• No results found

Text Bab 1 pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text Bab 1 pdf"

Copied!
29
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Belajar Dan Pembelajaran. 1. Belajar

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Dimana perbuatan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada

kemungkinan mengarah ke yang lebih buruk.

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui

pengalaman, Oemar Hamalik (2008:36). Belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.

(2)

Menurut Pidarta (1997:197) mengatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bisa mengatakan pada pengetahuan lain serta mengkomunikasikan kepada orang lain.

Sedangkan menurut Rusyan (1989:9) Mengungkapkan bahwa “belajar itu selalu menunjukkan suatu proses perubahan prilaku atau peribadi

seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu”.

Dalam proses belajar mengajar, seorang guru memegang peranan penting, yaitu memberikan bantuan kepada siswa berupa pengetahuan dan

keterampilan. Bagaimana sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru dan bagaimana cara guru itu mengajarkan pengetahuan itu kepada anak-anak didiknya. Dengan bantuan guru

diharapkan siswa akan lebih mudah dalam memahami pelajaran yang diberikan.

Dalam menguasai teori belajar, seorang guru juga perlu mengetahui teori belajar sehingga dapat menjelaskan bagaimana seharusnya siswa belajar. Belajar merupakan suatu usaha untuk menambah dan mengumpulkan berbagai pengalaman tentang ilmu pengetahuan. Belajar juga sebuah proses yang sering diartikan penambahan pengetahuan.

(3)

berupa penguasaan, sikap dan cara berfikir yang bersikap menetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman belajar.

Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa faktor yang

mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar. Faktor tersebut dapat digolongkan dalam 2 bagian yaitu :

a. Faktor Individual ( internal ) adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu atau siswa misalnya : kemampuan, bakat, minas, kebiasaan, motivasi, kesehatan dan lain-lain.

b. Faktor sosial ( eksternal ) adalah faktor yang timbul dari luar diri individu misalnya : lingkungan sekolah meliputi cara mengajar guru, materi pelajaran, perlengkapan belajar, situasi lapangan dan lain-lain.

Hal tersebut diatas dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar. Karena prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik dari dalam diri (internal) maupun dari luar diri (eksternal) individu.

Hasil belajar merupakan perubahan penguasaan kemampuan teori maupun praktek yang relatif permanen (melekat) antara sebelum menerima proses pembelajaran dengan setelah proses pembelajaran berakhir.

2. Strategi Pembelajaran

(4)

Menurut Joni dalam Anitah (2009:25) Strategi adalah ilmu atau kiat dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Hamalik (2008:57), mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang seeting

mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papa) tulis, dan alat tulisnya, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas dan lapangan. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktek, belajar, ujian, dan sebagainya.

Menurut Udin (2008:18) pembelajaran adalah upaya sistematis sistemik untuk memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas proses belajar pada peserta didik.

Menurut Dimyati dan Soedjono dalam Anitah (2009:25) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentukan sistem pembelajaran.

(5)

pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah dan atau teori belajar tertentu. Misalnya, strategi untuk meningkatkan minat dan

kemampuan membaca dan menulis. Strategi ini harus di intregasi kedalam setiap mats pelajaran/ kuliah, meskipun mungkin ada bimbingan khusus untuk itu.

Proses pembelajaran merupakan suatu usaha yang amat strategis untuk mencapai tujuan yang diharapkan yang berkaitan dengan proses pembelajaran.

(6)

B. Efektivitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan, dalam hal ini efektivitas dapat dilihat dari tercapai tidaknya tujuan

instruksional khusus yang telah dicanangkan. Metode pembelajaran dikatakan efektif jika tujuan instruksional khusus yang dicanangkan lebih banyak tercapai.

Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Sutikno (2005) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif merupakan suatu pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat belajar dengan mudah.

Efektivitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan sesuai pula dengan rencana, baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktunya atau

berusahan melalui aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik untuk memperoleh hasil yang maksimal baik secara kuantitatif maupun kualitatif

Efektifitas metode pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran.

Kriteria keefektifan dalam penelitian ini mengacu pada :

(7)

b. Model pembelajaran dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah

pembelajaran (gain yang signifikan).

c. Model pembelajaran dikatakan efektif jika dapat meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar lebih giat dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Serta siswa belajar dalam keadaan yang menyenangkan.

C. Belajar Gerak.

Proses belajar gerak berlangsung dalam suatu rangkaian kejadian dari waktu ke waktu dan dalam prosesnya melibatkan SSP (Sistem Syaraf Pusat), otak, dan ingatan. Dengan demikian tugas utama peserta didik dalam proses belajar gerak adalah menerima dan menginterprestasikan informasi tentang gerakan-gerakan yang akan dipelajari kemudian mengolah dan

menginformasikan informasi tersebut sedemikian rupa sehingga

memungkinkan realisasi gerakan secara optimal dalam bentuk keterampilan.

Gerak dasar dalam permainan bola voli adalah keterampilan gerak yang dilakukan dalam kegiatan bermain bola voli baik yang berkaitan dengan aktivitas dasar itu mencakup gerakan lokomotor dan keterampilan manipulatif. Rusli (1998) mendefinisikan gerak lokomotor adalah "gerak yang digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau

(8)

Sedangkan gerak manipulatif adalah keterampilan mernainkan suatu proyek baik yang dilakukan dengan kaki maupun dengan tangan atau bagian tubuh yang lain.Gerak manipulatif ini bertujuan untuk koordinasi kaki, mata-tangan, misalnya melempar, menangkap dan menendang.

Cholik (2004:1) mengatakan bahwa belajar keterampilan dan kemampuan motorik merupakan sesuatu yang berkembang secara terns menerus sesuai dengan tingkat perkembangan. Perilaku motorik adalah tanggapan atau reaksi anak yang terwujud dalam gerak ( sikap ) badan, dalam Cholik (2004:25).

Ahli lain berpendapat bahwa perilaku adalah fungsi seluruh syaraf dan dilakukan oleh struktur subkortikal yang terletak didaerah basal otak.

Gerak dasar dalam permainan bola voli adalah keterampilan gerak yang dilakukan dalam kegiatan bermain bola voli baik yang berkaitan dengan aktivitas dasar itu mencakup gerakan lokomotor dan keterampilan manipulatif.

Keterampilan itu mencakup gerakan melompat ke arah tegak, terutama dengan bertumpu pada kedua kaki, dan keterampilan berjalan atau berlari beberapa langkah untuk mengambil posisi yang baik agar bola dapat dimainkan dengan baik sesuai dengan tujuan yang dikehendaki oleh pemain.

D. Alat Belajar

(9)

alat pembelajaran guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang materi tersebut agar mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa.

Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa modifikasi alat pembelajaran merupakan upaya seorang guru untuk merubah alat pembelajaran yang

sesungguhnya menjadi berbeda dari yang sebelumnya dengan tujuan untuk meningkatkan pembelajaran kemudian memperoleh basil yang lebih baik dan dicapai dengan sebaik-baiknya.

E. Keterampilan Gerak Dasar

Gerak dasar adalah gerak yang berkembangnya sejalan dengan pertumbuhan dan tingkat kematangan. Keterampilan gerak dasar merupakan pola gerak yang menjadi dasar untuk ketangkasan yang lebih kompleks. Rusli (1998) membagi tiga gerakan dasar yang melekat pada individu yaitu, 1) lokomotor, (2) gerak non lokomotor, (3) manipulatif.

Rusli (1998) mendefinisikan gerak lokomotor adalah "gerak yang digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau

(10)

Setelah kemampuan gerak dasar dikuasai, dapat dilanjutkan ke tahap kemampuan yang lebih spesifik dengan terlebih dahulu mengoreksi kekurangan pada kemampuan sebelunya, berikutnya mengulangi gerakan, dimaksudkan agar gerakannya lebih otomatis. Keterampilan gerak dasar perlu merancang proses pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa akan lebih tertarik dan serius mempelajari gerak dasar passing bawah bola voli.

F. Belajar Motorik

Motorik merupakan kata bentukan dari motor yang berarti gerak. Gerak yang terjadi atas koordinasi antara aspek jasmani dan rohani. Koordinasi gerak adalah berupa kemampuan untuk mengatur keserasian gerak bagian-bagian tubuh. Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan kontrol tubuh. Individu yang koordinasi geraknya baik akan mampu mengendalikan gerak tubuhnya sesuai dengan kemauannya.

Kemampuan koordinasi gerak, dinilai berdasarkan kemampuan melakukan gerakan-gerakan keterampilan. Pada masa anak besar kemampuan ini berkembang dengan baik. Pertumbuhan fisik yang relatif lambat pada masa tersebut justru menguntung dalam hal peningkatan koordinasi. Masa anak besar merupakan masa penyempumaan keterampilan melakukan gerakan-gerakan dasar. Gerak dasar yang sudah mulai dapat dilakukan pada masa anak kecil, semakin dapat dilakukan dengan baik dan semakin bervariasi lagi pola geraknya.

(11)

pertumbuhan dan perkembangan fisik. Pertumbuhan fisik yang semakin tinggi, dan semakin besar dan semakin berotot, peningkatan penguasaan gerak dasar dapat diidentifikasi, yang merupakan indikatornya sebagai berikut : 1. Mekanisme tubuh dalam melakukan gerakan makin baik;

2. Kontrol dan kelancaran gerak semakin baik; 3. Pola atau bentuk gerakan semakin bervariasi, dan 4. Gerakan semakin bertenaga.

Berbagai macam pola gerak yang dapat dilakukan atau dikuasai pada masa anak besar, dikala memperoleh kesempatan yang cukup untuk

mempraktekkannya adalah dengan kegiatan-kegiatan seperti : berjalan, berlari, mendaki, memanjat, meloncat, berjengket, mencongklang, mengguling,

lompat tali, menyepak, melempar, menangkap, memukul, memantul-mantulkan bola, dan berenang.

Pada masa akhir anak besar, pada umumnya gerakan-gerakan tersebut sudah mampu dilakukan dengan bentuk gerakan menyerupai gerakan orang dewasa. Perbedaannya hanya terletak pada pelaksanaan gerakan yang kurang

bertenaga.

(12)

yang lampau". Berkaitan dengan belajar keterampilan motorik suatu proses yang berkaitan dengan latihan atau pengalaman yang relatif permanen dalam reabilitasnya untuk merespon suatu gerak. Menurut Lutan belajar motorik adalah "seperangkat proses yang berkaitan dengan latihan atau pengalaman yang mengantarkan ke arah perubahan dalam prilaku terampil".

Adapun tahap dalam keterampilan motorik yaitu sebagai berikut:

a. Tahap kognitif "merupakan tahap awal dalam belajar motorik” alam tahap ini peserta didik harus memahami hakikat kegiatan yang akan dilakukan, kemudian harus memperoleh gambaran yang jelas baik secara verbal maupun visual.

b. Tahap fiksasi pada tahap ini pengembangan keterampilan dilakukan peserta didik melalui latihan praktik secara teratur agar peubahan prilaku gerak menjadi permanen, selama latihan peserta didik membutuhkan semangat dan umpan balik untuk mengetahui apa yang dilakukan itu benar atau salah.

c. Tahap otomatis. Pada tahap otomatis, kontrol terhadap gerak semakin tepat dan penampilan semakin konsisten serta cermat. Menurut

(13)

Seperti yang dikemukakan di atas, dapat dinyatakan bahwa belajar motorik mengacu pada perubahan perilaku atau tingkah laku manusia dengan kata lain objek dari upaya belajar mengajar adalah perilaku yang nampak bergerak dan terus berlangsung secara berkelanjutan.

G. Modifikasi Alat Pembelajaran

Modifikasi alai bantu pembelajaran dapat dikaitkan dengan kondisi

lingkungan pembelajaran. Modifikasi pembelajaran ini dapat diklarifikasikan berupa peralatan. Pendidik dapat mengurangi atau menambah tingkat

kompleksitas atau kesulitan dengan cara memodifikasi peralatan yang digunakan misalnya berat-ringannya, besar-kecilnya, tinggi-rendahnya, panjang-pendeknya peralatan yang digunakan.

Modifikasi adalah pendekatan yang didesain dan disesuaikan dengan kondisi kelas yang menekankan kepada kegembiraan dan pengayaan perbendaharaan gerak agar sukses dalam mengembangkan keterampilan.

(14)

Secara harafiah modifikasi berarti perubahan, dan bila dikaitkan dengan gerakan maka dapat diartikan adanya perubahan cara melakukan gerak dasar

passing bawah.

"Modifikasi diartikan menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajamya", Samsudin (2006:71).

Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa modifikasi alat pembelajaran merupakan suatu upaya seseorang untuk merubah alat pembelajaran yang sesungguhnya menjadi berbeda dari yang sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan agar tujuan yang direncanakan sebelumnya dan dapat dicapai sebaik-baiknya.

Modifikasi alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bola plastik yang pelasanaanya disetiap siklusnya akan ada pertambahan bola plastik serta model pembelajaran melingkar, berbaris, dan berhadapan. Keuntungan dari modifikasi alat adalah hemat biaya, mudah didapatkannya, mudah dalam, pemakaiannya (praktis) serta memudahkan guru dalam mengevaluasi gerakan dasar passing bawah.

H. Bermain Bola Voli

(15)

dipantulkan itu seberangkan ke lapangan lawan melewati atas jaring net dan usahakan lawan menerima sesulit mungkin.

Bola voli adalah permainan yang dilakukan oleh dua regu, yang masing -masing terdiri dari 6 orang. Bola dimainkan di udara dengan melewati net, setiap regu hanya bisa memainkan bola, tiga kali pukulan. Di dalam

permainan bola voli banyak sekali teknik – teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain diantaranya passing atas dan bawah, servis, smes dan bendungan atau blok. Meskipun sekarang sudah mulai dikembangkan permainan bola voli dua lawan dan satu lawan yang lebih mengarah pada tujuan rekreasi seperti voli pantai yang mudah berkembang akhir-akhir ini.

Tujuan bermain yang berawal dari tujuan yang bersifat rekreatif untuk mengisi waktu yang luang atau sebagai selingan setelah bekerja, kemudian

berkembang kearah tujuan-tujuan yang lain seperti tujuan mencapai prestasi yang tinggi meningkatkan prestise diri, mengharumkan nama daerah bangsa dan negara, selain tujuan-tujuan tersebut banyak orang berolahraga khususnya bermain bola voli untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran

jasmani/kesehatan.

(16)

1. Service

Service adalah serangan pertama dalam permainan bola voli atau dengan kata lain pukulan pertama dalam permainan bola voli atau sentuhan pertama dengan bola. Mula-mula service ini hanya dianggap sebagai pukulan permulaan saja, cara melempar bola untuk memulai permainan. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. Jadi, teknik dasar ini tak boleh kita abaikan, dan harus kita latih dengan baik terus-menerus.

Sikap permulaan : ambil sikap berdiri dengan kaki kiri berada lebih ke depan daripada kaki kanan dan kedua lutut ditekuk. Tangan kiri

menyangga bola sedang tangan kanan memegang bagian atas bola. Bola dilambungkan dengan tangan kiri diatas sampai ketinggian kurang lebih setengan meter diatas, kepala. Tangan kanan segera ditari

kebelakang atas kepala, dengan telapak tangan kanan menghadap kedepan.

(17)

Gambar : Gerakan servis bawah. (Yunus,1992:73 )

Service yang baik sangat mempengaruhi seluruh jalannya pertandingan. Tapi ini lebih menonjol pada pertandingan tingkat tinggi dibandingkan dengan service pada tingkatan yang lebih rendah.

[image:17.595.172.470.124.322.2]

Jenis service yang paling umum adalah servis lengan bawah, servis lengan atas, dan jump service.

(18)

2. Passing

Yang dimaksud dengan passing di dalam permainan bola voli adalah usaha ataupun upaya seseorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri.

a. Passing Bawah

Passing bawah adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam suatu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagi langkah awal

menyusun pola serangan kepada regu lawan.

Sikap permulaan: ambil posisi sikap siap normal. Pada saat tangan akan dikenakan pada bola, segera tangan dan juga lengan diturunkan serta tangan dan lengan dalam keadaan terjulur ke bawah depan lurus. Siku tidak boleh ditekuk, kedua lengan merupakan pagan pemukul yang selalu lurus keadaannya.

Sikap, saat perkenaan: pada saat akan mengenakan bola pada bagian sebelah atas (bagian proximal) daripada pergelangan tangan. Ambillah terlebih dahulu posisi sedemikian rupa sehingga badan berada dalam posisi menghadappada bola. Bagian bola berada pada jarak yang tepat maka segeralah ayunkan lengan yang telah lurus dan difixir tadi dari arah bawah ke atas depan. Tangan pada saat itu telah

(19)

diusahakan tepat pada bagian proximal daripada pergelangan tangan dan dengan bidang selebar mungkin agar bola dapat melambung secara stabil. Maksudnya agar bola selama menempuh lintasanya tidak

banyak membuat putaran. Pantulan bola setelah mengenai bagian proximal daripada pergelangan tangan, akan memantul ke atas depan dengan lambungan yang cukup tingi dan dengan sudut panful 90°. Sebagai catatan perlu ditambahkan di sini bahwa bila sudut pantulnya tidak 90° maka secara teoritis bola akan memantul ke arah lain atau dikatakan bola tersebut akan diterima luncas. Dengan demikian bola tidak akan memantul ke arah seperti yang diharapkan.

Sikap akhir: setelah bola berhasil dipass bawah maka segera diikuti pengambilan Sikap siap normal kembali dengan tujuan agar dapat bergerak lebih cepat untuk menyesesuaikan diri dengan keadaan.

Gambar: gerakan pasing bawah ( Yunus,1992:83 ) b. Passing Atas

(20)

memberikan umpan dalam melakukan berbagai macam bentuk serangan.

Gambar: gerakan pasing atas ( Yunus,1992:102 )

Sikap permulaan: pemain mengambil sikap, siap normal. Dalam bermain bola voli sikap, siap normal adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk bergerak kearah yang diinginkan. Secara keseluruhan tubuh harus dalam keadaan seimbang yang labil. Setimbang maksudnya agar koordinasi daripada tubuh tetap terkuasai dan labil maksudnya agar tubuh dapat digerakan ke berbagai arah yang dikehendaki dalam waktu singkat.

(21)

dada. Pada saat akan melakukan passing, maka segeralah menempatkan diri di bawah bola, dan tangan diangkat ke atas depan kira-kira setinggi dahi.

Sikap saat perkenaan bola: perkenaan bola pada jari adalah di ruas pertama dan kedua terutama ruas pertama dari ibu jari. Pada saat jari disentuhkan pada bola maka jari-jari agak ditegangkan sedikit dan pada, saat itu juga diikuti gerakan pergelangan lengan ke arah depan atas agak eksplosif.

Sikap akhir: setelah bola berhasil di-pass maka lengan harus lures sebagai suatu gerakan lanjutan diikuti lengan badan dan langkah kaki ke depan agar koordinasi tetap tedaga dengan balk. Gerakan tangan, pergelangan, lengan, dan kaki harus merupakan, suatu gerakan yang harmonis, sedangkan pandangan ke arah jalanya bola.

Gambar: gerakan pasing atas (Yunus,1992:103) 3. Block

(22)

pertahanan. Hanya dengan pertahanan yang kuat, pemain dapat

mengimbangi pukulan-pukulan smash lawan. Sesunguhnya, "pertahanan" juga tergantung pada jenis dan posisi block yang dimainkan. Blok

merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan.

Sikap permulaan : berdiri dengan kaki sejajar badan menghadap pada jaring. Kedua tangan berada didepan dada. Untuk awalan tolakan maka lutut ditekuk agak dalam, togok dengan demikian menjadi condong kedepan.

Setelah pengan bilan posisi ini kemudian diteruskan dengan tolakan-tolakan keatas dengan kedua kaki seecara eksplosif dan kuat. Begitu dengan keseluruhan terangkat keatas maka tangan dijulurkan keatas, jari-jari membuka dengan maksud agar kedua tangan merupakan satu bidang yang luas. Lengan dalam keadaan lurus dan condong kedepan.

(23)

bila pada saat sebelum dipukul tangan blocker benar-benar dapat mengerung bola.

Sikap akhir : Setelah bola mengenai tangan maka segeralah tangan ditarik dan posisi tangan berada pada posisi seperti pada saat persiapan.

Selanjutnya mendarat kembali dengan tumpuan dua kaki dan lentuk. Setelah itu segeralah blocker mengambil sikap siap seperti pada siap sikap persiapan.

Jadi, mau tak mau setiap pemain atau regu harus melatih block dengan tekun, dan teliti, tak tergantung pada tingkatan pemai itu sendiri. Apakah ia baru termasuk kelas pemula, sedang, ataupun top, semuanya harus melatih block serajin mungkin kalau ia ingin mampu memenangi dan mengimbangi semua serangan pihak lawan.

Ada tiga jenis blocking, yaitu: (1) one-man block atau block satu orang,

(2) two-man block atau block dua orang, dan (3) three-man block atau

block tiga orang.

(24)

Untuk membentuk block yang baik, pemain harus dapat menaksir jatuhnya bola. Dengan kata lain, pemain harus dapat meramalkan, kemana kira-kira lawan kita akan memukul bola. Pemain dengan tipe block dua orang atau block tiga orang selalu harus menghadap net. Mereka membentuk block dengan melangkah ke sisi, masing-masing bersedia melakukan take-off

pada saat yang bersamaan. Setiap pemain yang bergerak maju untuk membentuk block harus berhenti dahulu sebelum ia take-off. Kalau pemain yang membentuk block itu masih terlalu jauh dari pemimpin block itu pada waktu take-off dari tempatnya berdiri, dengan kedua lengan dijulurkan kearah pemimpin block itu sewaktu ia sedang melompat. Dengan cara begini, akan terbentuk area pertahanan yang luas dan cukup kuat.

4. Smash atau Spike

Smash adalah bagian terpenting dalam penyerangan ke daerah lawan selain service sebagai serangan pertama dalam permainan bola voli. Di sinilah letak seninya bola voli. Seperti para pecandu sepak bola atau hand ball mendambakan goal-goal yang spektakuler, demikian juga para pecandu bola voli mendambakan smash-smash yang gemilang.

(25)

Gambar: gerakan smash (Yunus,1992:113)

Seorang pemain yang pandai melakukan smash, atau dengan istilah asing disebut "smasher", harus memiliki kegesitan dan pandai melompat serta mempunyai kemampuan memukul bola sekeras mungkin. Pemain yang memiliki keahlian ini dapat digolongkan pemain penyerang yang baik. Menurut H, Sarono proses gerak dasar smash dalam bermain bola voli adalah sebagai berikut :

(26)

Tolakan harus dilakukan dengan menumpu dengan menumpu terlebih dahulu dengan kedua kaki dan langkah pada saat menumpu ini tidak boleh lebar atau pun dengan suatu loncatan.

Setelah menumpu dengan ke dua kaki kemudian segera diikuti dengan gerakan merendahkan badan dengan jalan menekuk lutut agak dalam kebawah serta ke dua lengan masing-masing telah berada di samping belakang badan.

Kemudian diikuti dengan tolakan kaki ke atas secara eksplosif dan dibantu dengan ayunan ke dua lengan dari arah belakang ke atas depan.

Sikap perkenaan : sikap pada saat melayang seperti tersebut diatas harus diusahakan sedemikian rupa hingga bola berada didepan smasher. Perlu diperhatikan bila bola telah berada di atas depan dan dalam jangkauan tangan maka segeralah tangan kanan dipukulkan pada bola secepatnya, disini perkenaan tangan adalah pada telapak tangan dengan sate gerakan lecutan baik dari lengan maupun tangan. Pukulan yang betul akan

mengakibatkan bola manjadi top spin serta secepatnya bergerak menurun.

Sikap akhir : setelah bola berhasil di pukul maka smasher akan segera mendarat dengan kedua kaki dan dalam keadaan lentuk (mengeper).

(27)

I. Hasil Belajar

Evaluasi dilakukan setelah proses pembelajaran selesai dilakukan guns untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran. Evaluasi juga sangat penting, karena dengan melakukan evaluasi suatu program apapun itu bentuknya akan mudah diketahui keberhasilan yang diinginkan dan sudah sampai dimana tujuan yang hendak akan dicapai.

Menurut Oemar Hamalik (2011 :156), evaluasi adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Hasil belajar menunjuk pada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan derajat perubahan tingkah laku siswa. Evaluasi bermaksud untuk memperoleh informasi mengenai jarak antara situasi yang ada dan situasi yang diharapkan untuk mendapat informasi mengenai jarak yang menggambarkan situasi yang diharapkan. Penilaian dan evaluasi merupakan alat untuk mengetahui hasil belajar.

J. Kerangka Pikir

(28)

Proses pembelajaran keterampilan gerak yang efektif dan efisien hanya dapat dicapai dengan memberikan tahanan pada tingkat keterampilan, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks dan memodifikasi media pembelajaran (alat pembelajaran). Tingkat keterampilan tersebut hanya mungkin dapat diperoleh dengan latihan yang berulang-ulang dan melibatkan semua pengalaman gerak yang diperoleh sebelumnya.

Bola voli adalah salah satu cabang olahraga bola besar yang sering

dipertandingkan dalam kejuaraan. Berbagai macam teori yang berhubungan dengan bola voli telah penulis uraikan dan diharapkan dapat menambah masukan yang baik dalam pembelajaram aktifitas bola besar.

Dalam mengajarkan keterampilan bola voli teknik dasar passing bawah dapat menggunakan alat bantu, tujuannya adalah agar proses belajar dapat

disampaikan dengan mudah karena didukung oleh pengunaan metode-metode yang menunjang.

(29)

K. Hipotesis

Hipotesis adalah alat yang sangat besar kegunaannya dalam

penyelidikan ilmiah karena merupakan petunjuk kearah proses penelitian untuk menjelaskan permasalahan yang harus dicari pemecahannya.

Figure

Gambar : gerakan servis atas

References

Related documents

The applicant has an in-depth understanding of and/or extensive experience with the basic principles, tools and processes of public health practice, in terms of working with

In eight of the twenty-one dogs, the 02 and CO2 ten- sions of lymph were compared with those of arterial and venous blood at different levels of alveolar ventilation. For this

In this multicenter study we established the clinical performance characteristics of the Xpert EV assay relative to a definition of enteroviral meningitis that included

This rise in serum uric acid pro- duced by ethanol was accompanied by a decrease in urinary uric acid output (see Figures 4-6) without alteration in glomerular filtration rate,

Given the facts that a shorter incubation period is more efficient and practical for use in the clinical laboratory (16, 36) and that research has shown that early/ correct

of water absorption in the rat colon apply to man, water absorption from ileal effluent will be less than from 0.85 per cent sodium chloride solution, since human ileal fluid

Strains were obtained from patients with cryptococcal meningitis enrolled into two clinical studies: a prospective descriptive study of cryp- tococcal meningitis in

responses of cold hemagglutinins occurred in the donors of inocula, in most of the volunteers developing primary atypical pneumonia, and in a few of those with minor..