• No results found

Materi BAUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "Materi BAUT"

Copied!
46
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

1.

1.

2.

2.

3.

3.

TPM TPM CRT CRT LGEDILGEDI Disusun oleh FI Team Disusun oleh FI Team

Data Total

Data Total

Cara Perawatan

Cara Perawatan

2001. 07. 01

2001. 07. 01

MATERI

MATERI

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

BAUT

BAUT

Comment : Comment : G

Guurruu FFI I TTeeaamm DDiirreeccttoor  r   A A p p p. p.

Teori Dasar 

Teori Dasar 

(2)
(3)

C/V C/V 44% 44% M/C M/C 24% 24% LF LF 11% 11% LC LC 7% 7% Robot Robot 7% 7% TR TR 7% 7% Sensor  Sensor  12% 12% OCR OCR 14% 14% Baut Baut 16% 16% Chain/belt Chain/belt 10% 10% Kabel Kabel 8% 8% Program Program 6% 6% Setting Setting 5% 5% Cylinder  Cylinder  5% 5% Hose/Pipa Hose/Pipa 3% 3% Motor  Motor  3% 3% Bracket Bracket 4% 4% Lain-lain Lain-lain 8% 8% Vacuum Vacuum 3% 3% Contactor  Contactor  3% 3%

KERUSAKAN PART

KERUSAKAN PART

DATA MESIN

DATA MESIN

T

To

otta

al F

l Frre

ek

ku

ue

en

ns

si K

i Ke

erru

us

sa

ak

ka

an

n =

= 1

17

75 k

5 ka

allii

To

T

otta

al F

l Frre

ek

ku

ue

en

ns

si

i K

Ke

erru

us

sa

ak

ka

an

n =

= 1

17

75 k

5 ka

allii

DATA TOTAL

(4)

1.1 Apakah Ulir itu? 1.1 Apakah Ulir itu?

 Apabila k

 Apabila kita memutar ulir padita memutar ulir pada permukaan a permukaan kaleng secara tegkaleng secara tegak lurus, maka ia aak lurus, maka ia akan dapat membukan dapat membuat lubang. at lubang. Apabila unApabila untuktuk membuat lubang tersebut ulir di putar ke

membuat lubang tersebut ulir di putar ke kanan, maka disebut ulir kanan atau ulir kanan, maka disebut ulir kanan atau ulir laki. Namun apabila sebaliknylaki. Namun apabila sebaliknya, makaa, maka disebut ulir kiri atau ulir

disebut ulir kiri atau ulir perempuan.perempuan.

LeadLead

 Adalah Jarak

 Adalah Jarak satu kali putaran ke satu kali putaran ke arah shaft dikali jarah shaft dikali jumlah garis lumlah garis lengkungengkung

Perbandingan diameter lubang yang dihasilkan dengan diameter ulirPerbandingan diameter lubang yang dihasilkan dengan diameter ulir Lead ( L ) =Pitch ( P ) X Jml garis (N )

Lead ( L ) =Pitch ( P ) X Jml garis (N )

Ulir bagian luar y

Ulir bagian luar yang paling tinggi dan terdekang paling tinggi dan terdekat dengan kaleng at dengan kaleng dan ulir dan ulir paling dibawapaling dibawah dibandingkah dibandingkan dengan diamn dengan diameter eter  shaft center sudut tegak lurus.

shaft center sudut tegak lurus.

ULIR, BAUT DAN MUR

ULIR, BAUT DAN MUR

Ulir Kanan Ulir Kanan

Mur Ulir Kanan

Mur Ulir Kanan Mur Ulir KiriMur Ulir Kiri Ulir KiriUlir Kiri

Pictch Pictch Diameter Diameter dalam dalam Yang dipakai Yang dipakai Diameter luar  Diameter luar         S        S     u     u        d        d     u     u       t       t c c cc B B  A A BB b b πd πd        L        L        L        L aa         ’         ’ U

Ulliir r 1 1 jjaalluurr UUlliir r 2 2 jjaalluurr UUlliir r 3 3 JJaalluur  r  

1. Ulir 

1. Ulir 

TEORI DASAR

TEORI DASAR

(5)

Baut seperti ini disebut baut segi

Baut seperti ini disebut baut segi tiga. dari pada baut segi tiga. dari pada baut segi empat baut ini mudah di buat empat baut ini mudah di buat dan digunakandan digunakan ditempat yang tenaganya berpindah-pindah. ulir sudutnya miter 30

ditempat yang tenaganya berpindah-pindah. ulir sudutnya miter 30°°

Baut bergerigiBaut bergerigi

Baut BulatBaut Bulat 1.2. Jenis-jenis Ulir  1.2. Jenis-jenis Ulir 

Skrup SegitigaSkrup Segitiga

Ulirnya berbentuk segitiga.Ulir ini digunakan untuk pemasangan mesin atau mengontrol posisi mesin. Ulirnya berbentuk segitiga.Ulir ini digunakan untuk pemasangan mesin atau mengontrol posisi mesin. Maka ukuran baut

Maka ukuran baut ini menggunakan miterini menggunakan miter. Baut . Baut ini disebut jenis wheat ini disebut jenis wheat wared.wared.

1. Baut matrix1. Baut matrix

Ukuran baut luarnya disebut dengan pitch dan 1

Ukuran baut luarnya disebut dengan pitch dan 1 ulirnya adalah 60ulirnya adalah 60°°matrixmatrix

baut seperti ini biasanya disebut dengan matrix baut tipis

baut seperti ini biasanya disebut dengan matrix baut tipis dan kodenya adalah M.dan kodenya adalah M.

2. Baut unified2. Baut unified

Sebutannya adalah baut ABC dan ukuran yang

Sebutannya adalah baut ABC dan ukuran yang digunakan adalah inch perbandingan nilainydigunakan adalah inch perbandingan nilainya yaitu 1 a yaitu 1 ulir saluranulir saluran pitch

pitch dan sudut dan sudut ulirnya ulirnya 6060°°.kodenya adalah R..kodenya adalah R.

3. Baut wheatwared3. Baut wheatwared

Baut ulir sudutnya 55

Baut ulir sudutnya 55 Dan ukuran kodenya sama dengan unified baut. kodenya adalah WDan ukuran kodenya sama dengan unified baut. kodenya adalah W

4. Baut untuk pipa4. Baut untuk pipa

Digunakan untuk pipa. Fungs

Digunakan untuk pipa. Fungsinya bisa melindunginya bisa melindungi air, oli dan i air, oli dan untuk pipa sejajar menggunauntuk pipa sejajar menggunakan tape baut.kan tape baut.

Skrup Segi empatSkrup Segi empat

Bentuk baut ulirnya segi empat dan pada

Bentuk baut ulirnya segi empat dan pada segi tiga daya tahannya kecil maka untuk perpindahan daya tenagasegi tiga daya tahannya kecil maka untuk perpindahan daya tenaga digunakan jack/press baut.

digunakan jack/press baut.

 Sekrup Sekrup TTanggaangga

Baut ulir yang

Baut ulir yang bentuknya bulat digunakan ditempat yang bertenaga besar. walaupun berdebu atau kemasukanbentuknya bulat digunakan ditempat yang bertenaga besar. walaupun berdebu atau kemasukan pasir

pasir tak tak pengaruh.pengaruh.

Baut bulat Baut bulat

Baut bola lampu Baut bola lampu

Baut segiempat Baut segiempat Baut Gigi Baut Gigi Baut Tangga Baut Tangga Wheatwared baut. Wheatwared baut. Baut tape

Baut tape Baut SegitigaBaut Segitiga

ULIR, BAUT DAN MUR

ULIR, BAUT DAN MUR

TEORI DASAR

(6)

1.3. Model skrup / ulir.

Model dan jenis skrup dan untuk angka pitch atau 25.4 mm dari ini jumlah ulir baut catat seperti dibawah ini.

 Kalau baut kodenya pitch MM

Kode jenis baut Angka baut X Pitch Contoh M 20 X P3 * Baut biasa miternya prinsip dasarnya buang pitch.

 pada pitch ini terlihat dari jumlah ulir (kecuali baut utk pin)

Kode jenis baut Angka baut ulir Jml ulir contoh TW 20 ulir 6 * Untuk baut pipa tidak sesuai jumlah ulir.

 Diameter ulir 

 Angka baut OK singkat - Jml ulir  Baut kode jenis Contoh 1/3 -13 UNC

* Tidak perlu sangka dan bisa menolakkan jumlah ulir.

kiri 2baris M30 X 2 - 2

 Arah tutup, garis tutup, Urutan Kelas.

No.4 - 40UNC - 2A Urutan kelas

kiri M10 - 2/1  Arah tutup Urutan kelas.

Garis matrix biasa atau baut tipis ( M30 X 2 ) 2kelas

Kanan 1 garis unifie baut biasa ( No.4 - 40UNC ) 2A

Kiri 1 garismatrix baut bisa

( M10) mur 2 kelas, baut 1 kelas.

ULIR, BAUT DAN MUR

TEORI DASAR

(7)

Baut segi 6 mudah untuk menyambung mesin , untuk baut segi 4 pada bagian kepalanya berbentuk bulat dan bentuknya tidak sama dengan pasangan murnya.

2.1. Jenis-jenis Baut Baut biasa

Jenis baut Baut biasa Baut “L” Baut tuts: Yang sering untuk bongkar dan pasang. Baut khusus

Baut untuk pondasi : Baut ini untuk menempatkan struktur mesin

Kedudukan baut : Menjaga jarak posisi mesin dengan memakai potongan pipa yang sesuai Baut I : Untuk menarik baut.

Baut T berlobang: Bentuk lubangnya ada di kepala sehingga cocok untuk memindahkan

Posisi baut.

 Baut kecil dan scruset

*Baut kecil : ukuran dibawah 8mm cocok untuk alat alat kecil atau cover atau pemasangan plat tipis  Atau baut mesin dan bisa diputar dengan obeng pada kepalanya.

*Baut stop : Shaft untuk menetapkan posisi baut agar tidak lepas. Baut Segienam Set bolt

Baut untuk pondasi Baut kepala Baut “T “ home

Baut Kecil Bentuk Kepala baut Stop baut Bentuk Kepala baut

2. Baut Dan Mur 

ULIR, BAUT DAN MUR

TEORI DASAR

(8)

Paku baut kecil dengan taping baut.

Paku baut : Cocok untuk papan, ujung baut ditap dengan drill yang disebut pice Taping baut : Bahannya tipis dapat membuat lubang ulir sendiri saat dikencangkan,

2.2. Jenis Jenis Mur.

Mur segi 6 : Bentuknya segi 6 dan paling banyak dipakai. Mur segi 4: Bentuknya segi 4 kebayakan dipakai untuk kayu. Mur segi 6 ring tipis : Untuk mengontrol posisi center.

Mur Flange : Mur ini pada bagian bawahnya berbentuk segi 6, tapi dibagian atasnya lebih besar. Mur Cap : Mur ini dipasang untuk mencegah kebocoran.

Mur bulat : Tidak bisa memakai mur segi 6, dan untuk memutar mur ini harus memakai kunci pas Mur berlubang lubang : Pada mur dipasang pin agar tidak mudah lepas.

Mur kupu kupu : Dikencangkannya dengan tangan.

Mur turn buccle : Pada sisi sampingnya, baut kanan kiri diputar searah jarum jam.

Mur segi 6

Mur cap (mur tutup)

Mur kupu kupu (Mur sayap) Baut berlubang lubang

(Mur mahkota) Mur segi 6

ring tipis

Mur Flange

ULIR, BAUT DAN MUR

TEORI DASAR

(9)

3. Ring / Washer 

Washer terpasang dibawah mur dan gunanya adalah : Baut yang berlubang besar.

Untuk yang bertekanan kecil terbuat dari kayu,karet.dll Kepala baut atau ditempat mur lekak lekuk

Untuk mengencangkan packing/flange

4. Pencegahan Mur Lepas.

Pasang washer (washer spring, washer tempel)) Pasang lock nut

Gunakan pin

Mengikat dengan kawat Cara dari arah putar.

Washer rata Washer segi 4 Washer bergerigi Washer spring

ULIR, BAUT DAN MUR

TEORI DASAR

(10)

Jenis Key.

1. Spi

Gerigi atau belt puli dll pada shaft putaran pada waktu, bekerja atau mengirim putaran sekalian arah ke shaft supaya pindah dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shafter lebih keras.

Dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shaft yang lebih keras .

②Key Rata : Hanya key ketemu tempat saja rata maka dari pada key daya tenaganya lebih besar. ③Key : Shaft dengan boss membuat lubang key kemudian isi key.

④Key sambung ; Transfer daya key ini daerah shaft ini arahnya ke sambungan daya tengahnya.

2. Pin.

Pencegahan barang lepas pada saat memasang atau mur kendor pakai dan pada arah shafer  pasangnya sudut tegak lurus dan paa pakai tempat guna seperti di bawah ini:

Pin Rata : Waktu menetapkan alat mesin atau keputas posisi. Pin tape : Pada shaft menetapkan bos

Pin membagi : T/T pinnya garis pecah

Pin spring : Bentuknya panjang dan terbelah dan jika ukuran lubangnya tidak masih dapat digunakan dengan cara dipukul pakai palu.

Pi t Pi t

SPI, PIN DAN SNAP RING

①Key : Shaftnya tetap ditempat pada boss lubang key buat masukan key dari situ putaran daya tenaga tergesekan maka untuk daya tenaga besar tempatnya tidak cocok.

(11)

3. Snap Ring

1) Jenis stop ling

Bentuk C stopling Bentuk E stopling Bentuk C stopling Grip stopling

Shaft atau di dalam lubang pakai fungsi spring stop ling arah ke bulat sedikit besarkan atau kurangi kemudian isi dan shaft atau dilubang pasang supaya tidak lepas untuk menetapkan mesin.

Seperti pada gambar bentuk C stopling ini untuk shafer, lubang adalah 2 jenis, bentuk E stopling atau grip stopling ini hanya untuk shaft dan pasangnya dari shaft arahnya tegak lurus.

Grip stopling ini tidak perlu lubang ling Gunanya posisi dimanapun pakai rata rata stop ling ini kecil.

SPI, PIN DAN SNAP RING

TEORI DASAR

(12)

Tegangan baut

1. Tegangan Tarik ( Tensile strength )

2. Tegangan Geser Torsi ( selama pengencangan )

T

3. Tegangan Geser Melintang Ulir

s

4. Tegangan Tekuk ( bending stress )

TEGANGAN BAUT

TEORI DASAR

(13)

Contoh soal

Menentukan kekuatan baut !

Tentukan beban tegangan yang aman untuk M 30 , asumsi tegangan tarik aman adalah 420 kg/cm2

Jawab :

M 30 = berarti d ( diameter mayor ) = 30 mm ft = 420 kg/cm2

Dari tabel untuk M 30 stress area 561 mm2= 5,61 cm2

Jadi beban tegangan yang aman = A x f t

= 5,61 cm2 x 420 kg/cm2= 2356,2 kg

TEGANGAN BAUT

TEORI DASAR

(14)

KONDISI NORMAL

Kondisi normal pengencangan baut

Pengencangan terlalu keras menyebabkan

Baut mudah patah, mudah aus, dan memperbesar  getaran

Kondisi normal pengencangan baut ( 0,6 ~ 0,7 kali nilai C )

(15)

1. 4. Washer untuk base miring

Ditempat base yang miring tidak boleh pasang washer biasa ( gambar 1)

Penambahan plat untuk menghindari kemiringan baut ( gambar 2)

Gambar

1

Gambar

2

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(16)

1. 5. BAUT TERBUAT DARI STAINLESS STEEL

Baut dari stainlesssteel sebelum dipasang harus dibersihkan karena kotoran/debu

Yang menempel dapat menyebabkan baut cepat aus

 Aku adalah

Debu !!!

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(17)

1. 2. Hilangkan sisa pengeboran

Membuat chamfer  Nilai Round = 0,08 R chamfer = 0,3 R sisa

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(18)

1. 3. Hubungan antara kemiringan baut dengan kekuatan

Sudut kemiringan baut

Semakin miring sudut pemasangan baut, semakin kecil nilai kekuatan baut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(19)

1. 6. PENYEBAB BAUT LEPAS

Penyebab Gejala Tindakan

Kurang kencang Apabila tekanan luar yang besar nut akan lepas mengikuti ke arah ulir luar baut

* Gunakan torque wrench * Baut tensioner 

Getaran Adanya getaran horisontal menyebabkan nut goyang dan bergerak kebawah/keluar 

* Pemasangan tempat yang rata

Menyusutnya bahan

 Adanya daya tekan dari atas dan bawah menyebabkan material yang diikat oleh baut menyusut diposisi kepala baut dan nut

* Gunakan plat washer  saat awal pemasangan * Membuat bagian luar 

lebih keras

Ulir tap aus Pemakaian baut /nut berulang kali,ulir baut aus * Membuat lubang lagi kemudian tap ulang ukuran lebih besar  Creep Dalam kondisi panas ,bentuk baut berubah

dan daya tahan baut pun berkurang

* gunakan bahan yang lebih tahan panas * Mengencangkan

secara periodik

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(20)

1. 7. PENYEBAB BAUT PATAH

Penyebab Gejala Tindakan

Baut kurang kencang

 Apabila tekanan dari luar lebih besar Lihat tabel sebelumnya

Bahan baut tidak kuat

 Apabila salah dalam pemilihan bahan * gunakan bahan yang sesuai

* gunakan ukuran baut yang lebih besar 

* saat design mempertim bangkan masalah kekuat an bahan.

Kondisi lingkungan yang korosif 

 Apabila ulir aus * gunakan bahan yang

sesuai ( SUS atau mela-pisi bahan anti karat

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(21)

Spring washer Mengkombinasikan fungsi spring Double nut Menambah daya tekan diantara 2 nut

Pin Memasang pin supaya baut tidak berputar   Friction nut Menambah daya tekan dengan friction nut

Spring nut Meningkatkan daya tahan dengan adanya efek spring

Lock nut Menambah gaya gesek diantara bagian atas nut dengan ulir baut

Loctite Menempelkan baut dan nut secara reaksi kimia Welding Mengikat nut dengan baut dengan mengelas bagian

tersebut

1.8. CARA PENCEGAHAN BAUT LEPAS

Cara Keterangan

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(22)

Penggantian periodik

 A SCM 435

1. 9. JENIS BAHAN BAUT DAN NUT

Lingkungan Penggunaan Baut Ranking Lingkungan

berkarat

Bahan Baut Bahan Nut Bahan Washer   Getaran SUS 420 J2 SUS 304 SS400 SCM 435 SS400 S45CH SUS 304 SUS 304 SS400 S45CH SS400 S45CH Stainless steel SUS 304 SS400 S45CH SS400 B C D E F

-KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(23)

1.10. PEMERIKSAAN BAUT

* Memeriksa kekencangan baut dengan cara memukul

* memukul baut sesuai arah putar pengencangan baut

Marking nut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(24)

1.11. POSISI BAUT

Nut kendor tidak terlihat ( Gbr 1 )

Gbr.

1

Gbr.

2

Nut lepas tidak terlihat ( Gbr 2 )

* Posisi baut dibalik agar pemeriksaan dapat dilakukan

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(25)

1.12. WELDING BAUT

Gbr 1

Contoh NG (Gbr1)

Welding diatas (panas)

struktur baut berubah pada kondisi

daya tarik tinggi

Gbr. 2

Contoh OK (Gbr2)

Welding disamping (tambah

plat)

* Biasanya baut daya tarik tinggi tercantum angka 8 dibagian kepala baut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(26)

1.13. DOUBLE NUT

* Jika menggunakan nut yang berbeda besarnya, nut yang lebih tebal

dipasang di atas

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(27)

1.14. UKURAN YANG SESUAI

* Contoh penggunaan ukuran yang salah ( spec mm dengan Inch )

Nama Dia. Pitch NUT

Baut

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(28)

1.15. PEMASANGAN SET BOLT

* Di shaft harus dibuat alur esuai dengan bentuk setbolt

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(29)

1.16. PEMBUATAN TAP

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(30)

1.17. KEKUATAN BAUT DAN NUT

Kekuatan Nut 4 5 6 8 9 10 12 Kekuatan baut 3,6 4,6 4,8 3,6 4,6 4,8 5,6 5,8 6,8 8,8 8,8 9,8 10,9 10,9 12,9

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(31)

1.18. PEMASANGAN SPRING WASHER

TERKIKIS

Spring washer tidak boleh dipakai ulang, karena spring washer terkikis saat digunakan

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(32)

1.19. JARAK PIN

Standar gap key ( mm )

Jarak (celah) Lebar pin  jarak 25 ~ 70 3 ~ 24 80 ~ 120 130 ~ 200 0,2 ~ 0,8 0,1 ~ 0,5 0,3 ~ 1,0 0,5 ~ 1,4

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(33)

1.20. PEMASANGAN SPLIT PIN

NG

karena dipukul dapat cepat patah

Dipukul NG

terlalu pendek

* Kedua ujung harus melengkung

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(34)

1.21. PEMASANGAN KEY

Material yang akan dipasang key dipanaskan terlebih

dahulu, kemudian key dipasang. Saat memasang key

 jangan dipukul ketika material dalam kondisi masih

panas karena dapat menyebabkan retak (crack)

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(35)

1.22. STANDAR KEDALAMAN TAP

Dia. Luar  baut (d) Diameter  lubang Tap (d1)

Baja baja tuang perunggu

prunggu tuang Besi cor 

 Al / logam campuran

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(36)

1.23. SPESIFIKASI BENTUK UJUNG BAUT

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(37)

1.24. SPESIFIKASI HELISERT

KONDISI NORMAL

CARA PERAWATAN

(38)

Kunci

Kombinasi

Kunci

Inggris

PERALATAN

CARA PERAWATAN

(39)

Kunci

L

Kunci

Pas

Kunci Torsi

PERALATAN

CARA PERAWATAN

(40)

Kunci

Ring

Vase

Grip

PERALATAN

CARA PERAWATAN

(41)

Tang

Kombinasi

Tang

Potong

PERALATAN

CARA PERAWATAN

(42)

TINDAKAN CONTOH

Baut Lepas

(Kendor)

Getaran (Vibration)Kurang KencangBaut AusUmur  Spring Washer  Double Nut Lock Tite Lock Nut Double Bolt

Double Set Bolt Flat Washer  Marking MASALAH PENYEBAB TANDA dengan CAT Lock Nut Lock Tite Flat Washer  Spring Washer 

(43)

Metode Pengencangan Baut

Akhiri dengan Marking

( Pemberian Tanda )

METODE

METODE 1

Penggunaan Spring washer + Flat washer 

METODE 2

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Loctite

METODE 3

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut

METODE 4

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut

METODE 5

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut + Loctite

METODE 6

Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut + Loctite

METODE 7

Penggunaan Double Set bolt pada sprocket

(44)

Metode Pengencangan Baut

No Alat Cara Mesin

1 Plain Washer Flat Washer dan spring washer dipasang Lifter Cylinder ( semua jenis )

Spring Washer bersamaan , bila memungkinkan menggu- Transfer ( semua jenis )

Loctite nakan double nut Lifter Motor ( semua jenis )

Double Nut Sebelumnya diberi loctite ( Bagaian Mesin yang bergerak )

Sesudahnya dibuat marking

2 Plain Washer Flat Washer dan spring washer dipasang C/V , termasuk bracket

Spring Washer bersamaan sensor 

Sesudahnya dibuat marking

3 Lock Nut Dipakai setelah bearing

Spring Washer 

4 Double Bolt Khusus untuk jenis baut tanam (set bolt /

stud bolt )

(45)

METODE 1

Baut + Plat Washer + Spring Washer + Nut

Spring washer 

Nut

Flat

washer

Baut

(46)

METODE 2

Baut + Plat Washer 

Spring washer 

Nut

Flat washer

Baut

+

Loctite

+

+

+

References

Related documents

Imports LIC" is defined as the y/y absolute change in (LIC Imports/U.S. Industry Size). shipments plus world imports. % LIC Manufacturing Output" is the weighted average

ABS is proud to represent top-notch feeder cattle to a network of over 100 feedyards. This is done through an alliance with Big Blue Sale Barn. Big Blue is an internet video

This hose conforms to nf en 1947 class 1 standards (its inner tube and outer cover are in rubber) category 2 and type C (wp 40 bars and minimum burst pressure 120 bars) : it

Proof that Ger- man money intended for propaganda purposes, handled by the then ambassador through bank transfers from Berlin to accounts with the Greek National Bank, had been put

This study aims to support telecommunication companies that are planning to outsource their call center services to an external supplier with the important factors that they need to

Our 9 full-time faculty members have won many prestigious teaching awards, including the Teaching Excellence Award from the governor of Missouri, Excellence in Teaching Award

Common principles for support to parliaments 4 Parliamentary support – rationale and nature 6 Common principles – process and form 10 General principle for support to parliaments

“All aspects of painting can be interpreted this way: value (dark versus light); composition (up and down or left to right); color temperature (warm versus cool); color