ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN ASING, KOMISARIS INDEPENDEN DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2012-2018)
(Skripsi)
Oleh :
AHMAD AMINUDIN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRACT
ANALYSIS OF THE EFFECT OF FOREIGN OWNERSHIP, INDEPENDENT DIRECTORS AND LEVERAGE ON STOCK RETURN
(Study of Manufacturing Companies Listed on Indonesia Stock Excange 2012-2018)
By:
Ahmad Aminudin
This study aims to examine the effect of foreign ownership, independent directors and leverage on stock return of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This test uses SPSS version 22. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2012-2018 with a total sample of 34 companies. The source of this research data is secondary data obtained through the Indonesia Stock Exchange website. The analytical method used is multiple linear regression. The results of this study indicate that foreign ownership, independent directors and leverage simultaneously have a significant influence on stock return. Partially, foreign ownweship and independent directors have significant effect on stock return, while leverage has no effect on stock return.
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN ASING, KOMISARIS INDEPENDEN DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2012-2018)
Oleh:
Ahmad Aminudin
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel kepemilikan asing, komisaris independen dan leverage terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian ini menggunakan SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2018 dengan total sampel sebanyak 34 perusahaan. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan kepemilikan asing, komisaris independen dan leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return sahaml. Secara parsial, kepemilikan asing dan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan leverage tidak berpengaruh terhadap return saham.
ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN ASING, KOMISARIS INDEPENDEN DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2012-2018)
Oleh
AHMAD AMINUDIN Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA AKUNTANSI
Pada Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Lampung
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG
Judul Skripsi : ANALISIS PENGARTJH KEPEMILI ASING, KOMSARIS ITIDEPENDEN LEYERAGE TERIIAD AP RETURN (Studi pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2018)
Nama Mahasiswa
:
Ahmad AminudinProgram Studi Fakultas
R
-',r,ffii's-E.,M's.
NIP. 1982062320AU21Pigoft,,*
Nauli., S.8., M.SiL. Ketua Jurusan Akuntansi
€
rianasario S.8., M.Si.,
Akt,
CA. Prof. Dr.l.
Tim PengujiKetua
Sekretaris
Penguji
MENGESAHKAhI
: Dr. Ratn" Septiyanti, S.E., M.Si.
M.Si.
I
199003I
ATAAN BEBAS PLAGIARISME
Srp
yang bertanda tanganI{ema : Ahmad Aminudin
Nru
: 1411031003Ihngan ini menyatakan skripsi yang berjudul "Analisis pe
rcing, komisaris
i
pcrusahaf,n manufaktur 2018)" adalah benar hasil
kpseluruhan atau sebagian
&lam
bentuk rangkaiandan larcragc terhadap return saham
terdaftar
di
bursa efek Indonesiapda
karya saya sendiri. Dalam skripsiini
tisan yang saya ambil dengan cara menyali
kepemilikan
(studi pada
hhun
}An-terdapat
atau meniru imat atau simbol yeng menur{ukan atau pendapat atau pmikiran penulis lain, yang saya akui seolah-olah itulisan
saya atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa pengakuan penulis aslinya. Apabila di mudian hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak
benaq maka sayasiap me sanksi sesuai dengan peraturan yang
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Menanga Siamang pada tanggal 11
Juni 1996. Penulis adalah anak pertama dari dua
bersaudara dari pasangan bapak Ahmad Katimin dan ibu
Nur Badriyah. Pada tahun 2008 penulis menyelesaikan
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Dasar Negeri
(SDN) 02 Menanga Siamang. Sekolah Menengah Pertama
(SMP) diselesaikan oleh penulis di MTs Guppi Banjit
pada tahun 2011. Kemudian, penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) di SMK N 1 Banjit hingga tahun 2014.
Penulis terdaftar sebagai mahasiswi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Lampung pada tahun 2014 melalui jalur SBMPTN terdaftar menjadi
anggota HIMAKTA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) FEB Unila. Pada tahun 2014
penulis aktif sebagai anggota UKMF ROIS FEB Unila dan menjadi pengurus UKMF
ROIS FEB Unila pada periode 2015/2016 sampai dengan periode 2016/2017. Penulis
juga telah mengikuti program pengabdian langsung kepada masyarakat yaitu Kuliah
Kerja Nyata (KKN) di Desa Sido Binangun, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten
Lampung Tengah selama 40 (empat puluh) hari pada bulan Januari sampai Maret
sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Akuntansi pada Fakultas
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahirobbil’alamin
Puji syukur terpanjatkan kepada Allah SWT yang atas kehendak dan segala
nikmat yang telah berikan-Nya sehingga terselesaikannya skripsi ini.
Kupersembahkan karya sederhana ini kepada kedua orangtuaku tercinta, Bapak
Ahmad Katimin dan Ibu Nur Badriyah sebagai tanda bakti dan terimakasih yang amat
terdalam atas segala cinta, kasih dan sayang, perhatian, doa, dukungan, dan didikan,
serta perjuangannya untuk bisa menyekolahkanku hingga tingkat sarjana.
Untuk Adikku, Siti Fatimah terimakasih atas segala bentuk kasih sayang, dukungan,
dan doanya untukku.
Serta untuk seluruh pihak yang selalu mendukung dan menemani disetiap langkahku.
MOTTO
“Barang siapa bersungguh-sungguh, sesungguhnya kesungguhannya itu adalah
untuk dirinya sendiri”
(Qs. Al Ankabut: 6)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
(Qs. Al Insyirah: 6)
“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT), hendaknya kamu berharap”
SANWACANA
Bismillahirrohmaanirrohiim,
Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
judul “Analisis Pengaruh Kepemilikan Asing, Komisaris Independen Dan
Leverage Terhadap Return Saham (Studi p ada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2018) ”, sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi S1 Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
Dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan rasa
hormat dan terima kasih yang tulus kepada:
1. Bapak Dr. Nairobi, SE., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Lampung.
2. Ibu Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt., CA., selaku Ketua Jurusan S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
3. Ibu Dr. Reni Oktaviani, S.E., M.Si., selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.
4. Ibu Dr. Ratna Septiyanti, S.E., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Utama yang
sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Saya mengucapakan terima kasih
banyak ibu atas ilmunya yang sangat bermanfaat.
5. Bapak Pigo Nauli., S.E., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Pendamping.
Terimakasih telah memberikan waktu, kritik dan saran, doa, dan nasihat-nasihat
yang sangat bermanfaat bagi saya, serta terimakasih banyak telah bersabar
membimbing saya dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak. selaku Dosen Penguji Utama yang
telah memberikan kritik dan saran yang membangun selama proses penyusunan
skripsi ini.
7. Bapak Komaruddin, S.E., M.Si., Akt. selaku Pembimbing Akademik selama
masa perkuliahan yang telah memberikan saran dan nasihat selama penulis
menjadi mahasiswa.
8. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang telah
memberikan ilmu pengetahuan dan pembelajaran berharga bagi penulis selama
menempuh program pendidikan S1.
9. Kedua Orangtuaku, Bapak Ahmad Katimin dan Ibu Nur Badriyah terimakasih
atas cinta yang luar biasa, dukungan, semangat, perjuangan, serta doa yang tiada
putus. Berkat doa kedua orangtua saya bisa menyelesaikan studi ini.
10. Adikku tercinta, Siti Fatimah yang telah memberikan kasih sayang, keceriaan,
dukungan, doa.
11. Teman hidupku Vini Kartika. Terimakasih telah memberikan yang terbaik dan
selalu membantuku dalam menjalani hidup dan sangat membantu dalam
12. Sahabat tercinta Future Accountant Agro, Amel, Faila, Juljana, Oftika, Rona,
Robert Sobri, Teguh, Umi, Yanto. Terimakasih telah menjadi sahabat yang
menerima segala kekuranganku, menemani segala lika-liku perkuliahan yang
penuh cerita suka dan duka.
13. Sahabat D’Cost Adam, Bagus, Bipa, Dani, Ghazy, Hafin, Hary, Rizky, Sobri,
Soni. teman-teman Akuntansi 2014. Terimakasih untuk semua waktu dan
momen yang telah dilalui, terimakasih telah membantu menyelesaikan skripsi
ini.
14. Keluarga besar UKMF ROIS FEB Unila,. Terimakasih atas segala pembelajaran
berorganisasi dan memaknai arti kekeluargaan dalam sebuah organisasi.
15. Teman-teman KKN Desa Sido Binangun. Jenni, Mallina, Maya, Oliv, Sahel, dan
Wahyu. Terimakasih telah menjadi teman yang baik dalam masa Kuliah Kerja
Nyata Selama 40 hari.
16. Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis
sebutkan satu per satu.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan semoga Allah
SWT memberikan rahmat, dan hidayah-Nya untuk kita semua.
Bandar Lampung, 7 Februari 2020 Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... v
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Batasan Masalah ... 8
1.5 Manfaat Penelitian ... 9
1.5.1 Manfaat Teoritis ... 9
1.5.2 Manfaat Praktis ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori ... 10
2.1.1 Teori Keagenan... 10
2.1.2 Return Saham ... 11
2.1.3 Kepemilikan Asing ... 13
2.1.4 Komisaris Independen ... 13
2.1.5 Leverage ... 14
2.2 Penelitian Terdahulu ... 14
2.3 Model Penelitian ... 19
2.4 Pengembangan Hipotesis ... 19
2.4.1 Pengaruh Kepemilikan Asing Terhadap Return Saham ... 19
2.4.2 Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Return Saham ... 20
2.4.3 Pengaruh Leverage Terhadap Return Saham ... 21
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel ... 23
3.1.1 Populasi ... 23
3.1.2 Sampel ... 23
3.2 Jenis Sumber Data ... 23
3.3 Definisi Operasional Variabel ... 24
3.3.1.1 Kepemilikan Asing ... 24
3.3.1.2 Komisaris Independen ... 25
3.3.1.3 Leverage ... 25
3.3.2 Variabel Dependen ... 25
3.3.2.1 Return saham ... 25
3.4 Metode Analisis Data ... 26
3.4.1 Uji Statistik Deskriptif ... 26
3.4.2 Pengujian Asumsi Klasik ... 26
3.4.2.1 Uji Normalitas ... 26
3.4.2.2 Uji Multikolinieritas ... 27
3.4.2.3 Uji Autokorelasi ... 27
3.4.2.4 Uji Hesteroskedastisitas ... 28
3.4.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 28
3.4.4 Pengujian Hipotesis ... 29
3.4.4.1 Uji Kelayakan Model Regresi (Uji Statistik F) ... 29
3.4.4.2 Uji Koefisien Determinasi (Uji R2) ... 29
3.4.4.3 Uji Hipotesis (Uji Statistik t) ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 31
4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 31
4.1.2 Data Oulier ... 32
4.2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 33
4.3 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 35
4.3.1 Uji Normalitas ... 35
4.3.2 Uji Multikoleniaritas ... 36
4.3.3 Uji Autokorelasi ... 37
4.3.4 Uji Heteroskedastisitas ... 38
4.4 Pengujian Hipotesis ... 40
4.4.1 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 40
4.4.2 Uji Kelayakan Model Regresi (Uji Statistik F) ... 40
4.4.3 Uji Hipotesis (Uji Statistik t) ... 41
4.5 Pembahasan ... 43
4.5.1 Pengaruh Kepemilikan Asing Terhadap Return Saham ... 43
4.5.2 Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Return Saham ... 44
4.5.3 Pengaruh Leverage Terhadap Return Saham ... 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 46
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 47
5.3 Saran ... 48
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu ... 16
Tabel 4.1. Kriteria Pengambilan Sampel ... 32
Tabel 4.2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 34
Tabel 4.3. Hasil Uji Multikoleniaritas ... 37
Tabel 4.4. Pengukuran Autokorelasi Durbin-Watson ... 38
Tabel 4.5. Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson ... 38
Tabel 4.6. Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 40
Tabel 4.7. Hasil Uji Statistik F ... 41
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 1.1. Nilai Investasi Indonesia Tahun 2012-2018 ... 1
Gambar 1.2. Nilai Investasi Asing dan Domestik Tahun 2012-2018 ... 4
Gambar 2.1. Kerangka Penelitian ... 19
Gambar 4.1. Uji Normalitas ... 36
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Lampiran 2. Data Variabel Penelitian
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar modal memiliki peran yang penting bagi perekonomian negara, karena pasar modal merupakan acuan untuk melihat dinamisnya suatu bisnis dalam menggerakan kebijakan ekonomi, yaitu berupa kebijakan fiskal dan moneter oleh Fahmi (2014). Melalui kegiatan pasar modal, aktivitas perekonomian diharapkan dapat meningkat dan bisa menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar, peningkatan
[image:20.595.115.501.522.732.2]pendapatan perusahaan maupun peningkatan kemakmuran masyarakat luas oleh Darmadji & Fakhruddin (2011).
Gambar 1.1 Nilai Investasi Indonesia Tahun 2012-2018
0 200 400 600 800
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
313,2 398,6 463,1
545,4 612,8 692,8
721,3
Nilai Investasi Indonesia Tahun 2012-2018 (Dalam Triliun)
2
Salah satu aktivitas yang biasa terjadi di pasar modal adalah kegiatan investasi. Menurut Jogiyanto (2012) Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu. di Indonesia, aktivitas investasi ini mengalami perkembangan yang cukup baik. Melalui gambar 1.1 dapat dilihat bahwa investasi di Indonesia mengalami peningkatan mulai dari tahun 2012 hingga 2018. Pada tahun 2012 nilai investasi adalah sebesar 313,2 triliun dan terus meningkat mencapai angka 721,3 triliun pada tahun 2018 yang artinya terjadi peningkatan lebih dari 100% dalam kurun waktu 6 tahun.
Besarnya nilai investasi ini tentu memiliki tujuan yang tidak terlepas dari
keuntungan investasi yang ingin didapatkan investor. Keuntungan yang dimaksud dalam hal ini yaitu berupa pengembalian atau return. Tingkat return saham menjadi tolak ukur bagi investor untuk menanamkan investasinya disuatu perusahaan. Semakin tinggi tingkat pengembalian yang akan diperoleh investor, maka akan semakin tinggi pula minat investor untuk menanamkan maupun mempertahankan investasi saham.
Berdasarkan data yang diperoleh dari http://www.idx.co.id, hingga 23 oktober 2019 tercatat 657 perusahaan yang tergabung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun pada kenyataannya tidak ada satupun perusahaan yang mampu
memberikan return yang pasti. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki return
3
Dengan adanya fluktuasi pada return perusahaan manufaktur terdapat ketidakpastian atas return yang akan diperoleh investor, sehingga akan menyebabkan risiko investasi. Risiko sendiri dapat diartikan sebagai bentuk keadaan yang tidakpasti tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan yang diambil berdasarkan suatu pertimbangan oleh Fahmi dan Hadi (2009). Apabila seorang investor menginginkan return yang tinggi maka ia harus bersedia menanggung risiko yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan pernyataan oleh Tandelilin (2014) bahwa terdapat hubungan searah antara return dan risiko, semakin besar risiko semakin besar return harapan atas aset tersebut. Oleh karena itu, dalam melakukan keputusan investasi investor akan mempertimbangkan banyak faktor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi return saham adalah kepemilikan saham oleh investor asing, komisaris independen dan leverage.
Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi yang ada di Indonesia serta didukung dengan adanya teori perdagangan bebas, maka semakin banyak investor-investor asing yang mulai menjadikan Indonesia sebagai lahan untuk berinvestasi. Kedatangan investor asing memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan harga saham-saham di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data statistik investasi pasar modal oleh tahun 2012 – 2018,
4
Gambar 1.2 Nilai Investasi Asing dan Domestik Indonesia Tahun 2012-2018
Pada gamber 1.2 terlihat pula bahwa nilai investasi asing cenderung mengalami kenaikan setiap tahun. Terjadi peningkatan yang stabil dari tahun 2012 hingga 2017, baru pada tahun 2018 terjadi penurunan nilai investasi asing dari 430,5 menjadi sebesar 392,7. Penurunan investasi asing ini bertentangan dengan angka kenaikan investor domestik. Namun besarnya nilai investasi asing ini masih mendominasi pasar modal Indonesia lebih dari 50% total investasi.
Keberadaan investor asing di satu sisi memang memberikan pengaruh positif karena membuat bursa saham lebih likuid. Di sisi lain, dominasi kepemilikan saham oleh investor asing membuat kinerja pasar modal bisa sangat fluktuatif karena ada potensi penarikan dana setiap saat hal ini nantinya akan berpengaruh pada tingkat pengembalian yang diterima investor. Oleh karenanya dibutuhkan informasi bagaimana hubungan mengenai dominasi investor asing tersebut terhadap return saham pada industri manufaktur.
0 100 200 300 400 500
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
92,2 128,2
156,1 179,5 216,2
262,3
328,6
221 270
307 365,9
396,6 430,5 392,7
Nilai Investasi Asing dan Domestik Indonesia Tahun
2012-2018
(Dalam Triliun)
5
Selain proporsi kepemilikan asing, komisaris independen menjadi faktor
berikutnya yang dapat memengaruhi tingkat return saham. Komisaris independen adalah pihak yang ditunjuk tidak dalam kapasitas mewakili pihak manapun dan semata-mata ditunjuk berdasarkan latar belakang pengetahuan, pengalaman, dan keahlian profesional yang dimilikinya untuk sepenuhnya menjalankan tugas demi kepentingan perusahaan. Novitasari (2017) menyatakan komisaris independen dapat bertindak sebagai penengah dalam perselisihan yang terjadi diantara para manajer internal dan mengawasi kebijakan manajemen serta memberikan nasihat kepada manajemen. Adanya komisaris independen akan dapat membantu
meningkatkan return saham di dalam perusahaan. Hal itu karena komisaris independen dianggap bertindak secara profesional. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi proporsi komisaris independen semakin tinggi pula pengendalian manajemen yang dilakukan sehingga perusahaan dapat secara konsisten
memberikan return saham kepada para pemiliki saham.
6
Industri manufaktur Indonesia saat ini sedang berkembang. Tumbuhnya industri manufaktur ini ternyata berdampak pada catatan utang luar negeri (ULN). Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) yang diterbitkan BI (april 2018) manufaktur menempati posisi ketiga terbesar atas ULN dengan nilai US$ 36,83 miliar. Oleh karena itu investor perlu mendapatkan informasi terkait dengan hutang industri manufaktur, apakah besarnya hutang tersebut akan mempengaruh
return yang akan diterima investor atau tidak.
Untuk memperkuat latar belakang penelitian ini, maka perlu adanya pendukung berupa penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan dalam topik maupun
variabel dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini yaitu penelitian oleh Irwan dan Murhadi (2012) serta penelitian oleh Hidayat dan Nugroho (2013), keduanya sama-sama meneliti Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan meneliti hubungan kepemilikan asing dan return saham. Hasilnya kedua penelitian tersebut adalah kepemilikan asing berpengaruh secara tidak signifikan terhadap return saham. Namun penelitian yang dilakukan Chen (2013) dengan variabel sama pada objek berbeda didapati hasil bahwa kepemilikan asing berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas return saham pada objek penelitian bursa efek Cina.
Penelitian terdahulu yang berikutnya adalah oleh Wulansari & Rikumahu (2015) pada Indeks LQ45 yang meneliti hubungan proporsi komisaris independen dengan
7
penelitian serupa pada objek bank umum BUMN dengan hasil berbeda yaitu komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Selanjutnya adalah penelitian oleh Putra dan Dana (2016) pada perusahaan
farmasi yang terdaftar di BEI serta penelitian oleh Siregar (2015) yang sama-sama meneliti mengenai hubungan leverage dengan return saham. Hasil kedua
penelitian tersebut adalah leverage berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap return saham. Namun penelitian yang dilakukan Alviansyah, et al (2018) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI, didapatkan hasil banhwa
leverage berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Berdasarkan latar belakang dan adanya perbedaan hasil pada penelitian terdahulu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis
Pengaruh Kepemilikan Asing, Komisaris Independen, dan Leverage
Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2018)”
1.2 Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
8
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk menguji dan memperoleh bukti empiris apakah kepemilikan asing berpengaruh terhadap return saham.
2. Untuk menguji dan memperoleh bukti empiris apakah komisaris independen berpengaruh terhadap return saham.
3. Untuk menguji dan memperoleh bukti empiris apakah leverage berpengaruh terhadap return saham.
1.4 Batasan Masalah
Peneliti memberikan batasan masalah agar tidak terjadi penyimpangan sehingga penelitian ini memiliki ruang lingkup dan arah yang jelas. Penelitian ini
memfokuskan pada kepemilikan asing, komisaris independen, dan leverage
sebagai variabel independen, sedangkan return saham sebagai variabel dependen. Batasan masalah penelitian ini adalah:
1. Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan IPO dibawah tahun 2012.
2. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan tahunan perusahaan selama tahun penelitian 2012-2018.
9
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi penulis maupun para pembaca mengenai hubungan kepemilikan asing, komisaris independen,
leverage terhadap return saham pada industri manufaktur periode 2012-2018. Selain itu penelitian ini dapat berguna sebagai tambahan informasi dan referensi pada penelitian sejenis di masa yang akan datang.
1.5.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai hubungan kepemilikan asing, komisaris independen, leverage terhadap return saham bagi para investor. Serta dapat memberikan tambahan informasi kepada para investor dalam
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Landasan Teori
2.1.1 Teori Keagenan
Menurut Jansen dan Meckling (1976) teori agensi merupakan hubungan keagenan sebagai sebuah kontrak yang menyatakan bahwa salah satu pihak (prinsipal) meminta kepada pihak lain (agen) untuk melakukan jasa tertentu demi kepentingan prinsipal, dengan mendelegasikan otoritas kepadanya. Teori
keagenan ini mengasumsikan semua pihak memiliki kepentingan sendiri. Menurut teori agensi, agen harus bertindak secara rasional untuk kepentingan prinsipal. Dalam praktiknya, terjadi konflik karena terdapat kesenjangan kepentingan antara pemegang saham sebagai pemilik perusahaan dengan pihak manajemen sebagai agen. Pemilik memiliki kepentingan agar dana yang telah diinvestasikan
memberikan pengembalian (return) yang maksimal, sedangkan pihak manajemen memiliki kepentingan terhadap perolehan insentif atas pengelolaan dana pemilik perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya corporate governance.
Corporate governance sebagai efektivitas mekanisme yang bertujuan
meminimalisasi konflik keagenan, dengan penekanan khusus pada mekanisme legal yang mencegah dilakukannya ekspropriasi atas pemegang saham baik
11
kunci dalam meningkatkan efesiensi ekonomis, yang meliputi serangkaian
hubungan antara manajemen perusahaan, dewan komisaris, para pemegang saham dan stakeholder lainnya. Corporate governance juga memberikan suatu struktur yang memfasilitasi penentuan sasaran-sasaran dari suatu perusahaan, dan sebagai sarana untuk menentukan teknik monitoring kinerja (Deni, Khomsiyah dan Rika, 2004)
2.1.2 Return Saham
Return adalah hasil yang diperoleh dari investasi, sedangkan saham merupakan tanda bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas. Jadi return saham merupakan pembayaran yang diterima karena hak kepemilikannya oleh Horne dan Walker (2005). Dengan demikian, setiap investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang mempunyai tujuan utama mendapatkan keuntungan yang disebut return baik secara langsung maupun tidak langsung.
Return saham berbanding positif dengan risiko, artinya semakin besar risiko yang ditanggung oleh pemegang saham, maka return akan semakin besar pula, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan return
saham merupakan keuntungan yang diperoleh pemegang saham karena
12
Komponen return terdiri dari dua jenis yaitu current income dan capital gain oleh Halim (2005). Current income disebut sebagai pendapatan lancar, karena
keuntungan yang diterima biasanya dalam bentuk kas, sehingga dapat diuangkan secara cepat, seperti bunga atau jasa giro, dan dividen tunai, juga dapat dalam bentuk setara kas seperti bonus atau dividen saham yaitu dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham dan dapat dikonversikan menjadi uang kas. Selanjutnya yaitu
capital gain yang merupakan keuntungan yang diterima karena adanya selisih antara harga jual dengan harga beli saham suatu instrumen investasi. Capital gain
sangat bergantung dari harga pasar instrumen investasi, yang berarti bahwa instrumen investasi harus diperdagangkan di pasar saham. Dengan adanya perdagangan di pasar saham maka timbul perubahan nilai suatu instrumen investasi yang memberikan capital gain.
13
2.1.3 Kepemilikan asing
Menurut Undang-undang No. 25 Tahun 2007 pada pasal 1 angka 6 kepemilikan asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing dan pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah republik Indonesia.
Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh asing cenderung lebih sering menghadapi masalah penyebaaran informasi yang tidak merata dikarenakan hambatan geografis dan bahasa yang menyebabkan ruang kontrol para investor asing lebih sulit. Oleh sebab itu, perusahaan dengan kepemilikan asing yang lebih besar akan terdorong untuk melaporkan informasinya secara sukarela dan luas oleh Xiao (2004).
2.1.4 Komisaris Independen
14
komisaris. Proporsi dewan komisaris independen diukur dengan menggunakan indikator persentase anggota dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan dari seluruh ukuran anggota dewan komisaris perusahaan.
2.1.5 Leverage
Leverage adalah salah satu rasio keuangan yang menggambarkan hubungan antara hutang perusahaan terhadap modal maupun asset perusahaan. Rasio leverage
menggambarkan sumber dana operasi yang digunakan oleh perusahaan. Rasio
leverage juga menunjukkan risiko yang dihadapi perusahaan. Menurut Brealey (2006) leverage memperlihatkan seberapa berat utang perusahaan. Ketika sebuah perusahaan meminjam uang, perusahaan akan berjanji melakukan sederet
pembayaran bunga kemudian mengembalikan jumlah uang yang dipinjamnya.
2.2Penelitian Terdahulu
Untuk memperkuat latar belakang penelitian ini, maka perlu adanya pendukung berupa penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu ini memiliki kemiripan dalam topik maupun variabel dengan penelitian yang dilakukan.
Penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini yaitu penelitian yang
15
signifikan pada volatilitas saham. Namun penelitian yang dilakukan Chen (2013) dengan variabel sama namun objeknya berbeda didapati hasil bahwa kepemilikan asing berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas return saham pada objek penelitian bursa efek Cina.
Penelitian terdahulu yang berikutnya adalah oleh Wulansari & Rikumahu (2015) pada indeks LQ45 yang meneliti hubungan proporsi komisaris independen dengan
return saham, hasilnya proporsi komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap return saham. Lalu Ayuadinda & Rikumahu (2018) juga melakukan penelitian serupa pada objek bank umum BUMN dengan hasil berbeda yaitu komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Selanjutnya adalah penelitian oleh Putra dan Dana (2016) pada perusahaan
farmasi yang terdaftar di BEI serta penelitian oleh Siregar (2015) yang sama-sama meneliti mengenai hubungan leverage dengan return saham. Hasil kedua
penelitian tersebut adalah leverage berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap return saham. Namun penelitian yang dilakukan Alviansyah, et al (2018) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI, didapatkan hasil bahwa
16
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
1 Irawan dan Murhadi (2012)
Analisis Pengaruh
Three Factor Model
dan Persentase Kepemilikan Asing Terhadap Tingkat
Return di Bursa Efek Indonesia Independen: Market Size Book-tomarket Kepemilikan asing Dependen :
Return saham
Kepemilikan asing berpengaruh secara tidak signifikan terhadap return
saham.
2 Hidayat dan Nugroho (2013) Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusi Asing Terhadap Volatilitas
Return Saham di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2010 Independen: Kepemilikan institusi asing Moderat: Kepemilikan institusi domestik Dependen : Volatilitas
return saham
Secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap volatilitas return
saham. Secara parsial kepemilikan institusi asing berpengaruh tidak signifikan terhadap volatilitas
return saham. 3 Chen, Z., et
al (2013) Does foreign institutional ownership increase return volatility? Evidence from China Independen: Kepemilikan institusi asing Moderat: Kepemilikan institusi domestik, pemerintah, individu domestik dan asing Size Turnover Leverage Dependen : Volatilitas Secara simultan seluruh variabel berpengaruh positif signifikan terhadap volatilitas return
saham. Secara parsial kepemilikan asing berpengaruh signifikan positif terhadap volatilitas
17
return saham 4 Wulansari
& Rikumahu (2015) Pengaruh Ukuran Dewan Direksi (BOD), Ukuran Dewan Komisaris (BOC), Proporsi Komisaris Independen, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dan Komite Audit Terhadap Kinerja Keuangan Dan
Return Saham (Studi Pada Perusahaan LQ45 Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013) Independen: BOD BOC Komisaris independen Kepemilikan Manajerial Kepemilikan Institusional Dependen : Kinerja keuangan
Return saham
Secara simultan, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap
return saham. Secara parsial proporsi komisaris independen
berpengaruh tidak signifikan terhadap
return saham.
5 Siregar (2015)
Pengaruh Corporate Governance
Perception Index
(CGPI), Leverage
Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return
Saham (Studi Kasus pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode 2009-2013 Independen: CGPI Leverage Ukuran Perusahaan Dependen:
Return saham
Secara simultan
Corporate Governance Perception Index
(CGPI), leverage
dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
return saham.
Leverage tidak pengaruh signifikan dengan arah
hubungan positif terhadap return saham
6 Putra dan Dana (2016)
Pengaruh Profitabilitas,
Leverage, Likuiditas
18
Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return
Saham Perusahaan Farmasi di BEI
Likuiditas
Ukuran perusahaan Dependen :
Return saham
dan signifikan terhadap return
saham.
Leverage dan likuiditas
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return
saham. 7 Ayuadinda
&
Rikumahu (2018)
Pengaruh Non Perfoming Loan
(NPL), Dewan Komisaris
Independen, Return on Asset (ROA) dan
Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return
Saham ( Studi Empiris pada Bank Umum BUMN Periode 2012-2016) Independen: NPL Komisaris independen ROA CAR Dependen :
Return saham
Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap
return saham. Secara parsial komisaris
independen tidak berpengaruh signifikan terhadap
return saham.
8 Alviansyah, et al (2018)
Pengaruh Profitabilitas,
Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return
Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor
Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2011–2015) Independen: Profitabilitas Leverage Ukuran Perusahaan Dependen:
Return saham
Profitabilitas,
leverage, dan ukuran perusahaan secara simultan
berpengaruh terhadap return
saham pada perusahaan Secara parsial, leverage berpengaruh signifikan terhadap
return saham.
19
[image:38.595.116.538.142.380.2]Kerangka pemikiran mengenai penelitian ini digambarkan dengan model penelitian sebagai berikut.
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian
2.4Pengembangan Hipotesis
2.4.1 Pengaruh Kepemilikan Asing Terhadap Return Saham
Kepemilikan asing didalam sebuah perusahaan baik institusi maupun individual dianggap sebagai suatu hal yang penting. Dalam penelitain Hidayat (2013) kemudahan keluar masuk pasar saham Indonesia membuat dana investor asing memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi, sehingga investor asing bisa saja mengucurkan dana segar maupun menarik dananya dari pasar modal Indonesia dalam waktu singkat, hal ini tentunya akan memberikan pengaruh terhadap stabilitas pasar saham Indonesia. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu dampak negatif dari adanya kepemilikan asing dalam pasar modal Indonesia. Investor cenderung menghindari hal tersebut sehingga kepemilikan asing yang tinggi dapat menurunkan return saham. Dan menurut Umutlu et al (2010)
Kepemilikan asing (X1)
Komisaris independen (X2)
Return Saham
(Y)
Leverage
20
menemukan bahwa kepemilikan institusi asing memberikan pengaruh signifikan negatif terhadap volatilitas return saham. Maka semakin tinggi kepemilikan asing semakin menurun return saham perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah
H1 = Kepemilikan asing berpengaruh negatif terhadap return saham
2.4.2 Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Return Saham
Komisaris Independen merupakan anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen dan berasal dari luar perusahaan (Otoritas Jasa Keuangan, 2014). Menurut Werdhy (2013) proporsi dewan komisaris independen terbukti berpengaruh positif terhadap hasil return saham. Hal ini disebabkan karena peran dewan komisaris independen dapat meningkatkan kualitas saham melalui fungsi monitoring atas pelaporan keuangan dan juga kesadaran akan pentingnya sistem GCG terhadap peningkatan kualitas nilai perusahaan. Konsep yang didasari pembentukan komisaris independen adalah berdasarkan prinsip kemandirian (independency) dan akuntabilitas (accountability), jika kurang adanya pengawasan dari komisaris independen akan terjadi beberapa tindakan yang menyimpang yang dilakukan manajemen. Menurut Tiswiyanti, Fitriyani, Wiralestari (2012) komisaris independen berpengaruh positif terhadap return
saham, dengan adanya jumlah dewan komisaris independen yang dimiliki akan mempengaruhi return saham. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis kedua yang diajukan adalah
21
2.4.3 Pengaruh Leverage Terhadap Return Saham
Menurut Hery (2015) rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban hutang yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Perusahaan dengan rasio leverage yang tinggi (memiliki hutang yang besar) dapat berdampak pada timbulnya risiko keuangan yang besar, tetapi juga memiliki peluang yang besar pula untuk menghasilkan laba yang tinggi. Apabila dana hasil pinjaman tersebut dipergunakan secara efisien dan efektif dengan membeli aset produktif tertentu (seperti mesin dan peralatan) atau untuk membiayai ekspansi bisnis perusahaan, maka hal ini akan memberikan peluang yang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan hasil usahanya.
22
Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis ketiga yang diajukan adalah
23
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1.Populasi dan Sampel
3.1.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2018 sebanyak 174 perusahaan.
3.1.2 Sampel
Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik
purposive sampling dengan beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara konsisten dari tahun 2012 sampai tahun 2018 dan tidak pernah di delisting
pada kurun waktu tersebut.
2. Menerbitkan dengan lengkap laporan keuangan dari tahun 2012-2018. 3. Data perusahaan manufaktur berupa laporan keuangan yang telah diaudit
oleh auditor independen dan memiliki data yang lengkap.
3.2 Jenis dan Sumber Data
24
yakni internal dan eksternal. Data internal adalah data yang berasal dari dalam perusahaan, sedangkan data eksternal berupa data yang dipublikasikan secara umum dan yang diperdagangkan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan pada perusahaan manufaktur yang telah dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange), dan data komposisi kepemilikan saham asing yang disediakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selama kurun waktu 7 tahun yaitu dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2018.
3.3 Definisi Operasional Variabel
3.3.1 Variabel Independen
Variabel independen merupakan variabel bebas yang bisa mempengaruhi atau menjelaskan variabel dependen.Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
3.3.1.1Kepemilikan asing
Pada struktur kepemilikan asing pengukuran dilakukan dengan menggunakan jumlah saham pada suatu kepemilikan asing dibagi seluruh saham beredar
perusahaan tersebut (Bokpin dan Isshaq 2009). Jumlah saham yang dimiliki asing dan jumlah saham beredar dapat dilihat di laporan keuangan.
25
3.3.1.2Komisaris Independen
Pengukuran komisaris independen ini diperoleh dengan cara menjumlahkan komisaris independen kemudian dibagi dengan total jumlah komisaris (Pratanda dan Kusmuriyanto, 2014). Informasi mengenai jumlah komisaris independen diperoleh dari laporan tahunan perusahaan dan dari pengumuman yang dikeluarkan oleh BEI.
3.3.1.3 Leverage
Leverage mencerminkan seberapa besar perusahaan menggunakan hutangnya untuk membiayai aset. Mengukur menggunakan total kewajiban terhadap total aset (Bolak et al., 2013).
3.3.2 Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel yang menjadi pusat atau inti dari sebuah penelitian yang diduga dipengaruhi oleh variabel independen.
3.3.2.1Return Saham
26
Return saham dapat dihitung dengan rumus berikut :
Keterangan:
Rt = Return saham periode t
Pt = Harga saham penutupan periode t P(t-1) = Harga saham penutupan periode t-1
3.4 Metode Analisis Data
Dalam penelitian metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah menggunakan bantuan program aplikasi SPSS 22.
3.4.1.Uji Statistik Deskriptif
Menurut Widarjono (2013) statisktik deskriptif memberikan gambaran yang berkaitan dengan suatu variabel yang dilihat dari mean, standar deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum. Standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum yang menggambarkan persebaran data.
3.4.2.Pengujian Asumsi Klasik
3.4.2.1Uji Normalitas
27
apakah model regresi terdistribusi normal atau tidak dapat dilihat dari pola yang terbentuk dari grafik normal probability-plot. Menurut Ghozali (2016) distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
3.4.2.2Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi dalam penelitian ini ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Apabila tidak terjadi korelasi antara variabel independen maka model regresi dapat dikatakan sebagai model yang baik. Untuk menemukan ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan nilai
variance inflation faktor (VIF). Menurut Ghozali (2016) kriteria pengambilan keputusan penggunaan nilai toleransi dan VIF tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Nilai toleransi < 0,10 atau VIF > 10 : terjadi multikolinearitas. 2. Nilai toleransi > 0,10 atau VIF < 10 : tidak terjadi multikolinearitas.
3.4.2.3Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem
28
dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lag di antara variabel independen.
3.4.2.4Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji model regresi terjadi
ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi
heteroskedastisitas. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat grafik plot antara prediksi nilai variabel terikat dengan residualnya. Menurut Ghozali (2016) dasar pengambilan keputusan dalam uji ini jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada
membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian
menyempit) maka telah terjadi heteroskesdatisitas. Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskesdatisitas.
3.4.3 Analisis Regresi Linier Berganda
29
Adapun model persamaan regresi berganda pada penelitian ini sebagai berikut:
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
Keterangan : Y = Return saham α = Konstanta
β = Koefisien regresi variabel-variabel independen
X1 = Kepemilikan asing
X2 = Komisaris Independen
X3 = Leverage
e = Error term (tingkat kesalahan penduga dalam penelitian)
3.4.4 Pengujian Hipotesis
3.4.4.1Uji Kelayakan Model Regresi (Uji Statistik F)
Uji statistik F dilakukan untuk menguji apakah model regresi yang digunakan adalah fit. Pengambilan keputusan dalam pengujian ini dilaksanakan dengan menggunakan nilai probability value (p value) maupun F hitung. Dasar
pengambilan keputusan menurut Ghozali (2016) adalah jika p value < 0,05 atau F hitung ≥ F tabel maka Ha diterima. Sebaliknya, jika p value ≥ 0,05 atau F hitung <
F tabel maka Ha ditolak.
3.4.4.2Uji Koefisien Determinasi (Uji R2)
30
kecil berarti kemapuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2016).
3.4.4.3Uji Hipotesis (Uji Statistik t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui signifikansi secara parsial antara variabel independen dengan variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lainnya konstan. Dasar penerimaan atau penolakan hipotesis menurut Ghozali (2016) adalah jika p value < 0,05 maka Ha diterima. Sebaliknya, jika p
46
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang “Analisis Pengaruh Kepemilikan Asing, Komisaris Independen dan Leverage terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2018” dapat disimpulkan:
1. Kepemilikan asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap return
saham. Hal ini mengindikasikan bahwa kepemilikan asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kenaikan maupun penurunan pada
return saham pada perusahaan, pada penelitian ini didapati bahwa dengan jumlah kepemilikan asing yang tinggi akan membuat return saham yang diterima menurun dikarenakan para investor asing lebih cenderung tidak melakukan investasi jangka panjang dan investor tidak mau mengambil risiko para perusahaan yang memiliki kepemilikan asing yang tinggi karena rawannya dilakukan penarikan pada kepemilikan asing tersebut.
2. Komisaris Independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat
return saham. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komisaris
47
sebagai salah satu pihak yang mengawasi kinerja perusahaan dapat memengaruhi atau mengontrol kebijakan manajemen perusahaan.
3. Leverage tidak berpengaruh terhadap return saham. Besar kecilnya tingkat hutang yang diproksikan dengan debt ratio tidak dapat mencerminkan
return yang diperoleh, sehingga investor cenderung mengabaikan informasi mengenai tingkat hutang sebagai indikator dalam pengambilan keputusan investasi disuatu perusahaan.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sampel yang terbatas, yaitu hanya mencakup perusahaan manufaktur periode 2012-2018 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga
hasilnya tidak dapat digeneralisir untuk perusahaan non manufaktur lainnya. 2. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
purposive sampling. Keunggulan dari metode ini adalah peneliti dapat memilih sampel yang tepat, sehingga peneliti akan memperoleh data yang memenuhi kriteria untuk diuji. Namun perlu disadari bahwa metode
purposivesampling ini berakibat pada lemahnya validitas eksternal atau kurangnya kemampuan generalisasi dari hasil penelitian ini.
3. Variabel independen dalam penelitian ini masih terbatas pada kepemilikan asing, komisaris independen dan leverage yang hanya memiliki pengaruh sangat kecil terhadap return saham.
48
5. Pada uji deskripsi penelitian ini, variabel return saham memiliki nilai
standar deviasi yang lebih besar dari nilai rata-ratanya. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa data variabel tersebut terdapat outlier (data yang terlalu ekstrem) sehingga simpangan pada data tersebut dapat dikatakan tidak baik.
5.3 Saran
Adapun saran-saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut:
1. Bagi investor atau kreditur sebaiknya dapat lebih cermat dalam pengambilan keputusan investasinya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam pertimbangan pengambilan keputusan investasi.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas sampel penelitian sehingga hasilnya dapat digeneralisir tidak hanya untuk perusahaan
DAFTAR PUSTAKA
Abdul, Halim. 2005. Analisi Investasi. Edisi Kedua, Jakarta : Salemba Empat. Alfabeta.
Alijoyo, Antonius, dan Zaini, Subarto. 2004. Komisaris Independen Penggerak Praktik GCG di Perusahaan. Jakarta: PT INDEKS Kelompok Gramedia.
Alviansyah, Muhammad Reza, Leny Suzan, Kurnia. 2018. Pengaruh
Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2011–2015). E-Proceeding of Management. Vol. 5, No 1.
Ajiwanto, Awan Werdhy dan Herawati, Juni. 2013. “Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar di Corporate Governance Perception Index dan Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2012”. Universitas Brawijaya. Malang.
AR, Syamsuddin dan Vismaia S. D. (2006) Metode Penelitian Pendidikan
Bahasa. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI dan PT. Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. 2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Karya.
Ayuadinda, Tryka Riza, dan Brady Rikumahu. 2018. Pengaruh Ukuran Dewan
Direksi (BOD), Pengaruh Non Perfoming Loan (NPL), Dewan Komisaris Independen, Return on Asset (ROA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return Saham ( Studi Empiris pada Bank Umum BUMN Periode 2012-2016). E-Proceeding of Management. Vol. 5, No 2.
Brigham, Eungene F dan Joel F Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Cetakan Sepuluh. Jakarta: Salemba Empat.
Bokpin. G. A. and Isshaq, Z. 2009. Corporate governance, disclosure and foreign share ownership on the Ghana Stock Exchange. Managerial Auditing Journal. Vol. 24 Iss 7 pp. 688 – 703.
Bolak, M. Diyarbakirlioglu, and Suer, E. O. 2013. Foreign ownership and
Bursa Efek Indonesia. 2017. Laporan Keuangan Tahunan. www.idx.co.id
Brealey, Richard A., Stewart C. Myers, dan Alan J. Marcus. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan Jilid 2. Terjemahan Bob Subran M.M. Jakarta: Erlangga.
Chari, A. Ouimet, P.P., Tesar, L.L. “The Return to Developed Market Acquirers in Emerging Markets.” Review of Financial Study 22.(2010) 1741-1770.
Chen, Zhian, Jinmin Du, Donghui Li, & Rui Ouyang. 2013. Does foreign
institutional ownership increase return volatility? Evidence from China. Journal of Banking & Finance.
Darmadji, Tjiptono., dan Hendy M. Fakhruddin. (2011). Pasar Modal di
Indonesia Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.
Darmawaty, Deni. Khomsiyah dan Rika Gelar Rahayu, Hubungan Corporate
Governance dan Kinerja Perusahaan, SNA VII, Denpasar – Bali, Desember 2004.
Fahmi, Ihram. 2011. Analisa Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
___________. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal (Edisi 1). Jakarta: Mitra Wacana Media.
__________ dan Yovi Lavianti Hadi. (2009). Teori Portofolio dan Analisis
Investasi: Teori dan Soal Jawab. Bandung: Alfabeta.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta: Center For
Academic Publishing Services.
Hidayat, Rakhmad dan Bernardus Yulianto Nugroho. 2013. Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusi Asing Terhadap Volatilitas Return Saham Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2011.
Horne, J C Van dan J M Walker. 2005. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat.
Indriantoro, Nur Supomo. 2014. Metodelogi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta:BPFE.
Jogiyanto. 2012. Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi Ketujuh). Yogyakarta. BPFE -Yogyakarta.
Jensen, M. C and Meckling, W.H. 1976. Theory of the Firm : Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure . Journal of Financial Economics. V. 3, No. 4, pp. 305-360.
Leuz, C., Lins, K.V., Warnock, F.E., “Do Foreign Invest Less in Poorly Governed Firms?” Review of Financial Study 22.(2009). 3245-3285.
Li, D. et al, “Large foreign ownership and firm level stock return volatility in emerging market.”Journal of Financial and Quantitative Analisys, 46,(2011) 1127-1155.
Novitasari, Ni Luh Gde. 2017. Pengaruh Corporate Governance Dan Faktor
Fundamental Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia universitas Mahasaraswati. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, Vol. 9, hal 36 – 49.
Prasetyo, Andri. (2013). Pengaruh Leverage dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2011. Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.
Pratanda, Radyasinta Surya., dan Kusmuriyanto. 2014. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance, Likuiditas, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi. Accounting Analysis Journal. Vol. 3 (2): 255-263.
Putra, I Made Gunartha Dwi Putra dan I Made Dana. 2016. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan Farmasi di BEI. E-Jurnal Manajemen Unud. Vol. 5, No. 11.
Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Surabaya: Erlangga.
Sari, L. R. 2016, Sugiyono (2016). Pengaruh NPM, ROE, EPS terhadap Return Saham pada Perusahaan Farmasi di BEI. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen, 5(12), 1-18.
Siregar, Muhammad Ivan Chasera. 2015. Pengaruh Corporate Governance Perception Index (CGPI), Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Kasus pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Periode 2009-2013. E-Proceeding of Management. Vol. 5, No 3.
Stiglitz, J.E., “Capital Market Liberalization, Economic Growth, and Instability. ”World Development 28.(2000). 1075-1086.
Suliyanto. 2011. “Ekonometrika Terapan: Teori Dan Aplikasi Dengan SPSS”. Edisi 1. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Srihardianti, M., Mustafid, & Prahutama, A. (2016). Metode Regresi Data Panel untuk Peramalan Konsumsi Energi di Indonesia. Jurnal Gaussian, 5(3), 475– 485.
Tandelilin, Eduardus. 2014. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Cetakan 5). Yogyakarta: Kanisius.
Tiswiyanti Wiwik, Dewi Fitriyani & Wiralestari. 2012. Analisis Pengaruh
Komisaris Independen, Komite Audit, dan Kepemilikan Institusional Terhadap Manajemen Laba dalam Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora ISSN 0852-8349 Volume 14 Nomor 1 Januari-Juni 2012.
Winarno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan
Eviews. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Widarjono, Agus. 2013. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.
Wulandari, Ndaruningpuri. 2006. Pengaruh Indikator Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia Vol. 1 No.2.
Wulansari, Indri Ayu, dan Brady Rikumahu. 2015. Pengaruh Ukuran Dewan
Direksi (BOD), Ukuran Dewan Komisaris (BOC), Proporsi Komisaris Independen, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dan Komite Audit Terhadap Kinerja Keuangan Dan Return Saham (Studi Pada Perusahaan Lq45 Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013). E-Proceesing of Management. Vol. 5, No 2.
Wei, Jim Gang, Weiguo Zhang, Jason Zeznang Xiao. 2004. Deviden Paymnet and Ownership Structure in China. Corporate Governance Advance in