Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

Top PDF Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit:

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

terjadi terdapat pada konsep-konsep ionik, senyawa kovalen polar dan ionisasi. Hal ini dilihat dari persentase yang didapat berturut-turut yaitu 35,65%, 14,77%, dan 14,75%. Konsep-konsep tersebut masih terkait pada materi ikatan kimia se- mester satu sehingga pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit siswa meng- alami miskonsepsi yang berlanjut. Penelitian yang senada juga dilakukan oleh Siswaningsih, Firman dan Hanum (2015) kepada 34 siswa kelas X SMA Negeri Kota Bandung. Hasil penelitian mengungkapkan miskonsepsi yang dialami siswa pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit adalah sebanyak 64,7% dimana siswa menganggap semua larutan elektrolit merupakan senyawa ion. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Irsanti, Khaldun, dan Hanum (2017) kepada 14 orang siswi kelas X di SMA Islam Al-Falah Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat miskonsepsi pada pemahaman materi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit yaitu sebesar 38,68%. Penyebab miskonsepsi yang di- alami siswa dalam pemahaman materi larutan elektrolit dan non elektrolit karena kurang memenuhi kriteria syarat konsep seperti adanya atribut yang tidak lengkap, gambaran konsep yang salah dan kegagalan siswa dalam melakukan klasifikasi.
Show more

68 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Puji syukur hanyalah untuk-Mu Allah, Rabb semesta alam, yang senantiasa men- cucurkan rahmat dan ridho-Nya sehingga penulis dapat merampungkan skripsi “Efektivitas LKS Berbasis Multipel Representasi Kimia dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit” sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk qudwah, uswatun hasanah, nabiyallah, Muhammad SAW, seorang yang biasa namun luar biasa karena kebiasaannya yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi penulis.
Show more

44 Read more

Text
1  ABSTRAK pdf

Text 1 ABSTRAK pdf

Hasil observasi di kelas dan wawancara dengan guru kimia di SMA Negeri 6 Metro diperoleh data bahwa pada saat pembelajaran siswa cenderung hanya men- dengar, mencatat informasi yang diberikan oleh guru, dan bertindak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh guru. Menurut Duron, dkk. (2006) siswa yang cenderung menghafal dan tidak aktif dalam proses pembelajaran dapat dikarena- kan sebagian besar pemikiran hanya berasal dari guru. Selain itu, keterbatasan alat dan bahan praktikum di laboratorium mengakibatkan kegiatan praktikum tidak dilakukan pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit, sehingga pem- belajaran yang berlangsung kurang aktif dan efektif, sebab menurut Ni’mah dan Dwijananti (2014) menyatakan bahwa melalui praktikum siswa dapat memahami konsep dengan mudah serta siswa lebih aktif untuk bertanya dan menjawab per- tanyaan.
Show more

55 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan strategi scaffolding dalam model pembelajaran SiMaYang dilihat dari perbedaan rata-rata n-Gain keterampilan proses sains siswa pada materi larutan elektrolit dan non- elektrolit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Bandar Lampung pada semester genap tahun 2016/2017. Teknik pe- ngambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel kelas X MIA 3 dan X MIA 4. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Kelas eks- perimen diberi perlakuan menggunakan strategi scaffolding dalam pembelajaran SiMaYang, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran SiMaYang tanpa strategi scaffolding. Pengaruh penerapan strategi scaffolding diukur
Show more

62 Read more

Text
0643023023 abstrak pdf

Text 0643023023 abstrak pdf

nguasaan konsep siswa kelas X 2 pada materi pokok larutan non-elektrolit dan elektrolit serta reaksi redoks tahun pelajaran 2009-2010 yaitu 43,72. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan di SMA tersebut yaitu 100% siswa mencapai nilai ≥ 60. Siswa yang mendapat nilai ≥ 60 hanya mencapai 31,57%. Rendahnya nilai rata-rata itu menunjukkan bahwa konsep yang di- berikan masih belum dapat dikuasai dan dipahami oleh siswa dengan baik.

8 Read more

Substrates Preparation from Woody Tropical Waste Biomass for Biohydrogen Production

Substrates Preparation from Woody Tropical Waste Biomass for Biohydrogen Production

Hasil penelitian mengenai peruraian substrat kekayuan menggunakan asam sulfat pekat dan encer, diketahui limbah kekayuan tersebut dapat diuraikan menjadi monomer yang kemungkinan adalah selulosa/ polisakarida-nya menjadi monosakarida (gula/pati). Kami mengasumsikan dan menghitung kadar pati/gula karena substrat tersebut akan diperlukan dan gunakan untuk fermentasi dan konversi menjadi karier energi gas hidrogen. Perlakuan hidrolisa yang digunakan adalah menggunakan asam sulfat jadi kemungkinan yang terhidrolisa adalah selulosa dan polisakaridanya, sedangkan residu yang tertinggal kemungkinan lignin. Lignin dapat dihidrolisa menggunakan nitrobensen atau kombinasi etanol dan asam hidroklorat yang menghasilkan senyawa vanilin, siringaldehid, p- hydroksibenzaldehid, alfa-etoksipropioguaiakon, guaiasilaton, vaniloil metil keton atau hidroksibenzoil metil keton [7]. Pada hasil penelitian ini hidrolisa secara kimiawi menghasilkan kenaikan monosakarida sampai 88% kandungan gula, tetapi proses ini merupakan kontrol positif dan diharapkan tidak diterapkan secara luas karena menggunakan zat toksik asam sulfat pekat dan encer.
Show more

5 Read more

Text
01  Cover dan lembar pengesahan pdf

Text 01 Cover dan lembar pengesahan pdf

Ekstrak kasar enzim CGT-ase yang telah diperoleh (pada prosedur 6) kemudian diuji aktivitas enzim CGT-ase nya. Sebanyak 100 µL larutan enzim ditambahkan 800 µL soluble starch 1% (w/v) yang disiapkan dalam buffer asetat 0,1 M pH 5,5 dan diinkubasi pada suhu 55 ºC selama 10 menit (pH, suhu, dan waktu tersebut merupakan kondisi optimum enzim CGT- ase). Reaksi dihentikan dengan menambahkan 4 mL Na 2 CO 3 0,25 M dan 0,1 mL larutan

7 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Hipotesis yang menyatakan bahwa pola tanam legum-legum, legum-non legum dan non legum-non legum serta penambahan pupuk kandang mampu meningkatkan kandungan K dd dan KTK tanah tidak terbukti, hal ini diduga karena kalium dapat dipertukarkan di dalam tanah dapat dengan mudah tercuci air hujan sehingga K dd rendah. Selain itu penambahan bahan organik akibat pola tanam tumpangsari yang diaplikasikan dan penambahan pupuk kandang tidak signifikan mencegah pencucian hara K dari dalam tanah. Tanah yang memiliki buffer atau daya sanggah tanah yang tinggi diduga menjadi penyebab KTK dalam tanah tidak meningkat secara signifikan. Penambahan bahan organik akibat pola tanam tumpangsaari dan penambahan pupuk kandang kambing kurang efektif meningkatkan KTK dalam tanah. Selain itu curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan unsur hara K hilang tercuci.
Show more

14 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Hasil analisis ragam Tabel 12 (Lampiran) menunjukkan bahwa perlakuan antar rotasi tumpangsari (legum-legum-legum, legum-non legum-legum dan non legum-non legum-non legum) dan pupuk kandang (0 t ha -1 , 5 t ha -1 dan 7,5 t ha -1 ) tidak nyata meningkatkan K dd di dalam tanah. Hal ini diduga perlakuan rotasi tumpangsari dan penambahan pupuk kandang meningkatkan KTK dalam jumlah yang hampir sama besar dalam tanah, sehingga perbedaanya tidak nyata. Selain itu ketersediaan unsur K dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu mineral tanah, bahan organik, pH tanah, KTK, aerasi, kelembaban dan ion lain dalam tanah (Soemarno, 2003 dalam Santoso dkk., 2002). Penambahan bahan organik melalui pupuk pada salah satu perlakuan dapat diimbangi oleh faktor lain yang mempengaruhi ketersediaan K dalam tanah sehingga peningkatan K dd antar perlakuan tidak berbeda. Menurut Santoso dkk. (2002) menyatakan bahwa bobot brangkasan tanaman jagung manis dengan dosis pupuk kandang 10 t ha -1 dan 20 t ha -1 pada umur 40 dan 50 hari setelah tanam tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tanpa pupuk kandang baik 40 dan 50 hari setelah tanam. Menurut Purnomo dkk. (2006) menyatakan bahwa perlakuan rotasi tanam tanaman legum dan serealia tidak berbeda nyata meningkatkan ketersediaan K di dalam tanah, hal tersebut dikarenakan masing-masing perlakuan legum dan serealia menyumbangkan ion OH - dan mengurangi keberadaan H + dalam tanah.
Show more

11 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Tanin pada daun kelor berperan sebagai pendenaturasi protein serta mencegah proses pencernaan bakteri, sedangkan flavonoid yaitu senyawa yang mudah larut dalam air untuk kerja antimikroba dan antivirus. Mekanisme kerjanya dalam menghambat bakteri dilakukan dengan cara mendenaturasi protein dan merusak membran sel bakteri dengan cara melarutkan lemak yang terdapat pada dinding sel. Senyawa ini mampu melakukan migrasi dari fase cair ke fase lemak. Terjadinya kerusakan pada membran sel mengakibatkan terhambatnya aktivitas dan biosintesa enzim-enzim spesifik yang diperlukan dalam reaksi metabolisme dan kondisi ini yang pada akhirnya menyebabkan kematian pada bakteri
Show more

51 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

Sejumlah inhibitor menghambat korosi melalui cara adsorpsi. Proses ini untuk membentuk suatu lapisan tipis yang tidak nampak dengan ketebalan beberapa molekul saja, ada pula yang karena pengaruh lingkungan membentuk endapan yang nampak dan melindungi logam dari serangan yang mengkorosi logamnya dan menghasilkan produk yang membentuk lapisan pasif, dan ada pula yang menghilangkan konstituen yang agresif. Sementara itu, mekanisme inhibitor anodik dalam mempertahankan lapisan pasif dapat dilihat pada Gambar 2.11. Pada Gambar 2.11. terlihat korosi terjadi pada bagian selaput oksida yang terkelupas. Selaput pelindung kemudian akan bertindak sebagai katoda, sedangkan logam yang tersingkap sebagai anoda. Kemudian anion dalam inhibitor anodik bereaksi dengan ion logam dalam larutan dan menutup bagian yang bersifat anodik, sehingga laju korosi menjadi terhenti kembali.
Show more

71 Read more

Degradasi Larutan Pewarna Azo Tekstil Menggunakan Sistem Heterogenan O3, O3/UL, O3/TIO2/UL DAN O3/H2O2/UL

Degradasi Larutan Pewarna Azo Tekstil Menggunakan Sistem Heterogenan O3, O3/UL, O3/TIO2/UL DAN O3/H2O2/UL

Gas ozon telah dihasilkan dengan menggunakan penjana gas oksigen (Model AS- 12) dan penjana ozon RXO-15 (Ozonair International Corp.). Kadar aliran gas ke dalam reaktor dikawal dengan menggunakan meter aliran pada penjana ozon tersebut. Sumber cahaya UL dengan panjang gelombang 254 nm dibekalkan oleh lampu merkuri voltan rendah SEN (100 V, 6 W). Mangkinfoto yang digunakan dalam eksperimen ini ialah TiO2 (anatase 99%) jenama SIGMA. Pewarna azo, Sumifix Supra Blue BRF 150% Gran (SSBBRF; MW: 600 g/mol) dari Sumitomo Chemical Company, digunakan sebagai bahan model air sisa. Ia merupakan pewarna azo reaktif heterobifungsi, wujud dalam keadaan granul, sangat larut dalam air dan mempunyai ketulenan yang tinggi [6, 15–16].
Show more

15 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

14 Hasil penelitian Zanzibar (2007) menunjukkan bahwa uap etanol berpengaruh buruk terhadap penurunan kualitas fisiologis. Penurunan tersebut dimulai pada taraf pengusangan 12 kali untuk benih mindi, 15 kali pada benih merbau, sedangkan pada benih akor meskipun hingga akhir pengusangan (21 kali) tidak berbeda dibandingkan dengan kontrol, namun kualitasnya cenderung terus menurun. Besarnya kehilangan kapasitas perkecambahan antar jenis juga berbeda. Kehilangan kapasitas perkecambahan terbesar terjadi pada parameter kecepatan tumbuh. Pada benih mindi, merbau dan akor besarnya kehilangan tersebut berturut-turut adalah 44%, 22%, dan 17%. Ketahanan benih terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, khususnya selama penyimpanan (daya simpan), tertinggi pada benih akor, kemudian merbau dan mindi.
Show more

62 Read more

Text
ABSTRAK (ABSTRACT) pdf

Text ABSTRAK (ABSTRACT) pdf

Culture becomes an identity which is attached to each individual. It regulates how to behave and interact towards Society who embraces it. It means that, the documentation of the culture itself becomes very important in the process of cultural preservation. Likewise, one of the existing cultures in Lampung Saibatin, named Tetamongan. Therefore, the purpose of this research was to know the meaning, the self concept and the motive that happened in tetamongan phenomenon through verbal and non verbal analysis and also related to dramatism theory. So, it can show on how the culture of Tetamongan is happened. The method of this research was phenomenology by using descriptive qualitative research as the type with purposive sampling as a technique of determining the informants. There were found three couples of subject from Sukaraja Village in Tanggamus Region. The results of this research showed that tetamongan had affection and proximity meaning toward the grandparent and the grandchildren, the self concept was also illustrated by the informants, the motive of this phenomenon was as the good relationship and to memorize of the old generation. Finally, tetamongan is able to be the identity of Saibatin Lampungness Society.
Show more

83 Read more

Kesenjangan Harapan Antara Nasabah dan Manajemen terhadap Penyampaian Informasi Keuangan dan  Non Keuangan Bank Syariah

Kesenjangan Harapan Antara Nasabah dan Manajemen terhadap Penyampaian Informasi Keuangan dan Non Keuangan Bank Syariah

Sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data, yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen dikatakan valid hanya jika instrumen itu menghasilkan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran (Nazarudin, 2004). Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi antar masing-masing butir pertanyaan dengan skor total. Teknik yang digunakan adalah pearson’s correlation product moment. Instrumen dinyatakan valid jika hasil pengujian validitas menunjukkan nilai koefisien korelasi antar item-item pertanyaan secara statistis pada tingkat signifikan 1% (Ghozali, 2005).
Show more

16 Read more

The Effect Organizational Culture, Organizational Commitment and Work Motivation on the Performance of Employees Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Badan Penelitian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi Dan Informatika

The Effect Organizational Culture, Organizational Commitment and Work Motivation on the Performance of Employees Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Badan Penelitian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi Dan Informatika

Abstract:- This study aim to identify and analyze the effect of organizational culture, organizational commitment, work motivation on employee performance. This research was conducted at Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika. The sample in this research of 42 employee all civil servants in the Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika. This study uses research instrument such as questionnaires distributed to employee of Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika. The analytical method used is multiple linear regression analysis. Data is processed using Statistical Package for Social Sciences (SPSS) Version 23. The result showed that organizational culture variables has influenced positive and significant on employee performance Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika. organizational commitment variables has influenced positive and significant on employee performance Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika. work motivation variables has influenced positive and significant on employee performance Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika The result showed that organizational culture, organizational commitment, work motivation influence has positive and significant on employee performance.
Show more

9 Read more

Non-evidential believing and permissivism about evidence : A reply to Dan-Johan Eklund

Non-evidential believing and permissivism about evidence : A reply to Dan-Johan Eklund

But this isnÕt the case. Neither Bishop nor we are committed to the view that continuing to see the world in the same way as you did before the encounter or coming to see the world in a new way is a voluntary matter, though you may be aware that you have non-voluntarily come to see the world in a particular way. Rather, in order to take a proposition to be true, itÕs necessary that you already have the appropriate motivations (i.e. that you already hold the proposition true). Based on your motivations, you will maintain your current standards for reasoning weighing evidence, and making judgements that sustain your belief, or you will come to have different ones that reject it. And, since we already know that this is a case in which the evidence is ambiguous, these motivations can only be passional. Taking a belief to be true, then, is not a Ôwilful leapÕ, Bishop argues, but Ôa motivated choice to take to be true what one holds through causes that one recognizes oneself to be non-evidentialÕ ((2007), 117).
Show more

9 Read more

Text
ABSTRAK pdf
   Published Version

Text ABSTRAK pdf Published Version

Berdasarkan tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2012:3). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Menurut Sugiyono (2012:107) penelitian eksperimen yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Menurut Arikunto (2006:3) eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kasual) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental semu (quasi experimental design). Quasi experimental design merupakan pengembangan dari true experimantal design yang sulit dilaksanakan (Sugiyono, 2012: 114).
Show more

28 Read more

Text
ABSTRAK pdf

Text ABSTRAK pdf

pembiayaan pemerintah dalam rangka kesatuan yang mencakup pembagian, pemerataan secara proporsional, demokratis, adil dan transparan dengan memperhatikan potensi, kondisi dan kebutuhan daerah yang sejalan dengan kewajiban dan pembagian wewenang, termasuk pengelolaan dan pengawasan. Dana perimbangan merupakan aspek penting dalam hubungan keuangan pusat dan daerah, serta merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari APBN untuk mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi kepada daerah, yaitu terutama peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.
Show more

23 Read more

The Study on Fluorescence Characteristics of  Chlorella spp: pH Influence on Culture

The Study on Fluorescence Characteristics of Chlorella spp: pH Influence on Culture

Eksperimen untuk mengamati karakteristik fluoresensi Chlorella spp. dengan menggunakan laser Nitrogen yang memiliki stabilitas dan frekuensi repetisi tinggi (energi 5 mJ, durasi pulsa 5 ns) telah dilakukan. Hasil percobaan menunjukkan untuk rentang konsentrasi 2.625 sel/ml hingga 2.769.000 sel/ml, intensitas fluoresensi pada λ = 687 dan konsentrasi sel memiliki hubungan linier. Juga ditunjukkan pada kultur Chlorella spp usia 7 hari, variasi pH pada awal kultur berpengaruh terhadap konsentrasi sel yang dihasilkan.

6 Read more

Show all 10000 documents...