III. METODE PENELITIAN
A.
Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian
1.
Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Al-azhar 3
Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang
terdiri atas 8 kelas.
2.
Sampel Penelitian
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik
Random Sampling. Berdasarkan populasi yang terdiri dari 8 kelas diambil
2 kelas sebagai sampel. Sampel yang diperoleh adalah kelas X
3sebagai
kelompok demonstrasi dan kelas X
8sebagai kelompok eksperimen.
B.
Desain dan Metode Penelitian
1.
Desain Penelitian
Keterangan:
1
O
: nilai pretest
2
O
: nilai posttest
1
X
: pembelajaran inkuiri terbimbing eksperimen
2
X
: pembelajaran inkuiri terbimbing demonstrasi
lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi
perlakuan.
Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 3.1 Desain eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design
(Sugiyono, 2010: 110-111)
2.
Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen. Di dalam
penelitian ini tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah
perlakuan (treatment) diberikan. Tes yang dilakukan sebelum perlakuan
disebut pretest dan sesudah treatmen disebut posttest.
Pada penelitian ini dikembangkan alur penelitian dengan langkah-langkah
penelitian seperti pada gambar 3.2
O
1X
1O
2Gambar 3.2 Alur Penelitian
C.
Variabel Penelitian
Pada penelitian ini terdapat dua bentuk variabel yaitu variabel bebas dan
veriabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran
inkuri terbimbing dengan metode eksperimen (X
1) dan inkuri terbimbing
Kelas B
Metode Eksperimen
Metode Demonstrasi
Kelas A
Validasi instrumen
posttest
pretest
posttest
pretest
Analisis data
Kesimpulan
Rumusan masalah
Studi pendahuluan
(Analisis Silabus)
dengan metode demonstrasi (X
2), sedangkan variabel terikatnya adalah hasil
belajar aspek kognitif (Y
1) dan hasil belajar aspek psikomotor
.
D.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pada proses pembelajaran
dan soal uraian hasil belajar fisika siswa pada saat pretest dan posttest.
E.
Analisis Instrumen
Sebelum instrumen digunakan dalam sampel, instrumen harus diuji terlebih
dahulu dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas
1.
Uji Validitas
Agar dapat diperoleh data yang valid, instrumen atau alat untuk
mengevaluasinya harus valid. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti
instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya
diukur (ketepatan). Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya
sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes
tersebut dengan kriterium.
Untuk menguji validitas instrumen digunakan rumus korelasi product
moment yang dikemukakan oleh Pearson dengan rumus:
Dengan kriteria pengujian jika korelasi antar butir dengan skor total lebih
dari 0,3 maka instrumen tersebut dinyatakan valid, atau sebaliknya jika
korelasi antar butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka instrumen
tersebut dinyatakan tidak valid. Dan jika r hitung > r tabel dengan α = 0,05
maka koefisien korelasi tersebut signifikan.
Item yang mempunyai kerelasi positif dengan kriterium (skor total) serta
korelasi yang tinggi, menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai
validitas yang tinggi pula. Biasanya syarat minimum untuk dianggap
memenuhi syarat adalah kalau r = 0,3.
(Masrun dalam Sugiyono, 2010: 188)
Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program
SPSS 21.0 dengan kriterium uji bila correlated item – total correlation
lebih besar dibandingkan dengan 0,3 maka data merupakan construck yang
kuat (valid).
2.
Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa
kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang
sama. Perhitungan untuk mencari harga reliabilitas instrumen didasarkan
pada pendapat Arikunto (2008: 109) yang menyatakan bahwa untuk
menghitung reliabilitas dapat digunakan rumus alpha, yaitu:
Di mana:
r
11=
reliabilitas yang dicari
Σσ
i2=
jumlah varians skor tiap-tiap item
σ
t2=
varians total
Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana alat
pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan. Reliabilitas instrumen
diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pengukuran.
Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan
menggunakan SPSS 21.0 dengan metode Alpha Cronbach’s yang diukur
berdasarkan skala alpha cronbach’s 0 sampai 1.
[image:6.595.158.474.375.449.2]Menurut Sayuti dikutip oleh Sujianto dalam Saputri (2010: 30), kuesioner
dinyatakan reliabel jika mempunyai nilai koefisien alpha, maka digunakan
ukuran kemantapan alpha yang diinterprestasikan pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Nilai Koefisien Alpha
No Nilai Koefisien Alpha Keterangan 1 antara 0,81 sampai dengan 1,00 Sangat reliabel 2 antara 0,61 sampai dengan 0,80 Reliabel 3 antara 0,41 sampai dengan 0,60 Cukup reliabel 4 antara 0,21 sampai dengan 0,40 Agak reliabel 5 antara 0,00 sampai dengan 0,20 Kurang reliabel
Setelah instrumen valid dan reliabel, kemudian disebarkan pada sampel
yang sesungguhnya. Skor total setiap siswa diperoleh dengan
menjumlahkan skor setiap nomor soal.
F.
Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
1.
Analisis Data
menggunakan software SPSS 21. Proses analisis untuk data hasil belajar
siswa sebagai berikut:
a.
Skor yang diperoleh dari masing-masing siswa adalah jumlah skor dari
setiap soal.
b.
Persentase hasil belajar siswa dihitung dengan rumus:
Kategori hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.2 Pengkategorian Hasil Belajar
No. Rentang Keterangan 1 81 – 100 Sangat baik 2 61 – 80 Baik 3 41 – 60 Cukup 4 21 – 40 Kurang 5 <20 Sangat Kurang
(Syah dalam Marnasusanti (2007: 9)
2.
Pengujian Hipotesis
1)
Uji Normalitas
Untuk menguji apakah sampel penelitian merupakan jenis distribusi
normal, dapat dilakukan dengan uji statistik non-parametrik
Kolmogrov-Smirnov. Caranya adalah menentukan terlebih dahulu
hipotesis pengujiannya yaitu:
O
H
: data terdistribusi secara normal
1
H
: data tidak terdistribusi secara normal
Pedoman pengambilan keputusan:
a.
Nilai Sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka
distribusinya adalah tidak normal.
b.
Nilai Sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas
0,05 maka
distribusinya adalah normal.
2)
Uji Hipotesis
Jika data terdistribusi normal maka pengujian hipotesis dalam
penelitian menggunakan statistik parametrik tes.
a.
Uji T Untuk Dua Sampel Bebas (Independent Sample T Test)
Uji ini dilakukan untuk membandingkan dua sampel yang berbeda
(bebas). Independent Sample T Test digunakan untuk mengetahui
ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel
yang tidak berhubungan.
Adapun hipotesis yang akan diuji adalah
Hipotesis Pertama
O
H
: Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara
pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen
dan demonstrasi.
1
H
: Ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara
2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 _____ 2 ____ 11
1
2
)
1
(
)
1
(
n
n
n
n
s
n
s
n
X
X
t
Hipotesis Kedua
OH
: Hasil belajar fisika siswa yang menggunakan pembelajaran
inkuiri terbimbing dengan metode demonstrasi lebih rendah
dibandingkan dengan metode eksperimen.
1
H
: Hasil belajar fisika siswa yang menggunakan pembelajaran
inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen lebih tinggi
dibandingkan metode demonstrasi.
Rumus perhitungan Independent sample t test adalah sebagai
berikut:
Dimana t adalah t hitung. Kemudian t tabel dicari pada tabel
distribusi t dengan
= 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat
kebebasan (df) n-2. Setelah diperoleh besar t hitung dan t tabel
maka dilakukan pengujian dengan kriteria pengujian sebagai
berikut :
Kriteria pengujian
a)
H
Oditerima jika -t tabel
t hitung
t tabel
a)
Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas
0,05 maka
H
Oditerima.
b)
Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka
H
Oditolak.
(Priyatno, 2010:32-41)
b.
Uji Data Dua Sampel Tidak Berhubungan ( Independent )
Pada penelitian ini jika data tidak terdistribusi normal maka untuk
menguji data dari dua sampel yang tidak berhubungan
menggunakan Uji Mann-Whitney.
Hipotesis Pertama
O
H
: Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara
pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen
dan demonstrasi.
1
H
: Ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara
pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen
dan demonstrasi
Pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi atau nilai
probabilitas.
a)
Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas
0,05 maka
H
Oditerima.
b) Jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka
H
OHipotesis Kedua
O
H
: Hasil belajar fisika siswa yang menggunakan pembelajaran
inkuiri terbimbing dengan metode demonstrasi lebih rendah
dibandingkan dengan metode eksperimen.
1