• No results found

Buku Dewa Obstetri for ISILO.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Buku Dewa Obstetri for ISILO.pdf"

Copied!
32
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

Originally by: Originally by:

Dian Indah Purnama

Dian Indah Purnama

Isilo Version by:

Isilo Version by:

Utomo Budidarmo

Utomo Budidarmo

NOTES

(2)

!"#$"% '()

!"#$"% '()

Penulisan Status Obstetri

Penulisan Status Obstetri ...33 Penurunan Kepala

Penurunan Kepala... 33 Laporan Partus Spontan

Laporan Partus Spontan ...33 Instruksi 2 jam postpartum:

Instruksi 2 jam postpartum: ...44 Laporan Ekstraksi Forseps

Laporan Ekstraksi Forseps ...55 Laporan Ekstraksi Vakum

Laporan Ekstraksi Vakum ...66 Laporan Seksio Cesarea

Laporan Seksio Cesarea ...77 Laporan Operasi KET

Laporan Operasi KET ...88 Laporan Kuretase

Laporan Kuretase ...99 Laporan Partus Spontan Gemelli

Laporan Partus Spontan Gemelli...99 Laporan Partus Cara Burn Marshall

Laporan Partus Cara Burn Marshall...1010 Laporan Operasi Histerotomi

Laporan Operasi Histerotomi...1212 Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal

Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal...1414 Pelvimetri Klinik

Pelvimetri Klinik ...1414 Pemantauan Pasien In Partu

Pemantauan Pasien In Partu ...1414 Frekuensi Auskultasi

Frekuensi Auskultasi ...1515 7 hal yang harus diperhatikan post partum

7 hal yang harus diperhatikan post partum ...1515 syarat bayi rawat gabung

syarat bayi rawat gabung ...1515 Laserasi perineum / jalan lahir 

Laserasi perineum / jalan lahir ...1515 Apgar Score

Apgar Score ...1616 Interpretasi Hasil APGAR

Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 1’ & 5 ‘‘... 1616 Induksi Persalinan Induksi Persalinan ...1717 Obat-obatan Uterotropik (*) Obat-obatan Uterotropik (*)...1717 Skor Tokolitik (?) Skor Tokolitik (?) ...1818 Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)

Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)... 1919 Fibroacoustic stimulation ( VAS )

Fibroacoustic stimulation ( VAS )...1919 Indeks cairan amnion

Indeks cairan amnion ...1919 Pelvic Score Pelvic Score ...2020 Bishop Score Bishop Score ...2020 Zatuchni-Andros Score Zatuchni-Andros Score ...2121 Penilaian Asam Basa

Penilaian Asam Basa ...2121 Magnesium sulfat (MgSO4)

Magnesium sulfat (MgSO4) ...2222 Air Ketuban (?) Air Ketuban (?) ...2323 Lecitin – spingomielin Lecitin – spingomielin ...2424 Partus Percobaan(*) Partus Percobaan(*) ...2424 CPD (*) CPD (*) ...2424 VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )

VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )... 2525 Skor Weinstein

Skor Weinstein ...2626 Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum ...2727 Bagan Penanganan Atonia Uteri

Bagan Penanganan Atonia Uteri...2828 Penatalaksanaan Retensio Urin

Penatalaksanaan Retensio Urin...2929 Induksi Misoprostol

Induksi Misoprostol ...3030 Induksi Folley Catether 

Induksi Folley Catether ...3131 Cara-Cara Penghitungan (?) Cara-Cara Penghitungan (?)... 3232 Paracervical Block Paracervical Block ...3232 Manual Placenta Manual Placenta ...3232

(3)

!"#$"% '()

!"#$"% '()

Penulisan Status Obstetri

Penulisan Status Obstetri ...33 Penurunan Kepala

Penurunan Kepala... 33 Laporan Partus Spontan

Laporan Partus Spontan ...33 Instruksi 2 jam postpartum:

Instruksi 2 jam postpartum: ...44 Laporan Ekstraksi Forseps

Laporan Ekstraksi Forseps ...55 Laporan Ekstraksi Vakum

Laporan Ekstraksi Vakum ...66 Laporan Seksio Cesarea

Laporan Seksio Cesarea ...77 Laporan Operasi KET

Laporan Operasi KET ...88 Laporan Kuretase

Laporan Kuretase ...99 Laporan Partus Spontan Gemelli

Laporan Partus Spontan Gemelli...99 Laporan Partus Cara Burn Marshall

Laporan Partus Cara Burn Marshall...1010 Laporan Operasi Histerotomi

Laporan Operasi Histerotomi...1212 Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal

Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal...1414 Pelvimetri Klinik

Pelvimetri Klinik ...1414 Pemantauan Pasien In Partu

Pemantauan Pasien In Partu ...1414 Frekuensi Auskultasi

Frekuensi Auskultasi ...1515 7 hal yang harus diperhatikan post partum

7 hal yang harus diperhatikan post partum ...1515 syarat bayi rawat gabung

syarat bayi rawat gabung ...1515 Laserasi perineum / jalan lahir 

Laserasi perineum / jalan lahir ...1515 Apgar Score

Apgar Score ...1616 Interpretasi Hasil APGAR

Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 1’ & 5 ‘‘... 1616 Induksi Persalinan Induksi Persalinan ...1717 Obat-obatan Uterotropik (*) Obat-obatan Uterotropik (*)...1717 Skor Tokolitik (?) Skor Tokolitik (?) ...1818 Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)

Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP)... 1919 Fibroacoustic stimulation ( VAS )

Fibroacoustic stimulation ( VAS )...1919 Indeks cairan amnion

Indeks cairan amnion ...1919 Pelvic Score Pelvic Score ...2020 Bishop Score Bishop Score ...2020 Zatuchni-Andros Score Zatuchni-Andros Score ...2121 Penilaian Asam Basa

Penilaian Asam Basa ...2121 Magnesium sulfat (MgSO4)

Magnesium sulfat (MgSO4) ...2222 Air Ketuban (?) Air Ketuban (?) ...2323 Lecitin – spingomielin Lecitin – spingomielin ...2424 Partus Percobaan(*) Partus Percobaan(*) ...2424 CPD (*) CPD (*) ...2424 VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )

VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )... 2525 Skor Weinstein

Skor Weinstein ...2626 Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum ...2727 Bagan Penanganan Atonia Uteri

Bagan Penanganan Atonia Uteri...2828 Penatalaksanaan Retensio Urin

Penatalaksanaan Retensio Urin...2929 Induksi Misoprostol

Induksi Misoprostol ...3030 Induksi Folley Catether 

Induksi Folley Catether ...3131 Cara-Cara Penghitungan (?) Cara-Cara Penghitungan (?)... 3232 Paracervical Block Paracervical Block ...3232 Manual Placenta Manual Placenta ...3232

(4)

Penulisan Status Obstetri Penulisan Status Obstetri TFU

TFU : : 3 3 jbpst jbpst // !! pst-simfisis / dll pst-simfisis / dll atauatau ""cm, pu cm, pu (ki/ka) , (ki/ka) , O,O, TBJ TBJ"".gr,.gr, kontraksi -/ +, djj 140 – 144 dpm kontraksi -/ +, djj 140 – 144 dpm I I : : V V / / V V tenangtenang Io

Io : : portio portio licin, licin, livid, livid, ostium ostium tertutup tertutup / / terbuka, terbuka, fluksus fluksus + + / / -,-, darah

darah

mengalir dari ostium ( - ). mengalir dari ostium ( - ). Vt

Vt : : portio portio kenyal, kenyal, arah arah belakang, belakang, panjang panjang 2 2 cm, cm, ø ø 1 1 cm, cm, ketubanketuban + / -.

+ / -.

Kepala H I/ II – II / III – IV, SSL ( sutura sagitalis lintang ) Kepala H I/ II – II / III – IV, SSL ( sutura sagitalis lintang )

Penurunan Kepala Penurunan Kepala 5/5 5/5 4/ 5 ~ H I 4/ 5 ~ H I 3/ 5 ~ 3/ 5 ~ H I – H I – IIII 2/ 5 ~ H II 2/ 5 ~ H II 1/ 5 ~ H III 1/ 5 ~ H III 0/5 ~ H IV 0/5 ~ H IV

Laporan Partus Spontan Laporan Partus Spontan

Tanggal…… Tanggal……

Jam………..

Jam………..

-- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya hisIbu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his -- Kepala janin turun sesuai sumbu jalan lahir sehinggaKepala janin turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga

tampak di vulva tampak di vulva -- Perineum meregangPerineum meregang

-- Tampak suboksiput di bawah simfisis. Dengan suboksiputTampak suboksiput di bawah simfisis. Dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi

sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi

maksimal sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, maksimal sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu, dan seluruh kepala

dagu, dan seluruh kepala

-- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassaHidung dan mulut dibersihkan dengan kassa

-- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan keDengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan, dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian depan, dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan

seluruh lengan

-- Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokanterDengan pegangan samping badan, dilahirkan trokanter depan dan belakang, kemudian seluruh tungkai

(5)

Jam………

- Lahir spontan bayi (laki-laki / perempuan), BB….gram, PB…..cm, AS…/…

- Air ketuban jernih, jumlah cukup - Bayi dikeringkan dan diselimuti - Tali pusat dijepit dan dipotong - Ibu disuntik oksitosin 10 IU IM

- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali

Jam………

- Lahir spontan plasenta lengkap ….gram, ukuran (p) x (l) x (t) cm, PTP…cm

- Insersio (sentralis/lateralis), robekan (sentralis/lateralis) - Dilakukan masase fundus, kontraksi uterus baik

- Pada eksplorasi jalan lahir selanjutnya didapatkan

 perineum (intak/ruptur sesuai grade I/II/ III/IV), dilakukan  jahitan hemostasis, (bila grade III: j ahitan satu-satu / angka

8 m. sfingter ani eksternus), jelujur mukosa vagina dan subkutikuler perineum

- Perdarahan kala III – IV …ml

Instruksi 2 jam postpartum:

- O bservasi TNSP, kontraksi dan perdarahan - Mobilisasi dini

- Diet TKTP (bila ruptur perineum grade III - IV: diet tinggi serat dan banyak minum)

- Motivasi ASI – KB

- Hygiene vulva dan perineum

- Pindah ruang (rawat / rawat gabung)

(6)

Laporan Ekstraksi Forseps

- Pasien dalam posisi litotomi

- A dan antisepsis daerah genitalia eksterna dan sekitarnya

- Kandung kemih dikosongkan

- Dilakukan periksa dalam ulang: pembukaan lengkap, ketuban

(-), Kepala Hodge III-IV, UUK".

- Dilakukan prerekonstruksi di depan vulva bagaimana forseps

akan dipasang

- Dipasang forseps kiri, mudah

- Dipasang forseps kanan, biparietal terhadap kepala janin,

mudah

- Dilakukan wandering, setelah diyakini tidak ada jaringan yang

terjepit, dilakukan penguncian forseps, mudah

- Dilakukan traksi mendatar dan anterior

- Perineum meregang, dilakukan episiotomi mediolateral

- Tampak kepala bayi lahir oksiput anterior, dahi, muka, dagu,

dan seluruh kepala, forseps dilepas.

- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa steril dan

penghisap De Lee

- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan,

dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan

- Dengan pegangan samping badan, lahirkan trokanter depan

dan belakang, kemudian seluruh tungkai. Jam".

- Lahir bayi (laki – laki/perempuan) , BB " gr, PB .. cm, AS ../"

- Air ketuban jernih, ,jumlah cukup

- Bayi dikeringkan dan diselimuti, lalu tali pusat dijepit dan

dipotong

- Ibu disuntik oksitosin 10 IU im

- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali.

Jam.."

- Lahir spontan plasenta lengkap " gr, ,ukuran p x l x t cm, PTP

.. cm

- Insersio lateralis, robekan sentralis

- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik

- Pasca eksplorasi selanjutnya didapatkan luka episiotomi sesuai

ruptur perineum grade (I/II/III/IV), dilakukan jahitan hemostasis, (bila grade III: jahitan satu-satu / angka 8 m. sfingter ani eksternus), jelujur mukosa vagina dan subkutikuler perineum

(7)

Laporan Ekstraksi Vakum

- Pasien dalam posisi litotomi

- A dan antisepsis daerah genitalia eksterna dan sekitarnya

- Kandung kemih dikosongkan

- Dilakukan periksa dalam ulang: pembukaan lengkap, ketuban

(-), Kepala Hodge III-IV, UUK".

- Dipasang mangkok silikon no"  antara sutura sagitalis sedekat

mungkin dengan UUK

- Setelah diyakini tidak ada jaringan yang terjepit, dibuat tekanan

negatif 0,7 kg/cm2 dan dipertahankan selama 2 menit.

- Kembali diyakini tidak ada jaringan yang terjepit, dilakukan

traksi definitif bersamaan dengan his

- Perineum meregang

- Tampak kepala bayi lahir, tekanan diturunkan, mangkok dilepas.

- Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa

- Dengan pegangan biparietal, tarikan ke belakang dan ke depan,

dilahirkan bahu depan dan belakang, kemudian seluruh lengan

- Dengan pegangan samping badan, lahirkan trokanter depan

dan belakang, kemudian seluruh tungkai. Jam:".

- Lahir bayi (laki – laki/perempuan) , BB " gr, PB .. cm, AS 9/10

- Air ketuban jernih, ,jumlah cukup

- Bayi dikeringkan dan diselimuti, lalu tali pusat dijepit dan

dipotong

- Ibu disuntik oksitosin 10 IU im

- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali.

Jam:"

- Lahir spontan plasenta lengkap " gr, ,ukuran p x l x t cm, PTP

.. cm

- Insersio lateralis, robekan sentralis

- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik

- Pasca eksplorasi selanjutnya didapatkan luka episiotomi sesuai

ruptur perineum grade"., dilakukan jahitan hemostasis,

"".(dst)

(8)

Laporan Seksio Cesarea

- Pasien terlentang di atas meja operasi dalam anesthesia (spinal /

umum)

- A dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya

- Insisi (mediana pusat-simfisis 10 cm / pfannenstiel 8 cm)

- Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus gravidus

- Plika vesikouterina disayat semilunar, kandung kemih disisihkan ke

bawah

- SBU disayat, ditembus dan dilebarkan secara (tajam / tumpul)

berbentuk (semilunar / U)

- Dengan (menarik kepala / menarik kaki / dengan forseps / vakum),

dilahirkan bayi (laki/perempuan),"gr, "cm, AS"/" (terdapat lilitan tali pusat"kali di leher)

- Air ketuban (jernih/kehijauan/hijau kental), (berbau/tidak)

- Plasenta berimplantasi di (fundus/korpus depan/belakang) (meluas ke

bawah sampai menutupi OUI / mencapai tepi OUI / mendekati OUI + "cm)

- Dengan tarikan ringan pada tali pusat, plasenta dilahirkan lengkap

- Kedua ujung SBU dijahit hemostasis, luka SBU dijahit dengan (jelujur

selapis/dua lapis/tiga lapis) dengan (Vicryl no.1/catgut no../ ")

- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, dilakukan reperitonisasi dengan

plika vesikouterina dengan chromic catgut 2.0

- Pada eksplorasi, kedua tuba dan ovarium dalam batas normal

- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, dinding abdomen ditutup lapis

demi lapis, fasia dengan jahitan (satu-satu/jelujur) dengan (vicryl/"no.1), kulit dengan jahitan (satu-satu dengan Zyde 2.0 / subkutikuler dengan chromic catgut 2.0)

- Perdarahan selama operasi"ml

Keadaan post operasi:

- Sadar (+), muntah (-), refleks (+), sianosis (-)

- TD" FN" FP". Suhu"

Instruksi Pasca Bedah:

1. Observasi TNSP, kontraksi, tiap 30 menit selama dua jam pertama 2. Cek Hb. Bila Hb < 8 gr/dl, lakukan transfuse

3. (Pada anestesi umum: realimentasi bertahap setelah bising usus (+) / pada anestesi spinal: realimentasi dini)

4. (Pada anestesi umum: mobilisasi dini / pada anestesi spinal: immobilisasi 24 jam)

5. Medikamentosa:

- Kedacillin 1 gr IV - Voltaren/Profenid/Tramal supp

- Pada PEB!lanjutkan tatalaksana PEB

(9)

Laporan Operasi KET

- Pasien terbaring di atas meja operasi dalam anesthesia (spinal/umum)

- A dan antisepsis lapangan operasi dan sekitanya

- Insisi (mediana pusat-simfisis 10 cm/ pfannenstiel 8 cm)

- Setelah peritoneum dibuka (tampak bekuan darah dan

darah berwarna merah segar / kehitaman banyaknya "cc, dikeluarkan)

- (Pada eksplorasi tuba dimana kelainan terletak) pada

eksplorasi tampak massa pada tuba (kiri/kanan) dengan ukuran p x l x t cm, berasal dari pars". Yang (masih/tidak berdarah), ovarium (kiri/kanan) dalam batas normal.

- (pada tuba dan ovarium kontralateral): Tuba (kanan/kiri) dan

ovarium (kanan/kiri) dalam batas normal

- (bila salpingektomi): Dilakukan salpingektomi (kiri/kanan)

dengan cara menjepit, memotong, dan menjahit hemostasis

- (bila salpingostomi): Dilakukan salpingostomi (kiri/kanan)

- Diyakini tidak ada perdarahan

- Rongga abdomen dicuci dengan NaCl 0,9% hangat

sebanyak "liter

- Sekali lagi diyakini tidak ada perdarahan

- Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis, , fasia dengan

 jahitan (satu-satu/jelujur) dengan (vicryl/ "no.1), kulit dengan jahitan (satu-satu dengan Zyde 2.0 / subkutikuler dengan chromic catgut 2.0)

- Perdarahan selama operasi"ml

Keadaan post operasi:

- Sadar (+), muntah (-), refleks (+), sianosis (-)

- TD" FN" FP". Suhu"

Instruksi Pasca Bedah:

- Observasi TNSP tiap 30 menit selama dua jam pertama

- Cek Hb. Bila Hb < 8 gr/dl, lakukan transfuse

- (Pada anestesi umum: realimentasi bertahap setelah bising

usus (+) / pada anestesi spinal: realimentasi dini)

- (Pada anestesi umum: mobilisasi dini / pada anestesi spinal:

immobilisasi 24 jam)

-  Medikamentosa:

o Kedacillin 1 gr IV

(10)

Laporan Kuretase

- Pasien dalam posisi litotomi dalam analgesi neuroleptik

- A dan antisepsis genitalia eksterna dan sekitarnya

- Kandung kemih dikosongkan / diyakinkan kosong

- Dipasang spekulum bawah dan atas

- Dipasang tenakulum pada bibir porsio jam 12

- Sondase masuk ".cm, arah uterus retro / antefleksi

- Dengan cunam abortus dikeluarkan jaringan ukuran "",

kesan hasil konsepsi. Jaringan dikirim untuk pemeriksaan PA

- Dengan kuret tajam korpus uteri dibersihkan secara

sistematis, dikeluarkan jaringan sebanyak ".cc secara sistematis, jaringan dikirim untuk pemeriksaan PA

- Setelah diyakini tidak ada perdarahan, tindakan dihentikan

- Porsio dicuci dengan betadin

- (Jika ada perdarahan: ".cc, dipasang tampon, tampon

dibuka saat ") Pasca tindakan:

- observasi (tiap 15 menit pada 1 jam pertama dan tiap 30

menit pada 1 jam kedua) keadaan umum"., tekanan darah".., frekuensi nadi".., frekuensi nafas".., suhu".., perdarahan"., tanda akut abdomen"..

Laporan Partus Spontan Gemelli

Tanggal : ... Jam : ...WIB

- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his.

- Kepala turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva - Perineum meregang,

- Tampak suboksiput dibawah simfisis, dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi maksimal, sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu dan seluruh kepala. - Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa.

- Dengan pegangan biparietal, tarikan kebelakang dan kedepan, dilahirkan bahu depan dan belakang kemudian seluruh lengan - Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokhanter depan

dan belakang, kemudian seluruh tungkai Jam : ... WIB

- Lahir bayi I spontan laki-laki, BB 2500 g, PB 46cm, AS 9/10 - Air ketuban hijau encer, jumlah cukup.

- Bayi dikeringkan dan diselimuti, tali pusat dijepit dan dipotong - Periksa luar: janin kedua letak memanjang dengan presentasi

(11)

- Periksa dalam: pembukaan lengkap, selaput ketuban (+), kepala H II-III! ketuban dipecahkan! air ketuban kehijauan encer tidak teraba tali pusat.

- Ibu dipimpin meneran sesuai dengan datangnya his.

- Kepala turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva - Perineum meregang.

- Tampak suboksiput dibawah simfisis, dengan suboksiput sebagai hipomoklion, kepala mengadakan defleksi maksimal, sehingga berturut-turut lahir UUB, dahi, muka, dagu dan seluruh kepala. - Hidung dan mulut dibersihkan dengan kassa.

- Dengan pegangan biparietal, tarikan kebelakang dan kedepan, dilahirkan bahu depan dan belakang kemudian seluruh lengan - Dengan pegangan samping badan, dilahirkan trokhanter depan

dan belakang, kemudian seluruh tungkai Jam : ... WIB

- Lahir bayi II spontan perempuan, BB 2900g, PB 47cm, AS 9/10 - Air ketuban hijau encer, jumlah cukup.

- Bayi dikeringkan dan diselimuti, tali pusat dijepit dan dipotong - Ibu disuntik oksitosin 10 IU im

- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali .

Jam : ... Wib

- Lahir spontan plasenta lengkap, berat + 750 gr, ukuran + 20x19x 3cm, PTP I + 45 cm, PTP II + 50 cm.

- Plasenta: 2 buah menjadi satu, diamnion dikorion. - Dilakukan masase fundus, kontraksi baik

- Pada eksplorasi selanjutnya didapatkan luka perineum sesuai dengan ruptur perineum derajat II. Dilakukan jahitan hemostasis dan jelujur mukosa vagina dan subkutikuler kulit perineum dengan vicryl rapid 2.0

- Perdarahan kala III-IV 200 cc

Laporan Partus Cara Burn Marshall Tanggal : ...

Jam : ...

- Ibu dibantu /didampingi meneran sesuai dengan datangnya his

- Bokong turun sesuai sumbu jalan lahir sehingga tampak di vulva

- Perineum meregang dilakukam episiotomi mediolateral

- Dengan fleksi lateral dilahirkan berturut-turut bokong,

tungkai atas dan bawah

- Mengedan lagi lahir bahu depan, belakang sampai batas

rambut belakang.

- Secara Burn Marshal kedua kaki dipegang ke arah perut

ibu, dan dengan bantuan perasat Wigan Martin Winckle lahir berturut turut dagu, mulut, dahi dan seluruh kepala.

- Jalan nafas dibersihkan

Jam : ...

(12)

- Air ketuban jernih, jumlah sedikit

- Tali pusat dijepit dan dipotong, bayi dibawa ke radiant

warmer dikeringkan,diposisikan dan dilakukan rangsang taktil, bayi tidak menangis. HR> 100, dilakukan VTP, bayi kemerahan, menangis, diberikan O2 aliran bebas, bayi menangis kuat

- Ibu disuntik oksitosin 10 IU IM

- Dilakukan peregangan tali pusat terkendali

Jam : ...

- Lahir spontan plasenta lengkap 500 gr, ukuran 17x18x3

cm, PTP 52 cm

- Insersio lateralis, robekan lateralis

- Dilakukan masase fundus, kontraksi baik

- Pada eksplorasi selanjutnya didapatkan perineum ruptur

grade III, dilakukan jahitan satu-satu pada m.sfingter ani,  jahitan hemostasis dan aproksismasi secara jelujur pada mukosa vagina dan perineum, kulit dijahit sub kutikuler dengan safil 2.0

(13)

Laporan Operasi Histerotomi

URAIAN PEMBEDAHAN

- Pasien terlentang di atas meja operasi dalam anastesi spinal - Asepsis dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya

- Insisi pfannenstiel mengikuti parut luka lama, terdapat perlekatan antara fasia, otot, dan peritoneum, dibebaskan secara tajam. - Setelah peritoneum dibuka tampak uterus gravidus, SBU bebas perlekatan

- Plika vesikouterina disayat semiluner, kandung kemih disisihkan ke bawah

- Dilakukan satu jahitan pada SBU sebagai penanda batas bawah sayatan longitudinal

- Dilakukan insisi low longitudinal, ditembus secara tumpul, dilebarkan secara tajam

- Dengan menarik kaki lahir bayi laki-laki, 600 gram, mati belum bermaserasi

- Air ketuban habis, tidak berbau

- Uterus dikeluarkan, tampak pada daerah fundus kebiruan, tempat implantasi plasenta

- Dengan tarikan ringan pada tali pusat, plasenta belum lahir, tali pusat putus, dilakukan manual plasenta, kesan plasenta adhesiva. Plasenta lahir lengkap.

- Pada daerah fundus belakang kiri dinding uterus sangat tipis, tempat implantasi plasenta tidak berdarah, diberikan uterotonika

oksitosin,methergin, dan misoprostol 600 mcg sub lingual

- Kedua ujung luka uterus dijahit hemostasis dengan kromik no. 1. Luka uterus dijahit 3 lapis dengan Vicryl no. 1

- Pada eksplorasi selanjutnya pada daerah fundus kiri tampak hematom uk. 5x4 cm, tampak pula hematom pada daerah mesosalping kiri uk.6x5cm. Konsul pada konsulen (dr. Budi W,SpOG/dr. Yudianto, SpOG/dr. Gatot, SpOG) hematom kemungkinan terjadi karena implantasi plasenta pada daerah kornu, lakukan jahitan hemostasis pada arteri uterina cabang ovarika.

- Informed consent pada keluarga tindakan tersebut.

- Selanjutnya dilakukan jahitan hemostasis pada arteri uterina cabang ovarika dan jahitan satu-satu pada hematoma pada daerah kornu kiri -Dalam observasi selanjutnya hematom pada daerah mesosalping tidak membesar

- Rongga abdomen dicuci dengan NaCl + 500 cc

- Diyakini tidak ada perdarahan, dinding abdomen ditutup lapis demi lapis, fascia dengan vicryl no.1 jelujur, kulit dijahit dengan vicryl 3.0 subkutikuler

- Perdarahan selama operasi ± 700 ml.

Keadaan pasca operasi :

KU baik, CM, muntah (-), refleks (+), sianosis (-), sesak (-) TD : 100/60 mmHg, N : 82 x/mnt, P : 20x/mnt , S : 36,7°C Instruksi pasca operasi :

1. Observasi TNP pasca operasi, kontraksi dan perdarahan per jam, suhu per 4 jam

(14)

2. Cek DPL post op, transfusi jika Hb < 8 gr/dl 2. Realimentasi dini

3. Immobilisasi 24 jam

4. Medikamentosa : - Clavamox 1,3 g iv - Kaltrofen supp 3x200 mg

(15)

Contoh USG / Konsul USG Fetomaternal Kepada yth, konsulen fetomaternal

Mohon pemeriksaan USG FM pd NY"., "th G"P...A" hamil klinis aterm. HTA". Untuk konfirmasi umur kehamilan dan biometri janin.  Adakah kelainan congenital mayor.

 Atas bantuannya BTK Konsulen poli,

Mohon penilaian biometri, letak janin, plasenta, adakah lilitan tali pusat/ kelainan congenital mayor.

 Atas bantuannya BTK Konsulen poli,

Pelvimetri Klinik

( pada G1, Belum pernah spontan, TBJ sekarang > sebelumnya)

• Promontorium tidak teraba

• DI ( distantia interspinatum ) > 9,5 cm

• Sacrum konkaf panggul N luas

• Spina tajam

• Dinding samping lurus • AP > 900

Pemantauan Pasien In Partu

Ø (cm) Ev. Pem Dlm Frek his (/10 mnt) Lama his (dtk)

Ev. His Ev. Bjj Ev. N Ev. TD + S PK I

laten

1- 3 8 jam 1- 2 x < 20 / 1 jam / 1 jam / 1 jam 4 jam PK I

aktif

4 – 9 4 jam 3x 20 – 40 / ! jam / ! jam / ! jam 4 jam PK II 10 - 4x > 40 / ! jam Tiap 5

(16)

Frekuensi Auskultasi

Stage of labor Low risk High risk

Latent 30 – 60 ‘ 30 ‘

 Active 30 ‘ 15’

2n stage 15 ‘ 5’

7 hal yang harus diperhatikan post partum 1. kontraksi uterus baik

2. KK kososng

3. plasenta telah keluar semua 4. perdarahan ( - )

5. luka perineum telah dijahit 6. ibu baik

7. bayi baik

syarat bayi rawat gabung 1. lahir spontan

2. BB > 2500, < 4000 gr 3. APGAR > 7

4. masa kehamilan > 36 minggu, < 42 minggu 5. tanpa IIP

6. ibu sehat

Laserasi perineum / jalan lahir

• Grade I : fourchette, perineal skin sampai ( ? ) membrane mukosa vagina

• GradE II : mukosa membrane, fascia + otot perineum

• Grade II : kulit, mukosa membrane, otot perineum, M. spinchter ani

(17)

Apgar Score

0 1 2

 Appearance (warna kulit)

Pucat, biru Tubuh

merah ekstremitas biru Seluruh tubuh merah Pulse rate (frekuensi HR) Tidak ada < 100 dpm > 100 dpm Grimace (respons terhadap stimulus)

Tidak ada Sedikit respons Menyeringai,

batuk/bersin  Activity  (tonus otot)

Tidak ada Ekstremitas sedikit

fleksi Gerak aktif, lengan dan tungkai fleksi dg baik Respiration (usaha pernafasan) Tidak ada (apnoe) Lemah, tidak beraturan reguler, menangis keras Interpretasi Hasil APGAR 1’ & 5 ‘

Menit ke-1 Menit ke-5

Jika hasil 7-10 Jika hasil 4-6

Jika hasil 0-3

tidak diperlukan resusitasi diperlukan sedikit

resusitasi (bag&mask ventilation)

diperlukan resusitasi yang agresif (intubasi)

Normal Intermediat

Resiko disfungsi neurologis meningkat

(18)

Induksi Persalinan Induksi pematangan:

- Tujuan: mematangkan serviks

- Target: his 1-2 x/10 mnt

- Evaluasi ulang 12 jam setelah ada his

Induksi titrasi:

- Tujuan: memulai proses persalinan

- Target: his 3-4 x/10 mnt

- Evaluasi sesuai partograf, obsv. His dan BJJ tiap ! jam

Cara Induksi Oksitosin

- Mulai 8 tts/mnt, stlh 30 mnt evaluasi his. Bila target

tercapai! pertahankan tetesan. Bila belum ! naikkan

4 tts/mnt, evaluasi 30 mnt lagi, dst.

- Maksimal: 40 tts/mnt

- Bila target tidak tercapai setelah 40 tts/mnt!INDUKSI GAGAL

- Catatan: 1 mU = 2 tts (4 mU = 8 tts; 6 mU = 12 tts)

- ES: bila terlalu banyak dapat menyebabkan takisistole !

takikardi janin, his > 5 x/10 mnt

Obat-obatan Uterotropik (*) Metil ergometrin maleat (METERGIN, Pospargin)

- Indikasi: kotraksi uterus sekaligus

- Dosis: 1 amp (1 ml) = 0,2 mg; tablet 0,125 mg;

SC: setelah pengeluaran bayi, !-1 ml IV atau intramural atau 1 ml IM

 Atoni uterus: 1 ml IM atau !-1 ml IV

Promosi involusi uterus: 3x 1 tablet (0,125 mg) Perdarahan puerperium, subinvolusi, lochiometra: 3x0,125-0,250 mg atau !-1 ml IM sehari

- ES: mual, muntah, nyeri abdomen, hipertensi

- KI: hipertensi berat, penggunaan sebelum persalinan janin

hidup

Oksitosin (SYNTOCINON)

- Indikasi: kontraksi uterus secara ritmik

- Dosis: 1 amp (1 ml) = 10 IU; 1 amp IM saat bayi lahir

o 5 IU dlm 500 cc NS, mulai 8 tts/mnt

- ES: hiperstimulasi/spasme uterus, retensi cairan!

(19)

Valethamat bromida (EPIDOSIN)

- Indikasi: spasmolitik, utk melunakkan serviks shg

membantu pembukaan

- Dosis: 1amp = 8 mg, 1 amp IV + 1 amp IM, lalu 1 amp IM

tiap ! jam s/d 3 kali

- KI: Obstruksi GI, obstruksi tr urinaria, glaucoma sudut

sempit

- ES: midriasis, fotofobia, sikloplegia, mulut kering, flushing,

takikardi, konstipasi, ruam kulit, muntah Prostaglandin (Misoprostol, CYTOTEC, Gastrul)

- Indikasi: kontraksi uterus, melunakkan serviks lewat

pengaktifan enzim hialuronidase, tukak peptic

- Dosis: tab 100 #g, 200 #g (25 #g intravagina diulang tiap 3

 jam, maksimal 8 dosis)

- KI: bekas SC

- ES: ggn GI (diare, nyeri perut), ggn ginekologi (menoragi,

dismenore, kram, flek)

Skor Tokolitik (?)

0 1 2 3 4

Kontraksi uterus

- irreguler reguler -

-Ketuban intak - Pecah

tinggi

Pecah rendah

Perdarahan - spotting nyata

Dilatasi serviks

- 1 poin untuk setiap pembukaan

Nilai keyakinan keberhasilan tokolisis: 1 = 97 % berhasil 2 = 90 % berhasil 3 = 84 % berhasil 4 = 38 % berhasil 5 = 11 % berhasil 6 = 7 % berhasil > 7 = gagal

(20)

Fungsi Dinamik Janin-Plasenta (FDJP) Variabel 2 0 Reaktivitas DJJ > 2 < 2  Akselerasi stimulasi > 2 < 2 Rasio SDAU < 3 > 3 Gerak nafas stimulasi > 2 episode < 2 episode Indeks Cairan  Amnion > 10 < 10

Rasio SDAU = Rasio Sistolik – Diastolik Arteri Umbilikalis S = Sistolik D = Diastolik SD Ratio = S D Pulsatility = S – D Mean Indeks Resistensi = S – D S

Fibroacoustic stimulation ( VAS ) $ 80 Hz, 82 db $ selama 1 – 3 dtk di daerah kepala janin.

Indeks cairan amnion

• . 24 cm : tinggi

• 10 – 24 : N

• 5, 1 – 9,99 : < N

(21)

Pelvic Score

0 1 2

 Arah porsio belakang aksial Depan

Konsistensi kenyal Lunak

Tebal 3 cm 2 cm 1 cm

Pembukaan tertutup 1-2 cm > 3 cm

Penurunan kepala Hodge I - II Hodge II –

III Bishop Score Skor Parameter 0 1 2 3 Dilatasi (cm) tertutup 1-2 3-4 > 5 Effacement  (%) 0-30 40-50 60-70 > 80

Station -3 -2 -1 atau 0 +1 atau +2

Konsistensi kaku Medium Lunak

Posisi serviks Posterior Midposisi Anterior

Nilai:

- Bila skor 8 = keberhasilan partus pervaginam pasca induksi

tinggi

- Skor > 6 = serviks matang, bisa dilakukan induksi

(22)

Zatuchni-Andros Score

0 1 2

Paritas primi Multi

Usia gestasi > 39 mgg 38 mgg < 37 mgg Taksiran Berat Janin >3.630 gr 3.629-3.176 mg < 3.176 gr

Riw. Pres. Bokong - 1x > 2x

Pembukaan serviks < 2 3 > 4

Station < -3 -2 -1/ lbh

rendah Merupakan scoring untuk keberhasilan persalinan letak sungsang pervaginam

Nilai: < 3! SC

4 ! evaluasi kembali, terutama TBJ

> 5! partus pervaginam

Penilaian Asam Basa

- PH darah normal : 7, 35 – 7, 45 - Nilai normal : • PCO2 : 35 - 45 mmhg • PO2 : 75 – 100 mmhg • HCO3 : 20 – 26 meq / L •  BE : -3 s/d + 3 • Sat O 2 : 95 – 98 % Gangguan keseimbangan Perubahan utama Kompensasi Respiratorik •  Asidosis •  Alkalosis & PCO2 ' PCO2 & HCO3 ' HCO3 Metabolic •  Asidosis •  Alkalosis ' HCO3 – & HCO3 – ' PCO2 & PCO2

(23)

Magnesium sulfat (MgSO4)

Indikasi

MgSO4 digunakan pada kehamilan untuk:

• Profilaksis kejang preeklampsia • Pengobatan dari kejang eklampsia

! Evidence Level I a1 Rekomendasi A Syarat2:

1. Frekwensi nafas lebih dari 16 x 2. Reflek patella

3. Tersedia antidotum ( Ca Glukonas ) 4. Tersedia alat resusitasi

Sediaan

•  MgSO4 40% ( 25 cc ): MgSO4.7H2O 10 gr.

•  MgSO4 20% ( 25 cc ): MgSO4.7H2O 5 gr.

Rute pemberian:

Intravena: paling dianjurkan

Intramuscular: dapat menyebabkan abses

! Pemberian MgSO4 harus diberikan di rumah sakit/ tempat yang memiliki

observasi, dan pengawasan yang baik. Dosis

- Kejang Eklampsia:

Dosis awal bolus/IV MgSO4 4gr ( 10cc ) diencerkan dengan aquabidest

sampai dengan 20 cc, diberikan 10 menit, bila kejang berulang berikan 2 gr ( 5 cc ) MgSO4 40%. Dosis awal maksimal 6 gr.

Dosis pemeliharaan: 1 gr/ jam ( 6 gr MgSO4 40 %/ 15 cc dalam RL 500cc

!15 – 20 tetes/ menit. ) s/d 24 jam post partum / kejang terakhir.

Tujuan utama untuk mengatasi kejang dan mencegah hypoxia maternal dan fetal

- Profilaksis untuk kejang preeklampsia:

loading dose 4 gr ( 10 cc ) diencerkan dengan aquabidest 10 cc diberikan dalam 15 menit.

Dosis pemeliharaan: 1 gr/ jam ( 6 gr MgSO4 40 %/ 15 cc dalam RL 500cc

!15 – 20 tetes/ menit. ) s/d 24 jam. Kadar Toksisitas MgSO4

1. Refleks patella hilang! kadar Mg++ mencapai 8 – 10 mEq/L 2. Depresi nafas ! kadar Mg++ mencapai 12 – 15 mEq/L 3. Cardiac arrest ! kadar Mg++ > 15 mEq/L

(24)

Air Ketuban (?) Membedakan air ketuban dengan zat lain:

1. Nitrazin test

 Air ketuban yang ber-pH basa: kuning ! biru

False positive (16,2 %): cairan antiseptik, urin, darah, infeksi vagina yang mengubah pH

2. Fern test

Cairan ketuban diletakkan di atas kaca obyek, didiamkan sampai kering

Hasil: terjadi kristalisasi yang berbentuk pohon pakis False positive: jika sample diambil dari serviks, karena mucus serviks yang kering juga akan menghasilkan gambaran yang sama

3. Evaporation test

Sampel dari endoserviks dipanaskan ! jika tampak residu

berwarna putih = cairan ketuban; namun jika residu berwarna coklat = membran intak

4. Diamine-oksidase test

Merupakan enzim yang diproduksi oleh desidua Jumlah air ketuban pada postterm

Usia kehamilan Juml. Air Ketuban

38 minggu 1000 ml

40 minggu 800 ml

41 minggu 480 ml

42 minggu 250 ml

44 minggu 100 ml

Pada usia kehamilan 38 – 40 minggu, air ketuban:

- berwarna milky & cloudy karena terdapat verniks kaseosa

(25)

Lecitin – spingomielin

• Sampai kehamilan 26 minggu $ konsentrasi spingomyelin

> lesitin

• 26 – 33 mg $ L/ S = 1: 1

• 34 – 36 mg $ lesitin & & $ L / S ( 2

L / S ratio Fetal lung Risk for RDS

" >2 " 1, 5 – 2 " < 1, 5 Mature Transitional imature Minimal Moderate High Tes busa :

 Amnion fluid + Na Cl + etanol $ dikocok 15 “ $ tampak cincin busa di permukaan tabung setelah 15 ‘

Partus Percobaan(*) Merupakan tes terhadap:

1. Kekuatan his

2. Daya akomodasi (moulase) Syarat:

1. Tidak ada kontraindikasi untuk partus pervaginam 2. Presentasi kepala

3. Kehamilan < 42 minggu Bila his baik, indikator keberhasilan:

1. Pembukaan serviks 2. Penurunan kepala 3. Putaran paksi dalam

CPD (*) Dikatakan CPD bila: - DBP > 9,7 - Lingkar perut > 35 Cara menentukan CPD: - maneuver Ellis - Partus percobaan

(26)

VBAC SCORE ( VAGINAL BIRTH AFTER SC )

 Alami: Skor

Riwayat persalinan sebelumnya 2

induksi sebelumnya

# sungsang, Gwt janin,Plasenta previa, SC selektif

# distosia pada ø < 5 # distosia pada ø > 5 2 1 0 dilatasi servik # 4 cm # 2 – 4 cm # < 2 cm 2 1 0 station dibawah – 2 1 panjang servik % 1 cm 1

Persalinan timbul spontan 1

Skor 7 – 9 $ 94, 5 %

4 – 6 $ 78, 8 % 0- 3 $ 60 %

Ketebalan SBU ( pada USG ) $ sebagai prediksi untuk terjadinya resiko rupture uterus :

( 4, 5 : 0 %

3, 6 – 4, 5 : 0, 6 %

2, 6 – 3, 5 : 6,6 %

< 2, 5 : 9, 8 %

Kemungkinan ruptur pada BSC:

• Transversal : 0, 3 – 2, 5 %

(27)

Skor Weinstein

Skor

Nilai bishop ( 4 4

Persalinan pervaginam sebelumnya 2

Indikasi SC yang lalu:  A. Malpresentasi

HDK / PEB Gemelli

B. Plasenta previa/solusio plasenta Prematuritas KPD C. Gawat Janin CPD/ distosia D. Makrosomia IUGR 6 4 4 3 Nilai: ( 4 $ 58 % ( 6 $ 67 % ( 8 $ 78 % ( 10 $ 85 % ( 12 $ 88 %

(28)

Hiperemesis Gravidarum Mual karena efek estrogen dan hCG

Faktor predisposisi: -  primigravida - mola hidatidosa -  gemelli Etiologi: -  Organik:

1. Villi chorialis masuk dalam sirkulasi ibu 2. Alergi

-  Psikologik

Patologi:

- hati : degenerasi lemak (krn muntah terus menerus)

- Jantung : jadi lebih kecil, ada perdarahan sub endokard

- Otak : bercak perdarahan, ensefalopati wernicke

- Ginjal : degenerasi lemak

 Akibat:

-  Dehidrasi! hemokonsentrasi

- Alkalosis hipokloremik

- Ketosis (pemakaian cadangan lemak krn cadangan

karbohidrat habis)

-  Hipokalemia! meningkatkan frekuensi muntah

- Sindroma Mallory-Weiss: robekan selaput lendir

esophagus/lambung! perdarahan GI

Tiga derajat hiperemesis:

I. Nafsu makan menurun, lemah, berat badan menurun,

nyeri epigastrium, frekuensi nadi meningkat, tekanan darah menurun, turgor turun, lidah kering, mata cekung

II. Suhu kadang-kadang naik, mata sedikit ikterik,

oliguria, konstipasi, tercium bau aseton, aseton urin (+)

III. Keadaan umum buruk, muntah (-), kesadaran

menurun, ensefalopati Wernicke Ensefalopati Wernicke:

- Dilatasi kapiler dan perdarahan pada korpora mamilaria

ventrikel 3 dan 4

(29)

Bagan Penanganan Atonia Uteri

Kadar Hb

Jenis dan uji silang darah Nilai fungsi pembekuan

Perdarahan terus berlan sun

Identifikasi sumber perdarahan lain: laserasi jalan lahir

(hematom parametrial, ruptur uteri, inversion uteri), sisa fragmen plasenta, koagulopati Uterus tidak berkontraksi

Kompresi bimanual Kompresi aorta abdominal Tekan segmen bawah atau

aorta abdominal Misoprostol 400 mg perrektal

Tidak berhasil Tampon uterus

Ru uk

Ligasi arteri uterina dan ovarika Berhasil

Terkontrol Transfusi Rawat lanjut dan

observasi ketat

Perdarahan masih berlangsung Transfusi Histerektomi  Atonia uteri Multiparitas Partus lama Regangan uterus Solusio plasenta

Masase uterus dan kompresi bimanual

Oksitosin 10 iu IM dan infus 20 iu/500 ml NS/RL 40 tts/guyur Infus untuk restorasi cairan dan jalur obat esensial

(30)

Penatalaksanaan Retensio Urin

Kateterisasi, Urinalisa, kultur urin  Antibiotik, banyak minum (3 lt/24 jam)

Prostaglandin 2 x 1

Urin <500 ml urin 500-1000 ml urin 1000-2000 ml urin >2000 ml

Intermitten dauer kateter dauer kateter dauer kateter

(kateterisasi 1 x 24 jam 2 x 24 jam 3 x 24 jam Tiap 5 jam

Selama 24 jam

Buka tutup kateter /24 jam (kecuali dpt BAK kateter dpt segera dibuka)

Kateter dilepas pagi hari 4-5 jam

Dapat BAK spontan tidak dapat BAK spontan

Urin residu > 200 ml (obstetri) Urin residu < 200 ml (obstetri)

> 100 ml (ginekologi) < 100 ml (ginekologi)

(31)

Induksi Misoprostol Hamil dengan ketuban pecah

Hamil 41-42 minggu

Hamil > 34 minggu, PEB, Pelvic score < 5

Induksi misoprostol 25 #g / 6 jam Misoprostol I

PK I aktif PS belum matang

PK II Misoprostol II (6 jam)

Lahir PK I aktif PS belum

matang

PK II titrasi sampai his

adekuat (3-4 x/ 10 mnt) His adekuat (3  jam) PK I aktif PK II

(32)

Induksi Folley Catether Hamil 41-42 minggu belum inpartu

Induksi FC 24 jam

Lepas spontan lepas spontan lepas spontan

Keluar air-air keluar air-air keluar air-air

PK I aktif PS belum matang PS matang

PK II Istirahat 24 jam titrasi oksitosin

FC 24 jam his adekuat

Belum matang PK I aktif

Pematangan dg oksitosin PK II

12 jam matang PK I aktif

Titrasi oksitosin His adekuat

(3 jam) PK I aktif

References

Related documents

Because the explosive growth of modern Internet and widespread application of WWW to EFL learning and teaching from the beginning of 1990s, most English teachers in Taiwan

(2.1) Replace each affected flight crew oxygen mask regulator with a serviceable part, not having a P/N and s/n as listed in Appendix 1 of this AD, or with a part that has passed

Through an analysis of how thinking about parenthood translates to talking about it, and vice versa, I show that, at a time of cultural shift, it is often unclear to people

As a very broad but conservative extrapolation, if 50% of Nepal’s 218,000 trekking visitors from the leading 13 countries have accounts with Facebook these people are connected to

If a union-represented employee asks for union representation at an investigatory meeting, employers may do one of three things: (1) grant the employee’s request; (2) dispense with

To understand the Security Information and Event Management (SIEM) market across the globe by addressing the challenges faced by the industry with regards to the

The Trifecta Review Services Order Form Thank you for choosing to take advantage of the Xlibris Trifecta Review Services.. Finalizing your order

If your company requires either of these features, please complete the Distribution Lists and Security Groups Worksheet to identify all lists and/or groups needed and the members