IICCS S 6677..112200..3300 BBaaddaan n SSttaannddaarrddiissaassi i NNaassiioonnaall
Cumi-cumi beku
Cumi-cumi beku
Bagian 2: Pe
SNI 2731.2:2010 SNI 2731.2:2010
D
Daftar isaftar is ii
Daftar
Daftar isi isi ... ... ii Prakata
Prakata ... ... iiii 1
1 Ruang Ruang lingkup lingkup ... ... 11 2
2 Istilah Istilah dan dan definisi definisi ... ... 11 3 3 Jenis Jenis ... ... 11 4 4 Bentuk Bentuk ... ... 11 5 5 Asal Asal ... ... 11 6
6 Mutu Mutu bahan bahan baku baku ... ... 11 7
SNI 2731.2:2010 SNI 2731.2:2010
Prakata Prakata
Dalam rangka memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan komoditas cumi-cumi beku Dalam rangka memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan komoditas cumi-cumi beku yang akan dipasarkan di dalam dan luar negeri, maka perlu disusun suatu Standar Nasional yang akan dipasarkan di dalam dan luar negeri, maka perlu disusun suatu Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pangan. Indonesia (SNI) sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pangan. Standar ini merupakan revisi SNI
Standar ini merupakan revisi SNI 01-2731-1992, 01-2731-1992,Cumi-cumi bekuCumi-cumi beku.. SNI ini terdiri dari 3 (tiga) bagian yang tidak terpisahkan yaitu: SNI ini terdiri dari 3 (tiga) bagian yang tidak terpisahkan yaitu:
Bagian Bagian 1: 1: Spesifikasi;Spesifikasi;
Bagian Bagian 2: 2: Bahan Bahan baku;baku;
Bagian Bagian 3: 3: Penanganan Penanganan dan dan pengolahan.pengolahan.
Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 65-05 Produk Perikanan, yang telah dirumuskan Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 65-05 Produk Perikanan, yang telah dirumuskan melalui rapat-rapat teknis, dan rapat konsensus pada tanggal 3 November 2008 di Jakarta melalui rapat-rapat teknis, dan rapat konsensus pada tanggal 3 November 2008 di Jakarta Dihadiri oleh wakil-wakil produsen, konsumen, asosiasi, lembaga penelitian, perguruan tinggi Dihadiri oleh wakil-wakil produsen, konsumen, asosiasi, lembaga penelitian, perguruan tinggi serta instansi terkait sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan serta instansi terkait sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pangan.
pangan.
Berkaitan dengan penyusunan Standar Nasional Indonesia ini, maka aturan-aturan yang Berkaitan dengan penyusunan Standar Nasional Indonesia ini, maka aturan-aturan yang dijadikan dasar atau pedoman a
dijadikan dasar atau pedoman adalah:dalah: 1)
1) Undang-Undang Undang-Undang No.7 No.7 tahun tahun 1996 1996 tentang tentang Pangan.Pangan. 2)
2) Undang-Undang Undang-Undang No.8 No.8 tahun tahun 1999 1999 tentang tentang Perlindungan Perlindungan Konsumen.Konsumen. 3)
3) Undang-Undang Undang-Undang No.31 No.31 tahun tahun 2004 2004 tentang tentang Perikanan.Perikanan. 4)
4) Peraturan PPeraturan Pemerintah No.69 emerintah No.69 tahun tahun 1999 1999 tentang tentang Label dan Label dan Iklan Iklan Pangan.Pangan. 5)
5) Peraturan PPeraturan Pemerintah No. emerintah No. 82 82 tahun tahun 2001 2001 tentang Pencemaran tentang Pencemaran Air.Air. 6)
6) Peraturan Peraturan Menteri Menteri Kelautan Kelautan dan dan Perikanan Perikanan RI. RI. No. No. PERMEN PERMEN 01/MEN/2007 t01/MEN/2007 tentangentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan 7)
7) Keputusan Menteri Kelautan dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. No. Perikanan RI. No. KEP. KEP. 06/MEN/2002 tentang06/MEN/2002 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan yang Masuk ke Wilayah Persyaratan dan Tata Cara Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan yang Masuk ke Wilayah Republik Indonesia.
Republik Indonesia. 8)
8) Keputusan Menteri Kelautan dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. No. Perikanan RI. No. KEP. KEP. 01/MEN/2007 tentang01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi.
Pengolahan dan Distribusi.
Standar ini telah melalui proses jajak pendapat pada tanggal 17 Juni 2009 sampai dengan Standar ini telah melalui proses jajak pendapat pada tanggal 17 Juni 2009 sampai dengan 17 September 2009 dengan hasil akhir RASNI.
SNI 2731.2:2010 SNI 2731.2:2010
Cumi-cumi
Cumi-cumi beku - Bagian 2: Persyaratan bahan bakubeku - Bagian 2: Persyaratan bahan baku
1
1 Ruang Ruang lingkuplingkup
Standar ini menetapkan persyaratan bahan baku cumi-cumi beku. Standar ini menetapkan persyaratan bahan baku cumi-cumi beku.
2
2 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi 2.1
2.1
bahan baku cumi-cumi b bahan baku cumi-cumi b ekueku
cumi-cumi segar yang belum mengalami pengolahan cumi-cumi segar yang belum mengalami pengolahan
3 Jenis 3 Jenis
Bahan baku yang digunakan adalah cumi-cumi (
Bahan baku yang digunakan adalah cumi-cumi (Loligo spp.Loligo spp.).).
4 Bentuk 4 Bentuk
Cumi-cumi utuh segar. Cumi-cumi utuh segar. 5 Asal
5 Asal
Bahan baku berasal dari perairan yang tidak tercemar. Bahan baku berasal dari perairan yang tidak tercemar.
6
6 Mutu Mutu bahan bahan bakubaku 6.1
6.1 Bahan baku Bahan baku bersih, bebas bersih, bebas dari setiap dari setiap bau yang bau yang menandakan pembusukan, menandakan pembusukan, bebas daribebas dari tanda dekomposisi dan pemalsuan, bebas dari sifat-sifat alamiah lain yang dapat tanda dekomposisi dan pemalsuan, bebas dari sifat-sifat alamiah lain yang dapat menurunkan mutu serta tidak membahayakan kesehatan.
menurunkan mutu serta tidak membahayakan kesehatan. 6.2
6.2 Secara Secara organoleptiorganoleptik k bahan bahan baku baku mempunyai mempunyai karakteristik karakteristik kesegarankesegaran -
- Kenampakan Kenampakan : : Utuh, Utuh, tidak tidak cacat, cacat, cemerlang.cemerlang. -
- BBaau u : S: Seeggaar r ssppeessiiffiik k jjeenniiss.. -
- TTekekssttur ur : : EElalaststisis, , ppaaddat at dadan n kkomompapakk..
7 Penyimpanan 7 Penyimpanan
Bahan baku disimpan dalam wadah dengan menggunakan es dengan suhu pusat bahan Bahan baku disimpan dalam wadah dengan menggunakan es dengan suhu pusat bahan baku 0 °C - 5 °C secara saniter dan higienis.