• No results found

FORMULASI Supo Diazepam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "FORMULASI Supo Diazepam"

Copied!
20
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

BAB II BAB II FORMULASI FORMULASI I. I. FORMULASIFORMULASI

DIAZEPAM SUPPOSITORIA RECTAL DIAZEPAM SUPPOSITORIA RECTAL II.

II. RANCANGAN FORMULARANCANGAN FORMULA

Tiap 1 gr suppositoria mengandung : Tiap 1 gr suppositoria mengandung : Diazepam

Diazepam 0,5 0,5 mgmg

Tween

Tween 80 80 2%2%

Komponen

Komponen basis basis ad ad 1 1 gr gr  -- Polietilen Polietilen glikol glikol 1000 1000 96%96% -- Polietilen Polietilen glikol glikol 4000 4000 4%4% III.

III. MASTER FORMULAMASTER FORMULA  Nama Produk

 Nama Produk : : DiazeenDiazeen Jumlah

Jumlah Produk Produk : : 10 10 SuppositoriaSuppositoria Tanggal

Tanggal formula formula : : 1313 –  – 3 - 20123 - 2012 Tanggal

Tanggal Produksi Produksi : : 88 –  – 4 - 20124 - 2012 Expired

Expired Date Date : : 88 –  – 44 –  – 20162016  NO. Registrasi

 NO. Registrasi : : DKL 13 047 0DKL 13 047 022 53 A122 53 A1  NO. Batch

(2)

IV.

IV. PREFORMULASIPREFORMULASI 1.

1. Supositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yangSupositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina dan uretra (FI

diberikan melalui rektal, vagina dan uretra (FI IV, 16)IV, 16) 2.

2. Keuntungan Supositoria (FastTrack, 157-158)Keuntungan Supositoria (FastTrack, 157-158)

-- Bentuk sediaan rektal dapat memberikan efek lokal untuk mengobatiBentuk sediaan rektal dapat memberikan efek lokal untuk mengobati infeksi dan radang

infeksi dan radang

-- Bentuk sediaan rektal digunakan efek sistemik pada situasi dimanaBentuk sediaan rektal digunakan efek sistemik pada situasi dimana  penyerapan

 penyerapan obat obat oral oral tidak tidak dianjurkan dianjurkan seperti seperti pasien pasien yang yang tidak tidak sadar,sadar, Tanggal Formula Tanggal Formula Induk  Induk  13 13 –  – 33 –  – 20122012 Tanggal Produksi Tanggal Produksi 8 8 –  – 44 –  – 20122012 Jumlah Produksi Jumlah Produksi 10 Suppositoria 10 Suppositoria  No

 No Kode Bahan Kode Bahan Nama Bahan Nama Bahan Fungsi BahanFungsi Bahan

Tiap Tiap Suppositoria Suppositoria Tiap Batch Tiap Batch 1

1 DZPM DZPM Diazepam Diazepam Zat Zat Aktif Aktif 0,005 0,005 g g 0,05 0,05 gg

2 2 PEG PEG 10001000 Poli Poli EtileGlik  EtileGlik  ol 1000 ol 1000 Komponen Komponen Basis Basis 10,344 g 10,344 g 103,44 g 103,44 g 3 3 PEG PEG 40004000 Poli Etilen Poli Etilen Glikol Glikol 4000 4000 Komponen Komponen Basis Basis 0,431 0,431 g g 4,31 4,31 gg 4

(3)

 pasien yang mudah muntah, obat yang rentan terhadap degradasi dilambung dan obat yang tidak teratur penyerapannya disaluran cerna. 3. Tujuan penggunaan

1. Efek Lokal

Pada umumnya digunakan untuk pengobatan wasir, konsipasi, infeksi dubur. Zat aktif yang biasa digunakan:

- Anastetik lokal (benzokain, tetrakain) - Adstringen (ZnO, Bi-subgalat, Bi-subnitrat) - Vasokonstriktor (efedrin HCL)

- Analgesik (turunan salisilat)

- Emollient (balsam peru untuk wasir) - Konstipasi (glisin bisakodil)

- Antibiotika untuk infeksi 2. Efek Sistemik 

- Meringankan penyakit asma (teofilin, efedrin, amonifilin) - Analgetik dan antiinflamasi (turunan salisilat, parasetamol) - Anti arthritis, radang persendian (fenilbutason, indometasin) - Hipnotik & sedatif (turunan barbiturat)

- Trankuilizer dan anti emetik (fenotiazin, klorpromazin) - Khemoterapetik (antibiotik, sulfonamida)

(4)

4. Masalah-masalah dalam pembuatan supositoria (Lachman, 1186) 1. Air dalam suppositoria

Penggunaan air sebagai pelarut untuk mencampurkan zar-zat dalam  basis suppositoria harus dihindari untuk alasan berikut :

a. Air mempercepat oksidasi lemak 

 b. Kecuali air berada dalam jumlah lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk melarutkan obat.

c. Reaksi antara bahan-bahan yang terdapat dalam suppositoria seringkali disebabkan karena adanya air 

2. Higroskopisitas

Suppositoria gelatin yang mengandung gliserin kehilangan lembab oleh penguapan iklim dan mengabsorbsi lembab dalam kondisi kelembaban yang tinggi.

3. Ketidaktercampurkan

Basis-basis PEG, tidak dapat tercampur dengan garam-garam perak, asam tanat, aminofilin, kinin, aspirin, benzokain, dan sulfonamid. 4. Viskositas

Viskositas massa supositoria yang mencair sangat penting dalam  pembuatan suppositoria dan proses pencairan dalam rektum. 5. Kerapuhan

Basa-basa lemak sintesis dengan derajat hidrogenase yang tinggi dan kandungan stearat yang tinggi dengan kandungan padatan lebih tinggi  pada temperatur kamar, biasanya lebih rapuh.

(5)

6. Kerapatan

Untuk menghitung jumlah obat tiap suppositoria, kerapatan basis tersebut harus diketahui.

7. Pengemasan bobot dan volume

Masing-masing suppositoria rektal ketentuannya kurang lebih 5 % dari  bobot rata-ratanya.

8. Ketengikan dan antioksidan

Ketengikan disebabkan oleh antioksidan dan penguraian berturut-turut dari lemak tidak jenuh menjadi aldehid jenuh dengan BM kecil.

5. Alasan Suppositoria dibuat 1 gram

Alasan dibuat suppositoria diazepam 1gr karena yang akan dibuat suppositoria untuk anak-anak. Karena menurut :

- Voight : 281

Suppositoria untuk orang dewasa memiliki massa 2 gr, dan untuk anak  1 gr.

- Menurut Lachman:1148

Berat suppositoria rektal untul orang dewasa kira-kira 2 gr dan untuk  anak-anak 1 gr.

6. Karakteristik Diazepam

- Diazepam merupakan obat yang sering digunakan sebagai terapi lini  pertama untuk penatalaksanaan kejang, terutama kejang demam dan

status epileptikus. Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine yang merupakan sedatif yang berhubungan erat dengan depresi sistem saraf   pusat. Obat ini merupakan obat standar terhadap benzodiazepin

(6)

lainnya. Diazepam dan benzodiazepin lainnya bekerja dengan meningkatkan efek GABA (gamma aminobutyric acid) di otak. GABA adalah neurotransmitter (suatu senyawa yang digunakan oleh sel saraf  untuk saling berkomunikasi) yang menghambat aktifitas di otak 

(Couper FJ, Logan BK. 2004.  Diazepam in Drugs and Human  Performance Fact Sheets. Washington DC: National Highway Traffic

Safety Administration (NHTSA))

- Observasi dan mencatat intensitas, durasi, lokasi aktifitas kejang, dosis awal diazepam dapat mengendalikan kejang salama 15  –  20menit setelah pemberian. Kompaktibilitas spuit simitedin, incompatibilitas spuit heparin. Income y-site attrakurium heparin panpuronium kalium klorida dan fepuronium( Pedoman obat untuk perawat, 319 ed 4).

- Sifat diazepam tidak larut dalam air dan harus berdisosiasi pada pelarut organik (propylene, glycol, sodium benzoat), rasa sakit mungkin muncul pada pemberian intramuskuler ataupun pada pemberian intravena.

(Tim Penyusun. 2008.  Informatorium Obat Nasional Indonesia. Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Republik  Indonesia).

- Diazepam adalah obat turunan dari benzodiazepine dengan rumus molekul 7-kloro-1,3- dihidro- 1- metil- 5- fenil- 2H- 1,4- benzodiazepin- 2- one (C6H13N2CLO) dengan berat molekul 284,7 g/mol yang bersifat basa. Merupakan senyawa kristal tidak berwarna atau agak kekuningan yang tidak larut dalam air. Benzodiazepin adalah

(7)

sedative yang berhubungan erat dengan depresi sistem saraf pusat. Benzodiazepin berguna untuk terapi kecemasan, insomnia, kejang, dan spasme otot.

(Couper FJ, Logan BK. 2004.  Diazepam in Drugs and Human  Performance Fact Sheets. Washington DC: National Highway Traffic

Safety Administration (NHTSA))

- Kerja utama diazepam yaitu potensiasi inhibisi neuron dengan asam gamma-aminobutirat (GABA) sebagai mediator pada sistem syaraf   pusat Diazepam berikatan dengan reseptor-reseptor stereospesifik   benzodiazepin di neuron postsinaptik GABA pada beberapa sisi di

dalam sistem syaraf pusat (SSP)

(Gunawan SG. 2007.  Farmakologi Dan Terapi Edisi 5. Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia).

- Kelarutan : 1 g 330 mL air, sukar larut dalam air. - Golongan : Benzodiazepin

- Titik leleh : 133oC ; 131oC-oC

- Pka : 3,7

(RPS, 1410 ; FI IV, 303)

7. Alasan dibuat Suppositoria Diazepam

- Karena diazepam dapat dimetabolisme oleh hati menjadi dalam bentuk  inaktif. Oleh karena itu dibuat dalam bentuk sediaan supositoria yang tidak melalui hati.

(8)

- Penggunaan sediaan oral tidak memungkinkan diberikan padap pasien dalam keadaan kejang-kejang. Oleh karena itu dibuat sediaan supositoria untuk memudahkan penggunaannya.

8. Dosis

- 0,4-0,6mg/KgBB/dosis rektal suppositoria.

- Dosis diazepam rektal adalah 0,5-0,75 mg/kg atau diazepam rektal 5 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dan 10 mg dengan berat diatas 10 kg. dosis 5 mg untuk anak dibawah usia 3 tahun dan dosis 7,5 mg diatas 3 tahun.

- Diazepam per rektal dengan dosis 0,5 mg/kg meruapakan obat pilihan  pertama karena kerjanya sangat cepat, untuk anak yang mengalami kejang  berkepenjangan, dapat diberikan diazepma rektal. Kejang , demam, sering terjadi dan mengenai sekitar empat persen pada anak-anak, kejang demam ini sangat berhubungan dengan usia dan hampor tidak pernah ditemukan sebelum usia 6 bulan atau setelah usia 6 tahun. Serangan kejang boleh dikatakan sederhana bila kejang berlangsung kurang dari 10 menit. diazepam spoostioria dengan dosis 0,5 mg/kg yang diberikan pada saat demam, bisa mengurangi resiko kekambuhan(Dasar-Dasar Pediatri, 282). - Diazepam dalam larutan rektal 0,5 mg sampai 10 mg sekali(spoedeisende

(9)

V. ALASAN PENAMBAHAN

1. Penggunaan PEG sebagai basis - (Lachman,1184)

Basis manapun yang digunakan obat harus didispersikan secara homogen didalamnya, tetapi obat tersebut harus dapat dilepaskan dengan laju yang dikehendaki pada cairan-cairan tubuh. Oleh karena itu, kelarutan bahan-bahan aktif dalam air atau terlarut lainnya harus diketahui jika obat larut dalam air, maka basis lemak dengan angka air  dipilih, sebalikny jika obat tersebut sangat mudah larut dalam lemak, suatu basis tipe air yang ditambahkan surfaktan untuk menambah kelarutan, mungkin merupakan pilihan utama.

- (Ansel,583)

Tidak digunakan basis larut air seperti gelatin-gliserin, karena basis ini  paling sering digunakan dalam pembuatan suppositoria vagina. Dimana memang diharapkan efek setempat yang cukup lama dan unsur obatnya. - (Ansel,587)

Pelumasan jarang diperlukan bagi suppositoria dengan basis oleum cacao tau PEG, karena bahan ini cukup menciut begitu dingin dalam cetakan, sehingga akan terlepas dari permukaan cetakan dan mudah dikeluarkannya.

- (Ansel, 584)

Suppositori dengan PEG tidak melebur ketika terkena suhu tubuh, tetapi  perlahan-lahan melarut dalam cairan tubuh. Oleh karena itu, basis ini

(10)

- (Ansel, 585)

Kepadatan PEG memungkinkan untuk dimasukkan pada waktu  pemakaian secara perlahan-lahan akan melebur pada jari-jari yang

memasukkannya, karena tidak melebur pada suhu tubuh, tetapi  bercampur dengan sekret dari mukosa pada waktu melarut, suppositoria

dengan basi PEG tidak akan “bocor” dari lubang masuknya. - (Excipient,212)

Kestabilan dari PEG yaitu PEG tidak mendukung pertumbuhan mikroorganisme.

- (Lachman,1174)

PEG tidak terhidrolisis atau terurai, secara fisiologis, inert dan tidak  membantu pertumbuhan jamur.

- (Scoville’s, 371)

Basis PEG memiliki beberapa kelebihan diantaranya basis ini tidak  mudah terhidrolisis menjadi busuk, tidak mendukung pertumbuhan mikroba atau tidak menyebabkan iritasi pada membran mukosa.

- (FI IV, 303)

Kelarutan praktis tidak larut dalam air sehingga digunakan basis tipe air  yaitu polietilen glikol yang memiliki kelarutan mudah larut dalam air. 2. Penggunaan Kombinasi PEG (PEG 1000 dan 4000)

- Menurut (Ansel,584).

Macam-macam kombinasi dari PEG bisa digabung dengan cara melebur, dengan memakai dua jenis atau lebih untuk memperoleh basis supositoria yang diinginkan konsistensi dan sifatnya.

(11)

- Campuan PEG dapat digunakan sebagai basis suppositoria. Dimana campuran PEG ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan basis lemak. Misalnya titik leleh suppositoria dibuat lebih tinggi untuk  menahan paparan iklim hangat, pelepasan obat yang tidak tergantung  pada titik lebur/leleh stabilitas fisik dalam penyimpanan baik,

suppositoria dapat segera larut dengan cairan rektum. - (Lachman, 1174)

Basis dengan kombinasi PEG 1000 dan PEG 4000 ini mempunyai titik  leleh rendah dan berguna bila diinginkan penghancuran yang cepat.

Konsentrasi: Untuk PEG 1000 96% Untuk PEG 4000 4% - (Ansel,584)

PEG lainnya dapat dipakai sebagai basis suppositoria tergantung pada kepadatan dari produk yang diinginkan. Jadi disini digunakan PEG 1000 dan PEG 4000 untuk mendapatkan kepadatan suppositoria yang  baik.

- (Martin,839)

Dimana formula ini telah ditetapkan sebagai basis 1 yaitu kombinasi PEG 1000 dan 4000 yang konsentrasinya juga telah ditet apkan.

- (Excipient 518-519, Excipient 1983, 209-211)

Penggunaan basis PEG 1000 karena basis ini memiliki titik lebur 37o C-40oC dan kelembaban sekitar 0,585% dan penggunaan basis PEG karena memiliki titik lebur 50oC-58oC dan kelembaban sekitar 0,300%.

(12)

Dengan melihat keterangan/penjelasan diatas digunakan PEG 1000 dan PEG 4000 agar zat aktif mudah dilepaskan dalam cairan rektum.

3. Penggunaan Surfaktan

1. Jika obat tersebut sangat mudah larut dalam lemak, suatu basis tipe air , yang ditambahkan surfaktan untuk menambah kelarutan (Lachman, 1184).

2. Surfaktan juga membuat zat-zat yang tidak larut tetap tersuspensi dalam  basis. Dalam hal ini zat aktif terdispersi dalam basis (Lachman, 1174). 3. Penggunaan Tween 80, karena telah ada pengujian tentang pengaruh

konsentrasi PEG 4000 terdapat uji disolusi dengan menggunakan surfaktan. Dimana tween 80 merupakaan surfaktan non ionik dan memiliki keuntungan yaitu tidak toksik dan tidak iritatif, dapat  bercampur dengan semua bahan obat, netral dan stabil terhadap trolit

dan zat ionik.

4. Tween 80 digunakan untuk mengganti sodium lauryl sulfat yang terdapat dalam formula pengujian. Hal ini disebabkan karena sodium lauryl sulfat diketahui bila digunakan pada kulit dapat menimbulkan iritasi. Dimana dalam formula ini digunakan tween 80 dengan konsentrasi 2% dan konsentrasi ini sudah terbukti Dikutip dari jurnal terakreditas dengan judul pengaruh konsentrasi PEG 4000 trehadap laju disolusi ketoprofen dalam sistem dispersi padat ketoprofen dengan  pengujian dan masuk dalam range 1-15%. ().

5. Konstrasi Tween 80 sebagai weeting agent 1-3% dan sebagai  penambahan kelarutan 1-15%

(13)

4. Metode yang digunakan

Pembuatan supositoria dilakukan dengan menggunakan metode cetak tuang. Hal ini disebabkan oleh basisi yang digunakan yaitu PEG yang tidak dapat dibuat dengan cara menggulung dengan tangan.

VI. Uraian bahan

1. PEG (FI IV, 509 ; Excipient, 517-518)  Nama resmi : Polietilen Glikol

Sinonim : Makrigol

RM : (HOCH2CCH2OCH2)2CH2OH

BM : 4000 = 3000-8000

6000 = 5700-6130

Pemerian : PEG > 1000 berbentuk padat, putih atau tak berwarna seperti lilin

Kelarutan : Mudah larut dalam air; dalam aseton, dalam etanol 95%, dalam kloroform, dalam etilenglikol mono etil eter, dalam etil asetat dan dalam toluena.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup, kering, sejuk dan terlindung dari cahaya.

Kestabilan : Semua kelarutan senyawa phenylmercuri membentuk  residu hit logam ketika terkena cahaya atas setelah  penyimpanan lama. Larutan dapat disterilkan dengan

autoklaf 

Incompatibilitas : Inkom dengan komponen bahan pembantu lainnya, tidak bercampur dengan garam-garam perak, asam

(14)

 berat, kinnin, lectamol, aspirin, benzokain, income dengan halida, pertikulan bromida dan iopoda.

2. Tween 80 (FI IV, 687 ; Excipient, 549)  Nama resmi : Polysorbatum 80

Sinonim : Polisorbat 80, tween 80. RM/BM : C64H124O26/ 1310

Pemerian : Cairan seperti minyak, jernih berwarna kuning muda hingga cokelat muda, bau khas lemah ; rasa pahit dan hangat.

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, larutan tidak berbau dan praktis tidak berwarna; larut dalam etanol, dalam etil asetat; tidak larut dalam minyak mineral.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kestabilan : Stabil dalam elektrolit dan asam serta basa lemah;  proses penyabunan bertahap terjadi dengan asam kuat dan basa kuat. Polisorbat yang higroskopis harus diperhatikan kadar airnya sebelum digunakan dan jika  perlu dikeringkan.

Incompatibilitas : Perubahan warna dan/atau presipitat terjadi pada  berbagai zat, khususnya fend, tannin. Aktifitas  pengawet antimikroba paraben dapat berkurang

(15)

3. DIAZEPAM (Dirjen POM, 1979; Dirjen POM, 1995)  Nama resmi : Diazepamum

Sinonim : Diazepam

RM/BM : C16H13ClN2O/ 284,74

Pemerian : Serbuk hablur; putih atau hampir putih; tidak berbau VII. Perhitungan Bahan

Diazepam 0,5 mg Tween 80 2% Komponen basis ad 1 gr  - Polietilen glikol 1000 96% - Polietilen glikol 4000 4% 1. Diazepam 0,5 mg = 0,0005 X 10 = 0,005 g Bobot supositoria 1 gr = 1 X 10 = 10 g Ditambahkan 10% =   x 10 = 1 g

Jadi bobot supositoria = 10 g + 1 g = 11 g

Tween 80 2 % =   x 11 = 0,22 g Komponen basis = 11 g - (0,005 g + 0,22 g) = 11 g – 0,225 g = 10,775 g - Polietilen glikol 1000 96% =   x 10,775 = 10,344 g - Polietilen glikol 4000 4% =  x 10,775 = 0,431 g VIII. CARA KERJA

(16)

Pembuatan supositoria dilakukan dengan menggunakan metode cetak  tuang. Hal ini disebabkan oleh basisi yang digunakan yaitu PEG yang tidak  dapat dibuat dengan cara menggulung dengan tangan. Supositoria dengan  basis PEG tidak membutuhkan pelumas pada cetakan dan lebih mudah

dibuat dari pada supositoria dengan minyak coklat(Lachman, 1775).

1. Ditimbang diazepam sebanyak 0,005 g, Tween 80 sebanyak 0,22 g, PEG 1000 10,344 g dan PEG 4000 0,431

2. Dimasukkan diazepam kedalam lumpang dan digerus hingga halus

3. Dileburkan kombinsi PEG 4000 dan 1000 diatas waterbath pada suhu 50oC

4. Ditambahkan tween 80 kedalam campuran basis setelah itu diaduk  hingga homogen

5. Dimasukkan diazepam kedalam campuran tersebut, diaduk hingga homogen

6. Dimasukkan seluruh campuran hasil leburan kedalam cetakan 7. Dimasukkan kedalam lemari pendingin kurang lebih 15 menit 8. Dikeluarkan supositoria dari cetakn

9. Dibungkus dengan aluminium foil 10. Dimasukkan kedalam kemasan

11. Dimasukkan kedalam dus yang telah berisi brosur.

 Alasan petunjuk penggunaan

Sebelum digunakan supositoria dibasahi dengan air terlebih dahulu karena menurut (Lachman, 1175):

(17)

Biasanya dicelupkan dalam air sebelum dimasukkan, sehingga iritasi yang mungkin terjadi pada membran mukosa dapat dihindari.

 Evaluasi suppositoria 1. (Lachman, 1991)

a. Uji kisaran leleh (Uji kisaran meleleh makro)

Uji ini merupakan suatu ukuran waktu yang diperlukan suppositoria untuk meleleh sempurna dalam penangas air dan temperatur tetap 37ºC, sebaiknya uji kisaran leleh yang diukur dalam  pipa kapiler hanya untuk basis lemak.

 b. Uji pencairan (Uji waktu melunak dari suppositoria rektal)

Uji tersebut terdiri dari pipa U yang sebagian dicelupkan kedalam  penangas air yang bertemperatur konstan. Penyempitan pada satu sisi menahan suppositoria. Waktu yang diperlukan batangan untuk melewati suppositoria sampai penyempitan tersebut dicatat sebagai waktu melunak.

c. Uji kehancuran

Alat yang digunakan terdiri dari ruang berdinding rangkap dimana suppositoria yang diuji ditempatkan, dirancang untuk mengukur  keregasan atau kerapuhan suppositoria.

d. Uji disolusi

Digunakan untuk menahan sampel ditempatnya dengan kapas, saringan kawat dan manik-manik gelas.

(18)

2. (Voight, 302) a. Uji penampilan

Satu buah suppositoria dibelah secara vertikal dan horizontal kemudian diamati secara visual pada bagian intenal dan eksternal untuk  melihat migrasi zat aktif.

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H. 1985. Pengantar bentuk sediaan farmasi. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Dirjen POM. 1979.  Farmakope Indonesia Edisi III . Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Dirjen POM. 1995.  Farmakope Indonesia Edisi IV . Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Jones, D. 2008.  Pharmaceuties Dosage Form and Design. London: Pharmaceutical Press

Lachman. 1989. Teori dan Praktek Farmasi Industri edisi III . Jakarta: UI Press Rowe, R. 2004. Handbook of Pharmaceutical Excipient 6th Edition. Washington:

Pharmaceutical Press

Sweetman, S.C. 2009.  Martindale The Complete Drug Reference Thirty-Sixth  Edition. London: Pharmaceutical Press

Voight, R. 1995.  Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

(20)

BROSUR 

Di azepam Supositor i a Rektal 

Komposisi

Tiap 1 gram Suppositoria mengandung :

Diazepam 0,5 mg

Zat tambahan q.s

Indikasi

Diazepam diindikasikan untuk mengatasi status epileptikus, kejang demam, kejang akibat keracunan, premedikasi, sedasi pada amnesia, serta digunakan bersama-sama dengan anestesi lokal

Farmakologi

Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine bekerja dengan meningkatkan efek GABA (Gamma AminoButyric Acid ) di otak. GABA adalah neurotransmitter (suatu senyawa yang digunakan oleh sel saraf untuk saling  berkomunikasi) yang menghambat aktifitas di otak. Diazepam meningkatkan  penghambatan efektifitas GABA dalam menghasilkan rangsangan dengan meningkatkan permeabilitas membran terhadap ion klorida. Perubahan ini mengakibatkan ion klorida berada dalam bentuk terhiperpolarisasi (bentuk kurang aktif / kurang memberikan rangsangan) dan stabil.

Aturan Pakai

Anak anak 1 kali sehari Petunjuk Pengunaan

Dibasahi suppositoria dengan air sebelum dimasukan di rektum. Kontra Indikasi

Pemberian diazepam harus dihindarkan untuk pasien dengan depresi napas, kelemahan neuromuskular pada saluran napas termasuk unstable myastenia gravis, insufiensi paru akut, sindroma sleep apnea,gangguan hepar berat, tidak   boleh digunakan secara tunggal pada depresi atau pada kecemasan yang disertai

depresi.

Peringatan dan Perhatian

Hanya untuk anak-anak. Hati-hati pada depresan SSP. Efek Samping

Dapat menyebabkan kantuk dan kebingungan, ataksia pada dosis tinggi. Penyimpanan

Disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 2-8°C dan terlindung dari cahaya matahari.

Kemasan

Isi 1 dus @10 Supositoria

 No reg : DKL 13 047 022 53 A1  No. batch: D3 001 047

H ARUS DEN GAN RESEP DOKTER 

Diproduksi oleh PT. FARMA DIAZEEN®

References

Related documents

• Servicer allegedly took excessive time to process borrowers’ applications for loss mitigation relief; failed to tell borrowers when their applications were incomplete; denied

So, although the virus can’t be stopped by closing the state’s borders and the sources of COVID-19 weren’t only inside the counties’ territory but also in common for more than

Pratik Bora: And sir, as I understand like you were expected India operations to grow at 10% CAGR this year but in first quarter if I back compute I think it is India operation

While there are no inherent denotations of signs from Black Lives Matter in Pepsi’s advertisement, the advertisement was released at a similar time to many of the marches and

vocación, que no es otra que la invocación a la diferencia sexual, en tanto que punto de llegada que sirve ahora para plantear lo que quieren ser propuestas en positivo desde

The objective of the model is to minimize the total cost of assembly line by summing the operation costs, cost of machine, cost for additional capacity, costs of

In a recent study, analysis of mouse and human model sys- tems for adipogenesis showed fragmentation of the nuclear lamina and subsequent loss of lamins A, C, B1, and emerin at

Ultrafast laser based source further allows time-resolved ARPES experiments to study the dynamics of electronic, lattice and magnetic order in many strongly correlated