Top PDF Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 8 Gowa

Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 8 Gowa

Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 8 Gowa

dan berubah selama perkembangan kognitif seseorang. 12 Menurut winkel, hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. 13 Menurut KBBI, matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan bilangan, hubungan yang ada antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan bilangan. 14 Reys, dkk dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola pikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. 15 Hudojo mengartikan matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir. Karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari- hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK sehingga matematika perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak SD, bahkan sejak TK. Penelaahan matematika tidak sekedar kuantitas, tetapi lebih dititik beratkan kepada hubungan, pola, bentuk, struktur, fakta, konsep, operasi dan prinsip. Sasaran kuantitas tidak banyak artinya dalam matematika. Hal ini berarti bahwa matematika itu berkenaan dengan gagasan yang berstruktur yang hubungan - hubungannya diatur secara logis, dimana konsep-konsepnya abstrak dan penalarannya deduktif. 16
Show more

87 Read more

Efek Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar

Efek Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dan Creative Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar

Pada pertemuan pertama, dalam pelaksanaan model pem- belajaran Group Investigation di kelas X MM 1 masih banyak siswa yang bingung dan ramai ketika pembelajaran berlangsung. Pada per- temuan berikutnya, siswa cenderung semangat dalam belajar dan menyelesaikan permasalahan secara berkelompok karena siswa sudah memahami alur dari investigasi permasalahan. Pelaksanaan model pembelajaran Creative Problem Solving di kelas X MM 2 menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Pada pertemuan pertama siswa cenderung kurang aktif dalam ber-tanya, menjawab maupun me-nanggapi suatu permasalahan. Pada pertemuan berikutnya siswa lebih aktif dalam bertanya, menjawab dan menanggapi permasalahan. Pene- rapan metode Creative Problem Solving tersebut sudah dipahami siswa sehingga siswa mengerti langkah apa yang dilakukan ketika memecahkan suatu permasalahan.
Show more

13 Read more

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring

3. Kategori sangat kurang baik 8 orang 23% Sumber : (Nyoman Sri Parwati, 2019) Kemampuan siswa di kelas XI AP1 SMK Negeri 1 Tampaksiring dalam pembelajaran PPKn masih sangat kurang karena 72% siswa belum mampu mengikuti pembelajaran dengan baik. Itu disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kelas, sesuai dengan hasil observasi di kelas XI AP1 pada saat pembelajaran, guru sudah menerapkan salah satu model pembelajaran kooperatif yang ada namun masih kurang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya siswa yang hanya terpaku terhadap apa yang disampaikan guru dan tidak mau memberikan pendapat atau pertanyaan saat pembelajaran di kelas berlangsung. Selain itu, pada saat salah satu kelompok belajar siswa melakukan presentasi mengenai materi yang dipelajari, siswa yang lain tidak mau mendengarkan apa yang dipresentasikan oleh temannya dan memilih bercanda atau mengganggu temannya di kelas karena siswa menganggap proses pembelajaran membosankan. Pengelolaan kelas yang kurang baik oleh guru ada juga menjadi penyebab lain rendahnya hasil siswa di SMK Negeri 1 Tampaksiring, yaitu kurangnya pemilihan model pembelajaran yang tepat, masih kurangnya penerapan strategi pembelajaran saat guru mengajar dan kurang memanfaatkan media pembelajaran yang ada.
Show more

8 Read more

Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Student Team Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar dan konsep diri (self concept) siswa pada materi elastisitas di Kelas XI Semester I SMAN 3 Palangka R

Perbandingan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Student Team Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar dan konsep diri (self concept) siswa pada materi elastisitas di Kelas XI Semester I SMAN 3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016

The results showed that: (1) the analysis of the hypothesis on the post-test, gain and N-gain THB showed no significant difference between the students taught by cooperative learning model Team Assisted Individualization in the experimental class I and students who are taught by learning model cooperative Student Team Achievement Division in the experimental class II with an average rat in the exsperimental class I registration 79,10 and the average value of the experimental class II registration 77,17 (2) the analysis of the concept of self-value hypothesis of students before and after the study conducted study conducted showed no significant difference between the students taught by cooperative learning model Assisted Team Individualization in the experimental class I and students taught by cooperative learning model Student Team Achievement Division in the experimental class II. In the experimental class I obtained an average score of 37,49 self concept and the experimental class II obtained an average score of 36,78 (3) There is a significant relationship between cognitive learning outcomes and student self-concept. In the experimental group I obtained the scoreof r = 0.998 (a strong relationship) while the scorein experimental class II r = 0.943 (strong link) (4) Management of physics learning using cooperative learning model Team Assisted Individualization in the experimental class I got an average score 89.19 with good category management while learning physics using cooperative learning model type Student Team Achievement Division in the experimental class II obtain an average score of 82.37 with both categories.
Show more

23 Read more

Perbandingan Hasil  Belajar  Biologi  Menggunakan  Model

Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group  Investigation dan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share di Kelas XI MA Madani Alauddin Paopao

Perbandingan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation dan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share di Kelas XI MA Madani Alauddin Paopao

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran, di mana siswa belajar kerja sama dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Untuk dapat menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota kelompok saling kerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Model ini dikembangkan berdasarkan teori belajar kooperatif konstruktivistik. 6 Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/ tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, rasa tahu, suku yang berbeda (heterogen). 7 Juga menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran kelompok kecil yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan akademik melalui kolaborasi kelompok, memperbaiki hubungan antar siswa yang berbeda latar belakang dan kemampuannya, mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah melalui kelompok, dan mendorong proses demokrasi di kelas . 8 Pembelajaran
Show more

204 Read more

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing dan Tipe Student Teams Achievement Division ( STAD ) Pada Materi Konsumsi dan Investasi di Kelas X SMAN 10 Makassar

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing dan Tipe Student Teams Achievement Division ( STAD ) Pada Materi Konsumsi dan Investasi di Kelas X SMAN 10 Makassar

soal yang telah diberikan, Ketua kelompok yang tidak mampu menjelaskan dengan baik tentu menjadi penghambat bagi anggota lain untuk memahami materi sehingga diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk peserta didik mendiskusikan materi pelajaran, dan memerlukan waktu yang panjang. Sedangkan kelebihan tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah memotivasi siswa dalam satu kelompok untuk saling memberi semangat, saling bekerja sama dan saling membantu untuk menuntaskan informasi atau keterampilan yang sedang dipelajari untuk menghadapi kuis individu. Pembelajaran kooperatif ini juga menekankan adanya sebuah penghargaan sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk belajar. Adanya penghargaan tersebut dapat memotivasi peserta didik untuk lebih baik dalam menghadapi kuis individu yaitu memperoleh skor terbaik. Kekurangan Student Teams Achievement Division (STAD) adalah adanya suatu ketergantungan, menyebabkan siswa yang lambat berpikir tidak dapat berlatih belajar mandiri. Dan juga pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama sehingga target mencapai kurikulum tidak dapat dipenuhi, tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepat, serta penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya.
Show more

11 Read more

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Stad ( Student Teams Achievement Divisions) Pada Materi Pokok Perbandingan Dan Fungsi Trigonometri Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Se-kota Madiun

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Stad ( Student Teams Achievement Divisions) Pada Materi Pokok Perbandingan Dan Fungsi Trigonometri Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Se-kota Madiun

Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode tes dan angket. Instrumen penelitian ini menggunakan tes kemampuan awal dan tes prestasi dengan tahapan penyusunan tes dilanjutkan uji coba instrumen meliputi uji validitas isi dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas butir soal. Uji realialibitas tes kemampuan awal menggunakan rumus Kuder-Richardson dengan KR-20. Uji konsistensi internal angket menggunakan rumus dari Karl Pearson, dan angket motivasi belajar siswa menggunakan skala Likert. Menurut Budiyono (2009:65) validitas dari suatu instrumen dinilai oleh pakar, sehingga dalam penelitian ini validitas isi dilakukan oleh tiga pakar yaitu Drs. Dimyati, M.Pd pengawas SMA kota Madiun, 2 guru senior Drs. Suhardi guru matematika SMA negeri 2 dan Sri Roemastoeti, S.Pd guru matematika SMA Negeri 4 Madiun.
Show more

11 Read more

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa  Kelas IX SMP N 2 Tuntang

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa Kelas IX SMP N 2 Tuntang

Slameto (2010) menyatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada sesuatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Slameto menambahkan bahwa jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan dan cita-citanya berkaitan materi yang dipelajari tersebut. Menurut Prasetyo dan Sumardjono (2010) salah satu cara dalam membangkitkan minat belajar siswa adalah dengan menggunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi, misalnya diskusi, kerja kelompok, eksperimen dan demonstrasi. Siregar dan Hartini (2010) menyebutkan bahwa penggunaan model pembelajaran dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Siregar dan Hartini menambahkan untuk dapat mencapai hasil belajar yang baik maka model pembelajaran yang digunakan harus diusahakan tepat, efisien dan seefektif mungkin agar tidak membuat siswa bosan, mengantuk dan pasif.
Show more

7 Read more

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS

: Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VIII-D Mts Al-Inayah Kota Bandung

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VIII-D Mts Al-Inayah Kota Bandung

Menurut Wardani, dkk. (2003, hlm. 4) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat sedangkan menurut Ebbutt (dalam Wiriaatmadja, 2012, hlm. 12) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan- tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan hasil refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut. Penelitian tindakan kelas dengan merefleksikan seluruh kegiatan yang telah dilakukan peneliti, agar mengetahui kekurangan dari setiap tindakan. Adapun menurut Hopkins (2008, hlm. 11) memberikan penjelasan mengenai penelitian tindakan kelas sebagai berikut
Show more

24 Read more

Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Information Search dan Student Teams Achievement Division

Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Information Search dan Student Teams Achievement Division

Menurut Isjoni (2007), pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemberdayaan kelompok kecil siswa yang membentuk kerja sama guna memaksimalkan kondisi belajar sehingga dapat mencapai tujuan belajar secara optimal (Setyadi, 2012: 33). Pembelajaran kooperatif akan menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh, sehingga dapat tercipta masyarakat belajar (learning community). Dalam hal ini siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga belajar dari sesama teman. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang sekaligus melatih siswa untuk hidup bermasyarakat (Setyadi, 2012). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka akan diterapkan dua model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Group Information Search dengan Student Teams Achivement Division karena kedua model pembelajaran tersebut dianggap memiliki kesamaan dalam penerapannya.
Show more

12 Read more

Peningkatan Partisipasi dan Prestasi Belajar Siswa melalui Implementasi Cooperative Learning Strategy Tipe Numbered Head Together (NHT)

Peningkatan Partisipasi dan Prestasi Belajar Siswa melalui Implementasi Cooperative Learning Strategy Tipe Numbered Head Together (NHT)

strategy. Sebagian besar siswa tertarik karena merasa bebas, lebih mudah dan lebih jelas memahami materi. Refleksi siklus I. Beberapa permasalahan yang terjadi pada saat tindakan siklus I pertemuan 1 yaitu: Pertama, ketika pembelajaran dimulai, banyak waktu terbuang untuk menenangkan keributan. Guru harus menjelaskan bahwa pembagian kelompok berdasarkan tes penempatan dilakukan agar setiap kelompok memenuhi prinsip heterogenitas. Kedua, sedikit dilakukan guru karena sudah memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi dirumah. Guru hendaknya tetap menyajikan informasi untuk menyamakan pemahaman. Ketiga, hanya siswa perempuan yang aktif dalam pembelajaran. Pada pertemuan berikutnya siswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Keempat, masih ada beberapa siswa yang kurang termotivasi untuk berdiskusi sehingga bersikap apatis, acuh, cuek. Guru hendaknya selalu mengingatkan dan mobilitas guru sampai ke sudut-sudut ruangan. Kelima, kegiatan belajar mengajar secara keseluruhan berjalan cukup baik. Tujuan pembelajaran dapat tercapai meskipun masih diperlukan berbagai perbaikan baik presedur maupun pelaksanaannya.
Show more

13 Read more

Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS

Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS

membuat siswa termotivasi dalam belajar dan membuat suasana belajar yang lebih aktif. Motivasi siswa sesungguhnya berkaitan erat dengan keinginan siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Motivasi sangat diperlukan bagi terciptanya proses pembelajaran di kelas secara efektif. Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, baik dalam proses maupun dalam pencapaian hasil. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh (Sadriman, 2014) bahwa motivasi dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu. Selain motivasi, dalam pembelajaran juga dibutuhkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, agar siswa tidak merasa bosan ketika mengikuti pembelajaran.
Show more

10 Read more

Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE pada mata pelajaran PPKn

Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE pada mata pelajaran PPKn

Dari hasil pengamatan selama siklus I berlangsung dan berdasarkan hasil analisis, ada beberapa hal yang perlu mendapat penekanan, antara lain: (1) beberapa siswa masih belum mampu menunjukan aktivitas secara maksimal, terbukti masih sebagian siswa yang hanya mengandalkan salah seorang teman dalam kelompok untuk memecahkan permasalahan yang yang didiskusikan; (2) beberapa kelompok belum mampu membuat suatu kesimpulan hasil diskusinya, terbukti dari presentasi hasil diskusi masih banyak kesimpulannya perlu disempurnakan; (3) kesiapan siswa untuk memahami konsep masih kurang, terbukti dari hasil tes yang diberikan masih banyak siswa yang kurang tepat/ belum sempurna; (4) kurang keberaniannya dalam mengemukakan pendapat dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain; (5) rata-rata hasil belajar belum mencapai kriteria keberhasilan penelitian tindakan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka perlu dirancang dan dilaksanakan siklus II sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan.
Show more

10 Read more

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa

Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 4 No.2 Edisi Juli 2018 p-ISSN: 2442-7470 e-ISSN: 2579-4442 61 tindakan, diperoleh data awal yang menyatakan bahwa hasil pelaksanaan pembelajaran IPS belum optimal, berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar pada mata pelajaran IPS masih banyak siswa yang belum tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya antusias siswa terhadap proses pembelajaran, siswa cenderung melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu proses pembelajaran, dan pembelajaran yang kurang menyenangkan karena kebiasaan guru yang mentransfer pengetahuannya hanya dengan metode ceramah dengan kata lain minimnya kreativitas dalam mengemas pembelajaran IPS sehingga membuat siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan hasil belajar yang di dapat para siswa masih rendah.
Show more

8 Read more

Pengaruh Model Complex Instruction Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI

Pengaruh Model Complex Instruction Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI

Dari pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe complex instruction maka penelitian ini berlandaskan dengan dua teori belajar yaitu teori behavioristik dan teori kontruktivisme, karena model ini berkaitan dengan guru sebagai fasilitator dan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Harley dan Davis dalam Syaiful Sagala (2013: 43) salah satu prinsip belajar menurut teori behaviorisme yaitu proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila siswa ikut terlibat secara aktif didalamnya. Sedangkan teori kontruktivisme menurut Yatim Riyanto (2010: 144) menyatakan bahwa guru berperan menyediakan suasana dimana siswa dapat memahami dan menerapkan suatu pengetahuan, sehingga siswa
Show more

11 Read more

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar kimia

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar kimia

METODE Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Praya Tengah pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Desember 2017. Subyek penelitian adalah siswa kelas XIIIPA 1 semester I tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa dalam satu kelas yaitu 32 orang, yang terdiri dari 12 siswa putra dan 20 siswa putrid. Prosedur penelitian tindakan kelas pada penelitian ini terdiri dari dua siklus. Hal ini telah memenuhi persyaratan sesuai dengan pendapat Suyitno (2005: 3) yang menyatakan bahwa dalam penelitian tindakan kelas perlu ada siklus kegiatan sekurang-kurangnya dua siklus, di mana pada setiap siklus kegiatan pembelajaran di mulai dari perencanaan, persiapan tindakan, pemantauan atau observasi, dan refleksi. Perencanaan pada kegiatan pembelajaran siklus I didasarkan pada identifikasi masalah yang ditemukan, apakah masalah tersebut terjadi karena kondisi pembelajaran siswa atau guru. Perencanaan tindakan untuk siklus II didasarkan pada hasil refleksi hasil belajar siswa pada kegiatan pembelajaran siklus I. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes formatif sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui lembar observasi. Analisis data dapat dilakukan dengan melihat data hasil observasi dan evaluasi selanjutnya dilakukan analisis data sebagai bahan kajian pada kegiatan refleksi. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan hasil yang telah dicapai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya (indikator keberhasilan). Pada kegiatan refleksiada beberapa pertanyaan yang akan dijadikan acuan keberhasilan, apakah proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik (yang berarti sudah mengikuti metodologi pembelajaran, misalnya bagaimana dengan teknik bertanya, pemberian motivasi, pengelolaan kelas, dan sebagainya). Apakah dalam proses pembelajaran tersebut tujuan dan kompetensi dasar sudah tercapai. Bagaimana hasil dari proses pembelajaran secara kuantitatif (ditinjau dari ketuntasan belajar siswa sesuai dengan yang telah ditetapkan, yaitu 78,00), bagaimana respon siswa terhadap proses pembelajaran tersebut, dan sebagainya. Hasil analisis pada tahap ini akan dijadikan sebagai bahan untuk membuat rencana tindakan baru yang akan dilaksanakan pada siklus selanjutnya. Kriteria keberhasilan tindakan kelas adalah apabila terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada setiap siklusnya dan lebih dari 80% siswa memperoleh nilai ≥ 78 baik nilai kognitif maupun afektif .
Show more

12 Read more

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Dengan Media Crossword Puzzle Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Di MTs YPI Subulul Huda Saentis

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Dengan Media Crossword Puzzle Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Di MTs YPI Subulul Huda Saentis

Hal ini juga didasarkan oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nur Hafsah (2015), dengan judul skripsi “Perbandingan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Dan Metode Make-A Match Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Takalar”. Salah satu keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran membuat siswa termotivasi untuk belajar serta saling kerja sama satu sama lain, kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi materi sistem gerak pada manusia yang diajar menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Scramble memperoleh peningkatan sebesar 25 yakni dari nilai rata-rata 54,5 menjadi 79. Dan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble lebih baik daripada Metode Make-A Match.
Show more

189 Read more

Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif

Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Model Pembelajaran

Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Hasil Belajar Matematika

Siswa Kelas VIII MTs Al Huda Bandung Tulungagung Tahun Ajaran

2013/20

Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs Al Huda Bandung Tulungagung Tahun Ajaran 2013/2014

Hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut: H 0 = (µ 1 ≤µ 2 ) tidak ada perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ( Student Teams Achievement Division )dan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Al Huda Bandung Tulungagung

73 Read more

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe One Stay Three Stray terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP IT Wahdah Islamiyah

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe One Stay Three Stray terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP IT Wahdah Islamiyah

Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai macam organ yang menjadi satu kesatuan dalam sistem tertentu. Pada manusia, sistem pernapasan tersusun atas hidung, faring, laring, bronkus, bronkiolus dan diafragma. Sedangkan pada tumbuhan sistem pengangkutan yang melibatkan akar, batang dan daun. Akar menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Xylem mengangkut air dan unsur hara tersebut melalui batang menuju daun. Daun memprosesnya dengan bantuan sinar matahari dan karbondioksida melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan karbohidrat yang diedarkan oleh floem ke seluruh tubuh tumbuhan serta oksigen sebagai hasil sampingan yang dikeluarkan sehingga dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri serta organisme lain. Sistem-sistem tersebut tidak melakukan fungsi sendiri-sendiri tetapi saling bekerja sama sehingga membentuk proses kehidupan dalam organisme.
Show more

128 Read more

Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Kooperatif Tipe Snowball Throwing Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa

Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Kooperatif Tipe Snowball Throwing Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa

necessity for an individual's full development in today's complex society”, yang dapat diterjemahkan, belajar matematika telah menjadi kebutuhan bagi pengembangan sepenuhnya individu dalam masyarakat yang kompleks saat ini. Matematika salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif tercapainya masyarakat yang cerdas, beradab dan bermartabat melalui sikap kritis dan berpikir logis, karena matematika merupakan aspek penting untuk membentuk sikap, demikian menurut Ruseffendi dalam Sriyati (2009). Matematika memang menjadi momok bagi banyak siswa sehingga mereka lebih sering membuat kesalahan dan kesulitan dalam mempelajari matematika. Kondisi ini mengakibatkan rendahnya nilai matematika sebagian besar peserta ujian nasional di Indonesia. Data laporan pengolahan ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 menunjukkan bahwa persentase ketidaklulusan siswa di Kabupaten Nganjuk mencapai 53,16% dan mata pelajaran matematika memiliki rata-rata terendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain, yaitu sebesar 4,89. Rata-rata ini juga tergolong sangat rendah di tingkat provinsi dengan pencapaian rata-rata tertinggi pada tingkat provinsi sebesar 8,57 yaitu Kabupaten Sumenep.
Show more

10 Read more

Show all 10000 documents...

Related subjects