• No results found

Text Abstrak (Abstract) pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text Abstrak (Abstract) pdf"

Copied!
64
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

DESAIN ALAT PENDETEKSI KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR OPTOCOUPLER UNTUK MENGANALISIS KUALITAS

AIR MINUM DI BAK SEDIMENTASI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM ”WAY RILAU”

KOTA BANDAR LAMPUNG (Skripsi)

Oleh

Akhfi Zamri

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

i ABSTRAK

DESAIN ALAT PENDETEKSI KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR OPTOCOUPLER UNTUK MENGANALISIS KUALITAS AIR MINUM DI BAK SEDIMENTASI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR

(IPA) PDAM ”WAY RILAU” KOTA BANDAR LAMPUNG

Oleh

AKHFI ZAMRI

Telah dirancang dan dibuat alat yang mampu mendeteksi kekeruhan air pada instalasi pengolahan air di PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung. Alat yang dirancang untuk menganalisis kualitas air minum di bak sedimentasi dibuat lebih praktis dan mudah pemakaiannya. Desain dirancang menggunakan Arduino UNO R3, LED RGB dan penampil LCD I2C dan alat disimpan pada SD Card dengan Sensor yang digunakan adalah Optocoupler pengujian sensor menggunakan air jernih dan penambahan tiap tetes susu kental manis untuk mendapatkan respon dan kesamaan dengan alat standar yang digunakan PDAM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak tetesan susu maka semakin besar tegangan yang dihasilkan. Pembacaan uji sensor pada alat buatan dimulai dari 09 mV sampai dengan 498 mV, sedangkan alat standar PDAM Way Rilau dimulai dari 0 NTU sampai 130,6 NTU. Setelah didapatkan data pengujian sensor, dimasukan rumus untuk menyesuaikan alat buatan dengan alat standar menggunakan bahasa C, kemudian tahap selanjutnya pengambilan data pengujian sampel air di bak sedimentasi, pada alat standar, kekeruhan terbesar adalah 11,2 NTU dan yang terkecil 3,2 NTU, sedangkan pada alat buatan nilai terbesarnya adalah 8,1 dan untuk nilai terkecil 5,7.

(3)

ii

ABSTRACT

DESIGN OF TURBIDITY WATER DETECTOR USING OPTOCOUPLER SENSOR FOR ANALYSING THE QUALITY OF DRINKING WATER IN

SEDIMENTATION TANK OF WATER TREATMENT PLANT (IPA) PDAM “WAY RILAU” BANDAR LAMPUNG

Oleh

AKHFI ZAMRI

It has been designed and fabricated the turbidity water datector in water treatment plant PDAM Way Rilau Bandar Lampung. The instument that is designed for analysing the quality of drinking water in sedimentation tank made on more practical and more easy. The design using Arduino UNO R3, LED RG, and LCD 12C with SD Card for saving the data. The sensor that was used is Optocouple. The sensor is tested by using clear water at first and than add each drop of cream milk to find a respond and similarity with the standard instument of PDAM. The result of the test indicate that the more cream milk in the water, the more voltage is obtained. The perusal of sensor in the design instument been set from 09 mV until 498 mV, while the standard instument of PDAM Way Rilau Bandar Lampung been set from 0 NTU until 130,6 NTU. After the result of sensor been obtained, bahasa C formula is added into design instrument for adjusting with the standard instument. The data is taken by using water sample from sedimentation tank at PDAM. The best result of standar instument is 11,2 NTU and the worst is 3,2 NTU, while on the design instrument the best result is 8,1 and the worst is 5,7.

(4)

DESAIN ALAT PENDETEKSI KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR OPTOCOUPLER UNTUK MENGANALISIS KUALITAS

AIR MINUM DI BAK SEDIMENTASI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM ”WAY RILAU”

KOTA BANDAR LAMPUNG

Oleh

Akhfi Zamri

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA SAINS

Pada Jurusan Fisika

Fakuktas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)

Judul : DESAIN ALAT PENDETEKSI KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR OPTOCOUPLER UNTUK MENGANALISIS KUALITAS AIR MINUM DI BAK SEDIMENTASI PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM ”WAY RILAU” KOTA BANDAR LAMPUNG

Nama Mahasiswa :

Akhfi Zamri

Nomor Pokok Mahasiswa : 1017041015

Jurusan : Fisika

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A. Drs. Amir Supriyanto, M.Si. NIP. 19710212 199512 1 001 NIP. 19650407 199111 1 001

2. Ketua Jurusan Fisika

(6)

MENGESAHKAN

1. Tim penguji

Ketua : Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A. ………

Sekertaris : Drs. Amir Supriyanto, M.Si. ………

Penguji

Bukan pembimbing : Gurum Ahmad Pauzi, S.Si., M.T. ………

2. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 3.

Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A NIP. 19710212 199512 1 001

(7)

vi

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah dilakukan orang lain dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini sebagaimana disebutkan dalam daftar pustaka, selain itu saya menyatakan pula bahwa skripsi ini dibuat oleh saya sendiri.

Apabila pernyataan saya tidak benar maka saya bersedia dikenakan sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bandar Lampung, Mei 2017

(8)

vii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Bandar Lampung Kelurahan Sukajawa Tanjung Karang Barat, anak ke-7 dari 7 bersaudara pasangan Bapak Amir Rochim dan Ibu Zubaidah. Penulis penyelesaikan pendidikan di SDN 3 Sukajawa tahun 2004, SMP Negeri 16 Bandar Lampung tahun 2007 dan MA Negeri 2 Bandar Lampung tahun 2010.

Pada tahun 2010 penulis masuk dan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Lampung melalui jalur SNMPTN. Selama menempuh pendidikan penulis pernah menjadi Asisten Praktikum Fisika Dasar, Asisten Praktikum Elektronika Dasar, Asisten Pemrograman Komputer dan Asisten Praktikum Sensor dan Pengkondisian Sinyal. Penulis pernah aktif di kegiatan organisasi Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) periode 2010-2012 sebagai ketua bidang Kesekertariatan dan periode 2012-2013 sebagai Ketua bidang Kaderisasi. Selain itu penulis juga pernah aktif di UKM Rois FMIPA Unila sebagai anggota badan khusus bimbingan baca Al Quran pada periode 2011-2012.

(9)

viii

MOTTO

Berusahalah Dengan Prinsip Kerja Keras, Cerdas,

Ikhlas dan Waras.

Jalankan Sunnah Tinggalkan Bid’ah.

(10)

ix

Teriring Rasa Syukur Kepada Allah SWT Karya Ini

kupersembahkan Untuk Orang-Orang Yang Ku Cintai

dan Ku Sayangi Karena Allah SWT

Bapak Amir Rochim & Ibu Zubaidah

Kedua orang tua yang telah banyak berkorban tanpa lelah dan menjadi motivasi

hingga dapat menyelesaikan pendidikan di tingkat universitas dan

menyelesaikan skripsi ini.

Bapak-Ibu guru serta Bapak-Ibu dosen

Terima kasih atas bekal ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang telah membuka

hati dan wawasanku

Para sahabat dan teman-teman seperjuangan

Terima kasih atas kebaikan kalian dan kebersamaan yang kita lalui

dan

Almamaterku tercinta

(11)

x

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahim,

Segala puji bagi Allah SWT berkat rahmat dan hidayah Nya, penulis dapat menyelesaikan kuliah serta skripsi dengan baik. Judul skripsi ini “Desain Alat Pendeteksi Kekeruhan Air Menggunakan Sensor Optocoupler Untuk Menganalisis Kualitas Air Minum di Bak Sedimentasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung”. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan pengikutnya.

Skripsi ini dilaksanakan dari bulan November 2016 sampai Februari 2017 bertempat di PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung dan Laboratorium Elektronika Dasar Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

Penekanan skripsi ini adalah Menambah referensi alat deteksi kekeruhan air minum khususnya di PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung.

Penulis menyadari dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Aamiin…

Bandar Lampung, 26 April 2017

(12)

xi

SANWACANA

Alhamdulillah, penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik berkat dorongan, bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tuaku, Bapak dan Ibu yang selalu memberikan motivasi dan do’a.

2. Bapak Prof. Dr. Warsito, S.Si., D.E.A. Selaku Pembimbing I sekaligus Dekan FMIPA Unila.

3. Bapak Drs. Amir Supriyanto, M.Si, Selaku Pembimbing II. 4. Bapak Gurum Ahmad Pauzi, S.Si., M.T. Selaku Penguji.

5. Bapak Drs. Posman Manurung, M.Si., Ph.D. selaku Pembimbing Akademik. 6. Bapak Arif Surtono, S.Si.,M.Si., M.Eng. selaku Ketua Jurusan Fisika dan

Seluruh Dosen serta Staf Jurusan Fisika FMIPA Unila.

7. Bapak/Ibu Kepala dan Petugas PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung 8. Teman-teman 2010 seperjuangan khususnya Andry, Muji, Suci, Tika, Rita,

Alvhy, Helrita yang telah memberikan support dan kawan-kawan 2010 lainnya yang tidak bisa disebutkan semua.

9. Kakak/adik yang penulis banggakan: k’Jono, k’Taqim, k’Mardi, k’Manto, Abdan, Encep, Heri, Jovizal, Maksum, Gana, Ratna, Randha, Jayanti, Agung, Nasta, Dwi dhomas yang selalu ada dikala susah maupun senang.

10.Teman2 pengurus Himafi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya, serta memberkahi hidup kita. Aamiin…..

Bandar Lampung, April 2017

(13)

xii

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

HALAMAN JUDUL ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

PERNYATAAN ... vi

RIWAYAT HIDUP ... vii

MOTTO ... viii

PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

SANWACANA ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR TABEL ... xvii

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penelitian... 3

(14)

xii

xiii

E. Manfaat Penelitian... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terkait ... 4

B. Tinjauan Teoritis ... 18

C. Faktor yang Mempegaruhi Kekeruhan... 19

1. Suhu ... 19

2. Zat Padat Terlarut ... 19

3. Debit air ...20

D. Proses Pengolahan Air di Bak Sedimentasi ... 20

E. Turbidimeter atau Alat Ukur Kekeruhan Zat Cair ... 22

F. Kualitas Air Minum ... 25

1. Rasa ...25

2. Bau ...26

3. Suhu ...26

4. Kekeruhan ...26

5. Zat Padat Terlarut ...26

G. Intensitas Cahaya ... 27

H. Kecerahan ... 27

I. Light Emitting Diode (LED) ... 28

J. Sensor Cahaya LDR ... 29

K. Arduino UNO ... 30

III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 35

B. Alat dan Bahan ... 35

C. Prosedur Penelitian ... 37

1. Perancangan Perangkat Keras ... 37

2. Prosedur Perangkat Lunak ... 39

D. Diagram Alir Penelitian ... 39

(15)

xiv

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 42

B. Hasil Penelitian ... 45

1. Hasil Penelitian Rangkaian Sensor ... 46

2. Data Kekeruhan Air di Bak Sedimentasi ... 50

C. Pembahasan ... 51

1. Analisis Perangkat Keras ... 51

2. Analisis Perangkat Lunak... 60

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 65

B. Saran ... 65 DAFTAR PUSTAKA

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1. Rangkaian Alat yang Di Rancang Oleh Yefri Hendrizon ... 4

2.2. Alat Deteksi Kecerahan Minyak Goreng ... 6

2.3. Water Quality Indeks (WQI) Sungai Klantan ... 8

2.4. Keruh dan Warna Coklatan dari Sungai Kelantan Akibat Aktivitas Penambangan ... 8

2.5. Skema Rangkaian Elektronik Sistem Sensor Turbidity ... 10

2.6. Desain Sistem Sensor Kumar Dkk ... 12

2.7. Alat Ukur Turbidity yang Telah Dibuat Oleh Kumar Dkk ... 12

2.8. Diagram Program Arduino Untuk Tampilan Gyroscope ... 14

2.9. Tes Gyroscope pada Arduino Peron ... 14

2.10. Alat yang Telah Dirancang Ebere Dkk ... 15

2.11. Pengujian Air Bersih Oleh Ginting Dkk ... 16

2.12. Diagram Blok Sistem Keseluruhan ... 17

2.13. Unit Aselator Pada Instalasi Pengolahan Air ... 21

2.14. Proses Pengolahan Air Bersih Sampai ke Konsumen ... 22

2.15. Light Emitting Diode (LED) ... 29

2.16. Sensor Light Dependent Resistor (LDR). ... 30

2.17. Board Arduino Uno ... 32

2.18. Rangkaian Arduino Uno R3 ... 33

(17)

3.1. Blok Diagram Perancangan Alat Uji ... 37

3.2. Perangkat Keras Alat Deteksi Kekeruhan Air Minum ... 38

3.3. Rangkaian Prototipe Keseluruhan Alat ... 39

3.4. Diagram Alir Penelitian ... 40

4.1. Bak Sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) ... 43

4.2. Alat Deteksi Kekeruhan Air ... 44

4.3. Grafik Antara Alat Standar dan Alat Buatan ... 47

4.4. Rangkaian Sensor ... 51

4.5.Grafik Respon Rentang Alat Standar dan Alat Buatan ... 51

4.6. Grafik Uji Sampel Alat Standar dan Alat Buatan ... 52

4.7. Tampilan Pada LCD ... 53

4.8. Lcd I2c ... 54

4.9. Rangkaian Micro Sd ... 55

4.10. Rangkaian Mikrokontroler Arduino Uno R3 ... 57

4.11. Rangkaian Alat Secara Keseluruhan ... 58

4.12. Tampilan Data Pada Micro Sd ... 63

(18)

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Analisa Pengaruh Suhu Terhadap Kekeruhan Air pada IPA PDAM

Way Rilau Kota Bandar Lampung Tahun 2015 ... 5

2.2. Fitur Board Arduino UNO ... 34

3.1. Data pengukuran kekeruhan air ... 41

4.1. Data perbandingan alat yang dirancang dengan alat standar ... 46

(19)

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Air minum merupakan kebutuhan manusia paling penting, seperti diketahui, kadar air tubuh manusia mencapai 68 – 75% dan untuk tetap hidup air dalam tubuh tersebut harus dipertahankan. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2,1 liter hingga 2,8 liter per hari, tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Namun, agar tetap sehat, air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, maupun bakteriologis (Surawira, 1996).

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air, mulai dari membersihkan diri (mandi), membersihkan ruangan tempat tinggalnya, menyiapkan makanan dan minuman sampai dengan aktivitas-aktivitas lainnya (Achmad, 2004).

(20)

2

Masyarakat Kota Bandar Lampung akan air minum untuk memenuhi kebutuhan banyak yang mengandalkan suplay dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung, tetapi yang menjadi masalah apakah suplay air minum tersebut memenuhi standar kualitas air minum khususnya kekeruhan.

Data dari Bagian Produksi Sub Bagian Pengendalian Kualitas Air dan Laboratorium Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) “Way Rilau” Kota Bandar Lampung tahun 2014 menunjukkan bahwa kekeruhan air di bak sedimentasi saat debit air melonjak cenderung meningkat yaitu melebihi ambang batas dari ketetapan Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 adalah 10 NTU,

Pada penelitian ini, parameter yang digunakan adalah kecerahan air dimana kecerahan ini sangat berhubungan dengan kejernihannya. Kemudian penelitian ini digunakan sensor Optocoupler sebagai pendeteksi cahaya untuk mengetahui tingkat kecerahan air yang hasilnya dapat dilihat pada penampil LCD dan disimpan pada Micro SD. Penelitian ini juga digunakan Arduino sebagai pengolah data dari sensor yang kemudian dimasukan pada program bahasa C dari komputer.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana mengaplikasikan sensor cahaya LDR sebagai alat untuk mengetahui

(21)

3

2. Bagaimana membuat rangkaian prototipe untuk menguji tingkat kekeruhan air di bak sedimentasi.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Mengaplikasikan sensor cahaya LDR sebagai pendeteksi kekeruhan air sebagai parameter penentuan kualitas air minum.

2. Menambah referensi alat deteksi kekeruhan air minum.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan bermanfaat untuk:

1. Adanya pengenalan alat deteksi kekeruhan air dengan sensor optocoupler; 2. Diperolehnya sebuah standar mutu air minum berdasarkan kekeruhan.

E. Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian adalah sebagai berikut.

1. Pada penelitian ini digunakan air minum di bak sedimentasi. 2. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C. 3. Penelitian ini menggunakan Arduino uno.

(22)

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terkait

[image:22.595.176.504.450.651.2]

Telah dihasilkan suatu alat ukur tingkat kekeruhan zat cair berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan menggunakan sistem sensor yang terdiri dari LED dan fototransistor, serta LCD karakter 2x16 sebagai penampil data hasil pengukuran. Alat ukur ini bekerja berdasarkan prinsip hamburan cahaya oleh partikel-partikel tersuspensi di dalam zat cair, dengan posisi sudut fototransistor adalah 90o terhadap cahaya yang datang dari LED (disebut metode Nephelometer).

Gambar 2.1 Rangkaian Alat yang Di Rancang Oleh Yefri Hendrizon

(23)

(metode Turbidimeter). Jarak antara partikel penghambur dan detektor fototransistor pada metode Nephelometer terbatas dalam jarak yang dekat (sekitar 7 cm), dan kemampuan pengukuran alat ini adalah dalam rentang 6 NTU hingga 164 NTU. Kesalahan relatif rata-rata alat ukur tingkat kekeruhan zat cair hasil rancang bangun ini adalah 3,03% dan kesalahan relatif maksimumnya adalah sebesar 12,5% (Hendrizon,2012).

Pengaruh suhu terhadap kekeruhan air menunjukkan bahwa ada pengaruh sedang. Dari penelitian ini, garis dapat diprediksi bahwa kekeruhan akan naik rata-rata 0,326 NTU bila suhu dinaikkan 1oC pada air. Hasil uji statistik didapat nilai p-value = 0,055 artinya ada pengaruh antara suhu dengan kekeruhan air.

Tabel 2.1. Analisa Pengaruh Suhu Terhadap Kekeruhan Air pada IPA PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung Tahun 2015. Variabel R R2 Persamaan Garis P Value

Suhu 0,389 0,151 Kekeruhan = -1,630+0.326*suhu

0.055

Dari tabel 2.1 dapat diketahui bahwa pengaruh suhu terhadap kekeruhan air menunjukkan bahwa ada pengaruh sedang (r = 0,389) dan berpola positif artinya semakin tinggi suhu semakin tinggi kekeruhan air. Nilai koefesien dengan determinasi 0,151 artinya persamaan garis regresi yang kita peroleh dapat menerangkan 15,1 % variasi kekeruhan air atau persamaan garis yang diperoleh sedang untuk menjelaskan variabel

[image:23.595.156.501.487.568.2]
(24)

kekeruhan air. Dari persamaan garis dapat diprediksi bahwa kekeruhan akan naik rata-rata 0,326 NTU bila suhu dinaikkan 1oC pada konstanta -1,630. Hasil uji statistik didapat nilai p-value = 0,055 artinya ada pengaruh antara suhu dengan kekeruhan air pada bak sedimentasi IPA PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung Tahun 2013 (Munawir 2013).

Telah direalisasikan alat pendeteksi kecerahan minyak goreng sebagai standar mutu kualitas minyak goreng kelapa sawit serta akuisis data pada komputer dengan menggunakan serial USB. Alat pendeteksi ini terdiri atas perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras terdiri atas catu daya, rangkaian sensor, rangkaian sistem minimum mikrokontroler, K-125 dan komputer, sedangkan untuk perangkat lunak digunakan bahasa pemrograman Basic Computer dan Visual Basic. Basic computer merupakan program pada mikrokontroler untuk membaca masukan dari sensor, dan visual basic meruapakan program interfacing dari mikrokontroler ke komputer.

Gambar 2.2. Alat deteksi kecerahan minyak goreng.

(25)

Prinsip kerja alat yaitu cahaya dari LED akan diterima oleh sensor cahaya LDR. sensor LDR mengubah besaran fisis cahaya menjadi besaran elektrik berupa tegangan. Tegangan dari sensor kemudian dibaca oleh mikrokontroler ATMEGA8535 dan diubah menjadi data digital oleh ADC pada mikrokontroler ATMEGA8535. Data kemudian dikirim menggunakan komunikasi serial ke komputer.

Data dapat dibaca oleh mikrokontroler dan di kirim secara serial ke komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yang digunakan pada penelitian ini adalah Basic Computer dan Visual Basic 6.0. Basic computer merupakan program pada mikrokontroler untuk pembacaan masukan ADC dari sensor, sedangkan visual basic 6.0 merupakan program untuk membaca data ADC dan mengkonversi nilai ADC tersebut menjadi tegangan dan kecerahan untuk ditampilkan pada computer (Yulianti, 2012).

Pengambilan sampel kualitas air di sepanjang Sungai Kelantan

telah dilakukan pada November 2010 sampai Feberuari 2011 di lima

stasiun yang dipilih. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk

menggambarkan tentang kondisi status mutu air di Sungai Kelantan.

Analisis fisik seperti konduktivitas, oksigen terlarut (DO), pH, jumlah

padatan terlarut (TDS), jumlah padatan tersuspensi (TSS) dan kekeruhan

dilakukan. Riset juga melibatkan analisis kimia nutrisi nitrogen seperti

amonia, nitrat dan nitrit. Hasil penelitian menemukan TSS, kekeruhan

dan kandungan nitrat melebihi standar kualitas air nasional (INWQS) dan

(26)

ada perbedaan antara sampel di Stasiun 1 (KK) dan Stasiun 3 (TM).

[image:26.595.168.503.152.330.2]

Variasi nilai kandungan TDS,

Gambar 2.3: Water Quality Indeks (WQI) Sungai Klantan dari tahun 1998 sampai 2009.

WQI adalah indeks yang menunjukan kualitas air pada tempat

tertentu, pada gambar yang telah ditampilkan terlihat WQI di sungai

klantan secara keseluruhan dari tahun ke tahun dimulai dari tahun 1998

sampai dengan tahun 2009.

(a) (b)

Gambar 2.4. kekeruhan dan warna kecoklatan dari Sungai Kelantan akibat aktivitas penambangan pasir. (a) gambar asli warna kecoklatan air. (b) gambar yang di edit untuk menampilkan peningkatan kecoklatan air

(27)

kekeruhan dan nutrisi nitrogen di sungai ini secara keseluruhan

dalam keadaan buruk, dan yang terparah ada di stasiun 1, karena faktor

penambangan pasir di sepanjang sungai dan aktivitas penebangan di

daerah hulu sungai. Konten TSS/Zat Padat Tersuspensi yang sangat

tinggi dan kekeruhan telah menciptakan kondisi yang tidak baik dan

memberi pengaruh buruk kehidupan air di Sungai Kelantan (Peck, 2011).

Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Dewasa ini keberadaan air di sekitar semakin menurun kualitasnya akibat banyak tercemar oleh limbah. Salah satu parameter dalam menentukan kualitas air ialah tingkat kekeruhan air (turbidity). Kekeruhan air menentukan banyak tidaknya partikel dalam air, partikel yang dimaksud bisa berupa organik maupun anorganik. Dan keberadaan partikel dalam air tersebut bisa saja membahayakan apabila dikonsumsi langsung oleh manusia. Oleh karena itu untuk dapat mengetahui tingkat kekeruhan air maka diperlukan alat ukur untuk mengukurnya.

Dalam penelitian ini telah dibuat alat ukur tingkat kekeruhan air untuk analisis kualitas air yang berbasis Arduino UNO dengan menggunakan sistem sensor yang terdiri dari dioda laser dengan panjang gelombang 650 nm dan fotodioda TSL250 sebagai detektornya. Serta LCD karakter 2x16 sebagai penampil data hasil pengukuran. Alat ukur yang telah dirancang bekerja berdasarkan konsep hamburan cahaya oleh partikel-partikel tersuspensi di dalam air, dengan posisi TSL250 adalah 90o terhadap cahaya yang datang dari dioda laser disebut

(28)

sebagai metode nephelometrik. Alat ukur yang dibuat mempunyai tingkat akurasi pengukuran 98,70%, serta mempunyai tingkat presisi yang cukup baik. Rentang pengukuran yang dapat dilakukan oleh alat ukur ini adalah dari 0 – 150 NTU. Dan daya resolusi dari alat ukur yang dibuat adalah 0,17 NTU.

[image:28.595.174.484.402.638.2]

Sistem sensor yang dibuat terdiri dari sebuah detektor fotodioda TSL 250 dan juga dioda laser sebagai sumber cahayanya dimana mempunyai panjang gelombang 650 nm. Keduanya komponen ini dirangkai sedemekian rupa sehingga membentuk posisi sudut 90o antara kedua komponen ini. Adapun rangkaian elektronika untuk sistem sensor yang dibuat seperti yang ditunjukan pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Skema Rangkaian Elektronik Sistem Sensor Turbidity Rangkaian sistem sensor ini berfungsi untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air dengan cara melewatkan air diantara detector dan sumber cahayanya. Fotodioda TSL 250 sebagai detector sangat peka terhadap

(29)

perubahan intensitas cahaya yang masuk ke dalamnya. Sumber cahaya yang ditembakkan dalam hal ini adalah dioda laser akan mengenai air, dan apabila dalam air tersebut banyak sekali terdapat partikel dalam kata lain keruh, maka cahaya tersebut sebagian akan ada yang diteruskan dan sebagian akan dihamburkan. Intensitas cahaya yang diterima oleh fotodioda TSL 250 ini adalah intensitas cahaya yang dihamburkan oleh partikel yang ada dalam air. Intensitas cahaya yang diterima oleh fotodioda TSL 250 akan dikonversi menjadi sinyal tegangan. Dan sinyal tegangan keluaran dari alat ini menunjukkan nilai tegangan yang sebanding dengan tingkat kekeruhan air.

Desain sistem sensor ini terbuat dari bahan yang sangat mudah di dapat yaitu sambungan pipa sock valve 1x3/4. Bagian sambungan pipa yang ¾ diberikan lubang pahatan, lalu setelah itu dipasang kaca dengan tebal 1 mm sebagai dinding-dinding pada pahatan tersebut. Penggunaan kaca ini bertujuan agar komponen didalamnya bisa tetap mendeteksi air yang berada diluar kaca tanpa ada air yang masuk ke dalam ruangan sambungan pipa tersebut. Untuk bagian atasnya menggunakan tutup pipa satu inch. Kedua komponen utama penyusun sistem sensor ini diletakkan diatas sebuah Printed Circuit Board (PCB) seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.6.

(30)

Gambar 2.6 Desain sistem sensor (a) PCB Sistem Sensor (b) Tampak Samping Desain Sistem Sensor (c) Tampak Bawah Desain sensor (d) Tampak atas

[image:30.595.189.457.75.346.2]

diperoleh sistem alat ukur turbidity seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2.7. Sistem alat ukur yang dibuat dirancang untuk dapat mengukur tingkat kekeruhan air secara on-line. Selanjutnya dilakukan beberapa pengujian terhadap alat yang telah dibuat.

Gambar 2.7. Alat Ukur Turbidity yang Telah Dibuat Oleh Kumar dkk

[image:30.595.266.388.522.689.2]
(31)

Pengujian sistem alat ukur yang dibuat ini dilakukan guna mengetahui kemampuan alat meliputi tingkat akurasi, presisi, tingkat kesalahan, serta range (rentang) pengukuran yang dapat dilakukan. Dalam pengujian ini sistem alat ukur yang dibuat dibandingkan dengan turbidimeter acuan yaitu tubidimeter LaMotte tipe 2020. Keenam cairan standar tersebut terlebih dahulu diukur dengan turbidimeter acuan dan selanjutnya dilakukan pengukuran oleh alat ukur yang telah dibuat (Kumar, 2016).

Giroskop adalah perangkat untuk mengukur atau mempertahankan orientasi atau awalan, yg berlandaskan prinsip – prinsip momentum sudut giroskop ini seperti cakram yang berputar dimana porosnya bebas untuk mengambil orientasi, meskipun orientasi ini tidak tetap, giroskop memiliki kemampuan untuk mendapatkan data yang akurat dari gerakan untuk ruang tiga dimensi seperti sumbu x, y dan z. aplikasi yang tertutup ini sangat luas seperti pada ponsel, pengguna elektronik, dll karena kemampuan baik yang kuat dari arah dan gerak. Dalam jurnal ini, digunakan untuk mendapatkan data dari gerak dan data ini ditampilkan dalam jendela dan layar LCD. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sensor ini memiliki kinerja yang baik terhadap Arduino.

(32)
[image:32.595.193.431.85.227.2]

Gambar 2.8. Diagram program Arduino untuk tampilan gyroscope

Gambar 2.9. Tes gyroscope pada Arduino peron

Dalam jurnal ini, kontrol giroskop untuk papan Arduino telah

berhasil dikembangkan. Pengembangan aplikasi kontrol giroskop dapat

digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang berguna antara lain

seperti robot, pengguna elektronik dan kendaraan elektronik, dll Hasil

percobaan menunjukkan bahwa kinerja Arduino yang baik dan sudah

tercapai (Mon, 2015).

Jurnal sistem pengaturan otomatis dengan mikrokontroler untuk mengetahui tingkat kualitas air. Kelangkaan air adalah salah satu masalah utama yang dihadapi kota-kota besar didunia dan selama ini, pemborosan airlah yang telah diidentifikasi sebagai penyebab utama. ini adalah salah satu motivasi untuk penelitian ini, oleh sebab itu maka dirancang teknik

[image:32.595.189.437.277.425.2]
(33)

komputasi dalam menciptakan penghematan air. bukan hanya memberikan keuntungan keuangan dan juga untuk hemat energi, tetapi juga untuk membantu lingkungan dan siklus air untuk masa depan kita. Oleh sebab itu maka kami memberikan Sistem pengaturan otomatis dengan mikrokontroler untuk mengetahui tingkat kualitas air .

(a) (b)

Gambar 2.10. Sistem Oprasi alat (a) diagram blok (b) alat yang telah dirancang (Ebere, 2013).

Manusia sangat membutuhkan air, karena air sangat penting untuk kehidupan sehari – hari. Seringkali manusia tidak memperhatikan air yang jernih untuk mengkonsumsi air dalam kehidupan sehari - hari. Karena pentingnya kejernihan air untuk manusia pada saat ini, maka dirancang suatu alat yang dapat mengukur suatu kekeruhan air menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor), dimana sensor ini dapat mendeteksi cahaya dari tingkat cahaya Dioda LED (Light Emitting Diode) yang menembus air tersebut, maka akan terdeteksi kekeruhan air. Dalam sistem ini yang menjadi pengendali adalah mikrokontroler ATMega 8535. Keluaran dari alat ini adalah tingkat

[image:33.595.155.511.246.437.2]
(34)

persentase kekeruhan air yang akan ditampilakan di LCD (Liquid Crystal Display), dengan menambahkan 1 sendok sampai 10 sendok setiap masing – masing larutan dalam 4 larutan percobaan maka akan mendapatkan tingkat kekeruhan air yang berbeda- beda setiap percobaan.

(a) (b)

Gambar 2.11. Pengujian Air Bersih, gambar (a) Sebelum Start, (b) SesudahStart.

Secara garis besar diagram blok sistem perancangan alat ukur kekeruhan air berbasis mikrokontroler Atmega 8535 menggunakan LCD. Perancangan alat ukur kekeruhan air berbasis mikrokontroler Atmega 8535 menggunakan LCD merupakan blok diagram terbuka yang dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan blok diagram sistem kendali yaitu, input berupa cahaya, dimana cahaya ini berfungsi untuk mengaktifkan input 1 dan input 2, dimana input 1 dan input 2 adalah LDR. Di bagian proses yang terdiri dari mikrokontroller, dan output berupa LCD. Sebelum dilakukan pengukuran sebaiknya alat-alat ukur dikalibrasi terlebih dahulu, sehingga hasil pengukuran sesuai yang diharapkan Hasil proses dari perbandingan tegangan input 1 dan tegangan input 2 adalah kadar

16

[image:34.595.171.502.211.378.2]
(35)
[image:35.595.158.507.195.363.2]

kekeruhan air dalam bentuk persen yang akan ditampilkan di LCD. Gambar 2.12 adalah diagram blok sistem keseluruhan alat yang dapat dilihat dibawah ini

Gambar 2.12. Diagram Blok Sistem Keseluruhan

Dalam pengujian alat didapat bahwa respon alat terhadap perubahan kekeruhan sampel sangat sensitif. Dalam pengujian alat ukur dari keseluruhan sampel, maka dapat dibuktikan juga cara kerja dari sebuah sensor LDR, dimana ketika sensor LDR mengenai cahaya besar resistansinya adalah 375 ohm. Dan sebaliknya, jika sensor LDR tidak mengenai cahaya, maka hambatanya akan semakin besar sebesar 70.000 ohm. Hasil pengukuran yang paling gelap adalah pada sampel menggunakan larutan tanah dengan nilai kekeruhan93,14 %. Hasil pengukuran untuk nilai sensor 1 yang digunakan sebagai pembanding terhadap sampel adalah stabil dengan pengukuran di LCD 0,30 V dan yang berubah - ubah adalah pada S2 sebagai sampel (Ginting,2013).

17

(36)

B. Tinjauan Teoritis

Kekeruhan atau turbidity adalah adanya partikel koloid dan supensi dari suatu bahan pencemar antara lain beberapa bahan organik dan bahan anorganik dari buangan industri, rumah tangga, budidaya perikanan dan sebagainya yang terkandung dalam perairan (Surawira, 1996).

Kekeruhan dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan organik yang dihasilkan oleh buangan industri. Kekeruhan dapat disebabkan bahan-bahan tersupensi yang bervariasi dari ukuran koloidal sampai dispersi kasar, tergantung derajat turbelensinya (Achmad,2004)

Penyebab yang tidak biasanya dari kenaikkan turbidity/kekeruhan dalam air tidak mudah ditetapkan. Kenaikkan kekeruhan disebabkan oleh bahan yang melayang, karat besi yang berasal dari pipa besi dan tertumpuk dalam dinding pipa pada jaringan distribusi, cenderung akan bergabung dengan bahan melayang dalam air pada permukaannya. Jika kecepatan aliran air atau arahnya berubah, beberapa padatan akan lepas dari dinding pipa (Asmadi, 2011)

Kekeruhan dapat berperan sebagai faktor pembatas perairan oleh partikel-partikel tanah, sebaliknya kekeruhan dapat berperan sebagai indikator bagi produktivitas hayati perairan jika kekeruhan itu disebabkan oleh bahan-bahan organik dan organisme hidup. Kekeruhan air dapat diuji dengan metode:

a. standar silica; b. dengan turbidimeter;

c. spektrofotometer DR I (Achmad, 2004).

(37)

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekeruhan

1. Suhu

Suhu memegang peranan penting dalam berbagai aktivitas kimia dan fisika perairan. Aktivitas kimia dan fisika seringkali mengalami peningkatan dengan naiknya suhu. tingkat oksidasi senyawa organik jauh lebih besar pada suhu tinggi dibanding pada suhu rendah.

Suhu air di sungai lebih bervariasi dibanding perairan pantai di sekitarnya. Hal ini dipengaruhi oleh luas permukaan dan volume airnya. Pada sungai yang memiliki volume air yang besar dapat ditemukan suhu vertikal. Kisaran suhu terbesar terdapat pada permukaan perairan dan akan semakin kecil mengikuti kedalaman (Asmadi, 2011).

2. Zat Padat Terlarut (TDS)

Kandungan TDS air minum biasanya berkisar antara 20-1500 mg/l dan sebagai satu pedoman kekerasan dari air akan meningkatkan TDS, disamping itu pada semua bahan cair jumlah koloid yang tidak terlarut dan bahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajad dari pencemaran.

Zat padat selalu terdapat dalam air dan kalau jumlahnya terlalu banyak tidak baik sebagai air minum, banyaknya zat padat yang disyaratkan untuk air minum adalah kurang dari 500 mg/l. pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualitas air minum

(38)

dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan memberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual (Achmad,2004).

3. Debit Air

Selain dari pada adanya kemungkinan bahwa air sungai boleh jadi menghayutkan benda-benda yang mengapung (seperti daun-daun, ranting pohon, kertas, sampah-sampah lainnya), air yang mengalir juga mempunyai kemampuan untuk membawa partikel-partikel zat padat yang mempunyai berat jenis lebih besar dari air, semakin tinggi kecepatannya, semakin besar partikel yang dibawanya. Sungai-sungai selama banjir akan lebih keruh, oleh karena kecepatan alirannya bertambah tinggi (Notoatmodjo,2005).

D. Proses Pengolahan Air Bak Sedimentasi

Secara umum, pengolahan air bersih terdiri tiga cara pengolahan, yaitu pengolahan secara fisika, kimia, dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan lain-lain.

Pengolahan secara kimiawi, terdapat pada penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

(39)
[image:39.595.205.451.336.552.2]

PDAM, biasanya melakukan pengolahan secara fisika dan kimiawi dalam proses penyediaan air bersih kemudian bak sedimentasi yaitu setelah melewati proses destabilisasi partikel koloid melalui unit koagulasi dan unit flokulasi, selanjutnya perjalanan air akan masuk ke dalam unit sedimentasi. Unit ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat jenis partikel koloid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur (Asmadi 2004).

Gambar 2.13. Unit Aselator pada IPA

Gabungan unit koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi disebut unit aselator dimana proses ini adalah proses untuk menghasilkan air yang bersih di PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung. Setelah air melalui proses penyaringan maka air dapat diproses ke tahapan sampai ke konsumen seperti pada gambar 2.14

(40)

Gambar 2.14 Proses Pengolahan Air Bersih Sampai ke Konsumen (Notoadmojo, 2005).

E. Turbidimeter atau Alat Ukur Kekeruhan Zat Cair

Turbidimeter adalah pengukuran kumpulan hamburan cahaya dalam larutan dengan memanfaatkan intensitas cahaya berkas masuk setelah dilewatkan melalui larutan. Untuk uji turbidimetri, perubahan cahaya yang diserap (kebalikan dari jumlah yang ditransmisikan) bisa dikaitkan dengan jumlah agglutimasi yang terjadi. Dengan demikian, jumlah analit (spesies yang menyebabkan agglutimasi) dalam sampel bisa ditentukan dengan mudah (Julianti, 2015).

Turbudimeter yang biasa digunakan untuk mengukur kekeruhan air di PDAM Way Rilau Bandar lampung biasanya menggunakan turbidimeter model 2100Q made in hach Metode Pengukuran Rasio Penentuan

[image:40.595.175.482.78.378.2]
(41)

Turbidimeter Menggunakan Nephelometric Sinyal Hamburan Cahaya Primer (Lampu Filamen Tungsten Sumber Lampuyang rentangnya 0-1000 NTU). 1. Akurasi 0-1000 Ntu. dibaca ketika tidak ada cahaya dari luar

2. Waktu pengulangan 1 detik dan angka yang diambil adalah angka yang lebih besar

3. Ada dua koma di belakang (0,01 NTU)

4. Sinyal Averaging untuk menghidukan dan mematikan 5. menggunakan Detector Silicon Photodiode

6. Mode Membaca pembacanya mudah yaitu (tekan kemudian terbaca) 7. Sinyal Averaging cepat

8. Tingkat kalibrasi yang bisa di pakai pada kekeruhan 0-40 Ntu

9. Sangat pas untuk perbandingan alat karna range pembacaan adalah 0-1000 Ntu

10. Kalibrasi ke derajat kekeruhan

11. Untuk kalibrasi merekam 25 logger hingga mendapatkan nilai terbaik. 12. Logger Verifikasinya adalah 250

13. Data Loggernya adalah 500 Catatan

14. Power: Ac 100-240 V, 50/60 Hz (Dengan Power Opsional Atau Usb) 15. Menggunakan 4 Baterai Alkaline Aa

16. Bisa di charger dengan opsional Usb atau langsung dengan listrik AC (Julianti, 2015).

Turbiditas merupakan sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu suspensi adalah

(42)

fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan. Metode pengukuran turbiditas dapat dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu pengukuran perbandingan intensitas cahaya yang dihamburkan terhadap intensitas yang datang; pengukuran efek ekstingsi, yaitu kedalaman di mana cahaya yang mulai tidak tampak di dalam lappisan medium yang keruh. Instrumen pengukuran perbandingan tyndall disebut sebagai tyndall meter. Dalam instrumen ini intensitas diukur secara langsung. Sedangkan pada nefelometer, intensitas cahaya diukur dengan larutan standar. Turbidineter mliputi pengukuran cahaya yang diteruskan. Turbiditas berbandinglurus terhadap konsentrasi dan ketebalan, tetapi turbiditas tergantung juga pada warna. Untuk partikel yang lebih kecil, rasio tyndall sebanding dengan pangkat tiga dari ukuran partikel dan berbanding terbalik terhadap pangkat empat panjang gelombang (Khopkhar, 2003)

Prinsip spektroskopi absorbsi pada turbidimeter dan nefelometer. Untuk turbidimeter, absorbsi akibat partikel yang tersuspensi yang diukur sedangkan pada nefelometer, hamburan cahaya oleh suspensilah yang diukur. Meskipun presisi metode ini tidak tinggi tetapi mempunyai kegunaan praktis, sedangkan akuransi pengukuran tergantung pada ukuran dan bentuk partikel. Setiap instrumen spektroskopi absorbsi dapat digunakan untuk turbidimeter. Sedangkan nefelometer sering digunakan pada nalisis anorganik. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, absorbsi bervariasi secara linier terhadap konsentrasi, sedangkan pada konsentrasi yang lebih rendah untuk sistem koloid Te dan SnCl2, tembaga ferrosianida dan sulfida-sulfida logam berat tidak demikian halnya. Kelarutan zat tersuspensi seharusnya kecil. Suatu

(43)

gelatin pelindung koloid biasanya digunakan untuk membentuk suatu dispersi koloid yang seragam dan stabil. turbidimetri merupakan analisis berdasarkan pengukuran berkurangnya kekuatan sinar melalui larutan yang mengandung partikel tersuspensi (Mulyono, 2007).

F. Kualitas Air Minum

Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengolahan terhadap air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Asmadi, 2011).

Standar kualitas air merupakan harga-harga yang digunakan untuk meningkatkan tingkat-tingkat air dimana air menjadi ofensif secara estetik, tidak sesuai secara ekonomik maupun tidak layak secara higienis untuk penggunaan air. Fungsi utama dari pengolahan air adalah untuk menyediakan air yang aman dan cocok untuk diminum dengan menjamin kontinuitasnya. Air yang aman adalah air yang bebas dari kontaminan yang dapat menyebabkan penyakit atau mengandung racun yang berbahaya bagi pengguna air, sedangkan air yang cocok untuk dikonsumsi adalah air yang tidak mengandung parameter-parameter yang tidak diinginkan. Kualitas air yang baik adalah.

a. Rasa

Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat terjadi ditimbulkan karena adanya zat organik atau unsur lain yang masuk ke badan air.

(44)

26

b. Bau

Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat ditimbulkan oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan, terutama sistem sanitasi. c. Suhu

Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktivitas biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak lagi. Kenaikan suhu perairan secara alamiah biasanya disebabkan oleh aktivitas penebangan vegetasi disekitas sumber air tersebut, sehingga menyebabkan banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut mempengaruhi akuifer yang ada secara langsung atau tidak langsung. d. Kekeruhan

Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan organic dan anorganik, kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedangkan dari segi estetika kekeruhan air dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan sedangkan warna air tergantung pada warna buangan yang memasuki badan air.

e. Zat Padat Terlarut/Total Dissolved Solids (TDS)

(45)

27

akan meningkat sesuai derajad dari pencemaran. Zat padat selalu terdapat dalam air dan kalau jumlahnya terlalu banyak tidak baik sebagai air minum, banyaknya zat padat yang disyaratkan untuk air minum adalah kurang dari 1500 mg/l. pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualitas air minum dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan memberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual. (Sitepoe, 1997).

G. Intensitas Cahaya

Cahaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari misalnya cahaya lampu, dimana iluminansi cahaya bergantung pada jarak terhadap sumber cahaya tersebut.

Luminous intensity atau intensitas cahaya I didefinisikan sebagai banyaknya fluks cahaya yang memancar 𝜙 per sudut ruang 𝜔:

𝐼 =

𝜙

𝜔

Total sudut ruang adalah 𝜔 = 4𝜋 (Sterdian). Fluks cahaya adalah besarnya intensitas cahaya yang memancar pada sudut ruang tertentu (Frederick, 1994).

H. Kecerahan

Kecerahan adalah sebagian cahaya yang diteruskan dalam air dan dinyatakan dengan persen (%) dari beberapa panjang gelombang di daerah spectrum yang terlihat cahaya yang melalui lapisan sekitar satu meter, jatuh agak lurus pada permukaan air (Kerdi dan Tancung, 2007).

27

(46)

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kejernihan sangat ditentukan oleh partikel-partikel terlarut dan Lumpur. Semakin banyak partikel atau bahan organik terlarut maka kekeruhan akan meningkat. Kekeruhan atau konsentrasi bahan tersuspensi dalam perairan akan menurunkan efisiensi makanan dari organisme (Sembiring, 2008).

Kecerahan air tergantung pada warna dan kekeruhan. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan yang ditentukan secara visual dengan menggunakan recchi disk. Kekeruhan pada perairan yang tergenang (lentik), misalnya danau, lebih banyak disebabkan oleh bahan tersuspensi yang berupa koloid dan partikel –partikel halus. Sedangkan kekeruhan pada sungai yang sedang banjir lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan tersuspensi yang berukuran lebih besar yang berupa lapisan permukaan tanah yang terletak oleh aliran air pada saat hujan (Effendi 2003).

I. Light Emitting Diode (LED)

LED merupakan suatu semikonduktor sambungan PN yang memancarkan cahaya apabila diberi panjar maju (Sutrisno, 1987). Light Emitting Diode (LED) merupakan piranti yang vital dalam teknologi electroluminescent seperti untuk aplikasi teknologi display (tampilan), sendor dan lain-lainnya. Teknologi electroluminescent didasarkan pada konsep pancaran cahaya yang dihasilkan oleh suatu piranti sebagai akibat dari adanya medan listrik yang diberikan kepadanya (Hariyadi, 1998).

(47)
[image:47.595.223.419.86.220.2]

Gambar 2.15. Light Emitting Diode (LED).

Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik diode yang hanya memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila diberikan tegangan yang terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang diberikan adalah tegangan maju. Tegangan yang diperlukan sebuah diode untuk dapat beroperasi adalah tegangan maju (Vf) (Murtawijaya, 2015).

J. Sensor Cahaya LDR

Sensor adalah device atau komponen elektronika yang digunakan untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga bisa dianalisa dengan menggunakan rangkaian listrik. Sebagai contoh, sensor cahaya adalah sensor yang cara kerjanya mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik (Hani, 2010).

LDR atau Light Dependent Resistor adalah salah satu jenis resistor yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh cahaya yang diterima. LDR dibuat dari bahan Cadmium Sulfida (CdS) yang peka terhadap cahaya. Saat cahaya mengenai LDR, foton akan menabrak atom CdS dan melepaskan elektron. Semakin besar intensitas cahaya yang datang, maka semakin banyak elektron

(48)
[image:48.595.193.447.141.291.2]

yang terlepas dari ikatannya sehingga hambatan LDR akan berubah (Suyamto, dkk, 2008).

Gambar 2.16. Sensor Light Dependent Resistor (LDR).

Karakteristik LDR terdiri atas dua macam yaitu laju recovery dan respon spektral.

1. Laju Recovery

Laju recovery merupakan suatu ukuran praktis dan suatu kenaikan nilai resitansi dalam waktu tertentu.

2. Respon Spektral

LDR tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu tembaga, aluminium, baja, emas, dan perak. Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan penghantar yang paling banyak digunakan karena mepunyai daya hantar yang baik (Herlambang, 2010).

K. Arduino UNO

Arduino adalah suatu perangkat prototipe elektronik berbasis mikrokontroler yang fleksibel dan open-source, perangkat keras ini ditujukan

(49)

pada siapapun yang tertarik untuk memanfaatkan mikrokontroler dengan cara praktis dan mudah. Arduiono dapat digunakan untuk ‘mendeteksi’ lingkungan dengan menerima masukan dari berbagai sensor dan dapat mengendalikan peralatan sekitarnya. Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemrograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Ada banyak projek dan alat-alat dikembangkan oleh akademisi dan profesional dengan menggunakan Arduino, selain itu juga ada banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dan sebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk bisa disambungkan dengan Arduino.

Arduino berevolusi menjadi sebuah platform karena menjadi pilihan dan acuan bagi banyak praktisi. Salah satu yang membuat Arduino memikat hati banyak orang adalah karena sifatnya yang open source, baik untuk hardware maupun software-nya. Diagram rangkaian elektronik Arduino digratiskan kepada semua orang. Anda bisa bebas men-download gambarnya, membeli komponen-komponennya, membuat PCB-nya dan merangkainya sendiri tanpa harus membayar kepada para pembuat Arduino. Sama halnya dengan IDE Arduino yang bisa di-download dan diinstal pada komputer secara gratis (Andrianto,2013).

(50)
[image:50.595.179.482.349.561.2]

Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega328 (datasheet). Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk memulainya (Kadir, 2012).

Gambar 2.17. Board Arduino UNO.

Arduino Uno berbeda dari semua board Arduino sebelumnya, Arduino UNO tidak menggunakan chip driver FTDI USB-to-serial. Sebaliknya, fitur-fitur Atmega16U2 (Atmega8U2 sampai ke versi R3) diprogram sebagai sebuah pengubah USB ke serial. Revisi 3 dari board Arduino Uno

(51)

mempunyai sebuah resistor yang menarik garis 8U2 HWB ke ground, yang membuatnya lebih mudah untuk diletakkan ke dalam DFU mode.

Gambar 2.18. Rangkaian Arduino UNO R3

“Uno” berarti satu dalam bahasa Italia dan dinamai untuk menandakan keluaran (produk) Arduino 1.0 selanjutnya. Arduino UNO dan versi 1.0 akan menjadi referensi untuk versi-versi Arduino selanjutnya. Arduino UNO adalah sebuah seri terakhir dari board Arduino USB dan model referensi untuk papan Arduino, untuk suatu perbandingan dengan versi sebelumnya. Arduino UNO menggunakan mikrokontroler ATmega328 beberapa pin yang terdapat dalam Arduino memiliki ungsi yang ganda , terdapat 6 pin input Analog dan mempunyai 14 pin digital yang dapat di setting sebagai input/output.

(52)

Tabel 2.2. Fitur Board Arduino UNO:

Mikrokontroler Atmega328

Tegangan pengoprasian 5V

Tegangan input yang disarankan 7.12V

Batas tegangan input 6.20V

Jumlah pin I/O digital 14 (6 diantaranya PWM)

Jumlah pin analog 6

Arus DC tiap pin I/O 40mA

Arus DC untuk pin 3.3V 50mA

Memori Flash 32 KB

SRAM 2kb

EEPROM 1kb

Clock speed 16MHz

Bahasa C adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis program di dalam Arduino. Bahasa C adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dialeknya sangat mirip dengan Processing dan Java, sehingga pengguna yang sudah terbiasa dengan kedua bahasa tersebut tidak akan menemui kesulitan dengan Bahasa C. Bahasa pemrograman Bahasa C sungguh-sungguh sangat memudahkan dan mempercepat pembuatan sebuah program karena bahasa ini sangat mudah dipelajari dan diaplikasikan dibandingkan bahasa pemrograman tingkat rendah seperti Assembler yang umum digunakan pada platform lain namun cukup sulit (Kadir, 2012).

.

(53)

III. METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai dengan Oktober 2016 di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam, Universitas Lampung dan di Laboratorium bagian produksi PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung

B. Alat dan Bahan

Alat - alat yang digunakan pada penelitian. 1. Pipa air 0,5 inchi

Digunakan sebagai penyalur air. 2. Multimeter Digital

Digunakan sebagai alat pengukur listrik baik tegangan, arus atau hambatan. 3. Arduino UNO

Arduino Uno ini digunakan untuk merekam data yang dihasilkan oleh sensor yang kemudian untuk menghidupkan LED serta menampilkan pada LCD.

4. LCD I2C

Digunakan untuk menampilkan hasil pembacaan alat. 5. Micro SD

(54)

6. Komputer

Komputer digunakan sebagai piranti perangkat keras untuk mendownload program ke Arduino UNO R3 ataupun sebagai penampil pembacaan hasil rancang bangun alat oleh Arduino UNO R3 menggunakan Micro SD.

5. Bor Listrik digunakan untuk melubangi papan PCB.

6. Solder, digunakan untuk melelehkan timah agar komponen dapat melekat kuat pada papan PCB.

7. LED RGB (Light Emitting Diode, Red Green Blue) sumber cahaya yang akan dibaca oleh sensor.

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian. 1. Lay-Out PCB

a. Papan PCB digunakan untuk menghubungkan arus diantara komponen-komponen agar arus mengalir dari komponen satu ke yang lain.

b. Spidol Permanen digunakan untuk menggambar jalur rangkaian pada papan PCB.

c. Pelarut Fe2Cl3 digunakan untuk melarutkan lapisan tembaga yang tidak dilapisi spidol atau yang bukan merupakan jalur rangkaian pada papan PCB.

2. Baterai berfungsi sebagai listrik kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik

3. Sensor Optocoupler

a. LED (Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya yang diberikan ke sensor.

(55)

b. LDR (Light Dependent Resistor) sebagai penerima cahaya yang kemudian dikonversi menjadi tegangan listrik.

4. Kabel untuk menghubungkan setiap rangkaian ke rangkaian lain. 5. Aquades untuk mengkalibrasi alat.

6. Susu kental manis untuk membuat parameter kekeruhan.

C. Prosedur Penelitian

1. Perancangan Hardware atau Perangkat Keras

[image:55.595.155.513.530.673.2]

Pada perancangan dan realisasi alat uji deteksi kekeruhan air minum ini menggunakan sensor optocouple (LED dan LDR). LED pada alat uji ini berfungsi sebagai sumber cahaya yang kemudian cahaya tersebut ditangkap oleh sensor LDR untuk diubah menjadi besaran elektrik. Keluaran sensor diolah oleh arduino yang hasilnya akan ditampilkan pada LCD dan keluarannya terdapat pada Micro SD. Prosedur perancangan alat deteksi kekeruhan air dapat dilihat pada gambar 3.3 dan gambar 3.1 yang merupakan blok diagram dari perancangan alat ini.

Gambar 3.1. Blok diagram perancangan alat uji.

Sensor Arduino SD Card

LCD

(56)
[image:56.595.130.520.86.463.2]

Gambar 3.2. Perangkat keras alat deteksi kekeruhan air minum.

Sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah sensor optocoupler. Optocoupler merupakan pasangan sensor LDR dengan LED, dimana LED sebagai sumber cahaya dan LDR sebagai sensor yang mengubah cahaya menjadi besaran elektrik. LED dan LDR ini masing-masing dirangkai secara seri dengan resistor.

Mikrokontroler merupakan pusat kendali pada pembuatan alat ini. Mikrokontroler yang digunakan pada penelitian ini adalah Mikrokontroler Arduino UNO R3. Berikut sistem minimum Arduino UNO R3 ditunjunjukkan pada gambar 3.3.

38

Penerima Cahaya

Penghubung Arus Listrik

Pipa saluran air Kotak alat

LCD

LED Indikator

Micro SD

(57)
[image:57.595.151.512.62.486.2]

Gambar 3.3. Rangkaian Prototipe Keseluruhan Alat.

2. Perancangan Software

Perancangan perangkat lunak pada penelitian ini adalah program khusus untuk Arduino dan ditampilkan pada LCD. Pada arduino menggunakan bahasa C untuk mengolah data dari sensor sampai ke LCD dan di simpan ke Mikro SD.

D. Diagram Alir Penelitian

Diagram alir dari perancangan dan realisasi alat uji deteksi kekeruhan air minum dapat dilihat pada gambar 3.4.

(58)
[image:58.595.176.468.60.701.2]

Gambar 3.4. Diagram alir penelitian.

40

Membuat Diagram Blok

Merancang dan Membuat Rangkaian

Pengujian Rangkaian

Berhasil/Tidak

Pembuatan Program

Berhasil/Tidak

Program Interface

Berhasil/Tidak Mulai

Selesai Berhasil/Tidak

Penyatuan rangkaian dan pengujian alat deteksi secara keseluruhan

Tidak

Tidak

Tidak Ya

Ya

Ya

Tidak

(59)

E. Rancangan Data Pengamatan

Setelah perancangan dan pembuatan alat deteksi kekeruhan air minum selesai, untuk selanjutnya adalah pengambilan data penelitian. Tabel 3.1 berikut ini merupakan rancangan tabel data pengukuran kekeruhan air minum bak sedimentasi Way Rilau Kota Bandar Lampung. Tabel 3.1. Data pengukuran kekeruhan air.

No Jenis sampel

Alat Standar Kekeruhan Alat Buatan (Volt) (NTU) LED Merah LED Hijau LED Biru

1 2 3 4 5

(60)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan. 1. Rentang alat buatan yang didapatkan adalah 0 NTU sampai 130,6 NTU,

selebihnya data tidak akurat.

2. Tidak adanya pengaruh warna cahaya dari LED RGB ke sensor LDR sebagai penerima pada rangkaian Optocoupler.

3. Alat yang buatan jika dibandingkan dengan alat standar keduanya menunjukan grafik yang linier, tetapi sensor alat buatan tidak terlalu peka dibandingkan kepekaan sensor alat standar yang terlihat pada tabel data pengujian sampel.

4. Desain alat buatan lebih praktis dibandingkan dengan alat standar PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung.

5. Alat deteksi kekeruhan air ini baik digunakan pada malam hari karena terdapat Micro SD sebagai kontrol penyimpan data tiap 30 menit.

B. Saran

(61)

1. Alat yang telah dibuat kurang peka terhadap kekeruhan, oleh sebab itu gunakan sensor air yang lebih sensitif.

2. Gunakan sumber cahaya yang lebih baik seperti laser atau sumber cahaya yang tidak terpengaruh oleh sinar ultraviolet.

3. Gunakan perangkat Real Time Clock (RTC) untuk menampilkan pada LCD dan simpanan Micro SD sesuai dengan waktu yang berlaku untuk mempermudah pembacaan.

(62)

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta: Gramedia.

Akrimi dan Subroto. 2002. Pengantar Limnologi. Jakarta: Gramedia.

Andrianto, Heri. 2013. “Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega16 Menggunakan Bahasa C (CodeVisionAVR) Edisi Revisi, Bandung: Penerbit Informatika

Asmadi. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum. Jakarta: Gosyen Publishing. Ebere, Ejiofor Virginia dan Oladipo Onaolapo Francisca. 2013. Microcontroller

based Automatic Water level Control System. International Journal of Innovative Research in Computer and Communication Engineering. An ISO 3297: 2007 Certified Organization.Vol. 1, Issue 6. pp. 1390-1408. Effendi. 2003. Tela’ah Kualitas Air. Yogyakarta: Kanisius.

Frederick Buechedan David L, Wallach. 1994. Technical Physics 4th Ed. John Wiley &Sons: Inc.

Ginting, Filemon J. Elia K, Allo dan Novi M, Tulung. 2013. Perancangan Alat Ukur Kekeruhan Air Menggunakan Light Dependent Resistor Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535. E-Journal Teknik Elektro dan Komputer. Jurusan Teknik Elektro-FT, UNSRAT, Manado-95115. pp. 1-7.

Hani, Selamet. 2010. Sensor Ultrasonik SRF05 Sebagai Memantau Kecepatan Kendaraan Bermotor. (skripsi). Jurusan Teknik Elektro. Jogjakarta: IST AKPRIND Yogyakarta.

Hariyadi, Purwiyatno. 1998. Sistem Keamanan Ruangan Dengan Sensor LDR dan Handphone. (skripsi). Medan: Universitas Sumatra Utara.

Hendrizon, Y. 2012. Rancang Bangung Alat Ukur Tingkat Kekeruhan Zat Cair Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Sensor Fototransistor dan Penampil LCD. Jurnal Fisika Unand, Vol. 1, No. 1, Oktober 2012. pp. 6-11.

(63)

Julianti, Riza. 2015. Laporan Praktikum Pengenalan dan Aplkasi Alat Turbidimeter Pada Pengujian Kekeruhan Air Limbah, scribd.com. www.scribd.com. Diakses pada tanggal 30 November 2015 pukul 21.20 WIB.

Kadir, Abdul. 2012. “Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemrograman Menggunakan Arduino”. Yogyakarta: Penerbit Andi

Ketaren, S. 2008. Pengantar Perangkat Sederhana Mikrokontroler. Jakarta: UI Press.

Khopkhar. 2003. Dasar-dasar Kimia Analitik. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Kordi dan Andi, Tanchung. 2002. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Jakarta: RinekaCipta.

Kumar, Pradept. 2016. The Real Time Monitoring of Water Quality in IoT Environment. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technologi. Vol. 5, Issue 3. pp. 4419-4438.

Martawijaya, dkk. 2008. Dasar – Dasar Elektronika, Buku 1. Makassar : Badan Penerbit UNM Makassar.

Mon, Yi-Jen. 2015. The Gyroscope Sensor Test by Using Arduino Platform. International Journal Of Scientific & Technology Research. Volume 4, Issue 06. pp. 398-405.

Mulyono. 2007. Kamus Kimia. Jakarta: Bumi Aksara.

Munawir. 2013. Pengaruh Suhu, Debit Air, Zat Padat Terlarut, Zat Padat Tersuspensi, Terhadap Kekeruhan Air di Bak Sedimentasi Pada Pengolahan Air (IPA) PDAM “Way Rilau Kota Bandar Lampung. (skripsi). Malahayati Bandar Lampung.

Notoatmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: RinekaCipta. Peck, Tan and Rohasliney. 2011. Status of Water Quality Subject to Sand

Mining in the Kelantan River, Kelantan. International Journal of Current Research, 24(1). pp. 19–34.

Sarudji. 2001. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PUSDIKNAKES. Diakses pada tanggal 30 November 2015 pukul 21.30 WIB

(64)

Setya, Abadi dan Agus Delta. 2008. Sensor Ultrasonik Sebagai Alat Navigasi Robot Pada Robot Pemadam Api Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535. (Skripsi). Semarang: Universitas Diponegoro.

Sitepoe. 1997. Air Untuk Kehidupan, Pencemaran Air dan Usaha Pencehagahan. Jakarta: PT. Grasindo.

Soebhakti, Hendawan. 2007. Basic AVR Microcontroller Tutorial. Batam: Politeknik Batam.

Surawira. 1996. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Bandung: Institut Pertanian Bandung.

Suyamto, Amrullah, dan Saputra. 2008. Rancang Bangun Dan Analisis Perangkat Telemetri Suhu dan Cahaya Menggunakan Amplitude Shift Keying (Ask) Berbasis Pc. Seminar Nasional IV Sdm Teknologi Nuklir Yogyakarta. 25-26 Agustus 2008 ISSN 1978-0176. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Yulianti, Yuyun. 2013. Desain dan Realisasi Alat Deteksi Kecerahan Minyak

Figure

Gambar 2.1 Rangkaian Alat yang Di Rancang Oleh Yefri Hendrizon
Tabel 2.1. Analisa Pengaruh Suhu Terhadap Kekeruhan Air pada IPA
Gambar 2.3: Water Quality Indeks (WQI) Sungai Klantan dari tahun 1998 sampai 2009.
Gambar 2.5. Skema Rangkaian Elektronik Sistem Sensor Turbidity
+7

References

Related documents

The quotes above reveal that all lecturers participating in the interviews, whether they reported Advanced or Intermediate proficiency in English, acknowledged that the policy of

Besides that, direct questions gave the impact on the students’ psychological aspect in which the students felt free to give their opinion related to the instruction

Experimental results show that when the distribution of access rates across the files and the distribution of file sizes were inversely correlated with the same skew parameter θ

While the community officer is positively regarded, this has little impact on young people’s attitudes toward the police more generally, or towards other police officers they

Progressive skin fibrosis is associated with a decline in lung function and worse survival in patients with diffuse cutaneous systemic sclerosis in the European Scleroderma

The way to bachelor degree for candidates with completed apprenticeship is now offered in many higher educational institutions in Norway covering many disciplines of engineering..

The learning of the week is brought together through an examination of the Corporate Social Responsibility challenges managers face and the ethical concerns in

Pharmacy Services Segment - The PSS’ cost of revenues includes: (i) the cost of prescription drugs sold during the reporting period directly through its mail service