• No results found

Gas Cutting Machine

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Gas Cutting Machine"

Copied!
9
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PEMOTONGAN PLAT BAJA DENGAN

PEMOTONGAN PLAT BAJA DENGAN GAS CUTTING MACHINEGAS CUTTING MACHINE

Syarief Firman Akbar Syarief Firman Akbar11 Bambang Kusharjanta Bambang Kusharjanta22

 Abstract 

 Abstract :: The objective of this research is to investigate the cutting speed and get goodThe objective of this research is to investigate the cutting speed and get good cutting. Gas cutting machine is one kinds of cutting machine that can cut steel plate with good cutting. Gas cutting machine is one kinds of cutting machine that can cut steel plate with good accuracy. The principles of this cutting machine used oksifuel welding. This machine has a accuracy. The principles of this cutting machine used oksifuel welding. This machine has a simple dimension, application and maintenance.

simple dimension, application and maintenance.

Keywords

Keywords: : gas gas cutting, cutting, oxyfuel oxyfuel welding, welding, cutting cutting speed,steel speed,steel plate, plate, gas gas cutting cutting machine machine  PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Industri berat seperti konstruksi, kini telah mulai bersemi kembali dengan bergairahnya Industri berat seperti konstruksi, kini telah mulai bersemi kembali dengan bergairahnya kembali pembangunan di Indonesia. Hal tersebut juga memacu semakin berkembangnya kembali pembangunan di Indonesia. Hal tersebut juga memacu semakin berkembangnya teknologi-teknologi yang mendukungnya. Pada pembuatan jembatan, misalnya, di

teknologi-teknologi yang mendukungnya. Pada pembuatan jembatan, misalnya, di mana bahanmana bahan bakunya berupa lembaran-lembaran plat baja perlu dilakukan pemotongan dahulu untuk bakunya berupa lembaran-lembaran plat baja perlu dilakukan pemotongan dahulu untuk mendapatkan struktur-struktur tulangan jembatan. Beberapa mesin yang dibutuhkan dalam mendapatkan struktur-struktur tulangan jembatan. Beberapa mesin yang dibutuhkan dalam proses produksi jembatan ini adalah mesin potong plat (

proses produksi jembatan ini adalah mesin potong plat (gas cutting machine gas cutting machine ), las), las submerged submerged ,, las elektode, mesin drill, mesin gerinda, mesin press dan beberapa lainnya. Dalam hal ini las elektode, mesin drill, mesin gerinda, mesin press dan beberapa lainnya. Dalam hal ini penulis

penulis mengambil mengambil permasalahan permasalahan dibidang dibidang produksi produksi untuk untuk pemotongan pemotongan plat plat bajabaja menggunakan

menggunakan gas cutting machine gas cutting machine . Dimana mesin ini sangat mudah dioperasikan dan. Dimana mesin ini sangat mudah dioperasikan dan memiliki dimensi yang kecil sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan

memiliki dimensi yang kecil sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan

Gambar 1. Klasifikasi cara pemotongan dengan las Gambar 1. Klasifikasi cara pemotongan dengan las

Saat ini pemotongan baja yang paling banyak digunakan adalah pemotongan dengan gas Saat ini pemotongan baja yang paling banyak digunakan adalah pemotongan dengan gas oksigen. Hal ini dikarenakan daerah pengaruh panas pada baja yang terjadi sangat sempit. oksigen. Hal ini dikarenakan daerah pengaruh panas pada baja yang terjadi sangat sempit. Sedangkan pada pemotongan denga busur udara, panas yang dihasilkan saat pemotongan Sedangkan pada pemotongan denga busur udara, panas yang dihasilkan saat pemotongan memiliki

memiliki pengaruh pengaruh yang yang sangat sangat luas luas pada pada baja baja ( ( Wiryosumarto, Wiryosumarto, 1991 1991 ). Hal ). Hal ini ini akanakan mempengaruhi sifat mekanis baja.

mempengaruhi sifat mekanis baja.

Untuk gas bahan bakar yang biasa dipakai

Untuk gas bahan bakar yang biasa dipakai dilapangan yaitu asetelin dan elpiji. Pada dilapangan yaitu asetelin dan elpiji. Pada umumnyaumumnya di pabrik-pabrik banyak yang menggunakan gas elpiji karena mudah didapat dan lebih murah di pabrik-pabrik banyak yang menggunakan gas elpiji karena mudah didapat dan lebih murah daripada asetelin

daripada asetelin

1

1Staf Pengajar Teknik Mesin FT, UNSStaf Pengajar Teknik Mesin FT, UNS 2

2Staf Pengajar Teknik Kimia FT, UNSStaf Pengajar Teknik Kimia FT, UNS Permasalahan

Permasalahan

Permasalahan yang dikaji adalah sebagai berikut : Permasalahan yang dikaji adalah sebagai berikut :

cara

cara pemotongan pemotongan dengan lasdengan las  pemotongan gas

 pemotongan gas pemotongan bpemotongan busur listrikusur listrik gas oksigen gas oksigen serbuk serbuk sembur api sembur api  busur karbon  busur karbon  busur logam  busur logam  busur plasma  busur plasma  busur  busur udaraudara

(2)

LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

Pemotongan dengan gas ini termasuk dalam bidang teknologi pengelasan dimana prinsipnya Pemotongan dengan gas ini termasuk dalam bidang teknologi pengelasan dimana prinsipnya adalah dengan mencairkan logam. Baja dipanaskan sampai merah cemerlang (sekitar 875 adalah dengan mencairkan logam. Baja dipanaskan sampai merah cemerlang (sekitar 875 00C)C) kemudian disemburkan gas pemotong dengan tekanan yang tinggi untuk menembus baja kemudian disemburkan gas pemotong dengan tekanan yang tinggi untuk menembus baja tersebut (Wiryosumarto, 1991).

tersebut (Wiryosumarto, 1991).

Untuk perlengkapan pemotongan gas dengan pengelasan pun ada perbedaan. Obor nyala Untuk perlengkapan pemotongan gas dengan pengelasan pun ada perbedaan. Obor nyala (torch) yang digunakan pada pemotongan misalnya, sudah lain. Perbedaan ini dapat terlihat (torch) yang digunakan pada pemotongan misalnya, sudah lain. Perbedaan ini dapat terlihat pada gambar berikut

pada gambar berikut

Gambar 2. Tipe torch  Gambar 2. Tipe torch 

Pemotongan ini dilakukan dengan mengarahkan aliran oksigen ke bagian yang akan Pemotongan ini dilakukan dengan mengarahkan aliran oksigen ke bagian yang akan dipanaskan dimana kemudian terjadi proses laju oksidasi yang kencang (semburan). dipanaskan dimana kemudian terjadi proses laju oksidasi yang kencang (semburan). Semburan oksidasi ini kemudian dikenal sebagai pemotongan oksiasetilen (

Semburan oksidasi ini kemudian dikenal sebagai pemotongan oksiasetilen (cuttingcutting oxiacetylene 

oxiacetylene ). Perkembangan selanjutnya yang terjadi bahwa pemotongan ini tidak hanya). Perkembangan selanjutnya yang terjadi bahwa pemotongan ini tidak hanya dioperasikan secara manual tetapi juga dengan mesin (

dioperasikan secara manual tetapi juga dengan mesin (gas cutting machine gas cutting machine ). Dengan). Dengan terciptanya alat ini maka keakuratan dan kecepatan pemotongan dengan oksiasetilen menjadi terciptanya alat ini maka keakuratan dan kecepatan pemotongan dengan oksiasetilen menjadi lebih baik daripada yang manual dan lebih efisien.

lebih baik daripada yang manual dan lebih efisien.

(a)

(a) ` ` (b)(b)

Gambar 3. Jenis Torch head (a) untuk pengelasan (b) untuk pemotongan Gambar 3. Jenis Torch head (a) untuk pengelasan (b) untuk pemotongan

Selain itu jenis perlengkapan lain yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Untuk gas Selain itu jenis perlengkapan lain yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Untuk gas oksigen selang yang dipakai berwarna biru, gas elpiji warna orange dan gas asetelin warna oksigen selang yang dipakai berwarna biru, gas elpiji warna orange dan gas asetelin warna merah. Hal ini digunakan untuk mudah dalam menandainya.

merah. Hal ini digunakan untuk mudah dalam menandainya. Proses pemotongan plat baja dapat dilihat pada gambar berikut : Proses pemotongan plat baja dapat dilihat pada gambar berikut :

high-pority oxygen high-pority oxygen mixed gases mixed gases cutting oxygen cutting oxygen  preheat orifice  preheat orifice mixed gases mixed gases mixed gases mixed gases oksigen orifice

oksigen orifice  preheat preheat flame orifice flame orifice flame flame orifice orifice welding welding cutting cutting

saluran gas pemotong (O saluran gas pemotong (O22)) saluran

saluran gas gas pemanas pemanas (O(O22 + C + C22HH22)) arah pemotongan

arah pemotongan nyala api

(3)

a. penyetelan nyala api yang tepat untuk pemotongan a. penyetelan nyala api yang tepat untuk pemotongan

lidah putih bagian dalam lidah putih bagian dalam

 b. efek terla

 b. efek terlalu banyak lu banyak bahan bakbahan bakarar

kerucut biru tajam yang pendek kerucut biru tajam yang pendek

c. efek terlalu banyak oksigen c. efek terlalu banyak oksigen

kerucut bundar yang biru kerucut bundar yang biru 2.

2. Permukaan potong halusPermukaan potong halus 3.

3. Terak harus mudah terkelupasTerak harus mudah terkelupas 4.

4. Sisi atas potongan membulatSisi atas potongan membulat

Tampak pada gambar 6 beberapa bentuk hasil pemotongan dengan gas pada plat baja. Tampak pada gambar 6 beberapa bentuk hasil pemotongan dengan gas pada plat baja. (a). Gambar menunjukkan hasil pemotongan yang benar. Bentuk sisi potong persegi dan (a). Gambar menunjukkan hasil pemotongan yang benar. Bentuk sisi potong persegi dan garis-garis tarikan (lag) vertical teratur serta tidak terlalu tampak jelas.

garis-garis tarikan (lag) vertical teratur serta tidak terlalu tampak jelas.

(b). Hasil pemotongan dengan nyala pemanasan pendahuluan terlalu kecil sehingga (b). Hasil pemotongan dengan nyala pemanasan pendahuluan terlalu kecil sehingga mengakibatkan kecepatan potong terlalu lambat dan menghasilkan pengikisan pada pada sisi mengakibatkan kecepatan potong terlalu lambat dan menghasilkan pengikisan pada pada sisi potong sebelah bawah.

potong sebelah bawah.

Gambar 5. Bentuk hasil pemotongan pada plat Gambar 5. Bentuk hasil pemotongan pada plat

(c).

(c). Hasil pemotongan dengan nyala panas pendahuluan terlalu besar sehingga metal padaHasil pemotongan dengan nyala panas pendahuluan terlalu besar sehingga metal pada permukaan potong mencair sebelum penyemprotan zat asam murni bertekanan dimulai dan permukaan potong mencair sebelum penyemprotan zat asam murni bertekanan dimulai dan menyebabkan jumlah oksida yang berlebihan.

menyebabkan jumlah oksida yang berlebihan.

Kecepatan pemotongan plat baja dapat dirumuskan sebagai berikut : Kecepatan pemotongan plat baja dapat dirumuskan sebagai berikut :

t  t   s  s v v  dimana

dimana : : v v = = kecepatan kecepatan pemotongan pemotongan (mm/menit)(mm/menit) s = jarak pemotongan (mm)

s = jarak pemotongan (mm) t = waktu pemotongan (menit) t = waktu pemotongan (menit)

Gambar 6. Penyetelan nyala api Gambar 6. Penyetelan nyala api

Pemanasan mula (preheat) sebelum proses pemotongan selalu dilaksanakan dengan Pemanasan mula (preheat) sebelum proses pemotongan selalu dilaksanakan dengan nyala api yang disetel pada posisi netral. Kemudian setelah posisi

nyala api yang disetel pada posisi netral. Kemudian setelah posisi torch torch  pemotong berada di pemotong berada di posisi yang sesuai baru dilakukan penyetelan nyala api pemanasan awal dan kemudian posisi yang sesuai baru dilakukan penyetelan nyala api pemanasan awal dan kemudian penyetelan nyala api pemotongan, seperti tampak pada gambar 6. Selain itu untuk menandai penyetelan nyala api pemotongan, seperti tampak pada gambar 6. Selain itu untuk menandai secara mudah apakah nyala api sudah siap memotong dapat dili

(4)

Gambar 7. Nyala api pemotongan Gambar 7. Nyala api pemotongan

Jarak antara plat dan

Jarak antara plat dan torch torch  harus benar-benar diperhatikan agar proses pemotongan harus benar-benar diperhatikan agar proses pemotongan efektif dan mendapatkan hasil yang baik. Seperti gambar di bawah ini dapat kita lihat efektif dan mendapatkan hasil yang baik. Seperti gambar di bawah ini dapat kita lihat bagaimana jarak antara plat dengan

bagaimana jarak antara plat dengan torch torch  pada tiap tahap dalam proses pemotongan. pada tiap tahap dalam proses pemotongan.

Gambar 8. Jarak torch dengan permukaan plat baja Gambar 8. Jarak torch dengan permukaan plat baja

Keterangan gambar : Keterangan gambar : 1.

1. Pemanasan pendahuluan (preheat). Jarak moncong obor (torch) dengan permukaan platPemanasan pendahuluan (preheat). Jarak moncong obor (torch) dengan permukaan plat antara 1/4 inci hingga 5/16 inci.

antara 1/4 inci hingga 5/16 inci. 2.

2. Setelah tampak permukaan baja mulai membara moncong obor diangkat sedikit ke atasSetelah tampak permukaan baja mulai membara moncong obor diangkat sedikit ke atas sehinnga jaraknya terhadap permukaan menjadi antara 1/2 inci hingga 5/8 inci.

sehinnga jaraknya terhadap permukaan menjadi antara 1/2 inci hingga 5/8 inci. 3.

3. Saat pemotongan dimulai dan zat asam murni (oksigen) bertSaat pemotongan dimulai dan zat asam murni (oksigen) bert ekanan disemprotkan padaekanan disemprotkan pada permukaan yang membara dan mulai terjadi reaksi kimia yang mneghasilkan oksida cair permukaan yang membara dan mulai terjadi reaksi kimia yang mneghasilkan oksida cair dan terhembus ke samping karena nyala belum sempat menembus plat.

dan terhembus ke samping karena nyala belum sempat menembus plat. 4.

4. Setelah plat tertembus nyala, moncong obor diturunkan/didekatkan ke permukaan lagiSetelah plat tertembus nyala, moncong obor diturunkan/didekatkan ke permukaan lagi sejarak 1/4 inci .

sejarak 1/4 inci .

Gas Cutting Machine Type CG-30 Gas Cutting Machine Type CG-30

Gambar 9. Gas Cutting Machine Type CG-30 Gambar 9. Gas Cutting Machine Type CG-30 Gas cutting machine 

Gas cutting machine  ini memiliki banyak jenis dan tipe salah satunya buatan cina ini yaitu ini memiliki banyak jenis dan tipe salah satunya buatan cina ini yaitu gasgas cutting machine type CG-30 

cutting machine type CG-30  buatan tahun 2001 dengan spesifikasi : buatan tahun 2001 dengan spesifikasi : 1.

1. a. Dimensi dan berata. Dimensi dan berat 1)

1) Dimensi Dimensi keseluruhan keseluruhan ( ( P P x x L L x x T) T) : : 470 470 x x 230 230 x x 240 240 mmmm 2)

2) Berat Berat total total : : 28,5 28,5 kgkg 3)

3) Berat Berat mesin mesin bersih bersih : : 14,7 14,7 kgkg b. Kemampuan Pemotongan

b. Kemampuan Pemotongan 1)

1) Tebal Tebal pemotongan pemotongan untuk untuk plat plat baja baja : : 5 5 - - 100 100 mmmm 2)

2) Kecepatan Kecepatan pemotongan pemotongan : : 5050 – – 750 750 mm/menitmm/menit

"" "" 18 18 5 5 2 2 1 1   " " " " 18 18 5 5 2 2 1 1   "" "" 16 16 5 5 4 4 1 1   1 1 2 2 3 3 44 " " '' 4 4 1 1

(5)

6)

6) Kecepatan Kecepatan : : 36003600 – – 4600 rpm 4600 rpm 7)

7) Tegangan Tegangan penuh penuh : : - - 220 220 VV 2.

2. Nosel PemotongNosel Pemotong

Tabel 1. Data yang dibutuhkan dalam pemotongan plat baja dengan elpiji Tabel 1. Data yang dibutuhkan dalam pemotongan plat baja dengan elpiji

Gambar 1

Gambar 10. Bagian-bag0. Bagian-bagian dari Gian dari Gas Cutting as Cutting MachineMachine  Aplikasi Mesin

 Aplikasi Mesin

Mesin gas cutting ini, bekerja dengan tekanan asetilen medium dan tekanan oksigen yang Mesin gas cutting ini, bekerja dengan tekanan asetilen medium dan tekanan oksigen yang tinggi, tidak hanya berguna untuk pemotongan plat baja yang lurus memanjang atau tinggi, tidak hanya berguna untuk pemotongan plat baja yang lurus memanjang atau memotong plat dengan tebal lebih dari 5 mm saja, tetapi dapat juga melakukan pemotongan memotong plat dengan tebal lebih dari 5 mm saja, tetapi dapat juga melakukan pemotongan circular dan bevel seperti pada potongan V.

circular dan bevel seperti pada potongan V.

Tebal Tebal Plat Plat mm mm Tekanan

Tekanan Operasi Operasi Konsumsi Konsumsi Gas Gas KecepataKecepata n potong n potong kira-kira kira-kira per per menit menit Ukuran Ukuran nosel nosel Oksigen Oksigen bar bar Propan Propan bar bar Oksigen Oksigen potong potong l/jam l/jam Oksigen Oksigen panas panas l/jam l/jam Propan Propan l/jam l/jam 6 6 32 32 1 1 2.1 2.1 0.2 0.2 1000 1000 1300 1300 300 300 430430 13 13 6464 3 3 2.1 2.1 0.2 0.2 1800 1800 1600 1600 300 300 360360 25 25 16 16 1 1 2.8 2.8 0.2 0.2 3900 3900 1700 1700 400 400 280280 50 50 1616 1 1 3.2 3.2 0.3 0.3 4500 4500 1800 1800 400 400 205205 Rel Rel Gear box Gear box

katup tekanan gas katup tekanan gas

Panel Power Panel Power Panel Pengatur Panel Pengatur kecepatan kecepatan Torch holder Torch holder Panel gerakan Panel gerakan maju/mundur maju/mundur

(6)

(a) (b)

(a) (b)

Gambar 11. Pemotongan circular (a) dan pemotongan bevel (b) Gambar 11. Pemotongan circular (a) dan pemotongan bevel (b) Operasi Mesin

Operasi Mesin

1.

1. Pada pemotongan lurus, letakkan rel diatas plat baja yang akan dipotong kemudian mesinPada pemotongan lurus, letakkan rel diatas plat baja yang akan dipotong kemudian mesin pemotong tadi dipasang diatas rel dimana nozel pemotong telah dipasang, sudut pemotong tadi dipasang diatas rel dimana nozel pemotong telah dipasang, sudut pemotongan dan kecepatan telah disetel sesuai kebutuhan pemotongan berdasar tebal pemotongan dan kecepatan telah disetel sesuai kebutuhan pemotongan berdasar tebal plat baja yang akan dipotong.

plat baja yang akan dipotong. 2.

2. Hubungkan silinder oksigen dan generator asetilen dengan pengalir gas yaitu saluranHubungkan silinder oksigen dan generator asetilen dengan pengalir gas yaitu saluran pada rangkaian mesin. Kemudian hidupkan mesin dan atur katup control gas. Setelah pada rangkaian mesin. Kemudian hidupkan mesin dan atur katup control gas. Setelah penembakan gas pada nozel pemotong terjadi dan permukaan plat tertembus maka penembakan gas pada nozel pemotong terjadi dan permukaan plat tertembus maka perjalanan pemotongan sudah dapat dilakukan.

perjalanan pemotongan sudah dapat dilakukan. 3.

3. Tombol tekanan digunakan untuk mengatur gerakan mesin dan dioperasikan olehTombol tekanan digunakan untuk mengatur gerakan mesin dan dioperasikan oleh tekanan oksigen setelah katup pada pengalir gas dibuka. Saat terjadi semburan oksigen, tekanan oksigen setelah katup pada pengalir gas dibuka. Saat terjadi semburan oksigen, tombol hidup dan proses pemotongan akan selesai dan semburan oksigen berhenti tombol hidup dan proses pemotongan akan selesai dan semburan oksigen berhenti setelah tombol dimatikan.Oleh karena itu tombol ini hanya berfungsi saat mesin hidup setelah tombol dimatikan.Oleh karena itu tombol ini hanya berfungsi saat mesin hidup atau sedang beroperasi.

atau sedang beroperasi. 4.

4. Pada pemotongan miring (bevel), pertama lepas baut klem pada dudukanPada pemotongan miring (bevel), pertama lepas baut klem pada dudukan torch torch 

dansesuaikan denag besar sudut yang diinginkan kemudian pasang dan kencangkan baut dansesuaikan denag besar sudut yang diinginkan kemudian pasang dan kencangkan baut klem tadi.

klem tadi.

Gambar 12. Proses pemotongan plat baja Gambar 12. Proses pemotongan plat baja

5.

5. Mesin tersebut digerakkan dengan sebuah motor DC, dimana kecepatan yang bisaMesin tersebut digerakkan dengan sebuah motor DC, dimana kecepatan yang bisa diubah-ubah ini diatur oleh suatu alat yang disebut

diubah-ubah ini diatur oleh suatu alat yang disebut silicon controlled rectifier silicon controlled rectifier   (SCR).  (SCR). Tombol operasi tekanan mungkin dapat digunakan untuk mengatur start dan stop dari Tombol operasi tekanan mungkin dapat digunakan untuk mengatur start dan stop dari motor. Untuk gerakan maju dan mundur dari motor diatur oleh tombol pengatur gerakan. motor. Untuk gerakan maju dan mundur dari motor diatur oleh tombol pengatur gerakan. Pada kotak pengatur kecepatan sudah tertulis skala kecepatan yang bisa dicapai oleh Pada kotak pengatur kecepatan sudah tertulis skala kecepatan yang bisa dicapai oleh mesin.

mesin. 6.

6. Terdapat 4 katup pengatur, yaitu katup asetilen, katup oksigen untukTerdapat 4 katup pengatur, yaitu katup asetilen, katup oksigen untuk preheating preheating , katup, katup oksigen untuk memotong dan katup pengatur tekanan saat operasi. Katup pengatur oksigen untuk memotong dan katup pengatur tekanan saat operasi. Katup pengatur tekanan saat operasi harus sudah dibuka sebelumnya untuk memotong. Katup asetilen tekanan saat operasi harus sudah dibuka sebelumnya untuk memotong. Katup asetilen dan katup oksigen digunakan untuk mengontrol pemanasan awal (

(7)

kekencangan bagian penyambung seperti baut-baut harus dilakukan secara baik dan kekencangan bagian penyambung seperti baut-baut harus dilakukan secara baik dan benar untuk menjamin keberhasilan dan keamanan saat mesin beroperasi.

benar untuk menjamin keberhasilan dan keamanan saat mesin beroperasi. 7.

7. Pemotongan melingkar, langkah yang dipersiapkan sebelum pemotongan :Pemotongan melingkar, langkah yang dipersiapkan sebelum pemotongan : 1)

1) Buat lubang ditengah-tengah lingkaran plat yang akan dipotong.Buat lubang ditengah-tengah lingkaran plat yang akan dipotong. 2)

2) Lepas baut roda kemudi pada bagian depan mesin.Lepas baut roda kemudi pada bagian depan mesin. 3)

3) Hitung radius batang/palang pada mesin, lalu tempatkan pin pada tengah-tengahHitung radius batang/palang pada mesin, lalu tempatkan pin pada tengah-tengah lubang pada plat baja dan kencangkan baut posisi berdasar radius putaran lubang pada plat baja dan kencangkan baut posisi berdasar radius putaran pemotongan. Saat mesin bergerak maka roda belakang yang akan bergerak pemotongan. Saat mesin bergerak maka roda belakang yang akan bergerak memutari pusat radius lingkaran maka pemotongan melingkar akan terjadi.

memutari pusat radius lingkaran maka pemotongan melingkar akan terjadi.

Untuk pemotongan putar/melingkar denagn diameter yang kecil, tempatkan pin posisi Untuk pemotongan putar/melingkar denagn diameter yang kecil, tempatkan pin posisi pada sisi yang sama dengan

pada sisi yang sama dengan torch torch , sementara untuk diameter besar tempatkan pada, sementara untuk diameter besar tempatkan pada sisi yang berlawanan dengan sisi tempat terpasangnya

sisi yang berlawanan dengan sisi tempat terpasangnya torch.torch. Perawatan mesin

Perawatan mesin

Perawatan gas cutting machine ini cukup mudah dan sederhana. Beberapa hal yang harus Perawatan gas cutting machine ini cukup mudah dan sederhana. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam perawatan yaitu :

dilakukan dalam perawatan yaitu : 1.

1.Mesin harus disimpan pada tempat yang kering dan bebas dari gas yang bersifat korosifMesin harus disimpan pada tempat yang kering dan bebas dari gas yang bersifat korosif 2.

2.Lakukan pelumasan dengan oli pada bagian reduksi gear box minimal setengah tahunLakukan pelumasan dengan oli pada bagian reduksi gear box minimal setengah tahun sekali.

sekali. 3.

3.Lakukan pengecekan mesin sebelum mesin beroperasi. Kebersihan pada bagian yangLakukan pengecekan mesin sebelum mesin beroperasi. Kebersihan pada bagian yang bergerak harus dicek dan sambungan-sambungan harus terpasang dengan kencang dan bergerak harus dicek dan sambungan-sambungan harus terpasang dengan kencang dan benar

benar 4.

4.Cek secara teliti apakah ada kebocoran gas pada sambungan torch. Lubang tip dibersihkanCek secara teliti apakah ada kebocoran gas pada sambungan torch. Lubang tip dibersihkan dari kotoran yang menempel sebelum dioperasikan.

dari kotoran yang menempel sebelum dioperasikan. 5.

5.Saat mesin ditinggal dalam waktu yang cukup lama matikan mesin dan tutup semua saluranSaat mesin ditinggal dalam waktu yang cukup lama matikan mesin dan tutup semua saluran gas. Untuk menghindari panas yang berlebih pada mesin.

gas. Untuk menghindari panas yang berlebih pada mesin.

CARA PENELITIAN CARA PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Divisi Jembatan PT. Bukaka Teknik Utama. Jenis mesin yang dipakai Penelitian ini dilakukan di Divisi Jembatan PT. Bukaka Teknik Utama. Jenis mesin yang dipakai adalah

adalah Gas Cutting Machine type CG-30Gas Cutting Machine type CG-30 buatan Cina. Sedang plat baja yang digunakan adalahbuatan Cina. Sedang plat baja yang digunakan adalah tipe SM 490 YB yaitu jenis

tipe SM 490 YB yaitu jenis Rolled Steel Rolled Steel  untuk struktur las. Jenis baja ini biasa digunakan untuk untuk struktur las. Jenis baja ini biasa digunakan untuk konstruksi seperti jembatan dan bangunan gedung. Dimensi plat baja yang digunakan

konstruksi seperti jembatan dan bangunan gedung. Dimensi plat baja yang digunakan yaitu :yaitu : 

 Tebal plat 12 mm; Panjang plat 5200 mmTebal plat 12 mm; Panjang plat 5200 mm 

 Tebal plat 14 mm; Panjang plat 5156 mmTebal plat 14 mm; Panjang plat 5156 mm 

 Tebal plat 19 mm; Panjang Tebal plat 19 mm; Panjang plat 350 mm, 440 mm dan 1220 mmplat 350 mm, 440 mm dan 1220 mm

Saat pengoperasian tekanan oksigen = 2 bar dan tekanan propan = 0,2 bar. Saat pengoperasian tekanan oksigen = 2 bar dan tekanan propan = 0,2 bar.

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN

Beberapa data yang diambil dengan berbagai macam dimensi plat baja serta besarnya Beberapa data yang diambil dengan berbagai macam dimensi plat baja serta besarnya kecepatan pemotongan yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel berikut :

kecepatan pemotongan yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel berikut : Tebal Plat Tebal Plat (mm) (mm) Jarak pemotongan Jarak pemotongan S (mm) S (mm) Waktu yang di Waktu yang di butuhkan butuhkan t (menit) t (menit) Kecepatan Kecepatan pemotongan pemotongan  V (mm/menit)  V (mm/menit) Kecepatan Kecepatan potong potong rata-rata rata (mm/menit) (mm/menit) 12 5200 12 5200 15,50 335,48 15,50 335,48 331,73 331,73 15,83 328,49 15,83 328,49 15,70 331,21 15,70 331,21 14 5156 14 5156 14,50 355,58 14,50 355,58 339,50 339,50 15,20 339,21 15,20 339,21 15 343,73 15 343,73 19 19 350 350 1,21 1,21 289,25289,25 269,27 269,27 540 540 2,28 2,28 236,80236,80 1220 1220 4,33 4,33 281,75281,75

(8)

0 0 50 50 100 100 150 150 200 200 250 250 300 300 350 350 400 400 0 0 55 1100 1155 2200

Tebal plat baja (mm) Tebal plat baja (mm)    K    K  e  e   c   c   e   e   p   p   a   a    t    t  a  a  n  n   p   p   o   o    t    t  o  o  n  n   g   g   p   p   e   e   r   r   m   m   e   e   n   n    i    i    t    t

Gambar 13. Grafik kecepatan pemotongan plat baja Gambar 13. Grafik kecepatan pemotongan plat baja

Sedangkan hasil alur pemotongan tampak pada gambar berikut beserta dengan bentuk Sedangkan hasil alur pemotongan tampak pada gambar berikut beserta dengan bentuk penampang potong plat baja

penampang potong plat baja

(a) (b)

(a) (b)

Gambar 14. (a)Alur potongan pada plat. (b)Bentuk hasil pemotongan pada plat  Gambar 14. (a)Alur potongan pada plat. (b)Bentuk hasil pemotongan pada plat ..

Dari gambar 14 a, tampak bahwa alur pemotongan yang dihasilkan sangat bagus dan lurus Dari gambar 14 a, tampak bahwa alur pemotongan yang dihasilkan sangat bagus dan lurus

bersih dari “tai” dan memiliki lebar yang kecil. Sedangkan pada gambar 14 b tampak bersih dari “tai” dan memiliki lebar yang kecil. Sedangkan pada gambar 14 b tampak

penampang plat baja hasil pemotongan dimana hasilnya permukaaan penampang yang bagus penampang plat baja hasil pemotongan dimana hasilnya permukaaan penampang yang bagus dan lag (garis-garis tarikan) vertikal yang sangat halus serta pada bagian atasnya agak dan lag (garis-garis tarikan) vertikal yang sangat halus serta pada bagian atasnya agak membulat. Hasil ini didapat karena adanya beberapa faktor yaitu :

membulat. Hasil ini didapat karena adanya beberapa faktor yaitu : 1.

1.Kecepatan pemotangan yang tepat. Sesuai dengan tebal plat dan tekanan oksigen serta gasKecepatan pemotangan yang tepat. Sesuai dengan tebal plat dan tekanan oksigen serta gas elpiji yang pas.

elpiji yang pas. 2.

2.Pemilihan ukuran nosel yang cocok serta kondisiPemilihan ukuran nosel yang cocok serta kondisi orifice orifice  nosel yang bersih. nosel yang bersih.

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : 1.

1. Bahwa gas cutting machine merupakan mesin yang sangat mudah dioperasikan danBahwa gas cutting machine merupakan mesin yang sangat mudah dioperasikan dan memiliki unjuk kerja yang bagus serta perawatan yang mudah.

memiliki unjuk kerja yang bagus serta perawatan yang mudah. 2.

2. Untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik maka harus diperhatikan beberapa halUntuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik maka harus diperhatikan beberapa hal agar sesuai yaitu :

agar sesuai yaitu : a.

a. Tebal plat bajaTebal plat baja b.

b. Tekanan gas oksigen dan gas bahan bakarnyaTekanan gas oksigen dan gas bahan bakarnya c.

c. Kecepatan pemotonganKecepatan pemotongan 3.

3. Bahwa dengan Bahwa dengan semakin tebal semakin tebal plat baja plat baja maka kecepatamaka kecepatan potong n potong yang baik yang baik adalah semakinadalah semakin rendah.

rendah. 4.

4. Gas Cutting Gas Cutting Machine merupakan Machine merupakan mesin pokok mesin pokok di industri konstruksi di industri konstruksi terutama dalamterutama dalam pembuatan jembatan.

pembuatan jembatan.

Setelah melakukan penelitian dan kajian tentang topik ini muncul beberapa ide yang dapat Setelah melakukan penelitian dan kajian tentang topik ini muncul beberapa ide yang dapat dilakukan untuk penelitian sejenis pada waktu mendatang. Dengan memakai variasi jenis plat dilakukan untuk penelitian sejenis pada waktu mendatang. Dengan memakai variasi jenis plat baja yang dipakai serta gas cutting machine dengan tipe yang lain dan buatan dari negara baja yang dipakai serta gas cutting machine dengan tipe yang lain dan buatan dari negara

(9)

teknologi di masa mendatang dan memberi sedikit masukan bagi PT. Bukaka sendiri. Terima teknologi di masa mendatang dan memberi sedikit masukan bagi PT. Bukaka sendiri. Terima kasih

kasih

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

 Andrew D. Althouse. 1984.

 Andrew D. Althouse. 1984.Modern Welding Modern Welding . Illinois : The Goodheart-Willcox Company, INC.. Illinois : The Goodheart-Willcox Company, INC. Richard L. Little. 1972.

Richard L. Little. 1972. Welding and Welding Technology Welding and Welding Technology . New Delhi : Tata McGraw-Hill Co.. New Delhi : Tata McGraw-Hill Co. Manual Book

References

Related documents

The resulting changes in the environment (e.g. water and soil) following salinity intrusion are more likely to intensify this salt exposure, therefore increasing related

Multi-pillar reforms have exposed individuals to market-return risk and investment-choice risk (e.g. in Hungary the returns achieved up to now, if they persist,

For each sampling period during a mortality event, two sample, two-tailed Welch t-tests were used to determine if there was a significant difference between the mean shell heights

Some reasons for retaining residual DBSs include: legal accountability (e.g., number of punches taken for analysis, the existence of a sample and its ad- equate collection), future

Figure 1: TGA curves of nanocomposite films. Figure 2: DSC thermograms of the nanocomposite films. Numbers next to the acronym PU indicate the nominal content of NPs in each

Before we describe the studies that we designed in order to test the three hypotheses H1, H2 and H3, we first need to ex- plain what kinds of natural language arguments we used in

Using information technologies as a basic tool, the Galter Library staff will be providing the best information access and service it can to meet the needs of the Feinberg School

Failure to operate the ATV properly can result in a collision, loss of control, accident or overturn, which may result in serious injury or death.. Heed all safety warnings