• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
61
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IIS 4

SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN AJARAN 2017/2018

Skripsi

Oleh:

Yoga Prima Shawalda

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IIS 4

SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN AJARAN 2017/2018

Oleh :

Yoga Prima Shawalda

Indikator keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan materi salah satunya dapat dilihat pada hasil belajar siswa. upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru agar materi ajar dapat tersampaikan dengan baik yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu Collaborative Learning tipe Group Investigation.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh Model Collaborative Learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah tahun ajaran 2017/2018 ? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Collaborative Learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode Quasi Experimental design dengan teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kuantitatif.

Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dengan uji t dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1) Ada pengaruh yang signifikan dari model Collaborative Learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah tahun ajaran 2017/2018, dengan taraf signifikansi yang diperoleh ialah thitung = 8,38≥ t table = (0,95)(60) = 2,00.

Besar taraf signifikansi dari pengaruh model Collaborative Learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif siswa didapat 0,66 yang jika dimasukkan dalam interpretasi korelasi termasuk kategori tinggi.

(3)

PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IIS 4

SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN AJARAN 2017/2018

Oleh:

Yoga Prima Shawalda

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIDKAN

Pada

Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

Peneliti merupakan anak tunggal dari Bapak Muhammad

Ponijan dan Ibu Sunarti. Peneliti dilahirkan pada tanggal 17

Juni 1993 di Gajah Timur 2, Kecamatan Kotagajah

Kabupaten Lampung Tengah. Pendidikan peneliti dimulai

dari Sekolah Dasar Negeri 2 Kotagajah dan tamat belajar

pada tahun 2005.

Peneliti melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama di SMP

Negeri 1 Seputih Raman dan selesai pada tahun 2008. Selanjutnya peneliti

melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas yaitu SMA Negeri 1 Punggur dan

tamat belajar pada tahun 2011.

Pada tahun 2011 penulis diterima di Universitas Lampung, Fakultas Keguruan

dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, di Program

Studi Pendidikan Sejarah melalui jalur Ujian Mandiri. Pada semester VI peneliti

melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Marang Kecamatan Pesisir

Selatan dan menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 4

Pesisir Selatan.

(8)

PERSEMBAHAN

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, hidayah dan karunia-Nya. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Bgainda Nabi Muhammad SAW. Dengan kerendahan hati dan rasa syukur, kupersembahkan sebuah karya kecil ini sebagai tanda cinta,

hormat, dan sayangku kepada :

Untuk Ibu ku tercinta Ibu Sunarti yang telah membesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang, memperjuangkan segalanya hanya untuk

kesuksesan ku dan Bapak ku M. Ponijan yang telah membimbing dan membesarkan ku. Terima kasih atas segalanya, terima kasih untuk

setiap tetesan keringat yang tidak pernah terhitung banyaknya,

Terima kasih untuk keluarga besar ku di Kotagajah dan istriku tersayang atas dukungan dan semangat yang diberikan untuk ku. Terimakasih atas doa, semangat, dan kasih sayang yang selalu diberikan.

Bapak Ibu dosen, Bapak/Ibu guru, sahabat, dan teman-teman yang telah mengukir sebuah sejarah dalam kehidupanku, serta almamater yang aku

(9)

Motto

“Jika ragu dalam melakukan sesuatu, sebaiknya tanya kepada diri sendiri, apa yang kita inginkan esok hari dari

apa yang telah kita lakukan sebelumnya”

(John Lubbock)

Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan pencapaian

hasil, berusaha keras adalah kemampuan besar”

(10)

SANWACANA

Bismillahirohmanirrohim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah melimpahkan rahmat dan

karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul

PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IIS 4 SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN AJARAN 2017/2018”

Penulisan skripsi ini sebagai syarat untuk menyelesaikan studi tingkat Sarjana

Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Lampung.

2. Bapak Dr. Sunyono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan

Kerjasama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

3. Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Umum, dan

Kepegawaian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

(11)

4. Ibu Dra. Riswanti Rini, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaaan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

5. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si, Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

6. Bapak Drs. Syaiful. M, M.Si, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

7. Bapak Drs. Maskun, M.H, Pembimbing I sekaligus Pembimbing

Akademik yang telah banyak membimbing dan mengarahkan serta

memberi motivasi, semangat yang sangat penulis rasakan hingga akhirnya

penulis dengan lancar menyelesaikan skirpsi ini dengan baik.

8. Bapak Drs. Syaiful. M, M.Si sebagai Pembimbing II, terimakasih atas segala masukan, dukungan, motivasi, dan saran dalam penyusunan skripsi

ini.

9. Bapak Drs. Ali Imron, M.Hum, sebagai Pembahas, terimakasih atas

dukungan, masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

10.Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Lampung, Bapak Drs. Ali Imron, M.Hum, bapak Drs. Wakidi,

M.Hum, Ibu Dr. Risma Sinaga, M.Hum, Bapak Drs. Tontowi , M.Si,

Bapak Muhammad Basri, S.Pd, M.Pd, Bapak Suparman Arif, S.Pd, M.Pd,

(12)

beserta para pendidik di Unila yang telah banyak memberikan ilmu serta

wawasan baru kepada penulis.

11.Bapak Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah terimakasih telah memberikan

izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

12.Teruntuk seluruh kawan seperjuangan angkatan 2011 kelas ganjil dan

genap. Terkhusus untuk sahabat – sahabat yang terlah mendampingi,

memberi solusi, saran, dan motivasi kepada penulis.

13.Semua pihak yang telah banyak membantu penulis yang tidak bisa

disebutkan satu persatu semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian

kepada penulis.

Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah

diberikan, semoga menjadi ladang amal bagi kita semua aamiin.

Bandar Lampung, Desember 2018 Penulis,

(13)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian,Kegunaan Penelitian, dan Ruang Lingkup Penelitian ... 6

1. Tujuan Penelitian ... 6

2. Kegunaan Penelitian ... 7

3. Ruang Lingkup Penelitian ... 7

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka ... 10

1. Konsep Pengaruh ... 10

2. Konsep Model Pembelajaran ... 11

3. Konsep Model Kolaboratif ... 13

4 Konsep Model Group Investigation (GI) ... 14

5 Konsep Hasil Belajar Siswa ... 16

B. Penelitian yang Relevan ... 18

C. Kerangkan Pikir ... 19

D. Paradigma ... 20

E. Hipotesis ... 20

III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode yang Digunakan ... 24

B. Desain Penelitian ... 25

C. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 25

D. Populasi dan Sampel ... 25

1. Populasi ... 25

2. Sampel ... 26

E. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 27

1. Variabel Penelitian ... 27

2. Definisi Operasional ... 27

F. Teknik Pengumpulan Data ... 28

1. Tes ... 28

2. Observasi ... 31

3. Dokumentasi ... 31

4. Kepustakaan ... 31

G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ... 31

H. Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran ... 32

I. Uji Instrumen Penelitian ... 33

1. Uji Validitas Instrumen ... 33

(14)

3. Tingkat Kesukaran ... 35

4 Daya Pembeda ... 35

J. Teknik Analisis Data ... 36

1. Uji Normalitas ... 36

2. Uji Homogenitas ... 37

3. Uji Hipotesis ... 38

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 42

1. Gambar Umum Tempat Penelitian ... 42

2. Tenaga Pendidikan ... 46

B. Pelaksanaan Penelitian ... 50

C. Data Hasil Penelitian ... 54

D. Analisis Data Hasil Penelitian ... 56

E. Pembahasan ... 67

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 70

B. Saran ... 71

(15)

DAFTAR TABEL

Halaman

A. Tabel 1. Hasil nilai ulangan tengah semester pada mata pelajaran Sejarah

Semester ganjil kelas X IIS SMA N 1 Kotagajah ... 4

B. Tabel 2. Hasil nilai ulangan tengah semester pada mata pelajaran sejarah Semester ganjil kelas X IIS 3 dan X IIS 4 ... 4

C. Tabel 3. Jumlah populasi siswa kelas X IIS 4 ... 26

D. Tabel 4. Jumlah sampel siswa Kelas X IIS 4 ... 27

E. Tabel 5. Kisi-kisi tes ... 29

F. Tabel 6. Skor pretest dan postest ... 30

G. Tabel 7. Interpretasi Koefisien Kolerasi ... 39

H. Tabel 8. Perubahan Nama SMA N 1 Kotagajah ... 42

I. Tabel 9. Keadaan Tenaga Pendidik di SMA N 1 Kotagajah ... 46

J. Tabel 10. Data Siswa SMA N 1 Kotagajah ... 49

K. Tabel 11. Data Hasil Kemampuan Awal (pretest) ... 54

L. Tabel 12. Data Hasil Kemampuan Akhir (postest) ... 55

M. Tabel 13 Daftar Distribusi Frekuensi Data ... 58

N. Tabel 14. Uji Normalitas Data pretest Hasil Belajar ... 59

O. Tabel 15. Hasil Uji Normalitas Hasil pretest ... 60

P. Tabel 16. Daftar Distribusi Frekuensi Data ... 61

Q. Tabel 17. Uji Normalitas Data pretest Hasil Belajar ... 62

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

A. Lampiran Foto Penelitian ... 75

B. Surat Izin Penelitian ... 77

C. Surat Balasan Penelitian ... 78

D. Rencana Judul Penelitian Skripsi ... 79

E. Komisi Pembimbing ... 81

F. Rekomendasi Pembahas ... 82

G. Surat Izin Perpanjangan Masa Studi ... 83

H. Silabus Pembelajaran ... 84

I. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 87

J. Validitas ... 96

K. Reabilitas ... 99

L. Tingkat Kesukaran ... 101

M. Daya Beda ... 103

N. Daftar Nilai Pretest Kelas X II 4 ... 107

O. Daftar Nilai Posttest Kelas X II 4 ... 108

P. Uji Normalitas Data Pretest Kelas Eksperimen ... 109

Q. Uji Normalitas Data Posttest Kelas Eksperimen ... 113

R. Homogenitas ... 117

S. Data Nilai Pretest dan Posttest (Uji Hipotesis) ... 119

T. Soal Test ... 120

U. Pedoman Penskoran dan Kunci Jawaban ... 124

(17)

1

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata usaha laku seseorang

atau kelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan

pengajaran dan atau pelatihan adalah proses, cara, perbuatan mengajar atau

melatih Depdiknas (2008: 353). Proses tersebut biasanya dikenal dengan sebutan

proses belajar-mengajar.

Pendidikan sebenarnya dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup

pribadi maupun masyarakat.

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 Pasal 3).

Sesuai dengan tujuan pendidikan menurut Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003

Pasal 3, bahwa peserta didik dapat mengembangkan segala kemampuan yang

dimilikinya seperti kemampuan kognitif, kemampuan apektif, dan kemampuan

spikomotor untuk menjadi manusia yang lebih baik . Semua kemampuan tersebut

dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat

(18)

2

formal maupun informal. Pendidikan formal maupun informal dapat berjalan

dengan baik jika komponen-komponen di dalamnya terpenuhi seperti ketersediaan

sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seseorang dalam suatu pembelajaran

maka dibutuhkan tenaga pengajar atau dikenal sebutan guru. Dalam proses

belajar-mengajar peran guru sangat penting bagi peserta didik, guru memegang

teguh dalam keberhasilan menyampaikan sebuah materi pelajaran, guru dituntut

dapat menyajikan materi dengan menarik dan bisa dicerna oleh peserta didik

dengan mudah. Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru adalah membaca

karakter peserta didik dengan mengenal apa yang disukai peserta didik dan apa

yang tidak disukai oleh peserta didik. Dalam hal tersebut guru dituntut kreatif dan

inovatif dalam penyampaian materi pelajaran, guru dapat berkreasi dan

menciptakan hal-hal baru dalam proses pembelajaran. Salah satu strategi yang

dapat diterapkan oleh guru agar pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai

yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Berdasarkan

prapenelitian yang dilakukan peneliti di SMA N 1 Kotagajah, guru masih

mendominasi dalam pembelajaran didalam kelas, kemampuan siswa tidak dapat

berkembang. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa rendah.

Keberhasilan seorang guru dalam penyampaian materi dapat dilihat dari beberapa

aspek salah satunya seperti hasil belajar kognitif siswa. Hasil belajar kognitif yang

dijadikan tolak ukur keberhasilan seorang guru dalam proses pembelajaran dapat

dilihat dari nilai yang diperoleh oleh siswa dalam kurun waktu yang telah

ditentukan. Nilai yang diperoleh oleh siswa berasal dari pengerjaan tes yang telah

(19)

3

target pencapaian sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam kegiatan

pembelajaran di dalam kelas.

Tingkat keberhasilan hasil belajar kognitif siswa dari nilai yang dicapai akan

berbeda dari tiap siswa, hal tersebut selain tingkat kemampuan siswa yang

beragam melainkan ditentukan pula dari kemampuan guru dalam menyampaikan

materi pembelajaran. Pada penerapan kurikulum 2006 hampir pada

pelaksanaannya masih peran guru yang mendominasi di dalam kelas sehingga

kemampuan siswa tidak bisa berkembang. Hal ini yang menjadi alasan mengapa

nilai hasil belajar siswa rendah.

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah peneliti lakukan di SMA Negeri 1

Kotagajah Lampung Tengah serta keterangan yang didapat dari guru bidang studi,

peneliti mendapatkan nilai ulangan tengah semester pada mata pelajaran sejarah

siswa kelas X IIS 4 tahun pelajaran 2017/2018. Seperti yang terlihat pada tabel di

(20)

4

Tabel. 1 Hasil nilai ulangan tengah semester pada Mata Pelajaran Sejarah Semester Genap Siswa Kelas XIIS SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah Tahun Ajaran 2017/2018

Nilai Kelas X IIS Jumlah

Siswa

Presentase Keterangan

1 2 3 4

≥ 75 15 18 8 5 46 40% T

< 70 13 15 21 19 68 60% BT

Jumlah 28 33 29 31 121 100%

Sumber: Data guru bidang studi mata pelajaran sejarah kelas X IIS

Pada penelitian kali ini, peneliti akan meneliti hasil belajar siswa kelas X IIS 3

dan kelas X IIS 4. Berikut hasil ulangan harian di kedua kelas.

Tabel. 2 Hasil nilai ulangan tengah semester pada Mata Pelajaran Sejarah Semester Genap Siswa Kelas X IIS 3 Dan kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah Tahun Ajaran 2017/2018

Nilai Kelas X IIS

Jumlah Siswa

Presentase Keterangan

3 4

≥ 70 8 12 20 25% T

< 65 21 19 40 75% BT

Jumlah 29 31 60 100%

Sumber: Daftar nilai ulangan tengah semester Mata pelajaran sejarah kelas X IIS 3 dan X IIS 4.

Tabel 2 di atas, menunjukkan hasil belajar kelas X IIS siswa di kedua kelas masih

banyak yang belum tuntas. Adapun siswa yang mendapat nilai < 65, atau belum

mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal) berjumlah 53 siswa atau sekitar

75% dari jumlah keseluruhan siswa.

Adapun Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, “apabila pelajaran yang

diajarkan kurang dari 65% dikuasai oleh siswa maka presentase keberhasilan

[image:20.595.113.487.138.227.2] [image:20.595.117.507.380.488.2]
(21)

5

Salah satu cara agar siswa dapat memahami materi dengan baik dan mendapatkan

hasil belajar sesuai standar KKM yaitu dengan menggunakan model pembelajaran

yang tepat. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru

untuk menunjang kegiatan pembelajaran di dalam kelas siswa untuk lebih

berperan penting dalam proses pembelajaran salah satunya yaitu model

Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning).

Strategi Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) adalah strategi

belajar yang menuntut siswa agar dapat bertanggung jawab dan saling kerja sama

dalam sebuah kelompok diskusi dengan menyumbangkan pemikiran tiap anggota

kelompok untuk satu tujuan yang sama.

Ada beberapa tipe dalam model Pembelajaran Kolaboratif seperti Learning

Together, Teams Games Tournament, Group Ivestigation, Academy Constructive

Controversy, Jigsaw Procedure, dan sebagainya. Namun dalam penelitian

menggunakan model Pembelajaran Kolaboratif tipe Group Investigatian dengan

pendekatan saintifik (M.Hosnan, 2014:311).

“Secara umum perencanaan pengorganisasian kelas dengan menggunakan teknik Group Investigation memiliki keunggulan yaitu, dapat dipakai untuk bertanggung jawab dan kreatifitas siswa baik secara perorangan maupun individu, memebantu terjadinya pembagian tanggung jawab ketika siswa mengikuti pembelajaran dan berorientasi menuju pembentukan manusia sosial, memberikan kesempatan berkolaborasi dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan masalah, serta mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran yang diberikan guru sehingga dapat membangun pengetahuan siswa” (Rusman, 2012:220).

Berdasarkan latar belakang diatas, hasil belajar X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah

dengan menggunakan metode ceramah siswa tersebut menyatakan bahwa

(22)

6

dengan baik, hal tersebut mempengaruhi nilai yang diperoleh siswa. Ada siswa

yang mencapai nilai standar (KKM) dan ada juga masih dibawah standar (KKM).

Dengan menggunakan metode Group investigasion dituntut untuk kerjasama,

menghargai pendapat teman dan siswa bagaimana harus belajar agar materi ajar

dapat dikuasai. Peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh

Model Collaborative Learning Tipe Group Investigation Terhadap Hasil Belajar

Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kota

Gajah Lampung Tengah Tahun Ajaran 2017/2018”.

B.Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu apakah ada Pengaruh Model

Collaborative Learning Tipe Group Investigation Terhadap Peningkatan Hasil

Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IIS 4 SMA Negeri 1

Kotagajah Tahun Ajaran 2017/2018?

C. Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, dan Ruang Lingkup Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu

untuk mengetahui Pengaruh Model Collaborative Learning Tipe Group

Investigation terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X IIS 4 SMA Negeri 1

(23)

7

2. Kegunaan Penelitian

1. Bagi guru, dengan penelitian ini dapat memberikan strategi baru pada guru

dalam menerapkan model pembelajaran di dalam kelas terutama untuk model

Collaborative Learning Tipe Group Investigation agar cara mengajar guru

dapat diterima dengan baik oleh siswa dan tidak lagi didominasi oleh guru saat

proses belajar-mengajar.

2. Bagi siswa, dengan penerapan model ini diharapkan agar siswa lebih mudah

mempelajari serta memahami tentang materi pelajaran khususnya pelajaran

sejarah.

3. Bagi peneliti, dengan penelitian ini akan menambah wawasan bagi peneliti

tentang cara mengajar yang baik dengan menerapkan model pembelajaran yang

sesuai agar siswa dapat menerima materi pelajaran dengan baik.

3. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah

1. Ruang Lingkup Ilmu

Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan

khususnya mata pelajaran sejarah.

2. Ruang Lingkup Objek

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah model

Collaborative Learning Tipe Group Investigation terhadap hasil belajar

kognitif siswa kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah Tahun Ajaran

(24)

8

3. Ruang Lingkup Subjek

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitiannya adalah siswa kelas

X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah tahun ajaran

2017/2018.

4. Ruang Lingkup Wilayah

Wilayah yang akan menjadi tempat penelitian adalah di SMA Negeri 1

Kotagajah Lampung Tengah.

5. Ruang Lingkup Waktu

Waktu yang akan digunakan pada penelitian ini adalah pada tahun

(25)

9

REFERENSI

Depdiknas. 2003. Peraturan Menteri Nasional No. 20 Tahun 2003Tentang Undangan – Undangan Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas”

Djamarah. 2000. Kurikulum dan Pembelajaran. Karya:Bandung. Hlm. 18

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor :Ghalia Indonesia. Hlm. 311

(26)

10

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

1. Konsep Pengaruh

“Dalam suatu peristiwa, pengaruh dapat berarti dorongan atau bujukan dan

bersifat membentuk atau merupakan suatu efek. Pengertian pengaruh ini bersifat

abstrak karena tidak ada suatu standar untuk mengukurnya sehingga dapat

diterima secara umum” (Hugiono dan Poerwantana, 1987:47).

“Pengaruh adalah pernyataan suatu hubungan yang sudah mempunyai arah. Jadi,

jika kita mengatakan variabel B dipengaruhi variabel A, kita mengatakan arah

variabel itu dari A ke B bukan dari B ke A” (Junadi, 1995:64).

“Pengaruh merupakan kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan

juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada

disekelilingnya” (Surakhmad, 1982:7).

“Pengaruh dapat berarti dorongan atau bujukan dan bersifat membentuk atau

merupakan suatu efek” (Hugiono & Poerwantana, 1987:47).

Dari penjelasan tersebut, pengaruh adalah suatu gejala yang memberikan

(27)

11

2. Konsep Model Pembelajaran

Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara dilakukan seseorang dalam

mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalnya menggunakan

metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa relatif banya membutuhkan

teknik tersendiri, yang tentunya secara teknisakan berbeda dengan penggunakan

metode ceramah pada kelas yang jumlahnya siswa terbatas. Sedangkan,

pembelajaran yang efisien dimana guru dan murid saling aktif dalam melakukan

aktifitas pembelajaran untuk mencapai hasil yang obtimal, dalam hal ini guru pun

dapat berganti-ganti teknik dalam koridor metode yang sama.

Bahwasannya, “model adalah prosedur yang sistematis tentang pola belajar untuk

mencapai tujuan belajar serta sebagai pedoman bagi pengajaran dalam

merencanakan dan melaksanakan aktifitas pembelajaran” (M. Hosnan , 2014:337).

Berdasakan penjelasan model menurut M. Hosnan, bahwa model adalah suatu

teknik pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan belajar, dengan kata

lain guru dan peserta didik saling aktif dalam proses belajar mengajar, agar model

yang digunakan medapatkan hasil yang diinginkan.

“Model pembelajaran adalah kerangka konseptual/operasional, yang melukiskan

prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk

mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para

pengajar dalam merencanakan, dan melaksanakan aktivitas pembelajaran” (

(28)

12

“Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk

membentuk kurikulum (rencana pembelejaran jangka panjang), merancang

bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain”

(Joyce & Weil, 1980:1). Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya

para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk

mencapai tujuan pendidikannya. Dalam hal tersebut, model pembelajaran

memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. Sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen dan berdasarkan teori John Dewey. Model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok secara demokratis.

2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu, misalnya model berfikir induktif dirancang untuk mengembangkan proses berfikir induktif.

3. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas, misalnya model Synectic dirancang untuk memperbaiki kreativitas dalam pelajaran mengarang.

4. Memiliki bagian-bagian model yang dinamakan: (1) urutan langkah-langkah pembelajaran (syntax); (2) adanya prinsip-prinsip reaksi; (3) sitem sosial; dan (4) sistem pendukung. Keempat bagian tersebut merupakan pedoman praktis bila guru akan melaksanakan suatu model pembelajaran. 5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. Dampak

tersebut meliputi: (1) dampak pembelajaran, yaitu hasil belajar yang dapat diukur; (2) dampak pengiring, yaitu hasil belajar jangka panjang.

6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya (Rusman, 2012 : 136).

Berdasarkan penjelasan diatas, model pembelajaran merupakan gaya atau strategi

yang dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

3. Konsep Model Kolaboratif

(29)

13

dalam collaborative learning bermacam-macam, tetapi pada dasarnya berpusat pada eksplorasi siswa atau aplikasi dari bagian materi, bukan hanya ceramah dari guru. Collaborative learning menggambarkan suatu perubahan yang signifikan dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam collaborative learning, penekanannya adalah pada diskusi siswa dan keaktifan dalam bekerja dengan materi yang telah disediakan” (M. Hosnan, 2014:308).

Menurut Nizar dalam buku Hosnan berpendapat bahwa,“Collaborative learning

adalah proses belajar kelompok yang setiap anggota menyumbangkan informasi,

pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang

dimilikinya untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh

anggotanya (M. Hosnan, 2014:309).

Menurut Kemp (dalam Hirschy, 2003) dalam buku Hosnan berpendapat, “collaborative learning itu meliputi kemampuan sosial dan kemampuan. pembelajaran pembelajaran tersebut menggabungkan tiga konsep, yaitu tanggung jawab individu (individual accountability), keuntungan kelompok (group benefit), dan pencapaian kesuksesan yang sama (equal achievement of success). tujuan dari collaborative learning adalah meningkatkan interaksi siswa dalam memahami suatu tugas

(M. Hosnan, 2014:309).

Menurut Rocky Rockwood dalam buku Hosnan berpendapat “pembelajaran kooperatif/collaborative learning sangat sesuai untuk pendekatan penguasaan pengetahuan/keterampilan dasar. Baru ketika para siswa sudah menjadi semakin terampil, mereka siap untuk pembelajaran kolaboratif, siap untuk berdiskusi dan menilai. Pada bagian lain artikelnya tersebut, ia juga menjelaskan perbandingan antara pembelajaran kolaboratif dan kooperatif dengan terlebih dulu memahami kesamaan keduanya , yakni: (1) menggunakan kelompok; (2) memberikan tugas yang spesifik; (3) saling berbagi di antarakelompok; dan (4) membandingkan prosedur dan kesimpulan dalam kelompok pleno (seluruh kelas)” (M.Hosnan, 2014:309).

Berdasarkan pendapat para ahli, dapat dijelaskan bahwa collaborative learning

(30)

14

menyumbangkan pemikiran, ide, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan,

dan keterampilan untuk meningkatkan kelompok tersebut dan untuk memberikan

pemahaman baru terhadap anggotanya.

4. Konsep Model Group Investigation ( GI )

Secara umum perencanaan pengorganisasian kelas dengan menggunakan teknik

Group investigasion adalah kelompok yang dibentuk oleh siswa itu sendiri dengan

beranggotakan 2-6 orang, tiap kelompok bebas memilih subtopik dari keseluruhan

unit materi (pokok bahasan) yang akan diajarkan, dan kemudian membuat atau

menghasilkan laporan kelompok (Tukiran Taniredja dkk, 2013:74).

Model Group Investigasi dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan

berfikir mandiri, untuk aktif dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir

pembelajaran.

Dengan metode Group Investigasion terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian

atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the

dynamic of the learning group (Udin S. Winaputra,2001:75).

Semua anggota kelompok untuk merencanakan suatu penelitian beserta

perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja

yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya serta bagaimana

perencanaan penyajiannya didepan forum kelas. Penilaian berdasarkan pada

(31)

15

Menurut Slavin dalam buku Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Efektik menyebutkan bahwa dalam group investigation, para murid bekerja melalui enam tahapan, yaitu:

1. Mengidentifikasi topik dan mengatur murid dalam kelompok 2. Merencanakan tugas yang akan dipelajari

3. Melaksanakan investigasi 4. Menyiapkan laporan akhir 5. Mempresentasikan laporan akhir 6. Evaluasi

(Tukiran Taniredja dkk, 2013:79).

Menurut Slavin dalam buku model-model pembelajaran inovatif dan efektif

berpendapat “pengembangan belajar Collaborative GI didasarkan atas suatu

premis bahwa proses belajar di sekolah menyangkut kawasan dalam domain sosial

dan intelektual, dan proses yang terjadi merupakan penggabungan nilai-nilai

kedua domain tersebut” (Tukiran Taniredja dkk, 2013:74).

Menurut Sharan & Sharan dalam buku model-model pembelajaran inovatif dan

efektif “Karakteristik unik Investigasi kelompok ada pada integrasi dari empat

fitur dasar yaitu integrasi, interaksi, penafsiran, dan motivasi intrinsik” (Tukiran

Taniredja dkk, 2013:75).

Berdasarkan penjelasan Konsep Model Group Investigation diatas, bahwa model

group investigation merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta

didik secara langsung untuk aktif dalam diskusi antara peserta didik saling tukar

informasi pemikiran peserta didik, mencari dan menyelidiki jawaban dari

permasalahan yang ada. Pembelajaran dengan model group investigation

(32)

16

5. Konsep Hasil Belajar Siswa

“Hasil belajar (achievement) merupakan realisasi atau pemekaran dari

kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil

belajar seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku yang diperlihatkan

oleh seseorang merupakan hasil belajar” (Sukmadinata, 2007:102).

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar dapat dikaitkan sebagai output dari suatu input seperti yang dikemukakan oleh A. J. Romizowski bahwa hasil belajar merupakan keluaran (outputs) dari suatu sistem pemerosesan masukan (input). Masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam informasi, sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance). Menurut Benjamin S. Bloom hasil belajar yang kognitif, efektif, dan psikomotorik (Asep Jihad dan Abdul Haris, 2008:14).

Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tidak belajar dan tindak

mengajar. Dari sisi guru, tindakan mengajar diakhir dengan proses evaluasi hasil

belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak

proses belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 3).

“Ada tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, efektif dan psikomotorik” (Winkel,

1999).

Menurut Bloom dalam Dimyati, ada tiga taksonomi yang dipakai untuk mempelajari jenis perilaku dan kemampuan interaksi akibat belajar, yaitu:

a. Ranah Kognitif, terdiri dari enam jenis perilaku, yaitu: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

b. Ranah Afektif, terdiri dari lima perilaku, yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian dan penentuan sikap, organisasi, dan pembentukan pola hidup. c. Ranah Psikomotor, terdiri dari tujuh jenis perilaku, yaitu persepsi,

kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan komplek, penyesuaian gerakan, dan kreativitas

(33)

17

Berdasarkan penjelasan di atas, sesuai dengan judul penelitian Pengaruh

Model Collaborativ Learning Tipe Group Investigation Terhadap Hasil

Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IIS 4 SMA

Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah Tahun Ajaran 2016/2017.

Ada enam jenis perilaku pada ranah kognitif ini masuk pada taksonomi

Bloom yaitu C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), C3 (penerapan), C4 (analisis), C5 (sintesis), C6 (evaluasi). Untuk penjelasan lebih lanjut

pendapat Bloom tersebut yaitu sebagai berikut:

a. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode. b. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang

hal yang dipelajari.

c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.

d. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil. e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya

kemampuan menyusun suatu program.

f. Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan.

(Dimyati & Mudjiono, 1999:26-27)

Enam kemampuan pada ranah kognitif seperti yang telah dijelaskan diatas

merupakan kemampuan yang hendak dicapai pada pembelajaran dengan

model Colaborativ learning tipe Group Investigation. Sehingga setelah

penerapan model Colaborativ learning tipe Group Investigation siswa

memahami enam kemampuan pada ranah kogitif tersebut yang ditampakkan

dalam suatu perbuatan yang dapat diamati dan diukur. Perbuatan tersebut

yaitu dengan menjawab soal-soal tes yang menunjukkan adanya

(34)

18

1. Pengetahuan (knowledge): mendefinisikan, mendeskripsikan, mendaftarkan, mengidentifikasi, menjodohkan, menyebutkan, menyatakan, dan mereproduksi.

2. Pemahaman (comprehension): mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, dan memperkirakan.

3. Aplikasi: mengubah, menghitung, mendemonstrasikan, menemukan, memanipulasi, memodifikasi, mengoprasikan, meramalkan, menyiapkan, menghasilkan, menghubungkan, menunjukan, memecahkan, dan menggunakan.

4. Analisis: merinci, menyusun diagram, membedakan, mengidentifikasikan, mengilustrasikan, menyimpulkan, menunjukan, menghubungkan, memilih, memisahkan, dan membagi.

5. Sintesis: mengategorikan, mengombinasikan, mengarang, menciptakan, membuat desain, menjelaskan, memodifikasikan, mengoprasikan, menyusun, membuat rencana, mengatur kembali, merekontruksikan, menghubungkan, mereorganisasikan, merevisi, menuliskan kembali, menuliskan, menceriratakan.

6. Evaluasi: menilai, membandingkan, menyimpulkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, mebedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan, menghubungkan, dan membantu.

(Arikunto, 2007:137)

Berdasarkan uraian di atas, penulis berpendapat bahwa setelah melakukan

aktifitas pembelajaran, peserta didik memperoleh sesuatu yang baru adalah hasil

belajar. Hasil belajar tersebut diperoleh setelah melakukan tes.

B. Penelitian Yang Relevan

Judul Skripsi: Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Tipe Group

Investigation Terhadap Minat Belajar Siswa. Nama Peneliti: Yosti Mahardika.

Program Studi: Pendidikan Akutansi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan.

Pendidika Akutansi. Universitas Pendidikan Indonesia. Metode yang digunakan

eksperimen quasi eksperimental design. Hasil penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe Group Investigation sebesar 75% berminat rendah dan 70%

(35)

19

C. Kerangka Pikir

Dalam penggunaan model pembelajaran collaborative learning, peserta didik

dapat menumbuhkembangkan kemempuan mereka secara maksimal. Dalam

model ini, keaktifan peserta didik sangatlah dituntuk dan guru hanya sebagai

fasilitator untuk membantu siswa dalam pembelajaran. Guru memberikan

pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi

menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja,

kapan saja, informasi tidak bergantung kepada guru.

Dalam pembelajaran model collaborative learning peserta didik mampu bekerja

sama dalam kelompok kecil yang heterogen, setiap anggota menyumbangkan

informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang

dimilikinya untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh

anggotanya. Dengan tujuan yang sama, pembelajaran akan memperoleh hasil

yang diinginkan.

Kegiatan dalam collaborative learning bermacam-macam, tetapi pada dasarnya

berpusat pada eksplorasi siswa atau aplikasi dari bagian materi, bukan hanya

ceramah dari guru. Melalui metode ini, peserta didik diajak untuk belajar mandiri

srta dilatih untuk berfikir memaksimalkan kemampuan dalam memahami materi

pelajaran, tidak hanya mendengar, menerima, dan mengingat. Dalam model

collaborative learning keaktifan, kemandirian, dan keterampilan siswa dapat

dikembangkan, sehingga pemahaman materi diharapkan dapat dikembangkan

(36)

20

D. Paradigma

Keterangan

= Pengaruh variabel X terhadap Y

E. Hipotesis

Menurut Suharsimi Arikunto Hipotesis adalah Suatu jawaban yang bersifat

sementara terhadap suatu permasalahan sampai terbukti melalui data yang

terkumpul (Suharsimi Arikunto, 2010 : 10).

Sedangkan menurut Sugiono yang dimaksud dengan hipotesis yaitu jawaban

sementara terhadap rumusan penelitian, dimana rumusan penelitian dinyatakan

dalam bentuk pertanyaan (Sugiono, 2013 : 96). Berdasarkan penjelasan tersebut

dapat disimpulkan hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan yang

diuji kebenarannya dalam penelitian dengan cara mengumpulkan data-data berupa

fakta dan data pendukung.

Hipotesis atau jawaban sementara yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

Hipotesis 1:

H0 : Tidak ada pengaruh dari model pembelajaran Collaborative learning tipe

group investigation terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam

pembelajaran sejarah kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah.

Model Collaborative Learning Tipe Group

Investigation (X)

(37)

21

H1 : Ada pengaruh menggunakan model pembelajaran Collaborative

learning tipe group investigation terhadap peningkatan hasil belajar siswa

(38)

22

REFERENSI

Hugiono, P.K. Poerwantana. 1987. Pengantar Ilmu Sejarah.Jakarta:Bina Aksara. Hlm. 47

Surakhmad. 1982. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito. Hlm. 7

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor :Ghalia Indonesia. Hlm. 337

Ibid. Hlm. 337

Joyce & Weil dalam Trianto. 1980. -Model Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Hlm.1

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Hlm. 136

Hosnan, M. Op. cit. Hlm. 308

Ibid. Hlm. 309

Ibid. Hlm.309

Ibid. Hlm. 309

Tukiran Taniredja dkk. 2013. Model – model Pembelajaran Inovatif dan Efektif. Bandung : Alfabeta. Hlm.74

Tukiran Taniredja dkk. Op. cit. Hlm. 79

Ibid. Hlm. 74

(39)

23

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hlm. 3

Ibid. Hlm. 26

Ibid. Hlm. 27

Suharsimo Arikunto. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Hlm. 137

Suharsimi Arikunto, 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Hlm. 10

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta. Hlm. 96

Sumber Lain :

Fransiska, A. 2013. Pengaruh penerapan model cooperative learning (CL) terhadap hasil belajar sejarah siswa. Srkipsi. Bandar Lampung : Universitas Lampung Press.

(40)

24

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Yang Digunakan

Dalam sebuah penelitian memerlukan suatu cara atau metode yang digunakan

untuk menjelaskan tata cara pelaksanaan dalam penelitian tersebut serta untuk

memecahkan masalah yang akan diteliti.

“Metode adalah suatu cara utama yang di gunakan untuk mencapai suatu tujuan,

isalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan menggunakan tehnik serta

alat tertentu” (Suracmad, 1978:121).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental

design. Pengertian dari metode Quasi Experimental design adalah

“pemilihan subjek penelitian subjek penelitian, penelitian tidak selalu dapat

melakukan pemilihan subjek secara random (individu dual random). Dalam

penetapan random (random assignment), peneliti tidak memungkinkan memilih

dan memilah subjek sesuai dengan rancangan. Akan tetapi, peneliti terpaksa harus

menerima kelas atau kelompok subjek yang telah ditentukan oleh sekolah sesuai

dengan kebijakan sekolah” (Punaji Setyosari,2010:176). Berdasarkan penjelasan

diatas, metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah guna

(41)

25

B. Desain Penelitian

Pada desainpenelitian ini menggunakan desainrancangan serial waktu (time

series). Dengan menggunakan pretest untuk menguji tingkat

pengetahuan/kestabilan sebelum mendapatkan perlakuan. Setelah diketahui

sebelum diberikan perlakuan, lalu diberikan perlakuan atau treatment.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

“Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan

dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu

riset khusus” (Santoso dan Tjiptono, 2002:79).

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristiktertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya

diartikan sebagai orang saja, tetapi bisa juga objek dan benda-benda alam yang

lain” (Sugiyono, 2013:117).

Berdasarkan penjelasan populasi di atas, maka populasi dalam penelitian ini

adalah sekumpulan orang atau objek dalam suatu kelompok yang dijadikan

sumber pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan populasi dari siswa

kelas X IIS 4 di SMA Negeri 1 Kotagajah tahun ajaran 2017/2018

Tabel data populasi siswa kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah Tahun Ajaran

(42)
[image:42.595.115.419.97.183.2]

26

Tabel 3. Jumlah Populasi Siswa Kelas X IIS 4

No Kelas Siswa Jumlah

Total Perempuan Laki-Laki

1 X IIS 4 19 12 31

Sumber : TU SMAN 1 Kotagajah

2. Sampel

“Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan

teknik tertentu yang bisa disebut dengan teknik sampling” (Ridwan, 2005:11).

“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut” (Sugiono, 2012:11). “Sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut” (Sugiono, 2012:11). Dalam

penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampel jenuh. “Sampling dikatakan

jenuh (tuntas) bila seluruh populasi dijadikan sampel”(Nasution, 1996:100).

Maksudnya ialah semua populasi yang yang telah ditentukan akan dijadikan

sampel pada saat penelitian.

Berikut sampel yang telah ditentukan :

Tabel 4. Jumlah Sampel Siswa Kelas X IIS 4 Sebagai Eksperimen dan Sebagai Kelas Kontrol

No Kelas

Siswa

Jumlah Total Keterangan

Perempuan Laki-Laki

1 X IIS 4 19 12 31

Kelas

Eksperimen

[image:42.595.117.518.601.717.2]
(43)

27

E. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

“Variable ialah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata sesuatu

diperjelas dalam definisi kedua yaitu simbol atau konsep yang diasumsikan

sebagai seperangkat nilai-nilai” (Jonathan Sarwono, 2006:53). Dari penjelasan

variable tersebut, dapat dikatakan terdapat dua variable dari penelitian ini yaitu:

a. Variable bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahan atau timbul variabel terikat (Sugiono, 2013:61). Dalam

penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah model pembelajaran

colaboratif learning tipe group investigation sebagai kelas eksperimen X IIS

4 SMA N 1 Kotagajah.

b. Variable terikat dengan dilambangkan Y merupakan variabel yang

dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas

(Sugiono,2013:61). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah

hasil belajar (Y).

2. Definisi Operasional Variabel

Menurut Young, dikutip oleh Koentjaraningrat dalam buku metode penelitian

“definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang

dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah

konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku

atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya

(44)

28

Merujuk dari devinisi operasional di atas, maka operasional variabel peneltian ini

adalah:

a. Model Pembelajaran Kolaboratif tipe Group Investigation

model pembelajaran ini merupakan variabel bebas. Model Pembelajaran

Kolaboratif tipe Group Investigation adalah mengajarkan siswa untuk aktif

dalam proses pembelajaran, terutama pada saat diskusi, Semua anggota

kelompok untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan

pemecahan masalah yang dihadapi.

Hasil belajar dalam penelitian menggunakan variabel terikat. Hasil belajar

mengarah kepada hasil belajar kognitif, siswa setelah diberikan perlakuan

berupa informasi/pengetahuan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk nilai

yang sebelumnya telah dilakukan tes. Kemampuan kognitif tersebut terdiri

dari enam aspek yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3),

analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).

F. Teknik Pengumpulan Data

data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar sejarah siswa

kelas X IIS 4 SMA Negeri 1 Kotagajah, teknik pengumpulan data dalam

penelitian ini yaitu:

1. Tes

“Tes adalah suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang

direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait/atribut pendidikan atau

(45)

29

atau ketentuan yang dianggap benar. Tes dapat diklasifikasikan menurut bentuk,

tipe dan ragamnya” (M. Basri, 2012:15).

“Kegunaantes, pengukuran, dan penilaian dalam pendidikan antara lain adalah

untuk seleksi, penempatan, diagnosa dan remedial, umpan balik, memotivasi dan

membimbing, perbaikan kurikulum dan program pendidikan serta pengembangan

ilmu” (M. Basri, 2012:15).

Tes yang digunakan berupa pilihan ganda yang diadakan pada waktu yang telah

ditentukan. Penelitian ini bertujuan diadakan tes untuk mengetahui pengaruh hasil

belajar dengan menggunakan model pembelajaran group investigation.

Berdasarkan keterkaitan konsep tes terhadap hasil belajar siswa yang telah

dijelaskan, maka dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data

dengan tes (M. Basri, 2012:17).

Tes yang digunakan berbentuk soal objektif/pilihanganda dengan merujuk pada

taksonomi bloom. Hasil belajar mengacu pada C1,C2, C3, C4, C5, dan C6.

Setelah menyusun tes, peneliti membuat tabel kisi-kisi tes pada kemampuan ranah

[image:45.595.110.504.573.751.2]

kognitif sebagai beriku:

Tabel 5. kisi-kisi tes

No Sub topic

Ranah kognitif

Jumlah Butir

Soal

% C1 C2 C3 C4 C5 C6

1

Proses Masuk

Agama Dan

Kebudayaan Islam di

Indonesia

(46)

30

2

Saluran-SaluranPenyebaran

Islam di Indonesia

1 1 1 1 2 6 30

3

Kehidupan

Masyarakat

Indonesia pada Masa

Perkembangan Islam

1 2 2 3 8 40

20 100

Sumber :oleh data peneliti

Setelah penyusunan kisi-kisi, maka setiap soal butir soal diberi skor. Skor yang

[image:46.595.107.504.82.267.2]

diberikan untuk setiap jenjang kemampuan kognitif terlihat pada tabel berkut:

Tabel 6. Skoran Pretes dan Postest No . Jenjang Kognitif Nomer Soal Skor Perbutir Soal Jumlah Soal Total Skor Perjenjang

1. C1 1,2 1 2 2

2. C2 3,4 2 2 4

3. C3 5,6,7 4 3 12

4. C4 8,9,10,11 5 4 20

5. C5 12,13,14,1 5,16

6 5 30

6. C6 17,18,19,2 0

8 4 32

Total 20 100

Sumber : Olah Data Peneliti

Berdasarkan tabel diatas, menggambarkan perangkat tes pilihan ganda pada

proporsi banyaknya butir soal untuk setiap pokok/sub pokok bahasan dan setiap

(47)

31

2.Observasi

“Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu suatu proses

pengamatan dan ingatan” (Sutrino Hadi, 2001:224). Untuk mendapatkan data

yang relevan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik observasi

langsung. Penelitian ini tersebut melakukan observasi langsung di SMA Negeri 1

Kotagajah.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan cara dokumentasi. Dokumentasi

adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat data yang sudah ada.

Dokumentasi dilakukan dengan cara pengambilan data yang sudah ada. Dalam

penelitian ini, pengambilan data dari SMA Negeri 1 Kotagajah.

4. Kepustakaan

Dalam penelitian ini, digunakan teknik untuk mendapatkan data-data yang

berhubungan dengan penulisan dalam penelitian ini, seperti: teori yang

mendukung, konsep-konsep dalam penelitian, serta data-data yang diambil dari

berbagai referensi.

G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi awal

Kegiatan yang dilakukan dalam observasi awal adalah melihat kondisi

lapangan atau tempat penelitian seperti jumlah siswa, banyak kelas, serta

(48)

32

2. menentukan populasi dan sampel penelitian.

3. Menyusun dan menetapkan materi pelajaran yang digunakan dalam

penelitian.

4. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

5. Menyiapkan instrumen tes penelitian.

6. Melakukan validasi instrumen.

7. Menguji coba instrumen yang telah disiapkan.

8. Mengaakan tes awal (pretest) di kelas.

9. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

10.Mengadakan test akhir (posttest) di kelas.

11.Menganalisis data.

12.Membuat kesimpulan.

H. Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran

Langkah-langkah pada pelaksanaan pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah guru pada awal

pembelajaran memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi,

menyiapkan tujuan pembelajaran dan bertanya sedikit kepada siswa

tentang pengetahuannya tentang apa saja yang telah diketahui siswa

sebelumnya.

2. Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti guru menjelaskan dengan menggunakan model

(49)

33

menuntut siswa mampu aktif berdiskusi dalam suatu kelompok. Pada

kegiatan ini guru hanya menjelaskan sedikit tentang materi yang akan

dibahas, kemudian guru membagi siswa dalam beberapa kelompok diskusi

dan masing-masing kelompok mendapatkan satu materi untuk

didiskusikan dan disajikan di depan kelas. Setiap siswa mempunyai peran

masing-masing dalam kelompok. Untuk penilaian diskusi, dilihat dari hasil

dan proses kelompok.

3. Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir pembelajaran guru membimbing siswa untuk

bersama-sama menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari serta

memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan sesuatu tentang

hal yang belum dipaham.

I. Uji Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan adalah dalam bentuk tes

berupa pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan

data yang akurat, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini harus validitas

dan reliabilitas.

1. Uji Validitas Instrumen

“Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan

dan kecermatan suatu instrumen pengukuran (tes) dalam melakukan fungsi

ukurnya” (Saifuddin Azwar, 1996:173). Dalam menguji tingkat validitas

(50)

34

Keterangan :

rpbis = Kopefisien korelasi point biserial

Mp = Skor rata-rata hitung untuk butir yang dijawab benar

Mt = Skor rata-rata dari skor total

Sdt = Standar deviasi skor total

p = Proporsi siswa yang menjawab betul pada butir yang diuji validitas

q = Proporsi siswa yang menjawab salah pada butir yang diuji validitas

(Saifuddin Azwar, 1996:173)

Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan rpbi syaitu

korelasi point biserial. Semakin tinggi koefisien korelasi yang dimiliki semakin

valid butir instrument tersebut.Dengan kata lain, jika koefisien korelasi sudah

lebih besar dari 0,3 maka butir instrumen yang di uji validitasnya sudah

dikategorikan valid.

2. Uji Reliabilitas

“ reliabilitas adalah suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang

tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian

reliabilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau seandainya

hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti”

(Suharsimi Arikunto, 2008:86).

Keterangan: r₁₁ = reliabilitas yang dicari

₁₁ (

( )) (

(51)

35

n = banyaknya item

= jumlah varians skor tiap-tiap item

= varians total

(Suharsimi Arikunto, 2008:109).

3. Tingkat Kesukaran

Di dalam istilah evaluasi, indeks kesukaran ini diberi simbol P (p besar),

singkatan dari kata “proporsi”. Dengan demikian maka soal dengan P = 0,70 lebih

mudah jika dibandingkan dengan P = 0,20. sebaliknya soal dengan P = 0,30 lebih

sukar daripada soal dengan P = 0,80.

Rumus mencari P adalah :

P =

Keterangan :

P : indeks kesukaran

B : banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul

JS : jumlah seluruh siswa peserta tes

(Suharsimi Arikunto, 2008:208).

4. Daya Pembeda

“Daya pembeda soal, adalah kemampuan sesuatu soal untk membedakan antara

siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh

(berkemampuan rendah). Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda

disebut indeks diskriminasi, disingkat D (d besar). Seperti halnya indek kesukaran

indeks diskriminasi (daya pembeda) ini berkisar antara 0,00 sampai 1,00”

(52)

36

Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah :

D =

= PA – PB

Keterangan :

D : indeks diskriminasi J : jumlah peserta tes

JA : banyaknya peserta kelompok atas

JB : banyaknya peserta kelompok bawah

BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan

benar

BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu

dengan benar

PA : proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P

sebagai indeks kesukaran)

PB : proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

(Suharsimi Arikunto, 2008:214).

J. Teknik Analisis Data

Tujuan analisis data adalah untuk memberikan makna atau arti yang digunakan

untuk menarik suatu kesimpulan dari masalah yang ada. Teknik analisis data yang

digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian kuantitatif. Data yang

dianalisis merupakan nilai siswa yang diperoleh setelah adanya tes.

1. Uji Normalitas

Untuk menguji normalitas terhadap data yang diperoleh maka dilakukan uji

normalitas dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat menurut Sudjana (2005:

273).

Hipotesis :

H0 : kedua kelompok data berasal dari populasi yang berdistribusi normal

(53)

37

a) Taraf Signifikansi

Taraf signifikansi yang digunakan

b) Statistik Uji

k i i i i

E

E

O

x

1 2 2 keterangan: i

O

= frekuensi harapan

i

E

= frekuensi yang diharapkan k = banyaknya pengamatan

c) Keputusan Uji

Tolak H0 jika ( )( ) dengan taraf  = taraf nyata untuk pengujian.

Dalam hal lainnya H0 diterima.

2. Uji Homogenitas

H0 : = ( data penelitian mempunyai varians yang homogen)

H1 : ≠ ( data penelitian mempunyai varians yang tidak homogen)

Taraf nyata : 0.05

Statistik uji

Fhitung :

Perhitungan

Varians terbesar

Varians terkecil

Fhitung :

Kriteria uji

Terima H0 jika Fhitung< Fα (( )

(54)

38

3. Uji Hipotesis

Pada penelitian ini, analisis data yang penulis gunakan untuk mengetahui adanya

pengaruh signifikan model Colaborativ Learning tipe Group Investigation

terhadap hasil belajar sejarah yaitu uji-t. Menurut Siregar, dalam penerapan uji-t

ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi. Dari beberapa persyaratan uji-t,

diketahui bahwa data peneliti telah memenuhi persyaratan tersebut. Persyaratan

dalam uji-t meliputi:

1. Bila permasalahan lebih dari satu variabel, maka variabel terikat

(dependent) datanya harus bersifat interval atau rasio. Sedangkan

untuk variabel bebas (independent) datanya harus berbentuk nominal

atau ordinal.

2. Untuk menggunakan uji-t, data diasumsikan berdistribusi normal.

3. Data berjenis probability sampling (setiap unsur kesempatan yang

sama untuk dipilih menjadi sampel dari suatu populasi).

(Siregar, 2013: 194)

Rumus uji-t yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh yaitu:

Keterangan:

s = Simangan baku

d = Jumlah selisi antara retest dan osttest n = Jumlah Sampel

(Sudjana, 2009:239) √

(∑

(55)

39

Menentukan thitung :

Keterangan :

d : Jumlah selisih antara retest dan osttest SD : Standar deviasi

N : Samel

Setelah diketahui t hitung maka dibandingakan dengan t tabel. Jika t hitung yang

diperoleh lebih dari (>) t tabel, hal tersebut menunjukan adanya pengaruh.

Selanjutnya untuk mengetahui besarnya taraf signifkansi pengaruh Colaborativ

Learning tipe Group Investigation terhadap hasil belajar sejarah dengan

menghitung koefisien korelasi yaitu dengan menggunakan rumus korelasi (rhitung) :

rhitung =

´ √( )( )

Keterangan:

r = Koefisien korelasi pearson

∑xy = Jumlah hasil dari X dan Y setelah dikalikan ∑x2

= Jumlah kuadrat dari skor X ∑y2

= Jumlah kuadrat dari skor Y (Arikunto, 2013:87)

[image:55.595.112.456.580.676.2]

Untuk mengetahui interpretasi besarnya pengaruh terlihat pada tabel berikut:

Tabel 7. Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,800 – 0,100 Sangat tinggi

0,600 – 0,800 Tinggi

0,400 – 0,600 Cukup

0,200 – 0,400 Rendah

(56)

40

REFERENSI

Suracmad. 1978. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito. Hlm. 121

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Hlm. 117

Ridwan, 2005. Belajar dan Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan, dan Penelitian. Bandung : Alfabeta. Hlm. 11

Sugiyono. Op. cit. Hlm. 11

S. Nasution. 1996. Metode Risearch (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara. Hlm. 100

Jonathan Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu. Hlm. 53

Ibid. Hlm. 67

Muhammad Basri. 2012. Perancangan Pembelajaran. Hlm. 15

Ibid. Hlm. 15

Ibid. Hlm. 17

Saifuddin Azwar. 1996. Fungsi Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta. Hlm. 173

Suharsimi Arikunto, 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hlm.86

Ibid. Hlm. 109

(57)

41

Ibid. Hlm. 211

Ibid. Hlm. 214

Sudjana. 2005. Metode statistika. Bandung : Tarsito. Hlm. 273

Ibid. Hlm. 250

Figure

Tabel. 1 Hasil nilai ulangan tengah semester pada Mata Pelajaran Sejarah Semester Genap Siswa  Kelas X IIS  SMA Negeri 1 Kotagajah Lampung Tengah Tahun Ajaran 2017/2018
Tabel 3. Jumlah Populasi Siswa Kelas X IIS 4  Siswa
Tabel 5. kisi-kisi tes
Tabel 6. Skoran Pretes dan Postest
+2

References

Related documents

The effect on transcription was observed in human tongue squamous carcinoma cells Cal27 in which de novo expression of integrin subunit β 3, that led to de novo expression of

The major goals of this study were to determine (i) whether testing 3-aminophenylboronic acid hemisulfate (APBA) in conjunction with CAZ and cefotetan (CTT) disks could im- prove

That’s the last thing he remembers until he woke up in the intensive care unit at U-M’s University Hospital two days later. In between, Doyen had been flown

In contrast, for data with small N , the BIC2 estimator tends to underestimate the number of unobservable factors when the regressors are not highly correlated with the

Demographic trends indicate that most developed countries are converging towards lower fertility rates and, while there are few significant signs of a foreseeable reversal in

´ Given that weights are assessed for the five top-level objectives, it is not clear that the value of on-site power generation in reducing the likelihood of disruption (and

The findings of this research aided in the construction of a matrix useful for researchers and practitioners since it demonstrates the perceptions of tourists on the use of robots

Haptic feedback is achieved by combining the force and torque readings from both sensors within a control system before manipulating the data into a robot instruction that is used