• No results found

Grand Design ISMKI 2017-2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Grand Design ISMKI 2017-2018"

Copied!
245
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

GRAND DESIGN

ISMKI Periode 2017-2018

(2)

DAFTAR ISI

I. Daftar Isi ... 1

II. Pendahuluan ... 2

III. Visi & Misi ... 4

IV. Struktur Kepengurusan ... 5

V. Grand Design Grand Design Vice President of Assessment and Development ... 11

Grand Design Vice President of External Affairs... 17

Grand Design Vice President of Internal Affairs... 31

Grand Design Vice President of Policy and Advocacy...55

Grand Design Vice President for Project Development ...63

Grand Design Community Empowerment...85

Grand Design Funding And Partnership...102

Grand Design Health Policy Studies ...123

Grand Design International Affair ...156

Grand Design Information, Communication and Technology ...169

Grand Design Leadership Development ...178

Grand Design Medical Education And Profession ...208

Grand Design Public Relation ...230

(3)

PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara yang dilintasi garis khatulistiwa dengan populasi lebih dari 237 juta jiwa. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Seiring dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia dan sumber daya manusianya (SDM), negera ini juga memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Pengelolaan SDM dan SDA Indonesia membutuhkan sebuah sistem yang komprehensif terutama dalam bidang kesehatan. Kesehatan adalah hak dasar setiap orang agar terwujud masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Bangsa yang sejahtera, adil dan makmur adalah bangsa yang bermartabat. Khusus dibidang kesehatan diberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang merupakan amanah UU No. 40 tahun 2004 dalam upaya pemberian layanan dan pembangunan kesehatan.

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terkecuali mahasiswa kedokteran Indonesia yang tergabung dalam ISMKI juga dapat melakukan pembangunan kesehatan. Upaya ini sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam landasan konstitusi ISMKI.

Berbagai pekerjaan rumah yang selalu dikaji oleh mahasiswa kedokteran sampai saat ini seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Program Pendidikan Dokter Layanan Primer (PPDLP). Jaminan Kesehatan Nasional yang diimplementasikan per 1 Januari 2014 mendapatkan berbagai kritikan mengenai kesiapan pemerintah dan kesiapan elemen pelaksananya. Mulai dari kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan, ketersediaan sumber daya manusia bidang kesehatan, seperti dokter (umum dan spesialis), hingga tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan analis kesehatan. Begitu juga PPDLP yang terus tarik ulur antara pemerintah, ikatan profesi, dan mahasiswa itu sendiri.

Jika kita ingin meningkatkan kualitas dokter di Indonesia, maka tingkatkanlah kualitas dokternya. Untuk meningkatkan kualitas dokter, maka tingkatkanlah kualitas pendidikannya. Pendidikan kedokteran merupakan hulu dari semua masalah dokter di Indonesia. Sayangnya, pendidikan kedokteran ini masih jauh dari kata sempurna. Input, proses, output sampai outcome pendidikan kedokteran dipenuhi berbagai masalah dan tantangan. Antara lain akses pendidikan kedokteran yang penuh akan indikasi komersialisasi, kualitas proses pendidikan yang tidak merata, berpotensi menimbulkan kasus-kasus dokter malpraktik, berjiwa materialistis, dan kerugian-kerugian lain yang dirasakan oleh Indonesia dan rakyatnya.

Program Pendidikan Dokter Layanan Primer dilalui dengan menambah waktu kuliah dua tahun meskipun ini hanyalah program pilihan. PPDLP mengalami fenomena bottle neck yang akan terjadi akibat hanya fakultas kedokteran dengan akreditasi A yang dapat menjadi pelaksananya seakan menghilangkan keunggulan dokter layanan primer, yaitu bertambahnya penghasilan dokter di layanan primer serta keunggulan kompetensi untuk era JKN. Singkatnya,

(4)

belum ada alasan yang cukup menggugah para dokter untuk kuliah lagi menjadi dokter layanan primer. Rumusan program ini mendapatkan resistensi yang cukup kuat dari berbagai kalangan dokter. Tidak jelas dan menyalahi kebijakan selama ini, dimana seharusnya lulusan fakultas kedokteran sudah menjadi dokter di layanan primer yang paripurna.

Awal 2016 adalah masa dimana tantangan globalisasi dan modernisasi semakin deras, mulai berlakukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuka sekat dan batas antara negeri ini dengan negara-negara di Asia Tenggara. ISMKI juga harus menyesuaikan diri untuk memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran Indonesia mampu berkontribusi lebih untuk Indonesia dan dunia internasional.

Peran mahasiswa kedokteran adalah mengawal proses ini berlangsung dengan baik dari tataran hulu hingga hilir. ISMKI akan bertransformasi membentuk strategi jangka pendek maupun jangka panjang. Melalui dan manfaatkan efek sentrifugal Indonesia untuk bergerak dari pusat sampai batas negeri. Rancangan ini diharapkan dapat berkesinambungan dengan upaya yang dilakukan melalui ISMKI SATU (Sinergis, Aktif Berkontribusi, Terdidik, Universal) menuju INDONESIA SEHAT BERMARTABAT.

(5)

VISI DAN MISI

VISI

ISMKI SATU, INDONESIA SEHAT BERMARTABAT

MISI

1. ISMKI Sinergis

Modal dasar yang yang mesti ada ketika karakteristik institusi dan wilayah ISMKI yang begitu plural, potensi BK ISMKI, beragam IOMS dan nilai kolaborasi yang bisa ditanamkan agar ISMKI menjadi episentrum mahasiswa kedokteran Indonesia.

2. ISMKI Aktif Berkontribusi

Penguatan aktivitas ISMKI dalam menyukseskan program pemerintah dibidang kesehatan dan aktivitas ISMKI di kanca internasional serta turun langsung berkontribusi kepada masyarakat.

3. ISMKI Terdidik

Konsep kaderisasi yang berjenjang bertahap mengutamakan pembentukan pola pikir, intelektualitas yang holistik, berpikiran terbuka serta mampu menghasilkan ide-ide solutif untuk permasalahan kesehatan bangsa.

4. ISMKI Universal

Usaha ISMKI untuk mencapai semua kalangan mahasiswa kedokteran, seluruh latar belakang institusi/bem/senat/hima, serta program yang dapat digerakkan oleh perangkat ISMKI tanpa terkecuali dari pusat sampai batas.

(6)

PENGURUS HARIAN NASIONAL

IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

PERIODE 2017-2018

Sekretaris Jenderal (President)

Irwanda (Universitas Tanjungpura)

Sekretaris Umum (General Secretary)

Anindya Anjas Putriavi (Universitas YARSI)

Sekretaris II (Secretary II)

Juwita Valen Ramadhania (Universitas Tanjungpura)

Bendahara Umum (Treasurer)

Chesa Yuni Hasranita (Universitas Batam)

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL (Vice Presidents) Wasekjend Internal (Vice President of Internal Affairs)

Muhammad Fadhil (Universitas Halu Oleo)

Staf Ahli: Adhika Rahman (Universitas Islam Indonesia)

Amirul Adil A. (Universitas Muhammadiyah Makassar) Anantyo Satria Anugrah (Universitas Sebelas Maret) Fauzan Yan Rabbani (Universitas Islam Sumatera Utara)

Jeni Friska (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta) Khishotul Hayati (Universitas Padjajaran)

Muhammad Hidayatullah (Universitas Islam Al-Azhar Mataram) Muhammad Ilham Raymana Amiruddin (Universitas Tadulako) Sumiosa Hardini Fitri Hara (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Syahrasyid Abdul Malik (Universitas Al-Khairaat)

(7)

Wasekjend Eksternal (Vice President of External Affairs)

Nadya Noor Ramadhania (Universitas Airlangga)

Staf Ahli: Anthony Paulo Sunjaya (Universitas Tarumanagara) Dhau'Atha Yudhistira (Universitas Mataram)

Faisal Gani Putra Arlond (Universitas YARSI)

Inggit Luthfia Zahra (Universitas Muhammadiyah Malang) Muhammad Rizky Nur Karim (Universitas Padjajaran) Rannissa Puspita Jayanti (Universitas YARSI)

Trevor Seo Zih Siang (Universitas Sumatera Utara)

Wasekjend Penilaian dan Pengembangan (Vice President of Assessment and

Development)

Fenti Endriyani (Universitas Sebelas Maret)

Staf Ahli: Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (Universitas Brawijaya) Dyah Putri Mentari Ginting (Universitas Lambung Mangkurat) Hilmy Farhan (Universitas Airlangga)

Meliani Fransiska Andita (Universitas Tanjungpura) Raden Roro E. K. W. (Universitas HKBP Nommensen)

Wasekjend Kebijakan dan Advokasi (Vice President of Policy and Advocacy)

Ayu Putri Balqis (Universitas Indonesia)

Staf Ahli: M. Marliando Satria P. C. (Universitas Lampung)

Muhammad Raoul Taufiq Abdullah (Universitas Indonesia) Nur Muhammad Ichsan (Universitas Diponegoro)

Raania Amaani (Universitas Indonesia)

Wasekjend Pengembangan Proyek (Vice President for Project Development)

Zata Yuda Amaniko (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Staf Ahli: Antony Halim (Universitas Tanjungpura)

Aoulia Ajeng Rahmawati (Universitas Muhammadiyah Semarang) Arief Rahmatullah (Universitas Islam Malang)

Fatma Nashriati (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Maharani Eka (Universitas Andalas)

Reyhan Dimas Dwinanda (Universitas Islam Sumatera Utara) Roikhatul Khusniyah (Universitas Muhammadiyah Malang)

(8)

SEKRETARIS WILAYAH Sekretaris Wilayah 1

Feri Arjuna Sembiring (Universitas Methodist Indonesia)

Sekretaris Wilayah 2

Mochammad Rivaldi (Universitas Jenderal Achmad Yani)

Sekretaris Wilayah 3

Rizal Rian Dhalas (Universitas Sebelas Maret)

Sekretaris Wilayah 4

Ahmad Yogendra Baebudi (Universitas Muhammadiyah Makassar)

KOORDINATOR NASIONAL (National Coordinators)

Bidang Pendanaan dan Kerjasama (Funding and Partnership)

Nadiah Umniati Syarifah (Universitas Bengkulu)

Staf Bidang: Annisa Zakia Widiastuti (Universitas Diponegoro) Firma Hernik Saputri (Universitas Bengkulu) Indah Afifatul (Universitas Hang Tuah)

Indri Parameswari (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Mardiana Maya Utari (Universitas Islam Al-Azhar Mataram) Muhammad Iqbal Anand (Universitas Swadaya Gunung Jati) Nurul Husain (Universitas Halu Oleo)

Putri Landya Roverti (Universitas Jenderal Achmad Yani)

Bidang Hubungan Internasional (International Affair)

Dzaki Murtadho (Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Staf Bidang: Anugrah Rosando Siwy (Universitas Tadulako)

Fathia Kesuma Dinanti (Universitas Islam Sultan Agung) Fitrah Aulia Lisabilla (Universitas Brawijaya)

Josevaldo Bagus Pratomo (Universitas Diponegoro) Maya Hapsari Kusumaningtyas (Universitas Airlangga) Meisari Rezki R. (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Reynaldo Halomoan (Universitas Katolik Atma Jaya) Rosyilla (Universitas Sriwijaya)

(9)

Bidang Kajian Kesehatan dan Kebijakan (Health and Policy Studies)

Mohammad Natsir Ramadhan (Universitas Padjajaran)

Staf Bidang: Anis Julianti (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Ariikah Dyah Lamara (Universitas Airlangga) BJ Azmy As' Ady (Universitas Jember)

Dhimas Kurniawan (Universitas Islam Malang) Gio Justisia Batubara (Universitas Sumatera Utara)

I Gusti Agung Ayu Novi Wiraningrat (Universitas Warmadewa) Lathifah Nadiah (Universitas Sriwijaya)

Mahathir Muhammad (Universitas Syiah Kuala) Mochammad Ari Wivowo (Universitas Padjajaran) Nisa Alyananda Ritonga (Universitas Tanjungpura) Putri Qurrotul Aini (Universitas Jenderal Soedirman) Tita Erlanggawati (Universitas Diponegoro)

Yumna Puji Apriani (Universitas Lambung Mangkurat)

Bidang Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development)

Hawari Martanusa (Universitas Sriwijaya)

Staf Bidang: Amanda Putra (Universitas Syiah Kuala) Desi Fitri (Universitas Padjajaran)

Devi Putri Ramadani (Universitas Muhammadiyah Malang) Dhany Febriantara (Universitas Riau)

Eric Herrianto Dwiputra (Universitas Tanjungpura) Fithriyyah (Universitas Tanjungpura)

Lukman Hakim (Universitas Airlangga) Nadya Aprilianti (Universitas Bengkulu)

Nurullia Rahmawati (Universitas Jenderal Soedirman) Qurrata 'Ayuni. Wae (Universitas Diponegoro)

Rahmatulloh Pujo Widodo (Universitas Lambung Mangkurat) Salim (Universitas Al-Khairaat)

(10)

Bidang Pengembangan Masyarakat (Community Empowerment)

Anisar Apriliani (Universitas Hasanuddin)

Staf Bidang: Achmad Syuaib (Universitas Tadulako) Ali Laksana Surya (Universitas Halu Oleo) Chusnul Khotimah (Universitas Hasanuddin)

Hardianti Hardmi Putri (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Mardhatillah (Universitas Airlangga)

Maskur Fahmi Adi B. (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Muhammad Ralfi Irsan (Universitas Sumatera Utara)

Nadya Hasna Rasyida D. A. (Universitas Jenderal Soedirman) Nadya Ratu Aziza Fuady (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Nurul Karima (Universitas Bengkulu)

R. Fausan Numyani P. (Universitas Muslim Indonesia) Salma Nur Fadhilah (Universitas Diponegoro)

Silvira Nazzai (Universitas Abulyatama Aceh) Syeryl Ayuningtyas (Universitas Islam Malang)

Bidang Pendidikan dan Profesi Kedokteran (Medical Education and Profession)

Dini Ayu Harisiani (Universitas Diponegoro)

Staf Bidang: Affan Naufal Akhmad (Universitas Lambung Mangkurat) Azhar Naufaldi Saputra (Universitas Jenderal Soedirman) Beladiena Citra Siregar (Universitas Bengkulu)

Gde Sindu Mega (Universitas Padjajaran)

Khansa Khairunnisa Azzahra (Universitas Brawijaya) M. Fakhri K. W. (Universitas Sebelas Maret)

Muthia S. N. (Univ Padjajaran)

Nindy Agista Kasim (Universitas Hasanuddin) Norman Fahryl (Universitas Lampung)

Nurdima Apriani S. (Universitas Islam Sumatera Utara) Syahdi Nugraha K. (Universitas Diponegoro)

Tanisa Larasati Putri (Universitas Airlangga) Widhiastri Dyah Pratiwi (Universitas Padjajaran)

(11)

Bidang Informasi, Komunikasi dan Teknologi (Information, Communication and

Technology)

Rafika Kartika Putri (Universitas Muhammadiyah Malang)

Staf Bidang: Achmad Zaldy Burham Rahadi (Universitas Islam Indonesia) Afina Maudy (Universitas Diponegoro)

Althaf Fathan (Universitas Abdurrab)

Andi Lestari Rahman (Universitas Airlangga) Ayu Miya (Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) Azhar Rafiq (Universitas Mataram)

Dani Gemilang Kusuma (Universitas Sriwijaya) Haidar Ali (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Nada Nabilah Amani (Universitas Sriwijaya)

Bidang Hubungan Masyarakat (Public Relation)

Frizky Ramadhan (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)

Staf Bidang: Achisna Rahmatika (Universitas Lampung)

Amiru Zachra (Universitas Muhammadiyah Jakarta) Annisa Tiqi Faizalia (Universitas Jenderal Achmad Yani)

Dewi Maulidina Azizah (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) Dian Novita Anggraeni (Universitas Islam Al-Azhar Mataram)

I Gede Putu Wegen Wismaya (Universitas Widya Mandala Surabaya) Kadita Pratiwi (Universitas YARSI)

Muhammad Teguh Syahputra (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) Pamela Sandhya De Jaka (Universitas Jenderal Soedirman)

Rifda Savirani (Universitas Muhammadiyah Malang) Wulan Syafitri (Universitas Lambung Mangkurat)

(12)

GRAND DESIGN

VICE PRESIDENT OF ASSESSMENT AND DEVELOPMENT (VPAD)

IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

PERIODE 2017 - 2018

A. Latar Belakang

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) adalah organisasi mahasiswa dengan general tagline “Mengakar di Tatanan Lokal, Kokoh di Tatanan Nasional, dan Bersuara di Tatanan Internasional”. Selain menjadi wadah koordinasi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam berbagai bidang, kegiatan, dan pengembangan pemerintahan, ISMKI juga menjadi wadah aspirasi mahasiswa kedokteran. Tidak terhitung, berapa isu terkait pendidikan kedokteran, pemerintahan, kesehatan, pengembangan masyarakat, dan kepemimpinan yang dihasilkan setiap kepengurusan. Dengan pengalaman berpuluh-puluh tahun ditempa dan dideru berbagai tantangan dan perubahan, ada satu hal penting yang luput dari perhatian.

Sebuah organisasi membutuhkan manajemen untuk menciptakan keberlangsungannya. Manajemen yang dimaksud di sini terdiri dari tiga hal mendasar: manajemen produksi (atau operasi), manajemen manusia, dan manajemen pekerjaan (atau organisasi itu sendiri (Donnely et. al., 1984). Dari pernyataan ini, tersirat bahwa sistem manajerial sebuah organisasi tidak hanya mencakup problem-problem teknikal; menilik lebih jauh, ia juga mencakup manajemen individual dan perilaku sebagai sebuah kesatuan terkecil yang turut menjadi kontributor suksesnya organisasi. Pertanyaannya adalah, bagaimana menciptakan sebuah sistem manajerial yang baik dan komprehensif?

Mencoba melakukan breakdown dari kalimat di atas, ISMKI di tahun 2016 telah hadir dengan membawa perlengkapan-perlengkapan baru yang menggenapkan hingga ke poin terkecil, assessment. Assessment atau yang biasa disebut dalam bahasa Indonesia sebagai ‘penilaian’, diharap bisa menjadi komponen yang menyukseskan manajerial hingga ke tingkat terkecil, yaitu perilaku individual. Pada tahun 2017, ISMKI berupaya untuk terus memperbaiki diri dengan mencoba meningkatkan partisipasi individu dan institusi, untuk melakukan kontribusi terbaiknya bersama ISMKI. Keluaran yang diharapkan dari upaya untuk melihat sebuah organisasi dalam jarak se-dekat-dekatnya ini adalah segala hal yang tercatat bisa menjadi usulan pengembangan yang objektif untuk program kerja lain dan bahkan kepengurusan yang akan datang. Selanjutnya, kami berharap ISMKI ke depannya menjadi organisasi yang memliliki kontinuitas dan terus berkembang, mengikuti kebutuhan jaman.

(13)

B. VPAD dan Staff Ahli

a) VPAD: Fenti Endriyani (FK UNS 2012) b) Staff Ahli:

1. Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ. Brawijaya 2015) 2. Hilmy Farhan (FK Univ. Airlangga 2014)

3. Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Tanjungpura 2013)

4. Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013) 5. Raden Roro E.K.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013)

1. Controlling, Evaluating, and Developing Department (CED for Department) i. Need Assesment

a. Deskripsi

Penilaian project dan bidang sebelum IMSS menggunakan toolkit assessment milik VPAD ISMKI 2016 yang akan disebar luas-kan sebelum IMSS 2017 dan dipaparkan saat sesi President Meeting (Presmeet).

b. Tujuan

 Sebagai optimalisasi kinerja sekbid dalam mendesain bidang dan program kerja nya

Sebagai studi kelayakan bidang dan project

 Untuk melihat pemetaan tiap-tiap bidang dan menilai masing-masing bidang dengan skor

c. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan

 Sekbid dan bidang

 Toolkit assessment VPAD 2016 d. Indikator Keberhasilan

Terlampir hasil need assesment sebagai acuan dan saran untuk kepengurusan bidang dan keseluruhan ISMKI

e. Waktu Pelaksaan

 Toolkit dibagikan pada sekbid sebelum DM EB 2017 untuk diisi

 Saat DM EB, toolkit sudah dalam keadaan diisi hanya tinggal menyempurnakan

 Pasca-DM, toolkit diolah oleh tim VPAD untuk ditampilkan saat IMSS f. Person in Charge: Fenti Endriyani (FK UNS 2012)

(14)

ii. Functional capacity of department

a. Deskripsi

Merupakan pembuatan draft kompetensi pengurus harian nasional ISMKI, draft kompetensi awal dan kompetensi yang harus diperoleh selama individu menjadi PHN ISMKI.

b. Tujuan

Mengontrol kualitas pengurus dan mengupgrade kemampuan pengurus sesuai minat dan passion.

c. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan

Kompetensi dan kurikulum yang ditentukan dengan hasil analisis National Coordinator dan Sekjen serta Wasekjen

d. Indikator Keberhasilan

Pengurus harian nasional dapat memenuhi borang yang disediakan dan mendapat skor dalam tanda peningkatan

e. Waktu Pelaksanaan

Awal kepengurusan, tengah tahun dan akhir tahun

f. Person in charge

 Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Tanjungpura 2013)

 Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)

 Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ. Brawijaya 2015)

2. Monthly Assessment of National Officer, National Coordinator and Department i. Monthly Assessment of National Officer

a. Deskripsi

Penilaian per bulan kinerja NO/staff yang diisi oleh NC/Sekbid dengan menggunakan toolkit assessment. Dikirimkan ke Staff Ahli VPAD setiap akhir bulan (tanggal 28-31). Hasil assessment akan diolah untuk menilai staff terbaik bidang per 3 bulan sekali dan staff of the period per 3 bulan sekali

b. Tujuan

 Untuk menjaga kinerja NO/staff dan memberikan motivasi dalam optimalisasi kinerja

(15)

c. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan

 Staff dan sekbid

Toolkit assessment staff (toolkit 1) d. Indikator Keberhasilan

Sekbid rutin mengirimkan toolkit assessment tepat waktu pada Staff Ahli VPAD

Staff Ahli VPAD tepat waktu dalam mengolah data hasil assessment

Rilis pengumuman staff terbaik bidang per bulan dan staff of the period per 3 bulan sekali dapat terlaksana

e. Waktu Pelaksaaan

Toolkit dibagikan tiap mendekati akhir bulan untuk diisi NC/sekbid

 Hasil olahan data akan direkap hingga hasilnya diumumkan per 3 bulan dalam bentuk reward

f. Person in Charge

 Hilmy Farhan (FK Univ. Airlangga 2014)

 Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ.Brawijaya 2015)

ii. Monthly Assessment of National Coordinator and Department

a. Deskripsi

Penilaian per bulan kinerja NC/Sekbid yang diisi oleh Staff Ahli VPAD dengan menggunakan toolkit assessment. Hasil assessment akan diolah untuk menilai national coordinator of the period (sekbid terbaik) per 6 bulan sekali

b. Tujuan

 Untuk menjaga kinerja NC/Sekbid dan memberikan motivasi dalam optimalisasi kinerja

 Untuk menilai National Coordinator of the period per 6 bulan sekali c. Sasaran dan Toolkit yang Digunakan

 Sekbid dan Staff Ahli VPAD

 Toolkit assessment NC/Sekbid (Toolkit 2) d. Indikator Keberhasilan

 Staff Ahli VPAD rutin mengisi toolkit assessment tepat waktu

 Staff Ahli tepat waktu dalam mengolah data hasil assessment

(16)

e. Waktu Pelaksanaan

 Toolkit diisi SA VPAD tiap akhir bulan

 Hasil olahan data akan direkap hingg hasilnya diumumkan per 6 bulan sekali dalam bentuk reward

f. Person in Charge

 Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)

 Raden Roro E.K.W (FK HKBP Nomensen Medan 2013)

3. Questionnaire

i. Post-Event Questionnaire

a. Deskripsi

 Diisi oleh SC eksternal (ISMKI yang menjadi SC acara bersangkutan) dan SC dan/ OC internal setelah melaksanakan kegiatan ISMKI yang ditenderkan

 Diisi oleh representatif dari yang menghadiri acara tersebut (Presbem, PHN, PHW, dll)

b. Tujuan

 Untuk menilai evaluasi dari event yang dijalankan

 Sebagain bahan masukan untuk urgensi kontinuitas project pada tahun-tahun berikutnya

 Untuk melihat kepuasan penyelenggara terhadap event c. Sasaran

SC ISMKI, SC dan/OC institusi d. Indikator Keberhasilan

 Kuesioner dapat dibagikan segera setelah event dilaksanakan (maksimal 2 minggu setelah hari terakhir pelaksaan event)

 Kuesioner diisi dengan jumlah yang representative

 Kuesioner dapat diolah secepatnya untuk kemudian dirilis kepada publik dan dijadikan bahan untuk manual tenderisasi tahun ke depan

e. Waktu Pelaksanaan

 Kuesioner dibuat di awal kepengurusan

 Diisi maksimal 2 minggu setelah hari terakhir event

 Diolah maksimal rilis 1 bulan setelah hari terakhir pelaksanaan event f. Person in Charge

 Hilmy Farhan (FK Univ. Airlangga 2014)

(17)

4. Development of Organizational

a. Deskripsi

Merupakan langkah kinerja VPAD yang akan berupaya melaksanakan kinerja ISMKI sesuai dengan perencanaan pembangunan organisasi, dan landasan inti oragnisasi ISMKI

b. Tujuan

Menyusun milestone ISMKI yang terencana

c. Sasaran

Organisasi ISMKI secara menyeluruh

d. Indikator keberhasilan

Terbentuknya GBHO yang dapat didefinisikan secara berjenjang (pertahun) dan pelaksanaan GD sekjen dan bidang yang koheren.

e. Waktu pelaksanaan Sepanjang kepengurusan

f. Person in charge

 Fenti endriyani ( FK UNS 2012)

 Desak Made Alvenia Saras Sita Wiryawan (FK Univ.Brawijaya 2015)

 Hilmy Farhan (FK Univ. Airlangga 2014)

 Meliani Fransiska Andita (FK Univ. Tanjungpura 2013)

 Dyah Putri Mentari Ginting (FK Univ Lambung Mangkurat 2013)

(18)

GRAND DESIGN

VICE PRESIDENT OF EXTERNAL AFFAIRS (VPE)

IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

PERIODE 2017 - 2018

KATA SAMBUTAN

Assalamualaikum wr.wb., salam sejahtera.

Puji dan Syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu wata’ala karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk terus mengembangkan diri dan tentunya diberi semangat untuk terus mengusahakan peningkatan taraf kesehatan masyarakat Indonesia.

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia adalah sebuah organisasi yang sudah tidak dapat diragukan lagi eksistensinya melalui semua program kerjanya dalam rangka memfasilitasi mahasiswa kedokteran untuk turut bekerja bersama pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia terutama di bidang kesehatan.

Sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia, selain kekuatan di bidang internalnya, ISMKI tentunya juga membutuhkan hubungan yang baik dengan berbagai pihak eksternal, baik organisasi pemerintahan maupun diluar pemerintahan di Indonesia, untuk berkerjasma dan mendukung dijalankanya berbagai program kerja ISMKI. Selain di Indonesia, ISMKI juga akan terus menunjukkan eksistensinya di kancah internasional melalui International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) sebagai salah satu National Member Organization (NMO) yang aktif di dalamnya.

Untuk mewujudkan berbagai hal di atas, tentunya akan membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak yang terlibat dalam ISMKI baik dari tingkatan institusi, wilayah, dan nasional, sehingga akan sangat menyenangkan bila kita semua bisa bergerak bersama menuju ISMKI yang lebih baik dan dapat memberikan manfaat lebih untuk masyarakat dan mahasiswa kedokteran Indonesia.

Demikian sambutan singkat ini, semoga semangat mengabdi untuk negeri tetap tertanam pada diri kita dan dapat kita sebarkan usaha baik ini untuk orang-orang di sekitar kita. Kurang lebihnya mohon maaf,

Wassalamualaikum wr.wb. Ramadhania Noor Nadya Eksternal Bidang Wasekjen 2018 -2017 Periode ISMKI

(19)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang sangat luas, mencakup lebih dari 15.000 pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sebanding dengan luasnya, Indonesia juga memiliki jumlah institusi kesehatan yang tidak bisa dibilang sedikit. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia, selain memfokuskan pandangan kepada program kerja dan keadaan internalnya juga tetap harus memastikan inklusifitas ISMKI, agar organisasi ini dapat benar-benar menaungi dan dirasakan kebermanfaatannya oleh seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia.

Diibutuhkan koordinasi eksternal yang baik untuk mewujudkan hal-hal di atas. Wasekjen bidang eksternal ISMKI akan berkoordinasi dengan empat bidang eksternal, yaitu International Affair (IA), Funding and Partnership (FP), Information and Communication Technology (ICT) dan Public Relations (PR) yang masing-masing bidangnya akan dipimpin oleh seorang Koordinator Nasional Bidang.

VISI DAN MISI

Visi

Mewujudkan ISMKI SATU, dengan memaksimalkan kebermanfaatan ISMKI bagi mahasiwa kedokteran seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Misi

1. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

2. Menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan mahasiswa kedokteran Indonesia, baik nasional maupun internasional.

3. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

4. Memberikan arahan dan acuan kerja untuk 4 bidang eksternal untuk menyamakan arah kerja dan memaksimalkan fungsi bidang.

TAGLINE

VPE Siap Berkarya!

SUSUNAN TIM

VPE: Nadya Noor Ramadhania (Univ. Airlangga) Staf Ahli VPE:

1. M. Rizky Nur Karim (Univ. Padjajaran) 2. Faisal Gani Putra Arlond (Univ. YARSI)

3. Inggit Luthfia Zahra (Univ. Muhammadiyah Malang) 4. Dhau’atha Yudhistira (Univ. Mataram)

5. Anthony Paulo Sunjaya (Univ. Tarumanegara) 6. Trevor Seo Zih Siang (Univ. Sumatera Utara) 7. Rannissa Puspita (Univ. YARSI)

(20)

PROGRAM KERJA

1. Eksternalisasi Proker

A. Latar Belakang Program Kerja

ISMKI memiliki beragam proker dari berbagai bidang yang tentunya bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran maupun masyarakat secara luas, namun, tidak semua orang mengerti mengenai proker-proker besar ini sehingga diperlukan eksternalisasi yang lebih masif lagi dari ISMKI yang merupakan gabungan dari pekerjaan tiga bidang eksternal, yaitu FP, PR, dan ICT. Dibutuhkan pula berbagai kerjasama untuk memaksimalkan proker-proker ISMKI sehingga diperlukan perhatian khusus dari tim eksternal mengenai hal ini.

B. Tujuan Program Kerja

Memaksimalkan dan menyebarluaskan manfaat proker ISMKI kepada mahasiswa kedokteran dan masyarakat pada umumnya.

C. Deskripsi Program Kerja

Pembuatan tim eksternal di setiap program kerja besar ISMKI yang terdiri dari satu orang staf ahli VPE dan 1 orang dari setiap bidang eksternal.

D. Value

Sinergis dan Universal.

E. Metode Program Kerja

Pembagian tim eksternal menjadi kelompok-kelompok kecil yang bertugas untuk mendampingi panitia OC penender acara-acara besar ISMKI atau staf bidang yang melaksanakan proker tersebut. Berikut ini adalah program kerja yang akan kami masifkan eksternalisasinya:

1. Bulan Bakti ISMKI 2017

2. National Multi Development Project (NMDP) 2017 3. Rapat Koordinasi Nasional 2017

4. Medprobe 2017

5. Indonesiam International Medical Olympiad (IIMO) 2017

6. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional 2017 7. Indonesian Medical Students’ Summit (IMSS) 2018

F. Sasaran Program Kerja 1. Staf bidang eksternal 2. Panitia proker besar ISMKI

(21)

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan timeline program kerja terkait, persiapan dimulai hingga tiga bulan sebelum dimulainya acara.

1. Bulan Bakti ISMKI 2017 (April 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Februari 2017) 2. National Multi Development Project (NMDP) 2017 (Mei 2017 persiapan dilakukan

sejak bulan Februari 2017)

3. Rapat Koordinasi Nasional 2017 (Agustus 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Mei 2017)

4. Medprobe 2017 (Juni 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Maret 2017)

5. Indonesiam International Medical Olympiad (IIMO) 2017 (Oktober 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Juli 2017)

6. Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional 2017 (November 2017 persiapan dilakukan sejak bulan Agustus 2017)

7. Indonesian Medical Students’ Summit (IMSS) 2018 (Februari 2018 persiapan dilakukan sejak bulan November 2017)

H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dari proker ini dinilai dari setiap program kerja 1. Kerjasama dengan organsisasi pemerintahan/non pemerintahan (3 poin) 2. Publikasi media massa lokal (1 poin per publikasi)

3. Publikasi media massa nasional (2 poin per publikasi)

4. Bantuan sponsorship oleh link perusahaan dari FP (2 poin per sponsor) Dinilai sebagai keberhasilan eksternalisasi proker tersebut

- Baik, jika >7 poin - Cukup, jjka 5-7 poin - Butuk, jika <5 poin

Kemudian dijumlahkan menjadi pencapaian satu tahun, dinilai: - Baik, jika >50 poin

- Cukup, jika 35-50 poin - Buruk, jika <35 poin

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

J. Penanggung Jawab

(22)

2. Partnership for Medstuds

A. Latar Belakang Program Kerja

Akhir-akhir ini terdapat banyak organiasi kepemudaan dari berbagai bidang yang melakukan gerakan-gerakan sosial dan komunitas-komunitas lain yang bertujuan untuk pengembangan potensi pemuda. Semangat ini perlu diintegrasikan dengan ISMKI, mengingat kita juga memiliki berbagai program kerja yang memiliki tujuan yang mirip dengan organisas-organsisasi tersebut. Kolaborasi ISMKI selain menguntungkan dari segi sumber daya, juga dapat menambah pelajaran yang dapat kita peroleh dari kinerja mereka.

B. Tujuan Program Kerja

1. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

2. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Menghimpun proker-proker bidang yang membutuhkan kolaborasi dengan GO/NGO lalu bekerjasama dengan penanggung jawab proker tersebut dibantu dengan PR untuk membuat kerjasama.

D. Value

Sinergis dan universal

E. Metode Program Kerja

Mengumpulkan proker-proker dari setiap bidang yang potensial untuk dilakukan kerjasama dengan pihak eksternal, kemudian ditindaklanjuti oleh VPE dan PR. Setelah proker selesai, pembinaan kerjasama akan dilakukan terus-menerus oleh PR dengan bentuk pengiriman majalah spektrum BPN ISMKI atau project book ISMKI, sehingga jika ingin dilakukan kerjasama kedepannya akan lebih mudah, yang lalu diikuti dengan pembuatan database GO/NGO yang pernah bekerjasama dengan ISMKI. (event).

(23)

F. Sasaran Program Kerja 1. Bidang-bidang ISMKI 2. GO dan NGO

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Penghimpunan nama GO&NGO di awal kepengurusan hingga Februari 2017. Pencarian link lalu dilanjutkan dengan kerjasama sepanjang kepengurusan.

H. Indikator Keberhasilan

- Baik, jika >7 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan - Cukup, jika terdapat 4-7 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun

kepengurusan

- Buruk, jika terdapat <4 GO/NGO berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

J. Penanggung Jawab

 Faisal Gani Putra Arlond (Univ. Yarsi)

 M. Rizky Nur Karim (Univ. Padjajaran)

3. Nation-wide Sponsorship

A. Latar Belakang Program Kerja

Sebagai sebuah organisasi yang besar dengan beragam program kerja, ISMKI tentunya membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil. Selain dari pencarian dana melalui fundraising, diperlukan pula pencarian dana berupa sponsorship. Tidak hanya untuk membiayai proker ISMKI maupun tenderisasi, partnership dengan badan usaha juga dibutuhkan untuk meningkatkan kebermanfaatan ISMKI melaui ISMKI membercard, untuk itulah diperlukan adanya sinkronisasi antara data yang dimiliki FP wilayah dan nasional, sehingga sponsrship yang telah dimiliki oleh FP wilayah dan nasional dapat saling digunakan oleh wilayah lain, regio, atau bahkan institusi.

B. Tujuan Program Kerja

1. Mengusahakan agar kebermanfaatan ISMKI dapat dirasakan oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai instiusi kedokteran di Indonesia dengan cara melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

(24)

2. Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Menggabungkan kerja FP nasional dan wilayah dalam rangka pencarian sponsorship, terutama untuk ISMKI membercard.

D. Value

Sinergis dan Universal

E. Metode Program Kerja

Diawali dengan pendataan sponsorship yang pernah didapatkan oleh FP Nasional dan wilayah, kemudian dilakukan penindaklanjutan dengan penghubungan wilayah yang membutuhkan sponsorship dengan badan usaha tertentu oleh wilayah lain / FP Nasional yang telah bekerjasama dengan badan usaha tersebut.

F. Sasaran Program Kerja 1. FP Nasional

2. FP Wilayah 1,2,3 dan Danus Wilayah 4 3. FP OC acara tenderisasi

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

 Sosialisasi proker: Februari 2017

 Kerjasama dan pembuatan database bersama hingga akhir kepengurusan H. Indikator Keberhasilan

 Baik, jika >4 badan usaha baru berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan

 Cukup, jika terdapat 3-4 badan usaha berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan

 Buruk, jika terdapat <3 badan usaha berhasil diajak kerjasama dalam satu tahun kepengurusan FP Nasional FP Wilayah FP OC tender

(25)

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

J. Penanggung Jawab

Inggit Luthfia Zahra (Univ. Muhammadiyah Malang)

4. Internasionalisasi ISMKI

A. Latar Belakang Program Kerja

Sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia, sudah saatnya ISMKI juga memiliki peran di dunia internasional. Hal ini dapat kita capai dengan memanfaatkan keanggotaan ISMKI bersama CIMSA sebagai National Member Organization (NMO) dari IFMSA. Terdapat banyak fasilitas dari IFMSA yang belum pernah kita manfaatkan sebelumnya, baik dari program-programnya hingga pendelegasiannya.

B. Tujuan Program Kerja

Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Melakukan upaya untuk memperlihatkan kinerja ISMKI di dunia internasional dengan cara memperbarui LoA dengan CIMSA dan melakukan pencerdasan mengenai IFMSA untuk PHN, PHW, Presiden BEM FK, dan Hublu BEM FK.

D. Value

Sinergis, Aktif Berkontribusi, Terdidik dan Universal.

E. Metode Program Kerja a. LoA CIMSA – ISMKI

Memperbarui dan melengkapi Letter of Agreement CIMSA – ISMKI yang telah disetujui di awal terbentuknya CIMSA dan menjalankannya.

b. Bedah IFMSA

Melakukan pencerdasan mengenai IFMSA melalui webinar untuk PHN dan PHW, sesi training mengenai IFMSA di acara ISMKI, penyertaan materi tentang IFMSA di pengakaran ISMKI institusi.

c. Sinkronisasi program IFMSA

Aktif mendaftarkan proker ISMKI maupun institusi ke program IFMSA, activities fair di general assemblies dan Rex-Crossley Awards.

(26)

F. Sasaran Program Kerja 1. CIMSA

2. Pengurus harian ISMKI 3. Presiden BEM FK

4. Mahasiswa Kedokteran Indonesia

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Pencerdasan akan dilakukan bertahap sepanjang kepengurusan.

H. Indikator Keberhasilan a. LoA CIMSA – ISMKI

o Disetujui (3 poin) o Tidak disetujui (0 poin) b. Bedah IFMSA

o >80% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang

diukur melalui tes pasca pencerdasan (3 poin)

o 60-80% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang

diukur melalui tes pasca pencerdasan (2 poin)

o <60% pengurus harian sudah memiliki pengetahuan dasar tentang IFMSA yang

diukur melalui tes pasca pencerdasan (1 poin) c. Sinkronisasi proker

o Terdapat >5 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (3 poin)

o Terdapat 3 – 5 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (2 poin)

o Terdapat <3 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam program IFMSA (1 poin)

o Terdapat 1 proker ISMKI maupun institusi yang terdaftar dalam activities fair IFMSA (2 poin)

o Terdapat 1 proker ISMKI maupun institusi yang masuk ke 10 besar Rex Crossley Awards IFMSA (3 poin)

Kemudian dijumlahkan menjadi pencapaian satu tahun dan dinilai: 1. Baik jika >9 poin

2. Cukup jika 6-9 poin 3. Kurang jika <6 poin

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

(27)

J. Penanggung Jawab

 Trevor Seo Zih Siang (Univ. Sumatera Utara)

 Rannissa Puspita (Univ. YARSI)

5. External Kit

A. Latar Belakang Program Kerja

ISMKI hingga saat ini telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjalankan program kerjanya dan berencana untuk semakin memperluas jangkauan kolaborasinya. Oleh sebab itulah, ISMKI membutuhkan identitas yang dapat dibawa untuk merepresentasikan dirinya kepada pihak eksternal.

B. Tujuan Program Kerja

Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa Kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Pembuatan company profile ISMKI yang telah diperbarui dan memiliki corporate identity yang harus digunakan oleh seluruh pengurus harian ISMKI di bidang eksternal untuk merepresentasikan ISMKI di dunia luar.

D. Value Universal.

E. Metode Program Kerja

Pembuatan company profile bekerjasama dengan ICT dan VPPD dalam pengumpulan database proker besar ISMKI yang akan dimasukkan di dalamnya, selain itu juga bekerjasama dengan seluruh bidang serta Badan Kelengkapan ISMKI untuk berkontribusi di dalamnya.

F. Sasaran Program Kerja 1. Pengurus harian ISMKI

2. Seluruh bidang dan badan kelengkapan ISMKI G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Pengumpulan bahan untuk company profile dalam hingga bulan Februari 2017 yang dilannjutkan dengan proses pembuatan dan diharapkan bisa dirilis pada bulan Maret 2017.

H. Indikator Keberhasilan

1. Baik, jika external kit berhasil dibuat sesuai dengan deadline 2. Cukup, jika external kit berhasil dibuat melebihi waktu deadline

(28)

I. Perkiraan Dana Program Kerja

Pencetakan company profile @Rp 50.000,00 x 50= Rp 2.500.000,00

J. Penanggung Jawab

Anthony Paulo Sunjaya (Univ. Tarumanegara)

6. Rebranding ISMKI

A. Latar Belakang Program Kerja

Sebagai sebuah organisasi kepemudaan, ISMKI tidak luput dari banyaknya perubahan yang terjadi di sekitar kita. Di era modern ini, dimana semua hal saat ini sudah berbasis teknologi, penampakan visual sangat penting dalam branding suatu organisasi. Oleh sebab itulah, saat ini dirasa diperlukan untuk memperbarui corporate identity ISMKI yang diharapkan bisa mengikuti tren pemuda masa kini.

B. Tujuan Program Kerja

Memperkuat branding ISMKI sebagai organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia baik di kancah nasinal maupun internasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Pembuatan corporate identity ISMKI yang baru dan memperbarui logo ISMKI tanpa menghilangkan makna dari logo ISMKI yang sudah ada.

D. Value Universal

E. Metode Program Kerja

Pembentukan tim rebranding yang terdiri dari tim eksternal dan sekretaris jenderal serta wakil sekretaris jenderal ISMKI. Launching corporate identity baru ISMKI akan dilakukan di RAKORNAS 2017 yang diharapkan langsung dapat digunakan setelah disahkan pada IMSS 2018.

F. Sasaran Program Kerja

ISMKI Nasional, Wilayah dan Badan Kelengkapan.

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

IMSS 2017: Pengajuan rebranding

Februari 2017 – Juli 2017: pembuatan corporate identity, sosialisasi ke wilayah dan badan kelengkapan Rakornas 2017: Launching lambang baru ISMKI, Pengajuan perubahan lambang ISMKI di AD/ART.

(29)

H. Indikator Keberhasilan

 Baik, jika seluruh komponen dari CI berhasil diperbarui

 Cukup, jika sebagian komponen dari CI berhasil diperbarui

 Buruk, jika tidak ada perubahan pada CI ISMKI. I. Perkiraan Dana Program Kerja

-

J. Penanggung Jawab

(30)

TIMELINE

Program kerja 2017 2018

Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb Eksternalisasi proker BB NMDP Medprobe Rakornas IIMO LKMM-Nas IMSS

Partnership for Medstuds Penghimpunan

proker oleh bidang Pencarian link kerjasama Nation-wide Sponsorship Sosialisasi ke wilayah Pembuatan database awal Pencarian link kerjasama Internasionalisasi ISMKI LoA CIMSA-ISMKI Webinar IFMSA untuk pengurus harian Pembuatan SOP pengakaran Nasionalisme ISMKI-LKMM Bedah IFMSA RAKORNAS External Kit Penghimpunan isi

compro & project book Layouting &

finishing Pencetakan dan

(31)

Program kerja 2017 2018 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb

Rebranding ISMKI Pembuatan CI Launching CI Sosialisasi penggunaan CI

PENUTUP

Demikian pemaparan grand design wakil sekretaris jenderal bidang eksternal, besar harapan kami agar semua elemen ISMKI dapat saling bekerjasama untuk mewujudkan ISMKI yang lebih baik dan kontributif.

(32)

GRAND DESIGN

VICE PRESIDENT OF INTERNAL AFFAIRS (VPI)

IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

PERIODE 2017 – 2018

KATA SAMBUTAN

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) adalah ikatan organisasi mahasiswa sejenis yang menjadi wadah seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia melalui Lembaga Eksekutif Mahasiswa tiap institusi. Sebagai organisasi yang menghimpun seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia, ISMKI telah menjadi lambang persatuan dan pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia yang sifatnya independen dan terbebas dari belenggu kepentingan pihak tertentu. Saat ini ISMKI telah beranggotakan 73 institusi, dengan 72 anggota utama dan 1 anggota muda. ISMKI dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal yang di bantu oleh lima orang wakil sekretaris jenderal yang menaungi masing-masing bidang yang berbeda dan koordinator bidang berjumlah delapan orang.ISMKI terbagi atas empat wilayah, dimana wilayah satu menaungi 19 universitas, wilayah dua menaungi 17 universitas, wilayah tiga menaungi 14 universitas, dan wilayah empat menaungi 23 universitas. Untuk di wilayah, ISMKI dipimpin oleh seorang sekretaris wilayah yang dibantu oleh sekretaris bidang serta para staff masing-masing bidang. ISMKI di dalam kepengurusannya memiliki dua badan kelengkapan yang berafiliasi pada bidang penelitian ilmiah dan pers. Kedua bidang tersebut adalah Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) dan Badan Pers Nasional (BPN).

Dengan begitu banyaknya komponen dan potensi ISMKI, maka sudah seharusnya agar kekuatan ini selalu terjaga dengan senantiasa berkoordinasi kepada pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Disini merupakan peran dan fungsi dari wakil sekretaris jenderal bidang internal untuk selalu mengedepankan kerjasama serta koordinasi yang baik terhadap semua unsur yang terkait, dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Guna mencapai idealisme ISMKI yang sesungguhnya, yaitu mampu menjadikan ISMKI sebagai gerbong utama dalam penyelesaian masalah-masalah yang menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat indonesia, terkhusus seluruh mahasiswa kedokteran di indonesia. Ada beberapa tugas dari bidang internal yaitu bertanggung jawab penuh terhadap pengembangan seluruh institusi-institusi yang merupakan anggota ISMKI. Dan juga membuat prosedur dan standar kebutuhan, evaluasi, kepuasan dan pengembangan institusi. Dari tugas yang kedua ini bisa di telaah bahwa ISMKI khususnya bidang internal dalam menyusun strategi terkait dengan tugas dan fungsi selalu berpikir bagaimana agar tujuan dari idealisme ISMKI itu sendiri bisa tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan, itulah yang biasa di sebut dengan indikator keberhasilan suatu strategi. Pada akhirnya semoga dengan kokohnya institusi dapat menjadi kunci keberhasilan tercapainya visi dan misi ISMKI.

Fadhil Muhammad Internal Bidang Wasekjen 2018 -2017 Periode Nasional ISMKI

(33)

PENDAHULUAN

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan 17.508 pulau dan total luas negara 5.193.250 km2. Sejatinya untuk mampu berkembang dan bersaing menjadi negara yang makmur dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Salah satu aspek yang mendukung tercapainya negara yang makmur adalah kesehatan. Kesehatan menjadi sisi mata uang yang jika di optimalkan akan menjadi pondasi dalam kemajuan bangsa, karna bangsa yang sehat menunjukkan kualitas bangsa tersebut.

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai garda terdepan perjuangan mahasisa kedokteran Indonesia memiliki peran yang vital dalam mengawal arah, strategi dan kebijakan pemerintah dalam aspek kesehatan. Untuk itu dibutuhkan kajian dan pergerakan yang masif dalam mengawal hal tersebut. Dengan beranggotakan 73 institusi, ISMKI memiliki potensi yang besar dalam menjalankan fungsinya. ISMKI juga memiliki Badan Kelengkapan (BK) yaitu Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) dan Badan Pers Nasional (BPN). Badan Kelengkapan (BK) ISMKI merupakan badan yang dibentuk untuk menjalankan, mengkordinasikan, mendukung aktivitas ISMKI dan mengembangkan bakat mahasiswa kedokteran Indonesia.

Dengan bekal potensi ini dan melalui proses integrasi sumber daya maupun proses manajemen yang baik sebagai kesatuan sistem kordinasi yang terorganisir diharapkan ISMKI mampu mencapai tujuan organisasi yaitu “Terbinanya Mahasiswa Kedokteran sebagai insan akademis dan pengabdi menuju terwujudnya dokter profesional dan berdaya saing serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”sebagai perwujudan idealisme ISMKI.

VISI DAN MISI

Visi

Internal masif-progresif, ISMKI kokoh berjaya!

Misi

1. Optimalisasi koordinasi Institusi-Wilayah-Nasional dan Badan Kelengkapan 2. Menjaga Stabilitas Internal

3. Memperkuat SDM

4. Optimalisasi proses pengakaran ISMKI di Institusi, kegiatan tiap wilayah dan nasional. 5. Memperkuat Institusi Afiliasi

TAGLINE

(34)

SUSUNAN TIM

Vice President for Internal Affairs:

Muhammad Fadhil (Universitas Halu Oleo)

Secretary:

Sumiosa Hardini Fitri Hara (Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Staff Ahli:

Adhika Rahman (Universitas Islam Indonesia) Anantyo Satria Anugrha (Univeritas Sebelas Maret)

Amirul Adil Abdullah (Universitas Muhammadiyah Makassar) Fauzan Yan Rabbani (Universitas Islam Sumatera Utara) Jeni Friska (UPN Veteran Jakarta)

Khishotul Hayati (Universitas Padjajaran)

Muhammad Hidyatullah (Universitas Islam Al Azhar Mataram) Muhammad Ilham Raymana (Universitas Tadulako)

Syahrasyid Abdul Malik (Universitas Al Khairat)

Penanggung Jawab Koordinasi Wilayah: Wilayah 1 : Fauzan Yan Rabbani

Wilayah 2 : Jeni Friska

Wilayah 3 : Anantyo Satria Anugrha Wilayah 4 : Muhammad Hidayatullah

VPI

Wilayah

Badan Kelengkapan

ISMKI

Staf VPI

Sekretaris VPI

(35)

Pembagian Tim Kebijakan Strategis Vice President of Internal Affairs

 We Are ISMKI: 1. Fauzan Yan Rabbani 2. Jeni Friska

3. Anantyo Satria Anugrha 4. Muhammad Hidayatullah

 Sinergisitas Program Institusi-Wilayah-Nasional dan Badan Kelengkapan ISMKI: 1. Fauzan Yan Rabbani

2. Jeni Friska

3. Anantyo Satria Anugrha 4. Muhammad Hidayatullah 5. Adhika Rahman

o Center Of PHW and PHN Recruitment and Coordination (CPRC): 1. Fauzan Yan Rabbani

2. Jeni Friska

3. Anantyo Satria Anugrha 4. Muhammad Hidayatullah

o Koordinasi institusi-wilayah-nasional 1. Fauzan Yan Rabbani

2. Jeni Friska

3. Anantyo Satria Anugrha 4. Muhammad Hidayatullah

o Koordinasi Badan Kelengkapan ISMKI Adhika Rahman

 Tim Upgrading PHN dan PHW 1. Khishotul Hayati

2. Syahrasyid Abdul Malik 3. Sumiosa Hardini Fitri Hara

 Tim Khusus SK FK Baru

1. Amirul Adil Abdullah 2. Muhammad Ilham Raymana

 Leadership Camp

Muhammad Ilham Raymana  Intervensi PHN

Syahrasyid Abdul Malik

 Pengakaran ISMKI :

1. Khishotul Hayati

(36)

PROGRAM KERJA

1. We Are ISMKI A. Latar Belakang

Nasionalisasi menjadi tantangan ISMKI sebagai strategi fondasi pergerakan mahasiswa Kedokteran dengan fokus pada institusi masing-masing, yakni mengenal seutuhnya keberadaan ISMKI dan mencintai dalam bentuk penghayatan dengan hasil kerja yang nyata. Sebagai organisasi yang menjadi wadah seluruh pergerakan mahasiswa kedokteran Indonesia, Nilai-nilai ISMKI, harus ditanamkan dalam hati nurani dengan ketulusan dan dikembangkan melalui branding, kampanye, dan mengenalkan ISMKI lewat berbagai media yang ada.

B. Tujuan Program Kerja

Menjadikan ISMKI episentrum mahasiswa kedokteran Indonesia dan dapat menumbuhkan nasionalisme ISMKI ke mahasiswa kedokteran Indonesia.

C. Deskripsi Program Kerja

Upaya membangunkan keadaan dan memupuk rasa nasionalisme anggota ISMKI, wadah berkumpul, berinteraksi, menukar ide dan inovasi untuk masalah kesehatan dan kemajuan ilmu kedokteran di Indonesia. sehingga dapat memasifkan posisi ISMKI di tatanan lokal yang menjadi pondasi ISMKI. Dilakukan bisa dengan kampanye, hastag, atribut lain dan media sebagai sumber utama.

D. Value

Masif, Kreatif. Atraktif, dan Universal

E. Metode Program Kerja

- Branding ISMKI Via Atribut Merchandise:

Menjual Merchandise ISMKI ke anggota secara masif, kreatif, dan menarik kepada anggota.

- Branding ISMKI Via Media Sosial dan Campaign:

Mengenalkan ISMKI kepada anggota melalui media sosial dan kampanye, dari segi sejarahnya, Struktur Organisasinya, peran nyatanya, mindset #KitaISMKI, Serta info up to date lainnya mengenai ISMKI

F. Sasaran Program Kerja

Mahasiswa kedokteran Indonesia.

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Selama kepengurusan berlangsung

H. Indikator Keberhasilan

- Terbentuknya SOP We Are ISMKI - Terbukanya PO Merchandise ISMKI

(37)

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

J. Penanggung Jawab

1. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. Wilayah 2: Jeni Friska

3. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugrha 4. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah

2. Sinergisitas Program Institusi-Wilayah-Nasional

A. Latar Belakang

Manajemen organisasi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan berawal dari niat,dedikasi dan motivasi penuh anggota. Pengaruh peran pengurus lebih berorientasi pada berkarya dan membina. Solusi mengatasi permasalahan secara cepat, siap dan tanggap terhadap pemahaman organisasi. Berupaya untuk senantiasa menciptakan organisasi yang harmonis. Masalah yang terjadi di ISMKI, mulai dari individu, tingkat institusi, wilayah, dan nasional. Berdasarkan hal tersebut, untuk mencapai sinergisitas yang baik maka dibutuhkan koordinasi yang berkala. Sehingga ISMKI menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan Institusi, Wilayah, dan Nasional yang nantinya akan menciptakan sebuah koordinasi yang baik antara ISMKI dengan sinergisitas program Institusi, Wilayah, Nasional. Dengan begitu aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa bisa ditampung sehingga ISMKI bisa mengatur langkah dan strategi pergerakan untuk mewujudkan visi dan misinya.

B. Tujuan Program Kerja

Melaksanakan dan membangun koordinasi ISMKI yang sinergis, dinamis dan humanis dari Institusi, Wilayah, Nasional. Sehingga terwujud suatu arah yang selaras dalam roda aktivitas ISMKI.

C. Deskripsi Program Kerja

Pertemuan Sekjendter dengan para Presbem, dan Sekretaris Wilayah via online maupun offline dan pembuatan kalender bersama seluruh agenda ISMKI serta menyelaraskan program secara spesifik Nasional dan Wilayah yang di ketahui dan di setujui oleh presbem yang berfungsi untuk membantu ISMKI dalam mencapai tujuannya, karena itu Nasional, Wilayah, dan Institusi harus berjalan beriringan dan dibutuhkan koordinasi yang baik demi ISMKI.

D. Value

(38)

E. Metode Program Kerja

- Diskusi Grand Design Sekjendter Pra Leadership Camp

Diskusi ini terdiri atas Presbem, Sekretaris Wilayah, Sekjend dan Sekjendter yang membahas dan mengkritisi Grand Design Sekjendter agar sesuai kebutuhan Institusi dan sinergis antara Nasional-Wilayah-Institusi untuk di paparkan dan kritisi lagi pada saat Leadership Camp. Diskusi dilaksankan minimal sekali 1 bulan selama 3 bulan sebelum Leadership camp agar bisa di bagi ke beberapa sesi. Sebelum sesi dimulai, Presbem dan Sekretaris Wilayah di himbau untuk memahami dulu Grand Design sementara Sekretaris Jendral Terpilih.

- Leadership Camp

Dilaksanakan di Rakornas dan akan di jelaskan secara lengkap di SOP Leadership Camp yang sudah terlampir dan di harapkan menghasilkan Grand Design yang di setujui bersama dan sebagai bahan pertimbangan dan persetujuan di Mukernas. - Follow up Pasca Leadership Camp

Dikarenakan Pergantian kepengurusan di wilayah dan beberapa pergantian kepengurusan di Institusi. Sekjendter yang dibantu VPI ISMKI Nasional untuk follow up ke Presbem baru dan Sekwil baru untuk menyesuaikan lagi Grand Design nya agar sinergis antara Nasional-Wilayah-Institusi dan Hasilnya menjadi Pertimbangan akhir untuk di sahkan di Mukernas. Diskusi dilaksanakan 3 bulan sampai 10 hari sebelum Mukernas secara online maupun offline sampai menghasilkan Rancangan Kalender grand Design Nasional-Wilayah-Institusi.

- Pembuatan Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi

Kalender ini di buat rancangannya sebelum Mukernas setelah Sekretaris Wilayah yang baru terpilih dan disahkan pada saat Mukernas.

- Pengisian Angket Evaluasi Sinergisitas

Angket Evaluasi Program Kerja ini akan dilampirkan di SOP. Angket ini sebagai tolak ukur apakah Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi benar-benar di laksanakan dan membawa sinergisitas selama 1 tahun kepengurusan dan sebagai bukti evaluasi untuk Sekretaris Jendral Terpilih selanjutnya. Angket ini akan diisi oleh Presbem, Sekretaris Wilayah, dan Sekretaris Jendral mulai 3 bulan sampai 10 hari sebelum Munas. Hasilnya akan dipaparkan ketika Munas.

F. Sasaran Program Kerja

Sasaran Sinergisitas Program Lokal-Wilayah-Nasional terdiri atas 3 komponen: - Sekretaris Jendral terpilih

- Sekretaris Wilayah beserta jajarannya

(39)

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Selama masa Sekjendter di lantik sampai Sekjend sudah demisioner.

H. Indikator Keberhasilan

- Secara Kualitatif:

A. Grand Design Sekjend dan semua Programnya yang sinergis selama satu kepengurusan, dinilai dari Angket Evaluasi yang disebar ke Presbem dan Sekretaris Wilayah.

B. Adanya Kalender Grand Design Nasional-Wilayah-Institusi dan sudah dipublikasikan kepada kepada PHW, PHN, dan Presbem

- Secara Kuantitatif:

Presbem dan Sekwil hadir 80% di setiap sesi diskusi online Grand Design, Leadership Camp, dan Mukernas.

I. Perkiraan Dana Program Kerja -

J. Penanggung Jawab

1. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. Wilayah 2: Jeni Friska

3. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugerah 4. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah

3. Center Of PHW and PHN Recruitment and Coordination (CPRC)

A. Latar Belakang

Institusi sebagai anggota ISMKI dan pemberi mandat untuk anggotanya dalam menjabat sebagai PHW/PHN harus bertanggungjawab dalam menjaga kontribusinya kepada ISMKI melalui koordinasi di tingkat institusi dalam menjaga dan mengembangkan potensi PHN/PHW nya serta Institusinya demi arah gerak dan masa depan ISMKI yang lebih baik

B. Tujuan Program Kerja

Membentuk wadah koordinasi yang utuh antara PHN/PHW/Presbem agar terjalinnya kerjasama sejak perekrutan hingga bentuk kinerja sehari-hari di lokal, wilayah dan nasional.

C. Deskripsi Program Kerja

Wadah ini dibentuk ditiap-tiap institusi sebagai centre of PHN/PHW recruitman and coordination. Anggotanya dari PHN/PHW serta Presbem dari institusi yang sama.

(40)

D. Value

Sinergis, Aktif, Kontributif, Responsibilitas

E. Metode Program Kerja

- Forum Diskusi:

Forum ini terdiri atas PHW, PHN, dan Presbem atau jajarannya yang diberi mandat. Di forum diskusi ini ada koordinator, notulen, dan anggota diskusi yang sudah di tunjuk Presbem atau disepakati bersama. Forum Diskusi dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2-4 minggu. Diskusi bisa laksanakan secara offline maupun online.

Yang di bahas di forum ini adalah kinerja dan koordinasi bidang, kinerja per individu di kepengurusan ISMKI, serta peran Institusi dalam memasifkan perannya sebagai anggota ISMKI. Sekurang-kurangnya CPRC setiap institusi membahas AD/ART ISMKI, GBHO ISMKI, Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut, Instruksi Sekjend tahun tersebut, Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI, dan bidang-bidang yang ada di ISMKI yang berkaitan dengan PHW dan PHN serta Koordinasi dan kondisi di lapangan. Harapannya ada kaderisasi yang baik juga yang di hasilkan dari forum diskusi ini agar peran PHW dan PHN yang di delegasikan Institusi lebih maksimal dalam kepengurusan ISMKI dan Institusi itu sendiri bisa berperan aktif, efektif, masif, kolaboratif serta sinergis dalam kemajuan ISMKI dan menuju Indonesia Sehat.

Dalam keberjalanannya, VPI ISMKI Nasional beserta Staf Ahli nya bersedia untuk di invite di grup CPRC setiap institusi atau mencari orang yang tepat sesuai fokus pengkaderan (Contoh : Sekjend, Sekbidnas, Sekwil, Sekbidwil, MPA, Alumni Pengurus ISMKI dan lain-lain) sebagai narasumber yang di harapkan oleh institusi apabila Institusi membutuhkan dan berkenan untuk menunjang proses kaderisasi dan peningkatan mutu.

- Pelaporan Hasil Diskusi:

Pelaporan hasil diskusi yang berkenan di laporkan kepada Sekretaris Wilayah dan VPI ISMKI Nasional atau jajarannya yang sudah di beri mandat. Selengkapnya bisa dilihat di poin Koordinasi VPI ISMKI Nasional, Sekwil, dan Presbem dari setiap Institusi Anggota.

(41)

F. Sasaran Program Kerja

Sasaran CPRC terdiri atas 5 komponen. 3 komponen utama, 1 komponen kontrol, dan 1 komponen fasilitator:

- 3 komponen utama yaitu PHW, PHN, dan Presbem di setiap Institusi anggota ISMKI.

- 1 komponen kontrol yaitu Sekretaris Wilayah 1, 2, 3, 4.

- 1 komponen fasilitator yaitu Narasumber Diskusi apabila diperlukan

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Sepanjang kepengurusan

H. Indikator Keberhasilan

- Secara Kualitatif:

Semua Komponen Utama sudah membahas AD/ART ISMKI, GBHO ISMKI, Rekomendasi Munas ISMKI di tahun tersebut, Instruksi Sekjend tahun tersebut, Garis Koordinasi dan Kepemimpinan di ISMKI, dan bidang-bidang yang ada di ISMKI yang berkaitan dengan PHW dan PHN serta Koordinasi dan kondisi di lapangan dalam satu kepengurusan ISMKI yang di buktikan di notulensi pelaporan Forum Diskusi.

- Target Kuantitatif:

Komponen Utama hadir 80% di setiap sesi diskusi.

I. Perkiraan Dana Program Kerja

-

J. Penanggung Jawab

1. Wilayah 1: Fauzan Yan Rabbani 2. Wilayah 2: Jeni Friska

3. Wilayah 3: Anantyo Satria Anugerah 4. Wilayah 4: Muhammad Hidayatullah

4. Koordinasi institusi-wilayah-nasional

A. Latar belakang

Luasnya wilayah Kerja ISMKI terkadang mempersulit fungsi kontrol secara langsung sehingga hal ini dapat menyebabkan terhambatnya program-program kerja dari ISMKI itu sendiri. Selain itu, dapat pula menimbulkan potensi kesenjangan karena perbedaan kultur organisasi dimasing-masing wilayah.

Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi yang baik antara nasional, wilayah dan institusi sehingga semuanya bisa berjalan dengan tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadi penurunan kinerja.

(42)

B. Tujuan Program Kerja

- Membangun kepenguruan ISMKI yang sinergis, dinamis, dan humanis dari nasional, wilayah dan institusi

- Menciptakan tata kelola organisasi yang profesional

- Menciptakan suasana yang lebih hangat dan menambah rasa memiliki di ISMKI - Menjadikan ISMKI ruang pemecahan masalah bagi institusi

C. Deskripsi Program Kerja

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dibutuhkan koordinasi yang baik antara nasional, wilayah dan institusi agar ISMKI selayaknya mampu mengenali masalah di setiap institusi, dan dapat membantu meningkatkan kapasitas institusi. Koordinasi yang baik dapat dibangun dengan meningkatkan komunikasi antara nasional, wilayah dan institusi, yang dimana telah dibagi penanggung jawab untuk setiap wilayahnya.

D. Value

Sinergis, Signifikan, Aktif Berkontribusi

E. Metode Program Kerja

- Net Meeting via line atau skype secara rutin - Direct Meeting di Event ISMKI

F. Sasaran Program Kerja

- Sekretaris Jendral - Sekretaris Wilayah - Pengurus Harian Wilayah - Presbem setiap Institusi

G. Waktu Pelaksanaan Program Kerja

Sepanjang kepengurusan

H. Indikator Keberhasilan

1. Terlaksana NM rutin dengan Sekwil setiap 2 bulan sekali

2. Terlaksana NM dengan PresBEM perwilayah setiap 2 bulan sekali

3. Terlaksananya NM dengan wilayah atau institusi secara tentative apabila ada agenda mendesak

4. Terbentuknya form evaluasi wilayah 5. Terlaksananya DM di kegiatan wilayah

(43)

I. Perkiraan Dana Program Kerja

-

J. Penanggung Jawab

1. Wilayah 1 : Fauzan Yan Rabbani 2. Wilayah 2 : Jeni Friska

3. Wilayah 3 : Anantyo Satria Anugerah 4. Wilayah 4 : Muhammad Hidayatullah

5. Koordinasi Badan Kelengkapan ISMKI

A. Latar belakang

ISMKI sebagai garda terdepan pergerakan mahasiswa fakultas kedokteran se-Indonesia. Namun, untuk menguatkan peran ISMKI tersebut maka ISMKI mendirikan Badan Kelengkapan yang hingga saat ini berjuang bersama untuk menggerakkan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia. Badan Kelengkapan ISMKI ada 2, yaitu BAPIN (Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional) dan BPN (Badan Pers Nasional). Kedua badan ini punya garis kerjanya masing-masing, BAPIN bergerak di bidang keilmiahan dan BPN bergerak di bidang pers. Meskipun mempunyai AD/ART sendiri, namun BAPIN dan BPN juga harus bisa bekerjasama secara sinergis dengan ISMKI, karena mengingat dinamika ISMKI dan BK harus selaras dan berjalan dengan harmonis supaya tercapai tujuan yang sama. Demi mewujudkan sinergisitas tersebut, maka dari ISMKI terkhusus VPI memiliki fungsi sebagai komunikator dan evaluator terhadap BK, serta jembatan antara ISMKI dengan BK. Dan juga mengingat bahwa ISMKI dan BK adalah satu kesatuan, maka koordinasi yang baik juga sangat diperlukan untuk sama-sama memajukan pergerakan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia.

B. Tujuan Porgram Kerja

Terwujudnya koordinasi yang sinergis antara ISMKI dan BK sebagai satu kesatuan yang sama-sama memliki niat untuk memajukan pergerakan mahasiswa FK se-Indonesia.

C. Deskripsi Program Kerja

Diskusi dan koordinasi dengan BK terkait problematika yang sedang dihadapi, baik internal (dengan ISMKI) atau eksternal. Kemudian memecahkannya dengan solusi yang inovatif dan aplikatif. Dan memantau perkembangan BK setiap 1 bulan sekali melalui netmeet.

D. Value

Sinergis, aktif, kolaborasi

References

Related documents