• No results found

Text Abstrak pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text Abstrak pdf"

Copied!
37
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

PENGUKURAN VALUE AT RISK (VAR) PADA DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN METODE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING

AVERAGE (EWMA) (Skripsi)

Oleh

RESTIKA PERTIWI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRACT

VALUE AT RISK (VAR) MEASUREMENTS IN TIME SERIES DATA USING THE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE

(EWMA) METHOD

By

RESTIKA PERTIWI

The aim of this research is to measure the value at risk (VaR) in time series data using the exponentially weighted moving average (EWMA) method. Data used are shares of PT. Timah Tbk, the period March 21, 2013-April 28, 2017. Measure of VaR is done by calculating the return and EWMA volatility. The results of the research show that on April 28, 2017, the potential maximum losses experienced by investors of Rp 2.801.184, Rp 4.058.216 and Rp 7.194.240 with confidence level of 90%, 95% and 99%.

(3)

ABSTRAK

PENGUKURAN VALUE AT RISK (VAR) PADA DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN METODE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING

AVERAGE (EWMA)

Oleh

RESTIKA PERTIWI

Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur value at risk (VaR) pada data deret waktu mengunakan metode exponentially weighted moving average (EWMA). Data yang digunakan yaitu data saham PT. Timah Tbk, (TINS) periode 21 Maret 2013-28 April 2017. Pengukuran VaR dilakukan dengan menghitung return dan volatilitas EWMA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tanggal 28 April 2017 potensi kerugian maksimum yang dialami oleh investor sebesar Rp 2.801.184, Rp 4.058.216 dan Rp 7.194.240 dengan tingkat kepercayaan 90%, 95% dan 99%.

(4)

PENGUKURAN VALUE AT RISK (VAR) PADA DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN METODE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING

AVERAGE (EWMA)

Oleh Restika Pertiwi

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar SARJANA SAINS

Pada

Juruasn Matematika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)

Judul Skripsi : PENGUKURAN VALUE AT RISK (VAR) PADA DATA DERET WAKTU MENGGUNAKAN METODE EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE (EWMA)

Nama Mahasiswa : RESTIKA PERTIWI Nomor Pokok Mahasiswa : 1417031101

Jurusan : Matematika

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing

Drs. Nusyirwan, M.Si. Prof. Drs. Mustofa Usman, M.A., Ph.D. NIP. 19661010 199205 1 001 NIP. 19570101 198404 1 001

2. Mengetahui Ketua Jurusan Matematika

(6)

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua : Drs. Nusyirwan, M.Si. ...

Sekretaris : Prof. Drs. Mustofa Usman, M.A., Ph.D. ...

Penguji

Bukan Pembimbing : Ir. Netti Herawati, M.Sc., Ph.D. ...

2. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. NIP. 19710212 199512 1 001

(7)

PERNYATAAN

Nama : Restika Pertiwi Nomor Induk Mahasiswa : 1417031101 Program Studi : Matematika Jurusan : Matematika

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengukuran Value at Risk (VaR) pada Data Deret Waktu Menggunakan Metode Exponentially Weighted

Moving Average (EWMA)” adalah hasil karya saya sendiri. Semua hasil tulisan yang tertuang dalam skripsi ini telah mengikuti kaidah penulisan karya ilmiah Universitas Lampung. Apabila kemudian hari terbukti bahwa skripsi ini merupakan hasil salinan atau dibuat oleh orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.

Bandar Lampung, Mei 2018 Penulis

(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat pada tanggal 28 April 1996, dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Gunawan dan Ibu Fitrohul Jannah. Penulis memiliki dua adik laki-laki bernama Gufika Satya dan Muhammad Galang Aditya.

Penulis menempuh pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) Teladan pada tahun 2001-2002, SD Negeri 1 Way Mengaku pada tahun 2002-2008, SMP Negeri 1 Liwa pada tahun 2008-2011, SMA Negeri 2 Liwa pada tahun 2011-2014. Tahun 2014 penulis melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) Program Studi S1

Matematika Jurusan Matematika FMIPA Universitas Lampung Bandar Lampung melalui jalur SBMPTN. Selama menjadi mahasiswa, penulis pernah aktif di beberapa organisasi internal dan eksternal kampus, seperti Rohani Islam (ROIS) FMIPA Unila periode 2015-2016 sebagai Anggota Bidang BBQ, UKMF Natural FMIPA Unila Periode 2017 sebagai Pemimpin Litbangkes, Ikatan Mahasiswa Lampung Barat (IKAM LAMBAR) sebagai Anggota Departemen Pendidikan dan Paguyuban KSE Unila periode 2016-2017 sebagai anggota Divisi Risdiktek.

(9)
(10)

KATA INSPIRASI

Dan Dia mendapatimu sebagai Orang yang bingung, lalu Dia

memberikan petunjuk.

(Q.S. Ad Duha : 17)

Tanpa sasaran dan rencana meraihnya, Anda seperti kapal yang

berlayar tanpa tujuan.

(Fitzhugh Dodson)

Fokuslah pada tempat yang ingin Anda tuju, bukan pada apa

yang Anda takuti.

(Anthony Robbins)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar

kesanggupannya.

(11)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT penulis

mempersembahkan karya kecil ini untuk:

Ibu, Ayah, dan kedua adikku tercinta yang telah menjadi motivasi

dan penyemangat penulis untuk menjadi anak dan kakak yang

bisa dibanggakan.

Sahabat-sahabat yang selalu memberi semangat, motivasi, dan doa

kepada penulis

Dosen Pembimbing dan Penguji yang sangat berjasa dalam

mengarahkan dan membimbing penulis.

(12)

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Skripsi dengan judul “Pengukuran Value at Risk (VaR) pada Data Deret Waktu menggunakan Metode Exponentially Weighted Moving Average (EWMA)” disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sains di Universitas Lampung. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati Penulis ingin mengucapakan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Nusyirwan, M.Si.selaku Dosen Pembimbing I serta Pembimbing Akademik yang telah meluangkan waktu, memberikan saran, memotivasi, dan membimbing Penulis selama perkuliahan.

2. Bapak Prof. Drs. Mustofa Usman, M.A., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, memberikan saran, memotivasi dan

membimbing dalam menyelesaikan skripsi ini.

(13)

4. Ibu Prof. Dra. Wamiliana, M.A., Ph.D, selaku Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. 5. Bapak Prof. Warsito, S.SI., D.E.A., Ph.D., selaku Dekan Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.. 6. Seluruh Dosen dan Karyawan Jurusan Matematika.

7. Orang tua dan adik-adik tercinta yang tak pernah berhenti melantunkan doa, selalu memberi semangat dan memotivasi setiap hariku agar menjadi

kebanggaan keluarga dan meraih kesuksesan.

8. Luthfi Naufal Najib yang tak pernah letih mengingatkan dan memberi dukungan serta semangat kepada penulis.

9. Saudara serta sahabat terkasih yaitu Anggi, Fitrotin, Kasandra, Riyana, Septa, dan Septi yang bersama-sama saling memberi doa, semangat, dukungan, keceriaan, dan semua kenangan indah.

10. Sahabat seperjuangan yaitu Darma, Githa, Lucia, Nandra, Nourma, Sovie, Vinsensia, teman-teman Matematika 2014, teman-teman UKMF Natural 2017 dan Almamater tercinta Universitas Lampung

Akhir kata, Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan serta semoga skripsi ini dapat bermanfaat.

Bandar Lampung, Mei 2018 Penulis

(14)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR TABEL ... xvii

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah ... 1

1.2 Tujuan Penelitian ... 2

1.3 Manfaat Penelitian ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deret Waktu ... 4

2.2 Investasi ... 5

2.3 Risiko ... 6

2.4 Volatilitas... 6

2.5 Return ... 7

2.6 Stasioneritas ... 8

2.7 Normalitas ... 9

2.8.1 Uji Jarque Bera ... 10

2.8.2 Cornish-Fisher Expansion ... 10

2.8 Heteroskedastisitas ... 11

2.9 EWMA... 11

2.10 Value at Risk (VaR) ... 14

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian... 15

3.2 Data Penelitian ... 15

3.3 Metode Penelitian ... 16

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Return ... 18

4.2 Uji Stasioneritas ... 19

4.3 Uji Normalitas ... 20

(15)

4.5 Menghitung Volatilitas EWMA ... 23 4.6 Menghitung VaR (Value at Risk) ... 25 V. KESIMPULAN ... 27 DAFTAR PUSTAKA

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Saham TINS periode 21 Maret 2013-28 April 2017... 15

2. Return Saham TINS... 18

3. Hasil Uji Stasioneritas ... 19

4. Hasil koreksi nilai Z dengan pendekatan cornish-fisher expansion ... 21

5. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 23

6. Hasil Perhitungan RMSE... 24

7. Hasil Perhitungan Varian dan Volatilitas EWMA ... 25

(18)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Masalah

Deret waktu merupakan sekumpulan data yang dicatat selama periode tertentu, umumnya data berupa mingguan, bulanan, dan tahunan. Analisis data deret waktu dapat digunakan untuk membuat keputusan pada jangka waktu yang panjang berdasarkan data masa lalu dan data sekarang. Dalam menentukan keputusan, diperlukan prediksi kejadian yang terjadi di masa mendatang. Sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan terjadi hal-hal tidak diinginkan yang akan menimbulkan kerugian ataupun risiko.

Pada data deret waktu, terutama data keuangan seperti indeks harga saham, tingkat bunga, nilai tukar, inflasi, dan sebagainya. Seringkali memiliki risiko yang cukup tinggi. Untuk mengetahui hal tersebut diperlukan adanya pengukuran seberapa besar nilai risiko yang akan terjadi jika seorang investor berinvestasi pada aset tertentu. Value at risk (VaR) merupakan salah satu alat ukur yang popular digunakan untuk mengetahui risiko terburuk ini.

(19)

2

kemungkinan terjadinya kerugian. Volatilitas ini mengacu pada kondisi yang tidak stabil, cenderung bervariasi, dan sulit diperkirakan. Implikasi data yang bervolatilitas tinggi adalah ragam dari galat tidak konstan. Dengan kata lain data semacam ini mengalami heteroskedastisitas sehingga pengambilan kesimpulan mengenai signifikansi menjadi sulit. Salah satu model deret waktu yang tepat digunakan untuk memodelkan kondisi ini adalah exponentially weighted moving average (EWMA) yang dikembangkan oleh Morgan.

Berdasarkan hal tersebut, maka akan dilakukan pengukuran value at risk (VaR) pada data deret waktu mengunakan metode exponentially weighted moving average (EWMA).

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur value at risk (VaR) pada data deret waktu mengunakan metode exponentially weighted moving average (EWMA).

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menambah wawasan mengenai metode-metode yang ada pada deret waktu. 2. Memberikan alternalif penyelesaian analisis deret waktu yang bersifat

(20)

3

(21)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deret Waktu

Menurut Spiegel dan Steohens (2007), deret waktu adalah serangkaian nilai pengamatan yang diambil dalam kurun waktu tertentu, pada umumnya dalam interval-interval yang sama panjang. Beberapa contoh deret waktu adalah produksi total tahunan besi-baja di Amerika Serikat untuk kurun waktu beberapa tahun, harga penutupan harian saham di pasar modal untuk kurun waktu satu bulan, suhu udara perjam yang diberikan oleh badan meteorologi sebuah kota selama kurun waktu satu hari, dan penjualan total bulanan sebuah pasar swalayan selama kurun waktu satu tahun.

Secara matematis, deret waktu didefinisikan oleh nilai-nilai dari suatu variabel (suhu udara, harga penutupan saham, dan sebagainya) untuk titik-titik waktu . Dengan demikian, merupakan sebuah fungsi dari dan

disimbolkan dengan .

(22)

5

2.2 Investasi

Menurut Yadiati dan Mubarok (2007), investasi merupakan komitmen

pemanfaatan kas sekarang atau sumber daya lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi dapat dilakukan dalam bentuk aset riil ataupun aset keuangan. Aset riil merupakan aset yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa seperti tanah, bangunan, mesin untuk memproduksi barang atau pekerjaan yang keahliannya diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya tersebut. Adapun aset keuangan merupakan klaim terhadap aset riil dan keuntungan yang dihasilkan oleh aset riil. Contohnya adalah keuntungan berupa selisih harga saham yang menguntungkan atau dividen.

Berbeda dengan aset riil, aset keuangan tidak secara langsung memiliki kontribusi terhadap kapasitas produksi dalam suatu perekonomian. Aset keuangan hanya memiliki kontribusi terhadap kekayaan pemilkinya. Sebenarnya terdapat

hubungan antara aset riil dan aset keuangan. Pada perusahaan emiten, dana hasil penjualan surat berharga (aset keuangan) akan digunakan untuk memperoleh aset riil. Pemanfaatan aset riil ini kemudian akan mengahasilkan keuangan yang nantinya dibagikan kepada pemilik aset keuangan. Aset keuangan dapat dipandang sebagai sarana dimana seseorang memiliki hak atas aset riil. Secara individu, seseorang tidak memiliki aset dalam suatu perusahaan, tetapi memiliki saham (aset keuangan) pada perusahaan tersebut yang memungkinkan

(23)

6

2.3 Risiko

Menurut Zulfikar (2016), risiko adalah kemungkinan adanya sesuatu yang tidak menguntungkan akan terjadi di masa mendatang. Risiko adalah kenyataan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Risiko juga dapat dianggap kendala atau penghambat pencapaian suatu tujuan. Dengan kata lain, risiko adalah

kemungkinan yang berpotensi memberikan dampak negatif kepada sasaran yang ingin dicapai (IBI, 2015).

Dalam bidang finansial, risiko sering dihubungkan dengan volatilitas atau deviasi dari hasil investasi yang akan diterima dengan keuntungan yang diharapkan. Volatilitas merupakan besarnya harga fluktuasi dari sebuah aset. Semakin besar volatilitas aset, maka semakin besar kemungkinan mengalami keuntungan atau kerugian (Maruddani dan Purbowati, 2009).

2.4 Volatilitas

Menurut Bassis (2015), volatilitas adalah standar deviasi suatu variabel pasar dan dapat diukur dengan menggunakan data historis. Standar deviasi yang dihitung berdasarkan sampel pengamatan merupakan perkiraan volatilitas. Volatilitas selama periode yang berbeda dari satu hari dapat diperoleh dari akar kuadrat dari aturan waktu. Hal ini sejalan dengan intuisi, yang menunjukkan bahwa

(24)

7

rendah karena kemungkinan mengamati deviasi besar dalam interval yang lebih lama semakin tinggi.

Menurut Suwanda (2011), volatilitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa besar fluktuasi harga suatu aset dalam jangka waktu tertentu. Semakin besar volatilitas harga suatu aset, semakin fluktuasi harga aset tersebut. Suatu aset dengan volatilitas besar berarti memiliki fluktuasi besar sehingga sering kali mengalami penurunan drastis atau kenaikan harga yang sangat signifikan. Investor pada umumnya menyebut aset tersebut memiliki risiko tinggi.

Data deret waktu, terutama data keuangan seperti indeks harga saham, tingkat bunga, nilai tukar, inflasi dan sebagainya sering memiliki volatilitas yang tinggi. Volatilitas yang tinggi ini ditunjukkan oleh suatu tahap dimana fluktuasinya relatif tinggi, kemudian diikuti fluktuasi yang rendah dan kembali tinggi. Implikasi data yang bervolatilitas tinggi adalah galat dari kesalahan tidak konstan. Dengan kata lain, data semacam ini mengalami heteroskedastisitas (Juanda dan Junaidi, 2012).

2.5 Return

(25)

8

Menurut Tsay (2005), sebagian besar studi keuangan melibatkan return, bukan harga aset. Campbell, Lo, dan MacKinlay (1997) memberikan dua alasan utama untuk menggunakan return. Pertama, rata-rata bagi investor, return aset

merupakan ringkasan peluang investasi yang lengkap dan ringkas. Kedua, deret return lebih mudah ditangani daripada deret harga karena memiliki sifat statistik yang lebih menarik.

Misalkan adalah harga suatu aset pada indeks waktu t. Asumsikan untuk saat

ini aset tidak membayar dividen.

Salah satu rumus yang dapat digunakan untuk mencari nilai return adalah

continuously compounded return atau disebut juga sebagai logaritma natural dari pengembalian aset sebagai berikut:

(

) (2.1)

2.6 Stasioneritas

(26)

9

Berdasarkan nilai tengah dan ragamnya terdapat dua jenis kestasioneran data: 1. Data stasioner pada nilai tengahnya, jika data berfluktuasi di sekitar satu nilai

tengah yang tetap dari waktu ke waktu.

2. Data stasioner pada ragamnya, jika data berfluktuasi dengan ragamnya yang tetap dari waktu ke waktu.

Untuk mengatasi data yang tidak stasioner pada nilai tengahnya, dapat dilakukan proses pembedaan atau diferensiasi terhadap deret data asli. Pengertian proses diferensiasi adalah proses mencari perbedaan antara data satu periode dengan periode sebelumnya secara berurutan.

Untuk mengatasi data yang tidak stasioner pada ragamnya, umumnya dilakukan transformasi data asli kebentuk Ln atau akar kuadrat. Data yang tidak stasioner pada ragam dapat juga disebabkan oleh pengaruh musiman, sehingga setelah dihilangkan pengaruh musimannya dan dapat menjadi data stasioner. Selanjutnya, jika data tidak stasioner baik pada nilai tengah maupun ragamnya, dilakukan proses diferensiasi dan transformasi Ln atau akar kuadrat.

2.7 Normalitas

Menurut Simarata (2016), pada umumnya, pemodelan statistik selalu

(27)

10

2.8.1 Uji Jarque Bera

Menurut Rosadi (2017), uji JB merupakan salah satu jenis uji popular dikalangan komunitas ahli ekonometri dalam melakukan uji normalitas terhadap data. Statistik uji ini didefinisikan sebagai

( ) (2.2)

dimana menunjukkan banyaknya observasi, adalah estimasi dari skewness dan menunjukkan estimasi dari kurtosis, yang didefinisikan sebagai

̅

( ∑ ̅ ) (2.3) dan

∑ ̅

( ∑ ̅ ) (2.4) dengan ̅ ∑ adalah rata-rata dari sampel .

2.8.2 Cornish-Fisher Expansion

Menurut Purba, Sudarno, dan Mukid (2014), jika suatu data tidak mengikuti distribusi normal standar perlu dikoreksi menggunakan pendekatan cornish-fisher expansion (CFE) (Cornish dan Fisher, 1938). Rumus CFE dapat dinyatakan sebagai berikut:

(28)

11

dengan:

= kuantil distribusi normal standar yang baru = kuantil distribusi normal standar

= skewness data = kurtosis data

2.8 Heteroskedastisitas

Menurut Sitepu dan Sinaga (2006), kondisi varian tidak konstan disebut dengan heteroskedastisitas (heteroscedasticity) atau terjadi ketika galattidak mempunyai varian konstan. Secara simbolis dapat ditulis sebagai berikut:

( ) (2.6)

Heteroskedastisitas menyebabkan estimasi OLS parameter varian menjadi bias, yang pada gilirannya nilai parameter statistik dan menjadi tidak dapat

dipercaya dengan kata lain tidak valid untuk digunakan. Umumnya data cross-section mengandung situasi heteroskedastisitas dibandingkan dengan

menggunakan data deret waktu. Namun menurut Pratisto (2004), gangguan heteroskedatisitas juga bisa terjadi pada data deret waktu.

2.9 EWMA

(29)

12

besar pada data terbaru. Ide ini menjadi latar belakang dari exponential weighted moving average (EWMA). Yang dapat diukur sebagai berikut:

(2.7)

Menurut IBI (2015), untuk meningkatkan akurasi, model EWMA (exponentially weighted moving average) menggunakan decay factor untuk menentukan bobot pada data, dengan catatan dimana data yang lebih terkini diberikan bobot lebih besar daripada data sebelumnya. Pembobotan didasarkan pada asumsi bahwa data terkini memberikan informasi kondisi pasar yang lebih baik dibandingkan data lampau. Pembobotan atas parameter yang disebut decay factor (λ). EWMA digunakan jika data return bersifat heteroskedastik.

Parameter λ menunjukkan skala bobot atas pengamatan data terbaru dengan data sebelumnya dengan nilai . Semakin tinggi nilai maka semakin besar

pula bobot yang akan dikenakan pada data masa lampau sehingga data deret waktu semakin smooth. Bila mendekati 1, maka volatilitas semakin persisten mengikuti market shock.

Karena penyebut pada persamaan (2.11) adalah deret geometrik, sehingga dapat ditulis sebagai berikut:

(2.8)

Untuk nilai n yang cukup besar ( ) dapat didekati dengan . Oleh

karena itu dapat ditulis:

(30)

13 √ ∑ (2.10) √ ∑ (2.11)

Dengan cara ini dapat dengan mudah menunjukkan bahwa volatilitas EWMA yang diperkirakan pada waktu t + 1 juga dapat dihitung berdasarkan volatilitas yang diperkirakan pada dan return harian terakhir, . Berdasarkan rumus

standar deviasi tersebut dapat disederhanakan menjadi rumus varians. Sebagai berikut:

∑ (2.12)

∑ (2.13) ∑ (2.14) [ ∑

] (2.15)

(2.16)

Sehingga persamaan volatilitas EWMA menjadi sebagai berikut:

√ (2.17)

Menurut Simarmata (2016), untuk menentukan decay factor yang paling optimum sesuai Morgan (1996) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.

√ ∑ ( ) (2.18)

( (2.19)

= forecast variance

(31)

14

2.10 Value at Risk (VaR)

Menurut Maruddani dan Purbowati (2009), value at risk (VaR) merupakan salah satu bentuk pengukuran risiko yang cukup populer. Hal ini mengingatkan kesederhanaan dari konsep VaR sendiri namun juga memiliki kemapuan implementasi berbegai metodologi statistika yang beragam dan mutakhir.

VaR dapat didefinisikan sebagai estimasi kerugian maksimum yang akan didapat selama periode waktu tertentu dalam kondisi pasar normal pada tingkat

kepercayaan tertentu. Secara sederhana VaR ingin menjawab pertanyaan

seberapa besar (dalam persen atau sejumalah uang tertentu) investor dapat merugi selama waktu investasi dengan tingkat kepercayaan . Berdasarkan

pertanyaan tersebut, dapat dilihat adanya tiga variabel yang penting yaitu besar kerugian, periode waktu dan besar tingkat kepercayaan.

Menurut Purba, Sudarno, dan Mukid (2014), perhitungan VaR menggunakan distribusi normal standar dapat dinyatakan sebagai berikut:

√ (2.20)

dengan:

= Kuantil ditribusi normal standar = Volatilitas dari return saham = Besar investasi

(32)

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018.

3.2 Data Penelitian

[image:32.595.112.503.595.752.2]

Pada penelitian ini akan digunakan data sekunder, yaitu data saham harian PT. Timah Tbk, (TINS) periode 21 Maret 2013-28 April 2017 yang diperoleh dari www.finance.yahoo.com sebagai berikut:

Tabel 1. Data Saham TINS periode 21 Maret 2013 - 28 April 2017.

No Tanggal Saham TINS No Tanggal Saham TINS

1 21-Mar-13 952,845 501 8-Apr-15 930

2 22-Mar-13 939,329 502 9-Apr-15 930

3 25-Mar-13 952,845 503 10-Apr-15 920

4 26-Mar-13 959,602 504 13-Apr-15 930

499 6-Apr-15 955 999 27-Apr-17 945

(33)

16

3.3 Metode Penelitian

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Menghitung nilai return data menggunakan persamaan (2.1) sebagai berikut: ( )

2. Menguji stasioneritas return dengan uji ADF menggunakan software Eviews 10. Apabila hasil pengujian menunjukkan return tidak stasioner maka perlu dilakukan differencing.

3. Menguji kenormalan return dengan uji Jarque Bera menggunakan software Eviews 10. Apabila hasil pengujian menunjukkan return tidak normal maka perlu dilakukan pengoreksian nilai Z dengan pendekatan cornish-fisher expansion (CFE).

4. Menguji heteroskedastisitas return dengan uji white menggunakan software Eviews 10.

5. Menentukan nilai decay factor ( ) yang optimum dengan cara memilih nilai yang memiliki RMSE terkecil. Nilai RMSE dihitung menggunakan

persamaan (2.18) sebagai berikut:

√ ∑( )

6. Menghitung volatilitas EWMA menggunakan nilai yang optimum dengan persamaan (2.17) sebagai berikut:

(34)

17

7. Menghitung VaR menggunakan persamaan (2.20) sebagai berikut:

(35)

V. KESIMPULAN

(36)

DAFTAR PUSTAKA

Bassis, J. 2015. Risk Management in Banking. WILEY, United Kingdom.

Hadi, S. 2001. Statistika Jilid 3. ANDI, Yogyakarta.

IBI. 2015. Manajemen Risiko 1. Gramedia, Jakarta.

Juanda dan Junaidi. 2012. Ekonometrika Deret Waktu: Teori dan Aplikasi. IPB Press, Bogor.

Maruddani dan Purbowati, A. 2009. Pengukuran Value at Risk pada Aset Tunggal dan Portofolio dengan Simulasi Monte Carlo. Jurnal Media Staistika. 2 (2), 93-104.

Pratisto, A. 2004. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan percobaan dengan SPSS 12. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Purba, M., Sudarno, dan Mukid, M.A. 2014. Optimalisasi Portofolio

menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Mean Variance Efficient Portofolio (MVEP). Jurnal GAUSSIAN. 3 (3), 481-490.

Rosadi, D. 2017. Analisis Statistika dengan R. Grasindo, Jakarta.

Saita, F. 2007. Value at Risk and Bank Capital Management. Elsevier, Amerika.

(37)

29

Sitepu, K. R., dan Sinaga. M. B. 2006. Aplikasi Model Ekonometrika: Estimasi, Simulasi dan Peramalan Menggunakan Program SAS. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Spiegel, M.R., dan Steohens, L.J. 2007. Statistik. Erlangga, Jakarta.

Suwada, H. 2011. Tetap Untung Ketika Saham Turun. Gramedia, Jakarta.

Tsay, R.S. 2005. Analysis of Financial Time Series. WILEY, Amerika.

Yadiati, W. dan Mubarok, A. 2007. Kualitas Pelaporan Keuangan: Kajian Teoretis dan Empiris. KENCANA. Jakarta.

Figure

Tabel 1. Data Saham TINS periode 21 Maret 2013 - 28 April 2017.

References

Related documents

Girl Scout groups are funded by a share of money earned through council-sponsored product sale activities (such as Girl Scout Cookie sales), group money-earning activities

Its functions are to identify assets gained through illegal activity, such as drug trafficking and serious and organised crime, and to make these assets available to the courts

corporate image, corporate image branding, employee attraction, employer attraction, employer of choice, employer familiarity, employer image, employer reputation, human

This paper presents an extensive analysis of the statistical performance of benchmark portfolios of currencies, gold, oil and stocks as well as a multi-asset portfolio of

Understanding the flow of materials (pigs & pork) through a value chain is important in understanding how risk of disease spread may be produced in the chain, while

Figure 4 shows that the double brick buildings 4 (TF-DB-CC), 5 (TF-DB-FAGC), 6 (TF-DB-GGBFS), and 10 (SF-DB-CC) have high pre-use stage annual GHG emissions of 1.265, 1.218, 1.230,

Insurance providers require oversight of credit policy which may conflict with Central Bank of Ireland requirements for the mortgage market.. There will be questions of

“Formative assessment is a process used by teachers and students during instruction that provides feedback to adjust ongoing teaching and learning to improve students'.. achievement