Lampiran A
Lampiran A.1. Tabel Kendala Internal
No.
Faktor
Pernyataan
1
Material
Keterlambatan pengiriman material
Kekurangan bahan konstruksi
Kualitas bahan yang kurang baik
Kerusakan bahan ditempat penyimpanan
Perubahan material pada bentuk, fungsi, dan spesifikasi
Kelangkaan karena kekhususan
Kenaikan harga material
Keterbatasan tempat penyimpanan bahan/material
Total material sisa cukup tinggi
Sering terjadinya kehilangan material di tempat penyimpanan proyek
Ketidaktepatan waktu pemesanan
2
Peralatan
Keterlambatan pengiriman /penyediaan peralatan
Kerusakan peralatan
Ketersediaan peralatan yang memadai /sesuai kebutuhan
Produktifitas peralatan
Mutu mesin dan alat kerja yang dibutuhkan di lapangan sangat rendah
Alat berat yang dibutuhkan sudah sesuai tapi tidak bisa bekerja
dengan optimal karena lapangan yang tidak memungkinkan
Alat yang dibutuhkan susah untuk didapatkan
Kemampuan mandor atau operator yang kurang dalam
mengoperasikan peralatan
3
Pekerja
Kurangnya keahlian tenaga kerja
Rendahnya kedisiplinan tenaga kerja
Tidak ada motivasi kerja tenaga kerja
Jumlah pekerja yang kurang memadai /sesuai dengan aktifitas
pekerjaan yang ada
Produktifitas pekerja rendah
Pengalaman tenaga kerja kurang
Penggantian tenaga kerja baru
Komunikasi antara tenaga kerja dan kepala tukang/mandor kurang
Keterlambatan proses pemeriksaan dan uji bahan
Banyak hasil pekerjaan yang harus diperbaiki/diulang karena
cacat/tidak benar
Proses dan tata cara evaluasi kemajuan pekerjaan yang lama dan lewat
jadwal yang disepakati
Adanya banyak(sering) pekerjaan tambah
4
Manajemen
Pelaksanaan
Perubahan lingkup pekerjaan pada waktu pelaksanaan
Rencana urutan kerja yang tidak tersusun dengan baik/terpadu
Adanya permintaan perubahan atas pekerjaan yang telah selesai
Kesulitan pendanaan di kontraktor
Metode konstruksi/ pelaksanaan kerja yang salah atau tidak tepat
Perbedaan jadwal sub-kontraktor dalam penyelesaian proyek
Pengajuan contoh bahan oleh kontraktor yang tidak terjadwal
Kurangnya komunikasi antara perencana dan pengawas
Keadaan permukaan dan dibawah permukaan tanah
Kurangnya instruksi dilapangan
Pelaksanaan jarang diawasi dan proses kemajuan berjalan lambat
Site manajemen yang ada dirasa kurang baik secara keseluruhan
Jumlah pengawas yang ada kurang mencukupi
Lambatnya proses pengambilan keputusan
Terjadinya perubahan desain oleh owner
Kesalahan desain yang dibuat oleh perencana
Sumber :
1.
Blocher et al (2001), Hansen and Mowen (2000), Garrison and Noreen (2003), dan
Tersine (1994) dalam Andy U dan Herry P (2007)
2.
Ryan Ariefasa (2011)
3.
Findy Kamaruzzaman (2012)
4.
Uraian Proboyo (1999), Andi et al. (2003) dan Assaf, A, (1995) dalam Jurnal Ilmiah
Lampiran A.2. Form Kueisioner
Data Responden :
Nama
: ...
Alamat
: ...
Jabatan Anda saat ini : ...
Usia Anda saat ini
: ... tahun
Jenis kelamin
:
Laki-laki
Perempuan
Pendidikan terakhir :
SMA
D3
S1
S2
Lainnya (...)
Nama Perusahaan
: ...
Alamat Perusahaan
: ...
Usia Perusahaan
: ... tahun
Pengalaman
:
0 - 2 Tahun
2 - 5 Tahun
>5 Tahun
Lama bekerja
:
0 - 2 Tahun
2 - 5 Tahun
>5 Tahun
Pernyataan-pernyataan berikut didesain untuk mengetahui tingkat kendala intern yang
ada di dalam pekerjaan struktur pada pelaksanaan proyek pembangunan Pop Hotel Lampung.
Dalam setiap pernyataan dalam kueisioner ini, berilah jawaban yang paling sesuai dengan
pendapat anda sebagai bagian dari tim manajemen yang ikut bertugas mengatur jalannya
proyek.
Faktor
Pernyataan SIT SrT C JT TT Bidang Langkah Penyelesaian TD JD C SrD SlDMaterial
Keterlambatan pengiriman material
Manajemen Melakukan perbaikan dibagian logistik
Waktu Memajukan jadwal pengiriman material
Jumlah Kapasitas penyimpanan material diperbesar
sehingga dapat menampung material lebih
banyak
Mutu
Melakukan hubungan kerjasama dengan
supplier agar pengiriman bisa lebih lancar
dan tidak terlambat
Kekurangan bahan konstruksi
Manajemen Melakukan perbaikan dibagian logistik
Waktu Membuat jadwal pengadaan dan penggunaan
bahan sebelum melaksanakan proyek
Jumlah
Menambahkan pemesanan material + 10 % dari material yang dibutuhkan, namun tetap
harus disesuaikan dengan anggaran proyek
Mutu Melakukan pengecekan stok material
(membuat data jenis dan jumlah material)
Kualitas bahan yang kurang baik
Manajemen Menggunakan material/ bahan yang sesuai
dengan spesifikasi
Waktu
Membuat jadwal pengecekan (Quality Control) terhadap material yang akan digunakan dan mendapatkan persetujuan dari
owner dan tim pengawas
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Melakukan penyimpanan material yang tepat
Kerusakan bahan ditempat penyimpanan
Manajemen
Meletakkan bahan sesuai dengan jenisnya dan memperhatikan saran cara
penyimpanannya
Waktu Menyesuaikan dengan kebutuhan untuk
jangka waktu yang tidak cukup lama
Jumlah Tidak mengadakan material sekaligus
Mutu
Melakukan pengecekan terhadap kondisi
material/ bahan
Perubahan material pada bentuk, fungsi, dan spesifikasi
Manajemen
Menyesuaikan dengan desain awal namun tetap memperhatikan spesifikasi teknis yang
dapat diterima dari fungsinya
Waktu Membuat jadwal pengadaan bahan serta
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Melakukan pengecekan terhadap kondisi
material
Kelangkaan karena kekhususan
Manajemen
Melakukan review desain penggantian material dengan yang lain namun berfungsi
sama
Waktu Membuat daftar bahan yang akan digunakan
Jumlah Mengadakan persediaan material yang lebih
banyak
Mutu Membuat kerjasama dengan produsen
material
Kenaikan harga material
Manajemen Melakukan konsultasi dengan pihak yang
terkait tentang kenaikan harga material
Waktu Mengutamakan pekerjaan yang utama
Jumlah Menghemat pengeluaran harga material
dengan belanja cerdas
Mutu
Mencari alternatif material yang harganya masih sesuai dengan anggaran dari material
tersebut dan tetap memperhatikan spesifikasi
Keterbatasan tempat penyimpanan bahan/
material
Manajemen Mengatur site plant penempatan material,
namun tidak jauh dari lokasi pengerjaan
Waktu Mengatur waktu penggunaan lokasi untuk
penempatan material
Jumlah
Tidak menumpuk material dan lebih efektif jika material yang datang langsung dapat
digunakan
Mutu Menggunakan tempat penyimpanan yang ada
seefektif mungkin
Total material sisa cukup tinggi
Manajemen Memakai kembali sisa material yang masih
dapat digunakan
Waktu Memperbaiki jadwal pengadaan material
Jumlah
Melakukan perhitungan kebutuhan material
lebih teliti
Mutu Menggunakan material seefektif mungkin
Sering terjadinya kehilangan material
ditempat penyimpanan proyek
mengecek stok material
Mutu Menyimpan material ditempat yang aman
dan terlindung
Ketidaktepatan waktu pemesanan
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi
mengenai pemesanan material
Waktu Mempercepat jadwal pengadaan bahan
Jumlah Melebihkan jumlah bahan/ material
Mutu
Melakukan hubungan kerjasama dengan
supplier agar pengiriman bisa lebih lancar
dan tepat waktu
Peralatan
Keterlambatan pengiriman / penyelidikan
peralatan
Manajemen
Membuat jalur khusus yang mudah dilalui untuk menuju lokasi proyek agar pengiriman
peralatan bisa lebih mudah dan lancar
Waktu Jadwal mobilisasi peralatan dilakukan lebih
awal sebelum proyek dimulai
Jumlah Melebihkan jumlah pengiriman (overhead
quantity)
Mutu
Melakukan hubungan kerjasama dengan
supplier agar pengiriman bisa lebih lancar
dan tidak terlambat
Kerusakan peralatan
Manajemen
Melakukan rapat kordinasi untuk
memperbaiki peralatan yang rusak
Waktu Menggunakan alat tepat guna dan efektif
Jumlah Menambah jumlah alat kerja
Mutu Menggunakan peralatan yang baru
Ketersediaan peralatan yang kurang
memadai/ sesuai kebutuhan
Manajemen Melakukan perencanaan alat dengan baik
Waktu Membuat daftar peralatan yang akan
digunakan
Jumlah Melebihkan jumlah peralatan pada daftar
peralatan yang akan digunakan
Mutu
Melakukan kerja sama dengan supplier yang mampu menyediakan peralatan yang
dibutuhkan
Manajemen
Mencari operator yang bertanggungjawab dan mempunyai pengalaman serta kemampuan untuk memaksimalkan
Produktifitas peralatan Waktu Mengatur jadwal penggunaan alat dengan
lebih terencana
Jumlah
Menambah jumlah peralatan agar
produktifitas meningkat
Mutu
Peralatan disesuaikan dengan fungsi dan
kegunaannya
Mutu mesin dan alat kerja yang dibutuhkan
di lapangan sangat rendah
Manajemen Mempersiapkan perencanaan alat dengan
baik agar tidak terjadi kesalahan
Waktu Mengatur jadwal penggunaan mesin dengan
lebih terencana
Jumlah Menambah jumlah mesin yang dibutuhkan
untuk mempersingkat pekerjaan
Mutu
Menjaga kondisi mesin dan alat kerja yang dibutuhkan agar kondisi tetap terawat dan
siap digunakan kapanpun
Alat berat yang dibutuhkan sudah sesuai tapi tidak bisa bekerja dengan optimal karena
lapangan yang tidak memungkinkan
Manajemen Mengatur kondisi lapangan dengan baik
Waktu Mempercepat persiapan lahan
Jumlah Menambah jumlah peralatan agar persiapan
lahan lebih cepat
Mutu Mengutamakan pekerjaan yang efektif
Alat yang dibutuhkan susah untuk
didapatkan
Manajemen Mencari alternatif alat lain tetapi tetap sama
fungsi dan kegunaannya
Waktu Mengatur waktu pemesanan alat dengan baik
Jumlah Menambah jumlah peralatan
Mutu Melakukan kerja sama dengan supplier yang
mampu menyediakan alat tersebut
Kemampuan mandor atau operator yang
kurang dalam mengoperasikan peralatan
Manajemen Melakukan training/ pelatihan kepada
operator
Waktu Mengatur waktu istirahat yang cukup untuk
operator
Jumlah Menambah jumlah operator yang
berpengalaman
Mutu
Memilih mandor/ operator yang telah berpengalaman dan bila perlu telah memiliki
sertifikat
Kurangnya keahlian tenaga kerja
Manajemen
Melakukan job training/ pelatihan sesuai keahliannya agar pekerja mempunyai skill
Pekerja
Waktu Menambah jam kerja
Jumlah Menambah jumlah tenaga yang ahli
Mutu Mengawasi hasil pekerjaan
Rendahnya kedisiplinan tenaga kerja
Manajemen Memberi peringatan kepada pekerja yang
tidak disiplin
Waktu
Memperjelas waktu masuk, istirahat dan
pulang
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Meningkatkan pengawasan kepada pekerja
Tidak ada motivasi kerja tenaga kerja
Manajemen Memberikan reward kepada pekerja jika
menyelesaikan pekerjaan sesuai target
Waktu Memberlakukan waktu kerja lembur
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Mengawasi hasil pekerjaan
Jumlah pekerja yang kurang memadai/ sesuai
dengan aktifitas pekerjaan yang ada
Manajemen Mengalihkan pekerja ke item pekerjaan yang
lain agar pekerjaan lebih efektif
Waktu Membuat analisis kebutuhan pekerja perhari
setiap item pekerjaan
Jumlah Menambah tenaga kerja yang dibutuhkan
Mutu Meningkatkan pengawasan terhadap pekerja
Produktifitas pekerja rendah
Manajemen Pekerja disesuaikan dengan keahlian di
bidangnya dan kebutuhan dalam pelaksanaan
Waktu Mengatur jam kerja lebih efektif dan
efisiensi jam lembur
Jumlah Menambah jumlah pekerja
Mutu Mencari pekerja yang lebih kompeten dan
sesuai dengan keahliannya
Pengalaman tenaga kerja kurang
Manajemen Menyediakan pelaksana yang mampu
memberi pengarahan
Waktu Menambah jam kerja
Jumlah
Menambah jumlah tenaga kerja yang sudah
berpengalaman
proyek
Waktu
Melakukan penggantian saat jam istirahat atau sebelum pekerjaan dimulai sehingga tidak menggangu pekerjaan yang telah
berjalan
Jumlah Membatasi jumlah penggantian tenaga kerja/
mengganti sesuai kebutuhan
Mutu Menggunakan tenaga yang ahli di bidangnya
Komunikasi antara tenaga kerja dan kepala
tukang/ mandor kurang
Manajemen
Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara mandor, kepala tukang dan pekerja sebelum
bekerja dan evaluasi setelah bekerja
Waktu
Menambah waktu pertemuan agar lebih sering ada komunikasi antara tenaga kerja
dan mandor
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Mengganti kepala tukang yang lebih
komunikatif
Manajemen
pelaksanaan
Keterlambatan proses pemeriksaan dan uji
bahan
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara
pengawas, kontraktor dan penguji bahan
Waktu Membuat jadwal pemeriksaan dan uji bahan
oleh kontraktor
Jumlah Menambah jumlah sumber bahan
Mutu Menggunakan sumber bahan yang sesuai
spesifikasi
Banyak hasil pekerjaan yang harus
diperbaiki/ diulang karena cacat/ tidak benar
Manajemen
Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara pengawas dan pelaksana tentang pekerjaan
yang cacat dan harus diperbaiki
Waktu Melakukan pengecekan secara berkala
Jumlah Menambah tenaga kerja yang ahli
Mutu Meningkatkan pengawasan terhadap
pelaksanaan pekerjaan
Proses dan tata cara evaluasi kemajuan pekerjaan yang lama dan lewat jadwal yang
disepakati
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi tentang
evaluasi kemajuan pekerjaan
Waktu Mempercepat pembuatan laporan
kemajuan pekerjaan
Adanya banyak (sering) pekerjaan tambah
Manajemen
Melakukan briefing / rapat kordinasi antara perencana, pengawas dan pelaksana tentang
pekerjaan tambah
Waktu Menambah jam kerja
Jumlah Menambah tenaga kerja yang ahli
Mutu Menggunakan bahan yang sesuai dengan
spesifikasi
Ketidaksepahaman dalam pembuatan gambar
kerja antara perencana dan kontraktor
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara
perencana, pengawas dan pelaksana
Waktu Mempercepat desain kerja
Jumlah Menambah tenaga yang ahli di bidang
perencanaan
Mutu Melakukan pengecekan ulang terhadap
desain yang telah dibuat
Perubahan lingkup pekerjaan pada waktu
pelaksanaan
Manajemen
Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara
owner dan pelaksana tentang perubahan
lingkup pekerjaan
Waktu Membuat dokumentasi perencanaan ruang
lingkup proyek
Jumlah Menambah jumlah tenaga ahli
Mutu Melakukan kontrol terhadap perubahan
ruang lingkup agar tidak meluas
Rencana urutan kerja yang tidak tersusun
dengan baik/ terpadu
Manajemen Membuat time schedule
Waktu Melakukan pekerjaan berdasarkan urutan
waktu yang sudah ditentukan
Jumlah Menambah jumlah tenaga ahli
Mutu Meningkatkan pengawasan terhadap
pekerjaan
Adanya permintaan perubahan atas pekerjaan
yang telah selesai
Manajemen
Melakukan briefing/ kordinasi antara pengawas dan pelaksana tentang perubahan
pekerjaan
Waktu Melakukan pekerjaan berdasarkan urutan
waktu yang sudah ditentukan
Jumlah Menambah jumlah tenaga ahli
Mutu Meningkatkan pengawasan terhadap
Kesulitan pendanaan di kontraktor
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi dengan
pihak terkait
Waktu Segera menyelesaikan pekerjaan
Jumlah Menyediakan dana cadangan dalam setiap
pengajuan anggaran
Mutu Menggunakan kontraktor yang tepat
Metode konstruksi/ pelaksanaan kerja yang
salah atau tidak tepat
Manajemen
Melakukan briefing/ rapat kordinasi tentang metode konstruksi setiap pelaksanaan
pekerjaan
Waktu Mempercepat pekerjaan
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Meningkatkan pengawasan
Perbedaan jadwal sub-kontraktor dalam
penyelesaian proyek
Manajemen Melakukan briefing / rapat kordinasi untuk
menyatukan jadwal
Waktu Membuat jadwal yang sesuai
Jumlah Menambah tenaga ahli
Mutu Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan
Pengajuan contoh bahan oleh kontraktor
yang tidak terjadwal
Manajemen Melakukan rapat kordinasi antara pengawas,
pelaksana dan penguji bahan
Waktu Membuat jadwal pengajuan contoh bahan
oleh kontraktor
Jumlah Menambah jumlah sumber bahan
Mutu Menggunakan sumber bahan yang sesuai
spesifikasi
Kurangnya komunikasi antara perencana dan
pengawas
Manajemen
Diadakan rapat dengan seluruh staff
perencana dan pengawas agar tidak terjadi
misscommunication di lapangan
Waktu Menambah waktu pertemuan
Jumlah Menambah pengawas yang diikutkan dalam
bagian kontraktor
Mutu Mencari pengawas yang kompeten sehingga
dapat sepikiran dengan perencana
Keadaan permukaan dan dibawah permukaan
tanah
Manajemen Melakukan rapat kordinasi untuk membahas
Jumlah Menambah jumlah alat yang mampu
mengatasi kendala tanah di lokasi
Mutu Melakukan penyelidikan terhadap kondisi
tanah
Kurangnya instruksi dilapangan
Manajemen Melakukan briefing/ rapat kordinasi antara
kontraktor dan pengawas
Waktu Lebih sering melakukan pengawasan/
instruksi kerja
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Mencari pengawas yang kompeten
Pelaksanaan jarang diawasi dan proses
kemajuan berjalan lambat
Manajemen Meningkatkan kinerja pengawasan dan
pelaksanaan pekerjaan
Waktu Memberlakukan waktu kerja lembur
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Mencari pengawas yang kompeten
Site manajemen yang ada dirasa kurang baik
secara keseluruhan
Manajemen Menggunakan site seefektif mungkin
Waktu Mengatur jadwal penggunaan site
Jumlah
Melengkapi fasilitas dalam site agar para
staff nyaman dalam melaksanakan
pekerjaannya
Mutu Pembuatan site didasarkan fungsi dan
kebutuhannya
Jumlah pengawas yang ada kurang
mencukupi
Manajemen Memaksimalkan kinerja pengawasan dengan
personil yang ada
Waktu Mengatur jadwal pengawasan
Jumlah Menambah jumlah pengawas
Mutu Mencari pengawas yang kompeten
Lambatnya proses pengambilan keputusan
Manajemen
Melakukan rapat kordinasi guna membahas tentang permasalahan proyek agar dalam pengambilan keputusan oleh owner tidak
mengalami keterlambatan
Waktu Pengawas harus lebih komunikatif
Jumlah Menambah pengawas
Terjadinya perubahan desain oleh owner
Manajemen
Melakukan rapat kordinasi antara owner,
perencana dan pelaksana untuk membahas
mengenai perubahan desain
Waktu Keputusan desain dipercepat
Jumlah Menambah jumlah tenaga ahli
Mutu Menyesuaikan desain dengan kondisi
lapangan
Kesalahan desain yang dibuat oleh perencana
Manajemen
Melaksanakan rapat kordinasi sebelum memulai pelaksanaan oleh owner untuk
membahas masalah perencanaan
Waktu Keputusan desain dipercepat
Jumlah Menambah jumlah tenaga ahli
Mutu Menyesuaikan desain dengan kondisi
lapangan
Keterangan:
SlT = Selalu Terjadi TD = Tidak pernah dilakukan
SrT = Sering Terjadi JT = Jarang dilakukan
C = Cukup C = Cukup
JT = Jarang Terjadi SrD = Sering dilakukan