Top PDF Analisis Kinerja Keuangan Bank Go Public dan Bank Non Go Public di Indonesia

Analisis Kinerja Keuangan Bank Go Public dan Bank Non Go Public di Indonesia

Analisis Kinerja Keuangan Bank Go Public dan Bank Non Go Public di Indonesia

Aspek Kualitas Aset (Asset).Aspek yang kedua adalah mengukur kualitas aset bank. Dalam hal ini upaya yang di lakukan adalah untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank. Penilaian aset harus sesuai dengan peraturan oleh bank indonesia dengan memperbandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif. Kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif diklasifikasikan. Rasio ini dapat dilihat dari neraca yang telah dilaporkan secara berkalah kepada bank indonesia. (Kasmir, 2014:48). Aspek Kualitas Manajemen (Management). Kualitas manajemen dapat dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja. Di samping itu, kualitas manajemen juga dilihat dari segi pendidikan dan pengalaman dari karyawan dalam menangani berbagai kasus-kasus yang terjadi. Dalam aspek ini yang di nilai dari manajemen permodalan, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum. manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas. Penilaian kesehatan di bidang manajemen tidak lagi didasarkan pada 250 aspek yang berkaitan dengan permodalan, likuiditas, kualitas aset, rentabilitas dan sensitivitas, tetapi kini penilaianya hanya didasarkan pada 100 aspek saja. (Kasmir, 2014:49).
Show more

8 Read more

ANALISIS AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT MIDI UTAMA INDONESIA TBK (Dibandingkan Dengan Perusahaan Ritel yang Terdaftar di BEI)

ANALISIS AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT MIDI UTAMA INDONESIA TBK (Dibandingkan Dengan Perusahaan Ritel yang Terdaftar di BEI)

Analisis kinerja PT Midi Utama Indonesia, Tbk ini, dilakukan dengan metode cross Cross Sectional Aproach, yaitu suatu metode atau cara yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan PT Midi Utama Indonesia, Tbk. dengan membandingkan rasio-rasio antar keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain yang sejenis pada waktu yang sama. Tabel 5 menunjukkan nilai Rasio Aktivitas (Total Asset Turn Over dan Working Capital Turn Over) dan Rasio Profitabilitas (Gross Profit Margin dan Return On Equity) dari perusahaan ritel yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mempunyai kelengkapan data yang dibutuhkan dari tahun 2009-2017.
Show more

13 Read more

Analisis Kinerja Keuangan Pada Industri Rokok Di Bursa Efek Indonesia Dengan Metode Economic Value Added (EVA)

Analisis Kinerja Keuangan Pada Industri Rokok Di Bursa Efek Indonesia Dengan Metode Economic Value Added (EVA)

Semua perusahaan membutuhkan informasi atas keadaan perusahaan yang sebenarnya, informasi tersebut bisa berupa informasi kinerja, laporan posisi keuangan dan yang lainnya. Khususnya informasi kinerja keuangan perusahaan dapat membantu manajemen untuk mengambil keputusan investasi atau operasi yang tepat untuk saat ini maupun akan datang. Alat analisis kinerja keuangan yang digunakan penulis adalah Economic Value Added (EVA).

12 Read more

Analisis Struktur  Modal  Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI

Analisis Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI

Hasil pengujian menemukan bahwa struktur modal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Intepretasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan yang struktur modalnya lebih banyak menggunakan hutang dalam jumlah tinggi akan cenderung untuk memiliki kinerja keuangan yang tinggi. Hal ini dikarenakan perusahaan yang menggunakan hutang yang tinggi, pada umumnya perusahaan tersebut memiliki pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang baik menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga hutang. Disamping itu meskipun utang perusahaan meningkat, perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh utang dengan biaya bunga yang rendah. Menggunakan utang yang lebih banyak, berarti menggunakan modal yang lebih murah (biaya modal utang lebih kecil dibandingkan dengan biaya modal saham), sehingga akan menurunkan biaya modal rata-rata tertimbangnya (meski biaya modal saham meningkat) dan meningkatkan nilai tambah ekonomis (EVA).
Show more

13 Read more

Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman, Foster, dan Springate pada Perusahaan Property And Real Estate Go Public di Bursa Efek Indonesia (Periode 2008-2011)

Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman, Foster, dan Springate pada Perusahaan Property And Real Estate Go Public di Bursa Efek Indonesia (Periode 2008-2011)

Perusahaan merupakan organisasi yang mencari keuntungan sebagai tujuan utamanya walaupun tidak menutup kemungkinan mengharapkan kemakmuran sebagai tujuan lainnya (Gitosudarmo, 2002: 5). Perusahaan merupakan suatu badan yang didirikan oleh perorangan atau lembaga dengan tujuan utama untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham (Weston dalam Peter dan Yoseph, 2011). Tujuan lain perusahaan adalah dapat terus bertahan (survive) dalam persaingan, berkembang (growth) serta dapat melaksanakan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat. Harahap (2002: 69) menyatakan bahwa prinsip going concern (kelangsungan usaha) menganggap bahwa perusahaan akan terus melaksanakan operasinya sepanjang proses penyelesaian proyek, perjanjian dan kegiatan yang sedang berlangsung. Untuk mengetahui kinerja perusahaan diperlukan laporan keuangan.
Show more

15 Read more

Kesenjangan Harapan Antara Nasabah dan Manajemen terhadap Penyampaian Informasi Keuangan dan  Non Keuangan Bank Syariah

Kesenjangan Harapan Antara Nasabah dan Manajemen terhadap Penyampaian Informasi Keuangan dan Non Keuangan Bank Syariah

Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari dua macam sumber sebagai data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan memakai kuesioner sebagi alat pengumpul data dalam lingkungan yang sebenarnya (Sekaran, 2000). Pendistribusian kuesioner dimasukkan ke Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di wilayah Yogyakarta dan Surakarta yang menjadi sampel penelitian untuk diisi oleh manajemen dan nasabah pada bank syariah tersebut. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh adalah laporan kinerja Bank Syariah yang dipublikasikan pada publik dalam bentuk annual report, buletin, brosur, papan pengumuman,website dan lain yang sejenis.
Show more

16 Read more

ANALISIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Go public Non Keuangan Di Negara ASEAN-5 Tahun 2015-2017)

ANALISIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Go public Non Keuangan Di Negara ASEAN-5 Tahun 2015-2017)

Salah satu hal yang disinyalir merupakan penyebab terjadinya krisis keuangan dan juga banyak perusahaan gulung tikar akibat tidak mampu mengahasilkan profitabilitas yaitu karena lemahnya penerapan tata kelola perusahaan. Dengan lemahnya penerapan sistem tata kelola perusahaan, perusahaan maupun negara akan rentan untuk dilanda krisis. Sehingga setelah terjadinya krisis keuangan 1997 negara-negara termasuk negara ASEAN- 5 berusaha untuk membuat, memperbaiki dan meningkatkan regulasi atau peraturan yang berkaitan dengan penerapan sistem tata kelolanya. Namun walaupun negara-negara tersebut telah melakukan perbaikan dan memperketat regulasi mengenai Corporate Governance, masih saja dapat ditemui kasus-kasus yang berkaitan dengan
Show more

46 Read more

Determinan Keberadaan Risk Management Committee Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia

Determinan Keberadaan Risk Management Committee Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia

Berdasarkan hasil pengolahan data statistik dengan SPSS, Hipotesis 6(a) ditolak. Hasil pengujian Regresi Logistik I menunjukkan bahwa leverage memiliki nilai koefesien 0.758 dan nilai signifikansi sebesar 0.287 (lebih besar dari 0.05), yang artinya keberadaan RMC tidak berhubungan signifikan namun berhubungan positif dengan leverage. Berdasarkan hasil pengolahan data statistik dengan SPSS. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Subramaniam,, et al., (2009), yang menyatakan bahwa leverage tidak berhubungan secara sginifikan dengan keberadaan RMC. Dengan tingginya leverage, maka ketika perusahaan membentuk komite seperti RMC akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dan secara langsung akan membebani keuangan perusahaan, dimana perusahaan akan lebih fokus terhadap efisiensi kinerja dan performa keuangan perusahaan. Hipotesis 6(b) diterima. Hasil pengujian Regresi Logistik II menunjukkan bahwa variabel leverage memiliki nilai koefesien 0.356 dan nilai signifikansi sebesar 0.004 (lebih kecil dari 0.05), yang artinya keberadaan SRMC berhubungan signifikan dan positif dengan leverage. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Subramaniam, et al., (2009) yang menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap keberadaan SRMC. Goodwin dan Kent (2006) menyatakan bahwa semakin besar proporsi kewajiban jangka panjang semakin besar pula risiko keuangan yang akan dihadapi oleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki kewajiban yang besar cenderung memiliki perjanjian atas utang yang lebih besar pula, hal tersebut akan meningkatkan risiko atas kelangsungan usaha mereka. Sehingga perusahaan akan membentuk RMC terutama SRMC sebagai komite pengawasan risiko mereka.
Show more

13 Read more

Pengukuran Kinerja Dengan Rasio Keuangan dan Economic Value Added (EVA) Pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Pengukuran Kinerja Dengan Rasio Keuangan dan Economic Value Added (EVA) Pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk

Ekspansi bisnis dalam hal ini adalah bank melakukan perluasan jaringan dengan cara membuka kantor layanan di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan bank merekrut banyak karyawan untuk ditempati di kantor cabang yang baru. Ekspansi bisnis dan perekrutan karyawan menyebabkan biaya operasional pada bank meningkat, terutama beban administrasi dan umum.Penurunan nilai BOPO pada bank selama 3 (tiga) tahun dari periode 2010 sampai dengan 2012, dikarenakan adanya perbaikan efisiensi yang dicapai perusahaan seiring dengan diimplementasikannya beberapa program efisiensi di antaranya adalah pengendalian pada beban subsidi ATM, beban karyawan outsourcing, beban perjalanan dinas, dan beban sewa kendaraan.
Show more

10 Read more

ANALISIS KOMPARATIF RETURN ON ASSETS (ROA)  DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM  MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN    (Studi Kasus pada Bank BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek  Indonesia)

ANALISIS KOMPARATIF RETURN ON ASSETS (ROA) DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN (Studi Kasus pada Bank BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Rachman Fitrianto (2007) melakukan penelitian tentang Analisis Komparatif Kinerja Keuangan dengan menggunakan Metode Konvensional (ROA, ROE, NPL) dengan Economic Value Added (EVA). Dari Hasil penelitiannya terlihat PT Kalbe Farma Tbk mampu menghasilkan rata-rata laba sebesar 10,79 dengan EVA sebesar 29.314.054.705. Pada PT Indofarma menghasilkan rata-rata ROA sebesar 1,41 dan EVA sebesar 7.310.366.827. PT Kalbe Farma menghasilakan ROA sebesar 13,32 dan EVA 449.803.141.903. sementara PT Kimia Farma membukukan ROA sebesar 4.49 dan nilai EVA sebesar 31.227.875.423. serta PT Pyrimidam Farma membukukan rata-rata ROA sebesar 2,00 serta Rata-rata EVA sebesar (2.735.046.397). Berdasar uji komparatif dengan t-test tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kedua metode yang digunakan terhadap kelima perusahaan tersebut. Adapun perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah berkisar pada jumlah variable independent yang digunakan dan objek penelitian dimana objek yang dilakukan peneliti adalah perusahaan industry farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Show more

96 Read more

Determinasi Pembiayaan Murabahah Berbasis Analisis Resiko Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Determinasi Pembiayaan Murabahah Berbasis Analisis Resiko Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

kolektibilitas 4 atau diragukan dan kolektibiltas 5 atau macet. Semakin tingginya porsi kredit yang bermasalah mengindikasikan bahwa perusahaan belum mampu mengelola nasabahnya dengan baik sehingga banyak sekali nasabah yang masuk dalam kolektibilitas 3, 4 bahkan 5, dengan demikian maka stabilitas keuangan perusahaan perbankan akan terganggu dan berdampak pada pembiayaan Murabahah, semakin tinggi NPF maka akan semakin menurun Pembiayaan Murabahah atau dengan kata lain bahwa NPF berpengaruh negatif terhadap Pembiayaan Murabahah. Teori tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh wardiantika, Lifstin dkk (2016). Sedangkan rasio lainnya yang digunakan adalah Konsentrasi Resiko Penyaluran Dana Kepada Debitur Inti (KRDI), rasio ini untuk mengukur tingkat risiko debitir inti akibat konsentrasi penyluran dana kepada debitur inti, dan rasio ini belum pernah digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya.
Show more

10 Read more

Tinjauan Komparasi Kinerja Keuangan Bank Syariah melalui Pendekatan Economic Value Added (Eva)

Tinjauan Komparasi Kinerja Keuangan Bank Syariah melalui Pendekatan Economic Value Added (Eva)

Wilmar Amonio Gulo & Wita Juwita Ermawati, dengan judul penelitian tentang Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan PT. SA.Penelitian ini bertujuan untuk studi di PT SA terbatas adalah: (1) Untuk menganalisis kinerja keuangan dengan metode Economic Value Added (EVA), 2) Untuk menganalisis kinerja keuangan dengan Market Value Added (EVA metode).Hasil penelitian menunjukkan perusahaan itu tidak mampu menambah nilai ekonomis kepada perusahaan, yang dibuktikan dengan EVA pada tahun 2008 lebih tinggi dari tahun 2009.Hal ini disimpulkan bahwa perusahaan tidak mampu membayar kewajiban kepada investor seperti yang diharapkan.Namun, hasil yang berbeda ditunjukkan oleh MVA, yang menunjukkan keberhasilan perusahaan untuk mengelola kepercayaan investor atas modal yang diberikan dengan meningkatkan nilai modal yang diinvestasikan. MVA menunjukkan hasil pada tahun 2008, nilai MVA positif, dan pada tahun 2009, perusahaan MVA mencapai peningkatan yang signifikan dalam jumlah 379,42% dari tahun sebelumnya. Harga saham terus meningkat membuat nilai MVA terus meningkat.
Show more

12 Read more

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car), Non Performing Loan (Npl) Dan Loan to Deposit Ratio (Ldr) Terhadap Return on Asset (Roa) (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2010)

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car), Non Performing Loan (Npl) Dan Loan to Deposit Ratio (Ldr) Terhadap Return on Asset (Roa) (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2010)

maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga hipotesis 2 berbunyi “Ada pengaruh antara Non Performing Loan terhadap Return On Asset pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2010” hipotesis 2 tersebut diterima.Hasil penelitian ini mendukung penelitian Anggrainy (2010) dan Mawardi (2005) yang menyatakan bahwa variabel NPL memiliki pengaruh negatif terhadap ROA.Adanya pengaruh antara NPL dan ROA artinya perlu ada kehatian-hatian pihak perbankan dalam menjalankan fungsinya dalam penyaluran kredit.Risiko berupa kesulitan pengembalian kredit oleh debitur dengan jumlah yang cukup besar dapat mempengaruhi kinerja perbankan yang buruk. Hasil tersebut juga didukung oleh teori Dahlan Siamat (2001:174) yang mengatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) mencerminkan risiko kredit, semakin kecil Non Performing Loan (NPL), maka semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank. Sehingga semakin kecil resiko kredit yang ditanggung maka semakin besar kemampuan mencapai laba.
Show more

9 Read more

Financial distress for bankruptcy early warning by the risk analysis on go-public banks in Indonesia

Financial distress for bankruptcy early warning by the risk analysis on go-public banks in Indonesia

Deteksi dini sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan peru-sahaan, dan dikembangkan melalui model Financial distress. Financial dis-tress merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi. Penelitian ini bertujuan untuk men-ganalisa apakah CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Atas Kredit), NPL (Non Performing Loan), IRR (Interest rate Ratio), PDN (Posisi Devisa Netto), LDR (Loan To Deposit Ratio), IPR (Invest- ing Policy Ratio), BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional) dan FBIR (Fee Based Income Ratio) mampu menentukan Financial Distress sebagai deteksi dini ke-bangkrutan pada Bank Go Public di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 data Bank Go Public antara tahun 2010 sampai 2014, data diperoleh dengan cara pur-posive sampling dari bank yang masih terdaftar di Indonesia Stock Exchange (www.idx.go.id). Regresi Logistik digunakan dalam menganalisa data dan menggunakan SPSS versi IBM 23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa LDR (Loan To Deposit Ratio) yang paling tepat digu- nakan untuk menentukan financial distress sebagai deteksi dini kebangkrutan pada Bank Umum Go Public Di Indonesia. Hasil penelitian tersebut dapat menambah bebe- rapa implikasi untuk para regulator dan manajemen bank untuk mene-tapkan sistem stabililitas keuangan perusahaan.
Show more

12 Read more

Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Tempo Scan Pacific Tbk

Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Tempo Scan Pacific Tbk

segera dibayar dengan kas yang tersedia di perusahaan dan bank. Pada tahun 2014 perusahaan ini memiliki Cash Ratio sebesar 118.02% dan pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 102.33%. Dari tahun 2014 ± 2015 kas dan bank terus meningkat dan hutang lancar yang dinamis pergerakkannya mengalami kenaikan. Pengaruh hutang lancar terdapat pada bagian hutang usaha yang mengalami peningkatan yang cukup besar. Tahun 2014 memiliki Cash Ratio sebesar 118.02%, hutang lancar sebesar Rp 1.237.332.206.210,- hanya dijamin dengan kas ditambah bank yaitu sebesar Rp 1.460.372.816.467,-. Tahun 2015 Cash Ratio mengalami penurunan sebesar 102.33%, dari Cash Ratio ini dapat diartikan bahwa hutang lancar sebesar Rp 1.696.486.657.073,- dijamin dengan kas dan bank perusahaan tersebut sebesar Rp 1.736.027.664.442,-. Perbaikan dalam dua tahun terakhir ini dapat dilakukan dengan cara lebih peningkatan promosi terhadap konsumen agar waktu untuk menjual sebagaian aktiva yang dimiliki lebih cepat laku terjual
Show more

9 Read more

ANALISIS RASIO AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. FAST FOOD INDONESIA, Tbk TAHUN 2011 s.d 2015

ANALISIS RASIO AKTIVITAS DAN PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. FAST FOOD INDONESIA, Tbk TAHUN 2011 s.d 2015

Kinerja keuangan PT. Fast Food Indonesia Tbk tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 berdasarkan rasio aktivitas dapat dikatakan baik karena berada di atas rata-rata industri. Rata-rata Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over) perusahaan untuk 5 periode tersebut sebanyak 4,4 kali sedangkan rata-rata industri 4,3 kali, dimana WCTO perusahaan pada tahun 2011 menunjukan kondisi yang kurang baik, tahun 2012 cukup baik, tahun 2013 dan 2014 pada kondisi baik, dan tahun 2015 pada kondisi yang cukup baik. Selanjutnya rata-rata Perputaran Total Asset (Total Assets Turn Over) perusahaan sebanyak 2 kali sedangkan rata-rata industri sebanyak 1,8 kali, dimana TATO perusahaan pada tahun 2011 menunjukan kondisi yang cukup baik, dan pada tahun 2012 s.d 2015 menunjukan kondisi yang baik.
Show more

13 Read more

INTELLECTUAL CAPITAL DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN; SUATU ANALISIS DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARES

INTELLECTUAL CAPITAL DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN; SUATU ANALISIS DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARES

Di Indonesia, pengakuan Intellectual Capital dan pelaporannya dalam neraca belum diperhatikan secara serius. Sehingga elemen Intellectual Capital yang sebenarnya mungkin dikuasai oleh suatu perusahaan tidak diakui dan tidak dilaporkan sebagaimana mestinya. Hal ini tentu sangat merugikan perusahaan, karena dengan tidak diakuinya aset pengetahuan yang dikuasai perusahaan membuat nilai perusahaan menjadi lebih rendah daripada semestinya (Ivada, 2004). Dengan demikian dalam fenomena Intellectual Capital ini dapat dilihat dua hal yang dapat dijadikan dasar bagi penelitian ini. Yang pertama adalah disadari atau tidak Intellectual Capital adalah komponen sangat penting bahkan bisa dianggap terpenting bagi perusahaan, yang kedua bahwa pengakuan Intellectual Capital pada saat ini yang seharusnya telah menjadi suatu keniscayaan, belum banyak dilakukan oleh perusahaan- perusahaan di Indonesia (Ivada, 2004).
Show more

21 Read more

ANALISIS PENGARUH IMBAL HASIL DAN SUKU BUNGA TERHADAP TABUNGAN (SAVING DEPOSITS) BANK SYARI’AH DAN BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA

ANALISIS PENGARUH IMBAL HASIL DAN SUKU BUNGA TERHADAP TABUNGAN (SAVING DEPOSITS) BANK SYARI’AH DAN BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA

Keberadaan perbankan syariah yang beroperasi secara paralel dengan perbankan konvensional telah memberikan warna tersendiri terhadap perkembangan industri perbankan di dalam negeri. Berbagai produk dan jasa keuangan yang ditawarkan perbankan syariah dengan karakteristik yang berbeda dari perbankan konvensional, telah membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menetapkan pilihan simpanan (tabungan) dan investasi dalam portfolio mereka. Kenyataan menunjukkan bahwa produk-produk dan jasa keuangan yang ditawarkan perbankan syariah semakin diminati oleh masyarakat, termasuk tabungan mudharabah. Hal ini tercermin pada perkembangan jumlah tabungan bank syariah yang terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke wakti. Uniknya, peningkatan tabungan ini terjadi dalam kondisi dimana imbal hasil yang ditawarkan menunjukkan kecenderungan menurun.
Show more

21 Read more

Analisis kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA)

Analisis kinerja keuangan Bank Muamalat Indonesia dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA)

Adalah hasil karya saya sendiri, bukan “duplikasi” dari karya orang lain. Selanjutnya apabila di kemudian hari ada “klaim” dari pihak lain, bukan menjadi tanggungjawab Dosen Pembimbing dan atau pihak Fakutas Ekonomi, tetapi menjadi tanggung jawab saya sendiri.

18 Read more

Pengaruh risk profile, good corporate governance, 

Earning dan capital terhadap skor kesehatan 

Bank pada bank go public di indonesia

Pengaruh risk profile, good corporate governance, Earning dan capital terhadap skor kesehatan Bank pada bank go public di indonesia

Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank (POJK No. 18/POJK.03/2016). Risiko operasional dapat menimbulkan efek negatif karena terjadi kegagalan dalam menerapkan dan melakasanakan prosedur dalam suatu kegiatan perbankan dan dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung, serta menimbulkan potensi kesempatan untuk memperoleh keuntungan. Risiko operasional dapat diukur dengan menggunakan rasio Beban Operasional Pada Pendapatan Operasional (BOPO) dan Fee Based Income Rate (FBIR).
Show more

15 Read more

Show all 10000 documents...

Related subjects