NORMALLY FLAT CONTENT SEMIMODULES SKRIPSI Disusun Oleh ZAIDATUN NIβMAH NIM: H02215010
PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA 2019
CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
ABSTRAK
NORMALLY FLAT CONTENT SEMIMODULES
Suatu semimodul π dikatakan content semimodules jika untuk setiap π₯ β π maka π₯ β π(π₯)π dengan π(π₯) = β{πΌ, πΌ ideal dari π, π₯ β πΌπ} dan π merupakan pemetaan dari π ke πΌ yang disebut sebagai fungsi content. Semimodul πΏ dikatakan normally flat atas π (normally π-flat), jika π β¨ πΏ β€π πππ β¨ πΏπ untuk setiap π β€ππ π dengan π β¨ πΏπ dan π β¨ πΏπ merupakan hasil kali tensor yang memenuhi beberapa kondisi. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, diperoleh beberapa konsep yaitu untuk semimodul π atas semiring π terdapat suatu isomorfisma πβ¨π β π dan setiap ideal πΌ dari semiring π berlaku (βπΌπ)π = β(πΌππ). Suatu content semimodule π memenuhi π (π(π₯)) = π(π π₯) jika dan hanya
jika (πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) untuk setiap π₯ β π. Lebih lanjut, untuk semidomain π
dan content torsionfree π-semimodule berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯) untuk setiap π β π dan π₯ β π. Dengan mengadopsi konsep dari semidomain terbukti bahwa jika setiap ideal prima dari π adalah subtraktif dan π merupakan normally flat
semimodules maka π merupakan semimodule torsionfree, yang berakibat untuk
setiap π β π dan π₯ β π dengan π adalah normally flat content semimodules berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯). Suatu content semimodule π dan setiap ideal πΌ dari π yang memenuhi (πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) berlaku (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½) untuk setiap
πΌ, π½ ideal dari π yang selanjutnya berakibat untuk suatu normally flat content
semimodule π berlaku (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½).
ABSTRACT
NORMALLY FLAT CONTENT SEMIMODULES
A semimodule π will be called a content semimodules if for every π₯ β π then π₯ β π(π₯)π which π(π₯) = β{πΌ, πΌ ideal of π, π₯ β πΌπ} and π is a function from π to πΌ which is called the content function. Semimodule πΏ will be called normally flat over π (normally π-flat) if π β¨ πΏ β€π πππ β¨ πΏπ for every π β€ππ π which π β¨ πΏπ and π β¨ πΏπ is a tensor product that satisfy some conditions. Based on the result of
analyzing, obtained some concepts that is for semimodule π over semiring π there exist isomorphism πβ¨π β π and for every ideal πΌ of semiring π applies (βπΌπ)π = β(πΌππ). A content semimodule π satisfy π (π(π₯)) = π(π π₯) if and only
if (πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) for all π₯ β π. Furtheremore, for semidomain π and
content torsionfree S-semimodule applies π (π(π₯)) = π(π π₯) for all π β π and π₯ β π. By adopting a concept of semidomain, it has been proven that if every principal ideal of π is subtractive and π be a normally flat semimodules then π is semimodule torsionfree, implies that for all π β π and π₯ β π with π is normally flat content semimodules applies π (π(π₯)) = π(π π₯). A content semimodule π and every ideal πΌ of π that satisfy (πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) applies (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½)
for all πΌ, π½ ideal of π, implies that for normally flat content semimodule π applies (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½).
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Pernyataan Keaslian ... Error! Bookmark not defined. Lembar Persetujuan Pembimbing ... Error! Bookmark not defined. Lembar Pengesahan ... Error! Bookmark not defined. Lembar Pernyataan Publikasi ... Error! Bookmark not defined. Abstrak ... vi
Abstract ... vii
Daftar Isi... viii
Daftar Tabel ... x
Daftar Gambar ... xi
Daftar Simbol ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6
A. Semigrup ... 6 B. Semiring... 7 C. Semimodul ... 11 D. Subsemimodul ... 15 E. Semimodul Faktor ... 17 F. Homomorfisma Semimodul ... 19 F. Pemetaan Balance... 21
G. Hasil Kali Tensor (Tensor Product) ... 23
H. Subsemimodul Normal ... 27
BAB III METODE PENELITIAN ... 30
A. Jenis Penelitian ... 30
B. Metode Pengumpulan Data ... 30
C. Analisis Data... 30
BAB IV PEMBAHASAN ... 32
A. Content Semimodule ... 32
B. Normally Flat Semimodules (NFS) ... 37
BAB V PENUTUP ... 44
A. Simpulan ... 44
B. Saran ... 45
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel Cayley Z6 terhadap operasi penjumlahan ... 8 Tabel 2.2 Tabel Cayley β€6 terhadap operasi perkalian ... 9 Tabel 2.3 Tabel Cayley β€2 terhadap operasi perkalian ... 10 Tabel 2.4 Operasi penjumlahan pada β€6
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR SIMBOL
β : Irisan β : Elemen π(π₯) : Fungsi content β : Operasi biner β β, π, π, π, π : Pemetaan fungsi β¨ : Pemetaan fungsi π Γ π β π β¨ πππβ1 : Pemetaan invers fungsi dari π
β€ : Himpunan bilangan bulat
β : Himpunan bilangan real
β€π : Himpunan bilangan bulat modulo π
β€0+ : Himpunan bilangan bulat positif dan nol
β, β : Himpunan bagian
β : Himpunan kosong
β : Fungsi komposisi
πΌπ : Identitas
βΉ : Pembuktian dari kiri ke kanan
βΈ : Pembuktian dari kanan ke kiri
β¨ : Operasi biner β¨
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika merupakan bidang ilmu eksak yang sangat luas cakupannya, diantaranya statistika, terapan, ilmu komputasi, dan analisis. Bidang analisis merupakan salah satu cabang matematika yang mempelajari konsep-konsep aljabar. Pola mempelajari suatu konsep analisis diawali dengan definisi, aksioma, serta sistem aksioma yang kemudian digunakan untuk membuktikan proposisi, teorema, maupun lemma. Aljabar abstrak merupakan salah satu bidang kajian matematika yang mempelajari struktur aljabar, diantaranya yaitu grup, ring, lapangan, ruang vektor, modul, dan homomorfisma.
Suatu himpunan tak kosong πΊ merupakan grup apabila memenuhi sifat tertutup, asosiatif, memiliki identitas, dan memiliki invers terhadap satu operasi biner. Grup πΊ merupakan grup komutatif atau grup abelian apabila berlaku sifat komutatif terhadap satu operasi biner. Grup dapat digeneralisasi menjadi semigrup yaitu dengan menghilangkan syarat eksistensi elemen identitas dan invers terhadap suatu operasi biner. Himpunan tak kosong πΊ yang dilengkapi satu operasi biner dikatakan semigrup jika untuk setiap π₯, π¦ β πΊ berlaku sifat tetutup dan asosiatif (Adkins & Weintraub, 1992; Gallian, 2010; Herstein, 1975).
Dalam perkembangannya, terdapat juga sistem aljabar yang dikenal dengan istilah K-Aljabar yang melibatkan operasi β¨ yang dibangun atas
2
suatu grup, sedemikian sehingga sifat-sifat yang berlaku dalam grup berlaku juga dalam K-Aljabar (F D Lestari, Hafiyusholeh, Asyhar, Utami, & Arifin, 2019; Fanny Dwi Lestari, 2018). Selain itu, juga dikenal istilah Q-Aljabar yaitu suatu himpunan tak kosong yang memuat konstanta nol dengan suatu operasi biner β dan memenuhi beberapa aksioma (Mudrik & Lukito, 2018). Lebih lanjut suatu himpunan tak kosong π yang dilengkapi dua operasi biner yaitu penjumlahan dan perkalian yang memenuhi sifat tertutup, asosiatif, memiliki elemen identitas, setiap elemen memiliki invers terhadap operasi penjumlahan dan berlaku sifat tertutup, asosiatif terhadap operasi perkalian serta berlaku sifat distributif disebut Ring (Adkins & Weintraub, 1992; Gallian, 2010; Herstein, 1975).
Ring π merupakan ring komutatif apabila terhadap operasi perkalian berlaku sifat komutatif dan ring π merupakan ring satuan apabila memiliki identitas terhadap operasi perkalian. Apabila ring π terhadap operasi perkalian berlaku sifat komutatif dan memiliki elemen identitas maka disebut ring komutatif dengan elemen satuan (Lal, 2017; Subiono, 2016). Dengan ide yang sama pada generalisasi grup menjadi semigrup, ring dapat digeneralisasi menjadi semiring, yaitu dengan menghilangkan syarat eksistensi elemen invers terhadap operasi penjumlahan (monoid komutatif terhadap operasi penjumlahannya).
Dalam konteks khusus aljabar yaitu pada suatu vektor dikenal mengenai ruang vektor atas lapangan. Suatu himpunan tak kosong π dikatakan ruang vektor atas lapangan πΉ, jika π terhadap operasi penjumlahan merupakan grup
3
komutatif dan terdapat pemetaan β: π Γ πΉ β π yang memenuhi aksioma ruang vektor atas lapangan (D. Lestari, 2012). Misal diberikan himpunan semua matriks berukuran 3 Γ 1 yang setiap elemennya bilangan real (dinotasikan β3) dan himpunan semua bilangan (dinotasikan β), maka β3 merupakan ruang vektor atas lapangan β.
Sementara itu, jika dipunyai himpunan semua matriks berukuran 3 Γ 3 dengan setiap elemennya bilangan real (dinotasikan π3Γ3(β)) maka
π3Γ3(β) bukan lapangan dikarenakan tidak memiliki elemen invers terhadap operasi perkalian, lebih lanjut π3Γ3(β) merupakan ring. Dikarenakan ring adalah generalisasi dari lapangan, maka konsep ruang vektor atas lapangan digeneralisasi menjadi konsep modul atas ring. Analog dengan ide yang sama pada generalisasi grup menjadi semigrup dan generalisasi ring menjadi semiring, modul juga dapat digeneralisasi menjadi semimodul dengan mengganti skalar pada ruang vektor dengan sebarang semiring. Dalam hal ini, struktur yang terbentuk dari suatu semigrup dan suatu semiring dengan suatu perkalian skalar dinamakan semimodul atas semiring.
Pada teori modul dikenal adanya content module. Diberikan π adalah ring komutatif dengan elemen satuan dan π adalah unitary module atas π . Fungsi
content π dari π ke ideal atas π didefinisikan oleh
π(π₯) = β{πΌ|πΌ adalah ideal dari π dan π₯ β πΌπ}
Modul π dikatakan content module jika untuk setiap π₯ β π maka berlaku π₯ β π(π₯)π (Ohm & Rush, 1972). Oleh karena semimodul merupakan struktur yang lebih luas dari modul, maka perlu dipelajari sifat-sifat pada
4
modul yang masih dipertahankan pada semimodul. Apabila terdapat sifat modul yang tidak berlaku pada semimodul, maka perlu diselidiki syarat yang harus dihilangkan sehingga sifat tersebut berlaku pada semimodul.
Mengingat semimodul merupakan generalisasi dari modul, maka peneliti tertarik untuk menyelidiki apakah sifat-sifat yang dimiliki oleh content
module berlaku pula di content semimodule. Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan oleh Abuhlail (2014) mengenai beberapa teori tensor product dan kerataan semimodul diperoleh suatu gagasan baru yaitu normally flat
semimodules, untuk selanjutnya normally flat semimodules ditulis dengan
NFS. Selain itu Nazari dan Ghalandarzadeh (2018) juga telah melakukan penelitian yang menggeneralisasikan teorema-teorema dalam NFS. Permasalahannya kemudian apakah sifat-sifat content semimodules dapat diterapkan dalam teorema NFS. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengkaji mengenai normally flat content semimodules.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah apa sajakah sifat-sifat dari content
semimodules yang dapat diterapkan dalam teorema normally flat semimodules.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat dari content semimodules yang dapat diterapkan dalam teorema normally flat semimodules.
5 D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk melengkapi hasanah keilmuan dalam bidang aljabar mengenai normally flat content semimodules.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Semigrup
Semigrup merupakan generalisasi dari grup. Jika dalam grup suatu himpunan tak kosong dikatakan grup apabila dikenai satu operasi biner memenuhi sifat tertutup, asosiatif, memiliki elemen identitas, dan setiap elemen memiliki invers, maka dalam semigrup suatu himpunan tak kosong dikatakan semigrup cukup memenuhi dua sifat yaitu sifat tertutup dan asosiatif.
Definisi 2.1
Himpunan tak kosong πΊ yang dilengkapi satu operasi biner, dinotasikan (πΊ, β), dikatakan semigrup apabila untuk setiap π₯, π¦, π§ β πΊ memenuhi aksioma-aksioma berikut (Rosales & Garcia-Sanchez, 2009):
(i). Berlaku sifat tertutup, yaitu π₯ β π¦ β πΊ
(ii). Berlaku sifat asosiatif, yaitu (π₯ β π¦) β π§ = π₯ β (π¦ β π§) Definisi 2.2
Semigrup yang dilengkapi elemen identitas disebut monoid. Definisi 2.3
Semigrup πΊ dikatakan komutatif apabila untuk setiap π₯, π¦ β πΊ berlaku π₯ β π¦ = π¦ β π₯.
Berdasarkan Definisi 2.2 dan Definisi 2.3 diperoleh suatu definisi baru yaitu monoid komutatif. Monoid komutatif merupakan suatu semigrup πΊ
7
yang memiliki elemen identitas dan berlaku sifat komutatif. Himpunan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan real, dan bilangan kompleks merupakan monoid komutatif.
Definisi 2.4
Diberikan dua semigrup yaitu (πΊ1,β) dan (πΊ2,β). Pemetaan π: πΊ1 β πΊ2
dinamakan homomorfisma semigrup apabila π(π₯ β π¦) = π(π₯) β π(π¦) untuk setiap π₯, π¦ β πΊ1.
B. Semiring
Semiring merupakan generalisasi dari ring. Jika dalam semigrup suatu himpunan tak kosong dikatakan semigrup apabila dikenai satu operasi penjumlahan atau perkalian yang memenuhi aksioma-aksioma tertentu, maka dalam semiring suatu himpunan tak kosong dikatakan semiring apabila dikenai dua operasi biner penjumlahan dan perkalian yang memenuhi aksioma-aksioma tertentu.
Definisi 2.5
Suatu himpunan tak kosong π yang dikenai dua operasi biner yaitu penjumlahan dan perkalian disebut semiring jika memenuhi aksioma-aksioma berikut (Nola & Russo, 2018):
(i). Semiring π merupakan monoid komutatif dengan elemen identitas sama dengan 0 pada operasi penjumlahan.
(ii). Semiring π merupakan monoid dengan elemen identitas sama dengan 1 pada operasi perkalian.
8
(iii). Sifat distributif.
(iv). 0 Γ π = 0 = π Γ 0 untuk setiap π β π.
Semiring π dikatakan komutatif jika terhadap operasi perkalian berlaku π Γ π = π Γ π untuk setiap π, π β π. Apabila semiring π memiliki elemen identitas terhadap operasi perkalian dengan kata lain berlaku π Γ 1π = 1π Γ π = π untuk setiap π β π maka semiring π dinamakan semiring satuan atau identitas. Semiring π dinamakan idempoten jika terhadap operasi perkalian berlaku π Γ π = π untuk setiap π β π.
Contoh 2.6
Diberikan β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ }. β€6 merupakan semiring komutatif dengan
elemen satuan sebab untuk setiap π, π, π β β€6 memenuhi aksioma-aksioma
berikut:
(i). (β€6, +) merupakan monoid komutatif. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di Tabel 2.1
Tabel 2.1 Tabel Cayley β€π terhadap operasi penjumlahan
+ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 0Μ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 1Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 0Μ 2Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 0Μ 1Μ 3Μ 3Μ 4Μ 5Μ 0Μ 1Μ 2Μ 4Μ 4Μ 5Μ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 5Μ 5Μ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ
9
Berdasarkan Tabel 2.1 terlihat bahwa β€6 berlaku sifat tertutup, asosiatif, memiliki elemen identitas yaitu 0Μ dan berlaku sifat komutatif.
(ii). (β€6, Γ) merupakan monoid komutatif. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di Tabel 2.2
Tabel 2.2 Tabel Cayley β€π terhadap operasi perkalian
Γ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 0Μ 0Μ 0Μ 0Μ 0Μ 0Μ 0Μ 1Μ 0Μ 1Μ 2Μ 3Μ 4Μ 5Μ 2Μ 0Μ 2Μ 4Μ 0Μ 2Μ 4Μ 3Μ 0Μ 3Μ 0Μ 3Μ 0Μ 3Μ 4Μ 0Μ 4Μ 2Μ 0Μ 4Μ 2Μ 5Μ 0Μ 5Μ 4Μ 3Μ 2Μ 1Μ
Berdasarkan Tabel 2.2 terlihat bahwa β€6 berlaku sifat tertutup, asosiatif, memiliki elemen identitas yaitu 1Μ dan berlaku sifat komutatif.
(iii). Berlaku hukum distributif, yaitu untuk setiap π, π, π β β€6 berlaku (π + π) Γ π = (π Γ π) + (π Γ π)
(iv). 0 Γ π = 0 = π Γ 0, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Tabel 2.2 Contoh 2.7
Diberikan β€2 = {0Μ , 1Μ }. β€2 merupakan semiring idempoten sebab untuk setiap π β β€2 berlaku π Γ π = π, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Tabel 2.3.
10 Tabel 2.3 Tabel Cayley β€π terhadap operasi perkalian
Γ 0Μ 1Μ 0Μ 0Μ 0Μ 1Μ 0Μ 1Μ Definisi 2.8
Diberikan himpunan tak kosong π semiring komutatif dengan elemen satuan. Semiring π dinamakan semidomain jika untuk setiap π β 0 β π adalah
Multiplicatively Cancellable (MC) yaitu jika ππ = ππ maka π = π untuk
setiap π, π, π β π (Nazari & Ghalandarzadeh, 2017).
Selanjutnya akan dibahas mengenai definisi dari ideal pada semiring π. Definisi 2.9
Diketahui semiring π dan πΌ β π, πΌ β β . Himpunan πΌ merupakan ideal pada π jika untuk setiap π₯, π¦ β πΌ dan π β π maka berlaku:
(i). π₯ β π¦ β πΌ
(ii). ππ₯ β πΌ dan π₯π β πΌ (Rimadhany & Setyawati, 2014). Contoh 2.10
Diberikan semiring β€ adalah himpunan semua bilangan bulat dan 2β€ merupakan subset dari β€. Himpunan 2β€ merupakan ideal dikarenakan untuk setiap π₯, π¦ β 2β€ dan π β β€ diperoleh untuk sebarang π₯, π¦ β 2β€ dengan π₯ = 2π1 dan π¦ = 2π2, untuk suatu π1, π2 β β€ memenuhi π₯ β π¦ = 2π1β
2π2 = 2(π1β π2) β 2β€ dan berlaku ππ₯ = π(2π1) = 2ππ1 β 2β€ dan π₯π = (2π1)π = 2π1π β 2β€ untuk setiap π1 β β€.
11 Definisi 2.11
Diberikan himpunan tak kosong π semiring komutatif dengan elemen satuan. Ideal πΌ dari semiring π dinamakan ideal prima jika π₯π¦ β πΌ maka π₯ β πΌ atau π¦ β πΌ untuk setiap π₯, π¦ β π (Rimadhany & Setyawati, 2014).
Contoh 2.12
Diberikan semiring β€ dan 2β€ merupakan ideal dari β€. Ideal 2β€ merupakan ideal prima karena π₯π¦ β 2β€ yang artinya π₯π¦ = 2π β 2β€ untuk suatu π β β€ maka π₯ = 2π1 β 2β€ atau π¦ = 2π2 β 2β€ untuk setiap π1, π2 faktor dari π dan π₯, π¦ β β€.
Definisi 2.13
Diberikan himpunan tak kosong π semiring komutatif dengan elemen satuan. Ideal πΌ dari semiring π dinamakan subtraktif jika π₯, (π₯ + π¦) β πΌ, dan π¦ β π maka π¦ β πΌ (Nazari & Ghalandarzadeh, 2017).
Contoh 2.14
Diberikan semiring β€ dan ideal 2β€. Ideal 2β€ merupakan ideal subtraktif karena untuk π₯ = 2π1 β 2β€, (π₯ + π¦) β 2β€, dan π¦ β β€ diperoleh
π₯ + π¦ = 2π2 β 2β€
2π1 + π¦ = 2π2
π¦ = 2π2 β 2π1 = 2(π1β π2) β 2β€ Sedemikian sehingga didapatkan π¦ β 2β€ untuk suatu π1, π2 β 2β€.
C. Semimodul
Semimodul merupakan generalisasi dari modul. Perbedaan antara modul dengan semimodul terletak pada syarat pertama, yaitu (π, +). Jika pada
12
modul (π, +) merupakan grup komutatif yang memenuhi sifat tetutup, asosiatif, memiliki elemen identitas, setiap elemen memiliki invers, dan komutatif, maka pada semimodul (π, +) merupakan monoid komutatif yang memenuhi sifat tertutup, asosiatif, memiliki elemen identitas, dan komutatif. Dengan kata lain perbedaan utama pada modul dan semimodul adalah jika pada modul disyaratkan setiap elemen memiliki invers, maka pada semimodul tidak terdapat syarat memiliki invers untuk setiap elemen (Andari, 2016).
Definisi 2.15
Diberikan π himpunan tak kosong dan π merupakan semiring komutatif dengan elemen satuan. π disebut semimodul kanan atas semiring π, dinotasikan π: π β semimodul kanan, apabila memenuhi aksioma-aksioma berikut:
1. (π, +) merupakan monoid komutatif
2. Didefinisikan pemetaan fungsi β: π Γ π β π dengan pengaitan (π, π ) β¦ β(π, π ) = πβπ = ππ dan untuk setiap π , π 1, π 2 β π, π, π1, π2 β π memenuhi: a. (π1+ π2)π = π1π + π2π b. π(π 1+ π 2) = ππ 1+ ππ 2 c. π(π 1π 2) = (ππ 1)π 2 d. π. 1π = π e. π. 0π = 0π
13 Definisi 2.16
Diberikan dua himpunan tak kosong yaitu π dan π. Himpunan π merupakan semiring komutatif dengan elemen satuan. π disebut semimodul kiri atas semiring π, dinotasikan π: π β semimodul kiri, apabila memenuhi aksioma-aksioma berikut:
1. (Ξ, +) merupakan monoid komutatif 2. Didefinisikan pemetaan
β: π Γ π β π
(s, m) β¦ β(s, m) = sβm = sm
dan untuk setiap π , π 1, π 2 β π, π, π1, π2 β π memenuhi:
a. π (π1+ π2) = π π1+ π π2 b. (π 1+ π 2)π = π 1π + π 2π c. (π 1π 2)π = π 1(π 2π) d. 1π. π = π e. 0π. π = 0π Contoh 2.17
Diberikan β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ }. β€6 merupakan semimodul kiri atas semiring
β€6, dinotasikan β€6: β€6 β semimodul kiri, sebab:
1. (β€6, +) merupakan monoid komutatif
2. Didefinisikan pemetaan ββΆ β€6 Γ β€6 β β€6
14
untuk setiap π , π 1, π 2 β β€6 dan untuk setiap π, π1, π2 β β€6 memenuhi: a. π (π1+ π2) = π π1+ π π2 b. (π 1+ π 2)π = π 1π + π 2π c. (π 1π 2)π = π 1(π 2π) d. 1π. π = π e. 0π. π = 0π Contoh 2.18
Diberikan β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ }. β€6 merupakan semimodul kanan atas semiring β€6, dinotasikan β€6: β€6β semimodul kanan, sebab:
1. (β€6, +) merupakan monoid komutatif
2. Didefinisikan pemetaan ββΆ β€6Γ β€6 β β€6
(m, s) β¦ ms
untuk setiap π , π 1, π 2 β β€6 dan untuk setiap π, π1, π2 β β€6
memenuhi: a. (π1+ π2)π = π1π + π2π b. π(π 1+ π 2) = ππ 1+ ππ 2 c. π(π 1π 2) = (ππ 1)π 2 d. π. 1π = π e. π. 0π = 0π = 0π. π
15
Berdasarkan Contoh 2.16 dan 2.17 diperoleh β€6 merupakan semimodul kiri dam semimodul kanan. Sedemikian sehingga dapat disimpulkan bahwa β€6 merupakan semimodul atas semiring β€6 (β€6: β€6 βsemimodul).
Definisi 2.19
Diberikan π adalah semidomain dan π adalah semimodul. Semimodul π dinamakan torsionfree jika untuk setiap π β 0 β π terhadap operasi perkalian oleh π atas π adalah injektif, yaitu jika ππ1 = ππ2 untuk suatu π1, π2 β π
maka π1 = π2 (Nazari & Ghalandarzadeh, 2017).
D. Subsemimodul
Dalam aljabar linear, telah diperkenalkan suatu himpunan bagian dari ruang vektor yang membentuk subruang. Dalam konteks ini akan dibahas mengenai himpunan bagian dari suatu semimodul yang membentuk semimodul terhadap operasi pergandaan skalar yang sama dengan operasi pergandaan skalar pada semimodul, yang selanjutnya dinamakan dengan subsemimodul.
Definisi 2.20
Diberikan himpunan tak kosong π semiring komutatif dengan elemen satuan, himpunan tak kosong π semimodul atas semiring π, yaitu π: π βsemimodul dan π β π, π β β . Himpunan π disebut subsemimodul dari π apabila dengan operasi yang sama dengan π, himpunan π merupakan semimodul yang memenuhi (Andari, 2016):
(i). Untuk setiap π1, π2 β π berlaku π1+ π2 β π
16
Setiap semimodul π paling sedikit memiliki dua subsemimodul yaitu π dan πΈ = {π} dan dinamakan sebagai subsemimodul tak sejati. Suatu subsemimodul selain π dan πΈ dinamakan sebagai subsemimodul sejati. Contoh 2.21
Diberikan π = β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ }. Berdasarkan Contoh 2.16 dan 2.17 β€6 merupakan semimodul atas semiring β€6. Adapun subsemimodul tak sejati
dari β€6 adalah β€6 dan πΈ = {0}. Sedangkan subsemimodul sejati dari β€6
adalah πβ€6 dengan π = 2,3,4 karena apabila diambil sebarang ππ1, ππ2 β πβ€6 dan π1, π2, π β β€6, diperoleh ππ1+ ππ2 = π(π1+ π2) β πβ€6 dan
π ππ1 = π(π π1) β πβ€6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Tabel 2.2.
Definisi 2.22
Diberikan π adalah semimodul atas semiring π dan π adalah subsemimodul dari π. Subsemimodul π dikatakan subsemimodul subtraktif apabila π1, (π1+ π2) β π dan π2 β π maka π2 β π untuk setiap π1, π2 β π
(Chaudhari & Bonde, 2010). Contoh 2.23
Diberikan semimodul β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ } atas semiring β€6. Subsemimodul tak sejati πΈ = {0} merupakan subsemimodul subtraktif karena 0, (0 + 0) = 0 β πΈ dan 0 β β€6.
Definisi 2.24
Diberikan π semimodul atas semiring π, π subsemimodul dari π, dan πΌ ideal dari π. Didefinisikan
17
Lebih lanjut (π :ππΌ) adalah subsemimodul dari π sebab
(i). Ambil sebarang π₯, π¦ β (π :ππΌ) yang berarti πΌπ₯ β π dan πΌπ¦ β π. Karena π adalah subsemimodul dari π maka πΌπ₯ + πΌπ¦ = πΌ(π₯ + π¦) β π. Karena diperoleh πΌ(π₯ + π¦) β π akibatnya π₯ + π¦ β (π :ππΌ).
(ii). Ambil sebarang π₯ β (π :ππΌ) dan π β π. Dipunyai π₯ β (π :ππΌ) yang berati πΌπ₯ β π. Karena π adalah subsemimodul maka (πΌπ₯)π = πΌ(π₯π ) β π. Krena diperoleh πΌ(π₯π ) β π akibatnya π π₯ β (π :ππΌ). (Nazari & Ghalandarzadeh, 2017).
E. Semimodul Faktor
Semimodul merupakan generalisasi dari modul. Seperti halnya pada modul, adanya istilah modul faktor juga berlaku pada semimodul yaitu semimodul faktor. Selanjutnya akan dibahas mengenai semimodul faktor. Definisi 2.25
Diberikan π adalah semimodul atas semiring π dan π adalah subsemimodul dari π. Himpunan ππ merupakan himpunan koset-koset dari π di semimodul π terhadap operasi penjumlahan dan ππ merupakan semimodul. himpunan
π
π = {π + π, π β π} didefinisikan:
(i). (π1+ π) + (π2+ π) = (π1+ π2) + π (ii). π (π1+ π) = π π1+ π
untuk suatu π β π dan π1+ π βππ. Lebih lanjut himpunan ππ disebut semimodul faktor dan π1+ π = π2+ π jika dan hanya jika π1β π2 β π
18 Contoh 2.26
Diketahui β€6 merupakan semimodul atas semiring β€ dan π = {0Μ , 3Μ } adalah subsemimodul dari β€6. Selanjutnya karena π = {0Μ , 3Μ } maka diperoleh
1Μ + π = {1Μ , 4Μ } 2Μ + π = {2Μ , 5Μ } 3Μ + π = {3Μ , 0Μ } = π
4Μ + π = {1Μ , 4Μ } = 1Μ + π dan seterusnya
Perhitungan tersebut akan terus berulang sehingga didapatkan elemen dari
β€6
π = {π, 1Μ + π, 2Μ + π}.
Lebih lanjut akan ditunjukkan bahwa β€π6 merupakan semimodul faktor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Tabel 2.4
Tabel 2.4 Operasi penjumlahan pada β€π6
+ 0Μ + π 1Μ + π 2Μ + π 0Μ + π 0Μ + π 1Μ + π 2Μ + π 1Μ + π 1Μ + π 2Μ + π 0Μ + π 2Μ + π 2Μ + π 0Μ + π 1Μ + π Berdasarkan Tabel 2.4 terbukti bahwa (β€6
π , +) merupakan monoid komutatif,
karena berlaku sifat tertutup, asosiatif, memliki elemen identitas yaitu π, dan berlaku sifat komutatif. Selanjutnya didefinisikan pemetaan β: β€ Γβ€6
π β β€6
π
dengan pengaitan (π , π + π) βΌ π β(π + π) = π π + π. Ambil sebarang π , π 1, π 2 β π dan π, π β β€6 dengan π = 1Μ + π dan π = 2Μ + π sehingga memenuhi:
19 (i). π (π + π) = π [(1Μ + π) + (2Μ + π)] = π (1Μ + 2Μ + π) = π (0Μ + π) = π (1Μ + π) + π (2Μ + π) = π π + π π (ii). (π 1+ π 2)π = (π 1+ π 2)(1Μ + π) = π 1(1Μ + π) + π 2(1Μ + π) = π 1π + π 2π (iii). (π 1π 2)π = (π 1π 2)(1Μ + π) = (π 1π 2) + π = π 1(π 2(1Μ + π)) = π 1(π 2π) (iv). 1. π = 1(1Μ + π) = (1Μ + π) = π
Dengan cara yang sama berlaku juga untuk setiap π , π 1, π 2 β π dan π, π β β€6
sedemikian sehingga β€π6 merupakan semimodul faktor. F. Homomorfisma Semimodul
Dalam aljabar linear, telah didefinisikan apabila diberikan ruang vektor π1 dan π2 atas lapangan (yang sama) πΉ maka fungsi π: π1 β π2 dinamakan
transformasi linear yang memenuhi:
(i). π(π’ + π£) = π(π’) + π(π£) untuk setiap π’, π£ β π1 (ii). π(πΌπ’) = πΌπ(π’) untuk setiap πΌ β πΉ dan π’ β π1
Mengingat semimodul atas semiring merupakan generalisasi dari modul atas ring dan modul atas ring merupakan generalisasi dari ruang vektor atas
20
lapangan, sehingga muncul pertanyaan apakah definisi transformasi linear pada ruang vektor tersebut berlaku juga disemimodul atas semiring. Oleh karena itu muncul definisi dari homomorfisma semimodul (Wahyuni, Wijayanti, Yuwaningsih, & Hartanto, 2016).
Definisi 2.27
Diberikan suatu himpunan tak kosong semimodul π dan πβ² atas semiring π. Pemetaan π: π β πβ² disebut homomorfisma semimodul apabila untuk setiap π1, π2 β π, π β π memenuhi aksioma berikut (Andari, 2016):
1. π(π1+ π2) = π(π1) + π(π2) 2. π(π Γ π1) = π Γ π(π1)
Contoh 2.28
Diberikan π = π«0+ adalah semiring komutatif dengan elemen satuan dan π =
{(π, π); π, π β π} Pemetaan
π βΆ π β π (π, π) β¦ (π, 0)
didefinisikan operasi penjumlahan dan penggandaan dengan skalar sebagai berikut:
(π, π) + (π, π) = (π + π, π + π) π(π, π) = (ππ, ππ)
π βΆ π β semimodul Untuk setiap (π, π), (π, π) β π, π β π
21 Bukti: π βΆ π β π (π, π) β¦ (π, 0) 1. π[(π, π) + (π, π)] = π(π + π, π + π) = (π + π, 0) = (π, 0) + (π, 0) = π(π, π) + π(π, π) 2. π[π(π, π)] = π(ππ, ππ) = (ππ, 0) = π(π, 0) = π π(π, π)
Karena pemetaan π βΆ (π, π) β¦ (π, 0) memenuhi 1 dan 2 maka dapat disimpulkan bahwa π merupakan homomorfisma semimodul.
F. Pemetaan Balance Definisi 2.29
Diberikan π dan π berturut-turut menyatakan semimodul kanan dan kiri atas semiring π. Jika πΊ menyatakan monoid komutatif, maka π: π Γ π β πΊ adalah pemetaan balance jika memenuhi:
(i). π(π1+ π2, π) = π(π1, π) + π(π2, π)
(ii). π(π, π1+ π2) = π(π, π1) + π(π, π2)
(iii). π(ππ , π) = π(π, π π)
22
Kondisi (i) dan (ii) mengatakan bahwa π adalah suatu pemetaan bilinear (Kurniadi, Dewanto, & Kartiwa, 2013).
Contoh 2.30
Diberikan β€6 = {0Μ , 1Μ , 2Μ , 3Μ , 4Μ , 5Μ }. Berdasarkan Contoh 2.5 β€6 adalah semiring
komutatif dengan elemen satuan. Selain itu berdasarkan Contoh 2.16 dan 2.17 dapat dikatakan bahwa β€6 adalah semimodul atas semiring β€6. Jika
didefinisikan pemetaan π βΆ β€6Γ β€6 β β€6 dengan pengaitan π(π, π) βΌ 2ππ, untuk setiap π β β€6, π β β€6 maka pemetaan π merupakaan pemetaan
balance, sebab untuk setiap π, π1, π2 β β€6, π, π1, π2 β β€6, dan π β β€6
memenuhi: (i). π(π1+ π2, π) = 2(π1+ π2)π = 2π1π + 2π2π = π(π1, π) + π(π2, π) (ii). π(π, π1+ π2) = 2π(π1+ π2) = 2ππ1+ 2ππ2 = π(π, π1) + π(π, π2) (iii). π(ππ , π) = 2(ππ )π = 2ππ π = 2π(π π) = π(π, π π)
23 G. Hasil Kali Tensor (Tensor Product)
Tensor product merupakan salah satu konsep dari semimodul. selanjutnya
dalam subbab akan diuraikan mengenai definisi dan teorema dari tensor
product.
Definisi 2.31
Diberikan π dan π berturut-turut menyatakan semimodul kanan dan kiri atas semiring π. Suatu monoid komutatif π β¨ ππ yang diikuti dengan pemetaan
balance β¨βΆ π Γ π β π β¨ ππ dengan pengaitan β¨(π, π) βΌ π β¨ π
dinamakan tensor product dari π dan π atas π, jika untuk setiap monoid komutatif π΄ dan untuk setiap pemetaan balance π βΆ π Γ π β π΄ terdapat suatu homomorfisma semigrup tunggal π βΆ π β¨ ππ β π΄ sedemikian sehingga π β β¨ = π (Kurniadi et al., 2013; Nazari & Ghalandarzadeh, 2017). Teorema 2.32
Diberikan semiring π, ideal πΌ, dan semimodul π. (ππΌ) β¨ ππ isomorfisma
terhadap πΌππ.
Untuk menunjukkan bahwa (ππΌ) β¨ ππ isomorfisma terhadap πΌππ, didefinisikan
pemetaan π βΆ ππΌ Γ π βπΌππ dengan pengaitan (π₯ + πΌ, π) βΌ π₯π + πΌπ untuk setiap π₯ + πΌ βππΌ dan π β π.
(i). Fungsi π well defined
Untuk setiap π₯ + πΌ, π¦ + πΌ β ππΌ dan π β π sedemikian sehingga π₯ + πΌ = π¦ + πΌ, maka π₯ β π¦ β πΌ. Oleh karena itu diperoleh:
24 π₯π β π¦π = 0 (π₯ β π¦)π = 0 (π₯ β π¦)π β πΌπ (π₯ β π¦)π + πΌπ = πΌπ (π₯π + πΌπ) β (π¦π + πΌπ) = πΌπ π₯π + πΌπ = π¦π + πΌπ π(π₯ + πΌ, π) = π(π¦ + πΌ, π) (ii). Fungsi π adalah pemetaan bilinear
Untuk setiap π§ β π, π₯ + πΌ, π¦ + πΌ βππΌ dan π, π β π, maka - π(π§(π₯ + πΌ) + (π¦ + πΌ), π) = π((π§π₯ + πΌ) + (π¦ + πΌ), π) = π(π§π₯ + π¦ + πΌ, π) = (π§π₯ + π¦)π + πΌπ = π§π₯π + π¦π + πΌπ = (π§π₯π + πΌπ) + (π¦π + πΌπ) = π§(π₯π + πΌπ) + (π¦π + πΌπ) = π§π(π₯ + πΌ, π) + π(π¦ + πΌ, π) - π(π₯ + πΌ, π§π + π) = π₯(π§π + π) + πΌπ = π§π₯π + π₯π + πΌπ = (π§π₯π + πΌπ) + (π₯π + πΌπ) = π§(π₯π + πΌπ) + (π₯π + πΌπ) = π§π(π₯ + πΌ, π) + π(π₯ + πΌ, π)
Karena π memenuhi pemetaan bilinear, maka berdasarkan sifat umum dari tensor product, terdapat homomorfisma semimodul
25
tunggal π βΆππΌβ¨ π βπ πΌππ dengan pengaitan ((π₯ + πΌ) β¨ π) βΌ π₯π + πΌπ untuk setiap π₯ β π dan π β π.
Didefinisikan pemetaan lain πβ1 βΆπΌππ βππΌβ¨ ππ untuk setiap π + πΌπ βπΌππ, berlaku πβ1(π + πΌπ) = (1 + πΌ) β¨ π.
(iii). Fungsi π well defined
Untuk setiap π, π β π sedemikian sehingga π = π π + πΌπ = π + πΌπ
π β π β πΌπ
maka terdapat π β πΌ dan π β π sedemikian sehingga π β π = ππ. Oleh karena itu
πβ1(π + πΌπ) = (1 + πΌ) β¨ π = (1 + πΌ) β¨ (ππ + π) = (1 + πΌ) β¨ (ππ) + (1 + πΌ) β¨ π = [π(1 + πΌ)] β¨ π + (1 + πΌ) β¨ π = (π + πΌ) β¨ π + (1 + πΌ) β¨ π = 0 β¨ π + (1 + πΌ) β¨ π = 0 + (1 + πΌ) β¨ π = (1 + πΌ) β¨ π = πβ1(π + πΌπ)
26
(iv). Fungsi π homomorfisma semimodul
Untuk setiap π, π β π dan π₯ β π, diperoleh
πβ1(π₯(π + πΌπ) + (π + πΌπ)) = πβ1(π₯π + π + πΌπ) = (1 + πΌ)β¨(π₯π + π) = (1 + πΌ)β¨(π₯π) + (1 + πΌ)β¨π = π₯(1 + πΌ)β¨π + (1 + πΌ)β¨π = π₯πβ1(π + πΌπ) + πβ1(π + πΌπ) (v). πβ1β π = πΌπ
Untuk setiap (π₯ + πΌ)β¨π βππΌβ¨ ππ , diperoleh
πβ1β π((π₯ + πΌ)β¨π) = πβ1(π₯π + πΌπ)
= (1 + πΌ)β¨(π₯π) = [π₯(1 + πΌ)]β¨π = (π₯ + πΌ)β¨π (vi). π β πβ1= πΌπ
Untuk setiap π + πΌπ βπΌππ, diperoleh
π β πβ1(π + πΌπ) = π((1 + πΌ)β¨π)
= 1π + πΌπ = π + πΌπ
Dari kondisi-kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa π dan πβ1 adalah isomorsfima semimodul atas semiring π. oleh karena itu terbukti bahwa
π
πΌβ¨ ππ β π
27 H. Subsemimodul Normal
Subsemimodul normal merupakan salah satu konsep dari subsemimodul. Berikut definisi dari subsemimodul normal.
Definisi 2.33
Diberikan π adalah semimodul atas semiring π dan π β π, sehingga π adalah subsemimodul dari π. π dikatakan subsemimodul normal dari π, dinotasikan π β€ππ π, jika π βͺ π adalah monomorfisma normal maka π = ker (π) untuk suatu homomorfisma π βΆ π β πΏ, dengan πΏ adalah semimodul atas semiring π.
Dengan kata lain π β€ππ π β· π = πΜ , normal closure dari π yang
didefinisikan πΜ βΆ= {π β π|π + π1 = π2, untuk suatu π1, π2 β π}. Oleh karena itu π β€ππ π β· π adalah subsemimodul subtraktif dari π.
I. Integrasi Aljabar dengan Islam
Secara umum beberapa konsep matematika telah dijelaskan dalam Alquran, diantaranya yaitu permasalahan logika, peluang, pemodelan, statistika, teori graf, maupun aljabar. Aljabar merupakan salah satu konsep yang perlu dikaji dalam bidang analisis. Pola mempelajari suatu konsep analisis yaitu berupa pembuktian proposisi, teorema, maupun lemma. Salah satu pembahasan dalam aljabar diantaranya adalah semigrup, semiring, dan semimodul. Suatu himpunan dapat dikatakan semigrup, semiring, atau semimodul apabila memenuhi beberapa aksioma atau syarat tertentu yang selanjutnya dipunyai beberapa teorema yang mendukung. Apabila kondisi tersebut dikaitkan dengan Alquran maka dapat direlasikan dengan seseorang
28
dapat masuk surga apabila memenuhi syarat-syarat tertentu yang selanjutnya diperoleh kenikmatan dari Allah SWT. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Alquran Surat Ath-Thur Ayat 17-18:
)18(
ΩΩ ΩΩΨΩΨ¬ΩΩΨ§ ΩΨ¨Ψ§ΩΨ°ΩΨΉ ΩΩ ΩΩΩΩΨ¨ΩΨ± ΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩΩ
ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ¨ΩΨ± ΩΩ ΩΩΨ§ΩΨͺΨ’ Ψ§ΩΩ ΩΨ¨ ΩΩΩΩΩΩΩΨ§ΩΩ
)17(ΩΩ ΩΩΨΉΩΩΩΩ ΩΨͺΨ§ΩΩΩΩΨ¬ ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩΨͺΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΩΩΨ₯
Artinya:
βSesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan (17) mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka dan Tuhan memelihara mereka dari adzab neraka (18)β (Q.S. Ath-Thur: 17-18).
Berdasarkan Q.S. Ath-Thur: 17-18 diatas menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan suatu himpunan dapat dikatakan semigrup, semiring, atau semimodul apabila memenuhi syarat atau aksioma-aksioma tertentu. Himpunan dalam konteks ini merupakan orang islam, sedangkan syarat yang dimaksud yaitu bertakwa kepada Allah SWT.
Lebih lanjut suatu himpunan yang memenuhi beberapa syarat atau aksioma tentertu akan dipunyai teorema-teorema yang mendukung yang telah terbukti. Dalam proses pembuktian teorema tersebut dibutuhkan komponen-komponen pendukung yang pasti dan telah terbukti kebenarannya. Hal tersebut tidak lepas dari Ayat Allah yang memerintahkan hambanya untuk selalu mencari kebenaran tentang apa yang akan disampaikan dan melarang untuk melakukan suatu amalan tanpa landasan ilmu pengetahuan . Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al-Isra Ayat 36:
29 )36(
ΩΩΩΩΩΨ¦ΩΨ³ΩΩ ΩΩΩΩΩΨΉ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΨ¦ΩΩ°ΩΩΩΩΨ£ ΩΩΩΩΩ ΩΨ―Ψ§ΩΨ€ΩΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΨ±ΩΨ΅ΩΨ¨ΩΩΨ§ΩΩ ΩΨΉΩΩ ΩΩΨ³ΩΨ§ ΩΩΩΩΨ₯ Ϋ ΩΩ ΩΩΩΨΉ ΩΩΩΨ¨ ΩΩΩΩ ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩ ΩΩΩΩΩΨͺ ΩΩΩΩΩ
Artinya:
βDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pentanggungjawabanβ (Q.S. Al-Isra: 36).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskripsi kualitatif, karena dalam penelitian ini menguraikan teorema normally semimodules dalam content
semimodules. Penelitian ini juga dapat digolongkan dalam jenis penelitian
kajian pustaka karena sebagaimana yang dinyatakan oleh Sholihah dan Mahmudi (2015) bahwa pada tahapan proses yang berkenaan dengan metode pengolahan bahan kaji meliputi buku maupun jurnal dilakukan tanpa adanya riset lapangan.
B. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari beberapa karya ilmiah para pakar, baik dalam bentuk buku, jurnal-jurnal ilmiah, maupun referensi yang mendukung penelitian.
C. Analisis Data
Teknik analisis data merupakan cara yang dipakai untuk menelaah seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa definisi atau sifat-sifat yang dimiliki oleh content
semimodules yang selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan sifat-sifat dari normally flat content semimodules yang dilengkapi dengan bukti. Adapun
31
Gambar 3.1 alur penelitian
Mulai
Pengumpulan data dari berbagai literatur
Pembuktian teorema
Selesai
BAB IV PEMBAHASAN
Pembahasan mengenai normally flat content semimodules tidak dapat dipisahkan dengan konsep content semimodules yang merupakan salah satu konsep dasar untuk dikaji yang selanjutnya digunakaan dalam membangun konsep normally flat content semimodules.
A. Content Semimodule
Konsep awal dari content semimodule diperoleh dari content module. Hal tersebut dikeranakan semimodul merupakan generalisasi dari modul. Diberikan semiring π dan semimodul π atas semiring π, untuk suatu π₯ β π didefinisikan content dari π₯ yaitu:
π(π₯) = β{πΌ|πΌ adalah ideal dari π dan π₯ β πΌπ}
Lebih lanjut π merupakan pemetaan fungsi dari π ke πΌ sedemikian sehingga dinamakan dengan fungsi content. (Nasehpour, 2016; Nazari & Ghalandarzadeh, 2017).
Definisi 4.1
Diberikan semiring π dan semimodul π atas semiring π. Semimodul π dinamakan content semimodule atas semiring π jika untuk setiap π₯ β π maka π₯ β π(π₯)π.
33 Contoh 4.2
Diberikan π = β€2 = {0Μ , 1Μ } adalah semiring idempoten terhadap operasi perkalian, π½ adalah ideal dari π, dan π₯ β π½. Dikarenakan π½ adalah ideal dari π, maka diperoleh π½1 = {0} dan π½2 = β€2 = {0Μ , 1Μ }. Berdasarkan definisi content dari π₯ maka π(π₯) = π½1β π½2 = {0}. Pada saat π₯ = 0 maka diperoleh (0) = {0} β β€2. Sedemikian sehingga (0)π½ β π(0)π½ yaitu
(0)π½ = {0}β€2 = {0}{0Μ , 1Μ } = {0} β π(0)π½
Karena 0 = 02 β (π₯)π½, definisi idempoten terhadap operasi perkalian, dan 0 β π(0)π½ maka dapat dikatakan bahwa π½ adalah content semimodule atas semiring π.
Teorema 4.3
Diberikan semimodul π atas semiring π dan πΌ ideal dari π, jika π adalah
content semimodules maka (βπΌπ)π = β(πΌππ).
Bukti:
Diketahui π adalah content semimodules atas semiring, artinya untuk setiap π₯ β π, maka π₯ β π(π₯)π dengan π(π₯) = β{πΌ|πΌ adalah ideal dari π dan π₯ β πΌπ}. Akan ditunjukkan (βπΌπ)π = β(πΌππ) untuk setiap πΌ ideal dari π, atau
dengan kata lain akan ditunjukkan bahwa (βπΌπ)π β β(πΌππ) dan β(πΌππ) β
(βπΌπ)π.
Untuk menunjukkan (βπΌπ)π β β(πΌππ), ambil sebarang π β (βπΌπ)π, sedemikian sehingga akan ditunjukkan bahwa π β β(πΌππ).
34
Diperhatikan untuk π β (βπΌπ)π artinya π = π₯π¦, untuk suatu π₯ β βπΌπ dan π¦ β π. Karena π¦ β π dan π adalah content semimodules maka π¦ β π(π¦)π dengan π(π¦) = β{πΌ|πΌ adalah ideal dari π dan π¦ β πΌπ}. Disisi lain mengingat π₯ β βπΌπ maka π₯ β π(π₯) sebab π(π₯) = β{πΌ|πΌ adalah ideal dari π dan π₯ β πΌπ}.
Lebih lanjut karena π₯ β π(π₯) dan π¦ β π maka π₯π¦ β π(π₯)π. Selain itu, karena π(π₯) β πΌ maka π₯π¦ β πΌππ yang berarti π₯π¦ β πΌ1π, π₯π¦ β πΌ2π, π₯π¦ β πΌ3π, β¦ , π₯π¦ β πΌππ. Sedemikian sehingga diperoleh π₯π¦ β β(πΌππ) yang
mengakibatkan π β β(πΌππ). Oleh karena itu terbukti (βπΌπ)π β β(πΌππ).
Selanjutnya, akan ditunjukkan β(πΌππ) β (βπΌπ)π, yaitu ambil sebarang π β β(πΌππ). Karena π β β(πΌππ) maka π β πΌπ dan π β π artinya π β πΌ1, π β πΌ2, π β πΌ3, β¦ , π β πΌπ dan π β π dengan 1 β€ π β€ π. Sedemikian sehingga diperoleh π β βπΌπ dan π β π artinya π β (βπΌπ)π. Oleh karena itu terbukti
β(πΌππ) β (βπΌπ)π.
Berdasarkan pembuktian tersebut, terbukti bahwa (βπΌπ)π β β(πΌππ) dan
β(πΌππ) β (βπΌπ)π sehingga diperoleh (βπΌπ)π = β(πΌππ). β Teorema 4.4
Diberikan π adalah content semimodule atas semiring π. Untuk setiap π₯ β π dan π β π, π (π(π₯)) = π(π π₯) jika dan hanya jika (πΌ :π π )π = (πΌπ :ππ ) untuk
setiap πΌ ideal dari π. Bukti:
(β) Diketahui π adalah content semimodule atas semiring π dan untuk setiap π₯ β π, π (π(π₯)) = π(π π₯). Akan ditunjukkan (πΌ :π π )π = (πΌπ :ππ )
35
untuk setiap πΌ ideal dari π. Untuk membuktikan (πΌ :π π )π = (πΌπ :ππ ) maka perlu ditunjukkan:
(i). (πΌ :π π )π β (πΌπ :ππ ) (ii). (πΌπ :ππ ) β (πΌ :π π )π.
Pada kasus (i) jelas bahwa (πΌ :π π )π β (πΌπ :ππ ) benar. Hal tersebut dikarenakan content semimodule pasti memenuhi sifat-sifat semiring yang berakibat semua unsur (πΌ :π π ) termuat dalam (πΌπ :ππ ) yaitu
semua unsur disemiring termuat di content semimodule.
Selanjutnya akan ditunjukkan (πΌπ :ππ ) β (πΌ :π π )π. Misalkan π₯ β
(πΌπ :ππ ) yang artinya π π₯ β πΌπ. Dengan memperhatikan π(π π₯) =
β{πΌ|πΌ ideal dari π, π π₯ β πΌπ} maka π(π π₯) β πΌ. Mengingat π (π(π₯)) = π(π π₯) maka diperoleh π(π₯) β πΌ: π yang artinya π (π(π₯)) β πΌ. Mengingat π adalah content semimodule sehingga untuk setiap π₯ β π berlaku π₯ β π(π₯)π. Disisi lain π(π₯) β πΌ: π sehingga diperoleh π₯ β (πΌ: π )π. Oleh karena itu terbukti bahwa (πΌπ :ππ ) β (πΌ :π π )π.
(β) Diketahui π adalah content semimodule atas semiring π, sehingga untuk setiap π₯ β π berlaku π₯ β π(π₯)π. Oleh karenanya π π₯ β π (π(π₯))π. Selanjutnya karena π π₯ β π (π(π₯))π maka terdapat ideal yang dibangun secara terbatas yaitu πΌπ, 1 β€ π β€ π ,dengan πΌ β π (π(π₯)), sedemikian
sehingga π π₯ β πΌπ dan oleh karena itu π (π(π₯)) = πΌ yang berarti π (π(π₯)) β πΌ dan πΌ β π (π(π₯)). Dengan memperhatikan π(π π₯) =β© {πΌ|πΌ ideal dari π, π π₯ β πΌπ} maka π(π π₯) β πΌ, disisi lain karena πΌ β π (π(π₯)) sehingga diperoleh π(π π₯) β π (π(π₯)).
36
Karena (πΌ :π π )π = (πΌπ :ππ ) untuk setiap πΌ ideal dari π, π (π(π₯)) = πΌ dan π(π π₯) β π (π(π₯)) sehingga dapat ditulis (π(π π₯) :π π )π = (π(π π₯)π :ππ ). Disisi lain karena π π₯ β π (π(π₯))π dan π(π π₯) β π (π(π₯))
maka π π₯ β π(π π₯)π. Hal tersebut mengakibatkan π₯ β (π(π π₯) :π π )π =
(π(π π₯)π :ππ ), disisi lain karena π₯ β π(π₯)π sehingga diperoleh π(π₯) β (π(π π₯) βΆ π ). Oleh karenanya π (π(π₯)) β π(π π₯). Mengingat π(π π₯) β π (π(π₯)) dan π (π(π₯)) β π(π π₯) maka terbukti bahwa π (π(π₯)) = π(π π₯). β
Teorema 4.5
Diberikan π adalah semidomain dan π adalah content semimodule
torsionfree atas semidomain π, sedemikian sehingga untuk setiap π β π dan
π₯ β π berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯). Bukti:
Diketahui π semidomain dan π content semimodule torsionfree. Akan ditunjukkan untuk setiap π β π dan π₯ β π berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯), yaitu π (π(π₯)) β π(π π₯) dan π(π π₯) β π (π(π₯)).
Karena π adalah content semimodule maka untuk setiap π₯ β π berlaku π₯ β π(π₯)π. Oleh karenanya π π₯ β π (π(π₯))π. Selanjutnya karena π π₯ β π (π(π₯))π maka terdapat ideal yang dibangun secara berhingga yaitu πΌ, dengan πΌ β π (π(π₯)) sedemikian sehingga π π₯ β πΌπ dan oleh karena itu π (π(π₯)) = πΌ yang berarti π (π(π₯)) β πΌ dan πΌ β π (π(π₯)). Dengan memperhatikan π(π π₯) =β© {πΌ|πΌ
37
ideal dari π, π π₯ β πΌπ} maka π(π π₯) β πΌ, disisi lain karena πΌ β π (π(π₯)) sehingga diperoleh
π(π π₯) β π (π(π₯)) (4.6)
Selanjutnya karena π₯ β π maka π π₯ β π π. Dengan memperhartikan pemetaan π: ππ β ππΌ yang dikaitkan oleh π π₯ βΌ π(π π₯) β (π ) sedemikian sehingga diperoleh π(π π₯) β (π ). Lebih lanjut diberikan sebarang ideal dari π yaitu π½ = ((π(π π₯)): π ) sehingga diperoleh π(π π₯) = (π )π½.
Karena π π₯ β π (π(π π₯))π, π π₯ β πΌπ, dan π(π π₯) β πΌ maka diperoleh π π₯ β π(π π₯)π = π π½π. Selanjutnya karena π adalah semidomain dan π adalah
torsionfree, maka jika diberikan π π₯ = π π§ untuk suatu π§ β π½π diperoleh π₯ = π§
dan dapat dikatakan bahwa π₯ β π½π. Mengingat π₯ β π(π₯)π dan π₯ β π½π maka π(π₯) β π½ sehingga diperoleh
(π(π π₯)) β π π½ = π(π π₯) (4.7)
Dari Persamaan (4.6) dan (4.7) diperoleh π (π(π₯)) = π(π π₯). β B. Normally Flat Semimodules (NFS)
Normally flat semimodules merupakan salah satu konsep dari
subsemimodul normal. Selanjutnya dalam subbab ini akan dibahas mengenai definisi dan teorema dari normally flat smiemodules.
Definisi 4.8
Diberikan π dan πΏ adalah semimodul atas semiring π. Semimodul πΏ dikatakan normally flat atas π (normally π-flat), jika π β¨ πΏ β€π πππ β¨ πΏπ untuk setiap π β€ππ π.
38 Teorema 4.9
Diberikan semiring π dan semimodul π, terdapat suatu isomorfisma πβ¨π β π.
Bukti:
Untuk menunjukkan terdapat suatu isomorfisma πβ¨π β π, pertama harus ditunjukkan pemetaan π: π Γ π β π dengan pengaitan (π , π) = π π untuk setiap π β π dan π β π memenuhi kriteria well defined dan pemetaan
balance.
(i). Fungsi π well defined
Untuk setiap π 1, π 2 β π dan π β π dengan π 1 = π 2, diperoleh π 1π =
π 2π sehingga didapatkan π(π 1, π) = π(π 2, π).
(ii). Fungsi π adalah pemetaan balance
Untuk setiap π 1, π 2 β π dan π1, π2 β π memenuhi: - π(π 1+ π 2, π) = (π 1+ π 2)π = π 1π + π 2π = π(π 1, π) + π(π 2, π) - π(π 1, π1+ π2) = π 1(π1+ π2) = π 1π1+ π 1π2 = π(π 1, π1) + π(π 1, π2) - π(π 1π 2, π1) = (π 1π 2)π1 = π 1(π 2π1) = π(π 1, π 2π1)
39
Karena fungsi π memenuhi pemetaan balance, maka berdasarkan definisi
tensor product terdapat homomorfisma semigrup tunggal yaitu π: πβ¨π β π
dengan pengaitan (π β¨π) βΌ π π untuk setiap π β π dan π β π. Hal tersebut dikarenakan untuk setiap π₯, π¦ β πβ¨π dengan π₯ = π 1β¨π1 dan π¦ =
π 2β¨π2 diperoleh:
π(π₯β¨π¦) = π((π 1β¨π1)β¨(π 2β¨π2))
= (π 1β¨π1). (π 2β¨π2)
= π₯. π¦
= π(π₯). π(π¦)
Didefinisikan pemetaan lain πβ1: π β πβ¨π dengan pengaitan π βΌ 1β¨π untuk setiap π β π. Oleh karena itu fungsi πβ1 memenuhi
(i). π β πβ1= πΌπ, karena
Untuk setiap π β π diperoleh
(π β πβ1)(π) = π(πβ1(π))
= π(1β¨π) = 1. π = π (ii). πβ1β π = πΌπ, karena
Untuk setiap π β¨π β πβ¨π diperoleh
(πβ1β π)(π β¨π) = πβ1(π(π β¨π))
= πβ1(π π)
= 1β¨π π = π β¨π
40
Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa π dan πβ1 adalah isomorfisma semimodul atas semiring π, sehingga terbukti bahwa πβ¨π β π adalah isomorfisma. β
Teorema 4.10
Diberikan π adalah semidomain, ideal prima dari π adalah subtraktif dan π adalah semimodul. Jika π adalah NFS atas semiring π, maka π adalah
semimodule torsionfree.
Bukti:
Diketahui π adalah semidomain, ideal prima dari π adalah subtraktif, dan π adalah NFS atas semiring π. Akan ditunjukkan bahwa π adalah semimodul
torsionfree, yaitu π memenuhi pemetaan injektif.
Misal diberikan π β 0 β π. Karena π adalah semidomain, maka jika diberikan pemetaan π: π β π dengan pengaitan π βΌ ππ , π adalah monomorfisma, yaitu:
(i). Fungsi π adalah well define
Untuk setiap π , π β²β π dengan π = π β² berlaku
ππ = ππ β² sehingga diperoleh π(π ) = π(π β²). (ii). Fungsi π adalah homomorfisma semimodul
Untuk setiap π , π β²β π dan π β π, π adalah homomorfisma semimodul, dikarenakan
π(π + π β²) = π(π + π β²) = ππ + ππ β² = π(π ) + π(π β²)
dan
41
(iii). Fungsi π adalah injektif
Untuk setiap π , π β²β π dengan π(π ) = π(π β²) berlaku ππ = ππ β² yang berakibat π = π β².
Lebih lanjut π(π) = ππ adalah subsemimodul subtraktif dari π. Karena π adalah NFS, maka untuk pemetaan πΜ βΆ π β¨π π β π β¨π π dengan pengaitan π β¨ π βΌ π(π β¨ π) adalah injektif, sebab untuk setiap π β¨ π dan π β²β¨ πβ²β π β¨ π π dengan πΜ (π β¨ π) = πΜ (π β² β¨ πβ²) berlaku π β¨ π = π β² β¨ πβ², yaitu πΜ (π β¨ π) = πΜ (π β² β¨ πβ²) π(π β¨ π) = π(π β² β¨ πβ²) π β¨ π = π β² β¨ πβ²
Selanjutnya karena πΜ βΆ π β¨π π β π β¨π π, dan π βΆ π β¨π π β π, serta πβ1βΆ
π β π β¨π π maka diperoleh π β πΜ β πβ1βΆ π β π dengan pengaitan π βΌ
ππ. Oleh karena itu jika (π β πΜ β πβ1)(π) = (π β πΜ β πβ1)(πβ²) maka
diperoleh ππ = ππβ². Dengan menggunakan hukum MC didapatkan π = πβ² untuk setiap π, πβ²β π. Sedemikian sehingga dapat dikatakan bahwa π adalah semimodul torsionfree. β
Akibat 4.11
Diberikan π adalah semidomain, setiap ideal prima dari π subtraktif dan π adalah semimodul. Jika π adalah normally flat content semimodule, maka untuk setiap π β π, π₯ β π berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯).
42 Bukti:
Diketahui π adalah semidomain, setiap ideal prima dari π subtraktif, dan π adalah normally flat content semimodule. Akan ditunjukkkan untuk setiap π β π, π₯ β π berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯).
Berdasarkan Teorema 4.10 terbukti bahwa π adalah torsionfree π-semimodul. Selain itu, berdasarkan Teorema 4.5 terbukti bahwa jika diketahui π adalah semidomain dan π adalah content semimodule torsionfree atas semiring π, maka untuk setiap π β π dan π₯ β π berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯). β
Teorema 4.12
Diberikan π adalah semiring dan π adalah content π-semimodule. Jika untuk setiap π β π dan setiap ideal πΌ dari π berlaku (πΌ :π π )π = (πΌπ :π π ), maka (πΌ :π π½)π = (πΌπ :π π½) untuk setiap πΌ, π½ ideal dari π.
Bukti:
Diketahui π adalah semiring, π adalah content π-semimodule, dan untuk setiap π β π dan setiap πΌ ideal dari π dengan (πΌ :π π )π = (πΌπ :π π ). Akan ditunjukkan (πΌ :π π½)π = (πΌπ :π π½) untuk setiap πΌ, π½ ideal dari π.
Berdasarkan Teorema 4.3 diperoleh
(πΌ :π π½)π = [β{(πΌ: π)|π β π½}]π = β{(πΌ: π)π|π β π½} = β{πΌπ: π|π β π½} = (πΌπ: π½)
43 Akibat 4.13
Diberikan π adalah semidomain, ideal prima dari π subtraktif dan π adalah semimodul atas semidomain π. Jika π adalah content normally flat
π-semimodule, maka (πΌ :π π½)π = (πΌπ :π π½) untuk setiap πΌ, π½ ideal dari π.
Bukti:
Diketahui π adalah semidomain, setiap ideal prima dari π adalah subtraktif, dan π adalah content normally flat π-semimodule. Akan ditunjukkan (πΌ :π π½)π = (πΌπ :π π½) untuk setiap πΌ, π½ ideal dari π.
Berdasarkan Teorema 4.11 untuk setiap π β π dan π₯ β π, memenuhi π (π(π₯)) = π(π π₯). Selain itu berdasarkan Teorema 4.4 diperoleh bahwa jika π (π(π₯)) = π(π π₯) maka (πΌ :π π )π = (πΌπ :π π ) untuk setiap πΌ ideal dari π dan
π β π. Berdasarkan Teorema 4.12 jika (πΌ :π π )π = (πΌπ :π π ) maka
(πΌ :π π½)π = (πΌπ :π π½). Dengan demikian terbukti bahwa (πΌ :π π½)π =
BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan penjelasan dalam pembahasan, dapat disimpulkan bahwa untuk semimodul π atas semiring π terdapat suatu isomorfisma πβ¨π β π dan setiap ideal πΌ dari π berlaku (βπΌπ)π = β(πΌππ). Lebih lanjut suatu
content semimodule π atas semiring π memenuhi π (π(π₯)) = π(π π₯) jika dan
hanya jika (πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) untuk setiap π₯ β π. Selain itu, untuk
semidomain π dan content torsionfree π-semimodule juga berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯) untuk setiap π β π dan π₯ β π.
Suatu semidomain π juga memenuhi beberapa kondisi yaitu jika setiap ideal prima dari π adalah subtraktif dan π merupakan NFS atas semiring π, maka π merupakan semimodule torsionfree, sehingga timbul suatu akibat dari kondisi tersebut yaitu untuk setiap π β π, π₯ β π dengan π adalah
normally flat content semimodule berlaku π (π(π₯)) = π(π π₯). Suatu content semimodule π atas semiring π dan setiap ideal πΌ dari π yang memenuhi
(πΌ:ππ )π = (πΌπ:ππ ) berlaku (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½) untuk setiap πΌ, π½ ideal dari π. Kondisi tersebut mengakibatkan untuk suatu normally flat content
semimodule π atas semiring π juga berlaku (πΌ:ππ½)π = (πΌπ:ππ½) untuk setiap
B. Saran
Berdasarkan pembuktian teorema-teorema normally flat content
semimodules, selanjutnya penulis menyarankan untuk melakukan penelitian
lanjut mengenai beberapa sifat yang berkaitan dengan normally flat content
semimodules serta content semimodules atas semiring valuasi diskrit. Hal
tersebut dikarenakan beberapa sifat yang dimiliki oleh semiring valuasi diskrit berkaitan dengan sifat normally flat semimodules.