A. Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilaksanakan di MTs-PSA Nurul Qodiri Way Pengubuan semester genap Tahun Pelajaran 2011/2012, MTs-PSA Nurul Qodiri memiliki jumlah kelas VIII sebanyak 4 kelas yaitu VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. Sampel penelitian ditentukan dengan cara cluster random sampling yaitu memilih secara acak 2 kelas dari 4 kelas yang ada dengan masing-masing siswa sebanyak 24 siswa. Kelas yang terpilih adalah VIII B dan VIII C dengan pembagian kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol.
B. Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) mengguna-kan desain post-test only dengan kelompok pengendali yang tidak diacak sebagai-mana dikemukankan Furchan (1982) sebagai berikut:
Tabel 3.1 Desain Post-Test Only
Kelompok Perlakuan Post-test
E X O1
P C O2
E = Kelas eksperimen
P = Kelas pengendali atau kontrol
X = Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pembelajaran TPS C = Perlakuan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional O1 = Skor post-test pada kelas ekperimen
O2 = Skor post-test pada kelas kontrol
Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sedangkan pada kelas kontrol diterapkan pembelajran konvensional.
Setelah pokok bahasan selesai, dilakukan tes akhir. Tes akhir adalah tes kemampuan pemahaman konsep yang dilakukan pada kedua kelas sampel dengan soal tes yang sama.
C. Langkah-Langkah Penelitian
Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini adalah
1. Observasi sekolah, untuk melihat kondisi lapangan seperti berapa kelas yang ada, jumlah siswanya, serta cara mengajar guru matematika selama pem-belajaran.
2. Menentukan sampel penelitian.
3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS dan untuk kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
4. Menyiapkan instrumen penelitian berupa LKS dan tes pemahaman konsep sekaligus aturan penskorannya.
7. Melakukan perbaikan instrumen. 8. Melaksanakan penelitian/ perlakuan.
9. Mengadakan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 10. Menganalisis data.
11. Membuat simpulan.
D. Data Penelitian
Data penelitian ini merupakan data nilai pemahaman konsep matematika siswa yang berupa data kuantitatif, diperoleh melalui tes pemahaman konsep yang dilakukan diakhir pokok bahasan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, baik dalam pembelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif TPS maupun dengan pembelajaran konvensional. Tes ini bertujuan untuk memperoleh data skor tes siswa di akhir pokok bahasan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk uraian. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika.
F. Instrumen Penelitian
dengan menentukan kompetensi dasar dan indikator yang akan di ukur sesuai dengan materi dan tujuan kurikulum yang berlaku pada populasi, menyusun kisi-kisi tes berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang dipilih, menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Hal ini dilakukan untuk menjamin validitas isi soal tes yang diujikan.
Validitas tes ini didasarkan pada penilaian guru mata pelajaran matematika kelas VIII MTs-PSA Nurul Qodiri, dengan asumsi bahwa guru mengetahui dengan benar kurikulum SMP/MTs. Penilaian guru menyatakan bahwa butir-butir tes telah sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang akan diukur maka tes tersebut dikategorikan valid. Setelah tes dinyatakan valid, tes tersebut diuji coba di luar sampel tetapi masih dalam populasi, uji coba tes ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat reliabilitas tes, daya pembeda butir tes, dan tingkat kesukaran tes.
1. Reliabilitas Tes
Reliabilitas adalah ketetapan atau keajegan instrumen dalam menilai apa yang dinilai. Untuk menentukan reliabilitas instrumen tes digunakan rumus Alpha. Rumus Alpha dalam Sudijono (2003) adalah sebagai berikut:
r = n − 1 1 −n ∑ S S
Keterangan:
r11 = Koefisien reliabilitas tes
2 = Varian total
Menurut Sudijono, tes dikatakan reliabilitas jika r11lebih dari 0,70.
2. Tingkat Kesukaran (TK)
Berdasarkan pendapat, Safari (2004) menyatakan tingkat kesukaran butir tes adalah peluang untuk menjawab benar suatu butir tes pada tingkat kemampuan tertentu. Untuk mengetahui tingkat kesukaran butir tes digunakan rumus berikut:
maks i
i i
S S TK
Keterangan:
TKi = Tingkat kesukaran butir tes ke-i
S = Rataan skor siswa pada butir ke-i Si maks= Skor maksimum butir ke-i
Penafsiran atas tingkat kesukaran butir tes digunakan kriteria menurut Witherington (dalam Sudijono, 2003) berikut:
Tabel 3.2. Interprestasi Tingkat Kesukaran Butir Tes
Besar TKi Interprestasi
< 0,25 0,25 s.d 0,75
> 0,75
Terlalu Sukar Cukup (Sedang)
Terlalu Mudah
Dalam penelitian ini butir soal yang akan digunakan adalah soal yang mempunyai derajat kesukran cukup (sedang).
3. Daya Pembeda (DP)
siswa yang memperoleh nilai tertinggi sampai siswa yang memperoleh nilai terendah, kemudian diambil 27% siswa yang memperoleh nilai tertinggi disebut kelompok atas) dan 27% siswa yang memperoleh nilai terendah (disebut kelompok bawah). Daya pembeda ditentukan dengan rumus:
DP = JA − JBIA
Keterangan :
DP = Indeks daya pembeda satu butir soal tertentu JA = Rata-rata kelompok atas pada butir soal yang diolah JB = Rata-rata kelompok bawah pada butir soal yang diolah IA = Skor maksimum butir soal yang diolah
[image:6.595.114.460.642.754.2]Penafsiran interpretasi nilai daya pembeda butir tes digunakan kriteria menurut Sudijono (2003) dalam tabel 3.3.
Tabel 3.3. Interpretasi Nilai Daya Pembeda
Nilai Interpretasi
20 , 0
DP
negatif Lemah Sekali(Jelek)
40 , 0 20
,
0 DP Cukup(Sedang)
70 , 0 40
,
0 DP Baik
00 , 1 70
,
0 DP Baik Sekali
Dari perhitungan uji coba tes yang telah dilakukan pada Lampiran C.1 dan C.2, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.4. Data Uji Coba Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika
No Soal Daya Pembeda Tingkat
Kesukaran
Reliabilitas
1
b 0,36 (Sedang) 0,54 (Sedang) 0,74 3 0,71(Baik Sekali) 0,54 (Sedang)
4 0,39 (Sedang) 0,36 (Sedang) 5 0,79 (Baik Sekali) 0,48 (Sedang)
Uji coba tes dilakukan pada salah satu kelas yang masih dalam populasi yaitu kelas VIII D. Berdasarkan Tabel 3.4 diperoleh reliabilitas sebesar 0,74 dan mempunyai derajat kesukaran yang sedang pada setiap butir soalnya. Instrumen tes pemahan konsep ini reliable, karena memiliki koefesien reliabilitas tes lebih dari 0,70. Setiap butir soal tes tersebut memiliki derajat kesukaran yang sedang ini sesuai dengan kriteria soal yang akan digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, instrumen tes pemahaman konsep ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data.
G. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
Analisis data yang dilakukan menggunakan uji-t dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Langkah-langkah pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Uji Normalitas
H0: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal H1: sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal Uji ini menggunakan uji Chi-Kuadrat menurut Sudjana (2005) :
= ( − ) ) 3 ( ) 1 ( 2 k tabel
dengan kriteria uji : terima H0jika 2hitung 2tabel dengan taraf nyata 5%.
Keterangan:
2
= Harga Chi-kuadrat Oi = Frekuensi observasi Ei = Frekuensi harapan k = Banyaknya kelas interval
2. Uji Kesamaan Dua Varians (Uji Homogenitas)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data skor tes pemahaman konsep matematika siswa yang diperoleh memiliki varians yang sama atau tidak. Untuk menguji kesamaan dua varians ini digunakan uji Bartlet (Sudjana, 2005).
H0: 12 22
H1: paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Statistik yang digunakan dalam uji ini adalah uji Bartlett yaitu:
) ) 1 ( / ) 1 ( ( 2 2 i i
i s n
n s 2 2 log 1 10
ln B ni Si
1 )
dengan kriteria uji : tolak H0 jika 2 2(1 )(k 1) dimana 2(1 )(k 1)
didapat dari distribusi chi-kuadrat dengan peluang (1 - ), dk (k 1) dan taraf signifikansi 5%.
Setelah data normal dan homogen maka dapat dilanjutkan dengan melakukan uji hipotesis. Analisis data untuk keperluan uji hipotesis ini menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan, dengan taraf signifikansi
= 5 %. Uji-t menurut Sudjana (2005) sebagai berikut: 1) Hipotesis uji
H0: 1 2
H1 : 1 2
μ1: rata-rata pemahaman konsep kelas eksperimen.
μ2: rata-rata pemahaman konsep kelas kontrol. 2) Statistik uji
2 1 2 1 1 1 n n s x x t ; 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 n n s n s n s dengan : 1
x = rata-rata sampel ke-1
2
x = rata-rata sampel ke-2
2 1
s = variansi sampel ke-1
2 2
s = variansi sampel ke-2
1
n = ukuran sampel ke-1
2
3) Keputusan uji
Terima H0jika ℎ < dengan dk = (n1+ n2 2 ) dan peluang