• No results found

Text ABSTRAK pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRAK pdf"

Copied!
63
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

IMPLEMENTASI PROGRAM SERIBU KAMPUNG NELAYAN MANDIRI, TANGGUH, INDAH, DAN MAJU (SEKAYA MARITIM)

DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

(Skripsi)

Oleh

Rahmad Galih Rissadi

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

IMPLEMENTASI PROGRAM SERIBU KAMPUNG NELAYAN MANDIRI, TANGGUH, INDAH, DAN MAJU (SEKAYA MARITIM)

DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Oleh

Rahmad Galih Rissadi

Sekaya Maritim merupakan suatu program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur sejak tahun 2015 untuk mengatasi berbagai permasalahan kemiskinan yang bertujuan untuk meningkatkan akses ketersediaan pelayanan dasar yang dapat meningkatkan kualitas hidup nelayan. kampung Margasari merupakan salah satu kampung penerima bantuan program Sekaya Maritim, dikarenakan keseluruhan penduduknya bermata pencaharian nelayan, namun dalam pelaksanaan program mengalami beberapa kendala yang ditemukan dilokasi. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program kurang berjalan dengan efektif karena pemanfaatan sumber daya non manusia kurang tepat sasaran dan sasaran kebijakan tidak sesuai dengan kondisi dan fakta dilapangan. Maka dari itu perlu adanya peningkatan kerjasama antar pihak terkait.

(3)

ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF “SEKAYA MARITIM” PROGRAM IN MARGASARI VILLAGE, LABUHAN MARINGGAI SUB DISTRICT,

EAST LAMPUNG DISTRICT

By

Rahmad Galih Rissadi

Sekaya Maritim” is a program launched by Ministry of Marine Affairs and Fisheries which implemented nationwide including in East Lampung since 2015. This program aims to solve several problems related to poverty which eventually could improve fisherman’s quality of life. One of villages that got the fund from “Sekaya Maritim” program is Margasari village which almost all of its residents are fisherman. However, there are some obstacles in the program’s implementation.

This research’s objective is to analyze the implementation of “Sekaya Maritim” program in Margasari Village, Labuhan Maringgai Sub-district, East Lampung District. This is a descriptive study utilizing a qualitative approach in which data are collected by interview, documentation, and observation. The result of the study shows that “Sekaya Maritim” program is not implemented effectively due to the limitation in accuracy of non-human resource utilization; and the mismatch of policy’s target and actual condition. Thus, further coordination between all stakeholders are needed.

(4)

IMPLEMENTASI PROGRAM SERIBU KAMPUNG NELAYAN MANDIRI, TANGGUH, INDAH, DAN MAJU (SEKAYA MARITIM)

DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Oleh

Rahmad Galih Rissadi

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Pada

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama lengkap Rahmad Galih Rissadi, dilahirkan pada Tanggal 14 Oktober 1995 di Desa Tulung Pasik Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur. Merupakan anak pertama dari dua sau dara dari pasangan Bapak Suhardi dan Ibu Riswati.

Penulis memulai pendidikan di TK Dharma Bakti Tulung Pasik tahun 2000. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar Negeri Tulung Pasik tahun 2001 dan menyelesaikan studinya pada tahun 2007. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama yaitu SMP Negeri 1 Bandar Sribhawano yang di selesaikan pada tahun 2010. Setelah itu, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono dan lulus pada tahun 2013.

(9)

MOTTO

Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

(QS : Al Insyirah : 5-6)

Jika seseorang berpergian dengan tujuan untuk mencari ilmu, maka Alloh SWT akan menjadikan perjalanannya bagaikan perjalanan

menuju surga

(Nabi Muhammad SAW)

Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah

(Kahlil Gibran)

Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan

(10)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbil‟alamiin, puji syukur kepada Alloh Subhaanahu wata‟ala yang maha baik telah meridhoi penyusunan skripsi ini dengan banyak hikmah yang disertakan olehnya selama proses penyusunan skripsi ini berlangsung.

Terimakasih yang tak terkira kepada kedua orangtuaku: Bapakku tercinta, Suhardi, S.Pd

Ibuku tercinta, Riswati Adikku tercinta, Bagus Dwi Rissadi

Segenap keluarga besar yang selalu memberikan dukungan Teman- teman yang selalu ada dalam perjalanan hidupku

Para dosen dan civitas akademika yang telah memberikan bekal ilmu, dukungan, dan doa agar bisa sukses kedepanya

(11)

SANWACANA

Alhamdulillahi robbil „alamiin, puji syukur selalu tercurah kepada Allah Subhaanahu Wata‟ala Tuhan seluruh alam dan segala isinya, pemilik segala cinta, pemilik rahmat, yang rohmaan dan rohiim, serta atas maha kuasa Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) di desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur”. Skripsi ini di susun sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana (S1) pada Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.

Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis menyadari ada banyak sekali pihakyang membantu dari berbagai aspek, sehingga penulis mampu menyelesaikanskripsi ini. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

1. Allah SWT;

(12)

penulis selama kuliah.

4. Bapak Dr. Dedy Hermawan, S.Sos, M.Si, selaku dosen pembimbing utama sekaligus ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Terimakasih banyak atasbimbingan, arahan, ilmu, waktu, nasehat, dan tenaga selama ini. Terimakasih telah menjadi mentor yang baik, yang telah mengajari caraku berfikir dan berkembang, bukan menyuapi dan memaksakan kehendak. Terimakasih banyak pak, semoga Alloh menjaga bapak dan keluarga selalu dalam kebaikan.

5. Bapak Eko Budi Sulistio, Sos., M.AP selaku dosen pembahas yang telah memberikan saran, kritik dan masukan yang membangun selama ini. Semoga bapak dan keluarga selalu dirahmati Allah.

6. Ibu Rahayu Sulistowati, Sos., M.Si. selaku dosen pembimbing akademik. Terimakasihtelah banyak membantu penulis dalam proses penulisan skripsi. Semoga ibu dan keluarga selalu dirahmati Alloh.

(13)

8. Kedua orangtuaku: Bapak dan ibuku terimakasih atas semuanya yang selalu menjadi kekuatan untuk menjalani semua proses ini serta yang selalu memberikan doa, dukungan, nasehat, dan kasih sayang yang tiada henti. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi penulis untuk mencapai semua yang di cita- citakan serta membahagiakan bapak dan ibu lebih dari sekarang serta menjadi kebanggaan keluarga.

9. Adikku semata wayang Bagus Dwi Rissadi.

10. Staf Jurusan Adminstrasi Negara. Terimakasih telah membantu setiap urusan administrasi yang dibutuhkan penulis selama ini.

11. Bapak- bapak dari Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur, Perangkat Desa Margasari dan para nelayan Desa Margasari, Terimakasih Pak, telah meluangkan waktu memberikan data dan informasi terkait skripsi, semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat.

(14)

pasangan udah lagi boy udah tua), Zulham (Calon Anggota Kewan Way Kanan, Semoga terpilih boy biar bisa buktiin ke doi), Rico dan Hendriko (Gerobak), Resgy dan Wahyu (Gapoktan), Terimakasih boy udah bisa nerima gua jadi sahabatan dengan semua kekurangan gua,

13. Keluarga besar HIMAGARA, terimakasih banyak Aduselon, Anti Mapia, Ampera, Gelas Antik Atlantik, dan Alaska yang telah membersamai dan mengajarkan banyak hal kepada penulis selama kuliah di FISIP Unila. Terimakasih abang-abang dan mbak-mbak dari angkatan lain, telah meninggalkan jejak yang dapat dijadikan pelajaran bagi penulis.

14. Teman- teman KKN Pasar Pulau Pisang Tiar, Yance, Fadil, Evi , Widya dan Dhea. Semoga kita sama- sama sukses.

15. Teruntuk Kamu “Sella Yuliantika” yang setiap hari gak pernah lelah untuk ngingetin, ngasih motivasi untuk segera menyelesaikan skripsi ini, terimakasih sayang buat waktunya selama ini, semoga hubungan ini akan tetap terjaga baik. Amin

16. Teman- teman PERSETU FC, Andi lala, Andi kopet,Mas agung (gembul), bang irvan (belong), bang aik, maman tobing, Semoga tim kesebelasan persetu semakin maju kedepannya,terimakasih telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

(15)

Skripsi ini ditulis dengan usaha yang maksimal sesuai dengan kemampuan peneliti. Jika masih terdapat banyak kekurangan, dapat dijadikan evaluasi atau penelitian lanjutan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang memerlukan.

Bandar Lampung, 01 Agustus 2018 Penulis

(16)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR SINGKATAN ... vi

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Kegunaan Penelitian ... 7

II. TINJAUN PUSTAKA A. Tinjauan Tentang Kebijakan Publik ... 8

1. Pengertian Kebijakan Publik ... 8

2. Komponen- Komponen Kebijakan Publik ... 9

3. Unsur-unsur Kebijakan Publik ... 9

4. Tahapan- tahapan Kebijakan Publik ... 10

5. Tahap Analisis Kebijakan ... 11

B. Tinjauan Tentang Implementasi ... 11

1. Pengertian Implementasi ... 11

2. Model- Model Implementasi Kebijakan ... 13

C. Tinjauan Tentang Nelayan ... 18

1. Pengertian Nelayan ... 18

2. Klarifikasi Nelayan ... 19

D. Tinjauan Tentang Program Sekaya Maritim ... 20

1. Konsep Sekaya Maritim ... 20

2. Prinsip-prinsip dalam Pelaksanaan Program Sekaya Mairim ... 21

3. Bentuk Bantuan Program Sekaya Maritim ... 21

4. Kriteria lokasi dan kelompok sasaran ... 22

E. Tinjauan Kajian Tentang Penelitian Sebelumnya ... 22

(17)

ii

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe dan Pendekatan Penelitian ... 29

B. Fokus Penelitian ... 29

C. Lokasi Penelitian ... 30

D. Jenis dan Sumber Data ... 31

E. Teknik Pengumpulan Data ... 32

F. Teknik Analisis Data ... 34

G. Teknik Keabsahan Data ... 36

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 39

1. Desa Margasari ... 39

1.1. Sejarah Desa Margasari... 39

1.2. Visi dan Misi Desa Margasari ... 40

1.3. Letak Geografis ... 41

1.4. Kependudukan... 42

2. Gambaran Umum Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur ... 44

2.1 Kedudukan ... 44

2.2 Tugas Pokok ... 44

2.3 Fungsi ... 44

2.4 Sasaran ... 44

2.5 Tujuan ... 45

2.6 Visi ... 45

2.7 Misi ... 46

B. Hasil Penelitian ... 46

1. Deskripsi Pelaksanaan Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. ... 47

a. Sosialisasi Program ... 47

b. Organisasi Pelaksana ... 52

c. Kriteria Lokasi dan Kelompok Sasaran ... 55

d. Distribusi Bantuan Sekaya Maritim ... 60

e. Faktor Lingkungan ... 65

C. Pembahasan ... 69

1. Implementasi program Sekaya Maritim di Desa Margasari, Kecamatan Labuan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur... 69

a. Sosialisasi Program ... 70

b. Organisasi Pelaksana ... 72

c. Kriteria lokasi dan Kelompok Sasaran ... 73

d. Distribusi Bantuan Sekaya Maritim ... 75

(18)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 79 B. Saran ... 80 DAFTAR PUSTAKA

(19)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1. Daftar kabupaten/ kota yang mendapatkan bantuan Sekaya Maritim

pada tahun 2015 ... 5

Tabel 2. Tahap Analisis Kebijakan ... 11

Tabel 3. Matriks perbandingan penelitian ... 25

Tabel 4. Daftar informan penelitian ... 33

Tabel 5. Data dokumen penelitian ... 34

Tabel 6. Jumlah masyarakat perdusun ... 42

Tabel 7. Tingkat pendidikan masyarakat Desa Margasari ... 43

Tabel 8. Penduduk margasari berdasarkan mata pencaharian ... 43

Tabel 9. Materi sosialisasi program Sekaya Maritim ... 50

Tabel 10. Organisasi Pelaksana Program Sekaya Maritim dan Perannya ... 52

(20)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 1. Proses Implementasi Kebijakan Van Meter dan Van Horn ... 16

Gambar 2. Model Implementasi Kebijakan Mazmanian dan Sabatier ... 17

Gambar 3. Kerangka Pikir Penelitian... 28

Gambar 4. Pertemuan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan dan aparat Desa Margasari di Aula Dinas kelautan dan perikanan ... 48

Gambar 5. Sosialisasi yang dikakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di Balai Desa Margasari ... 49

Gambar 6. Kegiatan observasi kriteria lokasi penerima bantuan ... 56

Gambar 7. Rumah Warsiudin di daerah pinggir sungai Desa Margasari ... 59

Gambar 8. Daftar calon KUB penerima paket bantuan sekaya maritim ... 62

(21)

vi

DAFTAR SINGKATAN

Sekaya Maritim : Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah dan Maju RPJMD : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

RTS : Rumah Tangga Sasaran

PPLS : Pendataan Program Perlindungan Sosial PEMP : Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir BLT : Bantuan Langsung Tunai

Raskin : Rakyat miskin

PKN : Peningkatan Kesejahteraan Nelayan DJPT : Direktorat Jendral Perikanan Tangkap INPRES : Intruksi Presiden

(22)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang mana dua pertiga wilayahnya adalah perairan laut dengan panjang pantai 95.181 km2, dengan luas perairan 5,8 juta km2, serta telah diakui dunia memiliki kurang lebih 17.500 pulau. Secara geografis, 70% wilayah Indonesia terdiri dari wilayah perairan memiliki potensi perikananyang dimana dibidang penangkapan ikan 6,4 juta ton/tahun serta potensi kelautan perikanan umum sebesar 305.650 ton/tahun serta potensi kelautan kurang lebih 4 milyar USD/tahun. (Kementerian Kelautan dan Perikanan: 2015).

(23)

2

sumber daya, teknologi, serta tingkat kemiskinan dan keterbelakangan nelayan.

Kebijakan pembangunan di era pemerintahan Presiden Joko Widodojuga telah di tuangkan dalam sembilan program yang di sebut Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu dari Nawa Cita presiden Joko Widodo menunjukkan keberpihakan pada pembanguan di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini tertuang pada Nawa Cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerahdan desa dalam kerangka negara kesatuan. Berdasarkan Nawa Cita inilah pemerintah mulai memfokuskan pembangunan di daerah dengan memperkuat pembangunan di mulai dari daerah pinggiran untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

(24)

Kemiskinan telah melekat erat kepada masyarakat nelayan,terutama bagi nelayan kecil yang umumnya bersifat tradisional sering kali mengalami proses marginalisasi dan menjadi korban dari program pembangunan dan modernisasi perikanan yang kurang tetap, ruang gerak nelayan tradisional umumnya sangat terbatas yakni mereka yang beroperasi di sekitar perairan pantai, berbeda dengan nelayan modern yang seringkali merespon perubahan dengan cepat dan overfishing.

Dengan melihat pada sumber data statistik perikanan tangkap Indonesia, nelayan di Indonesia berjumlah2.748.908 orang. Sedangkan untuk individu Rumah Tangga Sasaran (RTS) nelayan miskin menurut dataPendataan Program Perlindungan Sosial(PPLS) 2011 berjumlah 1.077.272 orang. Pada praktek dilapangan telah banyak sekali program yang dibuat oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir diantaranya Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PEMP),Progam Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Progam Beras Miskin (Raskin). Untuk mengurangi jumlah RTS tersebut beberapa kementerian bergabung dalam program Peningkatan Kesejahteraan Nelayan (PKN) telah mengupayakan untuk penanggulangan persoalan tersebut. (Kementerian Perikanan dan Kelautan: 2015).

(25)

4

pendapatan dan kesejahteraan nelayan sehingga diperlukan program terintegrasi yang bisa menjawab problematika sosial, ekonomi dan lingkungan nelayan.

Sebagai sebuah upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan ini, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT) meluncurkan sebuah program berdasarkan Intruksi Presiden(INPRES) 15 Tahun 2011 Tentang Perlindungan dan Revitalisasi Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) yang ditetapkan pada Keputusan Presiden(Keppres) No. 10 tahun 2011 tentang tim kordinasi peningkatan dan perluasan program pro-rakyat yang melibatkan Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan nelayan yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

(26)

Tabel 1. Daftar Kabupaten/Kota yang mendapatkan bantuan Sekaya Maritim pada tahun 2015

NO LOKASI KAMPUNG

NELAYAN

1 Kota Lhoksuemawe 2

2 Kabupaten Pesisir Selatan 7

3 Kabupaten Tanjung Jabung 4

4 Kabupaten Lampung Timur 4

5 Kabupaten Bayuasin 5

6 Kabupaten Kepulauan Seribu 2

7 Kabupaten Indramayu 2

8 Kabupaten Demak 5

9 Kabupaten Sumenep 2

10 Kabupaten Lamongan 5

11 Kabupaten Mempawah 2

12 Kabupaten Kotawaringin Timur 2

13 Kabupaten Tanah Laut 3

14 Kota Bontang 2

15 Kabupaten Nunukan 2

16 Kabupaten Kepulauan Talaud 4

17 Kabupaten Donggala 2

18 Kabupaten Maros 6

19 Kabupaten Kolaka 2

20 Kabupaten Lombok Timur 3

21 Kabupaten Belu 3

22 Kabupaten Seram Bagian Barat 3

23 Kabupaten Merauke 2

24 Kabupaten Sorong 3

25 Kabupaten Serang 6

26 Kabupaten Lebak 1

27 Kabupaten Belitung Timur 3

28 Kota Batam 3

29 Kabupaten Meranti 4

30 Kabupaten Batubara 4

31 Kabupaten Pangandaran 2

Sumber: (Kementerian Kelautan dan Perikanan: 2015)

(27)

6

Margasari, Desa Sriminosari, Desa Sukorahayu,dan Desa Karanganyar. Bantuan itu berupa pembangunan jalan setapak, MCK, Balai Sekaya Maritim, Sertifikat rumah nelayan, Perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Bantuan alat tangkap nelayan.

Dari empat desa yang mendapatkan bantuan program Sekaya Maritim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur, terdapat salah satu desa yang memiliki beberapa permasalahan dalam hal penyaluran bantuannya, yaitu Desa Margasari. Beberapa permasalahan yang mengemuka di daerah tersebut yaitu:Pertama, hingga saat ini belum tersalurkannya bantuan sertifikat rumah nelayan yang berjumlah 100 lembar.Kedua, belum meratanya pemberian bantuan alat tangkap kepada 15 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dicalonkan baru ada 3 Kelompok Nelayan yang menerima bantuan dari Dinas Kelautan dan

Perikanan Kabupaten Lampung Timur.

(http://www.antaralampung.com/berita/287358/kelompok-nelayan-lampung-timur-pertanyakan-bantuan-kkp / diakses 15 oktober 2016)

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti tertarik dalam mengambil judul “Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Seribu Kampung

(28)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Implementasi program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Tahun 2015?

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi program Seribu kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju(Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Tahun 2015.

D. Kegunaan Penelitian

1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian pengetahuan tentang ilmu Administrasi Negara khususnya tentang Implementasi kebijakan publik.

(29)

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Kebijakan Publik

1. Pengertian Kebijakan Publik

Menurut Lasswell dan Kaplan dalam Waluyo (2007:42), menyatakan bahwa kebijakan publik sebagai sesuatu program pencapaian tujuan, nilai-nilai dalam praktek-praktek yang terarah (a projected program of goal, value and practise).

Menurut Dye dalam Waluyo (2007:42), menyatakan bahwa kebijakan publik adalah apa saja yang dipilih oleh pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Menurut James E. Anderson dalam Subarsono (2013:2), menyatakan bahwa kebijakan publik sebagai kebijakan yang ditetapkan oleh badan-badan dan aparat pemerintah, walaupun disadari bahwa kebijakan publik dapat dipengaruhi oleh para aktor dan faktor dari luar pemerintah.

(30)

dimana terdapat hambatan-hambatan dan kemungkinan- kemungkinan dimana kebijakan tersebut diusulkan agar berguna dalam mengatasinya untuk mencapai tujuan yang di maksud.

Maka dari itu, kebijakan publik adalah serangkaian keputusan yang dilakukan oleh sejumlah aktor (baik publik maupun swasta) yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik.

2. Komponen-Komponen Kebijakan Publik

Menurut Jones dalam Tahir (2015:28), menyakatakan bahwa kebijakan publik terdiri dari komponen-komponen :

a. Goal atau tujuan yang diinginkan;

b. Plans atau proposal, yaitu pengertian yang spesifik untuk mencapai tujuan;

c. Programs, yaitu upaya-upaya yang berwenang untuk mencapai tujuan; d. Decisions atau keputusan, yaitu tindakan-tindakan untuk menentukan

tujuan, membuat rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi program; e. Effect, yaitu akibat-akibat dari program (baik disengaja atau tidak).

3. Unsur-unsur Kebijakan Publik

Unsur-unsur kebijakan publik menurut Kaji dalam Tahir (2015:29), adalah sebagai berikut:

a. Kebijakan selalu mempunyai tujuan atau berorientasi pada tujuan tertentu;

(31)

10

c. Kebijakan adalah apa yang benar-benar dilakukan oleh pemerintah, bukan apa yang akan dilakukan;

d. Kebijakan publik bersifat positif (tindakan pemerintah mengenai sesuatu dalam memecahkan masalah publik tertentu) dan bersifat negatif (keputusan pejabat pemerintah untuk tidak melakukan sesuatu);

e. Kebijakan publik (positif) selalu berdasarkan pada peraturan perundang-undangan tertentu yang bersifat memaksa (otoritatif).

4. Tahapan- Tahapan Kebijakan Publik

Proses pembuatan kebijakan publik merupakan proses yang kompleks karena melibatkan banyak proses maupun variabel yang harus dikaji. Oleh karena itu, beberapa ahli politik untuk membagi proses penyusunan kebijakan publik ke dalam beberapa tahap. Tujuan pembagian ini memudahkan dalam mengkaji kebijakan publik.

Menurut Anderson dalam Subarsono (2006:12), menetapkan proses kebijakan publik sebagai berikut:

a. Formulasi masalah (Problem Formulation): Apa masalahnya? Apa yang membuaat hal tersebut menjadi masalah kebijakan? Bagaimana masalah tersebut dapat masuk dalam agenda pemerintah?

b. Formulasi kebijakan (Formulation): Bagaimana mengembangkan pilihan-pilihan atau alternative-alternatif untuk memecahkan masalah tersebut? Siapa saja yang berpartisipasi dalam formulasi kebijakan? c. Penentuan kebijakan (Adoption): Bagaimana alternatif ditetapkan?

(32)

akan melaksanakan kebijakan? Bagaimana proses atau strategi untuk melaksanakan kebijakan? Apa isi dari kebijakan yang telah ditetapkan? d. Implementasi (Implementation): Siapa yang terlibat dalam implementasi

kebijakan? Apa yang mereka kerjakan? Apa dampak dari isi kebijakan? e. Evaluasi (Evalution): Bagaimana tingkat keberhasilan atau dampak

kebijakan diukur? Siapa yang mengevaluasi kebijakan? Apa konsekuensi dari adanya evaluasi kebijakan? Adakah tuntutan untuk melakukan perubahan atau pembatalan?

[image:32.595.142.513.369.578.2]

5. Tahap Analisis Kebijakan

Tabel 2. Tahap Analisis Kebijakan

Tahap Karakteristik

Perumusan Masalah

Memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi yang menimbulkan masalah

Forecasting (Peramalan)

Memberikan informasi mengenai konsekuensi di masa mendatang dari diterapkannya alternatif kebijakan, termasuk apabila tidak membuat kebijakan

Rekomendasi Kebijakan

Memberikan informasi mengenai manfaat bersih dari setiap alternatif dan merekomendasikan alternatif

kebijakan yang memberikan manfaat bersih paling tinggi Monitoring

Kebijakan

Memberikan informasi mengenai konsekuensi sekarang dan masa lalu dari diterapkannya alternatif kebijakan termasuk kendala-kendalanya

Evaluasi Kebijakan

Memberikan informasi mengenai kinerja atau hasil dari suatu kebijakan

(Sumber: Subarsono, 2013:10)

B. Tinjauan Tentang Implementasi

1. Pengertian Implementasi

(33)

12

yang memberikan otoritas program, kebijakan, keuntungan (benefit) atau suatu jenis keluaran yang nyata (tangible output).

Grindle dalam Winarno (2016:135) menyatakan bahwa implementasi adalah pembentukan suatu kaitan (linkage) yang memudahkan tujuan-tujuan kebijakan bisa direalisasikan sebagai suatu dampak dari kegiatan pemerintah.

Abdul Wahab dalam Tahir (2015:55) menyatakan bahwa implementasi kebijakan adalah pelaksanaan keputusan kebijakan dasar, biasanya dalam bentuk undang-undang, namun dapat pula berbentuk perintah-perintah atau keputusan-keputusan eksekutif yang penting atau keputusan badan peradilan lazimnya, keputusan tersebut mengidentifikasikan masalah yang diatasi, menyebutkan secara tegas tujuan/sasaran yang ingin dicapai, dan berbagai cara untuk menstruktur/mengatur proses implementasinya.

Van Meter Van Horn dalam Winarno (2016:135) menyatakan bahwa implementasi adalah pelaksanaan tindakan oleh individu, pejabat, instansi pemerintah atau kelompok swasta yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan dalam kebijakan tertentu.

(34)

Maka dari itu, implementasi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu/kelompok publik maupun swasta, yang dalam pelaksanaannya mempunyai pedoman untuk bertindak berupa undang-undang ataupun keputusan-keputusan, yang digunakan untuk mencapai tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.

2. Model-Model Implementasi Kebijakan

a. Model Top-Down Approach (Brian W. Hogwood dan Lewis A. Gunn) Menurut Hogwood dan Gunn dalam Tahir (2015:82), untuk dapat mengimplementasikan kebijakan publik secara sempurna diperlukan beberapa persyaratan tertentu, yaitu :

1) Kondisi eksternal yang dihadapi oleh instansi pelaksana tidak akan menimbulkan gangguan yang serius, jika berada di luar kendali implementor (dapat bersifat politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain); 2) Untuk pelaksanaan program, tersedianya waktu dan sumber daya yang

cukup memadai;

3) Perpaduan sumber daya yang diperlukan benar-benar tersedia;

4) Kebijakan yang akan diimplementasikan didasari oleh suatu hubungan kausalitas yang andal;

5) Hubungan kausalitas bersifat langsung dan hanya sedikit mata rantai penghubungnya;

6) Hubungan ketergantungan harus kecil;

(35)

14

10) Pihak-pihak yang memiliki wewenang kekuasaan dapat menuntut dan mendapatkan kepatuhan yang sempurna.

b. Model George C. Edwards III (1980)

Menurut Edwards (1980) dalam Subarsono (2013:90), implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variabel, yakni :

1) Komunikasi, keberhasilan implementasi kebijakan mensyaratkan agar implementor mengetahui apa yang harus dilakukan. Apa yang menjadi tujuan dan sasaran kebijakan harus disosialisasikan kepada kelompok sasaran, sehingga akan mengurangi penyimpangan implementasi; 2) Sumberdaya, walaupun isi kebijakan sudah dikomunikasikan secara

jelas dan konsisten, tetapi apabila implementor kekurangan sumberdaya untuk melaksanakan, implementasi tidak akan berjalan efektif. Sumberdaya tersebut dapat berwujud sumber daya manusia dan sumber daya finansial. Sumberdaya adalah faktor penting untuk implementasi kebijakan agar efektif. Tanpa sumberdaya, kebijakan hanya tinggal di kertas menjadi dokumen saja;

3) Disposisi, yaitu watak dan karakteristik yang dimiliki oleh implementor, seperti komitmen, kejujuran, ataupun sifat demokrtis. 4) Struktur birokrasi, struktur organisasi yang bertugas

(36)

c. Model Proses Implementasi Kebijakan Van Meter Van Horn (1975) Menurut Van Meter dan Van Horn (1975) dalam Subarsono (2013:99), ada beberapa variabel yang memengaruhi kinerja implementasi, yaitu : 1) Standar dan sasaran kebijakan. Standar dan sasaran kebijakan harus

jelas dan terukur sehingga dapat direalisasikan. Apabila standar dan sasaran kebijakan kabur, maka akan terjadi multiinterpretasi dan mudah menimbulkan konflik di antara para agen implementasi;

2) Sumberdaya. Implementasi kebijakan perlu dukungan sumberdaya, baik sumberdaya manusia (human resources) maupun sumberdaya non-manusia (non-human resources);

3) Hubungan antar organisasi. Dalam banyak program, implementasi sebuah program perlu dukungan dan koordinasi dengan instansi lain. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama antar instansi bagi keberhasilan suatu program;

4) Karakteristik agen pelaksana, yaitu mencakup struktur birokrasi, norma-norma, dan pola-pola hubungan yang terjadi dalam birokrasi yang semuanya itu akan memengaruhi implementasi suatu program; 5) Kondisi sosial, politik, dan ekonomi. Variabel ini mencakup

(37)

16

[image:37.595.175.504.265.496.2]

6) Sikap/disposisi implementor. Disposisi implementor ini mencakup tiga hal yang penting, yakni : (a) respon implementor terhadap kebijakan yang akan memengaruhi kemauannya untuk melaksanakan kebijakan; (b) kognisi, yakni pemahamannya terhadap kebijakan; dan (c) intensitas disposisi implementor, yakni prioritas nilai yang dimiliki oleh implementor.

Gambar 1. Proses Implementasi Van meter (Sumber: Winarno, 2007:157)

d. Model Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier (1983)

Menurut Mazmanian dan Sabatier (1983) dalam Tahir(2015:77), implementasi kebijakan berdasarkan model pendekatan sentralistis akan menjadi efektif apabila memenuhi enam syarat, yaitu :

1) Adanya tujuan yang jelas dan konsisten;

(38)

3) Mempunyai struktur implementasi yang disusun secara legal;

4) Para pelaksana implementasi yang memiliki keahlian dan komitmen; 5) Adanya dukungan dari kelompok kepentingan dan penguasa;

[image:38.595.164.489.235.586.2]

6) Adanya perubahan dalam kondisi sosio-ekonomi yang tidak melemahkan dukungan kelompok dan penguasa.

Gambar 2. Model Implementasi Kebijakan Mazmanian dan Sabatier(Sumber: Tahir, 2015:79)

e. Model Merilee S. Grindle (1980)

(39)

18

1) Isi Kebijakan, yang mencakup :

a) Kepentingan yang dipengaruhi oleh kebijakan; b) Jenis manfaat yang dihasilkan;

c) Derajat perubahan yang diinginkan; d) Kedudukan pembuat kebijakan; e) Siapa pelaksanan program; f) Sumberdaya yang dikerahkan. 2) Lingkungan Kebijakan

a) Kekuasaan, kepentingan dan strategi aktor yang terlibat; b) Karakteristik lembaga dan penguasa;

c) Kepatuhan dan daya tanggap pelaksana.

Berdasarkan model-model implementasi kebijakan dari beberapa ahli di atas, peneliti menggunakan model implementasi Van Meter dan dan Van Horn karena dianggap cocok untuk diterapkan dalam dalam penelitian yang akan diteliti.

C. Tinjauan Tentang Nelayan

1. Pengertian Nelayan

(40)

Menurut Sastrawijaya (2002), nelayan adalah orang yang hidup di pinggir pesisir laut dan bermata pencaharian hasil laut. Maka dari itu, nelayan adalah sekumpulan orang yang tinggal di pesisir laut yang bekerja menangkap ikan atau binatang laut lainnya untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Klasifikasi Nelayan

Menurut Imron (2003) Mengklasifikasikan nelayan berdasarkan teknologi, yaitu:

a. Nelayan tradisonal menggunakan teknologi penangkapan yang sederhana, umumnya peralatan penangkapan ikan dioperasikan secara manual dengan tenaga manusia. Kemampuan jelajah operasional terbatas pada perairan pantai;

b. Nelayan modern menggunakan teknologi penangkapan yang lebih canggih dibandingkan dengan nelayan tradisional. Ukuran modernitas bukan semata-mata karena pengunaan motor untuk mengerakkan perahu, melainkan juga besar kecilnya motor yang digunakan serta tingkat eksploitasi dari alat tangkap yang digunakan.

Menurut Charles (2001) dalam widodo (2006) mengklasifikasikan nelayan berdasarkan mata pencaharian, yaitu:

a. Nelayan subsisten adalah nelayan yang menangkap ikan untuk kebutuhan sendiri;

(41)

20

melakukan aktivitas secara komersial walaupun dalam skala yang sangat kecil;

c. Nelayan komersial adalah nelayan yang menangkap ikan untuk tujuan komersial atau dipasarkan baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor;

d. Nelayan rekreasi adalah orang-orang yang secara prinsip melakukan kegiatan penangkapan ikan hanya sekedar untuk kesenangan atau berolahraga.

Menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun1964 tentang bagi hasil perikanan mengklasifikasikan nelayan berdasarkan kepemilikan sarana penangkapan ikan, yaitu:

a. Nelayan penggarap adalah orang yang sebagai kesatuan menyediakan tenaganya turut serta dalam usaha penangkapan ikan laut, bekerja dengan sarana penangkapan ikan milik orang lain;

b. Juragan/pemilik alat adalah orang atau badan hukum yang dengan hak apapun berkuasa/memiliki atas sesuatu kapal/perahu dan alat-alat penangkapan ikan yang dipergunakan dalam usaha penangkapan ikan, yang dioperasikan oleh orang lain.

D. Tinjauan Tentang Program Sekaya Maritim

1. Konsep Sekaya Maritim

(42)

Maritim adalah bentuk fasilitasi pemerintah kepada kelompok nelayan miskin melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung perikanan tangkap, peningkatan kapasitas nelayan dan akses terhadap pemasaran hasil serta pembiayaan usaha perikanan.

2. Prinsip– prinsip Dasar dalam pelaksanaan program sekaya maritim Prinsip–prinsip dasar dalam pelaksanan program Sekaya Maritim adalah sebagai berikut :

a. Partisipasi Masyarakat dan berbasis kelompok; b. Ramah Lingkungan;

c. Berkelanjutan;

d. Keterbukaan dan akuntabel; e. Kemitraan dan kerjasama; f. Sinergi dan saling menguatkan; g. Taat aturan;

h. Berorientasi wirausaha.

3. Bentuk Bantuan Sekaya Maritim a. Bantuan alat tangkap

b. pembangunan jalan setapak

c. pembangunan MCK beserta sumur bor d. Kotak sampah

e. Sertifikat rumah nelayan f. Motor bengkel

(43)

22

4. Kriteria lokasi dan Kelompok Sasaran

Dalam pelaksanaan Sekaya Maritim, terdapat kriteria dan lokasi dan kelompok sasaran yang perlu menjadi rujukan agar program dapat tepat sasaran. Adapun kriteria masing-masing meliputi :

a. Pemilihan kampung nelayan. Pemilihan lokasi kampung nelayan di dasarkan pada :

1) Adanya dukungan daerah

2) Pelabuhan Perikanan/ Sentra nelayan

3) Memliki Rumah Tangga Sasaran (RTS) nelayan miskin

4) Kelanjutan Program Peningkatan Kehidupan Nelayan(PKN) tahun 2011-2014

5) Mempertimbangkan pemerataan per provinsi 6) Berlokasi di daerah perbatasan dan tertinggal b. Kriteria Nelayan meliputi 2 aspek yaitu:

1) Nelayan kecil <5 GT dengan jumlah kemilikan bersama maksimal 60 GT.

2) Nelayan yang mata pencahariannya melakukan penangkapan sehari-hari.

E. Tinjauan Tentang Kajian Penelitian Sebelumnya

(44)

penelitian-penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya.Peneliti mengambil tiga hasil penelitian terdahulu yang dapat dijadikan perbandingan dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis terkait dengan Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim).Terdapat tiga penelitian yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti mengenai Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) yaitu:

1. Penelitian yang pertama yang digunakan penelitian sebagai tinjauan pustaka adalah skripsi yang ditulis oleh Ni Luh Eka Suryani berjudul: “Implementasi Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan

Tangkap untuk meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Kecamatan Kubutambahan Tahun 2015”. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan, pelaksanaan program pengembangan usaha mina Perdesaan perikanan tangkap di Kecamatan Kubutambahan, dan arah hubungan antara program pengembangan usaha mina Perdesaan perikanan tangkap dengan tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan tahun 2015. Hasil penelitian ini simpulan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antaraprogram pengembangan usaha Mina Perdesaan Perikanan Tangkap dengan tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan tahun 2015.

(45)

24

Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat”.Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan program dan hambatan- hambatan yang ditemui dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di KecamatanTanjung Pura Kabupaten Langkat.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kecamatan Tanjung Pura belum tepat sasaran dan penggunaan dananya tidak tepat waktu.hal ini disebabkan menurunnya keuntungan, menurunnya penjualan dagangan serta modal yang menipis dan menurunnya perputaran uang.

(46)
[image:46.595.117.520.170.753.2]

penerima bantuan. Penjelasan diatas dapat digambarkan ke dalam tabel berikut ini:

Tabel 3. Matriks Perbandingan Penelitian NAMA

PENELITI JUDUL TUJUAN

HASIL PENELITIAN Ni Luh Eka

Suryani Implementasi Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Tangkap untuk meningkatkan Kesejahteraan Nelayan di Kecamatan Kubutambahan Tahun 2015.

1. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan Tahun 2015

2. Untuk mengetahui pelaksanaan program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) perikanan tangkap di Kecamatan Kubutambahan Tahun 2015

3. Untuk mengetahui arah hubungan antara program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) perikanan tangkap dengan tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan Tahun 2015 Hasil penelitian ini diperoleh simpulan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara program pengembangan usaha Mina Perdesaan Perikanan Tangkap dengan tingkat kesejahteraan nelayan di Kecamatan Kubutambahan tahun 2015

Razak Miraza Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

1. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

(47)

26

NAMA

PENELITI JUDUL TUJUAN

HASIL PENELITIAN Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. menurunnya keuntungan, menurunnya penjualan dagangan serta modal yang menipis dan menurunnya perputaran uang. Tumpak Manik Sikap Nelayan Terhadap Program Pengembangan Perikanan Tangkap Khususnya Pemberian Bantuan Alat Tangkap Ikan di Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Begadai.

1. Untuk mengetahui perkembangan program pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian 2. Untuk mengetahui

karakteristik nelayan yang mengikuti program

pengembangan perikanan tangkap 3. Untuk mengetahui

hubungan

karakteristik nelayan dengan sikap nelayan terhadap program pengembangan perikanan tangkap. bahwaprogram pengembangan perikanan tangkap tidak mengalami peningkatan dari tahun 2011 sampai tahun 2012 ditinjau dari segi jumlah pelaksana dan jumlah anggota, ditinjau dari segi jumlah penerima bantuan. Rahmad Galih Rissadi Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Tahun 2015

1. Untuk mengetahui sejauh mana Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Tahun 2015 -

(48)
(49)

28

[image:49.595.111.509.108.657.2]

F. Kerangka Pikir Penelitian

Gambar 3. Kerangka Pikir Penelitian Sumber: Diolah Oleh Peneliti, 2018 Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan maringgai Kabupaten Lampung Timur 2015

Setelah berjalan 2 tahun dalam pelaksanaan program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Indah dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari mengalami beberapa masalah diantara:

-Belum meratanya bantuan alat tangkap terhadap nelayan, masih adanya nelayan yang belum menerima bantuan - Belum tersalurkannya

bantuan sertifikat rumah nelayan

Teori Implementasi Kebijakan Publik Van Meter dan Van Horn (1975) dalam Subarsono (2013), ada beberapa variabel yang mempengaruhi kinerja implementasi, yaitu:

1. Standar dan sasaran kebijakan 2. Sumberdaya

3. Hubungan antar organisasi 4. Karakteristik agen pelaksana 5. Kondisi sosial, politik dan

ekonomi

Terwujudnya seribu kampung nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim)

(50)

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe dan Pendekatan Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Bogdan and Taylor (1975) dalam Lexy J.Moleong mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dengan demikian, penelitian ini akan menjelaskan dan menganalisis mengenai implementasi program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur tahun 2015. Sehingga dalam penelitian ini tergolong pada tipe penelitian deskripsif. Dalam Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar (2006) penelitian deskriptif bermaksud membuat pemeriaan (penyandaraan) secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu.

B. Fokus Penelitian

(51)

30

melebar kemana-mana. Fokus masalah ini diturunkan dari rumusan masalah penelitian, dalam penelitian ini terdapat fokus penelitan yaitu:

Pelaksanaan program Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur tahun 2015, meliputi:

(a). Standar dan sasaran kebijakan; (b). Sumberdaya;

(c). Hubungan antar organisasi; (d). Karakteristik agen pelaksana;

(e). Kondisi sosial, politik, dan ekonomi;

C. Lokasi Penelitian

(52)

D. Jenis dan Sumber Data

Pengertian data sendiri merupakan suatu catatan dari kumpulan fakta yang ada, yang dapat berbentuk kata, angka, maupun lainnya. Jenis-jenis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini ialah:

1. Data Primer

Data primer adalah sumber data peneliti yang diperoleh secara langsung. Adapun data primer yang didapat dalam penelitian ini diperoleh dari lapangan penelitian,baik yang diperoleh dari pengamatan langsung maupun wawancara kepada informan, wawancara ini dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat langsung dalam implementasi program seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Dalam penentuan informasi yang sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dimana infroman tersebut ditentukan dengan pertimbangan yang ada, serta yang memiliki kedudukan yang terbaik sehingga dapat memberikan informasi yang akurat sesuai dengan topik penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

2. Data Sekunder

(53)

32

implementasi program seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Untuk itu, pengumpulan data yang akan dilakukan, yaitu dengan:

1. Observasi

Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang di lakukan oleh sumber penelitian di lapangan. Yaitu dalam kegiatan yang berhubungan dengan implementasi program Sekaya Maritim di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur tahun 2015.

2. Wawancara

(54)

untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercakup seluruhnya.

[image:54.595.157.511.303.492.2]

Dari kedua model yang dipilih tersebut, semuanya akan disesuaikan dilapangan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Untuk itu dalam peneliti ini, peneliti melakukan wawancara kepada informan terkait program Sekaya Maritim di Desa Margasari sebagai berikut:

Tabel 4. Daftar Informan Penelitian

No Nama Jabatan

1 Johan Kepala UPTD Perikanan Tangkap

2 Budianto Kasi Pengembangan Usaha dan Statistik Perikanan Tangkap

3 Nyoto Suswoyo Kepala Desa Margasari 4 Nanang Suryadi Sekertaris Desa Margasari 5 Ali Imron Ketua KUB nelayan 6 Gatot supriono Ketua KUB nelayan 7 Irwanto Ketua KUB nelayan 8 Paimin Nelayan

9 Warsiudin Nelayan 10 Slamet Sugito Nelayan Sumber: Diolah Oleh Peneliti, 2017

3. Dokumen

(55)

foto-34

foto kegiatan dan pelaksanaan program Sekaya Maritim di Desa Margasari serta dokumen-dokumen yang terkait dengan masalah implementasi program Sekaya Maritim tersebut.

[image:55.595.131.520.235.337.2]

Berikut adalah data dokumentasi yang didapatkan oleh peneliti : Tabel 5. Data Dokumen Penelitian

No Nama Dokumen Sumber Dokumen 1 Keputusan Direktur Jendral

Perikanan Tangkap No.32/KEP-DJPT/2015

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur

2 Keputusan Dinas Kelautan dan Perikanan No. 800/619/SKTPS/04/2016

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur

F. Teknik Analisis Data

Dalam proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, hasil observasi dan dokumen-dokumen yang mendukung penelitian ini, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Untuk itu, Analisis data yang akan dilakukan yaitu dengan:

1. Reduksi Data (Data Reduction)

(56)

merangkum data yang diperoleh lalu difokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan Imlementasi progarm seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

2. Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data berguna untuk memudahkan peneliti melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian. Batasan yang diberikan dalam penyajian data adalah sekumpulan informasi yang tersusun dan memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam penelitian ini, penyajian data diwujudkan dalam bentuk uraian dengan teks naratif, dan foto atau gambar sejenisnya terkait dengan Imlementasi progarm seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi

Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

(57)

36

tema, hubungan persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya yang dituangkan dalam kesimpulan yang tentatif. Penarikan kesimpulan akhir penelitian ini berupa teks naratif yang mendeskripsikan implementasi progarm seribu kampung nelayan mandiri, tangguh, indah dan maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

G. Teknik Keabsahan Data

Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Terdapat empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Menurut Moeloeng (2011 : 324) 4 (empat) kriteria tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Derajat Kepercayaan (credibility)

Penerapan kriteria derajat kepercayaan (kredibilitas) pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari nonkualitatif. Kriteria derajat kepercayaan ini berfungsi untuk (a) Melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai; (b) Mempertunjukan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.

Teknik pemeriksaan keabsahan data ini antara lain:

(58)

tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan yang dimaksud yaitu peneliti melakukan penelitian dilapangan sampai pada kejenuhan pengumpulan data yang diperoleh dengan membutuhkan waktu yang tidak sedikit dalam mencapai tujuan dari hasil penelitian yang akan diperoleh.

b. Triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Denzim dalam Moeloeng (2011 : 330) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori. Dalam upaya memeriksa keabsahan data, peneliti melakukan pengecekan dari berbagai sumber, yaitu dengan mewawancarai beberapa informan yang berasal dari kalangan yang berbeda.Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat.

2. Keteralihan (transferability)

(59)

38

tidaknya mengaplikasikan hasil penelitian tersebut ke tempat lain. Untuk melakukan keteralihan peneliti berusaha mencari dan mengumpulkan data kejadian empiris dalam konteks yang sama dalam penelitian ini. 3. Kebergantungan (dependability)

Kebergantungan merupakan substitusi istilah reliabilitas dalam penelitian yang nonkualitatif. Pada cara nonkualitatif, realibilitas ditunjukan dengan jalan mengadakan replikasi studi. Peneliti dalam melakukan pengulangan dalam suatu studi dua atau beberapa kali dalam suatu kondisi yang sama dan hasilnya secara esensial sama, maka dikatakan realibilitasnya tercapai. Persoalan yang amat sulit dicapai disini ialah bagaimana mencari kondisi yang benar-benar sama dengan hasil penelitian dan fenomena yang terjadi dilapangan. Oleh karena itu hasil penelitian ini benar atau tidak, maka penulis mendiskusikannya dengan pembimbing. 4. Kepastian (comfirmability)

(60)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

(61)

80

implementasi program Sekaya Maritim di Desa Margasari baik pemerintah pusat, daerah hingga desa sudah memiliki SOP sehingga mereka sudah mengetahui tugas masing- masing. Dan untuk kondisi sosial, politik, dan ekonomi di Desa Margasari, sudah sangat mendukung diimplementasikannya program Sekaya Maritim.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat di peneliti berikan dalam “ Implementasi Program Seribu Kampung Nelayan

Mandiri, Tangguh, Indah, dan Maju (Sekaya Maritim) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur” adalah sebagai berikut:

1. Pemerintah seharusnya menetapkan sasaran penerima bantuan Sekaya Maritim menggunakan pendatan secara periodik agar sesuai dengan fakta dan kondisi warga yang ada dilapangan saat ini.

(62)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi buku :

Imron, Masyuri. 2003 “Kemiskinan dalam masyarakat nelayan”dalam jurnal masyarakat dan budaya. PMB-LIPI.

Moleong, Lexy J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Roasdakaraya. Bandung

Subarsono, AG. 2013. Analisis Kebijakan Publik (Konsep, Teori, dan Aplikasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung

Winarno, Budi. 2016. Kebijakan Publik Era Globalisasi Yogyakarta: CAPS (Center of academic publishing service).

Tahir, Arifin. 2015. Kebijakan Publik & Transparansi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Bandung: Alfabeta.

Waluyo. 2007. Manajemen Publik (Konsep, Aplikasi dan Implementasinya Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah). Bandung: Mandar Maju

Winarno, Budi. 2007. Kebijakan Publik (Teori & Proses). Jakarta: Media Pressindo.

(63)

Referensi Peraturan :

Keputusan Direktur Jendral Perikanan Tangkap No. 32/KEP-DJPT/2015 tentang pedoman umum pelaksanaan kegiatan seribu kampung nelayan mandiri tangguh indah dan maju.

Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 10/2011 Tentang Tim Kordinasi Peningkatan dan Perluasan Program Pro-Rakyat.

Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 15/2011 Tentang Perlindungan Nelayan

Referensi website :

http://www.pupi.kkp.go.id (diakses pada tanggal 15 oktober 2016) http://aplikasi pupi.kkp.go.id (diakses pada tanggal 15 oktober 2016)

http://www.antaralampung.com/berita/287358/kelompok-nelayan-lampung-timur-pertanyakan-bantuan-kkp / (diakses 15 oktober 2016)

Figure

Tabel 2. Tahap Analisis Kebijakan
Gambar 1. Proses Implementasi Van meter  (Sumber: Winarno, 2007:157)
Gambar 2.  Model Implementasi Kebijakan Mazmanian dan Sabatier(Sumber: Tahir, 2015:79)
Tabel 3. Matriks Perbandingan Penelitian
+4

References

Related documents

It is common practice to recommend nutritional supplementation, such as multi-vitamins and iron, following bariatric surgery for all patients. However, evidence is scarce

However, the malicious and unintentional attack vectors provide a set of possible high level attacks that can be used as starting points for an attack tree refinement in the

Their writing ability increased in second meeting and furthermore in third meeting As suggestion, English teacher can use “Discovery Channel” video as alternative Media

burgdorferi ospC genotypes identified in sera of CHR residents in 1988 and 1989 in relation to study questionnaire and physician diagnostic data a CHR ID 1988 1989 No.. LB Ab,

If the body solid content of normal infants is taken as 35 to 45 per cent (19, 29), the normal BMR range of 45 to 60 calories per kg body weight per day represents 100 to 170

BM stroma protected AML cells from the cytotoxic effects of  etoposide  (Figure  3A).  Similar  to  our  findings  with  bortezomib and dexamethasone, inhibition of CYP3A4

The intuition for this result is as follows; when the cost differential is very high then the ”differential” incentive of the centralized regulator to decrease permits price to

Support planning department wages, membership in the Oldman River Regional Services Commission, geographic information system maintenance, and other planning related