• No results found

Text ABSTRACT english pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRACT english pdf"

Copied!
11
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

II. LANDASAN TEORI

2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran

Kegiatan pemasaran adalah kegiatan penawaran suatu produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Seiring dengan perkembangan jaman,

teknologi, dan perubahan gaya hidup manusia modern, maka jenis dan tingkat kebutuhan dan keinginan konsumen turut berkembang secara dinamis dari waktu ke waktu.

Hal tersebut berdampak besar dalam dunia pemasaran, dimana para pemasar berusaha untuk selalu dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan

keinginan konsumen. Bahkan dalam tahapan yang lebih tinggi seorang pemasar dapat menciptakan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui inovasi ataupun

melalui kegiatan edukasi pemasaran.

Sebenarnya pemasaran meliputi pengertian-pengertian yang sangat luas, bukan

hanya meliputi proses pertukaran atau pasar saja melainkan juga merupakan bagian besar yang meliputi organisasi perdagangan dalam arti yang

(2)

Pemasaran diartikan sebagai suatu proses sosial yang dengan proses itu individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas

mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain (Kotler 2005 :10).

Berdasarkan definisi di atas diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi

konsep pokok pemasaran berupa: kebutuhan, keinginan, dan permintaan; produk; utilitas; nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi, dan hubungan; pasar;

pemasaran dan pemasar.

2.2 Sikap

2.2.1 Pengertian Sikap

Secara sederhana sikap dapat didefinisikan sebagai ekspresi sederhana dari

bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal.

Menurut pendapat Kotler dan Gery Armstrong (2008:177), ” Sikap menggambarkan evaluasi perasaan dan tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah objek atau ide “

Sikap konsumen berdasarkan pada pandangan terhadap proses belajar baik dari

pengalaman ataupun orang lain. Sikap setiap orang berbeda-beda menurut bagaimana cara seseorang memandang atau menilai sesuatu dan diharapkan bahwa sikap seseorang dapat menentukan prilaku dari orang tersebut dan dari

(3)

Secara umum sikap dibentuk oleh informasi yang diperoleh seseorang melalui pengalaman masa lalu dan hubungan dengan kelompok acuan mereka (keluarga dan kelas sosial).

2.2.2 Model Sikap

Secara garis besar, Sumarwan (2002) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa model sikap, antara lain :

1. The Tricomponent Attitude Model

Sikap konsumen terhadap suatu produk terbentuk dari tiga komponen yaitu, kepercayaan ( kognitif ), emosi (afektif ) dan keinginan

berperilaku ( konatif ).

2. Multi Attribute Attitude Model

Model multiatribut menjelaskan bahwa sikap konsumen terhadap suatu

model sikap ( produk atau merek ) sangat ditentukan oleh sikap konsumen terhadap atribut-atribut yang dievaluasi. Model tersebut disebut multiatribut karena evaluasi konsumen terhadap objek

berdasarkan kepada evaluasinya terhadap banyak atribut yang dimiliki oleh objek tersebut.

3. Ideal Point Model

Menjelaskan bahwa model angka ideal ini memberikan informasi mengenai sikap konsumen terhadap merek suatu produk dan sekaligus

(4)

Menurut Schiffman dan Kanuk dalam dalam Sumawarman (2002:147),sikap terdiri dari tiga komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif.

1. Komponen kognatif terdiri dari sikap menggambarkan pengetahuan dan

persepsi terhadap suatu objek sikap. Pengetahuan dan persepsi tersebut diperoleh melalui pengalaman langsung dari objek sikap tersebut dan informasi dari berbagai sumber lainnya. Pengetahuan dan persepsi

tersebut biasanya terbentuk kepercayaan (beliefs) artinya konsumen mempercayai bahwa suatu objek sikap memiliki atribut yang spesifik dan

akan mengarah pada hasil yang spesifik.

2. Komponen afektif menggambarkan perasaan dan emosi seseorang

terhadap suatu produk atau merek. Perasaan dan emosi tersebut

merupakan evaluasi menyeluruh terhadap objek sikap (produk dan merek). Afektif mengungkapkan penilaian konsumen terhadap suatu produk apakah baik atau buruk, disukai atau tidak disukai.

3. Komponen konatif merupakan komponen ketiga dari sikap yang menggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakukan

tindakan tertentu yang berkaitan dengan objek sikap (produk atau merek tertentu). Sedangakan menurut Assael (1992:17),tendency to act (the behavioral or conative component) merupakan suatu kecenderungan

(5)

2.3 Perluasan Merek

2.3.1 Pengertian Perluasan Merek

Perluasan Merek adalah strategi pengembangan merek, menggunakan nama merek yang sudah dikenal oleh konsumen untuk meluncurkan produk baru atau produk modifikasi pada kategori produk yang baru. Perluasan merek dewasa ini lazim digunakan oleh perusahaan – perusahaan di Indonesia sejak adanya krisis ekonomi dan moneter hingga sekarang.

Menurut Kotler (2005 :97) :

Perluasan merek didefinisikan sebagai penggunaan merek yang sudah ada pada produk baru dimana produk tersebut memiliki kategori yang berbeda dengan merek yang digunakannya.

Menurut Kotler (2002:112), faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan strategi

perluasan merek adalah:

1. Kesamaan (Similarity). Adalah tingkatan dimana konsumen menganggap

bahwa produk hasil perluasan memiliki persamaan dengan merek asalnya. Beberapa studi menunjukkan bahwa semakin besar persamaan antara produk perluasan merek dengan merek asalnya maka akan semakin besar pula

pengaruh yang diterima oleh konsumen baik positif maupun negatif dari produk hasil perluasan. Bahkan ada pula penelitian yang menyebutkan bahwa

konsumen akan membangun sikap yang positif terhadap produk hasil perluasan bila konsumen tersebut menganggap bahwa produk tersebut

memiliki kesamaaan dengan merek asalnya.

2. Reputasi (Reputation). Asumsi yang dapat dikemukakan dari penggunaan

reputasi adalah, bahwa merek yang memiliki posisi yang kuat akan

(6)

dapat melakukan perluasan produk daripada merek yang memiliki kualitas yang rendah. Reputasi di sini adalah sejumlah hasil yang diperoleh dari kualitas suatu produk.

3. Pengambil Resiko (Perceived Risk) adalah konstruk multidimensional yang

mengimplikasikan pengetahuan konsumen secara tidak pasti tentang suatu

produk sebelum dilakukan pembelian didasarkan pada tipe dan tingkatan kerugian dari produk itu setelah dilakukan pembelian. Perceived risk biasanya dikonseptualisasi dengan konstruk dua dimensi yaitu ketidakpastian tentang

konsekuensi melakukan kesalahan dan ketidakpastian tentang hasil yang diperoleh.

4. Inovasi (Innovativeness) adalah aspek kepribadian yang berhubungan dengan

penerimaan konsumen untuk mencoba produk baru atau merek baru. Dan konsumen yang memiliki sifat innovativeness ini suka melakukan lebih

banyak evaluasi pada perluasan merek terutama dalam hal jasa. Oleh karena itu untuk mengembangkan strategi perluasan merek ini agar lebih efisien maka pihak perusahaan harus menarik lebih banyak konsumen yang memiliki sifat

innovativeness.

Kunci kesuksesan dari perluasan merek ditentukan oleh konsistensi produk

perluasan merek dengan merek asal atau merek induk. Dalam melakukan strategi perluasan merek, persepsi terhadap kualitas dari merek tersebut tentunya sangat

(7)

2.4 Perilaku Konsumen

2.4.1 Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen menurut Swasta DH. dan Handoko (2000:10):

Kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam

mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.

Menurut Hawkins, Coney, 2001 dalam Tjiptono (2005:40):

Studi mengenai individu, kelompok, atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan dalam memilih, menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan, serta dampak proses-proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat

Definisi tersebut menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan- tindakan yang dilakukan konsumen baik individu maupun organisasi dalam

mendapatkan produk atau jasa untuk dikonsumsi, yang mana tindakan tersebut terdapat proses pengambilan keputusan yang mendahului tindakan

mengkonsumsi. Perilaku konsumen ditinjau dari tingkat keterlibatan seseorang pada situasi pembelian. Keterlibatan yang berbeda akan menimbulkan

(8)

2.4.2 Proses dan Perilaku Konsumen dalam Pembelian a. Pengenalan Masalah

Tahap ini ditunjukan untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan

konsumen yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Kebutuhan tersebut dapat digerakan oleh rangsangan internal dan eksternal. Jika kebutuhan tersebut sudah

diketahui maka pembeli akan segera memahami adanya kebutuhan yang sama yang harus secepatnya dipenuhi. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasikan rangsangan yang paling sering

membangkitkan minat akan suatu jenis produk. Proses pengenalan kebutuhan dan keinginan terbagi menjadi tiga tahap yaitu:

1. Pertama, proses ini melibatkan secara bersama-sama banyak variabel

termasuk proses pengamatan, belajar, sikap, karakteristik kepribadian, kelompok sosial, dan referensi yang mempengaruhinya.

2. Kedua, proses penganalisaan kebutuhan dan keinginan konsumen, ini

merupakan proses yang lebih komplek dari penganalisaan motivasi, tetapi juga menganalisa konsep diri, sikap dan lainnya.

3. Ketiga, proses pembandingan dan pembobotan terhadap macam-macam

kebutuhan yang relatif penting.

b. Pencarian Informasi

Pada tahap ini konsumen melaksanakan pencarian informasi tentang

sumber-sumber untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Konsumen mencari informasi yang disimpan dalam ingatan ( pencarian internal). Pencarian internal

(9)

pengaruh perorangan yang berasal dari pelopor opini. Minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relatif tiap sumber tersebut terhadap keputusan pembelian selanjutnya.

Sumber informasi konsumen digolongkan kedalam empat kelompok yaitu: 1. Sumber pribadi, seperti teman, tetangga, dan kenalan

2. Sumber komersil, seperti iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, dn pajangan 3. Sumber publik, seperti media massa, organisasi, konsumen pemeringkat.

4. Sumber pengalaman, seperti penanganan, pengkajian, dan pemakaian

produk

Jumlah relatif dan pengaruh sumber-sumber informasi ini berbeda-beda

tergantung jenis produk dan karakteristik pembeli. Secara umum konsumen mendapat pengaruh informasi tentang suatu produk dari sumber komersil yaitu sumber yang didominasi pemasar, namun informasi yang paling efektif berasal

dari sumber pribadi.

c. Evaluasi Alternatif

Konsumen dihadapkan pada berbagai alternatif merek dan putusan untuk membeli

tahap ini mencakup dua bagian yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian setiap konsumen tidak selalu sama, ada yang

untuk meningkatkan pengetahuan, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya.

(10)

konsumen, seperti waktu, uang, informasi maupun resiko keliru dalam pemilihan. Penilaian dan penyeleksian tersebut ditujukan agar konsumen dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginannya.

d. Keputusan pembelian

Keputusan pembalian merupakan proses dalam pembelian nyata. Konsumen yang memutuskan untuk membeli akan menjumpai serangkaian keputusan yang harus diambil, seperti jenis produk, merek, kuantitas, kualitas, waktu pembelian dan

sebagainya. Selain itu informasi yang diperoleh konsumen juga mempengaruhi keputusan pembelian. Adanya pengaruh yang negatif dari konsumen yang lain

akan membuat konsumen ragu dalam menggunakan suatu produk yang ditawarkan. Selain itu adanya faktor situasi yang tidak diantisipasi dapat mengubah niat pembelian suatu produk atau jasa.

e. Perilaku Setelah Pembelian

Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap suatu produk akan

mempengaruhi perilaku selanjutnya. Jika konsumen puas ia akan menunjukan

kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli kembali produk tersebut.

Konsumen yang tidak puas bereaksi sebaliknya. Konsumen membentuk harapan berdasarkan pesan yang disampaikan oleh pemasar. Semakin besar kesenjangan

yang diterima maka akan menyebabkan ketidak puasan, namun apabila harapan dan kinerja barang atau jasa yang diterima sesuai dengan harapan konsumen maka

(11)

Kepuasan konsumen dapat mempengaruhi penjualan ulang dan ucapan-ucapan pembeli kepada perusahaan tentang produk yang ditawarkan. Ada kemungkinan konsumen memiliki ketidaksesuaian setelah melaksanakan pembelian karena tidak

sesuai dengan gambaran yang diharapkannya sehingga konsumen akan

mengurangi pembelian bahkan akan menghentikan pembelian. Bila konsumen

References

Related documents

A fringe benefit membership club, Relo Club provides various fringe benefits (resort hotels, gyms, leisure facilities, child care services, etc.) and services (booking, customer

We have audited the consolidated financial statements prepared by JENOPTIK Aktiengesellschaft, Jena, comprising the consolidated statement of comprehensive income, the

The combination of these techniques reveals that a vacancy cluster is the dominant positron trapping defect in the PLD grown ZnO films and the microstructure of this vacancy

Comparison 1 Asthma treatment tailored on fractional exhaled nitric oxide (FeNO) versus clinical symptoms, Outcome 11 Number of exacerbations per 52 weeks (exacerbation

Clearly the design of the most recent DTE/MSDE/3CE distributed events has been proof-of- principle tests, or has often been quoted by the principal author as being a “test of a

Investigation led to the arrest of Acevedo who is accused of stealing $114 worth of merchandise.. Martin is accused of driving with a blood alcohol content of .24 after a motor

Limited research has been done to examine the self-assessment of skills as an effective method of tacit knowledge stock identification for enabling knowledge

To increase the amount of the petty cash or change funds, the department’s dean or senior director shall complete the Request to Establish or Increase a Petty Cash