dan Mutiara Tani di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu)
Skripsi
Oleh
Ian Aditya
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG 2020
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA
dan Mutiara Tani di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu)
Oleh Ian Aditya
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan faktor pendukung dan faktor penghambat Kelompok Wanita Tani dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dan Mutiara Tani. Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pada Kelompok Wanita Tani tidak terlepas dari adanya faktor pendukung seperti Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Komunikasi, Disposisi (sikap) dan Sistem (kelengkapan organisasi). Namun dalam penelitian ini yang menjadi faktor penghambat adalah faktor Sumber Daya Alam dan Disposisi (sikap) bagi Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dan Mutiara Tani. Kemudian kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan keluarga baik dari Kelompok Wanita Tani “Dewi Sri” dan “Mutiara Tani” memaparkan bahwa dari kegiatan kebun kolektif menyediakan bahan pangan (sayuran) dengan harga murah kepada anggotanya, pemanfaatan lahan memberikan peluang anggota yang melakukannya untuk menjual hasil sayuran maupun dikonsumsi keluarga, budidaya ikan lele membuat anggotanya membeli ikan lele dengan harga lebih terjangkau, simpan pinjam memberikan akses kepada anggota yang membutuhkan pinjaman dan bagi Kelompok Wanita Tani “Dewi Sri” telah membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota serta arisan, ketika gilirannya tiba, uangnya dapat digunakan untuk keperluan keluarga. Begitupun dengan Kelompok Wanita Tani “Mutiara Tani” namun bedanya belum ada pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) pada kegiatan simpan pinjamnya. Tetapi mereka ada kegiatan pengolahan hasil pangan, anggotanya akan mendapatkan upah kerja mengolah produk (keripik pisang, telur asin dan beras merah) sebesar 25% dari keseluruhan penjualan dan menerima bahan pangan bergizi dari kegiatan penambahan gizi keluarga.
Kata kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, kelompok wanita tani, kesejahteraan keluarga
ABSTRAK
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA
ABSTRACT
SUPPORTING AND INHIBITING FACTORS FOR WOMEN FARMER GROUP (KWT) IN IMPROVING FAMILY WELFARE
(Comparative Study on the Women Farmer Group (KWT) Dewi Sri and Mutiara Tani in Hamlet I Bulukarto, Bulukarto Village,
Gadingrejo District, Pringsewu Regency)
By Ian Aditya
This study aims to explain the supporting factors and inhibiting factors of the Women Farmer Group in improving family welfare in Hamlet I of Bulukarto, Bulukarto Village. The method of this research is descriptive method using a qualitative approach. The subjects in this study were “Dewi Sri” Women Farmer Group and “Mutiara Tani” Women Farmer Group. Determination of informants in this study was done by purposive sampling technique, data collection was done by conducting observations, in-depth interviews and documentation. The results showed that the success of Women Farmer Group was inseparable from the existence of supporting factors such as Natural Resources (SDA), Human Resources (HR), Communication, Disposition (attitude) and Systems (organizational completeness). However, in this study the inhibiting factors are the Natural Resources and Disposition factors (attitudes) for Women Farmer Group “Dewi Sri” and Women Farmer Group “Mutiara Tani”. Then in relation to improving family welfare, both from the "Dewi Sri" Women Farmer Group and the Mutiara Tani Women Farmer Group explained that from the collective garden activities providing cheap food (vegetables) to their members, land use provides opportunities for members who do it to sell vegetables and for family consumption, catfish farming makes its members buy catfish at a more affordable price, savings and loans provide access to members who need loans and for the "Dewi Sri" Women Farmers Group has distributed the Remaining Business Results to members and the social gathering, when the turn comes, the money can be used for family needs. Likewise with “Mutiara Tani” Women Farmer Group but the difference is there is no division of the remaining business results from saving and loan activities. But they have the food processing activities, members will get a work wage for processing products (banana chips, salted eggs and brown rice) get 25% of total sales and receive nutritious food from family nutrition activities.
dan Mutiara Tani di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu)
Oleh
Ian Aditya
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA SOSIOLOGI
Pada
Jurusan Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG 2020
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN KELUARGA
RIWAYAT HIDUP
Ian Aditya, dilahirkan di Tambahrejo Kabupaten Pringsewu pada tanggal 14 Maret 1998. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Bapak Sugiyanto dan Ibu Sri Satiti. Penulis memiliki 2 saudara perempuan yang bernama Eka Sekar Asih dan Lintang Septriana.
Jenjang pendidikan yang pernah ditempuh antara lain:
1. TK Taruna Jaya Sidoharjo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu pada tahun 2001 dan lulus di tahun 2003
2. SD Negeri 1 Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada tahun 2003 dan lulus di tahun 2009
3. SMP Negeri 1 Gadingrejo, pada tahun 2009 dan lulus di tahun 2012
4. SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, pada tahun 2012 dan lulus di tahun 2015 5. Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung
tahun 2015 dan lulus pada tahun 2020.
MOTTO
Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)
(QS. An-Nisa: ayat 45)
Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar
(QS. Al-Baqarah: ayat 153)
Aku percaya walau mungkin dunia seolah menjauhi dan beranjak pergi, Dia akan selalu ada. Aku percaya dengan lindunganNya, sejauh apapun
aku melangkah walau mungkin harus sendiri, langitNya masih menaungiku dengan sejuta keindahanNya
(Ikhsanudin)
Jika kamu bersantai, kamu akan melewatkan waktu tanpa berbuat sesuatupun. Maka mulailah rencanakan hidupmu, tentukan pilihanmu,
lakukan dan kontinu (Ian Aditya)
Kamu mungkin boleh kalah dan tertinggal namun kamu tidak boleh patah arang saat kembali berjuang
(Ian Aditya)
Effort makes you. You will regret someday if you don’t do your best now. Don’t think it’s too late to keep working on it
PERSEMBAHAN
Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, skripsi ini Saya persembahkan kepada:
Bapak dan Ibuku Tercinta Sugiyanto dan Sri Satiti
Kakak dan adikku Tersayang Eka Sekar Asih dan Lintang Septriana
Dosen Pembimbing dan Dosen Pembahas
Ibu Dra. Yuni Ratna Sari., M.Si. dan Ibu Dr. Erna Rochana., M.Si. Kawan-kawan seperjuanganku
Sosiologi 2015
Almamaterku Keluarga Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Lampung
Dan semua orang-orang baik dan terkasih yang sudah membantu sehingga sampai Pada tahap sekarang ini
Terimakasih atas dukungan, doa, saran dan kritik yang telah diberikan kepadaku, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik kepada kita semua,
SANWACANA
Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya. Tiada daya dan upaya serta kekuatan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan skripsi ini selain atas limpahan karunia dan anugerah-Nya. Sholawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada junjungan Ilahi Robbi, Nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita nantikan syafa’atnya Fiddini Waddunnya Ilal Akhiroh.
Skripsi ini berjudul “FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi Komparasi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri dan Mutiara Tani di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu)”. Merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sosiologi di Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung.
1. Allah SWT yang senantiasa memberikan karunia dan ridho-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proses pendidikan dan penyusunan skripsi ini dengan baik.
2. Kepada Bapak Dr. Syarief Makhya selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung.
3. Kepada Bapak Drs. Ikram., M.Si. selaku Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung, yang sudah memberikan motivasi, saran dan masukan untuk kelancaran studi dan dalam penyusunan skripsi ini serta prosesnya sampai akhir.
4. Ibu Dra. Yuni Ratna Sari., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi. Terimakasih Ibu yang telah memberikan banyak waktu, tenaga, motivasi, kritik dan masukan selama proses penulisan skripsi ini. Maafkan saya Ibu yang terlalu banyak kekurangan, ketidakpahaman dan merepotkan selama mengerjakan skripsi ini. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan dan keberkahan kepada Ibu dan Keluarga.
5. Ibu Dr. Erna Rochana., M.Si. selaku dosen penguji utama. Terimakasih telah mengkoreksi dan memberikan kritik serta saran yang sangat berguna demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga Ibu selalu diberikan kesehatan dan limpahan rahmat oleh Allah SWT.
7. Kepada Bapak Teuku Fahmi., S.Sos. M.Krim. aku sangat berterimakasih atas kebaikan bapak membantuku proses mengurus surat cuti akademik karena musibah kecelakaan yang aku alami. Bantuanmu sungguh berarti pak, karena bapak, aku kembali melihat bahwa ada pelangi saat badai mereda. Karena bapak juga, aku kembali bersemangat melanjutkan studi yang sempat tertunda. Kebaikan bapak akan selalu aku kenang selama hidupku dan aku akan selalu mendoakan bapak supaya Allah selalu memberikan kesehatan baik kepada bapak maupun keluarga serta menempatkan kalian di Surga terindahNya, aamiinn.
8. Seluruh Staf Administrasi dan Karyawan FISIP Unila yang telah membantu melayani urusan administrasi perkuliahan.
9. Untuk kedua orangtuaku tersayang, Ayah Sugiyanto dan Ibu Sri Satiti, aku sangat berterimakasih atas cinta, kasih sayang dan pengorbanan yang telah Ayah dan Ibu berikan kepada Dadu, kalian yang tidak pernah lupa selalu mendoakan dan memberikan dukungan selama pengerjaan skripsi ini. Dahulu sempat rasanya aku ingin menyerah saat tertimpa musibah kecelakaan tetapi atas dukungan yang kalian beri, membantuku melewati semuanya, aku kembali bangkit untuk menyelesaikan studi demi kalian. Aku hanya bisa memohon kepada Allah supaya kalian selalu diberikan kesehatan dan dimasukkan dalam Surga terindahNya.
terbaik untukmu, aku hanya bisa mendoakannya mbak.
11. Untuk segenap keluarga besar, pakde Joko, bude Eli, om Sultan, Bule Tri, mbak Puput, Kakak Wira, Adek Acha terimakasih atas bantuan yang kalian beri. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada kalian dan limpahan rahmat, amiinn.
13. Hey kamu, Feisa, terimakasih sudah meluangkan waktu dateng ke seminar sampe ujian kompre, bawa-bawain hadiah lagi. Cepet dituntasin kuliahnya ya, buat bangga papa dan mama mu.
14. Untuk Syaripah, Swita, Bobby, Iqbal, Hendra, Rini, Jayen, Yasir dan Hanif terimakasih sudah menjadi teman terbaik selama berjuang dapetin gelar S1 sosiologi. Terimakasih atas kebaikannya ya guys. Jangan lost contact pokoknya lho, sering-sering meet up wkwk. Semoga kita bisa sukses bareng ya, ammiinn.
15. Teman-teman KKN, Duwi, Farhan, Mutia, Ikhwan, Putri dan Wewe di Desa Bumi Ratu, Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan terimakasih sudah menerimaku menjadi teman baru kalian dan atas kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan selama 40 hari. Terimakasih juga kepada (Alm) Bapak Suwardi beserta keluarganya atas kebaikan dan telah menjadikan kami sebagai anak selama 40 hari.
Demikian sanwacana ini ditulis, dengan penuh kerendahan hati penulis memohon maaf atas kekurang sempurnaan skripsi ini. Namun demikian, penulis berharap semoga penulisan skripsiini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Ilmu Sosiologi dan Khalayak pada umumnya.
Bandar Lampung, 22 Januari 2020
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... ii
DAFTAR GAMBAR ... iii
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan tentang Kelompok ... 7
1. Definisi Kelompok ... 7
2. Fungsi Kelompok ... 8
B. Tinjauan tentang Kelompok Wanita Tani (KWT) ... 9
C. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Kelompok Wanita Tani . 10
D. Tinjauan tentang Kesejahteraan Keluarga ... 12
1. Konsep Sejahtera ... 12
2. Konsep Keluarga ... 14
3. Kesejahteraan Keluarga ... 15
4. Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Keluarga ... 16
5. Pengelompokkan Keluarga Sejahtera ... 20
E. Teori Modal Sosial ... 23
F. Penelitian Terdahulu ... 26
G. Kerangka Berfikir ... 28
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tipe Penelitian ... 30
B. Penentuan Informan ... 31
C. Fokus Penelitian ... 31
D. Lokasi Penelitian ... 32
E. Sumber Data Penelitian ... 32
F. Teknik Pengumpulan Data ... 33
G. Keabsahan Data ... 35
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Desa/Pekon Bulukarto ... 39
B. Kelembagaan Desa Bulukarto ... 40
C. Potensi Umum Desa Bulukarto ... 41
1. Keadaan Geografis ... 41
2. Pertanian di Desa Bulukarto ... 43
3. Peternakan di Desa Bulukarto ... 43
D. Kondisi Demografi Desa Bulukarto ... 44
1. Jumlah Penduduk ... 44
2. Status Sosial Ekonomi Masyarakat ... 44
E. Sarana dan Prasarana Desa Bulukarto ... 47
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Kelompok Wanita Tani (KWT) ... 49
1. Kelompok Wanita Tani Dewi Sri ... 49
2. Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani ... 50
B. Profil Informan ... 51
1. Informan 1 ... 52
2. Informan 2 ... 52
3. Informan 3 ... 53
4. Informan 4 ... 53
5. Informan 5 ... 54
6. Informan 6 ... 54
C. Hasil Penelitian ... 55
D. Rangkaian Kegiatan di Kelompok Wanita Tani ... 64
1. Kebun Kolektif ... 65
2. Pemanfaatan Lahan ... 69
3. Budidaya Ikan Lele ... 72
4. Simpan Pinjam ... 74
5. Arisan ... 76
6. Pengolahan Hasil Pangan ... 78
7. Penambahan Gizi Keluarga ... 80
E. Faktor Pendukung Kelompok Wanita Tani ... 82
1. Sumber Daya Manusia (SDM) ... 82
2. Komunikasi ... 84
3. Sistem ... 85
F. Faktor Penghambat Kelompok Wanita Tani ... 87
1. Sumber Daya Alam (SDA) ... 87
2. Disposisi (sikap) ... 89
G. Kesejahteraan Keluarga ... 90
H. Analisis Pembahasan Faktor Pendukung dan Penghambat Kelompok Wanita Tani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dengan Tinjauan Teori Modal Sosial ... 92
1. Kegiatan-Kegiatan Kelompok Wanita Tani... 94
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... 100 B. Saran ... 101 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Penelitian Terdahulu ... 28
Tabel 2. Nama Kepala Desa Bulukarto Tahun 1920-2019 ... 40
Tabel 3. Nama Kelembagaan Desa Bulukarto ... 40
Tabel 4. Luas Wilayah Desa Bulukarto ... 41
Tabel 5. Orbitrasi/jarak Tempuh Desa Bulukarto ... 42
Tabel 6. Iklim Desa Bulukarto ... 42
Tabel 7. Hasil Pertanian di Desa Bulukarto ... 43
Tabel 8. Jenis Peternakan di Desa Bulukarto ... 43
Tabel 9. Jumlah Penduduk Desa Bulukarto ... 44
Tabel 10. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Bulukarto ... 44
Tabel 11. Agama Penduduk Desa Bulukarto ... 45
Tabel 12. Tingkat Pendidikan Desa Bulukarto ... 46
Tabel 13. Sarana Sekolah di Desa Bulukarto ... 46
Tabel 14. Prasarana Tempat Ibadah Desa Bulukarto ... 47
Tabel 15. Sarana Kesehatan ... 47
Tabel 16. Sistem Pengairan ... 48
Tabel 17. Kepengurusan Kelompok Wanita Tani “Dewi Sri” ... 50
Tabel 18. Kepengurusan Kelompok Wanita Tani “Mutiara Tani” ... 50
Tabel 19. Profil Informan ... 51
DAFTAR GAMBAR
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Adagium “dibalik kesuksesan seorang pria atau laki-laki, pasti ada wanita atau perempuan dibelakangnya”, menunjukkan posisi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat memiliki peran yang sangat penting. Memasuki era globalisasi ini membuat semakin meningkatnya kesadaran dan pemerataan kesempatan berusaha, maka emansipasi wanita untuk memiliki harkat dan martabat dengan pria terus meningkat sehingga pada mulanya sebagai ibu rumah tangga, mulai berubah dan turut secara langsung membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Terlebih di zaman sekarang ini, banyak dijumpai kaum hawa sebagai motor penggerak berbagai sektor pembangunan, salah satunya untuk memajukan dan mensejahterakan bidang pertanian.
2
wadah (kelas) belajar, wahana kerja sama dan unit produksi. Supaya dapat terus berkembang dan memajukan Kelompok Wanita Tani, tiap anggota Kelompok Wanita Tani harus berperan aktif mengikuti rangkaian kegiatan dalam kelompoknya, mengikuti pembinaan dan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas terkait.
Petani wanita pedesaan sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tonggak penghasil pangan. Begitu pentingnya wanita tani sehingga tidak ada satu benih pun yang jatuh ke bumi tanpa sentuhan tangan wanita. Mereka terlibat dalam semua tahap kegiatan, mulai dari pengolahan tanah sampai dengan pemasaran hasil, khususnya pada kegiatan penyiangan, panen, pasca panen dan pemasarannya. Namun alasan dibalik kaum wanita bergabung dengan Kelompok Wanita Tani sebenarnya adalah masalah ekonomi keluarga yang belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari sehingga wanita tani dituntut untuk terlibat dalam setiap kegiatan kelompok tani dengan mengorbankan waktu, mencurahkan pikiran dan tenaganya.
3
Kelompok Wanita Tani Dewi Sri berdiri pada tanggal 15 Agustus 2013 yang terletak di RT 03/RW 01 Dusun I Bulukarto yang terdiri dari 50 anggota. Kegiatan yang dimiliki oleh Kelompok Wanita Tani Dewi Sri adalah kebun kolektif, pemanfaatan lahan, budidaya ikan lele, koperasi simpan pinjam dan arisan. Sedangkan Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani berdiri pada tanggal 15 Juni 2017 yang letaknya di RT 01/RW 01 Dusun I Bulukarto dan mempunyai 35 anggota. Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani memiliki rangkaian kegiatan yang hampir sama dengan Kelompok Wanita Tani Dewi Sri namun ada dua kegiatan tambahan didalamnya yaitu pengolahan pangan dan penambahan gizi keluarga.
4
berupa pembuatan keripik pisang, telur asin dan beras merah, serta penambahan gizi keluarga yang dilakukan dengan membagikan tambahan bahan pangan bergizi berupa telur, gula dan kacang hijau sebulan sekali pada tiap anggota kelompok. Bahan pangan bergizi yang dibagikan dapat berubah setiap 7 bulan sekali seperti misalnya daging, ayam, ikan atau bahan makanan lain sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok. Kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan gizi keluarga tani yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
Begitupun Keberhasilan masing-masing Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dan Mutiara Tani tidak terlepas dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung tersebut diantaranya adalah dukungan pemerintah, koordinasi dan kerjasama yang baik antar anggota, keaktifan anggota dalam melaksanakan kegiatan dan komitmen untuk selalu memecahkan permasalahan bersama. Sedangkan faktor penghambat yang sering dijumpai adalah sumber dana/modal, sumber air dan kondisi alam. Namun, masalah terbesar pada kedua Kelompok Wanita Tani adalah kurang adanya komitmen anggota selama pelaksanaan kegiatan serta memecahkan permasalahan yang mereka hadapi sebagai contohnya kebun kolektif milik Kelompok Wanita Tani Dewi Sri sudah lama tidak produksi begitu juga dengan kolam lele milik Kelompok Wanita Tani Mutiata Tani.
5
dan faktor penghambat dari masing-masing Kelompok Wanita Tani dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini difokuskan pada masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat Kelompok Wanita Tani Dewi Sri di RT 02/RW 02 dan Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani di RT 01/RW 01 dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk :
1. Memaparkan faktor pendukung dan faktor penghambat Kelompok Wanita Tani Dewi Sri di RT 02/RW 02 dan Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani di RT 01/RW 01 dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
6
Pemberdayaan Masyarakat yang meneliti pemberdayaan perempuan pada Kelompok Wanita Tani.
b. Memberi kontribusi dalam rangka memperkaya referensi dan menambah wawasan dalam penelitian di masa depan dan sebagai bahan bacaan pada Ruang Baca Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan perpustakaan Universitas Lampung.
2. Manfaat Praktis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada Dinas Pertanian berupa gambaran mengenai faktor pendukung dan faktor penghambat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
b. Sebagai bahan acuan bagi mahasiswa yang berminat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Kelompok Wanita Tani.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Kelompok
1. Definisi Kelompok
Secara sosiologis istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Sedangkan dalam pengertian umum kelompok merupakan golongan, kelas, lapisan atau kumpulan manusia yang dibatasi oleh ciri, kondisi dan kesamaan kepentingan tertentu, (Abdulsyani, 2012). Kelompok dibentuk sebagai suatu sistem sosial yang tentu saja bukan hanya sebagai wadah untuk berkumpul, akan tetapi kelompok memiliki fungsi yang dapat dirasakan oleh anggota kelompok. Cartwright dan Zander (1968) menyebutkan bahwa ada empat fungsi kelompok yaitu: (1) media pencapaian tujuan bersama (group achievement), (2) media usaha untuk mempertahankan kehidupan kelompok (group maintenance), (3) media untuk membantu anggota kelompok memperkuat kemampuannya, dan (4) media untuk membantu menetapkan hubungan dengan lingkungan sosialnya.
8
orang lain secara keseluruhan. Mayor Polak dalam Abdulsyani (2012) berpendapat bahwa kelompok adalah suatu group, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan antar hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kelompok merupakan orang-orang yang memiliki kepentingan bersama dan membentuk sebuah interaksi dalam sebuah group.
2. Fungsi Kelompok
Fungsi kelompok biasanya ditentukan berdasarkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh seseorang sebagai anggota kelompok. Jika tujuan tersebut dapat dijamin pencapaiannya melalui kerjasama dalam suatu kelompok, disamping kelompok dirasakan sebagai wadah yang bermanfaat, maka kehidupan kelompok tersebut akan semakin stabil dan dapat bertahan relatif lama. Kelompok dapat berfungsi sebagai alat pemenuh kebutuhan bagi setiap anggotanya. Dengan terpenuhinya kebutuhan perseorangan atau anggota kelompok, maka sekaligus dapat mendorong semangat kerja kelompok, sehingga tujuan kelompok dapat mudah dipenuhi. Dengan demikian berarti eksistensi kehidupan kelompok semakin banyak dibutuhkan. Tujuan kelompok yang didasarkan atas pemenuhan kebutuhan perorangan, merupakan faktor yang dapat mendorong suatu kelompok menjadi dinamis (Abdulsyani, 2012).
Dalam buku Joining Together, Group Theory and Group skills, karangan David W. Johnson dalam Abdulsyani (2012), disebutkan bahwa “Goal are guides for action , and it is throught group goals that efforts of group members are and
9
menggerakkan manusia supaya giat belajar, sehingga selanjutnya dapat melahirkan suatu perencanaan dan dapat menciptakan suatu koordinasi (dalam usaha suatu kelompok).
B. Tinjauan Kelompok Wanita Tani (KWT)
1. Kelompok Wanita Tani (KWT)
Kelompok tani adalah kumpulan petani yang terlibat secara non formal dan dibentuk atas dasar kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya), keakraban dan keserasian, serta mempunyai pimpinan untuk mencapai tujuan bersama. Wiranti dalam Khasanah (2017), menjelaskan bahwa secara umum, kelompok tani dibentuk untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi petani yang tidak bisa diatasi secara individu, kelompok tani dapat dibentuk secara swadaya maupun atas dasar kepentingan kebijakan dari pemerintah melalui Dinas Pertanian. Secara teoritis kelompok tani diartikan sebagai kumpulan petani yang terikat saecara informal atas dasar keserasian dan kepentingan bersama dalam usaha tani.
10
Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil kesimpulan yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang mana anggotanya terdiri dari wanita-wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian. Berbeda dengan kelompok tani lainnya, Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pembinaannya diarahkan untuk mempunyai suatu usaha produktif dalam skala rumah tangga yang memanfaatkan atau mengolah hasil-hasil pertanian maupun perikanan, sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga. Idealnya Kelompok Wanita Tani harus mampu untuk terus berkembang dalam hal pengelolaan usaha kelompok, produksi, kemitraan dan permodalan. Keberhasilan Kelompok Wanita Tani tidak lepas dari sumber daya manusia, komunikasi antar anggota, disposisi (sikap), sumber daya alam dan sistem.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Kelompok Wanita Tani
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kelompok wanita tani adalah: 1. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia yaitu ketersediaan staf pelaksana yang cukup dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan. Sumber daya manusia yang berkualitas yang ditunjang dengan kemampuan dan spesialisasi fungsi yang diperlukan untuk melaksanakan setiap pekerjaan, sumber daya finansial dan dibarengi dengan ketersediaan fasilitas penunjang yang diperlukan untuk melancarkan tugas dan pekerjaan aparat.
2. Komunikasi
11
semua aparat pelaksana sampai ke tingkat bawah (masyarakat petani). Dalam hal ini diperlukan kerjasama dan koordinasi terhadap setiap langkah program yang dilaksanakan. Setiap aparat pelaksana harus mengintegrasikan pelaksanaan tugas masing-masing bidang dengan pencapaian tujuan program, sehingga nantinya ditemukan kesatuan gerak langka dalam melaksanakan kebijakan pengembangan usaha tani sampai ke tingkat masyarakat penerima bantuan.
3. Disposisi (Sikap Pelaksana)
Disposisi (sikap pelaksana) yaitu merupakan komitmen dari aparat pelaksana untuk betul-betul melaksanakan setiap program yang ditetapkan. Aparat pelaksana yang direkrut adalah aparat yang memiliki kemampuan, pengalaman dan kemauan untuk bekerja keras, sehingga apapun tantangan yang akan ditemuinya dilapangan diharapkan dapat diatasi dengan suatu komitmen untuk pencapaian tujuan program.
4. Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam adalah kekayaan alam yang dimiliki oleh masyarakat seperti ketersediaan lahan pertanian, pengairan dan sumberdaya lainnya yang sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pengembangan usaha tani. 5. Sistem
12
untuk dapat melaksanakan pekerjaan tanpa ragu-ragu karena sudah memiliki prosedur pelaksanaan.
Dari pendapat diatas, alasan peneliti memakai faktor-faktor tersebut karena merupakan faktor penting dalam berkelompok sebab membutuhkan sumber daya manusia, sumber daya alam, perlunya komunikasi yang terjalin dengan baik dan disposisi (sikap) anggota seperti sikap tekun, giat, komitmen, konsisten, pekerja keras dan sistem berupa kelengkapan dasar Kelompok Wanita Tani (AD/ART, profil, nomor registrasi) dan susunan organisasi untuk menspesifikasikan anggota dalam bekerja. Jadi, disimpulkan beberapa hal yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat diantaranya adalah Sumber Daya Manusia (SDM), Komunikasi, Disposisi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sistem.
D. Tinjauan Tentang Kesejahteraan Keluarga
1. Konsep Sejahtera
Kesejahteraan berasal dari kata “sejahtera” yang dari bahasa Sansekerta “Catera” yakni payung. Dalam konteks ini, kesejahteraan yang terkandung dalam arti “catera” yang berarti (payung) adalah orang yang sejahtera yaitu orang yang dalam hidupnya bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketakutan atau kekhawatiran sehingga hidupnya aman, tentram, baik lahir maupun batin. Kesejahteraan atau sejahtera memiliki empat arti, yaitu:
13
b. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Sejahtera memiliki arti khusus resmi atau teknikal seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.
c. Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial merujuk pada jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide Negara Sejahtera.
d. Di Amerika Serikat, sejahtera menunjuk ke uang yang dibayarkan oleh pemerintah kepada orang yang membutuhkan bantuan finansial, tetapi tidak dapat bekerja atau yang keadaannya pendapatan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan dasar tidak berkecukupan. Jumlah yang dibayarkan biasanya jauh dibawah garis kemiskinan, dan juga memiliki kondisi khusus seperti bukti sedang mencari pekerjaan atau kondisi lain seperti ketidakmampuan atau kewajiban menjaga anak, yang mencegahkannya untuk dapat bekerja. Dibeberapa kasus penerima bahkan diharuskan bekerja dan dikenal sebagai workfare. Sejahtera juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang meliputi rasa aman, tentram lahir dan batin karena merasa sebagian besar kebutuhan tercapai.
14
mulia, kecukupan sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan, persaudaraan dan lainnya. Kesejahteraan sosial juga dapat dimaknai terpenuhinya kebutuhan seseorang, kelompok atau masyarakat dalam hal material, spiritual maupun sosial seperti yang tertuang dalam Undang-Undang No. 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial dalam pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
Jadi kesejahteraan merupakan kondisi dimana manusia merasa tentram dan aman yang telah terpenuhinya segala kebutuhan dan tidak lagi merasa khawatir akan kekurangan.
2. Konsep Keluarga
15
Keluarga memiliki fungsi dalam kehidupan, beberapa fungsi keluarga yang dinyatakan oleh Herliany (2009) adalah sebagai berikut; 1) Fungsi biologis, yang memiliki tujuan a) meneruskan keturunan, b) memelihara dan membesarkan anak, c) memenuhi kebutuhan gizi keluarga, d) memelihara dan merawat anggota keluarga; 2) Fungsi psikologis yang bertujuan a) memberikan kasih sayang dan rasa aman, b) memberikan perhatian diantara anggota keluarga, c) membina pendewasaan anggota keluarga, d) memberikan identitas keluarga; 3) Fungsi sosialisasi, yang bertujuan untuk a) membina sosialisasi pada anak, b) membina norma dan tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, c) meneruskan nilai-nilai keluarga; 4) Fungsi ekonomi, meliputi a) mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, b) pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, c) menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang; 5) Fungsi pendidikan, meliputi a) menyekolahkan anak untuk memberikan bekal keterampilan, pengetahan, dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, b) mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa, c) mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.
3. Kesejahteraan Keluarga
16
yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota keluarganya maupun antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungannya.
4. Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Keluarga
Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan keluarga adalah faktor intern keluarga dan faktor ekstern keluarga. Pengertian dari masing-masing faktor yang memengaruhi kesejahteraan keluarga adalah sebagai berikut:
a. Faktor intern keluarga 1) Jumlah anggota keluarga
Perkembangan kemajuan zaman menyebabkan semakin tingginya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia. Kebutuhan manusia tidak hanya mencakup kebutuhan primer saja, akan tetapi juga kebutuhan lainnya seperti hiburan, sarana ibadah, sarana transportasi dan lingkungan. Semakin banyak jumlah anggota keluarga, maka semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh keluarga tersebut.
2) Tempat tinggal
17
3) Keadaan sosial keluarga
Untuk mendapat kesejahteraan keluarga, alasan yang paling kuat adalah keadaan sosial dalam keluarga. Keadaan sosial dalam keluarga dapat dikatakan baik atau harmonis, bilamana ada hubungan yang baik dan benar-benar didasari ketulusan hati dan rasa kasih sayang antar anggota keluarga, (BKKBN, 1995). Manifestasi dari hubungan yang benar-benar didasari ketulusan hati dan rasa kasih sayang, nampak dengan adanya saling hormat-menghormati, saling membantu dan saling mempercayai. 4) Kondisi ekonomi keluarga
Kondisi ekonomi keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan keluarga. Ekonomi dalam keluarga meliputi keuangan dan sumber-sumber yang dapat meningkatkan taraf hidup anggota keluarga, (BKKBN, 1995). Semakin banyak sumber-sumber keuangan atau pendapatan yang diterima, maka akan meningkatkan taraf hidup keluarga.
b. Faktor ekstern keluarga
Suatu keluarga perlu memelihara dan mengembangkan kesejahteraan keluarganya. Hal itu diperlukan agar kegoncangan dan ketegangan jiwa antar anggota keluarga dapat dihindari karena dapat mengganggu ketentraman, keamanan dan kenyamanan dalam keluarga. Faktor-faktor yang mengakibatkan kegoncangan dan ketegangan jiwa dalam keluarga datang dari luar yaitu:
18
2) Faktor alam seperti musibah tanah longsor, gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi maupun kerusakan lingkungan hidup.
Kedua faktor yang dijelaskan diatas saling berpengaruh satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan serta mempunyai sumbangan yang besar bagi terciptanya kesejahteraan keluarga.
Kemudian ada juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga yang diantaranya ialah:
1) Faktor nilai hidup: sesuatu yang dianggap paling penting dalam hidupnya. Nilai hidup merupakan “konsepsi” artinya gambaran mental yang membedakan individual atau kelompok dalam rangka mencapai sesuatu yang diinginkan.
2) Faktor tujuan hidup: sesuatu yang akan dicapai atau sesuatu yang diperjuangkan agar nilai yang merupakan patokan dapat tercapai. Dengan demikian tujuan hidup tidak terlepas dari nilai hidup.
3) Faktor standar hidup: tingkatan hidup yang merupakan suatu patokan yang ingin dicapai dalam memenuhi kebutuhan.
19
kebutuhan pengembangan, (Tamadi, 2000). Pengertian dari ketiga kriteria kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan dasar, yang terdiri dari:
1) Pangan, kebutuhan ini mencakup pemenuhan kebutuhan makan dan gizi sehari-hari.
2) Sandang, kebutuhan ini mencakup pemenuhan pakaian yang layak pakai dan bersih.
3) Papan, merupakan tempat tinggal sehari-sehari bagi keluarga yang harus terpenuhi.
4) Kesehatan, kebutuhan untuk hidup sehat sehari-hari. b. Kebutuhan sosial psikologis yang terdiri dari:
1) Pendidikan, pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi anak yang mencakup pendidikan formal, informal dan nonformal.
2) Rekreasi, kebutuhan akan hiburan dalam kehidupan keluarga.
3) Transportasi, kebutuhan akan kendaraan untuk transportasi sehari-hari. 4) Interaksi sosial internal dan eksternal, kebutuhan untuk berinteraksi
dalam keluarga dan juga masyarakat. c. Kebutuhan pengembangan yang terdiri dari:
1) Tabungan, simpanan uang atau barang yang digunakan untuk kesehatan, pendidikan anak, jaminan hari tua dan juga untuk kebutuhan yang mendadak/mendesak.
20
5. Pengelompokkan Keluarga Sejahtera
Menurut UU No. 52 tahun 2009 keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasar pada upaya menyejahterakan keluarga diperlukan beberapa tahapan. Menurut Badan Koordinasi Keluarga Nasional (BKKBN) sejak tahun 1994 mengembangkan beberapa indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan keluarga dengan menggunakan indikator ekonomi, kesehatan gizi, dan sosial. BKKBN mengelompokkan menjadi lima tahapan dan diterjemahkan dalam 23 indikator terkait dengan keluarga sejahtera sebagai berikut (BKKKBN, 2007): 1) Keluarga Pra Sejahtera: yaitu keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi
kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sandang, papan, dan kesehatan.
2) Keluarga Sejahtera I: yaitu keluarga sejahtera I sudah dapat memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya seperti kebutuhan akan pendidikan, keluarga berencana KB, interaksi dalam keluarga, interaksi lingkungan tempat tinggal dan transportasi. Indikator yang digunakan sebagai berikut: a) anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut, b) pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih, c) seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk dirumah, bekerja, sekolah, dan berpergian, d) bagian terluas dari lantai rumah bukan tanah, e) bila anak atau anggota keluarga sakit dibawa ke sarana atau petugas kesehatan.
21
dan memeroleh informasi. Indikator yang digunakan dari lima indikator pada keluarga sejahtera I ditambah dengan sembilan indikator sebagai berikut: f) anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing, g) sekurang-kurangnya seminggu sekali keluarga menyediakan daging atau telur atau ikan sebagai lauk pauk, h) seluruh anggota keluarga memeroleh paling kurang satu stel pakaian baru setahun terakhir, i) luas lantai rumah paling kurang 8.0 m² untuk tiap penghuni rumah, j) seluruh anggota keluarga dalam tiga bulan terakhir dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing, k) paling kurang satu orang anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas mempunyai penghasilan tetap, seluruh anggota keluarga yang berumur 10-16 tahun bisa membaca tulisan latin, m) seluruh anak usia 6-15 tahun bersekolah, n) bila anak hidup dengan dua orang atau lebih pada keluarga PUS (Pasangan Usia Subur) saat ini mereka menggunakan kontrasepsi (kecuali bila hamil).
22
keluarga, r) ikut serta dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat, s) mengadakan rekreasi bersama diluar rumah paling kurang sekali dalam enam bulan, t) memeroleh berita dengan membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio, atau menonton televisi, u) anggota keluarga mampu mempergunakan sarana transportasi.
5) Keluarga Sejatera III Plus: yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologinya dan dapat pula memenuhi kebutuhan pengembangannya. Mereka harus memenuhi persyaratan indikator keluarga sejahtera I, II dan ditambah dua indikator sebagai berikut: v) keluarga atau anggota keluarga secara teratur memberikan sumbangan bagi kegiatan sosial masyarakat dalam bentuk materi, w) kepala keluarga atau anggota keluarga aktif sebagai pengurus perkumpulan, yayasan, atau instansi masyarakat lainnya.
23
Kesejahteraan keluarga dalam penelitian ini berfokus pada perbaikan hidup keluarga tani seperti perbaikan gizi dan penambahan pendapatan khususnya bagi Kelompok Wanita Tani.
E. Teori Modal Sosial
Modal sosial dapat didefinisikan sebagai serangkaian nilai dan norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok masyarakat yang memungkinkan terjadinya kerjasama diantara mereka (Francis Fukuyama, 2002). Tiga Unsur utama dalam modal sosial adalah trust (kepercayaan), reciprocal (timbal balik), dan networking (jaringan). Trust (kepercayaan) dapat mendorong seseorang untuk bekerjasama dengan orang lain untuk memunculkan aktivitas ataupun tindakan bersama yang produktif. Trust merupakan produk dari norma-norma sosial kooperation yang sangat penting yang kemudian memunculkan modal sosial.
24
masyarakat, maka campur tangan negara perlu dilakukan guna memberikan bimbingan (Francis Fukuyama, 2002).
Trust (kepercayaan) baik dalam kelompok wanita tani Dewi Sri dan juga kelompok wanita tani Mutiara Tani tentu sangat diperlukan. Adanya rasa kepercayaan antar anggota kelompok, hubungan anggota dengan pengurusnya dan antar sesama pengurus kelompok, akan terjalin hubungan kerjasama yang baik yang terbentuk dari rasa kepercayaan. Sehingga akan mendukung proses kegiatan pada kedua kelompok tersebut.
Unsur penting kedua dari modal sosial adalah reciprocal (timbal balik), dapat dijumpai dalam bentuk memberi, saling menerima dan saling membantu yang dapat muncul dari interaksi sosial (Soetomo, 2006). Timbal balik merupakan proses yang memiliki peran penting dalam pembentukan kedua kelompok wanita tani agar dapat terus menjadi lebih baik. Timbal balik yang diberikan pengurus ataupun anggota kelompok wanita tani dapat menjadi titik ukur agar lebih maju. Dengan saling memberi, menerima dan membantu antar anggota kelompok yang muncul dari adanya interaksi sosial dapat menjadikan mereka lebih peka terhadap sesama anggota kelompok.
25
menerima dan membantu dalam kegiatan Kelompok Wanita Tani sudah menjadi bukti terbentuknya interaksi sosial yang akhirnya menciptakan suatu jaringan sosial dimana masing-masing pihak saling membutuhkan dan membentuk suatu ikatan ketertarikan dan bergantung satu sama lain.
Ketiga unsur utama modal sosial dapat dilihat secara aktual dalam berbagai bentuk kehidupan bersama dapat digunakan konsep modal sosial sesuai pendapat Uphoff (Soetomo, 2006: 90). Dalam pandangan Uphoff (Soetomo, 2006: 90), modal sosial dapat dilihat dalam dua kategori, fenomena struktural dan kognitif. Kategori struktural merupakan modal sosial yang terkait dengan beberapa bentuk organisasi sosial khusus peranan, aturan, precedent dan prosedur yang dapat membentuk jaringan yang luas bagi kerjasama dalam bentuk tindakan bersama yang saling menguntungkan. Modal sosial dalam kategori kognitif diderivasi dari proses mental dan hasil pemikiran yang diperkuat oleh budaya dan ideologi khususnya norma, nilai, sikap, kepercayaan yang memberikan kontribusi bagi tumbuhnya kerjasama khususnya dalam bentuk tindakan bersama yang saling menguntungkan. Bentuk-bentuk aktualisasi modal sosial dalam fenomena struktural maupun kognitif itulah yang perlu digali dari dalam kehidupan masyarakat selanjutnya dikembangkan dalam usaha peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan.
26
laku mereka menjadi cocok satu sama lain. Perlu ditegaskan bahwa ciri penting dalam modal sosial sebagai sebuah capital dibandingkan dengan bentuk capital lainnya adalah asal usulnya yang bersifat sosial. Relasi sosial bisa berdampak negatif ataupun positif terhadap pembentukan modal sosial tergantung apakah relasi sosial itu dianggap sinergi atau kompetisi dimana kemenangan seseorang hanya dapat dicapai di atas kekalahan orang lain.
F. Penelitian Terdahulu
[image:46.595.113.511.412.754.2]Pada penulisan proposal penelitian ini, peneliti menggali informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya sebagai bahan perbandingan, baik mengenai kekurangan atau kelebihan yang sudah ada.
Tabel 1. Penelitian Terdahulu
Judul Analisis Faktor-Faktor Sosial yang Mempengaruhi Keberhasilan Kelompok Tani Holtikultura Di Kelompok Wanita Tani Legowo Dusun Kemranggen Kabupaten Wonosobo
Peneliti Luthfiana Machmudah dan kawan-kawan Instansi/universitas Universitas Diponegoro
Tahun Terbit 2019
Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor sosial seperti motivasi kerja dalam kelompok, penyuluhan pertanian, pembinaan oleh pamong desa dan norma kelompok. Ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan kelompok tani holtikultura secara signifikan namun untuk faktor norma kelompok tidak secara signifikan mempengaruhi keberhasilan kelompok tani holtikultura.
Judul Faktor-Faktor yang Menentukan Keberhasilan Dalam Implementasi Kebijakan Pengembangan Usaha Tani Di Kabupaten Gorontalo
27
Instansi/universitas Universitas Negeri Gorontalo Tahun Terbit 2010
Hasil penelitian Dari penelitian yang dilakukan peneliti, terdapat 2 faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap pelaksana) dan struktur organisasi, sedangkan faktor eksternal yaitu potensi penduduk dan sumber daya alam, kondisi ekonomi dan kemajuan teknologi, budaya lokal dan dinamika politik lokal. Kedua faktor tersebut turut andil dalam menentukan keberhasilan dalam implementasi kebijakan pengembangan usaha tani.
Sumber: Diolah dari hasil studi pustaka peneliti
Berdasarkan dari penelitian-penelitian terdahulu diatas, peneliti melihat bahwa penelitian tersebut dapat menjadi pijakan peneliti dalam meneliti “Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Kelompok Wanita Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga”. Secara umum penelitian tersebut mencakup hal-hal yang ingin dibahas oleh peneliti yaitu:
a. Secara umum penelitian dari Luthfiana Machmudah membicarakan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kelompok tani holtikultura. Manfaat penelitian tersebut adalah memudahkan peneliti untuk memahami apa saja faktor-faktornya.
28
G. Kerangka Berfikir
Kegiatan: - Kebun kolektif - Pemanfaatan lahan - Budidaya ikan lele - Koperasi
- Arisan
Faktor Pendukung dan Penghambat
KEBERHASILAN KELOMPOK WANITA TANI
Kegiatan: - Kebun kolektif - Pemanfaatan lahan
- penambahan gizi keluarga - pengolahan hasil pangan - Koperasi
- Arisan Kelompok Wanita Tani
Dewi Sri
Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani
Komunikasi Disposisi SDA Sistem
SDM
29
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi (Sugiyono, 2010). Menurut Bodgan dan Taylor metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atas perilaku yang diamati (Moleong, 2012).
31
B. Penentuan Informan
Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2008) purposive sampling adalah teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu yakni sumber data dianggap paling tahu tentang apa yang dibutuhkan sehingga mempermudah peneliti menentukan objek atau situasi sosial yang sedang diteliti.
Adapun kriteria dan informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ketua pendiri Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dan ketua pendiri Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani
2. Anggota yang telah lama bergabung dari sejak awal kelompok wanita tani terbentuk dan berkontribusi aktif pada masing-masing Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dan Kelompok Wanita Tani Mutiara Tani
C. Fokus Penelitian
32
D. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian dilakukan. Penetapan lokasi penelitian merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian kualitatif karena dengan ditetapkannya lokasi penelitian berarti objek dan tujuan telah ditetapkan sehingga memudahkan penulis dalam melakukan penelitian. Menurut Sugiyono (2012) objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal yang objektif, valid dan reliable mengenai suatu hal. Lokasi atau objek dari penelitian ini dilaksanakan di Dusun I Bulukarto Desa Bulukarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Lokasi ini dipilih karena di Desa Bulukarto merupakan desa yang mempunyai lahan pertanian cukup luas, sehingga masyarakat Desa Bulukarto banyak yang bekerja sebagai petani. Para petani di Desa Bulukarto mendirikan kelompok tani yang bertujuan untuk mengorganisir para petani dalam mengembangkan usaha taninya. Kelompok tani merupakan organisasi yang dapat dikatakan berfungsi dan ada secara nyata disamping berfungsi sebagai wadah penyuluhan dan penggerak kegiatan anggotanya, beberapa kelompok tani juga mempunyai kegiatan lain seperti gotong royong, koperasi simpan pinjam dan urusan kerja untuk kegiatan usaha tani.
E. Sumber Data Penelitian
33
1. Data Primer
Data primer adalah pencatatan utama yang diperoleh melalui wawancara atau pengamatan berperan serta merupakan hasil usaha gabungan dari kegiatan melihat, mendengar dan bertanya. Data tersebut dapat berupa kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati dan dicatat melalui perekaman video atau audio, pengambilan foto atau film (Moleong, 2012). Data primer adalah data yang berasal dari jawaban informan secara langsung yang dalam praktiknya diperoleh dari hasil wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri dan Mutiara Tani.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari luar kata dan tindakan atau data itu diperoleh dari sumber tertulis. Dilihat dari segi sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber baku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dan dokumen resmi (Moleong, 2012). Data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumen atau arsip yang membantu menyelesaikan data primer yang berkaitan dengan penelitian yang meliputi seorang tokoh masyarakat, buku-buku referensi, dokumen pribadi, jurnal atau artikel yang berhubungan dengan penelitian ini dan monografi penduduk desa Bulukarto.
F. Teknik Pengumpulan Data
34
penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi, atas dasar konsep tersebut maka ketiga teknik pengumpulan data diatas di gunakan dalam penelitian ini:
1. Teknik observasi
Observasi adalah dasar dari ilmu pengetahuan, para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini, teknik observasi digunakan untuk memperkuat data, terutama mengenai Faktor Pendukung dan Penghambat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Hasil observasi ini sekaligus untuk mengkonfirmasi data yang telah terkumpul melalui wawancara dengan kenyataan yang sebenarnya. Observasi ini digunakan untuk mengamati secara langsung kondisi dan keadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri dan Mutiara Tani dalam meningkatan kesejahteraan keluarga.
2. Wawancara
35
berinteraksi dengan subjek penelitian agar dapat menganalisis dan menafsirkan jawaban yang diwawancarai.
3. Dokumentasi
Teknik dokumentasi yaitu mencari data berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006). Menurut Moleong (2006) dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film sumber tertulis yang dapat terbagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi. Studi dokumentasi merupakan bagian penting yang mendukung proses penelitian. Studi dokumentasi ini juga digunakan dengan tujuan untuk memeroleh data tertulis mengenai objek yang akan diteliti secara akurat. Studi dokumentasi ini diperlukan sebagai data sekunder. Dokumentasi yang dicari berupa gambar atau foto kegiatan Kelompok Wanita Tani dan data dari kantor kepala desa Bulukarto.
G. Keabsahan Data
36
Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan yaitu pemeriksaan melalui sumber data. Teknik triangulasi sumber data dalam penelitian ini yaitu:
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara;
2. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi;
3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu;
4. Membandingkan keadaan dengan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat atau pandangan orang seperti rakyat biasa, orang berpendidikan, orang yang berada;
5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan (Moleong, 2012).
Sedangkan prosedurnya yaitu membandingkan antara data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi karena metode ini sangat memungkinkan dilakukan agar terjadi kesesuaian antara data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga data yang didapat lebih akurat dan memiliki tingkat kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
H. Teknik Analisis Data
37
serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2010). Teknik analisis data meliputi tiga komponen yakni: 1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif yang merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi data, dengan merangkum, memilih hal-hal pokok, disusun lebih sistematis, sehingga data dapat menggambarkan lebih jelas tentang hasil pengamatan dan mempermudah dalam mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
2. Penyajian Data
38
3. Verifikasi Data dan Penarikan Kesimpulan
Langkah ketiga penelitian kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila kesimpulan memang telah di dukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat akan kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang di dapat merupakan kesimpulan yang dapat di percaya.
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Desa Bulukarto
Dahulu wilayah Desa Bulukarto merupakan areal hutan belantara yang banyak ditemukan pohon “Bulu”. Pada tahun 1918 dimulai penebangan yang dipimpin oleh bapak Wono Wijoyo. Kemudian pada tahun 1920 resmi dijadikan sebagai Desa yang dipimpin oleh Bapak “Karto” Diharjo. Nama “Bulukarto” sendiri diambil dari nama pohon yang banyak tumbuh di daerah ini, yaitu pohon “Bulu” dan nama Kepala Desa pertama, yaitu Bapak “Karto” Diharjo.
40
Tabel 2. Nama Kepala Desa Bulukarto Tahun 1920-2019
NO NAMA KEPALA DESA TAHUN MEMERINTAH
1. KARTO DIHARJO 1920 s/d 1923
2. KROMO DIMEJO 1923 s/d 1964
3. PARTO WIJOYO 1964 s/d 1965
4. MUJI DARSONO 1965 s/d 1966
5. S. NAMRI 1966 s/d 1974
6. HADI MULYONO 1974 s/d 1990
7. SUDARNO 1990 s/d 1997
8. HARIS 1997 s/d 2007
9. MUSIMAN 2007 s/d 2013
10. SUPOMO 2013 s/d 2019
11. KUNCORO SANCOKO 2019 s/d sekarang
Sumber : Data Monografi Desa 2019
B. Kelembagaan Desa Bulukarto
Kelembagaan umum di Desa Bulukarto dibentuk untuk pembagian tugas dalam melakukan administrasi pedesaan. Kelembagaan Desa Bulukarto dipimpin oleh kepala desa yang memiliki wewenang untuk memberi arahan dalam pelaksanaan kegiatan/kebijakan. Kepala desa dibantu oleh jajarannya yang dibentuk dalam melaksanakan kegiatan guna membangun desa agar lebih maju. Berikut ini jajaran perangkat Desa Bulukarto:
Tabel 3. Nama Kelembagaan Desa Bulukarto
No Jabatan Nama
1. Kepala Desa Kuncoro Sancoko
2. Sekretaris Desa Agus Hari Subowo
3. Kaur Keuangan Asa Oto Rida Elbadar
4. Kaur Perencanaan Rudiyanto
5. Kaur Tuo Umum Elvi Junimah
6. Kasi Pemerintahan Ahmad Muhdor
7. Kasi Kesra Agus Edi Subowo
8. Kasi Pelayanan Khosiah
41
C. Potensi Umum Desa Bulukarto
1. Keadaan Geografis
Letak geografi Desa Bulukarto, terletak diantara :
Sebelah Utara : Desa Bulurejo dan Desa Yogyakarta Sebelah Timur : Desa Wates Timur
Sebelah Selatan : Desa Panjerejo
Sebelah Barat : Desa Sidoharjo dan Desa Podomoro
[image:61.595.112.512.361.468.2]Adapun luas tanah menurut pengunaannya, sebagai berikut: Tabel 4. Luas wilayah Desa Bulukarto
No Peruntukkan lahan Luas lahan (Ha)
1. Pemukiman 131 Ha
2. Pertanian/persawahan 240 Ha
3. Puskesmas 2 Ha
4. Sekolah 4,53 Ha
5. Jalan 336 Ha
6. Lapangan sepakbola 2 Ha
Sumber : Data Monografi Desa 2019
42
Tabel 5. Orbitrasi/jarak tempuh Desa Bulukarto
1. Jarak ke Ibukota Kecamatan terdekat 8 Km
2. Lama tempuh ke Ibukota Kecamatan terdekat 20 menit 3. Kendaraan umum ke Ibukota Kecamatan terdekat Angkot
4. Jarak ke Ibukota Kabupaten terdekat 3 Km
5. Lama tempuh ke Ibukota Kabupaten terdekat 10 menit 6. Kendaraan umum ke Ibukota Kabupaten terdekat Angkot Sumber : Data Monografi Desa 2019
Jarak yang harus ditempuh dari Desa Bulukarto ke ibukota Kecamatan adalah 8 Km dengan lama tempuh 20 menit dan kendaraan umum yang biasa digunakan adalah angkot sedangkan untuk ke ibukota Kabupaten terdekat, jarak yang harus ditempuh dari Desa Bulukarto adalah 3 Km dengan jarak tempuh 10 menit dan kendaraan yang umum digunakan adalah angkot.
Tabel 6. Iklim Desa Bulukarto
1. Curah hujan 2.000 mm
2. Jumlah bulan hujan 7 bulan
3. Suhu rata-rata harian 27° C
4. Tinggi tempat 1.500 m dpl
Sumber : Data Monografi Desa 2019
[image:62.595.113.512.419.479.2]43
[image:63.595.115.513.144.220.2]2. Pertanian di Desa Bulukarto
Tabel 7. Hasil Pertanian di Desa Bulukarto
No Jenis Tanaman Hasil
1. Padi 1.800 ton
2. Singkong -
3. Kopi -
4. Palawija -
Sumber : Data Monografi Desa 2019
Dari tabel 7, dapat di lihat bahwa hasil pertanian terbanyak di Desa Bulukarto adalah tanaman padi dengan jumlah yang dihasilkannya yaitu 1.800 ton/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai petani yang digeluti sebagian besar masyarakat desa Bulukarto adalah benar adanya dan itu dilakukan di kesehariannya.
3. Peternakan di Desa Bulukarto
Tabel 8. Jenis peternakan di Desa Bulukarto
No Jenis Ternak Jumlah (ekor)
1. Ayam -
2. Bebek 2000 ekor
3. Kambing -
4. Ikan -
Sumber : Data Monografi Desa 2019
[image:63.595.114.514.461.540.2]44
D. Kondisi Demografi Desa Bulukarto
[image:64.595.123.512.180.232.2]1. Jumlah Penduduk
Tabel 9. Jumlah penduduk Desa Bulukarto
1. Jumlah laki-laki 1.790
2. Jumlah perempuan 1.679
3. Jumlah kepala keluarga 972
Sumber : Data Monografi Desa 2019
Dari tabel 9, Jumlah penduduk Desa Bulukarto jika ditotalkan adalah sebanyak 3469 jiwa yang didominasi dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1790 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 1679 jiwa serta jumlah kepala keluarga di Desa Bulukarto sebanyak 972 KK.
[image:64.595.112.513.445.642.2]2. Status Sosial Ekonomi Masyarakat
Tabel 10. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Bulukarto
No Jenis Pekerjaan Jumlah
1. Petani 645
2. Buruh 191
3. PNS 60
4. Pengrajin 79
5. Pedagang 304
6. Peternak 1
7. Montir 12
8. Perawat 15
9. Dokter 1
10. Wiraswasta 400
11. Supir 20
12. Bidan 4
Sumber : Data Monografi Desa 2019
45
[image:65.595.114.512.347.438.2]menurun sebagai petani yang dilakukan orang tua kemudian diteruskan kepada anak-anaknya. Jadi apabila orang tua tersebut memiliki lahan persawahan, bisa digarap oleh anaknya sendiri maupun orang lain yang bekerja dan mengolah sawah sebagai buruh tani. Meskipun begitu, bukan berarti semua orang tua memiliki lahan persawahan, ada yang hanya melakukan pekerjaan sebagai petani kemudian menyuruh anak-anaknya untuk ikut membantu pekerjaannya. Namun hal tersebut tidak berlaku di semua kalangan, masih ada yang menggeluti pekerjaan lainnya seperti wiraswasta, PNS dan lainnya.
Tabel 11. Agama penduduk Desa Bulukarto
No Agama Jumlah
1. Islam 3.432 Orang
2. Protestan 14 Orang
3. Katholik 23 Orang
4. Hindu 7 Orang
5. Budha 13 Orang
Sumber : Data Monografi Desa 2019
46
Tabel 12. Tingkat Pendidikan Desa Bulukarto
No Jenis pendidikan Jumlah
1. Tidak Tamat SD 78
2. SD 158
3. SMP 342
4. SMA 1.910
5. D-1 43
6. D-2 67
7. D-3 392
8. S-1 162
9 S-2 12
Sumber : Data Monografi Desa 2019
Tabel 13. Sarana Sekolah di Desa Bulukarto
No Nama pendidikan Jumlah sekolah Lokasi/Dusun
1. TK 2 Dusun I Bulukarto
Dusun II Bulusari
2. SD 4 Dusun I Bulukarto
Dusun I Bulukarto Dusun II Bulusari Dusun II Bulusari
3. SMP - -
4. SMA - -
5. Perguruan Tinggi - -
Sumber : Data Monografi Desa 2019
[image:66.595.114.514.336.486.2]47
sehingga apabila ada masyarakat yang berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang SMP hingga perguruan tinggi harus menempuh pendidikan diluar Desa Bulukarto.
E. Sarana Prasarana Desa Bulukarto
Tabel 14. Prasarana Tempat Ibadah Desa Bulukarto
No Tempat ibadah Jumlah
1. Masjid 4
2. Mushola 5
3. Pura 1
4. Gereja -
5 Wihara -
Sumber : Data Monografi Desa 2019
Berdasarkan tabel 14 menunjukkan bahwa tempat ibadah terbanyak di Desa Bulukarto adalah Mushola dan Masjid disusul dengan Pura kemudian untuk Gereja dan Wihara belum tersedia, jadi untuk umat Kristiani dan Budha diharuskan beribadah di luar desa Bulukarto. Meskipun begitu, keharmonisan antar umat beragama tetap terjaga dan hidup berdampingan hingga saat ini.
Tabel 15. Sarana Kesehatan
No Sarana/Prasarana Jumlah/Volume Keterangan
1. Posyandu 2 unit Baik
2. Puskesmas 1 unit Baik
3. Bidan desa 1 unit Aktif
4. Klinik kesehatan (dr. Budi Ariyanto)
1 unit Aktif
Sumber : Data Monografi Desa 2019
48
dengan kesehatan masyarakat Desa Bulukarto dengan membangun dan menyediakan sarana kesehatan yang memadai dan tersebar di Dusun l yang ada di Desa Bulukarto.
Tabel 16. Sistem Pengairan
No Sumber Pengairan Jumlah
1. Bendungan 1
2. Sungai 1
3. Sumur 40
Sumber : Data Primer, 2019