III. METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Berdasarkan tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2012:3). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Menurut Sugiyono (2012:107) penelitian eksperimen yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Menurut Arikunto (2006:3) eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kasual) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental semu (quasi experimental design). Quasi experimental design merupakan pengembangan dari true experimantal design yang sulit dilaksanakan (Sugiyono, 2012: 114).
atau pada waktu yang berbeda (Sugiyono, 2012:57). Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain, dan hasil penelitian satu dengan yang lain. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai yaitu mengetahui
perbedaan suatu variabel, yaitu hasil belajar akuntansi dengan perlakuan yang berbeda yakni penerapan model pembelajaran Example Non Examples pada kelas eksperimen dan penerapan model pembelajaran Talking Stick pada kelas kontrol.
1. Desain Penelitian
Desain penelitian digambarkan sebagai berikut. Gambar 2. Desain Penelitian
Model Pembelajaran Kecerdasan
Adversitas
Variabel Eksperimen Example Non
Examples
Variabel Kontrol Talking Stick
Quitter Hasil belajar ekonomi Hasil belajar ekonomi Campers Hasil belajar ekonomi Hasil belajar ekonomi Climber Hasil belajar ekonomi Hasil belajar ekonomi Penelitian ini membandingkan keefektifan dua model pembelajaran yaitu Talking Stick dan Example Non Examples terhadap hasil belajar ekonomi di kelas eksperimen yakni kelas X1 dan kelas kontrol yakni kelas X2 dengan keyakinan bahwa kedua model pembelajaran ini mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar ditinjau dari tingkat
kecerdasan adversitas yang dimiliki setiap siswa pada dua kelas tersebut.
2. Prosedur Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pra penelitian dan pelaksanaan penelitian. Adapun langkah-langkah dari tahap tersebut yaitu sebagai berikut.
a. Pra Penelitian
Kegiatan yang dilakukan pada pra penelitian adalah sebagai berikut. 1) Mengadakan observasi pendahuluan ke sekolah tempat diadakanya
2) Melakukan wawancara dengan guru mendapatkan informasi mengenai sistem pembelajaran yang diterapkan di kelas X yang akan diteliti tersebut.
3) Menetapkan sampel penelitian untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan teknik cluster random sampling.
4) Memberikan perlakuan berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, guru menerapakan model
pembelajaran kooperatif tipe Example Non Examples dan pada kelas kontrol guru menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick.
5) Membuat angket untuk mendapatkan data kecerdasan adversitas. 6) Membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari lembar kerja
siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
b. Pelaksanaan Penelitian
1) Kelas Eksperimen (Example Non Examples)
a. Guru menggunakan gambar tulisan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Guru menempelkan gambar atau tulisan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c. Guru memberi petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan atau menganalisis.
d. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan atau menganalisis.
e. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
f. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
g. Guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang dicapai. h. Kesimpulan.
2) Kelas Kontrol (Talking Stick)
a. Guru membentuk kelompok yang terdiri atas 5 orang. b. Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm. c. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari,
kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.
e. Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan.
f. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu guru memberi pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
g. Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan.
h. Guru memberikan kesimpulan.
i. Guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu.
j. Guru menutup pembelajaran.
B. Populasi dan Sampel
1. Popolasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:117). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Gajah Mada Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014 berjumlah 179 yang terdiri dari kelas X1 sebanyak 46 siswa, kelas X2 sebanyak 43 siswa, kelas X3 sebanyak 44 siswa, dan kelas X4 sebanyak 45 siswa.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah populasi dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008:118). Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi sebanyak 4 kelas, yaitu X1, X2, X3 dan X4. Berdasarkan penggunaan teknik cluster random sampling, maka dua dari empat kelas tersebut dijadikan sampel. Hasil undian
berdasarkan kelas unggulan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 orang siswa yang tersebar kedalam 2 kelas yaitu kelas X1 sebanyak 46 siswa dan kelas X2 sebanyak 43 siswa.
C. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2012:60), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu variabel bebas (independent), variabel terikat (dependent), dan variabel moderator (moderating variable).
1. Variabel bebas (independent)
Variabel bebas atau yang sering disebut sebagai variabel stimulus atau prediktor yang dilambangkan dengan X adalah variabel penelitian yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran Example Non Examples yang diterapkan di kelas eksperimen X 1 dilambangkan X1, dan model pembelajaran Talking Stick yang diterapkan di kelas kontrol X 2 dilambangkan dengan X2.
2. Variabel terikat (dependent)
belajar ekonomi siswa kelas eksperimen (Y1) dan hasil belajar kelas control (Y2).
3. Variabel moderator
Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel moderator pada penelitian ini adalah kecerdasan adversitas. Diduga kecerdasan adversitas (AQ) mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara model pembelajaran dengan hasil belajar.
D. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel
1. Definisi Konseptual Variabel
a. Example Non Examples (X1)
Example Non-Examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk
mengajarkan definisi konsep. Model ini menuntut para siswa untuk
memiliki kemampuan yang baik dalam memberikan gambaran akan
sesuatu yang menjadi contoh atau Example materi yang sedang
dibahas. Adapun Non-Examples memberikan gambaran akan sesuatu
yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
b. Talking Stick
c. Kecerdasan Adversitas (Adversity Quotient)
Kecerdasan adversitas (AQ) merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk bertahan atau menyerah dalam mengahadapi masalah hidupnya. Individu dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan tingkat kecerdasan adversitas yang dimilikinya yaitu individu yang memiliki tingkat kecerdasan adversitas tinggi (climber). Individu yang memiliki tingkat kecerdasar adversitas sedang (camper). Individu yang memiliki tingkat kecerdasan adversitas rendah (quitter).
d. Hasil Belajar (Y)
Hasil belajar merupakan ukuran tercapainya tujuan pembelajaran melalui proses belajar yang telah dilalui siswa. Tujuan belajar yang diharapkan dapat dicapai melalui proses interaksi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa dalam pembelajaran.
2. Definisi Operasional Variabel
Mendefinisikan secara operasional suatu konsep sehingga dapat diukur,
dicapai dengan melihat pada dimensi tingkah laku atau properti yang
ditunjukkan oleh konsep, dan mengkatagorikan hal tersebut menjadi
elemen yang dapat diamati dan diukur (Sudjarwo, 2009:174).
1. Hasil belajar ekonomi merupakan hasil yang diperoleh seseorang setelah menempuh proses belajar yang telah dilalui.
akan sesuatu yang menjadi contoh atau exampel materi yang sedang dibahas.
3. Model pembelajaran Talking Stick suatu tipe pembelajaran kooperatif yang menggunakan alat seperti tongkat untuk menunjuk siswa yang akan diberi pertanyaan, dan siswa yang terkena akan menjawab soal tersebut.
[image:11.595.142.504.374.738.2]4. Kecerdasan Adversitas merupakan daya tahan atau kegigihan seseorang dalam menghadapi masalah dengan cara mengontrol masalah, menentukan asal usul masalah, dan bertanggung jawab atas masalah yang muncul.
Tabel 4 .Definisi Operasional Variabel
Variabel Indikator Pengukuran
Variabel Skala
Hasil Belajar Ekonomi Model Pembelajaran Example Non Examples Model Pembelajaran Talking Stick Kecerdasan Adversitas
Hasil Tes Formatif Ekonomi
Hasil tes formatif mengunakan model pembelajaran Example Non Examples
Hasil tes formatif mengunakan model pembelajaran
Talking Stick
Hasil Tes Angket mengenai
kecerdasan adversitas
Tingkat besarnya hasil Tes formatif mata pelajaran ekonomi
Tingkat besarnya hasil Tes formatif mata pelajaran ekonomi
Tingkat besarnya hasil Tes formatif mata pelajaran ekonomi
E. Kisi-Kisi Intrumen
Data variabel moderator yang diperoleh melalui angket dalam bentuk
semantic defferensial. Pernyataan dengan lima pilihan jawaban yang diberikan penilaian dengan angka 1 s/d 5.
Tabel 5 . Kisi-kisi Angket Variabel Kecerdasan Adversitas No Dimensi Indikator No Butir Soal
∑
Skala Pengukuran Positif Negatif
1. Control (Kendali) Kemampuan individu dalam mempengaruhi secara positif situasi yang sulit, serta mampu mengendalika n respon terhadap situasi tersebut. 1, 10, 12, 31, 37 5, 13, 15, 23, 28
10 Rating scale
2. Origin (asal - usul)
Ownership (Pengakua n)
Asal usul penyebab kesulitan, berkaitan dengan rasa bersalah.
Berfokus pada pengakuan terhadap akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kesulitan dan mau bertanggung jawab. 11, 38 20, 25, 22 29, 35 3, 18, 34 10
3. Reach (Jangkaua n) Mempertanya kan sejauh manakah kesulitan yang dihadapi akan menjangkau atau
2, 6, 9, 33, 39
7, 17, 21, 26, 30
mempengaruhi bagian lain dari kehidupan individu.
Sedangkan kisi-kisi interumen variabel Y melalui posttets dalam bentuk soal. Semua berbentuk pertanyaan pilihan ganda dengan lima jawaban yang diberi penilaian 1 apabila menjawab dengan benar.
Tabel 6 .kisi-kisi soal post-test Kompetensi
Dasar
Materi Indikator Penilaian
Aspek kognitif Bentuk instrumen Nomor soal Kunci jawaban Mendeskrips ikan perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro. Perbedaan antara ekonomi mikro dan makro
1. Mendeskripsik an pengertian ekonomi mikro dan makro. 2. Mendeskripsik
an perbedaan antara ekonomi mikro dan makro. 3. Memberi
contoh di masyarakat tentang ekonomi mikro dan makro.
C1 C1
C2, C2
C1, C2
Tes tertulis pilihan ganda 1, 2 9, 16 15, 21
1. A 2. C
9. B 16. C
15. D 21. A Mendeskrips ikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi Pertumbuhan ekonomi
1. Mengidentifik asi masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. 2. Mendeskripsik
an cara mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi.
C2, C1, C1
C1, C2
6, 18, 22
3, 24
6. B 18. B 22. C
Menjelaskan konsep PDB, PDRB, PNB, dan PN Kompetensi Dasar Pendapatan Nasional Materi
1. Mendeskripsik an pengertian PDB, PDRB, PNB, PN (NNI), PI, dan DI.
2. Menghitung pendapatan per kapita.
Indikator
C2, C1, C4, C1, C2
C3, C3, C3, C3 Aspek Kognitif Bentuk Instrumen 4, 5, 10, 17, 25 7, 8, 20, 23 Nomor Soal
4. A 5. D 10. B 17. C 25. C
7. C 8. D 20. C 23. E Kunci Jawaban Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional Menghitung pendapatan nasional
1. Mengidentifik asi manfaat penghitungan pendapatan nasional. 2. Menghitung
pendapatan nasional dengan pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran.
C4, C1, C2, C1,
C2,
C4, C3, C3, C3, C4
11, 12, 19, 26, 27 13, 14, 28, 29, 30
11. C 12. C 19. E 26. B 27. E
13. A 14. B 28. C 29. E 30. E
F. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Data penelitian ini berupa data kuantitatif, yaitu penguasaan materi ekonomi yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest. Kemudian
dijumlahkan antara nilai pretest dengan postest dan dibagi dua. Hasil rata-rata nilai pretest dan postest tersebut dianalisis secara statistik.
2. Teknik Pengumpulan Data
a. Kuisioner (angket)
kepada responden untuk dijawab. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila penelitian tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (sugiyono 2011: 199). Dalam penelitian ini angket
digunakan untuk mendapatkan data tentang kecerdasan adversitas yang dimiliki setiap siswa. Angket berjumlah 40 item pernyataan dengan pengukuran skala interval 5-1 dengan pendekatan ratting scor yaitu mulai dari rentang nilai sangat positif (5) sampai dengan sangat negatif (1).
b. Teknik tes
Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data hasil belajar ekonomi sebagai hasil penelitian. Bentuk tes yang digunakan pada penelitian ini adalah pilihan ganda. Bentuk pilihan ganda terdiri dari 30 soal terdiri dari 5 jawaban yaitu A, B, C, D, E yang setiap soalnya memiliki bobot 1 sehingga skor tertinggi adalah 30. Skor untuk jawaban yang benar adalah 1 dan skor untuk jawaban salah adalah 0.
G. Uji Persaratan Instrumen
1. Uji Validitas Instrumen
dinyatakan valid jika alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang harus diukur. Untuk menguji validitas instrumen digunakan rumus Korelasi Product Moment :
r
xy=
∑ (∑ )(∑ )
√{ ∑ (∑ ) }{ ∑ (∑ ) }
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y n : Jumlah responden
X : Skor butir soal Y : Skor total
Kriteria pengujian, apabila rhitung>rtabel dengan dk = n dan α = 0,05 maka item instrumen tersebut valid, dan sebaliknya jika rhitung<rtabel dengan dk = n dan α = 0,05 maka instrumen tersebut tidak valid.
Hasil perhitungan uji validitas angket kecerdasan adversitas dengan menggunakan program Microsoft Excel. Perhitungan uji validitas angket dari 30 responden yang mengisi pernyataan sebanyak 40 soal, terdapat 1 pernyataan yang tidak valid yaitu pernyataan nomor 17 dan diganti item lain. Sehingga pernyataan yang tersisa berjumlah 40 pernyataan yang valid yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37,38,39, dan 40. Perhitungan uji validitas kecerdasan adversitas terdapat pada lampiran 22.
mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 30 soal. Hasil perhitungan uji validitas terdapat 4 soal yang tidak valid yaitu item 9, 18, 29, dan 30. Soal tersebut diganti dengan soal yang baru sehingga soal tersebut tetap 30 butir soal pilihan ganda yang valid yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, , 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, dan 30. Perhitungan uji validitas soal terdapat pada lampiran 23.
2. Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas berhubungan dengan maslah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan reliabel yang tinggi jika tes tersebut dapat memberi hasil yang tetap (Arikunto 2010: 100). Pengukuran adalah hal yang disarankan untuk memenuhi reliabilitas atau keajegan walau dilakukan secara berulang-ulang. Sebelum angket dan soal diujikan kepada responden, angket dan soal diuji terlebih dahulu kepada populasi di luar sampel untuk
mengetahui tingkat reliabilitasnya.
Untuk menguji tingkat reliabilitas angket pada penelitian ini menggunakan rumus Alpha sebagai berikut.
(( )) ( ∑
)
Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
∑ = jumlah baris butir
Untuk mengukur tingkat reliabilitas soal pada Penelitian ini menggunakan rumus KR-21 sebagai berikut.
( ) (
( ) ( )( ) )
Keterangan :
r11 = reliabilitas internal seluruh instrumen n = jumlah item dalam instrumen
Mt = means skor total St2 = varians total
Kriteria pengujian, apabila rhitung > rtabel dengan α = 0.05 maka alat ukur tersebut dinyatakan reliabel dan sebaliknya jika rhitung< rtabel maka alat ukur tersebut tidak reliabel.
Besarnya nilai rxy Interpretasi Antara 0,80 sampai 1,00
Antara 0,60 sampai 0,799 Antara 0,40 sampai 0,599 Antara 0,20 sampai 0,399 Antara 0,00 sampai 0,199
Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah
Berdasarkan perhitungan, tingkat reliabel masing-masing variabel setelah di uji coba adalah sebagai berikut.
a. Kecerdasan Adversitas
Berdasarkan perhitungan dengan perangkat SPSS 15, diperoleh hasil r hitung > r tabel yaitu 0,875> 0,312. Hal ini berarti, alat instrument yang digunakan adalah reliabel. Jika dilihat dari indeks korelasinya r = 0,875, maka memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Hasil pengujian reliabilitas angket terdapat pada lampiran 24.
b. Hasil Belajar
[image:18.595.150.398.355.446.2]digunakan adalah reliabel. Jika dilihat dari indeks korelasinya r = 0,843, maka memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Hasil pengujian reliabilitas soal terdapat pada lampiran 25.
3. Taraf kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu
sukar. Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya sesuatu soal
disebut indeks kesukaran (difficulty index). Untuk menguji taraf kesukaran
soal tes yang digunakan dalam penelitian ini digunakan rumus:
Keterangan:
P = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar
JS = jumlah seluruh siswa yang mengikuti tes
Menurut Arikunto (2006: 210) klasifikasi kesukaran:
- Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar
- Soal dengan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang
- Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah
4. Daya Beda
Daya beda adalah kemampuan soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Untuk mencari daya soal digunakan rumus:
Keterangan
D = daya beda soal J = jumlah peserta tes
JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal benar PA = proporsi kelompok atas yang menjawab benar
PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya beda
D = 0,00 – 0,20 = jelek (poor) D = 0,20 – 0,40 = cukup (satisy) D = 0,40 – 0,70 = baik (good)
D = 0,80 – 1,00 = baik sekali (excellent)
D = Negatif = semuanya tidak baik, baik semua butir soal yang mempunyai nilainya negatif sebaiknya dibuang saja
(Arikunto, 2006: 218)
H. Uji Persyaratan Analisis Data
Analisis data yang digunakan merupakan statistikin ferensial dengan teknik
statistic para metrik. Penggunaan statistic parametric memerlukan
terpenuhinya asumsi data harus normal dan homogen, sehingga perlu uji
persyaratan yang berupa uji normalitas dan homogenitas.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas menggunakan uji liliefors. Berdasarkan sampel yang akan diuji hipotesanya, apakah sampel berdistribusi normal atau sebaliknya.
Lo = F (Zi) – S (Zi) Keterangan :
Lo = Harga mutlak terbesar F (Zi) = Peluang angka baku S (Zi) = Proporsi angka baku
Kriteria pengujiannya adalah jika Lhit< Ltab dengan taraf signifikansi 0.05 maka variabel tersebut berdistribusi normal, sebaliknya jika Lhit>Ltab dengan taraf signifikansi 0.05 maka variabel tersebut terdistribusi tidak normal (Sudjana, 2005: 467). Peneliti menggunakan program SPSS 15 untuk mempermudah pengujian normalitasnya.
2. Uji Homogenitas
(Arikunto, 2006: 136)
Berlaku ketentuan bahwa bila harga Fhitung< Ftabel, maka data sampel akan homogen dan apabila Fhitung> Ftabel, maka data sampel tidak homogen, dengan taraf signifikansi 0,05 dan dk n – 1 (Sugiyono, 2005: 198).
I. Teknik Analisis Data
1. Analisis varians dua jalan
Anava atau analisis dua jalan yaitu teknik inferensial yang digunakan untuk menguji rerata nilai. Anava memiliki beberapa kegunaan antara lain untuk mengetahui antar variabel manakah yang mempunyai perbedaan secara signifikan, dan variabel-variabel manakah yang berinteraksi satu sama lain. Penelitian ini menggunakan Anava dua jalan Anava dua jalan untuk menguji hipotesis 1 dan 2 yaitu untuk mengetahui tingkat
Tabel 7. Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava Dua Jalan Sumberv
ariasi
JumlahKuadrat (JK) Db MK Fo p
Antara A
Antara B
Antara AB (interaksi)
Dalam (d)
JKA = ∑ (∑ ) (∑ ) JKB = ∑ (∑ ) (∑ ) JKAB = ∑
(∑ ) (∑ )
JK(d) =
A-1 (2)
B -1 (2)
dbAx dbB(4)
dbT–dbA – dbB -dbAB
Total (T)
JKT = ∑ XT2 - (∑ ) N – 1 (49)
Keterangan :
JKT = jumlah kuadrat total JKA = jumlah kuadrat variable A JKB = jumlah kuadrat variable B
JKAB = jumlah kuadrat interaksi antara variabel A dengan variabel B JK(d) = jumlah kuadrat dalam
MKA = mean kuadrat variabel A MKB = mean kuadrat variabel B
MKAB = mean kuadrat interaksi antara variabel A denagn variabel B MKd = mean kuadrat dalam
FA = harga Fo untuk variable A FB = harga Fo untuk variable B
[image:23.595.142.507.540.701.2]FAB = harga Fo untuk interaksi variabel A dengan variabel B Suharsimi Arikunto (2006 : 409)
Tabel 8. Cara Menentukan Kesimpulan Hipotesis Anava
Jika
F
O≥F
t 1% JikaF
O≥F
t 5% JikaF
O<F
t 5% 1. harga Fo yangdiperoleh sangat signifikan
1. harga Fo yang diperoleh signifikan
1. harga Fo yang diperoleh tidak signifikan 2. ada perbedaan mean
secara sangat signifikan
2. ada perbedaan mean secara signifikan
2. tidak ada perbedaan mean secara sangat signifikan
3. hipotesis nihil (Ho) ditolak
3. hipotesis nihil (Ho) ditolak
3. hipotesis nihil (Ho) diterima
2. T-test Dua Sampel Independent
Dalam penelitian ini pengujian hipotesisi komparatif dua sampel
independen menggunakan rumus t-test. T-test digunakan untuk menguji hipotesis 3, 4 dan 5 yaitu untuk mengetahui keefektifan antara model pembelajaran Example Non Examples dengan model pembelajaran Talking Stick pada siswa yang memiliki AQ tinggi,sedang dan rendah. Terdapat beberapa rumus t-test yang dapat digunakan untuk pengujian hipotesisi komparatif dua sampel independen yakni rumus separated varian dan polled varian.
t =
√
(separated varians)
t =
√( ) ( )
( ) (polled varians)
Keterangan :
X1 = rata-rata hasil belajar akuntansi siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Example Non Examples.
X2 = rata-rata hasil belajar akuntansi siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick
S12 = varian total kelompok 1 S22 = varian total kelompok 2
Terdapat beberapa pertimbangan dalam memilih rumus t-test yaitu: a. apakah ada dua rata-rata itu berasal dari dua sampel yang jumlahnya
sama atau tidak.
b. apakah varians data dari dua sample itu homogen atau tidak. Untuk menjawab itu perlu pengujian homogenitas varian.
Pemilihan rumus t-test dapat dilakukan berdasarkan petunujuk berikut. a. Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varian homogen, maka dapat
menggunakan rumus t-test baik sparated varian maupun polled varian untuk melihat harga t-tabel maka digunakan dk yang besarnya dk = n1 + n2– 2
b. Bila n1 n2dan varian homogen dapat digunakan rumus t-test dengan polled varians, denga dk = n1 + n2– 2
c. Bila n1 = n2 dan varian tidak homogen, dapat digunakan rumus t-test dengan polled varian maupun sparated varian dengan dk = n1-1 + n2-1 jadi bukan n1 + n2 – 2
3. Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini dilakukan empat pengujian hipotesis, yaitu.
Hipotesis 1 menggunakan rumus Anava
H0 = Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif type Example Non Examples dengan siswa yang menggunakan model
pembelajaran Talking Stick.
H1 = Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif type Example Non Examples dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick.
Hipotesis 2 menggunakan rumus Anava
H0 = Tidak ada interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan kecerdasan adversitas siswa.
H1 = Ada interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan kecerdasan adversitas siswa.
Hipotesis 3 menggunakan rumus T-test
H1 = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar ekonomi antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif type Example Non Examples dan Talking Stick pada tingkat kecerdasan adversitas Climbers.
Hipotesis 4 menggunakan rumus T-test
H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar ekonomi antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran
kooperatif type Example Non Examples dan Talking Stick pada tingkat kecerdasan adversitas sedang (Campers)
H1 = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar ekonomi antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif Example Non Examples dan Talking Stick pada tingkat kecerdasan adversitas sedang (Campers)
Hipotesis 5 menggunakan rumus T-test
H0 = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar ekonomi antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif type Example Non Examples dan Talking Stick pada tingkat kecerdasan adversitas rendah (Quitters)
Adapun kriteria pengujian hipotesis adalah. Terima Ho apabila Fhitung < Ftabel ; thitung < ttabel Tolak Ho apabila Fhitung > Ftabel ; thitung > ttabel