Originally by: Originally by:
Dian Indah Purnama
Dian Indah Purnama
Isilo Version by:
Isilo Version by:
Utomo Budidarmo
Utomo Budidarmo
NOTES
!"#$"% '()
!"#$"% '()
Penulisan Status Obstetri
Penulisan Status Obstetri ...33 Penurunan Kepala
Penurunan Kepala... 33 Laporan Partus Spontan
Laporan Partus Spontan ...33 Instruksi 2 jam postpartum:
Instruksi 2 jam postpartum: ...44 Laporan Ekstraksi Forseps
Laporan Ekstraksi Forseps ...55 Laporan Ekstraksi Vakum
Laporan Ekstraksi Vakum ...66 Laporan Seksio Cesarea
Laporan Seksio Cesarea ...77 Laporan Operasi KET
Laporan Operasi KET ...88 Laporan Kuretase
Laporan Kuretase ...99 Laporan Partus Spontan Gemelli
Laporan Partus Spontan Gemelli...99 Laporan Partus Cara Burn Marshall
Laporan Partus Cara Burn Marshall...1010 Laporan Operasi Histerotomi
Laporan Operasi Histerotomi...1212 Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal
Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal...1414 Pelvimetri Klinik
Pelvimetri Klinik ...1414 Pemantauan Pasien In Partu
Pemantauan Pasien In Partu ...1414 Frekuensi Auskultasi
Frekuensi Auskultasi ...1515 7 hal yang harus diperhatikan post partum
7 hal yang harus diperhatikan post partum ...1515 syarat bayi rawat gabung
syarat bayi rawat gabung ...1515 Laserasi perineum / jalan lahir
Laserasi perineum / jalan lahir ...1515 Apgar Score
Apgar Score ...1616 Interpretasi Hasil APGAR
Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 1’ & 5 ‘‘... 1616 Induksi Persalinan Induksi Persalinan ...1717 Obat-obatan Uterotropik (*) Obat-obatan Uterotropik (*)...1717 Skor Tokolitik (?) Skor Tokolitik (?) ...1818 Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)
Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)... 1919 Fibroacoustic stimulation ( VAS )
Fibroacoustic stimulation ( VAS )...1919 Indeks cairan amnion
Indeks cairan amnion ...1919 Pelvic Score Pelvic Score ...2020 Bishop Score Bishop Score ...2020 Zatuchni-Andros Score Zatuchni-Andros Score ...2121 Penilaian Asam Basa
Penilaian Asam Basa ...2121 Magnesium sulfat (MgSO4)
Magnesium sulfat (MgSO4) ...2222 Air Ketuban (?) Air Ketuban (?) ...2323 Lecitin – spingomielin Lecitin – spingomielin ...2424 Partus Percobaan(*) Partus Percobaan(*) ...2424 CPD (*) CPD (*) ...2424 VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )
VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )... 2525 Skor Weinstein
Skor Weinstein ...2626 Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis Gravidarum ...2727 Bagan Penanganan Atonia Uteri
Bagan Penanganan Atonia Uteri...2828 Penatalaksanaan Retensio Urin
Penatalaksanaan Retensio Urin...2929 Induksi Misoprostol
Induksi Misoprostol ...3030 Induksi Folley Catether
Induksi Folley Catether ...3131 Cara-Cara Penghitungan (?) Cara-Cara Penghitungan (?)... 3232 Paracervical Block Paracervical Block ...3232 Manual Placenta Manual Placenta ...3232
!"#$"% '()
!"#$"% '()
Penulisan Status Obstetri
Penulisan Status Obstetri ...33 Penurunan Kepala
Penurunan Kepala... 33 Laporan Partus Spontan
Laporan Partus Spontan ...33 Instruksi 2 jam postpartum:
Instruksi 2 jam postpartum: ...44 Laporan Ekstraksi Forseps
Laporan Ekstraksi Forseps ...55 Laporan Ekstraksi Vakum
Laporan Ekstraksi Vakum ...66 Laporan Seksio Cesarea
Laporan Seksio Cesarea ...77 Laporan Operasi KET
Laporan Operasi KET ...88 Laporan Kuretase
Laporan Kuretase ...99 Laporan Partus Spontan Gemelli
Laporan Partus Spontan Gemelli...99 Laporan Partus Cara Burn Marshall
Laporan Partus Cara Burn Marshall...1010 Laporan Operasi Histerotomi
Laporan Operasi Histerotomi...1212 Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal
Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal...1414 Pelvimetri Klinik
Pelvimetri Klinik ...1414 Pemantauan Pasien In Partu
Pemantauan Pasien In Partu ...1414 Frekuensi Auskultasi
Frekuensi Auskultasi ...1515 7 hal yang harus diperhatikan post partum
7 hal yang harus diperhatikan post partum ...1515 syarat bayi rawat gabung
syarat bayi rawat gabung ...1515 Laserasi perineum / jalan lahir
Laserasi perineum / jalan lahir ...1515 Apgar Score
Apgar Score ...1616 Interpretasi Hasil APGAR
Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 1’ & 5 ‘‘... 1616 Induksi Persalinan Induksi Persalinan ...1717 Obat-obatan Uterotropik (*) Obat-obatan Uterotropik (*)...1717 Skor Tokolitik (?) Skor Tokolitik (?) ...1818 Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)
Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)... 1919 Fibroacoustic stimulation ( VAS )
Fibroacoustic stimulation ( VAS )...1919 Indeks cairan amnion
Indeks cairan amnion ...1919 Pelvic Score Pelvic Score ...2020 Bishop Score Bishop Score ...2020 Zatuchni-Andros Score Zatuchni-Andros Score ...2121 Penilaian Asam Basa
Penilaian Asam Basa ...2121 Magnesium sulfat (MgSO4)
Magnesium sulfat (MgSO4) ...2222 Air Ketuban (?) Air Ketuban (?) ...2323 Lecitin – spingomielin Lecitin – spingomielin ...2424 Partus Percobaan(*) Partus Percobaan(*) ...2424 CPD (*) CPD (*) ...2424 VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )
VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )... 2525 Skor Weinstein
Skor Weinstein ...2626 Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis Gravidarum ...2727 Bagan Penanganan Atonia Uteri
Bagan Penanganan Atonia Uteri...2828 Penatalaksanaan Retensio Urin
Penatalaksanaan Retensio Urin...2929 Induksi Misoprostol
Induksi Misoprostol ...3030 Induksi Folley Catether
Induksi Folley Catether ...3131 Cara-Cara Penghitungan (?) Cara-Cara Penghitungan (?)... 3232 Paracervical Block Paracervical Block ...3232 Manual Placenta Manual Placenta ...3232
Penulisan Status Obstetri Penulisan Status Obstetri TFU
TFU : : 3 3 jbpst jbpst // !! pst-simfisis / dll pst-simfisis / dll atauatau ""cm, pu cm, pu (ki/ka) , (ki/ka) , O,O, TBJ TBJ"".gr,.gr, kontraksi -/ +, djj 140 – 144 dpm kontraksi -/ +, djj 140 – 144 dpm I I : : V V / / V V tenangtenang Io
Io : : portio portio licin, licin, livid, livid, ostium ostium tertutup tertutup / / terbuka, terbuka, fluksus fluksus + + / / -,-, darah
darah
mengalir dari ostium ( - ). mengalir dari ostium ( - ). Vt
Vt : : portio portio kenyal, kenyal, arah arah belakang, belakang, panjang panjang 2 2 cm, cm, ø ø 1 1 cm, cm, ketubanketuban + / -.
+ / -.
Kepala H I/ II – II / III – IV, SSL ( sutura sagitalis lintang ) Kepala H I/ II – II / III – IV, SSL ( sutura sagitalis lintang )
Penurunan Kepala Penurunan Kepala 5/5 5/5 4/ 5 ~ H I 4/ 5 ~ H I 3/ 5 ~ 3/ 5 ~ H I – H I – IIII 2/ 5 ~ H II 2/ 5 ~ H II 1/ 5 ~ H III 1/ 5 ~ H III 0/5 ~ H IV 0/5 ~ H IV
Laporan Partus Spontan Laporan Partus Spontan
Tanggal…… Tanggal……
Jam………..
Jam………..
-- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya hisIbu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his -- Kepala janin turun sesuai sumbu jalan lahir sehinggaKepala janin turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga
tampak di vulva tampak di vulva -- Perineum meregangPerineum meregang
-- Tampak suboksiput di bawah simfisis. Dengan suboksiputTampak suboksiput di bawah simfisis. Dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi
sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi
maksimal sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, maksimal sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu, dan seluruh kepala
dagu, dan seluruh kepala
-- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassaHidung dan mulut dibersihkan dengan kassa
-- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan keDengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan, dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian depan, dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan
seluruh lengan
-- Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokanterDengan pegangan samping badan, dilahirkan trokanter depan dan belakang, kemudian seluruh tungkai
Jam………
- Lahir spontan bayi (laki-laki / perempuan), BB….gram, PB…..cm, AS…/…
- Air ketuban jernih, jumlah cukup - Bayi dikeringkan dan diselimuti - Tali pusat dijepit dan dipotong - Ibu disuntik oksitosin 10 IU IM
- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali
Jam………
- Lahir spontan plasenta lengkap ….gram, ukuran (p) x (l) x (t) cm, PTP…cm
- Insersio (sentralis/lateralis), robekan (sentralis/lateralis) - Dilakukan masase fundus, kontraksi uterus baik
- Pada eksplorasi jalan lahir selanjutnya didapatkan
perineum (intak/ruptur sesuai grade I/II/ III/IV), dilakukan jahitan hemostasis, (bila grade III: j ahitan satu-satu / angka
8 m. sfingter ani eksternus), jelujur mukosa vagina dan subkutikuler perineum
- Perdarahan kala III – IV …ml
Instruksi 2 jam postpartum:
- O bservasi TNSP, kontraksi dan perdarahan - Mobilisasi dini
- Diet TKTP (bila ruptur perineum grade III - IV: diet tinggi serat dan banyak minum)
- Motivasi ASI – KB
- Hygiene vulva dan perineum
- Pindah ruang (rawat / rawat gabung)
Laporan Ekstraksi Forseps
- Pasien dalam posisi litotomi
- A dan antisepsis daerah genitalia eksterna dan sekitarnya
- Kandung kemih dikosongkan
- Dilakukan periksa dalam ulang: pembukaan lengkap, ketuban
(-), Kepala Hodge III-IV, UUK".
- Dilakukan prerekonstruksi di depan vulva bagaimana forseps
akan dipasang
- Dipasang forseps kiri, mudah
- Dipasang forseps kanan, biparietal terhadap kepala janin,
mudah
- Dilakukan wandering, setelah diyakini tidak ada jaringan yang
terjepit, dilakukan penguncian forseps, mudah
- Dilakukan traksi mendatar dan anterior
- Perineum meregang, dilakukan episiotomi mediolateral
- Tampak kepala bayi lahir oksiput anterior, dahi, muka, dagu,
dan seluruh kepala, forseps dilepas.
- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa steril dan
penghisap De Lee
- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan,
dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan
- Dengan pegangan samping badan, lahirkan trokanter depan
dan belakang, kemudian seluruh tungkai. Jam".
- Lahir bayi (laki – laki/perempuan) , BB " gr, PB .. cm, AS ../"
- Air ketuban jernih, ,jumlah cukup
- Bayi dikeringkan dan diselimuti, lalu tali pusat dijepit dan
dipotong
- Ibu disuntik oksitosin 10 IU im
- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali.
Jam.."
- Lahir spontan plasenta lengkap " gr, ,ukuran p x l x t cm, PTP
.. cm
- Insersio lateralis, robekan sentralis
- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik
- Pasca eksplorasi selanjutnya didapatkan luka episiotomi sesuai
ruptur perineum grade (I/II/III/IV), dilakukan jahitan hemostasis, (bila grade III: jahitan satu-satu / angka 8 m. sfingter ani eksternus), jelujur mukosa vagina dan subkutikuler perineum
Laporan Ekstraksi Vakum
- Pasien dalam posisi litotomi
- A dan antisepsis daerah genitalia eksterna dan sekitarnya
- Kandung kemih dikosongkan
- Dilakukan periksa dalam ulang: pembukaan lengkap, ketuban
(-), Kepala Hodge III-IV, UUK".
- Dipasang mangkok silikon no" antara sutura sagitalis sedekat
mungkin dengan UUK
- Setelah diyakini tidak ada jaringan yang terjepit, dibuat tekanan
negatif 0,7 kg/cm2 dan dipertahankan selama 2 menit.
- Kembali diyakini tidak ada jaringan yang terjepit, dilakukan
traksi definitif bersamaan dengan his
- Perineum meregang
- Tampak kepala bayi lahir, tekanan diturunkan, mangkok dilepas.
- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa
- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan,
dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan
- Dengan pegangan samping badan, lahirkan trokanter depan
dan belakang, kemudian seluruh tungkai. Jam:".
- Lahir bayi (laki – laki/perempuan) , BB " gr, PB .. cm, AS 9/10
- Air ketuban jernih, ,jumlah cukup
- Bayi dikeringkan dan diselimuti, lalu tali pusat dijepit dan
dipotong
- Ibu disuntik oksitosin 10 IU im
- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali.
Jam:"
- Lahir spontan plasenta lengkap " gr, ,ukuran p x l x t cm, PTP
.. cm
- Insersio lateralis, robekan sentralis
- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik
- Pasca eksplorasi selanjutnya didapatkan luka episiotomi sesuai
ruptur perineum grade"., dilakukan jahitan hemostasis,
"".(dst)
Laporan Seksio Cesarea
- Pasien terlentang di atas meja operasi dalam anesthesia (spinal /
umum)
- A dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya
- Insisi (mediana pusat-simfisis 10 cm / pfannenstiel 8 cm)
- Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus gravidus
- Plika vesikouterina disayat semilunar, kandung kemih disisihkan ke
bawah
- SBU disayat, ditembus dan dilebarkan secara (tajam / tumpul)
berbentuk (semilunar / U)
- Dengan (menarik kepala / menarik kaki / dengan forseps / vakum),
dilahirkan bayi (laki/perempuan),"gr, "cm, AS"/" (terdapat lilitan tali pusat"kali di leher)
- Air ketuban (jernih/kehijauan/hijau kental), (berbau/tidak)
- Plasenta berimplantasi di (fundus/korpus depan/belakang) (meluas ke
bawah sampai menutupi OUI / mencapai tepi OUI / mendekati OUI + "cm)
- Dengan tarikan ringan pada tali pusat, plasenta dilahirkan lengkap
- Kedua ujung SBU dijahit hemostasis, luka SBU dijahit dengan (jelujur
selapis/dua lapis/tiga lapis) dengan (Vicryl no.1/catgut no../ ")
- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, dilakukan reperitonisasi dengan
plika vesikouterina dengan chromic catgut 2.0
- Pada eksplorasi, kedua tuba dan ovarium dalam batas normal
- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, dinding abdomen ditutup lapis
demi lapis, fasia dengan jahitan (satu-satu/jelujur) dengan (vicryl/"no.1), kulit dengan jahitan (satu-satu dengan Zyde 2.0 / subkutikuler dengan chromic catgut 2.0)
- Perdarahan selama operasi"ml
Keadaan post operasi:
- Sadar (+), muntah (-), refleks (+), sianosis (-)
- TD" FN" FP". Suhu"
Instruksi Pasca Bedah:
1. Observasi TNSP, kontraksi, tiap 30 menit selama dua jam pertama 2. Cek Hb. Bila Hb < 8 gr/dl, lakukan transfuse
3. (Pada anestesi umum: realimentasi bertahap setelah bising usus (+) / pada anestesi spinal: realimentasi dini)
4. (Pada anestesi umum: mobilisasi dini / pada anestesi spinal: immobilisasi 24 jam)
5. Medikamentosa:
- Kedacillin 1 gr IV - Voltaren/Profenid/Tramal supp
- Pada PEB!lanjutkan tatalaksana PEB
Laporan Operasi KET
- Pasien terbaring di atas meja operasi dalam anesthesia (spinal/umum)
- A dan antisepsis lapangan operasi dan sekitanya
- Insisi (mediana pusat-simfisis 10 cm/ pfannenstiel 8 cm)
- Setelah peritoneum dibuka (tampak bekuan darah dan
darah berwarna merah segar / kehitaman banyaknya "cc, dikeluarkan)
- (Pada eksplorasi tuba dimana kelainan terletak) pada
eksplorasi tampak massa pada tuba (kiri/kanan) dengan ukuran p x l x t cm, berasal dari pars". Yang (masih/tidak berdarah), ovarium (kiri/kanan) dalam batas normal.
- (pada tuba dan ovarium kontralateral): Tuba (kanan/kiri) dan
ovarium (kanan/kiri) dalam batas normal
- (bila salpingektomi): Dilakukan salpingektomi (kiri/kanan)
dengan cara menjepit, memotong, dan menjahit hemostasis
- (bila salpingostomi): Dilakukan salpingostomi (kiri/kanan)
- Diyakini tidak ada perdarahan
- Rongga abdomen dicuci dengan NaCl 0,9% hangat
sebanyak "liter
- Sekali lagi diyakini tidak ada perdarahan
- Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis, , fasia dengan
jahitan (satu-satu/jelujur) dengan (vicryl/ "no.1), kulit dengan jahitan (satu-satu dengan Zyde 2.0 / subkutikuler dengan chromic catgut 2.0)
- Perdarahan selama operasi"ml
Keadaan post operasi:
- Sadar (+), muntah (-), refleks (+), sianosis (-)
- TD" FN" FP". Suhu"
Instruksi Pasca Bedah:
- Observasi TNSP tiap 30 menit selama dua jam pertama
- Cek Hb. Bila Hb < 8 gr/dl, lakukan transfuse
- (Pada anestesi umum: realimentasi bertahap setelah bising
usus (+) / pada anestesi spinal: realimentasi dini)
- (Pada anestesi umum: mobilisasi dini / pada anestesi spinal:
immobilisasi 24 jam)
- Medikamentosa:
o Kedacillin 1 gr IV
Laporan Kuretase
- Pasien dalam posisi litotomi dalam analgesi neuroleptik
- A dan antisepsis genitalia eksterna dan sekitarnya
- Kandung kemih dikosongkan / diyakinkan kosong
- Dipasang spekulum bawah dan atas
- Dipasang tenakulum pada bibir porsio jam 12
- Sondase masuk ".cm, arah uterus retro / antefleksi
- Dengan cunam abortus dikeluarkan jaringan ukuran "",
kesan hasil konsepsi. Jaringan dikirim untuk pemeriksaan PA
- Dengan kuret tajam korpus uteri dibersihkan secara
sistematis, dikeluarkan jaringan sebanyak ".cc secara sistematis, jaringan dikirim untuk pemeriksaan PA
- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, tindakan dihentikan
- Porsio dicuci dengan betadin
- (Jika ada perdarahan: ".cc, dipasang tampon, tampon
dibuka saat ") Pasca tindakan:
- observasi (tiap 15 menit pada 1 jam pertama dan tiap 30
menit pada 1 jam kedua) keadaan umum"., tekanan darah".., frekuensi nadi".., frekuensi nafas".., suhu".., perdarahan"., tanda akut abdomen"..
Laporan Partus Spontan Gemelli
Tanggal : ... Jam : ...WIB
- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his.
- Kepala turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva - Perineum meregang,
- Tampak suboksiput dibawah simfisis, dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi maksimal, sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu dan seluruh kepala. - Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa.
- Dengan pegangan biparietal, tarikan kebelakang dan kedepan, dilahirkan bahu depan dan belakang kemudian seluruh lengan - Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokhanter depan
dan belakang, kemudian seluruh tungkai Jam : ... WIB
- Lahir bayi I spontan laki-laki, BB 2500 g, PB 46cm, AS 9/10 - Air ketuban hijau encer, jumlah cukup.
- Bayi dikeringkan dan diselimuti, tali pusat dijepit dan dipotong - Periksa luar: janin kedua letak memanjang dengan presentasi
- Periksa dalam: pembukaan lengkap, selaput ketuban (+), kepala H II-III! ketuban dipecahkan! air ketuban kehijauan encer tidak teraba tali pusat.
- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his.
- Kepala turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva - Perineum meregang.
- Tampak suboksiput dibawah simfisis, dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi maksimal, sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu dan seluruh kepala. - Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa.
- Dengan pegangan biparietal, tarikan kebelakang dan kedepan, dilahirkan bahu depan dan belakang kemudian seluruh lengan - Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokhanter depan
dan belakang, kemudian seluruh tungkai Jam : ... WIB
- Lahir bayi II spontan perempuan, BB 2900g, PB 47cm, AS 9/10 - Air ketuban hijau encer, jumlah cukup.
- Bayi dikeringkan dan diselimuti, tali pusat dijepit dan dipotong - Ibu disuntik oksitosin 10 IU im
- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali .
Jam : ... Wib
- Lahir spontan plasenta lengkap, berat + 750 gr, ukuran + 20x19x 3cm, PTP I + 45 cm, PTP II + 50 cm.
- Plasenta: 2 buah menjadi satu, diamnion dikorion. - Dilakukan masase fundus, kontraksi baik
- Pada eksplorasi selanjutnya didapatkan luka perineum sesuai dengan ruptur perineum derajat II. Dilakukan jahitan hemostasis dan jelujur mukosa vagina dan subkutikuler kulit perineum dengan vicryl rapid 2.0
- Perdarahan kala III-IV 200 cc
Laporan Partus Cara Burn Marshall Tanggal : ...
Jam : ...
- Ibu dibantu /didampingi meneran sesuai dengan datangnya his
- Bokong turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva
- Perineum meregang dilakukam episiotomi mediolateral
- Dengan fleksi lateral dilahirkan berturut-turut bokong,
tungkai atas dan bawah
- Mengedan lagi lahir bahu depan, belakang sampai batas
rambut belakang.
- Secara Burn Marshal kedua kaki dipegang ke arah perut
ibu, dan dengan bantuan perasat Wigan Martin Winckle lahir berturut turut dagu, mulut, dahi dan seluruh kepala.
- Jalan nafas dibersihkan
Jam : ...
- Air ketuban jernih, jumlah sedikit
- Tali pusat dijepit dan dipotong, bayi dibawa ke radiant
warmer dikeringkan,diposisikan dan dilakukan rangsang taktil, bayi tidak menangis. HR> 100, dilakukan VTP, bayi kemerahan, menangis, diberikan O2 aliran bebas, bayi menangis kuat
- Ibu disuntik oksitosin 10 IU IM
- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali
Jam : ...
- Lahir spontan plasenta lengkap 500 gr, ukuran 17x18x3
cm, PTP 52 cm
- Insersio lateralis, robekan lateralis
- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik
- Pada eksplorasi selanjutnya didapatkan perineum ruptur
grade III, dilakukan jahitan satu-satu pada m.sfingter ani, jahitan hemostasis dan aproksismasi secara jelujur pada mukosa vagina dan perineum, kulit dijahit sub kutikuler dengan safil 2.0
Laporan Operasi Histerotomi
URAIAN PEMBEDAHAN
- Pasien terlentang di atas meja operasi dalam anastesi spinal - Asepsis dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya
- Insisi pfannenstiel mengikuti parut luka lama, terdapat perlekatan antara fasia, otot, dan peritoneum, dibebaskan secara tajam. - Setelah peritoneum dibuka tampak uterus gravidus, SBU bebas perlekatan
- Plika vesikouterina disayat semiluner, kandung kemih disisihkan ke bawah
- Dilakukan satu jahitan pada SBU sebagai penanda batas bawah sayatan longitudinal
- Dilakukan insisi low longitudinal, ditembus secara tumpul, dilebarkan secara tajam
- Dengan menarik kaki lahir bayi laki-laki, 600 gram, mati belum bermaserasi
- Air ketuban habis, tidak berbau
- Uterus dikeluarkan, tampak pada daerah fundus kebiruan, tempat implantasi plasenta
- Dengan tarikan ringan pada tali pusat, plasenta belum lahir, tali pusat putus, dilakukan manual plasenta, kesan plasenta adhesiva. Plasenta lahir lengkap.
- Pada daerah fundus belakang kiri dinding uterus sangat tipis, tempat implantasi plasenta tidak berdarah, diberikan uterotonika
oksitosin,methergin, dan misoprostol 600 mcg sub lingual
- Kedua ujung luka uterus dijahit hemostasis dengan kromik no. 1. Luka uterus dijahit 3 lapis dengan Vicryl no. 1
- Pada eksplorasi selanjutnya pada daerah fundus kiri tampak hematom uk. 5x4 cm, tampak pula hematom pada daerah mesosalping kiri uk.6x5cm. Konsul pada konsulen (dr. Budi W,SpOG/dr. Yudianto, SpOG/dr. Gatot, SpOG) hematom kemungkinan terjadi karena implantasi plasenta pada daerah kornu, lakukan jahitan hemostasis pada arteri uterina cabang ovarika.
- Informed consent pada keluarga tindakan tersebut.
- Selanjutnya dilakukan jahitan hemostasis pada arteri uterina cabang ovarika dan jahitan satu-satu pada hematoma pada daerah kornu kiri -Dalam observasi selanjutnya hematom pada daerah mesosalping tidak membesar
- Rongga abdomen dicuci dengan NaCl + 500 cc
- Diyakini tidak ada perdarahan, dinding abdomen ditutup lapis demi lapis, fascia dengan vicryl no.1 jelujur, kulit dijahit dengan vicryl 3.0 subkutikuler
- Perdarahan selama operasi ± 700 ml.
Keadaan pasca operasi :
KU baik, CM, muntah (-), refleks (+), sianosis (-), sesak (-) TD : 100/60 mmHg, N : 82 x/mnt, P : 20x/mnt , S : 36,7°C Instruksi pasca operasi :
1. Observasi TNP pasca operasi, kontraksi dan perdarahan per jam, suhu per 4 jam
2. Cek DPL post op, transfusi jika Hb < 8 gr/dl 2. Realimentasi dini
3. Immobilisasi 24 jam
4. Medikamentosa : - Clavamox 1,3 g iv - Kaltrofen supp 3x200 mg
Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal Kepada yth, konsulen fetomaternal
Mohon pemeriksaan USG FM pd NY"., "th G"P...A" hamil klinis aterm. HTA". Untuk konfirmasi umur kehamilan dan biometri janin. Adakah kelainan congenital mayor.
Atas bantuannya BTK Konsulen poli,
Mohon penilaian biometri, letak janin, plasenta, adakah lilitan tali pusat/ kelainan congenital mayor.
Atas bantuannya BTK Konsulen poli,
Pelvimetri Klinik
( pada G1, Belum pernah spontan, TBJ sekarang > sebelumnya)
• Promontorium tidak teraba
• DI ( distantia interspinatum ) > 9,5 cm
• Sacrum konkaf panggul N luas
• Spina tajam
• Dinding samping lurus • AP > 900
Pemantauan Pasien In Partu
Ø (cm) Ev. Pem Dlm Frek his (/10 mnt) Lama his (dtk)
Ev. His Ev. Bjj Ev. N Ev. TD + S PK I
laten
1- 3 8 jam 1- 2 x < 20 / 1 jam / 1 jam / 1 jam 4 jam PK I
aktif
4 – 9 4 jam 3x 20 – 40 / ! jam / ! jam / ! jam 4 jam PK II 10 - 4x > 40 / ! jam Tiap 5
Frekuensi Auskultasi
Stage of labor Low risk High risk
Latent 30 – 60 ‘ 30 ‘
Active 30 ‘ 15’
2n stage 15 ‘ 5’
7 hal yang harus diperhatikan post partum 1. kontraksi uterus baik
2. KK kososng
3. plasenta telah keluar semua 4. perdarahan ( - )
5. luka perineum telah dijahit 6. ibu baik
7. bayi baik
syarat bayi rawat gabung 1. lahir spontan
2. BB > 2500, < 4000 gr 3. APGAR > 7
4. masa kehamilan > 36 minggu, < 42 minggu 5. tanpa IIP
6. ibu sehat
Laserasi perineum / jalan lahir
• Grade I : fourchette, perineal skin sampai ( ? ) membrane mukosa vagina
• GradE II : mukosa membrane, fascia + otot perineum
• Grade II : kulit, mukosa membrane, otot perineum, M. spinchter ani
Apgar Score
0 1 2
Appearance (warna kulit)
Pucat, biru Tubuh
merah ekstremitas biru Seluruh tubuh merah Pulse rate (frekuensi HR) Tidak ada < 100 dpm > 100 dpm Grimace (respons terhadap stimulus)
Tidak ada Sedikit respons Menyeringai,
batuk/bersin Activity (tonus otot)
Tidak ada Ekstremitas sedikit
fleksi Gerak aktif, lengan dan tungkai fleksi dg baik Respiration (usaha pernafasan) Tidak ada (apnoe) Lemah, tidak beraturan reguler, menangis keras Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 ‘
Menit ke-1 Menit ke-5
Jika hasil 7-10 Jika hasil 4-6
Jika hasil 0-3
tidak diperlukan resusitasi diperlukan sedikit
resusitasi (bag&mask ventilation)
diperlukan resusitasi yang agresif (intubasi)
Normal Intermediat
Resiko disfungsi neurologis meningkat
Induksi Persalinan Induksi pematangan:
- Tujuan: mematangkan serviks
- Target: his 1-2 x/10 mnt
- Evaluasi ulang 12 jam setelah ada his
Induksi titrasi:
- Tujuan: memulai proses persalinan
- Target: his 3-4 x/10 mnt
- Evaluasi sesuai partograf, obsv. His dan BJJ tiap ! jam
Cara Induksi Oksitosin
- Mulai 8 tts/mnt, stlh 30 mnt evaluasi his. Bila target
tercapai! pertahankan tetesan. Bila belum ! naikkan
4 tts/mnt, evaluasi 30 mnt lagi, dst.
- Maksimal: 40 tts/mnt
- Bila target tidak tercapai setelah 40 tts/mnt!INDUKSI GAGAL
- Catatan: 1 mU = 2 tts (4 mU = 8 tts; 6 mU = 12 tts)
- ES: bila terlalu banyak dapat menyebabkan takisistole !
takikardi janin, his > 5 x/10 mnt
Obat-obatan Uterotropik (*) Metil ergometrin maleat (METERGIN, Pospargin)
- Indikasi: kotraksi uterus sekaligus
- Dosis: 1 amp (1 ml) = 0,2 mg; tablet 0,125 mg;
SC: setelah pengeluaran bayi, !-1 ml IV atau intramural atau 1 ml IM
Atoni uterus: 1 ml IM atau !-1 ml IV
Promosi involusi uterus: 3x 1 tablet (0,125 mg) Perdarahan puerperium, subinvolusi, lochiometra: 3x0,125-0,250 mg atau !-1 ml IM sehari
- ES: mual, muntah, nyeri abdomen, hipertensi
- KI: hipertensi berat, penggunaan sebelum persalinan janin
hidup
Oksitosin (SYNTOCINON)
- Indikasi: kontraksi uterus secara ritmik
- Dosis: 1 amp (1 ml) = 10 IU; 1 amp IM saat bayi lahir
o 5 IU dlm 500 cc NS, mulai 8 tts/mnt
- ES: hiperstimulasi/spasme uterus, retensi cairan!
Valethamat bromida (EPIDOSIN)
- Indikasi: spasmolitik, utk melunakkan serviks shg
membantu pembukaan
- Dosis: 1amp = 8 mg, 1 amp IV + 1 amp IM, lalu 1 amp IM
tiap ! jam s/d 3 kali
- KI: Obstruksi GI, obstruksi tr urinaria, glaucoma sudut
sempit
- ES: midriasis, fotofobia, sikloplegia, mulut kering, flushing,
takikardi, konstipasi, ruam kulit, muntah Prostaglandin (Misoprostol, CYTOTEC, Gastrul)
- Indikasi: kontraksi uterus, melunakkan serviks lewat
pengaktifan enzim hialuronidase, tukak peptic
- Dosis: tab 100 #g, 200 #g (25 #g intravagina diulang tiap 3
jam, maksimal 8 dosis)
- KI: bekas SC
- ES: ggn GI (diare, nyeri perut), ggn ginekologi (menoragi,
dismenore, kram, flek)
Skor Tokolitik (?)
0 1 2 3 4
Kontraksi uterus
- irreguler reguler -
-Ketuban intak - Pecah
tinggi
Pecah rendah
Perdarahan - spotting nyata
Dilatasi serviks
- 1 poin untuk setiap pembukaan
Nilai keyakinan keberhasilan tokolisis: 1 = 97 % berhasil 2 = 90 % berhasil 3 = 84 % berhasil 4 = 38 % berhasil 5 = 11 % berhasil 6 = 7 % berhasil > 7 = gagal
Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP) Variabel 2 0 Reaktivitas DJJ > 2 < 2 Akselerasi stimulasi > 2 < 2 Rasio SDAU < 3 > 3 Gerak nafas stimulasi > 2 episode < 2 episode Indeks Cairan Amnion > 10 < 10
Rasio SDAU = Rasio Sistolik – Diastolik Arteri Umbilikalis S = Sistolik D = Diastolik SD Ratio = S D Pulsatility = S – D Mean Indeks Resistensi = S – D S
Fibroacoustic stimulation ( VAS ) $ 80 Hz, 82 db $ selama 1 – 3 dtk di daerah kepala janin.
Indeks cairan amnion
• . 24 cm : tinggi
• 10 – 24 : N
• 5, 1 – 9,99 : < N
Pelvic Score
0 1 2
Arah porsio belakang aksial Depan
Konsistensi kenyal Lunak
Tebal 3 cm 2 cm 1 cm
Pembukaan tertutup 1-2 cm > 3 cm
Penurunan kepala Hodge I - II Hodge II –
III Bishop Score Skor Parameter 0 1 2 3 Dilatasi (cm) tertutup 1-2 3-4 > 5 Effacement (%) 0-30 40-50 60-70 > 80
Station -3 -2 -1 atau 0 +1 atau +2
Konsistensi kaku Medium Lunak
Posisi serviks Posterior Midposisi Anterior
Nilai:
- Bila skor 8 = keberhasilan partus pervaginam pasca induksi
tinggi
- Skor > 6 = serviks matang, bisa dilakukan induksi
Zatuchni-Andros Score
0 1 2
Paritas primi Multi
Usia gestasi > 39 mgg 38 mgg < 37 mgg Taksiran Berat Janin >3.630 gr 3.629-3.176 mg < 3.176 gr
Riw. Pres. Bokong - 1x > 2x
Pembukaan serviks < 2 3 > 4
Station < -3 -2 -1/ lbh
rendah Merupakan scoring untuk keberhasilan persalinan letak sungsang pervaginam
Nilai: < 3! SC
4 ! evaluasi kembali, terutama TBJ
> 5! partus pervaginam
Penilaian Asam Basa
- PH darah normal : 7, 35 – 7, 45 - Nilai normal : • PCO2 : 35 - 45 mmhg • PO2 : 75 – 100 mmhg • HCO3 : 20 – 26 meq / L • BE : -3 s/d + 3 • Sat O 2 : 95 – 98 % Gangguan keseimbangan Perubahan utama Kompensasi Respiratorik • Asidosis • Alkalosis & PCO2 ' PCO2 & HCO3 ' HCO3 Metabolic • Asidosis • Alkalosis ' HCO3 – & HCO3 – ' PCO2 & PCO2
Magnesium sulfat (MgSO4)
Indikasi
MgSO4 digunakan pada kehamilan untuk:
• Profilaksis kejang preeklampsia • Pengobatan dari kejang eklampsia
! Evidence Level I a1 Rekomendasi A Syarat2:
1. Frekwensi nafas lebih dari 16 x 2. Reflek patella
3. Tersedia antidotum ( Ca Glukonas ) 4. Tersedia alat resusitasi
Sediaan
• MgSO4 40% ( 25 cc ): MgSO4.7H2O 10 gr.
• MgSO4 20% ( 25 cc ): MgSO4.7H2O 5 gr.
Rute pemberian:
Intravena: paling dianjurkan
Intramuscular: dapat menyebabkan abses
! Pemberian MgSO4 harus diberikan di rumah sakit/ tempat yang memiliki
observasi, dan pengawasan yang baik. Dosis
- Kejang Eklampsia:
Dosis awal bolus/IV MgSO4 4gr ( 10cc ) diencerkan dengan aquabidest
sampai dengan 20 cc, diberikan 10 menit, bila kejang berulang berikan 2 gr ( 5 cc ) MgSO4 40%. Dosis awal maksimal 6 gr.
Dosis pemeliharaan: 1 gr/ jam ( 6 gr MgSO4 40 %/ 15 cc dalam RL 500cc
!15 – 20 tetes/ menit. ) s/d 24 jam post partum / kejang terakhir.
Tujuan utama untuk mengatasi kejang dan mencegah hypoxia maternal dan fetal
- Profilaksis untuk kejang preeklampsia:
loading dose 4 gr ( 10 cc ) diencerkan dengan aquabidest 10 cc diberikan dalam 15 menit.
Dosis pemeliharaan: 1 gr/ jam ( 6 gr MgSO4 40 %/ 15 cc dalam RL 500cc
!15 – 20 tetes/ menit. ) s/d 24 jam. Kadar Toksisitas MgSO4
1. Refleks patella hilang! kadar Mg++ mencapai 8 – 10 mEq/L 2. Depresi nafas ! kadar Mg++ mencapai 12 – 15 mEq/L 3. Cardiac arrest ! kadar Mg++ > 15 mEq/L
Air Ketuban (?) Membedakan air ketuban dengan zat lain:
1. Nitrazin test
Air ketuban yang ber-pH basa: kuning ! biru
False positive (16,2 %): cairan antiseptik, urin, darah, infeksi vagina yang mengubah pH
2. Fern test
Cairan ketuban diletakkan di atas kaca obyek, didiamkan sampai kering
Hasil: terjadi kristalisasi yang berbentuk pohon pakis False positive: jika sample diambil dari serviks, karena mucus serviks yang kering juga akan menghasilkan gambaran yang sama
3. Evaporation test
Sampel dari endoserviks dipanaskan ! jika tampak residu
berwarna putih = cairan ketuban; namun jika residu berwarna coklat = membran intak
4. Diamine-oksidase test
Merupakan enzim yang diproduksi oleh desidua Jumlah air ketuban pada postterm
Usia kehamilan Juml. Air Ketuban
38 minggu 1000 ml
40 minggu 800 ml
41 minggu 480 ml
42 minggu 250 ml
44 minggu 100 ml
Pada usia kehamilan 38 – 40 minggu, air ketuban:
- berwarna milky & cloudy karena terdapat verniks kaseosa
Lecitin – spingomielin
• Sampai kehamilan 26 minggu $ konsentrasi spingomyelin
> lesitin
• 26 – 33 mg $ L/ S = 1: 1
• 34 – 36 mg $ lesitin & & $ L / S ( 2
L / S ratio Fetal lung Risk for RDS
" >2 " 1, 5 – 2 " < 1, 5 Mature Transitional imature Minimal Moderate High Tes busa :
Amnion fluid + Na Cl + etanol $ dikocok 15 “ $ tampak cincin busa di permukaan tabung setelah 15 ‘
Partus Percobaan(*) Merupakan tes terhadap:
1. Kekuatan his
2. Daya akomodasi (moulase) Syarat:
1. Tidak ada kontraindikasi untuk partus pervaginam 2. Presentasi kepala
3. Kehamilan < 42 minggu Bila his baik, indikator keberhasilan:
1. Pembukaan serviks 2. Penurunan kepala 3. Putaran paksi dalam
CPD (*) Dikatakan CPD bila: - DBP > 9,7 - Lingkar perut > 35 Cara menentukan CPD: - maneuver Ellis - Partus percobaan
VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )
Alami: Skor
Riwayat persalinan sebelumnya 2
induksi sebelumnya
# sungsang, Gwt janin,Plasenta previa, SC selektif
# distosia pada ø < 5 # distosia pada ø > 5 2 1 0 dilatasi servik # 4 cm # 2 – 4 cm # < 2 cm 2 1 0 station dibawah – 2 1 panjang servik % 1 cm 1
Persalinan timbul spontan 1
Skor 7 – 9 $ 94, 5 %
4 – 6 $ 78, 8 % 0- 3 $ 60 %
Ketebalan SBU ( pada USG ) $ sebagai prediksi untuk terjadinya resiko rupture uterus :
( 4, 5 : 0 %
3, 6 – 4, 5 : 0, 6 %
2, 6 – 3, 5 : 6,6 %
< 2, 5 : 9, 8 %
Kemungkinan ruptur pada BSC:
• Transversal : 0, 3 – 2, 5 %
Skor Weinstein
Skor
Nilai bishop ( 4 4
Persalinan pervaginam sebelumnya 2
Indikasi SC yang lalu: A. Malpresentasi
HDK / PEB Gemelli
B. Plasenta previa/solusio plasenta Prematuritas KPD C. Gawat Janin CPD/ distosia D. Makrosomia IUGR 6 4 4 3 Nilai: ( 4 $ 58 % ( 6 $ 67 % ( 8 $ 78 % ( 10 $ 85 % ( 12 $ 88 %
Hiperemesis Gravidarum Mual karena efek estrogen dan hCG
Faktor predisposisi: - primigravida - mola hidatidosa - gemelli Etiologi: - Organik:
1. Villi chorialis masuk dalam sirkulasi ibu 2. Alergi
- Psikologik
Patologi:
- hati : degenerasi lemak (krn muntah terus menerus)
- Jantung : jadi lebih kecil, ada perdarahan sub endokard
- Otak : bercak perdarahan, ensefalopati wernicke
- Ginjal : degenerasi lemak
Akibat:
- Dehidrasi! hemokonsentrasi
- Alkalosis hipokloremik
- Ketosis (pemakaian cadangan lemak krn cadangan
karbohidrat habis)
- Hipokalemia! meningkatkan frekuensi muntah
- Sindroma Mallory-Weiss: robekan selaput lendir
esophagus/lambung! perdarahan GI
Tiga derajat hiperemesis:
I. Nafsu makan menurun, lemah, berat badan menurun,
nyeri epigastrium, frekuensi nadi meningkat, tekanan darah menurun, turgor turun, lidah kering, mata cekung
II. Suhu kadang-kadang naik, mata sedikit ikterik,
oliguria, konstipasi, tercium bau aseton, aseton urin (+)
III. Keadaan umum buruk, muntah (-), kesadaran
menurun, ensefalopati Wernicke Ensefalopati Wernicke:
- Dilatasi kapiler dan perdarahan pada korpora mamilaria
ventrikel 3 dan 4
Bagan Penanganan Atonia Uteri
Kadar Hb
Jenis dan uji silang darah Nilai fungsi pembekuan
Perdarahan terus berlan sun
Identifikasi sumber perdarahan lain: laserasi jalan lahir
(hematom parametrial, ruptur uteri, inversion uteri), sisa fragmen plasenta, koagulopati Uterus tidak berkontraksi
Kompresi bimanual Kompresi aorta abdominal Tekan segmen bawah atau
aorta abdominal Misoprostol 400 mg perrektal
Tidak berhasil Tampon uterus
Ru uk
Ligasi arteri uterina dan ovarika Berhasil
Terkontrol Transfusi Rawat lanjut dan
observasi ketat
Perdarahan masih berlangsung Transfusi Histerektomi Atonia uteri Multiparitas Partus lama Regangan uterus Solusio plasenta
Masase uterus dan kompresi bimanual
Oksitosin 10 iu IM dan infus 20 iu/500 ml NS/RL 40 tts/guyur Infus untuk restorasi cairan dan jalur obat esensial
Penatalaksanaan Retensio Urin
Kateterisasi, Urinalisa, kultur urin Antibiotik, banyak minum (3 lt/24 jam)
Prostaglandin 2 x 1
Urin <500 ml urin 500-1000 ml urin 1000-2000 ml urin >2000 ml
Intermitten dauer kateter dauer kateter dauer kateter
(kateterisasi 1 x 24 jam 2 x 24 jam 3 x 24 jam Tiap 5 jam
Selama 24 jam
Buka tutup kateter /24 jam (kecuali dpt BAK kateter dpt segera dibuka)
Kateter dilepas pagi hari 4-5 jam
Dapat BAK spontan tidak dapat BAK spontan
Urin residu > 200 ml (obstetri) Urin residu < 200 ml (obstetri)
> 100 ml (ginekologi) < 100 ml (ginekologi)
Induksi Misoprostol Hamil dengan ketuban pecah
Hamil 41-42 minggu
Hamil > 34 minggu, PEB, Pelvic score < 5
Induksi misoprostol 25 #g / 6 jam Misoprostol I
PK I aktif PS belum matang
PK II Misoprostol II (6 jam)
Lahir PK I aktif PS belum
matang
PK II titrasi sampai his
adekuat (3-4 x/ 10 mnt) His adekuat (3 jam) PK I aktif PK II
Induksi Folley Catether Hamil 41-42 minggu belum inpartu
Induksi FC 24 jam
Lepas spontan lepas spontan lepas spontan
Keluar air-air keluar air-air keluar air-air
PK I aktif PS belum matang PS matang
PK II Istirahat 24 jam titrasi oksitosin
FC 24 jam his adekuat
Belum matang PK I aktif
Pematangan dg oksitosin PK II
12 jam matang PK I aktif
Titrasi oksitosin His adekuat
(3 jam) PK I aktif