• No results found

Text ABSTRACT pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRACT pdf"

Copied!
15
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

III. METODE PENELITIAN

3.1 Tipe Penelitian

Penelitian ini adalah explanatory research. Menurut Subyantoro dan Suwarto (2007) explanatory research adalah penelitian penyelidikan kasualitas dengan cara mendasarkan pada pengamatan terhadap akibat yang terjadi, dan mencari faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Variabel yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah variabel dependen yaitu harga saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan variabel independen yaitu indikator-indikator makroekonomi (Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Kurs US$, Tingkat suku Bunga SBI, dan Cadangan Devisa) melalui pengujian hipotesis.

3.2 Populasi dan Sampel

(2)

Indeks harga saham LQ45 menggunakan semua emiten yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks.

3.2.1 Sampel

Menurut Kuncoro (2003) sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling sensus yaitu teknik pengumpulan sampel dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel penelitian ini adalah indeks saham LQ45yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Sehingga jumlah sampel yang diperoleh (n) selama Januari 2009 – Desember 2014 sebanyak 24 sampel.

3.3 Jenis dan Sumber data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang sudah tersedia dan peniliti hanya mencari, mengumpulkan dan mengolah data tersebut. Dalam penelitian ini, data sekunder yang diperlukan bersumber dari Biro Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Indonesia Stock Exchange (IDX), dan Yahoofinance.

3.4 Metode Pengumpulan Data

(3)

dan mencatat hal-hal yang berhubungan dengan indikator-indikator makro ekonomi dan harga saham. Sumber data dapat diperoleh di perpustakaan Universitas Lampung, ruang baca FISIP Unuversitas Lampung, IDX, BI, BPS, serta majalah atau literatul keuangan bisnis lain.

3.5 Definisi Konseptual Variabel

Definisi konseptual yaitu penegasan penjelasan sesuatu konsep dengan mempergunakan konsep-konsep (kata-kata) lagi, yang tidak harus menunjukkan sisi-sisi (dimensi) pengukuran (tanpa menunjukkan deskriptor dan indikatornya dan bagaimana mengukurnya). Definisi konseptual adalah pemikiran peneliti tentang konsep penelitian yang akan dijalankan oleh peneliti.

a. Hubungan Inflasi terhadap Harga Saham

Menurut Eachern (2000) “inflasi ditandai dengan adanya kecendrungan kenaikan tingkat harga umum dan berlangsung terus menerus. Meningkatnya harga-harga barang akan menyebabkan perusahaan mengalami peningkatan biaya modal, biaya bahan baku, maupun biaya tenaga kerja. Karena karyawan menuntut penyesuaian gaji terhadap inflasi. Dengan kata lain adanya kenaikan harga barang-barang akan membuat biaya produksi perusahaan menjadi meningkat. Selain terjadi peningkatan biaya produksi perusahaan pun sesungguhnya mengalami peningkatan pada sisi pendapatannya, maka hal ini akan menurunkan laba perusahaan, dimana akan berdampak pada turunnya harga saham maupun kemampuan perusahaan untuk membagi deviden”.

(4)

b. Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Harga Saham

Peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara menggambarkan bahwatingkat kemakmuran penduduk suatu negara tersebut mengalami kemajuan. Tingkat kemakmuran selalu diikuti oleh pendapatan masyarakat, sehingga jika tingkat kemakmuran penduduknya tinggi maka pendapatan penduduk negara tersebut juga mengalami peningkatan, dengan meningkatnya pendapatan penduduk maka penduduk dapat memanfaatkannya untuk berinvestasi di pasar modal, misalnya dengan membeli saham. Dengan demikian permintaan saham di pasar modal akan meningkat sehingga menaikkan harga saham itu sendiri. Hal ini didukung oleh penelitian Anhar (2007) yang menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap IHSG.

c. Hubungan Kurs Rupiah/US$ terhadap Harga Saham

(5)

permintaan semakin meningkat maka akan berpengaruh terhadap harga saham, yaitu cenderung naik. Penelitian Firiana (2011) juga menunjukkan bahwa kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG.

d. Hubungan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Harga Saham

Tingkat suku bunga SBI juga merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Suku bunga SBI bisa mempengaruhi suku bunga deposito yang merupakan salah satu alternatif bagi investor untuk mengambil keputusan dalam menanamkan modalnya. Jika suku bunga yang ditetapkan meningkat, investor akan mendapat hasil yang lebih besar atas suku bunga deposito yang ditanamkan sehingga investor akan cenderung untuk mendepositokan modalnya dibandingkan menginvestasikan dalam saham. Hal ini mengakibatkan investasi di pasar modal akan semakin turun dan pada akhirnya berakibat pada melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan. Hal ini diperjelas dengan penelitian Octavia (2007) yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga SBI berpengaruh negative terhadap IHSG.

e. Hubungan Cadangan Devisa terhadap Harga Saham

(6)

modal dalam negeri serta menyebabkan peningkatan pada harga saham. Hal ini dibuktikkan dalam penelitian Amansyah (2014) yang menyebutkan bahwa cadangan devisa berpengaruh positif terhadap IHSG.

3.6 Definisi Operasional Variabel

Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham LQ45, merupakan perhitungan harga saham yang menggunakan gabungan dari harga saham LQ45 yang tercatat di BEI dan termasuk kedalam komponen perhitungan indeks LQ45. Data yang diperoleh adalah data triwulan selama Januari 2009 – Desember 2014.

b. Variabel Independen

Variabel Independen atau variabel bebas dalam penelitian ini meliputi:

1. Inflasi (X1)

Inflasi merupakan keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikkan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Data yang diperoleh adalah data triwulan inflasi selama Januari 2009 – Desember 2014.

2. Pertumbuhan ekonomi (X2)

(7)

Data yang diperoleh adalah data triwulan dilihat dari peningkatan PDB atas dasar harga berlaku selama Januari 2009 – Desember 2014.

3. Kurs US$ (X3)

Kurs merupakan nilai tukar mata uang satu negara dengan negara lain. Data yang diperoleh adalah nilai kurs jual US$ tiap akhir triwulan dari Januari 2009 - Desember 2014.

4. Tingkat Suku Bunga SBI (X4)

Tingkat suku bunga SBI adalah ukuran keuntungan investasi berupa sertifikat Bank Indonesia yang dapat diperoleh pemodal dan juga biaya modal yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menggambarkan dana dari pemodal. Data yang diperoleh adalah data triwulan tingkat suku bunga SBI selama Januari 2009 – Desember 2014.

5. Cadangan Devisa (X5)

(8)
[image:8.595.122.527.108.417.2]

Tabel 3.1 Definisi Operasional variabel dan Definisi Konseptual

Variabel Definisi Pengukuran

Indeks Harga Saham LQ45 (Y)

45 saham yang dipilih

berdasarkan likuiditas

perdagangan saham

Persentase indeks harga saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2014

Inflasi (X1)

Meningkatnya harga-harga

secara umum dan terus

menerus

Data triwulan inflasi dari Januari 2009 – Desember 2014

Pertumbuhan Ekonomi (X2)

Kenaikan Output terus

menerus dalam jangka

panjanng

Data triwulan peningkatan PDB Indonesia dari Januari 2009 – 2014

Kurs US$ (X3)

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika

Data triwulan kurs jual rupiah terhadapUS$ dari Januari 2009 – Desember 2014

Tingkat suku bunga SBI (X4)

Suku bunga yang merupakan kabijakan moneter bersertifikat Bank Indonesia

Data triwulan tingkat suku bunga SBI dari Januari 2009 – Desember 2014

Cadangan devisa (X5)

stok emas dan mata uang asing yang dimiliki yang

sewaktu-waku digunakan untuk

transaksi atau pembayaran internasional.

Data triwulan cadangan devisa dari Januari 2009 – Desember 2014

3.7 Teknik Analisis Data

3.7.1 Model Analisis Data

Untuk menguji penelitian ini, maka peneliti menggunakan tenik analisis regresi berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kudrat terkecil (Ordinary Least Square) dengan model dasar sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e………3.1

Keterangan:

Y : Indeks Harga saham LQ45

a : Konstanta

X1 : Inflasi

(9)

X3 : Kurs US$

X4 : Tingkat Suku Bunga SBI

X5 : Cadangan Devisa

b1-b5 : Koefisien regresi parsial untuk X1 s.d X5 e : error

Analisis regresi adalah sebuah analisis statistik untuk membuat model dan menyelidiki hubungan antara dua variabel atau lebih. Sehingga analisis ini digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen (Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Kurs US$, Tingkat Suku Bunga SBI, Cadangan Devisa) terhadap variabel dependen (indeks harga saham LQ45 di BEI).

Alat analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah SPSS 20. SPSS 20 merupakan alat analisis yang sangat tepat. Penggunaan alat analisis yang tepat akan membantu peneliti untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian yang dilakukan.

3.7.2 Pengujian Asumsi Klasik

a. Normalitas

(10)

adalah statistik non-parametrik dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (Priyatno, 2010). Menurut Priyatno (2009) Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika signifikansi > 0,05 maka data terdistribusi normal dan sebaliknya.

b. Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadinya multikolinearitaas. Multikolinearitas dapat dilihat dari VIF (Variance Inflation Factor), jika VIF < 10 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi (Wijaya, 2011). Dampak yang diakibatkan dengan adanya multikolinearitas menurut Priyatno (2009) antara lain nilai standard error untuk masing-masing koefisien menjadi tinggi sehingga t-hitung menjadi rendah, standard error of estimate akan semakin tinggi dengan bertambahnya variabel independen, dan pengaruh dari masing-masing variabel sulit untuk dideteksi.

c. Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi. Dampak yang terjadi dengan adanya autokorelasi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan populasinya. Metode yang digunakan untuk mendeteksi autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Watson dengan ketentuan sebagai berikut (Priyatno, 2010):

(11)

2. Jika dU < d < 4-dU, maka tidak terdapat autokorelasi

3. Jika dU < d < dL atau 4-dU < d < 4-dL, maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

Menurut Santoso (2000) secara umum dapat diambil acuan: 1. Angka DW dibawah (-2) berarti ada autokorelasi positif

2. Angka DW diantara (-2) sampai dengan (+2) berarti tidak ada autokorelasi 3. Angka DW diatas (+2) berarti ada autokorelasi negatif

d. Heterokedestisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak ada terjadinya heteroskedastisitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan antara lai uji Sperman’s rho, uji Glejser, uji Park, dan melihat pola grafik regresi (Priyatno, 2010). Untuk melihat ada tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat pola titik-titik pada scatterplots regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 sumbu Y, maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas (Priyatno, 2009). Sedangkan jika mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisita dengan menggunakan uji Spearman’s rho yaitu dengan mengkorelasikan nilai residual (Unstandardized

residual) dengan masing-masing variabel independen, jika signifikansi korelasi < 0,05 maka model regresi terjadi masalah heteroskedastisitas (Priyatno, 2010). Hipotesis untuk uji Spearman’s rho adalah:

(12)

Ha: Terjadi masalah heteroskedastisitas

3.7.3 Pengujian Hipotesis

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, kurs US$, tingkat suku bunga SBI, dan cadangan devisa terhadap indeks harga saham LQ45 yang terdaftar di BEI pada periode 2009 - 2014. Untuk menguji pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) baik secara parsial maupun secara bersama-sama dilakukan dengan Koefisien Determinan (R2), uji statistik (t-test), dan uji F (F-test).

a. Koefisien Determinasi (R²)

Menurut Algifari (2000) koefisien determinasi adalah salah satu cara nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengatahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel. Koefisien determinasi (R²) berguna untuk mengetahui besarnya keemampuan variabel independen (inflasi, pertumbuhan ekonomi, kurs, tingkat suku bunga SBI, cadangan devisa) sebagai predictor dalam menjelaskan variabel dependen (harga saham LQ45 di BEI). Menurut Nurgiyantoro (2000) rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut:

Keterangan :

: Koefisien Regresi Berganda Variabel Indikator Makroekonomi X1 : Inflasi

(13)

X3 : Kurs US$

X4 : Tingkat Suku Bunga SBI

X5 : Cadangan Devisa

[image:13.595.127.497.234.348.2]

Y : Indeks Harga Saham LQ45

Tabel 3.2

Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,001 – 0,200 Sangat Lemah

0,201 – 0,400 Lemah

0,401 – 0,600 Cukup Lemah

0,601 – 0,800 Kuat

0,801 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber: Triton (2006)

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Nilai F dapat dirumuskan dengan cara sebagai berikut (Nurgiyantoro, 2000):

Keterangan:

n = Jumlah sampel

k = Jumlah variabel bebas R2 = Koefisien determinasi

Hasil uji F dapat dilihat pada output Anova dari hasil regresi linear berganda. Tahap-tahap untuk melakukan uji F adalah:

(14)

H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0, artinya variabel independen secara

bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠b5 ≠ 0, artinya variabel independen secara

bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen.

2. Menentukan tingkat signifikansi dengan menggunakan 0,05 (α=5%) 3. Menentukan F hitung

4. Menentukan F tabel, dengan berdasarkan pada tingkat signifikansi (α=5%) dengan derajat kebebasan df1 = jumlah variabel-1 dan df2 = n-k-1, dimana n

adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen. 5. Pengambilan keputusan

H0 diterima jika F hitung ≤ F tabel

H0 ditolak jika F hitung ≥ F tabel

c. Uji t

Uji t adalah jenis pengujian statistik yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel independen dapat menerangkan variabel dependen secara individual. nilai t dapat dirumuskan sebagai berikut (Nurgiyantoro, 2000):

t =

…..

3.4

Keterangan:

X = Rata-rata Hitung Sampel µ = Rata-rata Hitung Populasi

(15)

Hasil t hitung dapat dilihat pada output Coefficients dari hasil analisis regresi linear berganda. Langkah-langkah uji t sebagai berikut:

1. Menentukan hipotesis

H0 : bi = 0, artinya X tidak berpengaruh terhadap Y

Ha : bi ≠ 0, artinya X berpengaruh terhadap Y

2. Menentukan tingkat signifikansi dengan menggunakan 0,05 (α=5%) 3. Menentukan t hitung

4. Menentukan t tabel, dengan berdasarkan pada tingkat signifikansi (α=5%) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1, dimana n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen.

5. Pengambilan keputusan

H0 diterima jika t hitung ≤ t tabel

Figure

Tabel 3.1 Definisi Operasional variabel dan Definisi Konseptual
Tabel 3.2 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

References

Related documents

perch population, biomass density stabilized at 130 kg·ha –1 , while dominant species in the reservoir were bream and

• 2 Provisionally Authorized Cloud Service Providers under FedRAMP Initial Operating Capability (IOC). • 15

The Kauderer–Rosenberg NNMs are used to analyze nonlinear dynamics of systems with cyclic symmetry, impact systems, sys- tems with essentially nonlinear absorbers, systems

The moisture content of sweet potato chips treated with commercial and eggshell extracted calcium chloride.. From Figure 2, it can be seen that the increase of CaCl 2

The purpose of this survey is to aid in my research for my graduate Ph.D. dissertation in Education from Walden University This research involves understanding how parents perceive

buffer around cluster Distance to nearest peatland Number of leaves per plant Number of plants per cluster Plant scale (n = 65) Habitat configuration Patch size Inter-patch distance