• No results found

Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011"

Copied!
190
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

V

V

o

o

l

l

.

.

1

1

2

2

,

,

N

N

o

o

.

.

1

1

I

I

S

S

S

S

N

N

:

:

1

1

8

8

5

5

8

8

-

-

0

0

5

5

0

0

5

5

S

S

T

T

A

A

T

T

I

I

S

S

T

T

I

I

K

K

P

P

E

E

R

R

I

I

K

K

A

A

N

N

A

A

N

N

T

T

A

A

N

N

G

G

K

K

A

A

P

P

I

I

N

N

D

D

O

O

N

N

E

E

S

S

I

I

A

A

,

,

2

2

0

0

1

1

1

1

C

C

A

A

P

P

T

T

U

U

R

R

E

E

F

F

I

I

S

S

H

H

E

E

R

R

I

I

E

E

S

S

S

S

T

T

A

A

T

T

I

I

S

S

T

T

I

I

C

C

S

S

O

O

F

F

I

I

N

N

D

D

O

O

N

N

E

E

S

S

I

I

A

A

,

,

2

2

0

0

1

1

1

1

K

K

E

E

M

M

E

E

N

N

T

T

E

E

R

R

I

I

A

A

N

N

K

K

E

E

L

L

A

A

U

U

T

T

A

A

N

N

D

D

A

A

N

N

P

P

E

E

R

R

I

I

K

K

A

A

N

N

A

A

N

N

M

M

I

I

N

N

I

I

S

S

T

T

R

R

Y

Y

O

O

F

F

M

M

A

A

R

R

I

I

N

N

E

E

A

A

F

F

F

F

A

A

I

I

R

R

S

S

A

A

N

N

D

D

F

F

I

I

S

S

H

H

E

E

R

R

I

I

E

E

S

S

D

D

I

I

R

R

E

E

K

K

T

T

O

O

R

R

A

A

T

T

J

J

E

E

N

N

D

D

E

E

R

R

A

A

L

L

P

P

E

E

R

R

I

I

K

K

A

A

N

N

A

A

N

N

T

T

A

A

N

N

G

G

K

K

A

A

P

P

D

D

I

I

R

R

E

E

C

C

T

T

O

O

R

R

A

A

T

T

E

E

G

G

E

E

N

N

E

E

R

R

A

A

L

L

O

O

F

F

C

C

A

A

P

P

T

T

U

U

R

R

E

E

F

F

I

I

S

S

H

H

E

E

R

R

I

I

E

E

S

S

J

J

A

A

K

K

A

A

R

R

T

T

A

A

2

2

0

0

1

1

2

2

(2)

STATISTIK PERIKANAN TANGKAP INDONESIA, 2011

ISSN : 1858-0505

Ukuran Buku : 29.7 CM X 21 CM

Jumlah Halaman: 182 halaman

Naskah

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

Penyunting

Sub Direktorat Data dan Statistik Perikanan Tangkap

Gambar

Sub Direktorat Data dan Statistik Perikanan Tangkap

Diterbitkan oleh

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

CAPTURE FISHERIES STATISTICS OF INDONESIA, 2011

ISSN : 1858-0505

Book Size : 29.7 CM X 21 CM

Number of pages : 182 pages

Manuscript

Directorate General of Capture Fisheries

Editor

Sub Directorate of Capture Fisheries Data and Statistics

Figures

Sub Directorate of Capture Fisheries Data and Statistics

Published by

Directorate General of Capture Fisheries

May be cited with references to the source

(3)

i

KATA PENGANTAR

PREFACE

Dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan perikanan tangkap yang

benar dan tepat serta evaluasi kemajuan pembangunan yang telah dicapai, maka keberadaan

dan peran data statistik perikanan tangkap menjadi semakin penting. Kebutuhan akan data

termitakhir untuk berbagai keperluan tersebut diharapkan dapat terpenuhi dengan

diterbitkannya buku “Statistik Perikanan Tangkap Indonesia, 2011” ini.

Kritik dan saran yang konstruktif sangat kami apresiasi guna penyajian data

statistik perikanan tangkap yang lebih baik di masa mendatang. Akhir kata, semoga buku ini

bermanfaat bagi pembangunan perikanan tangkap di Indonesia.

The role of capture fisheries statistical data has became increasingly important

since the widely used of statistical data in planning and evaluating capture fisheries

development program. Therefore, the book of " Capture Fisheries Statistics of Indonesia,

2011" is expected could fulfill those requirements.

We would greatly appreciate for any constructive suggestions and comments to

improve capture fisheries statistical data in the future. Hopefully, this book is useful for the

development of capture fisheries in Indonesia.

Jakarta,

Januari 2011

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap

Ir. Heriyanto Marwoto, MS

NIP. 19560914 198103 1 013

Jakarta,

January 2011

Director General of Capture Fisheries

Ir. Heriyanto Marwoto, MS

NIP. 19560914 198103 1 013

(4)

ii

DAFTAR ISI

CONTENTS

Halaman

Page

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

PENJELASAN

STANDAR DAN KLASIFIKASI

RINGKASAN

GRAFIK

i

ii

ix

xxi

xxx

PREFACE

CONTENTS

EXPLANATORY NOTES

STANDARD AND CLASSIFICATION

SUMMARY

GRAPHICS

i

ii

ix

xxi

xxx

Grafik 1.

Volume produksi perikanan tangkap, 2001 - 2011

xxx

Graph 1.

Volume of capture fisheries production, 2001 - 2011

xxx

Grafik 2.

Volume produksi perikanan tangkap di laut dan perikanan tangkap di

perairan umum, 2001 - 2011

xxxi

Graph 2.

Volume of marine capture fisheries and inland openwater capture

fisheries production, 2001 - 2011

xxxi

Grafik 3.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap menurut besarnya usaha

dan sub sektor perikanan tangkap, 2001 - 2011

xxxiii

Graph 3.

Number of capture fisheries household/company by size of management

and sub sector of capture fisheries, 2001 - 2011

xxxiii

Grafik 4.

Jumlah nelayan menurut kategori nelayan dan sub sektor perikanan

tangkap, 2001 - 2011

xxxv

Graph 4.

Number of fishers by category of fishers and sub sector of capture

fisheries, 2001 - 2011

xxxv

Grafik 5.

Jumlah kapal penangkap ikan menurut kategori kapal penangkap

ikan, 2001 - 2011

xxxvi

Graph 5.

Number of fishing boats by size of boats, 2001 - 2011

xxxvi

Grafik 6.

Jumlah kapal penangkap ikan menurut kategori kapal penangkap ikan

dan sub sektor perikanan tangkap, 2001 - 2011

xxxvii

Graph 6.

Number of fishing boats by size of boats and sub sector of capture

fisheries, 2001 - 2011

xxxvii

Grafik 7.

Jumlah unit penangkapan ikan menurut sub sektor perikanan

tangkap, 2001 - 2011

xxxviii

Graph 7.

Number of fishing units by sub sector of capture fisheries, 2001 - 2011

xxxviii

Grafik 8.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut wilayah pantai

pendaratan, 2011

xxxix

Graph 8.

Volume of marine capture fisheries production by landing coastal

area, 2011

xxxix

Grafik 9.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut komoditi utama,

2011

xl

Graph 9.

Volume of marine capture fisheries production by major

commodities, 2011

xl

Grafik 10.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis

ikan utama, 2011

xl

Graph 10.

Volume of inland openwater capture fisheries production by

major commodities, 2011

xl

Grafik 11.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di laut dan di perairan

(5)

iii

Grafik 12.

Jumlah nelayan di laut dan di perairan umum menurut kategori

nelayan, 2011

xliii

Graph 12.

Number of marine and inland openwater fishers by size of

fishers, 2011

xliii

Grafik 13.

Jumlah kapal penangkap ikan di laut menurut wilayah perairan, 2011

xliv

Graph 13.

Number of marine fishing boats by coastal area, 2011

xliv

Grafik 14.

Jumlah kapal penangkap ikan di laut dan di perairan umum menurut

kategori kapal penangkap ikan, 2011

xlv

Graph 14.

Number of marine and inland openwater fishing boats by size of boats,

2011

xlv

Grafik 15.

Jumlah unit penangkapan ikan di laut dan di perairan umum menurut

kelompok alat penangkapan ikan, 2011

xlvii

Graph 15.

Number of marine and inland openwater fishing units by group of

fishing gear, 2011

xlvii

TABEL-TABEL STATISTIK

BAGIAN I : DATA RUNTUN WAKTU

1. RINGKASAN

STATISTICAL TABLES

PART I : ANNUAL TIME SERIES DATA

1. SUMMARY

1.1.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap menurut besarnya usaha

dan sub sektor perikanan tangkap, 2001 - 2011

1

1.1.

Number of capture fisheries household/company by size of management

and sub sector of capture fisheries, 2001 - 2011

1

1.2.

Jumlah nelayan menurut kategori nelayan dan sub sektor perikanan

tangkap, 2001 - 2011

1

1.2.

Number of fishers by category of fishers and sub sector of capture fisheries,

2001 - 2011

1

1.3.

Jumlah kapal penangkap ikan menurut kategori kapal penangkap ikan dan

sub sektor perikanan tangkap, 2001 - 2011

2

1.3.

Number of fishing boats by size of boats and sub sector of capture

fisheries, 2001 - 2011

2

1.4.

Jumlah unit penangkapan ikan menurut sub sektor perikanan

tangkap, 2001 - 2011

2

1.4.

Number of fishing unit by sub sector of capture fisheries, 2001 - 2011

2

1.5.

Volume produksi perikanan tangkap menurut sub sektor perikanan

tangkap, 2001 - 2011

2

1.5.

Volume of capture fisheries production by sub sector of capture fisheries,

2001 - 2011

2

2. PERIKANAN TANGKAP DI LAUT

2. MARINE CAPTURE FISHERIES

2.1.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di laut menurut besarnya

usaha, 2001 - 2011

3

2.1.

Number of marine fishing household/company by size of management,

2001 - 2011

3

2.2.

Jumlah nelayan laut menurut kategori nelayan, 2001 - 2011

3

2.2.

Number of marine fishers by category of fishers, 2001 - 2011

3

2.3.

Jumlah kapal penangkap ikan di laut menurut kategori dan ukuran kapal

penangkap ikan, 2001 - 2011

3

2.3.

Number of marine fishing boats by category and size of boats, 2001 - 2011

(6)

iv

2.4.

Jumlah unit penangkapan ikan di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan, 2001 - 2011

4

2.4.

Number of marine fishing units by type of fishing gear, 2001 - 2011

4

2.5.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan, 2001 - 2011

5

2.5.

Volume of marine capture fisheries production by species, 2001 - 2011

5

2.6.

Nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan, 2001 - 2011

8

2.6.

Value of marine capture fisheries production by species, 2001 - 2011

8

2.7.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan, 2001 - 2011

11

2.7.

Volume of marine capture fisheries production by type of fishing gear,

2001 - 2011

11

2.8.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut cara

perlakuan, 2001 - 2011

12

2.8.

Volume of marine capture fisheries production by type of

disposition, 2001 - 2011

12

2.9.

Volume produksi ikan olahan perikanan tangkap di laut menurut hasil

olahan, 2001 - 2011

12

2.9.

Volume of marine capture fisheries processed product by product of

processing, 2001 - 2011

12

2.10.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut komoditi utama, 2001

- 2011

12

2.10.

Volume of marine capture fisheries production by major commodities,

2001 - 2011

12

3. PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN UMUM

3. INLAND OPENWATER CAPTURE FISHERIES

3.1.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di perairan umum menurut

besarnya usaha, 2001 - 2011

13

3.1.

Number of inland openwater fishing household/company by size of

management, 2001 - 2011

13

3.2.

Jumlah nelayan perairan umum menurut kategori nelayan, 2001 - 2011

13

3.2.

Number of inland openwater fishers by category of fishers, 2001 - 2011

13

3.3.

Jumlah kapal penangkap ikan di perairan umum menurut kategori kapal

penangkap ikan, 2001 - 2011

13

3.3.

Number of inland openwater fishing boats by size of boats, 2001 - 2011

13

3.4.

Jumlah unit penangkapan ikan di perairan umum menurut jenis alat

penangkapan ikan, 2001 - 2011

14

3.4.

Number of inland openwater fishing units by size of fishing gear, 2001

-2011

14

3.5.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis ikan,

2001 - 2011

15

3.5.

Volume of inland openwater capture fisheries production by species, 2001

- 2011

15

3.6.

Nilai produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis ikan,

2001 - 2011

17

3.6.

Value of inland openwater capture fisheries production by species, 2001

-2011

17

3.7.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis alat

(7)

v

3.8.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut cara

perlakuan, 2001 - 2011

19

3.8.

Volume of inland openwater capture fisheries production by type of

disposition, 2001 - 2011

19

3.9.

Volume produksi ikan olahan perikanan tangkap di perairan umum

menurut hasil olahan, 2001 - 2011

20

3.9.

Volume of inland openwater capture fisheries processed product by

product processing, 2001 - 2011

20

3.10.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut komoditi

utama, 2001-2011

20

3.10.

Volume of inland openwater capture fisheries production by

major commodities, 2001 - 2011

20

BAGIAN II : DATA STATISTIK PERIKANAN TANGKAP 2011

PART II : STATISTICAL DATA OF CAPTURE FISHERIES 2011

4.

PERIKANAN TANGKAP DI LAUT

4. MARINE CAPTURE FISHERIES

4.1.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di laut menurut

kategori besarnya usaha, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

21

4.1.

Number of marine fishing household/company by size of fisheries

management, coastal area and Province, 2011

21

4.2.

Jumlah nelayan laut menurut kategori nelayan, daerah perairan

pantai dan Provinsi, 2011

22

4.2.

Number of marine fishers by category of fishers, coastal area and

Province, 2011

22

4.3.

Jumlah kapal penangkap ikan di laut menurut kategori kapal penangkap

ikan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

23

4.3.

Number of marine fishing boats by size of boats, coastal area and

Province, 2011

23

4.4.

Jumlah unit penangkapan ikan di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

24

4.4.

Number of marine fishing units by type of fishing gear, coastal area and

Province, 2011

24

4.5.

Jumlah trip penangkapan ikan di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

28

4.5.

Number of marine fishing trips by type of fishing gear, coastal area and

Province, 2011

28

4.6.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan,

daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

32

4.6.

Volume of marine capture fisheries production by species, coastal area

and Province, 2011

32

4.7.

Nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan, daerah

perairan pantai dan Provinsi, 2011

44

4.7.

Value of marine capture fisheries production by species, coastal area and

Province, 2011

44

4.8.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

56

4.8.

Volume of marine capture fisheries production by type of fishing gear,

coastal area and Province, 2011

56

4.9.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut cara

perlakuan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

60

4.9.

Volume of marine capture fisheries production by type of

(8)

vi

4.10.

Volume produksi ikan olahan perikanan tangkap di laut menurut hasil

olahan, daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

61

4.10.

Volume of marine capture fisheries processed product by product of

processing, coastal area and Province, 2011

61

4.11.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut kuartal,

daerah perairan pantai dan Provinsi, 2011

62

4.11.

Volume of marine capture fisheries production by quarter, coastal area

and Province, 2011

62

4.12.

Nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut kuartal, daerah

perairan pantai dan Provinsi, 2011

63

4.12.

Value of marine capture fisheries production by quarter, coastal area

and Province, 2011

63

4.13.

Volume produksi benih ikan dari laut menurut jenis ikan, daerah perairan

pantai dan Provinsi, 2011

64

4.13.

Volume of fry production caught from the sea by species, coastal area

and Province, 2011

64

4.14.

Nilai produksi benih ikan dari laut menurut jenis ikan, daerah perairan

pantai dan Provinsi, 2011

65

4.14.

Value of fry production caught from the sea by species, coastal area

and Province, 2011

65

4.15.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di laut menurut

kategori besarnya usaha dan Provinsi, 2011

66

4.15.

Number of marine fishing household/companys by size of fisheries

management and Province, 2011

66

4.16.

Jumlah nelayan laut menurut kategori nelayan dan Provinsi, 2011

67

4.16.

Number of marine fishers by category of fishers and Province, 2011

67

4.17.

Jumlah kapal penangkap ikan di laut menurut kategori kapal penangkap

ikan dan Provinsi, 2011

68

4.17.

Number of marine fishing boats by size of boats and Province, 2011

68

4.18.

Jumlah unit penangkapan ikan di laut menurut jenis alat

penangkapan ikan dan Provinsi, 2011

69

4.18.

Number of marine fishing units by type of fishing gear and

Province, 2011

69

4.19.

Jumlah trip penangkapan ikan di laut menurut jenis alat penangkapan

ikan dan Provinsi, 2011

73

4.19.

Number of marine fishing trips by type of fishing gear and

Province, 2011

73

4.20.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan dan

Provinsi, 2011

77

4.20.

Volume of marine capture fisheries production by species and

Province, 2011

77

4.21.

Nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis ikan dan

Provinsi, 2011

89

4.21.

Value of marine capture fisheries production by species and

Province, 2011

89

4.22.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut jenis

alat penangkapan ikan dan Provinsi, 2011

91

4.22.

Volume fo marine capture fisheries production by type of fishing gear

and Province, 2011

91

4.23.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut cara

perlakuan dan Provinsi, 2011

105

4.23.

Volume of marine capture fisheries production by type of disposition

(9)

vii

4.24.

Volume produksi ikan olahan perikanan tangkap di laut menurut

hasil olahan dan Provinsi, 2011

106

4.24.

Volume of marine capture fisheries processed product by product of

processing and Province, 2011

106

4.25.

Volume produksi perikanan tangkap di laut menurut kuartal dan Provinsi,

2011

107

4.25.

Volume of marine capture fisheries production by quarter and

Province, 2011

107

4.26.

Nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut kuartal dan

Provinsi, 2011

108

4.26.

Value of marine capture fisheries production by quarter and

Province, 2011

108

4.27.

Volume produksi benih ikan dari laut menurut jenis ikan dan

Provinsi, 2011

109

4.27.

Volume of fry production caught from the sea by species and

Province, 2011

109

4.28.

Nilai produksi benih ikan dari laut menurut jenis ikan dan Provinsi, 2011

110

4.28.

Value of fry production caught from the sea by species and

Province, 2011

110

5. PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN UMUM

5. INLAND OPENWATER CAPTURE FISHERIES

5.1.

Jumlah RTP/Perusahaan Perikanan tangkap di perairan umum

menurut kategori besarnya usaha dan Provinsi, 2011

111

5.1.

Number of inland openwater fishing household/company by size of

fisheries management and Province, 2011

111

5.2.

Jumlah nelayan perairan umum menurut kategori nelayan dan

Provinsi, 2011

112

5.2.

Number of inland openwater fishers by category of fishers and

Province, 2011

112

5.3.

Jumlah kapal penangkap ikan di perairan umum menurut kategori

kapal penangkap ikan dan Provinsi, 2011

113

5.3.

Number of inland openwater fishing boats by size of boats and

Province, 2011

113

5.4.

Jumlah unit penangkapan ikan di perairan umum menurut jenis alat

penangkapan ikan dan Provinsi, 2011

114

5.4.

Number of inland openwater fishing units by type of fishing gear and

Province, 2011

114

5.5.

Jumlah trip penangkapan ikan di perairan umum menurut jenis alat

penangkapan ikan dan Provinsi, 2011

115

5.5.

Number of inland openwater fishing trips by type of fishing gear and

Province, 2011

115

5.6.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis

ikan dan Provinsi, 2011

116

5.6.

Volume of inland openwater capture fisheries production by species

and Province, 2011

116

5.7.

Nilai produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis ikan

dan Provinsi, 2011

122

5.7.

Value of inland openwater capture fisheries production by species and

Province, 2011

122

5.8.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis

alat penangkapan ikan dan Provinsi, 2011

128

5.8.

Volume of inland openwater capture fisheries production by type of

(10)

viii

5.9.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut cara

perlakuan dan Provinsi, 2011

129

5.9.

Volume of inland openwater capture fisheries production by type of

disposition and Province, 2011

129

5.10.

Volume produksi ikan olahan perikanan tangkap di perairan umum

menurut hasil olahan dan Provinsi, 2011

130

5.10.

Volume of inland openwater capture fisheries processed product by

product of processing and Province, 2011

130

5.11.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut kuartal

dan Provinsi, 2011

131

5.11.

Volume of inland openwater capture fisheries production by

quarter and Province, 2011

131

5.12.

Nilai produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut kuartal dan

Provinsi, 2011

132

5.12.

Value of inland openwater capture fisheries production by quarter and

Province, 2011

132

5.13.

Volume produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut

jenis perairan dan Provinsi, 2011

133

5.13.

Volume of inland openwater capture fisheries production by type of

inland openwater and Province, 2011

133

5.14.

Nilai produksi perikanan tangkap di perairan umum menurut jenis

perairan dan Provinsi, 2011

134

5.14.

Value of inland openwater capture fisheries production by type of inland

(11)

ix

PENJELASAN

EXPLANATORY NOTES

1.

UMUM

1.1.

Ruang Lingkup

Publikasi ini menyajikan statistik perikanan tangkap (laut dan perairan

umum) yang mencakup Rumah TanggaPerikanan/Perusahaan Perikanan (RTP/PP),

nelayan, kapal penangkap ikan, unit penangkapan ikan, volume produksi, nilai

produksi, perlakuan produksi, produksi ikan olahan dan volume produksi benih dari

laut.

1.2.

Isi Utama

Publikasi ini terutama berisi statistik perikanan tangkap tahun 2011,

walaupun demikian, dalam publikasi disajikan pula data runtun waktu.

1.3.

Periode/waktu

Istilah “tahun” atau “periode tahunan” yang digunakan dalam publikasi ini

adalah tahun kalender yaitu dari 1 Januari - 31 Desember.

1.4.

Pengumpulan Data

Data statistik perikanan yang disajikan dalam publikasi ini, terutama

dikumpulkan melalui survey produksi perikanan.

1.5.

Simbol Statistik yang Digunakan

-

Tidak ada data

Ada, tetapi data tidak tersedia

0

Tidak mencapai satuan terkecil penyajian statistik yang bersangkutan.

r

Data perbaikan

1.

GENERAL NOTES

1.1 Statistics Coverage

This publication covers capture fisheries statistics (marine and inland

openwater) which contents capture fisheries establishments, fishing boats, fishing units,

volume of production, value of production, disposition of fisheries production, products

of preserved and processed as well as production volume of fry caught from sea.

1.2 Main Content

The main content of this publication is 2011 capture fisheries statistics.

However, time series data is also given in the present publication.

1.3 Time Reference

The term “year” or “annual period” is used in this publication is referred to

calendar year, i.e. from 1 January - 31 December.

1.4 Data Collection

The fisheries statistical data presented in this publication were assembled

mainly through the production survey.

1.5

Statistical Symbol in Use

-

Data is not available

… Exist, but no figures is available

0

Does not reach to the minimum size number by which statistics is compiled

r

Revised figure

(12)

x

2.

STATISTIK

2.1. Statistik Produksi Perikanan Tangkap

a.

Ruang lingkup dan definisi produksi perikanan tangkap

Ruang lingkup dan definisi produksi perikanan tangkap adalah :

i.

Termasuk produksi

(i) Data produksi mencakup semua hasil penangkapan ikan/binatang air

lainnya/tanaman air yang ditangkap dari sumber perikanan alami baik

yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga

perikanan.

(ii) Yang dicacah sebagai produksi tidak hanya jumlah penangkapan yang

dijual, tetapi termasuk juga hasil penangkapan yang dimakan

nelayan/rumah tangga perikanan atau yang diberikan kepada nelayan

sebagai upah kerja.

ii.

Tidak termasuk produksi

(i) Data produksi ikan hasil penangkapan yang ditangkap dalam rangka

olah raga dan rekreasi atau kegemaran (hobby).

(ii) Data produksi tidak mencakup hasil penangkapan yang dibuang ke laut

segera setelah ikan/binatang air lainnya/tanaman air tertangkap.

b.

Satuan pengukuran produksi

i.

Berat/volume produksi

Yang dimaksud dengan berat produksi adalah berat basah pada waktu hasil

2.

NOTE ON STATISTICS

2.1. Statistics on Capture Fisheries Production

a.

Coverage and definition of capture fisheries production

The coverage and definition of capture fisheries production are :

i. Production data

(i)

Production data covers all landings of fishes/other aquatic

animal/aquatic plants, which caught from natural fish resources by

fisheries establishments (fisheries company or fisheries household).

(ii)

The data covers not only catches and landing or yields sold out to

market but also covers fishes/other aquatic animals/aquatic plants

are consumed by fishers during operation, brought home for

households consumption, as well as given to fishers as wages.

ii. Exclude of production

(i)

Fishes/other aquatic animal/aquatic plants which are caught

through sport fisheries and recreational activities are excluded.

(ii)

Production data also exclude all fishes discarded or all fishes

returned back to the sea because of some reason.

b.

Unit of measurement

i. Fisheries production in quantity

(13)

xi

penangkapan didaratkan. Jadi kalau hasil penangkapan didaratkan sesudah

diolah di atas kapal penangkap atau di daerah penangkapan, maka beratnya

harus dikembalikan ke dalam berat basah.

ii.

Nilai produksi

Yang dimaksud nilai produksi adalah nilai pada waktu hasil penangkapan

didaratkan. Jadi harga yang digunakan adalah harga produsen.

2.2. Definisi dan Klasifikasi Perikanan

a.

Definisi

Menurut statistik, perikanan adalah kegiatan ekonomi dalam bidang penangkapan

atau budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

Penangkapan adalah kegiatan menangkap atau mengumpulkan ikan/binatang air

lainnya/tanaman air yang hidup di laut/perairan umum secara bebas dan bukan

milik perseorangan.

Pada

umumnya

penangkapan

ditujukan

kepada

ikan/binatang

air

lainnya/tanaman air yang hidup. Pengumpulan kerang dan lain-lain juga termasuk

ke dalam penangkapan.

b.

Klasifikasi

Untuk keperluan statistik perikanan tangkap diklasifikasikan atas :

i.

Perikanan tangkap di laut

ii.

Perikanan tangkap di perairan umum

landing. So fishes caught have been landed after processed on fisheries

boats or processed on fishing area should be counted to the live weight.

ii. Fisheries production in value

Fisheries production in value represents the producers value equivalent to

the landing.

2.2. Definition and Classification of Fisheries

a.

Definition

In statistics, fisheries means economics activities in the field of catching or

rearing fishes/other aquatic animals/aquatic plants.

Capture or fishing means an economic activities to catch or collect fishes/other

aquatic

animals/aquatic

plants

that

grow

naturally

in

inland

openwater/marine areas and no belong to the property of any person.

The collection of shells of mollusc etc is also included in here.

b.

Classification

For the purpose of statistics capture fisheries is classified :

i. Marine capture fisheries

(14)

xii

2.3. Statistik Rumah TanggaPerikanan/Perusahaan Perikanan Tangkap

a.

Definisi

Perusahaan Perikanan Tangkap adalah unit ekonomi berbadan hukum yang

melakukan kegiatan penangkapan ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan

tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual. Rumah Tangga Perikanan Tangkap

adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan penangkapan ikan/binatang air

lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.

Kegiatan operasi penangkapan rumah tangga perikanan ini dapat dilakukan oleh

rumah tangga tersebut saja, oleh anggota rumah tangga tersebut bersama-sama

tenaga buruh, atau oleh tenaga buruh saja. Jadi rumah tangga perikanan adalah

unit ekonomi juga. Oleh karena itu dalam penulisannya kedua bentuk unit

ekonomi tersebut sering disatukan menjadi Rumah Tangga/Perusahaan

Perikanan.

b.

Klasifikasi menurut tingkat/besarnya usaha

i.

Penangkapan di laut

Menurut tingkat/besarnya usaha, rumah tangga/perusahaan perikanan

tangkap di laut diklasifikasikan sebagai berikut :

(i) Yang tidak menggunakan perahu.

(ii) Yang menggunakan perahu tanpa motor.

 Jukung

 Perahu papan :

 Kecil (perahu yang terbesar panjangnya kurang dari 7 m)

 Sedang (perahu yang terbesar panjangnya dari 7 sampai 10 m)

 Besar (perahu yang terbesar panjangnya 10 m atau lebih)

2.3. Statistics on Capture Fisheries Household/Company

a. Definition

A fisheries company is a legal based economic unit conducting activities in

catching fishes/other aquatic animal/aquatic plants. A capture fisheries

household is a household conducting activities in catching fishes/other aquatic

animals/aquatic plants. It’s operations is usually carried out either by family

members or by hired fishers.

A capture fisheries household is also an economic unit. Therefore the term of

both economic unit will then be incorporated into capture fisheries

household/company terminology.

b. Classification of fisheries management

i.

Marine fishing

The size of fisheries management for marine fishing establishments is

classified as follows :

(i)

Without using any boats

(ii)

Using non powered boats:

 Using dug-out boats

 Using plank-built boats:

 Small size (the largest boat used is less than 7 m in length)

 Medium size (the largest boat used is between 7 to 10 m in length)

 Large size (the largest boat used is 10 m and more in length)

(15)

xiii

(iii) Yang menggunakan perahu motor tempel

(iv) Yang menggunakan kapal motor :

 Kurang dari 5 GT

 5-10 GT

 10-20 GT

 20-30 GT

 30-50 GT

 50-100 GT

 100-200 GT

 200-300 GT

 300-500 GT

 500-1000 GT

 1000 GT ke atas

ii.

Penangkapan di perairan umum

Menurut tingkat besarnya usaha, rumah tanggaperikanan/perusahaan

perikanan tangkap di perairan umum diklasifikasikan sebagai berikut :

(i) Yang tidak menggunakan perahu

(ii) Yang menggunakan perahu tanpa motor

 Jukung

 Perahu papan :

Kecil (perahu yang terbesar panjangnya kurang dari 7 m)

Sedang (perahu yang terbesar panjangnya dari 7 sampai 10 m)

Besar (perahu yang terbesar panjangnya 10 m atau lebih)

(iii) Yang menggunakan perahu motor tempel

(iv) Yang menggunakan kapal motor

(iii) Using outboard powered boats

(iv) Using inboard powered boats :

 Less than 5 GT

 5-10 GT

 10-20 GT

 20-30 GT

 30-50 GT

 50-100 GT

 100-200 GT

 200-300 GT

 300-500 GT

 500-1000 GT

 1000 GT and more

ii.

Fishing in inland openwater

The size of fisheries management of inland openwater fishing

establishment is classified as follows :

(i) Without using any boats

(ii) Using non powered boats:

 Using dug-out boats

 Using plank-built boats:

Small size (the largest boat used is less than 7 m in length)

Medium size (the largest boat used is between 7 to 10 m in length)

Large size (the largest boat used is 10 m and more in length)

(iii) Using outboard powered boats

(16)

xiv

2.4. Statistik Kapal Penangkap Ikan

a.

Definisi

Kapal penangkap ikan adalah perahu/kapal yang langsung dipergunakan dalam

operasi penangkapan ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Kapal pengangkut

tidak termasuk kapal penangkap.

Tetapi perahu/kapal yang digunakan untuk mengangkut nelayan, alat-alat

penangkap dan hasil penangkapan dalam rangka penangkapan dengan bagan,

sero dan kelong termasuk kapal penangkap ikan.

b.

Klasifikasi

i.

Penangkapan di laut

Kapal penangkap ikan diklasifikasikan sebagai berikut :

(i) Perahu tidak bermotor

 Jukung

 Perahu papan

 Kecil (perahu yang terbesar panjangnya kurang dari 7 m)

 Sedang (perahu yang terbesar panjangnya dari 7 sampai 10 m)

 Besar (perahu yang terbesar panjangnya 10 m atau lebih)

(ii) Perahu motor tempel

(iii) Kapal motor

 Kurang dari 5 GT

 5-10 GT

 10-20 GT

 20-30 GT

 30-50 GT

 50-100 GT

2.4. Statistics of Fishing Boat

a.

Definition

Fishing boats refer to boats are used directly in fishing operations of

fishes/other aquatic animals/aquatic plant. All boats are used in fishing are

included. A carrier, which an exclusive used for carrying fishes, is excluded.

However, a boat, which is used to carry fishers, fishing gears, and fishes, etc. in

fishing using stationary gears such as bagan, sero and kelong, is included.

b.

Classifications

i. Marine fishing

Fishing boats are classified as follows :

(i) Non powered boats

 Dug-out boats

 Plank-built boats

 Small size (the largest boat used is less than 7 m in length)

 Medium size (the largest boat used is between 7 to 10 m in length)

 Large size (the largest boat used is 10 m and more in length)

(ii) Outboard powered boats

(iii) Inboard powered boats

 Less than 5 GT

 5-10 GT

 10-20 GT

 20-30 GT

 30-50 GT

 50-100 GT

(17)

xv

 100-200 GT

 200-300 GT

 300-500 GT

 500-1000 GT

 1000 GT ke atas

ii.

Penangkapan di perairan umum

Kapal penangkap ikan di perairan umum diklasifikasikan sebagai berikut :

(i) Perahu tidak bermotor

 Jukung

 Perahu papan :

 Kecil (perahu yang terbesar panjangnya kurang dari 7 m)

 Sedang (perahu yang terbesar panjangnya dari 7 sampai 10 m)

 Besar (perahu yang terbesar panjangnya 10 m atau lebih)

(ii) Perahu motor tempel

(iii) Kapal motor

2.5. Statistik nelayan

a.

Definisi

Nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi

penangkapan ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Orang yang hanya

melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut alat-alat perlengkapan

ke dalam perahu/kapal, tidak dimasukkan sebagai nelayan. Tetapi ahli mesin dan

juru masak yang bekerja di atas kapal penangkap ikan dimasukkan sebagai

nelayan, walaupun mereka tidak secara langsung melakukan penangkapan.

 100-200 GT

 200-300 GT

 300-500 GT

 500-1000 GT

 1000 GT and more

ii.

Inland openwater fishing

Fishing boats are used in fishing inland openwater are classified as follows :

(i)

Non powered boats

 Dug-out boats

 Plank-built boats

 Small size (the largest boat used is less than 7 m in length)

 Medium size (the largest boat used is between 7 to 10 m in

length)

 Large size (the largest boat used is 10 m and more in length)

(ii)

Outboard powered boats

(iii) Inboard powered boats

2.5. Statistics of fishers

a. Definition

Fishers refer to persons whose work actually engaged fishing. But a person

who exclusively works on land such as in net making on net repairing activities

is excluded. However, an engineer or chef who work on the fishing boats is

included.

(18)

xvi

b.

Klasifikasi

Berdasarkan waktu yang digunakan untuk melakukan pekerjaan operasi

penangkapan, nelayan diklasifikasikan sebagai berikut :

(i) Nelayan penuh yaitu nelayan yang seluruh waktu kerjanya digunakan untuk

melakukan

pekerjaan

operasi

penangkapan

ikan/binatang

air

lainnya/tanaman air.

(ii) Nelayan sambilan utama yaitu nelayan yang sebagian besar waktu kerjanya

digunakan untuk melakukan pekerjaan operasi penangkapan ikan/binatang

air lainnya/tanaman air. Di samping melakukan pekerjaan penangkapan,

nelayan kategori ini dapat pula mempunyai pekerjaan lain.

(iii) Nelayan sambilan tambahan yaitu nelayan yang sebagian kecil waktu

kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan penangkapan ikan.

c.

Cara mengestimasi jumlah nelayan

Ada dua cara untuk menghitung jumlah nelayan, yaitu (i) melalui pendekatan unit

ekonomi rumah tangga/perusahaan perikanan, (ii) melalui pendekatan rumah

tangga (sebagai sumber data adalah nelayan) yaitu rumah tangga perikanan dan

rumah tangga buruh perikanan. Pengalaman menunjukkan bahwa cara yang

pertama memiliki kelemahan yaitu adanya kemungkinan penghitungan dua kali,

karena satu orang nelayan dalam satu tahun mungkin bekerja pada dua rumah

tangga/perusahaan perikanan yang berbeda karena adanya musiman. Karena itu

cara yang terbaik adalah cara yang kedua. Namun demikian, mengingat kesulitan

yang dihadapi, data nelayan yang disajikan dalam publikasi ini diestimasi

berdasarkan cara yang pertama.

b.

Classifications

Based on the working time, the statistics of fishers are classified as followsi:

i.

Full time fishers are fishers who spend all of their working time for

fishing.

ii.

Part time (major) fishers are fishers who spend a major of their working

time for fishing.

iii. Part time (minor) fishers are fishers who spend a minor part of their

working time for fishing.

c.

Way of estimating the number of fishers

There are two ways of estimating the number of fishers. One is the economic

unit (fishing establishment) approach. The other approach is the household (as

data source of fishers) approach, i.e. the fishing operator’s households and the

fishing laborers household. Experience has indicated that the first method

raised possibility of double counting, since the same person may be employed

in two different fishing establishments during the course of a year because of

the seasonal nature of fisheries. It is therefore that the later method is the

best. However, due to the difficulties of conducting the later method, the

number of fishers presented here has been estimated based on the former

one.

(19)

xvii

2.6. Statistik Unit Penangkapan Ikan

a.

Definisi

Unit penangkapan ikan adalah kesatuan teknis dalam suatu operasi penangkapan

yang biasanya terdiri dari kapal penangkap ikan dan alat penangkapan ikan yang

dipergunakan. Hal ini berarti bahwa jika satu kapal penangkap ikan dalam satu

tahun operasi dengan menggunakan dua jenis alat yang berbeda dan dalam

waktu yang berbeda pula, maka jumlah unit penangkapan ikan dihitung 2 (dua).

b.

Klasifikasi

Unit penangkapan ikan diklasifikasikan sesuai dengan klasifikasi jenis alat

penangkapan ikan, untuk perikanan tangkap di laut dapat diikuti pada lampiran 1

dari “Penjelasan” ini.

2.7. Statistik Produksi Perikanan Tangkap di Laut

a.

Ruang lingkup dan definisi

Ruang lingkup dan definisi produksi perikanan tangkap di laut sama seperti yang

telah diuraikan pada butir 2.1. a di atas.

b.

Produksi menurut jenis alat

Produksi perikanan tangkap di laut dirinci menurut jenis alat yang digunakan, jenis

alat ini dapat dilihat pada lampiran 1 dari “Penjelasan” ini.

c.

Produksi menurut jenis ikan

Produksi perikanan tangkap di laut dirinci menurut jenis ikan. Klasifikasi jenis ikan

perikanan laut ini dapat dilihat pada lampiran 3 dari “Penjelasan” ini.

2.6. Statistics on Fishing Units

a. Definition

A fishing unit is a technical unit operating in fisheries, and comprises

combination of the fishing boats and gear. The number of fishing unit is

counted according to the type of gear employed. When fish boat employs two

different fishing gears during the course of the year because of the sea nature

of the fisheries or the number of fisheries, the number of fishing unit is

counted for 2 (two).

b. Classification

The type of gear employed classifies fishing units. The classification of marine

fishing gear is attached in Appendix 1 of the “Explanatory Notes”.

2.7. Statistics on Production of Marine Capture Fisheries

a.

Coverage and definition

The coverage and definition of marine capture fisheries production are similar

to as mentioned previously in 2.1.a.

b. Productions by type of fishing gears

The marine capture fisheries production are broken down by type of gears. The

statistical standard classification of marine fishing gears is presented in

Appendix 1 of the “Explanatory Notes”.

c.

Production by species

The marine capture fisheries production are also broken down by species. The

statistical standard classification of marine species is presented in Appendix 3

of the “Explanatory Notes”.

(20)

xviii

2.8.

Statistik Produksi Perikanan Tangkap di Perairan Umum

a.

Ruang lingkup dan definisi

Ruang lingkup dan definisi produksi perikanan tangkap di perairan umum ini

sama seperti yang telah diuraikan pada butir 2.1. a di atas.

b.

Produksi menurut jenis alat

Produksi perikanan tangkap di perairan umum dirinci menurut jenis alat yang

digunakan, jenis alat ini dapat dilihat pada lampiran 2 dari “Penjelasan” ini.

c.

Produksi menurut jenis ikan

Produksi perikanan tangkap di perairan umum dirinci menurut jenis ikan.

Klasifikasi jenis ikan perikanan perairan umum ini dapat dilihat pada lampiran

4 dari “Penjelasan” ini.

2.9.

Statistik Perlakuan/Disposisi Produksi

a.

Ruang lingkup

Data perlakuan/disposisi produksi perikanan tangkap di laut mencakup

perlakuan semua produksi perikanan tangkap di laut (produksi tahunan) baik

yang ditangkap oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.

b. Klasifikasi dan definisi

Klasifikasi dan definisi perlakuan/disposisi produksi perikanan tangkap di laut

dapat diikuti pada lampiran 5 dari “Penjelasan”. Yang dimaksud berat dalam

statistik perlakuan/disposisi produksi ini adalah berat ikan dalam bentuk basah.

2.8. Statistics on Inland Openwater Capture Fisheries Production

a. Coverage and definition

The coverage and definition of inland openwater capture fisheries production is

the same as mentioned previously in 2.1.a.

b. Productions by type of fishing gears

The inland openwater capture fisheries production are broken down by type of

gears. The statistical standard classification of inland openwater fishing gears

is presented in Appendix 2 of the “Explanatory Notes”.

c.

Production by species

The inland openwater capture fisheries production are broken down species.

The statistical standard classification on inland open water species is presented

in Appendix 4 of the “Explanatory Notes”.

2.9.

Statistics on Disposition of Production (Catch)

a.

Coverage

The data cover the dispositions of quantities of the annual productions that

caught by both industrial fisheries and artisanal fisheries operating in

marine area.

b. Classification and definitions

The classification and definition of disposition of production (catch) are

given in Appendix 5 of the “Explanatory Notes”. All quantities are expressed

on a live weight basis.

(21)

xix

2.10. Statistik Produksi Ikan Olahan

a. Ruang lingkup

Data produksi ikan olahan ini mencakup semua hasil olahan dari hasil

penangkapan dari semua jenis alat penangkapan ikan, baik hasil penangkapan

perikanan industri maupun perikanan rakyat.

b. Klasifikasi dan definisi

Klasifikasi dan definisi hasil olahan ini dapat diikuti pada lampiran 5 dari

“Penjelasan” ini.

2.11. Klasifikasi Daerah Perairan Pantai

Statistik perikanan tangkap yang disajikan menurut pulau-pulau besar ataupun

propinsi tidak selalu memberikan arti yang baik bagi kepentingan administrasi

perikanan dan studi biologi sumber-sumber perikanan. Hal ini disebabkan karena

satu pulau yang besar sering memiliki dua pantai yang berbeda dimana keadaan

sumber-sumber perikanannya, struktur perikanannya, tingkat perkembangan

perikanannya, dan lain-lain sangat berbeda satu sama lainnya.

Untuk mengatasi kekurangan/kelemahan statistik yang disajikan menurut pulau

atau propinsi tersebut perlu dibuat “klasifikasi” daerah perairan pantai seperti dapat

dilihat dalam lampiran 6 dari “Penjelasan” ini.

Sebagaimana dapat diikuti pada lampiran tersebut, daerah perairan ditentukan

dengan nama propinsi dan selanjutnya nama kabupaten, jika sesuatu propinsi

mempunyai dua daerah perairan pantai yang berbeda.

Demikian diharapkan agar semua statistik perikanan tangkap di laut baik yang

menyangkut rumah tangga/perusahaan perikanan, operasi penangkapan yang

didaratkan, dan lain-lain, yang terdapat dalam satu daerah perairan pantai dapat

2.10.

Statistics on Product of Preserved and Processed Fisheries Commodities

a.

Coverage

The data cover all preserved and processed fisheries as a result from special

treatment of the production (catches) of all fishes that caught by industrial

and artisanal fisheries using all types of fishing units operating.

b.

Classifications and definitions

The classification and definition of the product of preserved and processed

fisheries commodities are given in Appendix 5 of the “Explanatory Notes”.

2.11.

Coastal Zone Classification

Capture fisheries statistics which compiled by major island or by provinces do not

always give a good meaning to both fisheries administrations and biological

study of fisheries resources, since even in a same major island often faces two

different sea areas where the pattern of fisheries resources, the structure of

fisheries, the degree of fisheries development, etc. are quite different from each

other.

To overcome such a shortcoming, fisheries statistics compiled by major island or

administrative and coastal zone classification is establishment as shown

Appendix 6 of the “Explanatory Notes”.

As seen in the attached appendix, coastal zones is defined by specifying the

name of province and further the name of district when a province faces two

different coastal zones.

It is expected that all marine capture fisheries statistics would respect to

fisheries management, fishing operation including the catch landed etc. that

occurred based on a coastal zone. It could also be compiled, with respect to

(22)

xx

disajikan, baik perikanan industri maupun perikanan rakyat, menurut daerah

perairan pantai dengan rincian menurut propinsi. Walaupun statistik perikanan

tangkap di laut yang disajikan menurut daerah perairan pantai mencakup perikanan

industri seperti perikanan pukat udang, rawai, huhate, tetapi dari tabel-tabel

statistik, perikanan rakyat dengan mudah dapat dibedakan karena tabel-tabel

statistik yang disajikan menurut daerah perairan pantai diperinci menurut jenis alat

penangkapan ikan.

Dengan demikian, statistik perikanan tangkap di laut yang disajikan menurut daerah

perairan pantai ini mempermudah penyusunan-penyusunan perencanaan

pembangunan perikanan rakyat maupun studi biologi sumber-sumber perikanan

yang dieksploitasi oleh perikanan rakyat tersebut.

Mengingat sebagian besar perikanan laut terdiri dari perikanan rakyat, maka

penyajian statistik perikanan tangkap di laut menurut daerah perairan pantai ini

terutama dimaksudkan untuk mempelajari status perikanan rakyat. Selanjutnya

mengingat operasi penangkapan perikanan rakyat umumnya tidak jauh dari daerah

pantai yang bersangkutan, maka penyajian statistik perikanan tangkap di laut

menurut daerah perairan pantai, khususnya statistik perahu/kapal, unit

penangkapan dan produksi menurut jenis alat dan jenis ikan mempunyai peranan

yang sangat penting dalam taksiran ketersediaan sumber perikanan pantai. Dalam

hubungan ini, perlu kiranya diketahui bahwa untuk keperluan taksiran ketersediaan

sumber-sumber perikanan yang dieksploitasi oleh perikanan industri perlu dibuat

klasifikasi daerah penangkapan tersendiri.

industrial fisheries or artisanal fisheries, by coastal zone with a breakdown by

province. Although marine capture fisheries statistics compiled by coastal zone

also includes industrial fisheries like B.E.D equipped shrimp net, long line, pole

and line, however the artisanal fisheries can be easily distinguished in a

statistical table, as it is shown the statistical table compiled by coastal zones

normally give a breakdown by type of fishing gear.

This will in turn, means that marine capture fisheries statistics compiled by

coastal zones will greatly facilitate the planning of fisheries development

programs of the artisanal fisheries as well as the biological study of fisheries

resources being exploited by the artisanal fisheries.

As the majority of marine capture fisheries falls under the artisanal fisheries, it

can be mentioned that compilation of marine fisheries statistics by coastal

zones is done to disclose mainly the status of artisanal fisheries. Further, as the

fishing operation of artisanal all fisheries generally stick to coastal waters right

of the respective coastal zone, compilation of marine capture fisheries statistics

by coastal zones especially on fishing boat, fishing unit and catch by type of

gear and species will play a significant role for providing data necessary for

stock assessment of coastal fisheries resources. Is that to be noted here that for

stock assessment of fisheries resources being exploited by industrial fisheries, a

separate fishing area classification may be establishment.

References

Related documents