• No results found

Selling Skill SF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Selling Skill SF"

Copied!
73
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

SELLING

SELLING

SKILL

SKILL

(2)

DAFTAR

DAFTAR

ISI

ISI

1.

1. BASIC SELLING

BASIC SELLING

2.

2. SMART SELLING SKILL

SMART SELLING SKILL

3.

3. SALES SCRIPT

SALES SCRIPT

4.

4. SELLING TO COMMUNITY

SELLING TO COMMUNITY

5.

(3)

MODUL

MODUL

BASIC

BASIC

SELLING

SELLING

1. Buying Motives

(4)

Setelah

mengikuti

modul

ini

dengan

seksama,

peserta

diharapkan mampu:

 Memahami

jenis-jenis

motivasi

pembelian

(buying

motives)

Memahami pengertian proses penjualan

Memahami tahapan penjualan (7 Step of selling)

Tujuan pembelajaran :

BASIC

(5)

Penjualan adalah sebuah proses yang memiliki beberapa

tahapan. Tahapan yang berbeda menuntut keterampilan yang

berbeda pula.

Agar dapat melakukan penjualan yang efektif, seorang penjual harus

memahami secara sistematis proses penjualan dari awal hingga

akhir.

Ketidakpahaman

terhadap

proses

penjualan

akan

menyebabkan hilangnya peluang dalam penjualan semakin

besar. Sebagai contoh, seringkali penjual langsung menawarkan

atau mempresentasikan produk-produk yang dimilikinya tanpa

terlebih dahulu mencoba memahami kebutuhan calon pelanggan

yang sebenarnya.

Proses

(6)

Definisi

Definisi

Proses

Proses

Penjualan

Penjualan

Selling process adalah tahapan yang harus dilalui oleh seorang penjual

secara sistematis, mulai dari saat mencari calon pelanggan baru hingga

saat memberikan layanan purnajual kepada pelanggan yang telah

didapatkan.

Dengan memahami proses penjualan secara sistematis, seorang penjual

juga akan lebih mudah memahami keterampilan teknik apa saja yang

dibutuhkan.

Jika seorang penjual cakap dapat menutup penjualan namun

kesulitan dalam mendapatkan calon pelanggan potensial, berarti dia

perlu meningkatkan keterampilan dalam hal prospecting.

Demikian juga, jika penjual sering kali gagal mendapatkan penjualan

padahal dia memiliki banyak calon pelanggan potensial, berarti

keterampilannya

dalam

menghadapi

penolakan

dan

menutup

(7)

Buying

Buying

Motives

Motives

Primary

Selective

Patronage

Motif yang didasari

kebutuhan pokok

konsumen

Motif yang didasari pada

model atau merk dari kelas

penjual

Dipengaruhi :

1.

Rasio,

2.

Waktu

3.

Emosi

Motif yang didasari oleh

tempat atau toko tertentu.

Pemilihan ini bisa timbul

karena layanan yang

memuaskan, tempat lebih

dekat dan fasilitas lengkap

Motif seseorang dalam membeli didasarkan pada:

(8)

Primary

Buying

Motive

• Motif untuk membeli yang sebenarnya, misalnya kalau orang

mau makan, ia mencari nasi

• Motif yang menimbulkan perilaku pembelian terhadap

kategori-kategori umum pada suatu produk.

Contoh : keinginan untuk menikmat kesenangan dan

kebutuhan untuk berafiliasi dengan orang lain.

(9)

Selective

Selective

Buying

Buying

Motive

Motive

Motif yang

Motif yang mempengaruhi

mempengaruhi keputusan

keputusan tentang

tentang model

model dan

dan merk

merk dari

dari kelas

kelas--kelas

kelas produk

produk atau

atau klasifikasi

klasifikasi penjual

penjual yang

yang dipilih

dipilih untuk

untuk suatu

suatu pembelian

pembelian..

Contoh :

Dalam pembelian televisi, motif ini akan mempengaruhi antara keputusan

membeli merk A atau B.

Ini bisa berdasarkan:

1.

Rasio, misalnya: apakah ada keuntungan jika kita beli

2.

Waktu, misalnya: membeli makanan dalam kaleng yang lebih praktis.

3.

Emosi, misalnya: membeli sesuatu karena mengikuti orag lain

Jadi Selective Buying Motive dapat berbentuk rational buying motive, emotional

(10)

Patronage

Patronage

Buying

Buying

Motive

Motive

Adalah selective buying motive yang ditujukan

kepada tempat atau toko tertentu. Pemilihan ini bisa

timbul karena layanan yang memuaskan, tempat

lebih dekat, cukup persediaan barang, ada halaman

(11)

Selling

Selling

& Buying

& Buying

Process

Process

Proses menjual dimulai dari memahami proses pelanggan membeli

Approaching Probing Sales Presentation Handling Objection Sales Closing Prospecting Information Search Evaluation Of Alternatives Purchase Decision Purchase Need Recognition Post Purchase Evaluation

Proses Penjualan

Proses Pembelian

(12)

Step 1. Preparation

Step 2. Introduction (Prospecting)

Step 3. Questioning (Approaching)

Step 4. Probing & Presentation

Step 5. Handling Objections

Step 6. Closing

Step 7. Follow-Up

Step 1. Preparation

Step 2. Introduction (Prospecting)

Step 3. Questioning (Approaching)

Step 4. Probing & Presentation

Step 5. Handling Objections

Step 6. Closing

Step 7. Follow-Up

7 Steps

(13)

Langkah – Langkah :

Mengetahui posisi di pasar

Mengetahui competitor

Mengetahui isu yang strategis

Membuat Goal dan Prioritas

Mengenali hambatan dan tantangan

Membuat keputusan

PREPARATION

STEP

1

7 Steps

(14)

i.

Klasifikasi pelanggan

(MADE)

ii. Memperkenalkan diri dan perusahaan anda

ii. Menyampaikan tujuan

iii. Selalu mengingat berapa lama waktu yang

dimiliki prospek, dan mengakhiri sesuai waktu

yang dijadualkan.

INTRODUCTION (PROSPECTING)

STEP

2

7 Steps

(15)

Contoh

Contoh

Sales

Sales

Prospect

Prospect

Sales Prospect (Main Contact)

– Salespeople

: Marcell

– Territory

: Sunter

Prospect

Sub

Teritory

Money

Authority

Desire

Easy

Refered

by :

Glen

B-1

Dian

Sammy

B-2

-

Vera

Cintya

B-3

-

-

Tedi

Ariel

B-4

-

-

Maman

Cesar

B-2

-

-

-

Mia

Arini

B-1

-

-

Dian

Fanny

B-3

-

Tedi

(16)

Good Rapport

(keakraban)

Listen &

Attention to

prospect

Give Time, No

Interupt ()

Konfirmasi

balik bahwa

Anda mengerti

Membuat Janji

Temu

Memberi

Informasi &

Produk

Gali Informasi

kebutuhan

pelanggan

Meringkas

QUESTIONING (APPROACHING)

STEP

3

Tujuannya untuk mencari keperluan prospek

7 Steps

(17)

Ingat Presentasi ingat

JB2D

!!!!!

PROBING & PRESENTATION

STEP

4

• Fokus Pada

Tujuan

• Fokus Pada

Tujuan

J

elas

• Tunjukkan

kelebihan

Produk dan

Service

• Tunjukkan

kelebihan

Produk dan

Service

B

eri Bukti

• Cari Inti dari

Kebutuhan

• Cari Inti dari

Kebutuhan

B

ahasa yang

tepat

• Kenalkan

Brand / Brand

Awareness

• Kenalkan

Brand / Brand

Awareness

D

emo

7 Steps

(18)

Syarat mengurangi Keengganan Prospek :

a. Gunakan kata “mengapa” untuk menggali informasi.

b. Hindari informasi berulang – ulang.

c. Hindari kata “tapi”

d. Tunjukkan anda sepakat dengan cara konfirmasi ulang

dan cari kata sepakat.

e. Selesaikan keberatan prospek dengan cara konfirmasi

(tidak terburu – buru).

HANDLING OBJECTION

STEP

5

7 Steps

(19)

How

How

To Handle

To Handle

Objection

Objection

Question

Understand

Identify

Empathize

Test

Q

U

I

E

T

(20)

Menemukan Jawaban dalam Pertanyaan

1. Question

Awali selalu dengan sebuah pertanyaan. Ketika calon pelanggan mengajukan pertanyaan,

tidak selalu mereka membutuhkan jawaban.

Untuk mengetahui, Anda harus memulai

dengan mengajukan pertanyaan kepada calon pelanggan Anda.

2. Understand

Pertanyaan – pertanyaan yang Anda ajukan akan memudahkan Anda untuk memahami

keberatan yang sebenarnya dari pelanggan Anda.

Seringkali, apa yang terucap oleh

seseorang belum tentu sama dengan apa yang benar – benar dia pikirkan.

Q U

I

E T

3. Identify

Setelah memahami keberatan dari calon pelanggan, Anda harus mengidentifikasi

penolakan

(21)

4. Empathize

Agar identifikasi Anda tidak salah atau terkecoh oleh penolakan palsu, maka diperlukan

suatu empati, yaitu tempatkan diri Anda di posisi calon pelanggan. Dengan sikap tersebut,

Anda akan lebih mudah memahami keberatan yang sesungguhnya dari calon pelanggan

Anda.

5. Test

Setelah merasakan apa yang sebenarnya menjadi keberatan calon pelanggan, Anda bisa

melakukan test, yaitu dengan memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Jika

jawaban Anda, benar dan mampu menjawab permasalahan pelanggan, Anda sudah

melenyapkan kekhawatiran pelanggan dan memperbesar peluang untuk menutup

penjualan.

Menemukan Jawaban dalam Pertanyaan (Cont’d)

(22)

Dapatkan informasi

baru untuk pendekatan

selanjutnya

Beli

Memastikan semua informasi sudah diterima dengan baik

CLOSING

STEP

6

Jenis Close

Rejection

Setuju

7 Steps

(23)

Mensolusikan masalah

Tanggung jawab atas

pengalaman customer

Note : Follow Up dilakukan sampai Salespeople memastikan adanya

FOLLOW UP

STEP

7

Ekspektasi terpenuhi

Tanggung jawab

terpenuhi

Pengawalan sampai

Billing Proses

Follow Up

Customer

Happy

Customer

Unhappy

7 Steps

(24)

MODUL

MODUL

SMART

SMART

SELLING

SELLING

1. Selling Techniques

2. AIDAS Model

3. Sales Funnel

4. Consultative Selling

5. Sales Script

(25)

Selling

Techniques

Basic

Selling

Low value

High value

Advance

Selling

Transactional

Selling

Consultative

Selling

Solution

Selling

AIDAS

SPIN+FAB

MOST *

Harga murah, Low Value,

Single Product, product driven,

Contoh produk Telkom: Speedy Instant card

Harga Mahal, High Value

Bundled Product, Customer driven

Contoh produk Telkom: IndiHOME

Harga Mahal

High Value, B2B, customer driven

Contoh produk Telkom VPN IP dan aplikasinya.

Persuasive

Selling

SPIN

Harga murah, Low Value,

Single Product, product driven

Contoh produk Telkom: Speedy

(26)

AIDAS

AIDAS

Model

Model

• Tidak memahami mengapa suatu kategori / produk diciptakan. • Sign : Mengapa harus UseeTV, bukan tv biasa yang pakai antena

• Sudah tertarik terhadap produk yang ditawarkan. • Sign : Sepertinya UseeTV lebih baik daripada produk sejenis lainnya.

• Sudah mulai

melakukan tindakan pembelian

• Sign : Apa yang harus saya lakukan agar bisa segera menikmati layanan UseeTV. • Sudah memahami mengapa suatu

kategori / produk diciptakan.

• Sign : Memang UseeTV membuat kita bisa nonton TV dimana saja, bahkan dari laptop, tanpa pakai antena

• Sudah berminat menggunakan produk yang ditawarkan.

• Sign : Boleh juga tuh pakai UseeTV, kalau layanan sekarang berakhir atau ada waktu / uang, mau deh.

• Sudah menggunakan dan mendapatkan kepuasan • Sign : Hubungi teman saya, dia pasti mau pakai UseeTV.

(27)

AIDAS

AIDAS

Model

Model

Unawareness

Awareness

Interest

Desire

Action

In

Selling

step

Preparation

Introduction

(Prospecting)

Questioning

(Approaching)

Probing &

Presentation

Handling

Objection

&Closing

Satisfaction

Follow Up

(28)

Sales

Funnel

Sales Funnel

merupakan alat

yang digunakan untuk membantu fokus

salesmen

dalam

membantu

mengatur

penjualan (Selling Time), mengenai posisi

anda

di

dalam

proses

penjualan,

menelusuri

satu

tujuan

penjualan,

memprioritaskan satu aktivitas penjualan,

serta

menyeimbangkan

step

kegiatan

penjualan (AIDAS Model)

(29)

AIDA

AIDA

Sales

Sales

Evaluation

Evaluation

Sales Funneling by Prospect

– Salespeople

: Widha

– Territory

: Buah Batu

Prospect Sub Teritory

Unaware

(Approach) Aware Interest Desire Action Follow Up Issue

Riharso

B – 1

Des

Mustakim

B – 2

9 Oct

Afif

B – 1

29 Sept

Didik

B – 3

Des

Arif Swa

B – 4

1 Oct

Tanya

Teman

Mario

B – 1

11 Nov

(30)

Salesforce

Salesforce

Evaluation

Evaluation

Matrix

Matrix

Sales Funneling by Salespeople

Salespeople Territory Unaware

(Approach) Aware Interest Desire Action Follow Up

Development Program

Dana

Gading

50

10

2

1

-

-

Sup, Clo

(31)

Identifikasi Pertanyaan dan Keberatan

Susun Keberatan

Tulis semua kemungkinan respon

Review Respon

Tanya pada sang ahli – Minta Masukan

Pilih respon paling tepat

Tahapan Membuat Sales Script

Sejak jaman dulu hingga saat ini setiap

pertanyaan dan keberatan yang diajukan

oleh pelanggan ternyata 80 % sama dan

hanya 20 % keberatan yang mungkin

meleset dari pikiran kita.

Sales script

adalah

tools untuk memudahkan

sales menjawab

keberatan dari

pelanggan.

SALES

SALES

SCRIPT

SCRIPT

1

2

3

4

5

6

(32)

Identifikasi

Identifikasi

Pertanyaan

Pertanyaan//Keberatan

Keberatan

1

Perusahaan

Perusahaan

Latar belakang perusahaan

2

Produk

Produk

Mengetahui Positif (+) dan negatif (-) produk dan manfaat produk

3

Personal

Personal

Be a qualify Sales people

4

•• Pemahaman

Pemahaman terhadap

terhadap produk

produk kompetitor

kompetitor

Kompetitor

(33)

Maaf, Saya Sibuk

1. Saya senang sekali bahwa saya berbicara dengan orang sibuk seperti Anda. Orang

– orang yang sibuk adalah pelanggan terbaik kami.

Mereka sangat menghargai

produk dan pelayanan yang kami berikan. Bisa saya ceritakan mengapa ?

2. Ok tidak apa – apa, bagaimana kalau saya hubungi ibu kembali besok. Mana yang

lebih senggang, jam 8 pagi atau sekitar jam 3 sore ?

Produk Kompetitor

1. Saya tertarik sekali kalau Anda bisa menjelaskan perbandingannya ? Karena jarang

sekali saya mendapatkan hal seperti ini.

2. Dari keseluruhan fitur yang Anda lihat dari produk kompetitor, ada satu hal yang

mereka tidak punya yaitu after sales service. Kami dan semua pelanggan kami sudah

membuktikannya.

Contoh

(34)

Saya Tidak tertarik dengan produk Anda

1. Beberapa pelanggan kami juga

pernah menyatakan hal yang hampir sama dengan

Anda. Setelah mereka melihat bagaimana produk kami memberikan efisiensi dan

mengurangi biaya yang dikeluarkan, akhirnya mereka memiliki produk kami. Apakah

saya bisa menunjukkan pada Anda sekarang ?

2. Kalau boleh saya tahu, mengapa Anda tidak tertarik? Apakah ada sesuatu yang saya

sampaikan kurang berkenan ?

Harga Anda Terlalu Mahal

1. Jangan lihat dari nominal harganya sekarang, sebenarnya Anda membayar jauh lebih

murah dari apa yang didapat. Kita memberikan pelayanan yang lebih baik, kualitas yang

jauh lebih baik, dan kami lebih berpengalaman sehingga perusahaan Anda tentu akan

lebih aman. Bukankah itu yang perusahaan Anda cari ?

2. Kami bisa memberikan harga yang lebih murah, tapi kita harus melihat lagi proposal

yang kami ajukan, karena tentu ada item yang harus dikurangi kalau Anda ingin

(35)

MODUL

MODUL

CONSULTATIVE

CONSULTATIVE

SELLING

SELLING

1. Tipe Sales People

2. Tahapan Consultative SPIN

3. Tiga Teknik Menawarkan Solusi (FAB)

4. Penciptaan Nilai Pada Pembelian

(36)

Setelah mengikuti modul ini dengan seksama, peserta diharapkan mampu:

Memahami pengertian Consultative Selling.

Mampu mengimplementasikan Consultative Selling kepada pelanggan

eksisting dan pelanggan baru.

Memahami tiga teknik menawarkan solusi (FAB).

Memahami penciptaan nilai pada pembelian.

T

Tujuan

ujuan pembelajaran

pembelajaran Consultative Selling

Consultative Selling ::

Topik Bahasan Consultative Selling

:

1.

Implementasi Consultative Selling Model, Proses dan Keterampilan korespondesi

2.

Peningkatan Penjualan dengan pendekatan Consultative Selling kepada pelanggan

eksisting dan pelanggan baru

(37)

Tipe

Sales

People

Seperti apakah anda ?

1

2

Order Taker

3

Deal Maker

Sales Consultant

Tipe ini hanya memikirkan closing dari sebuah penjualan dan tidak terlalu memikirkan

akan proses yang ada.

Deal maker

cenderung melihat prospek sebagai lahan

untuk mencari keuntungan,

sehingga kepentingan pelanggan sering dikesampingkan

Tipe ini

hanya berdasarkan

permintaan dari pelanggan,

tanpa mau menggali lebih

lanjut kebutuhan pelanggan

Penjual yang memiliki teknik untuk membuat

calon pelanggan merasa nyaman

. Dimulai

dari pemahaman mendalam akan masalah

dan kebutuhan pelanggan terlebih dahulu,

kemudian baru memberikan solusi yang

tepat bagi pelanggan.

(38)

Spin Selling

SPIN SELLING : merupakan Probing, atau pendekatan yang

dilakukan untuk mengeksplor masalah dan kebutuhan dari calon

pembeli, sehingga tenaga penjual dapat memberikan solusi berupa

Tahapan Consultative SPIN

• S

ituation Question

• P

roblem Question

• I

mplication Question

• N

eed - payoff Question

(39)

The Four Golden Question (SPIN)

Pertanyaan Situasi (Situation Question )

Pertanyaan situasi digunakan pada saat awal kunjungan (sales call), sebelum

mempresentasikan suatu produk atau layanan. Tujuannya adalah untuk

menanyakan latar belakang prospek (calon pelanggan) serta fakta-fakta

tentang kondisi prospek saat ini. Yang penting diingat adalah penjual harus

mengurangi Situation Question yang tidak perlu.

Caranya dengan mengumpulkan data-data mengenai prospek terlebih dahulu.

Berdasarkan riset, ditemukan bahwa pertanyaan situasi dipakai lebih banyak

pada sales call yang gagal serta digunakan secara berlebihan oleh penjual

yang tidak berpengalaman.

Contoh:

1.

Siapa diantara keluarga yang paling suka berinternet sambil menonton

televisi?

(40)

Pertanyaan Problem

Pertanyaan problem digunakan untuk menanyakan permasalahan

prospek, kesulitan yang dihadapi prospek,kesulitan yang dihadapi

prospek, serta ketidakpuasan atas kondisi saat ini. Pertanyaan ini

membantu anda untuk menjual, karena seseorang membeli hanya jika

mereka memiliki kebutuhan, dan kebutuhan hampir selalu diawali

dengan ketidakpuasan atas kondisi aktual yang ada. Semakin jelas dan

eksplisit suatu kebutuhan, semakin besar kemungkinan prospek untuk

membeli.

Contoh :

1.

Apa masalah yang timbul bila harus berlangganan internet dan

televisi dari provider yang berbeda?

2.

Apakah dalam keluarga Bapak/Ibu timbul konflik bila minat

terhadap satu tayangan televisi berbeda?

(41)

Pertanyaan Implication

Pertanyaan Implication digunakan untuk menanyakan konsekuensi

ataupun dampak dari masalah, kesulitan maupun ketidakpuasan yang

dialami pembeli. Pertanyaan implication adalah yang paling penting

dalam SPIN. Para tenaga penjual yang berpengalaman akan lebih

banyak menanyakan implication question pada pembeli.

Pertanyaan ini adalah bagian yang tersulit untuk ditanyakan. Susun

dan rencanakan terlebih dahulu sebelum bertanya tentang hal ini.

Contoh :

1.

Apa dampak bila provider televisi dan internet berbeda terhadap

kenyamanan dan kemudahan proses pembayaran?

2.

Apa dampak yang ditimbulkan dari konflik karena minat yang

berbeda atas tayangan televisi dalam keluarga Bapak/Ibu?

(42)

Pertanyaan Need-Payoff

Pertanyaan jenis ini digunakan untuk menanyakan value / manfaat/

kegunaan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Gunakanlah

pertanyaan ini untuk meminta pembeli untuk menyatakan sendiri

benefit / manfaat yang ditawarkan oleh anda. Pertanyaan jenis ini

cenderung bisa mengurangi kemungkinan penolakan dan secara

khusus terkait dengan kesuksesan penjualan yang membutuhkan

Relationship yang bagus.

Contoh:

1.

Bagaimana

kami

dapat

membantu

Bapak/Ibu

untuk

dapat

menikmati internet, televisi, dan telepon dalam satu layanan dan

billing terpadu……….?

2.

Bagaimana kami dapat mensolusikan sehingga putra/i Bapak/Ibu

bisa menonton tayangan yang disukai oleh masing-masing?

(43)

Tiga Teknik Menawarkan Solusi

1.

Features

Features adalah fakta netral, data, informasi dan karakteristik dari

produk / service Anda. Bagaimana pengaruh features terhadap proses

pembelian yang kompleks. Pada awal siklus penjualan, features

mempunyai efek yang negatif terhadap penjualan. Pada pertengahan

siklus penjualan dimana pembeli biasanya membuat informasi yang

lebih detail mengenai produk, features dapat memberikan pengaruh

yang positif. Presentasi features akan mendapatkan respon secara lebih

positif oleh user daripada oleh decision makers.

Contoh :

1.

Telkom memiliki infrastruktur dan layanan yang dapat memenuhi

ekspektasi keluarga Bapak/Ibu.

(44)

Tiga Teknik Menawarkan Solusi

2. Advantages

Advantages menunjukkan bagaimana produk/jasa yang kita sediakan

bisa

digunakan untuk

membantu

pembeli.

Bagaimana pengaruh

Advantages pada proses pembelian yang kompleks?. Pada awal siklus

penjualan,advantages hanya sedikit memberi pengaruh positif terhadap

sales call, terutama pada penjualan pertama.

Contoh :

1.

IndiHOME Gold dapat memberikan layanan telepon, internet

tercepat, dan channel TV terbanyak disaat yang bersamaan dengan

harga termurah.

2.

UseeTV layanan TV berbayar yang menyediakan TV On Demand,

Video On Demand, Pause & Rewind dan Video Recorder. UseeTV

tidak hanya sekedar menonton, namun Bapak/Ibu memegang

kendali seakan menjadi sutradara.

(45)

Tiga Teknik Menawarkan Solusi

3. Benefit

Benefit menunjukkan bagaimana suatu produk / jasa dapat memenuhi

kebutuhan

eksplisit

yang

dinyatakan

oleh

pembeli.

Sebelum

memaparkan benefit, terlebih dahulu anda harus mampu membuat

pelanggan

mengungkapkan

kebutuhan

eksplisit

mereka.

Setelah

diketahui apa kebutuhan eksplisit pelanggan, selanjutnya anda dapat

memaparkan bagaimana produk / jasa yang anda tawarkan ini dapat

memenuhi kebutuhan eksplisit mereka. Benefit adalah pernyataan yang

paling kuat pengaruhnya dalam setiap tahap siklus penjualan.

Contoh :

1.

Layanan IndiHOME Gold dapat menyelesaikan masalah yang terjadi

dan memenuhi harapan keluarga Bapak/Ibu.

(46)

Penciptaan

Penciptaan Nilai

Nilai

Pada

Pada Pembelian

Pembelian

Pengenalan kebutuhan Pengenalan kebutuhan Recognition of Need Evaluasi Alternatif Evaluasi Alternatif Evaluation of Option Pemecahan masalah Pemecahan masalah Resulation

of Concern Purchase PembelianPembelian

Penerapa n

Membantu

pelanggan mengenali masalah dan

kebutuhan dari sudut pandang berbeda

Menunjukkan keunggulan solusi dan pilihan yang telah menjadi pertimbangan dari pelanggan Membantu pelanggan menghadapi permasalahan dalam menghadapi permasalahan dalam melakukan pembelian Menjadikan proses pembelian menjadi

painless dan nyaman

Menunjukkan kepada pelanggan bagaimana

menggunakan produk

(47)

MODUL

MODUL

SELLING

SELLING

TO COMMUNITY

TO COMMUNITY

1. Pengertian Komunitas

2. Pengelolaan Komunitas

(48)

PENGERTIAN

PENGERTIAN

1. Community

atau

Komunitas

merupakan

wadah,

organisasi atau

tempat dimana pelanggan atau calon

pelanggan bernaung, berkumpul dan beraktifitas secara

rutin;

2. Tiap komunitas mempunyai tujuan, anggota maupun

kegiatan tertentu sehingga masing-masing komunitas

mempunyai organisasi dan kebiasaan tertentu serta ada

orang-orang tertentu yang mempunyai pengaruh;

3. Komunitas atau orang-orang dalam komunitas sering kali

mempunyai keterkaitan, pengaruh maupun bargaining

(49)

Pengelolaan

Pengelolaan

Komunitas

Komunitas

1. Step 1 : Identifikasi Karakteristik Komunitas;

2. Step 2 : Identifikasi PVI;

3. Step 3 : Identifikasi PVI Gap;

4. Step 4 : Rancang Program;

5. Step5 : Community Activation Programs :

Step 5a: Co-Creation;

Step 5b: Conversation Media;

Step 5c: Communal Activation;

6. Step 6 : Eksekusi Community Activation

Program;

(50)

STEP 1:

STEP 1:

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KOMUNITAS

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KOMUNITAS

T

T

II

P

P

E

E

K

K

O

O

M

M

U

U

N

N

II

T

T

A

A

S

S

(51)

Community

Community

Types

Types

 Community-Type Matrix :

 Berdasarkan bentuk dari sebuah komunitas maka dapat dIpalajari karakteristik

komunitas tersebut.

Komunitas mengambil inisiatif untuk membentuk diri namun interaksi antar anggota sangat lemah dan biasanya setelah terbentuk, komunitas ini tidak memiliki

aktivitas rutin yang berarti.

Orang –orang yang berinisiatif membentuk komunitas menjadi hubs dan

menjadi motor penggerak komunitas. Kelangsungan

komunitas sangat tergantung kepada para

hubs tersebut.

Para hubs yang berinisiatif membentuk komunitas

berhasil melakukan ‘kaderisasi’ sehingga setiap anggota komunitas memiliki

peranan yang sama strategisnya dan komunitas

bisa tetapexist. Company mengawali

komunitas dengan hanya mengumpulkan orang-orang

yang tidak saling berbagi satu sama lain. Kelangsungan komunitas

sangat ditentukan oleh

Company mengawali komunitas dengan mencari

orang-orang yang bisa menjadi hubs. Company dan

hubs berkolaborasi untuk mengaktifkan komunitas.

Komunitas masih

Company berhasil membentuk hubs yang kuat.

Kemudian company dan hubs berhasil membentuk

‘kader-kader’ berkualitas sehingga komunitas bisa

mandiri tanpa sokongan

Pools

Hubs

Webs

By

Design

By

Default

(52)

Community

Community

Anatomy

Anatomy

 Step-2 : Identifikasi PVI

 Apakah existing PVI dari komunitas tersebut?

 Apakah expected PVI dari komunitas tersebut?

Purpose

Values

Identity

Customer’s

PVI

Existing Purpose

• _______________

• _______________

• _______________

Existing Values

• _______________

• _______________

• _______________

Existing Identity

• _______________

Expected Purpose

• _______________

• _______________

• _______________

Expected Values

• _______________

• _______________

• _______________

Expected Identity

• _______________

(53)

 Step-3 : Identifikasi PVI Gap

 Apakah terjadi gap antara existing PVI dengan expeted PVI?

Existing

Expected

Gap

Purpose

Purpose

Value

Value

Identity

Identity

Community

(54)

 Step-4 : Rancang Program

 Apakah nama dan tema program?

Communal Activation Program

Nama Program:

Tema:

Alasan:

Tujuan:

Community

(55)

• 5 W 2 H

– What

: Apa yang harus dilakukan ?

– Why

: Mengapa hal itu harus dilakukan ?

– How

: Bagaimana cara melakukannya ?

– Who

: Siapa yang harus melakukannya ?

– Where

: Dimana hal tersebut harus dilakukan ?

– When

: Kapan hal tersebut harus dilakukan ?

– How Much : Berapa biaya yang dibutuhkan ?

Program Community Marketing :

Community

Community

Anatomy

Anatomy

No

What

Why

How

Who

Where

When

How

Much

Check

1

2

3

4

5

(56)

Community

Community

Activation

Activation

Program

Program

 Step-5a : Co-Creation

Bisakah Co-Creation dilakukan:

1. Insight research:

_________________________________________________________

_________________________________________________________

2. Product development:

_________________________________________________________

_________________________________________________________

3. Service:

_________________________________________________________

_________________________________________________________

(57)

 Step-5b : Conversation Media

 Tentukan conversation media yang akan digunakan!

Company - Online

Evangelist - Online

Company - Offline

Evangelist - Offline

Community

(58)

 Step-5c : Communal Activation

 Tentukan communal activation program yang akan dilaksanakan!

Company - Online

Evangelist - Online

Company - Offline

Evangelist - Offline

Community

(59)

 Step-6 : Eksekusi Community Activation Program

 Gunakan Calendar of Event (CoE)!

2014

Feb Apr Jun

Jul

Oct

Jan Mar Mei

Ags Sep Nov Des • …... …... • ‘…... …... • …... …... • ‘…... …... • …... …... • …... …...

Community

(60)

 Step-7 : Kalkulasi biaya dan lakukan evaluasi

Community Activation Program

RP

Offline

Online

Total Biaya

Peningkatan Sales Profit

Community

(61)

MODUL

MODUL

SALES

SALES

ATTITUDE

ATTITUDE

1. Pengaturan Suara

2. Penggunaan Bahasa

3. Bahasa Tubuh

(62)

Setelah mengikuti modul ini dengan seksama, peserta diharapkan

mampu:.

1.

Memahami pengaruh sikap tubuh (Body language) dalam

berinteraksi.

2.

Mampu bersikap dan menerapkan body language yang baik

sehingga dapat mendukung penjualan

3.

Mampu menjalin keakraban dengan prospek dalam waktu

singkat.

4.

Mampu

berpenampilan

profesional

sesuai

dengan

pekerjaannya.

T

(63)

Overview

1. Kesan yang akan diperoleh tentang seseorang sangat dipengaruhi

oleh penampilan pertama.

2. Penampilan seseorang dibentuk oleh :

- Bagaimana Cara Berkomunikasi (Communication Skill)

- Tampilan fisik (appearance)

- Gaya bertingkah laku (style)

3. Image Perusahaan direpresentasikan oleh citra yang ditampilkan oleh

personal-personal yang ada dalam perusahaan tersebut. Karena

Customer melihat Citra Perusahaan melalui “PELAYANAN” yang

diberikan dan “PERSONAL IMAGE” yang ditampilkan.

(64)

Coba untuk bersuara natural, sehingga ritme dan nada

anda sesuai dengan pesan yang ingin anda sampaikan

Mengembangkan tiga hal penting dalam suara:

••

Volume

Volume

••

Intonasi

Intonasi

••

Pacing (

Pacing (Kecepatan

Kecepatan bicara

bicara))

Pengaturan

(65)

• Ketika anda berbicara, sampaikan dengan percaya diri dan

perlihatkan ketertarikan pada apa yang anda sampaikan.

Berbicaralah

Berbicaralah dengan

dengan perasaan

perasaan.

• Gunakan kalimat yang singkat dan kata

kata--kata yang

kata yang pendek

pendek

dan

dan sederhana

sederhana..

• Berbicara dengan pelan

pelan--pelan

pelan dan

dan jelas

jelas sehingga setiap

audience anda dapat memahami setiap kata.

• Berikan banyak ilustrasi

ilustrasi dan

dan kisah

kisah atau

atau contoh

contoh nyata

nyata untuk

lebih memperjelas konsep-konsep yang tengah Anda

sampaikan

Penggunaan

(66)

Bahasa

Bahasa

Tubuh

Tubuh

•• Berdiri

Berdiri dengan

dengan tegak

tegak,

, tapi

tapi tidak

tidak kaku

kaku.

. Anda

Anda harus

harus

menyebarkan

menyebarkan energi

energi..

•• Santailah

Santailah,, casual tapi tidak terkesan malas

• Gunakan tangan, lengan dan sikap anda. Biarkan tubuh

anda bereaksi terhadap apa yang anda rasakan.

• Buatlah kontak mata yang baik – aturannya adalah kontak

mata selama empat sampai lima detik per orang

(67)

“Tangan

Tangan ibarat

ibarat gerbang

gerbang,

, bisa

bisa terbuka

terbuka bisa

bisa tertutup

tertutup.”

.”

Tangan dengan tangan

Kedua tangan silang di dada = menutup diri, defensif, penolakan, percaya diri

Kedua tangan lurus ke bawah = siap melayani

Kedua tangan ke belakang = Gerbang terbuka, membuka diri

Tangan dengan ke wajah

Tangan di pipi atau dagu = menimbang atau mengevaluasi

Tangan di mulut = menunjukkan ketidak setujuan, enggan berbicara terbuka

Tangan ke badan

Duduk dengan tangan di belakang kepala = arogan, merasa superior

POSTUR TANGAN

Bahasa

(68)

POSTURE

Do stand:

Do stand:

Berdiri

Berdiri tegak

tegak,

, punggung

punggung lurus

lurus menunjukkan

menunjukkan percaya

percaya

diri

diri

Posisi

Posisi relaks

relaks

Distribusi

Distribusi berat

berat tubuh

tubuh merata

merata

Kaki

Kaki sejajar

sejajar dengan

dengan bahu

bahu

Bahasa

(69)

Postur Duduk

Wanita

Wanita ::

Tubuh

Tubuh tegak

tegak

kedua

kedua kaki

kaki sejajar

sejajar, miring,

, miring, kedua

kedua ujung

ujung kaki

kaki searah

searah..

Kedua

Kedua kaki

kaki disilangkan

disilangkan di

di pergelangan

pergelangan..

Pria

Pria ::

Tubuh

Tubuh tegak,lutut

tegak,lutut sejajar

sejajar bahu

bahu kaki

kaki lurus

lurus ((terbuka

terbuka))

Tumpang

Tumpang kaki

kaki

Pergelangan

Pergelangan di

di atas

atas lutut

lutut ((wilayah

wilayah luas

luas) =

) = kekuasaan

kekuasaan

Lutut

Lutut saling

saling menumpang

menumpang ((wilayah

wilayah kecil

kecil) =

) = tidak

tidak terlalu

terlalu powerful

powerful

PRIA

WANITA

Bahasa

(70)

Biarkan customer duduk atau berjalan lebih dahulu

Biarkan customer duduk atau berjalan lebih dahulu,

,

Tetapi anda harus yang pertama saat berdiri.

Tetapi anda harus yang pertama saat berdiri.

HANDSHAKE

Strong grasp but not too strong

Strong grasp but not too strong

Good eye contact

Good eye contact

“Right

Right hand rule”

hand rule”

Weak grasp will impress lack of integrity

Weak grasp will impress lack of integrity

Make a little nod while greeting

Make a little nod while greeting

Face to face posture.

Face to face posture.

Bahasa

(71)

• Jika mungkin, “work the room and work the audience

work the room and work the audience”

• Bergerak secukupnya dan dengan tujuan – jangan mudah

bergerak karena anda gugup

• Gerak-gerik anda harus natural dan mendukung kata-kata

anda serta isi dari presentasi anda.

• Jangan bergerak secara konstan. Berhentilah sejenak

sebagai variasi. Tetap berdiri untuk memperlihatkan

point-point yang penting.

Gerak

(72)

DRESS

Comfortably and in good taste

Comfortably and in good taste

Wear what makes you feel confidence

Wear what makes you feel confidence

Prefer classic colours (black, navy, grey, beige)

Prefer classic colours (black, navy, grey, beige)

Formal Style (Classic)

Formal Style (Classic)

Uniform with ID Card

Uniform with ID Card

Always tidy, and clean

Always tidy, and clean

Simply (avoid to use accessories)

Simply (avoid to use accessories)

“It reflects its profession and personality ”

(73)

Thank

Pelihara Persatuan,

Menangkan

Persaingan,

Jayalah

Indonesia,

Jayalah Telkom

Indonesia

References

Related documents