• No results found

HIPNOTERAPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "HIPNOTERAPI"

Copied!
24
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

A Journey to The Sub

A Journey to The Sub-Conscious World-Conscious World

PERUM TAMAN GADING, JL. SINGASARI V, BLOK D NO.152, PERUM TAMAN GADING, JL. SINGASARI V, BLOK D NO.152, CILACAP CILACAP PHONE: 0815 7967 212. PHONE: 0815 7967 212.

THINK Hypnotherapy Learning Centre 

THINK Hypnotherapy Learning Centre 

(2)

A Journey to The Sub

A Journey to The Sub-Conscious World-Conscious World

PERUM TAMAN GADING, JL. SINGASARI V, BLOK D NO.152, PERUM TAMAN GADING, JL. SINGASARI V, BLOK D NO.152, CILACAP CILACAP

THINK Hypnotherapy Learning

THINK Hypnotherapy Learning

Centre 

Centre 

JENIS

JENIS

HY

HY

PNOSIS

PNOSIS

MEKA

MEKA

NISME

NISME

PIKI

PIKI

RA

RA

APLIKASI HYPNOSIS

APLIKASI HYPNOSIS

SYARAT

SYARAT

HYPNOTI

HYPNOTI

ABILITY

ABILITY

SUGE

SUGE

STIB

STIB

ILITY

ILITY

STRUKTUR DASAR 

STRUKTUR DASAR 

ANCHOR 

(3)

THINK Hypnoterapy Learning Center

(4)

Abad 18

Diploma & Doctorate Program

Dr. Franz Anton Mesmer (1743-1815)

Fr. Joseph Gassner 

Marquis Chastenet De Puysegur  Dr. James Esdaile

Dr. James Braid

Prof. Jean Martin Charcot Dr. Ivan Parlov Ambroise Liebault Hippolite Bernheim Pierre Janet Sigmund Freud (1856-1939) Dr. Milton Erickson (1901-1980) Dave Elman (1900-1967) Charles Tebbets Ormond McGill Magnetism

Sejarah Hypnosis

Coventional Hypnotism Modern Hypnotism

Modern Clinical Hypnotherapy

Traditional Hypnotism

Istilah Hypnosis diperkenalkan oleh Dr. James Braid, pada tahun 1842, dengan mengacu kepada disiplin ilmu

“neuropnology” Tahun 1958 Pemerintah USA Mengakui Metode Hypnosis Hypnosis Board NGH, IACT,  ABH, PBH,  ABCH, dll.

(5)

Otak Kanan

12%

88%

Otak Kiri Pikiran Tindakan Memory Bank Pengalaman Empiris

Pengalaman Induktif  Belief System

Self Image

Menilai

Netral

Perhatian !!

Seluruh ucapan (Self-Talk), maupun lintasan pemikiran yang tidak disadari, berpotensi untuk menjadi nilai permanen bagi Sub-Conscious.

2

  onscious

Sub onscious

Mekanisme Pikiran Tindakan

(6)

Informasi

Critical Area

Critical Area

 Adalah penampungan data sementara, dimana di tempat inilah data akan diproses berdasarkan analisa, logika, pertimbangan etika, dll. Keaktifan Critical Area berbeda-beda untuk setiap situasi dan kondisi, tergantung dari fokus, minat, dan emosi.

Panca Indera V A K G O isual udio inesthetic ustatory lfactory   onscious Sub onscious

(7)

Hypnos adalah salah

satu kondisi kesadaran

(State of

Conscious-ness), dimana dalam

kondisi ini manusia

lebih mudah menerima

saran (informasi).

Dengan

kata

lain,

dalam kondisi Hypnos,

peran Critical Area

semakin kecil.

Meditasi

Fokus

Normal State Normal State

Hypnosis State P  r   o  s  e  s H  y  p n  o  s i    s    P  r  o   s   e   s    T  e   r   m    i  n  a    t    i  o  n Light   Deep 4

Hypnos (Hypnosis State)

(8)

Informasi

Hypnosis

adalah

teknik untuk

mem-ByPass

atau

memperkecil

peran

da-ri   “Critical Area”,

se-hingga

informasi

dapat lebih mudah

memasuki

Sub-Conscious.

Dapat

dilakukan

secara

Formal

(langsung)

mau-pun

Informal

(tidak

langsung).

Critical Area   onscious Sub onscious

Hypnosis

(9)

Formal Hypnosis

Mengistirahatkan Conscious

Formal atau Direct Hypnosis adalah suatu teknik untuk membawa seseorang ke kondisi Hypnos dengan mengistirahatkan Conscious, yang akan mengakibatkan Critical Area berkurang efektifitasnya.

Informal Hypnosis

Mengalihkan perhatian Conscious

Informal atau Indirect Hypnosis adalah suatu teknik untuk mengalihkan perhatian dari Conscious, sehingga Critical Area tidak bekerja secara normal.

Informal Hypnosis untuk keperluan therapeutic dikembangkan oleh Milton H. Erickson, MD, melalui pola Hypnosis yang berbasiskan pengetahuan linguistik.

Conscious Sub-Conscious

Conscious

Sub-Conscious

Formal Informal Hypnosis

CA

CA

CA = Critical Area

6

(10)

Normal State Normal State Hypnosis State  I      n  d   u  c  t      i      o  n Light   Deep

     T

    e

    r

     i

    m

    n

    a

     t

     i

    o

    n

Deepening

Suggestion

Proses membawa Client ke Hypnosis State menggunakan teknik yang disebut dengan Induction (Induksi).

Memperdalam Hypnosis State

menggunakan teknik

Deepening.

Setelah Hypnosis State yang

diinginkan tercapai, maka

Suggestion   (Sugesti) dapat diberikan.

Diakhiri dengan teknik

Termination   yang akan

membawa kembali Client ke Normal State (Post Hypnotic).

(11)
(12)
(13)

Physiological

Psychological

Suggestion

Power 

Note : Teori dari Ormond McGill

Percaya Diri, Keyakinan, Citra Diri (Self Image)

Pengetahuan Mengenai Sugesti

Human Energies (Mesmerism), Thought Projec

Hypnotic Power

tion

8

(14)

Kemampuan Untuk Memasuki Hypnosis State

Setiap orang dapat memasuki Hypnosis State dengan melakukannya sendiri atau dengan bantuan seorang Hypnotherapist. Khususnya jika dibantu oleh seorang Hypnotherapist, maka persyaratan utama adalah sebagai berikut :

Bersedia secara sukarela (tidak menolak)

Kesediaan Client sangat penting dalam proses Hypnotherapy

Memahami Komunikasi

Client dapat memahami maksud dan tujuan dari ucapan Hypnotherapist

Memiliki kemampuan Fokus

Client tidak dalam kondisi Stress berat, atau kehilangan kemampuan fokus, misal : karena Narkoba

(15)

5%

85%

10%

Mudah

Moderat

Sulit

Stanford Hypnotic Susceptibility Scale

Setiap Client memiliki tingkat  Sugestivitas secara alamiah yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sugestivitas

alamiah ini dipengaruhi

berbagai faktor, antara lain :

lingkungan, profesi,

intelektual, dsb.

mengkhususkan diri untuk

melakukan seleksi cepat untuk

menemukan mereka yang

memiliki Sugestivitas Alamiah Tinggi (10%).

mengupayakan

peningkatan tingkat  

Sugestivitas setiap Client yang ditangani, melalui Hypnotic Training.

Tingkat sugestivitas dapat

diketahui melalui

.

Hypnotic Training dapat menaikkan

tingkat sugestivitas.

10

Suggestibility

Hypnotherapist

Suggestibility

Tests

(16)

Suatu

rangkaian

kata-kata,

kalimat

yang

disampaikan dengan cara tertentu, dalam situasi

tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh

bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan

maksud & tujuan sugesti tersebut !

Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan

oleh Hypnotherapist (Induction,

Deepening,

Suggestion,

Termination)

disebut

sebagai

Sugesti.

Catatan : Terpengaruh = Pikiran Bawah Sadar

Menyetujui

(17)

Permissive (Non Authoritarian)

Pacing –  Leading

Kumpulan dari kata-kata yang diorganisasikan.

Repetition

Client Language Preference

Kombinasi Sugesti Pembiasaan (Training) Voluntary (Sukarela) Pernapasan Dalam Teknik Menghitung Sugesti Non Verbal Sugesti Massal (Group)

Meminta dan mengajak (bukan memerintah) Fakta & saran

Pengulangan

Bahasa, Kata, Frasa yang dipahami Client

13

Sugesti Dalam Hypnotherapy

Script

(18)

Hypnosis adalah ilmu komunikasi yang sangat prima. Oleh karena itu persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi seorang Hypnotherapist yang baik, adalah :

Memiliki kemampuan komunikasi verbal dan non verbal (Body Language) yang sangat baik, dan bersifat persuasif. Mampu menginterprestasikan bahasa tubuh (Body Language) dari Client.

Memiliki kreativitas tinggi dalam berkomunikasi, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan strata Client.

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Memiliki kesabaran yang tinggi dan dapat meredam emosi saat menangani Client Mampu menahan diri untuk tidak melakukan  “Show of   Force” Hypnosis

(19)

Berdasarkan prinsip bahwa perilaku manusia 88% dipengaruhi oleh Sub-Conscious, dan nilai-nilai baru dapat ditanamkan di Sub-Conscious melalui proses Hypnosis, maka berikut ini adalah beberapa aplikasi populer Hypnosis.

Merubah Mental

Self Confidence & Self Esteem Traumatic & Phobia

 Addiction

Weight Reduction Program Menyembuhkan Psikosomatis  Alergi

Blood Presure  Asthma

Membantu Proses Penyembuhan Cancer 

 AIDS Entertaintment

Hyp-nosis

Secara teknis meru-pakan Hypnosis yang termudah untuk dipe-lajari. 15

Stage Hypnosis

Aplikasi Hypnosis

Hypnotherapy

Forensic Hypnosis

Anodyne Awareness

Metaphysical Hypnosis

(20)
(21)

Pre Induction Induction

Depth Level Test

Struktur Dasar Hypnotherapy

Suggestion Therapy Termination Post Hypnotic Normal Looping Sugesti Penyembuhan Post Hypnotic Suggestion Pengujian Kedalaman Pengenalan Suggestivity Test Hypnotic Training Deepening 16

(22)

Analisa permasalahan Client 

Pengujian tingkat Sugestivitas (Suggestivity Test) Client dan

pemahaman Client terhadap metode Hypnotherapy.

Peningkatan Sugestivitas Client melalui Hypnotic Training dan

pemahaman Hypnotherapy.

Strategi Sesi-Sesi Hypnotherapy yang akan diterapkan.

Pre-Induction merupakan proses awal sebelum sesi Hypnotherapy

sebenarnya.

Pre-Induction merupakan proses yang sangat penting dan bersifat kritis,

serta menentukan kesuksesan sesi Hypnotherapy sebenarnya.

Para proses Pre-Induction akan dilakukan dan diketahui hal-hal berikut ini

:

(23)

Suggestibility Tests adalah prosedur wajib yang dilakukan di sesi

awal Hypnotherapy, dan termasuk di dalam prosedur Pre-Induction.

Suggestibility Tests merupakan sarana untuk mengetahui tingkat 

sugestivitas alamiah dari Client.

Sugestivitas dapat ditingkatkan melalui Hypnotic Training, yang

merupakan sarana pengenalan bawah sadar Client terhadap

pengertian Hypnotherapy dan pengenalan terhadap Hypnotherapist.

Hypnotic Training merupakan gabungan dari : pemahaman perintah,

kepatuhan, kerjasama, dan sensasi sugestivitas.

Hypnotherapist harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan

sugestivitas dari Client.

18

Suggestibility ests Hypnotic Training

Pre-Induction

(24)

Induksi merupakan sugesti untuk membawa Client dari Normal State ke Hypnosis State, atau dengan kata lain Induksi akan membuat Conscious dari Client  “sangat rileks” atau bahkan “tertidur”.

Terdapat ratusan jenis Induksi yang diperuntukkan untuk Client dengan tipe Sugestivitas yang berbeda-beda.

Sebagai pemahaman awal, secara garis besar, teknik induksi dibagi atas 2 kelompok, yaitu : (1). Induksi untuk Client dengan sugestivitas rendah (sulit) & moderat (2). Induksi untuk Client dengan sugestivitas tinggi (mudah)

Dalam memberikan Induksi, Hypnotherapist harus mahir dalam menyusun variasi kalimat Pacing –  Leading.

Dalam sesi Hypnotherapy, target seorang Hypnotherapist adalah membawa Client ke suasana yang rileks dan sugestif, tidak selalu harus  “tertidur”  atau “Deep Trance”. Kondisi Deep Trance hanya diperlukan untuk teknik Therapeutic tertentu (misal : Ideo Motor Response).

References

Related documents

The absence detector is assigned responsibility for the leaf goals Avoid [Hdet when Heartbeat is not present], Achieve [Hdet when Heartbeat is present], Achieve [Initialize to

The goal of any quantitative model of the economy should be to capture the basic incentives and interactions among agents that govern the process of interest. In the case of

Given their popularity, capacity to help players feel connected [178,203], and ability to simulate risk and interdependence, there is reason to believe that online multiplayer

In a two- country model (with Hong Kong and Thailand) for the stock market, chartists and fundamentalists base their expectations on past price changes and the

The restaurant casino which certainly has a lower growth rate, however, with a catalyst in the form of a hastening of the re-regulation within a not too far off future, along with

Specifically, we think that it is useful to distinguish between a broad definition of the ‘‘attraction’’ concept (as described by Sperber 1996 and Claidie`re et al. 2014 ),

Jim. As a student, it is not easy to get your own network of HF/E professionals other than your professors and classmates. Therefore, getting to know people and