1.
1.
2.
2.
3.
3.
TPM TPM CRT CRT LGEDILGEDI Disusun oleh FI Team Disusun oleh FI TeamData Total
Data Total
Cara Perawatan
Cara Perawatan
2001. 07. 01
2001. 07. 01
MATERI
MATERI
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
BAUT
BAUT
Comment : Comment : GGuurruu FFI I TTeeaamm DDiirreeccttoor r A A p p p. p.
Teori Dasar
Teori Dasar
C/V C/V 44% 44% M/C M/C 24% 24% LF LF 11% 11% LC LC 7% 7% Robot Robot 7% 7% TR TR 7% 7% Sensor Sensor 12% 12% OCR OCR 14% 14% Baut Baut 16% 16% Chain/belt Chain/belt 10% 10% Kabel Kabel 8% 8% Program Program 6% 6% Setting Setting 5% 5% Cylinder Cylinder 5% 5% Hose/Pipa Hose/Pipa 3% 3% Motor Motor 3% 3% Bracket Bracket 4% 4% Lain-lain Lain-lain 8% 8% Vacuum Vacuum 3% 3% Contactor Contactor 3% 3%
KERUSAKAN PART
KERUSAKAN PART
DATA MESIN
DATA MESIN
T
To
otta
al F
l Frre
ek
ku
ue
en
ns
si K
i Ke
erru
us
sa
ak
ka
an
n =
= 1
17
75 k
5 ka
allii
To
T
otta
al F
l Frre
ek
ku
ue
en
ns
si
i K
Ke
erru
us
sa
ak
ka
an
n =
= 1
17
75 k
5 ka
allii
DATA TOTAL
1.1 Apakah Ulir itu? 1.1 Apakah Ulir itu?
Apabila k
Apabila kita memutar ulir padita memutar ulir pada permukaan a permukaan kaleng secara tegkaleng secara tegak lurus, maka ia aak lurus, maka ia akan dapat membukan dapat membuat lubang. at lubang. Apabila unApabila untuktuk membuat lubang tersebut ulir di putar ke
membuat lubang tersebut ulir di putar ke kanan, maka disebut ulir kanan atau ulir kanan, maka disebut ulir kanan atau ulir laki. Namun apabila sebaliknylaki. Namun apabila sebaliknya, makaa, maka disebut ulir kiri atau ulir
disebut ulir kiri atau ulir perempuan.perempuan.
LeadLead
Adalah Jarak
Adalah Jarak satu kali putaran ke satu kali putaran ke arah shaft dikali jarah shaft dikali jumlah garis lumlah garis lengkungengkung
Perbandingan diameter lubang yang dihasilkan dengan diameter ulirPerbandingan diameter lubang yang dihasilkan dengan diameter ulir Lead ( L ) =Pitch ( P ) X Jml garis (N )
Lead ( L ) =Pitch ( P ) X Jml garis (N )
Ulir bagian luar y
Ulir bagian luar yang paling tinggi dan terdekang paling tinggi dan terdekat dengan kaleng at dengan kaleng dan ulir dan ulir paling dibawapaling dibawah dibandingkah dibandingkan dengan diamn dengan diameter eter shaft center sudut tegak lurus.
shaft center sudut tegak lurus.
ULIR, BAUT DAN MUR
ULIR, BAUT DAN MUR
Ulir Kanan Ulir Kanan
Mur Ulir Kanan
Mur Ulir Kanan Mur Ulir KiriMur Ulir Kiri Ulir KiriUlir Kiri
Pictch Pictch Diameter Diameter dalam dalam Yang dipakai Yang dipakai Diameter luar Diameter luar S S u u d d u u t t c c cc B B A A BB b b πd πd L L L L aa ’ ’ U
Ulliir r 1 1 jjaalluurr UUlliir r 2 2 jjaalluurr UUlliir r 3 3 JJaalluur r
1. Ulir
1. Ulir
TEORI DASAR
TEORI DASAR
Baut seperti ini disebut baut segi
Baut seperti ini disebut baut segi tiga. dari pada baut segi tiga. dari pada baut segi empat baut ini mudah di buat empat baut ini mudah di buat dan digunakandan digunakan ditempat yang tenaganya berpindah-pindah. ulir sudutnya miter 30
ditempat yang tenaganya berpindah-pindah. ulir sudutnya miter 30°°
Baut bergerigiBaut bergerigi
Baut BulatBaut Bulat 1.2. Jenis-jenis Ulir 1.2. Jenis-jenis Ulir
Skrup SegitigaSkrup Segitiga
Ulirnya berbentuk segitiga.Ulir ini digunakan untuk pemasangan mesin atau mengontrol posisi mesin. Ulirnya berbentuk segitiga.Ulir ini digunakan untuk pemasangan mesin atau mengontrol posisi mesin. Maka ukuran baut
Maka ukuran baut ini menggunakan miterini menggunakan miter. Baut . Baut ini disebut jenis wheat ini disebut jenis wheat wared.wared.
1. Baut matrix1. Baut matrix
Ukuran baut luarnya disebut dengan pitch dan 1
Ukuran baut luarnya disebut dengan pitch dan 1 ulirnya adalah 60ulirnya adalah 60°°matrixmatrix
baut seperti ini biasanya disebut dengan matrix baut tipis
baut seperti ini biasanya disebut dengan matrix baut tipis dan kodenya adalah M.dan kodenya adalah M.
2. Baut unified2. Baut unified
Sebutannya adalah baut ABC dan ukuran yang
Sebutannya adalah baut ABC dan ukuran yang digunakan adalah inch perbandingan nilainydigunakan adalah inch perbandingan nilainya yaitu 1 a yaitu 1 ulir saluranulir saluran pitch
pitch dan sudut dan sudut ulirnya ulirnya 6060°°.kodenya adalah R..kodenya adalah R.
3. Baut wheatwared3. Baut wheatwared
Baut ulir sudutnya 55
Baut ulir sudutnya 55 Dan ukuran kodenya sama dengan unified baut. kodenya adalah WDan ukuran kodenya sama dengan unified baut. kodenya adalah W
4. Baut untuk pipa4. Baut untuk pipa
Digunakan untuk pipa. Fungs
Digunakan untuk pipa. Fungsinya bisa melindunginya bisa melindungi air, oli dan i air, oli dan untuk pipa sejajar menggunauntuk pipa sejajar menggunakan tape baut.kan tape baut.
Skrup Segi empatSkrup Segi empat
Bentuk baut ulirnya segi empat dan pada
Bentuk baut ulirnya segi empat dan pada segi tiga daya tahannya kecil maka untuk perpindahan daya tenagasegi tiga daya tahannya kecil maka untuk perpindahan daya tenaga digunakan jack/press baut.
digunakan jack/press baut.
Sekrup Sekrup TTanggaangga
Baut ulir yang
Baut ulir yang bentuknya bulat digunakan ditempat yang bertenaga besar. walaupun berdebu atau kemasukanbentuknya bulat digunakan ditempat yang bertenaga besar. walaupun berdebu atau kemasukan pasir
pasir tak tak pengaruh.pengaruh.
Baut bulat Baut bulat
Baut bola lampu Baut bola lampu
Baut segiempat Baut segiempat Baut Gigi Baut Gigi Baut Tangga Baut Tangga Wheatwared baut. Wheatwared baut. Baut tape
Baut tape Baut SegitigaBaut Segitiga
ULIR, BAUT DAN MUR
ULIR, BAUT DAN MUR
TEORI DASAR
1.3. Model skrup / ulir.
Model dan jenis skrup dan untuk angka pitch atau 25.4 mm dari ini jumlah ulir baut catat seperti dibawah ini.
Kalau baut kodenya pitch MM
Kode jenis baut Angka baut X Pitch Contoh M 20 X P3 * Baut biasa miternya prinsip dasarnya buang pitch.
pada pitch ini terlihat dari jumlah ulir (kecuali baut utk pin)
Kode jenis baut Angka baut ulir Jml ulir contoh TW 20 ulir 6 * Untuk baut pipa tidak sesuai jumlah ulir.
Diameter ulir
Angka baut OK singkat - Jml ulir Baut kode jenis Contoh 1/3 -13 UNC
* Tidak perlu sangka dan bisa menolakkan jumlah ulir.
kiri 2baris M30 X 2 - 2
Arah tutup, garis tutup, Urutan Kelas.
No.4 - 40UNC - 2A Urutan kelas
kiri M10 - 2/1 Arah tutup Urutan kelas.
Garis matrix biasa atau baut tipis ( M30 X 2 ) 2kelas
Kanan 1 garis unifie baut biasa ( No.4 - 40UNC ) 2A
Kiri 1 garismatrix baut bisa
( M10) mur 2 kelas, baut 1 kelas.
ULIR, BAUT DAN MUR
TEORI DASAR
Baut segi 6 mudah untuk menyambung mesin , untuk baut segi 4 pada bagian kepalanya berbentuk bulat dan bentuknya tidak sama dengan pasangan murnya.
2.1. Jenis-jenis Baut Baut biasa
Jenis baut Baut biasa Baut “L” Baut tuts: Yang sering untuk bongkar dan pasang. Baut khusus
Baut untuk pondasi : Baut ini untuk menempatkan struktur mesin
Kedudukan baut : Menjaga jarak posisi mesin dengan memakai potongan pipa yang sesuai Baut I : Untuk menarik baut.
Baut T berlobang: Bentuk lubangnya ada di kepala sehingga cocok untuk memindahkan
Posisi baut.
Baut kecil dan scruset
*Baut kecil : ukuran dibawah 8mm cocok untuk alat alat kecil atau cover atau pemasangan plat tipis Atau baut mesin dan bisa diputar dengan obeng pada kepalanya.
*Baut stop : Shaft untuk menetapkan posisi baut agar tidak lepas. Baut Segienam Set bolt
Baut untuk pondasi Baut kepala Baut “T “ home
Baut Kecil Bentuk Kepala baut Stop baut Bentuk Kepala baut
2. Baut Dan Mur
ULIR, BAUT DAN MUR
TEORI DASAR
Paku baut kecil dengan taping baut.
Paku baut : Cocok untuk papan, ujung baut ditap dengan drill yang disebut pice Taping baut : Bahannya tipis dapat membuat lubang ulir sendiri saat dikencangkan,
2.2. Jenis Jenis Mur.
Mur segi 6 : Bentuknya segi 6 dan paling banyak dipakai. Mur segi 4: Bentuknya segi 4 kebayakan dipakai untuk kayu. Mur segi 6 ring tipis : Untuk mengontrol posisi center.
Mur Flange : Mur ini pada bagian bawahnya berbentuk segi 6, tapi dibagian atasnya lebih besar. Mur Cap : Mur ini dipasang untuk mencegah kebocoran.
Mur bulat : Tidak bisa memakai mur segi 6, dan untuk memutar mur ini harus memakai kunci pas Mur berlubang lubang : Pada mur dipasang pin agar tidak mudah lepas.
Mur kupu kupu : Dikencangkannya dengan tangan.
Mur turn buccle : Pada sisi sampingnya, baut kanan kiri diputar searah jarum jam.
Mur segi 6
Mur cap (mur tutup)
Mur kupu kupu (Mur sayap) Baut berlubang lubang
(Mur mahkota) Mur segi 6
ring tipis
Mur Flange
ULIR, BAUT DAN MUR
TEORI DASAR
3. Ring / Washer
Washer terpasang dibawah mur dan gunanya adalah : Baut yang berlubang besar.
Untuk yang bertekanan kecil terbuat dari kayu,karet.dll Kepala baut atau ditempat mur lekak lekuk
Untuk mengencangkan packing/flange
4. Pencegahan Mur Lepas.
Pasang washer (washer spring, washer tempel)) Pasang lock nut
Gunakan pin
Mengikat dengan kawat Cara dari arah putar.
Washer rata Washer segi 4 Washer bergerigi Washer spring
ULIR, BAUT DAN MUR
TEORI DASAR
Jenis Key.
1. Spi
Gerigi atau belt puli dll pada shaft putaran pada waktu, bekerja atau mengirim putaran sekalian arah ke shaft supaya pindah dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shafter lebih keras.
Dan biasanya menerima tekanan bahaya dari pada shaft yang lebih keras .
②Key Rata : Hanya key ketemu tempat saja rata maka dari pada key daya tenaganya lebih besar. ③Key : Shaft dengan boss membuat lubang key kemudian isi key.
④Key sambung ; Transfer daya key ini daerah shaft ini arahnya ke sambungan daya tengahnya.
2. Pin.
Pencegahan barang lepas pada saat memasang atau mur kendor pakai dan pada arah shafer pasangnya sudut tegak lurus dan paa pakai tempat guna seperti di bawah ini:
Pin Rata : Waktu menetapkan alat mesin atau keputas posisi. Pin tape : Pada shaft menetapkan bos
Pin membagi : T/T pinnya garis pecah
Pin spring : Bentuknya panjang dan terbelah dan jika ukuran lubangnya tidak masih dapat digunakan dengan cara dipukul pakai palu.
Pi t Pi t
SPI, PIN DAN SNAP RING
①Key : Shaftnya tetap ditempat pada boss lubang key buat masukan key dari situ putaran daya tenaga tergesekan maka untuk daya tenaga besar tempatnya tidak cocok.
3. Snap Ring
1) Jenis stop ling
Bentuk C stopling Bentuk E stopling Bentuk C stopling Grip stopling
Shaft atau di dalam lubang pakai fungsi spring stop ling arah ke bulat sedikit besarkan atau kurangi kemudian isi dan shaft atau dilubang pasang supaya tidak lepas untuk menetapkan mesin.
Seperti pada gambar bentuk C stopling ini untuk shafer, lubang adalah 2 jenis, bentuk E stopling atau grip stopling ini hanya untuk shaft dan pasangnya dari shaft arahnya tegak lurus.
Grip stopling ini tidak perlu lubang ling Gunanya posisi dimanapun pakai rata rata stop ling ini kecil.
SPI, PIN DAN SNAP RING
TEORI DASAR
Tegangan baut
1. Tegangan Tarik ( Tensile strength )
2. Tegangan Geser Torsi ( selama pengencangan )
T
3. Tegangan Geser Melintang Ulir
f s
4. Tegangan Tekuk ( bending stress )
TEGANGAN BAUT
TEORI DASAR
Contoh soal
Menentukan kekuatan baut !
Tentukan beban tegangan yang aman untuk M 30 , asumsi tegangan tarik aman adalah 420 kg/cm2
Jawab :
M 30 = berarti d ( diameter mayor ) = 30 mm ft = 420 kg/cm2
Dari tabel untuk M 30 stress area 561 mm2= 5,61 cm2
Jadi beban tegangan yang aman = A x f t
= 5,61 cm2 x 420 kg/cm2= 2356,2 kg
TEGANGAN BAUT
TEORI DASAR
KONDISI NORMAL
Kondisi normal pengencangan baut
Pengencangan terlalu keras menyebabkan
Baut mudah patah, mudah aus, dan memperbesar getaran
Kondisi normal pengencangan baut ( 0,6 ~ 0,7 kali nilai C )
1. 4. Washer untuk base miring
Ditempat base yang miring tidak boleh pasang washer biasa ( gambar 1)
Penambahan plat untuk menghindari kemiringan baut ( gambar 2)
Gambar
1
Gambar
2
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1. 5. BAUT TERBUAT DARI STAINLESS STEEL
Baut dari stainlesssteel sebelum dipasang harus dibersihkan karena kotoran/debu
Yang menempel dapat menyebabkan baut cepat aus
Aku adalah
Debu !!!
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1. 2. Hilangkan sisa pengeboran
Membuat chamfer Nilai Round = 0,08 R chamfer = 0,3 R sisaKONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1. 3. Hubungan antara kemiringan baut dengan kekuatan
Sudut kemiringan baut
Semakin miring sudut pemasangan baut, semakin kecil nilai kekuatan baut
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1. 6. PENYEBAB BAUT LEPAS
Penyebab Gejala Tindakan
Kurang kencang Apabila tekanan luar yang besar nut akan lepas mengikuti ke arah ulir luar baut
* Gunakan torque wrench * Baut tensioner
Getaran Adanya getaran horisontal menyebabkan nut goyang dan bergerak kebawah/keluar
* Pemasangan tempat yang rata
Menyusutnya bahan
Adanya daya tekan dari atas dan bawah menyebabkan material yang diikat oleh baut menyusut diposisi kepala baut dan nut
* Gunakan plat washer saat awal pemasangan * Membuat bagian luar
lebih keras
Ulir tap aus Pemakaian baut /nut berulang kali,ulir baut aus * Membuat lubang lagi kemudian tap ulang ukuran lebih besar Creep Dalam kondisi panas ,bentuk baut berubah
dan daya tahan baut pun berkurang
* gunakan bahan yang lebih tahan panas * Mengencangkan
secara periodik
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1. 7. PENYEBAB BAUT PATAH
Penyebab Gejala Tindakan
Baut kurang kencang
Apabila tekanan dari luar lebih besar Lihat tabel sebelumnya
Bahan baut tidak kuat
Apabila salah dalam pemilihan bahan * gunakan bahan yang sesuai
* gunakan ukuran baut yang lebih besar
* saat design mempertim bangkan masalah kekuat an bahan.
Kondisi lingkungan yang korosif
Apabila ulir aus * gunakan bahan yang
sesuai ( SUS atau mela-pisi bahan anti karat
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
Spring washer Mengkombinasikan fungsi spring Double nut Menambah daya tekan diantara 2 nut
Pin Memasang pin supaya baut tidak berputar Friction nut Menambah daya tekan dengan friction nut
Spring nut Meningkatkan daya tahan dengan adanya efek spring
Lock nut Menambah gaya gesek diantara bagian atas nut dengan ulir baut
Loctite Menempelkan baut dan nut secara reaksi kimia Welding Mengikat nut dengan baut dengan mengelas bagian
tersebut
1.8. CARA PENCEGAHAN BAUT LEPAS
Cara Keterangan
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
Penggantian periodik
A SCM 435
1. 9. JENIS BAHAN BAUT DAN NUT
Lingkungan Penggunaan Baut Ranking Lingkungan
berkarat
Bahan Baut Bahan Nut Bahan Washer Getaran SUS 420 J2 SUS 304 SS400 SCM 435 SS400 S45CH SUS 304 SUS 304 SS400 S45CH SS400 S45CH Stainless steel SUS 304 SS400 S45CH SS400 B C D E F
-KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.10. PEMERIKSAAN BAUT
* Memeriksa kekencangan baut dengan cara memukul
* memukul baut sesuai arah putar pengencangan baut
Marking nut
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.11. POSISI BAUT
Nut kendor tidak terlihat ( Gbr 1 )
Gbr.
1
Gbr.
2
Nut lepas tidak terlihat ( Gbr 2 )
* Posisi baut dibalik agar pemeriksaan dapat dilakukan
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.12. WELDING BAUT
Gbr 1
Contoh NG (Gbr1)
Welding diatas (panas)
struktur baut berubah pada kondisi
daya tarik tinggi
Gbr. 2
Contoh OK (Gbr2)
Welding disamping (tambah
plat)
* Biasanya baut daya tarik tinggi tercantum angka 8 dibagian kepala baut
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.13. DOUBLE NUT
* Jika menggunakan nut yang berbeda besarnya, nut yang lebih tebal
dipasang di atas
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.14. UKURAN YANG SESUAI
* Contoh penggunaan ukuran yang salah ( spec mm dengan Inch )
Nama Dia. Pitch NUT
Baut
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.15. PEMASANGAN SET BOLT
* Di shaft harus dibuat alur esuai dengan bentuk setbolt
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.16. PEMBUATAN TAP
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.17. KEKUATAN BAUT DAN NUT
Kekuatan Nut 4 5 6 8 9 10 12 Kekuatan baut 3,6 4,6 4,8 3,6 4,6 4,8 5,6 5,8 6,8 8,8 8,8 9,8 10,9 10,9 12,9KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.18. PEMASANGAN SPRING WASHER
TERKIKIS
Spring washer tidak boleh dipakai ulang, karena spring washer terkikis saat digunakan
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.19. JARAK PIN
Standar gap key ( mm )
Jarak (celah) Lebar pin jarak 25 ~ 70 3 ~ 24 80 ~ 120 130 ~ 200 0,2 ~ 0,8 0,1 ~ 0,5 0,3 ~ 1,0 0,5 ~ 1,4
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.20. PEMASANGAN SPLIT PIN
NG
karena dipukul dapat cepat patah
Dipukul NG
terlalu pendek
* Kedua ujung harus melengkung
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.21. PEMASANGAN KEY
Material yang akan dipasang key dipanaskan terlebih
dahulu, kemudian key dipasang. Saat memasang key
jangan dipukul ketika material dalam kondisi masih
panas karena dapat menyebabkan retak (crack)
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.22. STANDAR KEDALAMAN TAP
Dia. Luar baut (d) Diameter lubang Tap (d1)Baja baja tuang perunggu
prunggu tuang Besi cor
Al / logam campuran
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.23. SPESIFIKASI BENTUK UJUNG BAUT
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
1.24. SPESIFIKASI HELISERT
KONDISI NORMAL
CARA PERAWATAN
Kunci
Kombinasi
Kunci
Inggris
PERALATAN
CARA PERAWATAN
Kunci
L
Kunci
Pas
Kunci Torsi
PERALATAN
CARA PERAWATAN
Kunci
Ring
Vase
Grip
PERALATAN
CARA PERAWATAN
Tang
Kombinasi
Tang
Potong
PERALATAN
CARA PERAWATAN
TINDAKAN CONTOH
Baut Lepas
(Kendor)
• Getaran (Vibration) • Kurang Kencang • Baut Aus • Umur Spring Washer Double Nut Lock Tite Lock Nut Double BoltDouble Set Bolt Flat Washer Marking MASALAH PENYEBAB TANDA dengan CAT Lock Nut Lock Tite Flat Washer Spring Washer
Metode Pengencangan Baut
Akhiri dengan Marking
( Pemberian Tanda )
METODE
METODE 1
Penggunaan Spring washer + Flat washer
METODE 2
Penggunaan Spring washer + Flat washer + Loctite
METODE 3
Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut
METODE 4
Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut
METODE 5
Penggunaan Spring washer + Flat washer + Lock nut + Loctite
METODE 6
Penggunaan Spring washer + Flat washer + Double Nut + Loctite
METODE 7
Penggunaan Double Set bolt pada sprocket
Metode Pengencangan Baut
No Alat Cara Mesin
1 Plain Washer Flat Washer dan spring washer dipasang Lifter Cylinder ( semua jenis )
Spring Washer bersamaan , bila memungkinkan menggu- Transfer ( semua jenis )
Loctite nakan double nut Lifter Motor ( semua jenis )
Double Nut Sebelumnya diberi loctite ( Bagaian Mesin yang bergerak )
Sesudahnya dibuat marking
2 Plain Washer Flat Washer dan spring washer dipasang C/V , termasuk bracket
Spring Washer bersamaan sensor
Sesudahnya dibuat marking
3 Lock Nut Dipakai setelah bearing
Spring Washer
4 Double Bolt Khusus untuk jenis baut tanam (set bolt /
stud bolt )
METODE 1
Baut + Plat Washer + Spring Washer + Nut
Spring washer
Nut
Flat
washer
Baut
METODE 2
Baut + Plat Washer