PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEPALA IKAN PATIN (Pangasius sp) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE
SANGKURIANG (Clarias sp)
(Skripsi)
Oleh Yesica Manullang
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
ABSTRACT
THE EFFECT OF SUBSTITUTION OF FISH MEAL WITH PATIN FISH HEAD MEAL (Pangasius sp) ON THE GROWTH OF CATFISH (Clarias sp)
By
Yesica Manullang
The research was conducted at the Aquaculture Laboratory, University of
Lampung in May to July, 2018. The aim of this study is to determine the effect of substitution of fish meal with catfish head flour on the growth of catfish, and head flour dosage the best for catfish growth. The study used a Completely
Randomized Design with 3 treatments and 3 replications A (100% fish meal), B (70% fish meal and 30% catfish flour), and C (40% fish meal and 60% catfish flour). Parameters observed included absolute growth, daily growth rate, protein retention, feed convertion ratio (FCR), survival rate (SR), and supporting para-meters that is feed cost and water quality. The data obtained were analyzed by variance and continued with smallest real difference test with a 95% confidence level. The results showed that the proportion of catfish head flour in artificial feed had an effect on absolute weight growth and daily growth rate (P, 0.001). The pro-portion of the use of 30% starch in the feed of catfish has a real influence on absolute growth (40.25 ± 5.67 g), and daily growth rate (0.67 ± 0.09 g/day).
ABSTRAK
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEPALA IKAN PATIN (Pangasius sp) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE
SANGKURIANG (Clarias sp)
Oleh
Yesica Manullang
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Universitas Lampung pada bulan Mei-Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung kepala patin terhadap per-tumbuhan ikan lele, dan untuk mengetahui proporsi tepung kepala patin yang paling baik untuk pertumbuhan ikan lele. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan A (tepung ikan 100%), B (tepung ikan 70% dan tepung kepala patin 30%), dan C (tepung ikan 40% dan tepung kepala patin 60%). Parameter yang diamati berupa: pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, retensi protein, feed convertion ratio (FCR), survival rate (SR), dan parameter pendukung yaitu biaya pakan dan kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata ter-kecil (BNT) dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung kepala ikan patin dalam pakan buatan berpengaruh ter-hadap pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan harian (P, 0,001). Pro-porsi penggunaan 30% tepung kepala patin dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak (40,25±5,67 g), dan laju pertumbuhan harian (0,67±0,09 g/hari).
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEPALA IKAN PATIN (Pangasius sp) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE
SANGKURIANG (Clarias sp)
Oleh Yesica Manullang
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA PERIKANAN
Pada
Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RIWAYAT HIDUP
Yesica Manullang dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 6 April 1996 sebagai anak keempat dari 5 bersaudara, yang dilahirkan dari pasangan Bapak B. Simanullang dan Ibu L. Munthe .
Penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Sejahtera I dan lulus pada tahun 2002. Kemudian penulis menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar Sejahtera I dan lulus pada tahun 2008. Selanjutnya penulis menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Natar Lampung Selatan dan lulus pada tahun 2011, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Bandar Lampung dan lulus pada tahun 2014. Penulis melanjutkan Pendidikan Tinggi di Universitas Lampung Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian.
MOTTO
Perjuangan adalah Seni. Mindset is Doa
(Sayyid Muhammad)
Think Big and Act Now (Yesica)
Anda mungkin bisa menunda, tapi waktu tidak akan
menunggu
(Benjamin franklin)
PERSEMBAHAN
Ku persembahkan karya ini sebagai tanda baktiku
kepada kedua orang tuaku Bapak dan Mamaku,
serta Kakak dan Adikku yang selalu mendoakan
dan memberikan motivasi
Untuk sahabat serta semua pihak
yang ikut menyelesaikan skripsi ini
Dan tak lupa untuk almamater tercinta.
SANWACANA
Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Kepala Ikan Patin terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp)” yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana perikanan di Universitas Lampung.
Selama proses penyelesaian skripsi, penulis telah memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
2. Ir. Siti Hudaidah, M.Sc., selaku Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Lampung.
3. Bapak Limin Santoso, S.Pi., M.Si. selaku Pembimbing Utama yang telah membimbing dengan penuh kesabaran dan memberikan motivasi dalam proses penyelesaian skripsi.
4. Bapak Tarsim, S.Pi., M.Si selaku pembimbing kedua atas bimbingan, saran dan motivasi selama proses penyelesaian skripsi.
5. Bapak Deny Sapto Chondro Utomo, S.Pi., M.Si selaku dosen pembahas yang telah memberikan saran selama proses penyelesaian skripsi.
7. Orang tua tersayang untuk setiap do’a, kasih sayang, motivasi, materi, dan tetes keringat yang selalu menjadi semangatku.
8. Kakakku Yanche Nova Ria Manullang, Sulastry Marnitta Manullang, Febrycha Manullang, dan Adikku Jeremi Romulus Simanullang, dan kedua keponakanku Mora Valencia Siahaan, dan Marcello Nathan Siahaan.
9. Sahabat-sahabat tercinta Ulfa, Rika, Tiwi, Bela, Arvina, Shindy, Sela dan Nora 10. Teman-teman Perjuangan 2014, Sela, Nora, Dita, Mitri, Maol, Fajri, Ogita, Jafar, Ainul, Bagus, Ricky, Zikra, Ratna, Rana, Isti, Fetrilisa, Sandra, Ayu, Devika, Cici, Yopy, Tere, Edo, Ical, Hansol, Lulus, Dela, Ussy, Nandya, Astri, Acen, Rizky, Bambang, Ica, Aken, Helpo, Made, Dian, Arum, Fitri, Farida, Arif, Derry, Revila, Revita, Puput, Sagada, Nurulita, Triyanto, Dias, Ratih, Triyana, Novia, Vika, Wahid, Leoni, Malina, Licha, Citra, Andre S, Andre F, Viktor E, Viktor M, Mira, Adi, Agung, Ryan, Aan, Anas, Nurjahadi terimakasih atas bantuannya selama ini.
11. Keluarga besar Perikanan dan Kelautan abang-abang dan mbak-mbak 2013 dan adik-adik 2015 terimakasih atas kebersamaan dan kerjasama teman – teman selama kuliah
12. Semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari dalam pembuatan dan penyusunan laporan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan skripsi ini.
Bandar Lampung, 28 Januari 2019
i
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... v
I. PENDAHULUAN .. ... 1
1.1 Latar Belakang .. ...1
1.2 Tujuan Penelitian ... 2
1.3 Manfaat Penelitian ... 2
1.4 Kerangka Pemikiran ... 2
1.5 Hipotesis ... 5
II.TINJAUAN PUSTAKA .. ... 6
2.1 Ikan Lele Sangkuriang ... 6
2.1.1 Sejarah Singkat Lele Sangkuriang ... 6
2.1.2 Klasifikasi Ikan Lele Sangkuriang ... 6
2.1.3 Morfologi Ikan Lele Sangkuriang ... 7
2.2 Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan Lele Sangkuriang ... 8
2.2.1 Kebutuhan Protein ... 8
2.2.2 Kebutuhan Karbohidrat ... 9
2.2.3 Kebutuhan Lemak ... 10
2.2.4 Kebutuhan Vitamin dan Mineral ... 10
2.3 Kandungan Nutrisi pada Kepala Ikan Patin ... 11
2.4 Pakan Buatan ... 12
2.5 Pertumbuhan ... 13
III.METODE PENELITIAN .. ... 14
3.1 Waktu dan Tempat .. ... 14
3.2 Alat dan Bahan Penelitian .. ... 14
3.2.1 Alat Penelitian ...14
3.2.2 Bahan Penelitian .. ... 14
3.3 Rancangan Percobaan .. ... 15
3.4 Prosedur Penelitian ... 16
ii
A. Pembuatan Tepung Kepala Patin .. ... 16
B. Pembuatan Pakan Uji .. ... 17
C. Persiapan Wadah dan Media Pemeliharan ... 17
3.4.2 Tahap Penelitian ... 18
3.4.2.1 Pemberian Pakan ... 18
3.4.2.2 Pengambilan Sampel untuk Sampling Pertumbuhan ... 18
3.5 Pelaksanaan Penelitian ...18
3.5.1 Pengujian Mutu Pakan ... 18
3.5.1.1 Pengujian Secara Kimia ... 18
3.5.1.2 Pengujian Secara Biologi ...18
A. Pertumbuhan Berat Mutlak ... ... 18
B. Pertumbuhan Harian ... 19
C. Rasio Konversi Pakan ... 19
D. Retensi Protein ... 19
E. Tingkat Kelangsungan Hidup ... 20
3.6 Biaya Pakan ... 20
3.7 Kualitas Air ... 20
3.8 Analisis Data ... 20
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .. ... 21
4.1 Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Lele Sangkuriang .. ...21
4.1.2 Laju Pertumbuhan Harian .. ... 23
4.2 Feed Converstion Ratio (FCR) ... 24
4.3 Survival Rate (SR) ...25
4.4 Retensi Protein ... 26
4.5 Biaya Pakan ...27
4.6 Kualitas Air ...27
V. KESIMPULAN DAN SARAN .. ... 29
5.1 Kesimpulan ... 29
5.2 Saran ... 29
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Kerangka Pikir Penelitian .. ... 4
2. Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) ... 7
3. Penempatan Kolam selama Penelitian ... 15
4. Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Lele Sangkuriang ... 22
5. Pertumbuhan Berat Harian Ikan Lele Sangkuriang ... 24
6. Diagram Feed Converstion Ratio (FCR) ... 25
7. Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang ... 26
iv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Kandungan Nutrisi Tepung Kepala Ikan Patin .. ... 12
2. Komposis Bahan Baku Pakan .. ... 15
3. Hasil Uji Proksimat Pakan .. ... 21
4. Biaya Pakan .. ... 27
v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Hasil Analisis Pertumbuhan Bobot Mutlak .. ... 37
2. Hasil Analisis Pertumbuhan Bobot Harian ... 39
3. Hasil Analisis Rasio Konversi Pakan ... 41
4. Hasil Analisis Retensi Protein ... 43
5. Hasil Analisis Kelulushidupan ... 45
6. Perhitungan Formulasi Pakan ... 47
7. Analisis Biaya Produksi Pakan Uji ... 49
8. Dokumentasi Pembuatan Tepung Kepala Ikan Patin ... 50
9. Dokumentasi Pembuatan Pakan ... 51
1
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan lele sangkuriang merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki da-ging yang lunak, durinya sedikit, harganya relatif murah dan mempunyai kan-dungan protein yang tinggi. Ikan lele sangkuriang memiliki kelebihan yaitu panen yang cepat, hasil produksi yang lebih tinggi, lebih tahan terhadap penyakit, mam-pu bertahan hidup di perairan yang airnya mengandung sedikit oksigen, dan tek-nik pemeliharaannya yang sederhana (Nasrudin, 2010), sehingga ikan lele banyak digemari oleh masyarakat luas.
Dalam kegiatan budidaya ikan lele, salah satu faktor terpenting yaitu pemberian pakan yang berkualitas. Pakan dalam jumlah yang cukup dan seimbang dengan kebutuhan pakannya perlu disediakan pakan buatan. Pakan buatan adalah pakan yang diramu dari beberapa macam bahan kemudian diolah menjadi bentuk khusus sebagaimana dikehendaki (Mudjiman, 2011). Namun dalam proses budidaya ma-sih dijumpai beberapa kendala yang menghambat proses produksinya salah satu kendalanya adalah tingginya biaya pakan yang berkisar 60 - 70% dari total biaya produksi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan upaya pengembangan pakan berbahan baku sumber protein lokal yang mudah diperoleh, harganya mu-rah dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai.
2 menyebabkan terjadinya pembusukan sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
Kandungan tulang ikan patin antara lain air 6,53%, abu 56,38%, protein 22,23%, lemak 2,73%, kalsium 264,53 (mg/g), dan fosfor 88,38 (mg/g) (Kaya, 2008), se-lain itu data didukung dengan hasil proksimat yang telah dilakukan, didapatkan kandungan protein yang diperoleh yaitu 27%. Oleh sebab itu limbah kepala ikan patin ini dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan alternatif sebagai pengganti tepung ikan dan merupakan salah satu cara dalam mengatasi limbah pengolahan hasil perikanan. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan pada ikan lele. Diharapkan bahan tambahan tersebut dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan lele.
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1. Mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung kepala ikan patin pada pakan dengan proporsi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele. 2. Mengetahui proporsi tepung kepala ikan patin yang paling baik untuk
per-tumbuhan ikan lele.
1.3 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah kepada mahasiswa dan pelaku budidaya mengenai pemanfaatan tepung kepala ikan patin sebagai ba-han baku pakan buatan untuk ikan lele (Clarias sp).
1.4 Kerangka Pemikiran
3 ikan patin segar per kilogram adalah USD 1. Sementara itu, harga fillet ikan patin per kilogram mencapai USD 3,4 (Ditjen, 2013).
Namun demikian, dengan meningkatnya produksi ikan patin maka meningkat pula limbah ikan patin yang dihasilkan. Limbah dari ikan patin, seperti kepala, tulang, ekor, sirip dan jeroan tidak dimanfaatkan sehingga tidak memiliki harga eko-nomis. Apabila dalam jumlah yang banyak limbah tersebut tidak diolah maka akan menyebabkan pencemaran pada lingkungan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah dari ikan patin tersebut untuk dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengolah limbah kepala ikan patin menjadi sumber pakan sebagai peng-ganti tepung ikan. Sehingga limbah kepala ikan patin tersebut dapat menjadi so-lusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh petani ikan dengan ting-ginya biaya pakan yang disebabkan oleh tepung ikan, dan dapat mengatasi limbah pengolahan tersebut.
4 Limbah kepala patin
Tepung kepala patin
Industri Pengolahan Ikan Patin kepala patin
Fillet Ikan Patin
Ya Tidak
[image:21.595.126.519.87.611.2]Tidak Ya
Gambar 1. Kerangka fikir
Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian Subtitusi tepung ikan dengan tepung kepala
patin dalam pakan benih ikan lele (60%, 30%, 0%)
Aspek pertumbuhan benih ikan lele : tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, retensi
protein dan kualitas air.
Tidak dapat digunakan
sebagai subtitusi tepung
ikan untuk pakan benih
ikan lele Berbeda
nyata
Pertumbuhan lebih baik
5
1.5 Hipotesis
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian adalah:
H0: σi = 0 Perlakuan substitusi tepung ikan dan tepung kepala ikan patin tidak
ber-pengaruh nyata pada pakan buatan terhadap laju pertumbuhan ikan lele pada se-lang kepercayaan 95%.
H1: σi ≠ 0 minimal ada satu perlakuan substitusi tepung ikan patin dengan tepung
6
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan Lele Sangkuriang
2.1.1 Sejarah Singkat Lele Sangkuriang
Lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang-balik an-tara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6) lele Dumbo. Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Besar Pe-ngembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang di introduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk generasi ke enam yang ada di BBPBAT Sukabumi. Sejak tahun 2000 BBPBAT Sukabumi telah menghasilkan ikan lele sangkuriang yang memiliki pertumbuhan yang lebih baik. Hasil perekayasaan ini menghasil-kan lele sangkuriang dan sudah dilepas sebagai varietas unggul dengan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 26/MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004 (Mahyuddin, 2008).
2.1.2 Klasifikasi Ikan Lele Sangkuriang
Klasifikasi ikan lele sangkuriang menurut Suyanto (2007) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Pisces
Sub Class : Teleostei
Order : Ostariophysi
Sub Order : Siluroidae
Family : Clariidae
Genus : Clarias
7
2.1.3 Morfologi Ikan Lele Sangkuriang
[image:24.595.113.511.331.480.2]Ciri-ciri morfologi ikan lele sangkuriang tidak memiliki banyak perbedaan dengan ikan lele dumbo. Hal tersebut dikarenakan ikan lele sangkuriang sendiri meru-pakan hasil silang dari ikan lele dumbo. Ikan lele mempunyai ciri-ciri morfologi antara lain : jumlah jari sirip punggung 68 - 79, jari sirip dada 9 - 10, jari-jari sirip perut 5 - 6, jari-jari-jari-jari sirip anal 49 - 50 dan jumlah sungut sebanyak 4 pa-sang, di mana 1 pasang diantaranya lebih panjang dan besar. Bentuk kepala pipih dan simetris, dari kepala sampai punggung berwarna coklat kehitaman, mulut le-bar dan tidak bergerigi, bagian dalam bulat dan memipih kearah ekor, memiliki patil serta memiliki alat pernapasan tambahan (accesory breathing organ). De-ngan Kulit tipis menyerupai spons dan organ pernapasan tambahan (aborescent), ikan lele dapat hidup pada air dengan kadar oksigen rendah (Mahyuddin, 2008).
Gambar 2. Ikan lele Sangkuriang (Clarias sp)
8
2.2 Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan Lele
Pakan ikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam suatu usaha budidaya perikanan. Ketersediaan pakan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan ke-langsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Pakan memberikan kontribusi ter-besar yaitu mencapai 60 - 70% dari total biaya produksi dan pakan tersebut harus mengandung seluruh nutrien yang diperlukan seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin serta asam amino essensial dalam jumlah cukup dan se-imbang (Stickney, 1993). Komposisi nutrisi dalam pakan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan nutrien ikan yang dibudidayakan. Kebutuhan protein dan e-nergi masing-masing spesies ikan, umur, dan stadia ikan berbeda-beda.
Tepung ikan secara umum dianggap sebagai sumber protein yang paling baik, ka-rena tepung ikan memiliki profil asam amino essensial yang mirip dengan kebu-tuhan sebagian besar spesies bertulang keras, dan ketersediaan nutrientnya yang tinggi (Houlihan et al., 2001). Meskipun bahan nabati semakin meningkat peng-gunaanya dalam pakan ikan, total penggantian tepung ikan oleh sumber protein nabati jarang berhasil, kadar sumber protein nabati yang terlalu tinggi juga me-nyebabkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang kecil.
2.2.1 Kebutuhan Protein
9 seperti : ukuran ikan, suhu air, kadar pemberian pakan, energi dalam pakan dan kualitas protein. Faktor tersebut pada akhirnya juga mem-pengaruhi kebutuhan nutrisi dan tingkat nutrien pakan.
Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan terkait pertumbuhan ikan lele yang baik diantaranya yaitu pertumbuhan ikan lele dengan perlakuan tepung tulang ikan patin dengan perbandingan 60 : 40 % tepung ikan, dengan rerata kadar pro-tein yaitu 20,14% menunjukkan komposisi yang paling berpengaruh terhadap per-tambahan berat, panjang, dan kadar protein lele (Susanto, 2013). Penelitian lain-nya yaitu dengan menggunakan tepung keong mas terhadap pertumbuhan ikan lele hasil menunjukkan konsentrasi kombinasi pakan campuran yang optimal un-tuk meningkatkan pertumbuhan dan kadar protein ikan lele yaitu konsentrasi 75% keong mas dan 25% pakan campuran, dengan kadar protein 30,46% (Hendrawati, 2011).
2.2.2 Kebutuhan Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi dalam makanan ikan. Karbo-hidrat sebagian besar didapat dari bahan nabati. KarboKarbo-hidrat dalam pakan disebut dengan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) atau Nitrogen Free Extract (NFE). BETN ini mengandung karbohidrat, gula, pati, dan sebagian besar berasal dari hemiselulosa. Daya cerna karbohidrat sangat bervariasi tergantung dari ke-lengkapan molekul penyusunnya. Pada ikan catfish dapat memanfaatkan kandu-ngan karbohidrat di dalam pakan secara optimum pada kisaran 30 - 40%
(Furuichi, 2005).
10 juga berperan sebagai alat perekat (binder) untuk mengikat komponen bahan baku dalam pakan.
2.2.3 Kebutuhan Lemak
Lemak dan minyak merupakan senyawa organik yang penting untuk penyusunan membran sel dan sebagai sumber energi utama dalam pakan ikan. Lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A/D/E/K dan sumber asam lemak essensial, yaitu asam lemak linoleat. Lemak terutama dalam bentuk fosfolipid dapat ber-peran dalam struktur sel dan memelihara fleksibilitas serta permeabilitas mem-bran. Menurut Chou dan Shiau (1996), kadar lemak 5% dalam pakan sudah men-cukupi kebutuhan ikan lele, namun kadar lemak pakan sebesar 12% akan meng-hasilkan perkembangan yang maksimal.
Kekurangan lemak dalam pakan akan menimbulkan masalah yaitu pertumbuhan ikan menjadi lambat, efisiensi pakan rendah dan kematian meningkat. Jumlah le-mak dalam pakan yang berlebihan dapat menimbulkan pengaruh negatif. Lele-mak yang berlebih akan disimpan ikan pada dinding rongga perut dan saluran pen-cernaan sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal serta dapat menyebabkan anemia (Murtidjo, 2001).
2.2.4 Kebutuhan Vitamin dan Mineral
pem-11 bentukan sel darah merah dan mangan berpengaruh dalam proses reproduksi (Soedarmo, 1974).
Mineral berperan penting dalam membangun struktur tulang, sisik dan sirip ikan maupun dalam fungsi metabolisme. Mineral terdiri dari makromineral dan mikro-mineral. Makromineral ada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh ikan
di-antaranya kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (K), klorida (Cl) dan Sulfur (S), sedangkan mikromineral antara lain besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni), Flour (F), krom (Cr), silikon (Si) dan selenium (Se). Kebutuhan ikan akan mineral ber-variasi, tergantung pada jenis ikan, stadia dan status reproduksi (Halver, 2002).
2.3 Kandungan Nutrisi pada Kepala Ikan Patin
Tepung ikan merupakan salah satu komponen penting di dalam formulasi pakan, karena tepung ikan merupakan sumber protein hewani yang terdapat dalam pakan ikan. Menurut Mudjiman (2011), sampai saat ini tepung ikan memiliki kedudukan yang penting dan masih sulit digantikan oleh bahan baku lain, hal ini dikarenakan tepung ikan memiliki kandungan Essencial Amino Acid (EAA) dan asam lemak esensial dari kelompok omega-3 Higher Unsaturated Fatty Acid (HUFA).
Di dalam industri pakan ikan pemenuhan tepung ikan masih tergantung pada pro-duk impor, karena propro-duk di dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan pa-brik pakan. Permintaan petani ikan terhadap tepung ikan semakin meningkat, se-dangkan pasokan tepung ikan mengalami penurunan sehingga menyebabkan har-ga tepung ikan semakin mahal. Maka dari itu untuk menekan biaya produksi pak-an diperlukpak-an bahpak-an baku alternatif ypak-ang mudah diperoleh, hargpak-anya murah dpak-an memiliki kandungan protein yang tinggi sesuai dengan kebutuhan ikan patin. Sa-lah satu bahan baku alternatif adaSa-lah tepung ikan kepala patin.
12 hanya bagian dagingnya saja. Kepala ikan patin itu sendiri menjadi limbah yang tidak bisa digunakan, dan jika sudah dalam jumlah yang sangat banyak dapat mengganggu lingkungan yang ada. Oleh karena itu kepala ikan patin ini bisa di-jadikan alternatif dalam proses pembuatan pakan buatan.
[image:29.595.102.513.327.398.2]Kandungan protein yang terdapat dalam ikan patin cukup tinggi yaitu berkisar an-tara 28 - 30% . Dalam proses pembuatan pakan ikan yang berbasis tepung kepala ikan patin ini, tingkat protein yang terkandung dalam kepala ikan patin diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan uji. Berdasarkan hasil uji proksimat yang telah dilakukan, kandungan nutrisi tepung kepala ikan patin disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Tepung Kepala Ikan Patin
No Kode Sampel Air Abu Protein Lemak Serat
Kasar Karbohidrat
(%)
1 Tepung
Kepala Patin
2,56 19,81 27,31 31,98 0,73 17,60
2.4 Pakan Buatan
Pakan buatan adalah pakan yang dibuat untuk ikan budidaya dengan memenuhi kebutuhan gizi ikan. Pakan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan-bahan alami dan atau bahan olahan. Selanjutnya, dilakukan pro-ses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap (Anggraeni dan Abdulgani, 2013).
13
2.5 Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah penambahan ukuran panjang atau bobot ikan dalam kurun waktu tertentu yang dapat dipengaruhi oleh pakan yang tersedia, suhu, umur dan ukuran ikan (Effendie, 2002). Pertumbuhan ikan juga dapat terjadi jika jumlah nu-trisi pakan yang dicerna dan diserap oleh ikan lebih besar dari jumlah yang diper-lukan untuk pemeliharaan tubuhnya, dan juga terjadi sebagai akibat dari pening-katan ukuran sel. Pada umumnya, pertumbuhan ditandai oleh adanya peningpening-katan jumlah dan ukuran sel (Fujaya, 2004).
Menurut Subandiyono dan Hastuti (2010), pertumbuhan terjadi apabila ada ke-lebihan energi setelah energi yang digunakan untuk pemeliharaan tubuh, meta-bolisme basal, dan aktivitas. Pertumbuhan akan terjadi apabila didukung dengan pemberian pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ikan dan memiliki nilai kecernaan yang tinggi. Ikan memerlukan pakan dengan nutrien (protein, kar-bohidrat, dan lemak) yang sesuai dengan kebutuhan ikan untuk pemeliharaan tu-buh serta pertumtu-buhan.
14
III. METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018. Penelitian dilakukan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Universitas Lampung.
Sedangkan untuk uji proksimat dilakukan di Laboratorium THP Politeknik Negeri Lampung.
3.2 Alat dan Bahan Penelitian 3.2.1 Alat Penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kolam terpal berukuran 1,2 x 0,9 x 0,4 m3 sebanyak 12 buah, GRC, kayu, waring, tali rafia, saringan, ember, toples, oven, timbangan digital, pH paper, termometer, DO test-kit, alat tulis, plastik-zip, penggaris, mesin penepung, mesin pencetak pakan, scoopnet, dan kamera.
3.2.2 Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 1. Ikan Uji
Ikan uji benih ikan lele yang digunakan berasal dari Politeknik Negeri Lampung sebanyak 240 ekor dengan ukuran benih 7 cm dan berat 3 g/ekor. 2. Pakan Uji
15
3.3 Rancangan Percobaan
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan tiga ulangan sehingga terdapat dua belas unit percobaan, adapun perlakuan yang digunakan sebagai berikut :
Perlakuan A : Tepung ikan 100% + tepung kepala patin 0%
Perlakuan B : Tepung ikan 70% + tepung kepala patin 30%
Perlakuan C : Tepung ikan 40% + tepung kepala patin 60%
[image:32.595.180.396.503.672.2]Komposisi bahan-bahan baku yang akan dijadikan formulasi pakan meliputi : tepung kedelai, tepung ikan, tepung kepala ikan patin, tepung bekatul, tepung terigu, tepung tapioka, dan premix (Tabel 2).
Tabel 2. Komposisi pakan uji substitusi tepung ikan dengan tepung kepala patin
Bahan Pakan A Perlakuan (g) B C
Tepung kedelai Tepung ikan
Tepung kepala patin Tepung bekatul Tepung terigu Tepung tapioka Premix 793,4 1.586,6 0 310 310 500 30 793,4 1.110,62 475,98 310 310 500 30 793,4 635 951,6 310 310 500 30
Jumlah 3.530 3.530 3.530
Selama penelitian ditempatkan kolam secara acak (Gambar 3) :
Gambar 3. Penempatan Kolam selama Penelitian
Keterangan : A1 : Perlakuan A ulangan 1 C1 : Perlakuan C ulangan 1 A2 : Perlakuan A ulangan 2 C2 : Perlakuan C ulangan 2
A3 B3
16 A3 : Perlakuan A ulangan 3 C3 : Perlakuan C ulangan 3 B1 : Perlakuan B ulangan 1
B2 : Perlakuan B ulangan 2 B3 : Perlakuan B ulangan 3
Model linear yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji Annova yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan :
Yij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i dari perbandingan jumlah tepung kepala ikan patin terhadap tepung ikan pada ulangan ke-j
μ = Nilai tengah pengamatan
тj = Pengaruh perbandingan jumlah tepung pada taraf ke-i terhadap per-tumbuhan ikan lele
εij = Kesalahan penelitian karena pengaruh taraf ke-i dari perbandingan jumlah tepung pada tahap ulangan ke-j (α = 0,05)
i = Perlakuan A,B,C,D dan E j = Ulangan 1,2, dan 3
3.4 Prosedur Penelitian 3.4.1 Tahap Persiapan
(A) Pembuatan Tepung Kepala Patin
1. Ikan patin yang diperoleh dari industri fillet ikan patin dipisahkan an-tara bagian badan dan kepala.
2. Kepala ikan patin dicuci hingga bersih
3. Kepala ikan patin direbus selama 10 - 15 menit
4. Setelah itu dikeringkan dengan di oven selama 2 - 3 jam dengan suhu 60 – 70 ºC
5. Kepala ikan patin yang sudah kering digiling menggunakan mesin pe-nepung hingga menjadi tepung, lalu diayak.
17 6. Tepung Kepala Ikan Patin setelah itu dilakukan uji proksimat di
La-boratorium uji Politeknik Negeri Lampung.
(B) Pembuatan Pakan Uji
1. Bahan-bahan baku pakan yang akan digunakan disiapkan, yaitu te-pung ikan, tete-pung kepala ikan patin, tete-pung kedelai, tete-pung bekatul, tepung terigu, dan tepung tapioka.
2. Bahan-bahan ditimbang sesuai dengan formulasi yang telah di-tentukan.
3. Setelah itu bahan-bahan baku pakan dicampur dan diaduk hingga me-rata, dan ditambahkan air yang sudah ditambahkan probiotik.
4. Bahan yang sudah siap kemudian dicetak menggunakan mesin
pen-cetak pakan.
5. Pelet yang sudah jadi kemudian dijemur hingga kering selama 2 - 3 jam.
(C) Persiapan Wadah dan Media Pemeliharaan
1. Persiapan Ikan Uji terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi dengan mempersiapkan wadah penampungan berupa kolam penampungan berukuran 2 x 4 x 1 m3, kolam diisi air tandon dengan ketinggian 20 cm dan dibiarkan selama 3 hari.
2. Ikan uji berupa lele berukuran 7 cm dengan bobot 3 g/ekor di-masukkan ke dalam kolam penampungan sebanyak 240 ekor. 3. Ikan lele diaklimatisasi selama 1 minggu sebelum perlakuan.
4. Wadah pemeliharaan yang akan digunakan berupa kolam 2 buah yang
disekat menjadi 12 petak, dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 m3 /petak. 5. Kolam terlebih dahulu dibersihkan dan dikeringkan kemudian disusun
dan diberi penanda.
6. Kemudian kolam diisi air sekitar 40 cm, dan diberi pupuk, lalu di-diamkan selama satu minggu.
18
W = Wt – Wo Dimana:
W = Pertumbuhan berat mutlak (g)
Wt = Berat rata-rata akhir (g)
8. Pemeliharaan benih ikan lele dilakukan selama 60 hari.
3.4.2 Tahap Penelitian 3.4.2.1Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah pakan pelet dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari pada pukul 08.00 pagi, 12.00 siang dan 16.00 sore dengan menggunakan metode at satiation.
3.4.2.2Pengambilan Sampel untuk Sampling Pertumbuhan
Sampling pertumbuhan dalam penelitian ini diambil sebanyak 10 ekor yang di-hitung panjang dan berat tubuh ikan lele. Sampling dilakukan setiap 10 hari se-kali.
3.5 Pelaksanaan Penelitian 3.5.1 Pengujian Mutu Pakan 3.5.1.1Pengujian Secara Kimia
Pengujian proksimat, uji proksimat merupakan pengujian mutu pakan secara ki-mia untuk mengetahui kandungan nutrisi formulasi pakan untuk setiap perlakuan. Analisis proksimat yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu dan serat kasar menggunakan metode oven, protein menggunakan metode Kjedhal (sub metode Gunning) dan lemak dengan metode (Soxhlet).
3.5.1.2Pengujian Secara Biologi
Pengujian secara biologi yaitu pengaruh pakan terhadap pertumbuhan benih ikan lele, yang dapat diuji dengan pengamatan aspek pertumbuhan yaitu :
(A) Pertumbuhan Berat Mutlak
19 Wo = berat rata-rata awal (g)
(B) Pertumbuhan harian
Pertumbuhan harian dihitung dengan menggunakan rumus Zonneveld et al (1991) sebagai berikut :
– x 100%
Dimana :
ADG = Laju pertumbuhan harian (g/hari)
Wt = Bobot rata-rata ikan pada hari ke-t (g)
Wo = Bobot rata-rata ikan pada hari ke-0 (g)
t = Waktu pemeliharaan (hari)
(C) Rasio Konversi Pakan
Rasio konversi pakan atau Feed Convertion Rasio (FCR) adalah perbandingan antara jumlah pakan yang diberikan dengan berat ikan yang dihasilkan. Menurut Effendi (1997), FCR dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
– x 100%
Keterangan:
FCR = Feed Convertion Ratio
F = jumlah pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan (g) Wt = Bobot akhir (g)
Wo = Bobot awal (g)
(D) Retensi Protein
Retensi protein yaitu sejumlah protein dari pakan yang diberikan terkonversi men-jadi protein yang tersimpan dalam tubuh ikan. Retensi protein menggunakan ru-mus menurut Takeuchi (1988) :
20 Keterangan :
RP = Retensi Protein
FP = Jumlah kandungan protein ikan di akhir (%) IP = Jumlah kandungan protein ikan di awal (%) PI = Jumlah protein pada pakan (%)
(E) Tingkat Kelangsungan Hidup
Tingkat Kelangsungan hidup atau survival rate (SR) diperoleh berdasarkan per-samaan yang dikemukakan oleh Zonneveld et al. (1991) yaitu:
SR = x 100%
Dimana:
SR = kelangsungan hidup (%)
Nt = Jumlah ikan pada akhir penelitian (ekor)
No = Jumlah ikan pada awal penelitian (ekor)
3.6 Biaya Pakan
Biaya pakan diperoleh dari mengkalikan konversi pakan dengan harga pakan se-tiap perlakuan
3.7 Kualitas Air
Parameter kualitas air yang akan diukur selama penelitian meliputi pH, suhu, dan oksigen terlarut (DO). Parameter ini diukur pada awal, tengah dan akhir pe-meliharaan.
3.8 Analisis Data
21
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung kepala ikan patin pada pakan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang.
2. Pakan uji perlakuan B (70 Tepung Ikan + 30% Tepung Kepala Patin) memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan mutlak ikan lele sangkuriang (Clarias sp) sebesar 40,25 g, dan laju pertumbuhan harian sebesar 0,67 g/hari.
5.2 Saran
30
DAFTAR PUSTAKA
Almatser, S. 2009. Prinsip Dasar Imu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Anggraeni, M.N. dan N. Abdulgani. 2013. Pengaruh Pemberian Pakan Alami dan
Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris
marmorata) pada Skala Laboratorium. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2(1): 2337-3520.
Boyd, C.E. 1982. Water Quality Management for Pond Fish Culture. Elsevier Scientific Publishing Company, Amsterdam-Oxford, New York.
Cahyono, B. 2009. Budidaya lele dan Betutu (ikan langka bernilai tinggi). Pustaka Mina, Jakarta.
Chou, L.M. 1996. Growth of Hybrid Catfhishes Under Different Supplemental Diets. The Third Asian Fishes Forum. Asian Fisheries Society, Manila, Philippines.
Dani, N. P., A. Budiharjo, dan S. Listiyawati. 2005. Komposisi Pakan Buatan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kandungan Protein Ikan Tawes (Puntius javanicus Blkr.). Jurnal Bio Smart. 7(2) : 83-90.
Djuanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico, Bandung.
Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Dewi Sri, Bogor.
Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta, Jakarta.
Furuichi, M. 2005. Fish Nutrition and Mariculture. Departement of Aquatic Biosciences, University of Fisheries, Tokyo.
Gusrina. 2008. Budidaya Ikan. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Halver, J.E. dan R.W. Hardy. 2002. Fish Nutrition. Third Edition. Academy Press Inc, California USA.
31 Hendrawati, R. 2011. Pemanfaatan Limbah Produksi Pangan dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) sebagai Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Skripsi. USM, Surakarta.
Houlihan, D., T. Boujard, dan M. Jobling. 2001. Food Intake in Fish. Blackwell Science, British Library.
Kaya, A.O.W. 2008. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.) Sebagai Sumber Kalsium Dan Fosfor dalam Pembuatan Biskuit. Tesis. Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan. IPB, Bogor.
Lovell, T. 1989. Nutrition and Feeding of Fish. Van Nostrand Reinhold, New York.
Mahyuddin, K. 2008. Agribisnis Lele. Penebar Swadaya, Jakarta.
Mudjiman, A. 2011. Makanan Ikan edisi revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Murtidjo, B.A. 2001. Pedoman Meramu Pakan Ikan. Kanisius, Yogyakarta.
Mulia. 2004. Kajian Potensi Limbah Tulang Ikan Patin (Pangasius sp.) Sebagai Alternatif Sumber Kalsium Dalam Produk Mi Kering. Skripsi. Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan. IPB, Bogor.
Nasrudin. 2010. Juru Sukses Beternak Lele Sangkuriang. PT. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Setiadi, R. 2008. Efektifitas perendaman 24 jam benih Lele Dumbo (Clarias sp) dalam larutan Paci-Paci (Leucas lavandulaefolia) terhadap Perkembangan populasi (Trichodina spp). Skripsi. Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, IPB, Bogor.
Setiawati, M. dan M.A. Suprayudi. 2003. Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Ikan Nila Merah (Oreochomis sp.) yang dipelihara pada Media Bersalinitas. Jurnal Aquaculture Indonesia. 2(1): 27-30.
Soedarmo, P. dan A.D. Sedioetama. 1974. Ilmu Gizi. Dian Rakyat, Jakarta.
Stickney, R.R. dan R.T. Lovell. 1993. Nutrition and Feeding of Channel Catfish. A Report from the Nutrition Subcommitee of Regional Research Project S-83. Southern Cooperative Series, Bulletin.
Subandiyono dan S. Hastuti. 2010. Buku Ajar Nutrisi Ikan. Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro, Semarang.
32 Pertumbuhan dan Kadar Protein Ikan Lele (Clarias sp). Jurnal Bioedukatika. 1(1): 1-96.
Suyanto, R.S. 2011. Budi Daya Ikan LeleEdisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Watanabe, T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Department of Aquatic Biosciences, Tokyo.
Yuliati, P., T. Kadarini, Rusmaedi, dan S. Subandiyah. 2003. Pengaruh Padat Penebaran terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Dederan Ikan Nila Gift (Oreochromis sp.) di Kolam. Jurnal Ikhtiologi Indonesia. 3(2): 63-66.