• No results found

norma lbm 3 jiwa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Share "norma lbm 3 jiwa"

Copied!
29
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

LBM 3

LBM 3

SERING PUSING, TIDAK BISA SANTAI...

SERING PUSING, TIDAK BISA SANTAI...

STEP 1

STEP 1

1.

1. anx

anxiety

iety:

: an emot

an emotion

ional reacti

al reaction to

on to aris

arise

e by causi

by causing unce

ng uncertai

rtainly and non spes

nly and non spesific the

ific then

n

cause discomfort and feel threatened.

cause discomfort and feel threatened.

STEP 2

STEP 2

STEP 3

STEP 3

1.

1.

why

why the

the patien

patient

t feelin

feeling

g palpi

palpitation

tations

s di!!in

di!!iness

ess and

and sweatin

sweating"

g"

Teori Psikoanalitik 

Teori Psikoanalitik 

Sigmeun #reud menyata$an dalam bu$unya % 1&2' (nhibitons Symptoms )nxiety*

Sigmeun #reud menyata$an dalam bu$unya % 1&2' (nhibitons Symptoms )nxiety*

 bahwa

 bahwa $ecemasan

$ecemasan adalah

adalah suatu

suatu sinyal

sinyal $epada

$epada ego

ego bahwa

bahwa suatu

suatu dorongan

dorongan yang

yang tida$ 

tida$ 

dapat diterima mene$an untu$ mendapat$an perwa$ilan dan pelepasan sadar. Sebagai

dapat diterima mene$an untu$ mendapat$an perwa$ilan dan pelepasan sadar. Sebagai

sua

suatu

tu sin

sinya

yal

l $ec

$ecema

emasan

san men

menyad

yadar$a

ar$an

n ego

ego unt

untu$

u$ men

mengam

gambil

bil tin

tinda$

da$an

an def

defensi

ensif 

terhad

terhadap te$anan dari

ap te$anan dari dalam

dalam.

. +i$a $ecemasan nai$

+i$a $ecemasan nai$ di atas

di atas ting$

ting$atan rendah intensitas

atan rendah intensitas

$ara$ter fungsinya sebagai suatu sinyal ia a$an

$ara$ter fungsinya sebagai suatu sinyal ia a$an timbul sebagai serangan pani$.

timbul sebagai serangan pani$.

Teori Perilaku

Teori Perilaku

,asa cemas

,asa cemas diang

dianggap timbul

gap timbul sebaga

sebagai

i respon dari stimulus ling$un

respon dari stimulus ling$ungan yang

gan yang spesifi

spesifi$.

$.

--on

onto

toh

hny

nya

a se

seo

ora

ran

ng

g an

ana$

a$ la

la$

$i

ila

la$i

$i y

yan

ang

g d

dib

ibes

esar

ar$

$an

an ol

oleh

eh ib

ibun

uny

ya

a y

yan

ang

g

memperla$u$annya semenamena a$an segera merasa cemas bila ia bertemu ibunya.

memperla$u$annya semenamena a$an segera merasa cemas bila ia bertemu ibunya.

/elalui proses generalisasi ia a$an men0adi tida$ percaya dengan wanita. ah$an

/elalui proses generalisasi ia a$an men0adi tida$ percaya dengan wanita. ah$an

seorang ana$ dapat meniru sifat orang tuanya yang cemas.

seorang ana$ dapat meniru sifat orang tuanya yang cemas.

Teori Eksistensi

Teori Eksistensi

Pad

Pada

a gan

ganggu

gguan

an cem

cemas

as men

menye

yeluru

luruh

h tid

tida$

a$ did

didapa

apat$a

t$an

n sti

stimul

mulus

us rasa

rasa cem

cemas

as ya

yang

ng

 bersifat $ronis. (nti dari teori e$sistensi adalah

 bersifat $ronis. (nti dari teori e$sistensi adalah seseorang merasa hidup di dalam dunia

seseorang merasa hidup di dalam dunia

yang tida$ bertu0uan

yang tida$ bertu0uan.

. ,asa cemas

,asa cemas adalah respon mere$a terhadap rasa

adalah respon mere$a terhadap rasa $e$o

$e$osongan

songan

e$sistensi dan arti.

e$sistensi dan arti.

erdas

erdasar$an aspe$

ar$an aspe$ biolo

biologis

gis didap

didapat$an

at$an bebera

beberapa

pa teori yang

teori yang mend

mendasari

asari timbu

timbulnya

lnya

cemas yang patologis antara lain:

cemas yang patologis antara lain:



S

Siisstteem

m ssaarraaf

f o

otto

on

no

om

m



eeu

urro

ottrraan

nssm

miitteer  

r  

Neurotransmiter

Neurotransmiter

A.

(2)

4e0ala $ronis yang ditun0u$an oleh pasien dengan gangguan cemas berupa serangan

4e0ala $ronis yang ditun0u$an oleh pasien dengan gangguan cemas berupa serangan

 pani$insomnia

 pani$insomnia ter$e0ut

ter$e0ut dan

dan autonomic

autonomic hyperarousal

hyperarousal merupa$an

merupa$an $ara$teristi$

$ara$teristi$ dari

dari

 pening$atan fungsi

 pening$atan fungsi noradrenergi$. Teori umum dari

noradrenergi$. Teori umum dari $eterlibatan

$eterlibatan norepinephrine pada

norepinephrine pada

gan

ganggu

gguan

an cem

cemas

as ada

adalah

lah pas

pasien

ien ters

tersebu

ebut

t mem

memili$

ili$i

i $em

$emamp

ampuan

uan reg

regula

ulasi

si sis

sistem

tem

noradrenergi$ yang buru$ ter$ait dengan pening$atan a$ti5itas yang mendada$. Sel

noradrenergi$ yang buru$ ter$ait dengan pening$atan a$ti5itas yang mendada$. Sel

sel dari

sel dari sistem noradre

sistem noradrenerg

nergi$ terlo$alisas

i$ terlo$alisasi

i secara primer pada

secara primer pada locus ceruleu

locus ceruleus

s pada

pada

rostral pons dan memili$i a$son yang men0urus pada $orte$s serebri sistem limbi$

rostral pons dan memili$i a$son yang men0urus pada $orte$s serebri sistem limbi$

medula oblongata dan medula spinalis. Percobaan pada primata menun0u$an bila

medula oblongata dan medula spinalis. Percobaan pada primata menun0u$an bila

dib

diberi

eri stim

stimulu

ulus

s pad

pada

a dae

daerah

rah ter

terseb

sebut

ut men

menimb

imbul$

ul$an

an rasa

rasa ta$

ta$ut

ut dan

dan bil

bila

a dil

dila$u

a$u$an

$an

inhibisi primata tersebut tida$ menun0u$an adanya rasa ta$ut. Studi pada manusia

inhibisi primata tersebut tida$ menun0u$an adanya rasa ta$ut. Studi pada manusia

didapat$an pasien dengan gangguan serangan pani$ bila diberi$an agonis reseptor 6

didapat$an pasien dengan gangguan serangan pani$ bila diberi$an agonis reseptor 6

adrenergi$ 7 (soproterenol 8 dan antagonis reseptor 92 adrenergi$ dapat mencetus$an

adrenergi$ 7 (soproterenol 8 dan antagonis reseptor 92 adrenergi$ dapat mencetus$an

serangan pani$ secara lebih sering dan lebih berat. ebali$annya clonidine agonis

serangan pani$ secara lebih sering dan lebih berat. ebali$annya clonidine agonis

reseptor 92 menun0u$an pengurangan ge0ala cemas.

reseptor 92 menun0u$an pengurangan ge0ala cemas.

B

B.. Se

Serro

oto

toni

nin

n

;i

;item

temu$

u$an

anny

nya

a ba

bany

nya$

a$ res

resep

epto

tor

r ser

serot

oton

onin

in te

tela

lah

h me

menc

ncet

etus

us$a

$an

n pe

penc

ncari

arian

an pe

peran

ran

serotonin dalam gangguan cemas. erbagai stress dapat menimbul$an pening$atan <

serotonin dalam gangguan cemas. erbagai stress dapat menimbul$an pening$atan <

hy

hydro

droxy

xytry

tryptam

ptamine

ine pad

pada

a pre

prefro

fronta

ntal

l $or

$orte$

te$s

s nu$

nu$leu

leus

s accu

accumbe

mbens

ns amy

amygda

gdala

la dan

dan

hipotalamus lateral. Penelitian tersebut 0uga dila$u$an berdasar$an penggunaan obat

hipotalamus lateral. Penelitian tersebut 0uga dila$u$an berdasar$an penggunaan obat

ob

obat

atan

an ser

serot

oton

oner

ergi

gi$

$ sep

sepert

erti

i cl

clom

omip

ipram

ramin

ine

e pa

pada

da ga

gang

nggu

guan

an ob

obses

sesif

if $o

$omp

mpul

ulsif

sif..

Efe$ti5itas pada penggunaan obat buspirone 0uga menun0u$$an $emung$inan relasi

Efe$ti5itas pada penggunaan obat buspirone 0uga menun0u$$an $emung$inan relasi

antara serotonin dan rasa cemas. Selsel tubuh yang memili$i reseptor serotonergi$ 

antara serotonin dan rasa cemas. Selsel tubuh yang memili$i reseptor serotonergi$ 

dit

ditemu

emu$an

$an dom

dominan

inan pad

pada

a rap

raphe

he nuc

nuclei

lei pad

pada

a rost

rostral

ral bra

brains

instem

tem dan

dan men

menu0u

u0u pad

padaa

$orte$s serebri sistem limbi$ dan hipotalamus.

$orte$s serebri sistem limbi$ dan hipotalamus.

"

".. G

GA

AB

BA

A

Per

Peran

an 4)

4))

) pad

pada

a gan

ganggu

gguan

an cem

cemas

as san

sangat

gat terl

terliha

ihat

t dar

dari

i efe$

efe$ti5

ti5ita

itas

s ob

obato

atobat

batan

an

 ben!odia!epine

 ben!odia!epine yang

yang mening$at$an

mening$at$an a$ti5itas

a$ti5itas 4))

4)) pada

pada reseptor

reseptor 4))

4)) tipe

tipe ).

).

=a

=alaupu

laupun

n ben!o

ben!odia!epi

dia!epine

ne poten

potensi

si rendah paling

rendah paling efe$tif terhadap

efe$tif terhadap ge0ala gangguan

ge0ala gangguan

cemas menyeluruh ben!odia!epine potensi tinggi seperti alpra!olam dan clona!epam

cemas menyeluruh ben!odia!epine potensi tinggi seperti alpra!olam dan clona!epam

ditemu$an efe$tif pada terapi gangguan serangan pani$ 

ditemu$an efe$tif pada terapi gangguan serangan pani$ 

Pada suatu studi stru$tur dengan -T scan dan /,( menun0u$an pening$atan u$uran

Pada suatu studi stru$tur dengan -T scan dan /,( menun0u$an pening$atan u$uran

5entr

5entri$el

i$el ota$ ter$ait

ota$ ter$ait deng

dengan

an lamany

lamanya

a pasien meng$on

pasien meng$onsumsi

sumsi obat ben!odia!ep

obat ben!odia!epine.

ine.

Pada satu studi /,( sebuah defe$ spesifi$ pada lobus temporal $anan ditemu$an

Pada satu studi /,( sebuah defe$ spesifi$ pada lobus temporal $anan ditemu$an

(3)

 pada pasien dengan gangguan serangan pani$. eberapa studi pencitraan ota$ lainnya

 0uga menun0u$an adanya penemuan abnormal pada hemisfer $anan ota$ tapi tida$ 

ada pada hemisfer $iri. f/,( SPE-T dan EE4 menun0u$an penemuan abnormal

 pada $orte$s frontal pasien dengan gangguan cemas yang ditemu$an 0uga pada area

o$sipital temporal dan girus hippocampal. Pada gangguan obsesif $ompulsif diduga

terdapat $elainan pada nu$leus $audatus. Pada PTS; f/,( menun0u$an

 penging$atan a$ti5itas pada amygdala.

Sistem Sara# $tonom

4e0alage0ala yang ditimbul$an a$ibat stimulus terhadap sistem saraf otonom adalah:

sistem $ardio5as$uler 7palpitasi8

mus$ulos$eletal 7nyeri $epala8

gastrointestinal 7diare8

respirasi 7ta$ipneu8

  Sistem saraf otonom pada pasien dengan gangguan cemas terutama pada pasien

dengan gangguan serangan pani$ mempertun0u$an pening$atan tonus simpateti$

yang beradaptasi lambat pada stimuli repetitif dan berlebih pada stimuli yang sedang.

erdasar$an pertimbangan neuroanatomis daerah sistem limbi$ dan $orte$s serebri

dianggap memegang peran penting dalam proses ter0adinya cemas.

Korteks Sere%ri

orte$s serebri bagian frontal berhubungan dengan regio parahippocampal cingulate

gyrus dan hipotalamus sehingga diduga ber$aitan dengan gangguan cemas. orte$s

temporal 0uga di$ait$an dengan gangguan cemas. >al ini diduga $arena adanya

$emiripan antara presentasi $linis dan EE4 pada pasien dengan epilepsy lobus

temporal dan gangguan obsesif $ompulsif.

Sistem Lim%ik 

Selain menerima iner5asi dari noradrenergi$ dan serotonergi$ sistem limbi$ 0uga

memili$i reseptor 4)) dalam 0umlah yang banya$. )blasi dan stimulasi pada

 primata 0uga menun0u$an 0i$alau sistem limbi$ berpengaruh pada respon cemas dan

ta$ut. ;ua area pada sistem limbi$ menari$ perhatian peneliti ya$ni pening$atan

a$ti5itas pada septohippocampal yang diduga ber$aitan dengan rasa cemas dan

cingulate gyrus yang diduga ber$aitan dengan gangguan obsesif $ompulsif.

Gan&&uan "emas, Keaniteraan Klinik Ilmu Ke'okteran (i)a, Uni*ersitas

Tarumane&ara

(4)

Kar'io *askuler+ Pening$atan te$anan darah palpitasi 0antung berdebar denyut

nadi mening$at te$anan nadi menurun syoc$ dan lainlain.

Resirasi+ napas cepat dan dang$al rasa terte$an pada dada rasa terce$i$.

Kulit+  perasaan panas atau dingin pada $ulit mu$a pucat ber$eringat seluruh

tubuh rasa terba$ar pada mu$a telapa$ tangan ber$eringat gatalgatal.

Gastro intestinal+

)nore$sia rasa tida$ nyaman pada perut rasa terba$ar di

epigastrium nausea diare.

Neuromuskuler+ ,efle$ mening$at rea$si $e0utan mata ber$edip$edip

insomnia tremor $e0ang  wa0ah tegang gera$an lambat.

 Kalan, Sa'o-k, //01.

(5)

2. why she feel sic$ness tight on the nec$ and tremor"

KETEGANGAN MOTORIK kencang di daerah tengkuk dan gemetar  Gemetar / tremor 

Tremor dapat didefinisikan sebagai gerakan bergetar involunter dan ritmis yang disebabkan oleh kontraksi otot berlawanan secara bergantian yang sinkron dan irregular. Kualitas ritmis tersebut

membedakan tremor dari gerakan involunter lain.

Dua kategori umum dari tremor ialah fisiologis (normal) dan patologik (abnormal) Tremor fisiologis

merupakan fenomena normal, yang muncul pada semua grup otot yang berkontraksi dan berlangsung selama keadaan bangun dan bahkan pada fase-fase tidur tertentu. ergerakan yang

(6)

ter!adi sangat halus sehingga hampir tidak dapat dilihat oleh mata telan!ang. "mumnya deteksi dilakukan denganmenggunakan instrumen khusus.

Kisaran frekuensinya antara #-$% &'. ada orang dewasa, frekuensi dominan adalah $ &' dan kurang pada anak-anak dan orang tua.

eberapa hipotesis telah dikemukakan untuk men!elaskan tremor fisiologi. *alah satu hipotesis tradisional menyebutkan bahwa tremor merupakan refleksi vibrasi pasif !aringan tubuh yang dihasilkan oleh aktivitas mekanik dari !antung (ballistocardiogram). Tentu sa!a itu bukanlah pen!elasan keseluruhan dari tremor fisiologis. *eperti yang dikemukakan oleh +arsden, beberapa faktor tambahan (seperti input spindle, sinyal yang tidak menyatu pada motor neuron, dan frekuensi resonansi natural dan inersia otot dan struktur lain) mungkin memegang peranan lebih besar.

Tremor abnormal

Tremor abnormsal tertentu (seperti variasi metabolik dari tremor postural atau aksi, dan paling tidak satu tipe dari tremor familial) disebut sebagai tremor fisiologis yang berlebihan ( enhanced   physiologic tremor ).$

Tremor abnormal atau patologik, seperti yang dimaksud !ika menggunakan kata tremor dalam kondisi klinis, mempengaruhi grup otot tertentu dan muncul hanya pada saat keadaan bangun. rup otot yang dipengaruhi ialah bagian distal anggota gerak (terutama !ari dan tangan), bagian proksimal anggota gerak (lebih !arang), kepala, lidah, rahang, atau pita suara, dan batang tubuh (!arang).

/rekuensi paling sering adalah 0-1 &', atau sekitar setengah dari frekuensi tremor fisiologis. ada orang yang terkena, frekuensi tersebut terbagi rata pada semua bagian yang terkena. Dengan menggunakan electromyography (2+) dan alat perekam mekanik, tremor abnormal dibagi berdasarkan frekuensinya, hubungan dengan postur anggota gerak dan pergerakan volunter, pola aktivitas 2+ (synchronous or alternating ) pada grup otot lawannya, dan respon terhadap obat-obatan tertentu.$

Table $. Kisaran frekuensi tremor pada berbagai keadaan. 3

$0-$# &' 1-$3 &' 0-$3 &' 0-$ &' %-$3 &' %-$ &' %-$ &' 3-$3 &' 3-$3 &' 3-$ &' 3-4 &'

Tremor ortostatik primer 

Tremor fisiologis atau fisiologis yang enhanced 

Tremor esensial Tremor psikogen

*indrom tremor distonik

Tremor terkait tugas atau posisi Tremor arkinson

Tremor neuropatik

Tremor yang diinduksi obat +ultiple sklerosis

Tremor &olmes ain, 33

Ropper, Allan H. dan Robert H. Brown. Adams and Victor’s Principles of Neurology . Ed. Ke-8. UA! T"e M#Graw-H$ll %ompan$e&, '(()! 8(-*.

5tot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu 6

Kontraktibilitas 6 kemampuan untuk berkontraksi 7 memendek.

3. 2kstensibilitas 6 kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi.

%. 2lastisitas 6 kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. *aat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.

(7)

8ontractility (kontraktilitas) adalah kemampuan otot untuk memendek dengan kekuatan tertentu. Ketika otot berkontraksi, hal tersebut menyebabkan pergerakan struktur internal otot (filamen otot) dan akan menngakibatkan tekanan pada organ dan pembuluh darah.

E+#$tab$l$t e&$tab$l$ta& adala" emamp0an otot 0nt0 mere&pon &t$m0l0&, d$mana 0m0mna otot, "0&0&na otot ran1a berontra&$ &eba1a$ a$bat &t$m0la&$ ole" &ara2. Otot polo& dan 3ant0n1 dapat berontra&$ tanpa &t$m0l0& l0ar, tetap$ ed0ana 301a berontra&$ a$bat &t$m0l0& &ara2 dan "ormon.

29tensibility (ekstensibilitas) adalah dapat meregang pada pan!ang tertentu dengan dera!at tertentu.:

2lasticity (elastisitas) adalah kemampuan otot untuk kembali ke kondisi semula setelah melakukan proses meregang

*umber 6 MAKA4AH ANATOMI 5IIO4OGI MANUIAITEM OTOT 6$&0&0n ole" ! %HRITIANI IANTURI

3. how the differences of normal anxiety and pathology anxiety"

KE%EMAAN NORMA4 6AN ABNORMA4

Ke#ema&an normal

♥ ;asa ketakutan yang difus tidak menyenangkan samar < samar disertai ge!ala otonomik

(nyeri kepala, keringat, palpitasi, kekakuan pd dada, merasa gelisah)

♥ *ensasi kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. ♥ Ketakutan dan kecemasan

Kecemasan sinyal yg menyadarkan, memperingatkan adanya bahaya yg mengancam dan ambil tindakan untuk membatasi ancaman, respon terhadap ancaman yg sumbernya tdk diketahui, internal, samar < samar, konfliktual.

Ketakutan  sinyal serupa yg menyadarkan, respon dari suatu ancaman yg sumbernya diketahui, e9ternal, !elas, bukan bersifat konflik.

Ketakutan didahului oleh keheranan dan ber!alan bersama < sama

♥ /ungsi adaptif dari kecemasan 6

Kecemasan memperingatkan adanya ancaman e9ternal dan internal, memilki kualitas menyelamatkan hidup, kecemasan mencegah dengan cara menyadarkan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu mencegah bahaya

♥ *tress, konflik, kecemasan

+elibatkan ego, abstraksi kolektif untuk proses dimana seseorang merasakan, berpikir, dan bertindak terhadap peristiwa e9ternal dan dorongan internal. 2go yang berfungsi dengan baik  dlm keseimbangan adaptif dunia e9ternal dan internal, e1o t$da ber20n1&$ ba$ dan t$da &e$mban1 dan #00p lama e#ema&an ron$&

Ketidakseimbangan e9ternal, internal, ego impuls  konflik

♥ e!ala psikologis dan kognitif 

Kecemasan menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi pd ruang, waktu, orang, peristiwa.

(8)

Ke#ema&an abnormal

♥ Teori psikologis

 Teor$ p&$oanal$t$

/reud menyatakan bahwa kecemasan sebagai sinyal, kecemasan menyadarkan ego untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan dari dalam diri. misal dengan menggunakan mekanisme represi, bila berhasil maka ter!adi pemulihan keseimbangan psikologis tanpa adanya ge!ala an9ietas. =ika represi tidak berhasil sebagai suatu pertahanan, maka dipakai mekanisme pertahanan yang lain misalnya konvensi, regresi, ini menimbulkan gejala.

 Teor$ per$la0

teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiasakan terhadap stimuli lingkungan spesifik. 8ontoh 6 seorang dapat bela!ar untuk memiliki respon kecemasan internal dengan meniru respon kecemasan orang tuanya (+=identitas).

 Teor$ e&$&ten&$al

Konsep dan teori ini adalah, bahwa seseorang men!adi menyadari adanya kehampaan yang menon!ol di dalam dirinya. erasaan ini lebih mengganggu daripada penerimaan tentang kenyataan kehilangan7 kematian seseorang yang tidak dapat dihindari. Kecemasan adalah respon seseorang terhadap kehampaan eksistensi tersebut.

♥ Teori biologis

 *ystem saraf otonom

*timulasi *istem saraf otonom menyebabkan ge!ala tertentu   kardiovaskuler, gastrointestinal, dan pernapasan. +anifestasi kecemasan perifer tersebut tidak khusus terhadap kecemasan maupun tidak selalu berhubungan dengan pengalaman kecemasan subyektif.

(9)

• >2 agonis adrenergic beta (isoproterenol) dan antagonis alfa 3 (co 6 yohimbin)

mencetuskan serangan panic. ?gonis alfa 3 (clonidin)  menurunkan ge!ala cemas

• *erotonin  antidepresan serotonergik (clomipramine) punya efek terapetik

gangguan obsesif kompulsif, busprione untuk obat gangguan cemas, fonfluromine menyebabkan pelepasan serotonin sehingga menyebabkan peningkatan kecemasan pd pasien dgn gangguan kecemasan.

• ??  dalam gangguan kecemasan didukung paling kuat oleh manfaat

ben'odia'epine yang tidak dapat dipungkiri, yang meningkatkan aktivitas ?? pd reseptor ??a di dalam pengobatan beberapa !enis gangguan kecemasan.  encitraan otak

8ontoh6 pada gangguan an9ietas didapati kelainan di korteks frontalis, oksipital, temporalis. 7ada 1an110an pan$ d$dapat$ ela$nan pada 1$r0& para "$poamp0&.  enelitian genetic

enelitian ini mendapatkan, hampir separuh dan semua pasien dengan gangguan panik memiliki sekurangnya satu sanak saudara yang !uga menderita gangguan.

 >euroanatomis

Tiga neurotrasmiter utama yang berhubungan dengan kecemasan berdasarkan penelitian pada binatang dan respon terhadap terapi obat yaitu 6 norep$ne2r$n, &eroton$n dan 1amma-am$nob0tr$# a#$d.

nop&$& o2 7&#"$atr ;ol0me I, Kaplan and ado#

?. why the symptoms of the patient appearance in the public area and crowded"

Menurut Pe'oman Pen&&olon&an 'an Dia&nosis Gan&&uan (i)a III PPDG(1

A&ora#o%ia

Semua $riteria ini harus dipenuhi untu$ :

a. 4e0ala psi$ologis@otonomi$ yang timbul harus merupa$an manifestasi primer dari

anxietas dan bu$an merupa$an ge0ala lain yang se$under seperti waham atau

 pi$iran obsesif.

 b. )nxietas yang timbul harus terutama ter0adi dalam se$urang$urangnya dua dari

situasi beri$ut :

anya$ orang

Tempattempat umum

epergian $eluar rumah

epergian sendiri

c. /enghindari situasi fobi$ harus@sudah merupa$an gambaran yang menon0ol

Etiologi agorafobia belum di$etahui secara pasti tapi patogenesis fobia berhubungan

dengan fa$tor biologis geneti$ dan psi$ososial.

DSM I2 TR 

/enurunnya sensiti5itas terhadap reseptor <>T1)

<>T2)@2-

/ening$atnya sensiti5itas discharge dari reseptor adrenergic pada saraf pusat

(10)

yang menga$ibat$a tera$ti5asinya a$sis hipotalamuspituitariadrenal 7biasanya

 berespons abnormal terhadap $lonidin pada pasien dengan panic disorder8

/ening$atnya a$ti5itas metabolic sehingga ter0adi pening$atan la$tat 7biasanya

sodium la$tat yang $emudian diubah men0adi -B2 7Chiperseansiti5itas batang

ota$ terhadap -B28

/enurunnya sensiti5itas reseptor 4))) sehingga menyebab$an efe$ 

e$sitatori$ melalui amigdala dari thalamus melalui nucleus intraamygdaloid

circuitries

/odel neuroanatomi$ mempredi$si$an panic attac$ dimediasi oleh fear networ$ 

 pada ota$ yang melibat$an amygdale hypothalamus dan pusat batang ota$.

Terutama pada corticostriatalthalamocortical 7-ST-8 yang memediasi cemas

 bersama dengan sir$uit pada amygdale. emudian sensai tersebut diterus$an $e

$orte$s anterior cingulated dan@atau $orte$s orbitofrontal. Selain itu diterus$an

 0uga $e hypothalamus untu$ respons endo$rin

>ipotesis $eterlibatan genetic namun belum berhasil menentu$an gen pasti

Pine DS. Aniet4 'isor'ers5 -lini-al #eatures. In5 Kalan an' Sa'o-k6s

<. what are the classification of anxiety"

(11)
(12)
(13)

erdasar$an ;iagnostic and Statistical /anual of /ental ;isorders 7 ;S/(D8

gangguan cemas terdiri dari :

718 Serangan pani$ dengan atau tanpa agoraphobia

728 )goraphobia dengan atau tanpa Serangan pani$

738 #obia spesifi$

7?8 #obia sosial

7<8 4angguan Bbsesifompulsif

7'8 Post Traumatic Stress ;isorder 7 PTS; 8

7F8 4angguan Stress )$ut

erdasar$an Pedoman Penggolongan dan ;iagnosis 4angguan +iwa di (ndonesia (((

gangguan cemas di$ait$an dalam gangguan neuroti$ gangguan somatoform dan

gangguan yang ber$aitan dengan stress 7#?G?H8.

789:78; GANGGUAN NEUR$TIK, GANGGUAN S$MAT$7$RM DAN

GANGGUAN <ANG BERKAITAN DENGAN STRES

789 Gan&&uan Anieta 7o%ik 

#?G.G )gorafobia

.GG Tanpa gangguan pani$ 

.G1 ;engan gangguan pani$ 

(14)

#?G.1 #obia sosial

#?G.2 #obia $has 7terisolasi8

#?G.H 4angguan anxietas fobi$ lainnya

#?G.& 4angguan anxietas fobi$ ITT

78 Gan&&uan Anietas Lainn4a

#?1.G 4angguan pani$ 7anxietas paro$sismal episodi$8

#?1.1 4angguan anxietas menyeluruh

#?1.2 4angguan campuran anxietas dan depresif 

#?1.3 4angguan anxietas campuran lainnya

#?1.H 4angguan anxietas lainnya I;T

#?1.& 4angguan anxietas ITT

78= Gan&&uan $%sesi#>Komulsi# 

#?2.G Predominan pi$iran obsesional atau pengulangan

#?2.1 Predominan tinda$an $ompulsif 7obsesional ritual8

#?2.2 -ampuran tinda$an dan pi$iran obsesional

#?2.H 4angguan obsesif $ompulsif lainnya

#?2.& 4angguan obsesif $ompulsif ITT

783 Reaksi Ter!a'a Stres Berat 'an Gan&&uan Pen4esuaian 783.9>783./1

788 Gan&&uan Disosiati# Kon*ersi1 788.9>788./1

78? Gan&&uan Somato#orm 78?.9>78?./1

78; Gan&&uan Neurotik Lainn4a 78;.9>78;./1

N& <a"0 Eowat$ MKep., p : UNOE6

'. what is protect self mechanism "

Penderita yang mengalami $ecemasan biasanya memili$i ge0alage0ala yang $has dan terbagi

dalam beberapa fase yaitu :

J

#ase 1

eadan fisi$ sebagaimana pada fase rea$si peringatan ma$a tubuh mempersiap$an diri untu$ 

fight 7ber0uang8 atau flight 7lari secepatcepatnya8. Pada fase ini tubuh merasa$an tida$ ena$ 

sebagai a$ibat dari pening$atan se$resi hormon adrenalin dan nor adrenalin.

Bleh $arena itu ma$a ge0ala adanya $ecemasan dapat berupa rasa tegang di otot dan

$elelahan terutama di otototot dada leher dan punggung. ;alam persiapannya untu$ 

(15)

 ber0uang menyebab$an otot a$an men0adi lebih $a$u dan a$ibatnya a$an menimbul$an nyeri

dan spasme di otot dada leher dan punggung. etegangan dari $elompo$ agonis dan

antagonis a$an menimbul$an tremor dan gemetar yang dengan mudah dapat dilihat pada 0ari

 0ari tangan 7=il$ie 1&H<8. Pada fase ini $ecemasan merupa$an me$anisme pening$atan dari

sistem syaraf yang mengingat$an $ita bahwa system syaraf fungsinya mulai gagal mengolah

informasi yang ada secara benar 7)sdie 1&HH8.

J

#ase 2

;isamping ge0ala $linis seperti pada fase satu seperti gelisah $etegangan otot gangguan

tidur dan $eluhan perut penderita 0uga mulai tida$ bisa mengontrol emosinya dan tida$ ada

moti5asi diri 7=il$ie 1&H<8. Kabilitas emosi dapat bermanifestasi mudah menangis tanpa

sebab yang beberapa saat $emudian men0adi tertawa. /udah menangis yang ber$aitan

dengan stres mudah di$etahui. )$an tetapi $adang$adang dari cara tertawa yang aga$ $eras

dapat menun0u$$an tanda adanya gangguan $ecemasan fase dua 7)sdie 1&HH8. ehilangan

moti5asi diri bisa terlihat pada $eadaan seperti seseorang yang men0atuh$an barang $e tanah

$emudian ia berdiam diri sa0a beberapa lama dengan hanya melihat barang yang 0atuh tanpa

 berbuat sesuatu 7)sdie 1&HH8.

J

#ase 3

eadaan $ecemasan fase satu dan dua yang tida$ teratasi sedang$an stresor tetap sa0a

 berlan0ut penderita a$an 0atuh $edalam $ecemasan fase tiga. erbeda dengan ge0alage0ala

yang terlihat pada fase satu dan dua yang mudah di identifi$asi $aitannya dengan stres ge0ala

$ecemasan pada fase tiga umumnya berupa perubahan dalam ting$ah la$u dan umumnya

tida$ mudah terlihat $aitannya dengan stres. Pada fase tiga ini dapat terlihat ge0ala seperti.

intoleransi dengan rangsang sensoris $ehilangan $emampuan toleransi terhadap sesuatu yang

sebelumnya telah mampu ia tolerir gangguan rea$si terhadap sesuatu yang sepintas terlihat

sebagai gangguan $epribadian 7)sdie 1&HH8.

arena gangguan pani$ muncul secara tiba2 dan mendada$ 

 biasanya disertai pada situasi yang dianggap tida$ 

menyenang$an atau dianggap stressor oleh pasien seperti di

tmpt ramai pada org dg agorafobia. /e$anisme pertahanan 0iwa

7/P+8 ada 2 yaitu:

J

,epresi: indi5idu secara tida$ sadar ter0adi /P+ terhadap

hal2 yg tida$ disenanginya

J

Supresi: secara sadar ingin melupa$an segala sesuatu yg

td$ diingin$an dg logi$a@ secara rasional.

dr.o5i. (lmu e0iwaan Psi$iatri # Lndip

F. what are the etiology of anxiety"

a. psycodinamic theory: anxiety because by psycis unawareness 0ust li$e ego. if self 

mecahnism success anxiety can be decrease and come sa5e for herself 

 b. beha5iour theory: anxiety from spesified stimuli response. and the result from

fustation.

c. interpersonal theory: anxiety from fearness someone ignore herself 

d. family history: anxiety from conflict in family.

e. biologic theory: anxiety because disease @ abnormal physical condition not caused

 by internal conflict from herself.

(16)

H. what are the ris$ factor in the scenario"

&. what is the relation anxienty with gender

1G. how to pre5ent anxiety"

1 Kontrol erna#asan 4an& %aik 

,asa cemas membuat ting$at pernafasan sema$in cepat hal ini disebab$an ota$ 

Mbe$er0aM memutus$an fight or flight $eti$a respon stres diterima oleh ota$. )$ibatnya

suplai o$sigen untu$ 0aringan tubuh sema$in mening$at $etida$seimbangan 0umlah

o$sigen dan $arbondiosida di dalam ota$ membuat tubuh gemetar $esulitan bernafas

tubuh men0adi lemah dan gangguan 5isual. )mbil dalamdalam sampai memenuhi

 paruparu lepas$an dengan perlahanlahan a$an membuat tubuh 0adi nyaman

mengontrol pernafasan 0uga dapat menghindari srangan pani$.

=1 Melakukan relaksasi

ecemasan mening$at$an tension otot tubuh men0adi pegal terutama pada leher

$epala dan rasa nyeri pada dada. -ara yang dapat ditempuh dengan mela$u$an te$ni$ 

rela$sasi dengan cara dudu$ atau berbaring la$u$an te$ni$ pernafasan usaha$anlah

menemu$an $enyamanan selama 3G menit.

31 Inter*ensi ko&niti# 

ecemasan timbul a$ibat $etida$berdayaan dalam menghadapi permasalahan

 pi$iranpi$iran negatif secara terusmenerus ber$embang dalam pi$iran. caranya

adalah dengan mela$u$an inter5ensi pi$iran negatif dengan pi$iran positif sugesti

diri dengan hal yang positif sing$ir$an pi$iranpi$iran yang tida$ realisti$. ila tubuh

dan pi$iran dapat merasa$an $enyamanan ma$a pi$iranpi$iran positif yang lebih

$onstru$tif dapat meuncul. (deide $reatif dapat di$embang$an dalam menyelesai$an

 permasalahan.

81 Pen'ekatan a&ama

Pende$atan agama a$an memberi$an rasa nyaman terhadap pi$iran $ede$atan

terhadap Tuhan dan doadoa yang disampai$an a$an memberi$an harapanharapan

 positif.

;alam (slam sholat dan metode !i$ir ditengah malam a$an memberi$an rasa nyaman

dan rasa percaya diri lebih dalam menghadapi masalah. ,asa cemas a$an turun.

Tinda$an bunuh diri dilarang dalam (slam bila iman sema$in $uat ma$a dorongan

 bunuh diri 7tentamina Suicidum8 pada simtom depresi a$an hilang. /etode !i$ir 

(17)

?1 Pen'ekatan keluar&a

;u$ungan 7supportif8 $eluarga efe$tif mengurangi $ecemasan. +angan ragu untu$ 

mencerita$an permasalahan yang dihadapi bersamasama anggota $eluarga. -erita$an

masalah yang dihadapi secara tenang $ata$an bahwa $ondisi )nda saat ini sangat

tida$ menguntung$an dan membutuh$an du$ungan anggota $eluarga lainnya. /ere$a

a$an berusaha bersamasama )nda untu$ memecaha$an masalah )nda yang terbai$.

@1 $la!ra&a

Blahraga tida$ hanya bai$ untu$ $esehatan. Blaharaga a$an menyalur$an tumpu$an

stres secara positif. Ka$u$an olahraga yang tida$ memberat$an dan memberi$an rasa

nyaman $epada diri )nda.

http:@@www.pi$irdong.org@[email protected]

11. how to treat anxiety"7 pathology8

7armakoterai

Beno'iaein

/erupa$an pilihan obat pertama. Pemberian ben!odia!epin dimulai dengan dosis

terendah dan diting$at$an sampai mencapai respon terapi Penggunaan sediaan den

gan wa$tu paruh menengah dan dosis terbagi dapat mencegah ter0adinya efe$ yang tida$ 

diingin$an. Kama pengobatan ratarata adalah 2' minggu.

Busiron

uspiron lebih efe$tif dalam memperbai$i ge0ala $ognitif dibanding dengan ge0ala

somati$. Tida$ menyebab$an withdrawl. e$urangannya adalah efe$ $linisnya baru

terasa setelah 23 minggu. Terdapat bu$ti bahwa penderita yang sudah mengguna$an

 ben!odia!epin tida$ a$an memberi$an respon yang bai$ dengan buspiron. ;apat

dila$u$an penggunaan bersama antara ben!odia!epin dengan buspiron $emudian

dila$u$an tapering ben!odia!epin setelah 23 minggu disaat efe$ terapi buspiron sudah

mencapai ma$simal.

SSRI Sele-ti*e Serotonin Reutake In!i%itor1

Sertraline dan paroxetine merupa$an pilihan yang lebih bai$ daripada fluo$setin.

Pemberian fluo$setin dapat mening$at$an anxietas sesaat. SS,( efe$tif terutama pada

 pasien gangguan anxietas menyeluruh dengan riwayat depresi.

(18)

Terai Ko&niti# Perilaku

Pende$atan $ognitif menga0a$ pasien secara langsung mengenali distorsi $ognitif dan

 pende$atan perila$u mengenali ge0ala somati$ secara langsung. Te$ni$ utama yang

diguna$an adalah pada pende$atan beha5ioral adalah rela$sasi dan biofeedbac$.

Terai Suorti# 

Pasien diberi$an reassurance dan $enyamanan digali potensipotensi yang ada dan belum

tampa$ didu$ung egonya agar lebih bisa beradaptasi optimal dalam fungsi sosial dan

 pe$er0aannya.

Psikoterai Berorientasi Tilikan

Terapi ini menga0a$ pasien untu$ mencapai penying$apan $onfli$ bawah sadar menili$ 

egostrength relasi obye$ serta $eutuhan diri pasien. ;ari pemahaman a$an $omponen

$omponen tersebut $ita sebagai terapis dapat memper$ira$an se0auh mana pasien dapat

diubah men0adi lebih matur bila tida$ tercapai minimal $ita memfasilitasi agar pasien

dapat beradaptasi dalam fungsi sosial dan pe$er0aannya.

Gan&&uan "emas, Keaniteraan Klinik Ilmu Ke'okteran (i)a, Uni*ersitas

Tarumane&ara

12. what are the physical and support examination to diagnose from the scenario"

  Skala HARS  Menurut Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang dikutip

Nursalam (2003) penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi:

1.

Perasaan emas !rasat "uruk, takut akan pikiran sendiri, muda#

tensinggung.

2.

$etegangan merasa tegang, gelisa#, gemetar, muda# terganggu

dan lesu.

3.

$etakutan : takut ter#adap gelap, ter#adap %rang asing, "ila tinggal

sendiri dan takut pada "inatang "esar.

4.

&angguan tidur sukar memulai tidur, ter"angun pada malam #ari,

tidur tidak pulas dan mimpi "uruk.

'.

&angguan kecerdasan : penurunan daya ingat, muda# lupa dan sulit

k%nsentrasi.

.

Perasaan depresi : #ilangnya minat, "erkurangnya kesenangan pada

#%"y, sedi#, perasaan tidak menyenangkan sepanang #ari.

*.

&eala somatik : nyeni pat# %t%t+%t%t dan kaku, gertakan gigi, suara

tidak sta"il dan kedutan %t%t.

(19)

.

&eala sens%rik: perasaan ditusuk+tusuk, pengli#atan ka"ur, muka

mera# dan pucat serta merasa lema#.

-.

&eala kardi%askuler : takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras

dan detak antung #ilang sekeap.

10.

&eala pemapasan : rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering

menarik napas panang dan merasa napas pendek.

11.

&eala gastrointestinal: sulit menelan, %"stipasi, "erat "adan menurun,

mual dan munta#, nyeri lam"ung se"elum dan sesuda# makan, perasaan

panas di perut.

12.

&eala ur%genital : sering keneing, tidak dapat mena#an keneing,

amin%rea, ereksi lema# atau imp%tensi.

13.

&eala egetati/ : mulut kering, muda# "erkeringat, muka mera#, "ulu

r%ma "erdiri, pusing atau sakit kepala.

14.

Perilaku seaktu aancara : gelisa#, ari+ari gemetar, mengkerutkan

da#i atau kening, muka tegang, t%nus %t%t meningkat dan napas pendek dan

cepat.

ara Penilaian kecemasan adala# dengan mem"erikan nilai dengan kateg%ri:

0  tidak ada geala sama sekali

1  Satu dari geala yang ada

2  Sedang separu# dari geala yang ada

3  "eratle"i# dari  geala yang ada

4  sangat "erat semua geala ada

Penentuan deraat kecemasan dengan cara menumla# nilai sk%r dan item 1+

14 dengan #asil:

1. Sk%r kurang dari   tidak ada kecemasan.

2. Sk%r *  14  kecemasan ringan.

3. Skur 1'  2*  kecemasan sedang.

4. Sk%r le"i# dari 2*  kecemasan "erat.

(20)

Gan110an Ne0rot$

o Gan110an %ema& o Gan110an omato2orm o Gan110an 6$&&o&$a&$

GANGGUAN NEUROTIK

• >eurosa atau !uga disebut dengan sikoneurosa (istilah lama, tak dipakai lagi), istilah ini

kurang tepat karena tak ada gangguan neuron (sel saraf) atau disebut @sikogenikA.

• 6e2$n$&$!

rof +aramis6

>eurosa adalah kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tak dapat diselesaikannya suatu konflik a-sadar. Kecemasan yg timbul dirasakan secara langsung atau diubah oleh berbagai mekanisme pertahanan psikologik (defence-mechanism) dan muncullah ge!ala-ge!ala sub!ektif lain yg mengganggu.

Karena ada konflik, maka mengganggu sistem7susunan saraf otonomBubis (ahli sikoanalisa /K "C)

>eurosa dapat dipandang sebagai suatu bentuk khusus dari pen!elmaan ansietas dan pen!elmaan ikhtiar individu untuk meniadakan ansietas itu

8ontoh 6 hobia isauD= CCC

(21)

angguan neurotik adalah gangguan mental yg tidak mempunyai dasar organik (fungsional) yg dpt ditun!ukkan, pasien cukup mempunyai tilikan (insight) serta kemampuan daya nilai realitasnya tdk terganggu dan prilakunya biasanya masih di dalam batas-batas normal sosial serta kepribadiannya tetap utuh.

8ontoh 6 hobia Tikus.

Daya realitasnya pada sikosa terganggu

• Klasifikasi6

/.0-/.0#

o /.0 angguan an9ietas phobic. isa bersamaan dengan depresi

/.0. Tanpa panik /.0.$ Disertai panik

 ?gorafobia6 Takut7 menghindari situasi sulit untuk mnyelamatkan diri. hobia social6 takut menghindari situasi social7 takut dikritik

anik serangan keemasan mendadak dan hebat

ang. ?n9ietas menyeluruh6 kecemasan berlebihan dari hal yang biasa.

angguan ini biasanya dimiliki oleh orang yang berkepribadian Dependen  +enghindar 

o /.0$ angguan an9ietas lainnya. +anifestasi an9ietas menon!ol dan tidak

terbatas pada saat ttt

o /.03 angguan obsesif kompulsif.

o /.0% ;eaksi terhadap stress berat dan gangguan penyesuaian o /00 angguan dissosiatif 

o /04 gangguan somatoform

o /0# angguan somatoform lainnya

D*+ CE

o angguan kecemasan umum

o  ?goraphobia, agorapobia spesifik dan social o angguan obsesi kompulsif 

o angguan distimik o angguan konversi o angguan depersonalisasi o angguan &ipokondriasis o angguan seksual =.GANGGUAN %EMA + 6e2$n$&$6

@?n9ietas adalah pera&aan an1 d$2$0&, an1 &an1at t$da menenan1an , agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan ter!adi. erasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. erasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak,

 !antung berdebar, keringat berlebihan, sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air  besan. erasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. @ ( Harold I. LIEF)  @?nenvous condition of unrest ( Leland E. HIN!IE dan "o#ert ! $A%&ELL)

@?n9ietas adalah pera&aan t$da &enan1 an1 "a& an1 d$&ebaban ole" d01aan aan ba"aa ata0 2r0&tra&$  yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya.A ( '.' "EN)

(22)

8emas adalah perasaan takut terus menerus terhadap bahaya yang seolah-olah terus mengancam, yang sebenarnya tidak nyata tetapi hanya dalam perasaan penderita sa!a. ( Psi*iatri II !imtomatologi+ F, -NIP)

Kecemasan 6 &0at0 &$nal yang menyatakanF ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman. ?tau respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar, dan konfliktual

%ema& Normalsuatu penyerta yang normal dari pertumbuhan, dari perubahan, dari pengalaman sesuatu yang baru dan belum dicoba, dan dari penemuan identitasnya sendiri dan arti hidup.

E+. anak masuk sekolah pertama kali

%ema& 7atolo1$&respon yang tidak sesuai terhadap stimulus yang diberikan berdasarkan pada intensitas atau durasinya.

 (!inopsis Psi*iatri+ ,aplan / !adoc* ed. 0 1ilid dua)

+ Et$olo1$  ?da 3 teori 6

= Teor$ 7&$olo1$& a. Teori sikoanalitik

+enurut /reud, kecemasan sebagai sinyal guna menyadarkan ego untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan dari dalam diri.

Ke#ema&an $d ata0 $mp0l& berhubungan dengan ketidaknyamanan primitif dan difus dari seorang bayi !ika mereka merasa terlanda oleh kebutuhan dan stimuli dimana keadaan tidak berdaya mereka tidak memungkinkan pengendalian.

Ke#ema&an perp$&a"an ter!adi pada anak-anak yang agak besar tapi masih dalam masa praoedipal, yang takut kehilangan cinta atau bahkan ditelantarkan oleh orangtuanya !ika mereka gagal mengendalikan dan mengarahkan impulsnya sesuai dengan standar dan kebutuhan orangtuanya.

Ke#ema&an Ka&tra&$ menandai anak oedipal, khususnya dalam hubungan dengan impuls seksual anak yang sedang berkembang, dicerminkan dalam kecemasan kastrasi dari dewasa.

Ke#ema&an 0pere1o merupakan akibat langsung dari perkembangan akhir  superego yang menandai berlalunya kompleks 5edipus dan datangnya periode latensi prapubertal.

b. Teori erilaku

+enyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiasakan terhadap stimuli lingkungan spesifik.

29 6 seseorang dapat bela!ar untuk memiliki suatu respon kecemasan internal dengan meniru respon kecemasan orangtuanya.

c. Teori 2ksistansial

ahwa seseorang men!adi menyadarinya adanya kehampaan yang menon!ol di dalam dirinya, perasaan yang mungkin lebih mengganggu daripada penerimaan kematian mereka yang tidak dapat dihindari.

Kecemasan adalah respon seseorang terhadap kehampaan eksistensi dan arti yang berat tersebut.

' Teor$ B$olo1$&

a. *istem *araf 5tonom

*timulasi sistem saraf otonom menyebabkan ge!ala tertentu (cor 6 takikardia, muskular 6 nyeri kepala, CT 6 diare, pernafasan 6 nafas cepat)

b. >eurotransmitter 

>2, serotonin  ??

>2 agonis adrenergik beta  antagonis adrenergik-alfa3 pencetus c. enelitian encitraan 5tak

(23)

8ontoh6 pada gangguan an9ietas didapati kelainan di korteks frontalis, oksipital, temporalis. aGFda gangguan panik didapati kelainan pada girus para hipokampus. d. enelitian enetika

enelitian ini mendapatkan, hampir separuh dan semua pasien dengan gangguan panik memiliki sekurangnya satu sanak saudara yang !uga menderita gangguan *inopsis sikiatri, Kaplan  *adock ed. 1 !ilid dua

+ Man$2e&ta&$ Kl$n$&!

+ Ge3ala p&$olo1$!

Ketegangan, kekuatiran, panik, perasaan tak nyata, takut mati , takut AgilaA, takut kehilangan kontrol dan sebagainya.

+ Ge3ala 2$&$!

emetar, berkeringat, !antung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung dan lain-lain.

(r. E2alina Asna3i Hutagalung+ !p.,'+!I%P!I-% !EHA"I ,E!EHA4AN 'I5A+ I,A4AN ,4E" INNE!IA)

angguan ansietas pada dasarnya mempunyai penyebab m0lt$2ator$al , baik dari diri sendiri, faktor biologis, faktor sosial, psikologis, penyalahgunaan7pemakaian obat tertentu secara berlebihan, maupun ge!ala yang timbul dari suatu penyakit lain(/racchione, 30).

5ator b$olo1$& an&$eta& mer0paan a$bat dar$ rea&$ &ara2 otonom an1 berleb$"an,  sebagai contoh +* atau Pre Menstrual Syndrome, disamping dapat ter!adi gangguan fisik ternyata +* !uga dapat memunculkan ansietas, berupa gangguan mental seperti mudah tersinggung dan sensitif. *edangkan dari aspek psikoanalisis, ansietas dapat ter!adi akibat impuls-impuls bawah sadar (seks, agresi, dan ancaman) yang masuk ke alam sadar, atau mekanisme pertahanan !iwa yang tidak sepenuhnya berhasil, dapat menimbulkan ansietas yakni reaksi fobia.

 ?nsietas !uga timbul sebagai e2e &e0nder   dari suatu penyakit, misalnya pasien yang menderita penyakit kanker ternyata !uga sering menderita gangguan psikis seperti depresi, ansietas dan gangguan lainnya, ketakutan pasien akan penyakit yang dideritanya atau pun kesakitan fisik yang dialaminya dari suatu penyakit itulah yang men!adi penyebab timbulnya ansietas.

6ar$ pendeatan &o&$al, ansietas dapat disebabkan karena frustasi , on2l$, teanan, r$&$&, eta0tan an1 ter0& mener0&  yang disebabkan oleh kesusahan dan kegagalan yang bertubi-tubi, adanya kecenderungan -kecenderungan harga diri yang terhalang, repressi terhadap macam-macam masalah emosional, akan tetapi tidak bisa berlangsung secara sempurna(incomplete repress), atau dorongan-dorongan seksual yang tidak mendapat kepuasan dan terhambat, sehingga mengakibatkan banyak konflik batin(8ameroon, 30)

 ?nsietas !uga timbul sebagai e2e &e0nder dar$ &0at0 pena$t,   misalnya pasien yang menderita penyakit kanker ternyata !uga sering menderita gangguan psikis seperti depresi, ansietas dan gangguan lainnya, ketakutan pasien akan penyakit yang dideritanya atau pun kesakitan fisik yang dialaminya dari suatu penyakit itulah yang men!adi penyebab timbulnya ansietas, misal saat sekarat mendekati kematian atau mengalami penderitaan akibat suatu penyakit.

7enala"10naan ata0 pen110naan obat/>at tertent0 an1 berleb$"an  !uga merupakan salah satu penyebab utama ansietas. *eperti alkoholisme, intoksikasi kafein, hipertiroidisme, dan feokromositoma harus disingkirkan dalam mengatasi ge!ala ansietas ini(rust, 31). Karena sebagian besar orang akan berlari ke hal-hal tadi untuk menghadapi ansietas yang timbul pada dirinya. eberapa 'at yang dapat menyebabkan ansietas anatara lain 6

-?nticonvulsants(8arbama'epine, ethosu9imide) -?ntihistamines

-?ntimicrobials(8ephalosporins, oflo9acin, aciclovir, isonia'id) -ronchodilators(Theophyllines)

(24)

-Digitalis(pada level toksik) -5estrogen

-Bevodopa -8orticosteroids -Thyro9ine

->on-steroidal anti-inflammatory drugs(Cndomethacin) -Thyro9ine

+emang mungkin dalam penggunaan beberapa obat-obatan lain terkadang  !uga menyebabkan tremor atau palpitasi seperti ansietas, namun ini dapat dibedakan

dari ansietas melalui pemeriksaan klinis lebih lan!ut

 ?nsietas !uga dapat disebabkan karena adanya pengaruh 2ator 1enet$ dari keluarga. enelitian telah melaporkan bahwa duapertiga sampai tigaperempat pasien yang terkena ansietas memiliki sekurang-kurangnya satu sanak saudara dera!at pertama dengan ansietas spesifik tipe spesifik yang sama(rust, 31)

+eskipun demikian masih banyak penyebab ansietas yang harus selalu dicari, untuk itu diperlukan anamne&$& an1 len1ap &epert$ a&al t$mb0lna 1e3ala dan matr$& $nterper&onal dan &o#$al berm0lana 1e3ala .HH C>?T CT"... IJJI

+ Kla&$2$a&$!

BENTUK GANGGUAN AN?IETA

• angguan anik • angguan /obik

• angguan 5bsesif-kompulsif • angguan *tres asca Trauma • angguan stres ?kut

• angguan ?n9ietas +enyeluruh.

Ket!

=. GANGGUAN 7ANIK

•  ?da dua kriterla angguan panik 6 gangguan panik tanpa a1ora2ob$a dan 1an110an pan$

den1an a1oro2ob$a kedua gangguan panik ini harus ada serangan panik. GAMBARAN K4INI

*erangan panik pertama seringkali &pontan, tanpa tanda mau serangan panik, walaupun serangan panik kadang-kadang ter!adi setelah luapan kegembiraan, kelelahan fisik, aktivitas seksual atau trauma

emosional. Klinisi harus berusaha untuk mengetahui tiap kebiasaan atau situasi yang sering mendahului serangan panik. *erangan sering dimulai dengan periode ge!ala yang meningkat dengan cepat selama $ menit.

Ge3ala mental 0tama adalah ketakutan yang kuat, suatu perasaan ancaman kematian dan kiamat. asien biasanya tidak mampu menyebutkan sumber ketakutannya. asien mungkin merasa kebingungan dan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian.

Tanda 2$&$ adala" takikardia, palpitasi, sesak nafas dan berkeringat. asien seringkali mencoba untuk mencari bantuan. *erangan biasanya berlangsung 3 sampai % menit.

A1ora2obma 6 pasien dengan agorafobia akan menghindari situasi dimana ia akan sulit mendapatkan bantuan. asien mungkin memaksa bahwa mereka harus ditemani setiap kali mereka keluar rumah.

7E6OMAN 6IAGNOTIK AGORA5OBIA

• Kecemasan berada di dalam suatu tempat atau situasi dimana kemungkinan sulit meloloskan diri • *ituasi dihindari, misal !arang bepergian

• Kecemasan atau penghindaran fobik bukan karena gangguan mental lain, misal fobia sosial

(25)

• *erangan panik rekuren dan tidak diharapkan

• *ekurangnya satu serangan , diikuti satu atau lebih 6 kekawatiran menetap akan mengalami

serangan tambahan, ketakutan tentang arti serangan, perubahan perilaku bermakna berhubungan dengan serangan

• *erangan panik bukan karena efek fisiologis langsung atau suatu kondisi medis umum

• *erangan panik tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain. misal gangguan obsesif

-kompulsif.

• angguan panik bisa dengan agorafobia atau tanpa agorafobia

TERA7I

Kon&el$n1 dan med$a&$.

Kon&el$n1! a!ari pasien untuk diam ditempat sampai serangan panik berlalu, konsentrasikan diri untuk mengatasi an9ietas bukan pada ge!ala fisik, rileks, latihan pernafasan. Cdentifikasikan rasa takut selama serangan. Diskusikan cara menghadapi rasa takut saya tidak mengalami serangan !antung, hanya panik,

akan berlalu.

Med$a&$ ! banyak pasien tertolong melalui konseling dan tidak membutuhkan medikasi. ila serangan sering dan berat, atau secara bermakna dalam keadaan depresi beri antidepresan (imipramin 34 mg malam hari, dosis bisa sampai $ $4 mg malam selama 3 minggu ). ila serangan !arang dan terbatas beri anti an9ietas, !angka pendek (lora'epam ,4 $ mg % dd $ atau alpra'olam ,34 $ mg % dd $) hindari pemberian  !angka pan!ang dan pemberian medikasi yang tidak perlu.

'. GANGGUAN 5OBIK

enelitian epidemiologis di ?merika *erikat menemukan 4 $ persen populasi menderita gangguan ini . 5OBIA adala" &0at0 eta0tan an1 t$da ra&$onal  yang menyebabkan penghindaran yang disadari

terhadap obyek, aktivitas, atau situasi yang ditakuti.

5ob$a &pe&$2$! takut terhadap binatang, badai, ketinggian, penyakit, cedera, dsb

5ob$a &o&$al! takut terhadap rasa memalukan di dalam berbagai lingkungan sosial seperti berbicara di depan umum, dsb

7E6OMAN 6IAGNOTIK

• ;asa takut yang !elas, menetap dan berlebihan atau tidak beralasan (obyek 7situasi) • emaparan dengan stimulus fobik hampir selalu mencetuskan kecemasan

• +enyadari bahwa rasa takut adalah berlebihan • *ituasi fobik dihindari

TERA7I

Konseling dan medikasi6 dorong pasien untuk dapat mengatur pernafasan, membuat daftar situasi yang ditakuti atau dihindari, diskusikan cara-cara menghadapi rasa takut tersebut. Dengan konseling banyak pasien tidak membutuhkan medikasi. ila ada depresi bisa diberi antidepresan lmipramin 4 $4 mg7 hari. ila ada an9ietas beri antian9ietas dalam waktu singkat, karena bisa menimbulkan ketergantungan. eta blokerdapat mengurangi ge!ala fisik. Konsultasi spesialistik bila rasa takut menetap

*. GANGGUAN OBEI5-KOM7U4I5

revalensi seumur hidup gangguan obsesif-kompulsif pada populasi umum diperkirakan adalah 3-% persen. OBEI5 adala"p$$ran, pera&aan, $de yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak dikehendaki. KOM7U4I5 adala" t$n1a"-la0 yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak dikehendaki.

7E6OMAN 6IAGNOI  ikiran, impuls, yang berulang

(26)

 +enyadari bahwa obsesif-kompulsif adalah berlebihan atau tidak beralasan  5bsesif-kompulsif menyebabkan penderitaan

 Tidak disebabkan oleh suatu 'at atau kondisi medis umum. TERA7I

Konseling dan medikasi 6 mengenali, menghadapi, menantang pikiran yang berulang dapat mengurangi ge!ala obsesd, yang pada akhirnya mengurangi perilaku kompulsif. Batihan pernafasan. icarakan apa yang akan dilakukan pasien untuk mengatasi situasi, kenali dari perkuat hal yang berhasil mengatasi situasi. ila diperlukan bisa diberi Klomipramin $ - $4 mg, atau golongan *elected *erotonin ;euptake Cnhibitors. Konsultasi spesialistik bila kondisi tidak berkurang atau menetap.

@. GANGGUAN TRE 7A%A-TRAUMA

asien dapat diklasifikasikan mendenta gangguan stres pasca-trauma, bila mereka mengalami suatu &tre& an1 aan ber&$2at tra0mat$  bagi hampir semua orang. Trauma bisa berupa trauma peperangan, bencana alam, penyerangan, pemerkosaan, kecelakaan.

Gan110an &tre&-pa&#a tra0ma terd$r$ dar$!

- pengalaman kembali trauma melalui mimpi dan pikiran, penghindaran yang persisten oleh penderita terhadap trauma dan penumpulan responsivitas pada penderita tersebut, kesadaran berlebihan dan persisten.

Ge3ala penerta yang sering dan gangguan stres pasca-trauma adalah depresi, kecemasan dan kesulitan kognitif(contoh pemusatan perhatian yang buruk)

revalensi seumur hidup gangguan stres pasaca-trauma diperkirakan C sampai % persen populasi umum, 4 sampai $4 persen mengalami bentuk gangguan yang subklinis. Lalaupun gangguan stres pasca-trauma dapat ter!adi pada setiap usia, namun 1an110an pal$n1 menon3ol pada 0&$a dewa&a m0da.

7E6OMAN 6IAGNOTIK TRE 7A%ATRAUMA  ?. Telah terpapar dengan peristiwa traumatik, didapati6

o mengalami, menyaksikan, dihadapkan dengan peristiwa yang berupa ancaman kematian,

atau kematian yang sesungguhanya atau cedera yang serius,atau ancaman integritas fisik diri sendiri atau orang lain

o respon berupa rasa takut yang kuat, rasa tidak berdaya

. Keadan traumatik secara menetap dialami kembali dalam satu atau lebih cara berikut6

o rekoleksi yang menderitakan, rekuren dan mengganggu tentang ke!adian o +impi menakutkan yang berulang tentang ke!adian

o berkelakuan atau merasa seakan-akan ke!adian traumatik ter!adi kembali

o penderitaan psikologis yang kuat saat terpapar dengan tanda internal atau eksternal yang

menyimbolkan atau menyerupai suatu aspek ke!adian traumatik

o reaktivitas psikologis saat terpapar dengan tanda internal atau eksternal yang

menyimbolkan atau menyerupai aspek ke!adian traumatik

8. enghindaran stimulus yang persisten yang berhubungan dengan trauma

D. e!ala menetap, adanya peningkatan kesadaran , seperti dua atau lebih berikut6 kesulitan tidur, irritabilitas, sulit konsentrasi, kewaspadaan berlebihan, respon ke!ut yang berlebihan.

2. Bama gangguan ge!ala ,8,D adalah lebih dari satu bulan.

/. angguan menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, peker!aan, atau fungsi penting lain.

4. REAKI TRE AKUT

(27)

lain yang nyata, sebagai respons terhadap stres fisik maupun mental yang luar biasa dan biasanya

menghilang dalam beberapa !am atau hari. *tresornya dapat berupa pengalaman traumatik yang luar biasa . Kerentanan individu dan kemampuan menyesuaikan diri memegang peranan dalam ter!adinya dan

keparahannya suatu reaksi stres akut.

7E6OMAN 6IAGNOTIK

&arus ada kaitan waktu yang langsung dan !elas antara ter!adinya pengalaman stresor luar biasa dengan onset dan ge!ala. 5nset biasanya setelah beberapa menit atau bahkan segera setelah ke!adian. *elain itu ditemukan

(a) terdapat gambaran ge!ala campuran yang biasanya berubah-ubahF selain ge!ala permulaan berupa keadaan @ terpakuA , semua ge!ala berikut mungkin tampak6 depresif, an9ietas, kemarahan, kekecewaan, overaktif dan penarikan diri, akan tetapi tidak satupun dan !enis ge!ala tersebut yang mendominasi

gambaran klinisnya untuk waktu lama.

(b) pada kasus-kasus yang dapat dialihkan dan stresomya, ge!ala-ge!alanya dapat menghilang dengan cepat (dalam beberapa !am)F dalam hal dimana stres tidak dapat dialihkan, ge!ala-ge!ala biasanya baru mulai mereda setelah 30 - 0# !am dan biasanya menghilang setelah % hari.

. GANGGUAN AN?IETA MENE4URUH

ambaran esensial dan gangguan ini adalah adanya an9ietas yang menel0r0" dan menetap berta"an lama, e!ala yang dominant sangat bervariasi, tetapi keluhan tegang yang berkepan!angan, gemetaran, ketegangan otot, berkeringat, kepala terasa ringan, palpitasi, pusing kepala dan keluhan epigastnik adalah keluhankeluhan yang la'im di!umpai. Ketakutan bahwa dirinya atau anggota keluarganya akan menderita sakit atau akan mengalami kecelakaan dalam waktu dekat, merupakan keluhan yang seringkali diungkapkan

7E6OMAN 6IAGNOTIK

asien harus menun!ukan ge!ala primer an9ietas yang berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu, bahkan biasanya sampai beberapa bulan. e!ala-ge!ala ini biasanya mencakup hal-hal berikut 6 kecemasan tentang masa depan, ketegangan motorik, overaktivitas otonomik

9. GANGGUAN %AM7URAN AN?IETA 6AN 6E7REI

Kategori campuran ini harus digunakan bilamana terdapat ge!ala an9ietas maupun depresi, di mana masing-masing tidak menun!ukkan rangkaian ge!ala yang cukup berat untuk menegakkan diaognosis tersendiri. (r. E2alina Asna3i Hutagalung+ !p.,'+!I%P!I-% !EHA"I ,E!EHA4AN 'I5A+ I,A4AN ,4E" 

INNE!IA)

(28)

genetic

 biological

in brain

en5ironment7 experience

d8

anxiety symptoms

crowded place

social interacton

(29)

References

Related documents

For my own research it is significant to note that the studies which used a postcolonial lens to examine development worker identity made an apparent

In contrast, memory effects occur when a test- taker increases his/her retest score due to remembering previous responses and test- specific information from initial testing with

Even though the simulation in figure 4 also takes the economy 6 periods to get back at its full employment output level, we can observe that in this case, the nominal rate of

This is a general theory on how to improve learning, not just for reading but also for meeting new people, learning new memorization and retention skills, and much

These filings are public record available for citizen review, and citizens with questions about charities are encouraged to contact the Ohio Attorney General’s Office to ensure

For 40 years, Interfaces has been serving the field of operations research and management science (OR/MS) as the premier practice journal. Articles from the journal help advance

Serangga yang termasuk ordo ini adalah orong- orong, belalang kayu, kecoa, jangkrik, belalang sembah, belalan.. orong, belalang kayu, kecoa, jangkrik, belalang sembah, belalan