• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
79
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL (FILM SUARA) DALAM KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA PRANCIS PESERTA DIDIK

KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN SMK KRIDA WISATA BANDAR LAMPUNG 2019

(Skripsi)

Oleh

MUHAMMAD MANDALA PUTRA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL GERAK (FILM SUARA) DALAM KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA PRANCIS PESERTA

DIDIK KELAS XI SMK KRIDA WISATA BANDAR LAMPUNG 2019

Oleh

Muhammad Mandala Putra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audio visual gerak (film suara) ke dalam pembelajaraan keterampilan menyimak Bahasa Prancis siswa kelas XI di SMK Kridawisata Bandarlampung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-experimental dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi berjumlah 66 siswa dengan sampel 27 siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan. Instrumen yang digunakan berupa tes soal pilihan mencocokan (matching test) dan benar salah ( true-false item ) Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest.

(3)

homogenitas menunjukan nilai signifikansi yaitu 0,438. Nilai signifikansi data tersebut lebih dari 0,05 maka data tersebut memiliki varian sama atau homogen. Hasil pretest kelas eksperimen rata-rata nilai sebesar 45,55. Hasil posttest kelas eksperimen rata-rata nilai sebesar 85,18. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dengan menggunakan Audio-Visual gerak (film pendek). Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil uji-t yaitu nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) ≤ 0,05, yakni 0,000 ≤ 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

Hasil hipotesis penelitian ini teruji dan terdapat peningkatan keterampilan menyimak bahasa Prancis dengan menggunakan media Audio-Visaul gerak pada siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan SMK Kridawisata Bandarlampung .

(4)

ABSTRAIT

L’UTILISATION DES SUPPORTS MOBILES AUDIO-VISUELS (FILMS) DANS L’APPRENTISSAGE DU FRANÇAIS POUR DES ÉLÈVES DE LA

CLASSE XI DE L’ÉCOLE PROFESSIONNELLE KRIDA WISATA BANDAR LAMPUNG

Par

Muhammad Mandala Putra

Cette recherche a pour but de développer l’utilisation des supports audio-visuels mobiles (films) dans le cadre de l’apprentissage du français pour les élèves de la classe XI du lycée professionnel kridawisata bandarlampung.

(5)

Les résultats du test d'homogénéité montrent une valeur de signification de 0,438. Cette valeur est supérieure à 0,05 et les données ont donc la même variante ou une variante homogène. Les résultats du pré-test étaient en moyenne de 45,55. Les résultats post-test étaient en moyenne de 85,18. Ces résultats indiquent qu'il existe des différences en utilisant audio-visuels mobiles (films). C’est prouvé avec le résultat de la valeur de rendement du calcul du test-t (Sig 2 à queue) ≤ 0,05, soit 0,000 ≤ 0,05, alors Ha est accepté et Ho est rejeté.

Les résultats de cette hypothèse de recherche ont été testés et il y avait une augmentation du comprehension orale français en utilisant audio-visuels mobiles (films) dans la classe XI hébergement d'hospitalité, SMK Kridawisata Bandarlampung.

(6)

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL (FILM SUARA) DALAM KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA PRANCIS PESERTA DIDIK

KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN SMK KRIDA WISATA BANDAR LAMPUNG 2019

Oleh

MUHAMMAD MANDALA PUTRA

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruandan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(7)
(8)
(9)
(10)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kotabumi, Lampung pada 16 Juli 1997, sebagai anak keempat dari empat bersaudara, dari bapak Muchtar Umar dan ibu Suneli. Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Muslimin, Bukit Kemuning, Lampung Utara diselesaikan tahun 2003, Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SDN 3 Bukit Kemuning, Lampung Utara pada tahun 2009, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 1 Bukit Kemuning Lampung Utara pada tahun 2012, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 1 Bukit Kemuning pada tahun 2015. Pada tahun tersebut juga penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unila melalui jalur SNMPTN.

(11)

MOTO

Ketika kamu merasa paling benar, kamu cendrung mengoreksi yang menurut kamu salah, dan ketika kamu mengoreksi menurut kamu salah

disana terjadi perpecahan -Pandji Pragiwaksono

Jangan lupa bahagia, sebab karunia yang Tuhan berikan jauh lebih banyak dari masalah yang kamu keluhkan

-Hamba Allah

Yang paling berbahaya adalah perpisahan yang menyisakan tanda tanya, sehingga melangkah tak terasa benar-benar pergi.

(12)

PERSEMBAHAN

Bismillahirrohmaanirrohiim

Bersama keridhaan Mu ya Allah, kupersembahkan karya sederhana ini kepada orang-orang yang menyayangi insan sepertiku.

Teruntuk Ayahku Muchtar Umar dan Ibuku Suneli yang tercinta.

Terimakasih atas segala-galanya, atas segala yang telah dilakukan demi anakmu. Terimakasih atas semua pengorbanan, cinta dan airmata yang terpancar setiapdoa dan

sujudmu, serta restumu yang selalu mengiringi langkah anakmu dan untuk setiap dukungan untuk putramu ini.

Kakak laki-laki dan kakak perempuan tersayang Neta susmarini,Mira Febrina, dan Mulia Saputra, terimakasih untuk semua dukungan, senyuman, canda tawa, dan kasih

sayang yang membuat penulis tetap semangat dan optimis menyelesaikan karya ini. Sahabatku Coral dan keluargaku Mess Unila yang selalu mengajarkan segalanya, memberikan keceriaan, semangat, tempat berkeluh kesah, dan tempat menghabiskan

(13)

Dan orang yang selalu mendukungku untuk menyelesaikan dan menjadi motivasiku dalam segala hal walau baru beberapa bulan terima kasih banyak.

Semoga semua usaha ini mampu menjadi kabahagiaan dan kebanggaanuntuk kalian semua.

(14)

SANWACANA

Puji Syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya Skripsi ini dapat diselesaikan.

Skripsi dengan judul “PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL (FILM SUARA) DALAM KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA PRANCIS PESERTA DIDIK KELAS XI SMK KRIDA WISATA BANDAR LAMPUNG 2019.” adalah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Juirusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Lampung.

Dalam kesempatan ini, sebagai wujud rasa hormat penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

(15)

3. Madame Diana Rosita, S.Pd. M.Pd. pembimbing II sekaligus Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Prancis, dan juga sebagai pembimbing akademik. dengan penuh sabar telah membimbing, membantu, memberikan solusi, menjelaskan, dan mengarahkan penulis selama proses penyusunan skripsi ini sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

4. Madame Nani Kusrini, S.S, M.Pd. penguji yang senantiasa memberikan bimbingan,motiva nasihat dan saran-saran kepada penulis.

5. Para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis yang telah memberikan penulis dengan berbagai ilmu yang bermanfaat.

6. Orang tuaku, Ayah Muchtar Umar dan Ibu Suneli terimakasih atas limpahan cinta dan kasih sayang serta memberikan nasihat, dukungan, motivasi, dan untaian doa yang tiada terputus untuk keberhasilan penulis.

7. Neta Susmarini,Mira Febrina, Mulia Saputra sebagai kakak kandung yang telah memberikan masukan dan motivasinya selama ini telah banyak memberikan bantuan moral serta materil, semoga Allah SWT selalu memberikan rezeki yang tak terhingga untuk kalian, Aamiin.

(16)

9. Keluarga Besar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis khususnya teman-teman seperjuangan angkatan 2015 yang penulis banggakan serta adik-adik tingkat.

10. Keluarga KKN Pekalongan Lampung Timur.Ririn Wulandari,Lisa Rahmawati,Khusnul Khotimah,Gita Rizky Na,Reny Triyana,Primadona,Naufal Hidayat,Dyki Adithya. Terimakasih untuk 45 hari yang sangat berkesan. Sukses untuk kita semua, Aamiin.

11. Mess Abed, Squad TCRY Mobile Legends, dan teman teman di luar kampus yang selalu memberi semangat.

12. Semua pihak yang terlibat dalam penulisan dan penyelesaian skripsi ini.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Penulis berharap skripsi ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca dan khususnya bagi Pendidikan Bahasa Perancis, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, Januari 2020

(17)

xv DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

HALAMAN JUDUL ... v

HALAMAN PERSETUJUAN ... vi

HALAMAN PENGESAHAN ... vii

HALAMAN PERNYATAAN ... iii

RIWAYAT HIDUP ... ix

MOTO ... x

PERSEMBAHAN ... xi

SANWACANA ... xii

DAFTAR ISI ... xv

DAFTAR TABEL ... xvii

DAFTAR GAMBAR ... xix

BAB 1. PENDALUHUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Ruang Lingkup Penelitian ... 6

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 7

G. Batasan Masalah ... 8

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Pengajaraan ... 10

1. Fungsi Dan Manfaat Media pengajaraan ... 11

2. Klasifikasi Media Pengajaraan ... 14

3. Kriteria Pemilihan Media Pengajaran ... 15

B. Media Audio-Visual ... 15

1. Pengertian Media Audio-Visual ... 15

2. Macam-Macam Media Audio-Visual... 18

3. Fungsi Media Audio-Visual ... 21

4. Manfaat Media Audio-Visual... 23

C. Media Film ... 24

(18)

xvi

2. Film sebagai media pembelajaraan yang baik ... 25

3. Jenis film ... 26

D. Keterampilan Menyimak ... 27

1. Pengertian Menyimak ... 27

2. Tujuan Menyimak ... 28

3. Ragam Menyimak ... 29

4. Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Menyimak ... 34

5. Tahap-Tahap Dalam Proses Menyimak ... 36

E. Kerangka Berpikir ... 37

F. Hipotesis Penelitian ... 39

BAB III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 40

B. Desain Penelitian ... 41

C. Variabel Penelitian ... 42

D. Prosedur Penelitian ...43

1. Tahap Praeksperimen ...43

2. Tahap Eksperimen...43

3. Tahap Pasca Eksperimen ... 44

E. Tempat dan Waktu Penelitian ... 44

1. . Tempat Penelitian ... 44

2. . Waktu Penelitian ... 44

F. Populasi dan Sampel ... 44

1. Populasi ... 44

2. Sampel ... 44

G. Teknik Pengumpulan Data ... 45

H. Instrumen Penelitian ... 46

1. Instrumen pembelajaraan ... 46

2. Instrumen tes ... 48

3. Uji coba instrumen. ... 48

I. Validitas dan Realibilitas ... 49

1. Validitas Instrumen ... 49

2. Realibilitas ... 50

J. Teknik Analisis Data dan Penelitian ... 51

1. Uji peningkatan hasil belajar N-gain ... 51

2. Uji Normalitas ... 51

3. Uji Homogenitas ... 52

K. Teknik Analisis Data ... 53

1. Uji-t.. ... 53

2. Uji Hipotesis ... 53

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian ... 55

B. Hasil uji coba intrumen penelitian ... 57

1. Uji validitas ... 57

2. Uji reliabilitas ... 58

(19)

xvii

1. Data pretest ... 58

2. Data posttest ... 60

3. Perbandingan Data Posttest dan Pretest ... 62

D. Uji Peningkatan Hasil Belajar ... 62

E. Hasil Analisis Data ... 63

1. Uji normalitas ... 63

a. Data Pretest ... 63

b. Data Posttest ... 64

2. Uji Homogenitas ... 64

F. Uji Hipotesis ... 65

1. Uji perbedaan (Uji-t) ... 65

G. Pembahasan ... 66

(20)

xviii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Perbedaan Gaya Menyimak Antara Pria Dan wanita ... 36

2. One Group Pre-Test Post-Test Design ... 40

3. Populasi Penelitian ... 44

4. Sampel Penelitian ... 45

5. Silabus Bahasa Prancis Kelas XI ... 46

6. Indeks Reliabilitas ... 50

7. Daftar Nilai Pretest dan Posttest Peningkatan Kosakata Bahasa Prancis...55

8. Rangkuman Data Statistik Nilai Pretest Bahasa Prancis...58

9. Distribusi Frekuensi Perolehan Nilai Pretest Bahasa Prancis...58

10. Rangkuman Data Statistik Nilai Posttest Bahasa Prancis...59

11. Distribusi Frekuensi Perolehan Nilai Posstest Bahasa Prancis...60

12. Perbandingan Data ... 61

13. Rekapitulasi N-Gain ... 62

14. Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen ... 62

15. Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen ... 63

(21)

xix

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(22)

xx

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus 2. RPP 3. Materi

4. Hasil Terbesar Pretest 5. Hasil Terkecil Pretest 6. Hasil Terbesar Posttest 7. Hasil Terkecil Posttest 8. Foto Pelaksanaan

9. Hasil Perhitungan Data Statistik 10. Hasil Perhitungan Uji Homogenitas 11. Hasil Perhitungan Uji Normalitas 12. Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas 13. Hasil Uji - T

(23)

1

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa asing dan bahasa kedua di dunia yang dipelajari peserta didik yang bersekolah di Indonesia selain bahasa Inggris. Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa asing untuk orang yang memiliki bahasa lain selain bahasa Prancis sebagai bahasa pertama (bahasa ibu). Dengan demikian, penguasaan bahasa Prancis merupakan salah satu persyaratan penting bagi keberhasilan individu, masyarakat pada umumnya dan siswa pada khususnya dalam menjawab tantangan zaman dalam era globalisasi.

Dari masa ke masa, pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan. Perkembangan itu ditunjang oleh pesatnya kemajuan teknologi dan multimedia yang digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi dan multimedia dalam proses pembelajaran dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Proses pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan kreatifitas siswa dan menumbuhkan cara berfikir kritis siswa.

(24)

2

keterampilan tersebut pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain sehingga pengajarannya harus dilakukan secara terpadu.

Keterampilan menyimak adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan reseptif yang kompleks sehingga guru harus selalu mencari dan menemukan media pengajaran yang inovatif agar dapat membantu siswa dalam keterampilan menyimak.

Dalam upaya meningkatkan pembelajaran bahasa Prancis yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik sangat diperlukan berbagai terobosan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Seorang guru dituntut untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Prancis salah satunya yaitu dengan membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif sehingga dapat mendorong siswa untuk belajar lebih optimal, disamping itu motivasi dalam belajar bahasa Prancis yang cenderung rendah menyebabkan menurunnya hasil belajar siswa dalam pelajaran bahasa Prancis.

(25)

3

Jadi tugas guru bagaimana mendorong para siswa agar pada dirinya tumbuh motivasi. Dari uraian-uraian di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa guru harus lebih kreatif dalam menyampaikan pembelajaran sehingga dapat menarik dan mempermudah peserta didik mempelajari bahasa Prancis.

Menurut Sudjana dan Rivai (2002: 2) media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada giliranya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Alasanya berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain : (1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, (2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga akan lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik, (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, (4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia yang disertai animasi.

(26)

4

pernyataan tersebut jelas bahwa fungsi media sangat penting dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Salah satu media yang dapat digunakan ke dalam bahasa Prancis untuk keterampilan menyimak Audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan

dan teknologi), meliputi media yang dapat dilihat dan didengar” (Rohani,

1997: 97-98). Media Audio-Visual juga bisa disebut media yang

(27)

5

Manfaat media Audio-visual adalah untuk memberikan variasi dalam proses belajar mengajar siswa sehingga perhatian siswa pada pelajaran lebih besar dan pelajaran yang diberikan mudah diingat dan dipahami. Dari uraian di atas peneliti tertarik untuk mengungkapkan bagaimana pengembangan media pembelajaran Compréhension Orale yang tepat, sehingga dapat menambah daya tarik belajar peserta didik dan meningkatkan keterampilan menyimak serta memotivasi peserta didik lebih giat lagi dalam memahami materi pelajaran. Dengan demikian media audio visual merupakan salah satu sumber belajar yang diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan yang ada dalam proses belajar mengajar terutama dalam keterampilan menulis.

Dapat disimpulkan bahwa manfaat media audio-visual adalah untuk memberikan variasi dalam proses belajar mengajar siswa sehingga perhatian siswa pada pelajaran lebih besar dan pelajaran yang diberikan mudah diingat dan dipahami.

B. Identifikasi masalah

Hambatan dalam pembelajaraan menyimak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:.

1. Kemampuan siswa masih rendah dalam kegiatan menyimak, sehingga kurang termotivasi untuk belajar

(28)

6

3. Media yang digunakan yaitu tape, guru tifak menyajikan pembelajaraan dengan media audio-visual.

4. Kompetensi menyimak tidak dilakukan setiap minggu.

5. Media pembelajaraan ini belum pernah sebelumnya digunakan dalam keterampilan menyimak bahasa Prancis kelas XII SMK Krida Wisata Bandarlampung 2019.

C. Ruang Lingkup Penelitian

Mengingat luasnya lingkup permasalahan yang ada, maka fokus permasalahan dibatasi pada pengembangan dan menguji tingkat kelayakan produk media pembelajaran berbasis Audio-Visual (film pendek) untuk ketertampilan Compréhension Orale di SMK Krida wisata Bandarlampung kelas XII.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, dapat diketahui rumusan masalah yang harus ditentukan sebagai berikut:

1. Bagaimana peranan Media Audio-Visual (film suara) terhadap keterampilan menyimak (Compréhension Orale) pembelajaraan bahasa Prancis di SMK Krida Wisata Bandarlampung?

(29)

7

E. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui peranan media Audio-visual (film pendek) untuk meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis siswa kelas XI SMK Krida wisata Bandarlampung.

2. Mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan keterampilan menyimak bahasa Prancis antara siswa yang diajar menggunakan media Audio-Visual (film pendek ) dan yang tidak menggunkan ?

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis terhadap mahasiswa, guru ataupun sekolah.

1. Manfaat praktis a) Bagi sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak sekolah mengenai pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk membantu dan meningkatkan kegiatan belajar mengajar bahasa Prancis.

b) Bagi Guru

Bagi guru pengampu bahasa Prancis di tingkat SMA, akan memperoleh informasi tentang langkah-langkah meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan media Audio-Visual gerak serta ditemukannya hasil pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif.

(30)

8

Sebagai wahana menimba pengalaman meneliti, dan sebagai pemikiran awal guna melakukan penelitian lanjutan.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai metode Audio-Visual (film pendek) dalam meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Prancis, dan dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai acuan penelitian berikutnya dengan pengembangan media pembelajaran.

G. Batasan Masalah

Untuk memberikan gambaran tentang masalah yang akan diteliti, diperlukan batasan istilah untuk membatasi makna terhadap istilah-istilah yang terkait dengan penelitian ini

1. Media Audio-Visual gerak (fim pendek) disebut juga dengan Audio-Visual gerak yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, siswa dapat melihat video dengan suara dan gambar yang bergerak

(31)

10

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Media pengajaraan

Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Sadiman dkk, 2009: 6). dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 726) adalah (1) alat; (2) sarana komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; (3) yang terletak antara dua pihak; (4) perantara,penghubung.

Sanjaya (2012:16) menyatakan media pembelajaran adalah alat untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar. Hamzah B. Uno media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat kamunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke peserta didik yang bertujuan merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

(32)

11

(pemberi pesan) adalah guru, penerima pesan adalah siswa, sedangkan informasi (pesan) adalah materi pelajaran yang harus disampaikan guru kepada siswa.

Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media pengajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan guna lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

1. Fungsi dan Manfaat Media Pengajaran

(33)

12

Secara umum manfaat praktis media dalam proses pembelajaran disampaikan oleh Sudjana dan Rivai dalam Arsyad (2011: 24-25) adalah sebagai berikut.

a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.

c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengar uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

(34)

13

Sadiman dkk (2009: 17) menjabarkan kegunaan-kegunaan media sebagai berikut: (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak hanya berupa kata-kata tertulis atau lisan saja; (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera; (3) penggunaan media yang bervariasi dapat mengatasi kepasifan siswa karena media berfungsi untuk menimbulkan kegairahan belajar dan memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan; (4) media pendidikan secara tidak langsung dapat mengatasi permasalahan-perrmasalahan yang bersifat internal maupun eksternal seperti karakteristik siswa dan lingkungan yang berbeda-beda sedangkan penyajian kurikulum disamaratakan untuk semua siswa. Media akan membantu kerja guru dalam rangka menyamakan persepsi sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik dalam keragaman siswa.

(35)

14

2. Klasifikasi Media Pengajaran

Bretz (dalam Sadiman dkk, 2009: 20-21) mengklasifikasikan media dalam delapan jenis yaitu:

1. Media audio visual gerak adalah media yang mengandung unsur suara, gambar, garis, simbol, dan gerak. Contohnya: televisi dan film.

2. Media audio visual diam adalah media yang unsurnya hanya suara, gambar, garis, dan simbol. Contohnya: film rangkai bersuara, film bingkai bersuara, dan buku ber-audio.

3. Media audio semi-gerak adalah media yang mengandung unsur suara, garis, simbol, dan gerak. Contohnya: audio pointer.

4. Media visual gerak adalah media yang mengandung unsur gambar, garis, simbol, dan gerak. Contohnya: film bisu.

5. Media visual diam adalah media yang mengandung unsur gambar, garis, dan simbol. Contohnya: facsimile, gambar, film rangkai, halaman cetak, dan microfilm.

6. Media semi-gerak adalah media yang unsurnya hanya garis, simbol, dan gerak. Contohnya: teleautograph.

7. Media audio adalah media yang unsurnya hanya suara saja. Contohnya: piringan radio dan pita audio.

(36)

15

Adapun Sanaky (2009: 40) membagi jenis dan karakteristik media pengajaran sebagai berikut: 1) dilihat dari aspek bentuk fisik yaitu media elektronik (slide, film, radio, televisi, video, VCD, DVD, LCD, komputer, internet) dan media non-elektronik (buku, handout, modul, diktat, media grafis, alat peraga); 2) dilihat dari aspek panca indra berupa media audio (dengar), media visual (melihat), dan media audio-visual (dengar-melihat); 3) dilihat dari aspek alat dan bahan yang digunakan, yaitu alat perangkat keras (hardware) dan alat perangkat lunak (software).

3. Kriteria Pemilihan Media Pengajaran

Sebelum menggunakan media pengajaran, diperlukan adanya pemilihan media pengajaran yang tepat sesuai dengan kriteria tertentu. Menurut Hamalik (1989: 6), dalam memilih media pengajaran harus sesuai dengan: 1) tujuan pengajaran; 2) bahan pengajaran; 3) metode mengajar; 4) ketersediaan alat yang dibutuhkan; 5) pribadi pengajar; 6) minat dan kemampuan pembelajar; 7) situasi pembelajaran yang sedang berlangsung

B. Media Audio-Visual

1. Pengertian Media Audio-visual

(37)

16

visual yang disinkronkan dengan media audio, yang sangat memungkinkan terjalinnya komunikasi dua arah antara guru dan anak didik di dalam proses belajar-mengajar.

Media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya.

Media yang digunakan dalam pembelajaraan diyakini dapat lebih menggairahkan peserta didik dalam pembelajaraan adalah media audio visual. Media audio visual juga merupakan salah satu sarana alternatif dalam melakukan proses pembelajaran. Audio visual pembelajaran berbasis teknologi dapat digunakan sebagai sarana alternatif dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, dikarenakan beberapa aspek antara lain :

a. Mudah dikemas dalam proses pembelajaran.

b. Lebih menarik untuk pembelajaran.

c. Dapat diedit (diperbaiki) setiap saat

(38)

17

a. Ahmad Rohani (1997:298) Audio visual atau AVA adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi media yang dapat dilihat, didengar dan dapat dilihat serta didengar.

b. Menurut Andre (1982:21) audio visual adalah suatu media yang terdiri dari media visual yang disinkronkan dengan media audio yang sangat memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

c. Menurut Azhar Arsyad (2002:89) Audio visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan visual. Jadi audio visual adalah alat peraga yang bisa ditangkap dengan indera mata dan indera pendengaran yakni yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

(39)

18

2. Macam-Macam Media Audio Visual

Adapun macam-macam media audio visual adalah sebagai berikut :

a. Audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound sides), film rngkai suara, dan cetak suara.

b. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsure suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video cassette.

1. Film suara

(40)

19

pokok yang berpegang kepada 4-R yaitu : “ The right film in the right place at the right time used in the right way”.

2. Video / VCD

Video sebagai media Audio-Visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bias bersifat fakta maupun fiktif, bias bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Media video Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film.Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.

Kelebihan video :

 Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dengan alata perekam pita video sejumlah besar penonton memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis.

 Menghemat waktu

 Bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak 3. Film Televisi

(41)

20

Selain sebagai media massa, kita mengenal adanya program Televisi Siaran Terbatas (TVST) atau Closed Circuit Television. Pada TVST sebagai suatu system distribusi TV, alat pengirim dan alat penerima secara fisik dihubungkan dengan kabel. Hubungan itu bisa antara sebuah kamera dan alat penerima di dalam ruang yang sama, bisa pula beberapa kelas dihubungkan dengan satu sumber ruang yang sama, sehingga penonton serentak dapat mengikuti program yang disiarkan.

Oemar Hamalik (1985 : 134) mengemukakan : “Television is an electronic motion picture with con joinded or attendant sound; both picture and sound reach the eye and ear simultaneously from a remote broadcast”. Definisi tersebut menjelaskan bahwa televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka televisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.

1. Film Gelang ( Loop Film )

Dilihat dari segi keadaannya, media audio visual dibagi menjadi:

 Audio visual murni, yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film/kaset.

(42)

21

bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder.

3. Fungsi Media Audio Visual

Fungsi media audio menurut Arsyad ( 2003 : 4 ) beliau mengutip pendapat Sudjana dan Rivai ( 1991 : 130 ) adalah untuk melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan pendengaran, yang dapat dicapai dengan media audio ialah berupa :

 Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian.

 Megikuti pengarahan

 Melatih daya analisis

 Menentukan arti dan konteks

 Memilih informasi dan gagasan

 Merangkum, mengingat kembali dan menggali informasi. Fungsi lain dari Media Audio adalah sebagai alat bantu bagi para pendidik, karena sifatnya hanya sekedar membantu, maka dalam

pemanfaatannya memerlukan bantuan metode atau media lain, sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dimiliki oleh pendengar yang akan membantu keberhasilan.

(43)

22

 Pengajaran music literaty ( pembacaan sajak ) , dan kegiatan dokumentasi

 Pengajaran Bahasa Asing, baik secara Audio ataupun secara Audio Visual

 Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan

 Paket-paket untuk berbagi jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.

4. Manfaat Media Audio Visual

Adapun manfaat media audio visual adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas.

b. Membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa

c. Menunjukan hubungan antara mata plajaran dan kebutuhan dan minat. siswa dengan meningkat kan motivasi blajr siswa d. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman blajar

siswa.

e. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kmampuan siswa.

f. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan jmelibatkan imajenasi dan partisipasi aktif yang ngakibatkan meningkatnya hasil belajar.

g. Memberikn umpan balik yang di perlukan yang dapat membantu siswa menemukan seberapa banyak telah mereka pelajari.

(44)

23

i. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat.

j. Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa butuhkan jika mereka membangun struktur konsep dan sistem gagasan yang bermakna.

Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran diharapkan membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan di sekolah.Permasalahan tersebut berguna untuk menerapkan langkah-langkah dasar dalam menentukan proses pengembangan instruksional dalam memilih dan menerapkan media yang tepat. Penggunaan media audiovisual dalam

pembelajaran di kelas dapat bermanfaat untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang dicapai baik berupa pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Media audiovisual juga dapat dimanfaatkan untuk memotivasi siswa dalam belajar di kelas maupun diluar kelas. Siswa mendapat pengalaman langsung melalui mengamati tayangan media audio visual tersebut.

(45)

24

sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih terarah pada tujuan yang hendak dicapai.

C. Media Film

1. Film sebagai media pembelajaraan menyimak

Film pada hakekatnya adalah media baru yang digunakan dalam interaksi belajar mengajar yang mengkombinasikan dua indera pada saat yang bersamaan. Film adalah salah satu bentuk media audio-visual yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran agar efektif.

Film merupakan media audio-visual yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran sekaligus dalam satu proses (Munadi 2013:56). Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya didengar saja.

(46)

25

mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa, (g) mengembangkan imajinasi peserta didik,(h) memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik, (i) sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang, (j) film sangat baik menjelaskan suatu proses dan dapat 21 menjelaskan suatu keterampilan, (k) semua peserta didik dapat belajar dari film, baik yang pandai aupun yang kurang pandai, (l) menumbuhkan minat dan motivasi belajar

2. Film sebagai Media pembelajaraan yang baik

(47)

26

sebagai media yang layak digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.

3. Jenis Film

Menurut Effendy (2009:4-6) terdapat beberapa jenis film, yaitu film dokumenter, film cerita pendek, film cerita panjang, dan film jenis lain. Penjabarannya sebagai berikut : Film documenter adalah film yang menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat untuk berbagai macam tujuan. Namun harus diakui, film documenter tidak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang dan kelompok tertentu. Kedua, film cerita pendek adalah film yang berdurasi kurang dari 60 menit. Selanjutnya, film cerita panjang adalah film yang berdurasi lebih dari 60 menit dan lazimnya berdurasi 90-100 menit. Dan yang terakhir ilm-film jenis lain yang dijabarkan menjadi empat, yakni ;

a. Profil perusahaan Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan. Film ini berfungsi sebagai alat bantu presentasi.

b. Iklan televisi 24 Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk(iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat)

(48)

27

kelompok fiksi dan non fiksi. Kelompok fiksi memproduksi film serial, film televisi dan film cerita pendek. Kelompok non fiksi menggarap aneka program pendidikan, film documenter atau profil tokoh dari daerah tertentu. Sedangkan program noncerita menggarap variety show, TV quiz, talkshow, dan liputan berita. d. Video klip Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat media televisi.

Dalam penelitian ini, film yang digunakan adalah film pendek. Hal ini dikarenakan film pendek memiliki durasi waktu yang singkat, yaitu sekitar lima menit. Peenggunaan film pendek ditujukan agar pembelajaran di kelas lebih efisien. Selain itu alokasi waktu untuk satu kali pertemuan 3x45 menit. Jika menggunakan film panjang, maka guru tidak ada waktu untuk menerangkan materi dan siswa tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan

D. Menyimak

1. Pengertian Menyimak

(49)

28

pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 2008:31). Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah mendengarkan lambang-lambang lisan yang dilakukan dengan sengaja dengan penuh perhatian disertai pemahaman, apresiasi, dan interpretasi untuk memperoleh pesan, informasi, menangkap isi, dan merespon makna yang terkandung di dalamnya

2. Tujuan Menyimak

Tujuan menyimak adalah sebagai berikut.

1) Menyimak untuk belajar, yaitu untuk memperoleh pengetahuan dari ujaran pembicara.

2) Menyimak untuk menikmati keindahan audial, yaitu menyimak dengan menekankan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan.

3) Menyimak untuk mengevaluasi. Menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk, indah-jelek, dan lain-lain).

4) Menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. Orang menyimak agar dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimaknya.

(50)

29

6) Menyimak dengan maksud dan tujuan dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat.

7) Menyimak untuk memecahkan masalah secara kreatif dan analisis.

8) Menyimak untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang diragukan (disarikan dari: Logan [et all]; Shrope dalam Tarigan, 2008:60- 61).

Berdasarkan tujuan-tujuan menyimak diatas, maka menyimak yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan agar siswa memperoleh pengetahuan dari materi yang diperdengarkan. Selain itu, bertujuan agar siswa mampu mengomunikasikan ide-idenya sendiri.

3. Ragam Menyimak

Ragam menyimak terdiri atas menyimak ekstensif dan menyimak intensif. Menyimak ekstensif ditekankan pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum, sedangkan menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi dan dikontrol terhadap suatu hal tertentu (Tarigan, 2008:38- 44). Berikut penjelasan yang lebih rinci tentang ragam menyimak.

a. Menyimak Ekstensif

(51)

30

kali sangat baik bila hal ini dilakukan dengan pertolongan pita-pita otentik yang merekam pembicaraan dalam masyarakat. Yang jauh lebih efektif serta meyakinkan adalah kutipan dari ujaran-ujaran yang nyata dan hidup. Pada umumnya, sumber yang paling baik bagi berbagai aspek menyimak ekstensif adalah rekaman-rekaman yang dibuat oleh guru sendiri karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai. Rekaman-rekaman tersebut dapat memanfaatkan berbagai sumber, seperti siaran radio dan televisi (Brouhton [et all] dalam Tarigan, 2008:38-40).

Jenis-jenis menyimak ekstensif yaitu: menyimak sosial, menyimak sekunder, menyimak estetik, dan menyimak pasif.

1. Menyimak Sosial (Social Listening) Dalam tataran ini paling sedikit mencakup dua hal, yaitu pertama, menyimak secara sopan santun dan penuh perhatian terhadap suatu percakapan dalam situasi sosial. Kedua, menyimak serta memahami peranan-paranan pembicara dan penyimak dalam proses komunikasi tersebut (Anderson dalam Tarigan, 2008:40- 41).

2. Menyimak Sekunder (Secondary Listening) Menyimak Sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening) (Dawson [et all]; Tarigan dalam Tarigan, 2008:41).

(52)

31

(apprecition listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif (Dawson dalam Tarigan, 2008:41).

4. Menyimak Pasif Menyimak Pasif adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa, menghafal luar kepala, berlatih santai, serta menguasai suatu bahasa (Tarigan, 2008:42).

b. Menyimak Intensif

Jika menyimak ekstensif lebih diarahkan pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum serta tidak perlu di bawah bimbingan langsung para guru, 13 maka menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu.

Jenis menyimak intensif yaitu: menyimak kritis, menyimak konsentratif, menyimak kreatif, menyimak eksploratif, menyimak introgatif, dan menyimak selektif.

(53)

32

2. Menyimak Konsentratif (Concentrative Listening) Menyimak Konsentratif (concentrative listening) sering juga disebut a study-type listening atau menyimak sejenis telaah. Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam menyimak konsentratif ini yaitu, a) mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan; b) mencari dan merasakan hubungan-hubungan, seperti kelas, tempat, kualitas, waktu, urutan, serta sebab-akibat; c) mendapatkan atau memperoleh butir-butir informasi tertentu; d) memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam; e) merasakan serta menghayati ide-ide sang pembicara, sasaran, ataupun pengorganisasiannya; f) memahami urutan ide-ide sang pembicara; 14 g) mencari dan mencatat fakta-fakta penting (Anderson; Dawson et all dalam Tarigan, 2008:49).

(54)

33

pikiran imajinatif untuk menciptakan karya baru dalam tulisan, lukisan, dan pementasan; d) mencapai penyelesaian atau pemecahan masalah-masalah serta sekaligus memeriksa dan menguji hasil-hasil pemecahan atau penyelesaian tersebut (Anderson dalam Tarigan, 2008:50)

4. Menyimak Eksplorasif Menyimak eksplorasif, menyimak yang bersifat menyelidik, atau exploratory listening adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan 15 menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit (Dawson dalam Tarigan, 2008:51).

5. Menyimak Interogatif (Interrogative Listening) Menyimak Interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian, dan pemilihan butir- butir dari ujaran sang pembicara karena sang penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan (Dawson dalam Tarigan, 2008: 52).

(55)

34

yang dinyatakan dengan tidak sebenarnya terhadap bahasa asing (Tarigan, 2008: 53).

Ragam menyimak diklasifikasikan berdasarkan berbagai faktor. Dalam penelitian ini ragam menyimak yang diterapkan adalah:

1) Berdasarkan sumber suara yang disimak, maka menyimak berita yang dilakukan termasuk menyimak antarpribadi.

2) berdasarkan taraf aktivitas menyimak, maka termasuk menyimak aktif dan konsentratif

3) berdasarkan taraf hasil simakan termasuk menyimak kreatif, dan 4) berdasarkan tujuan menyimak, termasuk menyimak informatif.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Menyimak

Menurut Tarigan (2008: 104-115), faktor yang mempengaruhi menyimak adalah sebagai berikut.

1) Kondisi Fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas dalam menyimak. 2) Faktor Psikologis juga mempengaruhi proses menyimak. Faktor

psikologis yang positif memberi pengaruh yang baik, sedangkan faktor psikologis yang negatif memberi pengaruh yang buruk terhadap kegiatan menyimak.

(56)

35

4) Faktor Sikap Pada dasarnya, manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segala hal, yaitu sikap menerima dan sikap menolak. Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya dan bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan baginya.

5) Faktor Motivasi Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang. Kalau motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu, maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan. Begitu pula halnya dengan menyimak.

6) Faktor Jenis Kelamin Dari beberapa penelitian, beberapa pakar menarik kesimpulan bahwa pria dan wanita pada umumnya mempunyai perhatian yang berbeda. Cara mereka memusatkan perhatian pada sesuatu pun berbeda pula.

(57)
[image:57.595.214.439.110.421.2]

36

Tabel 1. Perbedaan Gaya Menyimak Pria dan Wanita Pria Wanita

Pria Wanita

Objektif Aktif Keras hati Analisis Rasional

Tidak mau mundur Netral Intrusif Swasembada Menguasai emosi Subjektif Pasif Simpatik Difusif Sensitif Mudah terpengaruh Cenderung memihak Mudah mengalah Bergantung Emosional

7) Faktor Lingkungan Faktor lingkungan berpengaruh besar terhadap keberhasilan menyimak, khususnya terhadap keberhasilan belajar para siswa pada umunya. Faktor lingkungan berupa lingkungan fisik menyangkut pengaturan dan penataan ruang kelas serta saran dalam pembelajaran menyimak. Lingkungan sosial mencakup suasana yang mendorong anak-anak untuk mengalami, mengekpresikan, serta mengevaluasi ide-ide.

(58)

37

5. Pembelajaran Keterampilan Menyimak dengan Media Audio Visual

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa penelitian ini akan menggunakan media audio visual untuk mendukung keterampilan menyimak siswa yaitu dengan langkah-langkah sederhana sebagai berikut:

1) Siswa diperkenalkan dengan media yang akan dipakai yaitu komputer yang berfungsi untuk mengoperasikan materi pelajaran dan LCD projector untuk menampilkan materi pelajaran yang berupa gambar bersuara agar seluruh siswa dapat menyimak gambar tersebut.

2) Guru menerangkan pelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran dibantu seperangkat media audio visual tersebut. Dengan dibantu media audio visual dapat merangsang siswa agar tertarik belajar bahasa Prancis karena dengan media tersebut disajikan suara dan gambar-gambar yang menarik dan tidak membosankan khususnya dalam pembelajaran keterampilan menyimak.

E. Kerangka Berpikir

(59)

lain-38

(60)

39

F. Hipotesis Penelitian

Penelitian Berdasarkan deskripsi teoritik dan kerangka berpikir di atas, maka pada penelitian ini diajukan hipotesis bahwa:

1. Ada perbedaan yang signifikan prestasi menyimak bahasa Prancis antara kelompok siswa yang diajar menggunakan media audio visual dan kelompok siswa yang diajar menggunakan media player atau suara saja.

(61)

40

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena semua gejala dalam penelitian ini dapat diukur dan diubah dalam bentuk angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sugiyono (2016: 107) menyatakan bahwa metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkendali.

(62)

41

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-experimental dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Sugiyono (2016: 111) menggambarkan desain ini sebagai berikut:

Tabel 2. One-Group Pretest-Posttest Design

Kelas Pretest Perlakuan Posttest

E O1 X O2

Keterangan:

E : Kelas eksperimen

X : Perlakuan dengan menggunakan media Audio-Visual gerak (film pendek) O1 : Nilai Pretest

O2 : Nilai Posttest

(63)

42

C. Variabel Penelitian

Menurut Hatch dan Farhady dalam Sugiyono (2016: 60) variabel adalah atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek lain. Sedangkan menurut Sugiyono (2016:60), variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehigga diperoleh informasi tentang hal tersebut, dankemudian ditarik kesimpulannya.

[image:63.595.242.395.542.586.2]

Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Dalam hal ini variabel bebas disimbolkan dengan huruf X sedangkan variabel terikat Y. Variabel bebasnya adalah penggunaan media Audio-Visual . Variabel ini dapat dimanipulasi dan dikendalikan oleh peneliti. Sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan dalam meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Prancis siswa.

Gambar 1. Hubungan antar variabel penelitian

Keterangan:

X : Variabel bebas adalah penggunaan media Audio-Visual

Y : Variabel terikat adalah peningkatan keterampilan menyimak bahasa Prancis

siswa

(64)

43

D. Prosedur Penelitian

Segala penelitian memerlukan prosedur, agar penelitian berjalan secara sistematik dan berhasil sesuai dengan tujuan penelitian. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap praeksperimen, tahap eksperimen dan tahap pascaeksperimen.

1. Tahap praeksperimen

Tahap praeksperimen merupakan tahap yang dilaksanakan sebelum eksperimen. Pada tahap ini, terdapat penentuan sampel dari populasi dan memilih sampel yang akan dijadikan kelompok eksperimen..

2. Tahap eksperimen

Ada tiga cara yang dilakukan pada tahap ini, yaitu :

1. Pemberian tes awal atau pretest merupakan cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keterampilan menyimak bahasa Prancis siswa pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan.

2. Pemberian perlakuan atau perlakuan, maksudnya memberikan perlakuan pada kelas eksperimen dengan menerapkan media Audio-Visual gerak (film pendek). Dalam penelitian ini perlakuan dilakukan sebanyak dua kali pertemuan.

(65)

44

Prancis siswa pada kelompok yang diberi perlakuan apakah terjadi peningkatan, sama, atau menurun

3. Tahap pascaeksperimen

Tahap ini merupakan tahap akhir eksperimen atau tahap penyelesaian. Pada tahap ini hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik, yang dalam hal ini menggunakan program SPSS, dan hasil perhitungan tersebut berguna untuk menjawab hipotesis sehingga dapat diketahui hasilnya.

E. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini diadakan di SMK Kridawisata Bandarlampung yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo Gang Prajurit No.1, Sukarame, Kota Bandar Lampung, Lampung 35122.

2.Waktu Penelitian

Waktu pelaksaan penelitian ini adalah pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 yaitu dimulai pada tanggal 28 Agustus – 28 September 2019.

F. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

(66)
[image:66.595.107.401.110.251.2]

45

Tabel 3. Populasi Penelitian

No Kelas Jumlah siswa

1. XI Tata Boga I 20 Siswa

2. XI Tata Boga II 20 Siswa

3 XI AP 26 Siswa

Total 66 siswa

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2017: 81). Sedangkan menurut Margono (2007: 121), sampel adalah sebagai bagian dari populasi. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan dalam menentukan sampel adalah teknik simple random sampling. Peneliti menggunakan teknik ini karena populasinya homogen. Sehingga dari teknik ini didapatkan sampel yaitu kelas XI Akomodasi Perhotelan 2 yang berjumlah 27 siswa.

Tabel 4. Sampel Penelitian

G. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Menurut Margono (2007: 170) tes ialah seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.

No Kelas Jumlah siswa

1. XI AP 27 siswa

[image:66.595.107.319.519.611.2]
(67)

46

Tes yang diberikan peneliti sebanyak dua kali, yaitu pretest (tes yang dilakukan pada awal pelajaran) dan post-test (tes yang dilakukan pada akhir pelajaran) kepada kelompok eksperimen.

H. Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Menurut Emory dalam Sugiyono (2016: 147-148), meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat dinamakan membuat laporan daripada melakukan penelitian. Namun demikian dalam skala yang paling rendah laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian.

1. Instrumen Pembelajaran

[image:67.595.113.516.489.749.2]

Penelitian ini menggunakan materi dari silabus K13 kelas X semester ganjil. Silabus ini digunakan di kelas XI karena siswa siswi kelas XI SMK Kridawisata baru saja mendapatkan mata pelajaran bahasa Prancis di kelas XI semester genap. Tabel 5. Silabus Bahasa Prancis Kelas XI

3.1 Menggambarkantindak tutur untuk

menyatakankarakteris tik atau sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose) dengan

memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur

kebahasaanpada teks interaksi lisan dan tulis.

4.3 Menggambarkantindak tutur untuk

menyatakankarakteristi k atau sifat orang dan benda (décrire une

Teks interpersonal lisan dan tulis untuk memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang dan benda ( décrire une personne et une chose).

Contoh : J’aime une fille intelligente, artiste mais très timide. Elle ne sort pas beaucoup. Elle fait de la musique

Unsur kebahasaan  Menyaksikan, menyimak, meniru, dan berpartisipasi dalam komunikasi lisan dan tulis dalam memberi dan meminta informasi terkait dengan karakteristik atau sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose)dengan berfokus

padafungsi sosial, struktur teks, dan unsur

(68)

47

personne ou une chose)dengan

memperhatikan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

(1) Kata sifat terkait fisik, mental, psikologis (2) Kata kerja (3) Ucapan,

tekanan kata, intonasi, (4) Ejaan dan

tanda baca

 Bertanya dan mempertanyakan hal-hal yang terdapat dalam teks

interpersonallisan dan tulis dalam memberi dan meminta informasi terkait

karakteristik atau sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose). dengan berfokus

padafungsi sosial, struktur teks, dan unsur

kebahasaannya yang sesuai dengan konteks

 Berlatih secara mandiri maupun dengan bimbingan guru untuk

berinteraksi dalam teksinterpersonal lisan dan tulis dalam memberi dan meminta informasi terkait karakteristik atau sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose).

(69)

48

sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose).

 Melakukan monolog dalam teks interpersonal lisan dan tulis dalam memberi dan meminta informasi terkait karakteristik atau sifat orang dan benda (décrire une personne ou une chose).

2. Instrumen Tes

Instrumen yang digunakan peneliti berupa instrumen tes. Bentuk tes yang digunakan yaitu soal mencocokan (matching test) benar salah (True and false). Hal yang berkaitan dengan instrumen penelitian adalah penyusunan sebuah rancangan instrumen yang disebut dengan kisi-kisi. Kisi-kisi instrumen penelitian ini mengambil dari indikator peningkatan kosakata pada siswa kelas XI semester II/ genap yang terdapat dalam silabus.

3. Uji Coba Instrumen

(70)

49

I. Validitas dan Reliabilitas

Analisis validitas dan reliabilitas instrumen tes digunakan untuk mengetahui kualitas instrumen yang digunakan dalam penelitian.

1. Validitas Instrumen

Dalam bahasa Indonesia valid diartikan sebagai perbuatan / tindakan yang sesuai dengan aturan yang semestinya. Di dalam buku Encyclopedia of Educational Evaluation yang ditulis oleh Scarvia B.Anderson dkk dalam Arikunto (2012: 80) A test is valid if it measueres what it purpose to measure. Pernyataan tersebut dapat diartikan kurang lebih yaitu: sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda bahasa Prancis dengan menggunakan validitas isi (content validity) dan validitas konstruk.

a. Validitas Isi

(71)

50

b. Validitas Konstruk

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir seperti yang disebutkan dalam tujuan instruksional khusus dengan kata lain jika butir-butir soal mengukur aspek berpikir dalam tujuan intruksional (Arikunto, 2012: 83).

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas instrumen adalah ketepatan atau keajegan instrumen tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapan pun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang sama. Hasil penelitian yang reliabel adalah jika terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2015: 172).

Menurut Arikunto (2010: 221), reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Cronbach-Alpha (Djiwandono, 2008: 184). Rumus Cronbach-Alpha adalah sebagai berikut :

𝑟1.1 = ( 𝑛 𝑛 − 1) (

S2− ∑ pq S2 Keterangan:

r1.1 = reliabilitas tes

p = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah Σpq = jumlah hasil perkalian antara p dan q

(72)

51

[image:72.595.106.379.193.318.2]

Perhitungan reliabilitas tes pada penelitian ini dibantu dengan program SPSS 16.0. Kemudian dari hasil perhitungan tersebut akan diperolah kriteria penafsiran untuk indeks reliabilitasnya. Indeks reliabilitas dapat dilihat dari tabel berikut.

Tabel 5. Indeks Reliabilitas

(Sumber: Sugiyono, 2016: 231)

J. Teknik Analisisis Data dan Penelitian

1. Uji Peningkatan Hasil Belajar (Gain)

Uji gain digunakan untuk menentukan peningkatan prestasi belajar siswa. N-Gain diperoleh dari pengurangan skor pretest dengan posttest dibagi oleh skor maksimum dikurang skor pretest.

< 𝑔 >= skor posttest − skor pretest skor maksimum − skor pretest

2. Uji Normalitas

Uji normalitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah sampel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain dengan kertas peluang

No Koefisien reliabilitas Tingkat reliabilitas

1 0,80 – 1,00 Sangat Kuat

2 0,60 – 0,79 Kuat

3 0,40 – 0,59 Sedang

4 0,20 – 0,39 Rendah

(73)

52

normal, uji chi kuadrat, uji liliefors, dengan teknik kolmogorov-smirnov, Statistical Product and Service Solution.

Langkah-langkah uji normalitas adalah sebagai berikut. 1. Rumusan hipotesis:

Ho = Populasi yang berdistribusi normal Ha = Populasi yang berdistribusi tidak normal 2. Uji normalitas menggunakan SPSS 16.0

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan program SPSS 16.0 untuk melakukan uji normalitas data.

3. Melihat nilai signifikan hasil penghitungan menggunakan SPSS yang berupa data test of normality dan menarik kesimpulan dengan ketentuan jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka data berdistribusi normal atau H0 diterima. 3. Uji Homogenitas

Jika sampel berasal dari distribusi normal, maka selanjutnya akan diuji kesamaan dua varians atau disebut uji homogenitas. Uji homogenitas dimaksudkan untuk perbandingan antara kedua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi sama atau tidak. Peneliti melakukan uji homogenitas dengan bantuan SPSS 16.0.

1. Rumusan hipotesis:

Ho = Populasi mempunyai varians yang homogen. Ha = Populasi mempunyai varians yang tidak homogen. 2. Uji homogenitas dengan SPSS 16.0

(74)

53

a. Buka file data yang akan dianalisis. b. Pilih menu berikut ini:

Analyze Compare Means Levene statistic c. Pilih y sebagai dependent list dan x sebagai factor list. d. Klik Ok.

e. Tetapkan taraf signifikansi uji, α = 0,05.

f. Bandingkan nilai α dengan taraf signifikansi yang diproleh.

g. Jika signifikansi yang diproleh > α, maka variansi setiap sampel sama (homogen).

h. Jika variansi yang diperoleh < α, maka variansi setiap sampel tidak sama (tidak Homogen).

(Sumber: Gunawan, 2013: 87)

K. Teknik Analisis Data

1. Analisis Data Uji-T

Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 . Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik analisis data uji-T atau t-test, dimana semua data yang diperoleh akan diwujudkan dalam bentuk angka. Uji-t digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata suatu variabel dengan suatu konstanta tertentu atau nilai hipotesis.

2. Uji Hipotesis

(75)

54

perbedaan rata-rata dari dua kelompok data atau sampel yang independen. Berikut peneliti sajikan perhitungan uji hipotesis dalam penelitian ini.

Rumusan Hipotesis:

Ho: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada media Audio-Visual gerak (film pendek) dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas XI AP SMK Kridawisata Bandarlampung.

Ha: Terdapat perbedaan yang signifikan pada media Audio-Visual gerak (film pendek) dalam meningkatkan keterampilan menyimak kelas XI AP SMK Kridawisata Bandarlampung.

(76)

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan, bahwa dengan penerapan media audio-visual gerak (film suara) untuk meningkatkan hasil pembelajaraan keterampilan menyimak bahasa Prancis yang dimiliki siswa kelas XI SMK Kridawisata Bandarlampung menunjukkan perbedaan yang signifikan, dalam hasil pembelajaran menggunakan media Audio-Visual geral (film suara).Selain itu, penggunaan media pembelajaraan ini dalam proses belajar sesuai dengan karakteristik siswa zaman sekarang, sehingga tercipta suasana kelas yang menyenangkan. Siswa dapat fokus menyimakdan kegiatan tatap muka di dalam kelas mampu membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Dari pembahasan yang telah di paparkan bahwa media audio-visual (film suara) dapat meningkatkan pembelajaraan siswa terutama keterampilan menyimak, dan hasil belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata hasil pretest-posttest.Ada perbedaan setelah menggunakan media pembelajaraan audio-visual (Film Suara) terjadi peningkatan dengannilai rata-ratapretest sebesar 45.55dan hasil rata-rataposttest sebesar 85.18.Selanjutnya, hasil perhitungan uji-t menghasilkan nilai (Sig.

2-tailed) ≤ 0,05 yaitu 0,000 ≤ 0,05. Hasil ini telah diuji kebenarannya dalam taraf

(77)

69

bahwa adanya peningkatan keterampilan menyimak pembelajaraan bahasa Prancis menggunakan media Audio-Visual gerak (film pendek) tersebut berhasil dan mengalami peningkatan.

B.Saran

Beberapa saran untuk usaha perbaikan dalam peningkatan kosakata bahasa Prancis siswa dengan menggunakan media Audio-Visual gerak (film suara) adalah sebagai berikut:

1. Bagi peserta didik, diharapkan dapat lebih termotivasi, aktif, kreatif dan bersemangat. Ditekankan lebih konsentrasi saat proses belajarbahasa Prancis dan diharapkan dapat menggunakan media tersebut tidak hanya saat proses belajar namun saat ada waktu luang.

2. Bagi guru, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat disampaikan saran untuk guru bidang studi Bahasa Prancis SMK Kridawisata Bandarlampung agar mencoba menggunakan media audio-visual sebagai salah satu model pembelajaran alternatif dalam peningkatan pembelajaraan keterampilan menyimak bahasa Prancis untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Figure

Tabel 1. Perbedaan Gaya Menyimak Pria dan Wanita Pria Wanita
Gambar 1. Hubungan antar variabel penelitian
Tabel 4. Sampel Penelitian
Tabel 5. Silabus Bahasa Prancis Kelas XI
+2

References

Related documents

Immunoprecipitations were performed on cell lysates with either anti-SAV1 or control (IgG) antibodies, and immune complexes and cell lysates were analyzed by western blotting

28 Environment Performance Agent Implementation Guide Error or Event Data Format.. The EPAgent can parse error or event data provided by plug-ins in two different

We hereby certify that, Oliver Buhler Oliver Buhler Oliver Buhler Oliver Buhler , Courant Institute of Mathematical Sciences Courant Institute of Mathematical Sciences

If low cost shale gas is available in abundance, gas fired power plants dominate South Africa’s power generation fleet with as well as without a carbon price in place.

However, the problems associated with these previous urban related projects and the salient lessons learned from their implementation were: (i) implementation delays occurred in

NASA Learning Environment APPL NEXUS Build Knowledge Build the Infrastructure Implement Effective Learning Technologies Online Assessment Foster Learning Communities...

As regards international students, lecturers generally tend to describe four main groups in their classes: students with good English language command and high interactional