BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu
Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dimulai sejak bulan Juli 2013 sampai bulan Mei 2014, dilakukan di Laboraturium Elektronika jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung
B. Alat dan Bahan
Berikut adalah alat yang digunakan dalam membuat alat Sistem Pemeliharaan Ayam Setelah Menetas:
1. Solder, tinol, feri clorid 2. Tang, obeng, kabel 3. Gergaji, penggaris
Sedangkan untuk bahan yang digunakan terdiri atas dua macam, yaitu : 1. Bahan mekanik, terdiri dari:
2. Bahan elektrikal, terdiri dari: a) PCB
b) PLC OMRON SYSMAC CPM1A 20-CDR-A-V1 c) Penguat (berupa IC Op. Amp)
d) Rele
e) Sensor suhu (LM 35), dan comparator analog (IC 741) f) Limit switch
g) Elemen Heater dan Sensor Kelembaban HS 1101 h) Motor DC untuk konveyor dan penutup konveyor i) Motor servo untuk buka tutup tempat makanan j) Fan
k) Catu daya (trafo dan dioda) j) Optocoupler dan Micro Switch
C. Prosedur Kerja
Dalam penyelesaian tugas akhir ini ada beberapa langkah kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan, diantaranya:
1. Spesifikasi rancangan
2. Perancangan perangkat keras dan peragkat lunak 3. Pembuatan alat
Tidak
Ya
Tidak
Ya Tidak
[image:3.595.84.562.65.687.2]Ya
Gambar 3.1 : Diagram Alir Pengerjaan Tugas Akhir
Mulai
Selesai Menentukan
konsep alat
Pembuatan rancangan
Hardware
Men-download program
pada PLC
Download program berhasil
Pengujian keseluruhan
alat
Sistem kerja Program kerja
1. Spesifikasi Rancangan
Sistem pemeliharaan ayam setelah menetas, adalah suatu alat elektrikal yang berfungsi untuk memberikan suhu lingkungan sesuai dengan kebutuhan ayam yang baru menetas, yaitu antara 32 0C sampai 35 0C, dan sekaligus memberikan makanan dengan menggunakan konveyor, yang membawa makanan ayam dari sumber makanan menuju ruangan dimana ayam ditempatkan. Berikut adalah blok diagram perancangan alat:
SENSOR KELEMBABAN
LIMIT SWITCH CONVEYOR
LIMIT SWITCH PENUTUP CONVEYOR
LIMIT SWITCH PENUTUP SUMBER MAKANAN HEATER FAN CONVEYOR MAKANAN PENUTUP CONVEYOR PENUTUP SUMBER MAKANAN SENSOR SUHU
[image:4.595.113.511.283.487.2]Converter PLC Relay
Gambar 3.2 : Blok Diagram Perancangan Alat
Pada gambar di atas, terlihat bahwa alat ini terdiri dari: 1. Data Masukan PLC:
a) Sensor kelembaban,menggunakan sensor kelembaban HS 1101 yang dapat mengukur kelembaban dari 0% RH-100% RH, keluaran sensor diumpankan ke penguat analog berbentuk komparator analog.
c) Limit Switch Conveyor, terdiri dari dua buah, yaitu untuk posisi maksimal konveyor (berada pada posisi pakan ayam),dan posisi minimal konveyor (konveyor berada pada posisi isi ulang pada sumber makanan)
d) Limit Switch penutup konveyor, terdiri dari dua buah, yaitu posisi konveyor terbuka, dan posisi konveyor tertutup,
e) Limit Switch penutup sumber makanan, terdiri dari dua buah, yaitu posisi buka dan posisi tutup.
2. PLC,yang digunakan adalah tipe OMRON CPM1A 20-CDR-A-V1, yang memiliki sistem output rele DC. PLC ini mempunyai 12 jalur input dan 8 jalur output, dengan power supply + 24 volt AC.
3. Data Output (command)
a) Elemen Heater terdiri dari elemen pemanas yang berfungsi untuk mengatur suhu ruang ayam,
b) Fan berfungsi untuk sirkulasi udara pada ruang pemeliharaan ayam, c) Konveyor Makanan,yaitu motor penggerak belt conveyor yang
membawa makanan ayam dari sumber makanan menuju tempat ayam makan,
e) Penutup Sumber Makanan,yaitu penutup sumber makanan, yang hanya membuka pada saat mengisi ke konveyor,dan pada saat konveyor telah cukup terisi makanan, maka penutup kembali menutup.
Sistem kerja alat:
Pada kondisi mula-mula konveyor berada pada posisi isi makanan ayam, setelah penutup sumber makanan ayam terbuka, konveyor bergerak, sehingga pakan ayam bergerak menuju tempat makan ayam. Setelah titik maksimal dari limit swicth tersentuh lengan konveyor, maka konveyor berhenti, dan atap penutup conveyor bergerak membuka,dan ayam-ayam dapat memakan pakanannya. Setelah selang beberapa waktu, dianggap pakan ayam telah habis, konveyor kembali bergerak sampai titik tuang konveyor berada pada posisi isi pakan ayam. Sedangkan heater terbuat dari lampu pijar yang jumlahnya dapat menghasilkan suhu ruang ayam berada pada 32 0C sampai 35 0C. Kontrol suhu menggunakan sensor suhu tipe Integrated Circuit (IC), yang data outputnya diambil data pada suhu 32 0C sampai 35 0C. Alat ini menggunakan catu daya:
1. + 24 volt DC, sebagai sumber tegangan bagi program dan input PLC, 2. +12 volt, sebagai sumber tegangan bagi sensor suhu, komparator, driver
(rele), dan motor penggerak konveyor, tutup makanan, fan, dan tutup konveyor.
Pada gambar 3.3 merupakan desain perancangan alat model sistem kandang ayam closed house:
Motor Servo
Conveyor Belt
Heater
Inlet Fan
Tutup Conveyor
Exhaust Fan
80 cm
70 C m
[image:7.595.118.503.140.460.2]60 Cm
Gambar 3.3 : Desain Perancangan Alat
2. Perancangan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak
A. Catu Daya
[image:8.595.102.517.348.496.2]Perancangan alat yang pertama adalah catu daya.Catu daya pada alat ini menggunakan tegangan DC +12 volt, dan 24 volt. Tegangan +12 volt digunakan untuk mengaktifkan komponen sensor, dan komponen driver. Sedangkan untuk tegangan +24 volt digunakan untuk mengaktifkan komponen PLC sebagai kontrolnya, dan mengaktifkan keluaran sensor supaya dapat diterjemahkan oleh PLC. Berikut adalah rangkaian catu daya yang digunakan:
Gambar 3.4 : Rangkaian Catu Daya
B. Sensor Kelembaban
sehingga keluaran dari Op-Amp ini dapat diterima oleh PLC sebagai input “1” jika bertegangan +24 volt, dan input “0” jika bertegangan kurang dari 18 volt.
Ya
Tidak
Ya
Tidak Ya
[image:9.595.112.496.134.728.2]Tidak
Gambar 3.5 : Diagram Alir Sensor Kelembaban
Mulai
Sensor Kelembaban HS 1101
Mengukur
Kelembaban
Kelembaban
< 60 %
Kelembaban
> 75 %
Selesai
Fan On
Fan Off
Berikut adalah gambar rangkaian sensor kelembaban pada alat ini:
Gambar3.6. Rangkaian Sensor Kelembaban
Gambar 3.6 : Rangkaian Sensor Kelembaban
[image:10.595.95.516.532.656.2]Gambar di bawah ini merupakan diagram sistem kendali dari sensor kelembaban yang digunakan pada sistem kandang ayam closed house:
C. Sensor Suhu
Sensor suhu digunakan sebagai pengindera tingkat suhu pada ruangan anak ayam, dimana suhu di ruangan tersebut dijaga pada nilai 250C sampai 320C. Sama halnya dengan sensor kelembaban, komponen ini menggunakan tegangan kerja sensor dan penguat adalah +12 volt, sedangkan untuk rangkaian Op-Amp menggunakan tegangan kerja +24 volt. Pada suhu dibawah 250C, output komparator suhu 250C bertegangan +24 volt, sedangkan pada suhu diatas 320C, komparator suhu 320C bertegangan +24 volt.
LM 35
+12Volt
Ref
+24 Volt +24 Volt
Ref
+24 Volt
Komparator suhu 25 0C
[image:11.595.135.490.301.445.2]Komparator suhu 32 0C
Gambar 3.8 : Rangkaian Sensor Suhu
Gambar di bawah ini merupakan diagram sistem kendali dari sensor suhu yang digunakan pada sistem kandang ayam closed house:
[image:11.595.110.512.573.685.2]Y Ya
Tidak
Ya Ya
Tidak
Ya
[image:12.595.148.531.67.765.2]Tidak
Gambar 3.10 : Diagram Alir Sensor Suhu
Mulai
Sensor Suhu LM 35
Mengukur
Suhu
Suhu
< 25 0C
Suhu
> 32 0C
Selesai
Heater On
Heater Off
D. Limit Switch
Limit Switch pada alat ini terdiri dari :
[image:13.595.149.473.242.389.2]a) Dua buah LS (limit switch) untuk konveyor, sebagai pemutus dan pengkontak tegangan +24 volt, pada saat konveyor berada pada posisi isi pakan, dan pada titik pakan ayam maksimal. Keluaran dari LS ini diumpankan ke PLC input I4 dan I5. Berikut adalah gambar rangkaian LS konveyor:
Gambar 3.11 : Rangkaian Limit Switch Konveyor
[image:13.595.185.454.549.668.2]b) Dua buah LS untuk tutup makanan, digunakan sebagai pemutus arus pada saat tutup makanan berada pada titik buka dan titik tutup. Berikut adalah gambar rangkaian LS untuk gerbang makanan:
c) Dua buah limit switch untuk atap konveyor, digunakan sebagai pemutus arus pada saat atap konveyor berada pada titik maksimal buka, dan pada saat atap konveyor berada pada titik maksimal tutup. Berikut adalah gambar rangkaian limit switch untuk penutup konveyor:
Gambar 3.13 : Penutup Konveyor
[image:14.595.111.514.523.639.2]Gambar di bawah ini merupakan diagram sistem kendali dari sistem kerja konveyor yang digunakan pada kandang ayam closed house:
Tidak
Ya
Ya
[image:15.595.156.432.42.715.2]Tidak
Gambar 3.15 : Diagram Alir Konveyor, Tempat Pakan, dan Atap Konveyor 1.Buka Tempat Pakan
2.Konveyor Maju
1. Optocoupler tersentuh 2. Konveyor Berhenti 3. Tutup Tempat Pakan
1.Buka Tempat Pakan 2.Konveyor Maju
1.Buka Atap Konveyor 2.Delay 1 jam
1.Tutup Atap Konveyor 2.Konveyor Mundur
1.Optocoupler tersentuh 2.Konveyor Berhenti 3.Delay 4 jam
Tombol Start ditekan
S
< 25 0C
Reset
S
< 25 0C
E. Programmable Logic Control (PLC)
[image:16.595.131.449.160.609.2]Jenis PLC yang digunakan adalah tipe OMRON CPM1A 20-CDR-A-V1
Gambar 3.16 : PLC tipe 20-CPM1A
output-nya menggunakan tegangan kerja +12 volt, untuk mengaktifkan rele kontrol yang menggunakan rele +12 volt pada koilnya.
F. Output PLC
Output PLC pada alat ini terdiri dari:
[image:17.595.132.540.370.620.2]a) Kontrol Motor Konveyor, yang berfungsi memberikan arus dan tegangan kerja pada konveyor pada waktu yang telah ditentukan dalam program PLC. dalam rangkaian ini menggunakan sistem forward reverse motor DC, yaitu dengan menggunakan dua buah rele yang dirangkai sebagai berikut:
Gambar 3.17 : Rangkaian Sistem Forward Motor DC
Dalam rangkaian ini menggunakan sistem forward reverse motor DC, yaitu dengan menggunakan dua buah rele yang dirangkai sebagai berikut:
Gambar 3.18 : Rangkaian Kontrol Penutup Makanan
c) Kontrol Motor Atap Konveyor, yang berfungsi memberikan arus dan tegangan kerja pada motor atap konveyor pada waktu yang telah ditentukan dalam program PLC. dalam rangkaian ini menggunakan sistem forward reverse motor DC, yaitu dengan menggunakan dua buah rele yang dirangkai sebagai berikut :
[image:18.595.168.505.527.716.2]3. Pembuatan Alat
Tahapan berikutnya setelah perancangan adalah pembuatan alat berdasarkan rancangan yang telah dibuat tersebut. Adapun beberapa proses yang dilakukan dalam tahapan ini adalah:
a. Menuliskan algoritma program ke PLC. b. Membuat listing program pada PC.
c. Menggambar rangkaian elektronik menggunakan komputer dengan bantuan program aplikasi Diptrace.
d. Memplot hasil gambar rangkaian pada PCB. e. Melakukan pemasangan komponen pada PCB.
f. Melakukan penyolderan terhadap komponen dan PCB.
g. Membentuk konstruksi alat sesuai dengan bentuk yang telah direncanakan.
4. Pengujian Alat