• No results found

Jurnal Eri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Jurnal Eri"

Copied!
26
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PERS

PERSEPSEPSI I MMAHASAHASISWISWA AKA AK UNUNTANSTANSI I MMENENGENGENAI AI FAKFAK TOR – FAKTOR – FAK TOR YTOR Y ANGANG MEM

MEM BEDBEDAKAK AN AN PEMIPEMI LLIHAN KIHAN K ARIR PROARIR PROFESFESI AKI AK UNUNTANTAN

Eri Wicaksono Eri Wicaksono Dr

Drss. H. H. Su. Sudadarrnono, M, Mssi, Ai, Akt, Ph.Dkt, Ph.D

ABSTRACT ABSTRACT  Th

 The e aaim im oof f tthhis is reresseeaarcrch h is is tto o idideennttifify y tthhe e ppeercrceeppttioion n oof f aaccccoouunnttining g ssttuuddeenntts s aabboouut t tthhee ffactors wactors whihich ch didiffffeerreentintiate ate of careeof career ser selleectiction. on. IIn n this resethis researarch, the ch, the stustudedent’nt’s s peperrceceptiption on iiss measured by financial reward, professional training, professional confession, social values, measured by financial reward, professional training, professional confession, social values, work environment, consideration of labor market need and personality.

work environment, consideration of labor market need and personality.  Th

 The e mmeetthhood d oof f ccoollelleccttining g ddaatta a wwaas s ddoonne e bby y ssuurvrveeyyeed d reressppoonnddeennt t oof f DDipipoonneeggoororo University and Unika Soegijapranata University accounting student. The amount of sample University and Unika Soegijapranata University accounting student. The amount of sample we

werre 9e 95 r5 resespondepondent. Dnt. Data analata analysiysis of this of this reses researarch usich using one ng one wway anova may anova methethod wod wiith SPth SPSS.SS.  Th

 The e reressuult lt sshhoowws s tthhaat t tthhe e ddififfefererenncce e oof f ssttuuddeenntt’s ’s ppeercrceeppttioion n aabboouut t fafaccttoors rs wwhhicichh influencing career choice are financial reward, professional training, professional influencing career choice are financial reward, professional training, professional confes

confessision, socion, social al valvalueues, ws, worork ek envnviirronmonmeent, consint, considederratiation of lon of labor mabor mararkeket net neeed. Md. Meeanwanwhihillee the

therre ie is no difs no differfereencences pes perrceceptiption of on of peperrsonsonalaliity factor ty factor amamong song studetudentsnts.F.Frrom om the the rresesulults of ts of  this study can provide added value in improving the quality of teaching so that adds to the this study can provide added value in improving the quality of teaching so that adds to the quali

quality of grty of graduaduateates as is as intentelllleectual ctual wwororkekerrs are rs are readeady to usy to use ie in accordance wn accordance wiith mth mararkekett ne

neededs, and hes, and hellpeped ld load the oad the curcurrriiculculum um iin the n the ededucatiucation syon systestem m of acof accounticounting that ng that araree rreellevevant iant in thn the e currcurreent wnt wororlld of wd of worork.k.

K

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

B

Bagi agi mmahahasiasiswa aswa akuntansi kuntansi pempemiilliihan shan sebebuah kauah karriier adaer adallah tahah tahap aap awal wal dari dari pempembenbentuktuk kari

karier teer tersersebubut. t. PPiilliihahan kan karirir r babagi gi llululususan an aakuntakuntansi nsi titidadak tk teertutup rtutup papada da profprofeesi si akunakuntantansi si sasajjaa,, ba

banyanyak k pipilliihahan profn profesi esi yanyang dapg dapaat dit disesellamami i ololeh meh meereka tereka tergargantunntung fg faaktoktor-r-ffaaktor ktor yayangng m

melelataatarbelrbelakanakangiginya. Onya. Oktaviktavia (2005), a (2005), mmenyaenyatakan btakan bahahwa bawa banyak realnyak realiitas yantas yang terjg terjadi adi didi duni

dunia kerja kerja yang ma yang menghaengharuskruskan lan lululusan ausan akukuntanntansi si daldalam am mmemempertipertimmbangbangkannya.kannya. Sarj

Sarjanana Aa Akuntakuntansnsi i palipaling ting tidadak mk mememiilliiki ki titiga langkaga langkah yanh yang dag dapapat dit ditemtempuhpuh..PPertamertamaa,, se

seteltelah lah lululus, us, seseororanang sag sarrjjanana aa akuntansi dapakuntansi dapat t llanangsungsung beg bekerkerjja.a. KeduaKedua, melanjutkan, melanjutkan pe

pendindididikan akan akadekademmiik Sk S2. dan2. danketigaketiga, , mmelanjelanjutkan putkan peendidindidikan pkan profrofesi untuk mesi untuk menenjjaadi di AAkuntakuntann P

Publubliik. k. DengaDengan n kata laikata lain, sen, seteltelah ah mmenyeenyellesesaiaikan kan penpendidididikan jkan jenjang enjang progrprogram am sarjsarjanana a jjurusanurusan akun

akuntansi, sarjtansi, sarjanana a akuntaakuntansi dapnsi dapat mat mememiilliih mh menjenjadi Aadi Akuntan kuntan PPublubliik ak atau tau mmememiilliih h proproffesesii yang lain (Astami, 2001).

yang lain (Astami, 2001). R

Rahahayu (2003), ayu (2003), mmenyaenyatakan btakan bahahwa fwa faktor-aktor-ffaktor aktor yanyang mg memempenpengaruhi garuhi pempemiilliihan han kkariarirr m

mahahasiasiswa daswa dan jn jenis enis karikarir r yang ayang akan mkan mereereka jka jalani alani mmerupaerupakkan han hal al yang myang menenariarik untukk untuk di

ditelteliiti ti karenkarena dea dengngan dikan dikeetahtahuiuinya pinya pilliihahan karin karir r yanyang dig dimmiinanati ti mmahahasasiiswaswa, , mmaaka daka dapapatt di

diketahketahui ui mmenengagapa pa sessesororanang mg mememiilliih karih karir tersebut. Mr tersebut. Miinanat dan t dan rencanrencana a karikarir yr yanang jg jelelas as akanakan san

sangat begat berguna dalrguna dalam am proprogram gram penyusunan penyusunan proprogram gram agaagar r mmateri ateri kukulliiah daah dapat dipat disamsampaipaikankan se

secara cara efektefektiif f babagi gi mmahahasiasiswa yaswa yang mng mememerlerlukannya ukannya ((RRasmasmiinini, 2007) . , 2007) . AApabpabiilla a dadapapatt di

diketahketahui ui karikarir r mmahahasiswa akuntansasiswa akuntansii, , mmaka peaka pendindididikan akuntakan akuntansi nsi dadapapat t mmerenerencanacanakankan kur

kuriikulkulum um yanyang seg sesuai dengasuai dengan tuntutan tuntutan dunn duniia kerja kerjaa. S. Sehingga aehingga apabilpabila ma mahahasiswa telasiswa telahah m

menyeenyellesaesaiikan penkan pendidididikannya akannya atau ltau lululus, us, mmaka maka mahahasiasiswa diswa dihaharapkan lrapkan lebih ebih mmudahudah m

menyeenyesuasuaiikan kemkan kemamampuan puan yang yang didimmiilliikikinya dnya denengan gan tuntutan tuntutan pepekerjkerjaaaan. An. Apabpabiilla a profprofesiesi akunt

akuntan pada man pada masa yang akan datang masa yang akan datang menghadapaenghadapai i tantangan yang semtantangan yang semakiakin berat, n berat, mmakaaka kesi

kesiapapan yaan yang mng menyaenyangkut profngkut profesesiionalonaliismsme me mutlutlak diak dipeperlrlukan untuk mukan untuk menendukungdukung prof

(3)

Greenberg dan Baron (2000: 215) menyatakan bahwa karier tersebut meliputi urutan pengalaman pekerjaan seseorang selama jangka waktu tertentu. Pilihan karier mahasiswa dipengaruhi oleh stereotype yang mereka bentuk tentang berbagai macam karier (Friedland, 1996 dalam Rasmini, 2007). Jadi, persepsi danstereotypekarier merupakan hal penting untuk menentukan pilihan karier karena persepsi mahasiswa umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan pribadi mengenai lingkungan kerja, informasi dari lulusan terdahulu, keluarga, dosen, dan text book yang dibaca ataupun digunakan (Felton et al., 1994 dalam Rasmini, 2007).

Pada kenyataannya sebagian besar sarjana akuntansi bekerja pada perusahaan dan tidak pernah mengikuti ujian sertifikasi. Mahasiswa yang berkeinginan untuk berprofesi sebagai akuntan dan ingin mengikuti ujian sertifikasi perlu mengikuti pendidikan profesi sehingga sosialisasi program pendidikan profesi akuntansi perlu ditingkatkan. Oleh karena itu akuntan pendidik perlu memikirkan dan mempertimbangkan minat mahasiswa agar materi kuliah yang disampaikannya dapat efektif sesuai dengan tujuan mahasiswa dalam mengikuti pendidikannya (Astami, 2001).

Pada penelitian Warrick (2010) diketahui bahwa mahasiswa lebih menempatkan akuntansi publik pada pilihan teratas sementara akuntansi perusahaan dan bekerja untuk pemerintah ditempatkan pada tingkat yang sama. Dalam mengambil langkah untuk memilih karir jangka panjang, akuntansi publik dan umum ada di posisi terdepan. Satu temuan menarik mengungkapkan bahwa mahasiswa merasa tidak ada perbedaaan dalam dunia kerja yang ditawarkan oleh akuntansi umum, publik, maupun pemerintah.

Pada dasarnya penelitian ini mengacu dari penelitian yang dilakukan Rahayu (2003). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan mengenai penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesional dan pertimbangan pasar kerja dan menunjukkan tidak terdapat perbedaan pandangan yang ditinjau dari faktor nilai-nilai sosial dan personalitas. Perbedaan pada penelitian kali ini adalah waktu penelitian, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 akuntansi Reguler I dan mahasiswa S1 akuntansi Reguler II UNDIP,serta mahasiswa akuntansi S1 yang berasal dari UNIKA Soegijapranata.Rahayu (2003) melakukan penelitian pada 130 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Yogyakarta, J akarta dan Surakarta sedangkan pada penelitian ini

(4)

Rahayu (2003) menggunakan alat analisis Kruskall-Wallis sedangkan pada penelitian ini menggunakan alat analisisOne Way Anova.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah terdapat perbedaan mengenai faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan karir?

2. Apakah faktor yang membedakan pemilihan karir mahasiswa akuntansi?

Dengan memperhatikan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk menguji secara empiris ada atau tidaknya perbedaan pandangan mengenai faktor-faktor yang membedakan pemilihan karir sebagai akuntan publik dengan akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik dilihat dari gaji, pelatihan profesional, pengakuan professional, nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar Kerja dan personalitas.

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi pihak lembaga atau perusahaan yang memerlukan tenaga akuntan dapat mengerti apa yang diinginkan oleh calon akuntan dalam memilih profesinya dan bagi lembaga yang sudah mempekerjakan akuntan untuk lebih memotivasi akuntan yang sudah bekerja di lembaganya.

2. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan bagi peneliti dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan teori-teori yang ada.

3. Penelitian ini dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kualitas pengajaran sehingga menambah mutu lulusan sebagai pekerja intelektual yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan pasar dan membantu memuat kurikulum dalam sistem pendidikan akuntansi yang relevan dalam dunia kerja saat ini.

4. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada perkembangan dunia akuntansi keprilakuan.

Penelitian ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan kepustakaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh peneliti lain.

(5)

Berikutnya isi dari naskah ini disusun sebagai berikut. Bagian berikutnya adalah

telaah pustaka dan metode yang digunakan. Lalu, hasil penelitian yang dipaparkan. Dan pada bagian akhir akan menampilkan kesimpulan, keterbatasan, dan saran penelitian di masa yang akan datang.

 TEL AAH PUSTAK A

Landasan dari pemilihan profesi ini berhubungan dengan teori motivasi yakni teori pengharapan (expectancy theory). Menurut Robbins (2006) motivasi adalah proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran. Teori pengharapan merupakan salah satu dari teori motivasi, definisi dari teori pengharapan adalah kekuatan dari kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu bergantung pada kekuatan pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti olehoutput tertentu dan tergantung pada daya tarik output tersebut bagi individu itu. Motivasi merupakan konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan individu untuk memulai dan mengarahkan perilakunya terhadap pekerjaan tertentu (Gibson et al, 1997 dalam Setiyani 2005).

Oleh karena itu, teori tersebut berfokus pada tiga hubungan: (Robbins, 2006).

1. Hubungan upaya-kinerja. Probabilitas yang dipersepsikan oleh individu yang mengeluarkan sejumlah upaya tertentu itu akan mendorong kinerja.

2. Hubungan kinerja-imbalan. Sampai sejauh mana individu itu meyakini bahwa berkinerja pada tingkat tertentu akan mendorong tercapainya kinerja yang diinginkan.

3. Hubungan imbalan-sasaran pribadi. Sampai sejauh mana imbalan-imbalan organisasi memenuhi sasaran atau kebutuhan pribadi individu serta potensi daya tarik imbalan tersebut bagi individu tersebut.

Secara singkat, kunci dari teori pengharapan adalah pemahaman sasaran idividu dan keterkaitan antara upaya dan kinerja, antara kinerja dan imbalan.

Menurut Mulyadi (2002), timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya berbagai jenis perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum di negara tersebut. Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan. Pekerjaan akuntansi dalam perusahaan dapat dikelompokan menjadi

(6)

untuk menghasilkan informasi khusus bagi pengguna internal seperti manajer dan karyawan yang berfungsi untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam pembuatan, perencanaan, pengendalian dan keputusan. Sedangkan akuntansi keuangan berguna untuk menghasilkan informasi bagi pihak internal maupun eksternal, seperti manajer, karyawan, investor, kreditur, maupun pemerintah yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan yang berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan (Hansen dan Mowen, 2006). Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi (Soemarso, 2004). Akuntan pemerintah adalah akuntan bekerja pada badan-badan pemerintah. Badan-badan pemerintah disini adalah seperti departemen-departemen, BPKP, BPK, dan Dirjen pajak (Soemarso, 2004).

Akuntan Publik

Menurut Mulyadi (2002), timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya berbagai jenis perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum di negara tersebut.

 Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik adalah pemeriksaan laporan keuangan dan konsultasi dibidang keuangan. J enis pekerjaan tersebut mencerminkan seorang akuntan yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) akan selalu berhubungan dengan klien, yaitu perusahaan yang meminta jasa pada kantor akuntan publik. Hal tersebut menunjukan bahwa jenis pekerjaan profesi akuntan publik adalah pekerjaan yang tegantung pada jasa yang diminta oleh kliennya (Setiyani, 2005).

 J ika seseorang memasuki karir sebagai akuntan publik, ia harus terlebih dahulu mencari pengalaman profesi di bawah pengawasan akuntan senior yang lebih berpengalaman.

Izin menjalankan praktik sebagai akuntan publik diberikan oleh Menteri Keuangan  jika seseorang memenuhi persyaratan sebagai berikut (Mulyadi, 2002):

1. Berdomisili di wilayah Indonesia

2. Lulus ujian sertifikasi akuntan publik yang diselenggarakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

(7)

4.  Telah memiliki pengalaman kerja sekurang-kurangnya tiga tahun sebagai akuntan dengan reputasi baik di bidang audit.

Bekerja di KAP dapat membuat seorang individu dicari oleh perusahaan karena dianggap telah nmenguasai akuntansi sesuai standar yang berlaku. Namun bekerja di KAP  juga terdapat kekuranganya, seperti pekerjaan yang melebihi perusahaan biasa yang

mengharuskan lembur (Sumarna, 2002).

Akuntan Perusahaan

Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan. Pekerjaan akuntansi dalam perusahaan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Akuntansi manajemen berguna untuk menghasilkan informasi khusus bagi pengguna internal seperti manajer dan karyawan yang berfungsi untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam pembuatan, perencanaan, pengendalian dan keputusan. Sedangkan akuntansi keuangan berguna untuk menghasilkan informasi bagi pihak internal maupun eksternal, seperti manajer, karyawan, investor, kreditur, maupun pemerintah yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan yang berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan (Hansen dan Mowen, 2006).

 Tugas-tugas yang dikerjakan dapat berupa penyusunan system akuntansi, penyusunan laporan keuangan akuntansi kepada pihak-pihak di luar perusahaan, penyusunan laporan akuntansi kepada manajemen, penyusunan anggaran, menangani masalah perusahaan dan melakukan pemeriksaan intern. (Soemarso, 2004).

Keunggulan dari akuntan perusahaan dibanding posisi lain dalam perusahaan dapat berupa peningkatan karir yang cepat dan susah untuk diberhentikan dari perusahaan. Tetapi untuk mendapatkan pekerjaan ini juga biasanya sulit karena harus lulus dari serangkaian tes, seperti tes psikologi, tes materi akuntansi, tes wawancara, dan tes kesehatan. Kekurangan berprofesi sebagai akuntan perusahaan akan cenderung merasa jenuh bekerja karena tantangan yang stabil, indoor dan perkembangan dunia akunting yang tidak begitu cepat (Sumarna, 2002).

(8)

Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi (Soemarso, 2004). Pengajaran merupakan tugas utama seorang pendidik, pengajaran dilakukan dengan tatap muka di kelas, proses pengajaran diharapkan menjadi sarana untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan pendidikan pada anak didiknya. Tugas penelitian juga merupakan tugas dari seorang akuntan pendidik, sehingga disamping melakukan pekerjaan mengajar, seorang pendidik juga dituntut untuk mampu melakukan penelitian sebagai sarama untuk menerapkan ilmu dalam praktek yang sesungguhnya.

Selain dua tugas tersebut seorang akuntan pendidik juga harus mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, hal tersebut dimaksudkan agar seorang pendidik tidak hanya mampu berkomunikasi dengan bidang ilmunya sendiri, namun juga harus mampu berkomuniksai dengan masyarakat luas, yang merupakan pihak yang tidak mungkin tidak mengenal disiplin ilmu si pendidik (Setiyani, 2005). Akuntan pendidik dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga mengharapakan bekerja sebagai akuntan pendidik lebih mempunyai  jaminan hari tua (Cangelosi et al 1985, dalam Setiyani, 2005). Temuan inilah yang menjadi pengharapan mahasiswa jurusan akuntansi untuk termotivasi memilih profesi akuntan pendidik (Setiyani, 2005)

Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan bekerja pada badan-badan pemerintah. Badan-badan pemerintah disini adalah seperti departemen-departemen, BPKP, BPK, dan Dirjen pajak (Soemarso, 2004). Pada lembaga-lembaga tersebut akuntan dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan. Lembaga-lembaga pemerintah tersebut biasanya sudah diatur dengan undang-undang, sehingga tugas dan kewajiban akuntan pemerintah disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Sarjana akuntansi yang berprofesi sebagai akuntan pemerintah mempunyai status pegawai negeri (Setiyani, 2005).

(9)

Pendidikan Profesi Akuntansi di Indonesia

Keputusan Mendiknas Nomor 179/U/2001 menyebutkan Pendidikan profesi Akuntansi adalah pendidikan tambahan pada pendidikan tinggi setelah program ilmu sarjana Ekonomi pada program studi akuntansi. Pendidikan profesi akuntansi bertujuan menghasilkan lulusan yang menguasai keahlian bidang profesi akuntansi dan memberikan kompensasi keprofesian akuntansi. Lulusan Pendidikan Profesi Akuntansi berhak menyandang sebutan gelar profesi akuntan. (Benny, 2006). Selanjutnya mereka harus mendaftar ke departemen keuangan untuk mendapatkan nomor register.

Penelitian tentang persepsi mahasiswa akuntansi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karir juga pernah dilakukan oleh Rahayu (2003). Dalam penelitian ini menggunakan mahasiswa yang berada di tahun ketiga Universitas Negeri dan Universitas Swasta yang ada di Jakarta, Y ogyakarta, dan Surakarta. Variabel yang digunakan yaitu, penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan kerja dan personalitas. Dari tujuh faktor hanya faktor nilai-nilai sosial dan personalitas yang tidak terlalu mempengaruhi mahasiswa sedangkan kelima faktor yang lain sangat berpengaruh dalam pemilihan karir mahasiswa akuntansi.

Pengembangan Hipotesis:

H1 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor gaji/ penghargaan finansial.

H2 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor pelatihan profesional.

H3 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor pengakuan profesional

(10)

H4 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor nilai-nilai sosial.

H5 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor lingkungan kerja.

H6 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik ditinjau dari faktor pertimbangan pasar kerja.

H7 : Terdapat perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan publik dengan karir sebagai akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik dari faktor personalitas.

METODOLOGI

Variabel terikat di dalam penelitian ini adalah karir bagi mahasiswa akuntansi. Karir akuntan disini dibagi menjadi empat :

a. Akuntan publik

Akuntan publik adalah akuntan yang bekerja di kantor akuntan publik dan merupakan profesi akuntansi yang melalui Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP).

b. Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja di perusahaan. c. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik merupakan profesi akuntansi yang menghasilkan sumber daya manusia yang berkarir pada tiga bidang akuntansi lainnya (Astami,2001)

d. Akuntan pemerintah

(11)

Variabel bebas:

a. Gaji atau Penghargaan Finansial

Gaji atau penghargaan finansial adalah hasil yang diperoleh sebagai kontraprestasi yang telah diyakini secara mendasar bagi sebagian perusahaan sebagai daya tarik utama untuk memberikan kepuasan kepada karyawan.

Gaji atau penghargaan finansial dapat diukur dengan (Rahayu, 2003): 1. Gaji awal yang tinggi

2. Dana pensiun

3. Kenaikan gaji lebih cepat b. Pelatihan profesional

Pelatihan professional meliputi hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan keahlian.

Pelatihan professional dapat diukur dengan (Rahayu,2003) 1. Pelatihan sebelum mulai bekerja

2. Pelatihan profesional 3. Pelatihan kerja rutin 4. Pengalaman kerja c. Pengakuan Profesionalitas

Pengakuan profesional meliputi hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan terhadap prestasi. Pengakuan profesional ini meliputi adanya kemungkinan bekerja dengan ahli yang lain, kesempatan untuk berkembang dan pengakuan prestasi.

Gaji profesionalitas dapat diukur dengan : (Rahayu, 2003): 1. Lebih banyak memberikan kesempatan berkembang 2. Ada pengakuan apabila berprestasi

3. Memerlukan banyak cara untuk naik pangkat 4. Memerlukan keahlian untuk mencapai sukses

d. Nilai-Nilai Sosial,

Nilai-nilai sosial ditunjukkan sebagai faktor yang menampakkan kemampuan seseorang di masyarakat atau nilai seseorang yang dapat dilihat dari sudut pandang

(12)

orang-Nilai-nilai sosial dapat diuji dengan (Rahayu, 2003): 1. Cara untuk naik pangkat

2. Kesempatan untuk melakukan pelayanan sosial 3. Kesempatan un tuk berinteraksi dengan orang lain 4. Kepuasaan pribadi

5. Kesempatan un tuk menjalankan hobby di luar pekerjaan 6. Perhatian terhadap perilaku individu

7. Gengsi pekerjaan di mata orang lain e. Lingkungan Kerja

Sifat pekerjaan, tingkat persaingan dan banyaknya tekanan kerja merupakan faktor lingkungan pekerjaan.

Lingkungan kerja diukur dengan (Rahayu, 2003) : 1. Pekerjaan rutin

2. Pekerjaan atraktif  3. Sering lembur)

f. Pertimbangan Pasar Kerja

Pertimbangan pasar kerja meliputi keamanan kerja dan tersedianya lapangan kerja atau kemudahan mengakses lowongan kerja. Keamanan kerja merupakan faktor dimana karir yang dipilih dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pertimbangan pasar kerja diuji dengan dua pertanyaan mengenai keamanan kerja dan kemudahan mengakses lapangan pekerjaan.

Pertimbangan pasar kerja dapat diukur dengan (Rahayu, 2003): 1. Keamanan kerjanya lebih terjamin (tidak mudah PHK) 2. Lapangan kerja yang ditawarkan mudah diketahui g. Personalitas

Personalitas merupakan salah satu dari determinan yang potensial terhadap perilaku individu saat berhadapan dengan kondisi atau situasi tertentu. Personalitas diukur dengan kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian yang dimiliki seseorang.

(13)

Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 akuntansi di Universitas Diponegoro Reguler I, Reguler II, dan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Mulai angkatan 2005 sampai 2008. Data yang diperlukan untuk menganalisis penelitian ini dapat diperoleh dari Data Primer, yakni data yang diperoleh langsung dari sumber atau objek peneliti, data primer ini diperoleh melalui kuesioner. Kuesioner yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan lembaran angket yang berisi daftar pertanyaan kepada responden. Metode ini dilakukan dengan mendatangi responden, memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yaitu mahasiswa akuntansi Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata lalu menanyakan kesediaannya untuk mengisi kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis multivariate dengan menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA). One Way Anova merupakan metode untuk mengetahui apakah ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir akuntan yang ditinjau dari variabel independen tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif 

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, dilakukan analisis statistik deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui nilai-nilai variabel dalam penelitian ini. Tabel I ini adalah tabel statistik deskriptif yang menerangkan nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi variabel penelitian.

Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode korelasi tunggal product moment pearson,tabel II adalah Rekapitulasi Hasil Perhitungan Koefisien Validitas, Pengujian reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukurannya relatif sama maka alat ukur tersebut reliabel, tabel III adalah hasil uji reliabilitas. Pengujian normalitas data pada penelitian ini menggunakan pengujianSkewness danKurtosis. Adapun hasil pengujian

(14)

dengan menggunakan uji Skewness dan Kurtosis dapat diketahui dengan rangkuman yang tersaji pada tabel IV

Hasil Uji Coba

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel V dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari penghargaan finansial. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis diterima.

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel VI dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari pelatihan profesional. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis diterima.

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel VII dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari pengakuan profesional. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis diterima.

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel VIII dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari nilai-nilai sosial. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis diterima.

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel IX dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari lingkungan kerja. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga hipotesis diterima.

(15)

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel X dapat diketahui bahwa ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari pertimbangan pasar kerja. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga hipotesis diterima.

Dari hasil uji one way anova yang tersaji pada tabel XI dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan pandangan mahasiswa akuntansi yang dilihat dari keinginan karir (akuntan publik, pendidik, perusahaan dan akuntan pemerintah) bila ditinjau dari personalitas. Hal tersebut dikarenakan perolehan nilai signifikansi sebesar 0,114 (> 0,05), sehingga hipotesis ditolak.

PENUTUP Kesimpulan

1.  Terdapat perbedaan pandangan antara mahasiswa dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik dengan akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik dilihat dari gaji/penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja dan pertimbangan pasar kerja.

2.  Tidak terdapat perbedaan pandangan antara mahasiswa dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik dengan akuntan perusahaan, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik dilihat dari personalitas.

Keterbatasan Penelitian

1. Penelitian ini hanya menganalisis 7 (tujuh) faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan karir akuntan, sehingga hasil penelitian ini belum bisa menggambarkan secara umum mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan karir akuntan. 2. Pengukuran variabel personalitas hanya berisikan satu pertanyaan (single item), sehingga

(16)

Saran

1. Penelitian selanjutnya dapat menambah sampel penelitian dan memperluas lokasi penelitian agar diperoleh hasil yang lebih akurat dan memiliki daya generalisasi. 2. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel yang mempengaruh pemilihan

karir dengan mencari faktor-faktor lainnya yang dianggap penting untuk dianalisis yang merupakan salah satu determinan potensial yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam pemilihan karir akuntan.

(17)

 Tabel I

Deskripsi Statistik

Minimum Maksimu Mean Std Deviasi Gaji Pelatihan profesional Pengakuan professional Nilai sosial Lingkungan kerja

Pertimbangan pasar kerja Personalitas 95 95 95 95 95 95 95 8 7 9 14 17 3 2 15 20 19 28 34 10 4 11,400 14,7474 14,1368 21,2526 26,2947 7,2421 3,5579 2,12 2,73 2,27 2,95 3,77 1,44 0,52

(18)

 Tabel II

Rekapitulasi Hasil Perhitungan K oefisien Validitas

Variabel Butir

Pertanyaan r-hitung r-tabel Ket

Gaji Butir No. 1 Butir No. 2 Butir No. 3 0,790 0,760 0,700 0,198 0,198 0,198 Valid Valid Valid Pelatihan Butir No. 1 Butir No. 2 Butir No. 3 Butir No. 4 0,679 0,661 0,809 0,770 0,198 0,198 0,198 0,198 Valid Valid Valid Valid Pengakuan Profesional Butir No. 1 Butir No. 2 Butir No. 3 Butir No. 4 0,646 0,571 0,632 0,624 0,198 0,198 0,198 0,198 Valid Valid Valid Valid Nilai Sosial Butir No. 1 Butir No. 2 Butir No. 3 Butir No. 4 Butir No. 5 Butir No. 6 0,683 0,522 0,646 0,596 0,314 0,450 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Lingkungan Butir No. 1 0,732 0,198 Valid

(19)

Reliabilitas

Variabel Nilai Alpha Keputusan Gaji

Pelatihan profesional Pengakuan professional Nilai sosial

Lingkungan kerja

Pertimbangan pasar Kerja Personalitas 0,7987 0,7916 0,7331 0,7021 0,7422 0,8329 1,000 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Kerja Butir No. 2

Butir No. 3 Butir No. 4 Butir No. 5 Butir No. 6 Butir No. 7 0,645 0,582 0,631 0,462 0,537 0,625 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pasar Kerja Butir No. 1 Butir No. 2 0,73 0,867 0,198 0,198 Valid Valid Personalitas Butir No. 1 1,000 0,198 Valid

(20)

 Tabel IV

Pengujian Normalitas Data

Variabel Mean Skewness Kurtosis Gaji

Pelatihan profesional Pengakuan professional Nilai sosial

Lingkungan kerja

Pertimbangan pasar Kerja Personalitas 11,400 14,7474 14,1368 21,2526 26,2947 7,2421 3,5579 0108 -0,467 0,027 -0,029 -0,171 -0,110 -0,468 -1,142 0,131 -0,470 -0,359 -0,789 -0,062 -1,266

(21)

 Tabel V

Pengujian One Way Anova

Untuk Variabel Gaji/Penghargaan Finansial

Keterangan F Sig. Rata-Rata Akunta n Publik Akunta n Pendid ik Akuntan Perusaha an Akuntan Pemerint ah

o Gaji awal yang

tinggi

o Ada dana pensiun o Kenaikan gaji yang

diberikan lebih 11,02 0 9,092 14,65 7 0,00 0 0,00 0 0,00 0 4,5882 4,7059 4,8235 2,6250 3,3750 3,2500 3,7347 4,1633 3,3878 3,6632 3,8095 3,3333  Tabel VI

Pengujian One Way Anova Untuk Variabel Pelatihan Profesional

Rata-Rata F-Hitung Signifikansi Akuntan Publik

Akuntan Pendidik

17,3529 13,0000

(22)

Akuntan Perusahaan Akuntan Pemerintah

14,5510 13,7619

 Tabel VI I

Pengujian One Way Anova

Untuk Variabel Pengakuan Profesional

Rata-Rata F-Hitung Signifikansi Akuntan Publik Akuntan Pendidik Akuntan Perusahaan Akuntan Pemerintah 16,4706 14,0000 13,9184 12,8095 11,34 0,000  Tabel VI II

Pengujian One Way Anova Untuk Variabel Nilai Sosial

Rata-Rata F-Hitung Signifikansi Akuntan Publik

Akuntan Pendidik

19,4118 20,3750

(23)

Akuntan Perusahaan Akuntan Pemerintah

22,2041 20,8571

 Tabel IX

Pengujian One Way Anova Untuk Variabel Lingkungan K erj a

Rata-Rata F-Hitung Signifikansi Akuntan Publik Akuntan Pendidik Akuntan Perusahaan Akuntan Pemerintah 30,647 24,3750 26,1224 23,9048 16,66 0,000  Tabel X

Pengujian One Way Anova

Untuk Variabel Pertimbangan Pasar K erj a

Rata-Rata F-Hitung Signifikansi Akuntan Publik Akuntan Pendidik Akuntan Perusahaan 8,882 6,8750 6,9796 12,535 0,000

(24)

 Tabel X

Pengujian One Way Anova Untuk Variabel Personalitas

Keterangan F Sig. Rata-Rata Akuntan Publik Akuntan Pendidik Akuntan Perusahaan Akuntan Pemerintah Mencerminkan personalitas seorang yang bekerja secara profesional 2,041 0,11 3,8235 3,3750 3,5102 3,5238

(25)

REFERENSI

Astami, Emita Wahyu. 2001. Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Pemilihan Profesi Akuntan Publik dan Nonakuntan Publik bagi Mahasiswa Jurusan Akuntansi, KOMPAK 1,  Jan 2001: 57-84.

Ghozali, I. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: BP Universitas Diponegoro

Hansen dan Mowen, 2006. Akuntansi Manajemen.Edisi 7.J akarta : Salemba Empat. Mulyadi, 2002. Auditing. Edisi 6. Jakarta : Salemba Empat.

Mutmainah, Siti.2006. Modul Akuntansi Keprilakuan.

Oktavia, Melani. 2005, “Analisis Faktor-Faktor Yang Memotivasi Pemilihan Rahayu, Sri. 2003. Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor Y ang Mempengaruhi Pemilihan Karir. Simposium Nasional Akuntansi VI.

Rasmini, Ni Ketut. 2007, Faktor-Faktor Y ang Berpengaruh Pada Keputusan Pemilihan Profesi Akuntan Publik Dan Nonakuntan Publik Pada Mahasiswa. Buletin Studi Ekonomi Vol. 12 No.3:351-363.

Hapsari, Maulita Eka. 2009. “Faktor-Faktor Y ang Mempengaruhi Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik”. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas

Diponegoro (Tidak Dipublikasikan).

Kunartinah, 2001. Faktor-Faktor Y ang Mempengaruhi Pemilihan Karir Sebagai Akuntan Publik. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol. 10 No. 2 Semarang. Penerbit : P3M STIE

Stikubank Available at: (www.google.com)

Setiyani, Rediana.2005. “Faktor-Faktor Y ang Membedakan Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Profesi Sebagai Akuntan Publik Dan Non Akuntan Publik. (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggu Negri di Pulau Jawa)”. Tesis, Program Studi magister Sains UNDIP

(26)

Sumarna,Agus.2002.Sarjana Akuntansi dan Potensi yang Perlu Digali. MediaAkuntansi 30, Edisi Des. 2002-J an.2003:17-20

Robbins, Stephen P.,1996. Perilaku Organisasi. Jilid 1 dan 2. Prehallindo.

References

Related documents

Since we require the maximum potential failure rate, the value of n used is taken to be 1 greater than the actual number of failures observed during the test period. In order to

Since with the creation of smart electricity grids, it is possible to access the internal network from the external spaces, it is also necessary to protect information and data

The final configuration sets the number of iterations to 10000, computation time to one hour. A value of 0.025 is assigned to the iteration threshold. Such value allows

This question about the coherence of the Muslim Vote and an awareness of complexities within the British Muslim demographic should not be used to discredit mobilisations on the

Menurut penelitian Putra dan Giantari (2014) menyatakan semakin baik perusahaan mengadakan promosi dalam melakukan penjualan dengan menggunakan celebrity endorser,

I further argue that regulated incentive programmes are likely to replicate many harms associated with illicit kidney markets and suggest that a more robust approach to

To take into account service security requirements as part of the service discovery process, we have extended the above framework in two ways: (i) we have

The preparation of macrocyclic acridine derivatives of the general structure (61) opens up the possibility of binding other organic molecules in addition to metal