Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melakukan kajian representasi
pemerintahan darurat Republik Indonesia terhadap novel Presiden
Prawiranegara, Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia
karya Akmal Nasery Basral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara
mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis (Ratna,
2004:53). Walaupun demikian, ada langkah-langkah analisis yang biasanya
dilakukan peneliti kualitatif yang dapat dijadikan acuan dalam upaya untuk
memahami dan menginterpretasikan data yang diperoleh.
Dalam mengungkap penelitian diatas, peneliti menggunakan pendekatan Abrams
dan sosiologi sastra untuk menemukan representasi pemerintahan darurat
Republik Indonesia yang terkandung di dalam novel. Abrams mencoba
menawarkan satu kerangka berpikir untuk memahami proses penciptaan satu
karya yang terdiri dari sudut pandang artis/seniman (pendekatan ekspresif), karya
(pendekatan objektif), semesta (pendekatan mimetik), dan penikmat seni/audience
(pendekatan pragmatik). Untuk memudahkan analisis tersebut Abrams mengacak
keempat elemen tersebut ke pola segitiga di mana karya seni berada di tengah
Menurut Abrams keempat kordinat ini tidak selalu tetap, melainkan berubah,
keempat-empatnya sangat penting tergantung dari apa yang kemudian ingin
diteliti. Abrams mengambil contoh, ketika berbicara mengenai alam semesta,
maka salah satu teori yang kerap digunakan adalah imitasi yang diperkenalkan
oleh Plato. Lebih lanjut, penelitian ini memfokuskan diri pada pendekatan objektif
dan mimetik.
Pendekatan objektif pada prinsipnya memandang karya seni terpisah dari segala
sesuatu yang berada di luar karya tersebut. Seni adalah karya seni itu sendiri, lepas
dari segala faktor eksternal yang ada. Dalam melakukan analisis dengan
sendirinya cukup dengan sesuatu yang sudah ada di dalam karya. Hal tersebut
yang kemudian melatarbelakangi penelitian ini menggunakan teori strukturalisme
Robert Stanton, khususnya mengenai fakta cerita yang meliputi alur, karakter, dan
latar di dalam novel untuk menemukan data yang berkaitan denan representasi
pemerintahan darurat Republik Indonesia.
Sementara itu, pendekatan mimetik yang melihat bahwa karya seni adalah imitasi
dari alam semesta diulas melalui teori sosiologi sastra. Seperti yang dijelaskan
oleh Wellek dan Warren (2014: 111) dimana ia membagi sosiologi sastra menjadi
tiga bagian utama yaitu sosiologi yang membahas sisi pengarang, sososiologi
yang membahas karya sastra itu sendiri, dan terakhir sosiologi sastra yang
membahas tentang pembaca. Data primer berupa representasi pemerintahan
darurat Republik Indonesia yang ditemukan dalam novel Akmal Nasery Basral
pustaka sejumlah buku sejarah dan arsip nasional yang mengulas fakta sejarah di
dalam novel.
Untuk melengkapi sajian data yang telah didapat, peneliti juga melakukan
wawancara dengan penulis novel yang materinya berkisar tentang latarbelakang
penulisan. Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan dengan beberapa cara
sebagai berikut: (a) Wawancara pembicaraan informal yaitu wawancara yang
bergantung pada pertanyaan spontanitas dalam kondisi yang wajar dan suasana
biasa, (b) Wawancara dengan menggunakan petunjuk umum yaitu wawancara
yang mengaharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pertanyaan
dalam proses wawancara, dan (c) Wawancara baku terbuka yaitu wawancara yang
menggunakan seperangkat pertanyaan baku. (Patton, 1980: 197)
Dalam penelitian ini wawancara dilakukan secara bebas terkontrol artinya
wawancara dilakukan secara bebas sehingga diperoleh data yang luas dan
mendalam. Wawancara dilakukan melalui media surat elektronik yang ditujukan
kepada penulis novel yaitu Akmal Nasery Basral. Walaupun dalam wawancara ini
diperlukan pedoman wawancara akan tetapi dalam pelaksanaannya, wawancara
dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan situasi yang ada sehingga kelihatan
luwes. Hal ini penting dilakukan karena untuk menjaga hubungan baik antara
Gambar 3.1 Kerangka berpikir penelitian
3.2 Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu berupa penjabaran kata-kata
bukan angka. Data kualitatif ini terletak pada bagian teks novel berupa kata dan
kalimat yang memberikan informasi mengenai seluk beluk representasi
pemerintah darurat republik Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah
novel fiksi sejarah yang berjudul Presiden Prawiranegara. Kisah 207 Hari
Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia karya Akmal Nasery Basral
Novel Presiden Prawiranegara, Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin
Indonesia karya Akmal Nasery Basral
Novel yang mengisahkan hari demi hari perjuangan Syafruddin Prawiranegara sebagai pimpinan pemerintahan darurat republik Indonesia selepas serangan Agresi MIliter Belanda II yang menahan presiden, wakil presiden dan sejumlah anggota kabinet pemerintahan serta merebut
ibukota Yogyakarta.
Struktur Novel Presiden Prawiranegara Analisis fakta cerita berupa
alur, karakter dan latar
Sosiologi Sastra untuk mengkaji representasi pemerintahan darurat Republik Indonesia Analisis representasi mengacu pada tiga periode yaitu masa sebelum PDRI, masa PDRI, dan masa akhir
PDRI
Studi Pustaka Pencocokan data pemerintahan darurat Republik Indonesia di dalam
novel dengan fakta sejarah yang ada di dalam buku sejarah dan arsip nasional
koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia
Wawancara Pengarang Wawancara terbuka terhadap penulis dilakukan melalui surat
elektronik yang membahas mengenai seputar penulisan novel Presiden Prawiranegara
Penyajian Data
Representasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dalam Novel Presiden Prawiranegara karya Akmal Nasery Basral
setebal 370 halaman. Novel ini diterbitkan oleh penerbit PT Mizan Pustaka pada
tahun 2011.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Teknik
pengumpulan data dokumentasi tersebut berupaya mencari data representasi
pemerintahan darurat republik Indonesia pada novel Presiden Prawiranegara
Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia berupa satuan
kata dan kalimat di dalam novel.
Penliti melakukan pembacaan berulang, mencatat serta mengumpulkan data-data
berupa pemerintahan darurat republik Indonesia ke dalam kode-kode tertentu yang
telah ditentukan. Peneliti membaca berulang-ulang novel Presiden Prawiranegara
karya Akmal Nasery Basral. Kemudian mencatatnya menggunakan kartu-kartu
kecil untuk memudahkan proses pengumpulan.
3.4 Teknik Analisis Data
Analisis data pada dasarnya adalah proses pemaknaan (Endraswara, 2012: 111).
Adapun model analisis data selama proses penelitian di lapangan yang penulis
gunakan dalam penelitian ini merujuk model interaktif Matthew B. Miles dan
Michael Huberman. Miles and Hubermen menyatakan yang paling sering
digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks
yang bersifat naratif.
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan model interaktif yang
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan
atau verifikasi”. Proses analisis data dilakukan secara terus menerus dalam proses
pengumpulan data selama penelitian berlangsung. Alur analisis ini dapat
[image:6.595.89.511.228.345.2]digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.2 Komponen-Komponen Analisis Data (Model interaktif Miles dan Huberman, 1994: 12)
Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2014: 246) mengatakan ada tiga metode
dalam analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan/verifikasi kesimpulan.
1) Reduksi Data
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan,
abstraksi, dan pentransformasian data mentah yang terjadi dalam catatan lapangan
yang tertulis. Pemeriksaan kembali semua data yang diperoleh terutama dari
kelengkapannya, kejelasan makna, kesesuaian serta relevansinya dengan
kelompok data lain. Proses ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data
yang hendak diolah dan dianalisis, karena bila data yang dihasilkan berkualitas,
maka informasi yang dibawapun juga ikut berkualitas. Pengumpulan Data
Penarikan Kesimpulan
Di dalam penelitian ini data mentah berupa novel Presiden Prawiranegara. Kisah
207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia karya Akmal Nasery
Basral. Novel tersebut dibaca dengan teliti sehingga mendapatkan data yang
sesuai dengan indikator yang tersedia. Teori yang digunakan yang digunakan
berupa analisis struktur Robert Stanton yaitu fakta cerita (tokoh, karakter dan
alur).
2) Penyajian Data
Penyajian data adalah suatu kegiatan ketika pengumpulan informasi disusun.
Seperti yang disebutkan Sugiyono dengan melihat sebuah tayangan membantu
kita memahami apa yang terjadi dan melakukan analisis lanjutan atau tindakan
yang didasarkan kepada sebuah pemahaman. Bentuk penyajian data tersebut
diantaranya berupa
1) Sejumlah data yang telah dikode dan merupakan bagian dari representasi
pemerintahan darurat Republik Indonesia yang berada di dalam novel Presiden
Prawiranegara, yaitu di bidang social, politik, ekonomi serta pertahanan dan
keamanan.
2) Penyusunan dan silang data berkaitan dengan fakta sejarah melalui sejumlah
literatur dan arsip nasional milik Arsip Nasional Republik Indonesia yang
berkaitan dengan data yang telah dikode
3) Penyusunan transkrip wawancara yang dilakukan melalui surat elektronik
kepada pengarang novel Presiden Prawiranegara yaitu Akmal Nasery Basral.
pemerintahan darurat Republik Indonesia yang sebelumnya telah dilakukan
proses pengkodean.
4) Setelah data disajikan, penyusunan model pembelajaran dilakukan.
Penyusunan model pembelajaran ini dimulai dengan membuat deskripsi mata
kuliah, pembuatan SAP, hingga membuat dan mencantumkan hasil penelitian
sebagai materi ajar yang akan disajikan.
5) Dalam penyusunan silabus dan SAP peneliti melakukan validasi pakar untuk
memperkuat desain rancangan pembelajaran yang dibuat. Untuk validasi
komponen silabus dan SAP dilakukan oleh Dr. Pujiati, M.Pd. selaku
coordinator PPAI-PPP Lp3M Universitas Lampung. Untuk validasi
substansial silabus dan SAP, validasi dilakukan oleh Prof. Dr. Karomani,
M.Si.
3) Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap
data yang telah dikumpulkan. Sesuai dengan hakekat penelitian kualitatif,
penarikan kesimpulan ini dilakukan secara bertahap. Pertama menarik kesimpulan
sementara atau tentatif, namun seiring dengan bertambahnya data maka harus
dilakukan verifikasi data dengan cara mempelajari kembali data yang ada.
Kemudian, verifikasi data juga dilakukan dengan cara meminta pertimbangan dari
dosen-dosen , atau membandingkan data dari sumber lain. Akhirnya menarik
Gambar 3.3 Adaptasi Model Interaktif dari Miles dan Huberman dalam Sugiyono
(2014:246)
Literatur sejarah dan arsip nasional koleksi ANRI yang berkaitan dengan pemerintahan darurat Republik Indonesia
Transkrip wawancara melalui surat elektronik yang dilakukan dengan penulis novel
REDUKSI DATA Pembacaan novel
Identifikasi data temuan novel berdasarkan bidang sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan
Pengodean data temuan novel berdasarkan bidang sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan
Pengodean data temuan literatur sejarah berdasarkan bidang sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan
Pengodean data wawancara berdasarkan bidang sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan
PEYAJIAN DATA
Menyajikan data terpilih mengenai representasi pemerintahan darurat Republik Indonesia
Mengaitkan dengan fakta empirik (wawancara dan studi pustaka)
Menyusun rancangan pembeljaran sastra
PENYIMPULAN DATA
Langkah-langkah operasional yang peneliti lakukan dalam mengumpulkan dan
menganalisis data adalah sebagai berikut
1. Pada tahap persiapan penneliti melakukan studi pustaka
2. Pada tahap reduksi peneliti membaca novel, mengidentifikasi representasi
pemerintahan darurat republik indonesiadan pemberian kode data yang ada di
novel
3. Penelusuran melalui literatur sejarah dan arsip mengenai pemerintahan darurat
Republik Indonesia
4. Konfirmasi dan wawancara kepada pengarang melalui surat elektronik
5. Menyajikan data terpilih
6. Mengaitkan data dengan fakta empiris yang berada di luar teks novel
7. Menyusun rancangan pembelajaran sastra yang disesuaikan dengan hasil
penelitian dan divalidasi oleh dua pakar