Top PDF Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persistensi Laba

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persistensi Laba

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persistensi Laba

Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat hutang berpengaruh negatif terhadap persistensi laba. Diketahui nilai probabilitas menunjukkan nilai sebesar 0.0000 < á (0.05) dan diperoleh nilai coefficient sebesar -0.176035. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat hutang berpengaruh signifikan negatif terhadap persistensi laba. Sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan yaitu H4 diterima. Pengaruh negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hutang maka persistensi labanya akan rendah. Di satu sisi, tingkat hutang suatu perusahaan akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan perusahaan. Namun, dari sisi yang lain, tingkat hutang dapat dipandang sebagai ukuran kinerja manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan. Dari sisi ini, perusahaan dengan tingkat hutang rendah cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi laba kepada pihak eksternal sebagai upaya untuk menjelaskan lemahnya kinerja manajemen. Apabila perusahaan memiliki tingkat hutang yang besar akan menyebabkan perusahaan meningkatkan persistensi laba dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja dengan baik di mata investor dan auditor. Namun, didalam penelitian ini ditemukan bahwa ingkat hutang memiliki pengaruh negatif terhadap persistensi laba. Hal ini bisa saja terjadi karena hutang mengadung konsekuensi perusahaan harus membayar bunga dan pokok pada saat jatuh tempo, jika perusahaan tidak mampu membayar, maka akan menimbulkan resiko kegagalan sehingga laba yang diperoleh perusahaan akan lebih diutamakan untuk membayar hutang dan bunganya daripada untuk memelihara penghasilan perusahaan dan membiayai kegiatan operasional perusahaan, sehingga akan memungkinkan berdampak pada penurunan laba perusahaan di masa depan (Barus & Rica, 2010). Hasil penelitain ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwanti (2010) dan Barus & Rica (2010) yang menyatakan bahwa tingkat hutang berpengaruh negatif terhadap persistensi laba.
Show more

9 Read more

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL

umumnya lebih dari sepuluh tahun. Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut memerlukan jumlah yang besar. Struktur modal pada dasarnya merupakan suatu pembiayaan permanen yang terdiri dari modal sendiri dan modal asing, dimana modal sendiri terdiri dari berbagai jenis saham dan laba ditahan. Penggunaan modal asing akan menimbulkan beban yang tetap dan besarnya penggunaan modal asing ini menentukan besarnya leverage keuangan yang digunakan perusahaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin besar proporsi modal asing/hutang jangka panjang dalam struktur modal perusahaan, akan semakin besar pula risiko kemungkinan terjadinya ketidakmampuan untuk membayar kembali hutang jangka panjang beserta bunganya pada tanggal jatuh temponya. Bagi kreditur hal ini berarti bahwa kemungkinan turut serta dana yang mereka tanamkan di dalam perusahaan untuk dipertaruhkan pada kerugian juga semakin besar. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Modal sendiri berasal dari sumber intern maupun sumber extern. Sumber intern di dapat dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan, sedangkan sumber extern berasal dari modal yang berasal dari pemilik perusahaan.
Show more

10 Read more

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern

Nilai signifikansi profitabilitas menghasilkan nilai yang lebih besar dari 0,05 yaitu memiliki nilai sebesar 0,917. Hal ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil statistik pada pengujian regresi logistik variabel profitabilitas memiliki nilai signifikansi 0,917 yang berarti tidak berpengaruh (0,917>0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari Return On Assets (ROA) dalam memberikan opini audit going concern oleh auditor. Nilai ROA dapat diinterpretasikan sebagai prosentase laba yang dihasilkan dalam pemanfaatan aset perusahaan sehingga terdapat kemungkinan rendahnya ROA bukan berarti perusahaan tersebut memiliki kinerja yang buruk, tetapi harus ditinjau dan dianalisa lebih lanjut penyebab rendahnya ROA tersebut. Seperti jika perusahaan melakukan investasi dapat menyebabkan rendahnya nilai ROA, sehingga auditor perlu menilai bagaimana tindakan manajemen risiko perusahaan dalam menilai dan menangani sebab dan akibat dari investasi tersebut. Jika rencana manajemen cukup layak, maka perusahaan masih dapat mengembangkan potensi asetnya guna menghasilkan laba (Asker et al., 2011; Chen & Steiner, 1999; Cremonini, M., & Martini, P. (2005).
Show more

16 Read more

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba pada Perusahaan - perusahaan di Bursa Efek Jakarta

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba pada Perusahaan - perusahaan di Bursa Efek Jakarta

Berdasarkan Tabel 5 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Risiko Perusahaan (RISK) dengan nilai signifikansi 0,034 adalah signifikan pada level 10% (2- tailed ), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel Risiko Perusahaan (RISK) antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. Dengan kesimpulan tersebut dapat diartikan pula bahwa variabel Risiko Perusahaan (RISK) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemungkinan terjadinya praktik perataan laba. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Suwarno (2004). Sedangkan variabel Ukuran Perusahaan (LASSET) dan Leverage Operasi (LO) yang mempunyai nilai signifikansi 0,306 dan 0,277 adalah tidak signifikan, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada variabel Ukuran Perusahaan (LASSET) dan Leverage Operasi (LO) antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. Atau dengan kata lain variabel Ukuran Perusahaan (LASSET) dan Leverage Operasi (LO) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemungkinan terjadinya praktik perataan laba.
Show more

19 Read more

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stock Split dan Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stock Split dan Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan

Signalling theory menyatakan bahwa pemecahan saham memberikan informasi kepada investor tentang prospek peningkatan return masa depan yang substansial. Return yang meningkat tersebut dapat diprediksi dan merupakan sinyal tentang laba jangka pendek dan laba jangka panjang (Bar-Josef dan Brown dalam Marwata, 2001). Dan menurut Doran (1997) dalam Khomsiyah dan Sulistyo (2001) analis akan menangkap sinyal tersebut dan menggunakannya untuk memprediksi peningkatann Earnings jangka panjang. Reaksi pasar terhadap pemecahan saham sebenarnya bukan terhadap tindakan pemecahan saham itu sendiri yang tidak memiliki nilai ekonomis, tetapi terhadap prospek perusahaan di masa depan yang disinyalkan oleh aktivitas tersebut.
Show more

19 Read more

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan  Laba Di Perbankan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba Di Perbankan

Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara antara lain dengan total aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain lain (Kusumawati, 2009). Ukuran perusahaan dibagi tiga, yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium firm), perusahaan kecil (small firm). Perusahaan besar memiliki daya pendapatan laba yang cukup besar, kemungkinan fluktuatif pada laba yang dihasilkan sangat di hindari oleh manajemen untuk menghindari sentimen pasar saat laba keuangan sedang turun dari pendapatan tinggi sebelumnya yang menyebabkan nilai saham turun dan akibat buruk daru pelanggaran kontrak, umumnya investor atau kreditur menginginkan keadaan laba yang selalu naik atau berkembang, manajemen menanggapi resiko atas sentiment pasar yang negative tersebut akan melakukan apa saja yang memungkinkan agar laba terlihat menaik.
Show more

14 Read more

Tahap Disiplin Pelajar Sekolah Masa Kini : Satu Kajian Di Maahad Ahmadi Tanah Merah

Tahap Disiplin Pelajar Sekolah Masa Kini : Satu Kajian Di Maahad Ahmadi Tanah Merah

Sebahagian besar pelajar bersetuju bahawa kegiatan kokurikulum mempunyai banyak faedah kepada pelajar dan ia dapat meningkatkan tahap dan mutu disiplin pelajar. Oleh itu, pelajar bersedia memikul tanggungjawab apabila dilantik menjadi pengerusi persatuan atau kelab. Guru-guru juga akan mengambil tindakan apabila pelajar tidak menghadiri aktiviti kokurikulum untuk memastikan pelajar tidakterjebak dengan perkara yang tidak berfaedah. Ada di antara mereka juga berpendapat perhimpunan mingguan sekolah adalah salah satu cara untuk membentuk disiplin pelajar. Pengawas akan mengambil tindakan ke atas pelajarpelajar yang melanggar peraturan sekolah. Dan seterusnya guru disiplin akan menggunakan rotan sekiranya pelajar melakukan kesalahan. Ada juga pelajar bersetuju mengimplikasi peraturan menggantung pelajar daripada persekolahan apabila mereka didapati bersalah melanggar disiplin dapat mengurangkan masalah disiplin sekolah. Penglibatan menyeluruh ibu bapa terhadap program-program di sekolah juga dapat membantu.
Show more

10 Read more

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kursus rekaan dan jahitan di daerah Muar, Negeri Johor

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kursus rekaan dan jahitan di daerah Muar, Negeri Johor

Kemudahan bengkel seperti peralatan tangan, mesin-mesin, bahan mentah, ruang kerja, alat bantu mengajar, pengudaraan dan pencahayaan merupakan aspek yang penting dalam merealisasikan pengajaran amali Rekaan dan Jahitan Pakaian di bengkel. Seandainya kemudahan bengkel yang sedia ada di sekolah masih belum mencukupi, ini akan mendatangkan masalah kepada pelajar untuk menjalankan kerja amali. Bagi item 2, nilai min adalah yang terendah iaitu 2.28 di mana 86 peratus responden tidak bersetuju bahawa peralatan dan mesin yang terdapat di dalam bengkel berfungsi dengan baik. Ini menunjukkan bahawa kemudahan peralatan dan mesin yang disediakan di bengkel Rekaan dan Jahitan Pakaian tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung keadaan ini boleh mempengaruhi pemilihan pelajar untuk mengikuti kursus ini. Selaras dengan kenyataan Lee (1992), kemudahan dan peralatan perlu dikendalikan dengan secukupnya dan dijaga dengan sempurna supaya tidak akan mengganggu pengajaran. Pendapat ini disokong oleh Torge dalam Aminuddin (1997), yang menyatakan bahawa mutu program vokasional bergantung secara langsung kepada perkakasan dan peralatan yang digunakan dalam program ini.
Show more

19 Read more

Persepsi Pelajar Sarjana Muda Sains Serta Pendidikan (Pengajian Islam) Terhadap Kerja Sambilan

Persepsi Pelajar Sarjana Muda Sains Serta Pendidikan (Pengajian Islam) Terhadap Kerja Sambilan

ABSTRAK: Pada masa kini, kebanyakan pelajar di Universiti Teknologi Malaysia bekerja secara sambilan. Oleh yang demikian, tujuan kajian ini dilakukan adalah untuk mengenalpasti persepsi pelajar Ijazah Sarjana Muda Sains serta Pendidikan (Pengajian Islam) terhadap kerja sambilan. Seramai 82 orang responden daripada pelajar tahun tiga dan empat SPI terlibat dalam kajian ini. Kajian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan soal selidik yang mengandungi 30 item sebagai instrumen kajian. Analisis statistik deskriptif telah digunakan untuk mendapatkan nilai kekerapan, peratus dan min. Data dianalisis menggunakan perisian Statistical Package of Social Sciences (SPSS) 14.0. Nilai kebolehpercayaan soal selidik ini ialah α = 0.897. Dapatan kajian mendapati min untuk mengetahui persepsi pelajar SPI terhadap kerja sambilan adalah 3.75. Seterusnya, faktor luaran yang mempengaruhi pelajar melakukan kerja sambilan adalah kerana faktor kewangan yang tidak mencukupi serta ingin mengurangkan beban keluarga dengan min 3.72. Secara keseluruhannya faktor dalaman lebih mempengaruhi pelajar melakukan kerja sambilan dengan nilai min sebanyak 4.13. Di akhir kajian, penyelidik mengemukakan beberapa cadangan untuk diberi perhatian terhadap masalah yang dikaji. Cadangan kajian lanjutan juga turut disarankan bagi penyelidikan pada masa akan datang.
Show more

10 Read more

Pengamalan ciri-ciri kepimpinan Rasulullah dalam kalangan Guru-guru Besar

Pengamalan ciri-ciri kepimpinan Rasulullah dalam kalangan Guru-guru Besar

Untuk mencapai matlamat tersebut, pemimpin sekolah iaitu guru besar atau pengetua sekolah berperanan merancang dan melaksanakan setiap aktiviti di sekolah dengan gaya kepimpinan dan kebijaksanaan masing-masing bagi mencapai wawasan tersebut. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang ditakuti, tetapi pemimpin yang dihormati serta sentiasa memberi inspirasi kepada orang-orang di bawah pentadbirannya untuk terus bermotivasi dengan penuh dedikasi di dalam melaksanakan tugas seharian. Menurut Abdul Ghani Abdulllah, Abd. Rahman Abd Aziz, Mohammed Zohir Ahmad (2010), seorang pengetua atau guru besar berfungsi sebagai pemimpin dari segi kedudukan mahupun mempunyai tingkah laku tertentu adalah ditentukan oleh hasil kombinasi interaksi tuntutan persekitaran pentadbiran sekolah. Tiga keadaan yang membezakan persekitaran pentadbiran sekolah ciri sekolah sebagai institusi morel, kewujudan tenaga kerja yang tetap dan autonomi (persekitaran sosial sekolah) yang ditentukan oleh gesaan yang berterusan oleh pihak yang ada kepentingan. (Hussein Mahmood, 1993).
Show more

30 Read more

Text
1  COVER SKRIPSI pdf

Text 1 COVER SKRIPSI pdf

Berdasarkan faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar, faktor yang diduga mempengaruhi hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII MTs Nurul Iman Sekincau tahun pelajaran 2012/2013 adalah persepsi siswa tentang kemampuan guru mengajar dan motivasi belajar siswa. Persepsi siswa tentang kemampuan guru mengajar merupakan faktor internal yang mempengaruhi siswa dalam memperoleh hasil belajar yang baik . Persepsi siswa muncul dari proses pengamatan yang dilakukan oleh siswa terhadap kemampuan, keterampilan, serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengajar. Jika siswa sudah menyukai cara guru dalam menyampaikan pengajaran, secara otomatis mereka tertarik untuk
Show more

11 Read more

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resistensi Pengguna Dalam Implementasi Sistem Akuntansi Akrual

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resistensi Pengguna Dalam Implementasi Sistem Akuntansi Akrual

Martins dan Kellermanns (1994) mendukung kebijakan bahwa manajemen puncak memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran pegawainya ketika sebuah sistem baru telah diperkenalkan. Tanggung jawab ini dapat berupa pemberian panduan teknis bagaimana melakukan perubahan, dukungan sumber daya serta banyuan lain yang dapat mendukung kelancaran implementasi sistem yang baru. Dengan adanya tanggung jawab ini, maka pelaksanaan perubahan dapat tercapai dengan baik, sehingga perilaku resisten dari pengguna dapat berkurang. Berdasar informasi diatas, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :
Show more

9 Read more

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN COACHING TERHADAP PRESTASI PEKERJA DALAM ORGANISASI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN COACHING TERHADAP PRESTASI PEKERJA DALAM ORGANISASI

Di samping itu, kajian mendapati bahawa sebahagian daripada pekerja selesa dengan sesi coaching yang dijalankan bersama pembimbing. Hubungan pekerja dan pembimbing memberi kesan yang positif terhadap perkembangan prestasi pekerja berikutan motivasi dan bimbingan daripada pembimbing membantu pekerja dalam mencari inspirasi dan idea dalam melakukan sebarang kerja. Menurut Cox dan Patrick (2012), intervensi pembimbing terhadap emosi pekerja dapat membantu pekerja dalam menangani sesuatu situasi, seterusnya memberi kesan kepada motivasi dan prestasi pekerja di dalam organisasi. Perbincangan dan komunikasi yang berlaku antara pembimbing dan pekerja boleh melahirkan satu idea yang baru yang mungkin tidak akan terlintas pada minda pekerja itu sendiri yang selama ini hanya bergerak pada fasa sendiri tanpa menyedari bahawa, pekerja mempunyai potensi yang besar dalam membawa sesuatu projek ke tahap yang baru dengan gabungan pelbagai idea daripada beberapa pandangan pembimbing, yang membawa kepada kajian ini yang memberi hasil bahawa, rata-rata pekerja bersetuju bahawa pekerja terbuka dengan idea yang baru untuk memberi perubahan yang baru dan positif pada bidang kerja.
Show more

12 Read more

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual

karena itu, harus dipastikan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dilakukan sebaik mungkin agar mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Pemerintah telah mengeluarkan PP No.71 Tahun 2010 yaitu tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang akan diterapkan pada tahun 2015. Dalam rangka upayakesiapan dan pencapaian tujuan tersebut maka Pemerintah harus dapat mem- persiapkan diri dalam hal membenahi sumber daya manusianya dengan cara memberikan sosialisasi, pendidikan, pelatihan, dan bimtek. Dengan begitu akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten sehingga proses transisi menuju SAP Berbasis Akrual bisa berjalan dengan lancar dan mulus serta juga akan dapat melaksanakan pembuatan laporan keuangan berdasarkan SAP Berbasis Akrual dengan baik.
Show more

12 Read more

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Semarang

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Semarang

Pemanfaatan teknologi informasi akan sangat membantu mempercepat proses pengelolaan data transaksi keuangan, penyajian laporan keuangan, serta dapat menghindari kesalahan dalam melakukan posting dari dokumen buku, jurnal, buku besar, hingga menjadi kesatuan laporan keuangan yang utuh sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah menyebutkan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan pemerintah daerah, dan menyalurkan informasi keuangan daerah kepada layanan publik. Dengan kemajuan teknologi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, maka dapat membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengakses, mengelola, dan mendayagunakan informasi keuangan pemerintah daerah secara cepat dan akurat. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemanfaatan teknologi informasi maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Show more

14 Read more

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kursus Oleh Pelajar Kolej Komuniti Yayasan
Pelajaran Johor (KKYPJ) Terhadap Kursus Pertanian (Landskap
Dan Nurseri) Yang Ditawarkan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kursus Oleh Pelajar Kolej Komuniti Yayasan Pelajaran Johor (KKYPJ) Terhadap Kursus Pertanian (Landskap Dan Nurseri) Yang Ditawarkan

Soal selidik terbahagi kepada dua bahagian iaitu bahagian A dan bahagian B. Bahagian A iaitu soal selidik tentang latar belakang responden yang mengandungi soalan-soalan untuk mendapatkan data mengenai jantina, umur, bangsa, pekerjaan ibubapa/penjaga dan tempat tinggal. Instrumen kajian bahagian B pula mengandungi persoalan kajian yang berkaitan dengan mengenal pasti pengaruh faktor terhadap pemilihan kursus oleh pelajar Kolej Komuniti Yayasan Pelajaran Johor (KKYPJ) Kota Tinggi terhadap kursus pertanian (landskap dan nurseri) yang ditawarkan.
Show more

8 Read more

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelajar Memilih Kursus Hospitaliti Sebagai Pembentukan Awal Kerjaya Di Institut Kemahiran Belia Negara, Peretak

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelajar Memilih Kursus Hospitaliti Sebagai Pembentukan Awal Kerjaya Di Institut Kemahiran Belia Negara, Peretak

Abstrak L Kerjaya di bidang hospitaliti pada masa kini berkembang dengan pesat selaras dengan matlamat menjulang nama dan imej Malaysia sebagai sebuah Negara berasaskan industri pelancongan. Kursus hospitaliti di IKBN, Peretak telah melatih tenaga kerja yang memiliki kemahiran layanan, sajian dan perkhidmatan. Kajian ini dijalankan untuk mengenal pasti faktor- faktor yang mempengaruhi pelajar memilih kursus hospitaliti sebagai pembentukan awal kerjaya di Institut Kemahiran Belia Negara, Peretak. Faktor-faktor yang diutarakan dari segi pengaruh minat, peranan ibu bapa, pengaruh rakan sebaya dan kelayakan akademik pelajar. Kajian ini melibatkan 125 pelajar yang sedang mengikuti kursus hospitaliti di IKBN, Peretak pada peringkat Sijil Kemahiran Malaysia yang dikeluarkan oleh Majlis Latihan Vokasional Kebangsaan. Data mentah dikumpulkan menggunakan borang soal selidik yang telah diedarkan kepada semua responden setelah kajian rintis dijalankan terlebih dahulu. Seterusnya data-data ini dianalisis menggunakan perisian SPSS (Statiscal Package for Sosial Science). Nilai indeks kebolehpercayaan item dalam kajian rintis yang telah dijalankan ialah 0.8909. Pada keseluruhannya, dapatan kajian ini menunjukkan responden memberi reaksi yang positif terhadap aspekaspek yang telah dikaji. Faktor minat merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pelajar memilih kursus hospitaliti sebagai pembentukan awal kerjaya mereka. Beberapa cadangan telah dikemukakan bagi memungkinkan kajian lanjutan dijalankan di masa akan datang.
Show more

8 Read more

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Akuntansi Akrual pada Entitas Pemerintah Daerah

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Akuntansi Akrual pada Entitas Pemerintah Daerah

TINGKAT PENDIDIKAN STAF KEUANGAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Stamatiadis et al. (2009) menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan staf akuntansi dengan tingkat kepatuhan akun-tansi akrual. Kemudian penelitian oleh Ouda, (2008) yang menunjukkan bahwa ketika mendapat pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi, staf organisasi diharapkan untuk lebih menghargai manfaat dan penggunaan teknik akuntansi yang baru dan juga untuk mempro- mosikan implementasinya dalam organisasi peme- rintah. Menurut Christiaens (2001) tingkat umum pendidikan eksekutif dan staf, berdam-pak positif pada tingkat adopsi reformasi. Berdasarkan
Show more

13 Read more

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Auditor dalam Penghentian Prematur atas Prosedur Audit

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Auditor dalam Penghentian Prematur atas Prosedur Audit

proses pemilihan data, karakteristik responden, statistik deskriptif, pengujian asumsi-asumsi klasik, uji kelayakan model, dan pengujian hipotesis. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3 hasil uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan waktu tidak berpengaruh positif terhadap perilaku auditor dalam penghentian prematur atas prosedur audit. Hasil analisis regresi menunjukan nilai t hitung sebesar -2,434 dengan tingkat signifikansi 0,019 (p > 0,05). Walaupun tingkat signifikansinya diterima namun arah koefisien menunjukkan arah yang berlawanan dengan hipotesis, oleh karena itu hipotesis ditolak. Bukti empiris hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tekanan waktu berarti maka semakin rendah kecenderungan auditor melakukan tindakan pengentian prematur atas prosedur audit yang dilakukan.
Show more

11 Read more

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kursus Rekaan Dan Jahitan Pakaian Di Daerah Muar, Negeri Johor

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kursus Rekaan Dan Jahitan Pakaian Di Daerah Muar, Negeri Johor

Menurut Sektor Pengurusan Akademik, Jabatan Pelajaran Johor (2000) dalam (Siti Mazizah, 2001), bengkel atau makmal atau bilik khas adalah satu tempat atau ruang untuk guru menyampaikan pelajaran dan pelajar membuat latihan amali. Kemudahan bengkel seperti ruang yang selesa, sistem pencahayaan dan pengudaraan berada dalam keadaan baik amat penting supaya suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif. Kemudahan yang lain seperti peralatan, bahan yang mencukupi dan sentiasa berada dalam keadaan baik penting supaya aktiviti pembelajaran tidak terganggu. Bagi menjawab persoalan kajian kedua iaitu pemilihan kursus Rekaan dan Jahitan Pakaian di daerah Muar, Johor dari segi faktor kemudahan bengkel, nilai purata min 3.44 berada pada tahap yang sederhana. Analisis mendapati terdapat item yang berada pada tahap rendah, sederhana dan tinggi bagi persoalan kajian ini.
Show more

7 Read more

Show all 10000 documents...

Related subjects