• No results found

MODUL 1 - F2 - DA4 - UB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "MODUL 1 - F2 - DA4 - UB"

Copied!
44
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

D

D

A

A

FOUR

FOUR

2017

2017

JURUSAN ARSITEKTUR

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

F2

F2

AMANI

AMANI

  A Z I Z A H A N G G R A E N I

  A Z I Z A H A N G G R A E N I

D H E A

D H E A

A

A

D

D

I

I

  N O O R

  N O O R

H U S N A T U L I Z Z A T I L U T H

H U S N A T U L I Z Z A T I L U T H

V

V

I

I

A

A

INTAN

INTAN

  C E S A R A H

  C E S A R A H

A

A

Y U T A H A L E L E

Y U T A H A L E L E

IRENE

IRENE

  S E T I

  S E T I

A W

A W

A N I

A N I

KOORDINATOR

KOORDINATOR

Ir

Ir

.

.

HERU

HERU

SUFIANTO,

SUFIANTO,

M.Arch,.St

M.Arch,.St

,

,

P

P

.Hd

.Hd

P

P

J

J

K

K

J

J

o

o

n

n

o

o

W

W

a

a

r

r

d

d

o

o

y

y

o

o

,

,

S

S

.

.

T

T

,

,

M

M

.

.

T

T

F2

(2)
(3)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

MIXED-USE BUILDING

MIXED-USE BUILDING

 PENGERTIAN KANTOR SEWA

 PENGERTIAN KANTOR SEWA

KANTOR SEWA DI KOT

KANTOR SEWA DI KOTA MALANG

A MALANG

 PENGERTIAN MALL

 PENGERTIAN MALL

 MALL DI KOTA MALANG

 MALL DI KOTA MALANG

 KONSEP CITY WALK PADA MALL DAN GREEN

 KONSEP CITY WALK PADA MALL DAN GREEN

ARCHITECTURE

ARCHITECTURE

SITE SPESIFIC

SITE SPESIFIC

 TINJAUAN KOTA MALANG

 TINJAUAN KOTA MALANG

 TINJAUAN KAWASAN DAN TAPAK

 TINJAUAN KAWASAN DAN TAPAK

 INFORMASI TAPAK

 INFORMASI TAPAK

LINGKUNGAN

LINGKUNGAN SEKITAR T

SEKITAR TAPAK

APAK

 PENCAPAIAN MENUJU TAPAK

 PENCAPAIAN MENUJU TAPAK

 UTILITAS SEKITAR TAPAK

 UTILITAS SEKITAR TAPAK

 MATAHARI DAN PEMBAYANGAN

 MATAHARI DAN PEMBAYANGAN

  TOPOGRAFI

  TOPOGRAFI

 VEGETASI SEKITAR TAPAK

 VEGETASI SEKITAR TAPAK

ANGIN DAN KEBISINGAN

ANGIN DAN KEBISINGAN

SITE REGULASI

SITE REGULASI

 PERATURAN PERUNTUKAN LAHAN

 PERATURAN PERUNTUKAN LAHAN

PERATURAN TERKAIT TAP

PERATURAN TERKAIT TAPAK

AK

 SKYLINE

 SKYLINE

 PARKIR

 PARKIR

 RUANG TERBUKA HIJAU DAN NON HIJAU

 RUANG TERBUKA HIJAU DAN NON HIJAU

SITE ISSUE

SITE ISSUE

TITIK BANJIR DAN GEN

TITIK BANJIR DAN GENANGAN

ANGAN

 TERMINAL BAYANGAN

 TERMINAL BAYANGAN

 PARKIR ON STREET

 PARKIR ON STREET

 KEMACETAN

 KEMACETAN

PEDAGAN

PEDAGANG KAKI LIMA

G KAKI LIMA

 SIGNAGE

 SIGNAGE

 CITRA KAWASAN

 CITRA KAWASAN

 VITALISTAS KAWASAN

 VITALISTAS KAWASAN

STUDI

STUDI KOMP

KOMPARASI

ARASI

 THE PARK MALL SOLO

 THE PARK MALL SOLO

 JAY OFFICIAL BUILDING

 JAY OFFICIAL BUILDING

PERKIRAAN BIAYA

PERKIRAAN BIAYA

LAHAN DAN BANGUNAN

LAHAN DAN BANGUNAN

(4)

P E N D A  

(5)

PENGERTIAN MIXED USE BUILDING PENGERTIAN MIXED USE BUILDING

Mix

Mix use use buibuildilding ng adaadalah lah proproyek yek reareal l etetalasalasee yang relat

yang relative besar ive besar (deng(dengan rasio area lantai terdan rasio area lantai terdiriiri dari tiga atau lebih) yang terkarateristik tiga atau lebih dari tiga atau lebih) yang terkarateristik tiga atau lebih penggunaan bangunan revenue seperti retail, office, penggunaan bangunan revenue seperti retail, office,

resed

resedintiintial, hotel dan rekral, hotel dan rekreasi yaneasi yang g daladalam proyem proyekk

pe

pererencncananaanaannynya a akakan an salinsaling g beberhrhububunungagan n dadann ber

bergangantuntung satu samg satu sama a lainlainnynya. Dena. Dengan fugan fungsngsi dani dan bentuk fisik yang terintegrasi dari komponen proyek, bentuk fisik yang terintegrasi dari komponen proyek, termasuk jalur pedestrian yang ti

termasuk jalur pedestrian yang ti dak terpotong.dak terpotong. (Mike Jenk, 1996)

(Mike Jenk, 1996)

MIXED-USE BUILDING

MIXED-USE BUILDING

CIRI-CIRI MIXED USE BUILDING CIRI-CIRI MIXED USE BUILDING

 Mewadahi dua fungsi urban aMewadahi dua fungsi urban atau lebih tau lebih misalnya misalnya terdiriterdiri da

dari reri retatailil, , peperkrkanantotoraran, hunn, huniaian, n, hohotetel, dal, dann entertainment / cultural / recreation.

entertainment / cultural / recreation.

 TTerjadi integrerjadi integrasi dan sineasi dan sinergi fungsiorgi fungsional.nal.

 TTerdapat ketergerdapat ketergantungan kebutuhan antara masing-antungan kebutuhan antara masing-masi

masing fungsi bangunng fungsi bangunan yang an yang memmemperkuperkuat sinergat sinergii dan integrasi antar fungsi

dan integrasi antar fungsi tersebuttersebut

KELEBIHAN MIXED USE BUILDING KELEBIHAN MIXED USE BUILDING

 MeMembmbererikikan an kekelelengngkakapapan n dadan n kekemumudadahahann ffasasililititas as papada da babangngununan an huhuninian an dadan n babagigi pengunjungnya.

pengunjungnya.

 EfEfisieisiensi nsi perpergergerakaakan. n. DenDengan gan penpengelgelompompokaokann

be

berbrbagagai ai fufungngsi si dadan n akaktitivivitatas s dadalalam m susuatatuu

super

superblok blok beraberarti rti terdterdapat apat efisiefisiensi ensi pergpergerakkerakkanan bagi penggunaan bangunan tersebut.

bagi penggunaan bangunan tersebut.

 VVititalalititas as ddan an gengenereratator or pperertutumbmbuhuhanan.. Pembangunan superblok pada salah satu bagian Pembangunan superblok pada salah satu bagian ko

kota ta berberpotpotensensi i menmeningingkatkatkan kan perpertumtumbuhbuhanan kaw

kawasaasan sekn sekitaitarnrnya seya sebagbagai reai respospon n terterhadhadapap kebutuhan layanan bagi para pengguna bangunan kebutuhan layanan bagi para pengguna bangunan

tersebut. tersebut. TUJUA

TUJUAN MIXED USE N MIXED USE BUILDINGBUILDING

 Efisiensi dan eEfisiensi dan ekonomis dalam penkonomis dalam pengadaan insfrgadaan insfratrukturatruktur

dan utilitasnya. dan utilitasnya.

 Perbaikan Perbaikan sistem sistem transportasi.transportasi.

 MeMembmbererikikan an kkererananggka ka yyanang g flfleeksksibibeel l uunntutukk perancangan bangunan dan lingkungan nya.

perancangan bangunan dan lingkungan nya.

 MeMengngelelimimininasasi i ruruanang-g-ruruanang g mamatti, i, sesehhininggggaa pe

pengnggugunanaan an lalahahan n lelebibih h efefekektitif f dadan n eefifisisienen,, pelay

pelayanan anan kebkebutuhautuhan n lebih lebih mudahmudah, , dan dan lingklingkungaungann menjadi lebih nyaman dihuni.

(6)

Menurut   Hunt, W.D. dalam Marlina 2008, kantor sewa adalah suatu bangunan yang mewadahi transaksi bisnis dan pelayanan secara profesional. Lebih lanjut Marlina (2008:116) memaparkan bahwa kantor sewa merupakan suatu fasilitas perkantoran yang berkelompok dalam satu bangunan sebagai respon terhadap pesatnya pertumbuhan

ekonomi khususnya di kota-kota besar (perkembangan industri,

bangunan/konstruksi, perdagangan, perbankan, dan lain-lain).

Adanya bangunan kantor sewa merupakan respon dari fakta akan tingginya kebutuhan ruang di area-area dengan nilai lahan yang tinggi. Hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor:

1. Tingginya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut 2. Tingginya harga lahan

3. Persebaran pembangunan yang kurang merata

dalam suatu wilayah

Malang merupakan salah satu kota yang memiliki potensi besar anak muda kreatif. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya startup digital dan semakin maraknya aktivitas komunitas digital di kota ini. Dengan pertimbangan tersebut, Malang menjadi salah satu kota yang tepat

untuk mengembangkan industry kreatif ini.

Industri kreatif terus mengalami pertumbuhan yang sangat baik di Indonesia, terlebih industri kreatif digital yang dalam beberapa tahun

terakhir mengalami pertumbuhan tertinggi hingga 16% per tahun.

Malang dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki banyak lembaga pendidikan berkualitas dan komunitas-komunitas anak muda kreatif, diyakini bahwa industri kreatif digital di Kota Malang akan tumbuh baik dengan modal tersebut, Kantor sewa nanti bisa menjadi   pusat interaksi peminat dan pelaku industri kreatif digital   yang bertujuan menciptakan bibit-bibit digitalpreneur yang selanjutnya siap masuk ke industri.

KEBUTUHAN KANTOR SEWA DI KOTA MALANG

2

(7)

COWORKING SPACE DI KOTA MALANG

GARTEN HOUSE MALANG Coworking space sekaligus meupakan café, yang

dikembangkan di sebuah halamn rumah di Kota Malang yang bisa menampung 10-15 orang

NGALUP.CO

Coworking space yang menyediakan event hall untuk lebih kurang 100 packs, meeting room 25packs dan juga

coworking space 30orang.

Ruang Perintis Coworking space bisa disewa perorangan ataupun komunitas dengan jumlah lebih kurang 30 orang Malang Digital COre

Dikembangkan oleh universitas Ma Chung sebagai wadah untuk kegiatan

mahasiswa/umum, yang bisa menampung hingga 70 orang Malang Digital Lounge

Dikembangkan oleh PT Telkom sebagai wadah industry kreatif dan digital di Kota Malang, meneydiakan fasilitas coworking space, meeting room dan class room yang dapat disewa oleh masyarakat umum

(8)

Green park mall 

  adalah sekelompok produsen ataupun pertokoan yang dikelola oleh suatu manajemen pusat, yang di menyewakan unit-unit pad

aprodusen atau pedagang yang menjual barang-barang, makanan atau alat-alat

untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan konsep rahmah lingkungan. Yang memiliki multi fungsi selain sebagai pusat perbelanjaan juga sebagai pusat rekreasi keluarga

MALL/ SHOPING CENTER

KEBUTUHAN MALL DI KOTA MALANG

Kota Malang menjadi kota metropolitan kedua di Jawa Timur, Kota Malang butuh lebih banyak pusat berkumpul masyarakat baik dalam bentuk area terbuka hijau maupun area tertutup seperti mall dan pusat perbelanjaan lainnya. Jumlah pendatang kota Malang yang cenderung meningkat, menjadikan Kota Malang sebagai area yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan pusat perbelanjaan seperti Mall. Terlebih,

Mall yang ada di Malang belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di Malang konsep Mall cukup tertutup, belum adanya mall yang memiliki konsep City Walk dengan mengedepankan keramahan lingkungan. Selain itu, belum adanya mall grade A di kota Malang menjadi sebuah peluang besar jika dikemudian hari dibangun Mall grade A sebagai daya Tarik untuk lebih banyaknya pendatang kekota Malang sehingga mampu meningkatkan nilai perkenomoian kota Malang

Mall   Adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa

departement store besar sebagai daya tarik dari retail-retail kecil dan rumah

makan dengan tipologi bangunan seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yang merupakan unsur utama dari sebuah pusat perbelanjaan (mall), dengan fungsi sebagai sirkulasi dan sebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antar pengunjung dan pedagang (Maitland dalam Marlina, 2008:215)

(9)

MALL DINOYO CITY

Merupakan Mall baru dikawasan Dinoyo yang teridir 4 lantai. Mall dinyoo city termasuk kategori mall Neigbourhood Shopping Centre dengan luas areal antara 2.720 –

9.290 m2.

HARTONO ELEKTRONIKA Merupakan mall khsuus barang elektronik yang termasuk dalam  jenis Neighborhood Shoping Center Malang Plaza Termasuk kategori  jenis neighborhood shoping center dengan tinggi 3 lantai PLAZA ARAYA

Merupakan Mall baru dikawasan elite araya dengan jenis

Community Shopping center MX MALL - MATOS

Mall dikawasan veteran ini merupakan mall yang strategis dekat dengan kamus brawijaya, dengan  jumlah 4 lantai

termasuk ada kategori Community Shopping Center

(10)

S I T E

(11)

KEADAAN GEOGRAFIS

Ketinggian : 440 – 667 meter diatas permukaan air laut

Letak astronomis : 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan

PETA KOTA MALANG

KEPADATAN PENDUDUK

Wilayah Malang Raya yang berpenduduk sekitar 4 juta jiwa, dengan peningkatan jumlah penduduk 5-10% setiap tahunnya oleh

mahasiswa baru atau banyaknya pendatang yang menetap di Malang

TINJAUAN KOTA MALANG

KEADAAN GEOLOGI

Keadaan tanah dan batas-batas wilayah Kota Malang antara lain : 1.Bagian selatan   termasuk dataran tinggi yang cukup luas,cocok untuk industry. Berbatasan dengan   Kecamatan

Tajinan dan Kecamatan Pakisaji

2.Bagian utara   termasuk dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian. Berbatasan dengan Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso

3.Bagian timur    merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang kurang subur. Berbatasan

dengan   Kecamatan Pakis dan

Kecamatan Tumpang

4.Bagian barat    merupakan dataran tinggi yangf amat luas menjadi daerah pendidikan. Berbatasan dengan   Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Kota Malang memiliki   jenis tanah andosol yang

memiliki sifat peka erosi dan memiliki kemiringan 15%

(12)

KEADAAN GEOGRAFIS

Luas area : 2.089,51 Ha. Ketinggian : 200-499 mdpl . Tingkat kemiringan : 2-50%

Suhu minimum : 20 derajat celcius Suhu maksimum : 28Celcius

Curah hujan rata-rata : 2.71 mm. KEADAAN GEOLOGI

Batas kecamatan Lowokwaru Utara : Karangploso

Timur : Kecamatan Blimbing. Selatan : Kecamatan Klojen. Barat : Kecamatan Dau,

Kecamatan Lowokwaru juga menjadi

perlintasan beberapa sungai, di antaranya Sungai Brantas, Sungai Bango, Sungai Amprong, Sungai Mewek, Sungai Kajar dan Sungai Metro. Selain itu, di beberapa titik juga masih terdapat area persawahan, tegalan dan perkebunan.

TAPAK

Jalan Soekarno Hatta termasuk dalam

 jenis Jalan Kolektor Primer dengan luas jalan

17 meter dan dapat diakses dua jalur kendaraan. Kepadatan kendaraan yang meilintasi Jalan Soekarno hatta terbilang ramai karna Jalan Soekarno Hatta merupakan satu-satunya jalan dari Batu atau pusat Kota Malang menuju Bandara, Terminal Arjosari ataupun menuju Surabaya.

Dengan panjang koridor jalan m, Jalan Soekarno hatta dipadati oleh bangunan

Rumah-Toko disepanjang Kanan dan Kiri

 jalannya yang banyak menawarkan wisata kuliner. Selain itu, beberapa bangunan public  juga terdapat di sepanjang jalan Soekarno Hatta, mulai dari apartment Everyday, Politeknik Negeri Malang, Vihara, Taman Kriday Budaya, Rumah Sakit Ub dll.

Tapak terleteak di Koridor Jalan Soekarno Hatta, dengan luasan 21,000 m2 dibatasi langsung oleh trotoar dengan jalan soekarno hatta diarah barat laut, dan berbatasan dengan Jalan Semanggi Timur arah timur laut, berbatasan dengan lahan kosong dan ruko diarah Barat Daya dan Tenggara

Tapak ditentukan berdasarkan 3 factor,

yang pertama kondisi geografis yang strategis sebagai “gerbang”masuk dan keluar dari dan menuju Kota Malang, factor kedua adalah Jalan Soekarno Hatta dekat dengan beberapa perguruan tinggi besar di Kota Malang, dan yang ketiga adalah alasan nilai investasi yang cukup besar dan menjanjikan di koridor jalan Soekarno

Hatta jika dibangun Kantor dan

Mall/Shopping center

TINJAUAN KAWASAN DAN TAPAK 

(13)

INFORMASI TAPAK 

Total Luas : 22,843,11 m²

Luas yang Dapat Terbangun (KDB=80%):

18.274.488 m²

Bentuk dari tapak ialah persegi panjang. Letak tapak berada di hook jalan antara jalan Soekarno Hatta dengan Jalan Semanggi Timur. Total Luas Keseluruhan: 22.652,24 M2. Untuk kemiringan pada tapak <1% yang

berarti tapak cenderung relatif datar.

BENTUK TAPAK

UKURAN TAPAK

BATAS TAPAK

Lokasi tapak berada di Mal ang bagian Utara. Tapak berbatasan dengan :

• Utara : Jalan Semanggi Timur • Timur : Jalan Andong

• Selatan : Ayam Penyet Suroboyo • Barat : Jalan Soekarno-Hatta

(14)

LINGKUNGAN SEKITAR TAPAK 

Rumah Sakit UB

Perumahan Griya Shanta

Everyday Apartment

Taman

Krida

Budaya

Vihara

Politeknik Negeri Malang

Universitas

(15)

Dari Bandara Abdurrahman Shaleh, Terminal Arjosari, Surabaya melalui jalan Soekarno Hatta

Dari Kota Batu

Melalui Jalan MT Haryono Dari Alun alun Merdeka Malang

melalui jalan Mayjend Panjaitan Dari Stasiun, Terminal Gadang

Melalui Jalan Mayjend Panjaitan

Dari Alun alun Merdeka Malang, Stasiun, Terminal Gadang melalui jalan Mayjend Panjaitan

Dari Sardo Swalayan

Melalui Jalan gajayana

PENCAPAIAN MENUJU TAPAK 

Sirkulasi kendaraan dapat dilalui melalui Jl. Soekarno Hatta dengan lebar tiap lajur 8 meter

selain itu dapat melalui Jl.

Semanggi Timur selebar 5 meter, dan Jl. Andong dengan lebar 4 meter.

(16)

Akses dari tapak menuju Bandara dan sebaliknya dengan jarak 12km dengan waktu tempuh 24 menit

Akses menuju Stasiun

Baru Kota Malang dengan jarak 5,1 km dan waktu tempuh 11 menit

Akses menuju stasiun Terminal Arjosari dengan jarak 15 menit, 5,2 km

Akses menuju pusat kota Malang (Alun-alun

Merdeka) dengan jarak

5,1 km dan waktu tempuh 10 menit

Akses menuju Universitas Brawijaya dengan jarak 650 m dan waktu tempuh 2 menit

Akses dari tapak menuju Polinema dan sebaliknya dengan

 jarak 150m dengan

waktu tempuh 1 menit

PENCAPAIAN KE TAPAK 

Sirkulasi bagi pejalan kaki dapat dilalui melalui Jalan Soekarno Hatta yang memiliki jalur

pedestrian ways pada

masing-masing sisi kiri bahu jalan. Sedangkan pada jalur lain tidak ada pedestrian ways bagi pejalan kaki

Sirkulasi kendaraan dapat dilalui melalui Jl. Soekarno Hatta dengan lebar tiap lajur 8 meter selain itu dapat melalui Jl. Semanggi Timur selebar 5 meter,

dan Jl. Andong dengan lebar 4 meter.

KSES SIRKUL SI PEJ L N K KI

(17)

Sedangkan kebutuhan air pada tapak berdasarkan fungsi yang mengacu pada standar adalah: - Mall 50 liter/unit/hari

- Kantor 57 - 125 liter/hari

Dengan demikian maka

dibutuhkan sistem pengelolaan air bersih pada tapak sebagai berikut.

UTILITAS SEKITAR TAPAK 

Rencana Detil Tata Ruang Kota

Sub Pusat Malang Utara tahun 2012-2032

Tapak berada pada area normalisasi

yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sehingga memberi nilai positif pada tapak. Adapun yang dimaksud dengan perbaikan / normalisasi menurut RDTRK Sub Pusat Malang Utara adalah :

-Peningkatan mutu konstruksi

saluran drainase,

khususnya pada saluran drainase di  jalan  –   jalan utama lingkungan

permukiman.

-Membersihkan saluran drainase dari sampah dan timbunan tanah dengan pengerukan.

Sistem pewadahan yang digunakan adalah sistem tercampur yang artinya tidak ada

pemisahan sampah basah dan

kering. Sistem pengelolaan sampah ini terdapat di lingkungan permukiman, baik dengan kepadatan tinggi maupun dengan kepadatan rendah. TPS terdekat dari tapak adalah TPS Tunggulwulung dengan jarak 1,3

km dari tapak dan bisa ditempuh

dalam waktu 4

menit oleh mobil pengangkut sampah.

Sampah dari TPS selanjutnya akan diangkut

ke TPA yang terdapat di kecamatan sukun dan akan diolah dengan sistem

sanitary landfill.

(18)

PLN sebagai sarana utama sistem distribusi listrik melalui sistem jaringannya biasanya menyediakan

sistem tegangan menengah (20ribu Volt)

Travo

LVMDP (Low VoltageDistribution Panel) GENERATOR

sub distribusi

MDP (Main Distribution Panel)

Outlet Pemakai

(stop kontak, lampu, dll)

Menurut RDTRK Sub Pusat Malang Utara pelayanan telepon telah menjangkau Sub Pusat Malang Utara khususnya di sepanjang jalan - jalan utama, pusat-pusat perdagangan dan pemerintahan. Perkiraan kebutuhan penambahan sambungan telepon hingga tahun 2032 di wilayah perencanaan adalah 44.616 sambungan.

Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat

disimpulkan bahwa untuk penambahan jaringan telepon pada jalan utama

(Sukarno Hatta) sudah diperkirakan oleh pemerintah sehingga tidak ada masalah untuk pemasangan jaringan telekomunikasi

pada tapak.

UTILITAS SEKITAR TAPAK 

Rencana Detil Tata Ruang Kota

Sub Pusat Malang Utara tahun 2012-2032

(19)

MATAHARI DAN PEMBAYANGAN

Pada

cahaya dari arah timur pada kawasan perumahan pada sisi timur tapak mulai terbayangi

Pada

cahaya dari arah timur tapak tidak terbayangi oleh bangunan sekitar   Pukul   Pukul Pada cahaya sejajar dengan kepala kita, yang dimana bangunan sekitar tidak membayangi area tapak. Pada bayangan yang dihasilkan dari pancaran sinar matahari dari arah barat pun tidak membayangi area tapak karna lingkungan sekitar sebagian besar perumahan yang bangunanya hanya 5-9 Meter.   Pukul 12   P

Pada tapak terbayangi dengan bangunan sekitar seperti polinema dengan ketinggian bangunan 12-15 Meter, serta Apartement Suhat dengan ketinggian bangunan 60 Meter Dan perumahan disekitar tapak.

TOPOGRAFI TAPAK 

Lahan pada sekitar Jalan Sukarno-Hatta memiliki kemiringan kurang lebih

4.2% dari tapak menuju

lereng pada tepi Sungai Brantas. Sedangkan pada tapak, lahan cenderung memiliki kontur yang tidak signifikan erbedaannya dan datar, yaitu 0,5 mdpl.

POTONGAN A-A’

POTONGAN B-B’

TAPAK TAPAK

(20)

VEGETASI SEKITAR TAPAK 

Pada area sebelah barat terdapat Pohon asam jawa yang dimana pohon tersebut memiliki ketinggian ± 5-6 meter.

Untuk Jarak antar Pohon asam jawa tersebut ± 4 meter.

Pada tapak tersebut Pohon ini berfungsi sebagai pohon peneduh dengan diameter tajuk ± 2 meter, pohon ini berfungsi sebagai pohon peneduh pada jalan raya. Selain itu terdapat pohon tanjung, pohon ini berfungsi sebagai pohon pembatas jalan (median jalan) yang dapat terlihat area disekitarnya lebih tertata. Pohon Tanjung memiliki

ketinggian 5 meter.

POHON TANJUNG

POHON ASAM JAWA

TANAMAN PERDU

POHON ASAM JAWA

PERDU

(21)

 ANGIN DAN KEBISINGAN

Berdasarkan data dari BMKG Kota Malang akan mengalami hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan 5-40 km/jam. Arah angin yaitu dari selatan menuju timur laut.

Berdasarkan hasil survey mandiri, data kebisingan yang

diperoleh pada sekitar tapak adalah sebagai berikut:

data yang bisa diukur pada tapak terdapat pada area barat laut dan tenggara tapak

Barat Laut: berasal dari ruas Jl. Soekarno Hatta

Tenggara : lingkungan jalan

perumahan & Viva Futsal

Berdasarkan analisis tersebut maka zona 1 & zona 2 termasuk zona dengan tingkat kebisingan yang mengganggu untuk bangunan perkantoran (>60dB) dan bangunan hunian (>55dB), maka untuk mengurangi kebisingan tersebut dapat

ditanggulangi dengan cara

1. Menciptakan barrier kebisingan. Barrier kebisingan dapat diciptakan dengan vegetasi yang dapat menyerap kebisingan seperti Bambu Jepang.

2. Menciptakan ruang dengan perbedaan ketinggian. Menciptakan perbedaan elevasi lahan pada tapak dapat mengurangi dampak dari kebisingan yang dibuat oleh sumber kebisingan

3. Penggunaan material eksterior yang dapat menyerap

kebisingan.

(22)

S I T E

(23)

PERATURAN PERUNTUKAN LAHAN

Perda tahun 2011 tentang RTRW) Pasal 20:   Sub pusat pelayanan kota

Fungsi Kecamatan Lowokwaru:

a) Pelayanan primer : pendidikan,   perdagangan dan jasa,industri besar/menengah dan kecil serta wisata budaya;

b) Pelayanan sekunder : perumahan, perkantoran, fasilitas umum, dan ruang terbuka hijau

Pasal 50 ayat (7): Pengembangan kawasan perdagangan baru Pengembangan   Malang Trade Centre   diarahkan pada sub wilayah Kota Malang Utara yaitu di antara Mojola ngu dan Tunjungsekar atau kawasan LIK dan  Jalan Sukarno Hatta  ke arah utara sampai Tasikmadu  –

Karangploso, serta kawasan Pasar Blimbing

Pasal 66 Ayat (4)

KDB = 90 - 100 % KLB = 1 - 3,0

TLB = 4 - 20 lantai, dan termasuk  sistem parkir di dalam bangunan (off street );

(2) Peraturan Zonasi wilayah perkantoran:

a. pengaturan kapling dengan ukuran minimum 75 m2 (untuk swasta) dan 1.000 m2 (untuk bangunan pemerintahan);

b. kepadatan bangunan untuk swasta maksimum 80 unit/ha, dan minimum 7 unit/ha untuk bangunan pemerintah;

c. menyediakan lahan parkir dengan minimum 10% dari luas kapling atau kawasan; d. menyediakan ruang terbuka hijau minimum 10% dari luas kawasan;

e. mendiakan ruang terbuka non hijau; baik berfungsi untuk kepentingan publik maupun kepentingan ekonomi (seperti perdagangan informal); dan

f. menyediakan jalur pejalan kaki dengan lebar minimum 1,5 m. Pasal 68

Ketentuan kegiatan perkantoran

a. menyediakan lahan untuk menampung menampung aktivitas pegawai seperti lahan parkir, kantin, dan lain lain;

b. menyediakan lingkungan yang sehat, nyaman, selamat, aman dan asri yang didukung oleh prasarana, sarana, dan utilitas minimum;

c. pembangunan hunian dapat diizinkan pada kawasan perkantoran;

d. kegiatan perdagangan dan jasa pada kawasan perkantoran dibatasi;

e. pada kawasan perkantoran, suatu persil dapat diadakan perubahan struktur bangunan yang akan digunakan.

(24)

Peruntukan lahan ( RDTR Sub BWP Mal ang utara) Jalan kolektor primer   GSB 7.5-15 meter .  Jalan kolektor primer meliputi Jalan Borobudur, Jalan Soekarno Hatta, Jalan MT. Haryono dan Jalan

Tlogomas;

Peraturan pedestrian:

PERDA Kota Malang Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung

Ditentukan jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP): d. kantor 1,5  – 3,5 SRP untuk setiap 100m2 luas lantai efektif 

g. hotel/penginapan 0,2 - 1,0 SRP untuk setiap kamar

 j. jenis bangunan gedung lainnya disamakan

dengan jenis/fungsi bangunan gedung yang setara

PERATURAN TERKAIT TAPAK 

Standar kebutuhan ruang parkir (RDTR Sub bwp malang utara)

• PERDA Kota Malang Tahun 2012 Tentang Bangunan

Gedung

Ditentukan jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP):

d. kantor 1,5  – 3,5 SRP untuk setiap 100m2 luas lantai

efektif 

Tipe Pengembangan

Parkir di persil Bangunan (off street )

Untuk : - Mall

- Gedung Pertemuan (Hall) - Kampus

- Masjid, Gereja - Rumah Sakit - Industri

- Sarana Olah raga indoor 

STANDAR TEKNIS PRASARANA RUANG PEJALAN KAKI Lebar efektif minimum jaringan pejalan kaki berdasarkan

kebutuhan orang adalah 60 centimeter ditambah 15 centimeter untuk bergoyang tanpa membawa barang, sehingga kebutuhan total minimal untuk 2 (dua) orang pejalan kaki berpapasan menjadi 150 centimeter. Untuk arcade dan   promenade  yang berada di daerah pariwisata dan komersial harus tersedia area untuk   window shopping atau fungsi sekunder minimal 2 meter.

(25)

Pada sekitar tapak terdapat bangunan ruko dengan ketinggian rata  – rata 2 lantai, rumah penduduk dengan rata rata ketinggian 1-2 lantai dan

terdapat bangunan dengan

ketinggian 3 lantai.

Pada

  zona 1

, skyline terbentuk dari beberapa bangunan took dengan ketinggian rata rata 1-2 lantai.

SKYLINE

Pada

 zona 2

, skyline yang terbentuk dari bangunan

toko dengan ketinggian rata rata 2 lantai dan rumah tinggal dengan ketinggian rata rata 1-2 lantai.

Pada

  zona 3

, skyline yang terbentuk dari bangunan tk iqro dengan ketinggian 3 lantai dan rumah tinggal dengan ketinggian 2 lantai. Tetapi ada bagian yang skyl inenya tidak jelas.

(26)

PARKIR DAN RUANG TERBUKA HIJAU

Pada RDTR Kota Malang, pusat perbelanjaan harus menyediakan parkir di dalam (off street) dan pada kegiatan perkantoran hendaknya menyediakan area parkir kendaraan disesuaikan dengan luas peruntukan yaitu dengan perbandingan setiap 60% lantai kotor harus menyediakan tempat parkir dengan luas 25% untuk mobil dan untuk sepeda motor yaitu seluas 30% dari luas seluruh kebutuhan parkir

kendaraan.

PARKIR SEKITAR TAPAK

Pada RDTR Kota Malang penyediaan ruang terbuka hijau yaitu seluas 30% dari total luas lahan keseluruhan.

RUANG TERBUKA HIJAU

Ruang Terbuka Non Hijau terdiri dari Ruang Terbuka Perkerasan (paved) pada area sekitar tapak.

(27)

S I T E

(28)

Saat hujan air cenderung tidak menggenang karena tapak tidak memilik i kontur yang curam atau bagian yang mencekung sehingga tidak menimbulkan potensi genangan air.Disamping itu terdapat jalur sungai yang tidak terlalu lebar yang bisa sebagai saluran air ketika hujan dari dalam tapak ataupun lingkungan sekitar.

TITIK BANJIR/GENANGAN

TERMINAL BAYANGAN

Kawasan Jalan Sukarno Hatta yang merupakan jalan Kolektor Primer dan jalan utama menuju terminal Arjosari dan Bandara Abdurrahman Shaleh dilalui oleh beragam  jenis angkutan umum, seperti ADL, LDG, AL, dll. Sehingga, di beberpa tiitk terdapat terminal bayangan, dimana para pengendara kendaraan umum berhenti untuk

beberapa waktu menunggu peumpang dipinggir jalan.

PEDAGANG KAKI LIMA 

PARKIR ON STREET

Pedagang Kaki Lima disepanjang Jalan Soekarno hatta sering terlihat pada sore hingga malam hari, kawasan yang sering ditempati pedagang kaki lima disekitar tapak adalah sepanjang trotoar kampus Polinema, Malang. Para penjual makanan akan memenuhi sepanjag trotoar sepanjang malam.

Sebagai akses jalan utama, jarang dijumpai parkir on street di Jalan Soekarno Hatta, hanya saja para pengendara umum yang menggunakan bahu jalan sebagai terminal bayangan. Sebab, jika ada parkiron street kepadatan jalan akan otomatis meningkat karena volume kendaraan yang

melewati jalan cukup padat dari pagi hingga

(29)

KEMACETAN

JAM Kendaraan yang lewat (5 menit) Mobil Sepeda Motor Angkutan Umum PAGI Jalan Soekarno Hatta

(Arah Monumen Pesawat)

7.15 41 232 -Jalan Soekarno Hatta

(Arah JembatanSuhat)

7.25 77 309 -SIANG Jalan Soekarno Hatta

(Arah Monumen Pesawat)

13.00 255 345 -Jalan Soekarno Hatta

(Arah JembatanSuhat)

13.10 123 466 -Malam Jalan Soekarno Hatta

(Arah Monumen Pesawat)

19.15 94 723 -Jalan Soekarno Hatta

(Arah JembatanSuhat)

19.25 150 503

-Jalan Soekarno Hatta

Merupakan jalan Kolektor primer di Kota Malang. Dengan lebar 17meter dengan 2 jalur. Jalan Soekarno Hatta merupakan akses utama pintu masuk Kota Malang, dari kota Surabaya melalui terminal Arjosari ataupun para pendatang dari Bandara Abdurrahman Shaleh menuju pusat kota Malang atau Batu.

Jalan Semanggi TImur

Jalan semanggi timur merupakan jalan Lingkungan dengan lebar 6 meter tanpa ada trotoar pejalan Kaki. Jalan Semanggi timur merupakan jalan alternatif 

(30)

SIGNAGE

Pada sekitar tapak terdapat 2  jenis signage yaitu sebagai penanda identitas sebuah tempat dan signage lalu lintas. Signage penanda identitas dapat menjadi penanda site karena berada di dekat site

tersebut. Signage lalulintas yang terdapat

disekitar tapak berfungsi sebagai penunjuk tanda rambu lalulintas yang terdapat di jalan.

Signage lalu lintas Signage Identitas

Menurut peraturan Menteri pekerjaan umum marka, perambuan, dan papan informasi terletak di luar ruang bebas jalur pejalan kaki, pada titik interaksi sosial, dan pada  jalur pejalan kaki dengan arus padat. Marka, perambuan, dan papan informasi disediakan sesuai dengan kebutuhan, serta menggunakan material yang memiliki durabilitas tinggi dan tidak menimbulkan efek silau.

CITRA KAWASAN

Koridor jalan Soekarno Hatta terkenal dengan kepadatannya akan berdirinya ruko

disepanjang kiri dan kanan

Jalan, Ruko ini pad aumumnya diperuntukan untuk kuliner dan juga menjual kebtuuhan sehari-hari seperti sandang.

Pada lapis kedua koridor jalan Soekarno hatta dikenal dengan kawasan

perumahan salah satu yang terbesar di Kota Malang yaitu kawasan perumahan griya shanta. Disamping itu, terdapat kampus Politeknik Negeri Malang juga menjadi nilai tambah citra kawasan pada Jalan Soekarno hatta.

SIGN GE IDENTIT

(31)

Path

Koridor Jl. Soekarno Hatta menjadi sirkulasi utama menuju tapak dan

koridor jalan penghubung Pusat Kota Malang dan luar Kota Malang

Edges

Pedestrian ways menjadi pembatas antara area dalam tapak dan Jalan Soekarno Hatta

Landmark

yang menjadi Landmark atau symbol kawasan adalah Tugu Pesawat

terbang yang terdapat di ujung jalan Soekarno Hatta, dan juga

 jembatan Soekarno Hatta

Nodes

Elemen Nodes adalah pertigaan Jalan Mt. Haryono, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Mayjend panjaitan

VITALITAS KAWASAN

Landmark

Landmark

(32)

B U I L D I N G

(33)

Apa itu

 green architecture

?

Merupakan sebuah konsep Arsitektur yang berusaha

meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan sehat dengan memanfaatkan sumber energy dan sumber daya alam secara efisien. (Sumber : Hardi91.blogapot.com)

GREEN ARCHITECTURE

Tema bangunan yang akan dibuat pada kelas

Desain Arsitektur IV ini adalah:

Green Architecture

di mana bangunan ini akan menekankan

konsep citiwalk and green high-rise building

pada desainnya.

Karakteristik:

1. Hemat energI 2. Memperhatikan iklim

3. Meminimalisir penggunaan sumberdaya baru

4. Tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan.

5. Merespon keadaan tapak dari bangunan (respect pada pengguna bangunan)

Penerapan Green Architecture pada desain

1. Hemat energi

kurangi penggunaan AC, perbanyak bukaan dan taman hijau pada bangunan

2. Working with climate

- pemanfaatan cahaya matahari untuk penerangan alami

- Passive cooling dengan ventilasi silang dan kolam

air untuk menurunkan suhu ruangan

- Konservasi air, pemanfaatan air hujan dan air bekas untuk menghemat penggunaan air tanah. struktur tersebut diletakkan di atap dan dialirkan ke bawah. 3. Memakai bahan yang dapat diperbaharui

- penggunaan material bekas

- penggunaan material yang tidak merugikan ekosistem:

a.Beton sebagai material struktur

b.Untuk kulit bangunan menggunakan material ramah lingkungan seperti bambu, bata ekspos, batu alam, batako, papan laminasi bambu, kayu kelapa, dll.

4. Tidak berdampak negatif pada user

Mengurangi material yang berbahaya untuk user seperti asbes, dan penggunaan material bambu tetap

menggunakan penjepitan dengan dinding agar lurus.

5. Respon tapak dari bangunan

Pemanfaatan kontur dan pemanfaatan lahan dengan membuat view yang bagus melalui taman atau lahan hijau.

(34)

GREEN ARCHITECTURE

KONSEP CITIWALK 

Citywalk secara harafiah terdiri dari 2 kata, city dan walk. City berarti kota, didalam kota, sedangkan walk berarti jalur, jalan. Jadi secara abstrak, citywalk berarti jalur pejalan kaki di dalam kota. Jalur tersebut dapat terbentuk akibat deretan bangunan ataupun lansekap berupa tanaman, Citywalk merupakan pedestrian dengan sarana perbelanjaan yang lengkap, serta dikelola oleh suatu pengembang usaha , sehingga dapat bertahan dan berkembang.

Elemen Citywalk pada pusat perbelanjaan modern:

1. Open space pada pusat perbelanjaan

umumnya digunakan sebagai tempat pertunjukan (panggung) serta pemersatu massa bangunan yang terpisah. 2. Pedestrian pada pusat perbelanjaan

Fitur yang paling penting pada pedestrian pusat perbelanjaan dengan tipe terbuka adalah pedestrian yang teduh. Bentuk penutup pedestrian dapat disediakan melalui 2 cara yaitu : a. Dengan memundurkan pertokoan/retail dari bangunan utama lantai atas.

b. Dengan menambahkan kanopi.

Zona Pedestrian pada pusat perbelanjaan dengan konsep city walk:

• Curb Zone

Zona curb mencegah air masuk ke area pedestrian. Lebar zona curb minimal 150 mm dan tingginya 175 mm untuk area komersial.

• Furnishing Zone

Zona furnishing berfunsi sebagai buffer area pedestrian serta sebagai area peletakan elemen-elemen seperti pohon, signage, tempat sampah, dan street furniture lainnya.

• Through pedestrian zone

Pada area citywalk sebuah kota lebar zona pedestrian minimal 1,5-1,9 m. Pemukaan area pedestrian harus dirancang kuat dan stabil, anti slip, dan aksesibel untuk pengguna yang menggunakan kursi roda serta model transportasi bantuan lainya.

• Frontage zone

Zona frontage merupakan zona transisi antara area pedestrian dan garis bangunan, untuk memberikan jarak kenyamanan bagi para pejalan kaki. Pada zona ini ditempatkan elem-elemen seperti kursi, telpon umum, tiang petunjuk serta tiang utilitas.

(35)

GREEN ARCHITECTURE

Landmark

Landmark

3. Bangunan pertokoan pada pusat perbelanjaan Bangunan harus ada untuk memenuhi fungsi komersial yang berupa pusat perbelanjaan modern ini.

- Pola bangunan:

- Penataan Bangunan: spatial leaks

a. Bentuk linier (biasanya untuk shopping neighborhood kecil) b. Bentuk L dan U (untuk shopping neighborhood besar)

c. Mall (standar regional shopping) d. Cluster, merupakan

perkembangan dari konsep mall, bentuk

bervariasi: menyerupai huruf X, Y, dan halter.

Pembentukan ruang dapat disusun dengan penambahan bangunan maupun vegetasi. Dengan demikian, tidak terjadi kebocoran visual

- Karakter bangunan

Meliputi warna, tekstur, detail, dan proporsi dari fasad  bangunan yang mempengaruhi personalitas dari ruang luar 

di sekitar bangunan.

- Tipe Kelompok Bangunan dan Ruang yang Dibentuknya a. Ruang terbuka memusat

b. Ruang terbuka yang menjadi focus c. Ruang linier

(36)

S T U D I

(37)
(38)
(39)

Jey Official Building adalah kantor sewa yang terdapat di   Kota Isfahan, Iran. Kantor arsitek ini dirancnag oleh  Sarsayeh Architectural  office pada lahan pusat kota dngan luas 1100 m2.

Lantai dasar pada kantor ini dijadikan sebagai ruang komersial, dan lantai atas digunakan sebagai kantor dengan bentukan yang terpola dan tidak sama setiap lantai dan setiap bagiannya.

STUDI KOMPARASI KANTOR

 – 

JAY OFFICIAL BUILDING

Untuk menyatukan fasad dengan bangunan disekitarnya yang didomuniasi oleh pephonan tinggi ke arah vertical dan menutupi hamper seluruh fasad bangunan disekitar, rancnagan fasad ini menadaptasi bentuk pohon dengan menggunakan warna coklat tua, dan dibeberapa bagian disediakan wadah untuk ditanam tumbuhan hijau, sehingga ketinggian

bangunan yang kontras dengan bangunan sekitar tidak mempengaruhi

(40)

Untuk menyatukan fasad dengan bangunan disekitarnya yang didomuniasi oleh pephonan tinggi ke arah vertical dan menutupi hamper seluruh fasad bangunan disekitar, rancnagan fasad ini menadaptasi bentuk pohon dengan menggunakan warna coklat

tua, dan dibeberapa bagian disediakan wadah untuk ditanam tumbuhan hijau, sehingga ketinggian bangunan yang kontras

dengan bangunan sekitar tidak mempengaruhi keselarasan fasad dikawasan itu.

Tempaat tumbuh tanaman hijau di dinding merupakan hasil dari double skin yang memberikan volume ganda pada dinding

sehingga bisa di tanam tumbuhan hijau. Double skin juga bertujuan sebagai penahan panas agar tidak langsung menyerap pada

selubung bangunan dan membuat bangunan terasa lebih panas.

Materiala fasad berupa batu bata yang diadaptasi dair kekhasan bangunan di Iran dan dilapisi dengan kayu untuk membentuk keharmonisan dengan lingkungan sekitar.

(41)
(42)

STUDI KOMPARASI

 – 

SUSTAINABLE HIGH RISE BUILDING 

Oasia Hotel

Arsitek : WOHA Lokasi : 100 Peck Seah

St., Singapore Area : 19416,0 m2

Tahun :2016

Berbeda dari bangunan tingkat tinggi yang biasanya padat dan tertutup, hotel yang terletak di Singapura ini bias dikatakan sebuah

“living tower”   yang terbuka. Disebut   living karena   sky garden digunakan sebagai fasad dari bangunannya.

Bisa dilihat bangunan ini memiliki banyak rongga dan menggunakan   double skin  facade.  Opennes/ rongga ini membuat angin dapat

menembus masuk

bangunan ini, sehingga memungkinkan untuk terjadinya cross ventilation.

Menurut archdaily.com, bangunan ini dapat mencapai 1100% green plot ratio, sehingga sangat memenuhi sebagai bangunan yang ramah lingkungan Bangunan ini berdiri dengan

ketinggian sekitar 30 meter. Bangunan ini menawarkan fasilitas hotel, soho, dan ruang club.

Warnanya yang merah, sangat kontras dengan bangunan sekitarnya yang merupakan gedung perkantoran, sehingga mampu menghilangkan rasa bosan.

(43)

P E R K I R A A N

B I A Y A  

L A H A N &

(44)

Harga Tanah (per m2) Rp 10.000.000 Harga bangunan (per m2)

Rp 8.000.000

sumber: komparasi bangunan sejenis

KDB 90%

KLB   300%

Luas tanah (m2)   22652

Luas Lantai Bruto (m2)   61160,4

Harga Tanah Rp 226.520.000.000

PPN (10%) Rp 22.652.000.000

Total Rp 249.172.000.000

Biaya tanah (harga tanah x luas tanah)+PPN Rp 249.172.000.000

Biaya Bangunan harga bangunan x luas lantai bruto Rp 489.283.200.000

Biaya tidak langsung 20% x biaya bangunan Rp 97.856.640.000

Biaya interior 35% x biaya bangunan Rp 171.249.120.000

Biaya landscaping 10% x biaya bangunan Rp 48.928.320.000 Perkiraan biaya proyek   Rp1.056.489.280.000

References

Related documents