III. METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Dalam suatu penelitian, metode merupakan faktor yang cukup penting dalam untuk memecahkan suatu masalah yang turut menentukan keberhasilan penelitian.).Menurut Maryaeni’’ Metode adalah cara yang ditempuh oleh peneliti dalam menentukan pemahaman sejalan dengan fokus dan tujuan yang telah ditetapkan. Maka dalam pengertian di atas metode yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan dari penelitian dalam melihat dan meneliti tentang Tradisi pemberian Jejuluk pada Anak dalam Adat Ulun Lampung Pepadun di Kelurahan Jagabaya 1 Tanjung Karang Timur di gunakan metode ‘’Fungsional’’ yang
mengatakan bahwa fungsi kebudayaan bertujuan untuk memuaskan suatu rangkayan jumlah kebutuhan naluri manusia yang berkaitan di dalam kehidupan.
Menurut Malinowski arti fungsi sama dengan arti Guna. Fungsi menurut. Malinowski adalah kegunaan dari suatu institusi dalam Rangka memenuhi kebutuhan pisikologis dari individu-individu masyarakat, dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut individu harus menjaga kesinambungan kelompok sosial.
lebih jelas lagi Brown menjelaskan bahwa’’metoseFungsional adalah suatu cara yang mempunyai fungsi tertentu yang berfungsi untuk melestarikan suatu struktural budaya susunan bagian-bagiannya yang teratur sehingga budaya tersebut dapat tetap teratur.
Penelitian kebudayaan tidak terlepas pada fungsional kebudayaan seperti yang diungkapkan oleh Malinowski, mula-mula ia mengembangkan suatu teori tentang fungsi dan unsur-unsur kebudayan manusia, inti dari teori tersebut adalah segala aktifitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkayan dari sebuah kebutuhan Naluri yang berhubungan dengan seluruh kehidupan. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penelitian melakukan bentuk wawancara yang sifatnya berstruktur dan tidak berstruktur.
3.2. Jenis Penelitian
3.3. Lokasi penelitian
Lokasi dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Jagabaya 1 Tanjung Karang Timur.
3.4 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional Variabel
3.4.1 Variabel Penelitian
Variabel merupakan suatu gejala yang menjadi objek atau perhatian utama dalam penelitian. Sebagaimana yang di ungkapkan beberapa ahli tentang Variabel adalah:
Menurut Suryasubrat, (1983: 126) bahwa: “ Variabel penelitian dapat diartikan
sebagai gejala suatu yang akan menjadi objek pengamatan ”. Sedangkan Suharsimi Arikunto (1986: 91) mengemukakan bahwa: “ Variabel adalah suatu
objek penelitian atau apa yang akan menjadi titik perhatian suatu peneliti ”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka Variabel yang diajukan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu Pemberian Jejuluk pada Anak dalam Adat Ulun Lampung Pepadun di Kelurahan Jagabaya 1 Tanjung Karang Timur.
3.4.2 Defenisi Operasional Variabel
Defenisi operasional variabel merupakan suatu defenisi variabel yang diberikan kepada suatu variabel atau kontraks dengan cara memberikan arti atau mensfirasikan kegiatan untuk mengukur variabel tertentu.
Menurut Masri Singarimbun (1981: 46) menjelaskan bahwa: “ defenisi
pelaksanaan bagaimana cara mengukur variabel. Menurut Sumadi Suryabrata (1983: 83) bahwa: “ defenisi operasioanal variabel merupakan defenisi
berdasarkan atas sifat-sifat yang akan didefenisikan, diamati dan diobservasi ”.
Berdasarkan pendapat di atas, maka defenisi operasioanal variabel merupakan suatu petunjuk yang memberitahukan cara pengukuran suatu variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan suatu kegiatan agar mudah diteliti bagi peneliti.
Menurut Sumadi Suryabrata variabel adalah gejala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan. (Sumadi Suryabrata, 1983 ;126), Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto mengemukakan, bahwa variabel Adalah objek penelitian atau apa yang menjadi inti perhatian sesuatu penelitian.(Suharsimi Arikunto, 1990; 91)
Berdasarkan pendapat diatas maka variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu Proses Pemberian Jejuluk pada Anak dalam Adat Ulun Lampung Pepadun di Kelurahan Jagabaya 1 Tanjung Karang Timur.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis memakai teknik pengumpulan data sebagai berikut :
3.5.1 Wawancara
mengenai informasi objek penelitian berdasarkan sumber seorang responden dengan cara bercakap-cakap secara berhadapan. (Koentjraningrat,1997: 162). Teknik ini untuk mencari keterangan secara lengkap. Wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan tidak berstruktur.
a. Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan terlebih dahulu menyusun pertanyaan dalam bentuk daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada informan. Jawaban yang akan mun cul biasanya dibatasi. Hak ini dilakukan agar ketika informan memberikan keterangan tidak melantur kemana-mana.
b. Wawancara tidak berstruktur
Wawancara tidak buerstruktur biasanya dilakukan pada awal penelitian, karena terkadang ketika informan memberikan keterangan kadang muncul jawaban yang tidak terduga yang tidak akan muncul saat wawancara terarah dilakukan dan hal itu bisa menambah informasi yang ingin diperoleh terkait dengan objek yang akan diteliti.
3.5.2 Observasi Pastisipasi
Sementara menurut Hadari Nawawi bahwa, observasi partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut ambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan di observasi. Observasi berlaku sunggug-sungguh seperti anggota dari kelompok yang akan diobservasi. (Nawawi:2001:104)
Dari pendapat kedua tersebut, maka agar peneliti memperoleh data yang akurat dalam meneliti hubungan Proses Pemberian Jejuluk pada anak dalam Adat Ulun Lampung Pepadun di Kelurahan Jagabaya 1 Tanjung Karang Timur adalah dengan cara menjadi observer partisipan yang mengikuti kegiatan dan ikut ambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi.
3.5.3. Dokumentasi
Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-cacatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah, dan bukan berdasarkan perkiraan (Basrowi,2004:142).
Teknik dokumentasi dalam penelitian ini berupa informasi tertukis maupun lisan tentang tradisi pemberian jejuluk pada anak adat ulun lampung pepadun di kelurahan jagabaya 1 tanjung karang timur.
3.5.4 Kepustakaan
Tehnik kepustakaan menurut Husin Sayuti adalah: 1. Mempelajari ketentuan atau Praturan yang berlaku.
2. Mengetahui system pelayanaan atau perpustakaan tersebut. 3. Mengetahui bentuk dan jenis bahan pustaka yang dimiliki.
4. Peneliti harus mencari informasi yang diperlukan melalui catalog.
5. Membuat catatan-catatan, lazimnya ada dua macam kartu yaitu: Kartu Kutipan dan Kartu Bibliografi. (Husin Sayuti, 1989:97)
Koentjaraningrat mengemukakan pendapat tentang teknik kepustakaan sebagai berikut:
3.5.5 Tehnik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, Analisis databmerupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan data yang diperoleh akan menuntun peneliti kearah temuan ilmiah. Maksud utama analisis data adalah untuk membuat data itu