• No results found

1822-10133-3-PB.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "1822-10133-3-PB.pdf"

Copied!
7
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

Kopertis

Kopertis Wilayah Wilayah X X 226226

DOI:

DOI: http://doi.org/10.22216/jen.v3i2.1822http://doi.org/10.22216/jen.v3i2.1822

 ABSTR  ABSTRACT ACT   Malaria is

 Malaria is an infectiouan infectious disease s disease is acute is acute or chroor chronic, caused nic, caused by Plaby Plasmodium that smodium that attack the attack the erythrocytes,erythrocytes, which erythrocytes are biconcave, basin (concave) function to provide a space in which hemoglobin which erythrocytes are biconcave, basin (concave) function to provide a space in which hemoglobin would bind oxygen. Malaria is transmitted by the bite of a female

would bind oxygen. Malaria is transmitted by the bite of a female Anopheles mosquito vectors that haveAnopheles mosquito vectors that have been infected by Plasmodium sp. Th

been infected by Plasmodium sp. The e research is descriptive cross research is descriptive cross sectional design of the researcsectional design of the researchh result description the shape, size, and

result description the shape, size, and color of blood cells, erythrocytes in color of blood cells, erythrocytes in blood clots malaria positiveblood clots malaria positive  patients, using microscopy methods

 patients, using microscopy methods to manufacture thin blood smear sto manufacture thin blood smear stained with Giemsa hereinafter.tained with Giemsa hereinafter. The

The research was research was conducted in Puskesmaconducted in Puskesmas Sungai Pans Sungai Pancur Tanjung cur Tanjung Piayu Batam disPiayu Batam district fromtrict from September to November 2016. Population and sample is

September to November 2016. Population and sample is positive malaria patients were capillary bloodpositive malaria patients were capillary blood taken from the patient's finger. From the research results Patients with malaria attacked Plasmodium taken from the patient's finger. From the research results Patients with malaria attacked Plasmodium  falciparum erythrocyte Normal

 falciparum erythrocyte Normal shape (biconcave), normositer shape (biconcave), normositer size (±size (±7 Mikron), and 7 Mikron), and color Hipocromcolor Hipocrom erythrocytes (erythrocytes pale>

erythrocytes (erythrocytes pale>11

3

3 part). Patients with malaria Plasmodium vivax attacked Abnormal part). Patients with malaria Plasmodium vivax attacked Abnormal

 form erythrocytes (Crenation) is erythrocytes shrink, Makrositer size (>7 Mikron) where erythrocytes  form erythrocytes (Crenation) is erythrocytes shrink, Makrositer size (>7 Mikron) where erythrocytes

enlarged, and colors Hipocrom erythrocytes (erythrocytes pale> enlarged, and colors Hipocrom erythrocytes (erythrocytes pale>11

3

3 part). part).

Keywords

Keywords : : Erythrocytes Erythrocytes,,Plasmodium vivax, Plasmodium falciparumPlasmodium vivax, Plasmodium falciparum ABSTRAK

ABSTRAK

Malaria merupakanpenyakitinfeksi yang bersifat akut maupun kronis yang disebabkan oleh Malaria merupakanpenyakitinfeksi yang bersifat akut maupun kronis yang disebabkan oleh

Plasmodium

Plasmodium  yang menyerang eritrosit  yang menyerang eritrosit , , dimana eritrosit yang berbentuk dimana eritrosit yang berbentuk bikonkaf bikonkaf , cekungan (, cekungan (konkaf konkaf ))  berfungsi untuk

 berfungsi untuk membememberikan rikan ruang padaruang pada hemoglobinhemoglobin  yang akan mengikat oksigen. Penyakit malaria  yang akan mengikat oksigen. Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan vektor

ditularkan melalui gigitan vektor nyamuknyamuk Anopheles Anopheles betina yang  betina yang sudah terinfeksudah terinfeksi olehsi olehPlasmodium spPlasmodium sp.. Penelitian ini ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional yaitu hasil penelitian memberikan Penelitian ini ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional yaitu hasil penelitian memberikan gambaran bentuk, ukuran, dan warna sel darah eritrosit pada sediaan darah tepi pasien positif malari, gambaran bentuk, ukuran, dan warna sel darah eritrosit pada sediaan darah tepi pasien positif malari, menggunakan metode mikroskop dengan pembuatan apusan darah tipis yang selanjutnya diwarnai menggunakan metode mikroskop dengan pembuatan apusan darah tipis yang selanjutnya diwarnai dengan giemsa. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam dari bulan dengan giemsa. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam dari bulan September sampai bulan November tahun 2016. Populasi dan sampel merupakan pasien positif malaria September sampai bulan November tahun 2016. Populasi dan sampel merupakan pasien positif malaria yang diambil darah kapiler dari jari

yang diambil darah kapiler dari jari tangan pasien. Dari hasil penelitian Penderita penyakit malaria yangtangan pasien. Dari hasil penelitian Penderita penyakit malaria yang diserang

diserangPlasmodium falciparumPlasmodium falciparum bentuk eritrosit Normal ( bentuk eritrosit Normal (bikonkaf bikonkaf ), ukuran Normositer (± 7 Mikron),), ukuran Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >11

3

3  bagian). Penderita penyakit malaria yang diserang  bagian). Penderita penyakit malaria yang diserang

Plasmodium vivax

Plasmodium vivax bentuk eritrosit Abnormal ( bentuk eritrosit Abnormal (krenasikrenasi) yaitu ) yaitu eritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (>eritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (> 7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >11

3

3 bagian). bagian).

Kata Kunci

Kata Kunci : Eritrosit, : Eritrosit,Plasmodium vivax, Plasmodium falciparumPlasmodium vivax, Plasmodium falciparum

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Malaria merupakan penyakit yang Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah dan ditangani apabila dapat dicegah dan ditangani apabila intervensi terkini yang direkomendasikan intervensi terkini yang direkomendasikan telah sepenuhnya diterapkan mulai dari telah sepenuhnya diterapkan mulai dari kontrol terhadap vektor sampai penanganan kontrol terhadap vektor sampai penanganan

dengan obat antimalaria yang sesuai. dengan obat antimalaria yang sesuai. Malaria merupakan salah satu masalah Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat menyebabkan kematian bisa dapat menyebabkan kematian bisa mengenai semua usia mulai dari bayi, mengenai semua usia mulai dari bayi,

(2)
(3)

Jurnal

Jurnal Endurance Endurance 3(2) 3(2) Juni Juni 2018 2018 (226-231)(226-231)

 balita, anak-anak, usia

 balita, anak-anak, usia remaja bahkan padaremaja bahkan pada usia produktif (Depkes RI, 2004).

usia produktif (Depkes RI, 2004).

Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus mengalami komplikasi atau bahkan mengalami komplikasi atau bahkan  berujung

 berujung pada pada kematian. kematian. Sekitar Sekitar 1 1 dari dari 44 kasusmalaria yang terjadi menyerang kasusmalaria yang terjadi menyerang anak-anak. Angka Kesakitan Malaria (API) anak. Angka Kesakitan Malaria (API) Provinsi Kepulaaun Riau tahun 2015 Provinsi Kepulaaun Riau tahun 2015 menunjukkan penurunan (0,61) bila menunjukkan penurunan (0,61) bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dibandingkan dengan tahun sebelumnya (1,14). API Provinsi Kepulauan Riau (1,14). API Provinsi Kepulauan Riau selama kurun waktu 5 (lima) tahun selama kurun waktu 5 (lima) tahun  berturut-turut menun

 berturut-turut menunjukkan kecenderunganjukkan kecenderungan menurun (Dinkes Kepri, 2015).

menurun (Dinkes Kepri, 2015).

Infeksi malaria bisa terjadi cukup Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk.Malaria jarang dengan satu gigitan nyamuk.Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu sekali menular secara langsung dari satu orang ke oranglainnya. Contoh kondisi orang ke oranglainnya. Contoh kondisi  penularan

 penularan penyakit penyakit ini ini adalah adalah jika jika terjaditerjadi kontakdengan darah penderita atau janin kontakdengan darah penderita atau janin  bisa

 bisa terinfeksi terinfeksi karena karena tertular tertular daridarahdaridarah sang ibu.Gejala malaria biasanya akan sang ibu.Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai duaminggu muncul antara satu sampai duaminggu setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang,46gejala muncul setahun kasus yang jarang,46gejala muncul setahun setelah gigitan nyamuk terjadi. setelah gigitan nyamuk terjadi. Gejala-gejalamalaria yang biasanya terjadi adalah gejalamalaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat,menggigil munculnya demam, berkeringat,menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeriotot (Depkes Kepri, kepala, diare, dan nyeriotot (Depkes Kepri, 2015).

2015).

Penyakit malaria ditularkan melalui Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan vektornyamuk

gigitan vektornyamuk  Anopheles Anopheles  betina betina yang sudah terinfeksi oleh

yang sudah terinfeksi oleh PlasmodiumPlasmodium sp

sp.Malaria merupakan penyakit infeksi.Malaria merupakan penyakit infeksi yang bersifat akut maupun kronis yang yang bersifat akut maupun kronis yang disebabkan oleh protozoaintrasel dari genus disebabkan oleh protozoaintrasel dari genus Plasmodium

Plasmodium yang menyerang eritrosit. Ada yang menyerang eritrosit. Ada empat parasit yang dapat menginfeksi empat parasit yang dapat menginfeksi manusia, yaitu

manusia, yaitu Plasmodium malariae,,Plasmodium malariae Plasmodium vivax

Plasmodium vivax,, PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparum   dandan Plasmodium Plasmodium ovaleovale.. Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum  paling sering  paling sering didapati pada daerah tropis dan sering didapati pada daerah tropis dan sering

terhadap obat-obat anti malaria (Harijanto, terhadap obat-obat anti malaria (Harijanto, 2010).

2010).

Darah adalah jaringan cair yang Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga  jenis yaitu erit

 jenis yaitu eritrosit, leukosit dan rosit, leukosit dan trombosit.trombosit. Eritrosit berbentuk

Eritrosit berbentuk bikonkaf bikonkaf , cekungan, cekungan ((konkaf konkaf ) pada eritrosit digunakan untuk) pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen(Muliawan, 2010). akan mengikat oksigen(Muliawan, 2010).

Gejala klinis penyakit malaria sangat Gejala klinis penyakit malaria sangat khas dengan adanya serangan demam yang khas dengan adanya serangan demam yang intermiten, anemia, sekunder dan intermiten, anemia, sekunder dan splenomegal. Gejala di dahului oleh splenomegal. Gejala di dahului oleh keluhan prodomal berupa malaise, sakit keluhan prodomal berupa malaise, sakit kepala, nyeri pada tulang atau otot, kepala, nyeri pada tulang atau otot, anoreksia, mual, diare ringan dan anoreksia, mual, diare ringan dan kadang-kadang merasa dingin dipunggung. kadang merasa dingin dipunggung. Keluhan ini sering terjadi pada

Keluhan ini sering terjadi pada PlasmodiumPlasmodium vivax

vivax dandanPlasmodium ovalePlasmodium ovale sedangkansedangkan Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum  dan  dan PlasmodiumPlasmodium malariae

malariae keluhan prodromal tidak jelaskeluhan prodromal tidak jelas  bahkan

 bahkan gejala gejala dapat dapat mendadakmendadak (Alimudiarnis, 2009).

(Alimudiarnis, 2009).

Demam periodik berkaitan dengan Demam periodik berkaitan dengan saat pecahnya schizon matang (sporolasi). saat pecahnya schizon matang (sporolasi). Pada malaria tertiana (

Pada malaria tertiana (Plasmodium vivaxPlasmodium vivax dan

dan Plasmodium ovalePlasmodium ovale) pematangan) pematangan schizon tiap 48 jam maka periodisitas schizon tiap 48 jam maka periodisitas demamnya setiap hari ke-3. Malaria demamnya setiap hari ke-3. Malaria kuartana (

kuartana (Plasmodium Plasmodium malariae))malariae  pematangan-nya

 pematangan-nya tiap tiap 72 72 jam jam dandan  periodisitas

 periodisitas demamnya demamnya tiap tiap 4 4 hari.hari. Sedangkan malaria serebral (

Sedangkan malaria serebral (PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparum) penyebab malaria tropika) penyebab malaria tropika merupakan malaria berat yang sering merupakan malaria berat yang sering menyebabkan kematian (Depkes Kepri, menyebabkan kematian (Depkes Kepri, 2015).

2015).

Tingginya angka kematian akibat Tingginya angka kematian akibat  penyakit malaria

 penyakit malaria dipengaruhi oleh dipengaruhi oleh prosedurprosedur  penanganan

 penanganan malaria malaria yang yang dimulai dimulai daridari ketepatan diagnosa, pengobatan, dan ketepatan diagnosa, pengobatan, dan fasilitas kesehatan, karena berbeda fasilitas kesehatan, karena berbeda Plasmodium

Plasmodium  yang menyerang pasien  yang menyerang pasien  penyakit

 penyakit malaria, malaria, maka maka berbeda berbeda dalamdalam  pengibatannya.

(4)

malaria. Diagnosa laboratorium ditegakkan malaria. Diagnosa laboratorium ditegakkan dengan menemukan

dengan menemukan PlasmodiumPlasmodium  malaria  malaria dalam pemeriksaan sediaan apus darah tepi dalam pemeriksaan sediaan apus darah tepi memakai pewarna giemsa (Widoyono, memakai pewarna giemsa (Widoyono, 2008).

2008).

Manfaat penelitian ini adalah untuk Manfaat penelitian ini adalah untuk melihat gambaran

melihat gambaran eritrosit eritrosit   sediaan darah  sediaan darah tepi pasien malaria yang terinfeksi tepi pasien malaria yang terinfeksi Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum dandan PlasmodiumPlasmodium vivax

vivax yang dapat menjadi salah satuyang dapat menjadi salah satu  pedoman

 pedoman bagi bagi klinisi klinisi dalamdalam  penatalaksanaan

 penatalaksanaan malaria malaria untuk untuk menilaimenilai  beratnya

 beratnya kondisi kondisi pasien pasien akibat akibat infeksiinfeksi malaria sehingga dalam penanganannya malaria sehingga dalam penanganannya tepat dan dapat menjadi petunjuk dalam tepat dan dapat menjadi petunjuk dalam  pengembang-an penelitian selanjutnya.  pengembang-an penelitian selanjutnya.

METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN

Penelitian ini bersifat deskriptif Penelitian ini bersifat deskriptif dengan

dengan desain cross sectionaldesain cross sectional. Hasil. Hasil  penelitian

 penelitian memberikan memberikan gambaran gambaran bentuk,bentuk, ukuran, dan warna sel darah eritrosit pada ukuran, dan warna sel darah eritrosit pada sediaan darah tepi pasien positif malaria sediaan darah tepi pasien positif malaria dengan alat yang digunakan dalam dengan alat yang digunakan dalam  peneliian

 peneliian ini ini berupa berupa kapas, kapas, rakrak

 pewarna,kotak

 pewarna,kotak preparat, preparat, mikroskop, mikroskop, pipetpipet tetes, pipet takar, lanset, beacker glass, tetes, pipet takar, lanset, beacker glass,  batang

 batang pengaduk, pengaduk, dan dan gelas gelas ukur. ukur. BahanBahan dalam penelitian ini berupa alkohol 70%, dalam penelitian ini berupa alkohol 70%, Aquades, larutan Giemsa, Methyl alkohol, Aquades, larutan Giemsa, Methyl alkohol, dan Buffer pH 7,2.Populasi dalam dan Buffer pH 7,2.Populasi dalam  penelitianini

 penelitianini adalah adalah seluruh seluruh pasien pasien positifpositif menderita penyakit malaria. Penelitian ini menderita penyakit malaria. Penelitian ini dilakukan di di Pukesmas Sungai Pancur dilakukan di di Pukesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam. Data dianalisa Tanjung Piayu Batam. Data dianalisa secara manual dan disajikan dalam bentuk secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel serta hasil di deskripsikan.

tabel serta hasil di deskripsikan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian dilakukan di Puskesmas Penelitian dilakukan di Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu berupa Sungai Pancur Tanjung Piayu berupa  pemeriksaan

 pemeriksaan mikroskopis mikroskopis apusan apusan darahdarah malaria dengan variasi waktu untuk malaria dengan variasi waktu untuk mendapatkan gambaran sel darah eritrosit mendapatkan gambaran sel darah eritrosit  pada

 pada sediaan sediaan darah darah tepi tepi pasien pasien positifpositif malaria, penelitian ini di ambil data dari malaria, penelitian ini di ambil data dari  bulan

 bulan September September sampai sampai bulan bulan NovemberNovember 2016, dan sampel berasal dari sediaan darah 2016, dan sampel berasal dari sediaan darah  pasien

 pasien malaria malaria yang yang datang datang ke ke PuskesmasPuskesmas Sei Pancur Tanjung Piayu Batam.

Sei Pancur Tanjung Piayu Batam. Tabel 1. Hasil Gambaran Sel Darah Erit

Tabel 1. Hasil Gambaran Sel Darah Eritrosit pada Sedian Darah Tepi Pasien rosit pada Sedian Darah Tepi Pasien Malaria diMalaria di Puskesmas Sungai Pancur Tanjung

Puskesmas Sungai Pancur Tanjung Piayu Batam.Piayu Batam.  No

 No Hari/Hari/ Tanggal

Tanggal  Nama  Nama JenisJenis

Gambar Sel Eritrosit Gambar Sel Eritrosit

Bentuk Ukuran Warna

Bentuk Ukuran Warna

1.

1. Rabu,Rabu, 06 Sept 2016

06 Sept 2016 YSYS Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum  Normal ( Normal ( Bikonkaf  Bikonkaf ))

 Normositer  Normositer (±7 Mikron) (±7 Mikron) Hipocrom Hipocrom (Pucat > (Pucat >11 3 3 bagian) bagian) 2. 2. Kamis,Kamis, 24 Sept 2016

24 Sept 2016 AKAK Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum

 Normal  Normal (( Bikonkaf  Bikonkaf ))  Normositer  Normositer (±7 Mikron) (±7 Mikron) Hipocrom Hipocrom (Pucat >

(Pucat >1133 bagian) bagian)

3

3 Selasa,Selasa, 15 Okt 2016

15 Okt 2016 JNJN Plasmodium VivaxPlasmodium Vivax

Abnormal Abnormal ((KrenasiKrenasi)) Makrositer Makrositer (>7 Mikron) (>7 Mikron) Hipocrom Hipocrom (Pucat > (Pucat >11 3 3 bagian) bagian) 4 4 Kamis,Kamis, 21 Okt 2016

21 Okt 2016 EVEV Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum

 Normal  Normal (( Bikonkaf  Bikonkaf ))  Normositer  Normositer (± 7 Mikron) (± 7 Mikron) Hipocrom Hipocrom (Pucat >

(Pucat >1133 bagian) bagian)

Kamis,

(5)

Jurnal

Jurnal Endurance Endurance 3(2) 3(2) Juni Juni 2018 2018 (226-231)(226-231)

Dari hasil Tabel 1. dapat dilihat jumlah Dari hasil Tabel 1. dapat dilihat jumlah  pasian

 pasian malaria malaria yang yang datang datang sebanyak sebanyak 55 orang yang berjenis kelamin wanita yang orang yang berjenis kelamin wanita yang datang ke Puskesmas Sei Pancur. Pasien datang ke Puskesmas Sei Pancur. Pasien diserang oleh

diserang oleh Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum dan dan Plasmodium

Plasmodium  vivax  vivax  yang menyebabkan  yang menyebabkan  penyakit

 penyakit malariamalaria..Pada hari selasa tanggalPada hari selasa tanggal 06 September 2016

06 September 2016 “YS” datang ke“YS” datang ke Puskesma Sei Pancur, setelah diperiksa Puskesma Sei Pancur, setelah diperiksa “YS” positif diserang penyakit malaria “YS” positif diserang penyakit malaria

dengan jenis

dengan jenis PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparumdengan bentuk eritrosit Normaldengan bentuk eritrosit Normal ((bikonkaf bikonkaf ), ukuran Normositer (± 7), ukuran Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

(eritrosit pucat >11

3

3 bagian). bagian). Pada Pada hari sabtuhari sabtu

tanggal 24September

tanggal 24September 2016 “AK” juga2016 “AK” juga  positif

 positif diserang diserang penyakit penyakit malaria malaria dengandengan  jenis

 jenis Plasmodium Plasmodium falciparumfalciparumdengandengan  bentuk er

 bentuk eritrosit itrosit Normal Normal ((bikonkaf bikonkaf ), ukuran), ukuran  Normositer

 Normositer (± (± 7 7 Mikron), Mikron), dan dan warnawarna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > 11

3 3

 bagian).

 bagian). Kemudian Pada hari sabtutanggalKemudian Pada hari sabtutanggal 15 Oktober

15 Oktober 2016 “JN” positif diserang2016 “JN” positif diserang  penyakit malaria dengan je

 penyakit malaria dengan jenisnis PlasmodiumPlasmodium vivax

vivax dengan bentuk eritrosit Abnormaldengan bentuk eritrosit Abnormal ((krenasikrenasi) yaitu eritrosit mengkerut, ukuran) yaitu eritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (> 7 Mikron) dimana eritrosit Makrositer (> 7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

(eritrosit pucat >11

3

3 bagian). bagian).

Selanjutnya pada hari jumat tanggal Selanjutnya pada hari jumat tanggal 21 Oktober

21 Oktober 2016 “EV” positif diserang2016 “EV” positif diserang  penyakit malaria dengan je

 penyakit malaria dengan jenisnis PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparumdengan bentuk eritrosit Normaldengan bentuk eritrosit Normal ((bikonkaf bikonkaf ), ukuran Normositer (± 7), ukuran Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

(eritrosit pucat > 11

3

3 bagian). bagian). Satu Satu bulanbulan

 berikutnya pasien terakhir datang pada hari  berikutnya pasien terakhir datang pada hari

sabtu

sabtu tanggal tanggal 26 26 NovemberNovember 2016 “RA”2016 “RA”  juga

 juga positif positif diserang diserang penyakit penyakit malariamalaria

dengan jenis

dengan jenis PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparumdengan bentuk eritrosit Normaldengan bentuk eritrosit Normal ((bikonkaf bikonkaf ), ukuran Normositer (± 7), ukuran Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >

(eritrosit pucat >11 bagian). bagian).

Plasmodium

Plasmodium  vivax  vivax. Orang normal bentuk. Orang normal bentuk eritrosit normal (

eritrosit normal (bikonkaf bikonkaf ), cekungan pada), cekungan pada eritrosit digunakan untuk memberikan eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang akan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen, warna eritrosit mengikat oksigen, warna eritrosit normokrom, dan ukuran normositer. Pasien normokrom, dan ukuran normositer. Pasien yang diserang oleh

yang diserang oleh Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum  bentuk

 bentuk eritrosit eritrosit normal normal (( Bikonkaf  Bikonkaf ),), ukurannya Normositer (± 7 Mikron), dan ukurannya Normositer (± 7 Mikron), dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >11

3 3

 bagian).

 bagian). Sedangkan Sedangkan pasien pasien yang yang diserangdiserang oleh

oleh Plasmodium vivaxPlasmodium vivax  bentuk eritrosit  bentuk eritrosit Abnormal (

Abnormal (krenasikrenasi) ) yaitu yaitu eritrositeritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (> 7 mengkerut, ukuran Makrositer (> 7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat >11

3 3

 bagian).

 bagian). Warna Warna eritrosit eritrosit pucat pucat karenakarena kekurangan hemoglobin untuk mengikat kekurangan hemoglobin untuk mengikat oksigen.

oksigen.

Metode pemeriksaan malaria yang Metode pemeriksaan malaria yang  paling

 paling banyak banyak digunakan digunakan adalahadalah  pemeriksaan

 pemeriksaan mikroskop, mikroskop, karenakarena  pemeriksaan

 pemeriksaan ini ini cepat, cepat, murah, murah, dan dan cukupcukup sensitif. Umumnya, ahli laboratorium di sensitif. Umumnya, ahli laboratorium di Asia Tenggara yang melakukan Asia Tenggara yang melakukan  pemeriksaan

 pemeriksaan mikroskopis mikroskopis lebih lebih terlatihterlatih mengidentifikasi tiga spesies utama mengidentifikasi tiga spesies utama Plasmodium

Plasmodium, , yaituyaitu PlasmodiumPlasmodium  falciparum,

 falciparum, Plasmodi-um Plasmodi-um vivax, vivax, dandan Plasmodium malariae

Plasmodium malariae   (Paisal (Paisal dandan Liestiana,2014).

Liestiana,2014).

Dari data diatas pasien penyakit Dari data diatas pasien penyakit malaria yang diserang oleh

malaria yang diserang oleh PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparum  lebih tinggi dibandingkan  lebih tinggi dibandingkan  pasien

 pasien yang yang diserang diserang oleholeh PlasmodiumPlasmodium vivax

vivax, hal ini dapat terjadi karena satu, hal ini dapat terjadi karena satu sporozoit

sporozoit PlasmodiumfalciparumPlasmodiumfalciparum dapatdapat membentuk sebanyak 40.000 merozoit hati, membentuk sebanyak 40.000 merozoit hati, sedang sporozoit dari spesies

sedang sporozoit dari spesies PlasmodiumPlasmodium vivax

vivax menghasilkan menghasilkan hanya hanya 10.00010.000 merozoit.

merozoit. Plasmodium Plasmodium falciparumfalciparum membentuk merozoit eritrosit 8-24 buah membentuk merozoit eritrosit 8-24 buah sedangkan

sedangkan PlasmodiumvivaxPlasmodiumvivax 12-18 buah12-18 buah (Sutanto, 2008).

(Sutanto, 2008).

Plasmodiumvivax

(6)

(fase eksoerittrositik) yang kemudian (fase eksoerittrositik) yang kemudian menjadi merozoit dan seterusnya memasuki menjadi merozoit dan seterusnya memasuki sirkulasi darah dan menyerang eritrosit sirkulasi darah dan menyerang eritrosit normal. Umumnya dapat terjadi normal. Umumnya dapat terjadi berkali-kali sampai jangka waktu 2-4 tahun kali sampai jangka waktu 2-4 tahun (Soegijanto, 2004).

(Soegijanto, 2004).

Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum

menyebabkan malaria tropika. Masa menyebabkan malaria tropika. Masa inkubasi 12 hari. Merupakan penyebab inkubasi 12 hari. Merupakan penyebab utama infeksi berat, karena

utama infeksi berat, karena PlasmodiumPlasmodium  falciparum

 falciparum dapat menginfeksi eritrositdapat menginfeksi eritrosit imatur dan matur. Umumnya kekambuhan imatur dan matur. Umumnya kekambuhan terjadi paling lama 1 tahun, penyebabnya terjadi paling lama 1 tahun, penyebabnya adalah parasit stadium eritrositik yang adalah parasit stadium eritrositik yang  belum

 belum terbunuh terbunuh sempurna sempurna oleh oleh obat-obatobat-obat antimalaria (Soegijanto, 2004).

antimalaria (Soegijanto, 2004). Perbedaan inkubasi pada

Perbedaan inkubasi pada PlasmodiPlasmodi umvivax

umvivax  dengan  dengan Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum dan perbedaan infeksi yang ditimbulkan dan perbedaan infeksi yang ditimbulkan oleh kedua

oleh kedua PlasmodiumPlasmodium  tersebut, maka  tersebut, maka dalam penanganan dan pengobatan juga dalam penanganan dan pengobatan juga  berbeda.

 berbeda. Malaria berat Malaria berat biasanya disebabkanbiasanya disebabkan oleh

oleh Plasmodium falciparum,Plasmodium falciparum,gejalanyagejalanya timbul 9-30 hari setelah terinfeksi, dapat timbul 9-30 hari setelah terinfeksi, dapat menyebabkan demam berulang setiap menyebabkan demam berulang setiap 36-48 jam, atau demam kurang menonjol dan 48 jam, atau demam kurang menonjol dan hampir terus menerus. Sedangkan hampir terus menerus. Sedangkan Plasmodiumvivax

Plasmodiumvivax   dapat dapat menyebabkanmenyebabkan demam dan berkeringat terjadi setiap 2 hari demam dan berkeringat terjadi setiap 2 hari (Laihand, 2011).

(Laihand, 2011).

Diagnosa dini dan akurat adalah Diagnosa dini dan akurat adalah kunci penanganan penyakit malaria yang kunci penanganan penyakit malaria yang efektif. Penggunaaan diagnosa mikroskopis efektif. Penggunaaan diagnosa mikroskopis telah dijadikan metode utama dalam telah dijadikan metode utama dalam mendiagnosa malaria. Parasitemia adalah mendiagnosa malaria. Parasitemia adalah terdapatnya parasit dalam darah melalui terdapatnya parasit dalam darah melalui  pemeriksaan

 pemeriksaan mikroskopis mikroskopis pada pada sediaansediaan apusan darah, jika parasit ditemukan lebih apusan darah, jika parasit ditemukan lebih dari 100.000/μL maka disebut hiperpara dari 100.000/μL maka disebut hiperpara--sitemia. Tingkat parasitemia dapat sitemia. Tingkat parasitemia dapat digunakan untuk menilai beratnya penyakit digunakan untuk menilai beratnya penyakit (Susilawati, 2013).

(Susilawati, 2013).

Ketepatan diagnosa sangat Ketepatan diagnosa sangat mempengaruhi ketepatan dalam prosedur mempengaruhi ketepatan dalam prosedur  penanganan pasien penyakit malaria

 penanganan pasien penyakit malaria dalamdalam  penyembuhan

 penyembuhan dan dan penyebaran penyebaran penyakit.penyakit.

warna eritrosit yang menyerang pasien warna eritrosit yang menyerang pasien sehingga dapat mengurangi kematian dan sehingga dapat mengurangi kematian dan  penyembuhan

 penyembuhan penyakit penyakit malaria malaria dengandengan cepat.

cepat.

SIMPULAN SIMPULAN

Bentuk eritrosit normal (

Bentuk eritrosit normal (bikonkaf bikonkaf ),), cekungan pada eritrosit digunakan untuk cekungan pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen, warna eritrosit akan mengikat oksigen, warna eritrosit

normokrom, dan ukuran

normokrom, dan ukuran

normositer.Penderita penyakit malaria yang normositer.Penderita penyakit malaria yang diserang

diserang Plasmodium falciparumPlasmodium falciparum  bentuk  bentuk eritrosit Normal (

eritrosit Normal (bikonkaf bikonkaf ), ), ukuranukuran  Normositer

 Normositer (±7 (±7 Mikron), Mikron), dan dan warnawarna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > 11

3 3

 bagian).Penderita

 bagian).Penderita penyakit penyakit malaria malaria yangyang diserang

diserang Plasmodium VivaxPlasmodium Vivax bentuk eritrosit bentuk eritrosit Abnormal (

Abnormal (krenasikrenasi) ) yaitu yaitu eritrositeritrosit mengkerut, ukuran Makrositer (>7 Mikron) mengkerut, ukuran Makrositer (>7 Mikron) dimana eritrosit membesar, dan warna dimana eritrosit membesar, dan warna eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > eritrosit Hipocrom (eritrosit pucat > 11

3 3

 bagian).  bagian).

Malaria berat biasanya disebabkan Malaria berat biasanya disebabkan oleh

oleh Plasmodium falcipa-rum,Plasmodium falcipa-rum,  gejalanya  gejalanya timbul 9-30 hari setelah terinfeksi, dapat timbul 9-30 hari setelah terinfeksi, dapat menyebabkan demam berulang setiap menyebabkan demam berulang setiap 36-48 jam, atau demam kurang menonjol dan 48 jam, atau demam kurang menonjol dan hampir terus menerus. Sedangkan hampir terus menerus. Sedangkan Plasmodiumvivax

Plasmodiumvivax   dapat dapat menyebabkanmenyebabkan demam dan berkeringat terjadi setiap 2 hari. demam dan berkeringat terjadi setiap 2 hari. Ketepatan diagnosa sangat Ketepatan diagnosa sangat mempengaruhi ketepatan dalam prosedur mempengaruhi ketepatan dalam prosedur  penanganan pasien penyakit malaria

 penanganan pasien penyakit malaria dalamdalam  penyembuhan

 penyembuhan dan dan penyebaran penyebaran penyakit.penyakit. Ketepatan diagnosa laboratorium untuk Ketepatan diagnosa laboratorium untuk melihat gambaran bentuk, ukuran, dan melihat gambaran bentuk, ukuran, dan warna eritrosit yang menyerang pasien warna eritrosit yang menyerang pasien sehingga dapat mengurangi kematian dan sehingga dapat mengurangi kematian dan  penyembuhan

 penyembuhan penyakit penyakit malaria malaria dengandengan cepat. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih cepat. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara penanganan lebih lanjut mengenai cara penanganan lebih tepat terhadap pasien malaria dan tepat terhadap pasien malaria dan memperhitungkan lama demam pada saat memperhitungkan lama demam pada saat  pengambilan sampel darah

(7)

Jurnal

Jurnal Endurance Endurance 3(2) 3(2) Juni Juni 2018 2018 (226-231)(226-231)

Alhamdulillahirbbil’alamiin Alhamdulillahirbbil’alamiin  penulis

 penulis dapat dapat menyelesaikan menyelesaikan penyusunanpenyusunan  jurnal

 jurnal yang yang berjudul berjudul GambaranGambaran  Eritrosit  Eritrosit   pada Sed

 pada Sediaan Darah iaan Darah Tepi Pasien Tepi Pasien Malaria DiMalaria Di Puskesmas Sungai Pancur Batam Tahun Puskesmas Sungai Pancur Batam Tahun 2016. Penulis menyadari jurnal ini tidak 2016. Penulis menyadari jurnal ini tidak akan selesai tanpa bantuan berbagai pihak. akan selesai tanpa bantuan berbagai pihak. Penulis ucapkan terimakasih kepada Ketua Penulis ucapkan terimakasih kepada Ketua STIKes Karimun Batam dan Puskesmas STIKes Karimun Batam dan Puskesmas Sungai Pancur Batam yang sudah Sungai Pancur Batam yang sudah memfasililitasi penelitian ini, sehingga memfasililitasi penelitian ini, sehingga  penulis dapat menyelesaikan jurnal ini.  penulis dapat menyelesaikan jurnal ini.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Alimudiarnis. 2009.

Alimudiarnis. 2009.  Manifestasi Klinisdan Manifestasi Klinisdan Penatalaksanaan MalariaBerat. Penatalaksanaan MalariaBerat. Subbagian Tropik InfeksiBagian Subbagian Tropik InfeksiBagian Penyakit Dalam RS M.Djamil Penyakit Dalam RS M.Djamil Padang. 5 -14.

Padang. 5 -14.

Depkes RI. 2004. Dipkes RI 2004 Pusat Depkes RI. 2004. Dipkes RI 2004 Pusat

LABKES Dirjen Petunjuk

LABKES Dirjen Petunjuk

Pemerintahan Labor PKM. Jakarta Pemerintahan Labor PKM. Jakarta

Depkes RI. 2008. Pedoman

Depkes RI. 2008. Pedoman

Penatalaksanaan Kasus Malaria Di Penatalaksanaan Kasus Malaria Di Indonesia Ditjen PP-PL. Jakarta Indonesia Ditjen PP-PL. Jakarta Dinas Kesehatan Batam. 2010. Profil Dinas Kesehatan Batam. 2010. Profil

Kesehatan Batam. Kepri Kesehatan Batam. Kepri

Fitria. 2011. Medical Science Fitria. 2011. Medical Science Malaria.Medicalfitria.blogspot.com Malaria.Medicalfitria.blogspot.com Freund, Mathias. 2012.

Freund, Mathias. 2012.  Heckner  Heckner AtlasAtlas  Hematologi,

 Hematologi, Pratikum Pratikum HematologiHematologi dengan Mikroskop

dengan Mikroskop. Jakarta; EGC. Jakarta; EGC Harijanto, Agung Nugroho dan Carta Harijanto, Agung Nugroho dan Carta

A.Gunawan. 2010.

A.Gunawan. 2010.  Malaria  Malaria daridari  Molekuler ke

 Molekuler ke KlinisKlinis. Jakarta; EGC. Jakarta; EGC Hasyim, Hamzah, Anita Camelia & Nur Hasyim, Hamzah, Anita Camelia & Nur Alam Fajar. 2014. Determinan Alam Fajar. 2014. Determinan Kejadian Malaria di Wilayah Kejadian Malaria di Wilayah Endemis.

Endemis. Universitas Universitas Sriwijaya.Sriwijaya.  Jurnal

 Jurnal Kesehatan Kesehatan MasyarakMasyarakatat  Nasional Vol. 8, No.

 Nasional Vol. 8, No. 7 7  hal. 299. hal. 299.

Laihand FJ. (2011).

Laihand FJ. (2011).  Epidemiologi Malaria Epidemiologi Malaria  Di

 Di Indonesia.Indonesia. KementerianKesehatan RI.

KementerianKesehatan RI.

Menteri Kesehatan RI. 2013. Pedoman Tata Menteri Kesehatan RI. 2013. Pedoman Tata Laksana Malaria dengan Rahmat Laksana Malaria dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa Menteri Tuhan yang Maha Esa Menteri Kesehatan RI. Jakarta

Kesehatan RI. Jakarta Muliawan, Sylvia Y. 2010.

Muliawan, Sylvia Y. 2010.  Bakteri Bakteri  Intraseluler

 Intraseluler Obligat Obligat . . Jakarta;Jakarta; Erlangga

Erlangga

Paisal dan Liestiana Indriyati. 2014. Paisal dan Liestiana Indriyati. 2014. Gambaran Plasmodium Knowlesi Gambaran Plasmodium Knowlesi  pada

 pada Manusia.Manusia.  Jurnal  Jurnal Buski:Buski:  Epidemiologi

 Epidemiologi dan dan Penyakit Penyakit DalamDalam  Bersumber

 Bersumber BinatangVol. BinatangVol. 5, 5, No.2No.2 hal. 89

hal. 89

Sembel, Dantje T. 2009.

Sembel, Dantje T. 2009.  Entomologi Entomologi Kedokteran

Kedokteran. Yogyakarta; ANDI. Yogyakarta; ANDI Levi Silalahi. 2004.

Levi Silalahi. 2004. Penyakit infeksi padaPenyakit infeksi pada  pediatric  pediatric didi indonesia indonesiahttp://www.tempointerakthttp://www.tempointerakt if.com/hg/narasi/2004/03/26/nrs,20 if.com/hg/narasi/2004/03/26/nrs,20 040326-07,id.html, 15 Juli 2007 040326-07,id.html, 15 Juli 2007 Soegijanto, Soegeng. 2004. Kumpulan Soegijanto, Soegeng. 2004. Kumpulan Makalah Penyakit Tropis dan Makalah Penyakit Tropis dan Infeksi di Indonesia. Jilid 1. Infeksi di Indonesia. Jilid 1. Surabaya. Airlangga University Surabaya. Airlangga University Press

Press

Susilawati. 2013. Kadar Hemoglobin dan Susilawati. 2013. Kadar Hemoglobin dan

Densitas Parasit pada

Densitas Parasit pada

PenderitaMalaria di Lombok PenderitaMalaria di Lombok Tengah.

Tengah.  Jurnal JST  Jurnal JST kesehatan Vol.kesehatan Vol. 3, No. 3

3, No. 3

Sutanto I dan Ismid IS. 2008.

Sutanto I dan Ismid IS. 2008. ParasitologiParasitologi KedokteranFakultas Kedokteran KedokteranFakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 189-212. Universitas Indonesia. 189-212. Widoyono. 2008.

Widoyono. 2008. Penyakit Penyakit Tropis,Tropis,  Epidemiologi,

 Epidemiologi, Penularan,Penularan, Pencegahan & Pemberantasanya Pencegahan & Pemberantasanya.. Jakarta; Erlangga

References

Related documents