III. METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Dari 8 kelas dihitung rata-rata nilai matematika tiap kelas dan dipilih 2 kelas yang memiliki rata-rata yang relatif sama sebagai kelas sampel. Selanjutnya dilakukan uji kesamaan dua rata-rata dengan uji-t untuk memastikan kesamaan rata-rata kelas sampel. Dengan cara acak ditentukan 2 kelas yang sudah terpilih yaitu kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol.
B. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah post-test-only-design-control. Tabel 3.1. Desain Penelitian
Kelas Variabel Bebas Post-tes
Eksperimen NHT Y2
Kontrol Konvensional Y2
C. Prosedur Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut
a. Mengambil data nilai matematika siswa pada Ulangan Akhir Semester sebelumnya yang digunakan sebagai nilai awal siswa.
b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) c. Mempersiapkan Lembar Kerja Kelompok (LKK).
d. Membagi siswa ke dalam kelompok heterogen yang terdiri 5 orang berdasarkan nilai awal siswa.
e. Menyiapkan lembar observasi aktivitas bertanya siswa.
f. Menyiapkan instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep. 2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Urutan pembelajarannya sebagai berikut.
a. Kegiatan Awal
1) Mengarahkan siswa untuk berkumpul dengan kelompok yang telah ditentukan.
2) Memberikan motivasi dan apersepsi yaitu melakukan tanya jawab untuk menggali kemampuan prasyarat siswa mengenai materi yang akan dibahas.
b. Kegiatan Inti
1) Guru memberikan penjelasan terkait materi yang dipelajari.
2) Guru membagikan LKK kepada setiap kelompok, meminta siswa berdiskusi mengerjakan LKK dalam kelompok dan memantau ja-lannya diskusi kelompok.
3) Perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan siswa yang lain menanggapi presentasi.
5) Guru menyempurnakan hasil diskusi. c. Kegiatan Penutup
1) Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.
2) Guru memberikan PR dan menginformasikan materi yang akan di-bahas pada pertemuan berikutnya.
3. Pengumpulan Data 4. Analisis Data
5. Penyusunan Laporan
C. Data Penelitian
Data yang diambil dalam penelitian ini adalah
1. Data aktivitas bertanya siswa dilihat dari frekuensi aktivitas bertanya yang diperoleh dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran.
2. Data pemahaman konsep matematis siswa diperoleh melalui tes pemahaman kosep pada pokok bahasan lingkaran setelah mengikuti pembelajaran.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Observasi
Pengumpulan data melalui observasi bertujuan untuk memperoleh data aktivitas bertanya siswa selama proses pembelajaran. Aktivitas bertanya siswa diamati oleh observer dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi aktivitas bertanya siswa berbentuk daftar nama siswa dan banyaknya pertanyaan yang
antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru selama pembelajaran yang berkaitan dengan materi.
Ketentuan teknis pengisian lembar observasi aktivitas siswa ini adalah sebagai berikut.
a. Siswa mendapat tanda check list (skor 1) jika melakukan aktivitas bertanya yang relevan terhadap pembelajaran.
b. Siswa tidak mendapat tanda check list (skor 0) jika tidak melakukan aktivitas bertanya yang relevan terhadap pembelajaran.
2. Tes
Tes yang diberikan berupa tes pemahaman konsep pada pokok bahasan lingkaran yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah mengikuti pembelajaran. Penyusunan soal tes ini diawali dengan menentukan kompetensi dasar dan indikator yang akan diukur sesuai dengan materi dan tujuan kurikulum yang berlaku pada populasi, menyusun kisi-kisi tes berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang dipilih, menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Hal ini dilakukan untuk menjamin validitas isi soal tes yang diujikan.
intruksional khusus yang telah ditentukan (untuk mata pelajaran matematika). Jadi disini dapat diketahui apakah hal-hal yang terdapat pada tujuan intruksional khusus sudah dapat mewakili secara nyata pada tes pemahaman konsep atau belum.
Validitas instrumen tes ini didasarkan pada penilaian guru mata pelajaran matematika kelas VIII SMP Negeri 8 Bandar Lampung. Jika penilaian guru menyatakan bahwa butir-butir tes telah sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang akan diukur maka tes tersebut dikategorikan valid. Penilaian dilakukan satu kali, yaitu sebelum pelaksanaan tes uji coba oleh guru mitra. Berdasarkan hasil penilaian terhadap tes menunjukkan bahwa tes yang akan diuji cobakan maupun tes yang digunakan untuk mengambil data telah memenuhi validitas isi.
Tes yang digunakan diuji cobakan di luar sampel tetapi masih dalam populasi. Ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat reliabilitas, daya pembeda (DP) dan tingkat kesukaran (TK) dari instrumen tes yang nantinya akan dipakai di kelas sampel.
Untuk menentukan tingkat reliabilitas tes digunakan metode satu kali tes dengan teknik Alpha. Rumus Alpha dalam Sudijono (2003:208-209) dengan kriteria menurut Anas Sudijono suatu tes dikatakan baik bila memiliki reliabilitas lebih dari 0,70.
2 2
11 1
1 i
i
n n r
11
r = Reliabilitas yang dicari 2
i = Jumlah varians skor tiap-tiap item
2
i = Varians total
Berdasarkan pendapat, Safari (2004:23) menyatakan tingkat kesukaran butir tes adalah peluang untuk menjawab benar suatu butir tes pada tingkat kemampuan tertentu. Untuk mengetahui tingkat kesukaran butir tes digunakan rumus berikut:
maks i
S S TK
Dengan
TKi : tingkat kesukaran butir tes ke-i
S : rataan skor siswa pada butir ke-i Smaks: skor maksimum butir ke-i
[image:6.595.182.445.465.539.2]Penafsiran atas tingkat kesukaran butir tes digunakan kriteria menurut Witherington dalam Sudijono (2003:375) berikut:
Tabel 3.2. Interprestasi Tingkat Kesukaran Butir Tes
Besar TKi Interprestasi
< 0,25 0,25 s.d 0,75
> 0,75
Terlalu Sukar Cukup (Sedang)
Terlalu Mudah
Lebih lanjut Anas Sudijono menyatakan butir soal dikategorikan baik jika derajat kesukaran butir cukup (sedang).
IA JB JA DP
Keterangan :
DP = Indeks daya pembeda satu butir soal tertentu
[image:7.595.115.511.612.751.2]JA = Rata-rata kelompok atas pada butir soal yang diolah JB = Rata-rata kelompok bawah pada butir soal yang diolah IA = Skor maksimum butir soal yang diolah
Tabel 3.3. Interpretasi Nilai Daya Pembeda
Nilai Interpretasi
20 , 0
DP
negatif Lemah Sekali(Jelek)
40 , 0 20
,
0 DP Cukup(Sedang)
70 , 0 40
,
0 DP Baik
00 , 1 70
,
0 DP Baik Sekali
Sudijono (2003: 389)
Untuk keperluan pengambilan data dalam penelitian ini digunakan butir soal dengan daya beda lebih dari atau sama dengan 0,3.
Dari perhitungan tes uji coba yang telah dilakukan, pada Tabel 3.3 dapat dilihat bahwa seluruh butir soal telah memenuhi kriteria yang ditentukan sehingga dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep matematis siswa.
Tabel 3.4. Rekapitulasi Hasil Tes Uji Coba
No Soal Validitas Reliabilitas Daya Pembeda Tingkat Kesukaran
1 Valid
0,71
0,58 (Baik) 0,52 (Sedang)
2 Valid 0,56 (Baik) 0,66 (Sedang)
4 Valid 0,53 (Baik) 0,59 (Sedang)
5 Valid 0,67 (Baik) 0,70 (Sedang)
E. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
1. Data Kemampuan Awal
Sebelum eksperimen dilakukan, untuk memastikan kesamaan rata-rata kemampuan awal antara kelas sampel I dengan kelas sampel II, dilakukan uji kesamaan dua rata-rata kemampuan awal siswa dengan uji-t. Adapun uji-t menurut Sudjana (2005: 239) sebagai berikut
1) Hipotesis uji H0: 1 2 H1: 1 2
2) Taraf signifikansi : = 5 % 3) Statistik uji
2 1 2 1 1 1 n n s x x t ; 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 n n s n s n s dengan : 1
x = rata-rata sampel ke-1
2
x = rata-rata sampel ke-2 2
1
s = variansi sampel ke-1
2 2
s = variansi sampel ke-2
1
2
n = ukuran sampel ke-2 4) Keputusan uji
Terima H0jika
2 1 1 2 1 1 t t
t , dimana
2 1 1
t didapat dari daftar distribusi t
dengan dk = (n1+ n2 2) dan peluang (1 ½ ). Untuk harga-harga t lainnya
H0ditolak.
Sebelum dilakukan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas sebagai berikut
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Untuk uji normalitas yang digunakan adalah dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat. Uji Chi-Kuadrat menurut Sudjana (2005: 273) sebagai berikut
1) Hipotesis Uji:
H0: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1: Sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal
2)
3) Statistik uji :
k i i i i E E O x 1 2 2 dengan : i
O = frekuensi pengamatan
i
E = frekuensi yang diharapkan
Tolak H0jika x2 x1 k 3 dengan taraf = taraf nyata untuk pengujian.
Dalam hal lainnya H0diterima.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas varians dilakukan antara dua kelompok data. Uji homogenitas varians yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Bartlett. Uji Bartlett menurut Sudjana (2005: 261) sebagai berikut :
1) Hipotesis Uji H0: 12 22
H1: ≠
2) Taraf signifikansi : = 5%
Untuk uji Bartlett digunakan statistik chi-kuadrat : 2
2
log 1 10
ln B ni si
x
dengan :
B = log 2 1
i
n s
2
s =
1 1 2
i i i
n s n
i
n = ukuran sampel ke-i 2
i
s = variansi sampel ke-i i = 1, 2
k = banyaknya populasi ln 10 = 2,3026
Tolak H0 jika x2 x21 k 1 dan terima H0 jika x2 x21 k 1 , dimana 1
1 2
k
x didapat dari daftar distribusi chi-kuadrat dengan peluang (1 ) dan dk = (k 1).
2. Data Aktivitas Bertanya
Dari data hasil observasi, dihitung persentase skor siswa aktif bertanya dengan menggunakan rumus:
% 100 N
S SA
Keterangan : = Persentase siswa aktif bertanya
N = Jumlah siswa
Siswa dikatakan aktif bertanya jika siswa tersebut mengajukan pertanyaan minimal 2 pertanyaan yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari selama pembelajaran.
Untuk pengujian hipotesis 1dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif.
3. Data Pemahaman Konsep
Data pemahaman konsep diperoleh dari hasil tes pemahaman konsep. Nilai hasil tes pemahaman konsep merupakan nilai hasil belajar matematika siswa setelah mengikuti pembelajaran.