• No results found

RPP PARIWISATA PENGANTAR.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "RPP PARIWISATA PENGANTAR.docx"

Copied!
29
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1Pekanbaru Bidang Keahlian : Pariwisata

Mata Pelajaran : Pengantar Pariwisata Kelas / Semester : XI / 3

Materi Pokok : - Jenis dan Ciri Produk Serta Objek Pariwisata.

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti :

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

K1 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( gotong royong, kerjasama, toleran, damai ), responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K1 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab phenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

K1 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator :

1.1. Menghayati karuniaTuhan Yang Maha Esa, melalui pemahaman seluk beluk pariwisata dan mampu menjaga, melestarikan keutuhan jiwa raga manusia sebagai tindakan pengamalan menurut agama yang dianutnya.

2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami berbagai aspek terkait dengan pariwisata. 2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah ( jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli,

santun, ramah lingkungan, gotong royong ) dalam melakukan

(2)

2.3. Menunjukan perilaku cinta damai dan toleransi dalam membangun kerjasama sebagai wujud tanggungjawab dalam implementasi sikap kerja untuk melestarikan pariwisata.

3.2. Mendeskripsikan Jenis dan produk serta objek pariwisata.

Indikator :

 Menyebutkan pengertian produk pariwisata.

 Menyebutkan produk industri pariwisata.

 Menjelaskan jenis-jenis produk pariwisata.

 Menjelaskan unsur pokok yang membentuk produk industri pariwisata.

 Menjelaskan ciri-ciri produk industri pariwisata.

4.2. Mengevaluasi berbagai objek wisata yang ada di Indonesia

Indikator :

 Melakukan evaluasi objek wisata yang ada di Indonesia.

 Mempresentasikan objek wisata yang ada di Indonesia.

C. Tujuan Pembelajaran :

Melalui studi literatur, pengamatan, diskusi, praktek kelompok dan presentasi dengan menunjukkan rasa ingin tahu, disiplin , santun, teliti, jujur dan bertanggung jawab peserta didik mampu :

 Menyebutkan pengertian produk pariwisata.

 Menyebutkan produk industri pariwisata.

 Menjelaskan jenis-jenis produk pariwisata.

 Menjelaskan unsur pokok yang membentuk produk industri pariwisata.

 Menjelaskan ciri-ciri produk industri pariwisata.

 Menyebutkan jenis-jenis produk pariwisata.

 Melakukan evaluasi objek pariwisata.

 Mempresentasikan objek wisata yang ada di Indonesia.

D. Materi Pembelajaran :

 Produk pariwisata.

 Jenis-jenis produk pariwisata.

 Unsur pokok yang membentuk produk industri pariwisata.

 Ciri-ciri produk industri pariwisata.

 Objek-objek wisata yang ada di Indonesia.

E. Metode Pembelajaran :

(3)

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran : Media : Film/gambar dan brosur.

Alat Pembelajaran : Infocus, OHP.

Sumber Pembelajaran : 1. Bahan ajar Pengantar Pariwisata.

G Langkah-langkah Pembelajaran :

Pertemuan 1

Kegiatan Deskripsi Waktu

( Menit ) Pendahuluan

Inti

Penutup

 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran.

 Memotivasi peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari tentang objek pariwisata.

 Menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai dan menyampaikan cakupan materi serta penjelasan, uraian kegiatan sesuai silabus.

Mengamati :

 Melihat brosur objek pariwisata.

 Mengamati produk-produk pariwisata sekitar.

Mengekplorasi :

 Melakukan praktek membandingkan produk-produk pariwisata yang ada.

 Membimbing peserta didik membuat kesimpulan.

 Melakukan evaluasi ( penilaian dan refleksi ).

 Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan.

10

70

(4)
(5)

Pertemuan 2

Kegiatan Deskripsi Waktu

( Menit ) Pendahuluan

Inti

Penutup

 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran.

 Memotivasi peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

 Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai dan

menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian sesuai silabus.

Mengamati :

 Membaca bahan bacaan terkait jenis-jenis produk pariwisata.

Menanya :

 Membuat pertanyaan mengenai jenis-jenis produk pariwisata.

 Mengajukan pertanyaan tentang unsur pokok yang membentuk produk industri

 Membimbing peserta didik membuat kesimpulan.

 Melakukan evaluasi ( penilaian dan refleksi ).

 Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

10

70

(6)

Pertemuan 3

Kegiatan Deskripsi Waktu

( Menit ) Pendahuluan

Inti

Penutup

 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran.

 Memotivasi peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari

 Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai dan menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian sesuai silabus.

Mengeksplorasi :

 Membandingkan ciri-ciri produk pariwisata.

 Menemukan ciri-ciri produk pariwisata yang tak dapat ditimbun.

 Membimbing peserta didik membuat kesimpulan.

 Melakukan evaluasi ( penilaian dan refleksi ).

 Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan.

10

70

(7)

Pertemuan 4

Kegiatan Deskripsi Waktu

( Menit ) Pendahuluan

Inti

Penutup

 Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran.

 Memotivasi peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari

 Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai dan menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian sesuai silabus.

Mengasosiasikan :

 Melaporkan hasil percobaan dengan membandingkan objek wisata yang ada di Indonesia.

Mengkomunikasikan :

 Mempresentasikan hasil.

 Menyampaikan laporan.

 Membimbing peserta didik membuat kesimpulan.

10

70

(8)

 Melakukan evaluasi ( penilaian dan refleksi ).

 Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan.

H. Penilaian :

a. Jenis dan Teknik Penilaian.

No Jenis Penilaian Teknik Penilaian Waktu

1.

2.

3.

Sikap :

 Rasa ingin tahu.

 Disiplin.

 Santun.

 Bertanggung jawab.

 Teliti.

Pengetahuan :

 Pengertian produk pariwisata.

 Jenis produk pariwisata.

 Ciri-ciri produk pariwisata.

 Objek-objek pariwisata.

 Atraksi pariwisata.

Keterampilan :

 Melakukan evaluasi objek wisata yang ada di Indonesia.

 Mempresentasikan hasil evaluasi

 Observasi.  Tes tertulis.  Penugasan.  Praktek.  Unjuk kerja. Selama proses pembelajaran Setelah pembelajaran Pada akhir pertemuan 3 Selama proses. Penyelesaian

(9)

objek pariwisata yang ada di Indonesia.  Portofolio berbentuk laporan. 1 Minggu

b. Instrumen Penilaian dan Pedoman Penilaian. 1. PENILAIAN SIKAP

Pedoman Observasi Sikap Spiritual Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

(10)

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

(11)

Observasi Sikap Spritual

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ... N o Aspek Pengamatan Skor 1 2 3 4 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan

sesuatu

2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan

3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

4 Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan

5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan

(12)

Pedoman Observasi Sikap Disiplin

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Petunjuk Penskoran :

Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor

Skor Tertinggix 4=skor ak hir

Instrumen Observasi Sikap Disiplin

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ...

No Sikap yang diamati Melakukan

Ya Tidak 1 Masuk kelas tepat waktu

2 Mengumpulkan tugas tepat waktu 3 Memakai seragam sesuai tata tertib 4 Mengerjakan tugas yang diberikan 5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran

6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan

7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran 8 Membawa buku teks mata pelajaran

(13)

Pedoman Observasi Sikap Santun

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kesantunan. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap santun yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

Skor Maksimalx 4=skor ak h ir

Instrumen Observasi Sikap Santun

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ...

No Aspek Pengamatan Skor

1 2 3 4 1 Menghormati orang yang lebih tua

2 Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain

3 Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat

4 Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat teman

5 Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) saat bertemu orang lain

(14)

Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

Skor Maksimalx 4=skor ak h ir

Instrumen Observasi Sikap Tanggung Jawab Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ...

No Aspek Pengamatan Skor

1 2 3 4

1 Melaksanakan tugas individu dengan baik 2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan 3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat 4 Mengembalikan barang yang dipinjam

5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Jumlah Skor

(15)

Pedoman Observasi Sikap Jujur

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kejujuran. Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukan

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

Skor Maksimalx 4=skor ak h ir

Instrumen Observasi Sikap Jujur

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ...

No Aspek Pengamatan Skor

1 2 3 4

1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas 2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang

lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas

3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya 4 Melaporkan data atau informasi apa adanya

5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki Jumlah Skor

(16)

2. PENILAIAN PENGETAHUAN

Kompetensi yang akan dinilai : Pengetahuan Bentuk Penilaian : Tes Tertulis

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 Pekanbaru Mata Pelajaran : Pengantar Pariwisata

Kelas/Semester : XI / 3

Kompetensi Dasar dan Indikator :

3.2. Mendeskripsikan Jenis dan produk serta objek pariwisata.

Indikator :

 Menyebutkan pengertian produk pariwisata.

 Menyebutkan produk industri pariwisata.

 Menjelaskan jenis-jenis produk pariwisata.

 Menjelaskan unsur pokok yang membentuk produk industri pariwisata.

 Menjelaskan ciri-ciri produk industri pariwisata.

4.2. Mengevaluasi berbagai objek wisata yang ada di Indonesia

Indikator :

 Melakukan evaluasi objek wisata yang ada di Indonesia.

 Mempresentasikan objek wisata yang ada di Indonesia.

TUGAS - TUGAS :

Tugas Tertulis ( pertemuan 2 ) Esei :

1. Apa yang dimaksud dengan produk pariwisata ?. 2. Jelaskan 4 jenis produk pariwisata yang anda ketahui.

3. Penyediaan kamar hotel tidak dapat dikatakan produk industri ?. Jelaskan. 4. Jelaskan 2 ciri produk industri pariwisata.

Kunci Jawaban :

1. Semua jasa-jasa ( service ) yang dibutuhkan wisatawan semenjak dia berangkat meninggalkan rumah sampai di daerah tujuan wisata yang trelah dipilihnya sampai ia kembali ke rumah dimana biasanya dia tinggal.

(17)

2. 4 jenis produk produk pariwisata adalah : a. Jasa travel agent.

b. Jasa perusahaan angkutan. c. Objek wisata.

d. Jasa-jasa souvenir.

e. Akomodasi perhotelan, restoran, fasilitas rekreasi, hiburan dll.

3. Kamar hotel tidak dapat dikatakan produk industri pariwisata, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai produk industri perhotelan.

4. 2 ciri produk industri pariwisata diantaranya adalah :

1. Hasil atau industri pariwisata tidak dapat dipindahkan karena itu dalam penjualannya tidak mungkin produk dibawa ke konsumen sebaliknya konsumenlah yang harus ketempat produk.

2. Hasil atau produk industri pariwisata tidak dapat ditimbun seperti halnya terjadi pada industri barang lainnya dimana penimbunan hanya merupakan kebiasaan untuk meningkatkan permintaan.

Penugasan

Tugas Pertemuan 3

 Mencari gambar macam-macam objek wisata.

 Memberi keterangan pada setiap gambar objek wisata.

(18)

3. PENILAIAN KETERAMPILAN

Kompetensi yang akan dinilai : Keterampilan

Bentuk Penilaian : Unjuk Kerja dan Diskusi Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 Pekanbaru Mata Pelajaran : Pengantar Pariwisata

Kelas/Semester : XI / 3

Kompetensi Dasar dan Indikator :

4.2. Mengevaluasi berbagai objek wisata yang ada di Indonesia

Indikator :

 Melakukan evaluasi objek wisata yang ada di Indonesia.

 Mempresentasikan objek wisata yang ada di Indonesia.

Pedoman Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi :

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi. Berilah tanda pada kolom skor sesuai dengan kriteria sebagai berikut :

Ya : Apabila peserta didik menunjukkan aktivitas yang diamati. Tidak : Apabila peserta didik tidak menunjukkan keaktifan sesuai

dengan yang diamati.

Petunjuk Penskoran :

Jawaban yang diberi skornya 1 dan jawaban tidak diberi skornya 0. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

(19)

Instrumen Observasi Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ... N o Aspek Pengamatan Skor Ya Tidak 1 Menjelaskan materi dengan baik.

2 Memperhatikan penjelasan teman. 3 Bertanya kepada teman.

4 Bertanya kepada guru.

5 Mengerjakan tugas kelompok. Jumlah Skor

Pedoman Keaktifan Peserta Didik Dalam Unjuk Kerja :

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai Keaktifan Peserta Didik Dalam Unjuk Kerja. Berilah tanda pada kolom skor sesuai dengan kriteria sebagai berikut :

Ya : Apabila peserta didik menunjukkan aktivitas yang diamati. Tidak : Apabila peserta didik tidak menunjukkan keaktifan sesuai

dengan yang diamati.

Petunjuk Penskoran :

Jawaban yang diberi skornya 1 dan jawaban tidak diberi skornya 0. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Skor diperoleh

(20)

Instrumen Observasi Keaktifan Peserta Didik Unjuk Kerja

Nama Peserta Didik : ... Kelas : ... Tanggal Pengamatan : ... Materi Pokok : ... N o Aspek Pengamatan Skor Ya Tidak 1 Mengingat.

2 Menggunakan alat yang tepat. 3 Melakukan sesuai prosedur

(21)

PORTOFOLIO Tugas Portofolio 1:

- Melakukan evaluasi objek wisata yang ada di Indonesia.

- Mempresentasikan hasil evaluasi objek pariwisata yang ada di Indonesia.

 Tugas portofolio dibuat dengan sistematika :  Halaman Judul/Identitas

 Ringkasan Materi

 Data dan Analisis Evaluasi  Penyelesaian Tugas/Soal-Soal  Kesimpulan

Rubrik Penilaian Portofolio 1 : N

o Aspek Yang Dinilai Skor

1 Ringkasan Materi

2 Data dan Analisis Evaluasi 3 Penyelesaian Tugas/Soal-Soal 4 Perumusan Kesimpulan

Total Skor

Mengetahui

Kepala Sekolah Pekanbaru, 20 Juli 2015

Guru Bidang Studi

(22)

LAMPIRAN ( MATERI PEMBELAJARAN )

a. Pengertian Produk Pariwisata :

Pada umumnya yang dimaksud dengan Product dalam ilmu ekonomi adalah sesuatu yang dihasilkan melalui suatu proses produksi. Dalam pengertian ini ditekankan bahwa : Tujuan akhir dari suatu proses produksi tidak lain adalah suatu barang yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan manusia.

Sehubungan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia tadi, biasanya sistem perekonomian dikelompokkan atas tiga bagian besar, yaitu : Production,

Marketing dan Consumption.

Production adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertalian dengan penciptaan

suatu barang dan jasa dalam bentuk yang diinginkan. ( form utility ).

Marketing adalah suatu kegiatan dalam rangka penciptaan, tidak hanya

kegunaan tempat ( place utility ), kegunaan waktu ( time utility ) tetapi juga penciptaan kegunaan pemilikan ( possesion utility ).

Consumption, biasa juga disebut dengan istilah pemakaian, yaitu merupakan

maksud dan tujuan sistem ekonomi yang tidak lain ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Utility adalah kapasitas sesuatu barang atau jasa untuk dapat memenuhi

kebutuhan manusia. Sebenarnya tidak ada suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kapasitas itu, biasanya orang hanya membuat perkiraan ( asumsi ) bahwa kapasitas ( daya guna ) sesuatu barang tidak mengalami perubahan walaupun dalam bermacam-macam bentuk ( form ).

Jadi produk dihasilkan dengan proses pendayagunaan dan mempunyai nilai yang terbatas, karena kita ketahui bahwa barang-barang ekonomi sifatnya terbatas. Bila diambil suatu asumsi bahwa dalam hubungan antara permintaan ( demand ) suatu produk dan kapasitas sesuatu barang untuk dapat memenuhi kebutuhan ( utility ), maka menurut teori ekonomi klasik, permintaan itu akan banyak ditentukan oleh tingkah laku manusia sebagai konsumen..

Lancaster berpendapat bahwa teori klasik ini tidak memenuhi secara wajar. Teori

ini tidak memberikan kepuasan atas pertanyaan, mengapa barang-barang erat sekali kaitannya dengan konsumsi dibandingkan dengan yang lain-lain, atau kenapa barang-barang tidak dibeli semuanya oleh konsumen. Lancaster bertitik tolak t suatu cara pendekatan baru, dimana dikemukakan adanya beberapa kesulitan.

Sesungguhnya dari pendekatan tersebut dapat diambil gambaran yang lebih jelas dengan memperkuat asumsi yang memperhatikan batasan tentang produk sebagai :

1. Barang-barang tidak memberikan utility pada konsumen atau pemakai, hanya bentuk pemilikan dan jenisnya yang menimbulkan utility.

(23)

2. Secara umum, suatu barang akan dimiliki lebih dari satu orang dan banyaknya jenis akan ditentukan oleh lebih dari satu macam barang-barang tersebut.

3. Barang-barang secara bersama-sama dapat memiliki bentuk yang berbeda-beda, demikian pula bila ia dipisah-pisah.

Menurut pandangan mereka produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang merupakan suatu paket ( package ) yang satu sama lain tidak terpisah. Menurut mereka yang dimaksudkan dengan produk industri pariwisata adalah : “ Semua jasa-jasa ( service ) yang dibutuhkan wisatawan semenjak ia berangkat meninggalkanrumah sampai di daerah tujuan wisata yang telah dipilihnya sampai ia kembali ke rumah dimana biasanya ia tinggal “. Mereka berpendapat ada tiga unsur yang membentuk produk tersebut, yaitu :

1. Attraction of the destination including its image in the tourist mind.

2. Facilities at the destination which include accomodation, catering, entertainment and recreation.

3. Accessibility of the destination.

Bila ke tiga unsur di atas dikembangkan sesuai dengan urutannya, yaitu semenjak wisatawan meninggalkan tempat kediamannya sampai ditempat tujuan dan kembali ke rumah dimana biasanya ia tinggal, maka ada 8 ( delapan ) macam unsur pokok yang membentuk produk tersebut sehingga merupakan suatu paket, yaitu :

1. Jasa-jasa travel agent atau tour operator , yang memberikan informasi, advis, pengurusan dokumen perjalanan, perencanaan perjalanan itu sendiri pada waktu akan berangkat.

2. Jasa-jasa perusahaan angkutan ( darat, laut dan udara ) yabng akan membawa wisatawan dari dan ke daerah tujuan wisata yang telah ditentukannya.

3. Jasa-jasa pelayanan dari perusahaan : Akomodasi perhotelan, bar dan restoran, fasilitas rekreasi, entertainmen dan hiburan lainnya.

4. Jasa-jasa retail travel agent atau local operator tour yang menyelenggarakan

city sightseing, tours, excursion pada objek wisata dan atraksi wisata setempat.

5. Jasa-jasa transport lokal ( bus, taxi, coach bus ) dalam melakukan city

sightseing, tours, excursion pada objek wisata dan atraksi wisata setempat.

6. Objek wisata dan atraksi wisata yang terdapat di daerah tujuan wisata yang menjadi daya tarik untuk datang berkunjung kedaerah tersebut.

7. Jasa-jasa souvenir shop, dan handicraft serta shopping centre dimana wisatawan dapat berbelanja untuk membeli oleh-oleh dan barang-barang lainnya.

8. Jasa-jasa perusahaan pendukung seperti penjual postcards, perangko ( kantor pos ), penjual kamera dan film ( photo suppply ), penukaran uang ( money

changers dan bank ).

Dengan pengertian seperti diuraikan di atas, maka penyediaan kamar pada hotel tetatidak dapat dikatakan sebagai produk industri pariwisata, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai produk industri perhotelan. Demikian pula halnya dengan tempat duduk ( seat ) pada pesawat udara, tidak dapat disebut sebagai produk industri pariwisata, tetapi lebih tepat disebut sebagai produk industri pengangkutan. Demikan juga dengan travel agent, tour operator dan perusahaan lainnya.

(24)

Pengertian produk tersebut di atas sejalan dengan pengertian industri pariwisata yang kita kenal. Seperti kita ketahui, industri pariwisata sebagai suatu industri tidaklah berdiri sendiri, tetapi terdiri dari serangkaian perusahaan yang menghasilkan bermacam-macam jasa yang dibeli oleh wisatawan dalam bentuk paket ( package ).

Jadi tidak hanya satu macam jasa saja yang diperlukan dalam perjalanan wisata, tetapi diperlukan serangkaian jasa yang merupakan produk dari industri pariwisata. Itu pula sebabnya dalam kalangan kepariwisataan dikenal istilah paket wisata ( package tour ) yang berarti suatu rencana perjalanan wisata yang disusun secara tetap ( fix ) dengan biaya tertentu, dimana di dalamnya sudah termasuk biaya untuk menginap, angkutan, makan, sightseing, tour, transfer dan lain-lain yang semuanya digambarkan dalam suatu “ package iteneraries “ yang dibuat khusus untuk itu.

Kesimpulan kita ialah : Produk industri wisata tidak dapat dibagi-bagi, hasil itu haruslah merupakan suatu kesatuan yang bulat, sehingga hasil itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Analog dari uraian yang terakhir ini, maka produk industri pariwisata hendaklah merupakan jasa-jasa dari beberapa perusahaan, apakah perusahaan itu termasuk sarana pokok, sarana pelengkap atau sarana penunjang kepariwisataan.

b. Ciri-Ciri Produk Industri Pariwisata :

Dibawah ini dikemukakan beberapa ciri atau hasil produk industri pariwisata yang terpenting, diantaranya adalah :

1. Hasil atau produk industri pariwisata itu tidak dapat dipindahkan, karena itu dalam penjualannya tidak mungkin produk itu sendiri dibawa kepada konsumen namun konsumenlah yang harus dibawa ke tempat dimana produk itu dihasilkan.

2. Pada umumnya peranan perantara ( middlemen ) tidak diperlukan, karena proses produksi terjadi pada saat bersamaan dengan konsumsi. Satu-satunya perantara yang merupakan saluran ( chanel ) dalam penjualan jasa industri ini hanyalah travel agent atau tour operator saja.

3. Hasil atau produk industri pariwisata tidak dapat ditimbun seperti halnya pada industri barang lainnya. Hari Raya Galungan di Bali yang terjadi pada tanggal 15 Juli ( misalnya ) tidak akan dapat disaksikan seminggu kemudian.

4. Hasil atau produk industri pariwisata itu tidak mempunyai standar atau ukuran yang objektif seperti industri barang yang mempunyai dimensi panjang, lebar dan lainnya, disini hanya menggunakan patokan bagus, jelek atau puas tidaknya orang yang diberi pelayanan.

5. Permintaan ( demand ) terhadap hasil atau produk industri pariwisata tidak tepat dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor non-ekonomis. Terjadi kekacauan atau peperangan, bencana alam akan mengakibatkan permintaan berkurang. Sebaliknya bila musim liburan atau dengan kondisi normal permintaan akan meningkat sehingga terjadi kekurangan dalam supply.

(25)

6. Calon konsumen tidak dapat mencoba atau mencicipi produk yang akan dibeli nya. Dia hanya bisa melihat melalui brosur, slide, TV atau film yang dibuat khusus untuk itu.

7. Hasil atau produk industri pariwisata itu banyak tergantung pada tenaga manusia, sedikit sekali yang dapat digantikan mesin.

8. Dari segi pemilikan usaha, penyediaan produk industri pariwisata dengan membangun sarana kepariwisataan yang memakan biaya besar mempunyai tingkat resiko yang tinggi, karena perubahan eekalastis permintaan sangat peka sekali.

c. Objek Wisata Yang Ada di Indonesia :

Wisatawan akan datang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, bila di daerah tersebut terdapat daya tarik (tourism resources) bagi wisatawan tersebut untuk datang berkunjung ke daerah tersebut, antara lain:

1. Objek Wisata Alam

Objek wisata alam (nature) adalah yang terbentuk dari gejala-gejala alam dan dipelihara dengan memperhatikan keasliannya, walaupun ditambahkan dengan fasilitas umum. Wisatawan yang datang biasanya para pencinta alam.

Objek Wisata Telaga Remis – Cirebon

Sumber gambar: UJP-P4TK BP 2. Objek Wisata Buatan (Man-Made)

(26)

Masjid Agung di Medan Pura Taman Ayun di Bali

Objek wisata buatan manusia, seperti museum, monumen, situs bersejarah dan purbakala, gedung bersejarah, galeri seni dan budaya, pusat kegiatan seni dan budaya, taman dan hutan kota, cagar budaya, budidaya agro, flora dan fauna, tempat ibadah, bangunan arsitektural, bandara, pelabuhan dan stasiun, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

3. Atraksi Wisata

Tari Barong Bali Jalan-jalan naik gajah Pasar Terapung di Banjarmasin di Thailand

Atraksi wisata selalu dikaitkan dengan :

 Kekayaan budaya bangsa; peningkatan kepatuhan pada peraturan perundangan yang berlaku, norma dan nilai kehidupan masyarakat

(27)

 Jaminan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengelola, pengguna jasa/wisatawan, dan masyarakat

 Ketertiban dan harmonisasi lingkungan

 Nilai tambah dan manfaat yang luas bagi komunikasi lokal  Publikasi kegiatan pariwisata

4. Daya Tarik Suatu Daerah Tujuan Wisata

“Daya Tarik Wisata adalah sifat yang dimiliki oleh suatu objek berupa keunikan,keaslian, kelangkaan, lain daripada yang lain memiliki sifat yang menumbuhkan semangat dan nilai bagi wisatawan” (budpar).

Upacara adat Tari Perang Acara Bakar Batu

Sumber gambar: budpar Sumber gambar: budpar

Suatu daerah dikatakan memiliki daya tarik wisata bila memiliki sifat :

 Keunikan, contoh: bakar batu (di Papua), sebuah cara masak tradisional mulai dari upacara memotong hewan (babi) sampai membakar daging, sayuran dan umbi/talas yang disekam dalam lubang, ditutup batu, lalu dibakar, serta keunikan cara memakan masakan tersebut.

 Keaslian, alam dan adat yang dilakukan sehari-hari, dalam berpakaian dan kehidupan keluarga di mana seorang perempuan lebih mengutamakan menggendong babi yang dianggapnya sangat berharga daripada menggendong anak sendiri.

 Kelangkaan, sulit ditemui di daerah/negara lain.

Menumbuhkan semangat dan memberikan nilai bagi wisatawan.

Sebuah daerah dikatakan layak dikunjungi wisatawan bila ada tiga kegiatan yang dapat dilakukan di tempat tersebut, yaitu :

(28)

 Sesuatu yang dapat dilihat (something to see), seperti keindahan/keunikan alam, bangunan bersejarah, kesenian/budaya setempat.

 Sesuatu yang dapat dilakukan (something to do), seperti naik sampan, mencoba makanan tradisional, menari dengan penari lokal, naik kuda/gajah, dan lain-lain.

 Sesuatu yang dapat dibeli (something to buy), untuk memenuhi kebutuhan wisatawan untuk berbelanja, seperti souvenir dan kerajinan rakyat yang dianggap para wisatawan sebagai barang yang menarik sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal masing-masing.

Schema 5A

”5 A” seringkali dijadikan pertimbangan oleh perusahaan perjalanan wisata dalam menentukan suatu daerah tujuan wisata, yaitu :

1. Kemudahan untuk dikunjungi dan memiliki jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan (Accessibility)

Lokasi wisata yang layak, aman, nyaman, dan dapat dijangkau/ditempuh oleh wisatawan secara individu maupun rombongan dan adanya sarana penunjang transportasi, seperti kelayakan dan kenyamanan, serta keamanan jalan menuju lokasi. Kecuali bagi wisatawan

adventure, yang mampu menelusuri lokasi wisata dengan berjalan kaki, namun pada jarak tertentu. Transportasi: pesawat udara/kapal laut/kereta api/bus,

minibus, sedan, motor, sepeda, becak.

2. Kemudahan mendapatkan/ada tempat penginapan yang layak bersih dan ramah/menyenangkan (Accommodations).

(29)

Terdapat tempat untuk bermalam dan beristirahat yang layak, aman, dan memenuhi persyaratan kesehatan/sanitasi yang sehat. Di antaranya: hotel, resort, hostel, losmen, guest house, caravan, sewa tenda, ataupun rumah penduduk (sebagian fasilitasnya)

yang memang diperuntukkan bagi wisatawan. 3. Kemudahan melihat atraksi yang khas di lokasi wisata (Attraction)

Adanya atraksi atau objek wisata yang dikelola oleh pemerintah/masyarakat setempat yang layak serta aman

untuk dikunjungi wisatawan. Natural: pantai, laut, hutan alam, telaga, gunung. Man-Made: museum, candi,

taman, monumen. Culture: seni, adat, tempat bersejarah, situs.

4. Kemudahan dan adanya sarana fasilitas untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dan aman di daerah tersebut (Activities).

Adanya aktivitas yang layak dilakukan wisatawan dengan aman,dan dapat dipantau keselamatannya. Di antaranya: mendaki gunung, menyelam, ski, berenang, berjalan santai, menonton pertunjukan, santai menikmati

pemandangan dan kesejukan alam.

5. Fasilitas lain yang menunjang perjalanan wisata, seperti telepon, penukaran uang, toko souvenir, dan lain-lain. (Amenities)

Tersedianya fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh wisatawan seperti: bank, money changer, ATM, toko,

rumah makan, toilet yang memadai, kantor pos, cenderamata, pasar, jaringan internet, HP, telegram.

References

Related documents