Nama Anggota Kelompok :
Nama Anggota Kelompok :
1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.
5.
5.
6.
6.
7.
7.
8.
8.
Tahun Ajaran 2013/2014
Tahun Ajaran 2013/2014
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.
A. Latar belakangLatar belakang
Transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang Transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai
satu mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai – – nilai budaya nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi sosial.
yang berbeda melalui proses interaksi sosial.
Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral keperawatan
sentral keperawatan
Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit ((Sunrise Model Sunrise Model ). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini digunakan oleh perawat sebagai landasan berfikir dan memberikan solusi terhadap digunakan oleh perawat sebagai landasan berfikir dan memberikan solusi terhadap masalah klien (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan masalah klien (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari mulai tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, dilaksanakan dari mulai tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
pelaksanaan dan evaluasi. B.
B. Rumusan masalahRumusan masalah 1.
1. Apakah pengertian dari Transcultural Nursing ?Apakah pengertian dari Transcultural Nursing ? 2.
2. Apakah yang dimaksud Konsep Transcultural Nursing ?Apakah yang dimaksud Konsep Transcultural Nursing ? 3.
3. Apakah yang di maksud paradigm Transcultural Nursing ?Apakah yang di maksud paradigm Transcultural Nursing ? 4.
4. Apakah Proses Keperawatan Transkultural ?Apakah Proses Keperawatan Transkultural ? 5.
5. Apakah PengApakah Pengaruh aruh Budaya SunBudaya Sunda terhadap proda terhadap proses keperawatan ?ses keperawatan ? C.
C. TujuanTujuan 1.
1. Untuk mengetahuiUntuk mengetahui pengertian dari Transcultural Nursing pengertian dari Transcultural Nursing 2.
2. Untuk mengetahui apa yang di maksud Konsep TrUntuk mengetahui apa yang di maksud Konsep Transcultural Nursinganscultural Nursing 3.
3. Untuk mengetahui apa yang di maksud paradigm Transcultural NursingUntuk mengetahui apa yang di maksud paradigm Transcultural Nursing 4.
4. Untuk mengetahui Proses Keperawatan TranskulturalUntuk mengetahui Proses Keperawatan Transkultural 5.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
BAB II BAB II
TRANSCULTURAL NURSING TRANSCULTURAL NURSING 1.
1. PengertPengertian ian Transcultural NursingTranscultural Nursing a.
a. TransculturalTranscultural
Bila ditinjau dari makna kata , transkultural berasal dari kata trans dan culture, Bila ditinjau dari makna kata , transkultural berasal dari kata trans dan culture, Trans berarti alur perpindahan, jalan lintas atau penghubung. Menurut Kamus Besar Trans berarti alur perpindahan, jalan lintas atau penghubung. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia; trans berarti melintang, melintas, menembus, melalui.
Bahasa Indonesia; trans berarti melintang, melintas, menembus, melalui.
Cultur berarti budaya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kultur berarti, Cultur berarti budaya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kultur berarti, kebudayaan yaitu cara pemeliharaan atau pembudidayaan. Kepercayaan, yaitu nilai kebudayaan yaitu cara pemeliharaan atau pembudidayaan. Kepercayaan, yaitu nilai – – nilai dan pola perilaku yang umum berlaku bagi suatu kelompok dan diteruskan pada nilai dan pola perilaku yang umum berlaku bagi suatu kelompok dan diteruskan pada generasi berikutnya, sedangkan cultural berarti : Sesuatu yang berkaitan dengan generasi berikutnya, sedangkan cultural berarti : Sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan.
kebudayaan. Jadi
Jadi, transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya , transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satuyang satu mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai
mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai – – nilai budaya yang berbeda nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi sosial.
melalui proses interaksi sosial.
b.
b. Nursing Nursing
Pada kamus Kedokteran Dorland, Nursing diartikan sebagai: pelayanan yang Pada kamus Kedokteran Dorland, Nursing diartikan sebagai: pelayanan yang mendasar atau berguna bagi peningkatan, pemaliharaan, dan pemulihan kesehatan mendasar atau berguna bagi peningkatan, pemaliharaan, dan pemulihan kesehatan serta kesejahteraan atau dalam pencegahan penyakit, misalnya terhadap bayi, oranng serta kesejahteraan atau dalam pencegahan penyakit, misalnya terhadap bayi, oranng sakit atau cedera, atau lainnya untuk setiap sebab yang tidak mampu menyediakan sakit atau cedera, atau lainnya untuk setiap sebab yang tidak mampu menyediakan pelayanan seperti itu bagi diri mereka sendiri.
pelayanan seperti itu bagi diri mereka sendiri. c.
c. Transcultural NursingTranscultural Nursing
Transcultural Nursing merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan Transcultural Nursing merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan perbedaan maupun
perbedaan maupun kesamaan kesamaan nilai-nilai nilai-nilai budaya (nilai budaya (nilai budaya yang budaya yang berbeda, ras berbeda, ras yangyang mempengaruhi
mempengaruhi pada seorang
pada seorang perawat perawat saat saat melakukan asuhan melakukan asuhan keperawatan kepakeperawatan kepa da klien da klien / / pasienpasien (Leininger, 1991).
(Leininger, 1991).
Transcultural Nursing adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses Transcultural Nursing adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar
belajar dan dan praktek praktek keperawatan keperawatan yang yang fokus fokus memandang memandang perbedaan perbedaan dan dan kesamaankesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
2.
2. Konsep Transcultural NursingKonsep Transcultural Nursing a.
a. Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajariBudaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajari dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berpikir, bertindak dan mengambil dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan.
keputusan. b.
b. Nilai Nilai Budaya adalah Budaya adalah keinginan keinginan individu individu atau atau tindakan tindakan yang yang lebih lebih diinginkan diinginkan atauatau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keputusan.
tindakan dan keputusan. c.
c. Perbedaan budaya Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentukPerbedaan budaya Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang optimal daei pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan yang optimal daei pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakantermasuk kepekaan yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakantermasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang danindividu yang mungkin kembali terhadap lingkungan dari individu yang datang danindividu yang mungkin kembali lagi (Leininger, 1985).
lagi (Leininger, 1985). d.
d. Etnosentris Etnosentris adalah persepsi adalah persepsi yang dimiliki yang dimiliki oleh individu oleh individu yang menganggap bahwayang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik
budayanya adalah yang terbaik di antara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang di antara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.lain. e.
e. Etnis Etnis berkaitan dengan berkaitan dengan manusia dari manusia dari ras tras tertentu atau ertentu atau kelompok budaya kelompok budaya yangyang digolongkan menuru
digolongkan menurut ciri-ciri t ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.dan kebiasaan yang lazim. f.
f. Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asalRas adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asal muasal manusia
muasal manusia g.
g. Etnografi Etnografi adalah adalah ilmu ilmu yang mempelajyang mempelajari ari budaya. Pendekatan budaya. Pendekatan metodologi metodologi padapada penelitian
penelitian etnografi etnografi memungkinkan memungkinkan perawat perawat untuk untuk mengembangkan mengembangkan kesadaran kesadaran yangyang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi untuk tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling memberikan timbal balik di mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling memberikan timbal balik di antara keduanya.
antara keduanya. h.
h. Care Care adalah adalah fenomena fenomena yang berhubungan denyang berhubungan dengan bimbingan, gan bimbingan, bantuan, dukunganbantuan, dukungan perilaku pada individu, keluar
perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian ga, kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhiuntuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia.
kehidupan manusia. i.
i. Caring adalah tindakan langsung Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing, mendukung danyang diarahkan untuk membimbing, mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata atau mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan manusia
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup dalam keterbatasan dan kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup dalam keterbatasan dan mencapai kematian dengan damai.
mencapai kematian dengan damai. k.
k. Cultural Cultural imposition imposition berkenaan dengan berkenaan dengan kecenderungan kecenderungan tenaga tenaga kesehatan kesehatan untukuntuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain karena percaya memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain karena percaya bahwa ide yang dimiliki oleh pe
bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada kelompok lain.rawat lebih tinggi daripada kelompok lain. 3.
3. Paradigma Transcultural NursingParadigma Transcultural Nursing
Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral keperawatan yaitu : manusia, sehat, lingkungan dan keperawatan (Andrew sentral keperawatan yaitu : manusia, sehat, lingkungan dan keperawatan (Andrew and Boyle, 1995).
and Boyle, 1995). a.
a. ManusiaManusia
Manusia adalah individu, keluarga atau kelompok yang memiliki nilai-nilai Manusia adalah individu, keluarga atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang diyakini dan berguna untuk menetapkan pilihan dan dan norma-norma yang diyakini dan berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan pilihan. Menurut Leininger (1984) manusia memiliki melakukan pilihan. Menurut Leininger (1984) manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun dia berada (Geiger and Davidhizar, 1995).
dia berada (Geiger and Davidhizar, 1995). b.
b. SehatSehat
Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi kehidupannya, terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatu kehidupannya, terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatu keyakinan, nilai, pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk keyakinan, nilai, pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi dalam aktivitas sehari-hari. Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama dalam aktivitas sehari-hari. Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang adaptif (Andrew and Boyle, 1995).
adaptif (Andrew and Boyle, 1995). c.
c. LingkunganLingkungan
Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi perkembangan,
perkembangan, kepercayaan kepercayaan dan dan perilaku perilaku klien. klien. LingkungLingkungan an dipandangdipandang sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling berinteraksi.
berinteraksi. Terdapat Terdapat tiga tiga bentuk bentuk lingkungan lingkungan yaitu yaitu : : fisik, fisik, sosial sosial dan dan simbolik.simbolik. Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau diciptakan oleh manusia seperti Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau diciptakan oleh manusia seperti
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
berhubungan
berhubungan dengan dengan sosialisasi sosialisasi individu, individu, keluarga keluarga atau atau kelompok kelompok ke ke dalamdalam masyarakat yang lebih luas. Di dalam lingkungan sosial individu harus masyarakat yang lebih luas. Di dalam lingkungan sosial individu harus mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk dan simbol yang Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk dan simbol yang menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik, seni, menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik, seni, riwayat hidup, bahasa dan atr
riwayat hidup, bahasa dan atribut yang digunakan.ibut yang digunakan. 4.
4. Proses Keperawatan TranskulturalProses Keperawatan Transkultural
Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (
keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit ( SunriseSunrise Model
Model ). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini digunakan oleh). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini digunakan oleh perawat
perawat sebagai sebagai landasan landasan berfikir berfikir dan dan memberikan memberikan solusi solusi terhadap terhadap masalah masalah klienklien (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari mulai (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari mulai tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. a.
a. Tahap PengkajianTahap Pengkajian
Pengkajian adalah proses mengumpulkan data untuk mengidentifikasi mas Pengkajian adalah proses mengumpulkan data untuk mengidentifikasi mas alahalah kesehatan klien sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and Davidhizar, kesehatan klien sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and Davidhizar, 1995). Pengkajian dirancang berdasarkan 7 komponen
1995). Pengkajian dirancang berdasarkan 7 komponen yang ada pada “Sunriseyang ada pada “Sunrise Model” yaitu:
Model” yaitu: 1.
1. Faktor teknologi (Faktor teknologi (technological factorstechnological factors).).
Teknologi kesehatan memungkinkan individu untuk memilih atau Teknologi kesehatan memungkinkan individu untuk memilih atau mendapat penawaran menyelesaikan masalah dalam pelayanan kesehatan. mendapat penawaran menyelesaikan masalah dalam pelayanan kesehatan. Perawat perlu mengkaji: persepsi sehat sakit, kebiasaan berobat atau Perawat perlu mengkaji: persepsi sehat sakit, kebiasaan berobat atau mengatasi masalah kesehatan, alasan mencari bantuan kesehatan, alasan mengatasi masalah kesehatan, alasan mencari bantuan kesehatan, alasan klien memilih pengobatan alternatif dan persepsi klien tentang penggunaan klien memilih pengobatan alternatif dan persepsi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan kesehatan saat dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan kesehatan saat ini.
ini. 2.
2. Faktor agama dan falsafah hidup (Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factorsreligious and philosophical factors).). Agama adalah suatu simbol yang mengakibatkan pandangan yang amat Agama adalah suatu simbol yang mengakibatkan pandangan yang amat realistis bagi para pemeluknya. Agama memberikan motivasi yangsangat realistis bagi para pemeluknya. Agama memberikan motivasi yangsangat kuat untuk menempatkan kebenaran di atas segalanya, bahkan di atas kuat untuk menempatkan kebenaran di atas segalanya, bahkan di atas kehidupannya sendiri. Faktor agama yang harus dikaji oleh perawat kehidupannya sendiri. Faktor agama yang harus dikaji oleh perawat
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
3.
3. Faktor sosial dan keterikatan keluarga (Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kindship and social factorskindship and social factors).).
Perawat pada tahap ini harus mengkaji faktor-faktor: nama lengkap, Perawat pada tahap ini harus mengkaji faktor-faktor: nama lengkap, nama panggilan, umur dan tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, tipe nama panggilan, umur dan tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, tipe keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, dan hubungan klien keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, dan hubungan klien dengan kepala keluarga.
dengan kepala keluarga. 4.
4. Faktor nilai-nilai budaya dan gaya hidup (Faktor nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural values and lifewayscultural values and lifeways factors
factors).).
Nilai-nilai
Nilai-nilai budaya budaya adalah adalah sesuatu sesuatu yang yang dirumuskan dirumuskan dan dan ditetapkanditetapkan oleh penganut budaya yang dianggap baik atau buruk. Norma-norma oleh penganut budaya yang dianggap baik atau buruk. Norma-norma budaya adalah suatu kaidah yang mempunyai sifat penerapan terbatas pada budaya adalah suatu kaidah yang mempunyai sifat penerapan terbatas pada penganut
penganut budaya budaya terkait. terkait. Yang Yang perlu perlu dikaji dikaji pada pada faktor faktor ini ini adalah: adalah: posisiposisi dan jabatan yang dipegang oleh kepala keluarga, bahasa yang digunakan, dan jabatan yang dipegang oleh kepala keluarga, bahasa yang digunakan, kebiasaan makan, makanan yang dipantang dalam kondisi sakit, persepsi kebiasaan makan, makanan yang dipantang dalam kondisi sakit, persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kebiasaan membersihkan sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kebiasaan membersihkan diri.
diri. 5.
5. Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku ( political and legal factors political and legal factors).). Kebijakan dan peraturan rumah sakit yang berlaku adalah segala Kebijakan dan peraturan rumah sakit yang berlaku adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kegiatan individu dalam asuhan keperawatan sesuatu yang mempengaruhi kegiatan individu dalam asuhan keperawatan lintas budaya (Andrew and Boyle, 1995). Yang perlu dikaji pada tahap ini lintas budaya (Andrew and Boyle, 1995). Yang perlu dikaji pada tahap ini adalah: peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan jam berkunjung, adalah: peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan jam berkunjung, jumlah
jumlah anggota anggota keluarga keluarga yang yang boleh boleh menunggu, menunggu, cara cara pembayaran pembayaran untukuntuk klien yang dirawat.
klien yang dirawat. 6.
6. Faktor ekonomi (Faktor ekonomi (economical factorseconomical factors).).
Klien yang dirawat di rumah sakit memanfaatkan Klien yang dirawat di rumah sakit memanfaatkan sumber-sumber
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
terhadap budaya yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Hal yang perlu terhadap budaya yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Hal yang perlu dikaji pada tahap ini adalah: tingkat pendidikan klien, jenis pendidikan dikaji pada tahap ini adalah: tingkat pendidikan klien, jenis pendidikan serta kemampuannya untuk belajar secara aktif mandiri tentang serta kemampuannya untuk belajar secara aktif mandiri tentang pengalaman sakitnya sehingga tidak terulang kembali.
pengalaman sakitnya sehingga tidak terulang kembali. b.
b. Tahap Diagnosa Keperawatan.Tahap Diagnosa Keperawatan.
Diagnosa keperawatan adalah respon klien sesuai latar belakang budayanya Diagnosa keperawatan adalah respon klien sesuai latar belakang budayanya yang dapat
yang dapat dicegah, diubah dicegah, diubah atau dikurangi atau dikurangi melalui intervensi keperawatan melalui intervensi keperawatan (Giger(Giger and
and Davidhizar, Davidhizar, 1995). 1995). Terdapat Terdapat tiga tiga diagnose diagnose keperawatan keperawatan yang syang seringering ditegakkan dalam asuhan keperawatan transkultural yaitu: gangguan komunikasi ditegakkan dalam asuhan keperawatan transkultural yaitu: gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan perbedaan kultur, gangguan interaksi sosial verbal berhubungan dengan perbedaan kultur, gangguan interaksi sosial berhubungan
berhubungan disorientasi disorientasi sosiokultural sosiokultural dan dan ketidakpatuhan ketidakpatuhan dalam dalam pengobatanpengobatan berhubungan dengan
berhubungan dengan sistem nilai yang diyakini.sistem nilai yang diyakini. c.
c. Tahap Perencanaan dan Pelaksanaan.Tahap Perencanaan dan Pelaksanaan.
Perencanaan dan pelaksanaan dalam keperawatan transkultural adalah suatu Perencanaan dan pelaksanaan dalam keperawatan transkultural adalah suatu proses keperawatan
proses keperawatan yang tidak dapat dipisahkan. Perencanaan adalah yang tidak dapat dipisahkan. Perencanaan adalah suatu prosessuatu proses memilih strategi yang tepat dan pelaksanaan adalah melaksanakan tindakan yang memilih strategi yang tepat dan pelaksanaan adalah melaksanakan tindakan yang sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and Davidhizar, 1995). Ada tiga sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger and Davidhizar, 1995). Ada tiga pedoman
pedoman yang yang ditawarkan ditawarkan dalam dalam keperawatan keperawatan transkultural transkultural (Andrew (Andrew and and Boyle,Boyle, 1995) yaitu: mempertahankan budaya yang dimiliki klien bila budaya klien tidak 1995) yaitu: mempertahankan budaya yang dimiliki klien bila budaya klien tidak bertentangan
bertentangan dengankesehatan, dengankesehatan, mengakomodasi mengakomodasi budaya budaya klien klien bila bila budaya budaya klienklien kurang menguntungkan kesehatan dan merubah budaya klien bila budaya yang kurang menguntungkan kesehatan dan merubah budaya klien bila budaya yang dimiliki klien bertentangan dengan kesehatan.
dimiliki klien bertentangan dengan kesehatan. 1.
1. Cultural care preservation/maintenance:Cultural care preservation/maintenance: a)
a) Identifikasi perbedaan konsep antara klien dan perawat tentangIdentifikasi perbedaan konsep antara klien dan perawat tentang proses
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
a)
a) Beri Beri kesempatan kesempatan pada pada klien klien untuk untuk memahami memahami informasi informasi yangyang diberikan dan melaksanakannya; b) Tentukan tingkat perbedaan pasien diberikan dan melaksanakannya; b) Tentukan tingkat perbedaan pasien melihat dirinya dari budaya kelompok; c) Gunakan pihak ketiga bila perlu; melihat dirinya dari budaya kelompok; c) Gunakan pihak ketiga bila perlu; d) Terjemahkan terminologi gejala pasien ke dalam bahasa kesehatan yang d) Terjemahkan terminologi gejala pasien ke dalam bahasa kesehatan yang dapat dipahami oleh klien dan orang tua, e) Berikan informasi pada klien dapat dipahami oleh klien dan orang tua, e) Berikan informasi pada klien tentang sistem pelayanan kesehatan.
tentang sistem pelayanan kesehatan.
Perawat dan klien harus mencoba untuk memahami budaya masing-masing Perawat dan klien harus mencoba untuk memahami budaya masing-masing melalui proses akulturasi, yaitu proses mengidentifikasi persamaan dan perbedaan melalui proses akulturasi, yaitu proses mengidentifikasi persamaan dan perbedaan budaya
budaya yang akhirnyang akhirnya ya akan akan memperkaya memperkaya budaya budaya budaya mbudaya mereka. ereka. Bila Bila perawat perawat tidaktidak memahami budaya klien
memahami budaya klien maka akan timbul maka akan timbul rasa tidak rasa tidak percaya sehingga hubunganpercaya sehingga hubungan terapeutik antara
terapeutik antara perawat dengan klien perawat dengan klien akan terganggu. Pemahaman budaya akan terganggu. Pemahaman budaya klienklien amat mendasari efektifitas keberhasilan menciptakan hubungan perawat dan klien amat mendasari efektifitas keberhasilan menciptakan hubungan perawat dan klien yang bersifat terapeutik.
yang bersifat terapeutik. 5.
5. Pengaruh Pengaruh Budaya Sunda Budaya Sunda terhadap proses terhadap proses keperawatankeperawatan
Konsep sehat sakit tidak hanya mencakup aspek fisik saja , tetapi juga bersifat sosial Konsep sehat sakit tidak hanya mencakup aspek fisik saja , tetapi juga bersifat sosial budaya
budaya . . Istilah Istilah lokal lokal yang yang biasa biasa dipakai dipakai oleh oleh masyarakat masyarakat Jawa Jawa Barat Barat ( ( orang orang sunda sunda )) adalah muriang untuk demam , nyerisirah untuk sakit kepala , yohgoy untuk batuk dan adalah muriang untuk demam , nyerisirah untuk sakit kepala , yohgoy untuk batuk dan salesma untuk pilek / flu. Penyebab sakit umumnya karena lingkungan , kecuali batuk salesma untuk pilek / flu. Penyebab sakit umumnya karena lingkungan , kecuali batuk juga
juga karena karena kuman kuman . . Pencegahan Pencegahan sakit sakit umumnya umumnya dengan dengan menghindari menghindari penyebabnya.penyebabnya. Pengobatan sakit umumnya menggunakan obat yang terdapat di warung obat yang ada di Pengobatan sakit umumnya menggunakan obat yang terdapat di warung obat yang ada di desa tersebut , sebagian kecil menggunakan obat tradisional . Pengobatan sendiri sifatnya desa tersebut , sebagian kecil menggunakan obat tradisional . Pengobatan sendiri sifatnya sementara , yaitu penanggulangan pertama sebelum berobat ke puskesmas atau mantri. sementara , yaitu penanggulangan pertama sebelum berobat ke puskesmas atau mantri.
a)
a) Pengertian Sehat SakitPengertian Sehat Sakit
Menurut orang sunda , orang sehat adalah mereka yang makan terasa enak Menurut orang sunda , orang sehat adalah mereka yang makan terasa enak
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
dapat melakukan kegiatan sehari
dapat melakukan kegiatan sehari – – hari , sulit tidur , berat badan menurun , harus hari , sulit tidur , berat badan menurun , harus berobat
berobat ke ke dokter dokter / / puskesmas puskesmas , , apabila apabila menjalani menjalani rawat rawat inap inap memerlukan memerlukan biayabiaya mahal.
mahal.
Konsep sakit ringan dan sakit berat bertitik tolak pada keadaan fisik penderita Konsep sakit ringan dan sakit berat bertitik tolak pada keadaan fisik penderita melakukan kegiatan sehari
melakukan kegiatan sehari – – hari , dan sumber pengobatan yang digunakan. hari , dan sumber pengobatan yang digunakan. Berikut beberapa contoh sakit dengan penyebab , pencegahan dan pengobatan Berikut beberapa contoh sakit dengan penyebab , pencegahan dan pengobatan sendiri. :
sendiri. : b)
b) Sakit KepalaSakit Kepala
Keluhan sakit kepala dibedakan antara nyeri kepala ( bahasa sunda = rieut atau Keluhan sakit kepala dibedakan antara nyeri kepala ( bahasa sunda = rieut atau nyeri sirah , kepala terasa berputar / pusing / bahasa sunda = Lieur ) , dan sakit nyeri sirah , kepala terasa berputar / pusing / bahasa sunda = Lieur ) , dan sakit kepala sebelah / migran ( bahasa sunda = rieut jangar ) . Penyebab sakit kepala kepala sebelah / migran ( bahasa sunda = rieut jangar ) . Penyebab sakit kepala adalah dengan menghindari terkena sinar matahari langsung , dan jangan banyak adalah dengan menghindari terkena sinar matahari langsung , dan jangan banyak pikiran
pikiran . . Pengobatan Pengobatan sendiri sendiri , , sakit sakit kepala kepala dapat dapat dilakukan dilakukan dengan dengan obat obat warungwarung yaitu paramek atau puyer bintang tujuh nomor 16.
yaitu paramek atau puyer bintang tujuh nomor 16. c)
c) Sakit DemamSakit Demam
Keluhan demam ( bahasa sunda = muriang atau panas tiris ) ditandai dengan Keluhan demam ( bahasa sunda = muriang atau panas tiris ) ditandai dengan badan
badan terasa terasa pegalpegal – – pegal , menggigil , kadang pegal , menggigil , kadang – – kadang bibir biru . Penyebab kadang bibir biru . Penyebab demam adalah udara kotor , menghisap debu kotor . pergantian cuaca , kondisi demam adalah udara kotor , menghisap debu kotor . pergantian cuaca , kondisi
badan lemah , kehujanan , kepanasan cukup lama
badan lemah , kehujanan , kepanasan cukup lama , dan keletihan . Pencegahan, dan keletihan . Pencegahan demam adalah dengan menjaga kebersihan udara yang dihisap , makan teratur , demam adalah dengan menjaga kebersihan udara yang dihisap , makan teratur , olahraga cukup , tidur cukup , minum cukup , kalau badan masih panas / olahraga cukup , tidur cukup , minum cukup , kalau badan masih panas / berkeringat jangan langsung mandi , jangan kehujanan dan banyak makan sayuran berkeringat jangan langsung mandi , jangan kehujanan dan banyak makan sayuran atau buah . Pengobatan sendiri demam dapat dilakukan dengan obat tradisional , atau buah . Pengobatan sendiri demam dapat dilakukan dengan obat tradisional , yaitu kompres badan dengan tumbukan daun melinjo , daun cabe atau daun yaitu kompres badan dengan tumbukan daun melinjo , daun cabe atau daun singkong , atau dapat juga dengan obat warung yaitu Paramek atau Puyer bintang singkong , atau dapat juga dengan obat warung yaitu Paramek atau Puyer bintang
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
Pencegahan batuk dilakukan dengan menjaga badan agar jangan kedinganan , Pencegahan batuk dilakukan dengan menjaga badan agar jangan kedinganan , jangan
jangan makan makan makanan makanan basi basi , , tidak tidak kebanyakan kebanyakan minum minum es es , , menghindarimenghindari makanan yang merangsang tenggorokan , atau menyebabkan alergi . Pengobatan makanan yang merangsang tenggorokan , atau menyebabkan alergi . Pengobatan sendiri batuk dapat dilakukan dengan obat warung misalnya konidin atau sendiri batuk dapat dilakukan dengan obat warung misalnya konidin atau oikadryl . Bila batuk ringan dapt minum obat tradisional yaitu air perasan jeruk oikadryl . Bila batuk ringan dapt minum obat tradisional yaitu air perasan jeruk nipis dicampur kecap , daun sirih 5 lembar diseduh dengan air hangat setengah nipis dicampur kecap , daun sirih 5 lembar diseduh dengan air hangat setengah gelas atau rebusan jahe dengan gula merah.
gelas atau rebusan jahe dengan gula merah. e)
e) Sakit PilekSakit Pilek
Keluhan pilek ringan ( bahasa sunda = salesma ) , yaitu hidung tersumbat atau Keluhan pilek ringan ( bahasa sunda = salesma ) , yaitu hidung tersumbat atau berair
berair , , dan dan pilek pilek berat berat yaitu yaitu pilek pilek yang yang disertai disertai sakit sakit kepala kepala , , demam demam , , badanbadan terasa pegal dan tenggorokan kering . Penyebab pilek adalah kehujanan terasa pegal dan tenggorokan kering . Penyebab pilek adalah kehujanan menghisap debu kotor , menghisap asap rokok , menghisap air , pencegahan pilek menghisap debu kotor , menghisap asap rokok , menghisap air , pencegahan pilek adalah jangan kehujanan , kalau badan berkeringat jangan langsung mandi , adalah jangan kehujanan , kalau badan berkeringat jangan langsung mandi , apabila muka terasa panas ( bahasa sunda = singhareab ) , jangan mandi langsung apabila muka terasa panas ( bahasa sunda = singhareab ) , jangan mandi langsung minum obat , banyak minum air dan istirahat . Pengobatan sendiri , pilek dapat minum obat , banyak minum air dan istirahat . Pengobatan sendiri , pilek dapat dilakukan dengan obat warung yaitu mixagrib diminum 3x sehari sampai dilakukan dengan obat warung yaitu mixagrib diminum 3x sehari sampai keluhannya hilang . Dapat juga digunakan obat tradisional untuk mengurangi keluhannya hilang . Dapat juga digunakan obat tradisional untuk mengurangi keluhan , misalnya minyak kelapa dioleskan di kanan dan kiri hidung.
keluhan , misalnya minyak kelapa dioleskan di kanan dan kiri hidung. f)
f) Sakit PanasSakit Panas
Sakit panas adalah sakit yang menyebabkan sekujur tubuh seseorang terasa Sakit panas adalah sakit yang menyebabkan sekujur tubuh seseorang terasa panas biasan
panas biasanya yang ya yang disertai disertai demam ( demam ( menggigil ). menggigil ). Untuk mengobatinya Untuk mengobatinya , orang, orang sunda biasa dengan menggunakan labu ( waluh ) yang diparut ( dihaluskan ) , sunda biasa dengan menggunakan labu ( waluh ) yang diparut ( dihaluskan ) , kemudian dibungkus kain dan di kompreskan ke tubuh orang yang sakit panas kemudian dibungkus kain dan di kompreskan ke tubuh orang yang sakit panas tersebut hingga panasnya turun. Selain itu juga bisa dengan menggunakan tersebut hingga panasnya turun. Selain itu juga bisa dengan menggunakan kompres air dingin
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime.
Start Free Trial Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial Cancel Anytime. BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu Transkultural adalah lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai
mempengaruhi budaya yang lain. Atau pertemuan kedua nilai – – nilai budaya yang nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi sosial.
berbeda melalui proses interaksi sosial.
Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral keperawatan
sentral keperawatan
Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (
keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit ( SunriseSunrise Model
Model ). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini digunakan oleh). Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawatan ini digunakan oleh perawat
perawat sebagai sebagai landasan landasan berfikir berfikir dan dan memberikan memberikan solusi solusi terhadap terhadap masalah masalah klienklien (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari mulai (Andrew and Boyle, 1995). Pengelolaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari mulai tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. B.
B. SaranSaran
kami sadar bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata kempurna, untuk itu kami kami sadar bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata kempurna, untuk itu kami meminta saran sehingga kami dapat menyusun makalah yang lebih bail lagi, demikian meminta saran sehingga kami dapat menyusun makalah yang lebih bail lagi, demikian