• No results found

Text ABSTRACT (ABSTRAK) pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2020

Share "Text ABSTRACT (ABSTRAK) pdf"

Copied!
46
0
0

Loading.... (view fulltext now)

Full text

(1)

ANALISIS PERAMALAN DATA RUNTUN WAKTU MENGGUNAKAN VECTOR AOUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE

(VARIMA)

(Studi Kasus Data Tingkat Inflasi Indonesia dan BI Rate)

(Skripsi)

RENDI RINALDY

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRACT

ANALYZED FORECSTING DATA TIME SERIES PERIODIC USING VECTOR AOUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE

(VARIMA)

(Study in Case Data Inflation Level in Indonesia and BI Rate) By

RENDI RINALDY

This research aimed to forecast inflation level in Indonesia and BI Rate using VARIMA model. The result showed that VARIMA (1,1,2) is the best model indicates that each of 4,94% inflation level then BI rate had passed 0,145%.

(3)

ABSTRAK

ANALISIS PERAMALAN DATA RUNTUN WAKTU MENGGUNAKAN VECTOR AOUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE

(VARIMA)

(Studi Kasus Data Tingkat Inflasi Indonesia dan BI Rate)

Oleh

RENDI RINALDY

Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan tingkat inflasi di Indonesia dan BI rate dengan menggunakan model VARIMA. Hasil memperlihatkan bahwa model VARIMA (1,1,2) adalah model terbaik yang menunjukan bahwa setiap kenaikkan 4,94% tingkat inflasi maka BI rate mengalami kenaikkan 0,145%.

(4)

ANALISI PERAMALAN DATA RUNTUN WAKTU MENGGUNAKAN VECTOR AUTOREGRRESIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE

(VARIMA)

(Studi Kasus Data Tingkat Inflasi Indonesia dan BI Rate)

Oleh

RENDI RINALDY

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA SAINS

Pada

Jurusan Matematika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Rendi Rinaldy, Dilahirkan di Bandar Lampung, pada tanggal 31

Oktober 1994, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Miryadi dan Ibu Yeti Sukmayati.

Menempuh pendidikan awal Taman Kanak-kanak di TK Gajah Mada Bandar Lampung tamat pada tahun 2000, Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 01 Rawa Laut

tamat pada tahun 2006, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 01 Bandar Lampung tamat pada tahun 2009, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN

12 Bandar Lampung tamat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 penulis diterima sebagai Mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Lampung, melalui jalur Undangan.

Pada saat duduk di bangku kuliah, penulis mengikuti organisasi di dalam kampus.

(9)

Sebagai salah satu mata kuliah wajib, penulis juga pernah mengikuti Kuliah Praktek (KP) di Dinas Pendapatan Daerah (DIPENDA) provinsi Lampung pada tanggal 26 Januari sampai dengan 13 Februari 2015.

Selanjutnya bulan Juli-September 2015 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata

(10)

SANWACANA

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ANALSIS PERAMALAN DATA RUNTUN WAKTU MENGGUNAKAN

VECTOR AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (VARIMA)

dengan (Studi Kasus Data Tingkat Inflasi Indonesi dan BI Rate)”sebagai salah

satu syarat meraih gelar sarjanaan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

Terima kasih yang setulus-tulusnya penulis ucapkan kepada:

1. Bapak Drs. Nusyirwan, S.Si., M.Si. Selaku dosen pembimbing I yang selalu mengarahkan, membimbing dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Tiryono Ruby, M.Sc., Ph.D. Selaku dosen pembimbing II dan Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Lampungyang selalu sabar membimbing dan mengarahkan dalam penyelesaian skripsi ini.

3. Ir. Netti Herawati, M.Sc., Ph.D.Selaku dosen penguji yang telah

memberikan saran dan nasehatnya dalam menyelesaikan skripsi ini.

(11)

5. Bapak Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. Selaku Dekan FMIPA Universitas Lampung.

6. Seluruh Dosen dan Tenaga Pendidikan Jurusan Matematika yang telah memberikan Ilmu dan bantuan yang berguna bagi penulis.

7. Ayah dan Ibu yang senantiasa dengan tulus menyayangi, mendoakan dan memotivasiku dalam menggapai cita-citaku.

8. Adik Heni, Evi dan keluarga besarku yang telah memberikan dorongan, semangat dan motivasi kepada penulis.

9. Rekan dan sahabat-sahabatku di Matematika: Angger, Anwar, Candra,

Danar, Geri, Jorgi, Pras, Topik, Yefta, Anggi, Desti, Dwi, Elva, Ernia, Imah,

Putri, Ratih, Riyama, Selvi, Yanti, dan teman-teman angkatan 2012 yang tidak bisa disebutkan satu-satu terima kasih atas kebaikan dan motivasinya selama ini.

10. Keluarga besar HIMATIKA yang telah banyak memberikan motivasi dan kenangan selama di kampus.

Bandar Lampung, Desember 2016 Penulis

(12)

KATA INSPIRASI

“Pertama, mereka mengabaikan anda. Kemudian, mereka tertawa pada anda.

Berikutnya, mereka melawan anda. Lalu, anda menang”

(-Mahatma Gandhi-)

“Kualitas diri anda dinilai dari bagaimana diri anda bukan apa yang anda

miliki”

(-Anonymous-)

“Hargailah Apa yang Telah Dicapai Orang Lain, Karena Kalian Tidak Akan

Mengerti Apa yang Telah Ia Korbankan Sampai Dititik Itu”

(13)

PERSEMBAHAN

Teriring do’a dan rasa syukur kepada Allah SWT, Salawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Ku persembahkan karya kecil ini sebagai rasa sayang dan terimakasih ku kepada: Orang Tua Tercinta

Ayah MIRYADI dan Ibu YETI SUKMAYATI

atas limpahan kasih sayang, do’a dan tetesan keringat dalam merawat, mendidik dan menyekolahkanku selama ini demi keberhasilanku

Adik Tercinta

HENI KURNIAWATI dan EVI APRIYANTY yang selalu memberikan dukungan dan menjadi motivasi

Serta keluarga besarku yang selalu memberikan semangat

Para pendidikku, dosen dan guru-guruku yang telah memberikan ilmu kepadaku Teman-teman seperjuangan angkatan 2012

Keluarga Besar HIMATIKA Sahabat serta teman dekat

(14)

iii

DAFTAR ISI

halaman

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Masalah ... 1

1.2. Tujuan Penelitian... 3

1.3. Manfaat Penelitian... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ekonometrika ... 4

2.2 Data Untuk Estimasi Parameter Model ... 4

2.3 Ekonometrika Deret Waktu ... 5

2.4 Inflasi ... 6

2.4.1 Penggolongan Inflasi ... 6

2.4.2 Menentukan Tingkat Inflasi ... 7

2.5 BI Rate... 7

2.5.1 Fungsi BI Rate ... 8

(15)

iv

2.7 Data Runtun Waktu ... 9

2.8 Stasioneritas ... 9

2.8.1 Stasioneritas dalam Ragam ... 10

2.8.2 Stasioneritas dalam Rata-Rata ... 11

2.9 Pemeriksaan Kestasioneran ... 12

2.9.1 Melihat Tren Data dalam Grafik ... 12

2.9.2 Koefisen Autokolerasi dan Korelogram ACF ... 12

29.3 Uji Akar-Unit (Unit Root Test) ... 14

2.10 Transformasi Deret Waktu Tidak Stasioner ... 15

2.11 Operator Backshift ... 16

2.12 White Noise ... 16

2.13 Proses Autoregressive ... 17

2.14. Analisis Multivariat Deret Waktu ... 17

2.15. Model Vector Autoregressive (VAR) ... 18

2.15.1 Kestabilan Proses VAR (p) ... 19

2.16. Model Vector Moving Average ... 20

2.17. Model Vector Autoregressive Moving Average ... 21

2.18. Model Vector Autoregressive Integrated Moving Average... 22

2.19. Extended Cros-Corelation Matrices (ECCM) ... 22

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ... 24

3.2 Data Penelitian ... 24

(16)

v

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data ... 26

4.2 Identifikasi ... 26

4.2.1 Uji Stasioneritas ... 26

4.2.2 Pemilihan Order VARIMA ... 32

4.3 Estimasi Model VARIMA ... 33

4.4 Evaluasi Model VARIMA ... 34

(17)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Grafik plot data tingkat inflasi dan BI Rate di Indonesia Periode

Januari 2009 sampai dengan Apil 2016 ... 26

2. Plot ACF data tingkat inflasi... 27

3. Plot ACF data BI rate ... 28

4. Grafik plot data tingkat inflasi dan BI Rate di Indonesia Periode Januari 2009 sampai dengan Apil 2016 setelah di differencing... 30

5. Plot ACF differencing data Tingkat Inflasi... 30

6. Plot ACF differencing data BI rate ... 31

(18)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Uji ADF data tingkat Inflasi dan BI Rate ... 29

2. Uji ADF data tingkat Inflasi dan BI Rate setelah differencing ... 32

3. Nilai statistik ECCM order AR dan MA... 33

4. Nilai tingkat signifikan ... 34

(19)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Masalah

Inflasi di dunia ekonomi modern sangat memberatkan masyrakat. Hal ini

dikarenakan inflasi dapat mengakibatkan lemahnya efesiensi dan produktifitas ekonomi investasi, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta

pendapatan di masa yang akan datang. Salah satu kebijakan moneter pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian adalah dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau disebut BI rate. Dalam transimisi

kebijakan moneter yang dikeluarkan BI, kenaikkan atau penurunan BI rate akan mempengaruhi inflasi. Pengaruh yang diberikan oleh perubahan BI rate ini dapat terjadi melalui beberapa jalur yaitu jalur suku bunga kredit, nilai tukar, harga aset,

dan ekspektasi. BI menyatakan bahwa pengaruh BI rate terhadap inflasi salah satunya terjadi melalui jalur suku bunga, perubahan BI rate mempengaruhi suku

bunga kredit perbankan. Apabila perekonomian sedang mengalami kelesuan BI dapat menggunakan kebijakan moneter yang ekspansif melalui penurunan suku bunga untuk mendorong aktifitas ekonomi.

Peramalan merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di

(20)

2

mungkin dicapai. Oleh karena itu, ketika tidak dapat melihat kejadian yang akan datang secara pasti, diperlukan waktu dan biaya yang besar agar mereka dapat memiliki kekuatan dalam menghadapi masa yang akan datang.Peramalan

merupakan alat bantu yang penting dalam sebuah perencanaan yang efektif. Runtun waktu adalah rangkaian data yang diukur berdasarkan waktu dengan

interval yang sama. Analisis runtun waktu merupakan metode yang mempelajari deret waktu, baik dari segi teori maupun untuk membuat peramalan (prediksi). Analisis runtun waktu merupakan cara menentukan variabilitas data runtun waktu

dalam bentuk fungsi periodik dominan. Analisis ini pada dasarnya digunakan untuk melakukan analisis data yang mempertimbangkan pengaruh waktu. Data

yang digunakan dapat bersifat deterministik, non-deterministik atau data acak, yang biasanya dikumpulkan secara periodik berdasarkan urutan waktu dalam jam, hari, minggu, bulan, kuartal atau tahun. Analisis runtun waktu tidak hanya bisa

dilakukan untuk data yang memiliki satu variabel saja tetapi juga bisa untuk data yang memiliki banyak variabel. Untuk menganalisis data runtun waktu dengan banyak variabel, dapat menggunakan model Vector Autoregressive (VAR).

Data runtun waktu ekonometrika lebih dominan bersifat tidak stasioner maka dari

itu diperlukan model yang bisa meramalkan data dengan lebih dari satu variabel dengan sifat tidak stasioner. VARIMA merupakan salah satu model dari VAR,

(21)

3

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah memprediksi nilai Inflasi dan BI Rate.

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Dapat meperkirakan nilai inflasi dan BI Rate yang akan datang dengan

menggunakan metode VARIMA.

(22)

4

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ekonometrika

Secara sederhana, ekonometrika berarti pengukuran indikator ekonomi (Gujarati dan Porter, 2009).

Ekonometrika, hasil dari suatu pandangan khusus atas peranan ilmu ekonomi, yang

terdiri dari penerapan statistika matematika pada data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris terhadap model-model yang disusun berdasarkan matematika ekonomi dan untuk memberikan hasil numerik (Tintner, 1968).

Ekonometrika adalah studi tentang penerapan metode statistika untuk

masalah-masalah ekonomi. Ekonometrika memiliki banyak jenis untuk digunakan, tetapi semua mengarah ke tiga kategori yang umum yaitu (1) Menguji teori ekonomi, (2) Meramalkan perekonomian, dan (3) Membuat kebijakan ekonomi (Schmidt, 2005).

2.2 Data Untuk Estimasi Parameter Model

Model ekonomi menunjukan hubungan variabel-variabel yang pasti, masalah selanjutnya adalah untuk menemukan himpunan data yang dapat kita gunakan untuk

(23)

5

membangkitkan data adalah satu himpunan dari nilai-nilai untuk semua variabel-variabel di dalam hubungan yang kita harapkan untuk dipelajari. Suatu sampel, atau himpunan data, adalah koleksi dari banyak observasi dari proses membangkitkan data

yang sama. Ada dua jenis-jenis dasar dari sampel, ditambah satu tipe yang ke-tiga yaitu kombinasi dari keduanya (Schmidt, 2005)

1. Sampel deret waktu adalah sampel yang mengandung observasi–observasi pada satu objek ekonomi pada periode–periode waktu yang berbeda. Tingkat suku bunga dan Produk Domestik Bruto (PDB) pada ekonomi U.S. untuk

setiap kuarter dari tahun 1961 sampai 1999.

2. S a m p e l Cross- section adalah sampel yang mengandung

observasi-observasi dari banyak objek ekonomi yang berbeda yang diambil pada satu titik waktu. Contohnya: kemampuan kerja dari banyak perusahaan

penerbangan pada tahun 1997.

3. Sampel Panel/Longitudinal adalah sampel yang mengandung observasi-observasi pada banyak objek ekonomi untuk beberapa periode waktu. Contoh: Sampel dari delapan perusahaan penerbangan yang berbeda dalam

waktu lima tahun.

2.3 Ekonometrika Deret Waktu

Ekonometrika deret waktu adalah salah satu teknik ekonometrika yang berkembang relatif pesat. Perkembangan tersebut terutama di dorong oleh kenyataan bahwa

(24)

6

didasarkan pada data deret waktu. Dalam pengertian sederhana, ekonometrika deret waktu adalah teknik ekonometrika untuk menganalisis prilaku data deret waktu.

Model ekonometrika dapat digunakan untuk menjelaskan struktur hubungan antarpeubah ekonomi yang dapat dijadikan dasar untuk melakukan

peramalan/prediksi atau pun sebagai dasar untuk menilai efektivitas berbagai kebijakan ekonomi.

Berdasarkan hal tersebut, analisis deret waktu secara umum dapat dibagi menjadi dua

kelompok, yaitu (1) analisis yang sifatnya menjelaskan pola data tersebut berdasarkan waktu dan (2) analisis yang sifatnya eksplanatoris, yakni yang menganalisis

hubungan peubah-peubah deret waktu (Juanda dan Junaidi, 2012).

2.4 Inflasi

Hal yang akan selalu dijumpai di setiap Negara. Suatu masalah yang sangat

sensitif dan selalu terjadi. Efek dari inflasi pun sangat besar dalam setiap Negara. Inflasi merupakan suatu proses kenaikan harga–harga yang berlaku dalam perekonomian (Sadono Sukirno, 2002).

2.4.1 Penggolongan Inflasi

Inflasi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu (Boediono, 1998).

a) Inflasi Ringan : < 10 %% per tahun

(25)

7

c) Inflasi Berat : 30–100% per tahun

d) Hiperinflasi : ≥ 100 % per tahun.

2.4.2 Menentukan Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi digunakan untuk menggambarkan perubahan–perubahan harga–harga yang berlaku dari satu periode ke periode lainnya. Untuk

menentukannya perlu diperhatikan data indeks harga konsumen dari satu periode tertentu dan seterusnya dibandingkan dengan indeks harga pada periode

sebelumnya. Rumus yang dipakai untuk menentukan laju inflasi adalah sebagai berikut (Suharyadi dan Purwanto, 2003: 152) :

= − × 100

dimana:

: Laju inflasi

: Indeks harga konsumen periode ke t

: Indeks harga konsumen periode ke t-1 (periode sebelumnya).

2.5 BI Rate

BI Rate adalah suku bunga dengan tenor satu bulan yang diumumkan oleh Bank

(26)

8

2.5.1 Fungsi BI Rate

BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur

bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia.

Melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai

sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga Pasar Uang antar Bank Overnight (PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga

PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan.

Dengan mempertimbangkan pula faktor-faktor lain dalam perekonomian, Bank

Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan

diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia

akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.

2.6 Peramalan

Peramalan adalah sebuah prediksi beberapa peristiwa atau kejadian-kejadian masa

(27)

9

Masalah peramalan sering diklasifikasikan sebagai jangka pendek, jangka

menengah, dan jangka panjang. Masalah peramalan jangka pendek melibatkan memprediksi hanya peristiwa yang periode waktu beberapa (hari, minggu, bulan) ke depan. Jangka menengah perkiraan memperpanjang dari satu sampai dua tahun

ke depan, dan peramalan jangka panjang masalah bisa melampaui bahwa dengan bertahun-tahun (Montgomery, 2009).

2.7 Data Runtun Waktu

Data runtun waktu didefinisikan sebagai kumpulan pengamatan kuantitatif yang disusun secara kronologis. Runtun waktu selalu digunakan dalam bidang

ekonometrik. Awalnya, Tinbergen (1939) membangun model ekonometrik

pertama untuk Amerika Serikat dan kemudian memulai program penelitian ilmiah ekonometrik secara empiris (Kirchgassner and Wolters, 2007).

Data runtun waktu yang memiliki dua atau lebih variabel disebut multivariate time

series (peubah ganda runtun waktu). Model peubah ganda runtun waktu

melibatkan beberapa variabel yang tidak hanya berturut namun juga saling

berkorelasi (Montgomery, Jennings, and Kulahci, 2008).

2.8 Stasioneritas

Analisis data runtun waktu bertumpu pada asumsi penyederhanaan bahwa proses

(28)

10

dalam keadaan konstan dari waktu ke waktu. Jika data yang digunakan tidak stasioner, maka data harus dimodifikasi untuk menjadikan data tersebut stasioner.

2.8.1 Stasioner dalam Ragam

Modifikasi untuk menstasionerkan data dalam ragam harus dilakukan sebelum

melakukan analisis data. Kita dapat mengubah data yang tidak stasioner dalam ragam menjadi stasioner dengan melakukan transformasi pada data. Misalnya: 1. Jika simpangan baku pada data runtun waktu diketahui sebanding, maka

dilakukan transformasi logaritma natural agar menghasilkan data runtun baru dengan ragam yang konstan.

2. Jika ragam pada data runtun waktu diketahui sebanding, maka dilakukan transformasi akar kuadrat agar ragam pada data runtun waktu baru menjadi konstan.

Dan masih banyak lagi transformasi lain yang mungkin dapat dilakukan, tetapi

kedua cara transformasi di atas (terutama transformasi logaritma) sering digunakan dalam praktik.

Transformasi log dan transformasi akar kuadrat adalah anggota dari transformasi

Box-Cox. Dengan transformasi ini kita mendefinisikan series baru

(ditransformasi) sebagai berikut:

= − 1

Dimana adalah bilangan real. Sebagai catatan bahwa tidak boleh negatif. Jika

beberapa nilai negatif, maka ditambahkan sebuah konstanta positif sehingga

(29)

11

2.8.2 Stasioner dalam Rata-Rata

Ketika deret tidak menunjukkan rata-rata yang konstan, biasanya kita dapat

membuat deret baru dengan melakukan differencing (pembedaan) pada data, yaitu

dengan menghitung perubahan berturut-turut pada deret untuk semua , sebagai berikut:

= −

(Jika sebelumnya sudah dilakukan transformasi untuk menstabilkan ragam, maka

series yang digunakan untuk dilakukan pembedaan adalah series bukan ).

Melakukan penghitungan ini sebanyak satu kali untuk semua , maka disebut pembedaan pertama (first differencing). Jika deret yang dihasilkan belum

memiliki rata-rata yang konstan, maka dihitung pembedaan pertama (first differences) dari hasil pembedaan pertama (first differences) sebelumnya untuk

semua . Selanjutnya pembedaan pertama dari dinotasikan dengan ∗, sebagai

berikut:

= ∗= ( − ) − ( )

Deret yang dihasilkan disebut pembedaan kedua (second differences) dari .

Notasi dinotasikan sebagai tingkat pembedaan (differencing). Sehingga untuk

pembedaan pertama = 1, untuk pembedaan kedua, = 2dan seterusnya. Jika

data asli tidak memiliki rata-rata yang konstan, biasanya setelah dilakukan

(30)

12

2.9 Pemeriksaan Kestasioneran

Terdapat tiga cara umum digunakan dalam melakukan pendugaan terhadap

kestasioneran data. Ketiga cara tersebut adalah (Juanda dan Junaidi, 2012): 1. Melihat tren data dalam grafik.

2. Menggunakan koefisien autokorelasi dan korelogram. 3. Uji akar-akar unit (unit root test).

2.9.1 Melihat Tren Data dalam Grafik

Untuk menduga apakah suatu data bersifat stasioner atau tidak, secara visual dapat dilihat dari tren atau kecenderungan pola data tersebut (Juanda dan Junaidi, 2012).

2.9.2 Koefisien Autokorelasi dan Korelogram ACF

Autokorelasi untuk lag k (korelasi antara dan dinyatakan sebagai , yaitu :

=∑ ∑ ( − )( − )( − )

dimana adalah koefisien autokorelasi untuk lag k, dan adalah rata-rata data

deret waktu. Karena merupakan fungsi dari k, maka hubungan autokorelasi

dengan lagnya dinamakan fungsi autokorelasi (autocorrelatiom functiom=ACF). Jika fungsi autokorelasi tersebut digambarkan dalam bentuk kurva, dikenal dengan istilah korelogram ACF.

1. Pengamatan pola korelogram ACF; data deret waktu yang tidak stasioner akan memiliki pola korelogram yang menurun secara eksponenial mendekati

(31)

13

korelogram dengan nilai positif negatif yang bergantian disekitar nol atau tidak berbeda signifikan dengan nol.

2. Pengujian signifikansi nilai autokorelasi; menurut Bartlett, jika data deret

waktu bersifat random, koefisien ACF akan mengikuti distribusi normal

ρ~N(0, ) dengan n adalah jumlah atau ukuran sampel. Dengan hipotesi nol

H0 : = 0 dan hipotesis alternatifnya H1 : ≠ 0. Misalnya dengan taraf

nyata = 5%, jika terletak antara −1,96 1/ < < 1,96 1/ ,

keputusannya belum cukup bukti untuk menolak H0.

3. Uji Statistik Q; uji ini dikembangkan oleh Box dan Pierce yang dikenal

dengan uji statistic Q, dengan rumus:

= ~ ( )

Hipotesis nol (H0) untuk uji ini adalah semua koefisien ACF sampai lag

tertentu = 0. Jika statistic < ( ), H0 diterima, berarti data deret waktu

adalah stasioner.

4. Uji Statistik Ljung-Box (LB); pengujian ini dikembangkan oleh Ljung-Box yang dikenal dengan uji statistic Ljung-Box (LB), dengan rumus:

= ( + 2)

− 1 ~ ( ).

Jika nilai statistic LB lebih kecil dari nilai kritis statistik tabel dengan taraf

(32)

14

2.9.3 Uji Akar–Unit (Unit Root Test)

Uji Kestasioneran atau ketidakstasioneran yang sangat popular beberapa tahun belakangan ini adalah uji akar-akar unit (unit root test). Berdasarkan persamaan

proses stokastik akar-akar unit dengan mengurangkan dengan pada kedua ruas

nya diperoleh :

− = ρ − +

= (ρ − 1) +

dan dapat ditulisakan dengan cara lain sebagai:

∆ = δ +

dimana δ = (ρ − 1) dan ∆ adalah operator diferensi pertama. Metode yang digunakan untuk uji akar-akar unit adalah:

1. Uji DF (Dickey Fuller Test); uji t untuk mengujiδ = 0tidak valid karenaδtidak

mengikuti distribusi normal. Dicky and Fuller menunjukan bahwa nilai koefisien

δ akan mengikuti distribusi stastitik ̂ ( ), dan menyusun statistik ô sebagai

titik kritis pengujian. Hipotesis yang digunakan adalah:

- Hipotesis nol: H0 : δ = 0 (artinya terdapat unit root atau deret waktu tidak

stasioner atau memiliki tren stokastik)

- Hipotesis alternatif: H1: δ < 0 (atinya deret waktu stasioner, kemungkinan

berdasarkan tren deterministic) (Gujarati dan Porter, 2009).

Nilai ̂-statistik yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan ̂-McKinnon

(33)

15

2. Uji ADF (Augmented Dickey Fuller Test); pada Uji DF asumsi yang digunakan adalah galat tidak berkorelasi. Tetapi jika pada kondisi berkorelasi, uji

yang dapat digunakan adalah uji ADF. Uji ADF terdiri dari estimasi dari regresi berikut:

∆ = + + + + ∝ ∆ +

dimana å adalah galat white noise murni dan ∆ = (∆ − ∆ ),

∆ = (∆ − ∆ ),dst. Pada uji ADF kita juga menguji apakah δ = 0

dan uji ADF mengikuti distribusi yang sama dengan statistic DF, jadi dapat

digunakan nilai kristis yang sama (Gujarati dan Porter, 2009).

2.10 Transformasi Deret Waktu Tidak Stasioner

Kita dapat mentransformasi deret waktu untuk membuatnya menjadi stasioner.

Metode transformasi bergantung apakah deret waktunya merupakan proses stasioner diferensi (DSP) atau proses stasioner tren (TSP). Dapat dinyatakan jika suatu deret

waktu adalah DSP tetapi kita perlakukan sebagai TSP, ini disebut dengan underdifferencing. Sebaliknya jika suatu deret waktu merupakan TSP tetapi kita

perlakukan seperti DSP, ini yang disebut dengan overdifferencing (Gujarati dan

Porter, 2009).

Menurut (Brandt dan Williams, 2007), transformasi yang biasanya menggunakan logaritma natural (ln) dari variabel-variabel yang cenderung memiliki tren atau tidak

(34)

16

untuk data. Penafsiran ini muncul dari pendekatan dari tingkat pertumbuhan (yang umum dalam ilmu ekonomi) berikut:

≈ ln( ) − ln( )

Walaupun suatu transformasi logaritma atau akar kuadrat tidak mungkin karena

beberapa kenyataan nilai dari adalah negatif, salah satu cara untuk meredam nilai

negating tersebut dengan menggunakan = log( + 3)(Brooks, 2008).

2.11 Operator Backshift

Operator backshift B dapat didefinisikan sebagai :

=

=

=

2.12 White noise

White noise adalah suatu proses antar variabel random yang berurutan tidak terjadi

korelasi dan mengikuti distribusi tertentu. Kondisi pengamatan dari proses( )

yang stasioner ditunjukkan dengan nilai mean ( ) = , ( ) =

{( − }2 = 2 adalah proses yang konstan. kovarian( , − )yang

(35)

17

2.13 Proses Autoregressive

Menurut (Brooks, 2008), suatu model autoregressive adalah satu dimana nilai pada

saat ini dari suatu variabel, , bergantung hanya berdasarkan pada nilai-nilai variabel

tersebut yang diambil pada periode-periode sebelumnya ditambah dengan galat.

Suatu model autoregressive dengan order , dilambangkan dengan AR( ), yang

dapat dinyatakan sebagai:

= + + +. . . . + +

dimana white noise disturbance term. Persamaan ini juga dapat dituliskan lebih sederhana menggunakan notasi sigma menjadi:

= + +

atau dengan menggunakan operator lag, sebagai :

= + +

2.14 Analisis Multivariat Deret Waktu

Analisis multivariate deret waktu yang mempertimbangkan banyak deret waktu secara bersama-sama (secara simultan). Ini merupakan bagian dari analisis statistika

mulitivariate tetapi secara spesifik memenuhi data dependen. Memahami hubungan-hubungan antara faktor-faktor dan menyediakan prediksi-prediksi yang akurat dari variabel-variabel tersebut yang diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.

(36)

18

hubungan-hubungan dinamis antara variabel-variabel dan memperbaiki keakuratan dari prediksi.

Misalkan = ( , … , )′adalah observasi-observasi deret waktu berdimensi pada ruang titik-titik waktu yang sama. Statistika menyatakan, suatu deret waktu

= ( , … , )′adalah vektor random yang mengandung random variabel

(Tsay, 2014).

2.15 Model Vector Autoregressive (VAR)

Untuk menganalisis secara kuantitatif data runtun waktu dengan melibatkan lebih

dari satu variabel bebas (multivariate time series) digunakan metode Vector Autoregressive (VAR). Metode VAR memperlakukan semua variabel secara

simetris. Satu vektor berisi lebih dari satu variabel bebas dan pada sisi kanan

terdapat nilai lag (lagged value) dari variabel tak bebas sebagai representasi dari sifat autoregresive dalam model.

Secara singkat, suatu deret waktu multivariate adalah suatu proses VAR dengan

order 1, atau VAR(1), jika mengikuti model berikut :

= + +

dimana adalah vektor berdimensi , adalah matirks berukuran × , dan

{ }adalah barisan dari vektor-vektor random secara berurutan yang tidak

berkorelasi dengan mean nol dan matriks kovarian∑. Pada penerapannya, matriks

(37)

19

diubah. Menurut (Tsay, 2005), pada literatur, juga sering diasumsikan merupakan

normal multivariat.

Generalisasi dari VAR(1) ke VAR(p) mudah dilakukan. Deret waktu mengikuti

model VAR(p) jika memenuhi :

= + + . . . + + , > 0

dimana dan telah didefinisikan sebelumnya, dan adalah matriks berukuran

× . Dengan menggunakan operator back-shift B (operator lag), model VAR(p)

dapat ditulis sebagai :

− − . . . − = + , > 0

dimana I adalah matriks identitas × . Brntuk ini dapat ditulis kedalam bentuk yang lebih sederhana sebagai:

( ) = +

2.15.1 Kestabilan Proses VAR ( )

Jika merupakan proses VAR( ), VAR(1) berdimensi bersesuaian dengen :

= + +

dapat didefinisikan, dimana:

∶= , ∶= 0⋮ 0 , ∶= ⎣ ⎢ ⎢ ⎢ ⎡ 0 0 ⋯ ⋯

⋯ 00 00 ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ ⋮ 0 0 ⋯ 0 ⎦⎥

⎥ ⎥ ⎤

, = 0⋮ 0

( × ) ( × 1)

(38)

20

stabil jika :

det − ≠ 0 | | ≤ 1

dengan,

det − = det − −. . . − .

Berdasarkan definisi karakteristik polynomial dari suatu matriks, kita sebut

polynomial ini sebagai karakteristik polynomial kebalikan dari proses VAR( ). Jadi,

proses stabil jika karakteristik polynomial kebalikannya tidak memiliki akar-akar di

dalam dan pada lingkaran unit kompleks. Secara formal stabil jika:

det − −. . . − ≠ 0 | | ≤ 1.

Kondisi ini disebut kondisi kestabilan (Lütkepohl, 2005).

2.16 Model Vector Moving Average (VMA)

Sebuah deret waktu berdimensi disebut sebagai model VMA (Vector Moving

Average) order jika

= + −

Dengan :

: Adalah konstan vektor yang menunjukan mean dari

: Adalah matriks × dengan ≠ 0

: Adalah white noise series

(39)

21

Menurut (Tsay, 2005), VMA model banyak digunakan untuk banyak kasus. Di dalam keuangan baik sekali dalam mengetahui lonjakan negatif lag-1 korelasi serial dengan frequensi tinggi (high-frequency).

Model VMA dengan order 1 atau VMA (1)

= + −

Untuk model menggunakan = [ , ]dapat ditulis sebagai berikut :

= + − , ,

, ,

, ,

Atau bisa ditulis dengan

= + − , , − , ,

= + − , , − , ,

2.17 Model Vector Aoutregressive Moving Average (VARMA)

Menurut (Tsay, 2005), sebuah deret waktu berdimensi bisa dikatakan proses

vector autoregressive moving-average VARMA( , )jika

∅( ) = ∅ + ( )

Dengan :

∅ : Adalah vektor konstan

∅( ) : − ∑ ∅ matriks polynomial

( ) : − ∑ matriks polynomial

(40)

22

2.18 Model Vector Autoregressive Integrated Moving Average (VARIMA)

Vector data time series yang telah melalui proses differencing dinyatakan sebagai

model VARIMA (Vector Autoreggressive Integrated Moving Average Process) (Wei, 2006).

∅( ) ( ) = ( )

Dengan :

∅ ( ) = adalah matriks aoutoregressive polynomial order p

( ) = adalah matriks moving average polynomial order q

= adalah proses white noise vektor Gaussian

( ) = adalah order untuk integrated hasil proses differencing

2.19 Extended Cross-Corelation Matrices (ECCM)

Menggunakan hasil konsistensi fitting VAR secara iterasi, menjelaskan ECCM

yang dapat digunakan untuk spesifikasi order ( , )dari suatu model VARMA (Tia dan Tsay, 1983).

Kemudian, akan digunakan model VARMA (1, )untuk menjelaskan tentang

gagasan, yang dimana dengan kata lain diaplikasikan ke model umum VARMA.

Tinjau iterasi ke-j matrik koefisien∅ VAR (1). Misalkan∅ =∅ menunjukan

bahwa ≤ didefinisikan proses transformasi ke-j

,

(41)

23

Dimana index 1 dari ( ), melambangkan bahwa transformasi series didesain

untuk AR order = 1sehingga dari konsistensi dari∅( ), ( ), mengikuti model

VMA ( ).

,

( )= − ⋯ −

Menyediakan bahwa ≤ . Untuk itu, cross-correlation matrices dari

,

( )memenuhi syarat bahwa

,

( ) = 0 untuk ≥ + 1 dan , dimana

argument ( ), berarti menandakan proses dalam penelitian. Untuk merangkum

secara sistematis dari series hasil transformasi ( ), untuk penetuan order,

berdasarkan tabel cross-correlation matrices dari ( ), untuk = 0,1, ⋯ (Tsay,

(42)

26

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017 bertempat di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

3.2 Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data inflasi Indonesia dan BI

Rate dalam skala bulanan dari Januari 2009 sampai dengan April 2016.

3.3 Metode Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi

a. Melakukan uji stasioner

Melihat kestatsioneran data dengan menggunakan plot deret waktu, grafik Autocorrelation Function (ACF) dan Augmented Dickey Fuller test (ADF).

b. Melakukan pembedaan (differencing) apabila data belum stasioner dalam

(43)

25

2. Menganalisis model VARIMA

a. Melakukan pemilihan order pada model VARIMA ( , , )dengan

menggunakan metode extended cross-corelation matrices (ECCM).

b. Melakukan estimasi terhadap model dengan melihat nilai dari signifikasi

variabel.

(44)

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan metode VARIMA pada data tingkat inlasfi dan BI rate Indonesia periode January 2009 sampai dengan April 2016

dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan analisis dengan metode VARIMA, diperoleh model terbaik yaitu

model VARIMA(1,1,2).

= −0,0000800,000063 + −0,0156 0,3890,8240 0,382 − 1 +

− 0.4694−0.0609 −0.0426−1.2956 − 1 − 0.6257−0.0354 0.004411.29935 − 2

(45)

DAFTAR PUSTAKA

Abraham, B. and Johannes L. 2005. Statistical Methodes for Forcasting, A. Jhon Wiley and Sons Inc., New Jersey.

Brandt, P.T. and Williams, J. T. 2007. Multiple Time Series Models. Sage Publications, USA.

Brooks, C. 2008. Introductory: Econometrics for Finance. 2nded. Cambridge University Press, NY.

Douglas, M. C. 2009. Statistical Quality Control. 6th ed. John Wiley &Sons Pte. Ltd., Asia.

Douglas, M. C., Jennings C.L., and Kulahci, M. 2008. Introduction to Time Series Analysis and Forecasting. John Wiley & Sons, New Jersey.

Gujarati, D. N., and Porter, D. C. 2009. Basic Econometrics. 5thed. The McGraw Hill Companies, NY.

Juanda, B. dan Junaidi. 2012. Ekonometrika Deret Waktu. Institut Pertanian Bogor Press, Bogor.

Kichgassner, G. and Wolters, J. 2007. Introduction To Modern Time Series Analysis, Springer, USA.

(46)

Pankratz, A. 1991. Forecasting With Dynamic Regression Models. John Wiley & Sons, Inc., NY.

Schmidt, S. J. 2005. Econometrics. The McGraw Hill Companies, NY.

Siamat, D. 2005.Manajemen Lembaga Keuangan. “Kebijakan Moneter dan Perbankan”. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Sukirno, S. 2002. Teori Mikro Ekonomi. Cetakan Keempat Belas. Rajawali Press, Jakarta.

Spyros, M. 1993. Metode dan Aplikasi Peramalan. Airlangga, Jakarta.

Tintner, G. 1968. Methodology of Mathematical Economics and the Econometrics. The University of Chicago Press, Chicago.

Tsay, R. S. 2005. Analysis of Financial Time Series. 2nded. John Wiley & Sons, USA.

Tsay, R. S. 2014. Multivariate Time Series Analysis : With R and Financial Applications. John Wiley & Sons, USA.

References

Related documents

through the process, it becomes increasingly important to get a handle on the types of systems being contemplated for the project, and the space and cabling requirements necessary

Brink reported on a conversation he had with Dr. Acierno about whether it would be better to start over with the regulations and include changes the Board would like to make or

The current study examined the moderating effect of family factors such as household structure, social support, and parenting techniques in the relationship between

learning, which is cri cally important for developing eff ec ve programmes that facilitate climate change adapta on (Frankel-Reed et al., 2009). As many adapta on interven ons

For instance, it would be interesting to investigate whether the estimated sales uplift on promotional weeks shown in Table 3 (Mean(MPE)=8.7% and Mean(MdPE)=30.1%) is typical or

The forest manager explores the context dependency of the evidence behind the NC-ES linkages with timber production by using the LiNCAGES platform to filter the evidence to

This study focused on the individual preferences and approaches to problem solving, as they affect meeting the needs o f students experiencing difficulties in schools, by

The intuition for this result is as follows; when the cost differential is very high then the ”differential” incentive of the centralized regulator to decrease permits price to