MARKETING PUBLIC RELATIONS
Disusun Oleh :
Indiarto Setyo 33003
Alfiana Sucia 33015
Maulana Cipta 33542
Kelompok 11
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MALANGKUCECWARA
KOTA MALANG
A. PENGERTIAN MARKETING PUBLIC RELATIONS
Marketing public relations adalah Menurut Thomas L. Harris, pencetus pertama konsep Marketing Public Relations dalam bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsinya sebagai berikut : “Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communication of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer”.
Marketing Public Relations (MPR) merupakan proses perencanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen. Sebagai konsep yang memadukan bidang pemasaran dan kehumasan, fungsi marketing PR di terapkan secara berbeda dalam perusahaan.
Tom Harris memaparkan lima macam model keterkaitan antara kedua bidang itu. Model manapun yang di berlakukan menunjukan perkembangan dan perhatian manajemen perusahaan terhadap pemasaran dan keumasan. Setiap model digambarkan dalam bentuk lingkaran yang merupakan penafsiran dari penulis sendiri karena Tom harris tidak
menampilakn visualisasinya. Model pertama, separate but equal functions; pemasaran dan kehumasan sebagai bidang yang terpisah, namun masing – masing menjalankan fungsi secara sederajat. Model kedua, equal but overlapping functions; pemasaran dan kehumasan
menjalankan fungsi masing – masing secara setara Dan terdapat titik persinggungan dan koordinasi fungsi kduanya, yakni sama – sama membangun citra dan publikasi produk. Model ketiga, marketing as the dominant function.Pada model ini, pemasaran korporat lebih dominan dan mengoordinasi fungsi – fungsi kehumasan korporat dapat memperkuat citra perusahaan. Model keempat, public relation as the dominant function kehumasan justru lebih dominan dan mengkoordinasi fungsi pemasaran korporet produk, model kelima marketing and public relation as the same function; pemasaran dan kehumasan melakukan fungsi bersama, yakni berkomunikasi dengan public dan pasar.mulai dari segmentasi
pasar/khalayak, memetakan persepsi atau citra, menetapkan sasaran, merumuskan strategi dan program hingga evaluasinya.
B. Fungsi Marketing Public Relations
Manajer pemasaran dan humas tidak selau sepakat. Manajer pemasran lebih
berorientasi laba, sementara praktisi humas melihat fungsi utamanya adalah menyiapkan dan menyebarkan komuniksi. Perbedaan ini kini menjembatani oleh penerapan marketing public relations (MPR) yang secara langsung mencoba mendukung promosi perusahaan atau produk serta pembentukan citra. Jadi MPR sebagaiman PR keuangan dan PR masyarakat, lebih berfungsi untuk mendukung program pemasaran, sehingga kegiatan – kegitan MPR harus menjadi bagian atau di padukan dengan program pemasaran. Misalnya, kegiatan MPR produsen rokok antara tujuan menekan persepsi masyarakat bahwa rokok adalah musuh masyarakat.
MPR dulu lebih di kenal dengan publisitas, yang tugasnya mengusahakan editorial space lawan dari paid space di berbagai media untuk mempromosikan atau “mengkatrol” sebuah produk, layanan, gagasan, tempat, tokoh, atau organisasi. Namun MPR berfungsi lebih jauh dari sekedar publisitas dan punya peran penting dalam :
1. Mendukung peluncuran produk 2. Membantu repositioning produk
3. Mempopulerkan kategori produk tertentu 4. Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu 5. Membela produk yang lagi dalam masalah
Sedangkan Cutlip dan Center mengemukakan bahwa fungsi Public Relations meliputi
hal-hal sebagai berikut :
1. Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi
2. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik pada perusahaan.
3. Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan umum
4. Membina hubungan secara harmonis antar organisasi dan publik , baik internal maupun eksternal.
Dapat dikatakan bahwa fungsi Public Relations adalah memelihara,
mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul atau meminimalkan munculnya masalah. Public Relations bersama-sama mencari dan menemukan kepentingan organisasi yang
mendasar dan menyampaikan kebijaksanaan manajemen pada publik dan juga
menyampaikan opini publik pada manajemen juga kepada semua pihak yang terkait dalam menciptakan adanya saling pengertian yang didasarkan pada kenyataan, kebenaran dan pengetahuan yang jelas dan lengkap dan perlu diinformasikan secara jujur, jelas dan objektif.
C. Peran Marketing Public Relations
Perkembangan profesionalisme Public Relations yang berkaitan dengan
perkembangan peranan Public Relations, baik sebagai praktisi maupun professional dalam suatu organisasi atau perusahaan, menurut Dozier D.M (1992) merupakan salah satu kunci untuk memahami fungsi Public Relations dan komunikasi organisasi. Selain itu, hal tersebut juga merupakan kunci utnuk pengembangan peranan praktisi dan pencapaian
professionalisme dalam Public Relations. Peranan Public Relations dalam suatu organisasi dapat dibagi menjadi empat kategori :
1) Penasehat Ahli
Seorang praktisi pakar Public Relations yang berpengalaman dan memiliki
kemampuan tinggi dapat dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Public Relationship). Hubungan praktisi pakar Public Relations dengan manajemen organisasi seperti hubungan antara dokter dan pasiennya. Artinya, pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yang telah disarankan atau usulan dari pakar Public Relations tersebut dalam memecahkan dan mengatasi persoalan Public Relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkutan.
2) Fasilitator Komunikasi
Dalam hal ini, praktisi publik relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan, dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung, dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
3) Fasilitator Proses Pemecahan Masalah
Peranan praktisi Public Relations dalam proses pemecahan persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat hingga mengambil tindakan keputusan dalam menghadapi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional.
4) Teknisi Komunikasi
Berbeda dengan tiga peranan praktisi Public Relations sebelumnya yang terkait erat dengan fungsi dan peranan manajemen organisasi. Peranan teknisi komunikasi ini
menjadikan praktisi Public Relations sebagai journalist in recident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methde of communication in organization. Sistem komunikasi dalam organisasi tergantung dari masing-masing bagian atau tingkatan, yaitu secara teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dari bawahan ke tingkat atasan. Hal yang sama juga berlaku pada arus dan media komunikasi antara satu level, misalnya komunikasi antara karyawan satu epartemen dengan lainnya.
D. Strategi Marketing Public Relation
Tujuh cara yang penting untuk menjadi tolak ukur dalam kegiatan Marketing Public Relations menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (Kotler and Keller, 2006 :p.553)
1. Publications (Publikasi)
Companies rely extensively on published materials to reach and influence their target markets. These include annual reports, brochures, articles, company newsletter and
magazines, and audiovisual materials.
Perusahaan mempercayakan perluasan produk berdasarkan dari publikasi materi untuk mempengaruhi dan menarik pembeli yang dituju. Yang termasuk di dalamnya membuat laporan tahunan, brosur, artikel, koran perusahaan, majalah dan materi audiovisual.
2. Identity Media
Companies need a visual identity that the public immediately recognizes. The visual identity is carried by company logos, stationery, brochures, sign, business forms, business cards, buildings, uniforms, and dress code.
Perusahaan perlu membuat identitas yang bisa dikenal oleh masayarakat dengan mudah. Misalnya: logo perusahaan, alat-alat tulis, brosur, tanda, formulir perusahaan, kartu nama, bangunan, seragam dan peraturan pakaian.
3. Events
Companies can draw attention to new products or other company activities by arranging special events like news conferences, seminars, outings, trade show, exhibits, contests and competitions, and anniversaries that will reach the target publics.
Perusahaan bisa menarik perhatian mengenai produk baru ataupun kegiatan perusahaan dengan cara mengadakan acara khusus seperti wawancara, seminar, pameran, kompetisi, kontes dan ulang tahun dari barang itu supaya dapat menjangkau masyarakat luas.
4. News (Berita)
One of the major tasks of PR professionals is to find or create favorable news about the company, its products, and its people, and to get the media to accept press releases and attend press conferences.
Salah satu dari tugas utamanya Public Relations adalah untuk membuat ataupun menemukan acara yang sesuai dengan perusahaan, produknya, orang-orangnya atau pegawainya, dan membuat media tertarik untuk memuat berita press release dan hadir dalam press conference (konferensi pers).
5. Speeches (Pidato)
Increasingly, company executives must field questions from the media or give talks at trade associations or sales meetings, and these appearances can build the company’s image. Semakin tinggi kebutuhan perusahaan untuk dapat menjawab setiap keperluan masyarakat dengan menjawab pertanyaan dari media atau memberikan pengarahan di asosiasi penjualan dan di meeting yang bertujuan untuk membicarakan soal penjualan dapat membangun citra perusahaan.
6. Public-Service Activities (Berperan serta dalam aktivitas sosial)
Companies can build goodwill by contributing money and time to good causes. Perusahaan bisa membangun image yang positif dengan cara menyumbang uang atau waktu dalam hal-hal yang positif.
7. Sponsorship (pensponsoran)
Companies can promote their brands and corporate name by sponsoring sports and cultural events and highly regarded causes.
Perusahaan bisa memasarkan barang mereka dengan mensponsori acara olah raga atau acara kebudayaan yang bermanfaat bagi kelangsungan perusahaannya.
E. TUJUAN MARKETING PUBLIC RELATION
Menurut Suparmo (2011, p.57) penggunaan Marketing Public Relation dilakukan ketika :
1. memposisikan perusahaan sebagai leader dan ahli di bidangnya
2. membangun kepercayaaan konsumen
3. introduksi produk baru
4. menghidupkan kembalo dan repositioning produk yang sudah mentas
5. mengkomunikasikan benefit baru dari produk lama
6. mempromosikan pwnggunaaan baru agi produk lama
7.melibatkan orang dengn produk
8. membangun interest atas kategori produk
9. membuka pasar baru
10. mencapai pasar sekunder
12. mendorong pencapaian iklan
13. menembus kesemrawutan banyaknya ikalan
14. menguatkan iklan dengan pesan yang lebih meyakinkan
Menurut Kotler dan Keller (2007, p.279) MPR dapat membagun dengan mempatkan berta di media untuk menarik perhatian orang pada suatu prosuk, jasa, orang, organisasi atau gagasan. MPR dapat membangun kreadibilitas dengan menyampaikan pesan konteks
editorial. MPR dapat membantu untuk meningkatkan antusiasme tenga penjualan dan penyalur dengan cerita-cerita menganai produk baru sebeleim dilincurkan. MPR dapat menurunkan biaya yang lebih rendah daripada surat langsung dan iklan media