan,
dan sebagainya) dengan mendapat gaji atau upah. Karyawan juga sebagai penjual
jasa (pikiran dan tenaga) dan mendapatkan kompensasi yang besarnya telah
12 karyawan memegang peranan penting dalam menjalankan segala aktivitas
perusahaan agar dapat tumbuh berkembang mempertahankan kelangsungan hidup
perusahaan (Permata, 2012).
2.7 Penilaian Kinerja
Evaluasi dan penilaian kinerja adalah suatu sistem penilaian terstruktur yang
mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat yang berkaitan dengan pekerjaan,
perilaku, dan hasil yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahan. Fokusnya
adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan tersebut terhadap
perusahaan (Notoatmojo, 2012).
Dalam kehidupan berorganisasi setiap orang sebagai sumber daya manusia ingin
mendapatkan penghargaan dan perlakuan yang adil dari pemimpin organisasi
yang bersangkutan. Dalam kehidupan suatu organisasi terdapat bebarapa asumsi
yang mendasari pentingnya penilaian kinerja karyawan. Asumsi tersebut antara
lain sebagai berikut:
a. Setiap orang ingin memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan
kerjanya sampai tingkat maksimal.
b. Setiap orang ingin mendapat penghargaan apabila ia dinilai mampu
melaksanakan tugas dengan baik.
c. Setiap orang ingin mengetahui tangga karir yang dilewatinya apabila ia
melaksanakan tugas dengan baik.
d. Setiap orang ingin mendapatkan perlakuan objektif dan penilaian atas dasar
13 e. Setiap orang pada umumnya tidak hanya melakukan kegiatan yang sifatnya
rutin tanpa informasi tentang hasil kerjanya tersebut.
2.8 Ukuran Penilaian Kinerja Karyawan
Penilaian yang baik harus dapat memberikan gambaran yang akurat tentang
kriteria yang diukur. Artinya penilaian tersebut benar benar menilai kinerja
karyawan yang dinilai (Sumarsono, 2009). Agar penilaian mencapai tujuan maka
ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
a. Penilaian harus mempunyai hubungan dengan pekerjaan artinya penilaian itu
benar benar menilai perilaku atau kerja yang mendukung kegiatan organisasi
dimana karyawan itu bekerja.
b. Adanya standar pelaksanaan kerja (performance standards) standar
pelaksanaan adalah ukuran yang dipakai untuk menilai kinerja tersebut. Agar
penilaian itu efektif, maka standar penilaian hendaknya berhubungan dengan
hasil hasil yang diinginkan setiap pekerjaan. Dengan demikian standar
pelaksanaan kerja tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur untuk penilaian
kinerja karyawan.
2.9 Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Definisi Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah
metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari
penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut
14 Menurut Kusumadewi (2006), Metode SAW sering juga dikenal istilah metode
penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan
terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode
SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala
yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
Berikut adalah persamaan-persamaan yang ada dalam metode SAW
(Kusumadewi, 2006) :
Jika j adalah atribut keuntungan (benefit).
{
…...Persamaan (1)
Jika j adalah atribut biaya (cost).
Dimana :
Maxi xij= nilai maksimum dari setiap baris dan kolom
Mini xij = nilai minimum dari setiap baris dan kolom
Xij = baris dan kolom dari matriks
Dengan rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut C;
i=1,2,...,m dan j=1,2,...,n.
Nilai preferensi untuk setiap alternatif (V) diberikan sebagai berikut :
∑ ...Persamaan (2)
Dimana :
Vi = Nilai akhir dari alternatif
wj= Bobot yang telah ditentukan
15 Hasil akhir diperoleh dari setiap proses perangkingan yaitu penjumlahan dari
perkalian matriks ternormalisasi dengan bobot preferensi sehingga diperoleh nilai
V yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif A merupakan alternatif
terbaik.
Terdapat beberapa langkah dalam menggunakan metode SAW untuk
memecahkan masalah, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut (Kusumadewi,
dkk. 2006) :
1. Menentukan alternatif, yaitu A i.
2. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan
keputusan, yaitu Ci.
3. Memberikan nilai bobot pada setiap kriteria.
4. Menentukan bobot preferensi atau tingkat kepentingan (W) setiap kriteria.
5. Membuat tabel rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria.
6. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (Cij).
7. Melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan
dengan jenis kriteria, (kriteria keuntungan ataupun kriteria biaya) sehingga
diperoleh matriks ternormalisasi R.
8. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penjumlahan dari
perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh
nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi.
2.10 Metode 360 Derajat
Metode 360 derajat adalah proses dimana seorang karyawan menerima informasi
16 hari di dalam pekerjaannya. Metode 360 derajat disebut juga dengan multirater
feedback, multi source feedback, atau multisource assessment. Intinya adalah
umpan balik berasal dari seputar karyawan, dimana penggunaan 360 derajat
berarti derajat lingkaran penuh dengan karyawan berada di pusatnya. Dengan
demikian 360 derajat datang dari beberapa arah sekaligus, yaitu dari bawahan,
rekan, dan atasan. Termasuk di dalamnya adalah asesmen diri. Beberapa
perusahaan menambahkan umpan balik dari pihak eksternal, seperti dari
pelanggan dan pemasok atau pihak terkait lain (Pella dan Inayati, 2011).
Kegiatan pemberian nilai tersebut biasanya digunakan untuk menanyakan
pertanyaan yang mencakup berbagai kompetensi dalam bekerja. Bentuk metode
ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang diukur pada skala rating untuk lebih
memahami dimana seseorang harus memfokuskan diri untuk meningkatkan
kompetensisnya.
Pendekatan 360 derajat merupakan sebuah pembaruan dibandingkan dengan
penilaian ke atas (upward feedback) yang membahas masukan dari bawahan
kepada manajernya, atau penilaian ke bawah (downward feedback) yang
memberikan karyawan masukan hanya dari manajer atau atasannya. Metode 360
derajat dapat dikelompokkan menjadi empat berdasar kegunaannya, yaitu sebagai
alat pengembangan, sebagai alat penilaian, sebagai alat seleksi dan sebagai alat
untuk memfasilitasi perubahan organisasi (Sari, 2011).
2.11 Bahasa Pemrograman PHP
PHP adalah kepanjangan dari Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa
17 perbedaan antara web yang menggunakan PHP dan web yang hanya sekedar
menggunakan HTML saja. Hal tersebut dapat dilihat pada proses saat web server
memenuhi permintaan client untuk menampilkan halaman web. Pada halaman
web yang hanya menggunakan HTML, server langsung mengirimkan halaman
yang diminta oleh client dalam bentuk script HTML. Sedangkan pada web yang
menggunakan PHP sebelum server mengirimkan script HTML kepada client,
server membaca terlebih dahulu script PHP yang ada pada server tersebut
kemudian mengirimkan hasil dari script PHP tersebut kepada client berupa
HTML (Kadir, 2007).
2.12 Bahasa Pemrograman HTML
HTML kependekan dari Hyper Text Markup Language. Dokumen HTML adalah
file teks murni yang dapat dibuat dengan editor teks sembarangan. Dokumen ini
dikenal sebagai web page. File-file HTML ini berisi instruksi-instruksi yang
kemudian diterjemahkan oleh browser yang ada di komputer client (user)
sehingga isi informasinya dapat ditampilkan secara visual dikomputer pengguna
(user) (Kustiyahningsih dan Anamisa, 2011).
Menurut (Kustiyahningsih dan Anamisa, 2011) HTML dikenal sebagai standar
bahasa yang digunakan untuk menampilkan dokumen web. Adapun yang dapat
dilakukan dengan HTML adalah sebagai berikut :
1. Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.
2. Mempublikasikan dokumen secara online sehingga bisa diakses dari seluruh
18 3. Membuat online form yang bisa digunakan untuk menangani pendaftaran,
transaksi secara online.
4. Menambahkan objek-objek seperti image, audio, video dan juga java applet
dalam dokumen HTML.
2.13 MySQL (My Structured Query Language)
MySQL adalah database yang menghubungkan script PHP menggunakan
perintah query dan escaps character yang sama dengan PHP. MySQL mempunyai
tampilan client yang mempermudah dalam mengakses database dengan kata sandi
untuk mengizinkan proses yang bias dilakukan. phpMyAdmin adalah sebuah
software yang berbentuk seperti halaman situs yang terdapat pada web server.
Fungsi dari halaman ini adalah sebagai pengendali database MySQL sehingga
pengguna MySQL tidak perlu repot untuk menggunakan perintah-perintah SQL.
Karena dengan adanya halaman ini semua hal tersebut dapat dilakukan hanya
dengan meng-klik menu fungsi yang ada pada halaman phpMyAdmin (Saputra,
2013).
MySQL adalah salah satu program yang dapat digunakan sebagai database, dan
merupakan salah satu software untuk database server yang banyak digunakan.
MySQL bersifat open source dan menggunakan SQL. MySQL bias dijalankan
diberbagai platform misalnya Windows, Linux dan lain sebagainya (Madcoms,
19 2.14 Metode Pengembangan Sistem
Menurut Saputra dan Agutin (2012), perancangan sebuah aplikasi atau sistem
memerlukan metode-metode dalam pembangunan atau pengembangan sistem.
Metode Waterfall merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang secara
umum dilakukan oleh para peneliti sistem, melalui beberapa tahapan penelitian
sebagai berikut :
Gambar 2.2. Metode Waterfall
1. Analysis
Tahap ini merupakan tahap dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya
mengenai sistem yang diteliti dengan melakukan metode-metode pengumpulan
data sehingga ditemukan kelebihan dan kekurangan sistem serta user
requirement. Tahap ini juga dilakukan untuk mencari pemecah masalah dan
menganalisis bagaimana sistem akan dibangun untuk memecahkan masalah
pada sistem sebelumnya.
2. Design
Tahap ini merupakan tahapan perancangan sistem yang di dalamnya dilakukan
pemodelan sistem dengan usecase, relasi tabel, diagram konteks, activity
20 3. Coding
Tahap ini merupakan tahapan dalam pengimplementasian sistem yang sudah
dirancang dan dilakukan pengujian secara unit, agar dapat mengetahui
kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam sistem dan segera dilakukan
perbaikan.
4. Testing
Tahap ini merupakan tahap pengujian sistem secara keseluruhan. Tahap ini
sistem yang akan dikembangkan menggunakan teknik pengujian black box.
5. Maintenance
Tahap ini merupakan tahapan penggunaan sistem oleh user yang didalamnya
harus ada pemeliharaan sistem untuk menjaga proses operasional sistem dan
memungkinkan untuk dilakukan pengembangan sistem di kemudian hari.
Sedangkan menurut Unnati dan Jain (2013), tahapan dalam model Waterfall
adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan secara spesifikasi (identifikasi dan analisis persyaratan sistem)
2. SoftwareDesign (high leveldesign and detail level design)
3. Pelaksanaan (coding, debugging and unit testing)
4. Pengujian (Integration Testing dan pengujian sistem)
5. Pemeliharaan (sistem ini siap digunakan dan dikelola jika diperlukan)
2.15 Unified Modeling Language (UML)
Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang telah menjadi
standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan
21 suatu sistem. Sistem berisi informasi dan fungsi, tetapi yang secara normal
digunakan untuk memodelkan sistem komputer (Sugiarti, 2013).
Tujuan dari Unified Modeling Language (UML) diantara lain sebagai berikut :
1. Memodelkan suatu sistem (bukan hanya perangkat lunak) yang menggunakan
konsep berorintasi objek.
2. Menciptakan suatu bahasa pemodelan yang dapat digunakan baik oleh manusia
maupun mesin.
3. Memberikan bahasa yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman.
Keuntungan menggunakan Unified Modeling Language (UML), adalah sebagai
berikut:
1. Terdesain dan terdokumentasi secara professional sebelum dibuat.
2. Desain yang dibuat terlebih dahulu membuat reusable code dapat dikode
dengan tingkat efisiensi yang tinggi.
3. Dengan membuat UML dapat melihat gambaran besar dari suatu . UML
menjanjikan akan menghasilkan hasil dengan biaya rendah, software lebih
efisien, lebih dapat dipercaya, dan hubungan antar bagian yang terlibat menjadi
lebih baik.
UML merupakan sintaks umum untuk membuat model logika dari suatu sistem
dan digunakan untuk menggambarkan sistem agar dapat dipahami selama fase
analisis dan desain. UML biasanya disajikan dalam bentuk diagram atau gambar
yang meliputi class beserta atribut dan operasinya, serta hubungan antar class
22 III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Lampung dan pada Perusahaan PLTD/G Tarahan
Bandar Lampung. Waktu penelitian adalah pada Semester Ganjil Tahun
Akademik 2016-2017.
3.2 Perangkat
Perangkat lunak (software) yang digunakan dalam pengembangan sistem ini
memiliki spesifikasi sebagai berikut :
a. Sistem Operasi: Windows 7 Enterprise 32 bit
b. Adobe Photoshop CS6
c. Adobe Dreamweaver CS6 sebagai editor source code
d. XAMPP 1.8.3 sebagai database server.
e. Web Browser Google Chrome v48.0.2564.103 untuk menguji sistem yang
dibuat.
23 3.3 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan membaca
buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan sistem penilaian kinerja
karyawan, dengan metode Simpple Additive Weighting (SAW) dan 360 Derajat.
Tujuan studi literatur adalah memperoleh sumber referensi untuk memudahkan
pelaksanaan penelitian ini. Selain itu juga menggunakan metode wawancara yaitu
teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab
langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau
sumber data.
Metodologi penelitian ini dapat digambarkan dalam bentuk flowchart dan dapat
[image:45.595.240.381.407.729.2]dilihat pada Gambar 3.1.
24 3.3.1 Metode 360 Derajat
Penilaian kinerja karyawan dengan metode 360 derajat dikenal sebagai umpan
balik multisumber atau penilaian multisumber. Metode 360 derajat memiliki
berbagai nama yaitu umpan balik dari banyak penilai (multi-rater feedback),
penilaian dari bawah ke atas (upward appraisal), umpan balik rekan sekerja
(co-worker feedback), penilaian multi perspektif (multiperspective ratings), umpan
balik satu lingkaran penuh (full-circle feedback). Angka 360 menunjukan 360
derajat dalam suatu lingkaran dengan fitur individual di pusat lingkaran. Metode
360 derajat merupakan tipe penilaian paling komprehensif dan relative mahal.
Pola ini memberi seseorang kesempatan untuk mengetahui bagaimana mereka
dinilai orang lain termasuk untuk melihat ketrampilan dan perilakunya.
Gambar 3.2. Metode 360 Derajat (Pella & Inayati, 2011)
3.4 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah mengikuti kerangka kerja
System Development Life Cycle (SDLC), dimana kerangka kerja SDLC sendiri
terdiri dari banyak metode, salah satunya adalah metode waterfall. Metode
25 kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, Pengujian program, serta
penerapan program dan pemeliharaan. Proses testing dilakukan dengan
melakukan percobaan dan pembuktian terhadap fitur-fitur sistem yang telah
dibangun. Testing tersebut bertujuan untuk membuktikan apakah sistem telah
sesuai dengan kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Tahap tersebut
disajikan pada Gambar 3.3.
Gambar 3.3. Metode Waterfall
3.5 Perencanaan Sistem
Pada tahap awal adalah pendefinisian masalah yang akan dipecahkan dari sistem
yang akan dibangun. Bagaimana menyelesaikan permasalahan penilaian kinerja
karyawan dengan sistem yang sederhana, sehingga proses penilaian dapat
berlangsung lebih cepat dan tepat serta meminimalisir terjadinya penilaian bersifat
subyektif dan tidak relevan. Dengan masalah tersebut maka dibangun Sistem
Penilaian Kinerja Karyawan Berbasis Metode Simple Additive Weighting (SAW)
26 3.6 Analisis
Analisis kebutuhan yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah
sebagai berikut :
1. Dalam membangun sebuah sistem penilaian kinerja karyawan menggunakan
metode SAW dibutuhkan informasi berupa data-data karyawan yang menjadi
objek alternatif pada sistem penilaian kinerja karyawan.
2. Selain data-data karyawan, pada sistem penilaian kinerja karyawan yang
menggunakan metode SAW juga dibutuhkan input berupa kriteria dan bobot
kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja karyawan.
3. Penentuan kriteria dan bobot kriteria dalam sistem penilaian kinerja karyawan
pada PLTD/G Tarahan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh PT PLN
(Persero) Pusat.
Kerangka pikir sistem merupakan sebuah kerangka pikir utama yang dapat
digunakan sebagai pendekatan dalam memecahkan suatu masalah. Kerangka pikir
sistem penilaian kinerja karyawan adalah sebagai berikut :
1. Pengguna sistem harus mem asukkan data-data yang diperlukan untuk
menjalankan sistem penilaian kinerja karyawan. Data-data tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Data Kriteria, Atribut, Bobot
b. Data Himpunan Kriteria, Nilai
c. Data Karyawan
2. Selanjutnya sistem melakukan normalisasi matriks setelah data-data tersebut
27 3. Setelah itu sistem melakukan preferensi, yaitu mengalikan bobot kriteria
dengan matriks.
4. Kemudian didapat nilai preferensi dari perkalian tersebut.
5. Hasil output dari sistem berupa data karyawan dan tabel yang berisi nilai
preferensinya.
3.6.1 Perhitungan Penilaian Kinerja Karyawan
Dalam melakukan penilaian kinerja karyawan dibutuhkan pengolahan data yang
akurat, pengolahan data tersebut dapat dilakukan secara manual menggunakan
metode Simple Additive Weighting (SAW). Terdapat 5 bidang pekerjaan pada
PLTD/G Tarahan, dan pada bidang pekerjaan tersebut terdapat 3 variabel kriteria
penilaian kinerja karyawan pada PLTD/G Tarahan yang diperoleh dari hasil
wawancara yaitu Absensi, Realisasi Kerja, Karakter. Adapun pembobotan pada
tiap 3 variabel kriteria tersebut pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Bobot pada kriteria
No. Kriteria Bobot (%)
1. Absensi (C1) 20
2. Realisasi Kerja (C2) 40
3. Karakter (C3) 40
Dalam melakukan simulasi penilaian kinerja karyawan menggunakan beberapa
jumlah sampel sebanyak 5 karyawan yang ada di PLTD/G Tarahan Bandar
Lampung, dengan menerapkan model Waterfall serta metode Simple Additive
Weighting (SAW) dan 360 Derajat. Berikut merupakan sampel nama karyawan
28 Tabel 3.2 Data Karyawan
No. Nama Karyawan
1. Karyono
2. Sunari
3. Adam Agustin 4. Ahmad Bilal
5. Herizal
Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan penilaian kinerja karyawan
menggunakan metode Simple Additive Weighting dan 360 Derajat :
a. Menentukan nilai pada setiap kriteria alternative (Ai) di tiap kriteria (cj) yang
telah ditentukan.
1. Absensi (C1)
Penilaian dilihat dari jumlah kehadiran karyawan pada waktu kerja tiap
semesternya. Adapun proses penilaiannya terdapat pada Tabel 3.3
dibawah.
Tabel 3.3. Sistem Penilaian Absensi (C1)
No. Parameter Absensi Penilaian
1. 100 > value 20
2. 100 < value <110 30
3. < 110 value 50
Total 100
2. Realisasi Kerja (C2)
Penilaian dilakukan dengan cara melihat hasil kerja karyawan di setiap
semesternya sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya.
Adapun proses penilaiannya terdapat pda Tabel 3.4 di bawah.
Tabel 3.4 Sistem Penilaian Realisasi Kerja (C2)
No. Realisasi Kerja Penilaian
1. Terlaksana 100% 30
29 Tabel 3.4 Sistem Penilaian Realisasi Kerja (C2) Lanjutan
No. Realisasi Kerja Penilaian
3. Terlaksana 50% 20
4. Terlaksana 25% 15
5. Terlaksana < 25% 10
Total 100
3. Karakter (C3)
Penilaian dilakukan berdasarkan atas kegiatan atau aktivitas yang
dilakukan oleh karyawan di setiap waktu kerjanya. Adapun proses
penilaiannya terdapat pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5. Parameter Penilaian Karakter
No. Parameter Penilaian Karakter
Kurang Baik Baik Sangat Baik
1. Aktif 7 13 15
2. Mampu memecahkan masalah
6 13 15
3. Disiplin 6 13 15
Berikut merupakan range dari parameter penilaian karakter untuk
menentukan nilai sesuai dengan karakternya terdapat pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6. Range Penilaian
Sangat Baik value > 35 Baik 15 < value <= 35 Kurang Baik value <= 15
Berikut merupakan proses penilaian berdasarkan kriteria karakter terdapat
pada Tabel 3.7 dibawah.
Tabel 3.7. Sistem Penilaian Karakter (C3)
No. Karakter Penilaian
30 Tabel 3.7. Sistem Penilaian Karakter (C3) Lanjutan
No. Karakter Penilaian
2. Baik 35
3. Kurang Baik 20
Total 100
Menentukan pada setiap Tabel dapat dilihat pada Tabel 3.8 dibawah ini.
Tabel 3.8. Tabel kecocokan dari setiap kriteria
Alternatif Nama Karyawan Kriteria
C1 C2 C3
V1 Karyono 50 25 35
V2 Sunari 30 30 45
V3 Adam Agustin 30 25 35
V4 Ahmad Bilal 50 20 45
V5 Herizal 20 30 35
b. Melakukan normalisasi matrix X menjadi matrix R berdasarkan rumus pada
persamaan (1). Pada nilai yang diberikan pada tiap alternatif berdasarkan
kriteria adalah nilai kecocokan dimana nilai terbesar merupakan nilai terbaik,
sehingga semua kriteria yang telah diasumsikan merupakan kriteria keuntungan
atau disebut dengan benefit. Adapun perhitungan pada normalisasi matrix X
berdasarkan pada rumus persamaan (1) sebagai berikut :
1. Absensi (C1)
R11 =
= R11 =
= 1,00
R21 =
= R21 = = 0,6
R31 = = R31 = = 0,6
R41 = = R41 = = 1,00
R51 =
31 2. Realisasi Kerja (C2)
R12 =
= R12 =
= 0,83
R22 = = R22 = = 1,00
R32 = = R32 = = 0,83
R42 =
= R42 =
= 0,66
R52 =
= R52 =
= 1,00
3. Karakter (C3)
R13 = = R13 = = 0,77
R23 =
= R23 =
= 1,00
R33 = = R33 = = 0,77
R43 =
= R43 =
= 1,00
R53 = = R53 = = 0,77
Matrix R :
1,00 0,83 0,77
0,6 1,00 1,00
Rij = 0,6 0,83 0,77
1,00 0,66 1,00
0,4 1,00 0,77
c. Melakukan perhitungan perangkingan dengan menggunakan persamaan
32
V1 = (W1* R11) + (W2* R12) + (W3* R13)
= (0,20*1,00) + (0,40*0,83) + (0,40*0,77)
= 0,2 + 0,332 + 0,308
= 0,84
V2 = (W1* R21) + (W2* R22) + (W3* R23)
= (0,20*0,6) + (0,40*1,00) + (0,40*1,00)
= 0,12 + 0,4 + 0,4
= 0,92
V3 = (W1* R31) + (W2* R32) + (W3* R33)
= (0,20*0,6) + (0,40*0,83) + (0,40*0,77)
= 0,12 + 0,332 + 0,308
= 0,76
V4 = (W1* R41) + (W2* R42) + (W3* R43)
= (0,20*1,00) + (0,40*0,66) + (0,40*1,00)
= 0,2 + 0,264 + 0,4
= 0,864
V5 = (W1* R51) + (W2* R52) + (W3* R53)
= (0,20*0,4) + (0,40*1,00) + (0,40*0,77)
= 0,08 + 0,4 + 0,308
= 0,788
Berikut merupakan parameter batasan nilai dari penilaian kinerja karyawan,
parameter batasan nilai berguna untuk menentukan hasil kinerja karyawan
33 Tabel 3.9. Parameter Batasan Nilai
Potensial 0,75 – 1,00 Optimal 0,5 – 0,75 Cadre 0,25 – 0,5
Adapun hasil dari perhitungan penilaian kinerja karyawan terdapat pada Tabel
3.10.
Tabel 3.10. Hasil Perhitungan Penilaian Kinerja Karyawan
Alternatif Nama Karyawan
Kriteria Total
Nilai
Keterangan Absensi Realisasi
Kerja
Karakter
V2 Sunari 0,12 0,4 0,4 0,92 Potensial
V4 Ahmad
Bilal
0,2 0,264 0,4 0,864 Potensial
V1 Karyono 0,2 0,332 0,308 0,84 Potensial
V5 Herizal 0,08 0,4 0,308 0,788 Potensial
V3 Adam
Agustin
0,12 0,332 0,308 0,76 Potensial
Penilaian kinerja karyawan dapat dikategorikan berdasarkan perankingan
maksimal hingga minimal dengan range 0,75 – 1,1 masuk kedalam Potensial,
range 0,5 – 0,75 kategori Optimal, dan range 0,32 – 0,5 masuk kedalam kategori
Cadre. Berdasarkan hasil perhitungan penilaian kinerja karyawan diatas sesuai
dengan kriteria yang telah ditentukan PLTD/G Tarahan didapatkan nilai akhir
dengan perangkingan yaitu V1, V2, V3, V4, V5 dan masuk kedalam kategori
Potensial pada penilaian kinerja karyawan.
3.7 Desain
Proses desain yaitu proses alur kerja sistem, tahap-tahap pengerjaan sistem serta
34 menjabarkan tentang kerangka pikir sistem menggunakan Unified Modeling
Language (UML), dengan rancangan proses melalui Usecase Diagram, Activity
Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram.
3.7.1 Rancangan Proses
Dalam pengembangan Sistem Informasi Penilaian Kinerja Karyawan Berbasis
Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan 360 Derajat Pada PLTD?G
Tarahan, rancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML)
untuk mengilustrasikan aktivitas perpindahan data dan aktivitas yang dilakukan.
3.7.1.1Use case diagram
Use case diagram adalah pola perilaku sistem atau urutan transaksi yang
dilakukan oleh aktor yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur. Use
case diagram terdiri dari Use Case, aktor, relationship, system boundary boxes,