• No results found

Text 1 COVER pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text 1 COVER pdf"

Copied!
22
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

III. METODE PENELITIAN

A. Subyek dan Tempat Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X2 SMA Negeri 15 Bandar

Lampung, Tahun Pelajaran 2009-2010 yang berjumlah 28 siswa terdiri dari 11

siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang

terdiri dari 4-5 siswa setiap kelompoknya.

B. Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.

1. Data kualitatif, yaitu data pengamatan terhadap hasil observasi aktivitas siswa

selama proses pembelajaran setiap pertemuan. Aktivitas siswa yang diamati

adalah aktivitas yang relevan dalam pembelajaran (on task).

2. Data kuantitatif, yaitu data hasil tes penguasaan konsep hidrokarbon yang

dilakukan pada setiap akhir siklus.

C. Teknik Pengumpulan Data

Ada dua teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu:

1. Teknik Observasi

(2)

guru selama proses pembelajaran berlangsung. Kinerja guru dalam menerapkan

pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe TAI diobservasi oleh guru

mitra menggunakan lembar observasi kinerja guru. Pengumpulan data aktivitas

siswa diperoleh berdasarkan perilaku yang relevan dengan pembelajaran yang

dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi

aktivitas siswa.

2. Teknik Tes

Teknik tes dilakukan untuk mendapatkan data kuantitatif yaitu hasil belajar

siswa pada materi hidrokarbon yang berupa nilai kognitif, nilai penguasaan

konsep siswa melalui tes formatif. Tes formatif dilakukan sebanyak tiga kali

pada setiap akhir siklus.

D. Prosedur Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus.

Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Adapun prosedur penelitian ini terdiri dari empat tahap setiap satu siklus, yaitu

(Kusumah dan Dwitagama, 2009:25) :

perencanaan(planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).

Setelah dilakukan refleksi terhadap hasil pengamatan serta hasil tindakan yang

telah dilakukan, biasanya muncul permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian

sehingga pada akhirnya perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang,

pengamatan ulang, serta refleksi ulang. Demikian tahap-tahap kegiatan terus

(3)

Secara garis besar, langkah-langkah penelitian digambarkan dalam bentuk bagan

(4)

Adapun tahap-tahap proses pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat

(5)

SIKLUS I

1. Perencanaaan

Kegiatan dalam perencanaan meliputi :

a. Menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai

tindakan dalam siklus I.

b. Menyusun perangkat pembelajaran berupa silabus dan rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI

(Team Assisted Individualization) sesuai dengan materi yang telah ditetapkan.

c. Menyusun lembar kerja dan menyiapkan alat peraga yaitu molymood sebagai

media pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa pada saat diskusi

berlangsung (belajar dalam kelompok).

d. Menyusun alat evaluasi yaitu berupa lembar tes untuk menilai hasil belajar

siswa terhadap konsep hidrokarbon.

e. Menyusun lembar observasi aktivitas siswa untuk melihat aktivitas siswa

selama proses pembelajaran.

f. Menyusun lembar observasi kinerja guru untuk melihat tindakan guru peneliti

pada saat proses pembelajaran berlangsung.

g. Membagi siswa ke dalam kelompok kecil dan dalam tiap kelompok terdapat

ketua kelompok, yang ditentukan berdasarkan hasil penguasaan konsep siswa

pada semester ganjil. Pembentukkan kelompok dilakukan dengan beberapa

peraturan sehingga terbentuk kelompok yang heterogen baik dari segi

kemampuan akademik, jenis kelamin, maupun suku bangsa, sedangkan ketua

kelompok adalah siswa yang memiliki tingkat akademik tinggi dan disebut

(6)

h. Menjelaskan kepada siswa tentang pembelajaran kooperatif yang akan

dilaksanakan, mengenai tugas dan kewajiban setiap anggota kelompok dan

tanggung jawab terhadap keberhasilan kelompok.

2. Pelaksanaan dan Observasi

Pelaksanaan siklus I terdiri dari 3 pertemuan yaitu selama 4 x 45 menit. Indikator

yang akan dicapai adalah mengidentifikasi unsur C, H, dan O dalam senyawa

karbon berdasarkan percobaan, mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam

senyawa karbon, membedakan atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner,

serta mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan.

Tahap-tahap pelaksanaan siklus I adalah :

a. Siswa duduk membentuk kelompok sesuai dengan kelompok yang telah

ditentukan.

b. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe

TAI (Team Assisted Individualization) dengan langkah-langkah :

1) Membagikan LKS tentang identifikasi unsur C, H, dan O dalam senyawa

karbon, kekhasan atom karbon dan atom C primer, sekunder, tertier, dan

kuarterner, serta penggolongan hidrokarbon.

2) Siswa melakukan diskusi dan mengerjakan LKS dengan meminta teman

satu tim (asisten) atau guru untuk membantu bila diperlukan untuk

menemukan konsep hidrokarbon.

3) Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat dalam LKS, selanjutnya

jawaban akan di koreksi oleh asisten. Jika ada yang salah, mereka harus

(7)

4) Setelah siswa selesai mengerjakan latihan soalnya dengan benar, ketua

kelompok/ asisten melaporkan keberhasilan kelompoknya pada guru.

5) Selanjutnya, tahap latihan soal, siswa mengerjakan soal tes A, tes A terdiri

dari empat soal essay, dan siswa harus bekerja sendiri sampai selesai.

Pekerjaan asisten akan diperiksa terlebih dahulu oleh guru, kemudian

asisten akan memeriksa pekerjaan teman dalam satu kelompoknya dan

menghitung skor tesnya. Apabila siswa tersebut dapat mengerjakan tiga

atau lebih soal dengan benar, asisten akan menandatangani hasil tes itu

untuk menunjukkan bahwa siswa tersebut telah dinyatakan sah oleh asisten

untuk mengikuti tes unit. Bila siswa tersebut tidak bisa mengerjkan tiga

soal dengan benar, guru akan membantu menyelesaikan masalah yang

dihadapi siswa tersebut. Guru akan meminta siswa tersebut untuk kembali

mengerjakan soal-soal latihan lalu mengerjakan tes B, yaitu soal kedua

yang isi dan tingkat kesulitannya setara dengan tes A.

6) Setelah siswa menyelesaikan soal tes dengan benar, siswa tersebut

selanjutnya menyelesaikan tes unit yang terdiri dari empat soal essay, dan

asisten akan menghitung skornya.

c. Melakukan observasi aktivitas siswa pada saat siswa melakukan proses

pembelajaran yang dibantu oleh observer dan pada saat yang bersamaan

dilakukan observasi kinerja guru oleh guru mitra.

d. Guru menghitung jumlah skor tim berdasarkan poin peningkatan individu.

Kriterianya dibangun dari kinerja tim. Kriteria yang tinggi ditetapkan bagi

(8)

dan kriteria minimum untuk menjadi Good Team. Tim-tim yang memenuhi

kriteria tersebut menerima sertifikat yang menarik.

e. Melakukan tes akhir siklus I.

3. Refleksi

Refleksi dilakukan oleh peneliti dan guru mitra dengan merinci dan menganalisis

kendala-kendala yang dihadapi siswa. Pada tahap ini dilakukan analisis data,

pemahaman dan pembuatan perbaikan berdasar-kan hasil pengamatan dan catatan

lapangan, dengan menganalisis hasil pengamatan dan tes, didapatkan kesimpulan

dan kekurangan yang terjadi, yang selanjutnya dijadikan dasar perbaikan

perenca-naan dan tindakan pada siklus berikutnya. Apabila terdapat kekurangan dalam

proses pembelajaran yang telah berlangsung, maka akan dicari solusi untuk

mengatasinya dan solusi tersebut dilaksanakan pada siklus berikutnya. Apabila

pembelajaran yang telah berlangsung cukup baik dipertahankan pada proses

pembelajaran berikutnya.

Pada refleksi I didapatkan fakta-fakta berikut :

a. Aktivitas on task siswa ketika berdiskusi kelompok masih rendah, aktivitas

on task yang dilakukan siswa hanya didominasi oleh siswa yang sama, yaitu

siswa yang memiliki tingkat akademik tinggi.

b. Dalam diskusi, tidak semua siswa berdiskusi aktif, dalam satu kelompok

hanya 2 orang yang berdiskusi, interaksi antar anggota kelompok kurang

baik, ada yang tidak terjadi interaksi antar siswa dan tidak terjadi diskusi

(9)

c. Kurangnya rasa tanggung jawab sebagai aisten untuk membantu temannya

yang lemah dalam kelompoknya. Guru juga kurang memberikan motivasi

kepada asisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai asisten.

d. Kepedulian dan kerjasama antar tim kurang tampak, sebagian siswa malas

mengerjakan LKS, kebanyakan siswa hanya mengandalkan siswa yang

memiliki kemampuan tinggi dan mengisi LKS dengan hanya melihat

pekerjaan teman.

e. Keinginan dan antusias bertanya siswa masih rendah, hanya beberapa orang

yang bertanya.

f. Hanya beberapa orang yang menyimpulkan meskipun dengan kata-kata yang

kurang tepat, sedangkan siswa yang lainnya lebih memilih diam.

g. Pada tahap latihan soal, banyak siswa yang terlihat bingung dalam

mengerjakan soal, belum memahami tahap-tahap latihan soal tersebut, tidak

serius dalam mengerjakan soal, belum terbiasa menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe TAI, siswa tidak serius dalam mengerjakan soal

dan hanya mencontek pekerjaan temannya sehingga sportivitas dan kejujuran

dari siswa tidak tampak.

h. Guru tidak tanggap memberikan pengarahan langkah selanjutnya kepada

siswa dan kurang baik dalam pengelolaan waktu, sehingga tahap latihan soal

pada siklus I tidak berjalan dengan baik.

i. Pada saat pemberian bimbingan kepada siswa yang tidak dapat menjawab tes

A dengan benar, siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, guru juga

kurang memberikan bimbingan secara perorang dan kurang memperhatikan

(10)

j. Masih ada beberapa siswa yang memiliki penguasaan konsepnya belum

mencapai KKM yang ditetapkan sekolah, dengan demikian kelas tersebut

belum tuntas.

k. Guru hanya memperhatikan sebagian kelompok yang dianggap paling aktif .

Guru belum cukup baik dalam mengorganisasikan siswa dalam kelompok

belajar, membimbing siswa dalam berdiskusi, tidak tanggap dalam membantu

siswa yang mengalami kesulitan saat pembelajaran berlangsung, dan

menindak siswa yang tidak serius belajar. Guru kurang memotivasi minat

siswa untuk bertanya dan menuntun siswa untuk membuat suatu kesimpulan.

Hasil refleksi tersebut akan dijadikan acuan perbaikan pada pembelajaran siklus II.

SIKLUS II 1. Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka kegiatan yang harus dilaksanakan

dalam tahap perencanaan pada siklus II adalah sebagai berikut :

a. Memberikan penjelasan pada siswa secara detail tentang tahap-tahap latihan

soal selama pembelajaran.

b. Menjelaskan tugas dan kewajiban setiap anggota kelompok.

c. Memberikan motivasi kepada asisten agar melaksanakan tugasnya sebagai

asisten dengan baik.

d. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan cara memberikan semangat

melalui nasehat-nasehat, supaya siswa dapat bekerjasama dan saling

berinteraksi dengan teman satu kelompoknya, meningkatkan sportivitas dan

kejujuran siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan.

(11)

f. Meningkatkan kinerja guru, guru harus lebih baik dalam mengorganisasikan

siswa dalam kelompok belajar, membimbing siswa dalam berdiskusi dan

mengerjakan LKS untuk menemukan konsep, tanggap dalam membantu

siswa yang mengalami kesulitan saat pembelajaran berlangsung.

g. Guru memberi teguran dan sanksi kepada siswa yang melakukan hal-hal yang

tidak relevan dalam proses pembelajaran.

h. Guru lebih mampu menggunakan waktu pembelajaran secara efisien.

i. Guru lebih tanggap dalam memberikan pengarahan langkah selanjutnya

kepada siswa, sehingga tahap latihan soal pada siklus II dapat berjalan dengan

baik.

j. Guru lebih memberikan bimbingan kepada siswa dan memperhatikan

karakteristik belajar siswa, khususnya siswa yang belum bisa menjawab

dengan benar tes A dan harus mengerjakan tes B,

k. Guru memberi sanksi kepada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan saat

pembelajaran berlangsung.

2. Pelaksanaan dan Observasi

Pelaksanaan siklus II terdiri dari 3 pertemuan selama 5 x 45 menit dan indikator

yang akan dicapai adalah memberi nama senyawa alkana, alkena, dan alkuna,

serta menentukan isomer struktur (kerangka dan posisi) atau isomer geometri (cis

dan trans). Tahap-tahap pelaksanaan siklus II adalah :

a. Siswa duduk membentuk kelompok sesuai dengan kelompok yang telah

ditentukan.

b. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe

(12)

1) Membagikan LKS tentang tata nama dan keisomeran senyawa alkana,

alkena, dan alkuna.

2) Siswa melakukan diskusi dan mengerjakan LKS dengan meminta teman

satu tim (asisten) atau guru untuk membantu bila diperlukan untuk

menemukan konsep hidrokarbon.

3) Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat dalam LKS, selanjutnya

jawaban akan di koreksi oleh asisten. Jika ada yang salah, mereka harus

mencoba mengerjakan kembali soal tersebut sampai benar.

4) Setelah siswa selesai mengerjakan latihan soalnya dengan benar, ketua

kelompok/ asisten melaporkan keberhasilan kelompoknya pada guru.

5) Selanjutnya, tahap latihan soal, siswa mengerjakan soal tes A, tes A terdiri

dari empat soal essay, dan siswa harus bekerja sendiri sampai selesai.

Pekerjaan asisten akan diperiksa terlebih dahulu oleh guru, kemudian

asisten akan memeriksa pekerjaan teman dalam satu kelompoknya dan

menghitung skor tesnya. Apabila siswa tersebut dapat mengerjakan tiga

atau lebih soal dengan benar, asisten akan menandatangani hasil tes itu

untuk menunjukkan bahwa siswa tersebut telah dinyatakan sah oleh asisten

untuk mengikuti tes unit. Bila siswa tersebut tidak bisa mengerjakan tiga

soal dengan benar, guru akan membantu menyelesaikan masalah yang

dihadapi siswa tersebut. Guru akan meminta siswa tersebut untuk kembali

mengerjakan soal-soal latihan lalu mengerjakan tes B, yaitu soal kedua

(13)

6) Setelah siswa menyelesaikan soal tes dengan benar, siswa tersebut

selanjutnya menyelesaikan tes unit yang terdiri dari empat soal essay, dan

asisten akan menghitung skornya.

c. Melakukan observasi aktivitas siswa pada saat siswa melakukan proses

pembelajaran yang dibantu oleh observer dan pada saat yang bersamaan

dilakukan observasi kinerja guru oleh guru mitra.

d. Guru menghitung jumlah skor tim berdasarkan poin peningkatan individu.

Kriterianya dibangun dari kinerja tim. Kriteria yang tinggi ditetapkan bagi

sebuah tim menjadi Super Team, kriteria sedang untuk menjadi Great Team,

dan kriteria minimum untuk menjadi Good Team. Tim-tim yang memenuhi

kriteria tersebut menerima sertifikat yang menarik.

e. Melakukan tes akhir siklus II.

3. Refleksi

Setelah siklus II berakhir, maka peneliti bersama guru mitra melakukan refleksi

mengenai proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada refleksi II

didapatkan fakta-fakta berikut :

a. Aktivitas on task siswa dalam pembelajaran meningkat. Banyak siswa yang

aktif berdiskusi dalam kelompoknya dan mengerjakan LKS. Aktivitas

bertanya dan membuat kesimpulan juga tidak hanya dilakukan oleh siswa

yang sama tetapi ada juga siswa lain yang mau melakukan aktivitas tersebut.

b. Asisten sudah bertanggung jawab atas tugasnya, membantu teman dalam

kelompoknya sehingga siswa aktif dalam diskusi kelompok.

c. Masih ada beberapa siswa yang hanya mengandalkan siswa yang memiliki

(14)

d. Masih ada siswa yang enggan untuk bertanya dan hanya diam saja, namun

masih tetap mendengarkan hasil diskusi dan penjelasan dari guru.

e. Saat latihan soal, sebagian besar siswa mulai memahami langkah-langkah

yang harus dilakukan, namun masih ada beberapa siswa yang kurang serius

dalam mengerjakannya dan hanya mencontek pekerjaan temannya, dan

beberapa siswa yang terlihat bingung dalam mengerjakan soal. Antusias dan

kemauan siswa dalam mengikuti tahap ini sudah mulai meningkat walaupun

masih saja terdapat siswa yang acuh dan tidak melaksanakan tanggung jawab

sebagai anggota kooperatif yang baik.

f. Penguasaan konsep sebagian besar siswa meningkat. Beberapa siswa masih

belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah.

g. Guru sudah baik dalam mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar,

membimbing siswa dalam diskusi, tanggap dalam membantu siswa yang

mengalami kesulitan saat pembelajaran berlangsung, namun guru masih

kurang baik dalam mengelola waktu pada saat latihan soal, guru juga kurang

tegas dalam menindak siswa yang mencontek, kurang memberikan motivasi

kepada siswa agar siswa dapat memperhatikan penjelasan guru, lebih serius

dalam diskusi dan latihan soal sehingga siswa dapat memahami konsep dan

dapat mengerjakan soal latihan dengan baik, dan guru belum cukup baik

dalam memperhatikan karakteristik tiap siswa dalam belajar.

(15)

SIKLUS III 1. Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II, maka kegiatan yang harus dilaksanakan

dalam tahap perencanaan pada siklus III adalah sebagai berikut :

a. Mengingatkan siswa tentang tahap-tahap latihan soal dalam pembelajaran.

b. Menjelaskan tugas dan kewajiban setiap anggota kelompok.

c. Guru lebih memberikan motivasi kepada tim agar mampu berkerjasama

dengan baik.

d. Meningkatkan kinerja guru dalam memotivasi siswa untuk belajar dengan cara

memberikan semangat melalui nasehat-nasehat, mempertahankan kinerja guru

yang telah dilakukan dengan baik dan meningkatkannya supaya menjadi lebih

baik lagi.

e. Guru harus dapat mengelola waktu dengan baik.

f. Guru bertindak tegas terhadap siswa yang mencontek.

g. Guru lebih memberikan motivasi kepada siswa agar siswa dapat

memperhatikan penjelasan guru, lebih serius dalam diskusi dan latihan soal

sehingga siswa dapat memahami konsep dan dapat mengerjakan soal latihan

dengan baik.

h. Guru harus lebih memperhatikan karakteristik siswa dalam belajar dan

mengelola waktu dengan baik, khususnya pada tahap latihan soal.

2. Pelaksanaan dan Observasi

Pelaksanaan siklus III terdiri dari 3 pertemuan selama 4 x 45 menit dan indikator

yang akan dicapai adalah menyimpulkan hubungan titik didih senyawa

(16)

sederhana pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna (reaksi oksidasi, reaksi adisi,

reaksi substitusi, dan reaksi eliminasi). Tahap-tahap pelaksanaan siklus III adalah:

a. Siswa duduk membentuk kelompok sesuai dengan kelompok yang telah

ditentukan.

b. Melakukan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe

TAI (Team Assisted Individualization) dengan langkah-langkah :

1) Membagikan LKS tentang sifat fisik dan reaksi-reaksi senyawa alkana,

alkena, dan alkuna.

2) Siswa melakukan diskusi dan mengerjakan LKS dengan meminta teman

satu tim (asisten) atau guru untuk membantu bila diperlukan untuk

menemukan konsep hidrokarbon.

3) Siswa mengerjakan latihan soal yang terdapat dalam LKS selanjutnya

jawaban akan di koreksi oleh asisten. Jika ada yang salah, mereka harus

mencoba mengerjakan kembali soal tersebut sampai benar.

4) Setelah siswa selesai mengerjakan latihan soalnya dengan benar, ketua

kelompok/ asisten melaporkan keberhasilan kelompoknya pada guru.

5) Selanjutnya, tahap latihan soal, siswa mengerjakan soal tes A, tes A terdiri

dari empat soal essay, dan siswa harus bekerja sendiri sampai selesai.

Pekerjaan asisten akan diperiksa terlebih dahulu oleh guru, kemudian

asisten akan memeriksa pekerjaan teman dalam satu kelompoknya dan

menghitung skor tesnya. Apabila siswa tersebut dapat mengerjakan tiga

atau lebih soal dengan benar, asisten akan menandatangani hasil tes itu

untuk menunjukkan bahwa siswa tersebut telah dinyatakan sah oleh asisten

(17)

soal dengan benar, guru akan membantu menyelesaikan masalah yang

dihadapi siswa tersebut. Guru akan meminta siswa tersebut untuk kembali

mengerjakan soal-soal latihan lalu mengerjakan tes B, yaitu soal kedua

yang isi dan tingkat kesulitannya setara dengan tes A.

6) Setelah siswa menyelesaikan soal tes dengan benar, siswa tersebut

selanjutnya menyelesaikan tes unit yang terdiri dari empat soal essay, dan

asisten akan menghitung skornya.

c. Melakukan observasi aktivitas siswa pada saat siswa melakukan proses

pembelajaran yang dibantu oleh observer dan pada saat yang bersamaan

dilakukan observasi kinerja guru oleh guru mitra.

d. Guru menghitung jumlah skor tim berdasarkan poin peningkatan individu.

Kriterianya dibangun dari kinerja tim. Kriteria yang tinggi ditetapkan bagi

sebuah tim menjadi Super Team, kriteria sedang untuk menjadi Great Team,

dan kriteria minimum untuk menjadi Good Team. Tim-tim yang memenuhi

kriteria tersebut menerima sertifikat yang menarik.

e. Melakukan tes akhir siklus III.

3. Refleksi

Setelah siklus III berakhir, maka peneliti bersama guru mitra melakukan refleksi

mengenai proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada refleksi III

didapatkan fakta-fakta berikut :

a. Aktivitas on task siswa dalam pembelajaran meningkat.

b. Saat latihan soal, sebagian besar siswa sudah memahami dan tanggap dalam

melaksanakan langkah-langkah yang harus dilakukan, hal ini dikarenakan

(18)

Antusias dan kemauan siswa dalam mengikuti kegiatan ini sudah meningkat

walaupun masih ada beberapa siswa yang tidak melaksanakan tanggung

jawab sebagai anggota kooperatif yang baik.

c. Asisten sudah terbiasa dan tanggap dalam melaksanakan tugasnya.

d. Penguasaan konsep sebagian besar siswa meningkat. Beberapa siswa masih

belum mencapai KKM yang ditetapkan.

e. Guru sudah baik dalam mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar,

membimbing siswa dalam diskusi, tanggap dalam membantu siswa yang

mengalami kesulitan saat pembelajaran berlangsung, menindak siswa yang

tidak serius belajar, dan mengelola waktu dengan baik, namun guru masih

belum cukup baik dalam memperhatikan karakteristik tiap siswa dalam

belajar.

Hasil refleksi akan dijadikan acuan perbaikan pada pembelajaran selanjutnya.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data ini terdiri dari teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif

sebagai berikut :

1. Data kualitatif

Data kualitatif diperoleh dari data aktivitas siswa yang relevan dengan

pembelajaran (on task). Persentase tiap jenis aktivitas on task setiap

pertemuan dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :

%Ai = Persentase tiap jenis aktivitas on task setiap pertemuan. X100%

(19)

Ai = Jumlah siswa yang melakukan setiap jenis aktivitas on task

setiap pertemuan.

N = Jumlah siswa yang hadir

Persentase tiap jenis aktivitas pada satu siklus dihitung dengan rumus:

%Asi = S

Ai %

Keterangan:

%ASi = Rata-rata persentase tiap jenis aktivitas on task dalam satu

siklus.

%Ai = Jumlah persentase tiap jenis aktivitas on task dalam satu siklus.

S = Jumlah pertemuan dalam satu siklus.

Peningkatan persentase tiap jenis aktivitas on task dari siklus ke siklus

dihitung menggunakan rumus :

% A = %Asn %Asn-1

Keterangan :

% A = Peningkatan persentase tiap jenis aktivitas on task dari siklus ke

siklus

%Asn = Persentase aktivitas on task pada siklus ke-n.

%Asn-1 = Persentase aktivitas on task pada siklus ke-(n−1)

2. Data kuantitatif

Data kuantitatif merupakan data penguasaan konsep siswa. Analisis data

(20)

penguasaan konsep siswa setiap siklus dengan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :

Xn = Rata-rata nilai penguasaan konsep hidrokarbon pada siklus ke-n

Xn = Jumlah nilai penguasaan konsep hidrokarbon pada siklus ke-n

N = Jumlah siswa keseluruhan

Untuk menghitung rata-rata persentase peningkatan penguasaan konsep siswa

digunakan rumus :

Keterangan :

%X = Persentase peningkatan rata-rata penguasaan konsep hidrokarbon

dari siklus ke siklus

n

X = Rata-rata penguasaan konsep hidrokarbon pada siklus ke-n

1 -n

X = Rata-rata penguasaan konsep hidrokarbon pada siklus ke-(n−1)

Persentase tercapainya standar ketuntasan dapat dihitung menggunakan

rumus :

Keterangan :

n

%Sk = Persentase jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 61 siklus ke-n

n Sk

= Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 61 siklus ke-n

N = Jumlah siswa keseluruhan N

Xn Xn 

x100% X X X %X 1 -n 1 n n  

X100% N

(21)

Peningkatan persentase ketuntasan dari siklus ke siklus dihitung menggunakan

rumus :

% Sk = %Skn %Skn1

Keterangan :

% Sk = Peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus ke siklus

%Skn = Persentase ketuntasan belajar pada siklus ke-n.

%Skn-1 = Persentase ketuntasan berlajar pada siklus ke-(n−1)

Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan poin peningkatan individu. Cara

pemberian skor peningkatan individu menurut Slavin (Trianto, 2007 : 55) dapat

[image:21.595.114.514.410.535.2]

dilihat pada tabel 2 berikut :

Tabel 2. Kriteria peningkatan individu

Skor Kuis Terakhir Poin Peningkatan individu

>10 poin di bawah skor dasar 0

1-10 poin di bawah skor dasar 10

0-10 poin di atas skor dasar 20

>10 poin di atas skor awal 30

Nilai sempurna(tidak berdasarkan skor awal) 30

Nilai kelompok dapat dihitung menggunakan rumus :

Keterangan :

Nk = Nilai kelompok.

∑P = Jumlah poin peningkatan setiap anggota kelompok.

K = Banyaknya anggota kelompok K

P

(22)

Kelompok yang memperoleh poin sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan

berhak mendapatkan penghargaan. Berdasarkan nilai kelompok terdapat 3

[image:22.595.155.474.194.278.2]

tingkatan penghargaan yang diberikan seperti pada tabel berikut :

Tabel 3. Kriteria Penghargaan Kelompok

Kriteria Predikat kelompok

5 ≤ Nk < 15 Tim baik

15 ≤ Nk < 25 Tim hebat

25 ≤ Nk ≤ 30 Tim super

Sumber : Trianto, 2007

F. Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya aktivitas dan

penguasaan konsep hidrokarbon yang ditunjukkan selama diterapkannya model

pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dari siklus ke

siklus, dengan meningkatnya aktivitas dan penguasaan konsep hidrokartbon dari

siklus ke siklus diharapkan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar juga

Figure

Tabel 2. Kriteria peningkatan individu
Tabel 3. Kriteria Penghargaan Kelompok

References

Related documents

The real exchange rate is mostly accounted for by the risk-premium shock, followed by the preference shocks. Euro Area) and Foreign (i.e. U.S.) tradable good in fl ation rates

As BAP1 depletion had a profound effect on the HDAC2/HDAC1 expression ratio in MSTO-211H cells (Figure 2D &amp; E), we next examined the relationship between

We found that the expression of OCs markers, such as secretion of mMMP9, was significantly increased in Raw264.7 cells and human OCs exposed to MM cell- derived

tion, a significant difference in the magnitude of the cardiac output response obtained when blood volume was either normal or increased; cardiac output was approximately twice as

Of the 29 hypertensive patients in the group with high indices, 7 had diabetes, 7 had had hyper- tension for more than 10 years, 4 had had both diabetes and hypertension for more

The evaluation was done by using the first claims 4 of 59,956 patents extracted from the NTCIR3 patent data collection.. The NTCIR3 patent data collection consists of 697,262

Thesis Title : Energy Returns on Energy Invested and Glen Canyon Dam: The Usefulness of EROI in the Decommissioning of Hydroelectric Dams.. This thesis is available at Lake

„ Matrox PowerDesk software to change display settings and access Matrox features including virtual desktops and PixelTOUCH zoom.. * Your Millennium II card is for PCI Power Mac