MINCOM
MINESCAPE
27
Juli
2013
MINING SOFTWARE
MINESCAPE 4.119 TUTORIAL
By Adi
Blog :adigeologist.blogspot.com Email :[email protected] FB :[email protected]ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
D A F T A R I S I
A. MEMULAI SEBUAH PROJECT/MEMBUAT PROJECT BARU... 4
B. MEMBUAT PETA TOPOGRAFI... 6
B.1. Pengertian Design File dan Layer File... 6
B.1.1. Membuat Design File... 7
B.1.2. Membuat Layer File... 9
B.2. Mengimport Data Topografi... 10
B.3. Generate Contour... 13
B.3.1. Generate Contour Dari Data... 13
B.3.2. Generate Contour Dari Design... 13
B.3.3. Generate Contour Dari Triangle... 13
B.3.3.1. Generate Triangle Dari Data... 13
B.3.3.2. Generate Triangle Dari Tabel... 13
B.3.3.3. Generate Triangle Dari Design... 14
B.3.4. Generate Contour Dari Grid File... 16
B.3.4.1. Sheet Spec... 16
B.3.4.2. Grid Spec... 17
B.3.4.3. Grid File... 18
B.3.4.4. Membuat Surface Topografi dari Grid File... 19
C. STRATMODEL... 22
C.1. Membuat Schema... 22
C.2. Setup Current Model... 28
C.3. Setup Display Definition... 29
C.4. Import Drill Holes Data... 30
C.5. Validasi Table dan Grid... 35
C.5.1. Validasi Table... 36
C.5.2. Validasi Grid... 36
C.6.Line Section dan Cross Section 2D... 37
C.6.1. Membuat Line Section... 37
C.6.2. Membuat Section 2D... 39 C.7. Kontur Struktur... 43 C.8. Cropline/Subcropline... 45 C.9. Quality... 48 C.9.1. Quality Definition... 48 C.9.2. Key Quality ... 52 C.9.3. Model Quality ... 52 C.9.4. Quality Default... 53
C.9.5. Import Quality/Membuat Table Quality... 53
C.9.6. Quality Composite... 56
D. OPEN CUT... 58
D.1. Pit Optimalization…... 58
D.1.1. Membuat Batas Pit Area Potensial... 58
D.1.2. Side Definition/Tag Design Segments... 60
D.1.3. Pit Floor Solid... 63
D.1.4. Mining Reserve... 65
D.1.5. Export Table File ke Excel... 71
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om D.1.6.1. Generate Block-Strip... 72 D.1.6.2. Strip Intersection... 75 D.1.6.3. Batterblock Solid... 77 D.1.7. Resgraphic... 79
D.1.7.1. Membuat XML untuk Coal Volume... 80
D.1.7.2. Membuat XML untuk Non Coal Volume... 82
D.1.7.3. Membuat XML untuk Striping Ratio... 83
D.1.7.4. Membuat XML untuk Striping Ratio Warna... 84
D.1.7.5. Memproses Resgraphics... 85
D.2. Design Pit Berdasarkan Resgraphic…... 87
D.2.1. Membuat Pit Limit Berdasarkan Resgraphic... 87
D.2.2. Crests dan Toes... 90
D.2.3. Membuat Boundary Pit …………..…………... 95
D.2.4. Memotong Design Pit... 96
D.3. Menghitung Volume dengan Triangles... 100
D.4. Menghitung Volume Level by Level... 103
D.5. Kontur Striping Ratio... 105
D.6. Design Pit Berdasarkan Kontur Striping Ratio... 108
D.6.1. Membuat Pit Limit Berdasarkan Kontur Striping Ratio... 108
D.6.2. Side Definition/Tag Design Segments... 110
D.6.3. Ramp... 111
D.7. Disposal Area... 118
D.7.1. Membuat Boundary Disposal... 118
D.7.2. Side Definition Disposal... 118
D.7.3. Ramp Disposal... 120
D.7.4. Menghitung Volume Disposal... 124
E. QUICK PLOT... 126
F. ADDITIONAL/TAMBAHAN... 131
F.1. Lapisan Batubara Split... 131
F.2. Membuat Cross Section 3D………... 132
F.2.1. Cross Section 3D Bagian 1... 132
F.2.2. Cross Section 3D Bagian 2... 134
F.3. Drill Connect………... 137
F.4. Strat Column………... 138
F.5. Membuat Kontur Struktur SR (Dengan Surface Expression)... 139
F.5.1. Surface Expression Waste... 139
F.5.2. Surface Expression Coal... 140
F.5.3. Surface Expression Ratio... 141
F.5.4. Generate Kontur Striping Ratio... 141
F.6. Fault/Patahan... 142
F.6.1. Membuat Fault/Patahan... 143
F.6.1.1. Dengan Acuan Kontur Struktur dan Data Bor... 144
F.6.1.2. Dengan Cara Import... 146
F.6.2. Memasukkan data patahan di Schema... 147
Note;
1. Dalam pembuatan design pit anda dapat menggunakan resgraphic atau kontur striping ratio sebagai dasar pendekatan batasan SR yang diinginkan, jadi dipilih salah satu saja. Saya sendiri biasanya menggunakan kontur striping ratio, jadi bagian D.1. sampai D.2.1. dilewatkan saja dan langsung ke bagian D.5. tetapi dalam hal ini anda masih belajar silahkan ikuti kedua langkah tersebut. 2. Dalam pembuatan design pit, tentukan terlebih dahulu apakah design anda akan meyertakan ramp
(jalan tambang) atau tidak. Jika meyertakan ramp silahkan ikuti bagian D.6.3. Jika design tidak menyertakan ramp silahkan ikuti bagian D.2.2. tetapi dalam hal ini anda masih belajar silahkan ikuti semua langkah yang ada.
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
A. MEMULAI SEBUAH PROJECT/MEMBUAT PROJECT BARU
Untuk memulai sebuah project Minescape, buka program minescape sehingga tampil Form berikut :
Jika anda sudah mempunyai project Minescape sebelumnya maka pilih nama project anda pada bagian Project Name, dengan cara klik pull-down (tanda segitiga hitam) kemudian pilih jenis Application yang ingin dibuka.
Jika ingin membuat project Minescape baru maka pilih tab Create Project. Setelah klik
Create Project maka form Setup Project akan ditampilkan seperti pada gambar
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Project:
Name. Ketikkan nama project yang diinginkan, misal latihan atau tutorial Description. Keterangan dari project.
Project Path. Tempat penyimpanan direktori project
Origin easting, northing dan Elevation. Koordinat origin untuk easting, northing dan elevasi dari project anda, dimana koordinat ini merupakan pusat dari project. Quadran.Masukkan NE (Quadran 1).
Current Unit:
Category. Nama unit category yang disediakan oleh Minescape.
Current unit. Satuan unit dari masing-masing category. Anda dapat mengubah satuan unit dengan cara klik kiri dua kali pada field current unit pada masing-masing categorysampai menu pull-down ditampilkan (tanda segitiga hitam)kemudian klik menu pull-down dan pilih satuan unit yang anda inginkan.
Decimal place. Jumlah angka desimal dibelakang koma. Anda dapat mengubah angka decimal dengan cara klik kiri pada field Decimal Place kemudian ketikkan angka desimal yang anda inginkan.
Update. Jika anda mengubah current unit atau decimal place maka secara otomatis pada field Update akan diisi Yes. Jika anda tidak mengubah current unit atau decimal place maka secara otomatis pada field Update akan diisi No.
Note:
Pada kolom Origin (Easting, Northing, Elevation) isikan saja kordinat yang diambil dari kordinat sekitar areal yang akan dikerjakan, lebih mudahnya ambil saja salah satu kordinat dari data topografi atau kordinat pemboran dan isikan pada kolom tersebut. Tetapi jika kolom tsb ingin dikosongkan tidak apa-apa. Pada bagian Current Unit yang perlu diubah adalah pada kolom Category yaitu
kolom Mass unitnya diganti Tonnes dan kolom Volume unitnya diganti Cu.
Meters.
Setelah itu Pilih Create Project
Sebuah form konfirmasi berikut akan ditampilkan
Pilih Create Project
Minescape akan membuat beberapa direktori untuk project yang dibuat. Selain itu dua buah design file akan dibuat yaitu Blocks dan Surface. Design file tersebut digunakan untuk menyimpan data spatial untuk blocks dan surface.
Setelah proses pembuatan direktori selesai maka akan ditampilkan sebuah form seperti pada gambar berikut dengan Project Name: Latihan.
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Klik OK untuk masuk ke project tersebut. Form berikut akan ditampilkan.
Form tersebut disebut GTI Window yang terdiri dari menu-menu, icon-icon, tool bar, tab dan CAD window, dll.
B. MEMBUAT PETA TOPOGRAFI
Sebelum memulai membuat data topografi terlebih dahulu kita belajar/mengenal istilah Design File dan Layer.
B.1. Pengertian Design File dan Layer File
Design file adalah fasilitas dalam minescape yang digunakan untuk menyimpan data grafis atau layer.
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Layer merupakan lembar kerja yang digunakan untuk menggambar data grafis, layer-layer tersebut akan tersimpan didalam disign file. Jumlah maksimum layer-layer yang dapat dibuat dalam satu design file adalah 1000 layer.
Didalam Minescape ada dua jenis design file, yaitu:
Design file 2D, yang memungkinkan memasukkan dan memanipulasi data dalam koordinay X dan Y saja.
Design file 3D yang memungkinkan memasukkan dan memanipulasi data dalam koordinat X, Y dan Z.
B.1.1. Membuat Design File
Pada saat membuat project sebetulnya Minescape secara otomatis telah membuat dua buah design file yaitu design file Blocks dan Surface. Tetapi jika anda ingin membuat design file baru dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Cara Pertama:
Klik Minescape eksplorer/design file/klik ikon create
Setelah itu akan muncul form create design berikut:
1. Klik ikon eksplorer
2. klik design file 3.klik icon create
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Design File
Pada kolom Name : Isikan nama design file yang ingin anda buat, misal topo
Spatial Orientation
Pada kolom origin (easting, northing, elevation) tidak usah diisi lagi karena secara
otomatis terisi, hal tersebut dikarenakan pengisian yang kita lakukan pada saat membuat project baru (lihat bagian A).
Dimension: 3D, karena design file tersebut akan di isi dengan data grafis 3D
Quadrant : Ne (Quadrant 1)
Units
Internal units: Meter
Lalu klik ok
Dari sini langsung saja kebagian “B.2. Mengimport Data Topografi”, karena berikutnya hanya penjelasan beberapa cara membuat design file dan layer file. Jadi silahkan dibaca saja penjelasan dibawah ini.
Cara Kedua: klik icon open write file
Pada kolom Name klik kanan/create
Sehingga muncul form untuk membuat design file baru seperti cara pertama diatas.
klik icon open write file
Setelah itu akan muncul form berikut
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Cara pengisiannya sama dengan cara pertama
Cara ketiga: dapat dibuat pada saat mengimport data atau pada saat akan membuat
layer baru. Dijelaskan nanti ...
B.1.2. Membuat Layer File
Klik ikon minscape eksplorer/design file/klik pada design file mana anda akan membuat atau menyimpan layer tsb/klik icon create
Pada kolom layer ketikkan nama layer yang akan kita buat, misalnya garis
1. klik icon eksplorer 2. klik tanda plus design file
3. klik di design file mana anda akan menyimpan layer tsb, misal pada design file “topo”,
4. klik icon create shg mucul form disamping
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Cara Kedua:
Dapat dibuat melalui design file yang aktif atau terbuka pada layar kerja minescape sehingga layer yang akan dibuat tsb secara otomatis tersimpan pada design file yang aktif tersebut
Cara ketiga: dapat dibuat pada saat mengimport data atau pada saat akan membuat
layer baru. Dijelaskan nanti ...
Sampai disini saja penjelasan mengenai design file dan layer, mari kita lanjutkan ketahap berikutnya yaitu import data topografi.
B.2. Mengimport Data Topografi
Bentuk data yang dapat diimport kedalam minescape dapat berupa ASCII file, DXF/DWG, SURPAC, dan lain sebagainya. Berikut contoh format data dalam bentuk ASCII file, data topografi yang terdiri dari easting, northing dan elevation (XYZ)
Note; data topo, data bor (data survey, data lithology) dan data kualitas jika masih
berupa Excel maka disave as keformat “formatted text (space delimited) dengan extention .prn”. Header (judul data) di excel terlebih dahulu dihapus dulu sebelum disave as.
Klik kanan/create
Akan tampil form berikut, pada kolom layer ketikkan nama layer yg ingin anda buat, lalu ok
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Data diatas merupakan data topografi dalam bentuk angka - angka, o l e h karena itu kita perlu meng“IMPORT” data tersebut menjadi garis kontur kedalam suatu design file (kita letakkan didalam design file “topo” karena datanya adalah data topografi).
Caranya adalah sebagai berikut:
Minscape eksplorer/klik folder design file/klik icon import 1. klik eksplorer
2. klik design file
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Pilih tab divider ASCII Pada Input
File Name ; pilih data yang akan kita import yaitu “topo.prn”. Format; pilih xyzfree, klik kanan/edit
Field Definition; Easting, Northing, Elevation, User Data dan Break Field diisi sesuai
urutan kolomnya
Note: sebelumnya data yang akan kita import harus di copy terlebih dahulu ke folder
data project yang kita buat sebelumnya misalnya:
D/projects/latihan/data {data yang di copy adalah data topo, data bor (data survey,
data lithology), data kualitas}.
Output
Design file; hasil import data tersebut akan disimpan di design file mana, yaitu topo.,
maka pilih topo. Jika design file topo belum dibuat, maka harus dibuat dulu dengan cara
klik kanan/create
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Layer; hasil import data tersebut mau dikasi nama apa, karena hasil import tersebut
masih berupa point xyz maka lebih baik diberi nama point_xyz
Default Control
Annotate User Data; centang Every Vertice; centang
Display definition; mau warna apa point xyz tersebut Class; karena berupa point, maka kita pilih “point” saja Klik Ok
Untuk melihat hasilnya, klik Open Write File/Pilih Design Filenya (topo)/pilih layer yang ingin dibuka (point_xyz).
B.3. Generate Contour
Generate contour dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya:
B.3.1. Generate Contour Dari data
Graphic/contour/data
B.3.2. Generate Contour Dari design
Graphic/contour/design
B.3.3. Generate Contour Dari Triangle
Graphic/contour/triangle
Sebelum melakukan generate contour dari triangle, terlebih dahulu kita harus membuat data triangle tersebut (generate triangle).
Generate triangle dapat dilakukan dengan cara berikut:
B.3.3.1. Generate Triangle Dari Data
Model/triangle/data
B.3.3.2. Generate Triangle Dari Tabel
Model/triangle/tabel Open Write File
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
B.3.3.3. Generate Triangle Dari Design
Model/triangle/design
Tab Divider Main Pada Input
Design file; ambil design file topo (tempat dimana layer/point_xyz tersimpan Search layer; pilih point_xyz
Triangles
Triangle file; disini kita belum memiliki tempat untuk menyimpan file-file triangle/data
dalam bentuk solid sehingga kita harus membuatnya terlebih dahulu, caranya klik kanan/create, lalu tuliskan nama yang diinginkan, misal topo_tri.
Layer; tuliskan nama file yang akan kita buat, misal topo_tri
Surface name; Setiap kita melakukan proses triangulasi kita dapat bersamaan
membentuk suatu surface/permukaan bidang dari data input tersebut, klik saja kolomnya, otomatis terisi nama yang sama dengan layer triangle yang akan kita buat.
Display Definition; warna Tab Divider Option
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Boundary Polygon Output
Design file; pilih design file untuk menyimpan boundary topografi yang akan dibuat Layer: nama boundary topografi yang akan dibuat
Controls:
Convexity : mengatur sampai sejauh mana triangulasi akan dibuat pada daerah dimana
tidak ada data, kisaran nilai 1–5
Sheet, minimum dan maximum level: kosongkan Saja CLICK “OK”
Sekarang kita buka filenya
Berikut tampilan topo triangle yang sudah jadi
1. klik attach reference
2. Pilih triangles file, karena file yang akan dibuka berupa file triangle
3. Pilih dimana kita menyimpan filenya 4. Klik next/klik 2x
topo_tri/finish
Klik fit view
jika file yang dimaksud tidak muncul di layar
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
setelah membuat data triangle dari data topo xyz, maka selanjutnya triangle tersebut dapat dibuat kontur dengan cara:
graphic/kontur/triangle.Tetapi sebaiknya dalam pembuatan kontur topografi kita
menggunakan grid file dengan memakai triangle, karena hasilnya lebih baik. Berikutnya kita akan membuat grid file
B.3.4. Generate Contour Dari Grid File
Terlebih dahulu kita buatsheet spec,grid spec dan grid filesnya.
B.3.4.1. Sheet Spec
Sheet spec merupakan batasan dari file yang akan kita olah. Berikut cara membuatnya:
Minescape eksplorer/spec/sheet/klik icon create
Sheet
Name; ketikkan nama sheet yang akan kita buat, misalnya sheet topo
Klik icon plus disamping kolom name dan klik pojok kiri atas kemudian klik pojok kanan bawah seperti gambar dibawah kemudian klik ok.
1.eksplorer 2. klik spec
3. klik sheet 4. klik create
Klik icon plus 5. klik tanda “x” untuk menutup minescape eksplorer
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
B.3.4.2. Grid Spec
Grid spec adalah data grid yang terdapat didalam sheet spec
Minescape eksplorer/spec/klik icon create
Kemudian muncul form berikut:
1. klik eksplorer
2. klik spec
3. create
4. pilih grid spec, klik ok
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Source sheet spec
Sheet name; pilih nama sheet yang sebelumnya kita buat Grid spec
Name; ketikkan nama gridnya, misal grid_topo Definition
Cell size; ketikkan berapa nila ukuran cell yang kita inginkan, bisaanya 25, Kolom lain
tidak perlu diisi (setelah mengisi kolom cell size bisaanya sheet name akan hilang, oleh karena itu sheet name tersebut diisi lagi dengan sheet_topo)
Klik Ok
B.3.4.3. Grid Files
Grid File yaitu suatu file yang berbentuk grid dimana grid tersebut memakai jaring-jaring atau grid, grid file ini dapat berupa grid file topo, ataupun grid file schema.
Tujuannya kita ingin memasukkan data-data topografi menjadi bentuk grid file
Note: Recomendasi dari Minescape akan lebih baik jika surface topografi yang
dipergunakan didalam model skema merupakan surface yang berasal dari Grid file Perlu diingat bahwa proses ini kita hanya baru membentuk grid file & surfacenya saja, data topografinya belum dimasukkan ke grid file & surface tersebut
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om File spec
Grid files; ketikkan nama grid filesnya Grid distance unit; pilih satuan unitnya Values at each node (opotional)
Kolom value; sebaiknya ketikkan nama yang sesuai dengan nama grid filesnya Category; pilih categorinya
Unit; pilih satuan unitnya Grid spec
Name; pilih grid yang tadi kita buat, yaitu grid_topo
B.3.4.4. Membuat Surface Topografi Dari Grid File
Membuat surface topografi dengan grid file dengan mengimport atau memasukkan data topografi kedalam grid file yang telah kita buat sebelumnya.
Membuat surface topografi dengan grid files dapat dilakukan dari design, data dan triangle. Sekarang ini kita akan membuat grid files menggunakan triangle, yaitu menggunakan file triangle yang sebelumnya kita buat (lihat Bag. B.2.3.3)
Model/grid/triangle 1. eksplorer
2. grid files 3. create
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Input
Triangle file; pilih topo_tri Search layer; pilih layer topo_tri Output
Grid file; pilih topo ori Value; pilih topo_ori
Surface; klik saja kolomnya, otomatis akan terisi sesuai nama pada kolom value Value description; kosongkan saja
Value unit category; area Unit; hectares
Poligon domains
Jika kita ingin membuat batasan dari suatu area didalam/diluar polygon tersebut, kosongkan saja
controls
grid spec; pilih grid_topo sheet_spec; pilih shee_topo
klik Ok, dari sini berarti kita sudah mempunyai Surface Topografi dari grid file yang
bernama Topo_ori. selanjutnya kita tinggal membuat kontur topografinya menggunakan grid file (topo_ori) tersebut.
Graphics/contour/grid Tab divider contour
Input;
Grid file; pilih topo_ori Grid value; pilih topo_ori Output
Design file; pilih mau disimpan dimana file yang akan kita buat, pilih saja topo karena
file yang akan dibuat berhubungan dengan topografi
Layer; apa nama layer dari kontur topografi yang akan kita buat, beri saja nama
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Contour intervals
Type; pilih intervals, karena data kontur tersebut berupa intervals Contour intervals; ketikkan interval konturnya
Annotation frequency; ketikkan indeks konturnya mau kelipatan berapa Smoothing; kehalusan dari lekukan garis konturnya
Tab divider domain, kosongkan saja Tab divider limits
Masukkan sheet topo yang sebelumnya kita buat, agar kontur yang terbentuk hanya terdapat didalam batasan sheet tersebut
Tab divider display (Pengaturan warna garis kontur)
Display definition
Major contour; pilih mau warna apa indeks konturnya Minor contour; pilih mau warna apa garis konturnya Value contours; pilih mau warna apa nilai konturnya
ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om Klik ok Berikut hasilnya:
Pembuatan peta topografi sudah selesai, selanjutnya kita akan masuk ke materi stratmodel ...
C.
STRATMODEL
Startmodel adalah produk yang dipergunakan untuk membuat model struktur geologi deposit batubara, guna membentuk suatu model struktur geologi batubara yang komprehensif maka diperlukan data-data seperti data-data lubang bor, data survey, data singkapan dan data struktur patahan. Dari hasil pemodelan tersebut selanjutnya dapat dibuat kontur struktur roof & floor dari masing-masing lapisan batubara dan sayatan penampang. Perintah-perintah didalam produk Stratmodel selain berfungsi untuk aplikasi pemodelan struktur geologi batubara juga berfungsi untuk melakukan pemodelan kualitas batubara, sehingga dapat pula menghasilkan kontour iso kualitas dari masing-masing lapisan.
C.1. Membuat Schema
Ubah dulu product minescapenya ke stratmodel dengan cara;
Page/Change Product/Stratmodel Schema/create
Sehinggga muncul form pembuatan schema berikut;
UNTUK MENDAPATKAN TUTORIAL COMPLETE SILAHKAN HUBUNGI CONTACT PERSON (CP) DI BAWAH
M od ul M in es ca pe B y ad ig eo lo gi st @ gm ai l.c om
Selesai... Semoga Bermanfaat...
Catatan Penting;
Mohon maaf jika adanya kesalahan dalam pembuatan tutorial
Minescape ini, karena sebagai manusia biasa kita tidak bisa luput
dari kesalahan
Tutorial ini boleh dibagi/disebarkan dengan tujuan yang baik
Tutorial ini tidak boleh diperjual belikan oleh pihak lain
Tutorial Minescape ini terdiri dari versi Video dan PDF
Tersedia juga tutorial Surpac, Mapinfo, Coordtrans dan Logplot
CP; http://adigeologist.blogspot.com Email; [email protected] FB; [email protected] FB; [email protected] Hp: 082157130567