Penentuan Rute Optimal Distribusi Produk
Penentuan Rute Optimal Distribusi Produk Nestle Menggunakan Metode
Nestle Menggunakan Metode
Travelling Salesman Problem
Travelling Salesman Problem
Novila Suryantini
Novila Suryantini
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Mahasiswa Program Studi Teknik Industri
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura
Abstract
Abstract – – PD. Surya Jaya Pontianak is a company PD. Surya Jaya Pontianak is a company
engaged in the distribution of Nestle products that engaged in the distribution of Nestle products that are in the city of Pontianak. Distribution conducted are in the city of Pontianak. Distribution conducted by the company found problems in distributing the by the company found problems in distributing the Nestle product. This study aims to determine the Nestle product. This study aims to determine the distribution of Nestle products that exist in PD. distribution of Nestle products that exist in PD. Surya Jaya Pontianak, produce the optimal Surya Jaya Pontianak, produce the optimal distribution based on Travelling Salesman Problem distribution based on Travelling Salesman Problem methods and generate a comparison between the methods and generate a comparison between the distribution of time to the optimal distribution based distribution of time to the optimal distribution based on Travelling Salesman Problem methods.
on Travelling Salesman Problem methods.
Data collection is by measuring the distance Data collection is by measuring the distance and speed of the driver in distribution Nestle and speed of the driver in distribution Nestle products to every store to be visited. The method products to every store to be visited. The method used in this study is the Travelling Salesman used in this study is the Travelling Salesman Problem. This method is considered in accordance Problem. This method is considered in accordance with the conditions prevailing in the company.
with the conditions prevailing in the company.
Results of data analysis using the Traveling Results of data analysis using the Traveling Salesman Problem show that the distance and time Salesman Problem show that the distance and time from the aspect of having that effect on the reduction from the aspect of having that effect on the reduction of transportation costs incurred by the company. It of transportation costs incurred by the company. It can be concluded that in order to shorten the can be concluded that in order to shorten the distance, time in the distribution of Nestle products, distance, time in the distribution of Nestle products, companies can calculate the shortest distance that companies can calculate the shortest distance that can be reached in order to save on transportation can be reached in order to save on transportation expenses and employees to reduce their working expenses and employees to reduce their working time.
time.
Keywords-
Keywords- Distribution, Distribution, Travelling Travelling Salesman Salesman Problem,Problem, Nestle Products
Nestle Products
1. Pendahuluan 1. Pendahuluan
PD. Surya Jaya merupakan perusahaan yang PD. Surya Jaya merupakan perusahaan yang bergerak
bergerak di di bidang bidang pendistribusian pendistribusian produkproduk Nestle Nestle yang yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pendistribusian yang dilakukan mencakup produk Pendistribusian yang dilakukan mencakup produk makanan dan minuman ke berbagai toko yang ada di makanan dan minuman ke berbagai toko yang ada di Kota Pontianak. Produk minuman Nestle yang Kota Pontianak. Produk minuman Nestle yang didistribusikan yaitu Bear Brand, Milo, Nestea, didistribusikan yaitu Bear Brand, Milo, Nestea, Nesfruta,
Nesfruta, Dancow, Dancow, Nescafe, Nescafe, Coffe Coffe Mate, Mate, Susu Susu KalengKaleng Cap Nona, dan Susu Carnation, sedangkan produk Cap Nona, dan Susu Carnation, sedangkan produk makanan Nestle yang didistribusikan yaitu Koko makanan Nestle yang didistribusikan yaitu Koko Krunch, Fitnesse, Cornflakes, Cerelac, Nutren Krunch, Fitnesse, Cornflakes, Cerelac, Nutren Optimum, Honey Stars, Cookies Crisp, dan Honey Gold Optimum, Honey Stars, Cookies Crisp, dan Honey Gold Flakes.
Flakes.
Pendistribusian produk minuman dan makanan Pendistribusian produk minuman dan makanan dilakukan menggunakan delapan armada dengan rute dilakukan menggunakan delapan armada dengan rute yang berbeda-beda untuk setiap armada. Armada yang yang berbeda-beda untuk setiap armada. Armada yang digunakan adalah jenis mobil box. Penentuan rute mana digunakan adalah jenis mobil box. Penentuan rute mana yang dilalui dalam pendistribusian produk dilakukan yang dilalui dalam pendistribusian produk dilakukan
para
para supir supir hanya hanya berdasarkan berdasarkan pengalaman. pengalaman. MerekaMereka belum menggunakan
belum menggunakan metode tertentu metode tertentu untuk menentukanuntuk menentukan rute yang optimal. Jam kerja di PD. Surya Jaya mulai rute yang optimal. Jam kerja di PD. Surya Jaya mulai pukul
pukul 7.30 7.30 pagi pagi sampai sampai dengan dengan pukul pukul 16.00. 16.00. Jam Jam kerjakerja tersebut terkadang tidak sesuai dengan kondisi yang tersebut terkadang tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan karena terkadang para supir harus terjadi di lapangan karena terkadang para supir harus pulang
pulang di di atas atas pukul pukul 16.00 16.00 dikarenakan dikarenakan harusharus menyelesaikan pendistribusian produk. Kelebihan jam menyelesaikan pendistribusian produk. Kelebihan jam kerja tersebut tidak dianggap sebagai jam kerja lembur, kerja tersebut tidak dianggap sebagai jam kerja lembur, sehingga para supir tidak mendapat upah lembur dari sehingga para supir tidak mendapat upah lembur dari kelebihan jam kerja.
kelebihan jam kerja.
Berdasarkan kondisi tersebut perlu adanya solusi Berdasarkan kondisi tersebut perlu adanya solusi yang tepat
yang tepat dalam pendistribusian dalam pendistribusian produk sehingga produk sehingga dapatdapat meminimasi waktu tempuh. Salah satu metode yang meminimasi waktu tempuh. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pendistribusian
pendistribusian di di PD. PD. Surya Surya Jaya Jaya adalah adalah dengandengan menggunakan metode
menggunakan metode Travelling Salesman ProblemTravelling Salesman Problem.. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : a)
a) Bagaimana pendistribusian produkBagaimana pendistribusian produk Nestle Nestle di PD. di PD. Surya Jaya Pontianak?
Surya Jaya Pontianak? b)
b) Bagaimana rute distribusi optimal berdasarkanBagaimana rute distribusi optimal berdasarkan metode
metode Travelling Salesman Problem?Travelling Salesman Problem? c)
c) Bagaimana perbandingan rute distribusi eksistingBagaimana perbandingan rute distribusi eksisting dengan rute optimal berdasarkan metode
dengan rute optimal berdasarkan metode TravellingTravelling Salesman Problem?
Salesman Problem?
2. Teori Dasar 2. Teori Dasar
Teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah : Teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah : a.
a. Program Linear Program Linear Program
Program linearlinear yang diterjemahkan dariyang diterjemahkan dari Linear Linear Programming
Programming (LP) (LP) adalah adalah suata suata cara cara untukuntuk menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas diantaraa beberapa aktivitas yang bersaing yang terbatas diantaraa beberapa aktivitas yang bersaing dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan (Dimyati, 2006). Menurut
(Dimyati, 2006). Menurut Purnomo, H., 2004.,Purnomo, H., 2004., PokokPokok pikiran
pikiran utama utama dalam dalam menggunakan menggunakan program program linierlinier adalah merumuskan masalah dengan menggunakan adalah merumuskan masalah dengan menggunakan sejumlah informasi yang tersedia, kemudian sejumlah informasi yang tersedia, kemudian menerjemahkan masalah tersebut dalam bentuk model menerjemahkan masalah tersebut dalam bentuk model matematika.
matematika.
Beberapa contoh penggunaan
Beberapa contoh penggunaan
linear
linear programming programming dalam dalam bidang bidang produksi produksi dandan inventori yang telah menunjukkan hasil memuaskan inventori yang telah menunjukkan hasil memuaskan ad
adalalah ah (Ta(Tahaha, 20, 2003) :03) : 1.
1. Menentukan kombinasi (Menentukan kombinasi (diversifikasidiversifikasi) produk yang) produk yang terbaik dalam menggunakan kapasitas mesin, tenaga terbaik dalam menggunakan kapasitas mesin, tenaga kerja, dan modal yang tersedia agar kerja, dan modal yang tersedia agar memaksimumkan keuntungan perusahaan (masalah memaksimumkan keuntungan perusahaan (masalah maksimasi keuntungan).
2. Menentukan pencampuran bahan baku dalam pabrik farmasi atau pengolahan makanan untuk menghasilkan produk obat atau makanan yang meminimumkan biaya produksi (masalah minimasi biaya produksi).
3. Menentukan sistem distribusi yang akan menimbulkan ongkos total transportasi dari beberapa gudang ke beberapa lokasi pasar (masalah minimasi biaya transportasi).
4. Mengembangkan jadwal produksi yang akan memenuhi permintaan produk mendatang pada tingkat biaya produksi dan inventori yang minimum (minimasi biaya produksi dan inventori).
Model Linear Programming merupakan bentuk dan susunan dalam menyajikan masalah-masalah yang akan dipecahkan dengan teknik Linear Programming (Sukaria, 2008) :
1. Fungsi Tujuan (Objective Fuction)
Adalah fungsi yang menggambarkan tujuan atau sasaran di dalam permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan maksimal atau biaya minimal.
2. Fungsi-fungsi Batasan (Constraint functions)
Merupakan bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan kapasitas yang tersedia yang akan
dialokasikan secara optimal keberbagai kegiatan.
b. Metode Transportasi
Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ketempat-tempat yang membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya-biaya lokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ketempat tujuan yang berbeda (Mulyono, 2004).
Menurut Mulyono (2004), persoalan transportasi membahas masalah pendistribusian suatu komoditas atau produk dari sejumlah sumber (supply) kepada sejumlah tujuan (destination, demand) dengan tujuan meminimumkan ongkos pengangkutan yang terjadi.
Ciri-ciri khusus persoalan transportasi ini adalah : 1. Terdapat sejumlah sumber dan sejumlah tujuan
tertentu.
2. Kuantitas komoditas atau barang yang didistribusikan dari setiap sumber dan yang diminta oleh setiap sumber dan yang diminta oleh setiap tujuan,besarnya tertentu.
3. Komoditas yang dikirim atau diangkut dari suatu sumber ke suatu tujuan, besarnya sesuai bengan permintaan dan atau kapasitas sumber.
4. Ongkos pengangkutan komoditas dari suatu sumber ke suatu tujuan, besarnya tertentu.
Misalnya, suatu jenis barang tertentu (minyak, pupuk, telur, beras, semen, bahan bangunan, buku, dsb) akan diangkut dari beberapa tempat asal (origin) misalnya, depot,
pabrik, pusat produksi, gudang, tempat penyimpanan, ke beberapa tempat tujuan (destination), misalnya pasar, agen, daerah penjualan, lokasi proyek dan sebagainya. Di dalam mengangkut barang tersebut telah diketahui biaya angkut (transportasion cost ) per unit/satuan barang dari tempat asal ke tempat tujuan.
Berikut adalah Karakteristik Model Transportasi : 1. Merupakan salah satu bentuk dari model
jaringan kerja (network).
2. Suatu model yang berhubungan dengan distribusi suatu barang tertentu dari sejumlah sumber (sources) ke berbagai tujuan (destinations).
3. Setiap sumber mempunyai sejumlah barang untuk ditawarkan (penawaran) dan setiap destinasi mempunyai permintaan terhadap barang tersebut.
4. Terdapat biaya transportasi per unit barang dari setiap rute (dari sumber ke destinasi). 5. Suatu destinasi dapat memenuhi
permintaannya dari satu atau lebih sumber.
c. Metode Travelling Salesman Problem
Menurut Taha, (2003), Travelling Salesman Problem (TSP) sering digunakan untuk menemukan tur
atau perjalanan terpendek atau terdekat dalam situasi n-kota dimana setiap n-kota yang dikunjungi hanya 1 kali. TSP (Travelling Salesman Problem) dalam permasalahan mencari jalur tempuh minimum merupakan sebuah permasalahan yang termasuk ke dalam kategori permasalahan NP-hard . Permasalahan NP-hard adalah permasalahan yang memiliki solusi non polinomial tidak ada solusi polinomialnya. Sedangkan
dalam persoalan keputusan (contoh : apakah jarak minimum untuk suatu persoalan TSP lebih kecil dari X satuan), TSP termasuk kedalam kategori NP-Complete, yaitu permasalahan yang masih mungkin ditemukan solusi polinomialnya. Berikut adalah aturan-aturan yang mengidentifikasikan bahwa permasalahan tersebut adalah permasalahan Travelling Salesman Problem : 1. Perjalanan dimulai dan diakhiri di kota yang sama
sebagai kota asal sales.
2. Seluruh kota harus dikunjungi tanpa satupun kota yang terlewatkan.
3. Salesman tidak boleh kembali ke kota asal sebelum seluruh kota terkunjungi.
4. Tujuan penyelesaian permasalahan ini adalah mencari nilai optimum dengan meminimumkan jarak total rute yang dikunjungi dengan mengatur urutan kota.
Menurut Taha (2003)., permasalahan, pada intinya adalah model kerja yang mengecualikan subtour . Khususnya, dalam situasi n-kota, didefinisikan sebagai berikut:
0, sebaliknya
Anggap bahwa adalah jarak dari kota i ke kota j, model TSP nya menjadi seperti :
Minimize z = =1 =1 = ∞ untuk semua i = j
Mengaju pada :
=1 = 1, i = 1,2, . . . . , n
=1 = 1, j = 1,2, . . . . , n
Beberapa algoritma untuk menghasilkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan TSP antara lain (Taha, 2007) :
1. Algoritma Heuristic
Algoritma terdiri dari 2 jenis yaitu algoritma the nearest-neighbour dan algoritma the subtour-reversal . Algoritma the nearest-neighbour dapat dengan mudah diimplementasikan dan algoritma the subtour-reversal membutuhkan perhitungan komputer. Berdasarkan pengujian, algoritma the subtour-reversal dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada algoritma the nearest-neighbour . Namun pada akhirnya, kedua algoritma ini digabungkan menjadi satu algoritma heuristic, dimana hasil dari algoritma the nearest-neighbour digunakan sebagai inputan untuk algoritma subtour-reversal . Situasi n-kota, maka algoritma subtour-reversal heuristic diawali dengan perjalanan yang mungkin dan kemudian dicoba untuk diperbaiki dengan me-reverse 2-kota subtour, kemudian 3-2-kota subtour dan berlanjut sampai mencapai n-1 subtour.
2. Algoritma Branch-and-Bound
Ide dari algoritma B&B diawali dengan solusi optimum yang berhubungan dengan permasalahan penugasan. Jika sebuah solusi adalah sebuah perjalanan, proses berhenti. Namun sebaliknya, batasan digunakan untuk menghilangkan subtour. Hasil optimum ini dapat dicapai dengan membuat branch (cabang) sebanyak jumlah variabel xij yang berhubungan dengan salah satu subtour. Setiap branch atau cabang akan disesuaikan untuk mengatur satu variabel dari subtour sama dengan 0 (melihat bahwa semua variabel yang berhubungan dengan subtour sama dengan 1). Solusi dari hasil assignment problem bisa saja dapat menghasilkan tour atau perjalanan tetapi bisa juga tidak. Jika menghasilkan tour, kita dapat menggunakannya sebagai nilai objektif sebagai nilai batas atas (upper bound ) pada minimum panjang perjalanan. Jika tidak, selanjutnya pencabangan dibutuhkan, membuat cabang-cabang sebanyak jumlah variabel pada setiap subtour.
3. Algoritma Cutting-Plane
Algoritma ini dicetuskan untuk menambah satu batasan pada assignment problem untuk mencegah pembentukan subtour. Batasan yang
ditambahkan dapat didefinisikan sebagai berikut: dalam situasi n-kota, menghubungkan variabel yang kontinu uij (≥0) dengah kota-kota 2,3, . . . , dan n. Selanjutnya, didefinisikan kebutuhan jumlah batasan tambahan _ − _+ _ ≤
−1, i = 2,3 . . . ,n; j = 2,3, . . ., n : i ≠ j Batasan ini, ketika ditambahkan pada model assignment , secara otomatis akan menghapus semua solusi subtour .
d. Software WINQSB
Software QSB (Quantity System for business)
atauumumnya juga dikenal dengan nama WINQSB (QSB yang berjalan pada sistem operasi Windows) merupakan software yang mengandung algoritma problem solvin
g
untuk riset operasi (
operational research
) dan untuk ilmu manajemen. Sofware ini dikembangkan oleh Yih-Long Chang (Wing, 2008).3. Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada PD. Surya Jaya Pontianak yang merupakan gudang produk Nestle dan bergerak di bidang pendistribusian makanan dan minuman yang didistribusikan ke toko-toko dan supermarket yang ada di Kota Pontianak. Objek penelitian adalah adalah rute distribusi produk Nestle.
Mulai Studi Lapangan Studi Literatur Perumusan Masalah Penentuan Tujuan Penelitian Pengumpulan Data
- Nama dan Alamat-alamat Pelanggan - Waktu Pelayanan
- Biaya Transportasi terdiri dari Harga Bahan Bakar, Biaya Servis, Penggantian Oli dan Ban
-Jarak dan Kecepatan rata-rata
Pengolahan Data
Analisa dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Selesai
4. Hasil Eksperimen
Hasil penentuan rute distribusi produk Nestle dari rute 1 – 8 menggunakan software WINQSB version 2.0, yaitu :
a. Jarak Distribusi
Tabel 1. Perbandingan Jarak Rute Distribusi
Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa jarak usulan lebih kecil yaitu 188.345 km sedangkan jarak awal 221.889 km. Selisih jarak distribusi awal dan usulan adalah 30,554 Km. Berkurangnya jarak distribusi, maka akan berpengaruh juga terhadap waktu distribusi dan biaya transportasi.
b. Waktu Distribusi
Tabel 2. Perbandingan Waktu Distribusi
Berdasarkan tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa antara waktu awal dan waktu usulan mengalami pengurangan waktu distribusi. Selisih waktu distribusi total adalah 48,061 Menit. Berkurangnya waktu distribusi menjadi lebih singkat, maka akan sangat mempengaruhi biaya transportasi yang dikeluarkan, sehingga biaya transportasi yang dikeluarkan lebih hemat.
c. Biaya Transportasi
Tabel 3. Perbandingan Biaya Transportasi
Berdasarkan tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan lebih hemat atau sedikit berkurang. Antara biaya transportasi awal dan biaya transportasi usulan mengalami pengurangan biaya transportasi yang lebih sedikit. Selisih biaya transportasi total adalah Rp.57.005,46,-. Pendistribusian yang dilakukan oleh perusahaan ada yang tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi, dikarenakan mobil dapat berhenti di salah satu tempat dengan lokasi yang berdekatan, seperti komplek pasar dengan jarak
maksimal 100 meter.
d. Pelayanan Terhadap Konsumen
Pendistribusian suatu produk yang dilakukan oleh perusahaan sangat mempengaruhi nilai produk yang akan dihasilkan oleh produsen dari segi kualitas serta nilai jual di mata pembeli. Semakin baik proses pendistribusian yang dilakukan oleh perusahaan, maka akan semakin baik pula tingkat kepuasan yang akan diterima oleh konsumen. Kepuasan konsumen akan meningkat apabila produk yang dipesan datang tepat waktu. Rute distribusi usulan yang telah diberikan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap konsumen sehingga konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan dalam hal pendistribusian produk.
5. Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan analisis pemecahan masalah, maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Pendistribusian produk Nestle yang dilakukan PD. Surya Jaya Pontianak dilakukan oleh para supir sudah cukup baik dengan rute yang diterapkan oleh perusahaan sebelumnya, tetapi setelah dilakukan penelitian terdapat pengurangan waktu tempuh dan biaya transportasi yang tidak terlalu signifikan. Sistem pendistribusian yang ada di PD. Surya Jaya
Rute Jarak Awal (Km) Jarak Usulan (Km)
1 37.228 34.28 2 33.084 31.655 3 16.92 15.548 4 16.438 15.005 5 37.598 33.941 6 21.936 17.792 7 32.585 20.693 8 23.11 19.431 Total 218.899 188.345
Rute Waktu Awal (Menit) Waktu Usulan (Menit)
1 482.645 474.93 2 537.681 535.28 3 453.567 451.26 4 523.284 521.21 5 406.322 400.44 6 383.786 375.7 7 448.43 433.86 8 396.756 391.73 Total 3632.471 3584.41
Rute Biaya Transportasi
Awal (Rp) Biaya Transportasi Usulan (Rp) 1 32696.44 30100.52 2 29132.78 27874.44 3 14565.51 13357.37 4 14474.81 13212.95 5 33107.67 29887.43 6 19316.18 15667.10 7 28693.37 18221.64 8 20349.97 17110.36 Total 192336.74 135331.28
hanya berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh para supir.
2. Penelitian ini menerapkan metode Travelling Salesman Problem dalam penentuan rute distribusi produk Nestle. Adapun rute distribusi produk Nestle menggunakan metode Travelling Salesman Problem, yaitu :
Rute 1 : Gudang Nestle – Toko Afui – Toko Athung – Toko Atin Toko - Toko Jung Fo Martabe Jaya - Toko Acu – Toko Siaga Raya – Toko Aseng – Toko Hendra – Toko Nam Fung – Toko Aweng – Toko Ajung – Toko Budi – Toko Suandi – Toko Edi - Toko Aui – Toko Buncun – Toko Acin – Toko Ati – H.H Mart – Plus Mart – Toko Amat – Toko Ahiong – Toko Serba Jaya – Toko Natalie – Pesonna Mitra Mart – Toko Sinar Kencana – Toko Atong – Toko Teng Seng – Toko Jim Khiang – Toko Akhian - Toko Ahie - Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 34,28 Km dan total waktu distribusi produk selama 474,93 menit.
Rute 2 : Gudang Nestle – Toko Ayong - Toko Aseng - Toko Aji - Toko Nala - Toko Sifa - Toko Cici - Toko Alma - First Mart Mutiara Toko Athu Acha Mart Toko Kita Toko Hokky Toko Asui -Toko Lucky – -Toko Ceria – -Toko Vero – Toko Ahuat - Toko Ajan - Toko Bu Nuri - Toko Anyip – Toko Alie – Toko Hongki - Toko Kun Chai – TokoYadi – Toko Rehan - Mini Mart - Toko Usaha Jaya – Toko Ahiang – Toko Ati – Toko Aheng – Toko Yusuf – Toko Ahui -Toko Ameng – -Toko Achai – -Toko Akhun – Toko Akhuang Toko - Sari Harum - Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 31,655 Km dan total waktu distribusi produk selama 535,28 menit.
Rute 3 : Gudang Nestle – Toko Ani – Toko Afiqa – Toko Abun – Toko Hendi – Toko Aphin – Toko Amen – Toko Afat – Toko Agape – Toko Tobing – Toko Aseng – Toko Akuang – Toko Novi – Toko Akhue Toko Aju – Toko Umi -Toko Sidul - -Toko Ajung - -Toko Husein – Mitra Maju - Toko Cantique - Toko Rudi Toko Saruki 2 Toko Bersama -Toko Lie Miau II - -Toko Yulie - -Toko Ahiong Toko Asin Toko Amin -Toko Ahin - -Toko Agus - -Toko Ita – Toko Aphin - Gudang Nestle. Total Jarak yang ditempuh 15,548 Km dan total waktu distribusi produk selama 451,26 menit.
Rute 4 : Gudang Nestle – Toko Ahok – Toko Atang – Toko Cemerlang – Toko Young Kuang – Toko Amy – Toko Ina – Toko Jhony – Toko Ahok – Toko Asin – Toko Akhim – Toko Mitra Makmur – Toko Bintang Mandiri – Toko Prima – Toko Nana – Toko Adi – Toko Akhu – Toko Harun – Toko Keneng – Toko Liang Tek – Toko Titik – Toko Bu Ijah – Toko Moga Bintang – Toko Nanda – Toko Alwin – Toko Ridho – Toko Aju – Toko Santi – Toko Idrus – Toko Risam – Toko Aphin – Toko Maya – Toko Yoga – Toko Achai – Mitra Tebu – Toko Ase – Toko Jiha – Toko Aliong – Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 15,005 Km dan total waktu distribusi produk selama 521,21 menit.
Rute 5 : Gudang Nestle – Toko Melati – Toko Sin Fung – Toko Sanjaya – Toko Bahagia – Toko Cahaya Baru – Toko Asau – Toko Alim – Toko Mawar – Toko Sumber Jaya – Toko Cahaya Baru I – Toko Tarno – Toko Suroso – Toko Athiam – Toko Sumber Indah – Toko Ahian – Toko Sumber Indah II – Toko Ayong – Toko Makmur – Toko Agu – Toko Hermanto – Toko Ateng – Toko Tony – Toko Aju – Toko A ui – Toko Sari Wangi – Toko Ameng - Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 33,941 Km dan total waktu distribusi produk selama 400,44 menit.
Rute 6 : Gudang Nestle – Toko Haris – Toko Tina – Toko Mandiri – Toko Ali Subur – Toko Akim – Toko Mitra Bersama –
Toko Uly – Toko Kim Lin – Toko Ferry – Toko Siak Hai – Toko Yanti – Toko Kim Lin – Toko Henny – Toko Bisnis Center SMK 1 – Toko Jaya Mandiri – Toko Arya and Dipho Mart – Toko Toko Cempaka Mas – Toko Fisrt Mart – Toko Sumber Rejeki – Toko Toko Wanara – Toko Selina – Toko Linda – Toko Toko Indo Mitra – Toko Cipta – Toko Atek - Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 17,792 Km dan total waktu distribusi produk selama 375,7 menit.
Rute 7 : Gudang Nestle – Toko Ibu Ayu – Toko Ami – Toko Yuyun – Toko Nelly Ponsel – Toko CMC – Toko Poli – Toko Asun – Toko Halim – Toko Abie – Toko Ati –
Toko Ada Mart – Toko Akhun – Toko One Mart – Toko U Che Toko Yanto -Toko Haklie – -Toko Sengchai – -Toko Bintang Bayu – MM. Cempaka Baru – Toko Ho Ciang – Toko Akim – Toko Citra Abadi – Toko Cahaya Sepakat – Toko Telaga Baru II – Toko Yanti –
Toko Akim – Toko Akit – Toko Joni – Toko Anguan – Toko Agus – Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 20,693 Km dan total waktu distribusi selama 433,86 menit.
Rute 8 : Gudang Nestle – Toko Akim – Toko Alin – Toko Ati – Toko Wawa – Toko Adi – Toko Surya Rejeki – Toko Polie-Toko Mandiri Mart – Polie-Toko Ahin – Polie-Toko Ajit – Toko Aheng – Toko Santi – Toko Akong – Toko Danraf – Toko Ibu Atun – Toko Ewok – Toko Dapsa – Toko Pandan Wangi – Toko Pak Amran – Toko Ceria – Toko Ibu Pawit – Toko Ani – Toko Devi – Toko Pak Untung – Toko Surya – Toko Siti – Toko Anen -Gudang Nestle. Total jarak yang ditempuh 19,431 Km dan total waktu distribusi selama 391,73 menit.
3. Perbandingan yang terjadi dalam penghitungan jarak, waktu serta biaya transportasi sebelum dan setelah menggunakan metode Travelling Salesman Problem terjadi perubahan jarak yang lebih optimal. Sehingga dapat mempengaruhi waktu distribusi dan biaya transportasi. Perbandingannya sebagai berikut :
a. Jarak distribusi produk dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem lebih singkat dibanding dengan jarak awal perusahaan, yaitu 188.345 Km, sedangkan jarak awal perusahaan memilki jarak 218.899 Km. Total selisih jarak distribusi awal dan usulan dari rute 1 sampai rute 8 adalah 30,554 Km/hari.
b. Metode Travelling Salesman Problem juga dapat menghemat waktu distribusi dibanding waktu yang dimiliki perusahaan yaitu, 3632,471 menit sedangkan waktu distribusi yang dihabiskan oleh perusahaan adalah 3584,41 menit. Total selisih waktu distribusi awal dan usulan dari rute 1 sampai rute 8 adalah 48,061 Menit/hari.
c. Perubahan jarak dan waktu distribusi, berpengaruh terhadap biaya transportasi yang dikeluarkan, yaitu sebesar Rp 135331.28,-dibanding biaya awal yang harus dikeluarkan oleh perusahaan yaitu sebesar Rp 192336.74,. Total selisih biaya transportasi awal dan usulan dari rute 1 sampai rute 8 adalah Rp 57.005,46,-./hari.
PD. Surya Jaya dapat melakukan pendistribusian produk Nestle menggunakan rute usulan sehingga lebih
efektif dan efisien.
Referensi
[1] Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik Industri Ed.2. Yogyakarta.
[2] Siringoringo, Hotniar. 2005. Teknik Riset Operasional Pemprograman Linear . Yogyakarta
[3] Sinulingga, Sukaria. 2008. Pengantar Teknik Industri. Graha Ilmu. Yogyakarta.
[4] Sitinjak, Tumpal J.R, 2006, Riset Operasi untuk Pengambilan Keputusan Manajerial . Graha Ilmu. Yogyakarta Taha, Hamdy A., Operations Research, Seventh Edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ , 2003.
[5] Taha, Hamdy A., Operations Research, Seventh Edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ , 2003.
[6] Tarliah, Dimyati., Operation Research “Model-Model Pengambilan Keputusan”, 2006. Bandung
[7] Winarno, Wing Wahyu. 2008. Analisis Manajemen Kuantitatif dengan WINQSB Version 2.0. UPP STIM
YKPN. Yogyakarta. Biografi
Novila Suryantini lahir di Pontianak pada tanggal 27 November 1991. Anak kedua dari Bpk Sujiman dan Ibu Emud Daryati. Penulis memulai pendidikan dasar di SD Negeri 34 Pontianak dan lulus pada tahun 2003, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SLTP Negeri 3 Pontianak dan lulus pada tahun 2006. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Pontianak dan lulus pada tahun 2009. Penulis melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi pada tahun 2009 dan diterima menjadi mahasiswa Universitas Tanjungpura, pada program studi Teknik Industri, jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik.