• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
13
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action

Research. Wardhani, dkk., (2007: 1.3) mengungkapkan penelitian tindakan

kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri

melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai

guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Wardhani, (2007 :

2.4), secara garis besar terdapat empat tahapan dalam PTK, yaitu (1)

perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.

1. Perencanaan (planning) adalah merencanakan program tindakan yang

akan dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dalam

pembelajaran matematika.

2. Pelaksanaan (acting) adalah pembelajaran yang dilakukan peneliti

sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada

pembelajaran matematika.

3. Pengamatan (observing) adalah pengamatan terhadap aktivitas siswa dan

kinerja guru selama pembelajaran berlangsung.

(2)

hasil yang diperoleh dari pengamatan sehingga dapat dilakukan revisi

terhadap proses belajar selanjutnya.

Siklus tindakan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Siklus I

Siklus II

[image:2.595.121.561.191.528.2]

,

Gambar 3.1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Sumber : Arikunto, dkk (2006: 74)

B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini, peneliti memilih lokasi di SD Negeri 4

Metro Pusat kelas V A, Jalan. Mr. Gele Harun, Kecamatan Metro Pusat

Kota Metro.

Permasalahan Perencanaan tindakan I

Pelakasanaan tindakan I

Pegamatan pengumpulan data I Refleksi I

Permasalahan baru hasil

refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelakasanaan tindakan II

Refleksi II Pegamatan

pengumpulan data II

(3)

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran

2014/2015, selama lebih kurang 5 bulan, dimulai dari perencanaan, sampai

perbaikan hasil penelitian.

3. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VA SD

Negeri 4 Metro Pusat yang terdiri dari 1 orang guru, 22 orang siswa

dengan komposisi 8 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan.

C. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diinginkan dilakukan kegiatan :

1. Observasi

Observasi dilakukan untuk mendapatkan data tentang kinerja guru ketika

melaksanakan pembelajaran dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan

pembelajaran matematika melalui penerapan model cooperative learning

type make a match di kelas VA SD Negeri 4 Metro Pusat.

2. Tes Hasil Belajar

Tes, digunakan untuk mengetahui tingkat ketercapaian hasil belajar siswa

terhadap materi yang dibahas, dengan memberikan soal-soal latihan.

D. Alat Pengumpulan Data

1) Lembar panduan observasi, instrumen ini dirancang peneliti berkolaborasi

dengan guru kelas. Lembar observasi ini digunakan untuk mengumpulkan

data tentang kinerja guru dan aktivitas belajar siswa selama penelitian

(4)

cooperative learning type make a match.

2) Soal-soal tes, instrumen ini digunakan untuk menjaring data hasil belajar

siswa dan mengetahui ada tidaknya peningkatan pada setiap siklusnya,

khususnya mengenai penguasaan terhadap materi yang dibelajarkan

melalui penerapan model cooperative learning type make a match.

E. Teknik Analisis Data

Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara

kualitatif dan kuantitatif:

1. Data Kualitatif

Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis aktivitas belajar

siswa dan kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung.

a. Nilai kinerja guru diperoleh dengan rumus:

N = x 100

Keterangan :

N = nilai yang dicari/diharapkan

R = skor mentah yang diperoleh

SM = skor maksimum ideal yang diamati

100 = bilangan tetap

(5)

Tabel 3.1 Kategori kinerja guru mengajar berdasarkan perolehan nilai.

No Rentang nilai Kategori

1 N > 80 Sangat baik

2 60 < N ≤ 80 Baik

3 40 < N ≤ 60 Cukup baik

4 20 < N ≤ 40 Kurang baik

5 N ≤ 20 Sangat kurang

(Adaptasi dari Poerwanti, 2008: 7-8)

b. Nilai aktivitas setiap siswa diperoleh dengan rumus:

NP = x 100

Keterangan:

NP = nilai yang dicari atau diharapkan

R = skor mentah yang diperoleh siswa

SM = skor maksimum dari tes yang ditentukan

100 = bilangan tetap

(Adaptasi dari Purwanto, 2008: 102)

Tabel 3.2 Kategori Aktivitas Siswa Per Individu Berdasarkan Perolehan Nilai.

No Rentang Nilai Kategori

1 N > 75 Aktif

2 50 < N ≤ 75 Cukup aktif

3 25 < N ≤ 50 Kurang aktif

4 N≤25 Pasif

[image:5.595.178.485.601.725.2]
(6)

b. Nilai persentase siswa aktif secara klasikal diperoleh dengan rumus:

P = x 100

Tabel 3.3. Kriteria Keaktifan Kelas dalam Satuan Persen (%)

Siswa aktif (%) Arti

≥ 80 Sangat tinggi/sangat aktif

60-79 Tinggi/aktif

40-59 Sedang/cukup aktif

20-39 Rendah/kurang aktif

<20 Sangat rendah/pasif

(Adaptasi dari Aqib.dkk, 2009: 41)

2. Data Kuantitatif

Analisis kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan berbagai

dinamika kemajuan hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan

penguasaan materi yang dibelajarkan guru. Data kuantitatif merupakan

data hasil belajar melalui penerapan model cooperative learning type

make a match pada siklus I dan siklus II. Data kuantitatif diperoleh dari

hasil tes yang dikerjakan siswa pada siklus I dan siklus II. Data

kuantitatif penelitian ini didapatkan dengan menghitung nilai rata-rata

kelas dari hasil tes yang diberikan kepada siswa dengan rumus :

a. Nilai rata-rata hasil belajar siswa didapat dengan menggunakan rumus

:

Keterangan :

(7)

nilai

frekuensi nilai

Sumber: (Herryanto, dkk., 2008 : 43)

b. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa secara

individual digunakan rumus :

Keterangan :

S = Nilai yang diharapkan

R = Jumlah skor/item yang dijawab benar

N = Skor maksimum dari tes

100 = Bilangan tetap

Sumber : (Adaptasi Purwanto, 2008 : 112)

c. Sedangkan untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa

secara klasikal

Ketuntasan klasikal =

Sumber: (Purwanto, 2008 : 102)

Tabel 3.4. Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Siswa dalam %

Tingkat Keberhasilan (%) Arti

>80%

60-79%

40-59%

20-39%

<20%

Sangat Tinggi

Tinggi

Sedang

Rendah

Sengat Rendah

(8)

F. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas Siklus I

Siklus pertama pada penelitian tindakan kelas ini terdiri dari

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi sebagai berikut.

a) Perencanaan (Planning)

1. Peneliti bersama guru mengadakan diskusi untuk membuat

kesepakatan tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan .

2. Menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum KTSP

dengan menggunakan model cooperative learning tipe make a match

3. Menyiapkan media yang digunakan selama proses pembelajaran di

kelas.

4. Menyiapkan instrumen observasi yang digunakan dalam penelitian

(lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa dan guru selama

proses pembelajaran berlangsung).

5. Menyusun alat evaluasi pembelajaran berupa soal-soal tes.

b) Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan pembelajaran yang dirancang untuk dilaksanakan pada

tahap ini adalah sebagai berikut.

1. Kegiatan awal

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam

b. Mengkondisikan siswa

c. Doa

d. Absensi

(9)

f. Menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan inti

a. Melalui metode ceramah guru menjelaskan materi.

b. Siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kerja sesuai dasar

pembagian kelompok pada cooperative learning.

c. Setiap kelompok berdiskusi tentang materi yang dipelajari

menggunakan lembar kerja siswa.

d. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe make a

match dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa

pertanyaan dan jawaban, pertanyaan dan jawaban ini di buat

oleh guru sebelum proses belajar mengajar.

2) Guru membagikan kartu kepada setiap siswa yang nantinya

dengan kartu itu siswa akan mencari pasangan yang akan

menjadi anggota kelompoknya.

3) Kartu dibagikan, setiap siswa mencari pasangan dari kartu yang

mereka terima/peroleh.

4) Siswa dapat bergabung dengan 2 atau 3 siswa lain yang

memiliki kartu yang berhubungan dengan kartu yang ia

pegang, misalnya pemegang kartu.

e. Pembahasan hasil kegiatan kelompok melalui penerapan model

cooperative learning tipe make a match..

f. Pemberian penghargaan kelompok kepada kelompok yang pada

(10)

mendapatkan poin tertinggi.

g. Pelaksanaan tes formatif.

3. Kegiatan penutup

a. Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang

telah dilakukan.

b. Memberi tindak lanjut dalam bentuk PR

c. Doa

c) Pengamatan (Observing)

Dalam tahap ini dilakukan pengamatan oleh peneliti tentang jalannya

proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Observasi dilakukan

dengan mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran

melalui penerapan model cooperative learning tipe make a match.

d) Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus

pertama. Hasil refleksi siklus pertama digunakan sebagai acuan untuk

menentukan tindakan pada siklus selanjutnya.

Siklus II

Siklus kedua dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi siklus pertama.

Seperti halnya siklus pertama, siklus kedua pun terdiri dari kegiatan

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

a) Perencanaan (Planning)

(11)

kesepakatan tentang kegiatan pembelajaran yang dilakukan

2. Menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan KTSP dengan

menggunakan model cooperative learning tipe make a match

3. Menyiapkan media yang digunakan selama proses pembelajaran di

kelas.

4. Menyiapkan instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian

(lembar observasi untuk melihat aktivitas siswa dan guru selama

proses pembelajaran berlangsung).

5. Menyusun alat evaluasi pembelajaran berupa soal-soal tes.

b) Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan pembelajaran yang dirancang untuk dilaksanakan pada

tahap ini adalah sebagai berikut.

1. Kegiatan awal

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam

b. Mengkondisikan siswa

c. Doa

d. Absensi

e. Apersepsi

f. Menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan inti

a. Melalui metode ceramah guru menjelaskan materi.

b. Siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kerja sesuai dasar

pembagian kelompok pada cooperative learning.

(12)

menggunakan lembar kerja siswa.

d. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe make a

match dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa

pertanyaan dan jawaban, pertanyaan dan jawaban ini di buat

oleh guru sebelum proses belajar mengajar.

2) Guru membagikan kartu kepada setiap siswa yang nantinya

dengan kartu itu siswa akan mencari pasangan yang akan

menjadi anggota kelompoknya.

3) Kartu dibagikan, setiap siswa mencari pasangan dari kartu yang

mereka terima/peroleh.

4) Siswa dapat bergabung dengan 2 atau 3 siswa lain yang

memiliki kartu yang berhubungan dengan kartu yang ia

pegang, misalnya pemegang kartu.

e. Pembahasan hasil kegiatan kelompok melalui penerapan model

cooperative learning tipe make a match.

f. Pemberian penghargaan kelompok kepada kelompok yang pada

saat penerapan model cooperative learning tipe make a match

mendapatkan poin tertinggi.

g. Pelaksanaan tes formatif.

3. Kegiatan penutup

a. Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang

telah dilakukan.

(13)

c) Pengamatan (Observing)

Pada tahap ini dilakukan pengamatan oleh peneliti tentang jalannya

proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Observasi dilakukan

dengan mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran

melalui penerapan model cooperative learning tipe make a match.

d) Refleksi (Reflecting)

Dalam kegiatan refleksi tentunya membahas sesuatu yang terjadi

dalam siklus kedua yang dilakukan oleh peneliti selama proses

pembelajaran berlangsung. Pada siklus kedua pembelajaran dapat

berlangsung dengan baik dan telah terjadi peningkatan dibanding dengan

siklus pertama, maka penelitian dianggap cukup.

G. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan pada penelitian tindakan kelas ini antara lain

sebagai berikut:

1. Persentase aktivitas siswa meningkat setiap siklusnya.

2. Nilai rata-rata siswa meningkat setiap siklusnya.

3. Indikator keberhasilan belajar siswa mencapai >75% dengan KKM yang

telah ditentukan yaitu 66.

Figure

Gambar 3.1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Sumber : Arikunto, dkk (2006: 74)
Tabel 3.2 Kategori Aktivitas Siswa Per Individu Berdasarkan Perolehan Nilai.

References

Related documents

Compared to single party regimes, regimes that ban political parties tend to about 2.5% less likely to refrain from using lethal repression against seemingly united social

After analyzing the successful cases it was found that ‘formation of commodity specific farmers group’, ‘providing training and exposure visit to these farmers on new enterprises

using the BD Bactec FX blood culture (BC) system (Bactec Plus Aerobic/F medium) and the VersaTREK system (aerobic Redox medium) was evaluated using seeded BC bottles with and

Then applying EFEMP1 siRNA, plasmids transfection and adding purified EFEMP1 protein in human osteosarcoma cell lines, and using immunohistochemistry on 113 osteosarcoma

Iron absorption was studied in mice using single doses of iron labeled with Fe59. Iron ab- sorption appears to be mediated by at least two different mechanisms which operate

EO1- Organization has taken efforts to create awareness of need of GM among the employees, EO2- Organization has taken adequate efforts to bring green processes in

The Kolmogorov equations with a large number of differential equations are transformed into integral differential equation to obtain solutions.Tsai Y.et al[5] presented

The well-known Johansson-Samuelson Theorem proves that, in partial equilibrium, comprehensive income taxation with a uniform tax rate is neutral in terms of investment decisions,