• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
56
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGARUH MINAT MENJADI GURU, DUKUNGAN ORANG TUA DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU PROFESIONAL

MELALUI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2015 FKIP

UNIVERSITAS LAMPUNG

(Skripsi)

Oleh

HERLINA SUSANTI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PENGARUH MINAT MENJADI GURU, DUKUNGAN ORANG TUA DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU PROFESIONAL

MELALUI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2015 FKIP

UNIVERSITAS LAMPUNG

Oleh Herlina Susanti

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi terhadap kesiapan menjadi guru profesional melalui kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung tahun akademin 2018/2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif verifikatif kausal atau sebab akibat dengan metode ex post facto dan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung yang berjumlah 84 mahasiswa dengan jumlah sampel berjumlah 69 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability sampling dengan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi terhadap kesiapan menjadi guru profesional melalui kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung tahun akademin 2018/2019 sebesar 85,8%.

(3)

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF INTEREST TO BE A TEACHER, PARENT SUPPORT AND MOTIVATION AGAINST PREPARATION TO BE A PROFESSIONAL TEACHER

THROUGH THE STUDENT COMPETENCY OF 2015 FKIP ECONOMIC EDUCATION STUDY PROGRAM

LAMPUNG UNIVERSITY

By Herlina Susanti

The purpose of this study was to determine the effect of interest in becoming a teacher, parent support and motivation on readiness to become a professional teacher through the competence of students of the 2015 Faculty of Economic Education Study Program, University of Lampung, academic year 2018/2019. The method used is descriptive causal descriptive or causal with ex post facto and survey methods. The population in this study were students of Economics Education 2015 FKIP University of Lampung totaling 84 students with a total sample of 69 students. The sampling technique used is probability sampling with simple random sampling. The results showed that there was an influence in becoming a teacher, parent's support and motivation on the readiness to become a professional teacher through the competence of 2015 FKIP Lampung University Economic Education Study Program students in the academic year 2018/2019 by 85.8%.

(4)

PENGARUH MINAT MENJADI GURU, DUKUNGAN ORANG TUA DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU PROFESIONAL

MELALUI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2015 FKIP

UNIVERSITAS LAMPUNG

Oleh

HERLINA SUSANTI

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidikan Ekonomi

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Herlina Susanti dan biasa disapa dengan Herlina. Penulis lahir tanggal 20 Oktober 1996, merupakan anak ke-tiga dari 4 bersaudara pasangan Bapak Muhadi dan Ibu Sumarni. Penulis berasal dari Mesuji, Kabupaten Mesuji Timur.

Berikut pendidikan formal yang pernah ditempuh.

1. Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Tanjung Serayan Mesuji Timur lulus tahun 2009.

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pardasuka lulus tahun 2012. 3. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Ambarawa lulus tahun 2015.

4. Pada tahun 2015 penulis di terima melalui jalur PARALEL pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Jurusan PIPS Universitas Lampung.

(9)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya lah

skipsi ini dapat diselesaikan

Sholawat serta salam kepada baginda Rasullulah Nabi Muhammad

SAW, skripsi ini ku persembahkan kepada:

Kedua orang tuaku

Ayahku tersayang Muhadi dan Ibuku tercinta Sumarni yang senantiasa

memberikan motivasi, menyayangi, mendoakanku, dan menanti keberhasilanku.

Ayah Ibu terimakasih untuk semua yang telah engkau lakukan untukku.

Kakak dan adikku tersayang

Terimakasih sudah mendukung dan mengingatkanku untuk menjadi lebih baik lagi dan

terimaksih sudah menjadi kakak dan adik yang terbaik dalam hidupku.

Sahabatku

Terimaksih untuk semua sahabat dan teman yang sudah mendukungku

Semua guru, dosen, pendidik dan almamater tercinta

Terimaksih Bapak Ibu atas semua jasa kalian, terimakasih atas semua ilmu yang kalian ajarkan

dan semua motivasi yang kalian tanamkan kepadaku, semoga Allah SWT selalu memberkahi

(10)

MOTTO

“Ketika kamu merasa sendirian, ingatkan diri bahwa Allah sedang menjauhkan mereka darimu, agar hanya ada kau dan Allah”

(Herlina Susanti)

“Ubah pikiranmu dan kau dapat mengubah duniamu” (Norman Vincent Peale)

“Terlalu memperdulikan apa yang orang pikirkan dan kau akan selalu menjadi tahanan mereka”

(Lao Tzu)

“Waktumu terbatas, jangan habiskan dengan mengurusi hidup orang lain” (Steve Jobs)

(11)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Minat Menjadi Guru, Dukungan Orang Tua dan Motivasi terhadap Kesiapan Menjadi Guru Profesional melalui Kompetensi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 FKIP Universitas Lampung”. Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, motivasi, bimbingan serta saran semua pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada:

1. Rektor, Wakil Rektor, segenap pimpinan dan tenaga kerja Universitas Lampung.

2. Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. 3. Dr. Sunyono, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama

FKIP Universitas Lampung.

4. Drs. Supriyadi, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP Universitas Lampung.

(12)

6. Drs. Tedi Rusman, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Lampung dan juga selaku pembimbing akademik serta pembimbing I yang telah bersedia membimbing penulis dan meluangkan waktu disela-sela kes ibukan.

7. Dr. Pujiati, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung.

8. Drs. Nurdin, M.Si., selaku pembahas yang selalu memotivasi penulis sehingga terselesaikannya skripsi ini. Bapak yang telah memberikan kritik dan saran dalam penyempurnaan skripsi ini.

9. Dr. Erlina Rupaidah, M.Si., selaku pembimbing II yang telah bersedia membimbing penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Terimakasih Bunda untuk semua motivasi dan saran dari bunda yang telah bunda berikan.

10. Bapak dan Ibu Dosen FKIP Universitas Lampung khususnya Program Studi Pendidikan Ekonomi Drs. I Komang Winatha, M.Si., Drs. Yon Rizal, M.Si., Rahma Dianti Putri, S.E., M.Pd., Albet Maydiantoro, M.Pd., Fanni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Suroto, S.Pd., M.Pd., dan Widya Hestiningtyas, S.Pd., M.Pd., terimakasih atas ilmu yang telah diberikan.

(13)

12. Untuk Kakakku (Mas Hendra Setiawan, Mba Wanti, Mba Lia), Adikku (Andika Prasetio) serta Ponakanku (Rachel Shila Aprilia) yang paling menyayangiku, sehingga aku dapat termotivasi dan menjalankan kegiatan sehari-hariku dengan bahagia.

13. Untuk nenek dan kakek terimaksih karna selama ini sudah menjadi orang tua ke-duaku yang selama ini udah sabar mendidikku, yang kadang juga sering nyuruh pulang tapi aku belum bisa pulang, maafkan cucumu ini.

(14)

15. Untuk temen-temen kompre Durroh, Rani, dan Abduh yang udah usaha bareng, nunggu dosen dari pagi nyampek sore meskipun ujung-ujungnya belom ketemu juga tapi masih tetep sabar yang selalu nemenin kalau lagi nunggu dosen, terimakasih banyak manteman.

16. Keluarga besar angkatan 2015 yang telah memberikan banyak kenangan manis yang tak akan terlupakan. Semoga suatu saat kita bisa berkumpul kembali.

17. Untuk pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini baik langsung maupun tidak langsung.

Semoga Allah memberikan berkah, rahmat, hidayah serta kemuliaan-Nya atas kebaikan dan pengorbanan bagi kita semua. Disadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik yang bersifat membangun selalu diharapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Bandar Lampung, 27 Januari 2020 Penulis,

(15)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ABSTRAK

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN RIWAYAT HIDUP PERSEMBAHAN MOTTO

SANWACANA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

Halaman I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 11

C. Pembatasan Masalah ... 12

D. Rumusan Masalah ... 12

E. Tujuan Penelitian ... 14

F. Kegunaan Penelitian ... 15

1. Kegunaan Teoritas ... 15

2. Kegunaan Praktis ... 15

(16)

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka ... 17

1. Minat Menjadi Guru ... 17

2. Dukungan Orang Tua ... 20

3. Motivasi ... 23

4. Kompetensi ... 26

5. Kesiapan Menjadi Guru Profesional ... 29

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... .. 34

C. Kerangka Pikir ... .. 37

D. Hipotesis Penelitian ... .. 41

III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... .. 43

B. Populasi dan Sampel ... .. 44

1. Populasi ... .. 44

2. Sampel ... .. 44

C. Teknik Sampling ... .. 45

D. Variabel Penelitian ... .. 45

1. Variabel Eksogen ... .. 45

2. Variabel Endogen ... .. 46

3. Variabel Intervening ... .. 46

E. Devinisi Konseptual dan Operasional Variabel ... .. 46

F. Teknik Pengumpulan Data ... .. 50

1. Observasi ... .. 50

2. Interview atau Wawancara ... .. 51

3. Kuesioner atau Angket ... .. 51

4. Dokumentasi ... .. 51

G. Uji Persyaratan Instrumen Penelitian ... .. 52

1. Uji Validitas ... .. 52

2. Uji Reliabilitas ... .. 55

H. Uji Persyaratan Analisis Data ... .. 57

(17)

2. Uji Homogenitas ... .. 58

I. Uji Asumsi Klasik ... .. 59

1. Uji Liniearitas Garis Regresi ... .. 59

2. Uji Multikolinieritas ... .. 60

3. Uji Autokorelasi ... .. 61

4. Uji Heteroskedastisitas ... .. 62

J. Pengujian Hipotesis ... .. 64

1. Persyaratan Analisis Jalur ... .. 64

2. Langkah-langkah Pengujian Analisis Jalur (Path Analysis) .. 65

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian . ... .. 68

1. Sejarah Singkat Pendidikan Ekonomi ... .. 68

2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan ... .. 70

3. Dosen Pendidikan Ekonomi ... .. 71

4. Fasilitas Pendidikan Ekonomi ... .. 71

B. Gambaran Umum Responden ... .. 72

C. Deskripsi Data ... .. 72

1. Data Minat Menjadi Guru (X1) ... .. 73

2. Data Dukungan Orang Tua (X2) ... .. 76

3. Data Motivasi (X3) ... .. 79

4. Data Kompetensi Mahasiswa (Y) ... .. 81

5. Data Kesiapan Menjadi Guru (Z) ... .. 84

D. Uji Persyaratan Statistik Parametrik ... .. 87

1. Uji Normalitas Data ... .. 87

2. Uji Homogenitas Sampel ... .. 88

E. Uji Asumsi Klasik ... .. 89

1. Uji Linearitas Garis Regresi ... .. 91

2. Uji Multikolinearitas ... .. 91

3. Uji Autokorelasi ... .. 92

4. Uji Heterokedastisitas ... .. 94

(18)

1. Persamaan Struktural ... .. 99 2. Besarnya Pengaruh Variabel Eksogen Terhadap Variabel

Endogen Secara Proporsional Dapat Dihitung ... .. 100 G. Pengujian Hipotesis/Menguji Kebermaknaan Koefisien Jalur . .. 106

1. Uji t Untuk Pengujian Hipotesis Secara Sendiri-sendiri/Parsial ... .. 106 2. Uji F untuk Pengujian Hipotesis Secara Simultan

(Gabungan) ... .. 114 H. Kesimpulan Analisis Statistik ... .. 116 I. Pembahasan ... .. 120

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(19)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Hasil Wawancara Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Tentang Kesiapan

Menjadi Guru Profesional ... 4

2. Hasil Wawancara Terhadap Terhadap 20 Mahasiswa ProgramStudi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tentang Minat Menjadi Guru ... 6

3. Hasil Wawancara Terhadap Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tentang Dukungan Orang Tua ... 8

4. Hasil Wawancara Terhadap Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tentang Motivasi ... 10

5. Hasil Penelitian yang Relevan ...34

6. Definisi Operasional Variabel ...48

7. Kategori Besarnya Reliabilitas ...55

8. Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi ...70

9. Distribusi Frekuensi Minat Menjadi Guru (X1) ...74

10. Kategori Minat Menjadi Guru ...75

11. Distribusi Frekuensi Dukungan Orang Tua (X2) ...77

12. Kategori Dukungan Orang Tua ...78

13. Distribusi Frekuensi Motivasi (X3) ...80

14. Kategori Motivasi ...81

15. Distribusi Frekuensi Kompetensi Mahasiswa (Y) ...82

16. Kategori Kompetensi Mahasiswa ...83

17. Distribusi Frekuensi Kesiapan Menjadi Guru (Z) ...85

18. Kategori Kesiapan Menjadi Guru ...86

19. Rekapitulasi Uji Normalitas ...88

20. Rekapitulasi Uji Multikolinearitas ...92

21. Rekapitulasi Hasil Uji Heteroskedastisitas ...96

22. Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-Struktur 1 ...118

23. Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-Struktur 2 ...119 24. Rangkuman Dekomposisi Dari Koefisien Jalur, Pengaruh

(20)

Minat Menjadi Guru (X1), Dukungan Orang Tua (X2), Motivasi

(X3), dan Kompetensi Mahasiswa (Y) Terhadap Kesiapan

Menjadi Guru (Z) Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan

(21)
[image:21.595.133.505.242.397.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Paradigma Penelitian ...40

2. Diagram Jalur (Path Analysis) Substruktur 1 ...66

3. Diagram Jalur (Path Analysis) Substruktur 2 ...66

4. Kurva Durbins-Watson ...94

5. Model Diagram Jalur Berdasarkan Paradigma Penelitian ...97

6. Model Persamaan Dua Jalur ...97

7. Substruktur 1 ...98

8. Substruktur 2 ...98

9. Substruktur 1 ...100

10.Substruktur 2 ...103

(22)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Angket Penelitian ...137 2. Kisi-kisi Angket ...142 3. Data Uji Coba Angket Minat Menjadi Guru (X1) ...144

4. Data Uji Coba Angket Dukungan Orang Tua (X2) ...145

5. Data Uji Coba Angket Motivasi (X3) ...146

6. Data Uji Coba Angket Kompetensi Mahasiswa (Y) ...147 7. Data Uji Coba Angket Kesiapan Menjadi Guru Profesional (Z) ...148 8. Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Minat Menjadi Guru ...149 9. Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Dukungan Orang Tua...150 10.Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Motivasi ...151 11.Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Kompetensi Mahasiswa ...152 12.Uji Validitas dan Reliabilitas Angket Kesiapan Menjadi Guru

Profesional ...153 13.Data Angket Minat Menjadi Guru (X1) ...154

14.Data Angket Dukungan Orang Tua (X2) ...156

15.Data Angket Motivasi (X3) ...158

16.Data Angket Kompetensi Mahasiswa (Y)...160 17.Data Angket Kesiapan Menjadi Guru Profesional (Z) ...162 18.Data Penelitian ...164 19.Uji Normalitas Dengan Kolmogorov-Smirnov ...165 20.Uji Homogenitas Dengan Bartlet ...165 21.Uji Liniearitas Garis Regresi dengan Metode Ramsey ...166 22.Uji Multikolinearitas ...167 23.Uji Autokorelasi dengan Durbin-Watson...167 24.Uji t Untuk Pengujian Hipotesis secara Sendiri-sendiri/Parsial ...168 25.Uji F Untuk Pengujian Hipotesis Secara Simultan (gabungan) ...171 26.Hubungan Antara Variabel Eksogen ...172 27.Data Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan

(23)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peran yang sangat menentukan dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Pada konteks ini, guru merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan pendidikan. Pendidikan berperan dalam memberikan ilmu pengetahuan dengan berbagai aspek yang melingkupinya, mulai dari aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik.

Berdasarkan ketentuan umum Undang-undang No. 20 Pasal 1 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ketentuan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

(24)

2

generasi masa depan yang siap hidup sesuai dengan tantangan zaman, seperti sekarang ini (Aminatul Zahroh, 2015: 32).

“Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Toto Suprayitno mencatat, peserta didik yang tak mau menjadi guru sebanyak 89% dan sisanya 11% ingin menjadi guru. Mayoritas responden yang hendak menjadi guru adalah perempuan. Serta lulusan perguruan tinggi di sana pun memilih profesi lain alih-alih menjadi tenaga pendidik. Angkanya bahkan tak sampai 10% perguruan tinggi yang ingin yang ingin menjadi guru”.

“Intan Ahmad Plt Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyatakan bahwa sebenarnya ini terjadi di banyak negara, bahkan data di USA tahun 2014, hanya lima persen dari 1,85 juta lulusan sarjana yang mau menjadi guru”. Lulusan-lulusan perguruan tinggi di sana pun cenderung memilih profesi lain dibanding menjadi seorang tenaga pendidik. Angkanya bahkan tak sampai 10 persen lulusan perguruan tinggi yang ingin menjadi guru.

Hal tersebut menunjukan bahwa kesiapan menjadi guru mahasiswa jurusan keguruan khususnya Pendidikan Ekonomi Unila masih kurang. Masih banyak mahasiswa yang memilih pekerjaan lain meskipun jurusan yang mahasiswa termpuh adalah keguruan.

(25)

3

Penghasil Tenaga Kependidikan (LPTK). Lulusan dari LPTK diharapkan mampu dan siap untuk menjadi tenaga kependidikan yang berkompeten yang nantinya akan mencetak calon penerus bangsa yang berkualitas. Keberhasilan LPTK dalam menyiapkan calon guru berkaitan erat dengan komponen pendidikan di lembaga pendidik.

Minat tidak muncul begitu saja dalam diri suatu individu. Minat akan timbul dan berkembang setelah individu tersebut mendapatkan informasi, pengetahuan dan kondisi dari suatu objek.

“Faktor pembentuk minat menurut Sadirman (2011: 89), dibedakan menjadi dua faktor yaitu: 1) Faktor Intrinsik ; faktor intrinsik adalah faktor yang mempengaruhi minat dari dalam individu yang berasal dari kecenderungan seseorang terhadap suatu hal yang diinginkannya atau disukainya. Misalnya perhatian, rasa suka, pengalaman, persepsi, dan sebagainya. 2) Faktor Ekstrinsik ; kecenderungan seseorang untuk memilih aktivitas berdasarkan pengaruh orang lain atau tujuan dan harapan orang lain. Misalnya pengarahan orang tua, kondisi lingkungan tempat tinggal, fasilitas, dan sebagainya”.

Guru merupakan suatu profesi, tetapi tidak banyak yang memiliki minat untuk berprofesi sebagai guru hal ini dikarenakan profesi guru dipandang tidak memiliki prospek kedepan yang cerah hal ini dapat dilihat dari pendapatan yang diterima oleh guru tidak jauh lebih besar dibandingkan dengan profesi yang lainnya.

(26)

4

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kondisi seseorang atau individu adalah mencakup tiga aspek, yaitu aspek yang pertama meliputi kondisi fisik, mental, dan emosional. Aspek yang kedua meliputi kebutuhan, motivasi, dan tujuan serta yang ketiga yaitu keterampilan, pengetahuan, dan pengertian lain yang telah dipelajari.

Seorang guru sebelum mengajar haruslah memiliki kesiapan mengajar yang matang. Kesiapan merupakan hal terpenting dan harus diperhatikan ketika seseorang melakukan sesuatu tak terkecuali untuk mengajar.

Hasil kuesioner yang dilakukan di Universitas Lampung menunjukan bahwa kesiapan menjadi guru profesional masih rendah. Hal tersebut tercermin dari hasil kuesioner pada penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan 20 mahasiswa mengenai kesiapan menjadi guru propesional yang akan disajikan dengan Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Tentang Kesiapan Menjadi Guru Profesional

No. Keterangan Tanggapan Jumlah

Tinggi Sedang Rendah 1. Menguasai materi sesuai

dengan bahan ajar 6 6 8 20

2. Mengetahui kurikulum dan metode pengajaran

5 6 9 20

3. Mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi

6 6 8 20

Jumlah 17 18 25 60

Presentase 28,3 30 41,7 100

[image:26.595.132.514.485.734.2]
(27)

5

Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 1 dapat diketahui bahwa sebanyak 28,3% mahasiswa memberikan tanggapan tinggi (baik) mengenai kesiapan menjadi guru profesional, dan sebanyak 30% menyatakan sedang (biasa-biasa saja), serta 41,7% menyatakan rendah. Data tersebut mengindikasikan bahwa kesiapan menjadi guru profesional mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung masih tergolong rendah.

“Dewa Ketut (Yuliani Jiwong, 2013: 2) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesiapan menjadi guru antara lain: 1) Faktor-faktor yang bersumber pada diri individu, yang meliputi: a) Kemampuan intelejensi, b) Bakat, c) Minat, d) Motivasi, e) Sikap, f) Kepribadian, g) Nilai, h) Hobi, i) Prestasi, j) Keterampilan, k) Penggunaan waktu senggang, l) Aspirasi dan pengetahuan sekolah atau pendidikan sambungan, m) Pengetahuan tentang dunia kerja, n) Pengalaman kerja, o) Kemampuan dan keterbatasan fisik serta penampilan lahiriah, p) Masalah dan keterbatasan pribadi. 2) Faktor sosial, yang meliputi bimbingan dari orang tua, keadaan teman sebaya, keadaan masyarakat sekitar dan lain-lain”.

(28)

6

Minat menjadi guru adalah pemusatan pikiran, perasaan, kemauan dan perhatian seseorang terhadap profesi guru dan ingin menjadi guru. Minat menjadi guru itu dapat timbul terhadap respon positif diri, pengalaman dan keberadaan profesi guru dipandang dari sudut pribadi individu. Jika mahasiswa memiliki minat yang tinggi terhadap profesi guru namun tidak memiliki upaya untuk meraihnya, maka minat tersebut tidak ada gunanya hal ini dikarenakan minat adalah stimulus yang harus direspon oleh seseorang melalui tindakan nyata.

Hasil kuesioner yang dilakukan di Universitas Lampung menunjukann bahwa minat untuk menjadi guru masih rendah. Hal tersebut tercermin dari hasil kuesioner pada penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan 20 mahasiswa mengenai minat menjadi guru yang akan disajikan dengan tabel 2.

Tabel 2. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung tentang Minat Menjadi Guru

No .

Keterangan Tanggapan Jumlah

Tinggi Sedang Rendah 1. Senang membicarakan

sesuatu yang berkaitan dengan guru

7 4 9 20

2. Memiliki perhatian dengan

profesi guru 6 5 9 20

3. Memiliki ketertarikan untuk menjadi guru

6 7 7 20

4. Ada usaha yang dilakukan untuk menjadi guru

5 5 9 20

Jumlah 24 21 35 80

Presentase 30 26.3 43,7 100

[image:28.595.133.511.443.709.2]
(29)

7

Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa sebanyak 30% mahasiswa memberikan tanggapan tinggi (baik) mengenai minat menjadi guru , dan sebanyak 26,3% menyatakan sedang (biasa-biasa saja), serta 43,7% menyatakan rendah. Data tersebut mengindikasikan bahwa minat menjadi guru mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung masih tergolong rendah.

Sementara itu, salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi Kesiapan Menjadi Guru adalah Dukungan Orang Tua. Dukungan keluarga sangat mempengaruhi karier seseorang karena orang tua dapat membentuk dan meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak agar anak dapat berkambang dengan baik

Hasil penelitian Alinurdin dkk (2017: 2) “menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan menjadi guru yaitu dukungan orang tua. Dukungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009) adalah suatu yang didukung, sokongan; bantuan. Hasbullah (2009: 39), mengemukakan bahwa “orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya”. Jadi dapat disimpulkan bahwa, dukungan orang tua adalah bantuan yang diberikan orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya.

(30)

8

Hasil kuesioner yang dilakukan di Universitas Lampung menunjukann bahwa dukungan orang tua untuk menjadi guru masih rendah. Hal tersebut tercermin dari hasil kuesioner pada penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan 20 mahasiswa mengenai minat menjadi guru yang akan disajikan dengan Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Lampung tentang Dukungan Orang Tua

No. Keterangan Tanggapan Jumlah

Tinggi Sedang Rendah 1. Orang tua sangat

mendukung untuk menjadi guru

7 5 8 20

2. Orang tua tidak

menginginkan pekerjaan selain guru

7 6 8 20

3. Orang tua memberikan pengetahuan tentang profesi guru

6 6 8 20

Jumlah 20 16 24 60

Presentase 33,3 26,7 40 100

Sumber : Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan terhadap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

[image:30.595.135.509.244.522.2]
(31)

9

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung masih tergolong rendah.

Selain itu faktor motivasi juga sangat mempengaruhi kesiapan menjadi guru profesional. Hasil penelitian Umi Yamsih dkk (2016: 3) menunjukan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap kesiapan kerja. Menurut Mc. Donald (dalam Sardiman, 2008: 73) mengemukakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Hakikat motivasi belajar adalah dengan adanya motivasi yang tinggi, seseorang dapat mempunyai kesidorongan internal dan eksternal pada mahasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indkator atau unsur yang mendukung. Motivasi dalam diri mahasiswa juga sangat penting khususnya dalam kesiapan untuk menjadi guru profesional. Karena dengan adanya motivasi yang diterima oleh mahasiswa maka ia akan memiliki kesiapan untuk menjadi guru profesional.

(32)

10

Tabel 4. Hasil Koesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Lampung tentang Motivasi

No. Keterangan Tanggapan Jumlah

Tinggi Sedang Rendah 1. Adanya kemauan dari

dalam diri sendiri

5 7 8 20

2. Adanya dorongan dari keluarga

7 6 7 20

3. Adanya dorongan positif dari orang lain

6 6 8 20

Jumlah 18 19 23 60

Presentase 30 31,7 38,3 100

Sumber : Hasil Koesioner Penelitian Pendahuluan terhadap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

[image:32.595.134.514.86.290.2]
(33)

11

Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Minat Menjadi Guru, Dukungan Orang Tua dan Motivasi Terhadap Kesiapan Menjadi Guru Profesional Melalui Kompetensi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut :

1. Tidak sedikit guru yang belum memenuhi persyaratan dan standar kompetensi sebagai tenaga kerja yang profesional yang telah ditetapkan 2. Kesiapan mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi

Angkatan 2015 belum matang

3. Terdapat mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 yang tidak berminat menjadi guru ekonomi

4. Kurangnya dukungan dari orang tua untuk menjadi guru

5. Terdapat mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 yang tidak memiliki motivasi baik dalam diri sendiri maupun keluarga untuk menjadi guru ekonomi

6. Masih ada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 yang kurang percaya diri dalam mengajar

(34)

12

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang, dan identifikasi masalah di atas, maka perlu diadakan pembatasan masalah. Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas hal yang akan diteliti, selain itu agar lebih berfokus mengingat luasnya permasalahan yang ada. Oleh karena itu masalah akan dikaji pada penelitian ini dibatasi pada aspek Pengaruh Minat Menjadi Guru, Dukungan Orang Tua dan Motivasi Terhadap Kesiapan Menjadi Guru Profesional Melalui Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Apakah ada pengaruh minat menjadi guru terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

2. Apakah ada pengaruh dukungan orang tua terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

(35)

13

4. Apakah ada hubungan antara minat menjadi guru, dukungan orang tua, dan motivasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

5. Apakah ada pengaruh minat menjadi guru terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

6. Apakah ada pengaruh dukungan orang tua terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

7. Apakah ada pengaruh motivasi terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

8. Apakah ada pengaruh kompetensi mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

9. Apakah ada pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung?

(36)

14

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masakah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui pengaruh minat menjadi guru terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

2. Mengetahui pengaruh dukungan orang tua terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

3. Mengetahui pengaruh motivasi terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

4. Mengetahui hubungan antara minat menjadi guru, dukungan orang tua, dan motivasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

5. Mengetahui pengaruh minat menjadi guru terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

6. Mengetahui pengaruh dukungan orang tua terhadap kesiapan menjadi guru mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

(37)

15

8. Mengetahui pengaruh kompetensi mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

9. Mengetahui pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi terhadap kompetensi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

10. Mengetahui pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua, motivasi dan kompetensi mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

F. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kegunaan Teoritis

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi, bahan literatur, atau pustaka terkait hal-hal yang berhubungan dengan minat menjadi guru, Dukungan Orang Tua, Motivasi, kesiapan menjadi guru profesional, dan kompetensi mahasiswa.

b. Dapat menjadi dasar bahan kajian untuk penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam tentang pembahasan yang terkait.

2. Kegunaan Praktis

(38)

16

menghasilkan output atau calon guru yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang profesional

b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan oleh pembaca atau mahasiswa untuk meningkatkan kesiapan menjadi guru yang nantinya memiliki nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang profesional.

G. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah: 1. Objek Penelitia

Objek penelitian ini adalah Minat Menjadi Guru, Dukungan Orang Tua, Motivasi, Kesiapan Menjadi Guru Profesional, dan Kompetensi.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2015 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 3. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Lampung 4. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun 2018/2019 5. Ilmu Penelitian

(39)

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka

Bab ini akan membahas tinjauan pustaka mengenai pengertian Minat Menjadi Guru, Dukungan Orang Tua, Motivasi, Kompetensi, serta Kesiapan Menjadi Guru Profesional.

1. Minat Menjadi Guru a. Pengertian minat

Minat adalah salah satu faktor psikologis manusia yang menentukan kemajuan dan keberhasilan seseorang tentang suatu hal.

Slameto (2010: 180) mengemukakan bahwa “minat merupakan suatu rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh ataupun memaksa dan cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap hal atau aktivitas tersebut”. Dalyono (2009: 56) mengemukakan bahwa “minat dalam diri seseorang timbul karena adanya faktor daya tarik dari luar dan dari dalam hati sanubari”.

(40)

18

disebabkan oleh beberapa faktor penting. Minat dapat dipandang sebagai motivasi intrinsik yang mendorong untuk melakukan perilaku tertentu. Untuk menumbuhkan minat dibutuhkan kesadaran yang diawali dengan adanya pengetahuan atau nformasi mengenai suatu objek tertentu. Minat tidak dibawa sejak lahir, minat dapat ditimbulkan dari apa yang dipelajari dan mempengaruhi proses selanjutnya. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu jenis pekerjaan tertentu maka orang itu akan melakukan langkah-langkah nyata untuk mengetahui segala sesuatu tentang pekerjaan yang diminatinya.

b. Unsur-unsur Minat

Menurut Hurlock (2010: 117) minat terbagi menjadi 3 aspek yaitu: 1) Aspek Kognitif

Minat didasarkan atas pengalaman pribadi dan hal yang pernah dipelajari baik dirumah, sekolah dan masyarakat serta berbagai media masa.

2) Aspek Efektif

Aspek efektif merupakan konsep yang membangun aspek kognitif. Minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan dan berkembang berdasarkan pengalaman pribadi dan sikap orang yang penting yaiti orang tua, guru, dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media masa terhadap kegiatan itu.

3) Aspek Psikomotorik

Pada aspek psikomotorik, minat berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi dan dengan urutan yang tepat.

c. Indikator Minat

Menurut Slameto (2010: 58) indikator-indikaor minat sebagai berikut: 1) Mempunyai kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan

(41)

19

3) Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati.

4) Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.

5) Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat

Minat tidak muncul begitu saja dalam diri suatu individu. Minat akan timbul dan berkembang setelah individu tersebut mendapatkan informasi, pengetahuan dan kondisi dari suatu objek. Faktor pembentuk minat menurut sadirman (2011: 89), dibedakan menjadi dua faktor yaitu:

1) Faktor Intrinsik

Faktor intrinsik merupakan dorongan atau kecenderungan seseorang yang berhubungan dengan aktivitas itu sendiri yang datang dari dalam masing-masing individu. Faktor intrinsik adalah faktor yang mempengaruhi minat dari dalam individu yang berasal dari kecenderungan seseorang terhadap suatu hal yang diinginkannya atau disukainya. Misalnya perhatian, rasa suka, pengalaman, persepsi, dan sebagainya.

2) Faktor Ekstrinsik

Faktor ekstrinsik merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih aktivitas berdasarkan pengaruh orang lain atau tujuan dan harapan orang lain. Suatu perbuatan atau kondisi ketertarikan yang dipengaruhi atau didorong oleh pihak luar. Misalnya pengarahan orang tua, kondisi lingkungan tempat inggal, fasilitas, dan sebagainya.

e. Fungsi Minat Menjadi Guru

Menurut Hendra Surya (2013: 68) mengemukakan mengenai fungsi minat sebagai berikut:

1) Sebagai sebab yaitu tenaga pendorong yang merangsang seseorang memperhatikan objek tertentu lebih dari objek-objek lainnya.

(42)

20

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut maka dapat diketahui bahwa dengan adanya minat maka perhatian seseorang lebih terfokus pada satu hal sehingga lebih dapat mengarahkan kedalam tujuan hidup seseorang tersebut. Fungsi minat menjadi guru sendiri adalah untuk memberikan perhatian yang lebih besar untuk mengerti, mempelajari, dan memahami mengenai pekerjaan menjadi seorang guru seperti mentransfer ilmu atau mengajar semata tetapi juga mendidik peserta didik dalam bidang pendidikan.

2. Dukungan Orang Tua

a. Pengertian Dukungan Orang Tua

“Kuncoro (dalam Fajriyah, 2012: 4) Dukungan orang tua adalah persepsi seseorang bahwa dirinya menjadi bagian dari jaringan sosial yang di dalamnya tiap anggotanya saling mendukung. Saurasan (Fajriyah, 2008: 4) mengemukakan bahwa dukungan orang tua adalah keberadan, kesedihan, kepedulian, dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cabb (dalam Fajriyah, 2012: 4) mendefiniskan dukungan orang tua sebagai adanya kenyamanan, perhatian penghargaan atau menolong orang dengan sikap menerima kondisinya, dukungan keluarga tersebut diperoleh dari individu maupun kelompok. Jadi dapat simpulkan bahwa, dukungan orang tua adalah keberadan, kesedihan, kepedulian, dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita dan orangtua sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya”.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dukungan Orang Tua

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan orang tua menurut Slameto (2010: 60) sebagai berikut:

1. Cara Orang tua Mendidik

(43)

21

2. Relasi Antaranggota Keluarga

Relasi antaranggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua dengan anaknya.

3. Suasana Rumah

Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-kejadian yang sering terjadi didalam keluarga dimana anak berada dan belajar.

4. Keadaan Ekonomi Keluarga

Pada keluarga yang kondisi ekonominya relatif kurang, menyebabkan orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok anak.

5. Pengertian Orang tua

Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. Kadang-kadang mengalami lemah semangat, maka orang tua wajib memberi pengertian dan dorongan, membantu sebisa mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah.

6. Latar Belakang Kebudayaan

Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar.

c. Fungsi Dukungan Orangtua

Fungsi keluarga menurut Caplan (dalam Fajriyah, 2012: 5) menjelaskan bahwa keluarga memiliki bebeprapa fungsi yaitu:

1. Fungsi informasional

Keluarga berfungsi sebagai sebuah kolektor dan desiminator (penyebar) informasi tentang dunia.

2. Fungsi penilaian

Keluarga bertindak sebagai sebagai bimbingan umpan balik, membimbing dan menengahi pemecahan masalah, sebagai sumber dan validator identitas anggota keluarga diantaranya memberikan support, penghargaan dan perhatian.

3. Fungsi instrumental

Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan konkrit, diantaranya kesehatan penderita dalam hal kebutuhan makan dan minum, istirahat, terhindarnya dari kelelahan.

4. Fungsi emosional

Keluarga sebagai tempat yang aman dan damai untuk istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap emosi.

Fungsi keluarga ada beberapa jenis. Fungsi keluarga menurut Solaeman (dalam Fajriyah, 2012: 5-6) yaitu, sebagai berikut:

1. Fungsi edukasi

(44)

22

2. Fungsi sosialsasi

Tugas keluarga dalam mendidik anaknya tidak saja mencakup pengembangan individu anak agar menjadi pribadi yang mantap, akan tetapi meliputi pula upaya membantunya dan mempersiapkannya menjadi anggota masyarakat yang baik.

3. Fungsi proteksi atau fungsi lindungan

Mendidik hakekatnya melindungi, yaitu melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik dan dari hidup yang menyimpang norma.

4. Fungsi efeksi atau fungsi perasaan

Anak berkomunikasi dengan lingkungannya, juga berkomunikasi dengan orang tuanya dengan keseluruhan pribadinya terutama pada saat anak masih kecil yang masih meghayati dunianya secara global dan belum terdifferensiasikan.

5. Fungsi religius

Keluarga mempunyai fungsi religius, artinya keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak serta anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama.

6. Fungsi ekonomis

Fungsi ekonomis keluarga meliputi pencarian nafkah, perencanaan serta pembelajarannya dan pemanfaatannya.

7. Fungsi rekreasi

Rekreasi dirasakan orang apabila ia menghayati suasana tenang dan damai, jauh dari ketegangan batin, segar dan santai, dan kepada yang bersangkutan memberikan perasaan bebas terlepas dari segala ketegangan dan kehidupan sehari-hari.

8. Fungsi biologis

Fungsi biologis keluarga berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan biologis anggota keluarga.

d. Aspek-aspek Dukungan Orang Tua

Menurut Sarafino (dalam Fajriyah, 2012: 6) dukungan orang tua terdiri dari empat aspek, yaitu sebagai berikut:

1. Dukungan emosional

Dukungan ini melibatkan ekspresi rasa empati dan perhatian terhadap individu, sehingga individu tersebut merasa nyaman, dicintai dan diperhatikan.

2. Dukungan penghargaan

Dukungan ini melibatkan ekspresi yang berupa pernyataan setuju dan penilaian positif terhadap ide-ide, perasaan dan performa orang lain.

3. Dukungan instrumental

(45)

23

4. Dukungan informasi

Dukungan yang bersifat informasi ini dapat berupa saran, pengarahan dan umpan balik tentang bagaimana cara memecahkan persoalan.

e. Indikator Dukungan Orang Tua

Hawari (dalam Fajriyah, 2012: 6) mengemukakan ada 6 indikator dukungan orang tua/keluarga, yaitu sebagai berikut:

1. Menciptakan kehidupan beragama dalam keluarga 2. Mempunyai waktu bersama keluarga

3. Mempunyai komunikasi yang baik antar anggota keluarga 4. Saling menghargai sesama anggota keluarga

5. Kualitas dan kuantitas konflik yang minim

6. Adanya hubungan atau ikatan yang erat antar anggota keluarga

Keenam indikator tersebut mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya. Proses tumbuh kembang anak sangat ditentukan dari berfungsi tidaknya keenam aspek diatas, untuk meciptakan keluarga yang harmonis peran dan fungsi orang tua sangat menentukan, keluarga yang tidak bahagia atau tidak harmonis akan mengakibatkan anak menjadi menurun prestasi belajarnya.

3. Motivasi

a. Pengertian Motivasi

(46)

24

Menurut pendapat Dimyanti dan Mudjiono (2009: 80) menyebutkan bahwa motivasi merupakan kekuatan yang berasal dari dalam diri yang berasal dari berbagai sumber.

Sedangkan menurut Uno (2009: 23) “Hakikat motivasi belajar adalah Dengan adanya motivasi yang tinggi, seseorang dapat mempunyai kesidorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indkator atau unsur yang mendukung”.

Dengan adanya motivasi yang tinggi, seseorang dapat mempunyai kesiapan untuk menjadi guru yang profesional. Motivasi dalam diri mahasiswa juga sangat penting khususnya dalam kesiapan untuk menjadi guru profesional. Karena dengan adanya motivasi yang diterima oleh mahasiswa maka ia akan memiliki kesiapan untuk menjadi guru profesional.

b. Indikator-indkator Motivasi

Menurut Uno (2008: 23), indikator-indikator motivasi belajar dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

1. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.

2. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. 3. Adanya harapan dan cita-cita masa depan. 4. Adanya penghargaan dalam belajar.

5. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. 6. Adanya lingkungan belajar yang kondisif.

Sedangkan menurut sadirman (2011: 83-84), indikator-indikator motivasi belajar adalah:

1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

(47)

25

3. Muwujudkan minat terhadap bermacam macam masalah. 4. Lebih senang bekerja mandiri.

5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif). 6. Dapat mempertahankan pendapat yang diyakininya.

7. Tidak mudah melepaskan diyakininya itu.

8. Senang mencari dan memcahkan masalah soal-soal.

Dari beberapa pendapat di atas indikator motivasi belajar yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah indikator motivasi belajar yang diklarifikasikan oleh Sardiman (2011: 83-84), yaitu “meliputi tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, mewujudkan minat terhadap bermacam-macam masalah, lebih senang bekerja mandiri, cepat bosan pada tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya itu, senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal”.

c. Fungsi Motivasi

Menurut Syaodih S. (2009: 62), mengemukakan bahwa “Motivasi memiliki dua fungsi, yaitu mengarahkan (directional function) dan mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan (activating and energizing function)”. Menurut M. Ngalim Purwanto (2010: 70) fungsi dari motivasi adalah sebagai berikut:

1. Motivasi ini mendorong manusia untuk membuat/bertindak. Motif itu berfungsi sebagai penggerak kepala seseorang untuk melakukan suatu tugas.

2. Motivasi itu menentukan arah perbuatan, yaitu kearah perwujudan suatu tujuan atau cita-cita. Motivasi memberikan arah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu.

3. Motivasi itu menyeleksi perbuatan kita. Dalam hal ini berarti bahwa motivasi menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan itu.

Hamalik (2011: 161) juga menjelaskan bahwa fungsi motivasi meliputi: 1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar. 2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan

perbuatan pencapaian tujuan yang di inginkan.

(48)

26

Menurut pendapat para ahli yang dijabarkan diatas dapat diketahui bahwa motivasi belajar memiliki fungsi sebagai pendorong dan pengarah dalam kegiatan belajar agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan menyeleksi perbuatan mana yang harus dilakukan dan menyampingkan perbuatan yang tidak permanfaat bagi tujuan tersebut.

4. Kompetensi

a. Pengertian Kompetensi

Secara harfiah, menurut Scale (dalam Edy Sutrisno, 2009: 202) kompetensi berasal dari kata competence yang artinya kecakapan, kemampuan dan wewenang.

“Menurut David Mc.Clelland (Sedarmayanti, 2017: 126) mengemukakan bahwa kompetensi adalah karakteristik yang mendasar yang dimiliki seseorang yang berpengaruh langsung terhadap kinerja, atau dapat memprediksikan kinerja yang sangat baik. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 pasal 1 tentang Guru dan Dosen, kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan keprofesionala. Dengan demikian, kompetensi guru merupakan karakteristik dasar yang ditunjukan oleh guru dalam bentuk pernyataan, sikap, dan tindakan, yang membentuk kepribadiannya yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain dengan performansi tinggi atau rendah dalam melaksanakan tugasnya di bidang pekerjaan tertentu dalam lembaga pendidikan”.

b. Aspek-aspek yang Terkandung dalam Kompetensi

Menurut Gordon (Edy Sutrisno, 2009: 204) ada beberapa aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu:

1. Pengetahuan (knowledge)

(49)

27

2. Pemahaman (understanding)

Pemahaman adalah aspek yang perkaitan dengan kedalaman kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu (manusia). 3. Kemampuan (skill)

Kemampuan adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu (manusia) untuk melaksanakan dan melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

4. Nilai (value)

Nilai adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan telah menyatu dalam diri seorang individu (manusia).

5. Sikap (attitude)

Sikap perasaan senang dan tidak senang, suka dan tidak suka, atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar.

6. Minat (interest)

Minat adaah kecenderungan seseorang untuk memberikan perhatian dan melakukan suatau perbuatan (bertindak) terhadap orang, aktivitas, atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut yang diiringi dan disertai perasaan senang.

c. Kompetensi Mahasiswa

Menurut pasal 8 UU No. 14 Pasal 1 Ayat 1 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, bahwa syarat wajib seorang guru adalah memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidikan, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Wahyudi (2014: 58) menyebutkan tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa, yaitu sebagai berikut:

1. Kompetensi Utama

Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah pengetahuan (knowlage). Pengetahuan adalah kesadaran dalam bidang kognitif.

2. Kompetensi Pendukung

(50)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Ada pengaruh minat menjadi guru terhadap kompetensi mahasiswa. Jika

minat menjadi guru yang dimiliki mahasiswa tinggi, maka kompetensi mahasiswa yang dimiliki akan semakin meningkat.

2. Ada pengaruh dukungan orang tua terhadap kompetensi mahasiswa. Jika dukungan orang tua yang dimiliki oleh mahasiswa tinggi, maka kompetensi mahasiswa yang dimiliki akan semakin meningkat.

3. Ada pengaruh motivasi terhadap kompetensi mahasiswa. Jika motivasi yang dimiliki mahasiswa tinggi, maka kompetensi mahasiswa yang dimiliki akan semakin meningkat.

4. Ada hubungan antara minat menjadi guru, dukungan orang tua, dan motivasi.

(51)

133

6. Ada pengaruh dukungan orang tua terhadap kesiapan menjadi guru. Jika dukungan orang tua yang dimiliki mahasiswa tinggi, maka kesiapan menjadi guru yang dimiliki akan semakin meningkat.

7. Ada pengaruh motivasi terhadap kesiapan menjadi guru. Jika motivasi yang dimiliki mahasiswa tinggi, maka kesiapan menjadi guru yang dimiliki akan semakin meningkat.

8. Ada pengaruh kompetensi mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru. Jika kompetensi mahasiswa yang dimiliki tinggi, maka kesiapan menjadi guru yang dimiliki akan semakin meningkat.

9. Ada pengaruh minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi terhadap kompetensi mahasiswa. Jika minat menjadi guru mahasiswa tinggi, dukungan orang tua mahasiswa tinggi dan motivasi mahasiswa tinggi maka akan meningkatkan kompetensi mahasiswa.

(52)

134

B. Saran

Berdasarkan pembahasan kesimpulan di atas peneliti memberi saran sebagai berikut:

1. Mahasiswa sebaiknya memiliki minat untuk menjadi guru agar kompetensi yang dimiliki mahasiswa dapat berkembang dan menjadi lebih baik.

2. Dukungan orang tua juga sangat diperlukan agar mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi yang di miliki.

3. Mahasiswa sebaiknya memliki motivasi baik dari dalam diri maupun lingkungan agar lebih menguasai kompetensi yang dimilikinya.

4. Mahasiswa jurusan keguruan sebaiknya memiliki motivasi dari dalam diri agar memiliki kesiapan untuk menjadi guru. Jangan kalah dengan mahasiswa yang dari jurusan lain.

5. Mahasiswa sebaiknya mengetahui bahwa minat menjadi guru itu sangat penting untuk kedepannya dalam mempersiapkan menjadi guru yang profesional.

6. Mahasiswa sebaiknya memiliki kesiapan menjadi guru. Jika dukungan orang tua yang dimiliki mahasiswa tinggi, maka kesiapan menjadi guru yang dimiliki akan semakin meningkat.

7. Mahasiswa jurusan keguruan sebaiknya mimiliki kesiapan untuk menjadi guru. Karena sekarang ini banyak dari jurusan lain berminat untuk menjadi guru.

(53)

135

mahasiswa yang dimiliki tinggi, maka kesiapan menjadi guru yang dimiliki akan semakin meningkat.

9. Mahasiswa sebaiknya memiliki minat menjadi guru, dukungan orang tua dan motivasi karena hal tersebut memiliki pengaruh terhadap kompetensi yang dimiliki mahasiswa mahasiswa.

(54)

DAFTAR PUSTAKA

Abror, Abduh Rachman. 2013. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.

Alinurdin dkk. 2017. Pengaruh Orang Tua terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru. Pamulang: Universitas Pamulang.

Anonim. 2002. Kompetensi. Kemendiknas.

Anonim. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Baiti, Ahmad A. 2014. Pengaruh Pengalaman Praktik, Prestasi Belajar Dasar Kejuruan dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kesiapan Menjadi Guru. Yogyakara: UNY.

Dalyono, M. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdignas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Dirjend. Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdignas. 2016. Undang-Undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdignas.

Dimyanti dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2010. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendidikan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hartaji, Hestu Dandy. 2018. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional Guru dan Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Belajar Ekonomi Siswa di SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman Tahun Ajaran 2017/2018. Yogyakarta: UNY.

(55)

Hidayah, Fajriyah Nur. 2012. Hubungan Antara Dukungan Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa SD Negeri Bumi 1 Laweyan Surakarta. Surakarta: UMS.

Hurlock, Elizabeth B. 2009. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Komarudin. 2010. Teori dan Praktek. Bandung: Trigenda Karya.

Peraturan Pemerintah (PP). 2005. Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pratama, Bayu Rizky. Niswah Lutfiyani & Irtifah Nugrahaini. 2015. Pengaruh Prestasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Penguasaan Kompetensi Profesional, dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Kesiapan Menjadi Guru Ekonomi/Akuntansi yang Profesional (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Tahun 2010). Semarang: UNS.

Praptiana, Yurike. 2017. Pengaruh Pengalaman Praktik Lapangan (PPL), Minat, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Menjadi Guru Profesional Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2013 Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Nasional. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UNY. Pratiwi, Astari. 2016. Pengaruh Pengalaman Prakerin (Praktik Kerja Industri),

Motivasi Memasuki Dunia Kerja, dan Prestasi Belajar Produktif Administrasi Perkantoran terhadap Kesiapan Kerja Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran di SMK Gajah Mada Bandar Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Rusman, Tedi. 2016. Modul Statistik Parametrik. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Rusman, Tedi. 2015. Statistika Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sanjaya. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sari, Istiana Dewi Kurnia. 2016. Pengaruh Minat Menjadi Guru dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terhadap Kesiapan Mengajar. Semarang: UNS.

Sedarmayanti. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika Aditama.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

(56)

Sudjana, Nana. 2017. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugihartono. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan. Bandung: Alfabeta. Sukardi, Dewa Ketut. 2013. Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah. Jakarta: Balai

Pustaka

Suryabrata, Sumadi. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Surya Hendra. 2013. Cara Belajar Orang Genius. Jakarta: PT.Elex Media

Komputindo.

Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Syaodih, Nana Sukmadinata.2009. Landasan Psikologis Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarta.

Wakhyudi. 2014. The Readiness of Thai Accuonting Students for The ASEAN Economic Community: An Exploratory Study. Asian Journal of Business and Accounting VII. Malaysia.

Uno, Hamzah B. 2008. Teori Motivasi dan Pengukuran. Jakarta: Bumi Aksara. Yulianto, Aditya. 2015. Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Minat

Menjadi Guru, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru yang Profesional Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Tahun Angkatan 2011 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Semarang: UNS.

Figure

Gambar
Tabel 1. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20
Tabel 2. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20
Tabel 3. Hasil Kuesioner Penelitian Pendahuluan Terhadap 20
+2

References

Related documents

The minimum exhibition space is 12 sqm (16 sqm for meeting suites). The rent includes: by way of tenancy surrender of the exhibition space during construction, running time

Analyses of structure of participatory budgets expenditures and the influence of projects on the neighbourhood and the city show that the direct role of participatory budgets on

Raz\v siritev programskega paketa Orange za analizo \v casovnih vrst. ``All software sucks, be it open-source

*Principal Lecturer, ‡Principal Lecturer, ††Professor in Mental Health Nursing, School of Health, University of Central Lancashire, Preston, †Service User Researcher,

The approach that was encoded originally in the query builder was to generate two queries, one that returns the full list of objects with every attribute, and a different one which

Using three sector small open economy DSGE model Mendoza (1995) analysed the role of terms of trade on business cycle in some selected developing economies and seven

Screening procedures performed in research-setting studies have shown that the prevalence of celiac disease in patients with autoimmune thyroid disease is approximately 4-15

Based on the proposed design and analysis framework, an empirical study will be carried out using a design-based research approach, in particular by the design of web-based